Category: Doa Hadits

  • Hadits Silaturahmi, Tegaskan Pentingnya Berbuat Baik pada Sesama


    Jakarta

    Silaturahmi menjadi amalan yang berbalas kebaikan. Dalam banyak hadits, Rasulullah SAW bahkan menjelaskan bahwa Allah SWT menjanjikan surga sebagai balasan bagi orang-orang yang menjaga silaturahmi.

    Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman tentang perintah berbuat baik kepada orang lain. Hal ini menjadi bagian penting dari silaturahmi.

    Allah SWT berfirman dalam surah An Nisa’ ayat 36,


    وَاعْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـًٔا وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْجَارِ ذِى الْقُرْبٰى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْۢبِ وَابْنِ السَّبِيْلِۙ وَمَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُوْرًاۙ

    Artinya: “Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat-baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri.”

    Dalam buku Qur’anic Healing oleh Ibnu Rusydi al-Maswani, dijelaskan bahwa menjalin silaturahmi merupakan bentuk nyata dari ketakwaan kepada Allah SWT.

    Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW juga menekankan pentingnya menjaga silaturahmi. “Tidak akan masuk surga orang yang memutus tali silaturahmi.” (HR Bukhari)

    Dalam hadits lain, Rasulullah SAW juga menyatakan untuk saling berbuat baik pada sesama. Rasulullah SAW bersabda,

    “Janganlah kalian saling membenci, janganlah saling mendengki, janganlah kalian saling membelakangi, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara, tidak halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya melebihi tiga malam.” (HR Bukhari)

    Hadits tentang Silaturahmi

    Ada banyak hadits yang menjelaskan pentingnya menjaga silaturahmi. Manfaatkan momen Idul Fitri sebagai waktu yang tepat untuk saling berkunjung, saling memaafkan dan juga menjaga persaudaraan.

    Berikut beberapa hadits Rasulullah SAW yang menjelaskan pentingnya silaturahmi:

    1. Anjuran Silaturahmi

    Rasulullah SAW bersabda, “Beribadahlah pada Allah SWT dengan sempurna jangan syirik, dirikanlah salat, tunaikan zakat, dan jalinlah silaturahmi dengan orang tua dan saudara.” (HR Bukhari)

    2. Keutamaan Silaturahmi

    Rasulullah SAW bersabda, “Allah SWT yang Maha Besar dan Maha Kuasa berfirman: Aku adalah yang Maha Pengasih (Ar-Rahman). Aku membuat ikatan persaudaraan dan memberinya nama dari nama-Ku. Jika siapa saja mempertahankan ikatan silaturahmi, mempertahankan hubungan dengannya. Dan Aku akan memutus hubungan dengan siapa saja yang memutuskan silaturahmi.” (HR Abu Daud)

    3. Silaturahmi Membawa Rezeki dan Menghapus Dosa

    Rasulullah SAW bersabda, “Ketika tamu datang pada suatu kaum, maka ia datang dengan membawa rezekinya. Ketika ia keluar dari kaum, maka ia keluar dengan membawa pengampunan dosa bagi mereka.” (HR Ad-Dailami)

    4. Silaturahmi Membuka Pintu Rezeki

    Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang senang agar dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.” (HR Bukhari)

    5. Silaturahmi Memperpanjang Umur

    Sabda Rasulullah SAW, “Silaturahmi dapat menambah umur, sedangkan sedekah dengan sembunyi-sembunyi dapat meredam murka Allah.” (HR Ath-Thabrani)

    6. Silaturahmi Menghapus Dosa

    Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah dua orang muslim bertemu lalu saling bersalaman, kecuali keduanya diampuni dosanya sebelum keduanya berpisah.” (HR Abu Dawud)

    Demikian beberapa hadits anjuran dan keutamaan silaturahmi. Sebagai muslim yang beriman, sudah sepatutnya menjaga dan mempererat tali silaturahmi.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Apakah Boleh Sholat Subuh Tanpa Membaca Doa Qunut?


    Jakarta

    Sholat Subuh adalah salah satu ibadah wajib yang harus dilakukan muslim. Dalam pelaksanaan salat Subuh ada bacaan yang disebut doa qunut.

    Doa qunut merupakan bacaan yang dilafalkan sebelum atau setelah rukuk (i’tidal) pada rakaat terakhir salat Subuh. Lalu bagaimana hukumnya saat muslim tidak membaca doa qunut di salat Subuhnya?

    Merujuk pada buku Fiqh Shalat Terlengkap karya Abu Abbas Zain Musthofa al-Basuruwani, beberapa ulama memiliki perbedaan pendapat dalam hukum membaca doa qunut Subuh. Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad menyatakan bahwa membaca doa qunut subuh tidak disunnahkan. Sedangkan menurut Imam Malik dan Imam Asy-Syafi’i menyatakan bahwa disunnahkan untuk membaca doa qunut Subuh.


    Imam asy-Syaukani menegaskan, para ulama telah sepakat bahwa hukum qunut adalah tidak wajib secara mutlak. Kelompok yang tidak membaca qunut memiliki dasar pada beberapa hadits.

    “Diriwayatkan dari Sahabat Anas RA bahwasanya Nabi Muhammad SAW melakukan qunut sebulan setelah rukuk, beliau mendoakan keburukan kepada beberapa kabilah Arab, lalu (setelah itu) beliau tidak melakukannya lagi.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Membaca Doa Qunut saat Salat Subuh Wajibkah?

    Dalam Panduan Shalat Lengkap yang ditulis oleh Dr. Sa’id bin Ali bin Wahaf al-Qahthani disebutkan bahwa Rasulullah SAW sama sekali tidak pernah membiasakan qunut dalam semua salat wajib, baik salat Subuh ataupun salat-salat lainnya.

    Demikian juga dengan khulafa’ur rasyidin, di mana mereka hanya mengerjakan qunut seperti yang pernah dikerjakan oleh Nabi. Mereka akan terus membaca qunut dalam salat wajib selama masih ada penderitaan yang menimpa kaum muslimin. Tetapi jika penderitaan itu sudah sirna, mereka pun akan meninggalkan qunut.

    Bacaan Doa Qunut Subuh

    Bacaan Doa Qunut Subuh Versi Panjang

    Dikutip dalam buku Abu Abbas Zain Musthofa Al-Basuruwani yang berjudul Fiqih Shalat Terlengkap berikut bacaan doa qunut Subuh versi pendek yang dapat dibaca:

    اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّمَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِيَ وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ .

    Arab latin: Allaahummah dinii fii man hadaits, wa ‘aafiinii fii man ‘aafaits, wa tawallanii fii man tawallaits, wa baarik lii fii maa a’thaits, wa qi nii syarra maa qadlaits, fa innaka taqdli wa laa yuqdlaa ‘alaik, wa innahuu laa yadzillu mau waalaits, tabaarakta rabbanaa wa ta’aalits.

    Artinya: “Ya Allah, berilah aku petunjuk di antara orang-orang yang Engkau beri petunjuk, berilah kesejahteraan kepadaku di antara orang-orang yang Engkau beri kesejahteraan, tolonglah aku di antara orang-orang yang kau beri pertolongan, berikanlah keberkahan kepadaku pada apa-apa yang Engkau berikan kepadaku, dan peliharalah aku dari keburukan yang Engkau putuskan, karena sesungguhnya Engkau memutuskan dan tidak diputuskan atas-Mu, dan tiada kehinaan kepada orang yang telah Engkau tolong, Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami, lagi Maha Tinggi.”

    Bacaan Doa Qunut Versi Pendek

    Bacaan doa Qunut versi pendek bisa jadi pilihan yang lebih ringkas untuk dibaca dalam salat Subuh. Bacaan doa qunut pendek isinya:

    اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّمَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِيَ وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ .

    Allaahummahdini fi man hadaits, wa ‘afiini fi man ‘aafaits, wa tawallani fi man tawallaits, wa baarik lii fii maa a’thaits, wa qi nii syarra maa qadhaits, fainnaka taqdhi wa laa yuqdha ‘alaik, wa innahuu laa yadzillu mau walaits, tabarakta rabbana wa ta’alaits.

    Artinya: “Ya Allah, berilah aku petunjuk di antara orang-orang yang Engkau beri petunjuk, berilah kesejahteraan kepadaku di antara orang-orang yang Engkau beri kesejahteraan, tolonglah aku di antara orang-orang yang kau beri pertolongan, berikanlah keberkahan kepadaku pada apa-apa yang Engkau berikan kepadaku, dan peliharalah aku dari keburukan yang Engkau putuskan, karena sesungguhnya Engkau memutuskan dan tidak diputuskan atas-Mu, dan tiada kehinaan kepada orang yang telah Engkau tolong, Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami, lagi Maha Tinggi.”

    (hnh/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • 2 Doa Buka Puasa Syawal, Lafalkan agar Berkah


    Jakarta

    Puasa Syawal bisa dikerjakan setelah Idul Fitri. Saat hendak berbuka puasa, lafalkan doa buka puasa agar menjadi amalan yang penuh keberkahan.

    Momen buka puasa menjadi waktu mustajab untuk berdoa. Seorang muslim yang menjalani puasa, baik puasa wajib di bulan Ramadan maupun puasa sunnah, memiliki kesempatan yang sama untuk dikabulkan doanya.

    Hal ini sesuai hadits Rasulullah SAW,


    ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الْإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ يَرْفَعُهَا فَوْقَ الْغَمَامِ وَتُفَتَّحُ لَهَا أَبْوَابُ السَّمَاءِ

    Artinya: “Tiga orang yang doanya tidak tertolak: seorang pemimpin yang adil, seorang yang berpuasa saat berbuka dan doa orang yang terzalimi, doanya diangkat di atas awan dan pintu-pintu langit dibukakan,” (HR. Tirmidzi no. 2449)

    Imam al-Nawawi dalam kitab al-Adzkar mengatakan isi ucapan doa sangat umum dan tidak terbatas selama doa tersebut mengandung makna kebaikan. Terdapat lima doa buka puasa sesuai hadits yang diriwayatkan para sahabat Rasulullah SAW. Doa ini dapat dilafalkan saat buka puasa Syawal.

    Doa Buka Puasa Syawal

    Amirulloh Syarbini & Sumantri Jamhari dalam bukunya yang berjudul Dahsyatnya Puasa Wajib & sunah Rekomendasi Rasulullah, menyebutkan beberapa doa yang dibaca Rasulullah SAW ketika berbuka puasa.

    1. Doa buka puasa versi pertama

    Bacaan doa buka puasa ini diucapkan oleh Rasulullah SAW ketika beliau berbuka puasa. Berikut bacaan lengkapnya menurut Imam Bukhari dan Imam Muslim,

    اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

    Arab-latin: Allaahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birahmatika yaa arhamar-roohimiina.

    Artinya: Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu, Ya Allah yang Tuhan Maha Pengasih.

    Dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, dijelaskan, “(Mereka yang berpuasa) dianjurkan setelah berbuka membaca: ‘Allâhumma laka shumtu, wa ‘alâ rizqika afthartu.’ Pasalnya, Rasulullah SAW mengucapkan doa ini yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.”

    Sementara itu, Al Imam Al Baihaqi juga meriwayatkan dalam kitab Sunan Al Kubra, sebuah hadits lain yang memiliki makna yang sama.

    أخْبَرَنَا أَبُو عَلى الرُّودْبَارِي أخبرنا أبو بكر بن داسة حدثنا أبو دَاوُدَ حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ عَنْ حُصَيْنِ عَنْ مُعَادِ بْن زُهْرَةَ : أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ النَّبي – صلى الله عليه وسلم كان إذا أفطر قَالَ : « اللهم لك صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

    (رواه البيهقي فالسنن الكبرى)

    Artinya: Bahwasanya nabi Muhammad SAW itu apabila berbuka puasa membaca “Allahumma laka shumtu…” (Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa dan dengan rizki-Mu aku berbuka). (HR AI Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra)

    2. Doa buka puasa versi kedua

    Menurut Imam Abu Daud, terdapat bacaan doa buka puasa. Berikut bacaan doanya,

    ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

    Arab-latin: Dzahabadh dhoma-u wabtalatil uruqu wa tsabatal ajru insyaa-allah.

    Artinya: Telah hilang rasa penatku dan basahlah tenggorokanku dan tetaplah pahala dicurahkan atasku, Insya Allah.

    Bacaan doa di atas tercantum dalam hadits oleh Al Imam Abu Daud.

    حدثنا عبد الله بن مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى أبو مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْحَسَنِ أَخبرني الحسين بن وَاقِدٍ حَدَّثَنَا مَرْوَانُ – يَعْنِي ابن سالم – المقفع – قَالَ رَأيت ابن عمر يقبض على لحيته فيقطع ما زاد على الكف وَقَالَ كَانَ رَسُولُ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – إذا أفطر قَالَ « ذَهَبَ الظما وابْتَلَتِ الْعُرُوقَ وَثَبَتَ الآخِرُ إِنْ شَاءَ اللهُ ». (رواه ابو داود)

    Artinya: Marwan bin Salim berkata; Aku melihat Ibnu Umar memegang jenggotnya dan memotong yang melebihi genggaman telapak tangannya dan berkata: Rasulullah SAW itu apabila berbuka puasa mengucapkan “Telah hilang rasa penatku dan basahlah tenggorokanku dan tetaplah pahala dicurahkan atasku, Insya Allah.” (HR Abu Dawud).

    Selain berdoa, ketika menyantap hidangan berbuka puasa juga harus tetap menjaga adab. Diriwayatkan Umar bin Abi Salamah, ia menuturkan: “Dahulu aku pernah berada di rumah Rasulullah SAW dan tanganku berkeliaran di atas nampan makanan, maka beliau berkata kepadaku, “Wahai anak! Bacalah basmalah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dengan mengambil yang terdekat darimu.” (HR Bukhari & Muslim)

    Demikian bacaan doa buka puasa sesuai hadits Rasulullah SAW. Semoga bisa menjadi amalan yang membawa berkah.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Masuk Kuburan dan Adabnya yang Perlu Dipahami Muslim


    Jakarta

    Doa masuk kuburan dibaca ketika memasuki area pemakaman. Biasanya, masyarakat muslim Indonesia melakukan ziarah kubur pada momen-momen tertentu, seperti jelang Ramadan dan Idul Fitri atau bahkan bertepatan dengan hari raya tersebut.

    Anjuran ziarah kubur dijelaskan oleh Nabi SAW dalam sebuah hadits. Beliau bersabda,

    “Sesungguhnya aku pernah melarang kalian untuk menziarahi kubur, maka (sekarang) ziarahilah kuburan, sebab ziarah kubur itu akan mengingatkan kamu pada hari akhirat.” (HR Muslim)


    Mengutip buku Jejak Para Wali dan Ziarah Spiritual susunan Purwadi, tradisi ziarah kubur dimaksudkan untuk mengenang dan mendoakan anggota keluarga yang telah meninggal dunia. Kata ziarah sendiri diserap dari bahasa Arab, yaitu ziyarah yang artinya kunjungan.

    Ulama hadits Syekh Al Albani dalam kitab Ahkaamul Janaa’iz wa Bid’ihaa yang diterjemahkan A.M. Basalamah menuliskan bahwa ziarah kubur termasuk amalan yang disunnahkan.

    Dari Aisyah RA, ia berkata Nabi SAW bersabda,

    “Tak seorang pun yang berziarah ke makam saudaranya dan duduk di dekatnya, kecuali saudaranya itu terhibur (dengan kedatangannya) dan menjawab (salamnya) hingga ia meninggalkan tempatnya.”

    Doa Masuk Kuburan: Arab, Latin dan Arti

    Mengutip buku Kelengkapan Tarikh Muhammad Jilid 6 karya Moenawar Chalil, setidaknya ada sejumlah versi doa masuk kuburan. Seperti apa? Berikut bacaannya.

    1. Doa Masuk Kuburan Versi Pertama

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَيَّتُهَا الأَرْوَاحُ الْقَانِيَةُ. وَالأَبْدَانُ الْبَالِيَةُ وَالْعِظَامُ النَّخِرَةُ الَّتِى خَرَجَتْ مِنَ الدُّنْيَا وَهِيَ بِاللَّهِ مُؤْمِنَةٌ. أَللهُمَّ أَدْخِلْ عَلَيْهِمْ رَوْحًا مِنْكَ وَسَلَامًا مِنا

    Arab latin: Assalamu’alaikum ayyatuhaal ‘arwaahul qaaniyat. Wal abdaanul baaliyatu wal’ithomunnakhiratul ti kharajat minaddunyaa wa hiyabillahi mu’minat. Allahumma adkhil ‘alaihim rawkhaan minka wa salaaman minna.

    Artinya: “Kesejahteraan semoga dilimpahkan atas kamu, hai semua roh yang rusak tubuhnya dan badan-badan yang busuk serta tulang-tulang yang hancur, yang telah keluar dari dunia, padahal ia beriman kepada Allah. Ya Allah, masukkanlah kepada mereka itu kelapangan dari Engkau dan kesejahteraan dari kami.”

    2. Doa Masuk Kuburan Versi Kedua

    Ibnus Sunni meriwayatkan bahwa Abu Hurairah RA berkata, “Rasulullah jika berjalan melalui pemakaman, beliau mengucapkan,

    السَّلامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ كَانَ رَسُولُ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّالِحَاتِ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحِقُوْنَ

    Arab latin: Assalaamu’alaikum ahladdiyari mina kaana rasuulul mu’miniina wal mu’minaati wal muslimina wal muslimaati wassholihiina wassholihaat, wa inna insyaa allahu bikum laa khiquun

    Artinya: “Semoga kesejahteraan dilimpahkan atas kamu, hai para ahli kubur yang beriman laki-laki dan wanita, yang Islam laki-laki dan wanita, dan yang saleh laki-laki dan wanita. Sesungguhnya kami jika dikehendaki oleh Allah akan menyusul kamu.”

    3. Doa Masuk Kuburan Versi Ketiga

    Ibnu Abbas RA berkata dalam riwayat At Tirmidzi, “Rasulullah SAW pernah berjalan melalui kuburan di Madinah. Beliau menghadapkan mukanya kepada mereka (ahli kubur), lalu beliau mengucapkan,

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ يَا أَهْلَ الْقُبُورِ، يَغْفِرُ الله لَنَا وَلَكُمْ ، أَنْتُمْ سَلَفْنَا وَنَحْنُ بِالأَثَرِ

    Arab latin: Assalaamu’alaikum yaa ahlal qubuur, yaghfirullahu lanaa walakum, antum salafnaa wa nakhnu bil ‘atsari

    Artinya: “Semoga kesejahteraan dilimpahkan atas kamu, wahai ahli kubur. Mudah-mudahan Allah mengampuni kami dan kamu. Kamu mendahului kami dan kami menyusul kamu di belakang.”

    Adab Ziarah Kubur

    Setelah membaca doa masuk kuburan, ada sejumlah adab yang perlu diperhatikan kaum muslimin. Berikut adabnya yang dinukil dari buku Panduan Fardu Kifayah Beserta Doa susunan Sopian Riduan.

    1. Berwudhu
    2. Membaca doa masuk kuburan
    3. Menghadap ke arah kiblat saat berdoa untuk almarhum dan berdzikir
    4. Berdoa untuk almarhum kepada Allah SWT, berikut doa ziarah yang dapat dipanjatkan

      السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاَحِقُونَ، أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَافِيَةَ لَنَا وَلَكُمْ

      Arab latin: Assalaamu’alaikum ahladdiyaari minal mu’miniina wal muslimiin, wa innaa insyaa allahu bikum laahiquun, as’alullahal ‘aafiyata lanaa wa lakum.

      Artinya: “Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam, semoga Allah SWT merahmati orang-orang yang mendahului kami dan orang-orang yang datang belakangan. Kami insya Allah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian.”

    5. Setelah berdoa dianjurkan untuk membaca surah Al Fatihah
    6. Membaca ayat-ayat pendek
    7. Tidak duduk atau menginjak bagian atas kuburan
    8. Tidak melakukan hal yang berlebihan

    Itulah doa masuk kuburan dan adabnya yang perlu diperhatikan. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Ziarah Makam Orang Tua: Arab, Latin dan Artinya


    Jakarta

    Ziarah ke makam orang tua atau leluhur yang telah meninggal dunia menjadi salah satu tradisi saat Idul Fitri. Ketika ziarah, lantunkan doa untuk orang tua agar dijauhkan dari siksa kubur.

    Ziarah makam menjadi sebuah tradisi yang kerap dilakukan masyarakat Indonesia ketika momen Idul Fitri. Tradisi ziarah makam ini sebenarnya adalah salah satu sunnah Rasulullah SAW.

    Mengutip buku Jejak Ramadan yang disusun oleh Nova dan Para Pejuang RA, disebutkan sebuah hadits yang menjelaskan kebiasaan Rasulullah SAW yang berziarah ke makam ibundanya.


    Rasulullah SAW bersabda,

    “Dahulu saya melarang kalian berziarah kubur, tetapi sekarang berziarahlah kalian. Sesungguhnya ziarah kubur dapat melunakkan hati, menitikkan (air) mata, mengingatkan pada akhirat, dan janganlah kalian berkata buruk (pada saat ziarah).” (H.R. Hakim)

    Rasulullah SAW juga menitikkan air mata saat ziarah ke makam sang ibu, Siti Aminah. Abu Hurairah meriwayatkan Rasulullah SAW menziarahi makam ibunya. Beliau menangis sehingga para sahabat yang bersamanya juga ikut menangis.

    “Kubur yang kalian lihat aku berbisik di sana adalah kuburan ibuku, Aminah binti Wahab. Aku meminta izin kepada Allah SWT untuk menziarahinya dan aku diizinkan-Nya.” (HR Muslim)

    Riwayat-riwayat di atas, menandakan bahwa kecintaan Rasulullah SAW kepada orang tuanya membuat beliau berziarah ke makam ibunya. Menziarahi makam orang tua dan mendoakannya merupakan bagian dari bentuk bakti seorang anak.

    Ketika orang tua telah wafat, doa anak saleh dan salehah akan menjadi hadiah istimewa bagi orang tua.

    Doa Ziarah Kubur Orang Tua Sesuai Sunnah

    Merangkum buku Panduan Ziarah Kubur oleh Sutejo Ibnu Pakar, berikut bacaan doa ziarah kubur yang bisa dibaca saat berkunjung ke makam orang tua.

    Doa ini sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW,

    السَّلامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنينَ وَأتاكُمْ ما تُوعَدُونَ غَداً مُؤَجَّلُونَ وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحقُونَ

    Arab Latin: Assalamu’alaikum dara qaumin mu’minin wa atakum ma tu’adun ghadan mu’ajjalun, wa inna insya-Allahu bikum lahiqun.

    Artinya: Assalamualaikum, hai tempat bersemayam kaum mukmin. Telah datang kepada kalian janji Tuhan yang sempat ditangguhkan besok, dan kami insyaallah akan menyusul kalian.

    Selanjutnya bisa disertai dengan membaca doa berikut,

    اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ

    Arab Latin: Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu anhu wakrim nuzulahu, wa wassi’ madkhalahu, waghsilhu bilmai was salji, wal baradi, wa naqqihi minal khathaya, kama yunaqqas saubul abyadu minad danas. Wa abdilhu daran khairan min darihi wa ahlan khairan min ahlihi, wa zaujan khairan min zaujihi, wa adkhilhul jannata wa a’idzhu min adzabil qabri, wa adzabin nari.

    Artinya: “Ya Allah! Ampunilah almarhum (jenazah), berilah dia rahmat-mu, kesejahteraan, serta maafkanlah kesalahannya dan tempatkanlah di tempat yang mulia (Surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air, salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), keluarga (atau istri di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya), dan masukkan dia ke Surga, jagalah dia dari siksa kubur dan Neraka.”

    Bisa juga dilanjutkan dengan membaca doa ziarah pendek. Berikut bacaannya,

    السَّلامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيار منَ الْمُؤْمِنِينَ والمُسلمين وإنا إن شاء الله بكم لاحقون تَسْأَلُ الله لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِية

    Arab Latin: “Assalaamu’alaikum ahlad diyaari minal mu’miniina wal muslimiin, wa innaa in syaa allaahu bikum laahiquun, nas’alullaaha lanaa wa lakumul’aafiyah”

    Artinya: “Keselamatan semoga tetap tercurahkan kepada para penghuni kubur dari golongan orang-orang mukmin dan orang-orang muslim, dan sesungguhnya Insya Allah kami akan menyusul kalian. Kami memohon kepada Allah keselamatan untuk kamu dan untuk kalian semua.” (HR Ibnu Majah)

    Demikian beberapa doa ziarah makam yang bisa dipanjatkan ketika mengunjungi makam orang tua.

    (dvs/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Minta Kesembuhan Sakit untuk Diri Sendiri Sesuai Sunah


    Jakarta

    Ajaran Islam mengajarkan sakit kepada hambanya diturunkan untuk memberikan kesempatan bagi mereka menghapus dosa-dosa. Untuk itu, dianjurkan memperbanyak doa dan istigfar ketika sakit.

    Dari Ummul ‘Ala berkata, “Rasulullah SAW mengunjungiku ketika aku sakit, lalu beliau bersabda.

    أَبْشِرِى يَا أُمَّ الْعَلَاءِ فَإِنَّ مَرَضَ الْمُسْلِمِ يُذْهِبُ اللَّهُ بِهِ خَطَايَاهُ كَمَا تُذْهِبُ النَّارُ خَبَثَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ


    Artinya: “Bergembiralah wahai Ummul ‘Ala, sesungguhnya sakitnya seorang muslim dijadikan oleh Allah untuk menghilangkan kesalahannya dengannya, sebagaimana api menghilangkan karat emas dan perak.” (HR Abu Dawud)

    4 Doa Minta Kesembuhan Sakit untuk Diri Sendiri

    1. Doa Minta Kesembuhan Versi Pertama

    Dilansir dari buku Doa Menghadapi Musibah oleh Arif Munandar Riswanto, berikut doa meminta kesembuhan yang bisa diamalkan.

    اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا

    Allaahumma rabban naasi, adzhibil ba’sa. Isyfi. Antas syaafi. Laa syaafiya illā anta syifaa’an lā yughaadiru saqaman.

    Artinya: “Tuhan segala manusia, hilangkanlah penyakit. Sembuhkanlah, Engkaulah penyembuh. Tidak ada penawar selain dari penawar-Mu, penawar yang menghabiskan sakit dan penyakit.”

    2. Doa Minta Kesembuhan Versi Kedua

    Doa meminta kesembuhan yang dikutip dari buku Doa-Doa Terbaik Sepanjang Masa karya Ustaz Ahmad Zacky El-Syafa sebagai berikut.

    بِسْمِ الله، حَسْبِيَ الله تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهُ، اِعْتَصَمْتا بِاللَّه فَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَى الله مَا شَاءَ اللَّهُ لَا حَوْلَ وَلَا قُ وَّةَ إِلَّا بِاللَّه الْعَلِيُّ الْعَظِيمِ

    Bismillaahi hasbiyallaahi tawakkaltu ‘alallaahi i’tashamtu billaahi fawwadltu amri ilallaahi maa syaa-allahu laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aiyyil ‘adziimi

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, Allah-lah Zat Yang mencukupiku. Aku berserah diri kepada Allah. Aku memohon perlindungan kepada Allah. Tiada daya dan upaya hanyalah kepada Allah Zat Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.”

    3. Doa Minta Kesembuhan Versi Ketiga

    Dari buku Al Adzkar Doa dan Dzikir dalam Al-Qur’an dan Sunnah karya Imam Nawawi, doa meminta kesembuhan dapat diamalkan dengan menggunakan debu. Berikut doanya:

    بِسْمِ اللهِ تُرْبَةُ أَرْضِنَا بِرِيقَةِ بَعْضِنَا يُشْفَى سَقِيمُنَا بِإِذْنِ رَبِّنَا

    Bismillahi turbatu ardhinaa biriiqati ba’dhinaa yusyfa saqiimunaa bi idzni rabbinaa

    Artinya: “Dengan nama Allah, debu tanah kami dengan ludah di antara kami, orang-orang yang menderita sakit di antara kami menjadi sembuh dengan izin Tuhan kami.” (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad, & Hakim)

    4. Doa Minta Kesembuhan Versi Keempat

    Riwayat dari Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim, dari Sayyidah Aisyah RA yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW membaca Al-Mu’awwidzat bagi sebagian anggota keluarganya dan mengusap dengan tangan kanannya seraya berkata. Berikut bacaan doanya:

    للَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أذهبْ البَاسِ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِي إِلَّا أَنتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

    Allahumma rabban naasi adzhibil ba’sisyfi antasy syaafi laa syaafiya illa anta syifaa’an laa yughaadiru saqama

    Artinya: “Ya Allah, Tuhan yang memelihara dan menguasai manusia, hapuskanlah penyakit dan penderitaan ini. Sembuhkanlah karena Engkaulah yang Maha Menyembuhkan. Tiada kesembuhan kecuali kesembuhan-Mu. Kesembuhan yang tidak menimbulkan efek samping.” (HR Bukhari, Muslim, Ahmad, & Abdurrazaq)

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Hadits tentang Puasa Syawal, Amalan Sunnah yang Dianjurkan Nabi SAW


    Jakarta

    Hadits tentang puasa Syawal menjelaskan terkait keutamaan amalan tersebut. Pada dasarnya, bulan Syawal memiliki sejumlah keutamaan jika diisi berbagai amalan sunnah.

    Meski dinamakan puasa Syawal, amalan ini tidak dikerjakan pada permulaan Syawal atau 1 Syawal. Sebab, permulaan Syawal bertepatan dengan Idul Fitri yang mana haram hukumnya apabila seorang muslim melaksanakan puasa di hari tersebut.

    Dari Abu Sa’id Al Khudri RA, ia berkata:


    “Rasulullah SAW melarang berpuasa pada dua hari yaitu Idul Fitri dan Idul Adha.” (HR Muslim)

    Hadits tentang Puasa Syawal

    1. Hadits Ketentuan Puasa Syawal

    Ketentuan tentang puasa Syawal sebanyak enam hari, didasarkan pada hadits Rasulullah SAW berikut,

    “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka baginya (ganjaran) puasa selama setahun penuh.” (HR Muslim)

    Mengutip buku Yang Harus diketahui dari Puasa Syawal oleh Ahmad Zarkasih, Lc. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim tersebut memiliki sanad yang mencapai derajat shahih. Adapun banyaknya pahala yang diterima atau dihasilkan oleh umat Muslim yang menjalankan puasa Syawal merupakan anugerah Allah SWT untuk umat Nabi Muhammad.

    2. Hadits Keutamaan Puasa Syawal

    Hadits lainnya juga menjelaskan keutamaan puasa Syawal dalam redaksi berbeda,

    “Barang siapa yang berpuasa satu bulan Ramadhan, ditambah enam hari (Syawal) setelah Idul Fitri, pahala puasanya seperti pahala puasa satu tahun. Dan siapa yang mengerjakan satu amalan kebaikan, baginya sepuluh kebaikan.” (HR Ibnu Majah)

    3. Hadits Anjuran Puasa Syawal

    Selain hadits-hadits sebelumnya, ada hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dengan nada serupa,

    “Seperti diceritakan dari Muhammad bin Ibrahim, Usamah bin Zaid terbiasa puasa di bulan-bulan suci. Rasulullah SAW kemudian berkata, “Puasalah di Bulan Syawal.” Lalu dia melaksanakan puasa tersebut hingga akhir hayat. (HR Sunan Ibnu Majah)

    4. Hadits Waktu Pelaksanaan Puasa Syawal

    Berdasarkan buku Rumedia-The Tausiyah tulisan David Alvitri, Salah satu hukum berpuasa Syawal adalah dilaksanakan mulai sejak tanggal dua Syawal. Hal ini seperti dalam hadits yang disebutkan oleh Abu Sa’id al-Khudri:

    “Nabi Muhammad SAW melarang berpuasa pada dua hari raya yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. (Maksudnya tanggal satu Syawal dan sepuluh Dzulhijjah).” (HR Muslim)

    Haruskah Puasa Syawal Dilaksanakan Berturut-turut Selama 6 Hari?

    Menurut buku Daqu Method dalam Tinjauan Pendidikan Islam oleh Tarmizi As Shidiq, Imam Syafi’i dan Imam An-Nawawi berpendapat puasa Syawal lebih dianjurkan untuk diamalkan selama enam hari secara berurutan mulai dari awal bulan, yaitu 2-7 Syawal.

    Hal senada diyakini oleh mazhab Hambali dalam buku Dialog Lintas Mazhab Fiqh Ibadah dan Muamalah karya Asmaji Muchtar. Dikatakan, lebih utama puasa enam hari di bulan Syawal tanpa terputus.

    Meski demikian, dijelaskan melalui buku Dalam Naungan Bulan Penuh Kemuliaan: Fikih Ramadan 4 Mazhab tulisan Gus Arifin, ulama mazhab Syafi’i menyebut puasa Syawal yang diamalkan secara dipisah atau dilakukan pada akhir Syawal juga tetap memiliki keutamaan dalam pengamalannya.

    Wallahu’alam bishawab.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Berangkat Perjalanan, Bisa Dibaca saat Pulang Mudik


    Jakarta

    Doa berangkat perjalanan bisa diamalkan saat pulang mudik lebaran. Sebagai seorang muslim, sudah seharusnya kita senantiasa memanjatkan doa ketika akan melakukan berbagai aktivitas.

    Imam An-Nawawi melalui kitabnya yang berjudul Al-Adzkar menyebut bahwa Rasulullah SAW juga membaca doa ketika ingin melakukan perjalanan. Dari Abdullah bin Sarjis RA, ia berkata:

    “Jika Rasulullah SAW melakukan perjalanan beliau meminta perlindungan dari beratnya perjalanan, buruknya tempat kembali dan kebengkokan setelah lurus, doanya orang-orang dizalimi, serta buruknya pandangan dan harta.” (HR Muslim)


    Kumpulan Doa Berangkat Perjalanan

    1. Doa Berangkat Perjalanan Versi Pertama

    Mengutip buku Doa & Zikir Mustajab untuk Muslimah susunan H Muhammad Rahmatullah, Abdullah bin Sarjis berkata bahwa apabila Rasulullah melakukan perjalanan jauh, beliau berdoa,

    اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِى الأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِى الْمَالِ وَالأَهْلِ

    Arab latin: Allahumma antash shohibu fis safar, wal kholiifatu fil ahli. Allahumma inni a’udzubika min wa’tsaa-is safari wa ka-aabatil manzhori wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli.”

    Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Teman dalam perjalanan, dan Pengganti dalam keluarga. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari beratnya perjalanan, dan kesedihan saat kembali, serta dari kekafiran setelah iman, dan dari doa orang yang dizalimi dari keburukan pemandangan dalam keluarga dan harta.” (HR Tirmidzi)

    2. Doa Berangkat Perjalanan Versi Kedua

    Berikut doa berangkat perjalanan lainnya yang berasal dari riwayat Muslim dan disebutkan dalam buku 101 Pesan Rasulullah untuk Anak Saleh karya Wulan Mulya Pratiwi,

    اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِعَنَّابُعْدَهُ اَللّٰهُمَّ اَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِوَالْخَلِيْفَةُفِى الْاَهْلِ

    Arab latin: Allahuma hawwin alaina safarana haadza, wathwi ‘anna bu’dah. Allahuma anta shaahibus safari wal khaliifatu fil maali wal ahli

    Artinya: “Ya Allah permudahlah perjalanan kami ini, dan jadikanlah perjalanan yang jauh terasa dekat. Ya Allah Engkaulah teman dalam bepergian dan yang mengurusi harta dan keluarga (yang ditinggal)” (HR Muslim)

    3. Doa Berangkat Perjalanan Versi Ketiga

    Pada riwayat lain yang termuat dalam Kitab Sunan Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan an-Nasa’i dengan sanad yang sahih, dari Ali bin Rabi’ah, sahabat Ali bin Abi Thalib membaca basmalah ketika naik kendaraan. Lalu, ketika telah duduk, dia membaca:

    الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ، وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

    Arab latin: Alhamdulillaahilladzii sakhkhara lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahuu muqriniin, wa innaa ilaa rabbinaa lamunqalibuun

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, yang menundukkan semua ini kepada kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.”

    4. Doa Berangkat Perjalanan Versi Keempat

    Selain itu, melalui buku Bekal Safar tulisan Ustaz Abu Abdil A’la Hari Ahadi, doa yang perlu diamalkan ketika berangkat perjalanan.

    (3x) الحَمْدُ للِه

    Arab latin: Allahu akbar, allahu akbar, allahu akbar

    Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar

    سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

    Arab latin: Subhanalladzi sakh-khoro lanaa hadza wa maa kunna lahu muqrinin. Wa inna ila robbina lamun-qolibuun

    Artinya: “Mahasuci Allah yang telah menundukkan untuk kami kendaraan ini, padahal kami sebelumnya tidak mempunyai kemampuan untuk melakukannya, dan sesungguhnya hanya kepada Rabb kami, kami akan kembali.” (QS. Az-Zukhruf: 13-14)

    اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِى سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِى الأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِى الْمَالِ وَالأَهْلِ

    Arab latin: Allahumma innaa nas’aluka fii safarinaa hadza al birro wat taqwa wa minal ‘amali ma tardho. Allahumma hawwin ‘alainaa safaronaa hadza, wathwi ‘anna bu’dahu. Allahumma antash shoohibu fis safar, wal kholiifatu fil ahli. Allahumma inni a’udzubika min wa’tsaa-is safari wa ka-aabatil manzhori wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan, taqwa dan amal yang Engkau ridhai dalam perjalanan kami ini. Ya Allah mudahkanlah perjalanan kami ini, dekatkanlah bagi kami jarak yang jauh. Ya Allah, Engkau adalah rekan dalam perjalanan dan pengganti di tengah keluarga. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesukaran perjalanan, tempat kembali yang menyedihkan, dan pemandangan yang buruk pada harta dan keluarga)”

    Itulah sejumlah doa berangkat perjalanan yang bisa diamalkan. Semoga bermanfaat.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Pengantin Baru setelah Ijab Kabul Sesuai Sunnah


    Jakarta

    Pernikahan merupakan salah satu ibadah yang bernilai pahala besar dalam Islam. Agar pernikahan senantiasa diberi keberkahan, setelah akad nikah muslim dapat mengamalkan doa pengantin baru berikut.

    Anjuran untuk melakukan pernikahan juga telah dijelaskan di dalam surah An Nur ayat 32. Allah SWT berfirman,

    وَاَنْكِحُوا الْاَيَامٰى مِنْكُمْ وَالصّٰلِحِيْنَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَاِمَاۤىِٕكُمْۗ اِنْ يَّكُوْنُوْا فُقَرَاۤءَ يُغْنِهِمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ


    Artinya: “Nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu, baik laki-laki maupun perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

    Menurut Tafsir Tahlili Kementerian Agama (Kemenag RI), ayat tersebut juga menjelaskan jika ada pasangan yang mengalami masalah finansial saat ingin menikah maka hal tersebut jangan menjadi alasan untuk mengurungkan pernikahan. Asalkan ada niat yang kuat untuk menikah, niscaya Allah SWT akan membukakan pengantin baru tersebut pintu rezeki yang halal, baik, dan memberikan kepadanya karunia dan rahmat-Nya.

    Dijelaskan juga dalam buku Menjadi Kaya Dengan Menikah karya Abu Fida’ Abdur Rafi’, Rasulullah SAW menganjurkan untuk menikah di dalam sebuah hadits yang berbunyi, “Menikah itu sunnahku. Siapa yang tidak mengamalkan sunnahku, bukan bagian dariku. Menikahlah, karena aku merasa bangga dengan banyaknya jumlah kalian di hadapan seluruh umat.” (HR Ibnu Majah)

    Seperti yang kita ketahui juga, menjalani kehidupan setelah menikah bukanlah perkara mudah. Sehingga, muncullah ucapan doa dari muslim kepada pengantin baru yakni sakinah (tentram), mawaddah (kasih sayang), warahmah (rahmat).

    Dengan demikian, bagi pasangan suami istri yang akan menjalani bahtera rumah tangga, setelah melaksanakan akad nikah atau ijab kabul dapat membaca doa bagi pengantin baru berikut.

    Doa Pengantin Baru setelah Ijab Kabul

    Diambil dari buku Kumpulan Doa dan Dzikir Harian Muslim karya Cut Mardiah dan Olivia Octaviana, berikut bacaan doa pengantin baru ketika akad nikah.

    بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ

    Barakallahu laka wa baraka ‘alaika wa jama’a bainakuma fii khairin

    Artinya: “Mudah-mudahan Allah memberkahi engkau dalam segala hal (yang baik) dan mempersatukan kamu berdua dalam kebaikan”

    Selain doa tersebut, dikutip dari buku Tiket Ke Surga (Doa-doa Mustajab) karya Abdul Majid dan Isfa’udin, terdapat bacaan doa pengantin baru lainnya. Adapun bacaan doanya sebagai berikut.

    اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهَا وَخَيْرِ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ ، وَأَعُوْذَ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

    Allahumma inni as’aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa ‘alaih. Wa a’udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha ‘alaih.

    Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya.

    Doa tersebut dapat dibaca bagi para pengantin yang baru saja melaksanakan pernikahan. Hal ini dilakukan supaya mendapatkan perlindungan dari segala sesuatu yang bakal terjadi yang datang dari istri atau suami, maupun cobaan-cobaan yang diberikan Allah SWT terhadap pengantin baru.

    Membaca doa ini bisa dilakukan setiap saat ketika masih menjadi pengantin baru maupun tidak dan lebih utama dibaca ketika selesai salat fardhu maupun salat sunnah lainnya.

    Salat Sunah Dua Rakaat setelah Akad Nikah

    Salat sunnah setelah nikah merupakan salat sunnah yang dikerjakan setelah akad nikah berlangsung atau sebelum berhubungan suami istri. Jumlah rakaat salat sunnah setelah nikah ini adalah 2 rakaat.

    Adapun dalil anjuran salat sunah ini sebagai yang diriwayatkan Abu Usaid berkata, “Saya menikah ketika saya masih menjadi budak. Saya mengundang beberapa orang sahabat Nabi SAW di antara Ibn Mas’ud, Abu Dzar dan Huzaifah. Saya melakukan salat lalu Abu Dzar berjalan untuk maju.”

    Kemudian mereka berkata, “Engkau sajalah, apakah mesti begitu?” Mereka menyahut, “Ya,” Lalu, Abu Usaid maju mengimami mereka padahal ia seorang budak dan berkata,

    “Mereka mengajariku, lalu berkata, ‘Apabila engkau masuk ke tempat istrimu salatlah dua rakaat kemudian memohon kepada Allah dari orang yang engkau masuk dan berlindunglah kepada-Nya dari keburukan yang terdapat pada dirinya, seterusnya adalah urusanmu dan istrimu’.” (HR Abu Bakar bin Abu Syaibah)

    Nasrul Umam Syafi’i Lukman Hakim dalam bukunya yang berjudul Shalat Sunnah Hikmah & Tuntunan Praktis, menjelaskan tata cara salat sunah setelah akad nikah.

    Tata Cara Salat Sunnah 2 Rakaat setelah Akad Nikah

    1. Dilakukan setelah akad nikah atau sebelum berhubungan dengan istri.
    2. Dua rakaat seperti salat sunnah pada umumnya.
    3. Adapun gerakan dan bacaan dalam salat sunnah ini sama dengan shalat sunnah yang lain; ruku’, i’tidal, sujud dan tasyahud.
    4. Adapun niatnya yang dapat dibaca sebagai berikut,

    أُصَلَّى سُنَّةَ النِكَاحِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِي لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرُ

    Ushalli sunnatannikaahi rak’ataini ba’diatan lilllahi ta’allaa, Allahu Akbar.

    Artinya : Aku berniat shalat sunnah setelah nikah dua rakaat karena Allah Ta’alaa, Allah Maha Besar.

    Doa sebelum dan setelah Berhubungan Intim bagi Pengantin Baru

    Sebelum melakukan hubungan intim pada malam pertama, pengantin baru dapat melafalkan doa berikut.

    بِسْمِ اللهِ اَللّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

    Bismillah. Allahumma jannibnaassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa.

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami.”

    Pengantin baru juga dapat membaca doa usai melakukan hubungan intim. Hal ini ditujukan sebagai rasa syukur atas nikmat dan karunia dari Allah SWT.

    بِسْمِ اللهِ الحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ خَلَقَ مِنَ المَاءِ بَشَرًا فَجَعَلَهُ نَسَبًا وَصَهْرًا وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيْرًا

    Bismillah. Alhamdulillâhilladzî khala minal mâ’i basyarâ, faja’lahû nasaban wa shahrâ, wa kâna rabbuka qadîrâ.

    Artinya: “Dengan nama Allah, segala puji bagi-Nya yang telah menciptakan manusia dari air, lalu menjadikannya sebagai keturunan dan kekerabatan. Tuhanmu maha kuasa.”

    • Selain membaca doa di atas, Haikal Hassan Baras dalam bukunya yang berjudul Menjadi Suami dan Ayah Hebat, ada adab lainnya saat malam pertama bagi pengantin baru:
    • Memberi salam sebelum masuk ke dalam kamar
    • Bersiwak/menyikat gigi
    • Melakukan salat sunnah bersama istri
    • Bersikap lembut kepada istri
    • Melakukan pemanasan sebelum berjimak
    • Tidak membocorkan rahasia ranjang

    Wallahu a’lam.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Doa Memulai Aktivitas Pagi, Bisa Dibaca sebelum Kerja-Sekolah



    Jakarta

    Sebelum memulai aktivitas, biasakan dengan membaca doa. Doa ini sebagai bentuk ungkapan syukur sekaligus memohon perlindungan Allah SWT agar senantiasa diberi kemudahan.

    Berdoa merupakan amalan yang dianjurkan bagi setiap muslim. Bahkan berdoa menjadi bentuk ketakwaan seorang hamba kepada Allah SWT. Untuk itu, dianjurkan untuk selalu memanjatkan doa dalam segala aktivitas.

    Dalam Al-Qur’an surah Al Baqarah ayat 186, Allah SWT berfirman tentang perintah berdoa,


    وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لِى وَلْيُؤْمِنُوا۟ بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

    Artinya: Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

    Mengutip buku Filosofi Doa: Dari Penenteram Hati, Pembangun Diri, hingga Pengubah Nasib oleh Sukron Abdilah dijelaskan doa merupakan media penghantar untuk membuka pintu hijab antara seorang hamba dengan Tuhan-nya.

    5 Doa Memulai Aktivitas Pagi Hari

    Dengan berdoa, seorang muslim menggantungkan nasibnya kepada sang Maha Segalanya, Allah SWT. Seorang muslim yang memiliki ikatan yang kuat secara spiritual dengan Allah SWT akan mengawali segala perbuatan dengan berdoa.

    Berikut beberapa doa yang bisa dibaca saat memulai aktivitas mulai dari bekerja, sekolah atau pun ingin membuka usaha.

    1. Doa sebelum Bekerja

    Imam al-Thabrani dalam kitab ad-Du’a menuliskan doa sebelum bekerja, berikut bacaannya:

    َّأَللَّهٌمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ وَعَطَائِكَ رِزْقًا طَيِّبًا مٌبَارَكًا، اَللَّهُمَّ إِنَّكَ أَمَرْتَ بِالدُّعَاءِ وَقَضَيْتَ عَلَىَّ نَفْسَكَ بِالْاِسْتِجَابَةِ وَأَنْتَ لَا تٌخْلِفٌ وَعْدَكَ وَلَا تٌكَذِّبُ عَهْدَكَ اَللَّهُم مَا أَحْبَبْتَ مِنْ خَيْرٍ فَحَبِّبْهٌ إِلَيْنَا وَيَسِّرْهُ لَنَا وَمَا كَرَهْتَ مِنْ شَئْ ٍفَكَرِهْهُ إِلَيْنَا وَجَنِّبْنَاهُ وَلَا تُنْزِعْ عَنَّا الْإِسْلَامَ بَعْدَ إِذْ أَعْطَيْتَنَا

    Arab latin: Allahumma innii as’aluka min fadhlika wa athaa’ika rizkan thayyiban mubaarakan. Allahumma innaka amarta bid du’aa’i wa qadhaita alayya nafsaka bil istijaabah wa anta laa tukhlifu wa’daka wa laa tukadzzibu ahdaka. Allahumma ma ahbabta min khairin fa habbibhu ilaina wa yassirhu lanaa wa maa karahta min syaiin fa karihhu ilaina, wa jannibnaahu wa laa tunzi’ annal islaam ba’da iz a’thaitanaa.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku meminta dari keutamaan-Mu dan pemberian-Mu, rezeki yang baik lagi berkah. Ya Allah sesungguhnya engkau memerintahkan untuk berdoa dan memutuskan atasku pengabulan doa, dan engkau Zat Yang tidak melanggar janji dan tidak mendustainya. Ya Allah, tidak ada kebaikan yang engkau sukai, kecuali Engkau jadikan kami mencintai kebaikan tersebut dan mudahkanlah kami mendapatkannya. Dan tidak ada sesuatu yang Engkau benci kecuali Engkau jadikan kami benci terhadap sesuatu tersebut dan jauhkanlah kami darinya. Dan janganlah Engkau cabut dari kami keislaman kami setelah Engkau berikan.”

    Kemudian bisa dilanjutkan dengan bacaan doa berikut:

    اَللّهُمَّ ارْزُقْنِيْ رِزْقًا حَلاَلاً طَيِّباً, وَاسْتَعْمِلْنِيْ طَيِّباً. اَللّهُمَّ اجْعَلْ اَوْسَعَ رِزْقِكَ عَلَيَّ عِنْدَ كِبَرِ سِنِّيْ وَانْقِطَاعِ عُمْرِيْ. اَللّهُمَّ اكْفِنِيْ بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ, وَاَغِْننِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ. اَللّهُمَّ اِنِّيْ اَسْأَلُكَ رِزْقًا وَاسِعًا نَافِعًا. اَللّهُمَّ اِنِّيْ اَسْأَلُكَ نَعِيْمًا مُقِيْمًا, اَلَّذِيْ لاَ يَحُوْلُ وَلاَ يَزُوْلُ.

    Arab latin: Alloohummarzuqnii rizqon halaalan thoyyibaa, wasta’milnii thayyibaa. Alloohummaj’al ausa’a rizqika’alayya’inda kibari sinnii wanqithoo’i’umrii. Alloohummakfinii bihalaalika’an haraamika. wa aghninii bifadhlika’amman siwaaka. Alloohumma in nii as-aluka rizqon waasi’an naafi’an. Alloohumma innii as-alukan na’iimaan muqiiman, alladzii laa yahuulu wa laa yazuulu.”

    Artinya: “Ya Allah, berilah padaku rezeki yang halal dan baik, serta pakaikanlah padaku segala perbuatan yang baik. Ya Tuhanku, jadikanlah oleh-Mu rezekiku itu paling luas ketika tuaku dan ketika lemahku. Ya Allah, cukupkanlah bagiku segala rezeki-Mu yang halal daripada yang haram dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu dari yang lainnya. Ya Allah, aku mohonkan pada-Mu rezeki yang luas dan berguna. Ya Allah, aku mohonkan pada-Mu ni’mat yang kekal yang tidak putus-putus dan tidak akan hilang.”

    2. Doa agar Dimudahkan Segala Urusan dalam Bekerja

    Terdapat doa yang bisa dibaca agar diberi kemudahan dalam menjalani pekerjaan. Berikut bacaan doanya,

    وَقُلْ رَّبِّ اَدْخِلْنِيْ مُدْخَلَ صِدْقٍ وَّاَخْرِجْنِيْ مُخْرَجَ صِدْقٍ وَّاجْعَلْ لِّيْ مِنْ لَّدُنْكَ سُلْطٰنًا نَّصِيْرًا

    Arab latin: Wa qur rabbi adkhilnī mudkhala ṣidqiw wa akhrijnī mukhraja ṣidqiw waj’al lī mil ladunka sulṭānan naṣīrā.

    Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Ya Tuhanku, masukkan aku (ke tempat dan keadaan apa saja) dengan cara yang benar, keluarkan (pula) aku dengan cara yang benar, dan berikanlah kepadaku dari sisiMu kekuasaan yang dapat menolong(-ku)

    3. Doa sebelum Belajar

    Belajar juga menjadi aktivitas yang dianjurkan dalam ajaran Islam. Menuntut ilmu menjadi sebuah perintah. Sebelum mulai belajar, lantunkan doa berikut,

    رَبِّ زِدْ نِيْ عِلْمًـاوَرْزُقْنِـيْ فَهْمًـا

    Arab latin: Robbi zidnii ‘ilmaa, warzuqnii fahmaa

    Artinya: “Ya Allah, tambahkanlah aku ilmu dan berikanlah aku rizki akan kepahaman.”

    Bisa juga membaca versi bacaan panjang dari doa tersebut, yaitu:

    رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا، وَارْزُقْنِيْ فَهْمًا وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الصَّالِحِيْنَ

    Arab latin: Robbi zidnii ‘ilmaa, warzuqnii fahmaa, waj’alnii minash-sholihiin

    Artinya: “Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku, dan berilah aku karunia untuk dapat memahaminya, Dan jadikanlah aku termasuk golongannya orang-orang yang shaleh.”

    4. Doa Memulai Usaha

    Bagi muslim yang hendak memulai usaha atau membuka dagangan, bisa membaca doa agar mendapat keuntungan yang berkah. Berikut bacaan doanya,

    اللهم إني أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الْأَمْرِ، وَالْعَزِيمَةَ عَلَى الرَّشْدِ، وَأَسْأَلُكَ شُكُرَ نِعْمَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ حُسْنَ عِبَادَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ قلبا سليمًا ، وَأَسْأَلُكَ لِسَانًا صَادِقًا ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا تَعْلَمُ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا تَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَامُالغيوب . ( رواه الترميذي والنسائي وأحمد)

    Arab latin: Allaahumma innii as-alukats tsabaata fil amri, wal `aziimata `alar rusydi, wa as-aluka syukra ni matik, wa as-aluka husna ibaadatik, wa as-aluka qalban saliiman, wa as-aluka lisaanan shaadiqa, wa as-aluka min khairi maa ta` lam, wa astaghfiruka lima ta lamu innaka antaallaamul ghuyuub.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ketegaran dalam menghadapi permasalahan dan memohon agar Engkau berkenan memberikan petunjuk. Aku memohon kepada-Mu agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu. Aku memohon kepada- Mu agar giat beribadah kepada-Mu. Aku memohon kepada-Mu bati yang bersih dan lisan yang jujur. Aku memohon kepada- Mu kebaikan yang Engkau ketahui dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang Engkau ketahui. Aku juga memohon kepada-Mu curahan ampunan dari segala dosa yang Engkau ketahui, karena hanya Engkaulah yang Maha Mengetahui segala yang gaib.” (HR Tirmidzi, Nasa’i, dan Ahmad)

    5. Doa agar Rezeki Berlimpah

    Setiap orang pasti ingin mendapatkan rezeki yang berlimpah dan diliputi keberkahan. Berikut doa yang bisa dipanjatkan untuk memohon rezeki halal, berlimpah dan berkah,

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَدْعُوْكَ لِهَمِّي لَا يُفَرِّجُهُ غَيْرُكَ وَلِرَحْمَةٍ لَا تَنَالُ إِلَّا بِكَ وَلِكَرْبِ لَا يَكْشِفُهُ إِلَّا أَنْتَ وَلِرَغْبَةٍ لَا تَبْلَغُ إِلَّا بِكَ وَلِحَاجَةٍ لَا يَقْضِيْهَا إِلَّا أَنْتَ.

    Arab latin: Allaahumma inni ad’uuka lihammii laa yufarrijuhu ghairuka wa lirahmatil laa tunaalu illaa bika wa likarbil laa yaksyifuhu illa anta wa liraghbatil laa tublaghu illaa bika wa lihaajatin laa yaqdhiihaa illaa anta.

    Artinya: “Ya Allah, aku berdoa kepada-Mu untuk duka yang tak akan dibahagiakan oleh selain-Mu, rahmat yang tak akan dicapai kecuali dengan-Mu, derita yang tak akan terbilangkan kecuali oleh-Mu, harapan yang akan tercapai kecuali dengan-Mu, hajat yang tak mungkin dipenuhi kecuali oleh-Mu.”

    (dvs/rah)



    Sumber : www.detik.com