Category: Doa Hadits

  • Doa Sahur Penuh Berkah yang Dibaca Rasulullah


    Jakarta

    Sahur atau makan dan minum sebelum puasa adalah hal yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Berikut merupakan doa sahur serta amalan yang bisa dilakukan pada waktu tersebut.

    Dikutip dari buku Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadhan karya Abu Maryam Kautsar Amru, sahur atau “As-Sahuur” berarti “makanan atau minuman yang dimakan pada waktu makan sahur sebelum Subuh”. Hukum dari makan sahur adalah sunnah muakkad atau sunnah yang dikuatkan.

    Keutamaan Sahur

    Sahur memiliki sejumlah keutamaan. Berikut beberapa di antaranya sebagaimana disebutkan dalam hadits.


    1. Makanan yang Penuh Berkah

    Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA, Nabi SAW bersabda, “Makan sahurlah kalian karena dalam makan sahur terdapat keberkahan.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Dalam hadits lain yang diriwayatkan dari Salman RA, Rasulullah SAW bersabda, “Berkah ada pada tiga hal: berjamaah, tsarid (roti remas yang direndam dalam kuah), dan makan sahur.” (HR ath-Thabarani)

    2. Mendapat Sholawat dan Pujian dari Allah serta Doa dari Malaikat

    Keutamaan tersebut disebutkan pada hadits yang diriwayatkan dari Abu Sa’id Al Khudri, Nabi SAW bersabda, “Makan sahur adalah makan penuh berkah. Janganlah kalian meninggalkannya walau dengan seteguk air karena Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang yang makan sahur.” (HR Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih lighoirihi)

    Amalan yang Bisa Dilakukan ketika Sahur

    Ada sejumlah amalan yang bisa dilakukan ketika sahur. Berikut di antaranya.

    1. Membaca Al-Qur’an

    Allah SWT berfirman,

    قُمِ الَّيْلَ اِلَّا قَلِيْلًاۙ ٢ نِّصْفَهٗٓ اَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيْلًاۙ ٣ اَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْاٰنَ تَرْتِيْلًاۗ ٤ اِنَّا سَنُلْقِيْ عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيْلًا ٥ اِنَّ نَاشِئَةَ الَّيْلِ هِيَ اَشَدُّ وَطْـًٔا وَّاَقْوَمُ قِيْلًاۗ ٦

    Artinya: “bangunlah (untuk salat) pada malam hari, kecuali sebagian kecil, (yaitu) seperduanya, kurang sedikit dari itu, atau lebih dari (seperdua) itu. Bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya Kami akan menurunkan perkataan yang berat kepadamu. Sesungguhnya bangun malam itu lebih kuat (pengaruhnya terhadap jiwa) dan lebih mantap ucapannya.” (QS Al Muzzammil: 2-6)

    2. Sholat Malam

    Amalan lain yang bisa dilakukan pada waktu sahur adalah sholat malam. Salah satunya sholat Tahajud dan ditutup dengan Witir.

    3. Banyak Berdoa dan Mohon Ampun kepada Allah

    Saran untuk banyak berdoa dan beristighfar kepada Allah SWT pada waktu sahur disebutkan dalam sebuah hadits yang berasal dari Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda,

    “Rabb kita tabaroka wa ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Dia berfirman, “Siapa saja yang berdo’a kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka akan Aku beri. Siapa yang beristighfar meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Doa Sahur

    Rasulullah SAW mencontohkan sejumlah doa yang bisa dibaca ketika sahur. Dikutip dari kitab Al Adzkar karya Imam an-Nawawi yang diterjemahkan Abu Firly Bassam Taqiy, ketika dalam perjalanan dan tiba waktu sahur, Rasulullah SAW mengucapkan doa berikut,

    سَمِعَ سَامِعٌ بِحَمْدِ اللهِ وَحُسْنِ بَلَائِهِ عَلَيْنَا، رَبَّنَا صَاحِبْنَا وَأَفْضِلْ عَلَيْنَا، عَائِذًا بِاللهِ مِنَ النَّارِ

    Samma’a sami’un bihamdillah wa husni balaihi ‘alaina rabbana shohibna wa afdhil ‘alaina ‘aizan billahi minan nari.

    Artinya: “Semoga ada yang mendengar yang menyampaikan pujian kepada Allah, dan cobaan-Nya yang baik kepada kami. Wahai Tuhan kami, lindungilah kami dan berilah kami karunia dengan berlindung kepada Allah dari api neraka.” (HR Muslim, Abu Dawud, an-Nasa’i dalam Al-Yaum wa Al-Lailah, dan Hakim dalam Al-Musadrak)

    Imam an-Nawawi menukil pendapat Al-Qadhi Iyadh dan penulis kitab Al-Mathali’, lafaz samma’a dalam doa tersebut maksudnya sebagai peringatan untuk berzikir dan berdoa pada waktu sahur.

    Rasulullah SAW juga pernah mengajarkan doa untuk dibaca pada pagi dan petang. Doa ini terdapat dalam kitab Sunan Abu Dawud dan Sunan Tirmidzi dari Abu Hurairah RA dan dinyatakan shahih. Berikut bacaannya,

    اللَّهُمَّ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ، عَالِمَ الغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي وَشَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ

    Artinya: “Ya Allah, wahai Pencipta langit dan bumi, wahai Yang Mengetahui, yang gaib dan alam nyata, wahai Rabb segala sesuatu dan Yang menguasainya, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku dan kejahatan setan serta gangguannya.”

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Gempa M 5,7 Bayah Banten, Begini Bacaan Doa ketika Ada Bencana Alam


    Jakarta

    Gempa bumi berkekuatan M 5,7 terjadi di Bayah, Banten. Gempa sempat terasa hingga sejumlah wilayah di Jakarta.

    “Gempa Mag:5.7, 25-Feb-24 20:07:03 WIB, Lok:7.61 LS,105.90 BT (85 km BaratDaya BAYAH-BANTEN),” tulis BMKG dalam akun X-nya, Minggu (25/2/2024).

    Dalam informasi yang telah diperbarui, pusat gempa berada pada kedalaman 10 km. Gempa dirasakan (MMI) dalam skala II-III di Cilacap, II di Serang, II-III di Panimbang, II-III di Cigelis, II di Lembang, III di Garut, dan II-III di Bandung.


    Menurut laporan detikNews, gempa sempat terasa di sejumlah wilayah di Jakarta dan sekitarnya. Getaran ringan terasa di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

    Dalam Islam, ada sejumlah doa yang bisa dibaca ketika gempa bumi dan bencana alam lainnya. Berikut bacaannya.

    Doa ketika Gempa Bumi

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي ، اَللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي وَآمِنْ رَوْعَاتِي، اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ ومِنْ خَلْفِي وَعَنْ يَمِينِي وَعَنْ شِمَالِي وَمِنْ فَوْقِي وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي

    Allaahumma innii as-alukal ‘aafiyah fid dunya wal aakhirah, allaahumma innii as-alukal ‘afwa wal’aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wa maalii, allaahummastur ‘auraatii wa aamin rau’aatii, allaahummah fadhnii min baini yadayya wa min khalfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaali wa min fauqii wa a’udzu bi ‘adhamatika an ughtala tahtii.

    Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu kesejahteraan di dunia dan akhirat, ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu maaf, dan kesejahteraan dalam agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku. Ya Allah, semoga Engkau menutupi keburukanku, dan amankanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, semoga Engkau jaga aku dari arah sampingku, dari arah belakangku, depanku, dan dari arah atasku, dan aku berlindung dengan keagungan-Mu dari tertiup keburukan dari bawahku (gempa bumi).”

    Doa tersebut berasal dari hadits dengan sanad yang shahih dari Ibnu Umar yang terdapat dalam kitab Sunan Abu Dawud, Sunan an-Nasa’i, dan Sunan Ibnu Majah. Hadits ini turut dinukil Imam an-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar yang diterjemahkan Ulin Nuha.

    Bacaan doa gempa bumi tersebut menjadi rangkaian dzikir pagi dan petang. Dalam riwayat tersebut juga dikatakan, Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan doa itu ketika pagi dan sore.

    Bisa juga membaca doa gempa bumi sebagaimana termuat dalam buku Kumpulan Do’a dari Al-Quran dan As-Sunnah yang Shahih karya Yazid bin Abdul Qadir Jawas sebagai berikut,

    إنّاَ للهِ وإنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أجِرْنِي فِي مُصِيبَتي وأَخْلِفْ لِي خَيْراً مِنْه

    Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, Allahumma ajirhum fii mushibatihim, wa akhlif lahum khoiran minha

    Artinya: “Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya akan kembali kepada-Nya. Ya Allah, berilah mereka pahala dalam musibah mereka dan gantilah dengan yang lebih baik.”

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Doa Selamat Dunia Akhirat dan Artinya


    Jakarta

    Doa adalah hal yang tidak terlepas dari ikhtiar. Di samping mengencangkan ikhtiar, hendaklah seorang hamba meminta pertolongan dari Allah SWT, salah satunya dengan memanjatkan doa selamat dunia akhirat.

    Al-Qur’an dan sejumlah hadits telah menekankan pentingnya doa bagi seorang hamba karena merupakan salah satu perintah Allah SWT. Dalam surah Al Mu’min ayat 60 Allah SWT berfirman,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖࣖࣖ ٦٠


    Artinya: “Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

    Berikut beberapa doa untuk keselamatan dunia akhirat yang dikutip dari buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki karya Sulaeman Bin Mu dan buku Doa-doa Rasulullah SAW Sehari-hari dan Sepanjang Masa karya Luthfi Yansyah.

    Doa Selamat Dunia Akhirat

    رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Rabbanā ātinā fid-dun-yā ḥasanataw wa fil-ākhirati ḥasanataw wa qinā ‘ażāban-nār(i).

    Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari azab neraka.” (QS Al Baqarah: 201)

    اللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي الْأُمُوْرِ كُلِّهَا وَأَجِرْنَا مِنْ حِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْآخِرَةِ

    Allaahumma ahsin ‘aaqibatana fil umuuri kulliha wa ajirnaa min khiyid dunya wa’azaabil aarhirah.

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah semua perkara kami berakhir dengan baik, dan selamatkanlah kami dari menerima malu di dunia dan azab di akhirat.”

    Doa Selamat dari Orang Zalim

    رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا مَعَ الْقَوْمِ الظَّلِمِينَ

    Rabbanaa laa taj’alnaa ma’al qaumidhaalimiin.

    Artinya: “Ya Allah ya Tuhan kami, semoga Engkau tidak memasukkan kami semua kepada golongan orang-orang yang zalim.”

    Doa Keselamatan dan Pertolongan

    رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَا ۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ ࣖ

    Rabbanā wa lā taḥmil ‘alainā iṣran kamā ḥamaltahū ‘alal-lażīna min qablinā, rabbanā wa lā tuḥammilnā mā lā ṭāqata lanā bih(ī), wa’fu ‘annā, wagfir lanā, warḥamnā, anta maulānā fanṣurnā ‘alal qaumil-kāfirīn(a).

    Artinya: “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami. Maka, tolonglah kami dalam menghadapi kaum kafir.” (QS Al Baqarah: 286)

    Doa Terhindar dari Siksa Api Neraka

    رَبَّنَآ اِنَّنَآ اٰمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِۚ

    Rabbanaa innanaa aamannaa faghfir lanaa dzunuubanaa wa qinaa ‘adzaaban-naar

    Artinya: “Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami benar-benar telah beriman. Maka, ampunilah dosa-dosa kami dan selamatkanlah kami dari azab neraka.”

    Doa Kemuliaan Dunia Akhirat

    قُلِ اللّٰهُمَّ مٰلِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِى الْمُلْكَ مَنْ تَشَاۤءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاۤءُۖ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاۤءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاۤءُۗ بِيَدِكَ الْخَيْرُۗ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

    Qulillaahumma maalikal-mulki tu’til-mulka man tasyaa’u wa tanzi’ul-mulka mim man tasyaa’u wa tu’izzu man tasyaa’u wa tudzillu man tasyaa’, biyadikal-khaiir, innaka ‘alaa kulli syai’in qadiir

    Artinya: “Wahai Allah, Pemilik kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan-Mulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Kiamat Bakal Terjadi saat Manusia Abai, Ini Haditsnya



    Jakarta

    Rasulullah SAW telah menyampaikan sejumlah isyarat datangnya kiamat kepada para sahabat. Beliau pernah bersabda kiamat akan terjadi saat manusia abai.

    Isyarat datangnya kiamat ini termuat dalam hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dari Abu Hurairah RA. Hadits ini dinukil Ibnu Katsir dalam kitab An Nihayah Fitan wa Ahwal Akhir az Zaman (Mukhtashar Nihayah al Bidayah) yang diterjemahkan Anshori Umar Sitanggal dan Imron Hasan.

    Redaksi hadits ini cukup panjang. Di dalamnya memuat isyarat bakal munculnya banyak Dajjal sebelum kiamat hingga kiamat akan terjadi tiba-tiba saat manusia mengabaikan kedatangannya.


    Rasulullah SAW bersabda,

    “Takkan terjadi kiamat hingga ada dua pasukan besar berperang. Pertempuran terjadi di antara keduanya demikian sengitnya, padahal pengakuan masing-masing sama. Dan (takkan terjadi kiamat) sebelum dibangkitkannya dajjal-dajjal pendusta, hampir ada 30 orang jumlahnya, masing-masing mengaku dirinya utusan Allah.

    Dan (takkan terjadi kiamat) sebelum dicabutnya ilmu, banyak terjadi gempa bumi, waktu berlalu cepat, huru-hara merajalela dan banyak terjadi kerusuhan, yaitu pembunuhan. Dan (takkan terjadi kiamat) sebelum harta kalian melimpah-ruah, sehingga membuat pusing pemilik harta karena kesulitan mencari siapa yang akan menerima sedekahnya. Sampai-sampai dia menawarkannya, maka orang yang ditawari berkata, ‘Aku tidak membutuhkannya’.

    Dan (takkan terjadi kiamat) sebelum manusia berlomba membangun gedung-gedung tinggi. Dan (takkan terjadi kiamat) sebelum seseorang melewati kuburan orang lain, lalu dia berkata, ‘Andaikan aku menggantikan tempatnya’.

    Dan (takkan terjadi kiamat) sebelum matahari terbit dari barat. Apabila matahari telah terbit disaksikan manusia, mereka semua beriman, tetapi pada saat itu tidak bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya yang sebelumnya tidak beriman ataupun berbuat baik selagi telah beriman.

    Dan sesungguhnya kiamat benar-benar terjadi di kala dua orang lelaki sudah merentangkan kain di antara keduanya, namun belum sempat berjual-beli ataupun melipatnya. Dan sesungguhnya kiamat benar-benar terjadi di kala seorang lelaki pulang dengan membawa susu untanya, tetapi belum sempat mencicipinya.

    Dan sesungguhnya kiamat benar-benar terjadi di kala seseorang sedang melepa kolamnya, namun belum sempat mengisi air ke dalamnya. Dan sesungguhnya kiamat benar-benar terjadi di kala seseorang sudah mengangkat makanan ke mulutnya, tetapi belum sempat memakannya.”

    Terkait sabda Rasulullah SAW tersebut, Ibnu Katsir tidak menjelaskan maksudnya. Namun, ia memberikan judul pada hadits tersebut bahwa kiamat terjadi saat manusia mengabaikannya.

    Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam kitabnya Ad-Daa Wa Ad-Dawaa yang diterjemahkan Fauzi Bahreisy mengatakan, maksiat membuat seseorang lupa diri. Orang yang mengabaikan dirinya sendiri akan mendapat hukuman besar.

    Kata Ibnu Qayyim, orang yang memperhatikan hal ini akan mengetahui bahwa mayoritas dari mereka benar-benar lupa diri dan mereka mengabaikan bagian mereka yang telah Allah SWT sediakan untuknya. Kesadaran ini akan tampak saat datangnya kiamat, yakni saat manusia menyadari bahwa dirinya telah tertipu oleh nafsunya.

    Tidak ada yang tahu kapan waktu tersebut akan tiba. Namun, datangnya kiamat adalah suatu kepastian, sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Al Hajj ayat 7,

    وَّاَنَّ السَّاعَةَ اٰتِيَةٌ لَّا رَيْبَ فِيْهَاۙ وَاَنَّ اللّٰهَ يَبْعَثُ مَنْ فِى الْقُبُوْرِ ٧

    Artinya: “Sesungguhnya kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya dan sesungguhnya Allah akan membangkitkan siapa pun yang di dalam kubur.”

    Allah SWT juga berfirman dalam surah Al A’raf ayat 187,

    يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ السَّاعَةِ اَيَّانَ مُرْسٰىهَاۗ قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّيْۚ لَا يُجَلِّيْهَا لِوَقْتِهَآ اِلَّا هُوَۘ ثَقُلَتْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ لَا تَأْتِيْكُمْ اِلَّا بَغْتَةً ۗيَسْـَٔلُوْنَكَ كَاَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَاۗ قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللّٰهِ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ ١٨٧

    Artinya: “Mereka menanyakan kepadamu (Nabi Muhammad) tentang kiamat, “Kapan terjadi?” Katakanlah, “Sesungguhnya pengetahuan tentangnya hanya ada pada Tuhanku. Tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia. (Kiamat) itu sangat berat (huru-haranya bagi makhluk yang) di langit dan di bumi. Ia tidak akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba.” Mereka bertanya kepadamu seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya pengetahuan tentangnya hanya ada pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”

    Wallahu a’lam.

    (kri/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Doa untuk Anak agar Saleh, Sehat dan Dilindungi Allah SWT


    Jakarta

    Ada beberapa doa yang bisa dipanjatkan orang tua untuk anaknya. Doa ini bisa dibaca secara rutin agar mendapatkan anak soleh dan solehah yang senantiasa dilindungi di dunia dan juga di akhirat kelak.

    Dalam ajaran Islam, doa dari orang tua untuk anaknya termasuk dalam salah satu dari tiga golongan doa yang diijabah oleh Allah SWT.

    Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:


    “Tiga golongan yang doanya mustajab yang tidak diragukan lagi kedahsyatannya, yaitu: doa orang tua kepada anaknya, doa musafir (orang yang sedang bepergian), dan doa orang yang dizhalimi.” (HR. Bukhari Muslim)

    Mengutip buku Membangun Kembali Harga Diri Orang Tua yang Sirna oleh Indra Mulyana (Ka In), dijelaskan bahwa hadits ini bisa menjadi pengingat bahwa orang tua hendaknya selalu mendoakan serta berucap yang baik untuk anak-anaknya.

    Dalam hadits lain dari Anas bin Malik RA menuturkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

    “Tiga doa yang tidak tertolak, yaitu doa orang tua, doa orang yang berpuasa, dan doa seorang musafir.” (HR Baihaqi)

    Ustadz Ukasyah Habibu Ahmad dalam bukunya yang berjudul Ya Rabbi, Lancarkan Rezeki Kami, menegaskan perkataan orang tua merupakan doa yang sangat makbul atau mudah dikabulkan.

    Seakan Allah SWT menitipkan firman suci-Nya melalui lisan orang tua. Karena itu, ketika orang tua dikecewakan karena ulah sang anak, lalu ia mengatakan sesuatu yang buruk bagi anaknya, baik disengaja atau pun tidak, kata-kata itu bisa menjadi kutukan. Dan, kutukan orang tua, apalagi seorang ibu, sangat mujarab dan makbul. Atas izin Yang Maha Kuasa dapat menjadi kenyataan seperti yang diinginkan oleh orang tua yang memberi doa buruk.

    Doa Orang Tua untuk Anak

    Sebagai orang tua hendaknya senantiasa mendoakan keselamatan dan kebaikan untuk anak-anaknya.

    Berikut beberapa doa orang tua yang bisa dipanjatkan secara rutin untuk anak-anaknya.

    1. Doa agar anak senantiasa dilindungi

    Nabi Muhammad SAW kerap melafalkan doa untuk keselamatan cucunya, Hasan dan Husein.

    أُعِيْذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

    Arab Latin: U’īdzukuma bi kalimātillāhit tāmāti min kulli syaithānin wa hāmmatin wa min kulli ‘aynin lāmmah.

    Artinya: “Aku melindungi kalian berdua dengan kalimat Allah yang sempurna dari segala setan, hewan melata, dan segala penyakit ain yang ditimbulkan mata jahat.” (HR Abu Daud)

    2. Doa Nabi Ibrahim untuk anak Soleh

    Doa ini dipanjatkan Nabi Ibrahim AS sejak beliau masih lajang.

    رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

    Arab Latin: Rabbi hab lî minas shâlihîn

    Artinya: “Ya Tuhanku, anugerahilah kami keturunan yang termasuk orang-orang yang salih.”

    Ada juga doa dalam versi panjang, seperti di bawah ini”.

    اَللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوْلَادَنَا أَوْلَادًا صَالِحِيْنَ حَافِظِيْنَ لِلْقُرْآنِ وَالسُّنَّةِ فُقَهَاءَ فِى الدِّيْنِ مُبَارَكًا حَيَاتُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ

    Arab Latin: Allahummaj ‘al awladana awladan sholihiin haafizhiina lil qur’ani wa sunnati fuqoha fid diin mubarokan hayatuhum fid dun-ya wal akhirah.

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah anak-anak kami anak yang sholih sholihah, orang-orang yang hafal Al-Qur’an dan Sunnah, orang-orang yang paham dalam agama dibarokahi kehidupan mereka di dunia dan di akhirat”.

    3. Doa untuk anak yang baru lahir

    أُعِيْذُهُ بِالوَاحِدِ الصَّمَدِ مِنْ شَرِّ كُلِّ ذِى حَسَدٍ

    Arab Latin: A’uudzuhu (haa) bilwaahidish shamadi min syarri kulli dzii hasadin.

    Artinya: Ya Allah Yang Maha Esa, tempat semua orang meminta, aku mohon perlindunganMu untuk anakku dari segala kejahatan orang yang dengki

    4. Doa agar anak menjadi saleh dan solihah

    اَللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوْلَادَنَا أَوْلَادًا صَالِحِيْنَ حَافِظِيْنَ لِلْقُرْآنِ وَالسُّنَّةِ فُقَهَاءَ فِى الدِّيْنِ مُبَارَكًا حَيَاتُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ

    Arab Latin: Allahummaj ‘al awladana awladan sholihiin haafizhiina lil qur’ani wa sunnati fuqoha fid diin mubarokan hayatuhum fid dun-ya wal akhirah

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah anak-anak kami anak yang sholih sholihah, orang-orang yang hafal Al-Qur’an dan Sunnah, orang-orang yang faham dalam agama dibarokahi kehidupan mereka di dunia dan di akhirat”

    5. Doa agar anak dijauhkan dari bahaya

    اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي أَوْلَادِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَاحْفَظْهُمْ وَلَا تَضُرَّهُمْ وَارْزُقْنَا بِرَّهُمْ

    Arab Latin: Allâhumma bârik lanâ fî aulâdinâ wa dzurriyyâtinâ wahfadhhum wa lâ tadlurrahum warzuqnâ birrahum.

    Artinya: “Ya Allah berkahilah kami di dalam anak-anak dan keturunan kami, jagalah mereka (dari segala kejelekan), jangan Kau bahayakan mereka, dan berilah kami kebaikan mereka.”

    6. Doa agar anak berbakti pada orang tua

    اَللَّهُمَّ بَارِكْ لِي فِي أَوْلَادِي وَلَا تَضُرَّهُمْ وَوَفِّقْهُمْ لِطَاعَتِكَ وَارْزُقْنِي بِرَّهُمْ

    Arab Latin: Allahumma barikliy fii awladiy, wa la tadhurruhum, wa waf fiqhum li tho’atik, war zuqniy birrohum.

    Artinya: “Ya Allah berilah barokah untuk hamba pada anak-anak hamba, janganlah Engkau timpakan mara bahaya kepada mereka, berilah mereka taufik untuk taat kepada Mu dan karuniakanlah hamba rejeki berupa bakti mereka”.

    7. Doa untuk anak dijauhkan dari penyakit

    اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ مُذْهِبَ الْبَاسِ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِى لاَ شَافِىَ إِلاَّ أَنْتَ ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

    Arab Latin: Allahumma rabban naas mudzhibal ba’si isyfi antasy-syaafii laa syafiya illa anta syifaa an laa yughaadiru saqaman.

    Artinya: “Ya Allah Ya Tuhanku, Tuhan seluruh manusia. Hilangkanlah penyakit. Berikanlah kesembuhan sebab Engkau adalah penyembuh. Tak ada yang mampu menyembuhkan penyakit kecuali Engkau dengan kesembuhan tanpa menyisakan rasa sakit.”

    9. Doa untuk anak yang beranjak dewasa

    اَللَّهُمَّ امْلَأْ قُلُوْبَ أَوْلَادِنَا نُوْرًا وَحِكْمَةً وَأَهْلِهِمْ لِقَبُوْلِ نِعْمَةٍ وَاَصْلِحْهُمْ وَاَصْلِحْ بِهِمُ الْأُمَّةَ

    Allahumma-la’ quluuba aulaadinaa nuuron wa hikmatan wa ahlihim liqobuli ni’matin wa ashlih-hum wa ashlih bihimul ummah.

    Artinya: Ya Allah, isilah hati anak-anak kami dengan cahaya dan hikmah, dan jadikan mereka hamba-hamba-Mu yang layak untuk menerima nikmat-Mu, dan perbaikilah diri mereka dan perbaiki pula umat ini melalui mereka.

    10. Doa agar anak selamat dunia dan akhirat

    Doa ini termaktub dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 128.

    رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

    Arab Latin: Rabbanā waj’alnā muslimaini laka wa min żurriyyatinā ummatam muslimatal laka wa arinā manāsikanā wa tub ‘alainā, innaka antat-tawwābur-raḥīm.

    Artinya: “Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS Al-Baqarah: 128)

    Demikian beberapa doa yang bisa rutin diamalkan orang tua untuk anak-anaknya.

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Menjelang Ramadhan yang Bisa Diamalkan Sesuai Sunnah


    Jakarta

    Ramadhan adalah bulan yang ditunggu-tunggu umat Islam. Berbagai hal dilakukan kaum muslim untuk menyambut bulan tersebut, salah satunya membaca doa menjelang Ramadhan.

    Dari berbagai riwayat, Rasulullah SAW biasa membaca doa menjelang bulan Ramadhan. Berikut beberapa doa menjelang Ramadhan sebagaimana disebutkan dalam hadits.

    Doa Menjelang Ramadhan

    أللهمَّ سَلِّمْنِي لِرَمَضَانَ، وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِي، وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلًا


    Allahumma salimnii li ramadlaana wa sallim ramadlaana lii wa tasallamhu minnî mutaqabbalan

    Artinya: “Ya Allah, selamatkanlah aku untuk bulan Ramadhan dan selamatkanlah bulan Ramadhan untukku, serta selamatkanlah Ramadhan dariku demi amal ibadah yang diterima.” (HR Thabrani)

    Dikutip dari buku Misteri Bulan Ramadhan karya Yusuf Burhanudin, doa tersebut sebagai permohonan agar bulan Ramadhan menjadi suci dan jauh dari perilaku kotor. Doa tersebut juga mengandung lima permohonan.

    Pertama, memohon kepada Allah SWT agar senantiasa diberi kesehatan sehingga bisa menyambut bulan Ramadhan dengan stamina fisik prima.

    Kedua, memohon kepada Allah SWT agar dijauhkan dari segala penyakit jasmani dan rohani sehingga bisa menyambut Ramadhan dengan sempurna.

    Ketiga, memohon kepada Allah SWT agar bulan Ramadhan dijauhkan dari segala bencana.

    Keempat, memohon kepada Allah SWT agar bulan Ramadhan tetap terjaga kesucian dan keberkahannya.

    Kelima, memohon kepada Allah SWT agar seluruh jerih payah amal perbuatan selama bulan Ramadhan senantiasa diterima.

    Berikutnya, dikutip dari buku Apakah Amalan Kita Diterima Allah SWT karya Alexander Zulkarnaen, terdapat pula doa menjelang Ramadhan yang diriwayatkan dari At-Tirmdzi dan Ad-Darimi. Berikut bacaannya,

    اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالإِيمَانِ وَالسَّلامَةِ وَالإِسْلامِ رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ

    Allahumma ahillahu ‘alaina bil yumni wal imani was salamati wal islam. Rabbi wa rabbukallah

    Artinya, “Ya Allah, mohon hadirkan awal Ramadhan untuk kami dengan penuh ketenangan dan penuh keimanan, dan dengan penuh keselamatan dan dalam keislaman, dengan taufik agar kami melakukan yang disukai dan diridhai oleh Rabbku dan Rabbmu, yaitu Allah.”

    Doa Melihat Hilal

    Dikutip dari buku Risalah Shaum karya Wawam Shofwan Sholehuddin, hadits mengenai doa yang diucapkan oleh Rasulullah SAW ketika melihat hilal ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi yang meriwayatkannya dari Thalah RA. Namun, doa ini tidak dikhususkan ketika melihat hilal bulan Ramadhan, tapi bisa juga dibaca saat melihat bulan baru pada bulan selain Ramadhan.

    اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالأَمْنِ وَالإِيمَانِ، وَالسَّلامَةِ وَالإِسْلَامِ، رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ

    Allahumma ahillahu ‘alaina bil amni, wal imani, was salamati, wal islami. Rabbi wa rabbukallahu

    Artinya: “Rasulullah SAW apabila melihat hilal, beliau berdoa, ‘Ya Allah, hilalkanlah ia atas kami dengan nasib baik, iman, keselamatan, dan Islam. Tuhanku dan Tuhanmu Allah’.”

    Doa Dipertemukan dengan Ramadhan

    Umat Islam juga bisa membaca doa agar dipertemukan dengan bulan Ramadhan. Dikutip dari buku Dakwah Kreatif karya Udji Aisyah, doa ini bisa dibaca pada bulan Rajab atau dua bulan sebelum bulan Ramadhan hingga bulan Syaban atau satu bulan sebelum bulan Ramadhan. Berikut bacaan doanya.

    اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

    Allahumma baarik lanaa fii Rajab wa Sya’ban wa ballighnaa Ramadhan

    Artinya: “Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Syaban dan pertemukanlah kami di bulan Ramadhan.” (HR Ahmad)

    Doa tersebut termuat dalam hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik R, ia berkata bahwa Rasulullah SAW jika masuk bulan Rajab, dia berkata: “Allahumma baarik lanaa fii Rajab wa Sya’ban wa ballighnaa Ramadhan.” (Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Syaban dan pertemukanlah kami di bulan Ramadhan).” (HR Ahmad)

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Ziarah Kubur Orang Tua Singkat sebelum Ramadhan


    Jakarta

    Doa ziarah kubur adalah salah satu amalan dalam berziarah yang menjadi kebiasaan atau tradisi masyarakat muslim di Indonesia jelang Ramadhan. Salah satunya bisa mengunjungi makam orang tua yang sudah meninggal dunia.

    Dikutip dari buku Mari Ziarah Kubur oleh Abdurrahman Misno BP, amalan ziarah kubur ke makam orang tua sudah dilakukan sejak Rasulullah SAW kecil diajak oleh ibunya untuk berziarah ke makam sang ayah. Amalan serupa pun dilanjutkan Rasulullah SAW saat ibunya wafat sebagaimana didasarkan dari hadits berikut,

    زَارَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبْرَ أُمِّهِ فَبَكَى وَأَبْك َى مَنْ حَوْلَهُ فَقَالَ اسْتَأْذَنْتُ رَبِّي فِي أَنْ أَسْتَغْفِرَ لَهَا فَلَ مْ يُؤْذَنْ لِي وَاسْتَأْذَنْتُهُ فِي أَنْ أَزُورَ قَبْرَهَا فَأُذِنَ لِي فَز ُورُوا الْقُبُورَ فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الْمَوْتَ


    Artinya: “Nabi Muhammad SAW berziarah ke kuburan ibunya, lalu beliau menangis dan menangislah orang orang di sekitarnya. Beliau bersabda, ‘Aku minta izin kepada Tuhanku guna memohonkan ampun kepada ibuku, namun Dia tidak memberi izin padaku. Dan aku minta izin untuk berziarah ke kuburannya, maka Dia memberi izin kepadaku. Karena itu, berziarahlah kalian ke kuburan-kuburan karena ziarah itu mengingatkan kepada kematian’.” (HR Muslim, Ahmad, Ibnu Majah dan yang lainnya)

    Dalil itu pula yang melandasi kebolehan ziarah kubur yang sempat dilarang pengamalannya. Larangan ini, mengutip buku Risalah Shaum karya Wawam Shofwan, sempat berlaku lama pada masa awal Islam yang saat itu masih kental dengan kesyirikan.

    Sebaliknya, konsep ziarah kubur dalam Islam pada dasarnya dimaknai sebagai pengingat kematian bagi muslim. Khusus untuk anak yang ditinggalkan orang tuanya dapat memanfaatkan momen tersebut dengan mengirim doa ziarah kubur untuk orang tuanya.

    Adapun bacaan doa ziarah kubur dan tuntunannya yang dilansir dari Nurul Ihsan dalam buku 100 Doa Harian Untuk Anak adalah sebagai berikut.

    Doa dan Tuntunan Ziarah Kubur Orang Tua

    • Doa Ziarah Kubur Singkat Arab, Latin, dan Artinya

    Ada bacaan doa ziarah kubur singkat saat berziarah ke makam orang tua. Doa tersebut dapat diamalkan melalui salam saat mendatangi makam.

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ للاحِقُونَ أَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمْ الْعَافِيَةَ.

    Bacaan latin: Assalaamu ‘alaikum ahlad diyaari minal mukminiina wal muslimiina wa innaa insyaa Allaahu la-laahiquuna as-alullaaha lanaa wa lakumul ‘aafiyah

    Artinya: “Semoga keselamatan tercurah bagi penghuni (kubur) dari kalangan mukmin dan muslim dan kami insya Allah akan menyusul kalian semua. Aku memohon keselamatan kepada Allah untuk kami dan kalian.” (HR Muslim)

    Atau membaca salam berikut,

    السَّلامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنينَ وَأتاكُمْ ما تُوعَدُونَ غَداً مُؤَجَّلُونَ وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحقُونَ

    Bacaan latin: Assalamu’alaìkum dara qaumìn mu’mìnîn wa atakum ma tu’adun ghadan mu’ajjalun, wa ìnna ìnsya-Allahu bìkum lahìqun

    Artinya: “Assalamualaikum, hai tempat bersemayam kaum mukmin. Telah datang kepada kalian janji Allah yang sempat ditangguhkan besok, dan kami insyaallah akan menyusul kalian.” (HR Muslim)

    Selain itu, Rasulullah SAW juga mengajarkan salam berikut saat memberi salam pada makam di Madinah. Berikut doa ziarah kubur singkat dari riwayat Ibnu Abbas RA,

    Assalaamu ‘alaikum, ya ahlal quburi yaghfirullaahu lanna wa lakum antum salafunaa wa nahnu bil atsari.

    Artinya: “Semoga keselamatan tetap atas kamu, wahai penghuni kubur. Semoga Allah mengampuni kami dan kamu. Kamu orang-orang yang mendahului kami, dan kami akan menyusul (orang-orang terdahulu).” (HR At-Tirmidzi)

    • Tuntunan Ziarah Kubur Orang Tua

    1. Mengucapkan salam sebagaimana disebutkan sebelumnya

    2. Membaca surah-surah pendek dalam Al-Qur’an yakni, surah Al-Qadr (7 kali), surah Al-Fatihah (3 kali), surah Al-Falaq (3 kali), surah An-Nas (3 kali), surah Al-Ikhlas (3 kali), dan Ayat Kursi (3 kali).

    3. Membaca doa ziarah kubur versi lengkap sebagai berikut,

    اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّار, وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، ونَوِّرْ لَهُ فِيهِ

    Bacaan latin: Allahummaghfìrlahu warhamhu wa ‘aafìhìì wa’fu anhu, wa akrìm nuzulahu wawassì’ madholahu, waghsìlhu bìl maa’ì watssaljì walbaradì, wa naqqìhì, mìnaddzzunubì wal khotoya kamaa yunaqqas saubul abyadhu mìnad danasì. Wabdìlhu daaran khaìran mìn daarìhì wa zaujan khaìran mìn zaujìhì. Wa adkhìlhul jannata wa aìdzhu mìn adzabìl qabrì wa mìn adzabìnnaarì wafsah lahu fì qabrìhì wa nawwìr lahu fìhì.

    Artinya: “Ya Allah, berilah keampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, isteri yang lebih baik dari isterinya. Masukkanlah dia ke dalam syurga, berikanlah perlindungan kepadanya dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya.” (HR Muslim)

    4. Tidak jalan melangkahi atau duduk di atas kuburan

    5. Bersuci terlebih dahulu sebelum berziarah

    6. Tidak salat menghadap kuburan

    Sebagai anak yang berbakti, hendaknya muslim mengamalkan doa ziarah kubur orang tua saat berziarah tersebut. Mendoakan orang tua yang sudah meninggal termasuk dalam wujud bakti pada mereka.

    Melalui hadits yang dikutip dari buku 100 Hadits Pilihan (Materi Hadalan, Kultum, dan Ceramah Agama) oleh Muh. Yunan Putra menjelaskan, anak yang berbakti dan selalu mendoakan orang tua yang telah tiada dapat menjadi pahala jariyah yang selalu mengalir kepada mereka.

    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ. رَوَاهُ وَمُسْلِم)

    Artinya: Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, Rasulullah SAW bersabda: “Jika seseorang meninggal dunia, terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu) sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak yang shalih yang mendoakannya.” (HR Muslim)

    Demikianlah doa ziarah kubur untuk orang tua yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Semoga bermanfaat!

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa Kamilin Lengkap, Dibaca Seusai Salat Tarawih


    Jakarta

    Doa kamilin merupakan bacaan yang sering dipanjatkan pada bulan Ramadhan, tepatnya seusai salat tarawih. Doa ini berisi memohon permohonan kesempurnaan iman kepada Allah SWT.

    Mengutip buku Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadhan susunan Abu Maryam Kautsar Amru, jeda seusai salat tarawih dan hendak memasuki witir ini menjadi waktu pembacaan doa kamilin. Biasanya, ada seorang bilal yang memimpin pembacaan doa kamilin.

    Lantas, seperti apa bacaan doa kamilin?


    Bacaan Doa Kamilin Lengkap

    Berikut bacaan doa kamilin yang dikutip dari buku Misteri Kedua Belah Tangan karya Badruddin Hasyim Subky.

    اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ، وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ، وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ، وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ، وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ، وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ، وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ، وَفِي الْاٰخِرَةِ رَاغِبِيْنَ، وَبِالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ، وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ، وَعَلَى الْبَلَاءِ صَابِرِيْنَ، وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ، وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْن، وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ، وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ، وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ، وَبِحُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ، وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ، وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ، بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْنٍ مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيْقًا، ذٰلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا، اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا فِي هٰذِهِ لَيْلَةِ الشَّهْرِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِه وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

    Arab latin: Allâhummaj’alnâ bil îmâni kâmilîn. Wa lil farâidli muaddîn. Wa lish-shlâti hâfidhîn. Wa liz-zakâti fâ’ilîn. Wa lima ‘indaka thâlibîn. Wa li ‘afwika râjîn. Wa bil-hudâ mutamassikîn. Wa ‘anil laghwi mu’ridlîn. Wa fid-dunyâ zâhdîn. Wa fil ‘âkhirati râghibîn. Wa bil-qadlâ’I râdlîn. Wa lin na’mâ’I syâkirîn. Wa ‘alal balâ’i shâbirîn. Wa tahta liwâ’i muhammadin shallallâhu ‘alaihi wasallam yaumal qiyâmati sâ’irîna wa alal haudli wâridîn. Wa ilal jannati dâkhilîn. Wa minan nâri nâjîn. Wa ‘alâ sariirl karâmati qâ’idîn. Wa bi hûrun ‘in mutazawwijîn. Wa min sundusin wa istabraqîn wadîbâjin mutalabbisîn. Wa min tha’âmil jannati âkilîn. Wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syâribîn. Bi akwâbin wa abârîqa wa ka’sin min ma’în. Ma’al ladzîna an’amta ‘alaihim minan nabiyyîna wash shiddîqîna wasy syuhadâ’i wash shâlihîna wa hasuna ulâ’ika rafîqan. Dâlikal fadl-lu minallâhi wa kafâ billâhi ‘alîman. Allâhummaj’alnâ fî hâdzihil lailatisy syahrisy syarîfail mubârakah minas su’adâ’il maqbûlîn. Wa lâ taj’alnâ minal asyqiyâ’il mardûdîn. Wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajma’în. Birahmatika yâ arhamar râhimîn wal hamdulillâhi rabbil ‘âlamîn.

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qadla-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra ,yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan sahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah, tuhan semesta alam.”

    Apa Isi Kandungan Doa Kamilin?

    Diterangkan melalui buku Kumpulan Kultum Terlengkap & Terbaik Sepanjang Tahun karya A R Shohibul Ulum, berikut isi kandungan dari doa kamilin.

    1. Kesempurnaan Iman

    Cara meraih kesempurnaan iman dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi, Nabi Muhammad SAW bersabda:

    “Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya dan sebaik-baik kalian adalah yang berlaku baik kepada istrinya.” (HR At-Tirmidzi)

    Kandungan selanjutnya yang terdapat dalam doa kamilin ialah dapat menunaikan segala kewajiban. Hal ini dimaknai dengan bertakwa kepada Allah SWT dan menjauhi apapun yang dilarang oleh-Nya.

    3. Salat yang Terpelihara

    Selanjutnya adalah harapan agar salat yang dikerjakan terpelihara. Yang perlu dipahami adalah Allah SWT tidak hanya memerintahkan salat, melainkan juga meminta kaum muslimin untuk memelihara dan menegakkannya.

    Salat kaum muslimin harus lurus, tegak dan terpelihara. Dengan begitu, insyaAllah kita akan dijauhi dari perbuatan keji dan mungkar.

    4. Ikhlas Mencari Ridha Allah SWT

    Ikhlas mencari ridha Allah menjadi harapan penyempurna. Artinya, semua amal ibadah harus ditujukan semata-mata hanya karena mengharap ridha Allah SWT.

    Demikian bacaan doa kamilin dan bahasan terkaitnya. Semoga bermanfaat.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa Iftitah Berbagai Versi: Arab, Latin dan Arti


    Jakarta

    Bacaan iftitah dipanjatkan sebelum surah Al Fatihah ketika salat fardhu. Hukum membaca doa iftitah sendiri ialah sunnah.

    Bacaan iftitah terdiri dari berbagai versi, mulai dari yang panjang hingga pendek. Semuanya pernah dibaca oleh Rasulullah SAW.

    Menurut buku QnA Persoalan Islam oleh Kusnadi S.Ag M.Ag M.AHum, menjelaskan doa iftitah memiliki banyak shighat (bentuk) berdasarkan riwayat-riwayat hadits.


    Para ulama memiliki pandangan berbeda terkait hukum doa iftitah. Disebutkan dalam buku Dialog Lintas Mazhab: Fiqh Ibadah dan Muamalah karya Asmaji Muchtar, ulama empat mazhab memiliki pandangan berbeda mengenai doa iftitah. Ada yang mengatakan sunnah ada juga yang mengatakan makruh.

    Bacaan Iftitah Berbagai Versi

    Mengacu pada sumber yang sama, berikut bacaan iftitah berbagai versi yang bisa diamalkan.

    1. Bacaan Iftitah Versi Pertama

    اللهُ أَكْبَر كَبِيرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللهُ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً.أنى وَجَّهْتُ وَجُمِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مسلما وَمَا أَنَا مِنْ الْمُشْرِكِينَ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شريك له وبذلك أُمِرْتُ وأنا من المُسْلِمِينَ

    Arab latin: Allahu akbar kabiro walhamdulillahi katsiro wa subhanallahi bukrotaw-wa ashila. Inni Wajjahtu wajhiya lilladzi fatarassamawati wal ardha hanifam-muslima wama anaminal musyrikin. inna shalati wanusuki wamahyaya wamamati lillahirabbil ‘alamin. La syarikalahu wabidzalika umirtu wa anaminal muslimin.

    Artinya: “Aku menghadapkan wajahku kepada Sang Pencipta langit dan bumi, dengan penuh ketulusan dan penyerahan. Aku juga tidak tergolong dalam kelompok orang musyrik. Semua salatku, ibadahku, kehidupanku, dan kematianku hanya untuk Allah, Tuhan seluruh alam semesta, tidak ada sekutu bagi-Nya. Oleh karenanya, aku dengan tulus menerima perintah-Nya dan aku adalah seorang muslim.”

    2. Bacaan Iftitah Versi Kedua

    Nabi Muhammad SAW juga membaca doa iftitah lainnya seperti hadis riwayat Bukhari, dan Muslim,

    اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

    Arab latin: Allahumma baa ‘id baynii wa bayna khotoyaaya kamaa baa ‘adta baynal masyriqi walmaghrib. Allahumma naqqinii min khotoyaaya kamaa yunaqqots-tsaubul abyadhu minad danas. Allahummagh-silni min khotoyaya bil ma-i wats-tsalji wal barod.

    Artinya: “Ya Allah, jauhkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, sucikanlah aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan air, salju, dan embun.”

    3. Bacaan Iftitah Versi Ketiga

    سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ

    Arab latin: Subhaa nakallahumma wabihamdika watabarakasmuka wata’alaa jadduka walaa ilaha ghoiruk.

    Artinya: “Engkau Maha Suci, ya Allah, aku memuji-Mu, dan Maha Berkah Nama-Mu. Kekayaan dan kebesaran-Mu begitu tinggi; tidak ada yang layak untuk diibadahi dengan benar kecuali Engkau.”

    4. Bacaan Iftitah Versi Keempat

    Doa ini berdasarkan hadis riwayat Abu Daud, berikut bacaannya:

    اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ مِنْ نَفْخِهِ وَنَفْثِهِ وَهَمْزِهِ

    Arab latin: Allahu akbar kabira, allahu akbar kabira, allahu akbar kabira, walhamdulillahi katsira, walhamdulillahi katsira, walhamdulillahi katsira, wa subhanallahi bukrotaw-wa ashila, wa subhanallahi bukrotaw-wa ashila, wa subhanallahi bukrotaw-wa ashilla, a’udzu billahi minasy-syaithani min nafkhihi, wanaftshihi, wahamzih.

    Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Puji syukur hanya bagi Allah dengan pujian yang melimpah, puji syukur hanya bagi Allah dengan pujian yang melimpah, puji syukur hanya bagi Allah dengan pujian yang melimpah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang, Maha Suci Allah pada pagi dan petang, Maha Suci Allah pada pagi dan petang. Aku berlindung kepada Allah dari tiupan, bisikan, dan godaan setan.”

    5. Bacaan Iftitah Versi Kelima

    اللَّهُمَّ رَبَّ جِبْرَائِيلَ وَمِيكَائِيلَ وَإِسْرَافِيلَ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ اِهْدِنِى لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ إِنَّكَ تَهْدِى مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

    Arab latin: Allahumma robba jibra-iila wa mii-ka-iila wa israa fiila, faathiras-samawati wal ardhi ‘alimal ghaibi wasy-syahadati anta tahkumu bayna ‘ibaadika fiimaa kaanuu fiihi yakhtalifuun, ihdini limakhtulifa fiihi minal haqqi bi-idznika innaka tahdi man tasyaa-u ilaa shiratim-mustaqim.

    Artinya: “Ya Allah, Rabbnya Jibril, Mikail dan Israfil. Ya Pencipta langit dan bumi, Tuhan yang mengetahui yang ghaib dan nyata. Engkau yang menetapkan hukum untuk mengadili perselisihan mereka. Tunjukkanlah aku kebenaran dalam perbantahan ini dengan seizin-Mu. Sesungguhnya Engkau memberi petunjuk kepada jalan yang lurus bagi siapa yang Engkau kehendaki.”

    Itulah berbagai versi bacaan doa iftitah yang bisa dipanjatkan. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Sahur dan Buka Puasa Senin Kamis Sesuai Sunnah


    Jakarta

    Waktu sahur dan buka puasa termasuk waktu mustajab sebagaimana disebutkan dalam sejumlah hadits. Umat Islam bisa mengisi keutamaan waktu tersebut dengan membaca doa sahur dan buka puasa.

    Keutamaan waktu sahur disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA. Ia mengatakan Rasulullah SAW bersabda,

    يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ


    Artinya: “Rabb kita tabaroka wa ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Dia berfirman: “Siapa saja yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka akan Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Dikutip dari buku Puasa Ibadah Kaya Makna karya Budi Handrianto hukum sahur adalah sunnah. Namun, sahur dianjurkan oleh Nabi SAW karena memiliki banyak keberkahan. Diriwayatkan dalam suatu hadits yang berbunyi,

    “Bersahurlah kalian karena di dalam sahur terdapat keberkahan.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Sunnah lain dalam berpuasa adalah menyegerakan berbuka. Hal ini terdapat dalam hadits yang diriwayatkan dari Sahl bin Said, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَلُوا الْفِطْرَ

    Artinya: “Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan waktu berbuka.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Sementara dalam hadits lain dikatakan, “Para sahabat Nabi Muhammad SAW itu adalah orang-orang yang paling cepat berbuka dan paling lambat makan sahur.” (HR Baihaqi)

    Makna dari hadits di atas adalah untuk mengerjakan makan sahur dekat dengan waktu subuh agar memperlama rasa lapar muncul saat puasa dan agar tidak kembali tidur. Sementara itu, dianjurkan menyegerakan buka puasa sebab Allah SWT tidak menyukai menunda orang yang membatalkan puasa sampai tersiksa. Pada buka puasa juga terdapat banyak keberkahan di dalamnya.

    Waktu buka puasa juga memiliki keutamaan. Dalam Ihya 345 Sunnah Nabawiyah, Wasa’il wa Thuruq wa Amaliyah karya Raghib As-Sirjani yang diterjemahkan Andi Muhammad Syahrir terdapat hadits yang menjelaskan keutamaan ini. Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru bin Al Ashr RA, ia mengatakan mendengar Rasulullah SAW bersabda,

    إِنَّ لِلصَّابِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ لَدَعْوَةً مَا تُرَدُّ

    Artinya: “Sesungguhnya bagi orang yang berbuka puasa ketika ia berbuka: doa yang tidak akan ditolak.” (HR Ibnu Majah dalam kitab Ash-Shiyam. Al-Bushiri mengatakan sanadnya shahih dan Ibnu Asakir menyatakan hadits ini hasan)

    Umat Islam bisa membaca doa ketika sahur dan buka puasa, baik dalam puasa wajib maupun puasa sunnah seperti puasa Senin dan Kamis. Berikut bacaan doanya.

    Bacaan Doa Sahur Puasa Senin Kamis

    سَمِعَ سَامِعٌ بِحَمْدِ اللهِ وَحُسْنِ بَلَائِهِ عَلَيْنَا، رَبَّنَا صَاحِبْنَا وَأَفْضِلْ عَلَيْنَا، عَائِذًا بِاللهِ مِنَ النَّارِ

    Samma’a sami’un bihamdillah wa husni balaihi ‘alaina rabbana shohibna wa afdhil ‘alaina ‘aizan billahi minan nari.

    Artinya: “Semoga ada yang mendengar yang menyampaikan pujian kepada Allah, dan cobaan-Nya yang baik kepada kami. Wahai Tuhan kami, lindungilah kami dan berilah kami karunia dengan berlindung kepada Allah dari api neraka.” (HR Muslim, Abu Dawud, an-Nasa’i dalam Al-Yaum wa Al-Lailah, dan Hakim dalam Al-Musadrak)

    Bacaan doa sahur tersebut terdapat dalam kitab Al Adzkar karya Imam an-Nawawi yang diterjemahkan Abu Firly Bassam Taqiy. Dikatakan, ketika dalam perjalanan dan tiba waktu sahur, Rasulullah SAW mengucapkan doa tersebut.

    Bisa juga membaca doa sahur dengan bacaan istighfar. Berikut bacaannya:

    أَسْتَغْفِرُ اللهَ الَّذِي لاَ إِلهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَ أَتُوبُ إِلَيْه

    Astaghfirullahal’adzim, alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaih.

    Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah, Dzat yang tidak ada sesembahan kecuali Dia. Yang Mahahidup lagi Maha Berdiri Sendiri. Dan aku bertaubat kepada-Nya.”

    Adapun, umat Islam bisa membaca niat sahur puasa dengan bacaan berikut.

    Niat Sahur Puasa Senin:

    نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

    Nawaitu shauma yaumil itsnaini lillâhi ta’aalaa

    Artinya: “Aku berniat puasa sunnah hari Senin karena Allah Ta’aalaa.”

    Niat Sahur Puasa Kamis:

    نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الخَمِيْسِ لِلّٰهِ تَعَالَى

    Nawaitu shauma yaumil khamîsi lillâhi ta’âlâ

    Artinya: “Aku berniat puasa sunah hari Kamis karena Allah Ta’aalaa.”

    Niat Sahur Qadha Ramadhan:

    Adapun, bagi umat Islam yang ingin melakukan puasa qadha Ramadhan bersamaan dengan puasa Senin Kamis bisa membaca doa berikut:

    نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

    Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta’âlâ.

    Artinya: “Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah Ta’aalaa.”

    Bacaan Doa Buka Puasa

    Ketika memasuki waktu berbuka, umat Islam bisa mengawalinya dengan membaca doa buka puasa. Berikut bacaannya.

    Doa buka puasa versi pertama

    Di dalam buku Doa-doa Mustajab karya KH. Sulaeman Bin Muhammad Bahri, berikut doa buka puasa berdasarkan hadits riwayat Abu Daud.

    ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

    Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah.

    Artinya: “Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insya Allah.”

    Doa berbuka puasa versi kedua

    Termaktub dalam kitab Sunan Abu Dawud yang turut dinukil Imam an-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar.

    اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

    Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa’ala rizqika afthartu. Birrahmatika yaa arhamar roohimin

    Artinya:” Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang.”

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com