Category: Doa Hadits

  • Doa dan Dzikir Setelah Shalat Dhuha, Bisa jadi Amalan Rutin


    Jakarta

    Doa dan dzikir setelah salat dhuha bisa menjadi amalan yang rutin dikerjakan tiap hari. Doa dan dzikir ini sunnah diamalkan pagi hari.

    Salat dhuha dilakukan pagi hari dan bisa dikerjakan mulai dari 2 rakaat. Usai salat dhuha, jangan langsung beranjak karena bisa dilanjutkan dengan membaca doa dan dzikir.

    Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:


    “Salat dhuha itu mendatangkan rezeki serta menolak kemiskinan. Dan, tidak ada yang memelihara salat, kecuali orang-orang yang bertaubat.” (HR. Tirmidzi).

    Doa Setelah Salat Dhuha

    Mengutip buku Amalan Sesudah Shalat ditulis oleh Ibnu Muhammad Salim inilah bacaan doa setelah salat Dhuha.

    اللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَى ضُحَاؤُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاؤُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَ الُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالعِصْمَةَ عِصْمَتُك َ.

    Arab-Latin: Allâhumma innad-dhuhâ dhuhâʼuka, wal-bahâʼa bahâ’uka, wal-jamâla jamâluka, wal-qudrata qudratuka, wal-quwwata quwwatuka, wal-ʻishmata ʻishmatuka,

    Artinya: Ya Allah, waktu dhuha itu waktu dhuha-Mu, kecantikan adalah kecantikan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuasan adalah kekuasaan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu dan perlindungan adalah perlindungan-Mu

    اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ، وَإِنْ كَانَ فِي الْأَ رْضِ فَأَخْرِجْهُ، وَإِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ قَلِيْل ًا فَكَثَرْهُ،

    وَإِنْ كَانَ كَثِيرًا فَبَارِكْ لِي فِيْهِ، وَإِنْ كَانَ بَعِيدً ا فَقَرِّبْهُ.

    Arab-Latin: Allâhumma in kâna rizqî fis samâ’i fa-anzilhu, wain kâna fil ar- dhi fa-akhrijhu, wain kâna muʻassaran fayassirhu, wain kâna qalîlan fakatstsirhu, wain kâna katsîran fabârik lî fîhi, wain kâna baʻîdan faqarribhu

    Artinya: Ya Allah, jika rezekiku masih di atas langit, turunkanlah; jika masih di dalam bumi, keluarkanlah; jika sukar, mudahkanlah; jika sedikit, banyakkanlah; jika sudah banyak, berilah keberkahan untukku; jika jauh, dekatkanlah.

    بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُدْرَتِكَ وَقُوَّتِكَ وَعِصْم َتِكَ أَتِنِي مَا أَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ.

    Arab-Latin: Bihaqqi dhuhâʼika, wabahâʼika, wajamâlika, waqudratika, wa- ‘ishmatika, âtinî mâ âtaita ‘ibâdakas shâlihîn

    Artinya: Berkat kebenaran waktu dhuha-Mu, keindahan-Mu, kekuasaan-Mu, kekuatan-Mu, perlindungan-Mu, limpahkanlah kepadaku segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.

    وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

    Arab-Latin: Washallallahu ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa-‘alâ âlihi wa- shahbihi wasallam.

    Artinya: Semoga rahmat dan keselamatan dicurahkan kepada penglulu kami Muhammad beserta keluarga dan sahabatnya.

    Dilansir dari buku Dzikir, Wirid, Doa, dan Shalawat Sehari-hari Sepanjang Tahun karya Sayyid M. Dzikri H, terdapat doa yang juga dapat dibaca usai salat dhuha.

    Al-Isyraq (Wirid Dhuha)

    اَللهُمَّ صَلِّ وَسَلّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَص َحْبِهِ وَسَلَّمْ، تَبَرَّأْتُ مِنْ حَوْلِي وَقُوَّتِي وَاسْتَعَنْتُ بِحَوْلِ اللهِ وَقُوَّتِهِ.

    Arab-Latin: Allaahumma willi wa sallim wa baarik ʻalaa sayyidinaa muhammadiw wa ‘alaa aalihii wa shahbihii wa sallim, tabarra-tu min haulii wa quwwatii wastaʼantu bi haulillaahi wa quwwatih.

    Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat, berilah keselamatan, dan berkahilah Nabi Muhammad SAW, serta keluarga dan para sahabat beliau. Aku berlepas diri dari kekuasaanku dan kekuatanku, serta meminta tolong dengan kekuasaan-Nya dan kekuatan-Nya.”

    اَللَّهُمَّ اسْتُرْنِي وَاحْفَظْنِي فِي دِينِي وَأَهْلِي، وَمَالِي وَوَلَدِي، وَأ َصْحَابِي وَأَحْبَابِي بِسِتْرِكَ الَّذِي سَتَرْتَ بِهِ ذَاتِكَ، فَلَا عَيْنُ تَرَاكَ وَلَا يَدُ تَصِلُ إِلَيْكَ.

    Arab-Latin: Allaahummasturnii wahfazhnii fii diinii wa ahli, wa maalii wa waladii, wa ashhaabii wa ahbaabii bi sitrikal ladzii satarta bihii dzatik, falaa ainun taraaka wa laa yadun tashilu ilaik.

    Artinya: “Ya Allah, lindungilah diriku dan jagalah agamaku, keluargaku, hartaku, anakku, para sahabatku, dan kekasihku dengan perlindungan yang Engkau gunakan untuk melindungi Dzat-Mu. Tidak ada mata yang bisa melihat-Mu dan tangan yang bisa sampai kepada-Mu”.

    يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، إِحْجَبْنِي عَنِ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ، بِقُدْرَتِكَ ي َا قَوِيٌّ يَا مَتِينُ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، بِكَ أَسْتَعِينُ.

    Arab-Latin: Yaa arhamar raahimiin, ihjabnii ‘anil qaumizh zhaalimiin, bi qudratika yaa qawiyyu yaa matiin, yaa arhamar raahmiin, bika astaʼiin.

    Artinya: “Wahai Dzat Yang Maha Pengasih, lindungilah diriku dari kaum yang zhalim dengan kemampuan-Mu, wahai Dzat Yang Maha Kuat, Maha Kokoh, lagi Maha Pengasih, aku memohon pertolongan kepada-Mu”.

    Dzikir Setelah Salat Dhuha

    Dijelaskan dalam buku 5 Shalat Pembangun Jiwa karya Nasrudin Abd. Rohim. Berikut bacaan dzikir salat dhuha,

    رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الْغَفُوْرُ

    Arab-latin: Robbighfirlii wa tub ‘alayya innaka antat tawwaabul ghofuur.

    Artinya: “Ya tuhan kami, ampunilah kami dan terimalah tobat kami, sesungguhnya engkau adalah Dzat yang menerima tobat lagi maha pengampun.”

    Di samping itu, menurut buku Sifat dan Mukjizat Shalat-Shalat Sunnah Rasulullah karya Almas Abyan Al-Fatih, ada beberapa kalimat dzikir lainnya yang bisa diamalkan muslim.

    Membaca Ya Razzaq dan Ya Fatah 113x
    يا فَتَّاحُ.

    Arab-latin: Yaa fattaаh.

    Artinya: “Wahai Dzat Yang Maha Membuka.”

    Dan, membaca kalimat berikut 113 kali:

    يا رَزَّاقُ.

    Arab-latin: Yaa razzaaq.

    Artinya: “Wahai Dzat Yang Maha Memberi rezeki.”

    Membaca Ya Hayyu dan Ya Qayyum 111x
    يا حَيُّ.

    Arab-latin: yaa hayyu.

    Artinya: “Wahai Dzat Yang Maha Hidup.”

    Kemudian dilanjutkan dengan bacaan berikut:

    يَا قَيُّوْمُ

    Arab-latin: Yaa qayyum.

    Artinya: “Wahai Dzat Yang Maha Berdiri sendiri

    Membaca Ya Ghaniyyu dan Ya Mughniy 100x
    يَا غَنِيٌّ

    Arab-latin: Yaa ghaniyyu.

    Artinya: “Wahai Dzat Yang Maha Kaya Raya.”

    Kemudian dilanjutkan dengan bacaan berikut:

    يَا مُغْنِي.

    Arab-latin: Yaa mughniy.

    Artinya: “Wahai Dzat Yang Maha Memberi Kekayaan.”

    Dzikir bisa diakhiri dengan membaca surah Al Waqiah.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Malam Lailatul Qadar dan Waktu Turunnya pada Bulan Ramadan



    Jakarta

    Salah satu malam istimewa yang disebutkan dalam Al-Qur’an adalah malam lailatul qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Pada malam ini malaikat turun ke bumi, serta dianjurkan banyak memanjatkan doa kepada Allah SWT. Lantas bagaimana doanya?

    Ungkapan malam lailatul qadar lebih baik daripada seribu bulan terdapat dalam Al-Qur’an surah Al-Qadr ayat 1-5:

    إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ1


    Bacaan latin: innā anzalnāhu fī lailatul-qadr

    Artinya: 1. “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan”

    وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ2

    Bacaan latin: wa mā adrāka mā lailatul-qadr

    Artinya: 2. “Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?”

    لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ3

    Bacaan latin: lailatul-qadri khairum min alfi syahr

    Artinya: 3. “Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.”

    تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ4

    Bacaan latin: tanazzalul-malā`ikatu war-rụḥu fīhā bi`iżni rabbihim, ming kulli amr

    Artinya: 4. “Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.”

    سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ5

    Bacaan latin: salāmun hiya ḥattā maṭla’il-fajr
    Artinya: 5. “Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.”

    Pengertian Malam Lailatul Qadar

    Dilansir dari buku Mukjizat Lailatul Qadar Menemukan Berkah pada Malam Seribu Bulan ditulis oleh Arif M. Riswanto, lailatul qadar terdiri dari dua kata lailah dan al-qadar.

    Lailah artinya malam atau waktu yang terbentang sepanjang tenggelamnya matahari sampai terbit fajar. Sedangkan Al-qadar berarti ukuran, penghormatan, takdir, sempit yang melapangkan, kekuatan, menyempurnakan, dan mempersiapkan.

    Doa Malam Lailatul Qadar

    Mengutip Kitab Al Adzkar karya Imam an-Nawawi, inilah doa malam lailatul qadar:

    اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

    Arab latin: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan suka mengampuni. Karena itu, ampunilah aku.”

    Imam an-Nawawi mengutip doa tersebut dari riwayat yang memiliki sanad shahih dalam Kitab At-Tirmidzi, Kitab An-Nasa’i, dan Kitab Ibnu Majah. Imam At-Tirmidzi juga menyatakan, “Hadits ini adalah hasan shahih.”

    Waktu Malam Lailatul Qadar

    Bila mengacu pada hasil sidang isbat pemerintah mengenai awal Ramadan 2024 yang jatuh pada 12 Maret 2024, malam ganjil pada hari terakhir Ramadan dimulai pada Minggu, 31 Maret 2024 malam. Berikut daftar lengkapnya.

    21 Ramadan 1445 H: Minggu, 31 Maret 2024 malam Senin, 1 April 2024
    23 Ramadan 1445 H: Selasa, 2 April 2024 malam Rabu, 3 April 2024
    25 Ramadan 1445 H: Kamis, 4 April 2024 malam Jumat, 5 April 2024
    27 Ramadan 1445 H: Sabtu, 6 April 2024 malam Minggu, 7 April 2024
    29 Ramadan 1445 H: Senin, 8 April 2024 malam Selasa, 9 April 2024

    Dikutip dari buku Tanya Jawab Islam susunan PISS KTB dan TIM Dakwah Pesantren, tanda-tanda malam Lailatul Qadar disebutkan bahwa pada malam itu langit menjadi bersih, tidak nampak awan sedikitpun, suasana tenang dan sunyi, tidak dingin dan tidak panas.

    Makna Malam Lailatul Qadar

    Dilansir dari buku Kedahsyatan Puasa Jadikan Hidup Penuh Berkah Karya M. Syukron Maksum dijelaskan makna yang terkandung atas keberadaan malam lailatul qadar.

    Salah satu arti qadar adalah ketentuan tuhan yang berhubungan dengan hidup dan mati, suka dan duka, sehat dan sakit. Malam saat Allah menentukan takdir ciptaannya.

    Seperti firman Allah SWT dalam surah Adh-Dukhan ayat 3-4:

    إِنَّا أَنزَلْتَهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَرَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ

    فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ

    Artinya: Sesungguhnya Kami turunkan Al-Qur’an pada malam yang diberkati. Sesungguhnya Kami selalu memberikan peringatan. Di malam itulah diatur segala urusan yang bijaksana (penuh hikmah.

    Di malam lailatul qadar malaikat turun untuk menuliskan takdir kita untuk tahun berikutnya. Sebab itulah kita dianjurkan membaca doa-doa, memohon supaya Allah menuliskan takdir yang baik.

    Qadar berarti kemuliaan, keagungan. Sebab pada malam itu terjadi 3 peristiwa mulia, yaitu: turun kitab suci Al-Qur’an, Al-Qur’an turun kepada mulia Nabi Muhammad SAW, dan kemuliaan juga bagi mereka yang menghidupkan malam lailatul qadar.

    Demikianlah mengenai doa malam lailatul qadar, beserta waktu dan makna yang terkandung dalam kehadiran malam lailatul qadar. Semoga detikers bisa mendapatkan malam tersebut.

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Perjalanan Jauh Sesuai Ajaran Rasulullah SAW


    Jakarta

    Berdoa ketika hendak beraktivitas, termasuk melakukan perjalanan jauh, adalah hal yang dianjurkan bagi umat Islam agar apa yang dilakukan mendapat berkah, rahmat, dan rida Allah SWT. Berikut doa perjalanan jauh yang dapat dipanjatkan.

    Doa perjalanan jauh menjadi hal yang banyak dicari umat Islam menjelang berakhirnya bulan Ramadan. Pasalnya, banyak umat Islam berencana mudik ke tempat asal atau kampung halaman, yang tidak jarang mengharuskan perjalanan jauh. Doa perjalanan jauh dapat dipanjatkan untuk memohon keselamatan dan kelancaran perjalanan.

    Selain itu, mengutip buku Kedahsyatan Doa Orang-orang Teraniaya karya Abdul Hamid, waktu dalam perjalanan merupakan salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa. Hal ini dijelaskan dalam hadits.


    Rasulullah SAW bersabda, “Ada tiga doa yang tidak diragukan lagi padanya (untuk dikabulkan): doa seorang musafir, doa orang yang dizhalimi, dan doa orang tua kepada anaknya.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah)

    Merangkum buku Taddabur Doa Sehari-hari karya Jumal Ahmad dan buku Doa Harian Pengetuk Pintu Langit karya Hamdan Hamedan yang bersandar pada sejumlah hadits, berikut bacaan doa perjalanan jauh sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW.

    Doa Perjalanan Jauh

    Diriwayatkan dari Ibnu Umar RA, ketika hendak melakukan perjalanan jauh Rasulullah SAW naik ke untanya, bertakbir tiga kali, lalu membaca doa berikut,

    اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى اللَّهُمَّ هَوَنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ. اللَّهُمَّ أَنتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَابَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوْءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالأَهْلِ

    Allahumma inna nas-aluka fi safarinä hädal birra wat-taqwa, wa minal ‘amali ma tarda, allahumma hawwin ‘alaina safarana häda wațwi ‘annă bu’dah, allahumma antaşşahibu fissafari wal halifatu fil ahli, allahumma inni a’ūdu bika min wa’täis safari wa kaabatil manzari wa süil munqalabi fil mali wal ahli.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kebaikan dan taqwa dalam bepergian ini, kami mohon perbuatan yang Engkau ridai. Ya Allah, permudahlah perjalanan kami ini, dan dekatkan jaraknya bagi kami. Ya Allah, Engkaulah teman dalam bepergian dan yang mengurusi keluarga(ku). Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelelahan dalam bepergian, pemandangan yang menyedihkan dan kepulangan yang jelek dalam harta dan keluarga.” (HR Muslim)

    Doa Pulang dari Bepergian

    Rasulullah SAW membaca doa ini ketika kembali dari ekspedisi, haji, atau umrah.

    اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ . لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ. لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. آيْبُوْنَ تَائِبُوْنَ عَابِدُونَ لِرَبِّنَا حَامِدُونَ. صَدَقَ اللَّهُ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ
    وَحْدَهُ

    Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar. Laa Ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lahu, lahul-mulku wa lahul-hamdu wa huwa ‘alaa kulli syay-in-qadiir. Aa-yibuna, taa-ibuuna, ‘aa-biduna, li-rabbinaa haamiduuna. Shadaqallaahu wa’dahu, wa nashara ‘abdahu, wa hazamal- ahzaaba wahdah.

    Artinya: “Allah Mahabesar (tiga kali, di atas tempat yang tinggi). Tiada Tuhan (Yang berhak disembah) selain Allah Yang Maha Esa. Tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujian. Dialah yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Kami kembali dengan bertobat, beribadah, dan memuji kepada Tuhan kami. Allah telah menepati janji-Nya, membela hamba-Nya (Muhammad), dan mengalahkan musuh-Nya sendirian.” (HR Bukhari)

    Doa Naik Kendaraan

    بِسْمِ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ
    وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ. الْحَمْدُ لِلَّهِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الْحَمْدُ لِلَّهِ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ. سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنتَ.

    Bismillaahi wal hamdulillah Subhaanalladzii sakh-khara lanaa hadzaa wa maa kunnaa lahu muqriniin. Wa innaa ilaa rabbinaa lamun-qalibuun. Alhamdulillaah, alhamdulillaah, alhamdulillaah. Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar. Subhaanakallaahumma innii zhalamtu nafsii faghfir lii, fainnahu laa yaghfirudz-dzunuuba illaa anta.

    Artinya: “Dengan nama Allah, segala puji bagi Allah, Mahasuci Tuhan yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami (di hari kiamat). Segala puji bagi Allah (3x), Allah Mahabesar (3x). Sesungguhnya aku telah menganiaya diriku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.”

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Berbuka Puasa dan Sunnah Rasulullah saat Berbuka


    Jakarta

    Berbuka puasa menjadi momen paling dinanti umat Islam yang menunaikan ibadah puasa. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk berdoa dan meminta apapun sebelum berbuka.

    Karena doa yang dipanjatkan pada waktu tersebut akan dikabulkan oleh Allah SWT. Lantas seperti apa doa berbuka puasa dan artinya?

    Nabi Muhammad SAW bersabda:


    ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ وَالصَّا ئِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ.

    Artinya: “Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak: (1) pemimpin yang adil, (2) orang yang berpuasa ketika ia berbuka, dan (3) doa orang yang terzholimi.”

    Bacaan Doa Berbuka Puasa

    Ada dua versi bacaan yang dapat muslim baca ketika berbuka puasa.

    Doa Buka Puasa Pertama

    اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ أُمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت ُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ .

    Arab-Latin: Alloohumma laka shumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamarroohimiin

    Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan kepada-Mu aku tunduk dan patuh, dan dengan rejeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu wahai dzat Yang Maha Pengasih dan Penyayang”

    Doa Buka Puasa Kedua

    Dilansir dari buku 99 Doa dan Zikir Harian untuk Muslimah yang ditulis oleh Wulan Mulya Pratiwi terdapat doa berbuka puasa lainnya yang pernah dilantunkan Rasulullah SAW saat berbuka puasa.

    ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَ اءَ الله

    Arab-Latin: Dzahabazh zhama-u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insyaa Allah.

    Artinya: “Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah.” (HR. Abu Daud no. 2,357)

    Anjuran Rasulullah saat Berbuka Puasa

    Selain doa berbuka puasa, ada tiga hal yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW dan muslim bisa mengikutinya:

    1. Menyegerakan Berbuka Puasa

    Dilansir dari buku Puasa Ibadah Kaya Makna karya Budi Handrianto dianjurkan untuk menyegerakan berbuka jika memang telah masuk waktunya berbuka, Allah SWT tidak menyukai umatnya yang merasa hebat bisa menahan dirinya dan berlama-lama dalam berbuka puasa.

    Seperti sabda Rasulullah SAW ini:

    لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرِ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ.

    “Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari no. 1957 dan Muslim no. 1098)

    2. Berbuka dengan Kurma dan Air

    Anjuran Rasulullah SAW lainnya perihal berbuka selain menyegerakannya adalah berbuka dengan kurma dan air.

    Rasulullah SAW bersabda:

    “Rasulullah SAW biasanya berbuka dengan rothb (kurma basah) sebelum menunaikan salat. Jika tidak ada rothb, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air. ” (HR.Abu Daud no. 2,356 dan Ahmad 3/164, hasan shahih).

    3. Makan Sebelum Salat

    Dari buku Mempercepat Datangnya Rezeki Dengan Ibadah Ringan yang ditulis oleh Dr. KH. Mukhlis Allyudin dan H. Enjang AS, M.Ag. M.Si dijelaskan ketika berbuka puasa sebaiknya makan dahulu mengisi perut sebelum melaksanakan salat.

    Berdasarkan hadits Nabi Muhammad SAW:

    “Jika santapan malam sudah terhidang, dan salat sudah (akan) dilaksanakan, dahulukan santapan malam.” (HR. Al-Bukhari dari Anas bin Malik RA.).

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Allahumma Innaka Afuwwun Tuhibbul Afwa Fa’fu Anni saat Lailatul Qadar


    Jakarta

    Malam Lailatul Qadar diriwayatkan akan terjadi di salah satu malam ganjil pada 10 hari terakhir bulan Ramadan. Umat Islam dianjurkan menggencarkan berbagai amalan untuk menyambutnya, salah satunya memanjatkan doa allahumma innaka afuwwun tuhibbul afwa fa’fu anni.

    Anjuran menggencarkan amalan ini bersandar pada salah satu keutamaan malam Lailatul Qadar yang dijelaskan di Al-Qur’an surah Al Qadr ayat 3.

    لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ


    Artinya: “Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan.”

    Berdasarkan Tafsir Al-Qur’an Kementerian Agama RI, ayat tersebut menjelaskan malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan tanpa Lailatul Qadar di dalamnya. Ibadah pada malam itu mempunyai nilai yang sangat tinggi di mata Allah, lebih tinggi daripada ibadah selama seribu bulan.

    Doa Malam Lailatul Qadar

    Salah satu amalan yang dianjurkan untuk dilakukan ketika malam Lailatul Qadar adalah memperbanyak bacaan doa khusus Lailatul Qadar, yaitu doa memohon ampunan kepada Allah SWT.

    Diriwayatkan dalam Kitab At-Tirmidzi, Kitab An-Nasa’i, dan Kitab Ibnu Majah, dari Sayyidah Aisyah RA ia berkata, “Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, jika aku mengetahui datangnya Lailatul Qadar, apa yang harus kuucapkan?” Beliau menjawab,

    اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

    Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan suka mengampuni. Karena itu, ampunilah aku.”

    Amalan Menyambut Malam Lailatul Qadar

    Berikut beberapa amalan yang dapat dilakukan pada 10 hari terakhir Ramadan untuk menyambut malam Lailatul Qadar.

    Melakukan Iktikaf

    Rasululllah SAW senantiasa melakukan iktikaf pada 10 hari terakhir Ramadan, bahkan menambah jumlah harinya menjadi 20 hari terakhir ketika beliau telah mendekati akhir hayatnya. Hal ini sebagaimana dijelaskan Abu Maryam Kautsar Amru dalam buku Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadhan.

    Hal tersebut juga dijelaskan dalam salah satu hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA ia berkata, “Rasulullah SAW selalu iktikaf setiap bulan Ramadan selama 10 hari. Namun pada tahun dimana beliau wafat, beliau iktikaf selama 20 hari.” (HR Al-Bukhari)

    Menggencarkan Ibadah

    Mengutip buku Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq karya Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi, umat Islam dianjurkan untuk menggencarkan ibadah pada 10 hari terakhir bulan Ramadan. Ini meneladani Rasulullah SAW yang menggiatkan ibadahnya di 10 hari terakhir Ramadan, sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang dikeluarkan Bukhari dan Muslim.

    Diriwayatkan dari Aisyah RA, bahwa Rasulullah SAW apabila memasuki 10 hari terakhir, beliau menghidupkan malam dan membangunkan keluarganya, dan mengencangkan ikat sarungnya.

    Menggencarkan Qiyamul Lail

    Sebagaimana diriwayatkan dari Aisyah RA, umat Islam dapat meneladani Rasulullah SAW yang menghidupkan malam ketika memasuki 10 hari terakhir dengan giat melakukan qiyamul lail atau salat malam.

    Salat Tarawih

    Menukil buku Mukjizat Lailatul Qadar karya Arif M. Riswanto, Tarawih adalah salah satu ibadah sunah yang dilakukan pada bulan Ramadan. Salat Tarawih dikerjakan di malam hari. Oleh karena itu, malam Ramadan umat Islam akan dihidupkan oleh salat Tarawih.

    Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang menghidupkan Lailatul Qadar dengan penuh iman dan muhasabah, dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR Bukhari)

    Memperbanyak Sedekah

    Alexander Zulkarnaen dalam buku Apakah Amalan Kita Diterima Allah SWT menjelaskan bahwa Ramadan adalah Syahrul Muwasah atau bulan berbagi dan Syahrul Ijtimayyah atau bulan kepedulian sosial. Oleh karena itu, umat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak sedekah.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa sesudah Sholat Tahajud agar Permohonan Cepat Terkabul


    Jakarta

    Doa sesudah sholat Tahajud termasuk sunah Rasulullah SAW. Bacaannya tercantum dalam hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim.

    Sholat Tahajud sendiri merupakan amalan sunah yang sangat dianjurkan. Banyak keistimewaan yang terkandung dari sholat Tahajud, Nabi SAW bahkan bersabda dalam sebuah hadits,

    “Kerjakanlah sholat malam, karena sholat malam itu kebiasaan orang-orang yang shaleh sebelum kamu dahulu, juga suatu jalan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan kalian, juga sebagai penembus pada segala kejahatan (dosa) mencegah dosa serta dapat menghindari penyakit pada badan.” (HR Imam Tirmidzi dan Ahmad)


    Ustaz Ahmad Baei Jaafar melalui bukunya yang berjudul Terapi Shalat Sempurna menjelaskan bahwa tahajud artinya bangun malam. Sholat Tahajud adalah sholat yang dilakukan ketika bangun pada waktu malam hari.

    Allah SWT berfirman dalam surah Al Isra ayat 79,

    وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِۦ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا

    Artinya: “Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang Tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.”

    Doa sesudah Sholat Tahajud

    Mengutip buku Doa-doa Mustajab oleh Abu Qalbina, setelah seluruh rangkaian sholat tahajud selesai dan mengucap salam, muslim bisa membaca doa sesudah sholat tahajud berikut ini.

    اَللهم رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاءُكَ حَقٌّ، وَقَوْلُكَ حَقٌّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهم لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ، فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي. أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لآ اِلَهَ إِلَّا أَنْتَ. وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ

    Arab latin: Allâhumma rabbanâ lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta mâlikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haqq. Wa wa’dukal haqq. Wa liqâ’uka haqq. Wa qauluka haqq. Wal jannatu haqq. Wan nâru haqq. Wan nabiyyûna haqq. Wa Muhammadun shallallâhu alaihi wasallama haqq. Was sâ’atu haqq. Allâhumma laka aslamtu. Wa bika âmantu. Wa ‘alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu. Fagfirlî mâ qaddamtu, wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a’lantu, wa mâ anta a’lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula, wa lâ quwwata illâ billâh.

    Artinya: “Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar. Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Selain membaca doa sesudah sholat tahajud, disebutkan dalam buku 10 Kesaksian Pengamal Tahajud susunan Hendri Kusuma Wahyudi, bisa juga membaca zikir. Bacaan zikir yang dimaksud seperti, memperbanyak istighfar atau memohon ampun.

    Mengutip buku Fiqh Shalat Terlengkap oleh Abu Abbas Zain Musthofa al-Basuruwani, Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin-nya menyebut sejumlah adab berdoa. Antara lain sebagai berikut:

    1. Pilih Waktu Terbaik

    Waktu terbaik atau waktu istijabah tersebut adalah waktu-waktu yang mustajab untuk berdoa kepada Allah SWT bagi umat Islam. Meskipun pada dasarnya berdoa tidak mengenal waktu dan tempat, umat Islam juga tetap perlu memperhatikan waktu-waktu mustajab dengan harapan doa dapat terkabul.

    Beberapa waktu di antaranya yakni sepertiga malam terakhir, saat berbuka puasa, antara azan dan ikamah, saat azan berkumandang, sujud dalam salat, dan saat turun hujan. Rasulullah SAW bersabda,

    ثِنْتَانِ مَا تُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِوَ تَحْتَ المَطَرِ

    Artinya: “Dua doa yang tidak akan tertolak atau paling tidak jarang ditolak oleh Allah SWT yaitu antara azan dan ikamah serrta berdoa ketika turun hujan.” (HR Abu Dawud)

    2. Menghadap Kiblat

    Allah SWT berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 149-150,

    وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَاِنَّهٗ لَلْحَقُّ مِنْ رَّبِّكَ ۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ – ١٤٩

    Artinya: “Dan dari manapun engkau (Muhammad) keluar, hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil haram, sesungguhnya itu benar-benar ketentuan dari Tuhanmu. Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS Al Baqarah: 149)

    وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهٗ ۙ لِئَلَّا يَكُوْنَ لِلنَّاسِ عَلَيْكُمْ حُجَّةٌ اِلَّا الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا مِنْهُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِيْ وَلِاُتِمَّ نِعْمَتِيْ عَلَيْكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَۙ – ١٥٠

    Artinya: “Dan dari manapun engkau (Muhammad) keluar, maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil haram. Dan di mana saja kamu berada, maka hadapkanlah wajahmu ke arah itu, agar tidak ada alasan bagi manusia (untuk menentangmu), kecuali orang-orang yang zalim di antara mereka. Janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, agar Aku sempurnakan nikmat-Ku kepadamu, dan agar kamu mendapat petunjuk.” (QS Al Baqarah: 150)

    3. Berdoa dengan Rendah Hati

    Selanjutnya, muslim dianjurkan agar berdoa dengan wajar dan merendahkan diri serta tidak menggunakan kata yang berlebih-lebihan. Dalam Al-Qur’an surah Al A’raf ayat 55 disebutkan adab berdoa agar rendah hati dan bersuara lembut.

    اُدْعُوْا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَّخُفْيَةً ۗاِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِيْنَۚ – ٥٥

    Artinya: “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”

    4. Berdoa dengan Rasa Harap

    Adab berdoa selanjutnya yakni seorang muslim hendaknya berdoa dengan harap dan cemas. Sebab, ke-tawadhu-an dan kerendahan hati sangat disukai oleh Allah SWT. Allah juga berfirman dalam surah Al A’raf ayat 56,

    وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَا وَادْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًاۗ اِنَّ رَحْمَتَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِيْنَ – ٥٦

    Artinya: “Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.”

    5. Tidak Terburu-buru

    Berdoa hendaknya dilakukan dengan sungguh-sungguh dan tidak terburu-buru. Dari riwayat Ibn Mas’ud RA ia berkata, “Apabila Nabi Muhammad SAW berdoa, beliau berdoa tiga kali. Dan apabila meminta, beliau juga meminta tiga kali.”

    Tata Cara Sholat Tahajud 2 Rakaat

    Mengutip buku Panduan Sholat Wajib dan Sunnah Sepanjang Masa Rasulullah SAW karya Arif Rahman, berikut tata cara sholat Tahajud 2 rakaat.

    • Membaca niat sholat Tahajud,

    اُصَلِّى سُنَّةً التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

    Arab latin: “Ushallii sunnata-t-tahajjudi rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’alla.”

    Artinya: “Aku niat sholat sunah Tahajud 2 rakaat, menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala.”

    • Takbiratul ihram
    • Membaca doa iftitah
    • Membaca surah Al Fatihah
    • Membaca salah satu surah pendek dalam Al-Qur’an
    • Rukuk
    • Iktidal
    • Sujud pertama pada rakaat pertama
    • Duduk antara dua sujud
    • Sujud kedua pada rakaat pertama
    • Berdiri, lalu lakukan rakaat kedua dengan gerakan dan bacaan yang sama seperti rakaat pertama sampai sujud kedua
    • Duduk dan membaca doa tahiyat akhir
    • Salam

    Setelah salam umat Islam bisa melanjutkannya dengan membaca doa sesudah sholat Tahajud.

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Doa untuk Mendatangkan Rezeki dari Arah yang Tak Terduga


    Jakarta

    Rezeki bisa datang dari arah yang tak terduga. Ada sejumlah doa yang bisa dipanjatkan seorang muslim untuk memohon datangnya rezeki tersebut.

    Rezeki seorang hamba sesungguhnya telah diatur secara adil oleh Allah SWT. Rezeki tidak mesti berbentuk harta benda, bisa juga berupa kesehatan, nikmat iman dan Islam serta keluarga yang harmonis.

    Hal itu telah tertuang dalam Al-Qur’an surah Hud ayat 6. Allah SWT berfirman,


    وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ

    Artinya: “Tidak satu pun hewan yang bergerak di atas bumi melainkan dijamin rezekinya oleh Allah. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz).”

    Menurut Tafsir Al-Qur’an Kementerian Agama RI, ayat tersebut menjelaskan semua makhluk yang hidup di bumi mendapat jaminan rezeki dari Allah SWT. Allah SWT memberikan binatang naluri dan kemampuan untuk mencari rezeki sesuai fitrah kejadiannya, semuanya telah diatur Allah SWT.

    Dijelaskan di dalam buku 99 Prinsip Bisnis Sukses ala Rasulullah karya A.R Shohibul Ulum, bahwa rezeki pada makhluk ditentukan oleh Allah SWT sejak masih berada di rahim ibunya.

    Sementara itu, Irwan Kurniawan dalam bukunya yang berjudul Mengetuk Pintu Rezeki menjelaskan Allah SWT memang telah menjamin rezeki setiap makhluknya, tetapi rezeki tersebut terkadang tidak datang dengan sendirinya dan harus dijemput.

    Manusia telah dibekali akal dan pikiran oleh Allah SWT, sehingga bisa digunakan untuk berusaha mencari dan menjemput rezeki. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surah An Najm ayat 39-41,

    وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ . وَأَنَّ سَعْيَهُۥ سَوْفَ يُرَىٰ . ثُمَّ يُجْزَىٰهُ ٱلْجَزَآءَ ٱلْأَوْفَىٰ

    Artinya: “Bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya, bahwa sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya), kemudian dia akan diberi balasan atas (amalnya) itu dengan balasan yang paling sempurna.”

    Namun siapa sangka, jika rezeki dapat datang dari arah yang tidak diduga-duga dan dalam bentuk yang berbeda-beda. Misalnya dapat berupa harta benda, kesehatan, bahkan rambut yang beruban adalah rezeki dari Allah SWT.

    Apabila usaha dan doa yang selalu diiringi dengan rasa syukur dan ikhlas serta keyakinan penuh, niscaya Allah SWT akan memberikan rezeki dari arah yang tak disangka-sangka. Muslim juga dapat memohon kepada Allah SWT rezeki yang tidak terduga dengan membaca doa-doa di bawah ini.

    Kumpulan Doa Memperoleh Rezeki Tak Terduga

    Diambil dari buku Doa-doa Terbaik Sepanjang Masa karya Ustaz Ahmad Zacky El-Syafa, berikut Kumpulan Doa untuk mendatangkan rezeki tak terduga yang bisa kita amalkan.

    Doa ke-1

    اَللَّهُمَّ إِنَّهُمْ حُفَاةٌ فَاحْمِلْهُمْ، اَللَّهُمَّ إِنَّهُمْ عُرَاةٌ فَاكْسُهُمْ اللَّهُمإِنَّهُمْ حِيَاعٌ فَأَشْعُهُمْ

    Allaahuma innahum hufaatun fahmilhum, allaahumma innahum ‘uraatun faksuhun, allaahumma innahum jiyaa’un fa asybi’hum

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya mereka telanjang kaki, maka bawalah mereka. Ya Allah, sesungguhnya mereka telanjang badan, maka berilah mereka pakaian. Ya Allah, sesungguhnya mereka lapar, maka kenyangkanlah mereka.” (HR Abu Dawud dan Baihaqi)

    Doa ke-2

    اللَّهُمَّ اجْعَلْ رِزْقُكَ عَلَى عِنْدَ كِبَرِ سِنِى وَانْقِطَاعِ عُمْرِي

    Allaahummaj’al rizquka ‘alayya inda kibari sinii wangi-thaa’i’umrii

    Artinya: “Ya Allah… Jadikanlah rezeki-Mu selalu ada padaku sampai ketika aku sudah tua atau umurku sudah terputus (meninggal dunia).” (HR Thabrani)

    Doa ke-3

    اللهم إلى استقلك رزقا طيباً وَعِلْمًا نَّافِعًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

    Allaahumma innii as-aluka rizqan thayyiban wa ‘ilman naafi’an wa ‘amalan mutaqabbalan

    Artinya: “Ya Allah… Sesungguhnya aku memohon kepada-Mu rezeki yang baik, ilmu yang bermanfaat dan amal yang diterima.” (HR Al Mustaghfiri)

    Doa ke-4

    اللهُمَّ يَا غَنِيٌّ يَا حَمِيدُ يَا مُبْدِءُ يَا مُعِيْدُ يَا رَحِيمُ يَا وَدُوْدُ أَغْنى بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَبِطَاعَتِكَ عَنْ مَعْصِيَتِكَ وَبِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

    Allaahumma yaa ghaniyyu yaa hamiidu ya mubdi-u yaa mu’iid yaa rahiimu ya waduudu aghninii bihalalika ‘an haraamika wa bithaa’atika ‘an ma’shiyatika wa bifadlika anman siwaaka

    Artinya: “Ya Allah…Wahai Zat Yang Maha Kaya, Zat Yang Maha Terpuji, Zat Yang Maha Memulai, Zat Yang Maha Mengembalikan, Zat Yang Maha Belas Kasih, berilah kekayaan kepadaku dengan rezeki yang halal, jauhkan dari rezeki yang haram, dan dengan ketaatan kepada-Mu, jauhkan dari tindak maksiat kepada-Mu dan dengan karunia-Mu jauhkanlah siapa saja yang selain Engkau.”

    Doa ke-5

    اللَّهُمَّ إِلى أَسْفَلْكَ عَنْ تَرْزُقَنِي رِزْقاً حَلالاً وَاسِعاً طَيِّبًا مِنْ غَيْرِ تَعَب وَلَا مَشَقَّةٍ وَلَا ضَيْرٍ وَلَا نَصَبٍ إِنَّكَ عَلَى كُلِّشَيْءٍ قَدِيرٌ

    Allaahumma innii as-aluka an tarzuqanii rizqan halaalan waasi’an thayyiban min ghairi ta’abin wa laa masyaqqatin wa laa dhairin wa laa nashabin innaka ‘alaa kulli syaiin qadiirun

    Artinya: “Ya Allah… Sesungguhnya aku memohon kepada-Mu rezeki yang halal, luas, baik, tanpa payah, sulit, membahayakan dan meletihkan dalam memperolehnya. Sesungguhnya Engkau Maha Berkuasa atas segala sesuatu.”

    Doa ke-6

    مَنْ قَالَ لَا حَوْلَ وَلا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ مِائَةَ مَرَّةٍ فِي كُلِّ يَوْمٍ لَمْ يُصِبْهُ فَقْرًا اَبَدًا

    لَا حَوْلَ وَلا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ

    Laa haula walaa quwwata illaa billahil ‘aliyyil ‘adziimi

    Artinya: “Tiada daya dan kekuatan hanyalah berasal dari Allah Zat Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.”

    Menurut sebuah riwayat, membaca doa tersebut sebanyak 100 kali akan terhindar dari kefakiran. Berikut bunyi haditsnya,

    مَنْ قَالَ لَا حَوْلَ وَلا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ مِائَةَ مَرَّةٍ فِي كُلِّ يَوْمٍ لَمْ يُصِبْهُ فَقْرًا اَبَدًا

    Artinya: “Barang siapa yang membaca laa haula walaa quwwata illaa billahil ‘aliyyil ‘adziimi (Tiada daya dan kekuatan hanyalah berasal dari Allah Zat Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung) sebanyak seratus kali dalam setiap hari, maka ia tidak akan terkena kefakiran selamanya.” (HR Ibnu Abid Dunya)

    Wallahu a’lam.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Rangkaian Bacaan Doa Selesai Salat yang Harus Diketahui


    Jakarta

    Sebagai umat Islam, kita diwajibkan untuk melaksanakan salat lima waktu. salat merupakan ibadah yang memiliki banyak keutamaan, salah satunya adalah sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    Namun, tahukah detikers bahwa amalan setelah salat juga memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas ibadah kita? Salah satu amalan penting setelah salat adalah membaca doa.

    Membaca doa setelah salat bukan hanya sebuah kebiasaan, tetapi memiliki banyak keutamaan yang luar biasa. Doa setelah salat merupakan waktu yang mustajab untuk dikabulkan oleh Allah SWT dan memiliki banyak keutamaan.


    Dilansir dari buku Ampuhnya Fadhilah Dzikir & Doa Setelah Shalat Fardhu & Sunnah oleh H.M. Amrin Rauf, berikut adalah keutamaan doa setelah salat:

    • Doa diampuni, baik di masa lalu dan masa kini
    • Rezeki dimurahkan oleh Allah SWT
    • Segala urusan dimudahkan oleh Allah SWT
    • Menjadi orang berwibawa di kalangannya
    • Diberi ketenangan hati

    Doa merupakan bentuk komunikasi antara hamba dengan Allah SWT. Allah juga senang pada hamba-Nya yang berdoa karena doa menunjukkan bahwa hamba tersebut percaya kepada-Nya dan berharap pertolongan-Nya.

    Bacaan Doa Selesai Salat

    Berikut ini adalah rangkaian doa dan dzikir yang bisa kita bacakan setelah selesai salat:

    1. Membaca Istighfar

    أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمِ الَّذِيْ لَااِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

    “Astaghfirullah hal’adzim, aladzi laailaha illahuwal khayyul qoyyuumu wa atuubu ilaiih.”

    Artinya: “Hamba mohon ampun kepada Allah SWT yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya”

    2. Memuja Keesaan Allah SWT

    لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْر

    “Laa ilaha illallah wakhdahu laa syarika lahu, lahul mulku walahul khamdu yukhyiiy wayumiitu wahuwa ‘alaa kulli syai’innqodiir.”

    Artinya: “Tidak ada Rabb yang berhak disembah kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan. Bagi-Nya pujaan. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.”

    3. Memohon Perlindungan dari Siksa Neraka

    للَّهُمَّ أَجِرْنِـى مِنَ النَّارِ

    “Allahumma ajirni minan-naar.”

    Artinya: “Ya Allah lindungilah aku dari api neraka”

    4. Memohon Keselamatan

    للَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلَامُ فَحَيِّنَارَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَاَدْخِلْنَا الْـجَنَّةَ دَارَ السَّلَامِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْـجَلَالِ وَاْلإِكْرَام.

    “Allahumma antassalam, wamingkassalam, wailayka ya’uudussalam fakhayyina rabbanaa bissalaam, wa-adkhilnaljannata darossalaam tabarokta rabbanaa wata’alayta yaa dzaljalaali wal ikraam.”

    Artinya: “Ya Allah, Engkaulah As-Salaam (Yang selamat dari kejelekan-kejelekan, kekurangan-kekurangan dan kerusakan-kerusakan) dan dari-Mu as-salaam (keselamatan), Maha Berkah Engkau Wahai Dzat Yang Maha Agung dan Maha Baik”

    5. Membaca Al-Fatihah

    بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ١ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ ٢ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ ٣ مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ ٤ اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ ٥ اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ ٦ صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ ࣖ ٧ ( الفاتحة/1: 1-7)

    Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm. Al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn. Ar-raḥmānir-raḥīm. Māliki yaumid-dīn. Iyyāka na’budu wa iyyāka nasta’īn. hdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm. Siraṭalladżīna an’amta ‘alaihim gairil-magḍụbi ‘alaihim wa lad-dallīn.

    Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan seluruh alam, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. (Al-Fatihah/1:1-7)

    6. Membaca Ayat Kursi

    اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ ٢٥٥

    Allahu la ilaha illa huwal-hayyul-qayyum(u). La ta’khudzuhu sinatuw waa naum(un), lahu ma fissamawati wama fil-ard(i), man dzal-ladzi yasyfa’u ‘indahu illa bi’idznih(i), ya’lamu ma baina aidihim wa ma khalfahum, wa la yuhituna bisyai’im min ‘ilmihi illa bima sya'(a), wasi’a kursiyyuhus-samawati wal-ard(a), wa la ya’uduhu hifzuhuma, wa huwal-‘aliyyul-‘azim(u).

    Artinya: Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Mahatinggi lagi Mahaagung.

    7. Membaca Tasbih, Tahmid, Takbir, dan Tahlil

    Kalimat Tasbih 33x:

    سُبْحَانَ اللهِ

    “Subhanallah”

    Kalimat Tahmid 33x:

    الْحَمْدُلِلهِ

    “Alhamdulillah”

    Kalimat Takbir 33x:

    اللهُ اَكْبَرُ

    “Allahu Akbar”

    Kalimat Tahlil 33x:

    لَااِلٰهَ اِلَّا اللهُ

    “Lailaha Illallah”

    8. Membaca Doa Selesai Salat

    Dikutip dari buku Tuntunan Shalat Lengkap dan Benar oleh Dra. Neni Nuraeni M.Ag, berikut adalah doa selesai salat:

    رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّاٰتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْاَبْرَارِۚ

    rabbana faghfir lana dzunubana wa kaffir ‘anna sayyi’atina wa tawaffana ma’al-abrar

    Artinya: Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami, hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang selalu berbuat kebaikan.

    رَبَّنَا اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابُ

    rabbanaghfir li wa liwalidayya wa lil-mu’minina yauma yaqumul-hisab

    Artinya: “Ya Tuhan kami, ampunilah aku, kedua orang tuaku, dan orang-orang mukmin pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat).”

    رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا

    rabban hab lan min azwajina wa dzurriyyatina qurrata a’yuniw waj’alna lil-muttaqina imama

    Artinya: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami penyejuk mata dari pasangan dan keturunan kami serta jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”

    رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَصْلِحْ لِيْ فِيْ ذُرِّيَّتِيْۗ اِنِّيْ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاِنِّيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

    rabbi auzi’ni an asykura ni’matakallati an’amta ‘alayya wa ‘ala walidayya wa an a’mala shaliaan tardlahu wa ashlih li fi dzurriyyati, inni tubtu ilaika wa inni minal-muslimin

    Artinya: “Wahai Tuhanku, berilah petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dapat beramal saleh yang Engkau ridai, dan berikanlah kesalehan kepadaku hingga kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada-Mu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim.”

    رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَۖ اِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًاۖ

    rabbanashrif ‘anna ‘adzaba jahannama inna ‘adzabaha kana gharama

    Artinya: “Wahai Tuhan kami, jauhkanlah azab Jahanam dari kami (karena) sesungguhnya azabnya itu kekal.”

    رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

    Rabbana latuzigh-qulubana ba’da idz hadaitana wahablana min landunkarahmatan innaka antalwahhab.

    Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi Karunia.”

    Wallahu a’lam.

    (hnh/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa sebelum Pergi Mudik Lebaran, Dibaca agar Lancar dan Selamat


    Jakarta

    Jelang Hari Raya Idul Fitri, umumnya muslim Indonesia melakukan mudik ke kampung halaman. Kegiatan ini sudah seperti tradisi tahunan setiap lebaran.

    Biasanya perjalanan mudik memakan waktu yang cukup lama. Tidak hanya berjam-jam, bahkan hingga berhari-hari.

    Sebagai seorang muslim, sudah sepatutnya umat Islam memanjatkan doa ketika hendak melakukan sesuatu, begitu pula sebelum mudik. Doa tersebut dimaksudkan untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT agar selamat sampai tujuan.


    Doa sebelum Pergi Mudik

    Berikut doa sebelum pergi mudik yang disadur dari Instagram resmi Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI.

    سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِى سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِى الأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِى الْمَالِ وَالأَهْلِ

    Arab latin: Subhanalladzi sakh-khoro lanaa hadza wa maa kunna lahu muqrinin. Wa inna ila robbina lamun-qolibuun. Allahumma innaa nas’aluka fii safarinaa hadza al birro wat taqwa wa minal ‘amali ma tardho. Allahumma hawwin ‘alainaa safaronaa hadza, wathwi ‘anna bu’dahu. Allahumma antash shoohibu fis safar, wal kholiifatu fil ahli. Allahumma inni a’udzubika min wa’tsaa-is safari wa ka-aabatil manzhori wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli.

    Artinya: “Mahasuci Allah yang telah menundukkan untuk kami kendaraan ini, padahal kami sebelumnya tidak mempunyai kemampuan untuk melakukannya, dan sesungguhnya hanya kepada Rabb kami, kami akan kembali. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan, taqwa dan amal yang Engkau ridhai dalam perjalanan kami ini.

    Ya Allah mudahkanlah perjalanan kami ini, dekatkanlah bagi kami jarak yang jauh. Ya Allah, Engkau adalah rekan dalam perjalanan dan pengganti di tengah keluarga. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesukaran perjalanan, tempat kembali yang menyedihkan, dan pemandangan yang buruk pada harta dan keluarga.”

    Doa Musafir Tergolong Mustajab

    Pada dasarnya, orang yang melakukan perjalanan jauh termasuk musafir. Menurut hukum Islam, musafir adalah orang yang meninggalkan tempat tinggalnya dalam jarak tertentu dan berniat tinggal di tempat yang dituju dalam waktu tertentu, seperti dikutip dari buku Tuntunan Shalat Musafir oleh Aulia Fadhli.

    Imam Ahmad, Imam Syafi’i dan Imam Malik menetapkan batas waktu seseorang yang dapat disebut musafir ialah empat hari. Sementara itu, Abu Hanifah mengatakan batas waktunya 15 hari.

    Walau demikian, banyak pendapat yang mengatakan bahwa musafir adalah orang yang sedang bepergian untuk tujuan tertentu dengan perjalanan kurang lebih 70 km, dan orang tersebut tidak berencana menetap di daerah tertentu lebih dari tiga hari.

    Secara sederhana, musafir dapat juga didefinisikan sebagai seseorang yang melakukan perjalanan dengan tujuan bukan untuk maksiat.

    Doa dari seorang musafir dikatakan mustajab. Hal ini disebutkan dalam buku Agar Doa Selalu Dikabulkan Allah susunan Muhammad Syafie el-Bantanie, sebagaimana merujuk pada hadits Nabi SAW, ia bersabda:

    “Ada tiga jenis doa yang pasti dikabulkan, yaitu doa orang yang dizalimi, doa orang yang sedang dalam perjalanan (safar) dan doa orang tua untuk anaknya.” (HR Abu Dawud, Ibnu Majah dan Tirmidzi)

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri-Keluarga dan Doa Terimanya


    Jakarta

    Zakat fitrah mengenal istilah muzaki sebagai pemberi zakat dan mustahik pihak penerima zakat. Pada proses akadnya, muzaki akan membaca doa niat zakat fitrah.

    Selain itu, perintah berzakat telah ada sejak tahun kedua hijriah, sebagaimana dijelaskan dalam hadits Nabi Muhammad SAW berikut.

    فَرَضَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم زَكَاةَ الْفِطْرِ مِنْ رَمَضَانَ عَلَى النَّاسِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيْرٍ عَلَى كُلِّ حُرٍ أَوْ عَبْدِ ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى مِنَ الْمُسْلِمِينَ.


    Artinya: “Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah dari bulan Ramadan atas manusia, satu sha dari kurma atau satu sho’ dari gandum atas tiap-tiap orang merdeka atau hamba laki-laki atau hamba perempuan dari kaum muslimin.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Doa Niat Zakat Fitrah dan Bacaan Doa Menerimanya

    Dikutip dari buku Menggapai Surga Dengan Doa: Kumpulan Doa-Doa Dilengkapi Yasin, Tahlil dan Al Asmaul Husna oleh Achmad Munib M.Si, berikut sejumlah bacaan niat zakat fitrah yang bisa diamalkan ketika akad.

    • Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri

    نَوَيْتُ أَن أُخْرِج زكاة الفِطْرِ عَنْ نَفْسِي فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

    Arab latin: Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri ‘an nafsii fardhan lillaahi ta’aalaa.

    Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah Taʻâlâ.”

    • Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga

    نَوَيْتُ أن أخرج زكاة الفِطْرِ عَنِّي وَعَنْ جَمِيعِ مَا يَلْزَمُنِي نَفَقَاتُهُمْ شَرْعًا فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

    Arab latin: Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri ‘anni wa ‘an jamii’i ma yalzamunii nafaqaatuhum syar’an fardhan lillaahi ta’aalaa.

    Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku, fardu karena Allah Ta’ala.”

    • Niat Zakat Fitrah untuk Istri

    نَوَيْتُ أن أخرج زكاة الفطر عَنْ زَوجَتِي فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

    Arab latin: Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri ‘an zaujatii fardhan lillaahi ta’aalaa.

    Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah Ta’ala.”

    • Niat Zakat Fitrah untuk Anak Laki-laki

    نَوَيْتُ أن أخرج زكاة الفطر عَنْ ولدي …فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

    Arab latin: Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri ‘an waladii … (sebutkan nama) fardhan lillaahi ta’aalaa.

    Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku…. (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta’ala.”

    • Niat Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan

    نَوَيْتُ أن أخرج زكاة الفطر عَنْ بنتي … فَرْضًا للهِ تَعَالَى

    Arab latin: Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri ‘an bintii … (sebutkan nama) fardhan lillaahi ta’aalaa.

    Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku…. (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta’âlâ.

    • Niat Zakat Fitrah untuk Orang yang Diwakilkan

    نَوَيْتُ أن أخرج زكاة الفطر عَنْ (…..) فَرْضًا للهِ تَعَالَى

    Arab latin: Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri ‘an … (sebutkan nama) fardhan lillaahi ta’aalaa.

    Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk … (sebutkan nama spesifik), fardu karena Allah Ta’ala.”

    • Doa saat Menerima Zakat Fitrah

    أجرك اللهُ فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَبَارَكَ فِيْمَا أَبْقَيْتَ وَجَعَلَهُ لَكَ طَهُورًا

    Arab latin: Aajarakallahu fiimaa a’thaita, wa baaraka fiimaa abqaita wa ja’alahu laka thahuuran

    Artinya: “Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan, dan semoga Allah memberikan berkah atas harta yang kau simpan dan menjadikannya sebagai pembersih bagimu.”

    Dilansir buku Tuntunan Ibadah Ramadan dan Hari Raya karya R. Syamsul B dkk membayar zakat fitrah dianjurkan sesudah masuknya waktu wajibnya, ketika terbenamnya matahari pada malam hari raya Idul Fitri.

    Waktu paling afdal untuk membayar zakat fitrah ketika pagi hari raya sebelum berangkat menuju salat Id. Bila menunaikan zakat fitrah setelah salat Id maka hukumnya makruh.

    Dasar hukum menetapkan batas zakat fitrah berasal dari hadits nabi Muhammad SAW, “Rasulullah SAW telah memerintahkan untuk mengeluarkan zakat fitrah sebelum orang-orang keluar melaksanakan salat Idul Fitri.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Terdapat juga hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA, “Barang siapa yang mengeluarkan zakat sebelum salat Id, maka itu zakat yang diterima. Dan barangsiapa yang mengeluarkannya sesudah salat Id maka itu termasuk salah satu sedekah dari sedekah biasa.”

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com