Category: Khazanah

  • 30 Ucapan Pernikahan, Berisi Doa dan Harapan Indah untuk Pengantin Baru


    Jakarta

    Pernikahan adalah momen sakral yang menjadi awal baru dalam kehidupan dua insan yang saling mencintai. Dalam Islam pernikahan bukan hanya penyatuan antara dua individu, tetapi juga bagian dari ibadah.

    Mengutip buku Fikih Pernikahan karya Achmad Ngarifin, pernikahan menjadi satu hal yang dianjurkan dalam Islam. Rasulullah SAW menjelaskan dalam hadits,

    كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَأْمُرُ بِالْبَاءَةِ , وَيَنْهَى عَنِ التَّبَتُّلِ نَهْيًا شَدِيدًا , وَيَقُولُ :” تَزَوَّجُوا اَلْوَدُودَ اَلْوَلُودَ . إِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمُ اَلْأَنْبِيَاءَ يَوْمَ اَلْقِيَامَةِ – رَوَاهُ أَحْمَدُ , وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ


    Artinya: “Rasulullah SAW memerintahkan untuk menikah dan melarang keras hidup membujang. Rasulullah bersabda, ‘Nikahlah dengan perempuan yang sayang dan berketurunan karena aku akan berbangga dengan kalian di depan para nabi pada hari kiamat’.” (HR Ahmad dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban)

    Sebagai bagian dari sukacita menyambut pernikahan, sesama muslim diperbolehkan memberikan ucapan yang penuh doa, harapan baik, dan makna kepada pasangan pengantin baru.

    Ucapan pernikahan bisa disampaikan secara langsung, melalui kartu ucapan, pesan singkat, media sosial, atau bahkan dalam bentuk hadiah yang disertai kata-kata indah. Dalam Islam, ucapan pernikahan juga dipenuhi dengan doa agar pasangan hidup dalam keberkahan dan keridhaan Allah SWT.

    Ucapan Pernikahan

    Berikut ini 30 contoh ucapan pernikahan Islami yang indah dan penuh berkah, cocok untuk diberikan kepada sahabat, keluarga, maupun rekan kerja yang sedang melangsungkan pernikahan:

    1. Barakallahu laka wa baraka ‘alaika wa jama’a bainakuma fi khair.
      Semoga Allah memberkahimu, memberkahi atasmu, dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.
    2. Selamat menempuh hidup baru. Semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah, serta selalu dalam lindungan Allah SWT.
    3. Pernikahan kalian adalah anugerah yang indah. Semoga Allah mudahkan segala urusan dan memperkuat cinta kalian dalam ibadah bersama.
    4. Semoga pernikahan ini menjadi awal dari kehidupan yang penuh berkah dan rahmat. Selamat membangun rumah tangga yang diridhai Allah.
    5. Doaku menyertai kalian. Semoga Allah menjadikan kalian pasangan yang saling melengkapi, saling menguatkan, dan saling mencintai karena-Nya.
    6. Sahabatku, selamat menikah. Semoga Allah menjadikan pernikahanmu ladang pahala dan jalan menuju surga-Nya. Aamiin.
    7. Selamat atas hari bahagiamu! Semoga engkau dan pasanganmu selalu diberikan kesabaran, keberkahan, dan kebahagiaan dunia akhirat.
    8. Tak ada yang lebih indah selain melihat sahabatku menikah dalam ketaatan. Semoga cinta kalian terus tumbuh dalam iman dan ibadah.
    9. Barakallah sahabatku! Semoga Allah memberikan keturunan yang saleh dan salihah serta rumah tangga yang damai dan penuh cinta.
    10. Hari ini kamu bukan lagi sendiri. Semoga Allah senantiasa membimbing langkah kalian menuju surga bersama.
    11. Selamat menikah! Semoga menjadi pasangan yang saling mencintai karena Allah dan senantiasa berada dalam ketaatan.
    12. Barakallah! Semoga cinta yang tumbuh hari ini terus menguat hingga ke Jannah-Nya.
    13. Semoga Allah jadikan rumah tanggamu surga dunia dan surga akhirat.
    14. Semoga Allah menjadikan kalian pasangan dunia dan akhirat, serta selalu bersama dalam ridha-Nya.
    15. Pernikahan adalah ibadah. Semoga kalian istiqamah dalam menjalaninya hingga akhir hayat.
    16. Menikah bukan hanya menyatukan dua insan, tapi juga menyatukan dua doa, dua keluarga, dan dua jalan menuju surga. Barakallah.
    17. Semoga pernikahan ini bukan sekadar penyatuan cinta, tapi juga penyatuan misi untuk taat kepada Allah dan membangun peradaban yang islami.
    18. Semoga setiap langkah kalian dipenuhi dengan cinta, setiap ucap menjadi doa, dan setiap ujian menjadi penguat iman.
    19. Semoga Allah mempertemukan kalian kembali di surga, seperti Dia mempertemukan kalian di dunia dalam ikatan pernikahan yang suci ini.
    20. Ketika dua hati bersatu dalam pernikahan karena Allah, maka langit pun turut memberkahi. Semoga pernikahan kalian menjadi ladang amal menuju surga.
    21. Semoga pernikahan kalian menjadi ladang pahala, tempat bernaung dari fitnah dunia, dan jalan menuju surga yang kekal.
    22. Barakallah untuk kalian berdua. Semoga menjadi pasangan yang senantiasa menuntun dalam iman, saling mengingatkan dalam kebaikan, dan bersama dalam doa.
    23. Selamat menempuh hidup baru. Semoga Allah menjadikan kalian pasangan yang tangguh menghadapi ujian dan sabar dalam setiap keadaan.
    24. Semoga cinta kalian bukan hanya tumbuh di dunia, tetapi terus hidup hingga dikumpulkan kembali di surga-Nya kelak.
    25. Pernikahan adalah awal perjuangan. Semoga Allah mudahkan langkah kalian dalam membangun rumah tangga yang diridhai.
    26. Hari ini kalian menyatu dalam cinta. Semoga cinta ini selalu diliputi ridha Allah dan menjadi sebab bertambahnya iman.
    27. Semoga menjadi pasangan yang saling memuliakan, saling menjaga, dan saling mendekatkan diri kepada Allah SWT.
    28. Barakallahu fiikum. Semoga Allah menganugerahkan keturunan yang saleh-salihah dan keluarga yang harmonis dunia akhirat.
    29. Selamat menikah. Semoga kalian menjadi pasangan teladan yang saling menguatkan dalam suka maupun duka.
    30. Pernikahan adalah ibadah terpanjang. Semoga Allah beri kekuatan untuk terus menjaga cinta dan janji hingga akhir hayat.

    (dvs/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Bumi Berputar Lebih Cepat Hari Ini, Al-Qur’an Ungkap Kuasa Allah


    Jakarta

    Hari ini, Selasa, 5 Agustus 2025, akan menjadi hari terpendek yang pernah tercatat. Sebuah fenomena misterius membuat Bumi berputar lebih cepat dari biasanya.

    Dilansir Space, Selasa (5/8/2025), catatan di Time and Date menunjukkan waktu hari ini lebih cepat 1,25 milidetik di bawah batas 86.400 detik (24 jam). Hal ini tidak akan terasa, tapi telah membuat bingung para ilmuwan.


    Percepatan durasi rotasi Bumi telah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Pemanasan global diduga menyumbang pengaruh, tetapi para ilmuwan menyebut akar penyebabnya kemungkinan besar karena rotasi inti cair Bumi yang lebih lambat.

    Rotasi Bumi Dijelaskan dalam Al-Qur’an

    Sejumlah ayat Al-Qur’an mengungkap fenomena di alam semesta, termasuk rotasi Bumi. Meski tak dijelaskan secara eksplisit, para mufassir menemukan ayat yang mengisyaratkan pergerakan Bumi.

    Disebutkan dalam Mausu’ah al-Ijaz al-Qur’ani (edisi Indonesia berjudul Buku Pintar Sains dalam Al-Qur’an) karya Dr. Nadiah Thayyarah, salah satu ayat Al-Qur’an yang menjelaskan rotasi Bumi adalah surah An-Naml ayat 88. Allah SWT berfirman,

    وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَّهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِۗ صُنْعَ اللّٰهِ الَّذِيْٓ اَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍۗ اِنَّهٗ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَفْعَلُوْنَ ٨٨

    Wa taral-jibāla taḥsabuhā jāmidataw wa hiya tamurru marras saḥāb(i), ṣun’allāhil-lażī atqana kulla syai'(in), innahū khabīrum bimā taf’alūn(a).

    Artinya: “Engkau akan melihat gunung-gunung yang engkau kira tetap di tempatnya, padahal ia berjalan seperti jalannya awan. (Demikianlah) penciptaan Allah menjadikan segala sesuatu dengan sempurna. Sesungguhnya Dia Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

    Penulis Mausu’ah al-Ijaz al-Qur’ani mengatakan firman Allah SWT tersebut menyebut terang-terangan bahwa gunung-gunung bergerak cukup cepat seperti halnya awan, meski tak bisa dilihat manusia. Bumi, termasuk penghuninya, juga berotasi dengan kecepatan yang sama.

    Menurut Tafsir Al-Qur’an Kementerian Agama, ayat tersebut dijadikan dalil bahwa bumi berputar seperti planet-planet lain pada garis edar yang telah ditentukan. Hanya saja, manusia tidak merasakannya.

    Mukjizat Al-Qur’an tentang pergerakan Bumi disebutkan dalam firman, “padahal ia berjalan seperti jalannya awan.” Kebenaran kuasa Allah SWT ini baru dibuktikan sains modern pada abad ke-17.

    Rotasi Bumi menyebabkan adanya pergantian siang dan malam. Hal ini juga diungkap dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam surah Al Anbiya ayat 33,

    وَهُوَ الَّذِيْ خَلَقَ الَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَۗ كُلٌّ فِيْ فَلَكٍ يَّسْبَحُوْنَ ٣٣

    Wa huwal-lażī khalaqal-laila wan-nahāra wasy-syamsa wal-qamar(a), kullun fī falakiy yasbaḥūn(a).

    Artinya: “Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing beredar pada garis edarnya.”

    Wallahu a’lam.

    (kri/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Profesor Australia Kritik Negara Arab-Islam Banyak Bicara Gaza tapi Tak Bertindak



    Jakarta

    Sikap negara-negara Arab dan Islam melihat konflik berkepanjangan di Gaza membuat geram Profesor Emeritus Amin Saikal dari Sekolah Ilmu Sosial The University of Western Australia. Menurutnya, Dunia Muslim terlalu banyak bicara tapi kurang bertindak untuk itu.

    Saikal melontarkan pernyataannya dalam sebuah tulisan opini yang diterbitkan di The Conversation pada 31 Juli 2025. Tulisan ini juga dipublikasikan di situs kampus tempatnya mengabdi.

    Saikal melihat sikap Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang beranggotakan 57 negara mayoritas muslim “sangat tidak efektif”. Ia menilai OKI telah gagal menjalankan tugasnya.


    “Dalam menghadapi dua krisis terbesar di dunia muslim saat ini–kehancuran Gaza dan kekejaman pemerintah Taliban di Afghanistan–negara-negara Arab dan Muslim sangat tidak efektif. Badan utama mereka, khususnya OKI, sangat kuat dalam retorika tapi sangat minim dalam tindakan serius dan nyata,” kata Saikal dikutip dari situs The University of Western Australia, Selasa (5/8/2025).

    OKI yang menyebut dirinya “suara kolektif Dunia Muslim” menurut Saikal terbukti tak berdaya menghadapi serangan Israel terhadap Gaza yang merespons serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

    “OKI memang piawai dalam mengeluarkan pernyataan. Namun, pendekatan ini tidak jauh berbeda dari pendekatan komunitas global yang lebih luas. Sebagian besar masih bersifat verbal, dan tanpa langkah-langkah praktis apa pun,” kritiknya.

    Negara Arab-Islam Harusnya Bisa Berbuat Banyak

    Menurut Saikal, negara-negara Arab dan Islam, khususnya yang tergabung di OKI, seharusnya bisa berbuat lebih banyak dalam menghadapi apa yang terjadi di Gaza. Seperti membujuk negara tetangga Israel khususnya Mesir dan Yordania untuk membuka jalur masuk bantuan kemanusiaan atau bisa memaksa Mesir, Yordania, Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan, dan Maroko menangguhkan hubungan mereka dengan Israel hingga menyetujui solusi dua negara. Namun, hal tersebut gagal dilakukan oleh OKI.

    Saikal juga menyoroti peluang pemanfaatan sumber daya dari negara-negara kaya minyak (Arab Saudi dan UEA) untuk menekan Amerika Serikat dalam memasok amunisi ke Israel. Namun, hal ini tak juga dilakukan OKI.

    Sikap OKI yang dinilai tak efektif itu memang bukan tanpa alasan. Menurut Saikal, perbedaan politik, sosial, budaya, dan ekonomi negara-negara anggota OKI menjadi salah satu alasan di balik ini.

    Namun, Saikal melihat satu alasan penting terkait ini karena anggota OKI belum berfungsi sebagai “pembangun jembatan” dalam merumuskan strategi untuk mengatasi perbedaan geopolitik dan sektarian.

    “Sudah saatnya melihat fungsi OKI dan menentukan bagaimana ia dapat lebih efektif menyatukan umat,” tandas Saikal.

    Kondisi di Gaza makin memprihatinkan, ditambah krisis kelaparan yang melanda belakangan ini. Sumber-sumber medis di Gaza, seperti dilansir WAFA, Senin (4/8/2025), melaporkan jumlah korban tewas sejak 7 Oktober 2023 melonjak menjadi 60.939. Mayoritas adalah perempuan dan anak-anak.

    Selain itu, lebih dari 150 ribu orang dilaporkan luka-luka akibat agresi brutal Israel di daerah kantong tersebut. Tim ambulans masih kesulitan menjangkau korban yang terjebak di bawah reruntuhan atau jalan-jalan akibat bombardir yang terus berlanjut.

    (kri/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Hari Libur Nasional 2025 dan Cuti Bersama PDF, Maulid Nabi September


    Jakarta

    Hari libur nasional 2025 dan cuti bersama masih tersisa beberapa hari lagi. Terdekat pada 18 Agustus lalu disusul Maulid Nabi pada September.

    Tanggal hari libur nasional dan cuti bersama ditetapkan dalam Surat Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 1017/2024, 2/2024, dan 2/2024 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2025.


    Berdasarkan SKB tersebut, total ada 17 hari libur nasional dan 10 hari cuti bersama. Terbaru, pemerintah menambah 1 hari libur nasional pada 18 Agustus 2025. Tambahan ini dalam rangka perayaan HUT ke-80 RI.

    18 Agustus Hari Libur Nasional

    Pengumuman 18 Agustus 2025 sebagai libur nasional disampaikan Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro di kompleks Istana Kepresidenan pada Jumat (1/8/2025).

    “Ada satu hadiah lagi ini banyak hadiah di bulan kemerdekaan, pemerintah akan menjadikan 18 Agustus 2025 satu hari setelah upacara peringatan dan reformasi pesta rakyat karnaval kemerdekaan, hari Senin tanggal 18 Agustus 2025 sebagai hari yang diliburkan,” kata Juri, dilansir detikNews.

    Dengan demikian, libur nasional pada Agustus 2025 dalam rangka HUT ke-80 RI jatuh pada:

    • Minggu, 17 Agustus 2025
    • Senin, 18 Agustus 2025

    Setelah Agustus, masyarakat Indonesia akan bertemu libur nasional pada September 2025. Libur pada bulan tersebut dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Perayaan bertepatan dengan Jumat, 5 September 2025. Artinya bakal ada libur panjang karena bersambung dengan libur akhir pekan.

    Pada Oktober-November 2025 tidak ada jadwal libur nasional dan cuti bersama. Baru pada akhir Desember tepatnya pada 25-26 Desember 2025, masyarakat akan mendapat libur nasional dan cuti bersama Natal.

    Berikut daftar libur nasional 2025 dan cuti bersama selengkapnya:

    Daftar Hari Libur Nasional 2025 dan Cuti Bersama

    • Rabu, 1 Januari: Tahun Baru 2025 Masehi
    • Senin, 27 Januari : Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW
    • Rabu, 29 Januari: Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili
    • Sabtu, 29 Maret: Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka 1947)
    • Senin-Selasa, 31 Maret-1 April: Idul Fitri 1446 Hijriah
    • Jumat, 18 April: Wafat Yesus Kristus
    • Minggu, 20 April: Kebangkitan Yesus Kristus (Paskah)
    • Kamis, 1 Mei: Hari Buruh Internasional
    • Senin, 12 Mei: Hari Raya Waisak 2569 BЕ
    • Kamis, 29 Mei: Kenaikan Yesus Kristus
    • Minggu, 1 Juni: Hari Lahir Pancasila
    • Jumat, 6 Juni: Idul Adha 1446 Hijriah
    • Jumat, 27 Juni: 1 Muharam Tahun Baru Islam 1447 Hijriah
    • Minggu, 17 Agustus: Proklamasi Kemerdekaan
    • Senin, 18 Agustus: Proklamasi Kemerdekaan (tambahan)
    • Jumat, 5 September: Maulid Nabi Muhammad SAW
    • Kamis, 25 Desember: Kelahiran Yesus Kristus (Natal)

    Cuti Bersama 2025

    • Selasa, 28 Januari Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili
    • Jumat, 28 Maret: Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka 1947)
    • Rabu, Kamis, Jumat, dan Senin 2, 3, 4, dan 7 April: Idul Fitri 1446 Hijriah
    • Selasa, 13 Mei: Hari Raya Waisak 2569 BE
    • Jumat, 30 Mei: Kenaikan Yesus Kristus
    • Senin, 9 Juni: Idul Adha 1446 Hijriah
    • Jumat, 26 Desember: Kelahiran Yesus Kristus (Natal)

    SKB Hari Libur Nasional 2025 dan Cuti Bersama PDF

    Download hari libur nasional 2025 dan cuti bersama pdf di sini.

    (kri/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Bolehkah Konsumsi Ikan Lele yang Makan Kotoran Manusia?


    Jakarta

    Ikan lele adalah salah satu ikan air tawar favorit masyarakat Indonesia. Rasanya yang lezat, harganya terjangkau, dan mudah diolah menjadi berbagai hidangan membuat lele sangat populer.

    Namun, banyak pertanyaan muncul, terutama terkait cara budidayanya. Beberapa peternak diketahui memberi makan lele dengan pakan yang berasal dari kotoran manusia dan bangkai hewan. Hal ini memicu pertanyaan, bagaimana hukum mengonsumsi ikan lele yang diberi pakan najis itu?


    Lele Pemakan Kotoran dalam Pandangan Fiqih

    Dalam Islam, hewan yang memakan kotoran atau benda najis disebut jalalah. Terkait hal ini, ada hadits yang menyebut larangan mengonsumsinya.

    إِنَّ النَّبِيَّ نَهَى عَنْ أَكْلِ الجَلَالَةِ وَشُرْبِ لَبَنِهَا حَتَّى تَعْلِفَ أَرْبَعِيْنَ لَيْلَةً

    Artinya: “Sesungguhnya Nabi SAW melarang memakan daging binatang yang memakan kotoran dan melarang meminum susunya sampai hewan itu diberi makan (dengan yang tidak najis) selama 40 malam (hari).” (HR At-Tirmidzi)

    Hadits ini menjadi dasar utama bagi para ulama dalam menetapkan hukumnya.

    Mengutip laman MUI, para ulama dari mazhab Syafi’i memahami larangan tersebut sebagai hukum makruh, bukan haram. Artinya, mengonsumsi hewan jalalah bukanlah hal yang diharamkan, tetapi sebaiknya dihindari.

    Hukum makruh ini berlaku jika daging hewan tersebut mengalami perubahan, seperti bau atau rasa yang tidak sedap, akibat pakan najis yang dikonsumsinya. Jika tidak ada perubahan sama sekali pada dagingnya, status kemakruhan tersebut hilang.

    Syekh Ibn Hajar Al-Asqalani, seorang ulama besar, menjelaskan bahwa mazhab Syafi’i memakruhkan konsumsi hewan yang dagingnya berubah akibat memakan najis. Hal senada juga ditegaskan oleh Syekh Abu Bakr Syatha Ad-Dimyathi, yang menyatakan bahwa mengonsumsi hewan jalalah seperti lele pemakan kotoran diperbolehkan, namun makruh jika masih tercium bau najis atau rasanya berubah.

    Sebaliknya, jika tidak ada lagi ciri-ciri najis tersebut, hukumnya kembali menjadi mubah (boleh).

    Fatwa MUI tentang Hewan Ternak Berpakan Najis

    Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga memberikan panduan jelas melalui Fatwa Nomor 52 Tahun 2012 tentang Hukum Hewan Ternak yang Diberi Pakan dari Barang Najis. Fatwa ini memberikan dua poin penting:

    1. Pakan Najis dengan Kadar Minim

    Hewan ternak yang diberi pakan najis, tetapi kadarnya sedikit dan tidak lebih banyak dari pakan suci, hukumnya halal. Baik daging maupun susunya boleh dikonsumsi.

    Poin ini menunjukkan bahwa kontaminasi yang tidak dominan tidak mempengaruhi kehalalan hewan secara signifikan.

    2. Pakan dari Rekayasa Unsur Haram

    Jika pakan berasal dari hasil rekayasa unsur produk haram, hukumnya tetap halal selama tidak menimbulkan perubahan pada bau, rasa, atau tidak membahayakan konsumen. Namun, jika pakan tersebut menyebabkan perubahan pada kualitas daging atau membahayakan, hukumnya menjadi haram.

    Fatwa MUI ini memberikan kejelasan bagi umat Islam dengan mempertimbangkan aspek syariat sekaligus kesehatan dan keamanan konsumen.

    Berdasarkan penjelasan fiqih dan fatwa MUI, diketahui hukum mengonsumsi ikan lele yang memakan kotoran dan benda najis adalah diperbolehkan (halal). Namun, hukumnya menjadi makruh jika dagingnya mengalami perubahan akibat pakan tersebut, seperti rasa atau baunya. Status makruh ini hilang jika tidak ada perubahan sama sekali pada dagingnya.

    Meskipun demikian, akan lebih baik jika kita memilih ikan lele yang dibudidayakan dengan pakan bersih, seperti dedaunan, cacing, atau pakan khusus ikan. Ikan lele yang memakan kotoran sebaiknya dihindari.

    Dengan begitu, kita bisa terhindar dari keraguan dan mengonsumsi makanan yang benar-benar baik dan halal. Wallahu a’lam.

    (hnh/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Rekening Buat Bangun Masjid Kena Blokir, Das’ad Latif: Kebijakan Ini Tak Elegan



    Jakarta

    Rekening pendakwah kondang Ustaz Das’ad Latif kena blokir akibat kebijakan Pusat Pelaporan dan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK). Akibatnya uang yang rencananya untuk membangun masjid tersebut tak bisa diambil.

    Melalui akun Instagramnya @dasadlatif1212, pendakwah asal Sulawesi Selatan itu menyampaikan kekecewaannya atas kebijakan pemblokiran rekening yang dia nilai tidak elegan dan malah cenderung menyusahkan rakyat tersebut. Tim detikHikmah sudah mendapatkan izin untuk mengutip pernyataan Ustaz Das’ad Latif tersebut.

    Ustaz Das’ad Latif mengaku awalnya ingin mengambil uang tabungannya di bank yang jumlahnya menurut dia tidak seberapa banyak. Rencananya uang tersebut akan digunakan untuk membeli sejumlah bahan bangunan pembangunan masjid.


    Namun dia kaget ternyata uangnya tidak bisa diambil karena kena blokir. “Saya hari ini berencana membayar besi, semen untuk membayar pembangunan masjid saya, jadi saya datanglah mengambil uang yang saya tabung di Bank pemerintah. Setelah ya tiba ternyata, rekening saya diblokir karena tidak aktif selama 3 bulan. Saya bingung kenapa diblokir? alasannya katanya supaya menghindari hal-hal negatif,” kata Ustaz Das’ad Latif seperti dikutip Jumat, 8 Agustus 2025.

    Setahu dia, sebagaimana sering disosialisasikan pemerintah bahwa masyarakat diajak untuk gemar menabung. Maka dia pun menabung sejumlah uangnya di bank. “Kenapa setelah saya simpan (uangnya) malah diblokir?,” tanya Das’ad Latif.

    Dia berharap pemerintah bisa membuat keputusan yang betul-betul elegan dengan tidak meresahkan serta menyusahkan rakyat kecil. Setiap kebijakan apapun yang diputuskan hendaknya selalu mengutamakan kemaslahatan umat.

    Apalagi para pengambil kebijakan tersebut adalah orang yang berpendidikan tinggi, dan lulusan perguruan tinggi luar negeri. “Saya tahu niat ini bagus, niat pemblokiran rekening ini baik tapi caranya yang tidak elegan,” kata dia.

    “Saya menabung untuk aman dan membantu negara tapi ternyata saya diblokir mudah mudahan hanya ini yang terjadi pada diri saya tidak pada masyarakat yang jauh lebih kecil dari saya,” lanjut Dasad Latif.

    Kepada pemerintah, dia berharap, kritikannya ini tidak dianggap sebagai terror, atau sebagai lawan. Melainkan bisa dijadikan masukan dari rakyat untuk memperbaiki system pengelolaan keuangan negara. “Saya yakin kalau niatnya baik pasti Allah tunjukkan jalan yang baik,” tutup Das’ad Latif.

    Sebelumya Deputi Bidang Pelaporan dan Pengawasan Kepatuhan PPATK Fithriadi mengatakan penentuan rekening dormant dilakukan pihak bank yang kemudian memberikan data kepada PPATK. Intinya rekening yang dikatakan dormant adalah tidak ada uang keluar atau transaksi debit untuk masa yang umumnya 1-5 tahun.

    PPATK, kata Fithriadi melihat banyak penyalahgunaan rekening dormant yang sudah lama tidak aktif, kemudian diperjualbelikan secara terbuka. Rekening itu kemudian digunakan oleh pelaku tindak kejahatan seperti judi online (judol) untuk menampung deposit.

    “Ini (kebijakan blokir rekening dormant) sama sekali bukan serampangan, ini dengan sebuah kajian, kita teliti cukup lama, kemudian kita koordinasi dengan pihak bank secara intensif terkait bagaimana memastikan kebijakan ini bisa berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan,” kata Fithriadi dalam media briefing di kantornya, Jakarta, Rabu (6/8/2025).

    (erd/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Surat Al-Alaq Termasuk Golongan Surat Apa? Ini Penjelasannya


    Jakarta

    Surat Al-Alaq termasuk golongan surah yang ada di dalam Al-Quran. Surat ini menjadi tonggak awal turunnya wahyu Al-Quran dan dimulai dengan perintah agung tentang Iqra atau membaca.

    Surat ini terdiri dari 19 ayat dan menekankan pentingnya ilmu, penciptaan manusia, serta hubungan hamba dengan Tuhannya. Sebagai surat pembuka wahyu, Al-Alaq mengandung pesan mendalam tentang awal perubahan peradaban manusia menuju cahaya petunjuk ilahi.


    Surat Al-Alaq Termasuk Golongan Apa?

    Dikutip dari Buku Pintar Al-Qur’an karya Abu Nizhan, Surat Al-Alaq termasuk ke dalam golongan surat Makkiyah. Surat ini diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW saat beliau masih berada di Mekkah.

    Surat Makkiyah adalah surat-surat yang diturunkan di Mekkah, sebelum Nabi Muhammad berpindah ke Madinah. Umumnya, surat Makkiyah berisi ajakan tauhid, keimanan, dan peringatan hari kiamat.

    Surat Al-Alaq menjadi salah satu surat penting karena merupakan wahyu pertama yang diterima oleh Rasulullah. Pesan yang dibawa menekankan pentingnya ilmu pengetahuan dan kedekatan hamba dengan Allah SWT.

    Bacaan Surat Al-Alaq dan Artinya

    Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, surat Al-Alaq merupakan surat yang diturunkan di kota Mekkah. Dalam susunan mushaf Al-Quran, surat ini merupakan surat ke-96 dan terdiri dari 19 ayat.

    Berikut ini adalah bacaan surat Al-Alaq lengkap dengan terjemahannya.

    اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ – ١
    iqra’ bismi rabbikallażī khalaq
    1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan

    خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ – ٢
    khalaqal-insāna min ‘alaq
    2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

    اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ – ٣
    iqra’ wa rabbukal-akram
    3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia,

    الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ – ٤
    allażī ‘allama bil-qalam
    4. Yang mengajar (manusia) dengan pena.

    عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ – ٥
    ‘allamal-insāna mā lam ya’lam
    5. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.

    كَلَّآ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَيَطْغٰىٓ ۙ – ٦
    kallā innal-insāna layaṭgā
    6. Sekali-kali tidak! Sungguh, manusia itu benar-benar melampaui batas,

    اَنْ رَّاٰهُ اسْتَغْنٰىۗ – ٧
    ar ra’āhustagnā
    7. apabila melihat dirinya serba cukup.

    اِنَّ اِلٰى رَبِّكَ الرُّجْعٰىۗ – ٨
    inna ilā rabbikar-ruj’ā
    8. Sungguh, hanya kepada Tuhanmulah tempat kembali(mu).

    اَرَاَيْتَ الَّذِيْ يَنْهٰىۙ – ٩
    a ra`aitallażī yan-hā
    9. Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang?

    عَبْدًا اِذَا صَلّٰىۗ – ١٠
    ‘abdan iżā ṣallā
    10. seorang hamba ketika dia melaksanakan salat,

    اَرَاَيْتَ اِنْ كَانَ عَلَى الْهُدٰىٓۙ – ١١
    a ra`aita ing kāna ‘alal-hudā
    11. bagaimana pendapatmu jika dia (yang dilarang salat itu) berada di atas kebenaran (petunjuk),

    اَوْ اَمَرَ بِالتَّقْوٰىۗ – ١٢
    au amara bit-taqwā
    12. atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)?

    اَرَاَيْتَ اِنْ كَذَّبَ وَتَوَلّٰىۗ – ١٣
    a ra’aita ing każżaba wa tawallā
    13. Bagaimana pendapatmu jika dia (yang melarang) itu mendustakan dan berpaling?

    اَلَمْ يَعْلَمْ بِاَنَّ اللّٰهَ يَرٰىۗ – ٤ ١
    a lam ya’lam bi’annallāha yarā
    14. Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat (segala perbuatannya)?

    كَلَّا لَىِٕنْ لَّمْ يَنْتَهِ ەۙ لَنَسْفَعًاۢ بِالنَّاصِيَةِۙ – ١٥
    kallā la`il lam yantahi lanasfa’am bin-nāṣiyah
    15. Sekali-kali tidak! Sungguh, jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (ke dalam neraka),

    نَاصِيَةٍ كَاذِبَةٍ خَاطِئَةٍۚ -٦ ١
    nāṣiyating kāżibatin khāṭi`ah
    16. (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan dan durhaka.

    فَلْيَدْعُ نَادِيَهٗۙ -٧ ١
    falyad’u nādiyah
    17. Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya),

    سَنَدْعُ الزَّبَانِيَةَۙ – ١٨
    sanad’uz-zabāniyah
    18. Kelak Kami akan memanggil Malaikat Zabaniyah, (penyiksa orang-orang yang berdosa),

    كَلَّاۗ لَا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ – ١٩
    kallā, lā tuṭi’hu wasjud waqtarib
    19. sekali-kali tidak! Janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah serta dekatkanlah (dirimu kepada Allah).

    Keutamaan Surat Al-Alaq

    Ayat pertama dari Surah Al-Alaq memuat perintah untuk membaca, yang menunjukkan betapa pentingnya aktivitas tersebut dalam Islam. Secara tersirat, Allah SWT menggarisbawahi keutamaan mencatat dan menyebarkan ilmu pengetahuan melalui tulisan.

    Hal ini sejalan dengan penjelasan Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya, yang menekankan makna mendalam dari ayat ini.

    “Seseorang itu akan semakin mulia dengan ilmu diin yang ia miliki. Ilmu itulah yang membedakan bapak manusia, yaitu Adam dengan para malaikat. Ilmu ini terkadang di pikiran. Ilmu juga kadang di lisan. Ilmu juga terkadang di dalam tulisan tangan untuk menyalurkan apa yang dalam pikiran, lisan, maupun yang tergambarkan di pikiran.”

    Pesan tersebut juga dipertegas oleh beberapa hadis Rasulullah SAW yang mendukung pentingnya ilmu dan pencatatannya.

    قيدوا العلم بالكتابة

    “Ikatlah ilmu dengan tulisan.” (HR. Al Hakim dalam Al Mustadrok 1: 106. Dihasankan oleh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 2026).

    مَنْ عَمِلَ بِمَا عَلِمَ وَرَثَهُ اللهُ عِلْمَ مَا لَمْ يَكُنْ يَعْلَمُ

    “Barangsiapa yang mengamalkan ilmu yang ia ketahui, maka Allah akan memberikan dia ilmu yang ia tidak ketahui.” (HR. Abu Nu’aim dalam Hilyatul Awliya’, 10: 15. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa riwayat ini maudhu’ atau palsu. Lihat As Silsilah Adh Dho’ifah no. 422)

    Wallahu a’lam.

    (hnh/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 50 Nama Bayi Perempuan Islami Modern, Lengkap dengan Artinya


    Jakarta

    Memberi nama kepada anak adalah salah satu tanggung jawab penting orang tua dalam Islam. Nama bukan sekadar identitas, tetapi juga merupakan doa, harapan, dan bentuk penghormatan terhadap syariat.

    Dalam Islam, memberi nama anak memiliki hukum, adab, dan ketentuan yang jelas, agar nama yang diberikan mencerminkan nilai-nilai keimanan dan kebaikan.


    Dijelaskan dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda,

    حَقُّ الوَلَدِ عَلَى وَالِدِهِ أَنْ يُحْسِنَ اسْمَهُ

    Artinya: “Hak anak atas orang tuanya ialah mendapatkan nama yang baik.” (HR. al-Baihaqi, Abu Nu’aim dan al-Dailami).

    Hukum Memberi Nama Anak dalam Islam

    Wahyudi Al-Fatih dalam bukunya yang berjudul Serial Parenting Praktis: Sukses Mendidik Anak sesuai Tuntunan Islam dijelaskan bahwa memberi nama yang baik kepada anak adalah wajib. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah SAW,

    “Sesungguhnya kalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama kalian dan nama bapak kalian, maka baguskanlah nama-nama kalian.” (HR. Abu Dawud)

    Hadits ini menunjukkan pentingnya memberikan nama yang baik karena nama akan digunakan tidak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat.

    Nama adalah doa. Oleh karena itu, Islam menganjurkan untuk memberi nama yang mengandung arti baik, penuh makna, dan tidak mengandung unsur syirik, celaan, atau maksiat.

    Islam melarang penggunaan nama yang maknanya buruk, misalnya yang berarti “kesengsaraan”, “neraka”, “iblis”, atau yang mengandung kesombongan, penyembahan selain Allah SWT, atau penghinaan.

    Pernah suatu ketika Rasulullah SAW mengganti nama seseorang yang bernama “Hazn” (kesedihan) menjadi “Sahl” (kemudahan). (HR. Bukhari)

    Rangkaian Nama Bayi Perempuan Islami dan Artinya

    Dirangkum dari buku 3500++ Nama Bayi Islami Indah & Berkah karya Anita Hairunnisa, berikut rangkaian nama bayi perempuan yang bisa menjadi inspirasi:

    1. Aira Zahra Khalila
      Aira: mulia, sukses
      Zahra: bercahaya
      Khalila: sahabat sejati
      Artinya: Sahabat yang bercahaya dan mulia
    2. Nayla Safira Hanin
      Nayla: pemenang
      Safira: utusan yang bijak
      Hanin: kasih sayang
      Artinya: Pemenang yang membawa kasih sayang
    3. Meisya Azkia Rahma
      Meisya: hidup tenang
      Azkia: suci, cerdas
      Rahma: kasih sayang
      Artinya: Hidup yang suci dalam kasih sayang
    4. Zahwa Naura Imani
      Zahwa: bunga yang mekar
      Naura: cahaya
      Imani: keimanan
      Artinya: Bunga yang bersinar dengan keimanan
    5. Aleeya Dzakira Faiha
      Aleeya: tinggi dan mulia
      Dzakira: yang selalu mengingat Allah
      Faiha: harum semerbak
      Artinya: Perempuan mulia yang selalu mengingat Allah dan menyebar keharuman kebaikan
    6. Rania Kareema Salma
      Rania: ratu
      Kareema: mulia, dermawan
      Salma: damai
      Artinya: Ratu yang dermawan dan membawa kedamaian
    7. Inara Salsabila Luma
      Inara: cahaya
      Salsabila: mata air surga
      Luma: kilauan
      Artinya: Cahaya surga yang berkilau
    8. Aqeela Fathia Yasmin
      Aqeela: bijaksana
      Fathia: pembuka kemenangan
      Yasmin: bunga melati
      Artinya: Bunga bijak pembawa kemenangan
    9. Laila Adiba Naura
      Laila: malam yang indah
      Adiba: sopan, beradab
      Naura: bunga/cahaya
      Artinya: Bunga yang bersinar di malam yang indah dengan adab yang baik
    10. Zulaikha Balqis Zahira
      Zulaikha: wanita cantik (istri Al-Aziz)
      Balqis: ratu Saba’
      Zahira: bercahaya
      Artinya: Ratu bercahaya yang cantik dan bijak
    11. Danisa Thalita Azkia
      Danisa: bijak dan pemurah
      Thalita: gadis muda
      Azkia: suci
      Artinya: Gadis muda yang suci dan dermawan
    12. Shaima Kareema Wafaa
      Shaima: wanita mulia
      Kareema: pemurah
      Wafaa: setia
      Artinya: Wanita mulia yang setia dan dermawan
    13. Maryam Hilya Zahwa
      Maryam: wanita suci
      Hilya: perhiasan
      Zahwa: bunga
      Artinya: Wanita suci yang menjadi perhiasan hidup seperti bunga
    14. Raqeema Syakira Inara
      Raqeema: pandai
      Syakira: bersyukur
      Inara: cahaya
      Artinya: Cahaya dari perempuan yang bersyukur dan pandai
    15. Alesha Naima Salsabila
      Alesha: dilindungi Allah
      Naima: kenikmatan
      Salsabila: mata air surga
      Artinya: Perempuan yang dilindungi Allah dan penuh kenikmatan surga
    16. Imani Zahira Meisya
      Imani: keimanan
      Zahira: bercahaya
      Meisya: kehidupan yang bahagia
      Artinya: Kehidupan bahagia yang bercahaya karena keimanan
    17. Afifah Azkia Rania
      Afifah: menjaga kehormatan
      Azkia: suci
      Rania: pemimpin wanita
      Artinya: Pemimpin wanita yang menjaga kehormatan dan kesucian
    18. Wafaa Hanin Dzakira
      Wafaa: setia
      Hanin: kasih sayang
      Dzakira: yang selalu mengingat Allah
      Artinya: Perempuan setia penuh kasih yang mengingat Allah
    19. Yasmin Zahwa Luma
      Yasmin: bunga melati
      Zahwa: bunga mekar
      Luma: cahaya
      Artinya: Bunga yang mekar dengan cahaya kecantikan
    20. Lu’lu Naura Salwa
      Lu’lu: mutiara
      Naura: bunga, cahaya
      Salwa: kenyamanan, ketenangan
      Artinya: Mutiara bercahaya yang membawa ketenangan
    21. Salma Aurelia Zahira
      Salma: damai
      Aurelia: emas (modern)
      Zahira: bercahaya
      Artinya: Perempuan yang bercahaya seperti emas dan membawa kedamaian
    22. Hana Khairunnisa Azzahra
      Hana: kebahagiaan
      Khairunnisa: sebaik-baik wanita
      Azzahra: bersinar
      Artinya: Wanita terbaik yang bahagia dan bersinar
    23. Nabila Luthfiyah Rahmi
      Nabila: cerdas dan terhormat
      Luthfiyah: lemah lembut
      Rahmi: penyayang
      Artinya: Perempuan cerdas yang lemah lembut dan penyayang
    24. Keysha Alula Zahra
      Keysha: hidup (modern)
      Alula: yang pertama
      Zahra: bercahaya
      Artinya: Anak pertama yang bercahaya dalam hidup
    25. Fatimah Zahrani Aqila
      Fatimah: putri Nabi SAW
      Zahrani: bunga mekar
      Aqila: bijaksana
      Artinya: Putri bijak yang mekar seperti bunga
    26. Syakira Nadine Alifa
      Syakira: yang bersyukur
      Nadine: harapan
      Alifa: lemah lembut
      Artinya: Perempuan lembut yang selalu bersyukur dan menjadi harapan
    27. Humaira Nayla Syafira
      Humaira: kemerahan pipinya, julukan untuk Aisyah
      Nayla: pencapai
      Syafira: bangsawan
      Artinya: Perempuan bangsawan yang cantik dan penuh pencapaian
    28. Tsamara Zahira Nisa
      Tsamara: buah hati
      Zahira: bercahaya
      Nisa: perempuan
      Artinya: Perempuan bercahaya yang menjadi buah hati
    29. Hilya Zhafira Maryam
      Hilya: perhiasan
      Zhafira: pemenang
      Maryam: wanita suci
      Artinya: Wanita suci yang menang dan menjadi perhiasan dunia
    30. Laudya Salsabila Khansa
      Laudya: terpuji (modern)
      Salsabila: mata air surga
      Khansa: wanita mulia
      Artinya: Wanita mulia dan terpuji bagaikan mata air surga
    31. Naira Khalisa Amira
      Naira: bercahaya
      Khalisa: murni
      Amira: pemimpin
      Artinya: Pemimpin wanita yang bercahaya dan berhati murni
    32. Rania Athifa Zahra
      Rania: ratu
      Athifa: penuh kasih
      Zahra: bunga
      Artinya: Ratu penuh kasih yang mekar seperti bunga
    33. Jasmine Laila Nuraini
      Jasmine: bunga melati
      Laila: malam
      Nuraini: cahaya yang lembut
      Artinya: Bunga malam dengan cahaya lembut
    34. Zeenia Fadhila Hanum
      Zeenia: cantik (modern)
      Fadhila: keutamaan
      Hanum: perempuan anggun
      Artinya: Perempuan cantik yang anggun dan penuh keutamaan
    35. Rafa Naura Aleeya
      Rafa: bahagia, tinggi
      Naura: bunga
      Aleeya: mulia
      Artinya: Bunga mulia yang membawa kebahagiaan
    36. Amira Faiqa Zhafira
      Amira: pemimpin
      Faiqa: unggul
      Zhafira: kemenangan
      Artinya: Pemimpin unggul yang membawa kemenangan
    37. Alya Kareema Nadhifa
      Alya: tinggi, luhur
      Kareema: dermawan
      Nadhifa: bersih
      Artinya: Perempuan luhur yang dermawan dan suci
    38. Nasha Mahira Thahirah
      Nasha: tumbuh dengan baik
      Mahira: pintar
      Thahirah: suci
      Artinya: Perempuan pintar yang tumbuh dalam kesucian
    39. Yumna Sabrina Naaila
      Yumna: keberuntungan
      Sabrina: kesabaran
      Naaila: pemberi
      Artinya: Pemberi kebaikan yang sabar dan penuh keberuntungan
    40. Sania Najwa Halima
      Sania: tinggi derajatnya
      Najwa: bisikan lembut
      Halima: penyabar
      Artinya: Perempuan luhur yang penyabar dan lembut
    41. Rafaela Azima Nurin
      Rafaela: yang tinggi (modern)
      Azima: tekad yang kuat
      Nurin: cahaya
      Artinya: Perempuan bercahaya dengan tekad kuat dan derajat tinggi
    42. Tasneem Izzah Raqiqa
      Tasneem: air surga
      Izzah: kemuliaan
      Raqiqa: lembut
      Artinya: Perempuan mulia yang selembut air surga
    43. Nayara Inaya Maesha
      Nayara: penerang
      Inaya: perhatian
      Maesha: hidup bahagia
      Artinya: Penerang hidup yang penuh perhatian dan kebahagiaan
    44. Fahira Naeema Almira
      Fahira: berharga
      Naeema: kenikmatan
      Almira: putri bangsawan
      Artinya: Putri bangsawan yang berharga dan penuh kenikmatan
    45. Ibtisam Zahira Elina
      Ibtisam: senyum
      Zahira: bercahaya
      Elina: pintar dan baik hati
      Artinya: Perempuan ceria, bercahaya, dan berhati baik
    46. Raisha Yasmina Ghaniyah
      Raisha: pemimpin wanita
      Yasmina: melati
      Ghaniyah: kaya, cukup
      Artinya: Pemimpin wanita yang cantik dan berkecukupan
    47. Nuraniyya Syahira Faizah
      Nuraniyya: bercahaya dari hati
      Syahira: terkenal
      Faizah: kemenangan
      Artinya: Perempuan terkenal yang menang dengan cahaya hati
    48. Salwa Imani Thalita
      Salwa: ketenangan
      Imani: iman
      Thalita: gadis muda
      Artinya: Gadis muda beriman yang penuh ketenangan
    49. Khairina Dania Fariha
      Khairina: sebaik-baiknya
      Dania: dekat
      Fariha: bahagia
      Artinya: Perempuan terbaik yang dekat dengan kebahagiaan
    50. Haura Najla Safiyah
      Haura: wanita surga bermata indah
      Najla: mata yang indah
      Safiyah: bersih, tulus
      Artinya: Wanita bermata indah yang tulus dan bersih seperti bidadari surga

    (dvs/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Pertemuan Haru Yusuf AS dengan Sang Adik, Bunyamin


    Jakarta

    Surat Yusuf ayat 69 berisi tentang kisah pertemuan Nabi Yusuf AS dengan para saudaranya. Sebagaimana diketahui, Yusuf AS terpisah dari saudara-saudaranya karena rasa iri hati mereka.

    Dikisahkan dalam Qashashul Anbiya susunan Ibnu Katsir terjemahan Umar Mujtahid, Nabi Yusuf AS dibuang ke dalam sumur oleh para saudaranya. Ia kemudian ditolong keluar dari sumur oleh musafir yang melintas.

    Sayangnya, Nabi Yusuf AS justru dijual oleh rombongan musafir tersebut seharga 20 dirham, ada juga yang menyebut 40 dirham. Yusuf AS kemudian dibeli Menteri Mesir dan semenjak itulah ia tak pernah lagi bertemu dengan saudara-saudaranya.


    Surat Yusuf Ayat 69: Arab, Latin dan Arti

    وَلَمَّا دَخَلُوا۟ عَلَىٰ يُوسُفَ ءَاوَىٰٓ إِلَيْهِ أَخَاهُ ۖ قَالَ إِنِّىٓ أَنَا۠ أَخُوكَ فَلَا تَبْتَئِسْ بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

    Wa lammā dakhalụ ‘alā yụsufa āwā ilaihi akhāhu qāla innī ana akhụka fa lā tabta`is bimā kānụ ya’malụn

    Artinya: “Dan tatkala mereka masuk ke (tempat) Yusuf. Yusuf membawa saudaranya (Bunyamin) ke tempatnya, Yusuf berkata: “Sesungguhnya aku (ini) adalah saudaramu, maka janganlah kamu berdukacita terhadap apa yang telah mereka kerjakan.”

    Tafsir Surat Yusuf Ayat 69

    Menurut Tafsir Kementerian Agama (Kemenag RI), pada surat Yusuf ayat 69 diceritakan bahwa Nabi Yusuf AS bertemu dengan para saudara kandungnya, termasuk Bunyamin yang tak lain merupakan adiknya. Yusuf AS langsung mengenali beliau seraya berkata,

    “Jangan sedih dan gundah. Saya ini adalah saudara kandungmu, tapi hal ini jangan kamu ceritakan kepada saudara-saudara yang lain,” kata Yusuf AS.

    Melalui sebuah riwayat dijelaskan bahwa ketika saudara-saudara Nabi Yusuf AS masuk ke tempat sang nabi, mereka memperkenalkan Bunyamin sambil berkata,

    “Inilah saudara kami Bunyamin yang diminta datang bersama-sama dengan kami, sekarang kami memperkenalkannya kepada Baginda,”

    Yusuf AS menjawab, “Terima kasih banyak, dan untuk kebaikan ini niscaya kami akan menyediakan balasannya,”

    Kemudian, Nabi Yusuf AS menyediakan hidangan makanan untuk mereka yang jumlahnya sebelas rang. Setiap meja untuk dua orang, sehingga semuanya sudah duduk hadap-hadapan pada lima meja dalam lima buah kamar yang tertutup.

    Hanya Bunyamin lah yang tidak duduk berpasangan dengan saudaranya. Yusuf berkata kepada tamu-tamunya, “Kamu yang sepuluh orang masing-masing berdua masuklah ke dalam kamar. Karena yang seorang ini, yaitu Bunyamin tidak mempunyai kawan, maka baiklah saya yang menemaninya,”

    Setelah Yusuf AS dan Bunyamin berdua dalam sebuah kamar, maka beliau merangkul saudaranya dan berkata, “Apakah kamu suka menerima aku sebagai saudaramu, ganti dari saudaramu yang hilang itu?”

    Bunyamin menjawab, “Siapa yang akan menolak mendapatkan saudara seperti engkau yang mulia ini? Namun engkau tidak dilahirkan dari bapakku Yakub dan ibuku Rahil,”

    Karena tidak tahan dengan ucapan itu, Nabi Yusuf AS lalu menangis dan merangkul Bunyamin sambil berkata, “Akulah Yusuf, saudaramu yang diaktakan hilang itu,”

    Kemudian, Yusuf AS menasehati saudaranya agar tidak bersedih atas apa yang telah dikerjakan oleh saudara-saudaranya terhadap-nya. Nabi Yusuf AS memberitahu pula kepada Bunyamin mengenai rencana terhadap saudara-saudaranya untuk menguji mereka apakah akhlaknya masih seperti dahulu atau berubah.

    Hal ini dimaksudkan agar Bunyamin tidak terkejut bila ada hal-hal janggal yang akan dilakukan Nabi Yusuf AS. Wallahu a’lam.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Puasa Ayyamul Bidh 7, 8, 9 Agustus 2025, Ini Bacaan Niatnya


    Jakarta

    Puasa Ayyamul Bidh adalah amalan sunnah yang berlangsung setiap pertengahan bulan kalender Hijriah. Puasa sunnah ini berlangsung selama tiga hari, tepatnya pada tanggal 13, 14 dan 15 bulan kamariah.

    Dalil terkait puasa Ayyamul Bidh tercantum dalam sejumlah hadits, salah satunya yangberasal dari Qatadah bin Milhan RA. Beliau berkata,

    “Rasulullah SAW menyuruh kami untuk berpuasa pada Ayyamul Bidh yakni tanggal 13, 14 dan 15.” (HR Abu Dawud)


    Menukil dari buku Panduan Praktis Ibadah Puasa susunan Syamsuddin dan Ahmad Syahirul Alim, dinamakan Ayyamul Bidh karena bertepatan dengan bulan purnama. Amalan ini juga disebut sebagai puasa hari-hari putih karena bertepatan dengan terangnya bulan saat memancarkan cahaya putih.

    Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Agustus 2025

    Meski berlangsung setiap tanggal 13, 14 dan 15 pada bulan kamariah, waktunya tentu berbeda jika dikonversi ke penanggalan Masehi. Berikut jadwal puasa Ayyamul Bidh bulan Agustus 2025 merujuk pada Kalender Hijriah Indonesia 2025 terbitan Kementerian Agama.

    • Kamis, 7 Agustus 2025 / 13 Safar 1447 H
    • Jumat, 8 Agustus 2025 / 14 Safar 1447 H
    • Sabtu, 9 Agustus 2025 / 15 Safar 1447 H

    Niat Puasa Ayyamul Bidh: Arab, Latin dan Arti

    Berikut niat puasa Ayyamul Bidh Agustus 2025 yang dapat diamalkan muslim sebagaimana dinukil dari buku Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa oleh Ustaz Ali Amrin Al Qurawy.

    نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى

    Nawaitu shauma ayyâmil bîdl lillâhi ta’âlâ

    Artinya: “Saya niat puasa Ayyamul Bidh (hari-hari yang malamnya cerah), karena Allah ta’âlâ.”

    Doa Buka Puasa Ayyamul Bidh

    Terdapat beberapa macam doa buka puasa yang dapat diamalkan muslim. Berikut bahasannya yang dikutip dari buku Doa-Doa Mustajaban oleh Abu Qablina.

    1. Doa Buka Puasa Versi Pertama

    ذَهَبَ الظّـَمَأُ وَابْتَلّـَتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

    Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah.

    Artinya: “Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki.”

    2. Doa Buka Puasa Versi Kedua

    اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

    Allahumma laka shumtu wabika amantu wa ‘ala rizqika afthartu birahmatika yaa arhamar rahimin

    Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan kepada-Mu aku beriman, dengan rezeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu, wahai Dzat yang Maha Penyayang.”

    3. Doa Buka Puasa Versi Ketiga

    أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُوْنَ وَأَكَلَ طَعَامَكُمُ الْأَبْرَارُ وَصَلَّتْ عَلَيْكُمُ الْمَلَائِكَةُ

    Afthara ‘indakumush shaaimuuna wa akala tha’aamakumul abraaru washallat ‘alaikumul malaaikatu.

    Artinya: “Berbukalah orang-orang yang berpuasa di tempat saudara ini dan makanlah makanan yang disuguhkan oleh orang-orang yang berbakti, dan para malaikat mendoakan saudara agar mendapat rahmat.”

    (aeb/inf)



    Sumber : www.detik.com