Category: Khazanah

  • Keutamaan Sholat Dhuha yang Bisa Diraih Muslim, Amalan Pembuka Rezeki


    Jakarta

    Sholat Dhuha adalah amalan sunnah yang kerap disebut sebagai pembuka rezeki. Sholat bisa dikerjakan sejak jam 7 pagi atau ketika matahari terbit hingga memasuki waktu Dzuhur.

    Dalil terkait sholat Dhuha tercantum dalam hadits dari Aisyah RA yang berkata,

    “Rasulullah SAW sholat Dhuha sebanyak 4 rakaat dan menambah seperti yang dikehendaki oleh Allah.” (HR Muslim)


    Selain itu, dalam hadits lainnya dari Abu Hurairah RA turut diterangkan terkait anjuran sholat Dhuha.

    “Kekasihku Rasulullah SAW berpesan kepadaku untuk selalu puasa tiga hari setiap bulan, mengerjakan dua rakaat Dhuha dan mengerjakan sholat Witir sebelum aku tidur.” (Muttafaq ‘Alaih)

    Lantas, apa saja keutamaan yang dapat diraih muslim dari melaksanakan sholat Dhuha? Berikut bahasannya yang dikutip dari buku Super Lengkap Shalat Sunnah oleh Ubaidurrahim El-Hamdi.

    Keutamaan Sholat Dhuha bagi Muslim

    1. Rezekinya Dilancarkan

    Sholat Dhuha dapat melancarkan rezeki seorang hamba. Dari Abu Darda RA berkata bahwa Nabi SAW bersabda,

    “Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: Wahai anak Adam, sholatlah untuk-Ku sebanyak empat rakaat dari awal siang, niscaya akan Aku cukupi kebutuhanmu pada akhirnya.” (HR Muslim dan Ahmad)

    2. Membuat Hati Tenang dan Tentram

    Sholat Dhuha juga bisa membuat hati orang yang melaksanakannya tenang dan tentram. Allah SWT berfirman dalam surah Ar Ra’d ayat 28,

    الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ ٢٨

    Artinya: “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.”

    Salah satu aktivitas mengingat Allah SWT adalah sholat Dhuha. Dengan begitu, muslim akan merasakan ketentraman dan kedamaian saat mengerjakannya.

    3. Memudahkan Menghafal Al-Qur’an

    Sholat Dhuha bahkan bisa memudahkan muslim yang sedang menghafal Al-Qur’an. Membiasakan diri untuk sholat Dhuha membuat persendian seseorang selalu dikendurkan sehingga tubuhnya merasa lebih segar dan bugar sepanjang hari.

    Jika sudah begitu, tubuh akan menunjang kelancaran aktivitas termasuk dalam menghafal Al-Qur’an.

    4. Tubuh Menjadi Sehat

    Dari Buraidah RA, Rasulullah SAW bersabda:

    “Manusia memiliki 360 persendian. Setiap persendian itu memiliki kewajiban untuk bersedekah.”

    Para sahabat pun mengatakan, “Lalu siapa yang mampu bersedekah dengan seluruh persendiannya, wahai Rasulullah?” Nabi SAW lantas mengatakan, “Mananam bekas ludah di masjid (pada zaman dulu masjid belum dilantai, dan meludah di masjid adalah diperbolehkan, dan menanam bekas ludah berarti menutupi ludah seseorang dengan pasir) atau menyingkirkan gangguan dari jalanan. Jika engkau tidak mampu melakukan seperti itu, maka cukup lakukan sholat Dhuha dua rakaat.” (HR Ahmad dan Abu Dawud)

    5. Dosanya Diampuni

    Melaksanakan sholat Dhuha juga bisa membuat dosa seseorang diampuni. Rasulullah SAW bersabda dalam haditsnya,

    “Barangsiapa yang menjaga sholat Dhuha, maka dosa-dosanya akan diampuni walau sebanyak buih di lautan.” (HR Tirmidzi)

    6. Dibangunkan Istana Emas di Surga

    Dalam hadits yang berasal dari Anas bin Malik RA, muslim yang mengerjakan sholat Dhuha akan dibangunkan istana di surga. Nabi Muhammad SAW bersabda,

    “Barang siapa sholat Dhuha dua belas rakaat, maka Allah akan membangunkan baginya istana dari emas di surga.” (HR Tirmidzi)

    Wallahu a’lam.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Sholat Tahajud Rakaat Pertama dan Kedua, Lengkap dengan Tata Caranya


    Jakarta

    Tahajud berarti bangun malam. Sholat Tahajud merupakan sholat yang dilakukan ketika bangun pada waktu malam. Berdasarkan pengertian itu, sholat tahajud hanya boleh dilakukan setelah seseorang itu bangun dari tidur malam. Waktu malam dimaksud adalah waktu setelah masuk waktu Isya hingga terbit fajar.

    Ustaz Ahmad Baei Jaafar dalam buku Terapi Shalat Sempurna menyebutkan bahwa Tahajud berbeda dengan orang yang berjaga malam, maka jika seseorang tidak tidur semalaman hingga fajar tidak bisa melakukan tahajud.

    Dalam buku Fikih 4 tulisan Siti Khomisil Fatatil Aqillah dan Kiki Rejeki, Jumlah rakaat sholat tahajud tidak terbatas, tetapi kita boleh melaksanakan paling sedikit 2 rakaat.


    Selagi mampu, kita boleh melaksanakan sholat tahajud dengan jumlah rakaat sebanyak-banyaknya. Jumlah raka’at sholat tahajud yang dianjurkan adalah tidak lebih dari 11 atau 13 raka’at. Jumlah rakat inilah yang menjadi pilihan Nabi SAW.

    Dasarnya adalah riwayat Aisyah mengatakan,

    مَا كَانَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلَا غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ، ثُمَّ يُصَلِّى أَرْبَعًا فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ، ثُمَّ يُصَلِّى ثَلَاثًا

    Artinya: “Rasulullah SAW tidak pernah menambah sholat malam di bulan Ramadhan dan bulan lainnya lebih dari 11 rakaat. Beliau melakukan sholat empat rakaat, maka jangan tanyakan mengenai bagus dan panjangnya. Kemudian beliau melaksanakan sholat empat rokaat lagi dan jangan tanyakan mengenai bagus dan panjangnya. Kemudian beliau melakukan sholat tiga rakaat.”

    Tata Cara dan Bacaan Sholat Tahajud Rakaat Pertama dan Kedua

    Mengutip buku Shalat Tahajud dan Shalat Hajat tulisan Mahmud asy-Syafrowi berikut tata cara sholat Tahajud lengkap dengan bacaan di rakaat pertama dan kedua:

    a. Niat dalam hati, bersamaan ketika takbiratul ihram. Yakni dengan menghadirkan niat berikut di dalam hati, “Saya niat sholat sunnah tahajud dua rakaat karena Allah.”
    b. Membaca doa iftitah
    c. Membaca ta’awwudz.
    d. Membaca Surat al-Fatihah.
    e. Membaca surat apa saja yang dipilih.
    f. Rukuk beserta tumakninahnya sambil membaca tasbih.
    g. I’tidal beserta tumakninahnya sambil membaca doa.
    h. Sujud yang pertama beserta tumakninahnya sambil membaca tasbih.
    i. Duduk di antara dua sujud beserta tumakninahnya sambil membaca doa.
    j. Sujud yang kedua beserta tumakninahnya sambil membaca tasbih.
    Setelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara di atas. Kemudian tasyahud akhir, dan setelah itu uluk salam dua kali.

    Surat yang Dibaca saat Sholat Tahajud

    Dalam laman resmi Nahdlatul Ulama, disebutkan bahwa surah yang dibaca saat sholat Tahajud tidak ada ketentuan khususnya. Seseorang bisa membaca surah apa saja yang ada dalam Al-Qur’an.

    Namun demikian, menurut Al-Habib Abdullah Al-Haddah, bacaan yang dianjurkan hendaklah membaca bacaan Al-Qur’an secara berurutan mulai awal hingga seterusnya. Dengan demikian setiap bulan, atau setiap 40 hari, atau setiap jangka waktu tertentu seseorang bisa mengkhatamkan Al-Qur’an dalam sholat Tahajudnya.

    Meskipun begitu, seseorang bisa membaca surah Al-Qur’an sesuai dengan kemampuan. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT,

    فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ

    Artinya, ” … Maka bacalah apa yang mudah dari Al-Qur’an.” (QS al-Muzammil: 20). (Ad-Dimyathi, Hâsyiyyah I’ânatuth Thâlibîn, juz I, halaman 267).

    Selain itu, dikutip dari buku Rahasia Terlengkap Dahsyatnya Mukjizat Sholat Tahajud oleh Abu Abbas Zain Musthofa al-Basuruwani, saat mengerjakan sholat Tahajud disunnahkan untuk membaca surat yang lebih panjang di rakaat pertama daripada bacaan surat rakaat kedua.

    Bahkan Nabi Muhammad SAW pernah membaca surat Al-Baqarah, Ali ‘imran, dan An-Nisaa’ dalam satu rakaat sekaligus.

    أَنَّ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَرَأَ الْبَقَرَةَ وَآلَ عِمْرَانَ وَالنِّسَاءَ فِي رَكْعَةٍ لَا يَمُرُّ بِآيَةِ رَحْمَةٍ إِلَّا سَأَلَ, وَلَا بِآيَةِ عَذَابٍ إِلَّا اسْتَجَارَ.

    Artinya: “Sesungguhnya, Nabi Muhammad SAW. (ketika qiyamul lail) membaca al-Baqarah, Ali ‘Imran, dan an-Nisaa’ dalam satu rakaat. Beliau tidak melewati ayat rahmat kecuali memohon (rahmat kepada Allah SWT), dan tidak melewati ayat azab kecuali beliau memohon perlindungan.” (HR. Muslim no. 772, dan Nasa’i no. 1006, dengan lafazh versi Nasa’i)

    Bacaan Doa Sholat Tahajud

    Setelah menunaikan ibadah sholat tahajud, sebaiknya panjatkan doa kepada Allah SWT untuk meminta ampunan dari segala dosa di dunia ini.

    اَللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ

    Latin: Allâhumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa’dukal haq. Wa liqâ’uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan nâru haq. Wan nabiyyûna haq. Wa Muhammadun shallallâhu alaihi wasallama haq. Was sâ’atu haq.

    Allâhumma laka aslamtu. Wa bika âmantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu. Fagfirlî mâ qaddamtu, wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a’lantu, wa mâ anta a’lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula, wa lâ quwwata illâ billâh.

    Artinya: “Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata, neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar.”

    “Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Oleh karena itu, ampuni dosaku yang telah lalu dan di kemudian hari, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah SWT.” (HR Bukhari dan Muslim).

    (lus/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Ramai-ramai Sekutu AS Akan Akui Negara Palestina



    Jakarta

    Suara Barat untuk kedaulatan negara Palestina kian kuat. Sejumlah negara sekutu Amerika Serikat (AS) ramai-ramai akan mengakui Palestina di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada September mendatang.

    Dalam pernyataan terbaru hari ini, Senin (11/8), Australia mengatakan akan mengakui negara Palestina. Canberra menegaskan berkomitmen untuk solusi dua negara dan memastikan Hamas tak terlibat dalam negara mana pun nantinya.

    “Australia akan mengakui negara Palestina di Sidang Umum PBB ke-80 pada bulan September, untuk berkontribusi pada momentum internasional menuju solusi dua negara, gencatan senjata di Gaza, dan pembebasan sandera,” kata Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dalam konferensi pers, dikutip dari Reuters, Senin (11/8/2025).


    Albanese menilai solusi dua negara bisa menciptakan perdamaian di Timur Tengah. “Solusi dua negara adalah harapan terbaik umat manusia untuk memutus siklus kekerasan di Timur Tengah dan mengakhiri konflik, penderitaan, dan kelaparan di Gaza,” tegasnya.

    Selain Australia, Selandia Baru kemungkinan juga akan mengumumkan pengakuannya terhadap negara Palestina pada forum yang sama. Menteri Luar Negeri Selandia Baru Winston Peter mengatakan negaranya tengah mempertimbangkan hal tersebut.

    Rencana Australia untuk mengakui kedaulatan Palestina akan menjadi tekanan bagi Israel dan membuat AS makin terisolasi dari sekutu utamanya. Akhir bulan lalu, Prancis, yang memiliki hubungan dekat dengan AS selama Perang Revolusi, memutuskan akan mengakui negara Palestina di PBB pada September nanti.

    “Sesuai dengan komitmen historisnya untuk perdamaian yang adil dan abadi di Timur Tengah, saya telah memutuskan bahwa Prancis akan mengakui Negara Palestina. Saya akan membuat pengumuman resmi di Majelis Umum PBB pada bulan September,” kata Presiden Prancis Emmanuel Macron di media sosial X dan Instagram, Kamis (24/7/2025).

    Kurang dari sepekan, pernyataan Macron itu disusul Inggris. Diketahui, Inggris adalah sekutu terdekat AS, “Amerika Serikat tak punya sekutu yang lebih dekat daripada United Kingdom” demikian kata Departemen Luar Negeri AS menggambarkan kedekatan mereka.

    Inggris, kata Perdana Menteri Keir Starmer, siap mengakui negara Palestina kecuali Israel mengambil tindakan untuk mengizinkan lebih banyak bantuan ke Gaza, tak ada aneksasi Tepi Barat, dan berkomitmen untuk solusi dua negara. Langkah tersebut merupakan tanggapan Inggris atas kemarahan publik melihat krisis kelaparan di Gaza.

    Dukungan Barat atas negara Palestina juga datang dari negara-negara yang hadir dalam konferensi di New York yang dipimpin Prancis dan Arab Saudi akhir bulan lalu. Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot mengatakan pihaknya dan 14 negara lain mengeluarkan deklarasi bersama mendukung Palestina dan terciptanya solusi dua negara.

    “Di New York, bersama 14 negara lainnya, Prancis mengeluarkan seruan kolektif: kami menyatakan keinginan kami untuk mengakui Negara Palestina dan mengundang mereka yang belum melakukannya untuk bergabung dengan kami,” tulis Barrot di X, Rabu (30/7/2025), dilansir France24.

    Negara yang masuk deklarasi tersebut antara lain Andorra, Australia, Kanada, Finlandia, Prancis, Islandia, Irlandia, Luksemburg, Malta, Selandia Baru, Norwegia, Portugal, San Marino, Slovenia, dan Spanyol.

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • 50 Kata Mutiara Kemerdekaan Islami, Penuh Makna dan Semangat Juang


    Jakarta

    Setiap tanggal 17 Agustus, seluruh rakyat Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan. Momen ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga pengingat akan perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga.

    Bagi umat Islam, kemerdekaan memiliki makna yang lebih dalam. Sejalan dengan ajaran agama yang menjunjung tinggi kebebasan, keadilan, dan persatuan.

    Kata mutiara kemerdekaan Islami dapat menjadi inspirasi untuk menyemarakkan semangat nasionalisme dan keimanan. Rangkuman kata-kata ini memadukan nilai-nilai luhur Islam dengan semangat patriotisme, mengingatkan kita bahwa kemerdekaan adalah anugerah terindah dari Allah SWT yang harus disyukuri dan diisi dengan amal kebaikan.


    Berikut adalah 50 kata mutiara kemerdekaan Islami yang bisa Anda bagikan di media sosial, atau menjadi renungan pribadi di hari yang bersejarah ini.

    Kata Mutiara Kemerdekaan Islami jelang HUT RI ke-80

    1. Kemerdekaan adalah rahmat Allah, karunia terindah yang harus kita syukuri dengan ketaatan.
    2. Bukan sekadar bebas, kemerdekaan adalah amanah untuk membangun bangsa sesuai syariat-Nya.
    3. Berjuang untuk merdeka adalah jihad, mengisi kemerdekaan adalah ibadah.
    4. Kemerdekaan adalah nafas baru bagi umat, untuk menegakkan kebenaran dan keadilan di bumi pertiwi.
    5. Bersyukurlah atas nikmat kemerdekaan, karena dengan syukur, Allah akan menambah nikmat-Nya.
    6. Para pahlawan telah memberikan kemerdekaan, tugas kita adalah menjaganya dengan iman.
    7. Semangat kemerdekaan adalah semangat persatuan, sebagaimana umat Islam bersatu dalam satu barisan.
    8. Merdeka berarti bebas beribadah tanpa rasa takut, mewujudkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan berbangsa.
    9. Kemerdekaan ini adalah bukti janji Allah, bahwa pertolongan-Nya akan datang kepada mereka yang berjuang di jalan-Nya.
    10. Jadikan kemerdekaan ini sebagai momentum untuk hijrah, dari kebodohan menuju ilmu, dari keterbelakangan menuju kemajuan.
    11. Darah para syuhada adalah tinta yang mengukir sejarah kemerdekaan.
    12. Jihad para pahlawan bukan hanya dengan senjata, melainkan juga dengan doa dan ketakwaan.
    13. Belajar dari para pahlawan, bahwa keikhlasan adalah kunci kemenangan.
    14. Mereka berjuang dengan kalimat tauhid, kita mengisi kemerdekaan dengan amal saleh.
    15. Kemerdekaan adalah hasil dari perjuangan yang ikhlas dan tawakal kepada Allah.
    16. Pahlawan sejati adalah mereka yang berjuang demi agama dan bangsa, hingga tetes darah terakhir.
    17. Semangat ‘Allahu Akbar’ telah menggetarkan penjajah, kini saatnya kita mengisi kemerdekaan dengan ‘Allahu Akbar’ dalam setiap langkah.
    18. Mari lanjutkan perjuangan para pahlawan, dengan membangun generasi yang berakhlak mulia.
    19. Kemerdekaan adalah karunia dari Allah, buah dari kesabaran dan perjuangan tak kenal lelah.
    20. Hiduplah dalam kemerdekaan, matilah dalam keadaan beriman. Itulah cita-cita tertinggi.
    21. Persatuan adalah kekuatan, perpecahan adalah kelemahan. Mari rawat persatuan yang telah diperjuangkan.
    22. Ukhuwah Islamiyah adalah pondasi kuat untuk membangun Indonesia yang maju dan adil.
    23. Kemerdekaan bukan hanya milik satu golongan, tetapi milik seluruh umat, dalam bingkai persatuan.
    24. Mari bersatu, sebagaimana Allah menyatukan hati-hati kaum beriman.
    25. Bangunlah negeri ini dengan tangan-tangan yang tulus, seakan-akan membangun rumah ibadah.
    26. Kemerdekaan adalah kesempatan emas untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.
    27. Jadikan perbedaan sebagai rahmat, bukan sebagai sumber perpecahan.
    28. Dengan iman dan takwa, kita wujudkan Indonesia yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.
    29. Cintai tanah airmu, sebagaimana Nabi Muhammad mencintai Madinah.
    30. Kemerdekaan ini adalah panggung dakwah terluas, di mana kita bisa menebar kebaikan tanpa batas.
    31. Kemerdekaan adalah kesempatan untuk memperbaiki diri, dari hamba nafsu menjadi hamba Ilahi.
    32. Jangan sia-siakan kemerdekaan ini dengan kemaksiatan, karena itu adalah pengkhianatan.
    33. Merdeka sejati adalah ketika hati kita bebas dari rasa dengki dan iri.
    34. Rayakan kemerdekaan dengan sujud syukur, bukan dengan pesta yang melenakan.
    35. Doa terbaik untuk Indonesia adalah doa agar negeri ini selalu dalam lindungan Allah.
    36. Kemerdekaan adalah waktu untuk berbenah, membangun pribadi yang lebih baik.
    37. Jadikan setiap langkah di bumi pertiwi ini sebagai amal ibadah yang tercatat.
    38. Semoga kemerdekaan ini membawa berkah, rahmat, dan ampunan dari-Nya.
    39. Harapan terbaik untuk kemerdekaan ini adalah terwujudnya masyarakat yang berakhlak mulia.
    40. Kemerdekaan adalah titik awal, bukan akhir dari perjuangan.
    41. “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11).
    42. “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (QS. Al-Ma’idah: 2).
    43. “Cinta tanah air itu sebagian dari iman.” (Hadis).
    44. “Barang siapa yang berjuang di jalan Allah, maka baginya surga.” (Hadits).
    45. “Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (Hadis).
    46. “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu, hanya kepada-Ku-lah kembalimu.” (QS. Luqman: 14).
    47. “Dan sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi itu (sumber) penghidupan.” (QS. Al-A’raf: 10).
    48. “Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.” (Hadits).
    49. “Tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri Cina.” (Hadits).
    50. “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (Hadis).

    Semoga kata-kata mutiara ini bisa menginspirasi kita semua untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan berkontribusi nyata dalam mengisi kemerdekaan Indonesia. Dirgahayu Republik Indonesia!

    (hnh/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Ayat tentang Kemerdekaan yang Disebut dalam Al-Qur’an


    Jakarta

    Mensyukuri kemerdekaan Republik Indonesia bukanlah hal yang bertentangan dengan ajaran Islam. Bahkan, Al-Qur’an memuat ayat-ayat yang berbicara tentang kemerdekaan.

    Memasuki peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 RI pada 2025, momen ini dapat dimaknai sebagai kesempatan memperkuat rasa nasionalisme. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), nasionalisme adalah kesadaran sebagai bagian dari suatu bangsa yang bertekad mempertahankan kekuatannya.

    Dalam buku Nasionalisme Qur’ani karya Lufaefi, secara etimologi, kata “nasionalisme” berasal dari bahasa Inggris nation (bangsa) dan isme (paham), yang berarti paham mencintai bangsa atau Tanah Air. Kemerdekaan sendiri merupakan wujud kebebasan dari segala bentuk penindasan, dan konsep ini pun tersirat dalam Al-Qur’an.


    1. Surah Al-Isra Ayat 70

    Ayat ini menegaskan bahwa setiap manusia memiliki hak untuk hidup mulia:

    وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِىٓ ءَادَمَ وَحَمَلْنَٰهُمْ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ وَرَزَقْنَٰهُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ وَفَضَّلْنَٰهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا

    Artinya: “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.”

    Dr. KH. Ahmad Deni Rustandi dalam buku Tafsir Toleransi dalam Gerakan Islam di Indonesia, manusia adalah makhluk istimewa yang memiliki kehormatan tanpa membedakan agama. Allah memberi mereka rezeki, fisik yang sempurna, kemampuan berbicara, berpikir, dan kebebasan memilih, sehingga mereka memikul tanggung jawab atas pilihannya.

    2. Surah Al-Mumtahanah Ayat 8

    لَّا يَنْهَىٰكُمُ ٱللَّهُ عَنِ ٱلَّذِينَ لَمْ يُقَٰتِلُوكُمْ فِى ٱلدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَٰرِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوٓا۟ إِلَيْهِمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُقْسِطِينَ

    Artinya: “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.”

    Prof. Dr. Quraish Shihab dalam buku Islam dan Kebangsaan menjelaskan, mencintai Tanah Air sejalan dengan membela agama. Ayat ini menegaskan bahwa Allah tidak melarang umat Islam berbuat baik dan berlaku adil kepada orang yang tidak memerangi atau mengusir dari negeri. Karena itu, para ulama memandang jihad melawan penjajah sebagai kewajiban demi mempertahankan kedaulatan Indonesia.

    3. Surah At-Taubah Ayat 122

    Ayat Al-Qur’an selanjutnya yang menjadi dalil cinta Tanah Air, menurut ahli tafsir kontemporer, Syekh Muhammad Mahmud Al-Hijazi yaitu pada surah At-Taubah ayat 122

    وَما كانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

    Artinya: “Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya.”

    Terkait dengan surah At-Taubah ayat 122 di atas, Quthb dalam tafsir Fi Zhilalil Qur’an yang dikutip dalam buku Prof. Rusydi Ananda dan Dr. Lusinta Rehna Ginting menjelaskan bahwa bersamaan dorongan yang mendalam untuk berjihad ini maka terdapat penjelasan tentang batasan-batasan perintah untuk berjuang.

    Wilayah Islam telah meluas dan jumlah mereka telah bertambah banyak, sehingga memungkinkan jika sebagian pergi berjihad dan sebagian mengkhususkan diri untuk memperdalam agama. Sementara itu sebagian lain tetap bekerja memenuhi kepentingan masyarakat umum seperti memenuhi kebutuhan pokok mereka dan melanjutkan pembangunan.

    (lus/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Wasiat Anas al-Sharif, Jurnalis Palestina yang Tewas Dibom Israel



    Jakarta

    Jurnalis Al Jazeera di Gaza, Anas al-Sharif, tewas akibat serangan udara Israel. Ia menjadi sasaran militer Israel atas tuduhan memimpin sel Hamas dan terlibat dalam serangan roket terhadap Israel.

    Dilansir Reuters, Anas tewas pada Minggu (10/8/2025) waktu setempat bersama empat rekannya. Pejabat Gaza dan Al Jazeera mengatakan Anas dan jurnalis lainnya tewas dalam sebuah serangan di tenda dekat Rumah Sakit Shifa di Kota Gaza bagian timur.


    Al Jazeera menyebut Anas adalah “salah satu jurnalis paling berani di Gaza”. Pihaknya juga menepis klaim Israel yang menyebut Anas berhubungan dengan Hamas.

    “Perintah untuk membunuh Anas Al Sharif, salah satu jurnalis paling berani di Gaza, dan rekan-rekannya merupakan upaya putus asa untuk membungkam suara-suara yang mengungkap rencana perebutan dan pendudukan Gaza,” kata Al Jazeera.

    Anas al-Sharif adalah jurnalis kelahiran Palestina yang vokal menyuarakan kekejaman Israel di Gaza. Ia pernah memenangkan Penghargaan Pulitzer untuk liputan perang Israel-Hamas bersama tim Reuters pada 2024.

    Sebelum meninggal, Anas menulis di X tentang kondisi memilukan di Gaza. Ia menyaksikan pengeboman tanpa henti selama dua jam yang menargetkan penduduk sipil Gaza.

    Wasiat Anas al-Sharif

    Dilansir Al Jazeera, Anas al-Sharif sempat menulis wasiat pada 6 April yang akan ia publikasikan jika ia meninggal. Wasiat tersebut kini telah diunggah di X Anas al-Sharif hari ini.

    “Ini adalah wasiat dan pesan terakhirku. Jika kata-kata ini sampai padamu, ketahuilah bahwa Israel telah membunuhku dan membungkam suaraku,” kata Anas mengawali wasiatnya.

    Anas mengatakan bahwa Allah SWT mengetahui apa yang ia lakukan untuk membela Gaza. Ia berharap Allah SWT memperpanjang umurnya, tapi takdir berkata lain.

    “Saya telah mengalami semua penderitaan itu, merasakan penderitaan, kehilangan berkali-kali, namun saya tidak pernah ragu menyampaikan kebenaran apa adanya,” ujarnya seraya menyebut agar Allah SWT yang menjadi saksi atas mereka yang diam dan menerima segala penderitaan.

    “Kupercayakan Palestina kepadamu–permata Dunia Muslim, detak jantung setiap orang merdeka di dunia ini. Kupercayakan rakyatnya kepadamu, anak-anak yang terzalimi dan tak berdosa yang tak pernah punya waktu untuk bermimpi dan atau hidup aman dan damai. Tubuh mereka yang suci hancur lebur di bawah ribuan ton bom dan rudal Israel, terkoyak dan berserakan di dinding-dinding,” ujarnya.

    Anas menuliskan pesan panjangnya menitipkan Palestina kepada dunia. Jurnalis kelahiran Gaza itu juga berpesan agar tak melupakan Gaza di setiap doa.

    Tewasnya Anas al-Sharif menambah daftar panjang jurnalis yang gugur akibat serangan brutal Israel di Gaza. Sejak serangan pada 7 Oktober 2023, total ada 237 jurnalis yang tewas, menurut catatan kantor media Gaza yang dikelola Hamas.

    (kri/inf)





    Sumber : www.detik.com

  • Terima Kasih Telah Mendengar Ulama



    Makassar

    Rekening pendakwah kondang asal Sulawesi Selatan Ustaz Das’ad Latif yang sempat diblokir oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) kini telah aktif kembali.

    Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @dasadlatif1212, Ustaz Das’ad Latif menyampaikan ucapan syukur dan terima kasih kepada pemerintah.

    “Hari ini, 11 Agustus 2025, hari Senin, saya ke kantor bank, tempat saya menabung, dapat berita alhamdulillah bahwa blokir saya sudah dibuka. Alhamdulillah, saya atas nama pribadi mengucapkan terima kasih, hikmahnya ternyata pemerintah masih mendengar suara ulama,” ucapnya melalui rekaman video pada Senin (11/08/2025). Tim detikHikmah sudah mendapatkan izin untuk mengutip pernyataan Ustaz Das’ad Latif tersebut.


    Sebelumnya diketahui bahwa rekening Ustaz Das’ad Latif yang dipergunakan untuk keperluan pembangunan masjid sempat terkena pemblokiran PPATK lantaran dianggap sebagai rekening dormant.

    “Saya hari ini berencana membayar besi, semen untuk membayar pembangunan masjid saya, jadi saya datanglah mengambil uang yang saya tabung di bank pemerintah. Setelah saya tiba ternyata, rekening saya diblokir karena tidak aktif selama 3 bulan. Saya bingung kenapa diblokir? Alasannya katanya supaya menghindari hal-hal negatif,” kata Ustaz Dasad Latif seperti dikutip Jumat, 8 Agustus 2025.

    Setelah melalui proses pengaduan, akhirnya pihak PPATK mengaktifkan kembali rekening Ustaz Das’ad Latif yang telah diblokir tersebut.

    Sebelumnya diberitakan, PPATK mengklaim kebijakan pemblokiran rekening dormant ini dilakukan sebagai upaya untuk menghindari penyalahgunaan rekening untuk tindak kejahatan.

    Dilansir dari detikFinance, hal ini disampaikan oleh Koordinator Kelompok Substansi Humas PPATK, M Natsir Kongah. “Eksis yang ada tidak boleh kita pungkiri, tetapi mari kita melihat bahwa langkah penghentian sementara ini untuk menjaga dan melindungi rekening yang ada, tidak dijadikan alat untuk melakukan kejahatan,” kata Natsir, Minggu (3/8/2025) lalu.

    Menanggapi kebijakan PPATK tersebut, Ustaz Das’ad dalam videonya menyampaikan teguran kepada para pelaku judi online agar segera bertobat dari perbuatannya.

    “Kepada saudara-saudaraku pelaku judi online, yang mengorganisir, dan juga yang melindunginya, berhenti dan bertaubatlah, sebelum kematian menghentikanmu,” tambahnya.

    Dalam unggahannya, pria yang juga merupakan dosen Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas langkahnya membuka blokir rekening dormant yang telah meresahkan masyarakat.

    “…dan saya dapat kabar bahwa semua (rekening) blokir sudah dibuka oleh pemerintah, alhamdulillah. Terima kasih bapak presiden, terima kasih telah mendengar suara kami, suara ulama yang mewakili rakyat,” pungkasnya.

    (inf/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • PPATK Bantah Blokir Rekening KH Cholil Nafis, Ini yang Mungkin Terjadi



    Jakarta

    Rekening Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis kena blokir. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) membantah telah melakukannya.

    Bantahan itu langsung diklarifikasi oleh Deputi Bidang Pelaporan dan Pengawasan Kepatuhan PPATK, Fithriadi. Ia sampai mendatangi kantor MUI untuk menjelaskan hal tersebut.

    “Sejauh ini tidak ada pemblokiran atas nama KH Cholil Nafis maupun yayasannya. Tidak ada yang pernah kami lakukan,” kata Fithriadi, di Kantor MUI, Jakarta Pusat, Senin (11/8/2025) dikutip detikNews.


    Menurut Fithriadi, rekening milik KH Cholil Nafis kemungkinan besar diblokir oleh pihak bank. Karena rekening tersebut sudah tidak aktif selama enam bulan.

    Karena rekening yang tidak aktif atau ‘dormant’ bisa saja diblokir oleh pihak bank. Kemudian untuk membukanya perlu konfirmasi dari nasabah.

    “Memang ada rekening yang terkait dengan KH Cholil Nafis kemungkinan memang tidak aktif dalam 6 bulan, tapi itu tidak dalam data yang disampaikan ke PPATK oleh perbankan,” imbuh Fithriadi.

    Fithriadi juga menyampaikan permohonan maaf atas kurangnya sosialisasi mengenai hal ini. Ia menambahkan bahwa saat ini kebijakan PPATK terkait pemblokiran rekening dormant sudah tidak berlaku lagi.

    “Jadi saat ini sesuai arahan Kepala PPATK, sudah tidak ada lagi pemblokiran atas rekening dormant. Kami juga telah mengarahkan pihak bank untuk segera membuka kembali rekening yang sempat diblokir atas permintaan PPATK,” tuturnya, dikutip detikFinance.

    PPATK berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi nasabah agar proaktif memberikan informasi yang dibutuhkan bank demi menjaga kelancaran transaksi.

    Sebelumnya, KH Cholil Nafis mengaku rekening yayasannya dengan saldo sekitar Rp 300 juta terdampak kebijakan PPATK hingga membuatnya tak bisa melakukan transaksi. Ia bahkan menyebut kebijakan tersebut kurang bijak dan menimbulkan kegaduhan.

    “Sedikit sih, nggak banyak, paling Rp 200-300 juta untuk jaga-jaga yayasan. Tapi setelah saya coba kemarin mau mentransfer, ternyata sudah terblokir. Nah ini kebijakan yang tidak bijak,” ujar KH Cholil Nafis dikutip dari situs resmi MUI, Minggu (10/8/2025).

    Di sisi lain, KH Cholil Nafis sempat meminta pemerintah untuk memikirkan secara matang setiap kebijakan yang berpotensi menimbulkan kegaduhan.

    “Di samping PPATK bisa memblokir semua rekening, itu hak asasi. Menurut saya perlu ada tindakan dari Presiden terhadap kebijakan yang bikin gaduh,” pungkasnya.

    (hnh/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Cerita Mohammed bin Salman Beli Kapal Mewah yang Diincar Bill Gates



    Jakarta

    Kapal pesiar mewah sering kali menjadi simbol kekayaan dan status yang mencolok. Salah satu yang paling terkenal adalah Serene, sebuah superyacht buatan Italia yang pernah menjadi incaran dua sosok terkaya dunia. Kisah di balik kapal ini melibatkan Bill Gates dan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman.

    Dilansir dari laman Supercar Blondie, pada tahun 2014, Bill Gates berlibur bersama keluarganya di kapal pesiar mewah bernama Serene yang berlabuh di Selatan Prancis. Kapal sepanjang 439 kaki ini dimiliki oleh taipan vodka asal Rusia, Yuri Shefler, dengan biaya sewa mencapai $5 juta per minggu. Gates sangat menyukai kapal tersebut hingga mulai mempertimbangkan untuk membelinya secara langsung.

    Namun, pada tahun berikutnya, tepatnya Juli 2015, Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), yang juga sedang berada di daerah itu, melihat kapal Serene dan langsung memutuskan untuk membelinya. Ia mengirim ajudannya dengan pesan sederhana: $550 juta harus segera ditransfer.


    Kemewahan Superyacht Serene

    Menurut laman Yacht Harbour, Serene adalah superyacht pertama buatan galangan kapal Italia, Fincantieri, yang diluncurkan pada 2011. Kapal ini memiliki panjang 134 meter dan lebar 18,5 meter.

    Dirancang oleh Espen Oeino, Serene menjadi simbol kemewahan dengan fasilitas luar biasa, di dalamnya terdapat tujuh kolam renang, jacuzzi raksasa di dek atas, sauna menghadap laut, helipad, oven pizza kayu bakar, panggangan teppanyaki, spa lengkap dengan hammam dan snow room, serta lounge observasi bawah laut.

    Interiornya didesain oleh Reymond Langton dengan sentuhan mewah dan pemandangan 360 derajat. Kapal ini mampu menampung 24 tamu dalam 12 kabin, dilayani lebih dari 40 kru, dan melaju hingga kecepatan 25 knot.

    Serene Dibeli MBS dan Jadi Armada Kerajaan Saudi

    Pada Juli 2015, Serene resmi dibeli oleh Mohammed bin Salman dengan harga sekitar €420 juta (sekitar 458 juta dolar AS). Berdasarkan dokumen Paradise Papers, proses penjualan memakan waktu setidaknya 10 hari, dan kapal harus berlayar ke perairan internasional sebelum resmi berpindah tangan.

    Setelah menjadi milik MBS, Serene banyak berlayar di Teluk Persia dan Laut Merah. Kapal ini bahkan sempat kandas di dekat Pulau Tiran pada musim panas, sebelum diperbaiki dan menjalani perawatan di Belanda.

    Meski bukan yang terbesar di dunia, Serene termasuk salah satu kapal pesiar paling mewah dan terkenal. Saat ini, kapal tersebut menjadi bagian dari armada kerajaan Saudi dan pernah menjadi tempat penyimpanan lukisan Salvator Mundi karya Leonardo da Vinci. Kapal ini mencerminkan kekuatan dan status pemiliknya di panggung internasional.

    Setelah kehilangan kesempatan memiliki Serene, Gates tidak menyerah. Beberapa tahun kemudian ia memesan kapal pesiar senilai $645 juta yang menggunakan tenaga hidrogen, bahkan lebih mahal dari Serene. Namun menariknya, Gates tidak pernah menginjakkan kaki di kapal tersebut sebelum akhirnya menjualnya.

    Saat ini, Mohammed bin Salman lebih mengarahkan perhatiannya pada proyek-proyek ambisius lain, termasuk pembangunan gedung pencakar langit tertinggi di Riyadh. Namun, kisah tentang Serene tetap dikenang sebagai contoh bagaimana kekayaan dan keberanian mengambil keputusan secara cepat mampu mengubah jalannya sejarah.

    (inf/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Teks Ceramah tentang Kemerdekaan dalam Islam: Bersyukur atas Nikmat Merdeka


    Jakarta

    Tanggal 17 Agustus 2025 adalah momen sakral bagi seluruh rakyat Indonesia. Hari Kemerdekaan bukan hanya perayaan, tetapi juga pengingat perjuangan para pahlawan yang gigih merebut kebebasan.

    Bagi umat Islam, kemerdekaan memiliki makna mendalam. Sejalan dengan nilai-nilai Islam yang mengajarkan pentingnya kebebasan, keadilan, dan persatuan.


    2 Teks Ceramah tentang Kemerdekaan

    Sebagai seorang penceramah, penting untuk menyampaikan pesan-pesan yang relevan dan menyentuh hati. Mengutip laman Kemenag, berikut adalah draf teks ceramah kemerdekaan dalam Islam yang bisa menjadi referensi, memadukan semangat patriotisme dengan ajaran agama.

    Wajib Mensyukuri Kemerdekaan

    Oleh: Dr. H. Khoirul Huda Basyir, Lc. M.Si

    اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَمَرَناَ أَنْ نُصْلِحَ مَعِيْشَتَنَا لِنَيْلِ الرِّضَا وَالسَّعَادَةِ، وَنَقُوْمَ بِالْوَاجِبَاتِ فِيْ عِبَادَتِهِ وَتَقْوَاهُ
    أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ المُجَاهِدِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ، أَمّا بَعْدُ:
    فَيَا عِبَادَ الله اُوْصِيْنِي نَفْسِي وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْم، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. يَا أَيُّهَا الّذين آمنوا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

    Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah

    Bangsa Indonesia akan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 80 kemerdekaan Republik Indonesia. Mengenang atau memperingati sesuatu yang bersejarah dan monumental dalam perjalanan suatu bangsa tentu adalah hal yang sangat penting dan mampu menjadi media kesyukuran manusia atas anugrah kenikmatan Allah SWT. Al Quran Upaya mengajarkan kepada manusia agar selalu mengingat keagungan Allah disertai bersyukur atas nakmatNya dalam satu tarikan nafas. Allah berfirman:

    فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ ࣖ

    “Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu, bersykurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku”. (Al Baqarah:152).

    Salah satu kenikmatan terbesar yang diperoleh bangsa Indonesia adalah anugrah kemerdekaan, yaitu terbebasnya rakyat Indonesia dari belenggu dan kungkungan penjajah, saat di mana seluruh warga bangsa dapat menghirup udara kemerdekaan dan menentukan arah kehidupan di atas tanah airnya sendiri secara bebas. Dalam perspektif ajaran Islam, tentunya ada sekian banyak alasan mengapa bangsa Indonesia wajib mensyukuri nikmat kemerdekaan. Setidaknya ada tiga hal utama yang perlu selalu kita ingat dan tegaskan dalam kesyukuran kemerdekaan bangsa ini:

    1. Kemerdekaan Indonesia merupakan rahmat Allah SWT

    Penegasan pengakuan ini bahkan diabadikan secara eksplisit oleh para pejuang dan pendiri negara ini, sebagaimana tertuang dalam pembukaan UUD 1945 alenia ke tiga yang menyatakan: “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”.

    Kesadaran kolektif para pejuang kemedekaan ini dengan tegas mengisyaratkan bahwa kemerdekaan Indonesia dapat diperoleh karena rahmat Allah SWT, sebab secara lahiriah dan dalam perhitungan kekuatan militer, hampir mustahil bangsa ini mampu menaklukkan dan mengusir para penjajah dari bumi pertiwi tanpa ada campur tangan dari Allah SWT karena tidak sebandingnya peralatan tempur maupun pasukan perang yang dimiliki bangsa Indonesia dibanding dengan kekuatan penjah. Bagaimana bambu runcing dapat mengalahkan senjata meriam dan kendaraan tempur tank yang super canggih kala itu kalau bukan rahmat dan ma’unah Allah SWT. Sebagai bangsa kita juga amat bersyukur dan bangga betapa kemerdekaan Indonesia berhasil ditegakkan atas perjuangan dan pengorbanan rakyat Indonesia sendiri, bukan merupakan hadiah dari penjajah atau bangsa-bangsa lain.

    2. Mengenang Jasa Syuhada dan Pahlawan Kusuma Bangsa

    Generasi yang hidup dan menghirup udara kemerdekaan saat ini sebagian besar adalah generasi yang tidak merasakan langsung bagaimana berat dan pedihnya perjuangan merebut dan menegakkan kemerdekaan. Kita adalah generasi pewaris yang tinggal mengisi kemerdekaan, sementara para pahlawan dan pejuang kusuma bangsa telah berkorban dengan harta dan jiwanya demi tegaknya kemerdekaan ini, dan kebanyakan dari mereka justru tidak sempat menikmati alam kemerdekaan sebagaiman kita nikmati saat ini.

    Untuk itu sudah seharusnya kita berkewajiban untuk selalu mengenang dengan penuh kesyukuran akan jasa dan perjuangan mereka. Kesyukuran ini penting supaya kita tidak pernah lupa dengan sejarah sekaligus untuk menggelorakan spirit patriotisme kapada anak-anak bangsa dalam merawat NKRI. Mensyukuri jasa dan kebaikan para pejuang hakikatnya adalah mensyukuri nikmat Allah SWT sebagaimana sabda baginda Nabi Muhammad SAW:

    إن أشكرَ الناس لله عز وجل أشكرُهم للناس

    “Sesungguhnya manusia yang paling bersyukur kepada Allah adalah yang paling banyak bersyukur kepada sesamanya”.

    3. Wujud Nyata Mencintai Tanah Air

    Mencintai tanah air adalah naluri fitri manusia karena dari tanah manusia tercipta dan dari air serta udara yang dihirup manusia lahir, hidup dan tumbuh. Terdapat ungkapan dari para ulama:

    حب الوطن من الايمان

    “Mencintai tanah air adalah sebagian dari iman”.

    Pernyataan ini meskipun bukan dari Al Quran dan Hadis tapi kandungan makna dan pesan yang tersirat di dalamnya sejalan dengan ajaran Islam. Orang yang mencintai tanah air pasti akan merawat dan menjaganya dengan baik, dan dengan itu ia akan mampu menghadirkan kemaslahatan dan kesejahteraan kepada sesama, dan itu adalah tugas utama manusia sebagai khalifatullah fil ardl.

    Dalam konteks perjuangan kemerdekaan Indonesia, semboyan حب الوطن من الايمان bahkan digelorakan oleh para ulama dan kyai untuk memantik patriotisme umat Islam dalam melawan dan mengusir penjajah dari bumi pertiwi. Tercatat dalam sejarah, adalah Hadlaratus Syaikh KH. Hasyim Asya’ari, Rais Akbar Jamiyyah Nahdlatul Ulama kala itu yang menyerukan semboyan ini dan kemudian ditegaskan dengan Resolusi Jihad yang di antara pesan utamanya adalah kewajiban bagi umat Islam untuk jihad fi sabilillah, berperang melawan penjajah dan menegakkan kedaulatan dan kemerdekaan tanah air Indonesia. Dalam pandangan Islam, sebagaiamana dinyatakan oleh Prof. Dr. Quraish Shihab, bahwa mencintai tanah air kedudukannya dengan membela agama, hal ini diisyaratkan dalam Al-Quran surat Al Mumtahanah, ayat 8:

    لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

    “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.”

    Selain daripada itu, dalam faham Ahlussunnah waljamaah, hubungan agama dan negara haruslah bersifat simbiosisme mutualisme atau kebersalingan untuk menjaga, menopang dan memperkuat kedudukan satu dengan yang lain. Al Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al Ghozali menyatakan:

    اَلدِّيْنُ والْمُلْكُ تَوْأَمَانِ، فَالدِّيْنُ أَصْلٌ وَالسُّلْطَانُ حَارِسٌ، فَمَا لَا أَصْلَ لَهُ فَمَهْدُوْمٌ وَمَا لَا حَارِسَ لَهُ فَضَائِعٌ

    “Agama dan kekuasaan adalah saudara kembar. Agama adalah fondasi dan penguasa adalah penjaga. Sesuatu yang tidak ada fondasinya pasti mudah roboh dan sesuatu yang tidak ada penjaganya pasti cepat sirna”.

    Agama akan tumbuh bersemai di wilayah negara yang damai sebagaimana negara akan eksis dan diliputi keberkahan jika ditopang oleh spiritualitas dan ajaran agama yang kuat.

    Untuk itu, marilah kita ingatkan kembali kepada diri kita dan segenap tumpah darah indonesia agar menjadikan momentum peringatan kemedekaan Republik Indonesia dengan terus bersyukur melalui upaya kita semua merawat NKRI, menghargai keragaman dan kemajmukan warga bangsa serta terus memberikan doa kebaikan dan keberkahan bagi negeri Indonesia dan para pemimpinnya, kiranya Allah SWT senantiasa melindungi, memberkahi dan menjauhkan dari segala bencana, persetruan dan perpecahan terutama saat menghadapi tahun politik di mana rakyat Indonesia akan melaksanakan hajat konstitusinya, pesta demokrasi melalui pemilihan umum untuk memilih para pemimpinya. Aamiin.

    Oleh: Dr. KH. Ahmad Zayadi, M.Pd. (Direktur Penerangan Agama Islam, Kemenag RI)

    Pada hari yang mulia ini, marilah kita bersama-sama meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. dengan sebenar-benarnya takwa. Takwa adalah inti dari setiap ibadah, ruh dari setiap amal dan bekal terbaik menuju akhirat. Sebagaimana Firman Allah,

    وَتَزَوَّدُوْ فَاِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰىۖ

    Artinya: “Berbekallah kalian, dan sebaik baik bekal adalah taqwa.” (QS. Al-Baqarah: 197).

    Shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muḥammad SAW., sosok mulia yang telah memerdekan manusia dari penghambaan atas materi dan hawa nafsu kepada penghambaan kepada Ilāhī Rabbī.

    Kita saat ini telah memasuki bulan Agustus, bulan bersejarah bagi bangsa Indonesia. Bulan ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini adalah anugerah besar dari Allah SWT, hasil perjuangan panjang para pahlawan yang yang rela berkorban demi tegaknya kedaulatan dan martabat bangsa. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah An-Nahl ayat 53:

    وَمَا بِكُمْ مِّنْ نِّعْمَةٍ فَمِنَ اللّٰهِ ثُمَّ اِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فَاِلَيْهِ تَجْـئَرُوْنَۚ

    “Segala nikmat yang ada padamu (datangnya) dari Allah. Kemudian, apabila kamu ditimpa kemudaratan, kepada-Nyalah kamu meminta pertolongan.” (QS. An-Nahl: 53)

    Secara kebahasaan, kemerdekaan dalam bahasa Arab dikenal dengan kata al-istiqlāl (الاستقلال), yang bermakna negara-negara merdeka. Dalam konteks kebangsaan, istiqlāl mencerminkan kemerdekaan suatu bangsa dari segala bentuk dominasi, baik kolonialisme fisik maupun hegemoni budaya dan ekonomi.

    Sementara itu, dalam terminologi Islam, istiqlāl tidak berhenti pada kedaulatan semata, tetapi juga bermuara pada kesadaran kolektif untuk membangun peradaban yang merdeka dalam berpikir, berkarya, dan berakhlak. Inilah yang kemudian berkelindan dengan konsep al-ḥurriyyah (الحُرِّيَّة) atau kebebasan, yang lebih menekankan pada dimensi personal dan spiritual.

    Hurriyyah dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, tetapi kebebasan yang bertanggung jawab-bebas dari perbudakan hawa nafsu, tekanan struktural yang menindas, dan pemikiran yang membelenggu kebenaran. Dengan kata lain, istiqlāl adalah bentuk kebebasan kolektif dalam skala sosial dan kenegaraan, sementara hurriyyah adalah kebebasan internal yang membebaskan manusia untuk taat dan tunduk hanya kepada Allah SWT. Keduanya adalah fondasi utama dalam membangun bangsa yang tidak hanya maju secara lahiriah, tetapi juga diridhai oleh Allah secara batiniah.

    Ibnu ‘Āsyūr dalam kitab Maqāṣid al-Syarī’ah al-Islāmiyyah menjelaskan bahwa kebebasan memiliki dua sisi. Pertama, kebebasan dari perbudakan fisik, yaitu kemerdekaan dalam arti literal. Kedua, kebebasan dalam makna batiniah, yaitu kemampuan seseorang untuk mengatur hidupnya sendiri dengan sadar, tanpa tekanan dan paksaan.

    Syariat Islam sangat menjunjung tinggi prinsip kebebasan dalam banyak aspek. Islam menjamin kebebasan berkeyakinan (ḥurriyyah al-i’tiqād), kebebasan berbicara dan menyampaikan pendapat (ḥurriyyah al-aqwāl), kebebasan dalam belajar, mengajar, dan berkarya (ḥurriyyah al-‘ilmi wa at-ta’līm wa at-ta’līf), serta kebebasan dalam bekerja dan berwirausaha (ḥurriyyah al-a’māl). Semua bentuk kebebasan ini diarahkan bukan untuk membebaskan manusia dari nilai, tetapi justru untuk meneguhkan nilai-nilai luhur yang berlandaskan tauhid.

    Imam Asy-Syafi’i rahimahullah dalam kitab al-Umm menegaskan makna spiritual dari kebebasan dengan menyatakan:

    إِنَّ ٱلْـحُرِّيَّةَ ٱلْـحَقِيقِيَّةَ هِيَ ٱلتَّـحَرُّرُ مِنْ عُبُودِيَّةِ ٱلنَّفْسِ وَٱلشَّهَوَاتِ، وَٱلتَّوَجُّهُ ٱلْـكَامِلُ إِلَى ٱللّٰهِ وَحْدَهُ

    Artinya: “Sesungguhnya kemerdekaan yang hakiki adalah pembebasan diri dari perbudakan hawa nafsu dan syahwat, serta mengarahkan diri sepenuhnya kepada Allah semata.”

    Jamaah yang dimuliakan Allah,
    Kemerdekaan yang diraih harus diisi dengan semangat membangun bangsa yang maju dan diridhai Allah. Ikhtiar pertama adalah membangun peradaban berbasis ilmu. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah:

    وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ

    Artinya: “Berdirilah,” (kamu) berdirilah. Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat…” (QS. Al-Mujadalah: 11)

    Ilmu adalah fondasi dari kemajuan. Tiada bangsa yang mampu melangkah ke depan tanpa menjadikan ilmu sebagai pilar utama. Sejak wahyu pertama turun dengan kata Iqra’, Islam menempatkan ilmu pada posisi tertinggi dalam membentuk peradaban.

    Ikhtiar kedua adalah menegakkan akhlak kolektif dan etos kerja. Ini merupakan syarat transformasi sosial sebagaimana difirmankan Allah:

    إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ

    Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11)

    Perubahan besar dimulai dari perubahan kecil dalam diri dan lingkungan sekitar. Ini memerlukan kerja kolektif yang konsisten dan berkelanjutan. Allah juga berfirman:

    وَقُلِ ٱعْمَلُوا۟ فَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَٱلْمُؤْمِنُونَ

    “Katakanlah: Bekerjalah kamu, maka Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu….” (QS. At-Taubah: 105)

    Dari aspek moral, Rasulullah SAW bersabda:

    لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

    “Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    Mari kita isi kemerdekaan ini bukan hanya dengan perayaan simbolik, tetapi dengan tindakan nyata untuk semua orang, yakni upgrade ilmu dan keterampilan, meningkatkan produktivitas dan kualitas serta etos kerja; sekaligus tindakan kolektif yakni memelihara persatuan dan menanamkan nilai-nilai akhlak mulia.

    Pesan penting dari para pejuang kemerdekaan bangsa ini, ialah bahwa persatuan dan akhlak mulia ini harus di ikhtiarkan secara sungguh-sungguh. Persatuan, kemajuan bangsa, dan kemuliaan akhlak lahir dari kebersamaan, al-barokatu ma’al jamaah.

    Kemerdekaan adalah tanggung jawab, dan bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menjaga amanah itu. Kemerdekaan juga menjadi modal bagi Warga Negara Indonesia untuk terus melestarikan jejak kebaikan dari para pendiri bangsa dan para pendahulu untuk terus membangun kerukunan demi terwujudnya kebaikan bersama, mewujudkan al-maslahah al-ammah.

    Semoga Indonesia menjadi bangsa yang tidak hanya unggul dalam teknologi dan ekonomi, tetapi juga menjadi بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ yakni negeri yang baik dalam tatanan nilai, sistem, dan arah peradabannya serta mendapatkan limpahan ampunan dan keridhaan dari Allah SWT.

    Wallahu a’lam.

    (hnh/inf)



    Sumber : www.detik.com