Category: Doa Hadits

  • Urutan Doa Ziarah Kubur: Arab, Latin dan Artinya



    Jakarta

    Sebelum melakukan ziarah kubur, pahami lebih dulu doa dan amalan apa yang bisa dikerjakan ketika di makam.

    Ziarah kubur merupakan salah satu amalan sunnah yang bisa dikerjakan kapan pun. Menjelang datangnya Ramadan, umat Islam di Indonesia punya tradisi melakukan ziarah kubur.

    Rasulullah SAW menganjurkan untuk melakukan ziarah kubur. Sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Buraidah bin Al-Hashib, di mana Rasulullah SAW bersabda:


    إِنِّي كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ القُبُورِ، فَزُورُوْهَا

    Artinya: “Sungguh dahulu aku melarang kamu ziarah kubur, maka ziarahilah ia.” (HR Muslim, Ahmad, Nasa’i & lainnya.)

    Dalam riwayat Imam Ahmad ada penambahan bahwa Rasulullah SAW menuturkan:

    فَإِنَّهَا تُذَكِّرُكُمُ الْآخِرَةَ

    Artinya: “Sungguh ia mengingatkan kamu akan akhirat.” (HR Ahmad)

    Mengutip buku Mari Ziarah Kubur oleh Abdurrahman Misno, dijelaskan tentang banyaknya hikmah yang bisa didapatkan dengan melakukan ziarah kubur. Salah satunya yakni mengingatkan pada kematian.

    Dengan mengingat kematian, seseorang dapat lebih berhati-hati dalam mengerjakan segala sesuatu. Orang-orang beriman yang kerap mengingat kematian akan takut jika hendak melakukan hal yang dimurkai Allah SWT.

    Doa Ziarah Kubur

    Berikut susunan doa yang dapat dibacakan ketika melakukan ziarah kubur.

    1. Mengucapkan Salam kepada Ahli Kubur

    السَّلامُ على أهْلِ الدّيارِ مِنَ المُؤْمنينَ وَالمُسْلمينَ وَيَرْحَمُ اللَّهُ المُسْتَقْدِمِينَ مِنْكُمْ وَمِنَّا وَالمُسْتأخِرِين وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّه بِكُمْ لاحِقُونَ

    Arab latin: Assalâmu ‘alâ ahlid diyâr minal mu’minîna wal muslimîn wa yarhamullâhul-mustaqdimîn minkum wa minnâ wal musta’khirîn, wa innâ insyâ-Allâhu bikum lâhiqûn

    Artinya: Assalamu’alaikum, hai para mukmin dan muslim yang bersemayam dalam kubur. Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada mereka yang telah mendahului dan yang akan menyusul kalian dan (yang telah mendahului dan akan menyusul) kami. Sesungguhnya kami insya allah akan menyusul kalian.

    2. Membaca Surat Al Fatihah

    Ayat 1

    بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

    Latin: bismillâhir-raḫmânir-raḫîm

    Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

    Ayat 2

    اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ

    Latin: al-ḫamdu lillâhi rabbil-‘âlamîn

    Artinya: Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam

    Ayat 3

    الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ

    Latin: ar-raḫmânir-raḫîm

    Artinya: Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,

    Ayat 4

    مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ

    Latin: mâliki yaumid-dîn

    Artinya: Pemilik hari Pembalasan.

    Ayat 5

    اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ

    Latin: iyyâka na’budu wa iyyâka nasta’în

    Artinya: Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.

    Ayat 6

    اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ

    Latin: ihdinash-shirâthal-mustaqîm

    Artinya: Bimbinglah kami ke jalan yang lurus,

    Ayat 7

    صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَࣖ

    Latin: shirâthalladzîna an’amta ‘alaihim ghairil-maghdlûbi ‘alaihim wa ladl-dlâllîn

    Artinya: (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat.

    3. Membaca Al Baqarah ayat 1-5

    Ayat 1

    الٓمٓ
    Arab-latin: alif lām mīm
    Artinya: “Alif laam miim.”

    Ayat 2

    ذَٰلِكَ ٱلْكِتَٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ
    Arab-latin: żālikal-kitābu lā raiba fīh, hudal lil-muttaqīn
    Artinya: “Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,”

    Ayat 3

    ٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِٱلْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ يُنفِقُونَ
    Arab-latin: allażīna yu`minụna bil-gaibi wa yuqīmụnaṣ-ṣalāta wa mimmā razaqnāhum yunfiqụn
    Artinya: “(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.”

    Ayat 4

    وَٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِٱلْءَاخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ
    Arab-latin: wallażīna yu`minụna bimā unzila ilaika wa mā unzila ming qablik, wa bil-ākhirati hum yụqinụn
    Artinya: “dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.”

    Ayat 5

    أُو۟لَٰٓئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ
    Arab-latin: ulā`ika ‘alā hudam mir rabbihim wa ulā`ika humul-mufliḥụn
    Artinya: “Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.”

    4. Membaca Ayat Kursi

    اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

    Arab-latin: allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa’u ‘indahū illā bi`iżnih, ya’lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min ‘ilmihī illā bimā syā`, wasi’a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm

    Artinya: “Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Mahatinggi lagi Maha Agung.” (QS. Al-Baqarah: 255)

    5. Membaca Al Baqarah ayat 284-286

    لِّلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ وَإِن تُبْدُوا۟ مَا فِىٓ أَنفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُم بِهِ ٱللَّهُ ۖ فَيَغْفِرُ لِمَن يَشَآءُ وَيُعَذِّبُ مَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
    Arab-Latin: lillāhi mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, wa in tubdụ mā fī anfusikum au tukhfụhu yuḥāsibkum bihillāh, fa yaghfiru limay yasyā`u wa yu’ażżibu may yasyā`, wallāhu ‘alā kulli syai`ing qadīr

    Artinya: Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

    ءَامَنَ ٱلرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِۦ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِۦ ۚ وَقَالُوا۟ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ ٱلْمَصِيرُ
    Arab-Latin: āmanar-rasụlu bimā unzila ilaihi mir rabbihī wal-mu`minụn, kullun āmana billāhi wa malā`ikatihī wa kutubihī wa rusulih, lā nufarriqu baina aḥadim mir rusulih, wa qālụ sami’nā wa aṭa’nā gufrānaka rabbanā wa ilaikal-maṣīr

    Artinya: Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat”. (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali”.

    لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا ٱكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ إِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ ۖ وَٱعْفُ عَنَّا وَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَآ ۚ أَنتَ مَوْلَىٰنَا فَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ
    Arab-Latin: lā yukallifullāhu nafsan illā wus’ahā, lahā mā kasabat wa ‘alaihā maktasabat, rabbanā lā tu`ākhiżnā in nasīnā au akhṭa`nā, rabbanā wa lā taḥmil ‘alainā iṣrang kamā ḥamaltahụ ‘alallażīna ming qablinā, rabbanā wa lā tuḥammilnā mā lā ṭāqata lanā bih, wa’fu ‘annā, wagfir lanā, war-ḥamnā, anta maulānā fanṣurnā ‘alal-qaumil-kāfirīn

    Artinya: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.

    6. Membaca Surat Al Ikhlas 3x

    1. قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ

    Arab-Latin: qul huwallāhu aḥad

    Artinya: “Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.”

    2. اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ

    Arab-Latin: allāhuṣ-ṣamad

    Artinya: “Allah tempat meminta segala sesuatu.”

    3. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ

    Arab-Latin: lam yalid wa lam yụlad

    Artinya: “(Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.”

    4. وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ

    Arab-Latin: wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad

    Artinya: “Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.”

    7. Membaca Surat Al Falaq 3x

    قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ

    1. Qul a’udzu birabbil-falaq
    Artinya: Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar).

    مِن شَرِّ مَا خَلَقَ
    2. Min syarri ma khalaq
    Artinya: dan kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,

    وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ
    3. Wa min syarri ghasiqin iza waqab
    Artinya: dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,

    وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ
    4. Wa min syarrin-naffasati fil-‘uqad
    Artinya: dan dari kejahatan(perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya),

    وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ
    5. Wa min syarri hasidin idza hasad
    Artinya: dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.

    8. Membaca Surat An Nas 3x

    بسم الله الرحمن الرحيم

    Bacaan latin: Bismillaahir Rahmaanir Rahiim

    Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

    Ayat 1
    قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ – ١

    Bacaan latin: Qul a’ụżu birabbin-nās

    Artinya: Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia,”

    Ayat 2
    مَلِكِ النَّاسِۙ – ٢

    Bacaan latin: Malikin-nās

    Artinya: Raja manusia,

    Ayat 3
    اِلٰهِ النَّاسِۙ – ٣

    Bacaan latin: Ilāhin-nās

    Artinya: Sembahan manusia,

    Ayat 4
    مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ – ٤

    Bacaan latin: Min sharril-waswāsil-khannās

    Artinya: dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi,

    Ayat 5
    الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ – ٥

    Bacaan latin: Allażī yuwas wisu fī ṣudụrin-nās

    Artinya: yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,

    Ayat 6
    مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ – ٦

    Bacaan latin: Minal-jinnati wan-nās

    Artinya: dari (golongan) jin dan manusia.

    9. Perbanyak dzikir seperti membaca istighfar dan tahlil

    Bacaaan istighfar:

    أَسْتَغْفِرُ الله

    Astaghfirullah

    Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah.”

    Bacaan tahlil:

    لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ

    Artinya, “Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Allah maha besar.”

    10. Membaca Doa untuk Jenazah

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَاعْفُ عَنْهُ وَعَافِهِ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِمَاءٍ وَثَلْجٍ وَبَرَدٍ وَنَقِّهِ مِنْ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِههِ وَقِهِ فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابَ النَّارِ

    Arab latin: Allahummaghfirlahu war hamhu wa’fu ‘anhu wa ‘aafìhii, wa akrim nuzuulahu wawassi’ mudkholahu, waghsilhu bimaa’i wats-tsalji wal baradi, wa naqqihi minal khathaaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu minad danasi. Wa abdilhu daaran khairan min daarihi wa ahlan khairan min ahlihi wa zaujan khairan min zaujihi. Wa qihi fitnatal qabri wa ‘adzaban naar.

    Artinya: “Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya (di dunia), istri yang lebih baik dari isterinya. Dan jagalah ia dari fitnah kubur dan azab neraka.” (HR Muslim).

    (dvs/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa untuk Orang Tua yang Masih Hidup, Catat Juga Cara Berbakti yang Baik



    Jakarta

    Dalam Islam, ada perintah untuk berbakti pada orang tua. Salah satu cara berbakti pada orang tua adalah dengan mendoakannya setiap waktu.

    Ada beberapa dalil dalam Al-Qur’an dan hadits Rasulullah SAW yang menegaskan perintah bagi seorang anak untuk berbakti pada orang tuanya.

    Dalam Al-Qur’an surat Al Isra ayat 23, Allah SWT berfirman,


    وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمً

    Artinya: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”

    Doa untuk Orang Tua yang Masih Hidup

    1. Doa Versi Pertama

    Mengutip buku Doa Yuk; Kumpulan Doa Sehari-Hari untuk Pembentukan Karakter Anak yang ditulis oleh Mochamad Soleh, berikut bacaan doa untuk orang tua yang masih hidup.

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

    Arab-latin: Allahummaghfirlii waliwaalidayya war ham humaa kama rabbayaanii shagiiraa

    Artinya: “Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku (ibu dan bapakku), sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku di waktu kecil.”

    2. Doa Versi Kedua

    Dalam buku Doa-Doa Mustajab Orang Tua untuk Anaknya: Kekuatan Doa Orang Tua Bisa Mengubah Takdir, Bahkan Menghidupkan Anak yang Sudah Mati karya Aulia Fadli, berikut bacaan doa untuk orang tua yang masih hidup.

    Doa ini termaktub dalam Al-Qur’an surah Ibrahim ayat 41:

    رَبَّنَا اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابُ

    Arab-latin: Rabbanagfir lī wa liwālidayya wa lil-mu’minīna yauma yaqūmul-ḥisāb(u).

    Artinya: “Ya Tuhan kami, ampunilah aku, kedua orang tuaku, dan orang-orang mukmin pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat).”

    Cara Berbakti kepada Orang Tua

    Merangkum buku Mukjizat Doa Ibu oleh Ustaz Sasetyo, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan anak untuk berbakti pada orang tuanya yang masih hidup.

    1. Memandang orang tua penuh kasih sayang

    Ketika sedang bersama orang tua, usahakan untuk selalu memandang dengan lembut dan penuh kasih sayang.

    Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada seorang anak yang berbakti kepada orang tuanya kemudian memandang wajah kedua orangtuanya dengan perasaan mengasihi, kecuali Allah menulis untuknya pahala ibadah haji mabrur setiap kali ia memandang. Ibnu Abbas berkata, ‘Kalau anak it umemandang seratus kali, bagaimana wahai Rasulullah? Nabi SAW menjawab Ya, lebih besar pahalanya karena Allah Mahabesar lagi Mahabaik.” (HR Baihaqi)

    Menurut riwayat Abu Dawud, Rasulullah menerangkan bahwa ada tiga pandangan yang termasuk ibadah, yaitu memandang wajah kedua orang tua dengan penuh kasih sayang, memandang mushaf Al-Qur’an, dan memandang Ka’bah.

    2. Mendengarkan nasihatnya

    Setiap orang tua pasti sering memberikan nasihat kepada anaknya. Sebagai anak yang berbakti, sudah menjadi kewajiban untuk mendengarkan nasihat orang tua dengan baik.

    Bagaimanapun besarnya ilmu dan pengalaman seorang anak, ia tentu tidak akan mampu menyamai ketinggian insting dan pengalaman orang tua. Apalagi orang tua kerap memberikan nasihat berdasarkan pengalamannya.

    3. Berbicara dengan sopan

    Tempatkan posisi orang tua sebagai sosok yang dihormati. Ketika berbicara atau berkomunikasi, gunakan bahasa yang halus dan sopan. Berbicara kepada orang tua dengan lembut agar tidak menyinggung perasaan mereka.

    4. Membantu dan meringankan pekerjaannya

    Bentuk bakti kepada orang tua juga bisa ditunjukkan dengan membantu dan meringankan pekerjaannya.

    Dalam sebuah hadits, seorang lelaki datang menghadap Nabi Muhammad dan berkata, “Ya Rasulullah, sungguh aku ingin berjihad, tetapi aku tidak mampu.” “Apakah salah seorang dari kedua orang tuamu masih hidup?” tanya Rasulullah. “Tinggal ibuku yang masih hidup,” jawab lelaki itu. “Berbuat baiklah kepadanya karena Allah,” perintah Rasulullah SAW. “Apabila itu dapat dilakukan, engkau bagaikan orang yang berhaji, berumroh, dan berjihad di jalan Allah.” (HR Abu Yaladan Thabrani)

    5. Menjaga nama baiknya

    Kewajiban lainnya sebagai seorang anak adalah berbakti dan menjaga nama baik orang tua. Salah satu bentuk bakti anak kepada orang tuanya adalah dengan menjaga nama baiknya. Hindari mengungkap hal buruk tentang orang tua.

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengamalkan Zikir Ya Fattah Ya Razzaq, Bisa Melancarkan Rizki


    Jakarta

    Zikir adalah sarana seorang muslim untuk mengingat Allah SWT. Doa yang diawali zikir dengan menyebut asmaul husna, Insya Allah akan dikabukan Allah SWT.

    Hal ini telah dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-A’raf ayat 180

    وَلِلَّهِ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ فَٱدْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا۟ ٱلَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِىٓ أَسْمَٰٓئِهِۦ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ


    Artinya: “Hanya milik Allah asmaul husna (nama-nama yang baik). Maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.”

    Salah satu nama Allah yang disebut dalam zikir adalah Ya Fattah dan Ya Razzaq. Apakah keistimewaan dari salah dua dari asmaul husna ini?

    Keistimewaan Zikir Ya Fattah Ya Razzaq

    Dikutip pada buku Keutamaan Dzikir dan Doa Asmaul Husna karya Hamid Sakti Wibowo dan Mustaqim, Al- Fattah artinya membuka. Allah SWT adalah pembuka segala rahmat, hidayah, dan rezeki kepada manusia hingga tak terbatas.

    Sementara itu, Ya Razzaq berarti Maha Pemberi Rezeki. Rezeki Allah SWT sangatlah luas dan hanya dengan kemurahanNya, seorang muslim bisa mendapatkannya. Rezeki dari Allah SWT bisa sampai ke manusia dengan berbagai cara, tanpa tertukar.

    Zikir Ya Fattah Ya Razzaq memiliki kekuatan besar untuk membuka pintu rezeki. Ketika seorang hamba mengandalkan Allah di setiap usahanya, maka dengan sangat mudah rezeki tersebut mengalir bahkan melebihi yang diminta.

    Selain bermanfaat untuk membuka pintu rezeki, zikir Ya Fattah Ya Razzaq juga bermanfaat untuk meminta ampunan atas dosa yang telah diperbuat. Jaminan surga juga dijanjikan Allah SWT bagi siapapun yang membacanya dengan penuh keikhlasan.

    Cara Mengamalkan Zikir Ya Fattah Ya Razzaq

    Dalam buku Rahasia Keajaiban Asmaul Husna karya Syafi’ie el-Bantanie, zikir Ya Fattah Ya Razzaq disarankan untuk diamalkan rutin dan sehari-hari. Berikut waktu yang tepat untuk melantukan zikir Ya Fattah Ya Razzaq

    1. Ketika membuka dompet

    Dalam buku Amalan Para Wali Allah karya Shabri Shaleh Anwar, zikir Ya Fattah Ya Razzaq adalah amalan para habaib saat membuka dompet. Zikir juga dapat dibaca saat membuat kartu ATM dan menyelesaikan berbagai urusan terkait uang dengan baik.

    Bacaan zikir Ya Fattah Ya RazzaqBacaan zikir Ya Fattah Ya Razzaq. Foto: Buku Amalan Para Wali Allah karya Shabri Shaleh Anwar.

    2. Dibaca setiap saat

    Zikir Ya Fattah Ya Razzaq bisa dibaca setiap saat, terutama saat terhimpit masalah. Dikutip dari buku Selalu Ada Jalan dari Ninih Muthmainah, zikir dapat didawamkan ketika ada kesempatan karena Allah adalah Yang Maha Pembuka dan Pemberi Rezeki.

    Sebagaimana umat muslim yang tunduk dan berserah diri kepada Allah, zikir Ya Fattah Ya Razzaq adalah salah satu dari ribuan cara untuk menghadapi dunia dengan tenang. Sebab usaha keras yang didorong kuat dengan rasa percaya kepada Allah merupakan pembuka jalan terbaik bagi rezeki yang barokah.

    (row/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Allahumma Sallimni Ila Ramadhan dan Kumpulan Doa Jelang Ramadhan


    Jakarta

    Sebentar lagi, umat Islam akan menyambut bulan Ramadhan. Salah satu amalan yang bisa dilakukan jelang Ramadhan adalah membaca doa, salah satunya doa berlafaz allahumma sallimni ila ramadhan.

    Mengutip dari buku Al-Baqiyatus Shalihat oleh Sheikh Rabi’ Abdurrauf Az-Zawawi yang diterjemahkan oleh H. Masturi Irham, bulan Ramadhan juga disebut dalam hadits sebagai bulan penuh berkah. Sebagaimana hadits dari Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah SAW bersabda,

    “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan penuh keberkahan. Allah SWT telah mewajibkan kepada kalian berpuasa di dalamnya, di bulan itu pintu-pintu langit akan dibuka dan pintu-pintu neraka akan ditutup, di bulan itu setan-setan akan diikat, di bulan itu ada malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barangsiapa terhalang mendapatkan kebaikannya maka sungguh ia telah terhalang.” (HR An Nasa’i)


    Keutamaan bulan Ramadhan selanjutnya disebutkan dalam hadits yang berasal dari Abu Hurairah RA,

    إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ ، وَفُتِحَتْ أَبُوَابُ الجَّنَةِ ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ

    Artinya: “Ketika datang (bulan) Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Ketetapan awal Ramadhan 2024 untuk pemerintah masih menunggu sidang isbat dari Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia, sedangkan PP Muhammadiyah telah memutuskan 1 Ramadhan 1445 H jatuh pada Senin, 11 Maret 2024.

    Arti Doa Allahumma Sallimni Ila Ramadhan

    Allahumma sallimni ila ramadhan adalah salah satu potongan doa menyambut bulan suci Ramadhan. Dikutip dari Misteri Bulan Ramadhan karya Yusuf Burhanudin, berikut bacaan doa selengkapnya.

    أللهمَّ سَلِّمْنِي لِرَمَضَانَ، وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِي، وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلًا

    Allahumma salimnî li ramadlâna wa sallim ramadlâna lî wa tasallamhu minnî mutaqabbalan

    Artinya: “Ya Allah, selamatkanlah aku untuk bulan Ramadhan dan selamatkanlah bulan Ramadhan untukku, serta selamatkanlah Ramadhan dariku demi amal ibadah yang diterima.” (HR Thabrani)

    Doa ini sebagai permohonan agar Ramadhan menjadi suci dari perilaku kotor dan meminta keselamatan pada bulan Ramadhan. Ada pula, bacaan doa dengan permintaan serupa sebagai berikut,

    اَللَّهُمَّ سَلِّمْنـِيْ إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِـيْ رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِيْ مُتَقَبَّلاً

    Allahumma sallimni ila ramadhana wa sallim li ramadhana wa tasallamhu minni mutaqabbalan

    Artinya: “Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadan dan antarkanlah Ramadan kepadaku dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadan.”

    Kumpulan Doa Jelang Bulan Ramadhan

    1. Doa Menyambut Ramadhan

    Dikutip dari Apakah Amalan Kita Diterima Allah SWT karya Alexander Zulkarnaen, ada beberapa doa lain yang bisa diamalkan saat memasuki bulan Ramadhan. Salah satunya diriwayatkan dari At-Tirmidzi dan Ad-Darimi,

    اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالإِيمَانِ وَالسَّلامَةِ وَالإِسْلامِ رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ

    Allahumma ahillahu ‘alaina bil yumni wal imani was salamati wal islam. Rabbi wa rabbukallah

    Artinya: “Ya Allah, mohon hadirkan awal Ramadhan untuk kami dengan penuh ketenangan dan penuh keimanan, dan dengan penuh keselamatan dan dalam keislaman, dengan taufik agar kami melakukan yang disukai dan diridhai oleh Rabbku dan Rabbmu, yaitu Allah.”

    2. Doa Melihat Hilal

    Thalhah bin Ubaidillah dalam Musnad Ad-Darimi dan kitab Imam Tirmidzi yang diterjemahkan oleh Kasimun meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW mengucapkan doa berikut apabila melihat hilal.

    اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالإِيمَانِ وَالسَّلامَةِ وَالإِسْلامِ رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ

    Allahumma ahillahu ‘alaina bil yumni wal imani was salamati wal islam. Rabbi wa rabbukallah.

    Artinya: “Ya Allah, hilalkanlah bulan ini pada kami dengan membawa berkah, iman, keselamatan, dan Islam. Rabbku dan Rabbmu adalah Allah.”

    Ibnu Umar dalam kitab Musnad Imam Darimi yang diterjemahkan oleh Kasimun juga menceritakan bahwa Rasulullah SAW apabila melihat hilal mengucapkan doa berikut,

    اللَّهُ أَكْبَرُاللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ وَالتَّوْفِيقِ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللَّهُ

    Allahu akbar, allahumma ahillahu ‘alaina bil amni wal imaani, wassalaamati wal islaami, wattaufiiqi limaa tuhibbu wa tardha, rabbunaa wa rabbukallahu.

    Artinya: “Allah Maha Besar, Ya Allah hilalkanlah bulan ini kepada kami dengan membawa keamanan, iman, keselamatan, dan Islam, serta taufiq kepada apa yang Engkau cintai dan Engkau ridai. Rabb kami dan Rabbmu (wahai bulan), adalah Allah.”

    3. Doa pada Bulan Rajab dan Syaban

    Dikutip dari Dakwah Kreatif karya Udji Aisyah, pada bulan Rajab hingga menjelang bulan Ramadhan, umat Islam dapat membaca doa berikut.

    اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

    Allahumma baarik lanaa fii Rajab wa Sya’ban wa ballighnaa Ramadhan

    Artinya: “Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Syaban dan berkahilah kami di bulan Ramadhan.” (HR Ahmad)

    Itulah beberapa doa yang bisa dibaca menjelang bulan Ramadhan. Semoga bermanfaat.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Melihat Hilal Ramadhan Sesuai Sunnah


    Jakarta

    Hilal adalah fenomena yang penting bagi umat Islam karena hilal menjadi penentu awal bulan kamariyah. Berdasarkan beberapa riwayat, Rasulullah SAW membaca doa ketika melihat hilal. Doa melihat hilal ini juga bisa diamalkan oleh seluruh umat Islam.

    Hilal juga merupakan penanda mulai berpuasa. Diriwayatkan dalam suatu hadits,

    “Mulailah berpuasa setelah melihat hilal, dan berhentilah berpuasa setelah melihat hilal. Namun jika mendung menutupi pandangan kalian untuk melihat hilal, maka sempurnakanlah bulan Syaban hingga tiga puluh hari.” (HR Bukhari)


    Apa pengertian dari hilal dan bagaimana doa melihat hilal yang biasa dibaca oleh Rasulullah SAW? Berikut penjelasannya.

    Apa Itu Hilal?

    Dikutip dari buku Hisab dan Rukyat karya Riza Afrian Mustaqim, hilal atau fase bulan pertama merupakan fenomena yang sangat penting dalam menetapkan awal bulan kamariyah. Hal tersebut dapat dimaknai bahwa ada tidaknya hilal merupakan acuan penentu masuk atau tidaknya bulan baru kamariyah.

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hilal adalah suatu kata benda yang memiliki makna bulan sabit. Sebutan lain dari hilal yaitu crescent dalam astronomi. Hilal juga bisa disebut sebagai new moon.

    Hilal disebutkan dalam Al-Qur’an surah Al Baqarah ayat 189. Allah SWT berfirman,

    يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْاَهِلَّةِ ۗ قُلْ هِيَ مَوَاقِيْتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ ۗ وَلَيْسَ الْبِرُّ بِاَنْ تَأْتُوا الْبُيُوْتَ مِنْ ظُهُوْرِهَا وَلٰكِنَّ الْبِرَّ مَنِ اتَّقٰىۚ وَأْتُوا الْبُيُوْتَ مِنْ اَبْوَابِهَا ۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

    Artinya: “Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang bulan sabit. Katakanlah, “Itu adalah (penunjuk) waktu bagi manusia dan (ibadah) haji.” Bukanlah suatu kebajikan memasuki rumah dari belakangnya, tetapi kebajikan itu adalah (kebajikan) orang yang bertakwa. Masukilah rumah-rumah dari pintu-pintunya, dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.”

    Adapun praktik melihat hilal dalam bahasa Arab disebut sebagai “rukyatul hilal”. Dikutip dari buku Pengantar Falakiyah karya Moh. Murtadho, Hosen, dan Achmad Subekti, rukyatul hilal adalah kegiatan atau usaha melihat bulan sabit di langit sebelah barat setelah matahari terbenam menjelang awal bulan baru.

    Doa Melihat Hilal

    Dikutip dari Kumpulan Doa & Dzikir Ramadhan karya Ammi Nur Baits, berikut doa yang bisa dibaca ketika melihat hilal.

    اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، وَالتَّوْفِيقِ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللَّهُ

    Allahu akbar, Allahumma ahillahu ‘alaina bil amni wal imaan, wassalaamati wal islaam, wattaufiiq limaa tukhibbu wa tardha, rabbunaa wa rabbukallah.

    Artinya: Allahu akbar, ya Allah munculkanlah hilal itu pada kami dengan membawa keamanan dan keimanan, keselamatan dan islam, dan membawa taufiq kepada apa yang Engkau cintai dan Engkau ridhai. Rabb kami dan Rabb kamu (wahai bulan), adalah Allah.”

    Doa ini hanya dibaca bagi seseorang yang melihat hilal di awal bulan. Bagi yang tidak melihat, maka tidak disyariatkan untuk membacanya. Doa ini juga tidak dianjurkan untuk dibaca menghadap ke hilal. Mengenai hal tersebut pernah diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah dari Ali bin Abi Thalib. Beliau bersabda,

    “Apabila kalian melihat hilal, janganlah menengadahkan kepala ke arah hilal (untuk berdoa), tapi cukup berdoa dengan mengucapkan Rabbii wa Rabbuka Allah.”

    Dikutip dari buku Risalah Shaum karya Wawam Shofwan Sholehuddin, dapat pula membaca doa berikut.

    اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالأَمْنِ وَالإِيمَانِ، وَالسَّلامَةِ وَالإِسْلَامِ، رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ

    Allahumma ahillahu ‘alaina bil amni, wal imani, was salamati, wal islami. Rabbi wa rabbukallahu.

    Artinya: “Ya Allah, hilalkanlah ia atas kami dnegan nasib baik, iman, keselamatan, dan Islam. Tuhanku dan Tuhanmu Allah,”.

    Adapun, hukum dari membaca doa ketika melihat hilal adalah sunnah.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Ziarah Kubur bagi Wanita Haid beserta Hukumnya



    Jakarta

    Doa ziarah kubur bagi wanita haid memiliki perbedaan dengan doa pada umumnya. Ziarah kubur sendiri diartikan sebagai berkunjung atau mendatangi makam dengan tujuan mendoakan kebaikan bagi sang mayat seperti meminta ampunan untuknya dan mengingat kematian bagi pengunjung.

    Menukil buku Mari Ziarah Kubur tulisan Abdurrahman Misno BP, ziarah kubur menjadi tradisi yang dilakukan masyarakat Arab Jahiliyah di waktu-waktu tertentu. Ketika Nabi Muhammad SAW kecil, beliau diajak ibunya berkunjung ke makam sang ayah.

    Hukum Ziarah Kubur bagi Wanita Haid

    Hukum ziarah kubur bagi wanita haid ialah diperbolehkan. Mutmainah Afrah Rabbani melalui karyanya yang berjudul Adab Berziarah Kubur untuk Wanita menerangkan bahwa haid atau nifas tidak menjadi alasan yang menghalangi untuk ziarah kubur.


    Hal ini dikarenakan ziarah kubur berbeda dengan ibadah seperti salat, puasa, thawaf dan membaca Al-Qur’an yang mana harus suci dari haid atau nifas.

    Nabi Muhammad SAW bersabda dalam sebuah hadits,

    “Sesungguhnya aku dahulu telah melarang kalian untuk berziarah kubur, maka sekarang berziarahlah! Karena dengannya, akan bisa mengingatkan kepada hari akhirat dan akan menambah kebaikan bagi kalian. Maka barang siapa yang ingin berziarah maka lakukanlah, dan jangan kalian mengatakan ‘hujr’ (ucapan-ucapan batil).” (HR Muslim)

    Doa Ziarah Kubur bagi Wanita Haid

    Seperti dibahas sebelumnya bahwa wanita haid diperbolehkan untuk melakukan ziarah kubur. Sebab, ziarah kubur tidak disyariatkan harus suci dari hadats besar maupun kecil.

    Disebutkan dalam buku JABALKAT I Jawaban Problematika Masyarakat oleh Tim Kodifikasi ANFA Purna Siswa MHM 2015, wanita haid yang membaca tahlil, surah Yasin atau surah-surah Al-Qur’an lain tidak boleh diniati membaca Al-Qur’an.

    Hal ini dikarenakan wanita haid diharamkan untuk membaca Al-Qur’an. Rasulullah SAW bersabda,

    “Seorang yang junub atau haid tidak diperkenankan membaca ayat Al-Qur’an.” (HR Ahmad)

    Jadi, wanita haid tetap bisa membaca doa-doa ziarah kubur seperti biasa. Yang membedakan hanya pada niatnya.

    Mengutip buku Dialog Lintas Mazhab: Fiqh Ibadah dan Muamalah susunan Asmaji Muchtar, berikut bacaan doa ziarah kubur yang bisa dipanjatkan oleh kaum muslimin termasuk wanita haid.

    1. Membaca salam

    السَّلامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنينَ وَأتاكُمْ ما تُوعَدُونَ غَداً مُؤَجَّلُونَ وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحقُونَ

    Arab latin: Assalamu’alaìkum dara qaumìn mu’mìnîn wa atakum ma tu’adun ghadan mu’ajjalun, wa ìnna ìnsya-Allahu bìkum lahìqun

    Artinya : “Assalamuallaikum, hai tempat bersemayam kaum mukmin. Telah datang kepada kalian janji Allah yang sempat ditangguhkan besok, dan kami insyaallah akan menyusul kalian.”

    2. Membaca istighfar

    أَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ اَلَّذِي لآ إِلَهَ إِلَّا هُوَ اْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

    Arab latin: Astaghfirullah Hal Adzim Alladzi La ilaha Illa Huwal Hayyul Qoyyumu Wa atubu Ilaihi

    Artinya : “Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.”

    3. Membaca surat Al Fatihah
    4. Membaca surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas
    5. Membaca kalimat tahlil

    لَا إِلَهَ إِلَّا اللهَ

    Arab latin: Laailaaha Illallah

    Artinya : “Tiada Tuhan selain Allah.”

    6. Membaca doa ziarah kubur

    اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ

    الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّار, وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، ونَوِّرْ لَهُ فِيهِ

    Arab latin: Allahummaghfìrlahu war hamhu wa ‘aafìhìì wa’fu anhu, wa akrìm nuzuulahu wawassì’ madholahu, waghsìlhu bìl maa’ì watssaljì walbaradì, wa naqqìhì, mìnaddzzunubì wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu mìnad danasì.

    Wabdìlhu daaran khaìran mìn daarìhì wa zaujan khaìran mìn zaujìhì. Wa adkhìlhul jannata wa aìdzhu mìn adzabìl qabrì wa mìn adzabìnnaarì wafsah lahu fì qabrìhì wa nawwìr lahu fìhì.

    Artinya : “Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran.”

    “Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, isteri yang lebih baik dari isterinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, berikanlah perlindungan kepadanya dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya.” (HR Muslim)

    Ada juga doa ziarah kubur versi pendek yang lebih mudah dan singkat untuk dibaca. Berikut bacaannya yang dinukil dari buku Pintar Doa untuk Anak karya Abu Ezza.

    السَّلامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيار منَ الْمُؤْمِنِينَ والمُسلمين وإنا إن شاء الله بكم لاحقون تَسْأَلُ الله لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِية

    Arab latin: Assalaamu’alaikum ahlad diyaari minal mu’miniina wal muslimiin, wa innaa in syaa allaahu bikum laahiquun, nas’alullaaha lanaa wa lakumul’aafiyah

    Artinya: “Keselamatan semoga tetap tercurahkan kepada para penghuni kubur dari golongan orang-orang mukmin dan orang-orang muslim, dan sesungguhnya Insya Allah kami akan menyusul kalian. Kami memohon kepada Allah keselamatan untuk kamu dan untuk kalian semua.” (HR Ibnu Majah)

    Itulah doa dan tata cara ziarah kubur bagi wanita haid. Semoga bermanfaat.

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Kedua Orang Tua: Arab, Latin, dan Artinya


    Jakarta

    Berbakti kepada orang tua merupakan kewajiban setiap anak sebagaimana diperintahkan dalam Al-Qur’an. Salah satu bentuk bakti bisa dilakukan dengan membaca doa kedua orang tua.

    Dijelaskan dalam buku Doa-Doa Pilihan karya Ahmadi Isa, doa menurut bahasa artinya permintaan dan permohonan. Adapun, menurut istilah doa adalah penyerahan diri kepada Allah SWT dalam memohon semua yang diinginkan, dan meminta dihindarkan dari segala yang dibenci.

    Bacaan Doa Kedua Orang Tua

    Ada banyak doa untuk kedua orang tua yang bisa dipanjatkan. Berikut bacaan doa kedua orang tua yang dapat dibaca dikutip dari buku Proyek Kehidupan Sesuai Ketentuan Al-Qur’an karya Aziz Amnan.


    اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

    Allahumma firlii wa liwaa lidhayya warham humaa kamaa rabbayaa nii shaghiraa.

    Artinya: “Wahai Tuhanku. ampunilah aku dan kedua orang tuaku (ibu dan Bapakku), sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku waktu aku kecil.”

    Dapat juga membaca doa dalam surah Al-Isra’ ayat 24.

    رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ

    Rabbirhamhumaa kamaa rabbayaanii sagiiraa

    Artinya: “Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua (menyayangiku ketika) mendidik aku pada waktu kecil.”

    Doa Kedua Orang Tua yang Masih Hidup

    اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

    Allahumma firlii wa liwaa lidhayya warham humaa kamaa rabbayaa nii shaghiraa.

    Artinya: “Wahai Tuhanku. ampunilah aku dan kedua orang tuaku (ibu dan Bapakku), sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku waktu aku kecil.”

    Doa Kedua Orang Tua yang Sedang Sakit

    Dikutip dari buku Indahnya Doa Rasulullah Bagiku karya Masriyah Amva, berikut doa yang bisa dibaca untuk orang yang sedang sakit, termasuk orang tua.

    اَللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ البَاسَ، اِشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

    Allahumma Rabbannasi adzhibi al-ba’sa. Isyfi anta as-syaafiyyu laa syifaa-a illa syifaa-uka syifaa-an laa yughadiru saqama.

    Artinya: “Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit ini. Sembuhkanlah, hanya Engkaulah yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan selain kesembuhan dari-Mu dengan kesembuhan yang tidak menimbulkan rasa sakit.”

    Doa Kedua Orang Tua yang Sudah Meninggal

    Dikutip dari buku Ayah Ibu Kubangunkan Surga Untukmu: Amalan-amalan Dahsyat untuk Orangtua yang Sudah Meninggal karya Muhammad Abdul Hadi, berikut doa yang bisa dipanjatkan kepada orang tua yang sudah meninggal.

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْاَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا، خُصُوْصًا إِلَى آبَاءِنَا وَاُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا وَمُعَلِّمِيْنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِأَصْحَابِ الحُقُوْقِ عَلَيْنَا

    Allāhummaghfir lil muslimīna wal muslimāt, wal mukminīna wal mukmināt, al-ahyā’i minhum wal amwāt, min masyāriqil ardhi ilā maghāribihā, barrihā wa bahrihā, khushūshan ilā ābā’inā, wa ummahātinā, wa ajdādinā, wa jaddārinā, wa asātidzatinā, wa mu’allimīnā, wa li man ahsana ilainā, wa li ashhābil huquqi ‘alaynā.

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah mukminin, mukminat, muslimin, muslimat, yang masih hidup, yang telah wafat, yang tersebar dari timur hingga barat, di darat dan di laut, khususnya bapak, ibu, kakek, nenek, ustadz, guru, mereka yang telah berbuat baik terhadap kami, dan mereka yang masih memiliki hak terhadap kami.”

    Lalu, dapat membaca doa berikut.

    اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ. اللَّهُمَّ اَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَ وَالشَّفَاعَةَ عَلَى أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنْ أَهْلِ لَاالَهَ اِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ

    Allāhummaghfir lahum, warhamhum, wa ‘āfihim, wa’fu ‘anhum. Allāhumma anzilir rahmata, wal maghfirata, was syafā’ata ‘alā ahlil qubūri min ahli lā ilāha illallāhu Muhammadun rasūlullāh.

    Artinya: “Ya Allah, berikanlah ampunan, kasih sayang, afiat, dan maaf untuk mereka. Ya Allah, turunkanlah rahmat, ampunan, syafa’at bagi ahli kubur penganut dua kalimat syahadat.”

    Doa Kedua Orang Tua dan Kebaikan Dunia Akhirat

    Berikut doa yang bisa dibaca untuk meminta ampunan dosa kedua orang tua.

    رَّبِّ اغْفِرْلِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيراً

    Rabbighfir lii Waliwaalidayya Warhamhumaa Kamaa Rabbayaanii Shagiiran

    Artinya: “Tuhanku, Ampunilah dosa-dosaku dan kedua orang tuaku, serta kasihanilah mereka berdua sebagaimana mereka telah mendidikku sewaktu kecil.”

    Doa Kedua Orang Tua dan Keluarga

    اَللّٰهُمَّ اغْفِرْلِىْ ذُنُوْبِىْ وَلِوَالِدَىَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِىْ صَغِيْرًا. وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ،اَلْاَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ، وَتَابِعْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ بِالْخَيْرَاتِ، رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُالرَّاحِمِيْنَ

    Allaahummaghfirlii dzunuubii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiro, waliljamii’il muslimiina walmuslimaati, walmu’miniina wal mu’minaati Al ahyaa’i minhum wal amwaati, wataabi’ bainanaa wa bainahum bil khoiraati, robbighfir warham wa annta khoirur roohimiin

    Artinya: “Ya Allah, berikanlah ampunan kepadaku atas dosa-dosaku dan dosa-dosa kedua orang tuaku, dan kasihanilah keduanya sebagaimana beliau berdua merawatku ketika aku masih kecil, begitu juga kepada seluruh kaum muslimin dan muslimat. Semua orang yang beriman, laki-laki maupun perempuan yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia, dan ikutkanlah diantara kami dan mereka dengan kebaikan. Ya Allah, berilah ampun dan belas kasihanilah karena Engkaulah Tuhan yang lebih berbelas kasih”

    Dalil yang Berkaitan dengan Orang Tua

    Ada sejumlah dalil dalam Al-Qur’an dan hadits yang menerangkan perintah berbakti kepada orang tua dan keutamaannya. Berikut adalah beberapa dalil yang berkaitan dengan orang tua adalah sebagai berikut, dikutip dari Antara Perut & Etos Kerja dalam Perspektif Islam karya Thohir Luth.

    Perintah Mendoakan Kedua Orang Tua

    رَبَّنَا اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَاب

    Artinya: “Ya Tuhan kami, ampunilah aku, kedua orang tuaku, dan orang-orang mukmin pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat).” (QS Ibrahim: 41)

    Perintah Berbuat Baik kepada Orang Tua

    وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ

    Artinya: “Kami mewasiatkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. (Wasiat Kami,) “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu.” Hanya kepada-Ku (kamu) kembali.” (QS Luqman: 14)

    Larangan Mengucapkan Perkataan yang Menyakitkan Kedua Orang Tua

    وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا

    Artinya: “Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.” (QS Al-Isra’: 23)

    Hadits Doa Anak pada Orang Tua Jadi Amal Jariyah

    Abu Hurairah RA berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Apabila anak cucu Adam (manusia) meninggal maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal saja, yaitu sedekah jariah, ilmu yang diambil manfaatnya oleh manusia, dan anak yang saleh yang berdoa untuknya.” (HR Ahmad)

    Dalam hadits lain yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT meninggikan derajat seseorang setelah dia meninggal dunia, kemudian orang itu berkata, ‘Ya Tuhanku, dari mana aku beroleh kedudukan yang sangat tinggi ini?’ Maka dikatakan kepadanya, Anakmu telah memohonkan ampunan atas dosa-dosamu.” (HR Ahmad dan Thabrani dalam Al Awsat)

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Bolehkah Menyiram Air saat Ziarah Kubur? Ini Penjelasannya



    Jakarta

    Menaburkan bunga dan menyiram makam menjadi sebuah tradisi yang kerap dilakukan ketika umat Islam ziarah kubur. Kebiasaan ini ternyata merupakan sunnah yang dikerjakan Rasulullah SAW semasa hidup.

    Rasulullah SAW pernah melakukan ziarah kubur dan menyiram bagian atas makam dengan air. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits,

    ﻭﻋﻦ ﻋﺎﺋﺸﺔ، «ﺃﻥ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺭﺵ ﻋﻠﻰ ﻗﺒﺮ اﺑﻨﻪ ﺇﺑﺮاﻫﻴﻢ». ﺭﻭاﻩ اﻟﻄﺒﺮاﻧﻲ ﻓﻲ اﻷﻭﺳﻂ، ﻭﺭﺟﺎﻟﻪ ﺭﺟﺎﻝ اﻟﺼﺤﻴﺢ ﺧﻼ ﺷﻴﺦ اﻟﻄﺒﺮاﻧﻲ.


    “Diriwayatkan dari Aisyah bahwa Nabi Muhammad SAW menyiram kubur putranya, Ibrahim.” (HR Thabrani).

    Dalam hadits lain, dari Ja’far bin Muhammad RA dari ayahnya, beliau berkata bahwasanya Nabi Muhammad SAW menaburi mayyit dengan debu sebanyak 3 kali dan beliau menyirami kuburan anaknya, Ibrahim dengan air, serta memasangi batu di atasnya.”

    Mengutip buku Tanya Jawab Islam yang disusun oleh Tim Dakwah Pesantren, menyiram kuburan dengan air hukumnya sunnah karena Rasulullah SAW pernah melakukannya pada saat putranya, Ibrahim wafat.

    Mengutip keterangan Syekh Khatib al-Syarbini dalam kitabnya Mughni al-Muhtaj Juz II halaman 55 yang dikutip dari laman Tebu Ireng Online,

    وَيُنْدَبُ أَنْ يُرَشَّ الْقَبْرُ بِمَاءٍ؛ لِأَنَّهُ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – فَعَلَهُ بِقَبْرِ وَلَدِهِ إبْرَاهِيمَ رَوَاهُ أَبُو دَاوُد فِي مَرَاسِيلِهِ وَتَفَاؤُلًا بِالرَّحْمَةِ وَتَبْرِيدًا لِمَضْجَعِ الْمَيِّتِ؛ وَلِأَنَّ فِيهِ حِفْظًا لِلتُّرَابِ أَنْ يَتَنَاثَرَ

    “Disunnahkan menyiram kuburan dengan air karena Rasulullah SAW sendiri melakukannya kepada kuburan putranya Ibrahim. Selain itu, tindakan ini merupakan pengharapan agar kondisi mayit tetap dingin dan mendapat limpahan rahmat. Serta untuk menjaga tanah agar tidak bertaburan.”

    “dan yang paling utama menggunakan air yang dingin lagi suci” terang Imam al-Romli dalam kitabnya Nihayatu al-Muhtaj Juz III halaman 35.

    Hal senada juga dijelaskan oleh Imam al-Mahalli dalam kitab Kanzu al-Gharibin Syarhu al-Mahalli ‘ala al-Minhaj Juz II halaman 31:

    وَيُنْدَبُ أَنْ يُرَشَّ الْقَبْرُ بِمَاءٍ لِأَنَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَعَلَ ذَلِكَ بِقَبْرِ سَعْدٍ، رَوَاهُ ابْنُ مَاجَهْ وَأَمَرَ بِهِ فِي قَبْرِ عُثْمَانَ بْنِ مَظْعُونٍ، رَوَاهُ الْبَزَّارُ وَسَعْدٌ الْمَذْكُورُ هُوَ ابْنُ مُعَاذٍ

    “Dan disunnahkan menyiram kuburan dengan air karena Rasulullah SAW melakukan hal tersebut terhadap kuburannya Sa’d bin Mu’adz (hadis riwayat Ibnu Majah) dan Beliau memerintahkan untuk melakukan hal sama terhadap kuburannya Utsman bin Madz’un (riwayat al-Bazzar).”

    Sebagaimana pernah dicontohkan Rasulullah SAW terhadap makam anaknya, Ibrahim, maka Bilal bin Rabah juga melakukan hal yang sama terhadap kuburan Rasulullah SAW.

    Diriwayatkan oleh Imam al-Baihaqi:

    وعنه، قال: (رُش قبر النبي – صلى الله عليه وسلم -، وكان الذي رش الماء على قبره بلال بن رباح بقربة، بدأ من قبل رأسه حتى انتهى إلى رجليه). رواه البيهقي

    Dari sahabat Jabir r.a, beliau berkata: “Kuburan Nabi Muhammad Saw disiram dengan air yang dimulai dari arah kepala sampai kedua kakinya nabi dan orang yang melakukannya adalah Bilal bin Ra’bah.”

    Hukum Menyiram Makam dengan Air Mawar

    Menyiram makam dengan air memang menjadi salah satu sunnah saat ziarah kubur. Lantas bagaimana jika yang digunakan adalah air mawar?

    Terdapat perbedaan pendapat ulama terkait menyiram makam dengan air mawar.

    Dalam kitab Hasyiyah Al-Bajuri, tertulis,

    …ويندب أن يرش القبر بماء والأولى أن يكون طاهرا باردا لأنه صلى الله عليه وسلم فعله بقبرولده إبراهم وخرج بالماء ماء الورد فيكره الرش به لأنه إضاعة مال لغرض حصول رائحته فلاينافى أن إضاعة المال حرام وقال السبكى لا بأس باليسير منه إن قصد به حضور الملائكة فإنها تحب الرائحة الطيبة…

    “Disunnahkan menyiram kubur dengan air, terutama air dingin sebagaimana pernah dilakukan Rasulullah SAW terhadap pusara anaknya, Ibrahim. Hanya saja hukumnya menjadi makruh apabila menyiraminya menggunakan air mawar dengan alasan menyia-nyiakan (barang berharga). Meski demikian menurut Imam Subuki tidak mengapa kalau memang penyiraman air mawar itu mengharapkan kehadiran malaikat yang menyukai bau wangi.”

    Sementara dalam Mazhab Syafi’i, menyiram makam dengan air mawar dihukumi makruh. Kecuali jika tidak terlalu banyak maka boleh, seperti penjelasan Syekh Sulaiman Al-Jamal dari Mesir:

    يُكْرَهُ رَشُّ الْقَبْرِ بِمَاءِ الْوَرْدِ وَلَا يَحْرُمُ ؛ لِأَنَّهُ لِغَرَضٍ شَرْعِيٍّ وَلَمْ يُفَرِّقُوا بَيْنَ التَّعَيُّنِ وَعَدَمِهِ وَأُجِيبَ عَنْ عَدَمِ التَّحْرِيمِ وَإِنْ كَانَ فِيهِ إضَاعَةُ مَالٍ بِأَنَّهُ خَلْفَنَا شَيْءٌ آخَرُ وَهُوَ إكْرَامُ الْمَيِّتِ وَحُصُولُ الرَّائِحَةِ الطَّيِّبَةِ لِلْحَاضِرِينَ وَحُضُورُ الْمَلَائِكَةِ بِسَبَبِ ذَلِكَ وَمِنْ ثَمَّ قِيلَ لَا يُكْرَهُ الْقَلِيلُ مِنْهُ ا هـ . ع ش

    “Makruh menyiram kubur dengan air mawar dan tidak haram, sebab ada tujuan yang sesuai syariat. Para ulama tidak membedakan antara menentukan air bunga mawar atau lainnya. Mengapa tidak haram meski ada bentuk penghamburan harta? Dijawab bahwa setelah kita tinggalkan kuburan, ada sesuatu yang lain, yaitu memuliakan mayit dan supaya harum bagi orang yang hadir di makam, juga untuk kehadiran malaikat. Oleh karenanya dikatakan bahwa tidak makruh jika sedikit.” (Hasyiah al-Jamal, 9/314).

    Berdasarkan penjelasan di atas, maka memberi harum-haruman di pusara kuburan itu dibenarkan termasuk pula menyiram air bunga di atas pusara, karena hal tersebut termasuk ajaran Nabi (sunnah) yang memberikan manfaat bagi si mayit.

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Tarawih dan Witir: Arab, Latin dan Artinya


    Jakarta

    Salat Tarawih adalah salah satu ibadah sunnah yang biasa dilakukan pada bulan Ramadan. Selepas Tarawih, terdapat doa yang biasa dibaca oleh para ulama. Bagaimana bacaan doa Tarawih tersebut?

    Ulama fikih Sayyid Sabiq dalam kitab Fiqh Sunnah yang diterjemahkan Abu Aulia dan Abu Syauqina menjelaskan, salat Tarawih disunnahkan bagi laki-laki dan perempuan. Salat ini dikerjakan dua rakaat-dua rakaat setelah salat Isya sebelum mengerjakan Witir.

    Batas pelaksanaan salat Tarawih hingga akhir malam. Ada sejumlah hadits tentang pensyariatan salat Tawarih. Berikut salah satunya.


    “Sesungguhnya Rasulullah SAW pada suatu malam salat di masjid lalu para sahabat mengikuti salat beliau, kemudian pada malam berikutnya (malam kedua) Rasul salat lagi maka semakin banyak orang (yang mengikuti salat nabi), kemudian mereka berkumpul pada malam ketiga atau malam keempat. Namun, Rasulullah SAW keluar, lalu ketika pagi harinya beliau bersabda: ‘Sungguh aku telah melihat apa yang telah kalian lakukan, dan tidaklah ada yang mencegahku keluar kepada kalian kecuali sesungguhnya aku khawatir akan diwajibkan pada kalian,’ dan (peristiwa) itu terjadi di bulan Ramadhan.” (Muttafaqun ‘alaih)

    Doa yang dibaca setelah salat Tarawih biasa disebut doa kamilin. Dikutip dari Panduan Sholat untuk Perempuan karya Nurul Jazimah, berikut bacaan doa kamilin beserta artinya.

    Bacaan Doa Tarawih

    اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا بِالإيْمَانِ كَامِلِيْن وَلِلفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنِ وَلِلصَّلاةِ حَافِظِيْنِ وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْن وَلَمِا عِنْدَكَ طَالِبِيْنِ وَلِعَفْوكَ رَاجِيْنِ وَبِالْهُدَي مُتَمَسِّكِين وَعَن اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنِ وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْن وَفِي الآخِرَةِ رَاغِيين وبالقضَاءِ رَاضِينِ وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنِ وَعَلي البَلَاءِ صَابِريْن وَتَحْتَ لِوَاءِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صلى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنِ وَإِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنِ وَإِلَى الجَنَّةِ دَاخِلِيْن وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنِ وَعَلَى سَرِيْرِ الكَرَامَةِ قَاعِدِيْنِ وَمِنْ حُوْرٍ عِينٍ مُتَزَوِّحِينِ وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاج مُتَلبِّسِيْن وَمِنْ طَعَامِ الجَنَّةِ آكِلِينِ وَمِنْ لَّبَن وَعَسَلٍ مُصَفًّى شاريين بأكْوَابٍ وَأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِينٍ مَعَ الَّذِي أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّين وَالصَّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِوَالصَّالِحِيْن وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيْقًا ذلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللَّهِ وَكَفَى بالله عَلِيْمًا اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا فِي لَيْلَةِ هَذا الشَّهْرِ الشَّرِيفَةِ المُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ المَقْبُوْلِيْن وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينِ

    Allâhummaj’al bil îmâni kâmilîn wa lilfarâidhi muaddîn wa lishshalâti hâfidzîn wa lizzakâti fâ’ilîn wa limâ ‘indaka thâlibîn wa li’afwika râjîn wa bil hudâ mutamassikîn wa ‘anillaghwi muʼridhîn wa fid-dunyâ zâhidîn wa fîl âkhirati râghibîn wa bil gadhâ’i râdhîn wa lin-na’mâ’i syâkirîn wa ‘alâl balâ’i shâbirîn wa tahta liwâ’i sayyidinâ Muhammadin shallallahu ‘alayhi wa sallama yawmal qiyâmati sâirin wa ilâlhawdhi wâridîn wa ilâl-jannati dâkhilîn wa minan-nâri nâjîn wa ‘alâ sarîr al-karâmati qâ’idîn wan hûrin “în mutazawwijîn wa min sundusin wastabraqin wa dîbâjin mutalabbisin wa min tha’âmil jannati âkilîn wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syâribîn bi akwâbin wa abârîqa wa kaʼsin min maʼîn ma’alladzî an’amta ‘alayhim minannabiyyîn wash-shiddîqîn wasy-syuhâdâ’ wash-shâlihîn wa hasuna ulâ’ika rafîqan dzâlikal fadhlu minallâhi wa kafâ billâhi ‘alîma. Allâhummaj’alnâ fî laylati hâdzasyahr syarîfatil mubârakati min al-syu’âdâ’il maqbûlîn wa lâ taj’alnâ minal asyqiyâ’il mardûdîn wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ Muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajma’în birahmatika ya ar-hamar-râhimîn.

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah kami manusia yang senantiasa menyempurnakan iman kami, melaksanakan perintah menjalankan kewajiban-Mu, menjalankan salat, menunaikan zakat, memohon serta mengharap ampunan-Mu, yang berpegang teguh kepada petunjuk (yang Kau berikan), meninggalkan kemungkaran, hidup dengan sederhana di dunia, mengharap surga di akhirat, berpasrah pada takdir, bersyukur pada nikmat dan bersabar atas cobaan di bawah bendera syariat Muhammad SAW pada hari kiamat. Dari ajarannya kami datang, ke surga kami menuju, dan juga kami selamat dari api neraka. Kami duduk di atas kain sutra kemuliaan, kami menikahi bidadari yang cantik dan jelita. Kami memakai pakaian yang terbuat dari permadani, sutra, dan perhiasan mewah lainnya. Kami makan dari masakan yang telah tersedia di surga. Kami meminum madu dan susu dengan menggunakan gelas mewah bersama para nabi, orang jujur, syuhada, orang saleh, dan mereka akan menjadi teman setia di surga kelak. Demikianlah keutamaan dari Allah. Allah Maha Mengetahui atas segala yang dilakukan oleh hamba-Nya. Ya Rabb, jadikan kami pada malam yang mulia dan penuh berkah ini sebagai orang-orang yang senantiasa bahagia dan engkau ampuni. Serta janganlah masukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang senantiasa bersedih dan tertolak. Kami senantiasa bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan sahabat-sahabatnya secara keseluruhan dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Penyayang dari yang penyayang.”

    Pelaksanaan salat Tarawih disambung dengan salat Witir dengan rakaat ganjil, bisa satu atau tiga rakaat. Seperti salat Tarawih, ada juga bacaan doa setelah salat Witir. Berikut bacaan dan artinya dikutip dari Kumpulan Doa & Dzikir Ramadhan karya Ammi Nur Baits.

    Bacaan Doa Witir

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لاَ أُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

    Allahumma inni a’udzu bi ridhooka min sakhotik wa bi mu’afaatika min ‘uqubatik, wa a’udzu bika minka laa uh-shi tsanaa-an ‘alaik, anta kamaa atsnaita ‘ala nafsik

    Artinya: “Ya Allah, aku berlindung dengan ridha-Mu dari kemurkaan-Mu, aku berlindung dengan maaf-Mu dari hukuman-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu. Aku tidak bisa menyebut semua pujian kepada-Mu, sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri.”

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Doa Nabi Yusuf AS, Dibaca agar Terhindar dari Maksiat


    Jakarta

    Doa Nabi Yusuf AS terdiri dari berbagai macam dan memiliki banyak keutamaan. Perintah berdoa kepada Allah SWT dijelaskan dalam surah Ghafir ayat 60,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖ ٦٠

    Artinya: “Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”


    Nabi Yusuf AS sendiri merupakan nabi dan rasul yang diutus oleh Allah SWT. Kisah mengenai dirinya diterangkan dalam Al-Qur’an surah Yusuf.

    Mengutip dari buku Kisah 25 Nabi & Rasul tulisan Muchtam dkk, Nabi Yusuf AS merupakan putra dari Nabi Yaqub AS. Dirinya dianugerahi paras yang rupawan serta mukjizat menafsirkan mimpi.

    Nabi Yusuf AS juga dikenal sebagai sosok pemuda yang tabah dan tegar dalam menghadapi segala ujian yang Allah SWT berikan. Dalam surah Yusuf ada sejumlah doa yang sang nabi panjatkan dan dapat diamalkan kaum muslimin.

    Kumpulan Doa Nabi Yusuf AS

    Berikut kumpulan doa Nabi Yusuf AS yang dinukil dari buku Kitab Induk Doa dan Dzikir Terlengkap susunan Nasrullah dan Tim Shahih beserta buku Kitab Doa Terampuh Para Nabi karya Siti Nur Aidah dan Tim Penerbit KBM Indonesia.

    1. Doa Nabi Yusuf AS agar Terhindar dari Nafsu

    Salah satu doa Nabi Yusuf AS ialah memohon agar terhindar dari nafsu dan tipu daya. Doa ini tercantum dalam surah Yusuf ayat 33.

    رَبِّ ٱلسِّجْنُ أَحَبُّ إِلَىَّ مِمَّا يَدْعُونَنِىٓ إِلَيْهِ ۖ وَإِلَّا تَصْرِفْ عَنِّى كَيْدَهُنَّ أَصْبُ إِلَيْهِنَّ وَأَكُن مِّنَ ٱلْجَٰهِلِينَ

    Arab latin: rabbis-sijnu aḥabbu ilayya mimmā yad’ụnanī ilaīh, wa illā taṣrif ‘annī kaidahunna aṣbu ilaihinna wa akum minal-jāhilīn

    Artinya: “Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh”. (QS Yusuf: 33)

    2. Doa Nabi Yusuf AS agar Dilindungi dari Maksiat

    Doa Nabi Yusuf AS yang satu ini dibaca ketika ia dirayu oleh majikannya yang bernama Zulaikha. Ia memohon kepada Allah SWT agar tidak tergoda rayuan Zulaikha dan terhindar dari maksiat.

    مَعَاذَ ٱللَّهِ ۖ إِنَّهُۥ رَبِّىٓ أَحْسَنَ مَثْوَاىَ ۖ إِنَّهُۥ لَا يُفْلِحُ ٱلظَّٰلِمُونَ

    Arab latin: ma’āżallāhi innahụ rabbī aḥsana maṡwāy, innahụ lā yufliḥuẓ-ẓālimụn

    Artinya: “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.” (QS Yusuf: 23)

    3. Doa Nabi Yusuf AS saat Bercermin

    اَلَّلهُمَّ كَمَا حَسَّنْتَ خَلْقِيْ فَحَسِّنْ خُلُقِيْ

    Arab latin: Allahumma kamaa hassanta khalqii fa hassin khuluqi.

    Artinya: “Ya Allah, sebagaimana Engkau telah ciptakan aku dengan baik, maka perbaikilah akhlakku.”

    4. Doa Nabi Yusuf AS untuk Membuka Aura Wajah

    الَّلهُمَّ جَئَلْنِى نُوْرُ يُوْسُفَ عَلَى وَجْهِي فَمَنْ رَ اَنِى يُحِبُّنِي مَحَبَّتَنْي

    Arab latin: Allahumma ‘alnii nuuru yusufa ala wajhii fa man ro aanii yuhibbunii mahabbatan

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah Nur cahaya Nabi Yusuf pada wajahku, dan bagi siapa yang melihat akan menjadi kagum serta memiliki cinta kasih kepada ku.”

    5. Doa Nabi Yusuf AS Memohon agar Wafat Husnul Khatimah

    Terakhir, doa Nabi Yusuf AS lainnya dipanjatkan untuk meminta akhir hidup yang husnul khatimah. Doa ini tercantum dalam surah Yusuf ayat 101.

    ۞ رَبِّ قَدْ ءَاتَيْتَنِى مِنَ ٱلْمُلْكِ وَعَلَّمْتَنِى مِن تَأْوِيلِ ٱلْأَحَادِيثِ ۚ فَاطِرَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ أَنتَ وَلِىِّۦ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةِ ۖ تَوَفَّنِى مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِى بِٱلصَّٰلِحِينَ

    Arab latin: Rabbi qad ātaitanī minal-mulki wa ‘allamtanī min ta`wīlil-aḥādīṡ, fāṭiras-samāwāti wal-arḍ, anta waliyyī fid-dun-yā wal-ākhirah, tawaffanī muslimaw wa al-ḥiqnī biṣ-ṣāliḥīn

    Artinya: “Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta’bir mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi. Engkaulah pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh.” (QS. Yusuf: 101)

    Itulah kumpulan doa Nabi Yusuf AS yang dapat dipanjatkan kaum muslimin. Semoga bermanfaat.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com