Category Archives: Tips Properti

Cara Mudah Cegah Jamur di Lemari Kayu, Bisa dengan Bahan Alami


Jakarta

Lemari kayu sudah menjadi andalan masyarakat Indonesia untuk menyimpan berbagai macam pakaian hingga barang-barang berharga.

Bukan karena daya tahan bebannya saja, lemari pakaian berbahan kayu juga memiliki nilai estetiknya tersendiri. Biasanya lemari kayu dibuat dengan ukiran-ukiran khas yang akan membuat kamar kita terlihat jauh lebih cantik.

Namun sayangnya, lemari pakaian berbahan kayu juga memiliki kekurangannya tersendiri. Lemari pakaian yang berbahan kayu cenderung akan mengundang jamur dan lumut untuk tumbuh di dalamnya.


Hal ini sering membuat kita khawatir pakaian yang kita simpan di dalamnya juga akan ditumbuhi oleh jamur yang akan membuat kulit tubuh kita terasa gatal, bahkan bisa menimbulkan alergi.

Lalu, sebenarnya apa saja sih alasan yang membuat jamur bisa tumbuh di dalam lemari?

Alasan Jamur Tumbuh di Dalam Lemari Kayu

Dikutip dari online-bedrooms.co.uk, tumbuhnya jamur di dalam lemari biasanya disebabkan oleh tingkat kelembaban yang tinggi di dalam lemari tersebut.

Umumnya hal ini terjadi ketika suhu di dalam rumah kamu lebih tinggi dibandingkan dengan suhu di luar rumah, hal ini bisa mengakibatkan terjadinya kondensasi yang nantinya bisa menempel pada dinding lemari. Kondensasi inilah yang akan menjadi penyebab dinding lemari kamu lembab dan mudah untuk ditumbuhi jamur.

Tapi kamu tidak perlu khawatir, masalah seperti ini sebenarnya bisa dicegah dengan beberapa langkah mudah. Selain itu, ada juga beberapa bahan alami yang bisa digunakan untuk mencegah lemari kamu ditumbuhi jamur.

Cara Mudah Cegah Jamur Tumbuh di Lemari

1. Buat Ventilasi Pada Lemari

Cara yang pertama adalah dengan membuat ventilasi udara pada lemari kamu. Dengan ini lemari akan mendapatkan akses aliran udara segar, sehingga tingkat kelembaban di dalam lemari tersebut berkurang.

2. Tata Rapi Pakaian

Bila kamu memiliki banyak pakaian, ada baiknya bila kamu menata pakaian tersebut supaya tidak menumpuk pada satu tempat. Bila ruangan pada lemari tersebut terlalu penuh, aliran udara akan menjadi terhalang sehingga lemari akan menjadi lembab.

3. Gunakan Penyedot Debu

Rutin membersihkan bagian dalam lemari dengan penyedot debu bisa membantu mengurangi kemungkinan tumbuh dan menyebarnya spora jamur pada lemari pakaian kamu.

4. Atur Suhu Ruangan

Jamur sangat mudah untuk tumbuh pada lingkungan dingin yang lembab. Maka dari itu, alangkah baiknya bila kamu mengatur suhu ruangan rumah kamu sesuai dengan kondisi cuaca, sehingga tidak terjadi kondensasi yang akan membuat ruangan menjadi lembab.

5. Jaga Tingkat Kelembaban Ruangan

Jaga tingkat kelembaban pada rumah kamu tetap berada pada angka 40% – 60%, tujuannya agar mengurangi kemungkinan terjadinya penumbuhan jamur pada furnitur kayu di dalam rumah kamu.

6. Buka Jendela Kamar Secara Rutin

Membuka jendela rumah kamu, khususnya ruangan kamar tempat lemari kayu tersebut berada bisa membantu mengurangi tingkat kelembaban. Membuka jendela pada siang hari bisa memberikan hasil setara dengan memasang dehumidifier.

7. Cek Kebocoran

Bila kamar tidur kamu bersebelahan dengan kamar mandi, kamu wajib untuk mengecek bagian dinding yang mengarah ke kamar mandi tersebut, terutama bila lemari yang kamu pasang tepat berada di dinding yang mengarah ke kamar mandi tersebut.

Bila tembok tersebut terjadi kebocoran atau rembesan air, ada kemungkinan air tersebut membasahi lemari pakaian kamu yang nantinya akan membuat jamur tumbuh di lemari tersebut.

Nah, selain dengan cara di atas, ada juga bahan alami yang bisa kamu gunakan untuk mengurangi tingkat kelembaban pada lemari kamu. Berikut contoh bahan dan cara menggunakannya.

8. Pastikan Pakaian Kering Sebelum Disimpan

Bahaya jadinya ketika kamu terlalu cepat menyimpan pakaian yang baru saja dicuci. Pakaian yang masih sedikit lembab bisa menyebabkan udara di dalam lemari menjadi lembab. Maka dari itu, kamu wajib untuk memastikan agar pakaian yang masuk ke dalam lemari kamu sudah dalam keadaan kering.

Bahan Alami Untuk Mencegah Jamur Pada Lemari

1. Cuka Putih

Bahan alami yang pertama adalah cuka putih. Cuka putih bisa mencegah bahkan hingga membasmi jamur yang sudah tumbuh pada lemari kamu. Cara menggunakannya ada 2, diantaranya yaitu.

Disemprotkan

Cara yang pertama yaitu dengan menyemprotkan atau mengelap permukaan lemari dengan campuran cuka putih dan air suling, tentunya kamu harus pastikan lemari tersebut sudah dikosongkan dahulu isinya.

Campurkan Pada Cucian

Ketika kamu mencuci baju, kamu bisa menambahkan ¼ cup cuka putih ke dalam mesin cuci. Cuka ini nantinya akan berfungsi sebagai pencegah pertumbuhan jamur ketika pakaian disimpan di lemari.

2. Baking Soda

Bukan hanya untuk membersihkan noda saja, baking soda juga bisa menyerap cairan pada udara. Menjadikan baking soda sangat cocok digunakan untuk mengurangi tingkat kelembaban pada lemari kamu.

Caranya cukup dengan meletakkan semangkuk baking soda di dalam lemari kamu.

3. Beras

Beras sudah sangat sering dipercaya masyarakat Indonesia untuk mengeringkan alat elektronik yang basah. Dan memang benar nyatanya bahwa beras memiliki kemampuan menyerap air yang baik.

Dengan ini, kamu bisa coba untuk meletakkan sekarung beras di dalam lemari kamu untuk mengurangi tingkat kelembapannya.

Itu dia cara mudah dan beberapa bahan alami yang bisa kamu gunakan untuk mencegah tumbuhnya jamur pada lemari kayu di rumahmu. Semoga bermanfaat!

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

Tips Basmi dan Cegah Bau Apek di Lemari Kayu


Jakarta

Lemari pakaian adalah salah satu furnitur yang jarang sekali diperhatikan atau dirawat di dalam rumah kita. Alasannya memang karena jarang ada aktivitas berlebih di dalam lemari pakaian ini selain untuk mengambil atau menyimpan pakaian. Namun, hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa lemari pakaian juga membutuhkan perawatan khusus.

Seiring berjalannya waktu, lemari pakaian akan menumpuk aroma kurang sedap, masyarakat Indonesia sering menyebut aroma ini dengan sebutan “bau apek”.

Tentunya kamu tidak mau kan, baju yang sudah susah payah kamu cuci hingga wangi lalu disimpan pada lemari yang bau apek?


Dikutip dari lenor.co.uk, bau apek ini bisa ditimbulkan oleh berbagai alasan, salah satunya adalah sirkulasi udara yang tidak lancar. Ketika lemari tertutup lama tanpa adanya sirkulasi udara, lemari akan menjadi lembab dan menimbulkan bau tidak sedap.

Maka dari itu, penting bagi kamu untuk menjaga aliran udara di dalam lemari kamu supaya tidak terjadi bau apek di dalam lemari pakaian kamu.

Nah, bagi kamu yang lemari pakaiannya sudah terlanjur bau apek, kamu tidak perlu khawatir. Di bawah ini ada beberapa cara yang bisa kamu ikuti untuk membasmi bau apek di dalam lemari pakaian kamu.

Tips Ampuh Basmi Bau Apek di Dalam Lemari

1. Keluarkan Isi lemari

Cara yang pertama adalah dengan mengeluarkan semua isi di dalam lemari kamu, lalu cek apakah pakaian di dalam lemari tersebut sudah menyerap bau apek lemari atau belum.

Bila pakaian tersebut sudah bau, kamu harus segera untuk memisahkannya dan mencucinya kembali.

2. Cek Sumber Bau

Setelah lemari kosong, selanjutnya kamu cek menyeluruh bagian dalam lemari tersebut. Cek bagian-bagian yang berpotensi menjadi sumber bau apek tersebut, seperti area yang berjamur atau lembab.

Bila kamu menemukan area yang berjamur, cobalah untuk mencari cara membersihkannya sesuai dengan bahan lemari kamu.

3. Gunakan Penyedot Debu

Setelah bagian yang berjamur dibersihkan, selanjutnya kamu perlu untuk membersihkan semua bagian dalam lemari tersebut dengan penyedot debu. Terutama pada laci dan bagian dari lemari tersebut.

4. Gunakan Cuka Putih

Setelah lemari selesai dibersihkan, selanjutnya kamu bisa menyemprotkan atau membasahi bagian dalam lemari tersebut dengan campuran dari cuka putih dan air hangat. Gunanya adalah untuk menghilangkan sisa bau apek yang masih tersisa di dalam lemari tersebut.

5. Biarkan Terbuka

Setelah selesai menyemprotkan air cuka, selanjutnya kamu harus membiarkan lemari tersebut dalam keadaan terbuka lebar selama beberapa hari. Tujuannya adalah untuk memberikan aliran udara segar dan mengeluarkan semua bau apek yang tersisa.

6. Letakkan Baking Soda di Dalam Lemari

Bila setelah beberapa hari bau apek tersebut masih tersisa, kamu bisa coba untuk meletakkan semangkuk baking soda ke dalam lemari tersebut, lalu tutup dan biarkan semalaman.

Kamu bisa coba ulangi langkah ini hingga bau apeknya hilang secara menyeluruh.

Nah setelah lemari kamu sudah terbebas dari bau apek, ada juga nih cara untuk membuat lemari kamu jadi lebih tahan dari bau apek. berikut caranya.

Cara Cegah Lemari Pakaian Agar Tidak Bau Apek

1. Berikan Ruang yang Cukup

Salah satu alasan lemari menjadi bau apek adalah karena aliran udara yang tidak baik. Maka dari itu, kamu perlu untuk menata isi di dalam lemari supaya tidak terlalu padat.

2. Simpan Baju yang Jarang Terpakai

Bila pakaian kamu terlalu banyak, cobalah untuk menyimpan beberapa pakaian yang jarang dipakai ke dalam vacuumed bag (tas kedap udara)

3. Masukkan Sepatu pada Kotaknya

Bila kamu tipe orang yang menyimpan sepatu pada lemari, alangkah baiknya bila kamu menyimpannya pada kotak sepatunya tersendiri atau memasukkannya pada wadah khusus.

4. Gunakan Pengharum Lemari

Cobalah untuk menggunakan produk pengharum lemari, atau kamu juga bisa membuat pengharum sendiri semacam kantong potpourri. Pengharum ini bisa mencegah timbulnya bau apek pada lemari.

Nah itu dia beberapa tips untuk membasmi serta mencegah bau apek di dalam lemari pakaian kamu. Kedepannya jangan sampai lupa untuk merawat lemari pakaianmu ya!

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

Penyebab, Pencegahan dan Cara Basminya


Jakarta

Lemari kayu adalah salah satu furnitur yang umum ada di rumah masyarakat Indonesia. Bahan kayu masih sering dijadikan andalan masyarakat Indonesia ketika membeli sebuah furnitur, khususnya lemari.

Bukan hanya karena kekokohannya saja, lemari berbahan kayu masih sering dipilih karena nilai estetiknya yang bisa membuat suasana rumah menjadi lebih elegan. Selain itu, lemari kayu juga sering dijual dengan desain ukiran yang khas dan cantik.

Namun sayangnya, furnitur berbahan kayu seperti ini juga memiliki kelemahan fatal, yaitu sering dijadikan target serangan rayap.


Serangan rayap ini, selalu menjadi mimpi buruk kebanyakan orang, terutama bagi yang memiliki banyak furnitur berbahan kayu di ruamhnya. Masalahnya, furnitur berbahan kayu asli biasanya dijual dengan harga yang tidak murah.

Tentunya kamu tidak mau kan, bila lemari kayu yang sudah dibeli mahal langsung rusak hanya karena sekelompok rayap?

Nah, bagi kamu yang khawatir lemari kayu kamu dirusak oleh rayap, kamu harus simak cara mengenali tanda-tanda lemari kayu kamu sedang diserang oleh rayap, juga cara mencegah dan membasminya di bawah ini.

Tanda-Tanda Lemari Diserang Rayap

Dikutip dari 9reno.com, ada 4 tanda yang bisa dengan mudah kamu kenali ketika ada rayap yang sedang bersarang di lemari kayu kamu.

1. Kerusakan Pada Kayu

Bila kamu melihat ada lubang-lubang pada lemari kamu, besar kemungkinannya bahwa lemari tersebut sedang diserang oleh rayap.

Rayap selalu menggerogoti kayu dari bagian dalamnya, oleh karena itu, untuk memastikannya kamu bisa coba untuk mengetuk bagian kayu yang berlubang tersebut, bila suaranya nyaring, itu artinya kayu tersebut memiliki rongga di dalamnya yang kemungkinan besar disebabkan oleh rayap.

2. Banyak Residu Kayu/Frass

Frass adalah sebutan untuk residu kayu berbentuk bulat atau oval hasil dari aktivitas rayap pada sebuah kayu. Bila kamu menemukan banyak frass di sekeliling lemari kayu kamu, itu artinya lemari kamu sedang diserang oleh rayap.

3. Jalur Tanah

Rayap biasanya membuat sebuah terowongan yang terbuat dari tanah sebagai sarana transportasi mereka. Bila kamu melihat ada sebuah jalur tanah yang mengarah ke lemari kamu, itu artinya rayap sudah berhasil menembus lemari kayu kamu.

4. Banyak Sayap Berserakan

Rayap sering memutuskan sayapnya ketika ingin membuat sarang di sebuah tempat. Bila kamu menemukan banyak sayap rayap berserakan di sekitar lemari kamu, itu tandanya rayap tersebut sudah bersarang di lemari kamu.

Bila kamu menemukan adanya tanda-tanda tersebut pada lemari dan sekitarnya, kamu bisa coba untuk membasminya dengan cara berikut.

Cara Basmi Rayap dari Lemari Kayu

1. Termite Bait

Sistem termite bait adalah sistem berupa jebakan berisi pestisida untuk memancing rayap dan membunuhnya secara perlahan.

2. Pestisida

Seperti serangga lainnya, rayap juga bisa dibasmi oleh pestisida/insektisida

3. Panggil Tenaga Ahli

Bila kamu ragu untuk melakukannya sendiri kamu bisa coba untuk mengundang tenaga ahli untuk memberikan rekomendasi cara yang tepat dan ampuh untuk membasmi rayap tersebut.

Setelah lemari kayu kamu sudah terbebas dari rayap, kamu juga wajib untuk melakukan langkah pencegahan supaya rayap tersebut tidak kembali menyerang. Berikut cara yang bisa kamu lakukan untuk mencegah rayap kembali menyerang lemari atau furnitur kayu di rumahmu.

Cara Cegah Rayap Serang Lemari Kayu

1. Jaga Lemari Tetap Kering

Rayap sangat tertarik dengan lingkungan yang lembab. Oleh karena itu, kamu perlu untuk memastikan bahwa lemari kamu selalu dalam keadaan kering dan memiliki sirkulasi udara yang baik.

2. Lakukan Pengecekan Rutin

Selalu pastikan agar seisi rumah kamu terhindar dari tanda-tanda serangan rayap.

3. Tambal Retakan

Retakan atau lubang pada rumah kamu bisa jadi tempat akses masuk rayap dari luar rumah. Maka dari itu, penting bagi kamu untuk selalu memastikan bahwa rumah kamu terbebas dari retakan tempat akses masuk rayap.

4. Gunakan Bahan Anti Rayap

Cara yang terakhir tentunya dengan memilih lemari kayu yang sudah dilapisi dengan bahan anti rayap.

Itu dia beberapa cara mengenali tanda rayap masuk rumah beserta cara mencegah dan membasminya. Semoga bermanfaat!

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

Cara Membersihkan Rambut Rontok di Lantai hingga Kamar Mandi



Jakarta

Setiap rumah pasti pernah mengalami hal yang sama yakni helaian rambut rontok jatuh dimana-mana. Biasanya helaian ini banyak ditemukan di kamar mandi, lantai, kasur, atau sofa. Jika satu atau dua masih bisa dibersihkan dengan cara diambil, tetapi jika jumlahnya banyak, gimana cara membersihkannya?

Helaian rambut yang jatuh dan menempel di berbagai sudut rumah tentu mengganggu estetika rumah. Seperti melihat debu yang menggumpal, tentu helaian rambut itu perlu dibuang. Selain itu, gumpalan rambut yang rontok di kamar mandi apabila masuk ke saluran air dapat menyebabkan penyumbatan.

Memang penting menjaga kesehatan rambut agar kuat dan tidak mudah rontok. Namun jika terus rontok, melansir dari Apartment Therapy, Rabu (15/5/2024), begini cara membersihkan helaian rambut rontok yang berceceran di rumah.


1. Rambut Rontok di Area Kering di Rumah

Jika helaian rambut yang rontok tersebar dimana-mana, kamu bisa menggunakan sapu kemudian diarahkan ke satu tempat yang sama, baru dibuang. Jika helaian banyak ditemukan di bahan tekstil, seperti sprei atau sofa, kamu bisa bersihkan dengan sapu lidi terlebih dahulu.

Namun, jika kamu memiliki alat penyedot debu, itu lebih instan karena rambut langsung bisa dibersihkan tanpa mengotori tangan. Penyedot debu juga cocok untuk membersihkan debu atau helaian rambut rontok di bahan tekstil yang lembut atau perabotan yang keras.

2. Rambut Rontok di Kamar Mandi

Membersihkan rambut di kamar mandi tidak begitu susah, bahkan kamu bisa mencegahnya juga. Saat kamu hendak mandi dan tidak mau keramas, kamu bisa menutup kepala dengan penutup rambut berjaring.

Jika ingin keramas, kamu bisa sisir rambut terlebih dahulu. Cara ini bisa mengurangi jumlah rambut yang rontok. Lalu, tutup lubang saluran air selama mandi agar tidak masuk ke saluran air. Kumpulkan dan buang setelah mandi. Kamu juga bisa menggunakan plastik saat mengambil rambut yang tersangkut di saluran air.

Setelah itu bersihkan juga bagian penutup saluran air kamar mandi dengan soda kue agar tidak berlumut. Biasanya rambut yang rontok sehabis dikeramas mengandung sabun.
Campurkan secangkir soda kue dengan secangkir cuka. Tuang ke area saluran air. Tunggu selama 15-20 menit lalu bilas dengan air hangat untuk membersihkan kotoran yang tertinggal. Hindari penggunaan cairan pembersih yang mengandung asam sulfat karena akan menyebabkan kerusakan pada saluran air.

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

Jangan Simpan 13 Barang Ini di Dalam Kulkas! Simak Cara yang Benar


Jakarta

Kulkas biasa dipakai untuk menyimpan makanan agar lebih awet. Namun, beberapa makanan justru tidak boleh disimpan di dalam kulkas karena akan merusak kualitasnya.

Dalam artikel ini, kita akan ulas 13 barang yang tidak boleh disimpan ke dalam kulkas. Ketahui juga bagaimana cara menyimpan barang tersebut dengan benar.

Bahan Makanan yang Tidak Boleh Disimpan di Kulkas

Dirangkum dari situs Homes and Gardens, Good Housekeeping, dan Southern Living, berikut ini 13 benda (bahan makanan) yang tidak boleh disimpan di dalam kulkas:


1. Telur

Saat membeli telur di pasar maupun di supermarket, telur tidak pernah ditempatkan di dalam kulkas. Ini adalah cara yang benar.

Tetapi sebagian orang membawanya pulang dan segera menyimpannya ke dalam kulkas agar awet. Cara menyimpan telur yang benar dan aman adalah dengan meletakkannya di suhu ruangan yang sejuk.

2. Madu

Madu sudah mengandung pengawet alami, sehingga tidak perlu disimpan di kulkas agar awet. Jika disimpan di dalam kulkas, madu justru akan mengeras dan sulit dioleskan atau dituang.

Suhu dingin menyebabkan madu lebih cepat mengkristal. Cukup simpan madu di suhu ruangan yang teduh dan sejuk.

3. Cake

Cake atau kue bisa disimpan di wadah kedap udara selama tiga hari. Kecuali kue tersebut memiliki isian krim atau krim keju asli atau lapisan gula, simpanlah ke dalam lemari es.

4. Minyak

Mungkin sudah banyak yang tahu mengenai hal ini. Minyak tidak boleh disimpan di dalam kulkas, termasuk minyak sayur, minyak zaitun, dan sebagainya.

Efeknya tentu bisa dengan cepat terlihat karena minyak segera mengental di suhu dingin. Simpanlah minyak di tempat yang sejuk dan tidak terpapar cahaya matahari.

5. Roti dan Pisang

Pendiri perusahaan penataan dan pengorganisasian The Simplified Island, Caroline Roberts, mengatakan roti dan pisang tidak baik disimpan di kulkas.

“Roti akan mengering jika disimpan di kulkas, dan pisang akan menghitam. Meskipun pisangnya masih bisa dimakan, tapi terlihat sangat kotor,” ungkapnya.

Simpanlah pisang yang belum dikupas di suhu ruangan. Atau jika memang ingin mengawetkan, kupas pisang dan simpanlah ke dalam freezer agar membeku. Sedangkan roti, simpanlah dalam kondisi tertutup dan berada di suhu sejuk.

6. Kopi

Pendiri Home Bar Select, Aaron Jerez, menyebut kopi tidak perlu disimpan di kulkas. Suhu dingin kulkas justru akan menyebabkan rasa kopi menjadi basi. Simpan kopi di wadah kedap udara pada suhu kamar.

7. Bawang Merah dan Bawang Putih

Bawang merah dan bawang putih membutuhkan tempat penyimpanan dengan sirkulasi udara yang baik, sehingga jangan menyimpannya di dalam kulkas. Kecuali jika bawang tersebut sudah dipotong atau dihaluskan, maka simpanlah di dalam kulkas.

8. Paprika, Mentimun, dan Tomat

Paprika, mentimun, dan tomat termasuk jenis barang yang tidak perlu disimpan di dalam kulkas karena kualitasnya bisa menurun, bahkan hilang.

Hal ini dijelaskan oleh direktur rantai pasokan makanan, ritel, dan FMCG di British Standards Institution, Neil Coole.

“Saat disimpan di kulkas, mereka sering kali kehilangan rasa, dan kualitasnya secara keseluruhan. Sebaiknya menyimpan barang-barang ini pada suhu kamar untuk mendapatkan rasa terbaik dan nutrisi terbanyak,” katanya.

9. Acar

Acar termasuk makanan yang difermentasi. Suhu ruangan membuat makanan ini memiliki cita rasa segar. Jadi tidak perlu lagi menyimpan acara di dalam kulkas, ya!

10. Alpukat

Ahli gizi dari The Candida Diet, Lisa Richards, mengingatkan agar tidak menyimpan alpukat di dalam kulkas, terlebih jika alpukat masih belum matang.

Hal ini akan mempengaruhi tekstur dan rasanya. Suhu dingin juga bisa memperlambat proses pematangan dan membuat daging menjadi keras, bahkan menjadi tidak bisa dimakan. Cukup taruh saja alpukat pada suhu ruangan.

11. Labu, Ubi, dan Terong (Sweet Potato)

Labu, terong, dan ubi akan lebih baik jika disimpan di suhu ruangan karena bisa memberikan kelembapan alami, sehingga ubi tetap keras. Ini sekaligus meminimalkan perkecambahan dan pembusukan dari jenis bahan makanan ini.

12. Buah yang Masih Perlu Dimatangkan

Jangan menyimpan buah yang belum matang di dalam kulkas karena akan memperlambat prosesnya. Kalian bisa menunggu buah sampai matang dengan menaruhnya di meja dengan suhu ruangan.

13. Sayuran yang Tidak Boleh Disimpan di Kulkas

Selain yang sudah di atas, ada sejumlah sayur yang tidak boleh disimpan di dalam kulkas, antara lain kentang dan bawang bombay. Simpanlah di suhu ruangan.

Itulah tadi 13 barang yang tidak boleh disimpan di dalam kulkas karena bisa menurunkan kualitasnya. Cukup simpan di ruang dengan suhu sejuk dan tidak terpapar sinar matahari.

(bai/inf)



Sumber : www.detik.com

10 Benda di Rumah Ini Sebaiknya Jangan Dicat! Bisa Bahaya


Jakarta

Mengecat sering kali dilakukan agar suatu benda menjadi lebih cantik dan menarik. Namun tidak semua benda bisa dicat dengan sembarangan.

Mengecat benda tertentu justru bisa mengurangi nilai estetikanya. Bahkan sebagian benda jika dicat akan membahayakan kesehatan.

Apa saja benda tersebut? Simak 10 benda di rumah yang sebaiknya tidak dicat berikut ini.


10 Benda di Rumah yang Sebaiknya Tidak Dicat

Dirangkum dari situs Better Homes & Gardens, Southern Living, dan Real Simple, berikut ini 10 benda di rumah yang tidak boleh dicat:

1. Lantai Kayu

Lantai kayu jangan dicat sembarangan. Jika ingin tampak lebih baru atau menutup noda, pertimbangkan untuk mendatangkan seorang profesional. Orang berpengalaman pun harus tahu betul apa yang harus dilakukan sebelum mengecatnya.

Lantai kayu biasanya harus diamplas terlebih dahulu. Jika ada retakan, maka harus diisi dulu retakannya. Pertimbangkan pula jenis kayu dan warna yang cocok agar tidak mengurangi estetikanya.

2. Ubin

Jika ingin mengubah warna ubin, bukan dengan cara mengecatnya! Bagaimana pun, hasilnya tidak akan terlihat bagus. Bahkan akan terlihat murahan. Jika hanya memiliki anggaran terbatas, pertimbangkan untuk menempel backsplash peel-and-stick.

3. Peralatan Makan

Beberapa peralatan makan seperti piring, mangkuk, atau cangkir, mungkin akan terlihat kusam setelah sekian lama. Tapi jangan coba-coba mengecatnya dengan jenis cat apapun agar terlihat baru.

Hal ini justru bisa menjadi racun jika peralatan tersebut digunakan untuk makan dan minum. Bahkan produsen alat makan pun harus menggunakan bahan yang aman agar pewarnanya tidak membahayakan konsumen.

4. Peralatan Memasak

Sama seperti peralatan makan, jangan sembarangan mengecat peralatan memasak. Bahkan hal ini lebih berbahaya karena peralatan memasak kerap terpapar suhu tinggi. Cat bisa mengeluarkan asap yang mencemari makanan dan menjadi racun.

5. Barang Elektronik

Barang elektronik seperti kulkas, oven, kompor, dan mesin cuci, tidak boleh dicat! Cat bisa merusak perangkat elektronik. Kerusakan tersebut seperti menjadi aus, mudah pecah, membuat bagian luarnya mengelupas.

6. Perabot Kulit dan Kain

Selanjutnya, benda di rumah yang sebaiknya tidak dicat adalah perabot dengan bahan kulit dan kain. Cat bisa membuat tekstur menjadi kasar dan menjadi kaku. Kamu bisa melapisinya atau mengganti permukaannya dengan bahan yang cocok.

7. Engsel dan Gagang Pintu

Engsel dan gagang pintu biasanya terbuat dari bahan logam. Jika benda ini dicat, maka kemungkinan akan mengurangi fungsinya, seperti terasa lengket atau bahkan tidak bisa diputar.

Jika memang harus mengecat, kamu harus melepas komponennya dan mengecat satu per satu. Biarkan mengering terlebih dahulu, baru kemudian pasang kembali komponennya.

8. Detektor Asap dan Karbon Monoksida

Di rumahmu mungkin ada detektor asap dan karbon monoksida untuk mencegah kebakaran atau gas beracun. Alat ini tidak boleh dicat! Mengecat alat ini bisa menghalangi sensornya bekerja, sehingga tidak lagi efektif digunakan.

9. Trim Kayu Alami

Trim kayu akan tetap cantik jika dibuat alami. Tambahan cat justru akan merusak keindahan serat alaminya. Tapi jika ingin membuat penampilannya menjadi baru, gunakanlah plitur atau pernis agar serat kayunya masih terlihat.

10. Barang Antik

Barang-barang antik memiliki nilai tinggi karena keotentikannya. Jika kamu mengecatnya, maka barang antik ini akan kehilangan nilainya. Orang mungkin akan mengira barang tersebut adalah barang baru dan tidak memiliki nilai historis.

Itulah tadi 10 benda di rumah yang sebaiknya jangan dicat. Pertimbangkan lagi cara lainnya, karena mengecat benda-benda tersebut bisa menurunkan nilainya, atau bahkan membahayakan kesehatan.

(bai/inf)



Sumber : www.detik.com

Agar Wastafel Dapur Nggak Cepet Bau, Harus Pakai Pipa Jenis Apa?


Jakarta

Menjaga kebersihan dan merawat saluran air di rumah sangat penting agar wastafel dapur tidak cepat bau. Biasanya bau disebabkan saluran air di rumah mampet sehingga kotoran mengendap dan tidak terbuang dengan baik. Maka dari itu, pemilihan jenis pipa penting untuk wastafel dapur, salah satu yang disarankan adalah berbentuk pipa P Trap.

Pipa P trap adalah saluran pembuangan air di bawah wastafel dapur. Bentuknya berbeda dengan lengkungan pipa biasa karena pipa P trap, lengkungannya hanya di bagian depan lalu kemudian lurus. Ternyata bentuknya ini banyak kegunaannya untuk saluran air di rumah.

Dikutip dari Housing.com, Selasa (15/5/2024), berikut beberapa fungsi pipa P trap pada wastafel dapur.


1. Mencegah Gas Masuk ke Rumah

Setiap lubang di rumah, terutama saluran pembuangan dapat menimbulkan gas yang tidak bagus untuk kesehatan. Mulai dari sakit kepala, pusing, dan masalah kesehatan lainnya.

Dengan pipa P trap yang bentuknya lurus, melengkung, kemudian lurus lagi, dapat mengunci gas saluran pembuangan di dalam pipa.

2. Mencegah Penyumbatan Pipa

Biasanya saat mencuci bahan makanan atau alat masak dan makan, ada sisa makanan atau benda keras masuk ke saluran air. Dengan pipa P trap, kotoran tersebut dapat dibuang sehingga tidak menyebabkan penyumbatan pada pipa.

3. Tidak Menimbulkan Bau Tidak Sedap

Bau sedap biasanya muncul karena ada pengendapan di dalam pipa atau kebocoran gas saluran pembuangan. Asal pemasangan pipa P trap benar dan tidak ada kebocoran, bau tidak sedap tidak akan pernah tercium dari wastafel dapur.

Kekurangan Pipa P Trap

Meskipun pipa P trap kegunaannya cukup bagus, tetapi apabila tidak dirawat atau pemasangannya tidak benar, bisa menyebabkan hal berikut.

1. Penyumbatan

Pipa P trap yang tersumbat biasanya karena ada kotoran atau benda asing yang menumpuk. Bisa dari rambut, sisa sabun, atau sisa makanan. Meskipun pipa P trap memiliki aliran untuk membuang benda padat, tetapi sebaiknya jangan langsung dibuang ke saluran.

Jika pipa sudah tersumbat kamu bisa menggunakan penyedot atau membongkar pipa P trap untuk dibersihkan.

2. Korosi

Air bisa menyebabkan korosi pada logam apalagi yang sudah tercampur sabun dan minyak. Maka dari itu, hindari pipa P trap berbahan baja. Ganti dengan jenis bahan seperti PVC atau tembaga. PVC permukaannya keras walaupun dari plastik sehingga tidak akan berkarat. Sementara itu, tembaga juga tahan terhadap karat.

3. Kebocoran

Kebocoran pada pipa P trap bisa disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya pemasangan yang kurang tepat, korosi pada pipa sehingga ada bagian yang rusak, atau pipa longgar.

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

Punya Gaji Rp 5-10 Juta di Jakarta, Mending Sewa atau Beli Rumah?



Jakarta

Memiliki penghasilan Rp 5-10 juta per bulan bisa dibilang cukup untuk tinggal di Jakarta. Namun, ada satu hal yang dilematis dari pendapatan tersebut, apakah lebih baik sewa atau membeli rumah?

Sebab, harga rumah di Jakarta bisa dibilang sangat mahal. Jika membeli rumah sesuai dengan budget yang ada serta ingin memiliki ukuran rumah yang cukup luas, bisa membeli di luar Jakarta.

Menurut Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho, apabila belum ada uang yang cukup untuk membeli rumah, sebaiknya menyewa hunian terlebih dahulu. Apalagi bagi para pekerja yang bekerja di tengah kota Jakarta, dengan menyewa hunian di dekat tempat kerja bisa menghemat ongkos transportasi dan masih bisa menabung untuk membeli rumah di kemudian hari.


“Rumah itu kan kebutuhan yang penting dan urgent, mau nggak mau harus dipenuhin. Ketika kita bekerja di suatu tempat, otomatis harus memiliki tempat tinggal. Misal kita belum mampu untuk membeli rumah ya pilihannya yang paling masuk akal adalah ngontrak dulu,” tuturnya kepada detikcom, Kamis (16/5/2024).

Apabila seorang warga memiliki gaji Rp 5-10 juta per bulan ingin membeli rumah, sebaiknya pastikan ia menetap di suatu tempat. Artinya, tidak akan direlokasi ke wilayah lain atau bepergian ke kota lain. Apabila pekerjaan seseorang mengharuskannya berpindah-pindah, sebaiknya menyewa hunian dibandingkan membeli rumah. Sebab, harga rumah di Jakarta yang terjangkau sekitar Rp 300-500 juta.

“Misalnya pengin cari rumah yang dekat dengan tempat kerja, itu mungkin di dalam gang sekalipun harganya sudah tembus Rp 500 (juta-an), itu di dalam gang. Di dalam gang itu mungkin yang cuma satu motor doang yang bisa lewat, mobil nggak bisa lewat,” tuturnya.

Menurutnya, apabila seseorang yang bekerja di Jakarta dengan gaji Rp 5-10 juta sudah berkomitmen ingin membeli rumah dengan harga yang terjangkau, pilihannya berada di pinggiran Jabodetabek.

“Contohnya Bogor, tapi nggak di tengah Kota Bogor. Mungkin daerah Citayam, itu juga bukan yang di dekat stasiun, agak menjauh dikit mungkin radius 2 km dari stasiun. Karena memang harganya sudah mahal daerah sana,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyebutkan bahwa untuk tinggal di Jakarta diperlukan uang atau pendapatan setidaknya Rp 5-10 juta.

“Setiap keluarga di Jakarta punya kemampuan keuangan minimal Rp 5 juta. Ideal tinggal di Jakarta itu harusnya (punya pendapatan) Rp 5-10 juta. Rp 15 juta lebih bagus,” kata Ahok dalam akun YouTube pribadinya, Panggil saya BTP, dikutip Kamis (16/5/2024).

Terkait pendapatan tersebut, menurutnya pemerintah harus bisa menjamin agar warga Jakarta setidaknya memiliki penghasilan sebesar Rp 5-10 juta. Ia berpendapat salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan pelatihan kepada warga Jakarta yang belum atau tidak memiliki pekerjaan. Dengan begitu mereka dapat lebih mandiri dan produktif sehingga mampu mencari nafkah sendiri.

(abr/zlf)



Sumber : www.detik.com

Menteri PU Era SBY Cerita Pengalaman Punya Rumah Pertama



Jakarta

Belakangan ini ramai perdebatan oleh generasi muda Indonesia di media sosial. Pasalnya, semakin ke sini pilihan untuk beli atau sewa rumah semakin beragam, hal tersebut menjadi perdebatan sengit di kalangan generasi muda Indonesia.

Dalam menentukan apakah harus beli atau sewa rumah, banyak pertimbangan yang perlu diperhatikan. Mulai dari kebutuhan, jarak tempat bekerja, harga pasaran rumah serta dengan besaran gaji yang didapat oleh generasi muda menjadikan kedua pilihan tersebut menjadi sulit untuk dipastikan.

Nah, bagi kamu yang masih bimbang apakah perlu untuk memiliki sebuah rumah. Kamu bisa simak cerita perjalanan Menteri PU Era SBY, Djoko Kirmanto di bawah ini.


Cerita Djoko Kirmanto Punya Rumah Pertama

Menteri Pekerjaan Umum (PU) pada era presiden Susilo Babang Yudhoyono, Djoko Kirmanto bercerita mengenai perjalanannya dalam memiliki sebuah rumah selama masa hidupnya ini.

Pada tahun 1980-an, ketika Djoko berumur 37 tahun, ia membeli tanah untuk pertama kalinya di Cinere Depok. Tanah tersebut masih kosong dan belum dibangun rumah. Ia mulai membangun rumah di tanah tersebut sekitar 10 tahun kemudian, pada tahun 1990 an.

Dalam proses pembangunannya tersebut, Djoko masih tinggal di rumah dinasnya. Rumah tersebut kemudian berhasil dibangun dan mulai ditempati oleh Djoko pada tahun 1994.

“Saya beli tanah ini tahun 80, saya lahir tahun 43. Tanahnya dibeli, tapi bangunnya tahun 90. Tapi rumah ini jadi dan mulai saya tinggali itu tahun 94,” Ujar Djoko kepada detikcom, Kamis (16/5/2024).

“Tahun 70 saya masuk PU, terus di kasih tugas di Sulawesi Selatan. Selama proses pembangunan rumah, saya tinggal di rumah PU, rumah dinas,” tambahnya

Sebelumnya, Djoko juga menceritakan bahwa ia juga sempat tinggal di rumah dinasnya yang berlokasi di jalan Dr. Cipto pada saat awal ia bekerja di PU. Rumahnya tersebut terbilang cukup jauh dari lokasinya bekerja.

“Waktu kerja di PU pertama kali saya sudah tunangan sama istri, saya tinggal di jalan Dr cipto. Pagi jam 6 harus sudah keluar dari rumah untuk naik bus, turun Blok M, lalu jalan kaki ke kantor. Lumayan jauh, tapi gapapa” Ujar Djoko.

Dalam kesempatan tersebut, Djoko juga menyampaikan bahwa memiliki rumah pribadi itu penting. Djoko menyebutkan bila kita sudah mempunyai rumah sendiri, hidup akan terasa lebih tenang.

“Kalau menurut saya, hatinya lebih tenang kalau punya rumah. Tapi mungkin nyewa pindah-pindah ada baiknya juga,” Jawab Djoko.

Ia juga menceritakan bahwa ia sangat ingin untuk memiliki rumah pribadinya sendiri pada saat a bekerja di PU.

“Tapi memang waktu saya dipindah ke Sulawesi Selatan, itu sebenarnya hanya mau mengejar supaya bisa pindah ke satu rumah. Karena disini kan saya hanya ngekos waktu masuk tahun 70 an itu. Ditambah saya juga harus cepat menikah karena sudah tunangan. jadi kalau pergi ke kantor itu sudah mikir, ah nanti mau ngontrak dimana,” ujar Djoko

“Jadi waktu saya dipanggil sama boss saya, kamu mau ditaruh di proyek nggak, ya sama langsung mau. Karena pikiran saya itu yang penting disana nanti ada tempat tinggal, ada kendaraan,” tambahnya.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

Nggak Cuma Buat Masak, Cuka Bisa Dipakai Buat Cuci Baju Lho! Begini Caranya


Jakarta

Cuka putih adalah salah satu senjata andalan di rumah berkat kegunaannya. Bukan hanya sebagai bahan olahan makanan saja, cuka putih juga bisa digunakan sebagai senjata pembersih noda membandel serta pengusir bau tidak sedap. Tidak sedikit yang menggunakan cuka putih untuk mencuci baju agar lebih bersih dan wangi.

Tapi tahukah kamu, sebenarnya mencampurkan cuka putih ketika mencuci baju juga bisa berpotensi merusak pakaian, bila kamu tidak paham cara pemakaiannya. Nah, agar kamu tidak salah ketika menggunakan cuka putih saat mencuci baju, simak caranya berikut ini.

Bolehkah Mencuci Baju dengan Larutan Cuka Putih?

Sebelum kita membahas cara menggunakannya, kamu harus tahu dulu apakah boleh menggunakan cuka putih untuk mencuci pakaian?


Dikutip dari Rd.com, penggunaan cuka putih dalam mencuci pakaian tentunya sangat diperbolehkan. Nyatanya, cuka putih adalah salah satu senjata yang digunakan di tempat pencucian professional. Biasanya cuka putih digunakan untuk mendapatkan hasil cucian yang lembut. Berbeda dengan cairan pelembut pakaian pada umumnya yang melapisi serat dari pakaian sehingga sulit terserap ke dalam pakaian.

Tidak hanya itu, cuka putih juga bisa menghilangkan bau menyengat dari pakaian kotor sehingga hasil dari cucian kamu akan terasa jauh lebih segar secara alami tanpa pewangi buatan. Jika ingin hasil seperti itu, kamu perlu menggunakan cuka putih suling, bukan cuka lainnya.

Cara Menggunakan Cuka Putih Untuk Mencuci Baju

Cuka putih dapat digunakan untuk 4 hal dalam mencuci baju, di antaranya untuk menghapus noda membandel, menghilangkan bau, melembutkan pakaian, dan untuk membuat pakaian menjadi lebih cerah. Keempatnya memiliki cara pencucian yang berbeda. Kamu bisa simak cara menggunakan cuka putih untuk mencuci baju di bawah ini.

1. Menggunakan Cuka Putih Untuk Menghilangkan Noda Membandel

– Basahkan bagian kotor yang ingin dibersihkan dengan air hangat. Pastikan kamu membasahkan baju dari bagian belakang noda, agar noda tidak menyebar ke bagian lain.

– Teteskan cuka putih suling pada bagian yang kotor secukupnya hingga semua bagian kotor tertutupi.

– Gosok perlahan menggunakan sikat lembut pakaian atau sikat gigi. Gunanya adalah untuk melembutkan noda agar mudah dibersihkan

– Setelah noda mulai pudar, teteskan sabun atau sabun cuci piring pada noda, lalu gosok kembali secara perlahan.

– Bilas dengan air hangat dari bagian belakang noda.

– Bila noda masih tersisa, ulangi hingga bersih.

– Setelah noda hilang dari pakaian, selanjutnya kamu bisa langsung mencucinya dengan mesin cuci seperti biasa.

2. Menggunakan Cuka Untuk Menghilangkan Bau Pakaian

– Isi mesin cuci dengan air hangat.

– Masukkan 1 – 2 cup cuka putih suling ke dalam mesin cuci, atau kamu juga bisa mengisinya saat di tengah proses pencucian.

– Kamu juga bisa menambahkan soda pencuci sebanyak 1 cup supaya pembersihan semakin maksimal.

– Selama pakaian tersebut tidak memiliki aturan khusus dalam mencucinya, sebaiknya cobalah untuk menggunakan air hangat pada periode pencucian pertama. Bila mesin kamu mempunyai mode ‘soak and cycle’ kamu juga bisa untuk menggunakannya.

– Setelah selesai, lanjutkan dengan pencucian kedua dengan menggunakan detergen yang biasa kamu pakai.

– Keringkan air pada pakaian dengan mesin cuci, lalu jemur hingga kering menyeluruh.

3. Menggunakan Cuka Untuk Melembutkan Pakaian

– Masukkan pakaian ke dalam mesin cuci, pastikan agar tidak terlalu penuh.

– Masukkan detergen secukupnya, lalu tambahkan ¼ cup cuka putih suling pada dispenser pelembut pakaian di mesin cuci kamu.

– Jalankan mesin cuci dengan pengaturan air dan suhu sesuai dengan aturan yang ada pada label pakaian yang kamu masukkan ke dalam mesin cuci.

– Setelah selesai, segera keringkan seperti biasanya.

4. Menggunakan Cuka Untuk Membuat Pakaian Lebih Cerah

– Bila mesin cuci kamu memiliki mode ‘soak and cycle’, gunakanlah mode tersebut.

– Masukkan 1 cup cuka putih ke dalam mesin cuci lalu tambahkan air hangat secukupnya. Selanjutnya, masukkan pakaian dan biarkan terendam selama 2 jam.

– Setelah 2 jam, jalankan mesin cuci dalam mode bilas.

– Setelah selesai, cuci pakaian tersebut menggunakan detergen seperti biasanya.

– Keringkan.

Nah selain itu, kamu juga bisa menggunakan air cuka suling ini untuk membersihkan mesin cuci lho. Tentunya langkah di atas tidak akan berhasil bila mesin cuci kamu kotor, maka dari itu kamu juga perlu membersihkan mesin cuci sebelum mencuci pakaian. Berikut langkahnya.

Cara Membersihkan Mesin Cuci dengan Cuka Putih

– Kosongkan mesin cuci.

– Masukkan 4 cup cuka putih suling langsung ke dalam mesin cuci.

– Bila mesin cuci kamu memiliki mode ‘clean washer’, kamu bisa coba untuk menggunakannya. Bila tidak ada, cukup jalankan mesin cuci dengan durasi terlama dengan air sepanas mungkin.

– Setelah selesai, buang residu air dan kotoran yang keluar. Lalu lepas bagian mesin cuci yang bisa dilepas, lalu lap dengan kain microfiber (termasuk bagian dalam, dan segel karetnya)

– Campurkan air cuka suling dengan air dengan perbandingan 1:1, lalu semprotkan ke bagian eksterior mesin cuci dan mengelapnya dengan kain microfiber.

Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Mencuci dengan Cuka

  1. Mencampurkannya dengan Chlorine Bleach atau pemutih berklorin: Karena akan menimbulkan gas beracun
  2. Mencampurkannya dengan Baking Soda: Kedua bahan ini nantinya akan saling menetralisir satu sama lain. Alhasil bahan ini tidak akan memberikan manfaat sama sekali
  3. Membersihkan Activewear atau pakaian olahraga: Cuka kurang baik untuk membersihkan kain fiber sintetis, seperti nilon dan elastane atau bahan spandex.

Itu dia beberapa tata cara yang baik dan benar saat mencuci pakaian dengan cuka, serta hal-hal yang harus dihindarinya. Semoga bermanfaat!

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com