Category: Doa Hadits

  • Doa Mandi Wajib setelah Berhubungan Badan, Lengkap dengan Tata Caranya


    Jakarta

    Doa mandi wajib setelah berhubungan badan wajib diamalkan oleh kaum muslimin ketika hendak bersuci dari hadats besar. Perintah mandi wajib tercantum dalam surah Al Maidah ayat 6,

    وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ … 6

    Artinya: “…Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah…”


    Setidaknya ada sejumlah hal yang jadi penyebab mandi wajib. Menukil dari buku Pendidikan Islam Informal susunan Romlah, perkara itu antara lain:

    • Sehabis melakukan hubungan badan
    • Apabila seorang muslim mengeluarkan air mani
    • Selesai haid atau nifas

    Sebelum melakukan mandi wajib, kaum muslimin harus membaca niat atau doa. Hal ini termasuk ke dalam rukun mandi wajib.

    Doa Mandi Wajib setelah Berhubungan Badan

    Merujuk pada sumber yang sama, berikut doa mandi wajib setelah berhubungan badan.

    نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

    Arab latin: Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari fardhol lillaahi ta’aala.

    Artinya: “Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar fardhu karena Allah.”

    Tata Cara Mandi Wajib setelah Berhubungan Badan

    Mengutip dari buku Fiqh Ibadah karya Zaenal Abidin, berikut tata cara mandi wajib setelah berhubungan badan,

    • Membaca doa mandi wajib setelah berhubungan badan
    • Bersihkan kedua telapak tangan sebanyak tiga kali
    • Mulai membersihkan kotoran-kotoran yang tersembunyi dengan tangan kiri, seperti kemaluan, dubur, bawah ketiak, pusar, dan lain sebagainya
    • Mencuci tangan dengan cara menggosokkan ke sabun atau tanah
    • Berwudhu
    • Menyela pangkal rambut menggunakan jari-jari tangan yang telah dibasuh air hingga menyentuh kulit kepala
    • Membasuh seluruh tubuh dengan air yang dimulai dari sisi kanan lalu kiri
    • Memastikan seluruh lipatan kulit serta bagian yang tersembunyi ikut dibersihkan

    Doa setelah Mandi Wajib

    Selain niat, ada juga doa yang disunnahkan untuk dibaca selesai melaksanakan mandi wajib. Berikut bacaannya yang dikutip dari buku Praktik Mandi Janabah Rasulullah Menurut Empat Madzhab susunan Isnan Ansory.

    أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

    Arab latin: Asyhadu an laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa Rasuluhu, allahumma-jalni minattawwabina, waj-alni minal-mutathahirrina

    Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku pula termasuk orang-orang yang selalu mensucikan diri.”

    Itulah doa mandi wajib setelah berhubungan badan dilengkapi tata cara dan bacaan setelah melakukannya. Semoga bermanfaat.

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Arti dan Amalan Surat Yasin Ayat 58


    Jakarta

    Salamun qaulan min rabbin rahim atau yang dibaca sesuai tajwid “salaamung qoulam mirrobbirrohim” adalah ayat ke-58 dari surat Yasin. Karena kandungan maknanya yang sangat tinggi, ayat ini sering digunakan dalam amalan tertentu.

    Simak penjelasan berikut ini untuk mengetahui ayat salamun qaulan min rabbin rahim artinya apa, lengkap dengan tulisan Arab, Latin, serta amalan dan berbagai keutamaannya.

    Salamun Qaulan Min Rabbin Rahim Artinya Apa?

    Surat Yasin ayat 58 dalam tulisan Arab dan Latin adalah sebagai berikut:


    سَلٰمٌ قَوۡلًا مِّنۡ رَّبٍّ رَّحِيۡمٍ

    Salaamung qoulam mirrobbirrohim.

    Artinya: (Kepada mereka dikatakan,) “Salam sejahtera” sebagai ucapan dari Tuhan Yang Maha Penyayang.

    Ayat ke-58 ini berhubungan dengan ayat-ayat sebelumnya yang menjelaskan tentang hari akhir dan kehidupan sesudahnya, yakni di surga dan neraka. Ayat ke-58 tersebut menjelaskan tentang penduduk surga yang diberi salam oleh Allah.

    Dilansir dari NU Online, tafsir wajiz dari Yasin ayat 58 adalah:

    Kepada mereka dikatakan, “Salam,” sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang. Salam inilah yang sangat mereka harapkan karena merupakan suatu bentuk pemuliaan bagi mereka.

    Sedangkan tafsir tahlili dari Yasin ayat 58 adalah:

    Yang mereka inginkan itu adalah salam dari Allah yang disampaikan kepada mereka untuk memuliakan mereka. Salam ini mungkin langsung disampaikan Allah atau melalui perantaraan malaikat, seperti firman Allah berikut ini:

    …sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan), “Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu.” Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu. (Ar-Ra’d: 23-24)

    Salam berarti selamat dan sejahtera, terpelihara dari segala yang tidak disenangi, dan memperoleh semua yang diingini sehingga orang itu memperoleh kenikmatan jasmani dan rohani yang tiada bandingannya.

    Amalan Ayat Salamun Qaulan Min Rabbin Rahim

    Ayat salamun qaulan min rabbin rahim digunakan dalam sejumlah amalan karena kandungan ayatnya yang tinggi. Beberapa amalan yang menggunakan ayat ke-58 surat Yasin ini antara lain:

    Amalan Rebo Wekasan

    Ning Sheila Hasina Zamzami dari Pesantren Al-Baqoroh Lirboyo, Kediri, yang dikutip dari NU Online, menjelaskan Rebo Wekasan adalah hari Rabu terakhir di bulan Safar yang diyakini sebagai waktu diturunkannya bala bencana dari Allah.

    Untuk memohon kemurahan dari Allah, maka salah satu amalan yang bisa dilakukan adalah menuliskan tujuh ayat ‘salamun’ setelah sholat Asar. Ayat-ayat tersebut diawali dengan kata ‘salamun’, yaitu:

    • “Salamun qaulam mirrabir Rahim” (QS Yasin: 58)
    • “Salamun alaa nuhin fil aalamiin” (QS As-Saffat: 79)
    • “Salamun alaa Ibrahim” (QS As Saffat: 109)
    • “Salamun alaa musa wa harun” (QS As Saffat: 120)
    • “Salamun alaa ilyasin” (QS As Saffat: 130)
    • “Salamun alaikum thibtum fadhkhuluha khalidun” (QS Az-Zumar: 73)
    • “Salamun hiya hatta mat la’il fajr” (QS Al-Qadr: 5)

    Amalan Yasin Fadhilah

    Ada juga amalan membaca Yasin Fadhilah. Pada dasarnya, amalan ini berdasarkan bacaan surat Yasin. Namun pada ayat tertentu dibaca beberapa kali dan terdapat selipan doa di dalamnya.

    Dalam buku 100 Hujjah Aswaja yang Dituduh Bid’ah, Sesat, Syirik, dan Kafir karya Ma’ruf Khozim, amalan Yasin Fadhilah dilakukan berdasarkan hadits berikut ini:

    عَنْ حُذَيْفَةَ أَنَّ النَّبِيَّ كَانَ إِذَا مَرَّ بِآيَةِ خَوْفٍ تَعَوَّذَ وَإِذَا مَرَّ بِآيَةِ رَحْمَةٍ سَأَلَ

    “Rasulullah jika membaca ayat tentang siksa maka beliau minta perlindungan kepada Allah, jika Rasulullah membaca ayat tentang rahmat maka beliau memintanya kepada Allah” (HR Ahmad No 24012 dan Ibnu Khuzaimah No 684)

    Amalan Yasin Fadhilah biasa dibaca saat malam Jumat. Dalam penelitian berjudul Tradisi Pembacaan Yasiin Fadliilah (Studi Living Qur’an di Pondok Pesantren Darussyafa’ah Desa Kesilir Kecamatan Siliragung Kabupaten Banyuwangi) tahun 2019 dari Institut Agama Islam Negeri Jember, dijelaskan cara mengamalkan Yasin Fadhilah adalah sebagai berikut:

    1. Ayat Pertama Dibaca 7 Kali

    يس يس يس يس يس يس يس

    Yaa siin.

    Dilanjutkan membaca ayat ke-2 dan selanjutnya.

    2. Membaca Doa Setelah Ayat 9

    Setelah ayat ke-9 membaca doa berikut ini sebanyak 3 kali.

    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَبَارِكْ وَسَلَّمْ اللَّهُمَّ يَا مَنْ نُوْرُهُ فِي سِرِّهِ وَسِرُّهُ فِي خَلْقِهِ أَخْفِنَا عَنْ عُيُونِ النَّاظِرِينَ وَاطَّاغِيْنَ وَقُلُوْبِ الْحَاسِدِينَ وَالْبَا غِيْنَ كَمَا أَخْفَيْتَ الرُّوْحَ فِي الْجَسَدِ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    Allahumma shalli ‘ala Muhammadin wa ‘ala ali Muhammadin wa barik wa sallim. Allahumma ya man nooruhu fi sirrihi wa sirruhu fi khalqihi akhfinā ‘an ‘uyūni an-nāẓirīn waṭṭāghīna wa qulūbi al-ḥāsidīn wa al-bāghīn kamā akhfayta ar-rūḥa fi al-jasad. Innaka ‘ala kulli syay’in qadīr.

    Artinya:

    “Ya Allah, limpahkanlah salam atas Nabi Muhammad dan keluarganya, serta berkahilah. Ya Allah, Engkau yang cahayanya tersembunyi dalam rahasia-Nya dan rahasia-Nya dalam ciptaan-Nya, lindungilah kami dari mata yang mengintai, orang-orang yang berlaku sewenang-wenang, hati para hasad, dan orang-orang yang bermaksiat. Sebagaimana Engkau menyembunyikan roh dalam tubuh, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

    Kemudian melanjutkan membaca surat Yasin ayat ke-10 dan seterusnya.

    3. Doa Setelah Ayat 27

    Setelah membaca ayat ke-27, maka dilanjutkan membaca doa di bawah ini sebanyak 3 kali.

    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَبَارِكْ وَسَلَّمْ اللَّهُمَ أَكْرِمْنَا بِالْفَهْمِ وَالْحِفْظِ وَقَضَاءِ الْحَوَائِجِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ أَنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.

    Allahumma shalli ‘ala Muhammadin wa ‘ala ali Muhammadin wa barik. Allahumma akrimna bil-fahmi wal-hifdzi wa qadha’il-hawā’iji fid-dunyā wal-ākhirah. Innaka ‘ala kulli syay’in qadiir.

    Artinya:
    “Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan salam atas Nabi Muhammad dan keluarganya. Berkatilah kami dengan pemahaman, kehafalan, dan kabulkanlah segala hajat kami di dunia dan akhirat. Sesungguhnya, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

    Kemudian melanjutkan membaca Yasin ayat ke-28 dan seterusnya.

    4. Ayat 38 Diulang Sebanyak 14 Kali dan Lanjut Membaca Doa

    Pada ayat ke-38 surat Yasin, ulangi membaca ayat tersebut sebanyak 14 kali. Berikut ini ayatnya.

    ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ

    Dzalika taqdiiru al-‘aziizi al-‘aliim.

    Artinya: “Itulah takdir Yang Maha Perkasa, Maha Mengetahui.”

    Setelah mengulangi ayat ke-38 sebanyak 14 kali, lanjutkan dengan membaca doa berikut ini sebanyak 3 kali.

    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَبَارِكْ وَسَلَّمْ للَّهُمَّ إِنَا نَسْئَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَمِيمِ الْوَاسِعِ السَّابِعُ مَا
    تُغْنِيْنَا بِهِ عَنْ جَمِيعِ خَلْقِكَ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    Allahumma shalli ‘ala Muhammadin wa ‘ala ali Muhammadin wa barik wa sallim. Allahumma inna nas’aluka min fadhlika al-‘adzimi al-wasi’i, assab’ii ma tughninā bihi ‘an jamee’i khalqika. Innaka ‘ala kulli syay’in qadiir.

    Artinya:

    “Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan salam atas Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad, serta berkahilah. Ya Allah, kami memohon kepada-Mu dari limpahan karunia-Mu yang agung dan luas, yang dengan itu Engkau mencukupi kami dari segala makhluk-Mu. Sungguh, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

    Kemudian melanjutkan membaca Yasin ayat 39 dan seterusnya.

    5. Ayat 58 Diulangi 11 Kali dan Dilanjutkan Doa

    Pada ayat ke-58, ulangi bacaan sebanyak 11 kali.

    سَلامٌ قَوْلًا مِنْ رَبِّ رَحِيمٍ

    Salaamung qoulam mirrobbirrohim.

    Artinya: (Kepada mereka dikatakan,) “Salam sejahtera” sebagai ucapan dari Tuhan Yang Maha Penyayang.

    Setelah mengulang ayat ke-58 sebanyak 11 kali, lanjutkan dengan membaca doa berikut ini sebanyak tiga kali.

    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَبَارِكْ وَسَلَّمْ اللَّهُمَّ سَلَّمْنَا مِنْ آفَاتِ الدُّنْيَا وَأَلَا خِرَةِ وَفِتْنَتِهِمَا إِنَّكَ عَلَى
    كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    Allahumma shalli ‘ala Muhammadin wa ‘ala ali Muhammadin wa barik wa sallim. Allahumma sallimna min afaatid-dunya wa ala khiratiha wa fitnatihamainnaka ‘ala kulli syay’in qadiir.

    Artinya:

    “Ya Allah, berikanlah salam dan keberkahan kepada Nabi Muhammad dan keluarganya. Ya Allah, lindungilah kami dari segala bencana dunia dan akhirat serta cobaan keduanya. Sesungguhnya, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

    Kemudian lanjutkan membaca Yasin ayat 59 dan seterusnya.

    6. Doa Setelah Ayat Ke-71

    Setelah membaca ayat ke-71 surat Yasin, bacalah doa di bawah ini sebanyak 3 kali.

    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَبَارِكْ وَسَلَّمْ اللَّهُمَّ مَلَكْنَا مِنْ خَيْرِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَذَلَّلْ لَنَا صِعَابَهُمَا بِحَقِّ هَذِهِ السُّورَةِ الشَّرِيفَةِ وَبِحَقِّ مُحَمَّدٍ وَآلِهِ أَجْمَعِينَ إِنَّكَ
    عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    Allahumma shalli ‘ala Muhammadin wa ‘ala ali Muhammadin, wa barik. Allahumma malikna min khayri dunya wal-akhirah, wa dzallal lana shi’abahuma bi haqqi hadzihi as-suurah asy-syarifah, wa bi haqqi Muhammadin wa alihi ajma’iin. Innaka ‘ala kulli syay’in qadiir.

    Artinya:
    “Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarganya, dan berkahilah. Ya Allah, jadikanlah kami memiliki kebaikan di dunia dan akhirat, dan rendahkanlah untuk kami kesulitan keduanya dengan kebenaran surat yang mulia ini dan dengan kebenaran Muhammad dan keluarganya semua. Sesungguhnya, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

    Kemudian lanjutkan membaca Yasin ayat 72 dan seterusnya.

    7. Doa Setelah Ayat Ke-78

    Setelah menyelesaikan ayat ke-78 surat Yasin, bacalah doa ini sebanyak tiga kali.

    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَبَارِكْ وَسَلَّمْ يَا اللَّهُ يَا اللَّهُ يَا مَنْ يُحْيِ الْعِظَامِ وَهِيَ رَمِيمٌ أَحْيِ رُوْحَنَا وَمَحَبَّتَنَا
    فِي قُلُوْبِ خَلْقِكَ أَجْمَعِينَ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    Allahumma shalli ‘ala Muhammadin wa ‘ala ali Muhammadin wa barik wa sallim. Ya Allah, ya Allah, ya Man yuhyi al-‘idzham wa hiya ramiim. Ahyi ruhna wa mahabbatana fi qulubi khalqika ajma’in. Innaka ‘ala kulli syay’in qadiir.

    Artinya:

    “Ya Allah, berikanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarganya, berikanlah berkah dan salam. Ya Allah, ya Allah, wahai Dzat yang menghidupkan tulang-belulang yang sudah hancur. Hidupkanlah roh kami dan cintakanlah kami di dalam hati seluruh makhluk-Mu. Sesungguhnya, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

    Kemudian lanjutkan membaca Yasin ayat 79 dan seterusnya.

    8. Membaca Ayat 81 dengan Sisipan Doa

    Pada ayat 81 surat Yasin, bacalah dengan sisipan doa sebanyak 3 kali. Bacaannya adalah sebagai berikut.

    أَوَلَيْسَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِقَادِرٍ عَلَى أَنْ
    يَخْلُقَ مِثْلَهُمْ بَلَى قَدِيْرٌ عَلَى أَنْ يَعْفُوَعَنَّا بِالْعَفْوِوَ الْمُعَافَاةِ وَأَنْ يَقْضِيَ لَنَا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ جَمِيعَ الْحَاجَاتِ
    يا اللهُ يَا اللَّهُ يَا اللَّهُ يَا اللَّهُ يَا اللَّهُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ,
    يا اللَّهُ يَا اللَّهُ يَا اللَّهُ يَا اللَّهُ يَا اللَّهُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ,
    يا اللهُ يَا اللَّهُ يَا اللَّهُ يَا اللَّهُ يَا اللَّهُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
    أَوَلَيْسَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِقَادِرٍ عَلَى أَنْ
    يَخْلُقَ مِثْلَهُمْ بَلَى وَهُوَ الْخَلاقُ الْعَلِيمُ

    Awalaysa alladzii khalaqa as-samaawati wal-ardha biqadirin ‘ala an yakhluqa mitslahum bala qadiirun ‘ala an ya’fuwa ‘annaa bil-‘afwi wal-mu’aafaati wa an yaqdiya lanaa fid-dunya wal-aakhirati jamii’a al-haajaat. Ya Allah, ya Allah, ya Allah, ya Allah, ya Allah, innaka ‘ala kulli syay’in qadiir. Ya Allah, ya Allah, ya Allah, ya Allah, ya Allah, innaka ‘ala kulli syay’in qadiir. Ya Allah, ya Allah, ya Allah, ya Allah, ya Allah, innaka ‘ala kulli syay’in qadiir. Awalaysa alladzii khalaqa as-samaawati wal-arda biqadirin ‘ala an yakhluqa mitslahum bala wa huwa al-khaliqul ‘aliim.

    Artinya:
    “Bukankah Dia yang menciptakan langit dan bumi mampu menciptakan makhluk serupa mereka? Benar, Dia Maha Kuasa untuk memberi maaf kepada kami dengan ampunan dan pemaafan, dan untuk memutuskan segala kebutuhan kami di dunia dan akhirat. Ya Allah, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Bukankah Dia yang menciptakan langit dan bumi mampu menciptakan makhluk serupa mereka? Benar, Dia adalah Pencipta Yang Maha Mengetahui.”

    Jika bacaan di atas selesai, kita lalu mengulang bacaan ayat ke-81 tanpa menyisipi doa. Berikut ayatnya.

    اَوَلَيۡسَ الَّذِىۡ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضَ بِقٰدِرٍ عَلٰٓى اَنۡ يَّخۡلُقَ مِثۡلَهُمۡؔؕ بَلٰی وَهُوَ الۡخَـلّٰقُ الۡعَلِيۡمُ

    Awalaysa alladzii khalaqas-samawati wal-ardha biqadirin ‘ala an yakhluqa mitslahum, bala wa huwa al-khallāqul ‘alim.

    Artinya:
    “Bukankah Dia, yang menciptakan langit dan bumi, berkuasa untuk menciptakan makhluk yang serupa dengan mereka? Benar, Dia-lah Pencipta yang Maha Mengetahui.”

    Kemudian melanjutkan bacaan Yasin sampai selesai, yaitu hingga ayat 83.

    9. Doa Penutup

    Setelah menyelesaikan ayat 83, tutuplah dengan doa Yasin Fadilah berikut ini.

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا إِلَهَ الأَهْوَالْحَيُّ الْقَيُّومُ بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا إِلَهَ الأَهُوَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ سَمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَبَارِكْ وَسَلَّمْ . يَا مُفَرِّجُ فَرِّجْ عَنَّا يَاغِيَاثَ الْمُسْتَغِيْثِيْنَ يَاغِيَاثَ الْمُسْتَغِيْثِيْنَ اَغِثْنَا اَغِثْنَا اَغِثْنَا يَا رَحْمَنُ يَا رَحْمَنُ ارْحَمْنَا يَا رَحْمَنُ ارْحَمْنَا اللَّهُمَّ إِنَّكَ جَعَلْتَ يَسٍ شِفَاءٌ لِّمَنْ قَرَأَهَا وَلِمَنْ قُرِئَتْ عَلَيْهِ أَلْفَ شِفَاءٍ وَالْفَ دَوَاءٍ وَالْفَ بَرَكَةٍ وَالْفَ رَحْمَةٍ وَالْفَ نِعْمَةٍ وَسَمَيْتَهَا عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّ اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُعِمَّةَ تَعُمُّ لِصَاحِبِهَا خَيْرَ الدَارَيْنِ وَالدَّافِعَةَ تَدْفَعُ عَنَّا كُلَّ سُوْءٍ وَبَلِيَّةٍ وَحُزْنٍ وَتَقْضِيْ حَاجَاتِنَا احْفَظْنَا عَنِ الْفَضِيْحَتَيْنِ الْفَقْرِ وَالدَّيْنِ سُبْحَانَ الْمُنَفْسِ عَنْ كُلِّ مَدْيُونٍ سُبْحَانَ الْمُفَرِّجِ عَنْ كُلِّ مَحْزُوْنٍ سُبْحَانَ مَنْ جَعَلَ خَزَائِنُهُ بَيْنَ الْكَافُ وَالنُّوْنِ سُبْحَانَهُ إِذَا قَضَا أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُوْلُ لَهُ كُنْ فَيَكُوْنُ فَسُبْحَنَ الَّذِي بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ. وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ يَا مُفَرِّجُ فَرِّجْ عَنَّا يَا مُفَرِّجُ فَرِّجْ عَنَّا هُمُوْمَنَا فَرَجًا عَاجِلاً بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ يَا ذَا الْجَلالِ وَالإِكْرَامِ يَا أَرْحَمَ الرَّحِمِينَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ
    الْعَالَمِينَ

    Bismillahirrahmanirrahim. Bismillahilladzi la ilaha illa huwa, Al-Hayyul Qayyum. Bismillahilladzi la ilaha al-ahuwa, Dzul-jalali wal-ikram. Bismillahilladzi la yadhurru ma’asmihi syai’un fil-ardhi walaa fis-samaa’i, wa huwas-sami’ul ‘aliim. Allahumma salli ‘ala Muhammadin wa ‘ala ali Muhammadin wa barik wa sallim. Ya Mufrij, farrij ‘anna ya Ghitsal Mustaghitsin. Ya Ghitsal Mustaghitsin, aghitsna, aghitsna, aghitsna, ya Rahmaan, ya Rahmaan, irhamna, ya Rahmaan, irhamna. Allahumma innaka ja’altal Yasiin syifa’un liman qara’aha wa liman qur’iata ‘alayhi alf syifa’in wa alfa daw’in wa alfa barakah wa alfa rahmah. Wa samaitaha ‘ala lisaan Nabiyyika Muhammadin shallallahu ‘alayhi wa sallam. Al-Mu’immah tu’umu li shahibiha khairad daarain, wal-dafi’ah tudfi’u ‘annaa kulla su’in wa baliyatin wa huznin, wa taqdi hajaatina ihfadzna ‘anil fa’dhataini, al-faqri wal-dayni. Subhanal Munaffisi ‘an kulli madyyuun. Subhanal Mufriji ‘an kulli mahzun. Subhanal Manni Ja’ala Khazaa’inuhu baina al-Kaafi wal-Nuun. Subhanahu idza qaada amran fa innama yaqulu lahu kun fayakuun. Fa subhanal ladzi biyadihi malakutu kulli syai’in wa ilayhi turja’uun. Subhana Rabbika Rabbil ‘izzati ‘amma yasifun. Wa salaamun ‘alal mursaliin. Wal-hamdu lillahi Rabbil ‘aalamiin. Ya Mufrij, farrij ‘anna. Ya Mufrij, farrij ‘anna. Humuumana farajaan, birahmatika ya Arhamar Rahimiin. Wa shallallahu ‘ala Sayyidina Muhammadin wa aalihi wa shahbihi wa sallam. Ya Dzal Jalali wal-Ikram, ya Arhamar Rahimin. Alhamdulillahi Rabbil ‘aalamiin.

    Artinya:
    Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dengan menyebut nama Allah yang tiada Tuhan selain-Nya, Yang Maha Hidup lagi Berdiri Sendiri. Dengan menyebut nama Allah yang tiada Tuhan selain-Nya, Pemilik keagungan dan kemuliaan. Dengan menyebut nama Allah yang dengan nama-Nya tidak ada yang dapat mendatangkan bahaya di bumi maupun di langit, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Ya Allah, sampaikanlah salam dan rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya. Ya Pemberi Solusi, pecahkanlah segala kesulitan kami, ya Penolong yang selalu kita mintai pertolongan. Ya Penolong yang selalu kita mintai pertolongan, bantulah kami, bantulah kami, bantulah kami, ya Maha Pengasih, ya Maha Pengasih, berilah rahmat kepada kami, ya Maha Pengasih, berilah rahmat kepada kami. Ya Allah, sesungguhnya Engkau menjadikan Yasin sebagai penyembuh bagi siapa saja yang membacanya, dan bagi siapa saja yang dibacakan atasnya. Engkau menetapkan bahwa bacaan ini membawa seribu kesembuhan, seribu obat, seribu berkah, seribu rahmat, dan seribu nikmat. Dan Engkau memberikan nama ini melalui lidah Nabi-Mu Muhammad sallallahu ‘alayhi wa sallam. Keberkahan ini meliputi kedua dunia, dan pelindung ini menjauhkan dari segala kejelekan dan cobaan. Lindungilah kami dari kehinaan di dunia dan akhirat, ya Tuhan pemilik keagungan dan kemuliaan, ya Tuhan yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Ya Allah, berikan salam kepada Sayyidina Muhammad dan keluarganya. Ya Pemberi Kelapangan, lapangkanlah kami, ya Pemberi Kelapangan, lapangkanlah kami. Berdasarkan rahmat-Mu, ya Paling Pengasih di antara yang pengasih. Dan salam sejahtera bagi para rasul. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Ya Pemberi Kelapangan, lapangkanlah kami. Ya Pemberi Kelapangan, lapangkanlah kami. Kesedihan kami, perbaikilah dengan rahmat-Mu, ya Paling Penyayang di antara yang penyayang. Dan salam sejahtera bagi para rasul. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

    Keutamaan Surat Yasin

    Selain ayat salamun qaulan min rabbin rahim, membaca surat Yasin secara keseluruhan juga memiliki fadhilah besar. Dilansir dari situs Muhammadiyah, berikut ini sejumlah keutamaan surat Yasin:

    1. Seperti Membaca Al-Quran Sebanyak 10 Kali

    Rasulullah SAW bersabda bahwa Surat Yasin adalah inti dari Al-Qur’an. Membaca surat Yasin memiliki nilai setara dengan membaca Al-Qur’an sebanyak 10 kali.

    Dari Anas RA, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, “Sesungguhnya segala sesuatu itu mempunyai kalbu (inti) dan kalbu Al-Qur’an adalah surat Yasin. Barang siapa membaca surat Yasin, maka Allah mencatat baginya karena bacaan surat Yasin itu pahala membaca Al-Qur’an sepuluh kali.”

    2. Meringankan Sakaratul Maut

    Membaca Yasin memiliki fadhilah akan dimudahkan urusannya, termasuk ketika seseorang menghadapi sakaratul maut.

    “Telah menceritakan kepada kami Abu al-Mugirah, telah menceritakan kepada kami Safwan, telah bercerita kepadaku beberapa orang syaikh, mereka menghadiri Gudaif al-Haris ats-Tsumali tatkala kekuatan fisiknya telah melemah, lalu berkata; Maukah salah seorang di antara kalian membacakan surah Yasin? Lalu Salih bin Syuraih as-Sakuni membacanya, tatkala sampai pada ayat yang ke empat puluh, Gudaif al-Haris ats-Tsumali wafat. (Safwan r.a.) berkata; Beberapa syaikh tadi berkata; Jika hal itu dibacakan di sisi mayit, maka akan diringankannya. Safwan berkata; ‘Isa bin al-Mu’tamir membacakan di sisi Ma’bad.” [H.R.Ahmad No. 16355].

    3. Diampuni Dosanya

    “Dari Ma’qil bin Yasar (diriwayatkan) Rasulullah SAW bersabda: Al-Baqarah adalah surah Al-Qur’an berkedudukan tertinggi dan puncaknya. Delapan puluh Malaikat turun menyertai masing-masing ayatnya. Laa ilaha illaahu al-hayyul qayyum di bawah ‘Arsy, lalu ia digabungkan dengannya, atau digabungkan dengan surah al-Baqarah. Sedangkan Yasin adalah hati Al Qur’an. Tidaklah seseorang membacanya, sedang ia mengharap (ridho) Allah tabaraka wa ta’ala dan akhirat, melainkan dosanya akan diampuni. Bacakanlah surat tersebut terhadap orang-orang yang mati di antara kalian.” [H.R. Ahmad No. 19415]

    4. Terpenuhi Kebutuhannya

    Keutamaan lain dari surat Yasin adalah bahwa orang yang membacanya akan dipenuhi semua kebutuhannya oleh Allah, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

    “Dari ‘Atha` bin Abu Rabah (diriwayatkan), telah sampai berita kepadaku bahwa Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa yang membaca surah Yasin pada awal siang niscaya akan terpenuhi semua kebutuhannya.” [H.R. ad-Darimi No. 3284]

    5. Dikabulkan Doanya

    Membaca Surat Yasin juga memiliki keutamaan akan dikabulkan doa atau permintaannya, sebagaimana hadits yang artinya: Barang siapa membaca surat Yasin dan Al-Shaffat di malam Jumat, Allah mengabulkan permintaannya. (HR Abu Daud dari al-Habr).

    Demikian tadi penjelasan tentang ayat salamun qaulan min rabbin rahim, mulai dari tulisan Arab, Latin, arti, tafsir, lengkap dengan amalan dan berbagai keutamaannya.

    (bai/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan setelah Wudhu sesuai Sunnah Rasulullah SAW dan Keutamaan Mengamalkannya


    Jakarta

    Bacaan setelah wudhu termasuk ke dalam sunnah Nabi SAW. Doa ini didasarkan dari sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda:

    “Barang siapa berwudhu lalu mengucapkan, ‘Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah seorang hamba dan utusan-Nya’, maka dibukakanlah baginya kedelapan pintu surga, di mana dia bisa masuk dari pintu mana saja yang dikehendakinya.” (HR Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i dan dalam Al-Kubra dan Amal Al-Yaum wa Al-Lailah, Ibnu Majah dan Lainnya)

    Wudhu sendiri bertujuan untuk membersihkan diri dari hadats kecil. Syaikh Muhammad Fahd dan Syaikh Bin Baz dalam buku Sifat Wudhu & Shalat Nabi terjemahan Geis Umar Bawazier mengartikan wudhu sebagai menggunakan air suci ke atas anggota tubuh tertentu yang telah dijelaskan dan disyariatkan oleh Allah SWT. Wudhu bisa dimaknai bersuci sebelum mengerjakan salat.


    Bacaan setelah Wudhu

    Mengutip buku Tuntunan Doa & Zikir untuk Segala Situasi & Kebutuhan oleh Ali Akbar bin Aqil, setidaknya ada dua versi bacaan setelah wudhu yang bisa dipanjatkan.

    1. Bacaan setelah Wudhu Versi Panjang

    أَشْهَدُ أَنْ لا إله إلا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَ اجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ ، سُبْحانَكَ اللّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

    Arab latin: Asy-hadu an laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lahu, wa asy-hadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu, allaahummaj’alnii minat tawwaabiin, waj’alnii minal mutathahhiriin, subhanakallahumma wa bi hamdika, asy- hadu an laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

    Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, Yang Mahaesa, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk golongan yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk golongan yang menyucikan diri. Maha Suci Engkau, ya Allah, dan dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau. Aku memohon ampunan kepada-Mu dan aku bertobat kepada-Mu.”

    2. Bacaan setelah Wudhu Versi Pendek

    اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

    Arab latin: Allahummaj-‘alnii minat-tawwaabiina waj-‘alnii minal- mutathahhiriin.

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang menyucikan diri.” (HR Tirmidzi)

    Tata Cara Wudhu sesuai Sunnah

    Mengutip buku Fikih Sunnah Wanita oleh Abu Malik Kamal ibn Sayyid Salim terjemahan Firdaus, berikut tata cara wudhu sesuai sunnah Nabi SAW.

    1. Berniat dalam hati untuk berwudhu

    نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

    Arab latin: Nawaitul whuduua liraf’il hadatsil asghari fardal lillaahi ta’aalaa

    Artinya: “Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardhu karena Allah Ta’ala”

    2. Membaca basmalah

    3. Membasuh kedua telapak tangan tiga kali

    4. Berkumur tiga kali

    5. Menghirup air ke dalam hidung sebanyak tiga kali

    6. Membasuh seluruh bagian wajah yang terlihat sejumlah tiga kali

    7. Membasuh kedua tangan hingga siku, mulai dari yang kanan lanjut tangan kiri, sebanyak tiga kali

    8.Mengusap kepala tiga kali

    9. Membasuh kedua telinga tiga kali, dengan diawali yang kanan lalu kiri

    10. Membasuh kedua kaki hingga mata kaki tiga kali, juga dimulai dari kanan kemudian kaki kiri

    11. Panjatkan bacaan setelah wudhu

    Keutamaan Mengamalkan Bacaan setelah Wudhu

    Diterangkan oleh DR H Sagiran dalam buku Gantung Wudhu, kalimat اللّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَ اجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ, kata مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ dimaknai sebagai orang-orang yang bertobat.

    Dari tobat tersebut dimaknai sebagai bersuci dari dosa-dosa dengan perantara wudhu. Karenanya, dalam suatu riwayat dijelaskan bahwa tetesan air wudhu ibarat bergugurannya dosa-dosa kita.

    Memanjatkan bacaan setelah wudhu niscaya akan dijadikan orang-orang yang suci oleh Allah SWT. Wallahu’alam bishawab.

    Itulah bacaan setelah wudhu dilengkapi tata cara dan keutamaan mengamalkan. Semoga bermanfaat.

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Arti “Qulillahumma Malikal Mulki” (Ali Imran 26-27) dan Manfaat Membacanya


    Jakarta

    Qulillahumma malikal mulki ( قُلِ اللّٰهُمَّ مٰلِكَ الْمُلْكِ) adalah potongan ayat ke-26 surat Ali Imran dalam Al-Qur’an. Bacaan ini kerap dibaca sebagai doa-doa dalam situasi tertentu, untuk dipanjatkan kepada Allah SWT.

    Allah SWT berfirman:

    قُلِ اللّٰهُمَّ مٰلِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِى الْمُلْكَ مَنْ تَشَاۤءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاۤءُۖ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاۤءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاۤءُۗ بِيَدِكَ الْخَيْرُۗ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ


    Latin: Qulillahumma malikal-mulki tu’til-mulka man tasya’u wa tanzi’ul-mulka mim man tasya’u wa tu’izzu man tasya’u wa tudzillu man tasya’, biyadikal-khair, innaka ‘ala kulli syai’ing qadir.

    Artinya:
    Katakanlah (Muhammad), “Wahai Allah, Pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa yang Engkau kehendaki. Di tangan-Mulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

    Makna Surat Al Imran Ayat 26

    Dilansir dari laman Qur’an Nahdlatul Ulama, berdasarkan Tafsir Wajiz surat Al Imran Ayat 26 menjelaskan tentang kemahakuasaan Allah SWT di dunia.

    Hal ini juga berkaitan dengan ketidakmampuan seorang hamba untuk menghindar dari keniscayaan hari akhir sebagai hari pembalasan, hari tersingkapnya rahasia, serta hari terbukanya segala kebohongan.

    Sementara dalam Tafsir Tahlili, surat Al Imran Ayat 26 menjelaskan mengenai Allah yang menyuruh Nabi Muhammad SAW untuk menyatakan bahwa Allah Yang Maha Suci (mempunyai kekuasaan tertinggi) dan Maha Bijaksana (tindakan-Nya yang sempurna dalam menyusun, mengurus, dan merampungkan semua perkara dan yang menegakkan neraca undang-undang di dunia ini).

    Dalam hal ini, Allah SWT mengingatkan kepada Nabi Muhammad bahwa semua kebaikan dan kekayaan ada di tangan-Nya.

    Sehingga, tidak ada seorang pun yang bisa menghalangi Allah SWT untuk memberikan kemiskinan dan kekayaan. Baik itu kepada Nabi-Nya atau kepada orang-orang mukmin yang dikehendaki Allah SWT.

    Manfaat Surat Al Imran Ayat 26-27

    Surat Al Imran ayat 26 dan 27 mengandung bacaan doa yang bisa dipanjatkan dalam memohon suatu keinginan kepada Allah SWT. Berikut adalah beberapa contoh manfaatnya:

    1. Doa untuk Mewujudkan Keinginan

    Dikutip dari buku Zikir & Amalan Nabi Sehari-hari oleh Ghadeer Foundation, dalam kitab Shadaf Mashun karya Mirdamad, bacaan qulillahumma malikal mulki dalam Surat Al Imran Ayat 26 bisa dijadikan sebagai doa untuk mewujudkan keinginan.

    Bacalah قُلِ اللّٰهُمَّ مٰلِكَ الْمُلْكِ selama 40 hari setiap 40 kali setiap harinya. Setiap kali membacanya, lanjutkan dengan menyebut “Ya Allah” sebanyak 3 kali. Insyaallah hajat kalian akan terkabul.

    2. Doa Pelunas Utang

    Bacaan Surat Ali Imran ayat 26-27 mengandung doa agar diberi kemampuan dalam melunasi utang.

    Dikutip dari buku Doa Para Nabi oleh Nurul Huda dan Rosul 100 Jejak Peribadi Rasulullah oleh Muhd Nasruddin Dasuki, Rasulullah SAW pernah mengajari salah seorang sahabatnya dari kalangan sahabat Muaz RA mengenai doa untuk diberikan kemampuan membayar utang.

    Diceritakan, bahwa sahabat tersebut pernah mengadu pada Rasulullah SAW tentang utangnya kepada seorang Yahudi. Rasulullah kemudian mengajarkannya untuk membaca ayat dalam Al Quran surat Ali Imran ayat 26-27. Hal ini diriwayatkan Al Tabrani dalam salah satu haditsnya.

    Muhd Nasruddin dalam bukunya menyarankan untuk membaca surat Ali Imran ayat 26-27 sebelum tidur.

    “Ayat ini (surat Ali Imran ayat 26-27) boleh dibaca sebelum tidur. Mudah-mudahan mendapat jalan untuk menyelesaikan bebanan utang. Di samping berdoa, kita juga perlu berusaha dengan cara apa sekalipun baik segi fisik atau mental untuk melunaskan utang,” tulis Muhd Nasruddin Dasuki.

    Bacaan Surat Ali Imran ayat 26-27 Arab, Latin, dan artinya:

    قُلِ اللّٰهُمَّ مٰلِكَ الۡمُلۡكِ تُؤۡتِى الۡمُلۡكَ مَنۡ تَشَآءُ وَتَنۡزِعُ الۡمُلۡكَ مِمَّنۡ تَشَآءُ وَتُعِزُّ مَنۡ تَشَآءُ وَتُذِلُّ مَنۡ تَشَآءُؕ بِيَدِكَ الۡخَيۡرُؕ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَىۡءٍ قَدِيۡرٌ‏ ٢٦

    تُوۡلِجُ الَّيۡلَ فِى النَّهَارِ وَتُوۡلِجُ النَّهَارَ فِى الَّيۡلِ وَتُخۡرِجُ الۡحَـىَّ مِنَ الۡمَيِّتِ وَتُخۡرِجُ الۡمَيِّتَ مِنَ الۡحَـىِّ وَتَرۡزُقُ مَنۡ تَشَآءُ بِغَيۡرِ حِسَابٍ‏ ٢٧

    Latin:
    Qulillahumma malikal-mulki tu’til-mulka man tasya’u wa tanzi’ul-mulka mim man tasya’u wa tu’izzu man tasya’u wa tudzillu man tasya’, biyadikal-khair, innaka ‘ala kulli syai’ing qadir. (ayat 26)

    Tụlijul-laila fin-nahāri wa tụlijun-nahāra fil-laili wa tukhrijul-ḥayya minal-mayyiti wa tukhrijul-mayyita minal-ḥayyi wa tarzuqu man tasyā`u bigairi ḥisāb. (ayat 27)

    Artinya:
    Katakanlah (Muhammad), “Wahai Allah, Pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa yang Engkau kehendaki. Di tangan-Mulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”

    Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Dan Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau berikan rezeki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan.

    Itu tadi penjelasan mengenai bacaan qulillahumma malikal mulki dalam Surat Al Imran Ayat 26. Bacaan ini juga bisa dijadikan doa melunasi utang dan mewujudkan hajat.

    (khq/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Arti “Lillahi ma Fissamawati” (Al Baqarah 284-286) dan Manfaat Membacanya


    Jakarta

    “Lillahi ma Fissamawati” merupakan potongan ayat 284 surat Al Baqarah. Bacaan ini mengandung tentang kekuasaan Allah SWT yang meliputi seluruh jagat raya.

    Allah SWT berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 284:

    لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ وَاِنْ تُبْدُوْا مَا فِيْٓ اَنْفُسِكُمْ اَوْ تُخْفُوْهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللّٰهُۗ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ وَيُعَذِّبُ
    مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ


    Latin:
    Lillâhi mâ fis-samâwâti wa mâ fil-ardl, wa in tubdû mâ fî anfusikum au tukhfûhu yuḫâsibkum bihillâh, fa yaghfiru limay yasyâ’u wa yu’adzdzibu may yasyâ’, wallâhu ‘alâ kulli syai’ing qadîr.

    Artinya:

    “Milik Allahlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Jika kamu menyatakan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah memperhitungkannya bagimu. Dia mengampuni siapa saja yang Dia kehendaki dan mengazab siapa pun yang Dia kehendaki. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS Al Baqarah:284)

    Makna dari Lillahi ma Fissamawati

    Lillahi ma Fissamawati artinya milik Allahlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Selain, memiliki kekuasaan tersebut Allah SWT pulalah yang mengatur dan mengelola semua itu.

    Isi Kandungan Surat Al Baqarah Ayat 284

    Dilansir laman laman Qur’an Nahdlatul Ulama (NU), secara tafsir Tahlili Al Baqarah ayat 284 menjelaskan tentang kesempurnaan dan keesaan Allah SWT. Di mana, segala yang terjadi di alam ini merupakan atas kehendak Allah SWT.

    Allah SWT menghendaki adanya sesuatu, dan pasti sesuatu itu terwujud. Sebaliknya, jika menghendaki musnahnya sesuatu, maka musnahlah ia.

    Dalam tafsir Wajiz, ayat di atas menerangkan bahwa Allah SWT itu mengetahui segala dan akan meminta pertanggungjawaban setiap yang dilakukan manusia. Dialah yang akan memberikan balasan yang setimpal.

    Allah SWT akan mengampuni siapa yang dikehendaki-NYA, sesuai dengan sikap dan kehendak hamba-Nya. Barang siapa yang ingin diampuni, maka lakukanlah apa yang ditetapkan Allah SWT untuk mendapat ampunan-Nya, dan siapa yang hendak dalam siksa, maka langgarlah ketentuan-Nya.

    Bacaan Lillahi Ma Fissamawati Lengkap dengan 3 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah

    Al Baqarah merupakan surat terpanjang dalam Al-Qur’an, dan tiga ayat terakhirnya (384-258) memiliki keistimewaan. Rasulullah SAW pun sering membaca tiga ayat terakhir surat Al Baqarah tersebut.

    Berikut adalah bacaan 3 ayat terakhir Surat Al Baqarah:

    Ayat 284

    لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ ۗ وَاِنْ تُبْدُوْا مَا فِيْٓ اَنْفُسِكُمْ اَوْ تُخْفُوْهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللّٰهُ ۗ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَّشَاۤءُ ۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

    Latin:

    Lillâhi mâ fis-samâwâti wa mâ fil-ardl, wa in tubdû mâ fî anfusikum au tukhfûhu yuḫâsibkum bihillâh, fa yaghfiru limay yasyâ’u wa yu’adzdzibu may yasyâ’, wallâhu ‘alâ kulli syai’ing qadîr.

    Artinya:

    “Milik Allahlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Jika kamu menyatakan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah memperhitungkannya bagimu. Dia mengampuni siapa saja yang Dia kehendaki dan mengazab siapa pun yang Dia kehendaki. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS Al Baqarah:284)

    Ayat 285

    اٰمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهٖ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ كُلٌّ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖۗ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهٖ ۗ وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ

    Latin:

    âmanar-rasûlu bimâ unzila ilaihi mir rabbihî wal-mu’minûn, kullun âmana billâhi wa malâ’ikatihî wa kutubihî wa rusulih, lâ nufarriqu baina aḫadim mir rusulih, wa qâlû sami’nâ wa atha’nâ ghufrânaka rabbanâ wa ilaikal-mashîr.

    Artinya:

    “Rasul (Muhammad) beriman pada apa (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang mukmin. Masing-masing beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata,) “Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.” Mereka juga berkata, “Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Tuhan kami. Hanya kepada-Mu tempat (kami) kembali.” (QS Al-Baqarah: 285)

    Ayat 286

    لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَا ۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ ࣖ

    Latin:

    lâ yukallifullâhu nafsan illâ wus’ahâ, lahâ mâ kasabat wa ‘alaihâ maktasabat, rabbanâ lâ tu’âkhidznâ in nasînâ au akhtha’nâ, rabbanâ wa lâ taḫmil ‘alainâ ishrang kamâ ḫamaltahû ‘alalladzîna ming qablinâ, rabbanâ wa lâ tuḫammilnâ mâ lâ thâqata lanâ bih, wa’fu ‘annâ, waghfir lanâ, war-ḫamnâ, anta maulânâ fanshurnâ ‘alal-qaumil-kâfirîn.

    Artinya:

    “Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya. Baginya ada sesuatu (pahala) dari (kebajikan) yang diusahakannya dan terhadapnya ada (pula) sesuatu (siksa) atas (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa,) “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami. Maka, tolonglah kami dalam menghadapi kaum kafir.” (QS Al-Baqarah: 286)

    Manfaat Membaca 3 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah (Ayat 284-286)

    Berikut adalah keutamaan dan manfaat membaca 3 ayat terakhir surat Al Baqarah, di antaranya:

    1. Menjadi Doa agar bisa Tercukupi Segala Kebutuhan Dunia dan Akhirat

    Dikutip dari kitab Syarah Riyadhus Shalihin Imam an-Nawawi yang disyarah Musthafa Dib al-Bugha, dkk., menyebutkan bahwa membaca 2 ayat terakhir surat Al Baqarah bisa mencukupi segala kebutuhan dunia dan akhirat.

    2. Terhindar dari Kejahatan

    Manfaat membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqarah bisa menjadi pelindung dari setiap gangguan kejahatan. Hal ini disebutkan dalam Ensiklopedi Doa oleh Syaikh Hamid Ahmad Ath-Thahir Al-Basyuni.

    Dari sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan dari Abu Mas’ud Al-Anshari.

    مَنْ قَرَأَ بالآيتين مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ

    Artinya:
    “Barangsiapa membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah dalam satu alam, hal itu akan melindunginya dari kejahatan dan hal-hal yang tidak ia sukai.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

    3. Melindungi dari Gangguan Setan

    Dalam Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1 karya Dr. ‘Abdullah bin Muhammad bin ‘Abdurrahman, Imam Ahmad, Muslim, At-Tirmidzi, dan An-Nasai meriwayatkan dari Suhail bin Shalih, dari ayahnya, dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW pernah bersabda:

    لَا تَجْعَلُوا بُيُوتِكُمْ قُبُوْرًا فَإِنَّ الْبَيْتَ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُوْرَةُ الْبَقَرَةِ لَا يَدْخُلُهُ الشَّيْطَانُ

    Artinya:
    “Janganlah kalian menjadikan rumah kalian sebagai kuburan. Sesungguhnya rumah yang di dalamnya dibacakan surat Al-Baqarah tidak akan dimasuki syaitan” (HR At-Tirmidzi)

    4. Terhindar dari Kelalaian

    Imam Jalaluddin al-Suyuthi dalam buku Al-Itqan fi Ulumil Qur’an menyebutkan, jika kita mampu mengamalkan tiga ayat terakhir surat Al-Baqarah, manfaatnya kita bisa dihindarkan dari kelalaian.

    Ad-Darimi meriwayatkan dari al-Mughirah bin Subai’, bahwa salah seorang sahabat Rasulullah SAW, pernah berkata, “barangsiapa membaca sepuluh ayat dari surat Al-Baqarah saat hendak tidur, maka dia tidak melupakan Al-Qur’an, yakni empat ayat dari awal, Ayat Kursi, dua ayat sesudah Ayat Kursi, serta tiga ayat di akhir surat Al-Baqarah.”

    5. Meningkatkan Keimanan kepada Allah SWT

    Imam Ibnu Katsir menafsirkan tiga ayat terakhir AL-Baqarah mengandung penegasan mengenai orang-orang mukmin. Mereka mengimani Allah SWT merupakan Zat yang Esa, meyakini semua nabi dan rasul, serta kitab-kitab yang diturunkan kepada mereka.

    Oleh karena itu, kita sebagai hamba harus senantiasa memohon pertolongan kepada Allah SWT.

    Demikian arti dari Lillahi ma Fissamawati, beserta penjelasan tentang keutamaan membaca tiga ayat terakhir surat Al Baqarah (Ayat 284-286).

    (khq/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Sujud Syukur Sesuai Sunnah, Lengkap dengan Tata Caranya


    Jakarta

    Doa sujud syukur bisa dibaca saat mengamalkannya. Sujud syukur menjadi bentuk ungkapan terima kasih kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan.

    Bersyukur menjadi salah satu amalan yang dianjurkan. Dengan bersyukur, Allah SWT akan menambahkan lebih banyak nikmat-Nya. Dalil tentang anjuran dan perintah bersyukur banyak dijelaskan melalui ayat-ayat Al-Qur’an.

    Dalam surat Luqman ayat 12, Allah SWT berfirman,


    وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا لُقْمَٰنَ ٱلْحِكْمَةَ أَنِ ٱشْكُرْ لِلَّهِ ۚ وَمَن يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ حَمِيدٌ

    Artinya: Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”.

    Kemudian, anjuran untuk bersyukur juga dijelaskan dalam surat Az-Zumar ayat 7,

    إِن تَكْفُرُوا۟ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنكُمْ ۖ وَلَا يَرْضَىٰ لِعِبَادِهِ ٱلْكُفْرَ ۖ وَإِن تَشْكُرُوا۟ يَرْضَهُ لَكُمْ ۗ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۗ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُم مَّرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ ۚ إِنَّهُۥ عَلِيمٌۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ

    Artinya: Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kembalimu lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan dalam (dada)mu.

    Rasulullah SAW menjadi sosok panutan yang senantiasa bersyukur. Salah satu bentuk syukurnya adalah dengan melakukan sujud syukur.

    Ibnu Katsir dalam Tafsir Ibnu Katsir mengatakan, “Nabi SAW menyungkur alias bersujud.” Disebutkan bahwa beliau terus menerus bersujud selama 40 kali dalam setiap salat subuh. Menurut pendapat Imam Asy Syafi’i, yang dimaksud bukanlah sujud yang diwajibkan, melainkan sujud syukur.

    Dalam hadits dari Abu Bakrah RA bahwa Rasulullah SAW berkata, “Apabila mendapat sesuatu yang disenangi atau diberi kabar gembira, segeralah beliau tunduk bersujud sebagai tanda syukur kepada Allah Taala.” (HR Abu Dawud, Ibnu Majah dan Tirmidzi)

    Kemudian dalam hadits lain, disebutkan dalam riwayat At Tirmidzi, “Bahwasanya Nabi SAW jika mendapatkan sesuatu yang menyenangkan, maka beliau akan mengyungkur bersujud.” (HR Abu Daud)

    Kemudian dari Abdurrahman bin Auf RA ia berkata,

    “Nabi SAW keluar menuju bangunan tinggi lalu masuk ke dalam, menghadap kiblat, dan bersujud. Beliau memanjangkan sujudnya lalu mengangkat kepalanya. Beliau bersabda, ‘Jibril telah mendatangiku dengan membawa kabar gembira; ‘Sesungguhnya Allah telah bersabda untukmu: siapa saja yang bersholawat kepadamu, maka ia akan menyelamatkannya,’ Maka aku bersujud sebagai ungkapan terima kasihku kepada-Nya.” (HR Ahmad)

    Merangkum buku Fiqih karya Hasbiyallah, dijelaskan sujud syukur adalah sujud sebagai tanda syukur seorang hamba kepada Allah SWT. Sujud syukur juga menjadi tanda bahwa seorang hamba telah selamat dari marabahaya yang hampir menimpanya.

    Bacaan Doa Sujud Syukur

    Ketika melakukan sujud syukur, seorang muslim bisa membaca doa. Berikut beberapa doa yang bisa dibaca:

    1. Doa Sujud Syukur Versi Pertama

    سُبْحَانَ اللهِ والْحَمْدُ لِلَّهِ ولا إِلَهَ إِلَّا اللهُ واللهُ أَكْبَرُ

    Arab latin: Subhaanallaah wal hamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallaahu Akbar.

    Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha besar,”

    2. Doa Sujud Syukur Versi Kedua

    Dalam buku Doa dan Zikir Harian Nabi karya Imam Abu Wafa, ada juga doa sujud syukur lainnya yang bisa dipanjatkan. Bacaannya seperti ketika melakukan sujud pada salat wajib.

    سُبحانَ ربِّيَ الأعلَى وبحمدِه

    Arab latin: Subhaana rabbiyal a’la wa bihamdihi

    Artinya: “Maha Suci Tuhanku yang tinggi dan pujian-Nya,”

    3. Doa Sujud Syukur Versi Ketiga

    سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وبِحَمْدِكَ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي

    Arab latin: Subhaanaka allahumma rabbanaa wa bihamdika allahummaghfirli

    Artinya: “Maha Suci Engkau ya Allah, wahai tuhan kami, dengan memuji-Mu ya Allah, ampunilah aku,”

    4. Doa Sujud Syukur Versi Keempat

    سَجَدَ وَجْهِى لِلَّذِى خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ فَتَبَا رَكَ اللهُ اَحْسَنُ الْخَالِقِيْنَ

    Arab-latin: Sajada wajhiya lilladzii kholaqohu washowwarohu wasyaqo sam’ahu wa bashorohu bihaulili wa quwwatihi fatabaa ro kallaahu ahsanul khooliqiin.

    Artinya: “Aku sujudkan wajahku kepada yang menciptakannya, membentuk rupanya, dan membuka pendengaran serta penglihatan. Maha Suci Allah sebaik-baik Pencipta.”

    Tata Cara Sujud Syukur

    Sujud syukur hukumnya sunnah. Cara melakukan sujud syukur adalah sujud satu kali dan dilakukan di luar salat. Tidak ada patokan waktu melakukan sujud syukur, ketika sudah memanjatkan doa, maka diperbolehkan untuk bangun kembali.

    Ketika hendak melakukan sujud syukur, seorang muslim tidak perlu bersuci dari hadas dan najis, tidak perlu bertakbir saat hendak sujud syukur dan juga tidak perlu mengucap salam sebagai penutup. Sujud syukur berbeda dengan sujud yang dikerjakan saat salat.

    Saat melakukan sujud syukur, tidak ada keharusan suci dari hadas atau najis karena tidak ada hadits yang menjelaskan tentang hal demikian. Dalam hadits, tidak terdapat keterangan dari Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa dalam sujud syukur diharuskan bertakbir, hanya saja menurut ulama bahwa takbir dalam sujud syukur diperlukan.

    Disebutkan dalam buku Fikih Ibadah: Panduan Lengkap Beribadah Sesuai Sunnah Rasul karya Hasan Ayyub, sujud syukur dilakukan menghadap kiblat, kecuali bila sedang bepergian di atas kendaraan. Apabila sedang dalam kondisi tersebut, sujud syukur cukup dilakukan dengan isyarat ke mana pun kendaraan menghadap.

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 15+ Doa Dipermudah Segala Urusan Rezeki, Pekerjaan, Hajat


    Jakarta

    Islam selalu mengajarkan umatnya agar senantiasa berdoa sebelum melakukan sesuatu. Hal ini semata-mata bertujuan agar segala urusan kita dipermudah oleh Allah SWT.

    Perintah untuk berdoa juga telah disampaikan oleh Allah SWT dalam surah Al Ghafir ayat 60 yang berbunyi,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادۡعُوۡنِىۡۤ اَسۡتَجِبۡ لَـكُمۡؕ اِنَّ الَّذِيۡنَ يَسۡتَكۡبِرُوۡنَ عَنۡ عِبَادَتِىۡ سَيَدۡخُلُوۡنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيۡنَ


    Artinya: Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina’.”

    Berikut sejumlah doa agar dimudahkan segala urusan yang dikutip dari buku Keutamaan Doa & Dzikir untuk Hidup Bahagia Sejahtera oleh M. Khalilurrahman Al-Mahfani, buku Fiqih Doa & Dzikir Jilid 2 susunan Syekh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr, dan buku Doa-Doa Pilihan Kumpulan Doa Mustajab Sehari-hari Yang Mudah Dikabulkan karya Ustaz Asan Sani ar Rafif.

    Serta buku Dikepung Harta oleh Ustaz Ali Amrin al-Qurawy, buku Kumpulan Doa dalam Al-Qur’an dan Hadits karya Said bin Ali Al-Qahthani terjemahan Mahrus Ali.

    15+ Doa Dipermudah Segala Urusan Rezeki, Pekerjaan, dan Hajat

    Doa Pertama

    اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئتَ سَهْلاً

    Allaahumma laa sahla illaa maa ja’altahu sahlan wa anta taj’alul hazna idzaa syi-ta sahlaa

    Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau menjadikannya mudah, dan jika Engkau menghendaki, maka kesedihan dapat Engkau jadikan kemudahan.” (HR Ibnu Sunni, dari Anas bin Malik)

    Doa Kedua

    لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

    Laa ilaaha illa anta subhaanaka innii kuntu minadzh dzhaalimiin

    Artinya: “Tidak ada sembahan yang haq kecuali Engkau, Mahasuci Engkau, sungguh aku termasuk orang-orang yang zalim.” (HR Tirmidzi, dari Said bin Abu Waqqash)

    Doa Ketiga

    اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو، فَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنتَ

    Allahumma rahmataka arjuu falaa takilnii ilaa nafsii tharfata ‘ainin wa ashlih lii sya’nii kullahu, laa ilaaha illa anta

    Artinya: “Ya Allah, rahmat-Mulah yang aku harapkan, janganlah Engkau serahkan aku pada diriku sekejap mata pun, dan perbaiki untukku urusanku seluruhnya, tidak ada sembahan yang haq kecuali Engkau.” (HR Abu Dawud, dari Abu Bakrah)

    Doa Keempat

    رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

    Rabbisy rahlii shadrii wa yassirlii amrii wahlul ‘uqdatam mil lisaanii yafqahu qawli

    Artinya: “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.”

    Doa Kelima

    رَبَّنَاۤ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰ خِرَةِ حَسَنَةً وَّ قِنَا عَذَا بَ النَّا رِ

    Rabbanaa aatinaa fiddunya hasanataw wa fil aakhirati hasanataw waqinaa ‘adzaaban naar

    Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.” (QS Al Baqarah: 201)

    Doa Keenam

    اللَّهُمَّ اِنِّي أعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ

    Allaahumma innii a’uudzubika minal hammi wal hazani wal ‘ajzi wal kasali wal bukhli wa dhala’id daini wa ghalabatir rijaal

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari penderitaan, kesedihan, kelemahan (pikun), kemalasan, kekikiran, banyak hutang, dan dari penguasaan seseorang.” (HR Tirmidzi, dari Anas bin Malik)

    Doa Ketujuh

    اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ

    Allaahumma innii astakhiiruka bi ‘ilmika wa astaqdiruka bi qudratika wa as-aluka min fadhlikal ‘azhiimi fa-innaka taqdiru walaa aqdiru wa ta’lamu wa laa a’lamu wa anta ‘allaamul ghuyuub. Allaahumma in kunta ta’lamu anna haadzal amra khairun lii fii diinii wa ma’aasyii wa ‘aaqibati amrii faqdurhu lii wa yassirhu lii. Wa in kunta ta’lamu anna haadzal amra syarrun lii fii diinii wa maa’aasyii wa ‘aaqibati amrii fashrifhu ‘annii fashrifnii ‘anhu waqdur liyal khaira haitsu kaana tsumma ardhinii bihi

    Artinya: “Ya Allah, aku memohon agar Engkau memilihkan mana yang baik menurut pengetahuan-Mu, dan aku memohon kepada-Mu agar memberikan kepastian dengan kepastian-Mu Yang Maha Agung, karena sesungguhnya Engkau Maha memastikan sedang aku tidak dapat memastikan dan Engkau Maha mengetahui sedang aku tidak mengetahui, dan sungguh Engkau Maha mengetahui segala yang ghaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini baik bagiku, dalam agamaku, dan dalam penghidupanku serta baik pula akibatnya bagiku, maka berikanlah perkara ini kepadaku dan mudahkanlah bagiku, kemudian berikanlah keberkahan bagiku di dalamnya. Wahai Tuhanku, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini tidak baik bagiku, maka jauhkanlah perkara ini dari padaku dan jauhkanlah aku darinya, dan berikanlah kebaikan di mana saja aku berada, kemudian jadikanlah aku orang yang ridha atas pemberian-Mu itu.” (HR Bukhari, Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah, & Baihaqi, dari Jabir bin Abdullah)

    Doa Kedelapan

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ، وَقَهْرِ الرِّجَالِ

    Allâhumma innî a’ûdzu bika minal hammi wal hazan. Wa a’ûdzu bika minal ‘ajzi wal kasal. Wa a’ûdzu bika minal jubni wal bukhl. Wa a’ûdzu bika min gholabatid daini wa qahrir rijâl.

    Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kebingungan dan kesedihan, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada-Mu dari ketakutan dan kekikiran, aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan tekanan orang-orang.”

    Doa Kesembilan

    فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ. اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ

    Fainnama’a al ‘usriyusroo. Inna ma’a al ‘usriyusraa.

    Artinya: “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS Al-Insyirah: 5-6).

    Doa Kesepuluh

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنِي رِزْقًا حَلَالاً وَاسِعًا طَيِّبًا مِنْ غَيْرِ تَعْبِ وَلَا مَشَقَّةٍ وَلَا ضَيْرٍ وَلَا نَصَبٍ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرُ.

    Allaahumma innii as-aluka an tarzuqanii rizqan halaalan waasi’an thayyiban min ghairi ta’bin wa laa masyaqqatin wa laa dhairin wa laa nashabin innaka ‘alaa kulli syai-in qadiir.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar melimpahkan rezeki kepadaku berupa rezeki yang halal, luas, dan tanpa susah payah, tanpa memberatkan, tanpa membahayakan dan tanpa meletihkan dalam memperolehnya. Sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu.”

    Doa Kesebelas

    اِذْ اَوَى الْفِتْيَةُ اِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوْا رَبَّنَآ اٰتِنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً وَّهَيِّئْ لَنَا مِنْ اَمْرِنَا رَشَدًا

    Idz awal-fityatu ilal-kahfi fa qālụ rabbanā ātinā mil ladunka raḥmataw wa hayyi` lanā min amrinā rasyadā.

    Artinya: “(Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami ini.” (QS Al Kahfi: 10)

    Doa Kedua Belas

    الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ

    Alhamdulillahilazi bini’matihi tatimmushalihatu

    Artinya: “Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala amal saleh sempurna.”

    Doa Ketiga Belas

    اَللَّھُمَّ لاَ طَیْرَ إِلاَّ طَیْرُك،َ وَلاَ خَیْرَ إِلاَّ خَیْرُك،َ وَلاَ إِلَـھَ غَیْرُك.َ

    Allahumma thaira illa thairuka wala khairu illa khairuka wala ilaha ghairuka

    Artinya: “Ya Allah! Tidak ada kesialan kecuali kesialan yang Engkau tentukan, dan tidak ada kebaikan kecuali kebaikan-Mu, serta tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau.”

    Doa Keempat Belas

    الْحَمْدُ لِلَّھِ الَّذِيْ عَافَانِيْ مِمَّا ابْتَلاَكَ بِھِ وَفَضَّلَنِيْ عَلَى كَثِیْرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِیْلا.ً

    Alhamdulillahi ladzii ‘afanii mimmaabtalaka bihi wafadholanii ‘ala katsiiri mimman khalaqa tafdiilan

    Artinya: “Segala puji bagi Allah Yang menyelamatkan aku dari sesuatu yang Allah memberi cobaan kepadamu. Dan Allah telah memberi kemuliaan kepadaku, melebihi orang banyak.”

    Doa Kelima Belas

    اللَّھُمَّ اكْفِنِي بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِني بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِـوَاك.َ

    Allahummakfiini bihalalika ‘an haramika waagninii bifadlika ‘amman siwaaka

    Artinya: “Ya Allah, cukupilah aku dengan (rezeki)-Mu yang halal (hingga aku terhindar) dari yang haram. Kayakanlah aku dengan kenikmatan-Mu selain-Mu.”

    Doa Keenam Belas

    إِنَّا لِلَّھِ وَإِنَّا إِلَیْھِ رَاجِعُوْنَ اللَّھُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِیْبَتِي وَأَخْلِفْ لِي خَیْراً مِنْھَا

    Innalillahi wa innailahi raajiiuna allahuma ajrunii fii musiibatii waakhliflii khairan minhaa

    Artinya: “Sesungguhnya kita milik Allah, dan kita akan kembali kepada-Nya. Ya Allah, berilah aku pahala atas musibah yang menimpaku dan gantilah untukku dengan yang lebih baik darinya.”

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa setelah Sholat Dhuha dan Artinya


    Jakarta

    Salah satu sholat sunah yang sangat dianjurkan adalah sholat Dhuha. Setelah mengerjakan sholat Dhuha, hendaknya membaca doa setelah sholat Dhuha. Berikut bacaan doa setelah sholat Dhuha dan artinya.

    Sholat Dhuha hukumnya sunah muakkad atau sangat dianjurkan. Dalil kesunahan sholat Dhuha bersandar pada hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah RA. Ia berkata,

    “Kekasihku Rasulullah SAW mewasiatkan kepadaku tiga hal, yaitu puasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat sholat Dhuha, dan sholat witir.” (HR Bukhari dan Muslim)


    Hadits tersebut termuat dalam Riyadhus Shalihin, kitab kumpulan hadits shahih Bukhari dan Muslim yang disusun Imam an-Nawawi. Hadits tersebut juga terdapat dalam Sunan an-Nasai.

    Sholat Dhuha dikerjakan pada pagi hari, dimulai ketika matahari mulai naik setinggi satu tombak, kira-kira lima belas menit setelah terbit, juga ketika matahari bersinar penuh menghiasi kira-kira seperempat dari langit dan masih berada di sisi Timur. Waktu habisnya sholat Dhuha yaitu masuk waktu Zuhur, sebagaimana dijelaskan Arif Rahman dalam buku Panduan Sholat Wajib & Sunnah Sepanjang Masa Rasulullah SAW.

    Tata Cara Sholat Dhuha

    Sholat Dhuha dikerjakan sekurang-kurangnya dua rakaat. Tidak ada batasan pasti mengenai jumlahnya, tetapi terkadang Rasulullah SAW mengerjakannya dua rakaat, empat rakaat, delapan rakaat, bahkan lebih. Setiap dua rakaat sholat Dhuha ditutup dengan salam.

    Adapun bacaan dan gerakan sholat Dhuha sama dengan sholat fardhu pada umumnya. Namun, terdapat surah yang dianjurkan untuk dibaca ketika sholat Dhuha. Mengacu pada sumber sebelumnya, surah tersebut yaitu surah Asy Syams pada rakaat pertama dan surah Ad Dhuha pada rakaat kedua.

    Hal tersebut berlandaskan pada hadits yang diriwayatkan dari Uqbah bin Amir. Ia berkata, “Rasulullah pernah memerintahkan pada kami mengerjakan sholat Dhuha dengan membaca surah Asy Syams dan surah Ad Dhuha.” (HR At-Thabrani)

    Umat Islam bisa mengawali sholat Dhuha dengan membaca niat terlebih dahulu.

    Niat Sholat Dhuha

    اُصَلِّى سُنَّةَ الضُّحَا رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

    Ushalli sunnatadh dhuhaa rak’ataini mustaqbilal qiblati adaan lillaahi ta’aalaa.

    Artinya: “Aku niat sholat Dhuha dua rakaat menghadap kiblat, karena Allah ta’ala.”

    Doa Setelah Sholat Dhuha

    Menukil buku Kumpulan Doa Sehari-hari susunan Tim Penyusun Kementerian Agama RI, berikut bacaan doa setelah sholat Dhuha dan artinya.

    اللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاءُ كَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ، اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ، وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ، وَإِنْ كَانَ مُعَسِّرًا فَيَسِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا
    فَقَرِّبْهُ، بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ
    الصَّالِحِينَ

    Allahumma innad-duhaa’a duhaa’uka wal bahaa’a bahaa’uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal ‘ismata ‘ismatuka. Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu’assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba’iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita ‘ibaadakash-shalihiin.

    Artinya: “Ya Allah, bahwasanya waktuDhuha itu waktuDhuha-Mu, kecantikan ialah kecantikan-Mu, keindahan itu keindahan-Mu, kekuatan itu kekuatan-Mu, kekuasaan itu kekuasaan-Mu, dan perlindungan itu perlindungan-Mu. Ya Allah, jika rezekiku masih di atas langit, turunkanlah dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu Dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.”

    Keutamaan Sholat Dhuha

    Keutamaan mengerjakan sholat Dhuha yaitu akan diampuni dosa-dosa yang pernah dilakukannya. Hal ini bersandar pada hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA. Rasulullah SAW bersabda,

    “Seseorang yang rutin mengerjakan sholat Dhuha, maka dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih air laut.” (HR At-Tirmidzi)

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Berdoa di Multazam yang Dikenal Mustajab dan Bacaannya


    Jakarta

    Salah satu ibadah yang dilakukan ketika beribadah di Tanah Suci yaitu berdoa di Multazam. Ketika berdoa di tempat tersebut, umat Islam perlu memperhatikan cara berdoa di Multazam agar mendapat keutamaannya.

    Mengutip buku Bimbingan Lengkap Haji dan Umrah karya Syukron Maksum, Multazam berasal dari kata lazim yang berarti harus. Multazam adalah tempat di mana Allah SWT mengharuskan atas diri-Nya untuk menerima permohonan setiap orang yang tulus kepada-Nya.

    Multazam adalah dinding Ka’bah yang terletak di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Jemaah haji ataupun umrah bisa berdoa di Multazam setelah selesai melakukan tawaf.


    Cara Berdoa di Multazam

    Menukil buku Panduan Beribadah Khusus Pria karya Syaikh Hasan Muhammad Ayyub, cara berdoa di Multazam dilakukan dengan meletakkan dada, perut, dan pipi kanan pada tembok Baitullah. Seorang muslim yang berdoa di Multazam juga hendaknya membentangkan kedua tangannya pada tembok.

    Posisi tangan ketika berdoa di Multazam yaitu tangan kanan menghadap pintu Ka’bah dan tangan kiri menghadap Hajar Aswad. Hal ini berdasarkan keterangan Rasulullah SAW dalam hadits dhaif, bahwa beliau mendatangi Multazam dengan cara tersebut.

    Cara ini juga dijelaskan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, seperti dikutip Ahmad Mustafa Mutawalli dalam Syama’il Rasulullah, “Apabila seseorang berada di Multazam yang berada di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah maka hendaklah ia meletakkan dada, wajah, lengan, dan kedua telapak tangan padanya, kemudian berdoa dan memohon kebutuhannya kepada Allah, sebelum tawaf wada’. Berdoa di Multazam sama baiknya dengan pada saat tawaf wada’ atau lainnya.”

    Bacaan Doa di Multazam

    Dinukil dari kitab Al-Adzkar karya Imam an-Nawawi yang diterjemahkan oleh Ulin Nuha, doa yang disunahkan untuk dibaca ketika berada di Multazam yaitu sebagai berikut.

    اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ حَمْداً يُوَافِي نِعَمَكَ وَيُكَافِي مَزِيدَكَ أَحْمَدُكَ بِجَمِيعِ مَحَامِدِكَ مَا عَلِمْتُ مِنْهَا وَمَا لَمْ أَعْلَمْ عَلَى جَمِيعِ نِعَمِكَ مَا عَلِمْتُ مِنْهَا وَمَا لَمْ أَعْلَمْ وَعَلَى كُلِّ حَالٍ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ اللَّهُمَّ أَعِذْنِي مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّحِيمِ وأَعِذْنِي مِنْ كُلِّ سُوءٍ وَقَنَعْنِي بِمَا رَزَقْتَنِي وَبَارِكْ لِي فِيهِ، اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنْ أَكْرَمِ وَفْدِكَ عَلَيْكَ وَأَلْزِمْنِي سَبِيْلَ الْاسْتِقَامَةِ حَتَّى أَلْقَاكَ يَا رَبَّ العَالَمِينَ

    Allahumma lakal hamdu hamday yuwaafi ni’amika wa yukaafiu maziidak, ahmaduka bi jamii-i mahaamidika maa ‘alimtu minhaa wa maa lam a’lam ‘alaa jamii-i ni’amika maa ‘alimtu minhaa wa maa lam a’lam wa ‘alaa kulli haal, allaahumma shalli wa sallim ‘alaa muhammadin wa’alaa aali muhammad, allaahumma a’idznii minasy syaithaanir rajiim, wa ‘aid- znii min kulli suu’, wa qanni’nii bi maa razaqtanii wa baarik lii fiih. Allaa- hummaj ‘alnii min akrami wafdika ‘alaika, wa alzimnii sabiilal istiqaamati hattaa alqaaka yaa rabbal ‘aalamiin.

    Artinya: “Ya Allah, Segala puji bagi-Mu, dengan pujian yang menyampaikan pada kenikmatan-Mu dan menepati tambahan kenikmatan itu. Aku memuji-Mu dengan semua pujian baik yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui atas seluruh kenikmatan-Mu baik yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui, atas segala keadaan. Ya Allah, limpahkanlah sholawat dan salam atas Nabi Muhammad SAW dan keluarga Nabi Muhammad SAW. Ya Allah, lindungilah aku dari setan-setan yang terkutuk, dan lindungilah aku dari segala keburukan dan jadikanlah aku qanaah menerima apa yang Engkau berikan dan berkahilah di dalamnya untukku. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang yang mulia yang Engkau utus, dan tetapkanlah istikamah sampai aku bertemu kepada-Mu, wahai Tuhan pemilik seluruh alam.”

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Jumat Berkah, Mustajab Dibaca Sore Hari Setelah Ashar


    Jakarta

    Bagi umat Islam, Jumat merupakan hari yang istimewa. Jumat juga menjadi waktu yang tepat untuk berdoa, terutama di pagi dan sore hari.

    Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW menjelaskan tentang keutamaan berdoa saat Jumat sore. Rasulullah SAW bersabda,

    يَوْمُ الْجُمُعَةِ اثْنَتَا عَشْرَةَ سَاعَةً لاَ يُوجَدُ فِيهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللهَ شَيْئًا إِلاَّ آتَاهُ إِيَّاهُ فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ


    Artinya: Pada hari Jumat terdapat dua belas jam (pada siang hari), di antara waktu itu ada waktu yang tidak ada seorang hamba muslim pun memohon sesuatu kepada Allah melainkan Dia akan mengabulkan permintaannya. Oleh karena itu, carilah ia di akhir waktu setelah ‘Ashar.’ (HR. Abu Dawud)

    Hadits ini secara eksplisit menyebutkan waktu sore di hari Jumat menjadi momen yang tepat untuk memanjatkan doa.

    Jumat juga merupakan hari yang baik, di mana Allah SWT menetapkan beberapa takdir. Jumat juga menjadi hari terbaik diantara hari-hari lainnya.

    Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik hari yang terbit matahari padanya adalah hari Jumat. Pada hari itulah Adam diciptakan, di waktu ini pula ia dimasukan ke dalam surga dan waktu itu juga ia dikeluarkan dari surga. Kiamat pun tidak akan terjadi kecuali pada hari Jumat.” (HR Muslimn, Abu Daud, dan Nasa’i disahkan oleh Turmudzi)

    Mengutip buku Rahasia & Keutamaan Hari Jumat oleh Komarudin Ibnu Mikam dijelaskan bahwa hadits tersebut menegaskan Jumat dijadikan momentum yang tidak biasa.

    Pada buku Panduan Amalan Hari Jumat, Mahmudin mengutip perkataan Ali Al-Qari yang menjelaskan, “Dan kemungkinan keagungan hari Jumat atas dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) adalah dengan memperhitungkan bahwa ia adalah hari ibadah sedangkan keduanya adalah hari bahagia dan gembira.”

    Imam Ibnu Qayyim berkata, “Allah SWT menjadikan bagi setiap penganut agama suatu hari di mana mereka meluangkan pada hari itu untuk beribadah dan mereka mengosongkan dari berbagai kesibukan dunia. Maka hari Jumat adalah hari ibadah. Ia di antara hari-hari yang lainnya adalah seperti bulan Ramadhan dengan bulan-bulan lainnya. Dan saat ijabah di dalamnya sama seperti lailatul qadar pada bulan Ramadhan.”

    Jumat Waktu Mustajab untuk Berdoa

    Sebagaimana telah dijelaskan melalui hadits Rasulullah SAW, Imam Ahmad menegaskan bahwa Jumat menjadi waktu mustajab untuk berdoa dan waktu itu adalah ba’da Ashar,

    قال الإمام أحمد : أكثر الأحاديث في الساعة التي تُرجى فيها إجابة الدعوة : أنها بعد صلاة العصر ، وتُرجى بعد زوال الشمس . ونقله عنه الترمذي

    “Kebanyakan hadits mengenai waktu yang diharapkan terkabulnya doa adalah ba’da Ashar dan setelah matahari bergeser (waktu shalat Jumat).” [Lihat Fatwa Sual Wal Jawab no.112165]

    Doa Jumat Berkah Setelah Ashar

    Dalam Kitab Syuabul Iman dan Kitab Nurul Lum’ah terdapat bacaan doa yang bisa dipanjatkan selepas salat Ashar di hari Jumat. Doa ini bisa dibaca untuk mengharapkan keberkahan sekaligus memohon perlindungan Allah SWT.

    اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لا إِلَهَ إِلا أَنْتَ خَلَقْتَنِي ، وَأَنَا عَبْدُكَ وَابْنُ أَمَتِكَ ، وَفِي قَبْضَتِكَ ، وَناصِيَتِي بِيَدِكَ ، أَمْسَيْتُ عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ بِنِعْمَتِكَ ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي ، فَاغْفِرْ لِي ذُنُوبِي إِنَّهُ لا يَغْفِرُ الذُّنُوبُ إِلا أَنْتَ

    Arab latin: Allahumma Anta Rabbi laa ilaaha illa Anta khalaqtani, wa ana abduka wabnu amatika wafi qabdhotika wa nasiyati bi yadika. Amsaitu ala ahdika wa wa’dika mastatho’tu a’udzu bika min syarri ma shona’tu. Abu’u bi ni’matika wa abu’u bidzanbi faghfirly dzunubi. Innahu la yaghfirudz dzunuba illa Anta.

    Artinya: “Ya Allah, Engkau Tuhanku, tidak ada tuhan yang aku sembah kecuali Engkau yang telah menciptakanku. Menciptakanku sebagai hambamu dan anak dari hamba sahayamu. Hidupku ada dalam genggaman-Mu. Aku hidup atas janji dan ancaman-Mu. Selama aku bisa, aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang telah aku perbuat,. Aku telah menyia-nyiakan nikmatmu. Dan aku berbuat dosa. Maka ampunilah dosaku. Sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni dosa kecuali Engkau.”

    Merangkum arsip detikHikmah, sebagaimana dikutip dari buku Agar Hidup Selalu Berkah karya Habib Syarief Muhammad Alaydrus, berikut doa yang dapat dibaca saat Jumat.

    1. Doa Jumat Berkah

    أدام الله لكم بركة الجمعة دهوراً، وألبسكم من تقواه نوراً، جمعة مباركة

    Arab latin: Adamallahu lakum barakatal Jumat duhuran, wa albasakum min taqwahu nuron, jumatan mubarakah

    Artinya : “Semoga Allah SWT memberikan berkah kepada kalimat pada hari Jumat ini, serta Allah mengenakan cahaya dari kesalehan hari ini, Jumat yang diberkahi.”

    2. Doa Memohon Rezeki yang Berkah

    الَّلهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Arab latin: Allahumma barik lana fi ma razaqtana wa qina adza bannar.

    Artinya: “Ya Allah, berikan kami berkah pada rezeki yang telah Engkau berikan dan peliharalah kamu dari siksa neraka,”

    3. Doa Keselamatan Dunia dan Akhirat

    اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ

    Arab latin: Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wa maalii. Allahumas-tur ‘awrootii wa aamin row’aatii. Allahummahfazh-nii mim bayni yadayya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a’udzu bi ‘azhomatik an ughtala min tahtii

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau tenggelam dalam bumi dan lain-lain yang membuat aku jatuh).” (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah, Shahih Ibnu Majah)

    Demikian beberapa doa yang bisa dibaca di hari Jumat pada sore hari. Yuk amalkan agar menjadi berkah!

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com