Category: Doa Hadits

  • Doa Hujan Deras dan Ketika Sudah Reda, Salah Satu Waktu Mustajab


    Jakarta

    Doa dapat dibaca oleh setiap hamba kapan pun dan di mana pun. Termasuk ketika hujan deras melanda.

    Hujan adalah nikmat dan rahmat yang Allah SWT berikan untuk para hamba-Nya. Ada banyak ayat yang menyebutkan tentang hujan, salah satunya surah Ar Rum ayat 48. Allah SWT berfirman,

    اَللّٰهُ الَّذِيْ يُرْسِلُ الرِّيٰحَ فَتُثِيْرُ سَحَابًا فَيَبْسُطُهٗ فِى السَّمَاۤءِ كَيْفَ يَشَاۤءُ وَيَجْعَلُهٗ كِسَفًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلٰلِهٖۚ فَاِذَآ اَصَابَ بِهٖ مَنْ يَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِهٖٓ اِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُوْنَۚ ٤٨


    Artinya: “Allahlah yang mengirim angin, lalu ia (angin) menggerakkan awan, kemudian Dia (Allah) membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya dan Dia menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu engkau melihat hujan keluar dari celah-celahnya. Maka, apabila Dia menurunkannya kepada hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya, seketika itu pula mereka bergembira.”

    Doa hujan deras dapat dibaca oleh setiap muslim, seperti yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW. Begini doanya yang dikutip dari buku Tuntunan Doa & Zikir untuk Segala Situasi & Kebutuhan karya Ali Akbar bin Aqi.

    Doa Hujan Deras dalam Arab, Latin, dan Artinya

    اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا اللَّهُمَّ عَلَى الأَكَامِ وَالظِرَابِ وَبُطُوْنِ الأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

    Bacaan latin: Allaahumma hawaa lainaa wa laa ‘alainaa, Allaahumma ‘alal-aakaami wazh-zhiroobi, wa buthuunil-awdiyati wa manaabitisy-syajari

    Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan ini di sekitar kami, jangan pada rumah-rumah kami. Ya Allah, turunkanlah hujan ini pada dataran-dataran tinggi. bukit-bukit, perut-perut lembah, dan tempat-tempat tumbuhnya pohon.”

    Selain itu, bila hujan yang sangat deras dan tak kunjung henti, muslim bisa membaca doa agar hujan lekas reda. Dikutip dari buku Keutamaan Doa dan Dzikir untuk Hidup Bahagia Sejahtera oleh M. Khalilurrahman al Mahfani, berikut bacaan doanya.

    اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَ

    Bacaan latin: Allaahumma hawaalainaa walaa ‘alainaa, allaahumma ‘alal aakaami wazh zhiraab, wa buthuunil audiyati wa manaabitisy syaja

    Artinya: “Ya Allah curahkanlah hujan kepada kami dan yang tidak membahayakan bagi kami. Ya Allah curahkanlah hujan di atas bukit-bukit, pegunungan, lembah-lembah, dan hutan belantara.” (HR Bukhari)

    Doa setelah Turun Hujan dalam Arab, Latin, dan Artinya

    Masih mengutip dari sumber sebelumnya, hendaknya setelah turun hujan, seorang muslim juga membaca doa berikut:

    مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

    Bacaan latin: Muthirna bi fadhlillahi wa rohmatihi

    Artinya: “Kita mendapat hujan hanya karena keutamaan dan rahmat Allah semata.”

    Jika seorang muslim ingin doanya dikabulkan oleh Allah SWT, hendaknya ia berdoa di waktu yang mustajab, seperti ketika turun hujan. Merujuk pada buku Amalan Pembuka Rezeki oleh Haris Priyatna dan Lisdy Rahayu, bukan hanya sebagai nikmat dari Allah SWT, hujan juga merupakan waktu terkabulnya doa. Hal ini berdasarkan dengan sabda Rasulullah SAW,

    “Doa tidak tertolak pada dua waktu, yaitu ketika azan berkumandang dan ketika hujan turun.” (HR Al Hakim)

    Rasulullah SAW juga bersabda, “Berdoalah pada waktu doa-doa diperkenankan Tuhan, yakni pada saat berjumpa dengan pasukan musuh, ketika akan melaksanakan salat, dan ketika turun hijan.” (HR Asy Syafi’i)

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Sehabis Adzan: Arab, Latin dan Artinya


    Jakarta

    Doa sehabis adzan termasuk ke dalam amalan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Hal ini dianjurkan karena waktu antara adzan dan iqamah dianggap sebagai momen doa yang mustajab.

    Nabi Muhammad SAW bersabda,

    “Sesungguhnya doa yang tidak tertolak adalah doa antara adzan dan iqamah, maka berdoalah pada saat itu.” (HR Ahmad)


    Adzan sendiri artinya seruan dari seorang muadzin yang diberikan kepada muslim untuk mengumumkan waktu salat. Biasanya, adzan dikumandangkan di tempat terbuka atau tempat ibadah Islam seperti masjid dan mushola.

    Qurthubi melalui Fikih Sunnah – Jilid 1 oleh Sayyid Sabiq, menjelaskan bahwa adzan di lihat dari lafalnya mengandung beberapa hal terkait akidah. Dimulainya adzan dengan takbir menerangkan adanya Allah SWT, juga sifat kesempurnaan-Nya, serta pujian atas keesaan-Nya.

    Doa Setelah Adzan Beserta Artinya

    Mengutip Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq karya Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al Faifi, berikut doa sesudah adzan yang diriwayatkan oleh Al Bukhari. Doa ini diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada umatnya.

    اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ اِنَكَ لاَ تُخْلِفُ اْلمِيْعَاد

    Arab latin: Allahumma rabba haadzihid da’watit taammah. Wash shalaatil qaa-imah. Aati muhammadal wasiilata wal fadhiilah, wab’atshu maqoomam mahmuudal ladzii wa’adtahu innaka la tukhliful mi’ad.

    Artinya: “Ya Allah, Tuhan yang memiliki panggilan ini, yang sempurna dan memiliki sholat yang didirikan. Berilah Nabi Muhammad wasilah dan keutamaan, serta kemuliaan dan derajat yang tinggi, dan angkatlah dia ke tempat yang terpuji sebagaimana yang Engkau telah janjikan.”

    Khusus untuk adzan magrib, seorang muslim bisa menambahkan bacaan sebagai berikut:

    اللّٰهُمَّ هَذَا إِقْبَالُ لَيْلِكَ وإدْبَارُ نَهَارِكَ وَأَصْوَاتُ دُعَاتِكَ فَاغْفِرْ ليْ

    Arab latin: Allahumma hadza iqbalu lailika wa idbaru naharika wa ashwatu du’aika faghfir lii.

    Artinya: “Ya Allah, ini menjelang datang malam-Mu, dan telah berlalu siang-Mu, telah diserukan seruan-Mu, maka ampunilah aku.”

    Selain itu, terdapat juga pembeda pada doa setelah adzan Subuh. Berikut lafaznya,

    اللهم هَذَا إِقْبَالُ هَارِنَكَ وَإِدْبَارُ لَيْلِكَ وَأَصْوَاتُ دُعَاتِكَ فاغْفِرْ لِي

    Arab latin: “Allahumma hadza iqbaalu nahaarika wa idbaaru lailika wa ashwaatu du’aaika faghfir lii”

    Artinya: “Ya Allah, ini adalah (saat) datangnya siang-Mu, dan perginya malam-Mu, dan terdengarnya doa-doa untuk-Mu, maka ampunilah aku.”

    Keutamaan Adzan

    Adzan mengandung banyak keutamaan, berikut beberapa di antaranya yang dikutip dari buku Syarah Riyadhus Shalihin Jilid 2 karya Imam an-Nawawi terjemahan Misbah.

    1. Dosa Muadzin Diampuni

    Rasulullah SAW bersabda,

    “Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya membacakan sholawat kepada orang yang berada di shaf pertama. Dan bagi muadzin, dia akan diampuni dosanya sepanjang suaranya dan kalimat yang dikumandangkan dibenarkan oleh siapa saja yang mendengarnya, termasuk tumbuhan basah maupun kering. Dan baginya adalah pahala orang yang mengikuti salat bersamanya.” (HR Ahmad dan Nasai)

    2. Dimasukkan ke Dalam Surga

    Keutamaan lainnya dari kaum muslimin yang segera sholat setelah mendengar adzan niscaya dimasukkan ke dalam surga. Nabi Muhammad SAW bersabda,

    “Tuhanmu merasa heran dari orang yang menggembala kambing di lereng bukit. Dia mengumandangkan adzan untuk salat kemudian melaksanakan salat. Allah SWT kemudian berfirman, ‘Lihatlah hamba-Ku ini, dia mengumandangkan adzan kemudian mendirikan salat karena takut kepada-Ku. Sungguh aku telah mengampuni hamba-Ku dan aku memasukkannya ke dalam surga.’” (HR Ahmad, Abu Daud, dan Nasai)

    3. Membuat Setan Melarikan Diri

    Nabi Muhammad SAW bersabda,

    “Apabila dikumandangkan adzan untuk salat, maka larilah setan dengan mengeluarkan kentut agar ia tidak mendengar adzan itu. Dan apabila adzan telah selesai dikumandangkan, maka setan datang lagi. Apabila dikumandangkan iqamat, maka setan lari sampai iqamat itu selesai. Apabila iqamah telah selesai, maka setan datang lagi untuk membisiki hatinya. Ia berkata, ‘Ingatlah ini, dan ingatlah itu.’ Padahal ia tidak ingat akan hal itu sebelumnya, hingga seseorang tidak tahu berapa rakaat yang telah dikerjakannya dalam sholat (HR Bukhari dan Muslim)

    Itulah doa sehabis adzan disertai keutamaan adzan. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Munculnya Binatang Melata pada Waktu Dhuha Jadi Tanda Kiamat


    Jakarta

    Kiamat merupakan hari yang pasti terjadi sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surah Al Hajj ayat 7. Kedatangan hari tersebut akan didahului dengan sejumlah tanda, salah satunya munculnya binatang melata yang menemui manusia pada waktu dhuha.

    Munculnya binatang melata yang menemui manusia pada waktu dhuha sebagai tanda kiamat disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dalam Shahih-nya dan Abu Daud serta Ibnu Majah dari Abdullah bin Amr RA. Kemunculan binatang melata ini juga menjadi pertanda pertama menjelang kiamat.

    Abdullah bin Amr RA mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya pertanda yang pertama-tama muncul (menjelang kiamat) adalah terbitnya matahari dari barat dan munculnya binatang melata menemui manusia pada waktu dhuha. Mana saja dari keduanya yang lebih dulu terjadi, maka tidak lama sesudah itu yang lainnya pun segera terjadi.”


    Binatang melata yang dimaksud dalam hadits tersebut dikenal dengan dabbah.

    Ahli tafsir dan takhrij hadits Ibnu Katsir dalam salah satu kitabnya, An Nihayah Fitan wa Ahwal Akhir az Zaman (Mukhtashar Nihayah al Bidayah) yang diterjemahkan Anshori Umar Sitanggal dan Imron Hasan, menjelaskan yang dimaksud pertanda dalam hadits tersebut adalah pertanda yang tidak lumrah yang berlawanan dengan kebiasaan yang dialami manusia selama ini.

    Pertanda itu, kata Ibnu Katsir, adalah binatang melata yang bisa berbicara dengan manusia. Binatang itu akan menandai mana orang kafir dan mana orang mukmin. Munculnya binatang melata ini dinyatakan dalam hadits setelah terbitnya matahari dari barat.

    Ibnu Katsir menukil pendapat Ibnu Abbas, Hasan, dan Qatadah bahwa binatang melata itu memang benar-benar berbicara kepada manusia. Pendapat ini turut didukung oleh Ibnu Jarir yang berhujjah dengan firman Allah SWT, “Sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.” (QS An Naml: 82)

    Ibnu Abbas sendiri menafsirkan maksud “binatang itu berbicara kepada manusia” bahwasanya binatang itu memberitahukan identitas manusia, yakni menulis kata “kafir” pada dahi orang kafir dan kata “mukmin” pada dahi orang mukmin.

    Tafsir tentang Waktu Munculnya Binatang Melata

    Ada sejumlah penafsiran terkait waktu munculnya binatang melata yang berbicara pada manusia. Menurut penjelasan dalam Nihayatul ‘Alam karya Muhammad al-‘Areifi sebagaimana diterjemahkan Zulfi Askar, boleh jadi keluarnya binatang melata terjadi pada hari yang sama ketika matahari terbit dari barat.

    Pendapat lain menyebut binatang tersebut akan keluar di akhir zaman ketika manusia rusak dan meninggalkan perintah-perintah Allah SWT.

    Tempat Munculnya Binatang Melata atau Dabbah

    Imam Syamsuddin Al-Qurthubi dalam kitab At-Tadzkirah yang diterjemahkan Anshori Umar Sitanggal menyebutkan sejumlah hadits tentang tempat munculnya dabbah. Pertama, hadits yang diriwayatkan dari Abu Abdir Rahman Hisyam Yusuf Al-Qadhi Ash-Shan’ani, dari Rabah bin Ubaidullah bin Umar, dari Shuhail bin Abu Shalih, dari ayahnya, dari Abu Hurairah RA dari Nabi SAW menyebut bahwa dabbah akan muncul di tempat yang bernama Jiyad.

    Rasulullah SAW bersabda, “Seburuk-buruk kampung adalah Jiyad.”

    “Kenapa, ya Rasulullah?” tanya para sahabat dan beliau menjawab, “Dabbah akan muncul dari kampung itu, lalu berteriak tiga kali, terdengar ke timur dan barat.”

    Terkait hadits tersebut, Imam Syamsuddin Al-Qurthubi mengatakan Rabah tidak punya mutabi’ (pengikut) tapi hadits ini juga dikeluarkan oleh Abu Ahmad bin Adi Al-Jurjani rahimahullah.

    Kedua, hadits dari Amr bin Al-‘Ash RA sebagaimana dituturkan Al-Qutaibi dalam kitabnya Uyun Al-Akhbar menyatakan bahwa dabbah akan muncul dari Makkah, dari sebatang pohon. Hal ini terjadi pada musim haji. Kepala hewan ini disebut mencapai awan, sementara kakinya belum keluar dari dalam tanah.

    Para ahli tafsir menolak perkataan Amr itu. Mereka juga menyebut dabbah adalah makhluk yang sangat besar yang keluar dari celah di Bukit Shafa. Tak ada seorang pun yang bisa melarikan diri darinya.

    Wallahu a’lam.

    (kri/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Bacaan Doa yang Diamalkan setelah Sholat Dhuha


    Jakarta

    Sholat dhuha merupakan salah satu sholat sunnah yang dengan keutamaan yang mulia. Salah satunya akan dicukupi kebutuhannya. Untuk itu, sholat dhuha dapat ditutup dengan doa setelah sholat dhuha sebagai penyempurna amalan.

    Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT berfirman, ‘Wahai anak Adam, sholatlah empat rakaat pada permulaan siang untuk-Ku, niscaya Aku akan mencukupkan keperluanmu pada sore harinya’.” (HR Tirmidzi)

    Merujuk pada buku Fiqh Sunnah oleh Sayyid Sabiq, sholat dhuha dimulai sejak matahari naik setinggi tombak dan berakhir hingga matahari tergelincir. Namun, disunnahkan untuk mengakhirkannya hingga matahari cukup tinggi dan panas sudah terik.


    Setelah selesai menunaikan sholat dhuha, terdapat tiga doa yang bisa diamalkan. Berikut 3 doa setelah sholat dhuha yang dikutip dari buku Keberkahan Sholat Duha, Raih Rezeki Sepanjang Hari Plus Ayat & Doa-Doa Pembuka Rezeki oleh Arif Rahman.

    3 Doa setelah Sholat Dhuha dan Artinya

    1. Doa setelah Sholat Dhuha Pertama

    للّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

    Arab latin: Allahumma innad-duhaa’a duhaa’uka wal bahaa’a bahaa’uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal ‘ismata ‘ismatuka Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu’assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba’iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita ‘ibaadakash-shalihiin.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha itu adalah waktu-Mu, keagungan itu adalah keagungan-Mu, keindahan itu adalah keindahan-Mu, kekuatan itu adalah kekuatan-Mu, dan perlindungan itu adalah perlindungan-Mu. Ya Allah, jika rezekiku masih di atas langit maka turunkanlah. Jika masih di dalam bumi maka keluarkanlah. Jika masih sukar maka mudahkanlah. Jika (ternyata) haram maka sucikanlah. Jika masih jauh maka dekatkanlah. Berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang shalih.”

    2. Doa setelah Sholat Dhuha Kedua

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

    Bacaan latin: Allahummaghfirli wa tub ‘alayya innaka antat tawwabur rohimu

    Artinya: “Ya Allah, ampuni dosa saya dan terimalah taubat saya. Sesungguhnya Engkau maha penerima tobat dan Maha Pengampun.”

    3. Doa setelah Sholat Dhuha Ketiga (Sayyidul Istighfar)

    اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ.

    Bacaan latin: Allahumma anta robbii laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu. Abu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abu-u bi dzambii. Fagh-firlii fainnahu laa yagh-firudz dzunuuba illa anta.

    Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu aku akan mentauhidkan-Mu) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa surga untukku). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.”

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa ketika Bercermin dan 5 Hal yang Harus Diperhatikan


    Jakarta

    Doa ketika bercermin dianjurkan untuk diucapkan oleh seorang muslim. Tujuannya adalah agar selalu ingat Sang Pencipta dan bersyukur atas pemberian-Nya.

    Berdoa kepada Allah SWT tidak mengenal waktu dan suasana. Seorang muslim dianjurkan untuk selalu mengingat-Nya dan memanjatkan doa sebanyak-banyaknya kepada Allah Yang Maha Kuasa.

    Mulai dari bangun tidur, beraktivitas di luar rumah hingga tidur lagi dianjurkan membaca doa sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW. Tak terkecuali ketika bercermin.


    Doa ketika Bercermin

    Dikutip dari buku Doa dalam Al-Quran dan Sunnah karya M. Quraish Shihab, berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam Tirmidzi doa ketika bercermin adalah sebagai berikut:

    الْحَمْدُ لِلَّهِ اللَّهُمَّ كَمَا حَسَّنْتَ خَلْقِي فَحَسِّنُ خُلُقِي

    Bacaan latin: Alhamdulillah allahumma kama hassanta khalqi fahas- sin khuluqi.

    Artinya: “Segala puji hanya bagi Allah. Ya Allah, sebagaimana Engkau telah perindah tubuhku, maka perindah juga akhlakku.” (HR Ahmad dan at-Tirmidzi)

    Hal-hal yang Harus Diperhatikan ketika Bercermin

    Disebutkan dalam buku Iman dan Taqwa karya Dirman, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika bercermin. Berikut selengkapnya.

    1. Tidak Mencacat Kekurangan dan Tidak Sombong atas Kelebihan

    Pertama, apabila terdapat kekurangan fisik maka seorang muslim hendaknya tidak perlu berkecil hati atau malah menyalahkan Allah SWT atas apa yang telah diciptakan-Nya. Sebab seluruh tubuh ini adalah hasil ciptaan yang sebaik-baiknya.

    Allah SWT berfirman dalam surah At Taghabun ayat 3,

    خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ بِالْحَقِّ وَصَوَّرَكُمْ فَاَحْسَنَ صُوَرَكُمْۚ وَاِلَيْهِ الْمَصِيْرُ ٣

    Artinya: “Dia menciptakan langit dan bumi dengan benar, Dia membentuk kamu lalu memperindah bentukmu, dan kepada-Nyalah kembali(-mu).”

    Apabila Allah SWT mengaruniai fisik dan wajah yang bagus, maka hendaknya seorang muslim tidak berlaku sombong terhadap orang lain.

    2. Berhias Sebaik Mungkin

    Kedua, seorang muslim boleh berhias atau merapikan diri sebaik mungkin. Sebab Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah itu indah lagi menyukai keindahan.” (HR Muslim)

    3. Hindari Tabarruj

    Meskipun Rasulullah SAW menganjurkan berhias sebaik mungkin, tapi kaum muslim tidak boleh berdandan secara berlebihan atau tabarruj. Sebab, tabarruj termasuk perilaku orang-orang jahiliah. Allah SWT berfirman dalam surah Al Ahzab ayat 33,

    وَقَرْنَ فِيْ بُيُوْتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْاُوْلٰى وَاَقِمْنَ الصَّلٰوةَ وَاٰتِيْنَ الزَّكٰوةَ وَاَطِعْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ ۗاِنَّمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ اَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيْرًاۚ ٣٣

    Artinya: “Tetaplah (tinggal) di rumah-rumahmu dan janganlah berhias (dan bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliah dahulu. Tegakkanlah salat, tunaikanlah zakat, serta taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah hanya hendak menghilangkan dosa darimu, wahai ahlulbait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.”

    4. Tidak Memaksakan Diri

    Keempat adalah berpakaian yang tidak berlebihan dan tidak memaksakan di atas kemampuannya. Hal ini dilakukan agar terhindar dari sifat sombong. Rasulullah SAW bersabda,

    “Barang siapa meninggalkan pakaian dengan niat tawaduk karena Allah sementara ia sanggup untuk melakukannya, maka Allah akan memanggilnya pada hari kiamat di hadapan seluruh makhluk, lantas ia diperintahkan untuk memilih perhiasan mana saja yang ingin ia pakai.” (HR Ahmad)

    5. Membaca Doa ketika Bercermin

    Kelima dan yang terpenting adalah mengucapkan doa kepada Allah SWT sebagai wujud syukur atas nikmat dan karunia yang telah Dia berikan. Bacaan doa ketika bercermin sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW dalam hadits yang dikeluarkan Imam Ahmad dan Imam Tirmidzi.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Meluluhkan Hati Seseorang yang Kita Cintai dengan Menyebut Namanya


    Jakarta

    Doa memiliki kekuatan yang luar biasa. Terutama ketika diucapkan dengan ikhlas dan penuh keyakinan. Doa juga dapat dibaca kapan pun dan dimana pun.

    Termaktub dalam surah Al Mukmin ayat 60, Allah SWT berfirman,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖࣖࣖ ٦٠


    Artinya: “Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.””

    Dalam sebuah hubungan, seseorang pasti akan melakukan hal yang terbaik. Doa merupakan senjata yang ampuh untuk memperoleh keberkahan dan meluluhkan hati seseorang yang kita cintai.

    Dalam sebuah riwayat, Ali bin Abi Thalib RA berkata, “Jika engkau sedang meluluhkan hati seseorang, maka luluhkanlah lewat doa.”

    Lantas, bagaimana doanya? Berikut doa meluluhkan hati seseorang yang kita cintai dengan menyebut namanya.

    Doa Meluluhkan Hati dengan Menyebut Namanya

    Jika ingin meluluhkan hati seseorang yang kita cintai, maka yang dapat dilakukan adalah membaca doa. Berikut doa meluluhkan hati seseorang yang kita cintai dengan menyebut namanya.

    اللَّهُمَّ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيْزُ الْكَبِيْرُ وَأَنَا عَبْدُكَ الضَّعِيْفُ الذَّلِيْلُ الَّذِيْ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِكَ

    ..(sebut nama orang dimaksud)..اللَّهُمَّ سَخِّرْ لِيْ

    كَمَا سَخَّرْتَ فِرْعَوْنَ لِمُوْسَى وَلَيِّنْ لِيْ قَلْبَهُ كَمَا لَيَّنْتَ الْحَدِيْدَ لِدَاوُدَ

    فَإِنَّهُ لَا يَنْطِقُ إِلَّا بِإِذْنِكَ نَاصِيَتُهُ فِيْ قَبْضَتِكَ وَقَلْبُهُ فِيْ يَدِكَ جَلَّ ثَناَءُ وَجْهِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

    Arab-latin: Allahumma innaka antal azizul kabir. Wa anaa abduka adhdhoiifudzdzaliil. Alladzii laa haula wa laa quwwata illaa bika.

    Allahumma sakhirli … (sebut nama orang dimaksud, misal fulan bin fulan)… kama sakhkhorta firauna li musa.

    Wa layyin li qolbahuu kama layyantalhadiida li dawuda.

    Fa innahu la yantiqu illa bi idznika. Nashiyatuhuu fii qobdhatika. Wa qolbuhuu fi yadika. Jalla tsanau wajhik. ya arkhamar rakhimiin.

    Artinya: Ya Allah, Engkau Maha Perkasa lagi Maha Besar, dan aku adalah hamba-Mu yang lemah dan hina, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Mu.

    Ya Allah tundukkan (sebut nama, misal fulan bin fulan) kepadaku sebagaimana Engkau tundukkan Firaun kepada Musa, dan lembutkan hatinya untukku sebagaimana Engkau melembutkan besi pada Daud.

    Karena dia tidak berbicara kecuali dengan izin-Mu, ubun-ubunnya ada di tangan-Mu, dan hatinya ada di tangan-Mu.

    Waktu yang Mustajab untuk Berdoa

    Dirangkum dari buku Rahasia Agar Doa Mustajab: Kumpulan Doa Mustajab Sepanjang Masa oleh Ustaz Cinta, berikut waktu yang mustajab untuk berdoa:

    1. Antara Azan dan Iqamah

    Rasulullah SAW bersabda, “Doa antara azan dan iqamah tidak ditolak, maka berdoalah kamu.” (HR Ahmad)

    2. Ketika Turun Hujan

    Rasulullah SAW bersabda, “Dua doa yang tidak akan ditolak atau paling tidak jarang ditolak oleh Allah yaitu antara azan dan iqamah serta berdoa ketika turun hujan.” (HR Abu Dawud)

    3. Dua Per Tiga Malam

    Waktu dua per tiga malam yaitu antara pukul 00.00 – 03.00 dinihari. Abu Hurairah RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tuhan kita Yang Mahaberkah dan Mahatinggi turun ke langit dunia setiap malam, pada sepertiga malam terakhir dan berfirman, ‘Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku pasti Aku kabulkan, barangsiapa meminta kepada-Ku pasti aku beri, dan barangsiapa yang memohon ampunan-Ku, pasti Aku ampuni.’” (HR Bukhari)

    4. Hari Jumat

    Rasulullah SAW bersabda, “Pada hari Jumat ada satu waktu yang seorang muslim berdoa kepada Allah dalam salatnya bertepatan dengan waktu itu, pasti Allah akan memenuhinya. Nabi berisyarat dengan tangannya, menimbang-nimbang yang menunjukkan sedikitnya waktu itu.” (HR Bukhari)

    5. Ketika Sujud

    Rasulullah SAW biasa berdoa saat melakukan sujud terakhir. Dalam sebuah hadits disebutkan, “Saat yang paling dekat antara seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika sujud. Karena itu, perbanyaklah berdoa ketika itu.” (HR Muslim)

    6. Setelah Salat Fardhu

    Dari Abu Umamah, ia berkata, “Rasulullah ditanya, Ya Rasulullah, doa manakah yang akan didengar (oleh Allah). Beliau menjawab, ketika tengah malam terakhir dan setiap selesai salat yang wajib.” (HR Tirmidzi)

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Malam Isra Miraj: Arab, Latin dan Artinya


    Jakarta

    Ada doa yang bisa dibaca saat malam Isra Miraj. Doa ini menjadi salah satu amalan yang bisa dikerjakan untuk memperingati peristiwa perjalanan agung yang dilakukan Rasulullah SAW.

    Peristiwa Isra Miraj telah dijelaskan dalam banyak ayat Al-Qur’an dan hadits. Isra Miraj merupakan perjalanan menuju langit ketujuh yang dilakukan Rasulullah SAW atas kuasa Allah SWT.

    Syofyan Hadi dalam bukunya yang berjudul Kisah Isra dan Miraj Nabi Muhammad SAW menjelaskan kisah perjalanan Isra Miraj telah dipaparkan Allah SWT pada beberapa ayat di dalam Al-Qur’an.


    Dalam surah Al Isra ayat 1, Allah SWT berfirman,

    سُبْحَٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ

    Artinya: “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

    Perjalanan Isra Miraj menjadi salah satu peristiwa yang sangat penting bagi umat Islam karena mulai dari sinilah perintah salat lima waktu menjadi kewajiban bagi seorang muslim.

    Doa Malam Isra Miraj

    Banyak amalan yang bisa dilakukan untuk mengenang sekaligus memperingati hari Isra Miraj, salah satunya dengan mengamalkan doa. Doa ini dipanjatkan semata-mata untuk mengharapkan rida Allah SWT dan memohon perlindungan selama hidup di dunia dan kelak ketika di akhirat.

    Syekh Abdurrahman bin Abdussalam as-Syafi’i dalam salah satu kitabnya, Nuzhatul Majalis wa Muntakhabun Nafaiz, menjelaskan doa yang bisa dipanjatkan saat malam Isra Miraj. Ia menjelaskan bahwa siapa saja yang membacanya pada tanggal 27 Rajab, kemudian menyebutkan hajatnya kepada Allah SWT, maka akan dikabulkan segala hajatnya, melapangkan urusannya, dan menghidupkan hatinya ketika hati-hati manusia sudah mulai mati.

    Berikut bacaan doa malam Isra Miraj:

    اللهم إِنِّي أَسْأَلُكَ بِمُشَاهَدَةِ أَسْرَارِ الْمُحِبِّيْنَ، وَبِالْخَلْوَةِ الَّتِي خَصَّصْتَ بِهَا سَيِّدَ الْمُرْسَلِيْنَ حِيْنَ أَسْرَيْتَ بِهِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِيْنَ أَنْ تَرْحَمَ قَلْبِيَ الْحَزِيْنَ وَتُجِيْبَ دَعْوَتِيْ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِيْنَ

    Arab Latin: Allāhumma innī as’aluka bi musyāhadati asrāril muhibbīn, wa bil khalwatil latī khashshashta bihā sayyidal mursalīn hīna asraita bihī lailatas sābi’i wal ‘isyrīn an tarhama qalbiyal hazīna wa tujība da’watī yā akramal akramīn.

    Artinya, “Ya Allah, dengan keagungan diperlihatkannya rahasia-rahasia orang-orang pecinta, dan dengan kemuliaan khalwat (menyendiri) yang hanya Engkau khususkan kepada pimpinan para rasul, ketika Engkau memperjalankannya pada malam 27 Rajab, sungguh aku memohon kepada-Mu agar Kau merahmati hatiku yang sedih dan Kau mengabulkan doa-doaku, wahai Yang Maha Memiliki kedermawanan.”

    Keutamaan Berdoa Malam Hari

    Berdoa menjadi amalan yang bisa dikerjakan kapan pun. Allah SWT bahkan menjanjikan akan mengabulkan doa hamba-hamba-Nya yang memohon kepada-Nya dengan penuh keikhlasan.

    Sebagaimana termaktub dalam surah Al-Mu’min ayat 60,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

    Artinya: Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.”

    Merangkum buku Ramadhan Menyapa Penduduk Bumi, Menaiki Tangga Langit yang ditulis Mustopa, dijelaskan beberapa hadits yang menjelaskan keutamaan beribadah dan berdoa di malam hari.

    Dalam sebuah riwayat disebutkan, “Dari Aisyah RA bahwasanya Rasulullah SAW melakukan qiyamul lail hingga kedua telapak kaki beliau bengkak. Aisyah RA berkata kepada Beliau, ‘Mengapa engkau melakukannya hingga seperti ini? Padahal, Allah telah mengampuni dosa engkau yang telah lalu dan yang akan datang?’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Apakah aku tidak pantas menjadi hamba yang bersyukur?’” (Muttafaqun Alaih)

    Berdoa di malam hari juga menjadi tanda bahwa seorang muslim memiliki kesabaran dan rasa syukur yang luas. Hal ini bersandar pada hadits yang berasal dari Abi Yahya, Shuhaib bin Sinan RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda,

    “Sungguh mempesona urusan orang yang beriman. Karena semua urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu hanya dimiliki oleh orang-orang yang beriman. Jika dia mendapatkan kebaikan, dia akan bersyukur, (karena) hal itu adalah yang terbaik baginya. Jika ia mendapatkan kesulitan, maka dia bersabar, (karena) dia tahu bahwa hal itu adalah yang terbaik baginya.” (HR Muslim)

    Amalan saat Isra Miraj

    Selain berdoa, seorang muslim juga bisa melakukan amalan lainnya saat memperingati Isra Miraj. Berikut amalan saat Isra Miraj:

    1. Dzikir Isra dan Miraj

    Dalam perjalanan Isra Miraj, Rasulullah SAW pernah bertemu Nabi Ibrahim AS di langit ketujuh yang kemudian mengajarkan kalimat dzikir.

    Nabi Ibrahim AS bertanya pada malaikat Jibril, “Siapa yang bersamamu wahai Jibril?” Kemudian Malaikat Jibril menjawab, “Muhammad.”

    Nabi Ibrahim AS lantas mengajarkan pada Rasulullah SAW, “Perintahkanlah pada umatmu untuk membiasakan memperbanyak (bacaan dzikir) yang nantinya akan menjadi tanaman surga, tanahnya begitu subur, juga lahannya begitu luas.”

    Rasulullah bertanya, “Apa itu ghirosul jannah (tanaman surga)?” Ia menjawab, “Laa hawla wa laa quwwata illa billah.” Kalimat dzikir ini artinya, “Tidak ada daya dalam menjauhi maksiat dan tidak ada upaya menjalankan ketaatan melainkan dengan pertolongan Allah.” (HR Ahmad)

    2. Sedekah saat Isra Miraj

    Amalan lain yang bisa dilakukan umat Islam adalah bersedekah. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang melonggarkan satu beban kehidupan sesama saudara muslim di bulan Rajab, Allah akan membangunkan istana untuknya di surga Firdaus yang luasnya sejauh pandangan matanya. Karena itu, muliakanlah bulan Rajab, pasti Allah akan memuliakanmu dengan seribu kemuliaan.”

    (dvs/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Hadits tentang Hari Kiamat, Muslim Sudah Tahu?


    Jakarta

    Kiamat merupakan peristiwa besar di mana seluruh alam semesta akan mengalami kehancuran. Mempercayai adanya kiamat termasuk ke dalam rukun iman kelima.

    Tidak ada yang tahu pasti terkait kapan hari akhir ini tiba. Meski demikian, dalam sejumlah ayat Al-Qur’an disebutkan mengenai tanda-tandanya, salah satunya pada surah Al Qamar ayat 1-2.

    اِقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ ١


    وَاِنْ يَّرَوْا اٰيَةً يُّعْرِضُوْا وَيَقُوْلُوْا سِحْرٌ مُّسْتَمِرٌّ ٢

    Artinya: “Hari Kiamat makin dekat dan bulan terbelah. Jika mereka (kaum musyrik Mekkah) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata, ‘(Ini adalah) sihir yang terus-menerus.”

    Menukil buku Fikih Akhir Zaman oleh Dr KH Rachmat Morado Sugiarto Lc M A Al Hafizh, tanda kiamat terbagi menjadi dua yaitu kecil dan besar. Tanda-tanda kiamat kecil muncul setelah Nabi SAW wafat. Sementara itu, tanda-tanda kiamat besar adalah tanda yang akan terjadi berdekatan dengan hari kiamat.

    Hadits tentang Hari Kiamat

    Berikut sejumlah hadits yang menjelaskan terkait hari kiamat sebagaimana dinukil dari buku Tanda-Tanda Kiamat tulisan Mahmud Rajab Hamady.

    1. Kemunculan Dajjal sebagai Tanda Kiamat

    Rasulullah SAW bersabda,

    وَاللهِ لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتّى يَخْرُجَ ثَلاثُونَ كَذَّابًا آخِرُهُمُ الأَعْوَرُ الدَّجَّالُ

    Artinya: “Demi Allah SWT! Kiamat tidak akan terjadi hingga muncul 20 orang pendusta, yang diakhiri oleh pendusta bermata satu (Dajjal).” (HR Ahmad)

    2. Rasulullah SAW Diutus di Akhir Zaman

    Diriwayatkan dari Sahal ibn Sa’ad RA,

    رَأَيْتُ رَسُوْلَ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بِإِصْبَعَيْهِ هَكَذَا بِالْوُسْطَى وَالَّتِي تَلِي الْإِبْهَامَ، بُعِثْتُ وَالسَّاعَةُ كَهَاتَيْنِ

    Artinya: “Aku melihat Rasulullah SAW mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari Tengah yang dirapatkan, seraya berkata: ‘Aku diutus sedangkan jarak antaraku dan kiamat seperti dua jari ini.’” (HR Bukhari)

    3. Banyak Orang Mengaku Utusan Allah SWT

    Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    لا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى كَذَّابُونَ قَرِيبٌ مِنْ ثَلاثِينَ كلهُمْ يَزْعَمُأَنَّهُ رَسُوْلُ الله

    Artinya: “Kiamat tidak akan terjadi hingga muncul para pendusta. Jumlah mereka kurang lebih 30 orang dan seluruhnya mendakwakan diri bahwa mereka adalah Rasulullah (utusan Allah).” (HR Bukhari)

    4. Tanda Kiamat Peperangan Dua Kelompok

    Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, bahwa Nabi SAW bersabda,

    لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَقْتَتلَ فَئَتَان تَكُونُ بَيْنَهُمَا مَقْتَلَةٌ عَظِيمَةٌ

    دَعْوَتُهُمَا وَاحِدَةٌ

    Artinya: “Hari Kiamat tidak akan terjadi, hingga dua kelompok berperang. Pembunuhan besar-besaran akan berlangsung dan mereka berperang dengan tuntutan yang sama.” (HR Bukhari Muslim)

    5. Waktu Terasa Cepat

    Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    “Kiamat tidak akan terjadi hingga waktu terasa berjalan cepat; setahun seperti sebulan, sebulan seperti sepekan, sepekan seperti sehari dan sehari seperti sesaat, seperti cepatnya pelepah kurma yang kering terbakar.” (HR Tirmidzi)

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Nabi Adam Pembuka Rezeki dan Pintu Tobat kepada Allah SWT


    Jakarta

    Doa Nabi Adam pembuka rezeki dan tobat selalu ia ucapkan setelah Allah menurunkannya dari surga. Doa ini terbukti dapat meluluhkan hati-Nya sehingga berkenan untuk menerima tobat hamba-Nya tersebut.

    Mengenai cerita Nabi Adam ketika diturunkan dari surga, Imam Ibnu Katsir menjelaskannya secara rinci dalam bukunya yang berjudul Kisah Para Nabi. Yakni Nabi Adam pada awalnya hidup dengan damai dan tentram di surganya Allah SWT.

    Allah SWT hanya memberi satu aturan jika Nabi Adam dan Hawa tetap ingin tinggal di surga, yaitu tidak mendekati maupun memakan buah yang bernama khuldi.


    Setan memang merupakan musuh manusia yang nyata. Setan kemudian menipu Nabi Adam dan Hawa untuk memakan buah terlarang itu. Ia berkata bahwa buah inilah yang membuat mereka bisa kekal abadi di dalam surga.

    Nabi Adam dan Hawa terperangkap di dalam jebakan setan terkutuk itu, sehingga keduanya memakan buah larangan Allah SWT itu.

    Mengetahui hal tersebut, Allah SWT murka dan mengusir kedua ciptaan-Nya itu ke dunia ini.

    Ahmad Yasin Ibrahim menjelaskan dalam buku Meraih Rezeki Tak Terduga, Wahab bin Manbah berpendapat bahwa Allah SWT menelantarkan Nabi Adam selama 7 hari di dunia.

    Selama itu pula Nabi Adam menangis karena telah membuat Allah SWT murka dan menangisi kesalahan yang telah ia perbuat. Tak henti-hentinya Nabi Adam meminta ampunan dari Allah SWT dan agar diterima tobatnya.

    Hingga pada akhirnya Allah SWT menengok Nabi Adam pada hari ketujuh dan menjawab ampunan-ampunannya. Allah SWT berfirman,

    “Bukankah Aku telah memilih engkau untuk diri-Ku? Aku telah halalkan rumah-Ku ini untukmu. Aku telah muliakan engkau atas makhluk yang lain. Aku telah utamakan engkau dengan kemuliaan-Ku. Aku menanamkan perasaan cinta-Ku di dalam dirimu. Bukankah Aku telah memperingatkanmu akan murka-Ku? Bukankah Aku telah berhubungan denganmu melalui tangan-Ku? Aku telah tiupkan pada dirimu ruh-Ku. Bukankah Aku telah perintahkan malaikat-Ku untuk bersujud di hadapanmu?”

    Allah SWT kembali berkata kepada Nabi Adam, “Bukankah engkau telah hidup enak di dalam surga-Ku? Engkau dapat tinggal di sana, semaumu karena kemuliaan-Ku? Kemudian engkau menentang perintah-Ku, melupakan janji-Ku, menyia-nyiakan wasiat-Ku. Bagaimana bisa engkau menyalahkan kemarahan-Ku? Demi kemuliaan-Ku dan keagungan-Ku!”

    Hingga pada akhirnya Allah SWT memberikan sebuah doa kepada Nabi Adam agar diri-Nya mau mengampuni hamba-Nya yang hendak bertobat tersebut. Berikut adalah bunyi doa Nabi Adam pembuka rezeki dan pintu tobat dari Allah SWT.

    Doa Nabi Adam Pembuka Rezeki dan Pintu Tobat

    1. Doa Nabi Adam Pembuka Rezeki Pintu Tobat Surah Al-A’raf Ayat 23

    Adapun dikutip dari buku Doa-Doa Terbaik Sepanjang Masa oleh Ustadz Ahmad Zacky El-Syafa, Nabi Adam juga berdoa sebagaimana difirmankan Allah SWT dalam surah Al-A’raf ayat 23 yang berbunyi,

    قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ ٢٣

    Bacaan latin: Qaalaa rabbanaa zalamnaa anfusanaa wa illam tagfir lanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal-khaasiriin

    Artinya: Keduanya berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”

    2. Doa Nabi Adam Pembuka Rezeki dan Pintu Tobat Pertama

    لا إِلَهَ إِلا أَنْتَ سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ ، رَبِّ عَمِلْتُ سُوءًا وَظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي أَنْتَ خَيْرُ الْغَافِرِينَ ، لا إِلَهَ إِلا أَنْتَ سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ رَبِّ عَمِلْتُ سُوءًا وَظَلَمْتُ نَفْسِي فَارْحَمْنِي إِنَّكَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ ، لا إِلَهَ إِلا أَنْتَ سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ ، رَبِّ عَمِلْتُ سُوءًا وَظَلَمْتُ نَفْسِي ، فَتُبْ عَلَيَّ ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيم

    Bacaan latin: La ilaha illa anta subhanaka wa bihamdika rabbi ‘amiltu suan wa dzolamtu nafsi faghfirli anta khoirul ghofirin la ilaha illa anta subhanaka wa bihamdika robbi ‘amiltu suan wa dzolamtu nafsi warhamni innaka arhamur rohimin la ilaha illa anta subhanaka wa bihamdika robbi ‘amiltu suan wa dzolamtu nafsi fatub ‘alayya innaka antat tawwabur rohim

    Artinya: “Tiada Tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau dan segala puji untuk-Mu. Tuhanku, aku telah melakukan dosa dan menzalimi diriku sendiri, maka ampunilah aku karena Engkau sebaik-sebaik pemberi ampunan. Tiada Tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau dan segala puji untuk-Mu. Tuhanku, aku telah melakukan dosa dan menzalimi diriku sendiri, maka kasihanilah aku, sesungguhnya Engkau sebaik-baik pengasih. Tiada Tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau dan segala puji untuk-Mu. Tuhanku, aku telah melakukan dosa dan menzalimi diriku sendiri, maka ampunilah aku, sesungguhnya Engkau sebaik-baik penerima taubat dan Maha Penyayang.”

    Mengutip dalam buku Dahsyatnya Doa Para Nabi yang ditulis oleh Syamsuddin Noor, S.Ag, doa memiliki banyak keutamaan yang istimewa. Berikut penjelasannya.

    Keutamaan Doa

    1. Doa adalah ibadah karena Allah SWT memerintahkannya. Sesuatu yang diperintahkan oleh Allah bagi siapa yang melaksanakan adalah ibadah.

    2. Doa itu sari patinya ibadah. Jadi, apabila ibadah tanpa diiringi doa, sama saja seperti buah tanpa isi. Salat itu tiang agama Islam. Lalu, roh dari salat adalah doa.

    3. Tidak ada yang lebih mulia di sisi Allah selain doa. Sebab, di dalam doa terdapat hakikat penghambaan manusia kepada Tuhan yang menciptakannya. Sejahat-jahatnya manusia, pada kondisi terjepit, pasti yang diharapkan adalah pertolongan Tuhan, “Ya Tuhan, tolonglah aku ya Tuhan.” Dan Allah senang bila ada hamba-Nya memanggil-manggil meminta pertolongan.

    4. Tidak ada yang dapat menolak takdir buruk selain dengan doa kepada Allah SWT. Sebab, jika kita berdoa dengan sungguh-sungguh, Allah berkenaan menghapus daftar takdir menurut kehendak-Nya. Inilah hikmah mendalam dari dahsyatnya doa. Tidak ada yang dapat mengusik kehendak Allah selain berdoa meminta izin-Nya.

    5. Doa itu membawa manfaat bagi yang memohonkannya. Ini harus diyakini oleh setiap orang beriman karena termasuk aqidah sam’iyah (kepercayaan yang pada dasarnya hanya sebuah kemungkinan, boleh percaya boleh tidak. Akan tetapi, ia menjadi sesuatu yang wajib dipercaya lantaran diberitakan oleh Allah dan Rasul-Nya).

    6. Allah sendiri banyak mengajarkan doa-doa di dalam Al-Qur’an, begitu pula dengan Rasulullah SAW, beliau juga banyak mengajarkan doa untuk siang dan malam hari agar dapat diamalkan oleh umatnya. Sebab, doa itu memang sudah ada sejak Nabi Adam diciptakan, dan pengabulan doa oleh Allah sudah ada sejak itu.

    7. Dari enam keistimewaan tersebut, tidak salah bila doa menjadi senjata ampuh bagi orang beriman. Doa adalah kekuatan batin, pembuka pintu rezeki, jalan menuju keberkahan dan kemenangan dunia-akhirat.

    Banyak sudah rahasia dan keajaiban doa dijelaskan dalam nash-nash (dalil) Al-Qur’an dan hadits dalam berbagai kisah dan peristiwa masa lalu, seperti keajaiban dan kedahsyatan doanya para nabi, orang-orang shaleh, doa orang tua untuk anaknya, doa dari orang-orang yang teraniaya, dan lain sebagainya.

    Ketujuh macam rahasia doa di ataslah yang memunculkan kedahsyatan doa-doa mereka. Doa-doa mereka itu langsung menembus langit, bahkan mengguncang Arasy.

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Anjuran Bersyahadat Jelang Ajal Menjemput, Ini Haditsnya



    Jakarta

    Rasulullah SAW dalam sejumlah haditsnya pernah menjelaskan tentang keutamaan dari membaca syahadat saat ajal hendak menjemput. Bahkan, Rasulullah SAW menganjurkan orang lain di sekitar orang yang sakaratul maut untuk men-talqin atau membantu mengucapkan syahadat.

    Bacaan syahadat yang dimaksud adalah syahadat tauhid Laa illaaha Illallaah. Dari Mu’adz bin Jabal RA yang mengutip sabda Rasulullah SAW dalam hadits yang dishahihkan oleh Abu Muhammad Abdul Haq,

    مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ دَخَلَ الجَنَّةَ


    Artinya: “Barang siapa yang akhir perkataannya adalah Laa illaaha Illallaah, maka dia akan masuk surga.” (HR Abu Dawud)

    Menjadikan kalimat syahadat sebagai kalimat terakhir sebelum mengembuskan napas terakhir tersebut disebut menjadi penggugur dosa orang yang mengamalkannya. Hal ini pernah diceritakan oleh Abu Hurairah RA yang mengutip sabda Rasulullah SAW.

    Diceritakan, saat itu Malaikat Maut mendatangi orang yang sedang sekarat. Malaikat Maut tersebut dikisahkan melihat ke dalam hati orang itu, tetapi tidak menemukan apa pun di situ.

    “Malaikat itu pun lalu membuka janggut orang itu dan mendapati ujung lidahnya melekat pada langit-langit mulutnya sedang mengucapkan, ‘Tidak ada Tuhan selain Allah (syahadat tauhid).’ Dosa-dosanya diampuni karena kalimat ikhlas yang diucapkannya itu.” (HR Muslim)

    Majdi Muhammad asy-Syahawi menambahkan dalam buku terjemahan Bekal Menggapai Kematian yang Husnul Khatimah, orang yang mengucapkan syahadat ‘La ilaha illallah termasuk dalam ciri orang yang meninggal dunia dalam kondisi baik atau husnul khotimah.

    Pengucapan kalimat syahadat tersebut tentu lebih baik jika dibarengi penerapannya selama hidup. Rasulullah SAW pernah bersabda,

    مَنْ قَالَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَأَنَّ عِيسَى عَبْدُ اللَّهِ وَابْنُ أَمَتِهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ وَأَنَّ الْجَنَّةَ حَقٌّ وَأَنَّ النَّارَ حَقٌّ أَدْخَلَهُ اللَّهُ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةِ شَاءَ

    Artinya: Dari Ubadah bin Shamit, Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah dan tidak ada sekutu bagi-Nya, juga bersaksi bahwasanya Muhammad adalah utusan-Nya, dan bahwasanya Isa adalah hamba Allah dan anak dari budak wanita-Nya serta kalimat-Nya yang ia sampaikan kepada Maryam dan ruh dari-Nya. Bersaksi bahwa surga dan neraka benar adanya. Allah akan masukkan ke dalam surga lewat pintu surga yang delapan sekehendaknya.” (HR Bukhari)

    Bahkan, Rasulullah SAW dalam haditsnya menganjurkan muslim untuk membantu sesamanya yang sakaratul maut untuk mengucapkan kalimat syahadat tersebut. Kesunnahan ini mengacu pada hadits yang termuat dalam Shahih Muslim. Disebutkan, Abu Said al-Khudri RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    لَقِّنُوا مَوْتَاكُمْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ

    Artinya: “Tuntunlah orang-orang yang mati di antara kalian untuk mengucapkan kalimat La Illaaha Illallaah (tiada tuhan selain Allah).” (HR Muslim)

    Dikutip dari Islah Gusmian dalam buku Doa Menghadapi Kematian, riwayat lain menyebutkan kalimat syahadat versi panjang yang bisa dibimbing untuk orang yang sakaratul maut bila memungkinkan. Keutamaan kalimat syahadat tersebut dapat menghapuskan dosa masa lalu. Rasulullah SAW bersabda,

    “Ajarilah orang-orang yang akan meninggal membaca ‘La ilaha illallah al-halim al-karim, subhanallahi rabb al-‘arsyi al-azhim, alhamdulillahi rabb al-‘alamin. Karena kata-kata itu menghapuskan dosa-dosa yang telah lalu.” (HR Ibnu Majah dan Muslim)

    Seyogianya, orang yang membimbing untuk membantu talqin tersebut tidak memaksa bahkan memarahi orang sakaratul maut tersebut. Sebaliknya, Islah Gusmian dalam bukunya menyarankan, orang tersebut perlu dituntun dengan lemah lembut dan perlahan tapi penuh dengan kepastian.

    (rah/erd)



    Sumber : www.detik.com