Category Archives: Fintech

Transaksi Kripto Naik Terus, Investor Mesti Perhatikan Hal Ini


Jakarta

Transaksi kripto terus menunjukkan peningkatan. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, transaksi kripto sepanjang Juli 2025 mencapai Rp 52,46 triliun, naik 62,36% dibandingkan bulan sebelumnya sebesar Rp 32,31 triliun. Secara kumulatif, total nilai transaksi kripto di 2025 telah menembus Rp 276,45 triliun.

Jumlah investor juga terus bertambah. Per Juli 2025, OJK mencatat total 16,5 juta konsumen aset kripto, naik 4,11% dibandingkan Juni 2025 sebanyak 15,85 juta.

Meski demikian, industri aset kripto dan juga saham memasuki bulan September dengan perhatian khusus pada fenomena yang dikenal sebagai September Effect, sebuah anomali musiman yang kerap dikaitkan dengan penurunan kinerja pasar saham maupun kripto.


Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Digital, dan Aset Kripto OJK Hasan Fawzi mengingatkan investor agar berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi di tengah tren ini. Fenomena tersebut diyakini dipengaruhi oleh penyesuaian portofolio pasca musim liburan, kebutuhan likuiditas, hingga faktor psikologis investor global.

Sementara, Vice President Indodax Antony Kusuma, mengatakan September Effect perlu dipahami secara proporsional. Menurutnya, anomali tersebut tidak seharusnya menjadi patokan tunggal dalam menentukan strategi investasi kripto.

“Kami melihat ‘September Effect’ lebih bersifat psikologis ketimbang fundamental. Jika kita bandingkan, di 2024 transaksi penuh setahun Rp 344 triliun, sementara 2025 baru berjalan hingga Juli sudah menembus Rp 276 triliun. Ini bukti bahwa kripto di Indonesia terus tumbuh kuat, bahkan di tengah faktor musiman,” ujar Antony dalam keterangannya, Minggu (7/9/2025).

Ia menambahkan, investor perlu mengedepankan strategi diversifikasi portofolio serta manajemen risiko jangka panjang. Pihaknya, mengingatkan investasi kripto harus dilakukan secara rasional. “Prinsipnya bukan market timing, melainkan konsistensi, pemahaman aset, dan disiplin dalam bertransaksi,” jelas Antony.

Meskipun ada unjuk rasa yang sempat mengguncang pasar modal pada akhir pekan lalu, OJK menegaskan bahwa industri kripto tetap stabil. Aktivitas penempatan dan penarikan dana di exchange kripto tercatat normal, memperlihatkan ketahanan ekosistem digital nasional.

Ia menilai ketahanan sektor kripto menjadi bukti bahwa ekosistem keuangan digital di Indonesia telah semakin matang. “Kondisi stabil meski terjadi tekanan eksternal adalah tanda kepercayaan publik terhadap kripto makin kokoh,” katanya.

Menurutnya, tren positif transaksi kripto pada 2025 bisa menjadi katalis bagi transformasi ekonomi digital nasional. “Jika tren ini berlanjut, kontribusi aset kripto terhadap perekonomian digital Indonesia akan semakin signifikan, terutama dalam memperluas partisipasi masyarakat pada layanan keuangan modern,” terangnya.

Namun demikian, Antony mengingatkan bahwa investasi kripto tetap memiliki risiko tinggi. Investor disarankan untuk hanya menggunakan dana yang siap dialokasikan (uang dingin), tidak semata mengikuti tren pasar, serta perlu memahami fundamental dari setiap aset yang diperdagangkan.

“Bagi investor baru, strategi seperti Dollar-Cost Averaging (DCA) bisa menjadi pilihan yang bijak. Cara ini mengurangi dampak volatilitas pasar karena pembelian dilakukan secara konsisten dalam periode tertentu,” jelas Antony.

(acd/acd)



Sumber : finance.detik.com

7 Aplikasi Crypto Terbaik dan Terpercaya di Indonesia 2025


Jakarta

Investasi crypto kini semakin diminati di Indonesia, baik oleh trader harian maupun investor jangka panjang. Namun, kesuksesan dalam berinvestasi tidak hanya bergantung pada strategi, melainkan juga aplikasi yang digunakan. Platform yang tepat akan memberikan keamanan lebih, biaya transaksi rendah, serta fitur yang sesuai dengan kebutuhan.

Di Indonesia, ada sejumlah aplikasi crypto yang sudah resmi terdaftar di BAPPEBTI sehingga aman dan legal. Dari banyaknya pilihan, berikut adalah tujuh aplikasi terbaik tahun 2025 yang bisa kamu coba.

1. Reku


Reku adalah salah satu aplikasi crypto terbaik di Indonesia yang sudah ada sejak 2018. Keamanan aplikasi Reku sudah terjamin karena sudah terdaftar BAPPEBTI dan diawasi oleh OJK. Ada beberapa kelebihan aplikasi Reku yang membuatnya unggul dari aplikasi lainnya, di antaranya :

  • Tampilan user friendly yang praktis untuk semua kalangan investor.
  • Bisa mulai dengan modal 5 ribu untuk beli bitcoin atau coin crypto lainnya.
  • Tersedia dua mode, yaitu Mode Lightning untuk pemula & Mode Pro untuk investor berpengalaman.
  • Mode Lightning memiliki tampilan yang lebih sederhana dan biaya transaksi gratis.
  • Mode Pro dilengkapi analisis dan informasi lengkap untuk investor memilih aset yang tepat dan biaya transaksi hanya 0,1%.
  • Aplikasi Reku juga menjadi aplikasi staking crypto pertama di Indonesia yang berizin BAPPEBTI & OJK.
  • Tersedia juga Reku Futures untuk futures trading crypto dengan leverage 25x.
  • Layanan CS 24 jam setiap hari yang terhubung langsung dengan tim, bukan robot.

Tidak hanya itu, di Reku juga tersedia 800+ pilihan aset saham Amerika (AS) dari berbagai perusahaan ternama dunia seperti saham Google, Apple, NVIDIA, Grab, Coca-cola, SEA (induk perusahaan Shopee), Microsoft, Netflix, Toyota, Ford, Tesla, McDonalds, Disney, Spotify, Nike, Ferrari, Starbucks, dan Roblox. Semua saham tersebut bisa kamu beli dengan modal $1 saja.

Untuk pemula, ada pilihan Reku Packs berupa paket investasi yang bisa kamu pilih sesuai profil resiko dan tujuan keuanganmu dengan imbal hasil yang lebih optimal. Beberapa packs yang terkenal seperti Magnificent 7 fund, Reku Crypto Blue Chip, Nancy Pelosi, dan masih banyak lagi.

2. Tokocrypto

Tokocrypto dikenal luas di Indonesia karena dukungan teknologinya dari Binance. Platform ini menawarkan akses ke banyak aset dengan likuiditas tinggi, serta memiliki TokoMall, marketplace NFT yang cukup populer. Bagi pengguna lokal, Tokocrypto juga memudahkan deposit dengan bank maupun e-wallet. Dengan biaya transaksi kompetitif dan antarmuka modern, Tokocrypto menjadi pilihan menarik bagi banyak investor.

Namun, kelemahannya ada pada biaya penarikan yang dinilai sebagian pengguna lebih tinggi dibandingkan beberapa platform lokal. Selain itu, meskipun terhubung dengan Binance, fitur yang tersedia di Tokocrypto tidak selengkap exchange induknya, sehingga trader profesional mungkin merasa terbatas.

3. Indodax

Indodax merupakan pelopor crypto exchange di Indonesia. Resmi terdaftar di BAPPEBTI, Indodax menyediakan ratusan aset kripto dengan volume transaksi yang besar setiap harinya. Platform ini juga memiliki komunitas yang sangat aktif serta program edukasi untuk membantu pemula memahami dunia kripto. Dengan pengalaman panjang dan reputasi yang solid, Indodax tetap menjadi salah satu exchange utama di Indonesia.

Di sisi lain, Indodax juga memiliki beberapa kekurangan. Tampilan aplikasinya dianggap kurang modern dibandingkan kompetitor baru. Untuk aset tertentu, terutama altcoin dengan volume rendah, likuiditas kadang tidak optimal sehingga spread melebar. Bagi pemula, banyaknya aset tanpa visual edukasi mendalam bisa membuat bingung.

4. Luno

Luno menjadi pilihan yang menghadirkan Luno Learn, program edukasi khusus yang membantu pengguna baru memahami dasar-dasar kripto. Selain itu, keamanan transaksi di Luno terjaga dengan baik, sementara proses deposit dan penarikan dana berlangsung cepat dan transparan.

Sayangnya jumlah aset di aplikasi Luno masih sangat terbatas. Fokus mereka pada kesederhanaan membuat banyak altcoin tidak tersedia, sehingga pengguna yang ingin menjelajahi aset lebih luas perlu menggunakan aplikasi lain. Selain itu, biaya transaksi Luno relatif lebih tinggi dibandingkan beberapa pesaingnya.

5. Triv

Triv sudah beroperasi sejak 2015 dan kini menawarkan lebih dari 300 aset digital. Exchange ini mendukung layanan staking dan futures trading, sehingga bisa digunakan baik oleh investor pemula maupun trader berpengalaman. Spread yang rendah serta transaksi 24 jam penuh menjadi daya tarik tambahan.

Legalitasnya pun terjamin karena terdaftar di BAPPEBTI. Antarmuka aplikasi Triv kadang dianggap kurang intuitif dibandingkan platform lain. Beberapa pengguna juga menilai layanan customer support masih bisa ditingkatkan dari segi kecepatan respons. Bagi trader aktif yang butuh eksekusi cepat, hal ini bisa menjadi kendala.

6. Upbit

Upbit Indonesia adalah bagian dari exchange global Upbit yang beroperasi resmi di Indonesia. Platform ini mendukung trading langsung dengan Rupiah, dan keamanannya terjamin melalui sistem multi-signature cold wallet serta notifikasi real-time. Dengan pengawasan BAPPEBTI. Meski begitu, fitur yang tersedia di versi Indonesia masih lebih terbatas dibandingkan aplikasi induknya.

7. Binance

Sebagai exchange global terbesar, Binance menawarkan fitur super lengkap mulai dari spot trading, futures, margin, staking, hingga NFT. Likuiditasnya yang sangat tinggi membuat transaksi berlangsung cepat tanpa hambatan. Dengan ekosistem luas, Binance banyak dipilih oleh trader berpengalaman yang ingin memaksimalkan peluang di pasar kripto global.

Akan tetapi, kompleksitas Binance sering menjadi kendala bagi pemula. Banyaknya fitur membuat aplikasi terasa membingungkan untuk pengguna baru. Selain itu, karena bukan aplikasi lokal, beberapa metode pembayaran dan layanan pelanggan tidak sepraktis exchange Indonesia. Status regulasinya di Indonesia juga kadang menimbulkan pertanyaan karena operasinya tidak langsung di bawah entitas lokal.

Ketujuh aplikasi crypto terbaik di Indonesia 2025 memiliki keunggulannya masing-masing. Tetapi kalau kamu cari aplikasi yang cocok untuk pemula, biaya transaksi rendah, keamanan terjaga dan bisa diversifikasi di aset saham Amerika, Reku adalah pilihan yang cocok untukmu. Download aplikasi crypto terbaik pilihanmu sekarang dan mulai berinvestasi dengan bijak!

(akd/akd)



Sumber : finance.detik.com

BotXcoin Sah Jadi Aset Kripto Legal di RI


Jakarta

Aset kripto lokal BotXcoin (BOTX) resmi tercatat sebagai aset kripto legal di Indonesia setelah melalui proses panjang di bawah pengawasan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Kepastian itu kian ditegaskan seiring peralihan kewenangan regulasi aset kripto dari Bappebti ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

CEO BotXcoin, Randi Setiadi Liu, menyebut pengakuan hukum ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan proyek. “Kami tahu kepercayaan adalah aset paling berharga di industri ini. Legalitas ini bukan sekadar status, melainkan bukti komitmen kami untuk membangun fondasi yang kokoh, transparan, dan berkelanjutan,” katanya, Rabu (10/9/2025).

Seiring legalitas tersebut, BotXcoin juga memperkuat fundamentalnya melalui restrukturisasi manajemen dan strategi jangka panjang. Salah satu langkah strategis adalah program token burn, terakhir dilakukan pada 15 Agustus dengan membakar 200 juta token BOTX untuk mendukung stabilitas harga.


Dari sisi akademisi, ekonom digital Universitas Indonesia, Fithra Faisal Hastiadi, menilai legalitas menjadi kunci agar aset kripto bisa tumbuh sehat di Indonesia.

“Investor jangan hanya melihat kenaikan harga. Legalitas dan fundamental proyek harus jadi pertimbangan utama untuk jangka panjang,” jelasnya.

Saat ini BotXcoin sudah diperdagangkan di sejumlah bursa kripto, termasuk Indodax, p2pb2b, dan Vindax. Dengan status barunya, BotXcoin berharap dapat memperluas basis investor, baik dalam maupun luar negeri.

(rrd/rrd)



Sumber : finance.detik.com

Perusahaan Pindar Kompak Bantah Dugaan Kartel: Tak Pernah Ada Perjanjian!


Jakarta

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mulai menyidangkan Perkara Nomor 05/KPPU-I/2025 tentang Dugaan Pelanggaran Pasal 5 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 terkait Layanan Pinjam-meminjam Uang/Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (Fintech P2P Lending) di Indonesia di Kantor Pusat KPPU Jakarta, Kamis (11/9/2025). Persidangan tersebut merupakan buntut dugaan yang dilaksanakan KPPU terkait pelanggaran kesepakatan pinjaman online (pinjol) dengan batas bunga tertinggi sebesar 0,8% dan 0,4%.

Dalam persidangan, Direktur Utama PT Bursa Akselerasi Indonesia (Indofund), Ryan Filbert, menyatakan keberatan atas tuduhan yang dilayangkan tim investigator KPPU terkait adanya unsur kesepakatan penetapan bunga pinjaman lantaran perusahaannya tergabung dalam Asosiasi Fintech dan Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI).

“Dapat dipastikan kami tidak pernah memiliki kesepakatan, dan kami bersaing (antar P2P lending), terbukti. Kita dengan AFPI itu tidak pernah ada tanda tangan dua belah pihak, perjanjian. Kami punya sertifikat keanggotaan AFPI, lah itu yang disangkakan, dianggap bahwa kita bersepakat,” ujar Ryan saat ditemui selepas sidang di Kantor KPPU, Jakarta, Kamis (11/9/2025).


Ryan bilang, perusahaan miliknya tergabung ke dalam AFPI lantaran diwajibkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ia mengaku, jika bisa memilih, ia akan mengarahkan perusahaan P2P lending miliknya itu bergabung dengan asosiasi lain.

“Sertifikat itu yang jadi dipermasalahkan, dianggap bahwa kita bersepakat. Kalau kami tidak ambil sertifikat itu, kami tidak boleh berizin dan kita dicopot sama OJK. Ada di POJK-nya, lho. Kalau saya boleh memilih asosiasinya, saya pilih AFTECH saja yang lebih longgar,” katanya.

Senada, kuasa hukum dari PT Amartha Mikro Fintek (Amartha), Harry Rizki Perdana, menyatakan perusahaannya menerapkan bunga pinjaman tidak pernah lebih dari 0,1% per hari atau sekitar 2% per bulannya. Ia juga menampik adanya kesepakatan antara perusahaannya dengan AFPI dalam penetapan bunga pinjaman.

“Sehingga apa yang dituduhkan investigator (KPPU) di dalam laporan dugaan pelanggaran (LDP)-nya itu sangat jauh. Kami juga mengkritisi apa yang disampaikan investigator di dalam LDP, bahwa pedoman perilaku dan sebagainya itu adalah perjanjian. Kami menolak itu disebut perjanjian. Tergabungnya pelaku usaha di dalam AFPI itu merupakan perintah perundang-undangan,” kata Harry.

KPPUKuasa hukum dari PT Amartha Mikro Fintek (Amartha), Harry Rizki Perdana/Foto: Amanda Christabel

Harry bilang, pihaknya menolak seluruh tuntutan yang dilayangkan KPPU dan menginginkan agar tuduhan ini dilepaskan. Hal ini lantaran, menurut Harry, tidak ada bukti yang menguatkan bahwa permasalahan ini memenuhi unsur dugaan pelanggaran dari Pasal 5 UU Nomor 5 Tahun 1999.

“Keinginan Amartha tentu, pertama, dengan menolak seluruh LDP, tentu menyatakan seluruh pelaku usaha yang dituduhkan terhadap perkara ini harusnya lepas. Karena tidak ada satupun, menurut kami, bukti-bukti yang menguatkan bahwa ini kartel atau memenuhi unsur Pasal 5 yang disangkakan,” tutupnya.

(eds/eds)



Sumber : finance.detik.com

Soal Sengkarut Kartel Bunga Pinjol, KPPU Bakal Periksa Berkas Pekan Depan


Jakarta

Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) telah menjalankan sidang lanjutan terkait Perkara Nomor 05/KPPU-I/2025 tentang Dugaan Pelanggaran Pasal 5 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 terkait Layanan Pinjam-meminjam Uang/Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (Fintech P2P Lending). Tahap selanjutnya dari proses persidangan ini yakni pemeriksaan berkas yang telah diberikan para perusahaan pinjol yang menjadi terlapor.

Dalam sidang ini, sebanyak 97 perusahaan P2P lending telah menyerahkan berkas kepada pihak KPPU, yang kurang lebihnya berisikan hak jawab atas dugaan yang dilayangkan KPPU terkait pelanggaran kesepakatan pinjaman online (pinjol) dengan batas bunga tertinggi sebesar 0,8% dan 0,4% di sejumlah perusahaan P2P lending.

“Secara tertulis, baik hard copy maupun soft copy sudah disampaikan sebelum sidang kepada kami. Hanya ada 19 pihak yang menyampaikan poin-poin lisan. Ini pemeriksaan berkas, yang berikutnya adalah pemeriksaan berkas yang menjadi lampiran dari tanggapan terlapor hari ini. Jadi, mereka membantah atau menanggapi laporan dugaan pelanggaran (LDP), disertai bukti,” ujar salah satu investigator KPPU, Arnold Sihombing, di Kantor KPPU, Jakarta, Kamis (11/9/2025).


Selain itu, terkait dengan keterlibatan Otoritas Jasa Keuangan dalam persidangan ini juga menjadi pertanyaan bagi sejumlah perusahaan pinjol dalam persidangan ini. Arnold bilang, keputusan melibatkan atau tidaknya OJK dalam persidangan ini tergantung pada hasil keputusan rapat para anggota KPPU.

“Kalau itu hak pembelaan dari mereka (pinjol yang menjadi terlapor). Karena yang menentukan ini jadi terlapor, ini ‘kan perkara ‘I’ ya, kodenya ‘I’, (artinya inisiatif), inisiatif dari KPPU. Artinya, seluruh perkara, dalam perkara itu keputusannya ada di rapat komisi,” tambah Arnold.

Setelah pemeriksaan berkas rampung dilakukan oleh investigator KPPU, Arnold bilang, akan ada proses dalam melakukan musyawarah-mufakat untuk mengambil keputusan untuk lanjut atau tidaknya proses persidangan tersebut. Tidak cuma itu, akan ada keterlibatan OJK dan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) pada persidangan selanjutnya, kata Arnold.

“Tapi apa sebagai ahli atau sebagai pihak saksi, biar nanti yang menentukan majelis sendiri. Tapi yang jelas, OJK dan AFPI sudah pasti ada. Sebagai proses kehati-hatian juga ‘kan untuk mengumpulkan bukti,” tutupnya.

Simak juga Video: Utang Warga +62 Naik! Pinjol Rp 83,52 T dan Paylater Rp 31,5 T

(eds/eds)



Sumber : finance.detik.com

Asosiasi Tepis Tuduhan KPPU soal Kartel Pinjol


Jakarta

Pengusaha membantah dugaan pelanggaran persaingan usaha yang diajukan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) dituduh melakukan kesepakatan penentuan batas maksimum suku bunga alias dugaan kartel suku bunga.

KPPU menilai puluhan perusahaan anggota AFPI melakukan kesepakatan pinjaman online (pinjol) dengan batas bunga tertinggi sebesar 0,8% dan 0,4% di sejumlah perusahaan P2P lending.

AFPI dan 97 perusahaan pinjaman daring (pindar) menolak dengan tegas tuduhan KPPU. Tuduhan tersebut dinilai tidak tepat, asosiasi menilai pengaturan batas maksimum juga merupakan arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tidak ada kesepakatan antar perusahaan sama sekali.


Pengaturan batas maksimum suku bunga oleh AFPI ditujukan untuk perlindungan konsumen dari praktik predatory lending yang dilakukan oleh pinjaman online (pinjol) ilegal.

“Pengaturan batas maksimum juga merupakan arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada saat itu. Jadi, sama sekali tidak ada unsur kesepakatan di dalamnya,” ujar Ketua Umum AFPI, Entjik S. Djafar dalam keterangannya, Jumat (12/9/2025).

Lebih lanjut, Entjik juga menekankan bahwa pedoman perilaku AFPI yang dianggap oleh investigator KPPU sebagai bukti adanya pengaturan harga justru disusun bukan untuk membatasi persaingan.

Hal tersebut bertujuan untuk melindungi konsumen dari praktik penagihan intimidatif dan pengenaan bunga tinggi oleh pinjol ilegal yang marak terjadi sebelum adanya regulasi.

“Batas maksimum suku bunga sebesar 0,8% pada 2018, yang diturunkan menjadi 0,4% pada 2021, yang diatur dalam pedoman perilaku AFPI merupakan suku bunga maksimum (ceiling price), bukan suku bunga tetap (fixed price). Setiap platform Pindar memiliki independensi dalam menetapkan suku bunga selama tidak melebihi batas maksimum tersebut,” papar Entjik.

Entjik menambahkan bahwa pada praktiknya, setiap platform menerapkan suku bunga yang berbeda-beda sesuai dengan sektor dan risiko bisnisnya masing-masing. Dengan demikian, kompetisi di dalam industri pun tetap terjaga sehingga menciptakan keseimbangan antara perlindungan konsumen dan keberlanjutan industri.

Dalam tanggapan yang disampaikan di hadapan majelis hakim, seluruh platform menyatakan menolak tuduhan yang diajukan investigator KPPU.

“Seluruh platform merasa tidak pernah ada kesepakatan menentukan harga, apalagi melakukan praktik kartel. Platform dan asosiasi hanya mengikuti arahan regulator. Apakah ada pelaku usaha yang berani tidak menjalankan arahan regulator? Pelaku usaha yang tertib dan patuh seharusnya tidak dituduh melakukan praktik persaingan tidak sehat,” tutup Entjik.

Simak juga Video ‘Utang Warga +62 Naik! Pinjol Rp 83,52 T dan Paylater Rp 31,5 T’:

(hal/ara)



Sumber : finance.detik.com

Aplikasi Saham Terbaik di Indonesia 2025


Jakarta

Tahun 2025 menghadirkan banyak peluang baru bagi para trader dan investor. Walaupun sempat diwarnai isu tarif serta kebijakan makro yang dapat menekan pasar, bursa Amerika Serikat (AS) dan Indonesia tetap menunjukkan performa yang solid.

Hingga 3 September 2025, S&P 500 telah mencatat pertumbuhan 8,68% sejak awal tahun, sementara IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) melonjak 10,86%. Namun, jika melihat lima tahun terakhir, pasar saham AS masih mendominasi. S&P 500 tumbuh +83,4%, sedangkan IHSG +50,5%, menandakan reli Wall Street yang konsisten dalam jangka panjang.

Kinerja positif tahun ini sebagian besar ditopang oleh saham-saham teknologi dan AI seperti Nvidia (NVDA), Meta (META), Microsoft (MSFT), dan Google (GOOG) yang semuanya mencatat pertumbuhan dua digit-bahkan Nvidia naik lebih dari 25%. Meski momentum tahun ini begitu kuat, daya tahan pasar sangat bergantung pada kedalaman likuiditas.


Perbedaan skala sangat terasa: kapitalisasi 50 emiten terbesar Indonesia hanya sekitar US$405 miliar, jauh di bawah kapitalisasi Nvidia yang sudah menembus US$4 triliun (Companies Market Cap). Skala yang berbeda ini berpengaruh pada kemudahan eksekusi dan daya tarik bagi dana global.

Dari sisi kebijakan, sentimen positif turut menguat seiring ekspektasi penurunan suku bunga The Fed sebesar 25 bps pada 17 September 2025-dari kisaran 4,25% – 4,50%-dengan probabilitas sekitar 89,7% (CME FedWatch Tool, data 3 September 2025). Penurunan suku bunga ini umumnya dipandang sebagai katalis bagi aktivitas bisnis dan kenaikan valuasi aset berisiko, sehingga membuka peluang bagi investor untuk memanfaatkan momentum yang ada.

Dalam situasi dinamis seperti ini, aplikasi saham dengan fitur perdagangan real-time, notifikasi harga, akses data pasar, biaya transaksi rendah, dan kemudahan pemantauan portofolio menjadi sangat penting. Pilihan aplikasi saham di Indonesia pun semakin beragam, masing-masing menawarkan keunggulan dan kekurangan.

Pembahasan berikut akan mengulas lima aplikasi saham teratas agar pembaca dapat membandingkan fitur, biaya, dan aspek keamanan sebelum memilih aplikasi yang paling sesuai dengan kebutuhan dan gaya investasi mereka.

1. Pluang

Pluang kian memantapkan posisinya sebagai salah satu aplikasi saham terbaik di Indonesia. Bertumpu pada ekosistem multi-aset yang luas dan basis lebih dari 12 juta pengguna, aplikasi ini menawarkan pengalaman investasi digital yang aman, berizin dan diawasi Bappebti dan OJK.

Lewat satu aplikasi, pengguna dapat mengakses 1.000+ produk investasi-mulai dari crypto, saham & ETF Amerika Serikat (AS), emas, reksa dana, hingga crypto futures dan options saham AS-dengan struktur biaya yang kompetitif.

Fitur & Keunggulan

  • Pelopor Saham AS & ETF: akses ke 650 saham dan ETF populer, termasuk Google, Apple, dan Microsoft.

  • Saham fraksional asli: kepemilikan riil atas nama pribadi investor (bukan CFD) dengan hak atas dividen.

  • Perdagangan 24 jam (Senin-Sabtu) untuk Saham AS & ETF-yang pertama di Indonesia.

  • Rating 4.8 di Google Play Store.

  • Leverage hingga 4× untuk saham AS & ETF.

  • USD Yield hingga 4,13%.

  • Options: 650+ underlying, 10 strike, expiry hingga 1 tahun, termasuk 0DTE.

  • Pro Features: advanced order, take profit, dan stop loss, plus akses web trading berbasis TradingView gratis untuk analisis teknikal yang lebih presisi.

Dari sisi keamanan, Pluang beroperasi melalui PT PG Berjangka untuk saham AS, ETF, dan Options. PT PG Berjangka berizin dan diawasi oleh OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek

Catatan Risiko

Meski berada dalam pengawasan regulator, produk saham AS, ETF, dan options tetap memiliki risiko: harga dapat berfluktuasi, nilai options bisa menyusut saat jatuh tempo, dan penggunaan leverage meningkatkan eksposur risiko.

2. IPOT (Indo Premier)

IPOT adalah platform investasi yang menghadirkan perdagangan saham dan instrumen pasar modal lewat web dan aplikasi seluler.

Fitur & Keunggulan

  • Web & Mobile Trading: Real time execution dengan otomatisasi RoboTrading.

  • Tools: Charting, indikator teknikal, auto-orders, serta fitur chat.

  • Full support: saham, ETF, reksa dana, dan obligasi.

Platform ini cocok untuk investor maupun trader yang menginginkan ekosistem dari grafik real-time dan kalender aksi korporasi.

Catatan Risiko

Meskipun PT Indo Premier Sekuritas berizin dan diawasi regulator, pengguna tetap perlu memahami risiko pasar (fluktuasi harga saham/ETF dan risiko suku bunga obligasi), serta meninjau biaya transaksi dan kewajiban pajak yang berlaku sebelum bertransaksi.

3. Mandiri Sekuritas (Growin’)

Growin’ adalah platform investasi dari Mandiri Sekuritas yang mendukung transaksi saham Indonesia, serta akses ke reksa dana dan obligasi dalam satu ekosistem digital.

Fitur & Keunggulan

  • Mendukung penuh perdagangan saham Indonesia melalui ekosistem Growin’ (aplikasi mobile, web, dan integrasi di Livin’ by Mandiri).

  • Trade Now, Pay Later: bisa meminjam hingga 2,8× dari net cash dan 1,81× dari nilai portofolio.

Platform ini sangat cocok untuk investor ritel yang menginginkan pengalaman trading cepat dan informatif-mulai dari data pasar real-time dan riset di aplikasi, tampilan Pro View untuk trader aktif, hingga akses via Livin’ by Mandiri untuk kemudahan setoran/penarikan.

Catatan Risiko

Investasi saham memiliki risiko pasar (harga dapat berfluktuasi). Penggunaan fasilitas margin Trade Now, Pay Later menimbulkan kewajiban pembiayaan dan tunduk pada syarat & ketentuan-nasabah perlu memahami ketentuan serta profil risikonya sebelum menggunakan fasilitas tersebut.

4. Semesta (Semesta Online Trading)

Semesta Online Trading adalah fasilitas perdagangan saham daring yang tersedia di mobile dan desktop untuk memudahkan investor bertransaksi dan memantau pasar.

Fitur & Keunggulan

Platform ini cocok untuk investor maupun trader yang membutuhkan akses perdagangan saham BEI lewat aplikasi dan web dengan informasi pasar yang komprehensif dan pemantauan portofolio

Catatan Risiko

Meskipun PT Semesta Indovest Sekuritas berizin dan diawasi regulator, pengguna tetap perlu memahami risiko pasar seperti fluktuasi harga saham, serta meninjau biaya transaksi dan ketentuan pajak yang berlaku sebelum bertransaksi.

5. Ajaib (Saham)

Ajaib adalah platform investasi saham dan reksa dana di Indonesia yang tersedia melalui aplikasi dan web untuk memudahkan pembukaan rekening dan transaksi ritel.

Fitur & Keunggulan

  • Produk: akses ke seluruh saham yang tercatat di BEI dan produk reksa dana.

  • Web & Mobile Trading: transaksi saham BEI & reksa dana via aplikasi & web.

  • Tools: auto-order (take profit/stop loss), dan price alerts.

Platform ini cocok untuk investor maupun trader yang mencari akses penuh ke saham BEI dan reksa dana dengan antarmuka aplikasi/web yang ringan.

Catatan Risiko

Meskipun PT Ajaib Sekuritas Asia berizin dan diawasi regulator, investasi pasar modal tetap mengandung risiko-harga saham/NAV reksa dana dapat berfluktuasi-serta biaya dan ketentuan pajak yang perlu diperhatikan sebelum bertransaksi.

Tips Memilih Aplikasi Saham

  • Pastikan aplikasi beroperasi melalui perusahaan sekuritas berizin dan diawasi OJK.

  • Pertimbangkan biaya transaksi (fee beli/jual), minimum setoran RDN, dan fitur yang Anda butuhkan.

  • Pilih aplikasi dengan keamanan data dan dana yang jelas.

  • Manfaatkan materi edukasi untuk memahami cara kerja pasar dan fitur aplikasi sebelum berinvestasi riil.

  • Sesuaikan pilihan dengan profil risiko dan tujuan investasi Anda (dividen, pertumbuhan, atau trading aktif).

Kesimpulan

Dalam dinamika pasar 2025 dan percepatan adopsi teknologi finansial, setiap aplikasi saham menghadirkan nilai tawar yang berbeda-baik dari sisi ragam produk, keunggulan fitur, maupun struktur biaya yang ditawarkan. Penting bagi investor untuk membandingkan aspek-aspek tersebut secara menyeluruh, serta memastikan kepatuhan regulasi, khususnya untuk aplikasi global yang belum memiliki izin resmi dari regulator.

Sepanjang 2025, Pluang terlihat menonjol sebagai salah satu aplikasi saham terdepan berkat akses ke 650+ Saham AS dan ETF, USD Yield hingga 4,13%, serta options dengan 650+ underlying-ditopang rating tinggi di Google Play Store (saat ini tercatat 4,8/5). Dari sisi keamanan, Pluang berizin dan diawasi OJK dan Bappebti.

Pada akhirnya, keputusan tetap bergantung pada tujuan dan profil risiko masing-masing investor. Pastikan untuk memanfaatkan materi edukasi sebelum mencoba fitur berisiko tinggi seperti leverage dan options, cermati biaya serta implikasi pajak, dan pilih aplikasi yang paling sesuai dengan strategi investasi Anda.

(akn/ega)



Sumber : finance.detik.com

Tokenisasi Aset Dunia Nyata Diramal Jadi Segmen Blockchain Paling Bernilai


Jakarta

Tokenisasi aset dunia nyata diproyeksi jadi salah satu segmen blockchain paling bernilai, dengan Boston Consulting Group memperkirakan pasar senilai US$16 triliun pada 2030. Di Indonesia, analis lokal memperkirakan tokenisasi RWA dapat mencapai US$88 miliar pada tahun yang sama.

Prediksi ini didorong oleh beberapa faktor: populasi lebih dari 270 juta, lebih dari separuh penduduk masih underbanked atau unbanked, serta pertumbuhan pesat layanan keuangan digital seperti dompet elektronik dan pinjaman daring.

Permintaan yang meningkat untuk infrastruktur digital yang terpercaya membuka peluang untuk aplikasi seperti pinjaman mikro ter-tokenisasi, kontrak berbasis emas yang terdigitalisasi, pembiayaan rantai pasok yang dapat dilacak, serta lapisan remitansi lintas batas yang semuanya sedang dieksplorasi dalam kerangka Tokenize Indonesia.


Saat ini tengah terjadi pergeseran besar bukan melalui peluncuran token baru atau hype spekulatif, melainkan dari dalam institusi-institusi paling strategis di Indonesia.

Mewakili kapitalisasi pasar gabungan lebih dari US$35 miliar, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Pegadaian, Pos Digi, dan MDI Ventures bergabung dalam Tokenize Indonesia untuk mendorong use case tokenisasi dan aset dunia nyata (Real-World Assets / RWA) mereka masing-masing.

Tokenize Indonesia, yang diinisiasi oleh Saison Capital, Coinvestasi, dan BRI Ventures (BVI), dirancang sebagai platform eksperimental terstruktur bagi institusi untuk mengeksplorasi real-world use case blockchain dalam operasi mereka. Alih-alih mengejar popularitas semata, program ini bertujuan menjembatani institusi tradisional dengan penyedia infrastruktur blockchain untuk bersama-sama mengembangkan solusi Develop Used Case yang siap diterapkan.

Program ini dimulai pada Juli 2025 dan akan berpuncak dalam sebuah showcase di Coinfest Asia, festival kripto terbesar di dunia yang akan digelar pada 21-22 Agustus 2025.

“Tujuan kami adalah mendorong kolaborasi yang bermakna antara institusi keuangan besar yang mapan dengan mitra teknologi yang inovatif dan bergerak cepat. Dengan menjembatani dua dunia ini, kami ingin mendorong pertumbuhan berkelanjutan, memperluas inklusi keuangan, dan mempercepat adopsi aset digital di Indonesia,” ujar Markus Liman Rahardja, Chief Investment Officer, BRI Ventures dalam keterangan pers, ditulis Minggu (14/9/2025).

Tokenize Indonesia juga dipandang sebagai gerbang menuju regulatory sandbox OJK yang akan diluncurkan pada 2025. Hal ini menandai perubahan strategis: Indonesia bergerak dari pasar kripto ritel menuju testbed nasional untuk adopsi blockchain tingkat institusi.

Sandbox, Sebelum Regulasi Final

Waktu peluncuran program ini sangat tepat. Pada Januari 2025, pengawasan aset digital telah berpindah dari Bappebti (otoritas komoditas) ke OJK. Transisi ini diperkirakan akan mendefinisikan ulang klasifikasi aset digital dan membuka ruang eksperimen berbasis sandbox memungkinkan inovator fintech dan blockchain untuk menguji model baru di bawah pengawasan regulator.

Dengan menyesuaikan strukturnya lebih awal terhadap kerangka ini, Tokenize Indonesia menempatkan para peserta sebagai pionir dalam lanskap aset digital yang baru.

Ekosistem kripto Indonesia sendiri telah membuktikan kapasitas skalanya di level ritel. Antara 2021-2024, jumlah pengguna terdaftar meningkat dua kali lipat dari 9,9 juta menjadi 20,9 juta, sementara volume transaksi bulanan melonjak dari US$739 juta menjadi US$2,25 miliar. Namun, pertumbuhan ritel yang cepat juga rawan volatilitas.

Peluang sesungguhnya ada di adopsi institusional yang lebih berkelanjutan dan sistemik. Begitu blockchain terintegrasi di sektor seperti perbankan, logistik, atau telekomunikasi, dampaknya bukan hanya efisiensi, tetapi juga legitimasi. Dan legitimasi inilah yang akan menjadi jangkar pertumbuhan jangka panjang ekonomi digital Indonesia.

Blockchain Enabler Global Sudah Bersiap

Untuk melaksanakan eksperimen berisiko tinggi ini, program menggandeng nama-nama terpercaya dalam infrastruktur blockchain, termasuk:
* IOTA, dengan jaringan berbasis DAG tanpa biaya yang digunakan di proyek logistik dan IoT global.
* Stellar, yang banyak diadopsi dalam keuangan lintas batas dan bermitra dengan lembaga kemanusiaan.
* Ripple, yang protokol pembayarannya digunakan oleh lebih dari 100 institusi keuangan di seluruh dunia.
* Fireblocks, penyedia infrastruktur yang mengamankan lebih dari US$4 triliun aset digital institusional bagi bank, fintech, dan manajer aset.

(kil/kil)



Sumber : finance.detik.com

Bitcoin Melejit, Sentuh Rp 1,9 M!


Jakarta

Mata uang kripto, Bitcoin (BTC), mulai merangkak naik pada perdagangan Minggu (14/9). Pergerakan harga ini terjadi menjelang keputusan FOMC Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed seiring naiknya ekspektasi pemangkasan suku bunga.

Berdasarkan data perdagangan Coinmarketcap hari ini, harga BTC tembus US$ 115.772,86 atau sekitar Rp 1,90 miliar (asumsi kurs Rp 16.416) per koin. Meski naik, harga BTC terpantau melemah pada perdagangan harian, yakni sebesar 0,18% dan menguat sebesar 4.61 sepekan terakhir.

Kenaikan harga juga terjadi pada koin jenis Ethereum (ETH) yang menguat ke harga US$ 4.680,95 atau sekitar Rp 76,84 juta kendati terkoreksi secara harian sebesar 0,58%. Namun berdasarkan data perdagangan sepekan, harga ETH menguat 8,92%.


Kemudian harga koin BNB yang tercatat menguat sepanjang perdagangan harian maupun sepekan terakhir. Harga BNB naik menjadi US$ 937,16 atau sekitar Rp 15,38 juta dengan penguatan harian sebesar 1,09% dan 8,24% sepanjang perdagangan sepekan.

Sementara untuk harga Solana (SOL), menguat 2,64% sepanjang perdagangan 24 jam terakhir. Kemudian menguat pada perdagangan sepekan sebesar 22,85% ke harga US$ 248,60 atau sekitar Rp 4,08 juta per koin.

Diketahui sebelumnya, BTC sempat menembus US$ 114.000 atau sekitar Rp 1,87 miliar pada Jumat (12/9). Kenaikan ini terjadi setelah data Indeks Harga Produsen (PPI) Amerika Serikat untuk Agustus turun lebih besar dari perkiraan, sehingga memperkuat harapan pasar bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada pertemuan September.

Sebelumnya BTC sempat menyentuh US$ 113.953 sebelum akhirnya menembus US$ 114.000, level tertingginya sejak akhir Agustus. PPI utama turun menjadi 2,6% secara tahunan (perkiraan 3,3%), sedangkan PPI inti turun ke 2,8%. Data ini membuat proyeksi inflasi melemah hingga kuartal IV 2025.

Secara historis, harga BTC biasanya sempat bergejolak ketika The Fed memangkas suku bunga, lalu diikuti reli kuat dalam jangka panjang. Indikator Market Value to Realized Value (MVRV) dan Rasio Whale mendukung pola ini, di mana aksi jual dari investor besar sering memicu volatilitas sebelum pasar masuk ke fase akumulasi.

“Penurunan data inflasi produsen Amerika menjadi katalis kuat yang membuat investor kembali percaya diri terhadap prospek bullish Bitcoin. Namun, kita tetap harus mewaspadai volatilitas jangka pendek menjelang keputusan Fed minggu depan,” jelas Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, dalam keterangan tertulisnya, dikutip Minggu (14/9/2025).

(rrd/rrd)



Sumber : finance.detik.com

Jangan Cuma FOMO! Kenali Seputar Aset Kripto Ini Sebelum Nyemplung


Jakarta

Dunia aset kripto semakin tenar di Indonesia. Sayangnya tidak sedikit dari mereka ‘nyemplung’ begitu saja ke investasi kripto tanpa riset memadai atau ikut-ikutan karena takut ketinggalan sesuatu alias fear of missing out (FOMO).

Sebelum nyemplung ke investasi kripto, perlu diketahui bahwa kripto merupakan aset keuangan digital yang dibuat menggunakan teknologi kriptografi dan blockchain. Terdapat risiko dan manfaat yang perlu diketahui.

“UU P2SK (Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan) telah menetapkannya sebagai aset keuangan digital, diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bagi yang belum familiar, penting banget buat memahami bahwa setiap produk keuangan termasuk aset kripto punya risiko dan manfaatnya masing-masing,” tulis unggahan di Instagram resmi @sikapiuangmu, Minggu (14/9/2025).


Adapun beberapa risiko aset kripto yakni volatilitas harga tinggi karena nilai aset dapat berubah drastis dalam waktu singkat. Kemudian marak modus phising, ponzi dan proyek kripto tanpa izin.

Selain itu, kami dapat kehilangan akses akun atau wallet jika kehilangan private key atau tidak mengaktifkan two-factor authentication (2FA). Ada juga risiko serangan peretasan dan banyak pedagang tidak berizin OJK sehingga ditanggung konsumen jika bertransaksi di platform tidak berizin.

Manfaat Aset Kripto

Di sisi lain, terdapat manfaat aset kripto yakni adanya alternatif investasi. Dalam hal ini adanya peluang diversifikasi portofolio dengan aset digital yang tersedia mulai dari nominal kecil.

Kemudian, konsumen dapat kirim dan terima aset digital lintas negara secara cepat dan murah. Tidak tergantung pada sistem perbankan tradisional.

Tidak hanya itu, kehadiran aset kripto dapat meningkatkan inklusi keuangan digital karena siapapun dengan smartphone dan koneksi internet bisa berpartisipasi. Hal ini dapat menjangkau populasi unbanked dan underbanked.

Adapun hak-hak sebagai konsumen aset kripto yakni pertama, dana konsumen disimpan dalam rekening terpisah di lembaga kliring penjaminan dan penyelesaian.

Kedua, pedagang wajib bertanggung jawab atas kehilangan aset konsumen yang disimpan oleh pedagang.

Ketiga, konsumen berhak mendapatkan penyelesaian sengketa yang adil dan transparan melalui mekanisme yang diatur oleh OJK.

(kil/kil)



Sumber : finance.detik.com