Category: Doa Hadits

  • Allahumma Khirli Wakhtarli, Bisa Dipanjatkan Jelang Nyoblos Pemilu 2024


    Jakarta

    Allahumma khirli wakhtarli adalah penggalan doa istikharah. Bacaan ini bisa dipanjatkan sebelum hendak melakukan pencoblosan surat suara dalam pemilihan umum (pemilu) 2024.

    Menurut buku Serba-serbi Shalat Istikharah tulisan Aini Aryani, istikharah secara bahasa artinya meminta kebaikan pada sesuatu. Jadi, doa dibaca seorang muslim yang meminta bantuan Allah SWT dalam menentukan pilihan terbaik.

    Semua orang tentu menginginkan pemimpin yang jujur, adil dan amanah. Allahumma khirli wakhtarli ini merupakan doa yang bisa dipanjatkan ketika hendak menentukan pilihan calon pemimpin Pemilu 2024.


    Dinukil dari laman Islam QA atau Lembaga Fatwa Dar Al Ifta Mesir, Ibnu Majah menyebut pengamalan doa tersebut merupakan bentuk istikharah seorang muslim.

    Doa Allahumma Khirli Wakhtarli

    Merujuk pada sumber yang sama, berikut bacaan lengkap Allahumma khirli wakhtarli yang tercantum dalam hadits.

    عن أبي بكر الصديق أن النبي صلى الله عليه وسلم كان إذا أراد أمرا قال اللهم خر لي واختر لي

    Artinya: Sayyidina Abu Bakar RA meriwayatkan, “Ketika Nabi SAW bermaksud melakukan sesuatu, dia akan membaca Allahumma khirli wakhtarli (Ya Allah! Jadikan ini baik untuk saya dan pilih opsi yang lebih baik untuk saya).”

    Kumpulan Doa Lain yang Bisa Dibaca Sebelum Mencoblos pada Pemilu 2024

    Selain doa Allahumma khirli wakhtarli, ada juga deretan doa lainnya yang bisa dibaca sebelum mencoblos dalam Pemilu 2024. Berikut bacaannya yang dinukil dari buku Panduan Lengkap Shalat, Doa, Zikir & Shalawat tulisan Ustaz Enjang Burhanudin.

    1. Doa Memohon Pemimpin yang Baik

    اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ اْلإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ أَعِنْهُمْ عَلَى الْقِيَامِ بِمَهَامِهِمْ كَمَا أَمَرْتَهُمْ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ أَبْعِدْ عَنْهُمْ بِطَانَةَ السُّوْءِ وَالْمُفْسِدِيْنَ وَقَرِّبْ إِلَيْهِمْ أَهْلَ الْخَيْرِ وَالنَّاصِحِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِ الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ كُلِّ مَكَانٍ

    Arab latin: Allahuma ‘aslih wulat ‘umurina, aallahuma wafiqhum lima fih salahuhum wasalah al’iislam walmuslimina, aallahuma ‘aeinhum ealaa alqiam bimahamihim kama ‘amartahum ya rabbal alamin. Allahuma ‘abid ‘anhum bitanatassu’i walmufsidin waqarib ‘iilayhim ‘ahl alkhayr walnaasihin ya rabbal alamin, Allahuma ‘aslih wulat ‘umur almuslimin fi kuli makanin.

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah pemimpin kami orang yang baik. Berikanlah taufik kepada mereka untuk melaksanakan perkara terbaik bagi diri mereka, bagi Islam, dan kaum muslimin. Ya Allah, bantulah mereka untuk menunaikan tugasnya, sebagaimana yang Engkau perintahkan, wahai Rabb semesta alam. Ya Allah, jauhkanlah mereka dari teman dekat yang jelek dan teman yang merusak. Juga dekatkanlah orang-orang yang baik dan pemberi nasihat yang baik kepada mereka, wahai Rabb semesta alam. Ya Allah, jadikanlah pemimpin kaum muslimin sebagai orang yang baik, di mana pun mereka berada.”

    2. Doa Terhindar dari Pemimpin Bodoh

    اللهم إني أعوذبك من إمارةِ الصبيان والسفهاء

    Arab latin: Allahumma inni a’udzubika min imratisshibyan was sufaha’

    Artinya: “Ya Allah, sungguh kami berlindung kepada-Mu dari pemimpin yang kekanak-kanakan dan dari pemimpin yang bodoh.”

    3. Doa Sebelum Mencoblos

    اللَّهُمَّ يَا سَلَامُ يَامُؤْمِنُ سَلِّمْنَا وَأَمِّنَا وَسَلَّمْ وَامِّنْ شُعْبَ إِنْدُوْنِيْسِيَا وَزُعَمَائِهِمْ اللَّهُمَّ يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ نستغيث

    Arab latin: Allahumma ya salam yamu’minu sallimna wa’ammina wasallam wammin syu’aiba ‘iindunisiya wazu’amayihim, allahumma ya hayyu ya qayum birahmatika nastaghitsi.

    Artinya: “Ya Allah, ya Tuhan kami Yang Maha Penyelamat dan Pemberi aman, berikanlah keselamatan dan keamanan kepada kami dan bangsa Indonesia serta para pemimpin kami. Ya Allah, ya Tuhan kami Yang Maha Pengatur, atas belas kasihan-Mulah kami mengharap pertolongan.”

    Demikian bunyi doa Allahumma khirli wakhtarli dan doa-doa terkaitnya. Semoga doa di atas dapat membantu kita menentukan pemimpin yang baik dan adil.

    (aeb/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Doa Memohon Pemimpin yang Baik, Dibaca agar Dijauhkan dari Pemimpin Zalim



    Jakarta

    Doa merupakan media komunikasi antara seorang hamba dengan Allah SWT. Doa juga bisa menjadi amalan ketika hendak memohon segala sesuatu, termasuk meminta diberikan pemimpin yang baik.

    Dalam Islam, seorang pemimpin memiliki kedudukan yang tinggi dan mulia. Menjadi pemimpin yang baik, adil dan dicintai rakyatnya merupakan sebuah kedudukan yang istimewa. Sayangnya, tidak semua pemimpin bisa berlaku adil dan bersikap bijak.

    Masriyah Amva dalam bukunya yang berjudul Indahnya Doa Rasulullah Bagiku, disebutkan seorang pemimpin yang adil akan mendapatkan tempat khusus di sisi Allah SWT. Pemimpin yang bertanggung jawab dalam mengemban amanah merupakan salah satu sosok yang dicintai Allah SWT.


    Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda,

    “Sesungguhnya kepemimpinan merupakan sebuah amanah, di mana kelak di hari kiamat akan mengakibatkan kerugian dan penyesalan. Kecuali mereka yang melaksanakannya dengan cara baik, serta dapat menjalankan amanahnya sebagai pemimpin.” (HR Muslim)

    Dengan demikian, pemimpin harus dipilih sesuai dengan sikap dan sifatnya. Dan juga sudah menjadi kewajiban bagi seorang pemimpin untuk menjalankan tanggung jawab dengan adil dan bijak.

    Doa Memohon Pemimpin yang Baik

    Setiap orang tentu menginginkan berada di bawah kepemimpinan yang baik. Selain berikhtiar memilih pemimpin yang terbaik, upayakan juga dengan berdoa kepada Allah SWT agar dijauhkan dari pemimpin yang zalim, bodoh dan tidak bertanggung jawab.

    Seorang Ulama Fudhail bin ‘Iyadh berkata bahwa:

    “Seandainya aku memiliki doa yang mustajab, maka akan aku tujukan doa tersebut kepada pemimpin.”

    Ada yang bertanya pada Fudhail, “Mengapa bisa demikian?” Ia menjawab, “Jika aku tunjukkan doa tersebut pada diriku saja, maka itu hanya bermanfaat untukku. Akan tetapi kalau aku tunjukkan untuk pemimpinku, maka rakyat dan negara akan menjadi baik.

    Berikut beberapa doa yang bisa dibaca untuk memohon pemimpin yang baik:

    1. Doa memohon pemimpin yang suka menolong

    Doa ini sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an surat Al-Isra ayat 80

    وَقُل رَّبِّ أَدْخِلْنِى مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِى مُخْرَجَ صِدْقٍ وَٱجْعَل لِّى مِن لَّدُنكَ سُلْطَٰنًا نَّصِيرًا

    Arab-Latin: Wa qur rabbi adkhilnī mudkhala ṣidqiw wa akhrijnī mukhraja ṣidqiw waj’al lī mil ladungka sulṭānan naṣīrā

    Artinya: Dan katakanlah: “Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.

    2. Doa memohon pemimpin yang baik

    اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ اْلإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ أَعِنْهُمْ عَلَى الْقِيَامِ بِمَهَامِهِمْ كَمَا أَمَرْتَهُمْ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ أَبْعِدْ عَنْهُمْ بِطَانَةَ السُّوْءِ وَالْمُفْسِدِيْنَ وَقَرِّبْ إِلَيْهِمْ أَهْلَ الْخَيْرِ وَالنَّاصِحِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِ الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ كُلِّ مَكَانٍ

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah pemimpin kami orang yang baik. Berikanlah taufik kepada mereka untuk melaksanakan perkara terbaik bagi diri mereka, bagi Islam, dan kaum muslimin. Ya Allah, bantulah mereka untuk menunaikan tugasnya, sebagaimana yang Engkau perintahkan, wahai Rabb semesta alam. Ya Allah, jauhkanlah mereka dari teman dekat yang jelek dan teman yang merusak. Juga dekatkanlah orang-orang yang baik dan pemberi nasihat yang baik kepada mereka, wahai Rabb semesta alam. Ya Allah, jadikanlah pemimpin kaum muslimin sebagai orang yang baik, di mana pun mereka berada.”

    3. Doa memohon pemimpin terbaik

    اللَّهُمَّلَاتُسَلِّطْعَلَيْنَا-بِذُنُوْبِنَا-مَنْلَايَخَافُكَوَلَايَرْحَمُناَ

    Arab Latin: Allahumma lâ tusallith ‘alainâ-bidzunübinâ-man lâ yakhâfuKa walâ yarhamunâ.

    Artinya: “Ya Allah ya Tuhan kami, janganlah Engkau kuasakan (jadikan pemimpin) atas kami-karena dosa-dosa kami-orang yang tidak takut kepadaMu dan tidak mempunyai belas kasihan kepada kami.

    4. Doa agar terhindar dari pemimpin yang bodoh

    اللهم إني أعوذبك من إمارةِ الصبيان والسفهاء

    Arab Latin: Allahumma inni a’udzubika min imratisshibyan was sufaha’

    Artinya: Yaa Allah, sungguh kami berlindung kepada-Mu dari pemimpin yang kekanak-kanakan dan dari pemimpin yang bodoh.”

    5. Doa agar terhindar dari pemimpin yang tidak takut Allah SWT

    اللَّهُمَّ لَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا بِذُنُوْبِنَا مَنْ لَا يَخَافُكَ فِيْنَا وَلَا يَرْحَمُنَا

    Arab Latin: Allahumma laa tusallith ‘alainaa bidzunubinaa man laa yakhafuka fiinaa wa laa yarhamunaa

    Artinya: “Yaa Allah dikarenakan dosa-dosa kami janganlah Engkau kuasakan (beri pemimpin) orang-orang yang tidak takut kepada-Mu atas kami dan tidak pula bersikap rahmah kepada kami.”

    6. Doa Nabi Muhammad SAW

    Dalam satu hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah SAW berdoa agar dilindungi dari pemimpin yang zalim. Berikut bacaan doanya,

    اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ هَذِهِ أُمَّتِي شَيْئاً فَرَفَقَ بِهِمْ، فَارْفُقْ بِهِ. وَمَنْ شَقَّ عَلَيْهَا فَاشْفُقْ عَلَيْهِ. رواه مسلم

    Artinya: “Ya Allah, siapa saja yang memimpin (mengurus) urusan umatku ini, yang kemudian ia menyayangi mereka, maka sayangilah dia. Dan siapa saja yang menyusahkan mereka, maka susahkanlah dia”. (HR. Muslim)

    Itulah beberapa doa yang bisa dipanjatkan untuk memohon dan mengharapkan pemimpin yang baik, adik serta bijak.

    (dvs/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Iringan Doa Ibu untuk Anies Baswedan Jelang Nyoblos Pemilu 2024


    Jakarta

    Calon presiden (capres) nomor urut 1 Anies Rasyid Baswedan mengaku dibekali iringan doa oleh sang ibu, Aliyah Rasyid, sebelum melakukan pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

    Dilansir CNBC Indonesia, Rabu (14/2/3024), Anies dan keluarga menyempatkan diri untuk sarapan dan berdoa bersama di kediamannya yang berlokasi di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Di ruang makan itulah, sang ibu mengirim doa untuk putranya sebelum menuju TPS.

    “Ibu setiap pagi selalu mendoakan, termasuk pagi ini. Sebelum menggelar doa bersama, tadi juga didoakan khusus di kamar,” kata Anies, dikutip Antara.


    Anies mengakui, doa ibunya memang senantiasa mengiringiya setiap pagi. Iringan doa tersebut biasanya dibekali tiap Anies pamit pada ibu sebelum beraktivitas.

    “Setiap hari, sarapan saya selain makanan, saya bawa doa dari ibu, itu ritual setiap hari,” ujarnya.

    Adapun bunyi doa lengkap yang dilantunkan Aliyah Rasyid sebelum keluarganya menuju TPS di antaranya sebagai berikut.

    Bunyi Doa Sang Ibu untuk Anies Baswedan Jelang Pemilu 2024

    Hari ini adalah hari pemilihan presiden dan lembaga-lembaga perwakilan, ya Allah Engkaulah satu satunya Yang Membolak-balikan hati, Engkau Yang Maha Memberi Kekuasaan dan Maha Mencabut Kekuasaan.

    Ya Allah, kami teringat akan hadits yang mengatakan, Allah tidak akan dapat mencegah apa yang Kau beri dan tidak ada yang dapat memberi apa yang Kau cegah.

    Apabila Engkau takdirkan pemilu ini sebagai pembuka amanah dan kewenangan mengelola negara bagi Anies dan Muhaimin, jadikanlah mereka orang yang kuat dan teguh dalam mengemban amanah karena di pundak mereka terletak suara jutaan orang yang menitipkan harapan Indonesia yang lebih baik.

    Jadikanlah Anies dan Muhaimin sebagai jalan bertambahnya rezeki dan barokah-Mu yang melimpah kepada bangsa.

    Ya Allah, ya Rabbi, perjalanan ini bukan Anies yang meminta, namun perjalanan ini adalah takdir yang Kau berikan kepada Anies dan Muhaimin.

    Berikanlah kepada Anies dan Muhaimin semua kekuatan untuk meniti perjalanan ini dengan baik, selamat dengan tuntas. Kami mohonkan pada-Mu, ya Allah, agar tetap memberikan perlindungan kepada Anies dan Muhaimin, kepada kami semua kepada seluruh bangsa.

    Ya Allah, ya Rabb, jagalah proses pemilu ini dengan sebaik-baiknya, jutaan orang dalam pemilu ini mengawal hasil pemilu di bilik suara, di kampung-kampung dan di desa-desa hingga sampai tuntas nantinya, hanya Engkaulah Yang Maha Mengawasi dan Maha Menjaga.

    Berikanlah kekuatan dan keteguhan kepada mereka yang turut menjaga suara, berikanlah ke mereka kesehatan raga kejernihan pikiran dan kewaspadaan batin, jadikanlah upaya mereka dalam pemilu ini setara dengan upaya berjuang di jalan-Mu, ya Allah, perjuangan fisabilillah.

    (rah/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Doa untuk Wanita saat Hamil agar Janin Sehat-Diberi Kekuatan


    Jakarta

    Doa adalah salah satu bentuk ibadah yang dilakukan oleh umat Islam. Ada banyak doa yang bisa dipanjatkan, salah satunya doa untuk wanita saat hamil.

    Allah SWT memerintahkan hamba-Nya agar senantiasa berdoa. Hal ini termaktub dalam surah Ghafir ayat 60, Allah SWT berfirman,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖࣖࣖ ٦٠


    Artinya: Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

    Doa dapat dibaca baik untuk diri sendiri atau orang lain. Contohnya seperti berdoa saat hamil.

    Menjadi seorang ibu adalah momen istimewa dalam kehidupan seorang wanita. Proses kehamilan membawa harapan, kebahagiaan, dan tantangan tersendiri.

    Sebab itulah, doa untuk wanita saat hamil penting dibaca agar selalu mendapatkan perlindungan dari Allah SWT. Begini untuk wanita saat hamil.

    Doa untuk Wanita saat Hamil

    Mengutip buku Panduan Kehamilan dan Kelahiran Bagi Muslimah karya Nur Hayati dan buku Doa & Zikir Mustajab untuk Ibu Hamil dan Menyusui karya Ummu Azzam, berikut beberapa doa untuk wanita saat hamil:

    1. Doa Memohon Perlindungan

    اِذْ قَالَتِ امْرَاَتُ عِمْرٰنَ رَبِّ اِنِّيْ نَذَرْتُ لَكَ مَا فِيْ بَطْنِيْ مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ ۚ اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

    Bacaan latin: Iz qoolatim ra atu ‘imraana Rabbi innii nazartu laka maa fii batnii muharraran fataqabbal minnii innaka Antas Samii’ul ‘Aliim

    Artinya: “(Ingatlah), ketika istri Imran berkata, ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menadzarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang shalih dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu, terimalah (nadzar) itu dari padaku. Sesungguhnya, Engkaulah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.”

    2. Doa Mendapatkan Keturunan yang Baik

    هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهٗ ۚ قَالَ رَبِّ هَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۚ اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاۤءِ

    Bacaan latin: Hunaaalika da’aa Zakariyyaa Rabbahuu qoola Rabbi hab lii mil ladunka zurriyyatan taiyibatan innaka samii’ud du’aaa’

    Artinya: “Di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata, ‘Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa’.”

    3. Doa agar Rajin Ibadah

    رَبِّ اَنّٰى يَكُوْنُ لِيْ غُلٰمٌ وَّقَدْ بَلَغَنِيَ الْكِبَرُ وَامْرَاَتِيْ عَاقِرٌ ۗ قَالَ كَذٰلِكَ اللّٰهُ يَفْعَلُ مَا يَشَاۤءُ

    Bacaan latin: Rabbi annaa yakuunu lii ghulaamunw wa qad balaghaniyal kibaru wamraatii ‘aaqirun qoola kazaalikal laahu yaf’alu maa yashaaa’

    Artinya: “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.”

    4. Doa Mendapatkan Anak Saleh

    Doa Pertama

    وَالَّذِيۡنَ يَقُوۡلُوۡنَ رَبَّنَا هَبۡ لَـنَا مِنۡ اَزۡوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعۡيُنٍ وَّاجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِيۡنَ اِمَامًا

    Bacaan latin: Wallaziina yaquuluuna Rabbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa zurriyaatinaa qurrata a’yuninw waj ‘alnaa lilmuttaqiina Imaamaa

    Artinya: “Dan, orang-orang yang berkata, ‘Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (Kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.”

    Doa Kedua

    رَبِّ هَبۡ لِىۡ مِنَ الصّٰلِحِيۡنَ

    Bacaan latin: Rabbi hab lii minas saalihiin

    Artinya: “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.”

    5. Doa agar Janin Diberi Kekuatan

    بسم الله الذي لا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ رَبِّ الْعَظِيمِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيم

    Bacaan latin: Bismillaahil ladzii laa ilaaha illaa huwal haliimul kariimu rabbil ‘azhiim. Laa ilaaha illallaahu rabbus samaawaati wa rabbul ‘arsyil ‘azhiim.

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang tiada Tuhan selain Doa, Yang maha Penyabar, Yang Mahamulia, Tuhan ‘Arsy yang agung. Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan semesta langit dan bumi, dan Tuhan ‘Arsy yang agung.”

    6. Doa agar Janin Diberi Kesehatan

    اللهُمَّ احْفَظْ وَلَدِي مَا دَامَ فِي بَطْنِي وَاشْفِهِ مَعِي أَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

    Bacaan latin: Alloohummahfazh waladii maadaama fii bathnii. Wasyfihi ma’ii antasysyaafii laa syifaa`a illaa syifaa uka syifaa’an laa yughoodiru saqomaa.

    Artinya: “Ya Allah, semoga Engkau lindungi bayiku ini selama ada dalam kandunganku. Berikanlah kesehatan kepadanya bersamaku. Sesungguhnya Engkaulah Maha Penyembuh. Tidak ada kesehatan selain kesehatan yang Engkau berikan, kesehatan yang tidak diakhiri dengan penyakit lain.”

    7. Doa agar Badan Ibu Hamil Sehat

    اَللَّهُمَّ عَافِنِى فِى بَدَنِى اللَّهُمَّ عَافِنِى فِى سَمْعِى اللَّهُمَّ عَافِنِى فِى بَصَرِ

    Bacaan latin: Allahumma aafinii fii badanii Allahumma ‘aafiinii fi sam’ii Allahumma ‘aafinii fii basharii.

    Artinya: “Ya Allah, sehatkan badanku, sehatkan pendengaranku, dan sehatkan penglihatanku.”

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa Kemenangan sambil Pantau Quick Count Pemilu 2024


    Jakarta

    Hasil hitung cepat atau quick count Pemilu 2024 akan ditayangkan pukul 15.00 WIB. Sembari menunggu, ada sejumlah bacaan doa kemenangan yang bisa dipanjatkan umat Islam.

    Melansir situs KPI, Rabu (14/2/2024), ketentuan waktu penayangan quick count pemilu mengacu pada Pasal 449 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum dan Pasal 19 Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2022 tentang Partisipasi Masyarakat dalam Pemilihan Umum.

    Berdasarkan aturan tersebut, quick count baru boleh ditayangkan dua jam setelah tempat pemungutan suara (TPS) ditutup pada pukul 13.00 WIB. Artinya, quick count disiarkan pukul 15.00 WIB.


    “Jadi setelah dua jam TPS terakhir di wilayah Indonesia Barat ditutup, siaran quick count baru boleh disiarkan. Sebelum itu atau selama waktu pemungutan dan penghitungan suara, lembaga penyiaran dilarang menyiarkan hasil hitung cepat dari lembaga survei mana pun,” kata Anggota KPI Pusat, Aliyah, Selasa (13/2/2024).

    Dalam Islam, ada sejumlah doa yang bisa dipanjatkan dalam rangka kemenangan. Umumnya pembacaan doa ini berkaitan dengan peperangan. Ada juga doa untuk memohon kemenangan hidup dunia dan akhirat. Berikut selengkapnya.

    Bacaan Doa Mohon Kemenangan

    Nabi Muhammad SAW memanjatkan doa mohon kemenangan dalam setiap peperangan. Menukil buku Dahsyatnya Doa Para Nabi karya Syamsuddin Noor, berikut bacaan doanya,

    رَبِّ احْكُمُ بِالْحَقِّ وَرَبُّنَا الرَّحْمَنُ الْمُسْتَعَانُ عَلَى مَا تَصِفُونَ

    Robbihkum bilhaqq, wa robbunar rohmaanul musta’aanu ‘alaa maa tashifuun.

    Artinya: “Ya Tuhanku, berilah keputusan dengan adil. Dan Tuhan kami Maha Pengasih, tempat memohon segala pertolongan atas semua yang kamu katakan.”

    Doa kemenangan tersebut termaktub dalam surah Al Anbiya’ ayat 112. Adapun, ketika mendapat kemenangan bisa memanjatkan doa berikut ini.

    Doa ketika Mendapat Kemenangan

    أَحْمَدُ اللهُ العَظِيمَ وَأَشْكُرُهُ عَلَى نِعْمَةِ الَّتِي لَا تُحْصَى وَإِنَّ النَّصْرَ مِنْ عِنْدَ اللَّهِ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلا بالله

    Ahmadullaahal azhiima wa asykuruhu alaa niʼamihil latii laatuhshaa, wa innan nashra min indillaahi wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahi

    Artinya: “Aku memuji pada Engkau ya Allah yang Maha Agung, serta aku bersyukur kepada-Nya atas kenikmatan-kenikmatannya yang tidak terhitung. Sesungguhnya kemenangan itu karena pertolongan Allah dan tiada daya melainkan dengan kekuatan-Mu, ya Allah.”

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa ketika Merasa Dicurangi dan Dapat Perlakuan Zalim


    Jakarta

    Ada sejumlah doa yang bisa dipanjatkan ketika merasa dicurangi atau mendapat perlakuan zalim dari orang lain. Doa ini terdapat dalam Al-Qur’an yang dilafazkan para nabi dan kaumnya.

    Salah satu nabi yang mengamalkan doa ini adalah Nabi Syu’aib AS. Kala itu, ia memohon keadilan kepada Allah SWT saat mendapat perlakuan curang dari kaumnya. Doa Nabi Syu’aib AS ini terdapat dalam surah Al A’raf ayat 89.

    Berikut bacaan doanya.


    Doa Nabi Syu’aib ketika Dicurangi

    رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَاَنْتَ خَيْرُ الْفٰتِحِيْنَ

    Rabbanaftaḥ bainanā wa baina qauminā bil-ḥaqqi wa anta khairul-fātiḥīn(a).

    Artinya: “Wahai Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil). Engkaulah pemberi keputusan terbaik.”

    Diceritakan dalam Tafsir Al-Qur’an Kementerian Agama RI, Nabi Syu’aib AS mendapat ancaman dari kaumnya agar menghentikan dakwahnya atau ia akan diusir dari negerinya. Nabi Syu’aib AS menolak keinginan kaumya yang ingkar itu untuk kembali pada agama mereka.

    Nabi Syu’aib AS berkata, “Sungguh, kami telah mengada-adakan kebohongan besar kepada Allah jika kami kembali pada agamamu setelah Allah menyelamatkan kami darinya. Tidaklah patut kami kembali padanya, kecuali jika Allah Tuhan kami menghendaki. Pengetahuan Tuhan kami meliputi segala sesuatu. Hanya kepada Allah kami bertawakal.” (QS Al A’raf: 89)

    Setelah berkata demikian, Nabi Syu’aib AS memohon keadilan kepada Allah SWT dengan doa, “Wahai Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil). Engkaulah pemberi keputusan terbaik.” (QS Al A’raf: 89)

    Doa Pasukan Nabi Daud saat Hadapi Lawan Tak Imbang

    Selain Nabi Syu’aib, dalam Al-Qur’an juga terdapat doa pasukan Nabi Daud AS–yang saat itu tergabung dalam tentara Thalut–saat melawan pasukan Raja Jalut. Diceritakan dalam Tafsir Ibnu Katsir, kala itu tentara yang beriman berjumlah sedikit, sementara bala tentara Jalut sangat besar.

    Mereka lantas memanjatkan doa mohon kesabaran dan keteguhan. Doa ini terdapat dalam surah Al Baqarah ayat 250. Berikut bacaan doanya.

    رَبَّنَآ اَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَّثَبِّتْ اَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ

    Rabbanā afrig ‘alainā ṣabraw wa ṡabbit aqdāmanā wanṣurnā ‘alal-qaumil-kāfirīn(a).

    Artinya: “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami, kukuhkanlah langkah kami, dan menangkanlah kami atas kaum yang kafir.”

    Doa Nabi Muhammad Mohon Kemenangan

    Nabi Muhammad SAW juga memanjatkan doa untuk mohon keadilan kepada Allah SWT. Disebutkan dalam buku Dahsyatnya Doa Para Nabi karya Syamsuddin Noor, Rasulullah SAW memanjatkan doa ini untuk mohon kemenangan dalam setiap peperangan. Berikut bacaan doanya.

    رَبِّ احْكُمُ بِالْحَقِّ وَرَبُّنَا الرَّحْمَنُ الْمُسْتَعَانُ عَلَى مَا تَصِفُونَ

    Robbihkum bilhaqq, wa robbunar rohmaanul musta’aanu ‘alaa maa tashifuun.

    Artinya: “Ya Tuhanku, berilah keputusan dengan adil. Dan Tuhan kami Maha Pengasih, tempat memohon segala pertolongan atas semua yang kamu katakan.”

    Doa kemenangan tersebut terdapat dalam surah Al Anbiya ayat 112.

    (kri/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Pemimpin Akhir Zaman Akan Bicara Tanpa Ilmu, Ini Haditsnya


    Jakarta

    Rasulullah SAW menyebutkan sejumlah tanda kiamat dan beberapa di antaranya barangkali sudah terjadi. Salah satu tanda kiamat ini adalah diserahkannya urusan bukan pada ahlinya.

    Hal tersebut mengacu pada sejumlah hadits yang termuat dalam kitab An Nihayah Fitan wa Ahwal Akhir az Zaman (Mukhtashar Nihayah al Bidayah) karya Ibnu Katsir yang diterjemahkan Anshori Umar Sitanggal dan Imron Hasan. Rasulullah SAW bersabda,

    إِذَا وُسدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ


    Artinya: “Apabila segala urusan telah diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah datangnya kiamat.”

    Dalam hadits lain dikatakan,

    لا تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى يَسُودَ كُلَّ قَبيْلَةٍ رَدَالُهَا

    Artinya: “Kiamat tidak akan terjadi sebelum tiap-tiap kabilah dipimpin oleh orang-orang yang hina di antara mereka.”

    Menurut sebuah hadits yang terdapat dalam Al-Masih Al-Muntazhar wa Nihayah Al-Alam karya Abdul Wahab Abdussalam Thawilah yang diterjemahkan oleh Subhanur, para pemimpin akhir zaman disebut berasal dari kalangan orang-orang bodoh yang berbicara tanpa ilmu. Diriwayatkan dari Abdullah bin Ash RA, Rasulullah SAW bersabda,

    “Allah SWT tidaklah mengangkat ilmu dengan mencabutnya dari diri manusia, tetapi ilmu diangkat dengan cara mewafatkan para ulama sehingga tidak ada seorang ulama pun, lalu manusia mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh. Jika mereka ditanya (tentang suatu urusan), mereka menjawab tanpa ilmu, akhirnya mereka sesat dan menyesatkan.” (HR Bukhari, Muslim, Ahmad, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah. Hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Hibban)

    Hadits tentang orang bodoh yang menjadi pemimpin ini turut diriwayatkan Abu Umayyah Al-Jahmi RA. Ia mengatakan, Rasulullah SAW bersabda, “Di antara tanda-tanda kiamat–dalam riwayat lain ada tiga, salah satunya–(yaitu) ilmu diperoleh dari orang-orang lebih rendah (ilmunya).” (HR Ath-Thabrani dalam Al-Kabir dan Al-Ausath)

    Abdul Wahab Abdussalam Thawilah menjelaskan, maksud orang-orang yang lebih rendah ilmunya dalam hadits tersebut adalah para penuntut ilmu yang belum kapabel. Sehingga ketika ditanya tentang suatu masalah mereka menjawab tanpa berlandaskan ilmu bahkan ia tidak mengetahui apa yang ia bicarakan.

    Hilangnya Amanah Para Pemimpin Akhir Zaman

    Dalam Shahih Bukhari terdapat riwayat dari Abu Hurairah RA yang menyebut kiamat akan terjadi ketika amanah disia-siakan atau hilang. Hal tersebut terjadi ketika urusan diserahkan bukan pada ahlinya. Berikut bunyi haditsnya,

    أَنْ أَعْرَابِيًّا سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ مَتَى السَّاعَةُ؟ فَقَالَ إِذَا ضُيِّعَتِ الْأَمَانَةُ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ أَوْ قَالَ مَا إِضَاعَتُهَا قَالَ إِذَا تَوَسَّدَ الْأَمْرَ غَيْرُ أَهْلِهِ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ

    Artinya: “Bahwasanya seorang Badui bertanya kepada Rasulullah SAW, ‘Kapankah terjadinya kiamat?’ Rasul menjawab, ‘Apabila amanat telah disia-siakan, maka tunggulah terjadinya kiamat.’ Badui itu bertanya juga, ‘Ya Rasul Allah, bagaimanakah disia-siakannya amanat itu?’ Rasul menjawab, ‘Apabila segala urusan telah diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah terjadinya kiamat’.”

    Imam an-Nawawi menjelaskan dalam kitab Syarah-nya, hadits tersebut menjelaskan di antara tanda-tanda kiamat adalah orang-orang bodoh menjadi pemimpin umat Islam, baik dalam salat maupun dalam kehidupan sehari-hari.

    “Kalau mereka menjalankan ibadah dengan benar, mereka memperoleh pahala dan juga orang-orang yang mengikuti mereka. Tetapi jika mereka keliru, maka mereka saja yang menanggung dosa yang mereka lakukan,” jelas Imam an-Nawawi seperti disyarah oleh Musthafa Dib al-Bugha dkk dan diterjemahkan oleh Misbah.

    Wallahu a’lam.

    (kri/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Dzikir Pembawa Rezeki dari Segala Penjuru yang Bisa Diamalkan


    Jakarta

    Terdapat beberapa macam dzikir pembawa rezeki yang bisa diamalkan setiap muslim. Dzikir ini bisa dipanjatkan setelah salat atau waktu-waktu mustajab lainnya.

    Pada dasarnya, dzikir bisa diartikan sebagai pujian-pujian untuk Allah SWT maupun sebuah kegiatan untuk mengingat-Nya dengan menyebut asma-asma Allah SWT dengan tujuan mengingat dan mendekatkan diri kepada-Nya.

    Disebutkan dalam buku Zikir Pagi dan Petang Serta Shalat Wajib karya Muhammad Fadhlun Almahera, Rasulullah SAW menganjurkan untuk selalu berdzikir kepada Allah SWT karena dinilai sebagai ibadah dan sangat berpengaruh terhadap hati manusia.


    Allah SWT memerintahkan dzikir sebagaimana dalam surah Ar-Ra’d ayat 28 yang berbunyi,

    الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ ٢٨

    Artinya: “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.”

    Salah satu manfaat berdzikir adalah dapat membawa rezeki bagi siapa saja yang mau mengamalkannya dan mendekatkan diri kepada-Nya. Ahmad Zacky El-Syafa dalam buku Amalan Sunah Pilihan Percepatan Rezeki menyebutkan ini karena Allah SWT peduli dan cinta kepada hamba-hamba-Nya yang saleh.

    Allah SWT tidak akan membiarkan hamba-Nya yang selalu berdzikir dan mengingat-Nya dalam kesengsaraan menghadapi masalah rezeki yang tak kunjung datang.

    Lantas apa saja dzikir pembawa rezeki yang bisa diamalkan? Berikut selengkapnya!

    Dzikir Pembawa Rezeki

    1. Istighfar

    Dikutip dari buku Dahsyatnya Doa & Zikir karya Khoirul Amru Harahap dan Reza Pahlevi Dalimunthe selain dapat mengampuni dosa seseorang, dzikir istighfar juga mampu membawa rezeki bagi orang yang mengucapkannya. Berikut bacaannya:

    أَسْتَغْفِرُ اللَّهُ الْعَظِيمِ

    Bacaan latin: astaghfirullah haladziim

    Artinya: “Aku memohon maghfirah (ampunan) Allah Yang Mahaagung”

    Istighfar sebagai dzikir pembawa rezeki didasarkan pada hadits Rasulullah SAW berikut ini.

    عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّ اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ لَزِمَ الاِسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا وَمِنْ كُلِّ هَمْ فَرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

    Artinya: Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Nabi Bersabda “Barang siapa membiasakan beristighfar, niscaya Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap kesulitannya, dan kelapangan dari setiap kesusahannya, serta memberikan rezeki kepadanya dari arah yang tak terduga.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

    2. Tasbih, Tahmid, dan Takbir

    Dikutip dari buku Tak Henti Engkau Berlari Dikejar Rezeki Amalan-Amalan Dahsyat Sumber Kekayaan dan Kemakmuran karya Taufik, dzikir pembawa rezeki yang kedua adalah rangkaian dzikir atau wirid yang biasa dibaca setelah salat fardhu, yakni tasbih, tahmid, dan takbir.

    Bacaan tasbih

    سُبْحَانَ الله

    Bacaan latin: Subhaana Allah

    Artinya: “Maha Suci Allah.”

    Bacaan tahmid

    الْحَمْدُ للهِ

    Bacaan latin: Alhamdulillah

    Artinya: “Segala puji bagi Allah.”

    Bacaan takbir

    اللَّهُ أَكْبَرُ

    Bacaan latin: Allahu Akbar

    Artinya: “Allah Maha Besar.”

    Barang siapa yang membaca dzikir wirid ini secara istiqamah setiap setelah salat fardhu, maka Allah SWT akan melapangkan rezeki kepada hamba-Nya itu. Segala kebutuhan di dunia akan dimudahkan oleh-Nya, sehingga dalam kehidupan sehari-hari terasa ringan dan penuh berkah.

    3. Dzikir Mohon Dipermudah dalam Mendapatkan Rezeki

    Sayyid M. Dzikri H. dalam buku Dzikir, Wirid, Doa, dan Shalawat Sehari-Hari Sepanjang Tahun menyebutkan, dzikir pembawa rezeki yang ketiga adalah:

    يَا حَيُّ يَا قَيُوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ

    Bacaan latin: Yaa hayyu yaa qayyuum birahmatika astaghiitsu.

    Artinya: “Tuhan Yang Maha Hidup, Tuhan Yang Maha Berdiri Sendiri, dengan rahmat-Mu, aku minta tolong.”

    4. Dzikir Memohon Rezeki Didatangkan dari Segala Arah

    يَا غَفَّارُ

    Bacaan latin: Yaa ghaffaar.

    Artinya: “Wahai Yang Maha Pengampun.”

    5. Dzikir Meminta Datangnya Kekayaan

    حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

    Bacaan latin: Hasbunallaahu wa ni’mal wakiil.

    Artinya: “Cukuplah Allah menjadi penolong kami. Dan, Allah adalah sebaik-baik pelindung.”

    6. Dzikir Pembuka Rezeki

    يَا عَلِيُّ

    Bacaan latin: Yaa ‘aliyyu.

    Artinya: “Wahai Yang Maha Tinggi.”

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Doa agar Bertemu Bulan Ramadhan dan Artinya Sesuai Sunnah


    Jakarta

    Doa bertemu bulan Ramadhan bisa dibaca sebagai cara menyambut bulan suci bagi kaum muslimin. Dalam waktu kurang dari sebulan, umat Islam akan berjumpa dengan bulan Ramadhan.

    Ramadhan identik dengan perintah puasa yang wajib dijalankan oleh kaum muslimin. Allah SWT berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 183,

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ


    Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

    Mengutip buku Step by Step Puasa Ramadhan bagi Orang Sibuk tulisan Gus Arifin, Ramadhan menjadi momentum mengasah jiwa untuk berpuasa dan melakukan amal kebajikan lainnya. Karenanya, Ramadhan harus disambut dengan suka cita.

    Rasulullah SAW bersabda,

    “Sungguh telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan kepada kamu sekalian untuk berpuasa. Pada bulan itu pintu-pintu surga dibuka dan pintu neraka Jahannam dikunci, dan setan-setan dibelenggu. Pada bulan itu ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Maka siapa yang tidak berusaha untuk mendapatkan kebaikannya, maka luputlah semua kebaikannya.” (Muttafaq ‘Alaih).

    Doa Bertemu Bulan Ramadhan: Arab, Latin dan Arti

    Berikut sejumlah doa bertemu bulan Ramadhan yang dikutip dari buku Pintar Doa dan Zikir Rasulullah susunan Abdullah Zaedan dan buku Doa dalam Al-Qur’an dan Sunnah karya M Quraish Shihab.

    1. Doa Bertemu Bulan Ramadhan Versi Pertama

    اللَّهُمَّ أَهْلُهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَ الْإِيْمَانِ وَ السَّلَامِ وَ الْإِسْلَامِ وَالتَّوْفِيقِ لِمَا تُحِبُّ وَ ارْضَى رَبِّي وَ رَبُّكَ اللَّهُ

    Arab latin: Allahumma ahluh ‘alaynâ bil al-yumn wa al-îmân wa as-salâm wa al-islâm wa at-tawfiq limâ tuhibbu wa irdhâ Rabbi wa Rabbuk Allah.

    Artinya: “Ya Allah hadirkanlah kepada kami bulan (Ramadhan) ini dengan keberkatan dan keimanan dan dengan damai dan Islam, serta bimbingan dan keberhasilan melakukan apa yang Engkau senangi. Tuhanku dan Tuhanmu (wahai bulan) adalah Allah.” (HR Tirmidzi)

    2. Doa Bertemu Bulan Ramadhan Versi Kedua

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ. اللَّهُمَّ صَلَّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ. اللَّهُمَّ إِنَّهُ قَدْ دَخَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ اللَّهُمَّ رَبَّ شَهْرِ رَمَضَانَ الَّذِي أَنْزَلْتَ فِيهِ الْقُرْآنَ وَجَعَلْتَهُ بَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ اللَّهُمَّ فَبَارِكْ لَنَا شَهْرَ رَمَضَانَ وَ أَعِنَّا عَلَى صِيَامِهِ وَصَلَوَاتِهِ وَتَقَبَّلْهُ مِنَّا

    Arab latin: Bismillabir-rahmanir-rahim (i). Allahumma shalli ‘ala Muhammadin wa âli Muhammad. Allahumma innabu qad dakhala syahru ramadhan(a). Allahumma rabba syahri ramadhânal-ladzi anzalta fibil-qur’ân(a). Wa ja’altabu bayyinatin minal-buda wal-furqan (i). Allahumma fabárik lanâ fî syahra ramadhâna wa a’innâ ‘alâ shiyâmihi wa shalawatibi wa tagabbalbu minna

    Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, sampaikan sholawat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad. Ya Allah, sungguh bulan Ramadhan telah tiba. Ya Allah, Tuhan Pemilik bulan Ramadhan, yang di dalamnya Engkau turunkan Alquran. Dan menjadikannya sebagai penjelas antara petunjuk dan pembeda. Ya Allah, berkatilah kami di bulan Ramadhan, bantulah kami dalam menunaikan puasanya dan salat serta terimalah amalan-amalan kami di dalamnya.”

    3. Doa Bertemu Bulan Ramadhan Versi Ketiga

    اللَّهم سَلِّمْنِي لِرَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِي رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلًا

    Arab latin: Allaahumma sallimnii li-ramadhaana, wa sallim lii rama- dhaana, wa tasallamhu minnii mutaqabbalaa

    Artinya: “Ya Allah, sampaikan aku dengan selamat ke Ramadhan, sampaikan Ramadhan kepadaku, dan terimalah amalku di bulan Ramadhan.”

    4. Doa Bertemu Bulan Ramadhan Versi Keempat

    اللَّهُمَّ أَهْلِلْهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالْإِيْمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالإِسْلَامِ رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ

    Arab latin: Allaahumma ahlilhu ‘alainaa bil-yumni wal-iimaani was sa- laamati wal-islaami rabbii wa rabbukallaah

    Artinya: “Ya Allah, terbitkanlah bulan tersebut kepada kami dengan berkah, iman, keselamatan, serta Islam. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah.” (HR Tirmidzi & Ahmad)

    5. Doa Bertemu Bulan Ramadhan Versi Kelima

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ اللَّهُمَّ هَذَا شَهْرُ رَمَضَانَ قَدْ حَلَّ بِنَا فَأَدْخِلْهُ عَلَيْنَا بِأَمْنٍ وَأَمَانٍ وَصِحَّةٍ مِنَ السَّقَمِ وَبِالْفَرَاغِ مِنَ الشُّغْلِ وَأَعِنَّا عَلَى الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْآنِ حَتَّى يَنْقَضِيْ عَنَّا وَغَفَرْتَ لَنَا وَرَضِيْتَ عَنَّا

    اللَّهُمَّ هَذَا شَهْرُ رَمَضَانَ قَدْ حَصَّ فَسَلِّمْهُ لَنَا وَسَلِّمْنَا لَهُ فِي سُرُوْرٍ مِنْكَ وَعَافِيَةٍ. اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا صِيَامَهُ وَقِيَامَهُ وَبِقَبُوْلٍ مِنْكَ وَامْتِثَالِ أَمْرِكَ وَاجْتِنَابِ نَهْيِكَ. اللَّهُمَّ ارْفَعْ عَنَّا الْكَسَلَ وَالْفَتْرَةَ وَالسَّئَامَةَ وَارْزُقْنَا فِيْهِ الْخَيْرَ وَالْجَدَّ وَالِاجْتِهَادَ وَالْآجْرَ وَالْقُوَّةَ وَالنَّشَاطَ كَمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى

    Arab latin: Bismillahirrahmanirrahim. Allaahumma haadza syahru rama- dhaana qad halla binaa fa adkhilhu ‘alainaa bi-amnin wa amaanin wa sihhatin minas saqami wa bil-faraaghi minas syughli wa a’inna ‘alash shiyaami wal qiyaami wa qiraa-atil qur’aani hattaa yanqadhii ‘annaa wa ghafarta lanaa wa radhiita ‘anna

    Allaahumma haadza syahru ramadhaana qad hashsha fa- sallimhu lanaa fii suruurin minka wa ‘aafiyatin. Allaahummar zuqnaa shiyaamahu wa qiyaamahu wa bi-qabuulin minka wam-titsaali amrika waj-tinaabi nahyika. Allaahummarfa’ ‘annal kasala wal fatrata was sa-aamata war zuqna fiihil khaira wal jadda wal ijtihaada wal ajra wal quwwata wan nasyaatha kamaa tuhibbu wa tardhaa

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Ya Allah, bulan ini adalah bulan Ramadhan, sungguh ia (Ramadhan) telah tiba dalam kehidupan kami, maka masukkanlah ia (Ramadhan) dalam kehidupan kami dengan penuh ketenteraman, keamanan, dan kesehatan dari penyakit serta kesempatan yang jauh dari kesibukan. Bantulah kami untuk melakukan puasa dan ibadah di malam harinya, dan membaca Al-Qur’an hingga Ramadhan berlalu dari kehidupan kami, berilah kami ampunan dan keridhaan.

    Ya Allah, bulan ini adalah bulan Ramadhan, sungguh ia (Ramadhan) telah tiba waktunya, maka sampaikanlah ia bagi kehidupan kami dan sampaikanlah kami kepada Ramadhan dalam keadaan bahagia dan sehat sentosa. Ya Allah, berilah kami rezeki berupa kemampuan untuk berpuasa dan beribadah dan pengabulan puasa dari-Mu, melaksanakan perintah-Mu dan menjauhi larangan-Mu. Ya Allah, hilangkanlah dari diri kami rasa malas untuk berpuasa, ketidakberdayaan, rasa bosan, berilah kami rezeki di bulan Ramadhan berupa kebaikan, kesungguhan, keseriusan, pahala, kekuatan, semangat sebagaimana yang Kau cintai dan Kau ridhai.”

    Itulah beberapa doa bertemu bulan Ramadhan untuk menyambut bulan suci. Jangan lupa diamalkan, ya!

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Tawasul Yasin Lengkap dengan Arab, Latin dan Arti


    Jakarta

    Tawasul Yasin adalah bacaan doa yang dipanjatkan sebelum yasinan. Tawasul sendiri berasal dari kata al-wasilah yang artinya menyampaikan dan mendekatkan kepada sesuatu.

    Mengutip buku Tiga Permata Agama: Kajian Ushul dan Furu Surat Al-Fatihah susunan Dian Erwanto, tawasul termasuk ke dalam amalan yang disyariatkan Allah SWT dan Rasulullah SAW. Di Indonesia, tawasul disebut sebagai jembatan penghubung untuk bisa sampai ke junjungan Nabi SAW.

    Tawasul dimaknai sebagai metode untuk berdoa dan membuka pintu-pintu yang mengarah kepada Allah SWT. Tawasul juga diartikan sebagai cara berdoa kepada Allah SWT dengan melibatkan orang yang dicintai-Nya, seperti nabi, wali, atau tokoh agama. Tentunya dibaca dengan tetap mengharapkan pertolongan hanya dari Allah SWT semata.


    Bacaan Tawasul Yasin

    Dijelaskan oleh M N Ibad melalui karyanya yang bertajuk Dzikir Agung Para Wali Allah, tawasul menjadikan wasilah memiliki kedudukan dan kemuliaan di sisi Allah SWT. Tawasul bisa dimulai dengan membaca surat Al Fatihah, ayat kursi, tahlil, istighfar, sholawat, dan semacamnya.

    Berikut bacaan tawasul Yasin sebagaimana merujuk pada sumber yang sama.

    1. Pembukaan Tawasul Yasin

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم
    اِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ وَاَلِهِ وصَحْبِهِ شَيْءٌ لِلهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ

    Arab latin: Bismillahirahmanirrahim. Ilaa hadhratin nabiyyi shalallahu ‘alaihi wasallama wa aalihi wa shahbihi syaiun lillaahi lahumul faatihah.

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Untuk yang terhormat Nabi Muhammad SAW, segenap keluarga, dan para sahabatnya. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua.”

    2. Tawasul Yasin kepada Para Nabi, Rasul dan Orang Saleh

    ثُمَّ إلَى حَضْرَةِ إِخْوَانِهِ مِنَ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَاْلأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَاْلعُلَمَاءِ وَاْلمُصَنِّفِيْنَ وَجَمِيْعِ اْلمَلاَئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ خُصُوْصًا سَيِّدنَا الشَّيْخِ عَبْدِ اْلقَادِرِ الجَيْلاَنِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ اَلْفَاتِحَة

    Arab latin: Tsumma ilaa hadrati ikhwaa nihi minal anbiyaa-i wal mursalin wal awliya-i wasy-syuhadaa-i wash-sholihina wash-shohabati wattaa bi’ina wal ‘ulamaa-i wal mushonnifina wa jami’il malaa ikatil muqorrobin khushuson sayyidnaa assyaikhi i’bdilqodir aljailani radhiyallahu ‘anhu Al-Fatihah…

    Artinya: “Selanjutnya, kami berdoa untuk seluruh sahabat dan keluarga Nabi, para wali, syuhada, orang-orang sholeh, sahabat-sahabat Nabi dan generasi sesudahnya, para ulama, pengarang-pengarang yang ikhlas, serta para malaikat yang selalu mendekat kepada Allah. Dan yang terutama, kami menghaturkan doa Al-Fatihah untuk penghulu kami, Sheikh Abdul Qodir Al Jailani. Al-Fatihah…”

    3. Tawasul Yasin kepada Ahli Kubur

    ثُمَّ إلَى جَمِيْعِ أَهْلِ اْلقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ اْلاَرْضِ إلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا خُصُوْصًا أبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادَنَا وَجَدَّاتِنَا وَمَشَايِخَنَا وَمَشَايِخَ مَشَايِخِنَا وَلِمَنِ اَلْفَاتِحَة…. (Nama arwah yang dikirimi hadiah tahlil) اجْتَمَعْنَا هَهُنَا بِسَبَبِهِ وَخُصُوْصًا

    Arab latin: Tsumma ilaa jamii’i ahlil kuburi minal muslimiina wal muslimati wal mu’minina wal mu’minati min masyariqil ardhi ilaa maghari biha barrihaa wa bahri ha khushuu shon abaa anaa wa ummahaa tinaa wa ajdaa danaa wa jaddaa tina wa masyaa yikhana wa masyaa yikha masyaa yikhinaa wa limanij tama’naa hahunaa bisababihi wa khushuson … (sebutkan nama orang yang dituju) Al-Fatihah

    Artinya: “Selanjutnya, kepada semua ahli kubur dari kalangan kaum muslimin, baik laki-laki maupun perempuan. Dan kepada kaum mukminin, baik laki-laki maupun perempuan, yang tersebar dari wilayah timur hingga barat, baik di darat maupun di laut. Khususnya, doa ini kami tujukan untuk bapak-bapak kami, para ibu kami, nenek-nenek kami baik yang laki-laki maupun perempuan, juga untuk para guru besar kami dan para guru besar mereka, guru-guru kami, para gurunya guru kami, serta kepada semua yang telah menyebabkan kami berkumpul di sini. Dan khususnya untuk arwah …(sebutkan nama si mayit)… Al-Fatihah.”

    Itulah doa tawasul Yasin. Setelah membacanya, kaum muslimin bisa melanjutkannya dengan surat Yasin.

    (aeb/rah)



    Sumber : www.detik.com