Category: Doa Hadits

  • 4 Hadits tentang Nisfu Syaban dan Kualitasnya Menurut Ulama


    Jakarta

    Malam Nisfu Syaban menjadi waktu yang dinantikan umat Islam karena keutamaan yang terkandung di dalamnya. Keutamaan ini dijelaskan dalam sejumlah hadits tentang Nisfu Syaban.

    Ada banyak hadits Nisfu Syaban yang tersebar di kalangan umat Islam. Salah satu yang populer adalah Allah SWT akan mengampuni seluruh makhluk-Nya pada malam Nisfu Syaban. Ada juga hadits yang berisi amalan-amalan pada malam Nisfu Syaban.

    Berikut empat di antaranya yang paling populer di kalangan umat Islam.


    1. Hadits dari Muadz bin Jabal RA

    عَنْ مُعَاذٍ بِنْ جَبَلٍ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ يَطَّلِعُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى إِلَى خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ, فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ

    Artinya: Dari Mu’adz bin Jabal, dari Nabi SAW beliau berkata, “Allah Tabaraka wa Ta’ala melihat kepada makhluk-Nya pada malam Nishfu Sya’ban, lalu Allah mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.”

    Hadits tersebut diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dan Ibnu Hibban mengatakan ini shahih, adapun Imam Thabrani mengatakan perawinya dapat dipercaya.

    2. Hadits dari Aisyah RA

    عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ : فَقَدْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةً فَخَرَجْتُ فَإِذَا هُوَ بِالْبَقِيعِ فَقَالَ أَكُنْتِ تَخَافِينَ أَنْ يَحِيفَ اللَّهُ عَلَيْكِ وَرَسُولُهُ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي ظَنَنْتُ أَنَّكَ أَتَيْتَ بَعْضَ نِسَائِكَ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَنْزِلُ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَغْفِرُ لِأَكْثَرَ مِنْ عَدَدِ شَعْرِ غَنَمِ كِلَبٍ

    Artinya: Dari Aisyah RA ia berkata, “Aku kehilangan Rasulullah SAW pada suatu malam. Kemudian aku keluar dan aku menemukan beliau di pemakaman Baqi Al-Gharqad.” Maka beliau bersabda, “Apakah engkau khawatir Allah dan Rasul-Nya akan menyia-nyiakanmu?” Kemudian aku berkata, “Tidak wahai Rasulullah SAW, sungguh aku telah mengira engkau telah mendatangi sebagian istri-istrimu.”

    Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah menyeru hamba-Nya di malam Nisfu Syaban kemudian mengampuninya dengan pengampunan yang lebih banyak dari bilangan bulu domba bani Kilab (maksudnya pengampunan sangat banyak).”

    Hadits tersebut diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, dan Ibnu Hibban mengatakan hadits ini shahih.

    3. Hadits dari Abu Musa Al-Asy’ari RA

    عن أبي موسى الأشعري رضي الله عنه عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : إن الله ليطلع في ليلة النصف من شعبان فيغفر لجميع خلقه إلا لمشرك أو منافق.

    Artinya: Dari Abu Musa Al-Asy’ari RA dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT melihat kepada hamba-Nya di malam Nisfu Syaban maka Allah SWT mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang yang menyekutukan Allah atau orang yang munafik.” (HR Ibnu Majah)

    4. Hadits dari Ali RA

    عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ : إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُوْمُوْا لَيْلَهَا وَ صُوْمُوا نَهَارَهَا فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَنْزِلُ فِيهَا لِغُرُوْبِ الشَّمْسِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا فَيَقُولُ : أَلَا مِنْ مُسْتَغْفِرٍ لِي فَأَغْفِرَ لَهُ ! أَلَا مُسْتَرْزِقٌ فَأَرْزُقَهُ : أَلَا مُبْتَلَى فَأُعَافِيَهُ ! أَلَا كَذَا … أَلا كَذَا … حَتَّى يَطْلُعَ الفَجْرُ

    Artinya: Dari Ali bin Abi Thalib RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Apabila tiba malam Nisfu Syaban, salatlah pada malam harinya dan puasalah di siang harinya karena Allah menyeru hamba-Nya di saat tenggelamnya matahari lalu berfiman, ‘Adakah yang meminta ampun kepada-Ku? Niscaya Aku akan mengampuninya, adalah yang meminta rezeki kepada-Ku? Niscaya akan memberinya rezeki, adalah yang demikian (maksudnya mengabulkan hajat hamba-Nya) … Adakah yang demikian.. sampai terbit fajar’.” (HR Ibnu Majah dan Baihaqi)

    Pendapat Para Ulama tentang Malam Nisfu Syaban

    Buya Yahya dalam Hujjah Ilmiah: Amalan di Bulan Syaban memaparkan sejumlah pendapat ulama tentang keutamaan malam Nisfu Syaban dan amalan-amalan yang bisa dikerjakan untuk menghidupkannya. Para ulama ini menyatakan keutamaan malam Nisfu Syaban dari pendapat ulama-ulama salaf.

    Ibnu Rajab Al-Hanbali mengatakan dalam kitabnya Lathoiful Ma’arif, pada malam Nisfu Syaban, para tabi’in di Syam seperti Kholid bin Ma’dan, Makhul, Luqman bin Amir dan lainnya, bersungguh-sungguh dalam beribadah. Kata Ibnu Rajab, merekalah umat Islam yang paham keutamaan dan keagungan malam tersebut.

    Ulama Syam, kata Ibnu Rajab, berbeda pendapat dalam menghidupkan malam Nisfu Syaban. Pendapat pertama menyebut sunnah melakukannya secara berjamaah di masjid dengan mengenakan pakaian paling bagus dan menggunakan celak. Mereka melakukan salat pada malam tersebut. Terkait ini, Ishaq Ibnu Ruhawih menyetujuinya dan berkata, “Ini bukanlah sebuah bid’ah.”

    Imam Syafi’i juga pernah berkata bahwa malam Nisfu Syaban termasuk malam dikabulkannya doa, bersamaan empat malam lainnya yakni malam Jumat, malam dua hari raya, dan awal Rajab.

    Keutamaan malam Nisfu Syaban turut dijelaskan Imam Ibnu Haj dalam kitabnya Al-Madkhol. Ia menjelaskan, meskipun bulan malam Lailatul Qadar, akan tetapi malam Nisfu Syaban memiliki keutamaan yang agung dan kebaikan yang banyak.

    “Ulama salaf mengagungkannya serta bersungguh-sungguh dalam menyambut kedatangannya,” kata Imam Ibnu Haj dalam kitabnya seperti diterjemahkan Buya Yahya.

    Ulama lain yang pendapatnya kerap dipertentangkan, seperti Ibnu Taimiyah, pun mengatakan mendirikan salat pada malam Nisfu Syaban adalah perkara yang baik.

    “Apabila ada orang salat di malam Nisfu Syaban sendirian atau berjamaah sebagaimana yang dilakukan sebagian kaum muslimin itu merupakan hal yang baik,” kata Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Fatawa-nya, seperti diterjemahkan Buya Yahya.

    Hujjatul Islam Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya ‘Ulumuddin yang diterjemahkan Purwanto turut menyebut kaum Muslim dianjurkan salat sunnah 100 rakaat dengan membaca Al Fatihah dan 10 kali Al Ikhlas pada setiap rakaatnya.

    Di sisi lain, ada ulama yang berpendapat bahwa riwayat tentang salat malam Nisfu Syaban adalah batil dan maudhu. Salah satunya dikatakan Hammud bin Abdullah Al-Mathr. Ia menjelaskan hal ini dalam tulisannya menjawab bid’ah-bid’ah dalam ibadah.

    Buya Yahya sendiri menganjurkan cara menghidupkan malam Nisfu Syaban dengan memperbanyak amal-amal yang diajarkan Rasulullah SAW, seperti salat sunnah hajat, salat sunnah tasbih, salat sunnah witir, atau dengan bersholawat, berdzikir, dan membaca Al-Qur’an, serta amalan lain yang mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    (kri/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Pengganti Doa Qunut Subuh, Lebih Pendek dan Mudah Dihafal


    Jakarta

    Bacaan pengganti doa qunut bisa dilafalkan sebagai pengganti. Apabila seorang muslim tidak hafal doa qunut, maka bacaan ini bisa menjadi alternatif.

    Pada dasarnya, doa qunut Subuh adalah bacaan setelah i’tidal pada rakaat terakhir salat Subuh. Mengenai hukumnya terdapat perbedaan di kalangan para ulama.

    Menurut buku Fiqih Shalat Terlengkap oleh Abu Abbas Zain Musthofa Al-Basuruwani, Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad mengatakan bahwa doa qunut tidak disunnahkan. Sementara itu, Imam Malik dan Syafi’i berpendapat doa qunut Subuh sunnah hukumnya untuk dibaca.


    Sementara itu, dalil terkait doa qunut Subuh tercantum dalam hadits dari Anas bin Malik. Ia berkata,

    “Rasulullah senantiasa membaca qunut ketika salat Subuh hingga beliau wafat,” (HR Ahmad)

    Apabila seorang muslim tidak membaca doa qunut, maka salat Subuhnya tetap sah dan tidak batal. Hanya saja disunnahkan untuk melakukan sujud sahwi setelahnya sebagaimana merujuk pada pandangan mazhab Syafi’i.

    Jika tidak hafal, ada pengganti doa qunut yang bisa dilafalkan. Seperti apa bacaannya?

    Pengganti Doa Qunut Subuh

    Mengutip buku Fiqhul Islam wa Adillatuhu susunan Prof Wahbah Az-Zuhaili, ulama mazhab Syafi’i mengizinkan umat Islam untuk membaca doa qunut dengan bacaan lain. Syaratnya, zikir tersebut berisi doa dan pujian, ini juga bisa dibaca apabila tidak hafal doa qunut.

    Redaksi yang dimaksud ialah membaca doa allaahummaghfir lii yaa Ghafur atau membaca warhamnii ya rahiim, atau walthuf bi yaa lathiif. Meski demikian, yang lebih utama mengacu pada pendapat mazhab Syafi’i ialah membaca allahummah dinii sampai akhir.

    Berbeda dengan pendapat mazhab Hanafiyah yang menuturkan bahwa pengganti doa qunut Subuh ialah membaca yaa Rabbi atau Allahummaghfir lii sebanyak tiga kali atau doa dalam surah Al Baqarah ayat 201 dengan bunyi berikut,

    رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

    Arab latin: Rabbanā ātinā fid-dun-yā ḥasanataw wa fil-ākhirati ḥasanataw wa qinā ‘ażāban-nār

    Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.”

    Bacaan Doa Qunut Subuh

    1. Doa Qunut Subuh Versi Pendek

    Merujuk pada Kitab Al-Adzkar, berikut bacaan doa qunut Subuh versi pendek yang bisa diamalkan.

    اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّمَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِيَ وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ .

    Arab latin: Allaahummah dinii fii man hadaits, wa ‘aafiinii fii man ‘aafaits, wa tawallanii fii man tawallaits, wa baarik lii fii maa a’thaits, wa qi nii syarra maa qadlaits, fa innaka taqdli wa laa yuqdlaa ‘alaik, wa innahuu laa yadzillu mau waalaits, tabaarakta rabbanaa wa ta’aalits.

    Artinya: “Ya Allah, berilah aku petunjuk di antara orang-orang yang Engkau beri petunjuk, berilah kesejahteraan kepadaku di antara orang-orang yang Engkau beri kesejahteraan, tolonglah aku di antara orang-orang yang kau beri pertolongan, berikanlah keberkahan kepadaku pada apa-apa yang Engkau berikan kepadaku, dan peliharalah aku dari keburukan yang Engkau putuskan, karena sesungguhnya Engkau memutuskan dan tidak diputuskan atas-Mu, dan tiada kehinaan kepada orang yang telah Engkau tolong, Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami, lagi Maha Tinggi,”

    2. Doa Qunut Subuh Versi Panjang

    Doa qunut Subuh versi panjang ialah sebagai berikut seperti dikutip dari buku Panduan Muslim Sehari-hari karya KH M Hamdan Rasyid dan Saiful Hadi El-Sutha.

    اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيْمَنُ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي بِرَحْمَتِكَ شَرَّمَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ، وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمّي وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَ سَلَّم

    Arab latin: Allaahummahdinii fiiman hadaita, wa ‘aafinii fiman ‘aafaita, wa tawallanii fii man tawallaita, wa baarik lii fiimaa a’thaita, wa qinii bi rahmatika syarra maa qadhaita fa innaka taqdhii wa laa yuqdhaa ‘alaika, wa innahu laa yadzillu man waalaita, wa laa ya’izzu man ‘adaita, tabaarakta rabbanaa wa ta’aalaita, fa lakal hamdu ‘alaa maa qadhaita, astahgfiruka wa atuubu ilaika, wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin-nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa alihi wa shahbihi wasallama.

    Artinya: “Ya Allah, berikanlah aku petunjuk seperti orang-orang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan, seperti orang-orang yang telah Engkau beri kesehatan. Pimpinlah aku bersama orang-orang yang telah Engkau pimpin. Limpahkanlah keberkahan kepada apa saja yang telah Engkau berikan kepadaku. Peliharalah aku dengan kasih sayang-Mu dari segala keburukan apa-apa yang telah Engkau putuskan (tetapkan), karena sesungguhnya Engkau-lah yang memberikan ketentuan dan tidak ada yang bisa memberikan ketentuan (keputusan) atas diri-Mu. Sesungguhnya tidaklah akan hina orang-orang yang telah Engkau berikan kekuasaan, dan tidaklah akan mulia orang yang telah Engkau musuhi, Maha Berkah lah Engkau dan Maha Luhur lah Engkau. Segala puji bagi-Mu atas apa yang telah Engkau tetapkan. Aku mohon ampun dan bertobat kepada-Mu. Dan semoga Allah memberikan rahmat dan keselamatan (sholawat) atas diri junjungan kami. Nabi Muhammad, dan juga atas keluarga dan para sahabatnya,”

    Itulah pengganti doa qunut Subuh dan informasi terkaitnya. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 9 Doa Selamat Dunia dan Akhirat, Yuk Hafalkan!


    Jakarta

    Ada banyak doa selamat dunia dan akhirat yang bisa diamalkan ketika memohon kepada Allah SWT. Doa selamat ini bisa dipanjatkan setiap waktu agar Allah SWT senantiasa melindungi.

    Berdoa menjadi salah satu amalan yang dianjurkan. Bahkan dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman tentang perintah berdoa. Sebagaimana termaktub dalam surat Al-Mu’min ayat 60,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ


    Artinya: Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.

    Merangkum buku Doa Ajaran Ilahi yang disusun oleh Anis Masykhur dan Jejen Musfah, dijelaskan pengertian doa. Kata doa berasal dari bahasa arab du’a.

    Dalam Al-Qur’an terdapat banyak kata du’a yang mempunyai arti berbeda-beda antara lafazh satu dengan yang lainnya.

    Du’a memiliki banyak arti, antara lain: al-ibadat, yakni ibadahnya makhluk untuk khaliq (ibadat al-makhluqli al-khaliq); al-isti’unah atau al-istighatsah, yaitu memohon pertolongan atau bantuan kepada Zat yang Maha Kuasa; al-nida: memanggil, yakni panggilan hamba terhadap Allah yang Maha Mendengar; al-su’al, yakni permintaan atau permohonan dari makhluk yang rendah kepada Khaliq yang Maha Tinggi.

    Ada juga yang mengartikan dengan al-tahmid (memuji), dan masih banyak lagi lafaz du’a pada ayat-ayat lain dalam Al-Quran yang mempunyai makna berbeda-beda.

    Sementara secara istilah, sebagaimana dikatakan oleh Al-Thiby, doa adalah “melahirkan kehinaan dan kerendahan diri dalam keadaan tiada berdaya dan tiada berkekuatan dan kemudian menyatakan hajat, keperluan, ketundukan kepada Allah SWT.”

    Dapat disimpulkan bahwa doa adalah permohonan yang disampaikan kepada Allah SWT untuk mendapatkan manfaat dan menolak kemudharatan.

    Imam Al-Ghazali berkata, “Meskipun doa itu tidak dapat menolak qadha Tuhan, tapi ia mampu melahirkan sifat rendah diri (khudhu) dan hajat kepada Allah SWT.”

    Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa menolak qadha bisa dengan doa. Tegasnya, doa menjadi salah satu sebab dari tertolak-nya bencana, sebagai perisai, menjadi penangkis dari senjata musuh, dan bagai air yang menyebabkan tumbuh-nya tanaman.

    Dengan berdoa diharapkan segala dosa kita akan diampuni, dan bila akan diberi kebaikan agar disegerakan. Berdoa juga mengharapkan untuk diberi hidayah, ampunan, pertolongan, kenikmatan, kasih sayang dari Allah SWT dan memohon agar dijauhkan dari kekufuran, kemurkaan, kepapaan, kesesatan, musibah, dan laknat-Nya.

    Doa Selamat Dunia Akhirat

    Berdoa merupakan amalan yang bisa dikerjakan kapan pun. Doa menjadi salah satu sarana komunikasi seorang hamba kepada Tuhannya.

    Doa selamat menjadi amalan yang bisa rutin dipanjatkan. Salah satunya ketika selesai sholat fardhu. Dengan doa ini, seorang muslim bisa memohonkan ampunan, meminta perlindungan selama hidup di dunia dan juga kelak ketika kehidupan di akhirat tiba.

    Berikut beberapa doa selamat dunia akhirat yang bisa dibacakan secara rutin:

    1. Doa selamat dunia dan akhirat versi 1

    رَبَّنَاا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
    Rabbana aatina fiddunya hasanah wa fil-akhirati hasanah, wa qinaa adzabannaari.

    Artinya: Ya Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan di akhirat, serta peliharalah kami dari siksa neraka.

    2. Doa selamat dunia dan akhirat versi 2

    اَللهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. اَللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِىْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ

    Allahumma inna nas-aluka salamatan fiddin wa afiyatan fil-jasadi wa ziyadatan fil-ilmi wa barakatan firrizqi, wa taubatan qablal-maut, wa rahmatan indal-maut, wa maghfiratan ba’dal maut.
    Allahumma hawwin alaina fi sakaratil maut, wannajatan minannaari, wal afwa indah hisab.

    Artinya: Ya Allah, kami memohon kepada Engkau akan keselamatan agama, kesehatan badan, tambahnya pengetahuan, berkahnya rezeki, mendapatkan tobat sebelum mati, mendapat rahmat ketika mati, mendapat ampunan sesudah mati. Dan ringankanlah kiranya dalam sakaratul maut, dan selamatkanlah kiranya dari siksa neraka dan dapatkan kami ampunan pada hari hisab (perhitungan).

    3. Doa selamat dunia akhirat versi 4

    اَللّٰهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلَامَةً فِى الدِّيْنِ، وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةَ قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ، اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِيْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ، وَنَجَاةً مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَعِنْدَ الْحِسَابِ، رَبَّنَا لاَتُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْهَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ، رَبَّنَا أَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
    Allahumma innaa nas-aluka salaamatan fid diini wa ‘afiyatan fil jasadi wa ziyaadatan fil ‘ilmi wa barokatan fir rizqi wa taubatan qablal mauti wa rohmatan ‘indal mauti wa maghfirotan ba’dal mauti, allahummaa hawwin ‘alainaa fil sakaraatil mauti wannajaata minan naari wal ‘afwa ‘indal hisaabi, rabbanaa laa tuzigh quluubana ba’da idz hadaitanaa wahab lanaa mil ladunka rahma, innaka antal wahhaab, rabbanaa aatinaa fiddunnyaa hasanah, wa fil akhirati hasanah waqinaa ‘adzaa ban naar.

    Artinya: Ya Allah, kami memohon kepada-Mu keselamatan dalam agama, dan kesejahteraan/kesegaran pada tubuh dan penambahan ilmu, dan keberkahan rezeki, serta taubat sebelum mati dan rahmat di waktu mati, dan keampunan sesudah mati. Ya Allah, mudahkanlah kami saat pencabutan nyawa selamat dari api neraka dan mendapat kemaafan ketika amal diperhitungkan. Ya Allah, janganlah Engkau goyahkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk dan berilah kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi. Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api neraka.

    5. Doa tolak bala

    اللَّهُمَّ افْتَحْ لَنَا أَبْوَابَ الخَيْرِ وَأَبْوَابَ البَرَكَةِ وَأَبْوَابَ النِّعْمَةِ وَأَبْوَابَ الرِّزْقِ وَأَبْوَابَ القُوَّةِ وَأَبْوَابَ الصِّحَّةِ وَأَبْوَابَ السَّلَامَةِ وَأَبْوَابَ العَافِيَةِ وَأَبْوَابَ الجَنَّةِ اللَّهُمَّ عَافِنَا مِنْ كُلِّ بَلَاءِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ وَاصْرِفْ عَنَّا بِحَقِّ القُرْآنِ العَظِيْمِ وَنَبِيِّكَ الكَرِيْمِ شَرَّ الدُّنْيَا وَعَذَابَ الآخِرَةِ،غَفَرَ اللهُ لَنَا وَلَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ العِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى المُرْسَلِيْنَ وَ الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ

    Allahummaftah lana abwabal khair, wa abwabal barakah, wa abwaban ni’mah, wa abwabar rizqi, wa abwabal quwwah, wa abwabas shihhah, wa abwabas salamah, wa abwabal ‘afiyah, wa abwabal jannah.

    Allahumma ‘afina min kulli bala’id dunya wa ‘adzabil akhirah, washrif ‘anna bi haqqil qur’anil ‘azhim wa nabiyyikal karim syarrad dunya wa ‘adzabal akhirah.

    Ghafarallahu lana wa lahum bi rahmatika ya arhamar rahimin. Subhana rabbika rabbil ;izzati ‘an ma yashifun, wa salamun a’alal mursalin, walhamdulillahi rabbil ‘alamin.

    Artinya: Ya Allah, bukalah bagi kami pintu kebaikan, pintu keberkahan, pintu kenikmatan, pintu rezeki, pintu kekuatan, pintu kesehatan, pintu keselamatan, pintu afiyah dan pintu surga.

    Ya Allah, jauhkan kami dari semua ujian dunia dan siksa akhirat. Palingkan kami dari keburukan dunia dan siksa akhirat dengan hal Alquran yang agung dan derajat Nabi-Mu yang pemurah. Semoga Allah mengampuni kami dan mereka. Wahai Dzat yang maha pengasih. Maha suci Tuhan, Tuhan keagungan dari segala yang mereka sifatkan. Semoga salam tercurah kepada Rasul. Segala puji bagi Allah, semesta alam.

    6. Doa memohon keteguhan iman

    رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَا فِرِينَ
    Rabbanaghfir alaina shabran wa tsabbit aqdaamana wanshurna ala-qaumil-kaafirin.

    Artinya: Ya Tuhan kami, tumpahkanlah sekiranya ketabahan kepada kami, tetapkanlah sekiranya kesabaran kami dan menangkanlah kami atas orang-orang yang kafir.

    7. Doa selamat dari penyakit hati

    رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

    Rabbanaagfir lanaa wa li ikhwaaninalladzina sabaquunaa bil iimaani wa laa taj’al fii quluubinaa gilaa lilladziina aamanuu rabbanaa innaka rauufur rahiim.

    Artinya: Ya Rabb kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Hasyr ayat 10).

    8. Doa memohon keselamatan orang tua

    رَّبِّ اغْفِرْلِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيراً

    Rabbighfir lii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shagiiran.

    Artinya: “Tuhanku, Ampunilah dosa-dosaku dan kedua orang tuaku, serta kasihanilah mereka berdua sebagaimana mereka telah mendidikku sewaktu kecil.”

    9. Doa selamat dari bencana

    اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوْءِ الْقَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ

    Allahumma innii a-‘uudzubika min jahdil balaa-i, wa darakisy syaqaa-i, wa suu-il qadhaa-i, wa syamaatatil a’daa-i.

    Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari susahnya bala (bencana), hinanya kesengsaraan, keburukan qadha’ (takdir), dan kegembiraan para musuh. (HR. Al-Bukhari no. 6347, 6616 dan Muslim no. 2707).

    Demikian beberapa doa selamat dunia dan akhirat yang bisa dibaca rutin setiap hari. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi setiap muslim beriman.

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Nabi Yunus, Bisa Dibaca saat Malam Nisfu Syaban


    Jakarta

    Doa Nabi Yunus menjadi salah satu amalan yang bisa dibaca pada malam Nisfu Syaban. Doa ini berisi pujian kepada Allah SWT sekaligus sebagai pengakuan atas dosa-dosa.

    Syaban termasuk salah satu bulan yang istimewa. Di bulan ini terdapat malam Nisfu Syaban, yakni malam mulia yang punya banyak keutamaan.

    Mengutip buku Ensiklopedia Islam: Mengenal Hujjatul Islam Hingga Mengenal Mukimin Jawi karya Hafidz Muftisany dijelaskan bahwa Nisfu Syaban menjadi momen khusus di pertengahan bulan Syaban.


    Sesuai dengan namanya, Nisfu artinya pertengahan atau seperdua. Maka Nisfu Syaban adalah malam 15 Syaban.

    Siti Aisyah ra berkata, bahwa Nabi Muhammad SAW telah bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT turun ke langit dunia pada malam Nisfu Syaban dan mengampuni para hamba-Nya lebih banyak dari pada bilangan bulu kambing Bani Kilab. Pada malam itu Alah SWT mengubah sifat ketinggian-Nya yang suka menyerang dan mengalahkan serta menyiksa orang-orang durhaka menjadi sifat yang indah dan memberi rahmat serta ampunan.”

    Di malam Nisfu Syaban Allah SWT menurunkan rahmat-Nya kepada para hamba dan mengabulkan doa serta taubat mereka.

    Dikutip dari Kalender Hijriah Indonesia terbitan Kementerian Agama RI, Nisfu Syaban jatuh pada tanggal 15 Syaban 1445 Hijriah, yang dalam kalender Masehi bertepatan dengan Minggu, 25 Februari 2024. Dengan demikian, malam Nisfu Syaban sendiri jatuh pada Sabtu, 24 Februari 2024.

    Doa Nabi Yunus Amalan Malam Nisfu Syaban

    Banyak amalan yang bisa dikerjakan untuk meraih keutamaan di malam Nisfu Syaban. Salah satunya yakni membaca doa Nabi Yunus yang termaktub dalam Al-Qur’an surat Al-Anbiya ayat 87,

    وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَۚ ۝٨٧

    Arab-Latin: Wa żan-nụni iż żahaba mugāḍiban fa ẓanna al lan naqdira ‘alaihi fa nādā fiẓ-ẓulumāti al lā ilāha illā anta sub-ḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn

    Artinya, “(Ingatlah pula) Zun Nun (Yunus) ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya. Maka, dia berdoa dalam kegelapan yang berlapis-lapis, “Tidak ada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim.” (QS Al-Anbiya: 87).

    Ibnu Abbas pernah meriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW, “Doa saudaraku Yunus sungguh menakjubkan. Diawali dengan lafal tahlil, bagian tengahnya adalah lafal hamdalah, dan akhirnya adalah pengakuan dosa, yaitu: ‘lâ ilâha illâ anta sub-ḫânaka innî kuntu minadh-dhâlimîn (Tidak ada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim)’.”

    Hadits tentang Malam Nisfu Syaban

    Merangkum buku Keagungan Rajab & Sya’ban oleh Abdul Manan bin Haji Muhammad Sobari diterangkan beberapa hadits Rasulullah SAW tentang keutamaan malam Nisfu Syaban.

    Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barangsiapa yang menghidupkan malam dua hari raya dan malam Nisfu Syaban, maka hatinya tidak akan mati disaat semua hati mati. “

    Sayyidina Ali RA berkata, bahwa Nabi Muhammad SAW telah bersabda, “Apabila telah tiba malam Nisfu Syaban, maka berdirilah kamu sekalian pada malamnya dan berpuasalah pada siang harinya, karena pada malam itu Allah SWT turun ke langit dunia ketika matahari tenggelam hingga terbit fajar, seraya berfirman, ‘Apakah ada orang yang meminta? Maka akan Aku beri permintaannya. Apakah ada orang yang meminta ampun? Maka akan Aku ampuni. Apakah ada orang yang meminta rizki ? Maka akan Aku beri rizki.”

    Adapun yang dimaksud Allah SWT turun ke langit dunia bukan Allah SWT turun dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah seperti perbuatan dan perilaku makhluk yang berubah-ubah (turun, naik, bergerak, diam, dan lain-lain), tetapi rahmat Allah SWT yang turun mendekati hamba yang bertakwa serta memohon ridho-Nya.

    Abu Nashrin bin Sa’id ra berkata, bahwa Nabi Muhammad SAW telah bersabda, “Tatkala malam 13 bulan Syaban maka datanglah Jibril kepadaku, lalu berkata, ‘Hai Muhammad! Bangunlah(kerjakan salat), sungguh telah datang waktu tahajud, agar engkau bisa minta apa yang engkau kehendaki untuk umat-mu’” Maka beliau pun mengerjakannya. Ketika tiba waktu Subuh Jibril datang lagi dan berkata, “Hai Muhammad!Sesungguhnya Allah SWT telah memberikan (anugrah) kepada 1/3 umatmu.”

    Mendengar perkataan Jibril tersebut, Nabi SAW menangis sambil berkata, “Hai Jibril! Beritahukan kepadaku bagaimana nasib umatku yang 2/3 nya lagi?” Jibril menjawab, “Aku tidak tahu.”

    Pada malam tanggal 14 Syaban, Jibril datang lagi menemui Nabi Muhammad SAW sambil berkata, “Hai Muhammad! Bangunlah dan bertahajudlah.” Nabi pun mengerjakannya. Ketika waktu fajar tiba, Jibril menemui lagi Nabi Muhammad SAW sambil berkata, “Hai Muhammad! Sungguh Allah SWT telah memberi (anugerah) kepada 2/3 umatmu.”

    Mendengar ucapan Jibril itu, lalu Nabi Muhammad SAW menangis lagi sambil berkata, “Hai Jibril! Beri tahu aku (bagaimana) umatku yang 1/3-nya lagi?” Jibril menjawab, “Aku tidak tahu.”

    Kemudian pada malam Bara’ah Jibril datang lagi kepada Nabi Muhammad SAW sambil berkata, “Hai Muhammad! Kabar gembira untukmu, bahwa sesungguhnya Allah SWT telah memberi (anugerah) kepada semua umatmu dan orang-orang yang tidak menyekutukan Allah SWT dengan sesuatu pun.”

    Lalu Jibril berkata lagi, “Hai Muhammad! Lihatlah ke langit, apa yang engkau lihat?” Kemudian beliau melihat ke atas, dan tampaklah pintu-pintu langit terbuka, sedangkan para malaikat dari langit dunia sampai ke ‘Arsy sedang sujud sambil memohon ampunan kepada Allah SWT untuk umat Muhammad SAW. Dan di tiap pintu langit ada satu malaikat yang berseru sebagai berikut:

    1. Di pintu langit pertama malaikat berseru, “Beruntung bagi orang yang ruku pada malam ini.”

    2. Di pintu langit kedua malaikat berseru, “Beruntung bagi orang-orang yang mau sujud pada malam ini.”

    3. Di pintu langit ketiga malaikat berseru, “Beruntung bagi orang-orang berdzikir di malam ini.”

    4. Di pintu langit keempat malaikat berseru, “Beruntung bagi orang-orang yang berdoa kepada Tuhan-nya pada malam ini.”

    5. Di pintu langit kelima malaikat berseru, “Beruntung bagi orang-orang yang menangis karena takut kepada Allah SWT pada malam ini.”

    6. Di pintu langit keenam malaikat berseru, “Beruntung orang yang berbuat baik pada malam ini.”

    7. Di pintu langit ketujuh malaikat berseru, “Beruntung orang yang membaca Al-Qur’an pada malam ini.”

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa Iftitah Arab, Latin dan Artinya


    Jakarta

    Doa iftitah merupakan salah satu bacaan sholat. Doa ini dibaca sesudah takbiratul ihram, sebelum surah Al Fatihah.

    Dikutip dari buku 125 Masalah Salat karya Muhammad Anis Sumaji, doa iftitah dibaca dengan lirih, tetapi tidak dibaca dalam dua sholat yaitu sholat jenazah dan sholat orang yang terlambat dan mendapati imam sudah berdiri sehingga tidak perlu membaca doa iftitah karena waktunya sudah lewat.

    Berikut penjelasan mengenai hukum, bacaan, serta keutamaan dari doa iftitah.


    Hukum Membaca Doa Iftitah

    Dikutip dari buku Shalat for Character Building karya M. Fauzi Rachman, para ulama menetapkan bahwa doa iftitah hukumnya sunnah, dan tidak termasuk rukun sholat. Seandainya seseorang meninggalkannya, maka ia tidak perlu melakukan sujud sahwi.

    Doa iftitah dilakukan hanya pada rakaat pertama, karena Rasulullah SAW jika bangun untuk mengerjakan rakaat kedua, beliau tidak membaca doa iftitah lagi.

    Bacaan Doa Iftitah Arab, Latin, dan Artinya

    Dikutip dari buku Risalah Tuntunan Lengkap Shalat Plus karya Moh. Rifa’i, terdapat dua bacaan doa iftitah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Pertama, doa iftitah yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah RA.

    اَللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَايَاىَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ . اللَّهُمَّ نَقِّنِى مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ . اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ”

    Allahumma baa’id bainii wa baina khathaayaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghrib. Allahumma naqqinii minal khathaayaa kamaa yunaqqatsawbul abyadlu minaddanasi. Allahummaghsil khathaayaaya bil maai watstsalji walbaradi.

    Artinya: “Ya Allah, jauhkanlah aku dari kesalahan dan dosa sebagaimana Engkau menjauhkan timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah diriku dari kesalahan dan dosa sebagaimana telah Engkau bersihkan baju putih dari kotoran. Ya Allah, segala kesalahanku dengan air, salju, dan embun sebersih-bersihnya.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Kedua, doa iftitah yang diriwayatkan oleh Ali RA.

    اَللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا. اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْاَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ. لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ”

    Allaahu akbar kabiraa walhamdulillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi bukratan wa’ashiilaa. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifan musliman wa maa anaa minal musyrikiin. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil ‘aalamiin. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin.

    Artinya: “Allah Maha Besar lagi sempurna kebesaran-Nya, segala puji hanya kepunyaan Allah. Maha Suci Allah pagi dan petang. Sesungguhnya aku hadapkan wajahku (hatiku) kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri, dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan Semesta Alam, yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan yang demikian itulah aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan-Nya. Dan aku adalah termasuk orang-orang muslim.”

    Keutamaan Doa Iftitah

    Meskipun sunnah, ada baiknya ketika sholat membaca doa iftitah mengingat keutamaan dan maknanya yang besar.

    Dikutip dari buku 200 Amal Saleh Berpahala Dahsyat karya Abdillah F. Hasan, keutamaan membaca doa iftitah disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan Ibnu Umar RA, ia berkata,

    “Ketika kami sholat bersama Rasulullah SAW, tiba-tiba seseorang mengucapkan Allaahu akbaru kabiraa Walhamdulillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi bukratan waashiilaa. Selesai sholat, Rasulullah SAW bertanya, ‘Siapakah yang mengucapkan kalimat tadi?’ Seorang sahabat menjawab, ‘Saya, wahai Rasulullah.’ Beliau lalu bersabda, ‘Sungguh aku sangat kagum dengan ucapan tadi sebab pintu-pintu langit dibuka karena kalimat itu’. Kata Ibnu Umar, ‘Maka aku tidak pernah meninggalkannya semenjak aku mendengar Rasulullah SAW mengucapkan hal itu.”

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Nisfu Syaban untuk Menggugurkan Dosa, Dibaca Jelang Ramadan


    Jakarta

    Nisfu Syaban adalah malam pertengahan bulan Syaban. Bulan kedelapan dalam sistem penanggalan hijriah. Malam ini dianggap istimewa oleh umat Islam.

    Nisfu syaban merupakan kata majemuk yang berasal dari dua kata bahasa Arab, nisfu dan syaban. Nisfu berasal dari kata nashafa, yanshifu, nashdan yang berarti mencapai tengah-tengah atau setengah. Sementara itu, syaban berarti bulan syaban yang merupakan bulan kedelapan dalam sistem penanggalan hijriah.

    Dalam budaya Muslim, malam Nisfu Syaban menjadi kesempatan untuk meningkatkan ibadah. Beberapa contoh tindakan ibadah yang dapat dilakukan selama malam Nisfu Syaban adalah mengamalkan zikir, berdoa, berpuasa, dan melaksanakan amal ibadah lainnya.


    Dilansir dari buku 32 Faidah Seputar Bulan Syaban oleh Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid, amalan manusia akan diangkat kepada Allah SWT pada malam ini. Untuk itu, sebaiknya kita memperbanyak doa, puasa, dzikir, serta berbagai amalan baik lainnya. Adapun doa Nisfu Syaban yang bisa diamalkan adalah sebagai berikut.

    Doa Nisfu Syaban dalam Arab, Latin, dan Artinya

    Pada malam Nisfu Syaban, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan doa kepada Allah SWT. Berikut ini adalah doa nisfu syaban, lengkap dengan tulisan Arab, latin, dan artinya.

    اللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ

    اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنَا عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ أَشْقِيَاءَ أَوْ مَحْرُوْمِيْنَ أَوْ مُقَتَّرِيْنَ عَلَيْنَا فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتَنَا وَحِرْمَانَنَا وَاقْتِتَارَ رِزْقِنَا، وَاكْتُبْنَا عِنْدَكَ سُعَدَاءَ مَرْزُوْقِيْنَ مُوَفَّقِيْنَ لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ: “يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ” وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ

    Allahumma ya dzal manni wala yumannu ‘alaika ya dzal jalali wal ikram, ya dzat thauli wal in’am, la ilaha illa anta zhahral lajina wajaral mustajirina, wama’manal kha’ifin.

    Allahumma in kunta katabtana ‘indaka fI ummil kitabi asyqiya’a au mahrumina au muqattarina ‘alayna fir rizqi, famhullahumma fi ummil kitabi syaqawatana, wahirmanana waqtitara rizqina, waktubna ‘indaka su’ada’a marzuqina muwaffaqina lil khairat. Fa innaka qulta waqaulukal haqq fi kitabikal munzali ‘ala lisani nabiyyikal mursali “Yamhullahu ma yasya’u wa yutsbitu wa ‘indahu ummul kitab.” Wa shallallahu ‘ala sayyidina Muhammadin wa ‘ala alihi washahbihi wa sallama, walhamdulillahi rabbil ‘alamin.

    Artinya: “Ya Tuhanku yang maha pemberi, Engkau tidak diberi. Ya Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Ya Tuhan pemilik kekayaan dan pemberi nikmat. Tiada Tuhan selain Kau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut.

    Tuhanku, jika Kau mencatat kami di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezeki kami. Catatlah aku disisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Kau telah berkata-sementara perkataan-Mu adalah benar-di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’ Allah bersholawat dan bersalam atas Muhammad, keluarga, dan sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam.”

    Keistimewaan Malam Nisfu Syaban

    Umat Islam disarankan untuk meningkatkan amalan mereka pada malam Nisfu Syaban karena dipercaya memiliki keutamaan yang istimewa. Selain sebagai malam diangkatnya amal perbuatan manusia, malam ini juga dianggap sebagai waktu di mana dosa-dosa dapat diampuni.

    Umat Islam diberi kesempatan untuk bertobat, meminta ampunan, dan kembali kepada kebenaran. Allah SWT diyakini akan memberikan ampunan kepada hamba-Nya yang sungguh-sungguh bertobat dengan tulus.

    Dilansir dari buku Kumpulan Artikel Syaban dan Ramadhan oleh Ammi Nur Baits, keutamaan malam nisfu syaban dijelaskan dalam hadits:

    تَخَافِينَ أَنْ يَحِيفَ اللَّهُ عَلَيْكِ وَرَسُولُهُ” فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ظَنَنْتُ أَنَّكَ أَتَيْتَ بَعْضَ نِسَائِكَ فَقَالَ: ” إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يُنَزِّلُ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَغْفِرُ لِأَكْثَرِ مِنْ عَدَدِ شَعْرِ غَنَمٍ كَلْبٍ

    Artinya: Aku pernah kehilangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian aku keluar, ternyata beliau di Baqi, sambil menengadahkan wajah ke langit. Nabi bertanya, “Kamu khawatir Allah dan rasul-Nya akan menipumu?” (maksudnya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memberi jatah Aisyah). Aisyah mengatakan: Wahai Rasulullah, saya hanya menyangka anda mendatangi istri yang lain. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah turun ke langit dunia pada malam Nisfu Ayaban, kemudian Dia mengampuni lebih dari jumlah bulu domba bani kalb.” (HR At-Turmudzi)

    Wallahu a’lam.

    (hnh/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa setelah Baca Yasin 3 Kali di Malam Nisfu Syaban


    Jakarta

    Membaca Yasin 3 kali di malam Nisfu Syaban tepatnya setelah Maghrib menjadi amalan yang diajarkan sejumlah ulama. Selain itu, dianjurkan juga membaca doa setelah baca Yasin 3 kali.

    Anjuran membaca Yasin 3 kali ini merupakan ijazah ulama. Menurut penjelasan dalam buku Dakwah Kreatif: Muharam, Maulid Nabi, Rajab dan Sya’ban karya Udji Asiyah, membaca surah Yasin setelah Maghrib pada malam Nisfu Syaban merupakan hasil ijtihad sebagian ulama dan itu bukan perkara yang buruk. Hal ini dikatakan Syekh Muhammad bin Darwisy dalam Asna al-Mathalib.

    Yasin adalah surah ke-36 dalam urutan mushaf Al-Qur’an. Surah Yasin terdiri dari 83 ayat. Surah ini kerap dibaca pada malam Jumat, menjadi rangkaian bacaan tahlil, dan saat ziarah kubur.


    Surah Yasin memiliki sejumlah keutamaan. Imam Jalaluddin as-Suyuthi dalam kitabnya Al-Itqan fi ‘Ulumil Qur’an yang diterjemahkan Muhammad Halabi menyebut sejumlah hadits yang menguraikan tentang hal ini.

    Salah satunya hadits dari Mi’qal bin Yasar RA, “Surat Yasin adalah jantung Al-Qur’an. Tidaklah seseorang membacanya dengan mengharap ridha Allah Ta’ala dan kampung akhirat, kecuali Allah Ta’ala mengampuni dosanya. Bacalah surah Yasin untuk orang-orang yang mati di antara kalian.” (HR Abu Dawud, an-Nasa’i, Ibnu Hibban, dan lainnya)

    Dalam hadits lain dari Abu Hurairah RA disebutkan, “Barang siapa membaca surah Yasin pada suatu malam karena mencari keridhaan Allah Ta’ala maka Dia akan mengampuninya.” (HR Ad-Darimi dan ath-Thabrani)

    Doa setelah Baca Yasin 3 Kali

    Berikut bacaan doa setiap selesai membaca surah Yasin di malam Nisfu Syaban sebagaimana dinukil laman NU Jateng yang menyandarkannya pada kitab Kanzun Najah Wassuruur, Ihya Ulumuddin, Al-Ghunyah, dan Attibaul Qulub saat menerangkan amalan malam Nisfu Syaban.

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. اللّهُمَّ يَاذَا الْمَنِّ وَلاَيُمَنُّ عَلَيْك. يَاذَا الْجَلاَلِ وَالْإِكْرَامِ. يَاذَا الطَّوْلِ والْإِنْعَامِ, لاَإِلهَ إِلاَّ أَنْتَ ظَهْرَ اللاَّجِئيْن, وَجَارَ الْمُسْتَجِيْرِيْن, وَمَأْمَنَ الْخَائِفِيْن. اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الْكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُوْمًا أَوْ مُقَتَّرًا عَلَيَّ فِي الرِّزْقِ فَامْحُ مِنْ أُمِّ الْكِتَابِ شَقَاوَتِيْ وَحِرْمَانِيْ وَتَقْتِيْرِ رِزْقِيْ وَأَثْبِتْنِيْ عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ الْمُنْزَل, عَلَى نَبِيِّكَ الْمُرْسَل {يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ} إِلهِيْ بِالتَّجَلِّي الْأَعْظَم, فِيْ لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ الْمُكَرَّم, الَّتِيْ يُفْرَقُ فِيْهَا كُلُّ أَمْرٍ حَكِيْمٍ وَيُبْرَم, اكْشِفْ عَنِّيْ مِنَ الْبَلاَءِ مَا أَعْلَم, وَمَا لاَ أَعْلَم, وَاغْفِرْ لِيْ مَا أَنْتَ بِهِ أَعْلَم. اللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنْ أَعْظَمِ عِبَادِكَ حَظًّا وَنَصِيْبًا فِيْ كُلِّ شَيْئٍ قَسَمْتَهُ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ نُوْرٍ تَهْدِيْ بِهِ, أَوْ رَحْمَةٍ تَنْشُرُهَا, أَوْ رِزْقٍ تَبْسُطُهُ, أَوْ فَضْلٍ تُقَسِّمُهُ عَلَى عِبَادِكَ الْمُؤْمِنِيْنَ, يَاللهُ, يَاللهُ, لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ. اللَّهُمَّ هَبْ لِيْ قَلْبًا تَقِيًّا نَقِيًّا, مِن َالشِّرْكِ بَرِيًّا, لاَ كَافِرًا وَلاَ شَقِيًّا, وَقَلْبًا سَلِيْمًا خَاشِعًا ضَارِعًا. اللَّهُمَّ امْلَأْ قَلْبِيْ بِنُوْرِكَ وَأَنْوَارِ مُشَاهَدَتِكَ, وَجَمَالِكَ وَكَمَالِكَ وَمَحَبَّتِكَ, وَعِصْمَتِكَ وَقُدْرَتِكَ وَعِلْمِكَ, يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ, وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

    (kri/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa setelah Sholat Nisfu Syaban Lengkap dengan Arab, Latin dan Arti


    Jakarta

    Banyak keutamaan yang terkandung dalam Nisfu Syaban. Karenanya, kaum muslimin dianjurkan untuk memperbanyak ibadah di momen tersebut.

    Nabi SAW bersabda dalam sebuah hadits,

    “Pada malam Nisfu Syaban Allah SWT memperhatikan seluruh makhluk-Nya, Dia pun mengampuni seluruh makhluk kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.” (HR Thabrani, Daruquthni, Baihaqi, dan Ibnu Hibban)


    Mengutip buku Panduan Sholat Wajib & Sunnah Sepanjang Masa Rasulullah SAW oleh Arif Rahman, kaum muslimin dianjurkan untuk menghidupkan malam Nisfu Syaban dengan banyak amalan. Salah satu amalan itu ialah sholat Nisfu Syaban.

    Sholat yang dikerjakan berupa sholat sunnah, seperti sholat tahajud pada malam Nisfu Syaban. Sebagaimana dipahami sholat

    Meski demikian, anjuran menghidupkan malam Nisfu Syaban dengan berbagai amalan seperti sholat sunnah tidak diperdebatkan olehnya. Umat Islam bisa juga mengerjakan sholat qiyamul lail seperti tahajud pada malam Nisfu Syaban.

    Jumhur ulama berpendapat bahwa waktu utama pengerjaan sholat qiyamul lail adalah sepertiga malam terakhir. Dalam surat Az Zariyat ayat 18, Allah SWT berfirman:

    وَبِالْاَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ

    Artinya: “dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah).”

    Setelah menunaikan sholat Nisfu Syaban, ada doa yang dapat dibaca kaum muslimin. Seperti apa? Berikut bacaannya.

    Doa setelah Sholat Nisfu Syaban

    1. Doa setelah Sholat Nisfu Syaban Versi Pertama

    Merangkum arsip detikHikmah, ada doa mustajab yang bisa dipanjatkan setelah sholat Nisfu Syaban. Diriwayatkan dalam sejumlah hadits shahih salah satunya disebutkan dalam Kitab Jami’ al-Tirmidzi, terdapat hadits dari Abu Hurairah RA.

    Beliau mengatakan Nabi Muhammad SAW risau dalam sebuah persoalan, beliau mengucap doa berikut:

    يَاحَيُّ يَا قَيُّومُ

    Arab latin: Ya Hayy ya Qayyum

    Artinya: “Wahai Sang Maha hidup dan Sang Maha mandiri.”

    Masih dari kitab yang sama, Anas bin Malik RA turut meriwayatkan ketika Nabi SAW sedang risau beliau mengucapkan,

    يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ

    Arab latin: Ya hayyu ya qoyyum bi rahmatika astaghiits

    Artinya: “Wahai Sang Maha Hidup, wahai Sang Maha Mandiri, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan.”

    2. Doa setelah Sholat Nisfu Syaban Versi Kedua

    اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَ اِسْمِي شَقِيًّا فِي دِيوَانِ الْأَشْقِيَاء فَامْهُ وَاكْتُبْنِي السُّعَدَاء وَإِِنْ كُنتَ اِسْمِي سَعِيدًا فِي دِيوَانِ السّعَدَاءِ فَاثْبِتْهُ فَإِنَّكَ قُلْتَ فِي كِتَابِكَ الكَرَيْمِ يَمْحُو اللهُ مَايَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِندَهُ أُمُّ الْكِتَابِ

    Arab latin: Allahumma in kunta katabta ismii syaqiyyan fii diiwaanil asyqiyaa-i famhu waktubnii as-su’adaa-i wa in kunta ismii sa’iidan fii diiwaanis su’adaa-i fatsbithu fa innaka qulta fii kitaabikal kariimi yamhuu allaahu maa yasyaa-u wa yutsbit wa ‘indahu ummul kitaabi

    Artinya: “Ya Allah, jika Engkau telah mencatat namaku orang yang sengsara di tempat orang-orang yang sengsara maka hapuskanlah dan catatlah namaku di tempat orang-orang yang berbahagia. Jika Engkau telah mencatat namaku sebagai orang yang bahagia pada catatan orang-orang yang bahagia, maka tetapkanlah. Maka sesungguhnya Engkau telah berfirman di dalam Kitab Mu yang dimuliakan: Allah menghapus apa-apa yang Dia kehendaki dan Allah menetapkan (apa-apa yang Dia kehendaki) dan di sisi-Nya ada kitab yang pokok.”

    3. Doa setelah Sholat Nisfu Syaban Versi Ketiga

    اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الْحَمْدَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ الْمَنَّانُ بَدِيعُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ يَا حَىُّ يَا قَيُّومُ

    Arab latin: Allahumma inni as-aluka bi-anna lakal hamda, laa ilaha illa anta al-mannaan badii’us samaawaati wal ardh, yaa dzal jalali wal ikram, yaa hayyu yaa qayyum

    Artinya: “Ya Allah aku memohon kepada-Mu dengan bahwa segala puji bagi-Mu; Tiada Tuhan selain Engkau Sang Maha Pemberi, Sang Pencipta langit dan bumi, wahai Sang Pemilik keagungan dan kedermawanan, wahai Sang Maha Hidup dan Maha Mandiri.”

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Sholat Taubat, Lengkap dengan Niat dan Tata Caranya


    Jakarta

    Doa sholat taubat dibaca setelah selesai mengerjakan amalan tersebut. Pada dasarnya, sholat taubat menjadi ibadah yang dilakukan untuk membersihkan diri.

    Saefuul Hadi El Sutha melalui karyanya yang berjudul Buku Panduan Sholat Lengkap (Wajib & Sunnah), sholat taubat dikerjakan untuk membersihkan diri dari segala dosa dan kesalahan yang diperbuat. Tujuannya sendiri untuk menentramkan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    Dalil pengerjaan sholat taubat tercantum dalam sebuah hadits yang berbunyi,


    “Setiap orang yang berbuat dosa, lalu ia kemudian bergegas melakukan wudhu dan mengerjakan sholat, lalu memohon ampun kepada Allah, niscaya Allah beri ampunan kepadanya..” (HR Abu Dawud . An-Nasa’i, Ibnu Majah dan Al Baihaqi)

    Sholat taubat dikerjakan secara munfarid atau sendiri. Jumlah rakaatnya paling sedikit dua, paling banyak enam rakaat. Setiap dua rakaatnya ditutup dengan satu kali salam seperti dijelaskan dalam hadits Nabi SAW mengenai sholat sunnah.

    Lantas, seperti apa bunyi bacaan doa sholat taubat?

    Doa Sholat Taubat: Arab, Latin dan Arti

    Merujuk dari sumber yang sama, doa sholat taubat dapat diawali dengan membaca istighfar, berikut bunyinya,

    أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْم الَّذِي لَا إِلهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

    Arab latin: Astaghfirullaahal’adziim, alladzii laa ilaaha illa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaiih

    Artinya: “Saya mohon kepada Allah Yang Maha Agung, Dzat yang tiada Tuhan melainkan hanya Dia Yang Maha Hidup lagi Berdiri Sendiri. Aku bertaubat kepada Nya.”

    Setelah itu, dilanjutkan dengan doa setelah sholat taubat,

    اللّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لآاِلهَ اِلَّااَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَناَ عَبْدُكَ وَأَناَ عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُ بِكَ من شَرِّمَاصَنَعْتَ. اَبُوْءُلَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَي وَأَبُوْءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْلِي فَإِنَّهُ لاَيَغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلاَّ اَنْتَ

    Arab latin: Allaahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa ana’abduka wa ana’alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu a’uudzubika min syarri maa shana’tu. abuu ulaka bini’matika ‘alayya wa abuu u bidzanbi fahghfirlii fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.

    Artinya: “Wahai Tuhan, Engkau adalah Tuhanku, tiada yang patut disembah melainkan hanya Engkau, Engkaulah yang menjadikan aku dan aku adalah hamba-Mu, dan aku dalam ketentuan dan janji-Mu yang Engkau limpahkan kepadaku dan aku mengakui dosaku, karena itulah ampunilah aku, sebab tidak ada yang dapat memberi ampunan melainkan Engkau wahai Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan apa yang telah aku perbuat.”

    Tata Cara Sholat Taubat

    Mengutip buku Panduan Shalat untuk Wanita karya Ria Khoerunnisa, berikut tata cara sholat taubat yang bisa dipraktikkan oleh kaum muslimin.

    1. Pelaksanaan sholat taubat sama seperti sholat pada umumnya, baik dari segi gerakan maupun bacaan. Yang membedakan hanya niatnya, berikut niat sholat taubat:

    أصلى سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى .

    Arab latin: “Ushalli sunnatat taubati rak’ataini lillaahi ta’aalaa.”

    Artinya: “Saya niat sholat taubat dua raka’at Lillahi Ta’aalaa.”

    2. Takbiratul ihram

    3. Membaca doa iftitah

    4. Membaca surah Al Fatihah

    5. Membaca surah pendek dalam Al-Qur’an

    6. Rukuk

    7. Iktidal

    8. Sujud

    9. Duduk di antara dua sujud

    10. Sujud

    11. Bangun dari sujud dan melanjutkan rakaat kedua seperti rakaat pertama

    12. Tasyahud akhir

    13. Salam

    14. Membaca doa sholat taubat

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Nabi Yunus Hadapi Kesulitan, Begini Cara Mengamalkannya


    Jakarta

    Kisah Nabi Yunus AS dapat menjadi contoh kesabaran bagi mereka yang sedang mendapat suatu masalah besar. Ketika mengalami kesulitan saat ditelan paus, ada doa yang diamalkan Nabi Yunus AS. Bagaimana cara mengamalkan doa tersebut?

    Bacaan doa Nabi Yunus AS ada pada Al-Qur’an surah Al Anbiya’ ayat 87. Berikut bacaan, arti, serta tafsirnya.

    Doa Nabi Yunus

    لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ


    lā ilāha illā anta sub-ḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn

    Artinya: “Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.”

    Menurut Tafsir Al-Qur’an Kementerian Agama RI, dalam doa tersebut Nabi Yunus AS sadar atas kesalahannya yang telah dilakukannya sebagai Nabi dan Rasul, yaitu tidak sabar dan tidak berlapang dada menghadapi kaumnya.

    Rasulullah SAW juga mengungkap keistimewaan lain dari doa Nabi Yunus AS, yakni dapat mengabulkan permohonan seorang muslim kepada Allah SWT.

    دَعْوَةُ ذِى النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِى بَطْنِ الْحُوتِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ. فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِى شَىْءٍ قَطُّ إِلاَّ اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ

    Artinya: “Doa Dzun Nuun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan paus adalah: ‘Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka, innii kuntu minadz dzaalimiin’ Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa dengannya dalam suatu masalah, melainkan Allah kabulkan baginya.” (HR At Tirmidzi)

    Cara Mengamalkan Doa Nabi Yunus

    Selain diamalkan untuk memohon petunjuk saat keadaan susah dan mengabulkan permohonan, doa Nabi Yunus AS juga dapat diamalkan untuk memohon meninggal dalam keadaan syahid dan memohon kesembuhan. Hal tersebut seperti disampaikan dalam kitab Fathul Mu’in karya Al Imam Zainuddin bin Abdul ‘Aziz Al Malebari seperti dikutip dari Dahsyatnya Doa Para Nabi karya Syamsuddin Noor.

    “Barang siapa yang membaca doa, Laa ilaaha illaa anta… (doa Nabi Yunus AS) sebanyak empat puluh kali (40x) ketika ia sedang sakit, maka apabila ia meninggal dunia karena sakitnya itu, ia akan diberi ganjaran oleh Allah SWT seperti ganjarannya para syuhada. Dan apabila ia sembuh dari sakitnya itu, maka ia akan mendapat ampunan Allah SWT. Semoga Allah SWT mengampuni kita semua dan menyelamatkan kita dari azab neraka,” bunyi keterangan dalam kitab tersebut.

    Para ulama membaca doa Nabi Yunus AS sebanyak 40 kali selesai salat Subuh. Ada pula yang membaca doa Nabi Yunus AS setiap hari sebanyak 1.000 kali untuk memohon pengampunan dosa.

    Kisah dan doa Nabi Yunus AS diabadikan dalam surah Al Anbiya’ ayat 87.

    وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۚ

    Artinya: “(Ingatlah pula) Zun Nun (Yunus) ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya. Maka, dia berdoa dalam kegelapan yang berlapis-lapis, “Tidak ada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim.”

    Doa yang dipanjatkan Nabi Yunus AS tersebut dibacanya untuk memohon pertolongan dari Allah SWT agar diselamatkan dari ikan besar yang menelannya. Salim bin Abi al-Ja’d dalam Tafsir Ibnu Katsir menyebutkan bahwa ikan besar yang menelan Nabi Yunus AS tersebut ditelan kembali oleh ikan lain yang lebih besar sehingga keadaan gelapnya menjadi 2 kali lipat, ditambah pula oleh kegelapan lautan.

    Selama berada dalam perut ikan besar tersebut, Nabi Yunus AS mendengar suara tasbih dari ikan-ikan lainnya di lautan, bahkan tasbih dari telur ikan yang tidak terhitung jumlahnya. Ahli tafsir pun menceritakan bahwa Nabi Yunus AS sempat mengira ia sudah meninggal. Namun, setelah berhasil menggerakkan anggota tubuhnya, ia pun segera bersujud dan berdoa kepada Allah SWT.

    Atas izin Allah SWT, Nabi Yunus AS pun bisa terselamatkan. Wallahu a’lam.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com