Category Archives: Tips Properti

Tips Pilih Karpet untuk di Rumah: Jenis dan Ciri-cirinya


Jakarta

Memilih karpet untuk mendekorasi rumah tentunya tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Sebab, kualitas karpet bisa bermacam-macam.

Penggunaan karpet di rumah bisa sebagai dekorasi, peredam suara, tempat bersantai, hingga digunakan sebagai alas lantai supaya kaki tidak kedinginan. Maka dari itu, dari pemilihan bahan, ukuran, warna, harga, hingga ciri-ciri produk karpet yang baik perlu kamu pelajari sebelum membelinya.

Untuk kamu yang mau beli karpet, ayo simak ringkasan di bawah ini terlebih dahulu supaya kamu tidak salah beli.


Tipe Bahan Karpet dan Karakteristiknya

Dikutip dari familyhandyman.com, sebelum kamu membeli sebuah karpet, ada baiknya mempelajari jenis dan karakteristik dari sebuah karpet yang ingin dibeli terlebih dahulu, sehingga karpet yang kamu beli sesuai dengan kebutuhan kamu.

1. Karpet Nilon

Karpet berbahan nilon memiliki daya tahan yang paling tinggi di atas semua tipe karpet. Selain itu, perawatan karpet berbahan nilon juga cenderung lebih mudah. Oleh karena itu, karpet berbahan nilon sangat cocok digunakan pada tempat yang paling sering dipakai untuk beraktivitas.

Ciri karpet nilon yakni biasanya memiliki label “100% Mohawk Nylon” atau “100% Stainmaster Tactesse”

2. Karpet Triexta

Karpet triexta adalah karpet berbahan campuran poliester dengan serat jagung. Karpet ini memiliki daya tahan noda yang sangat baik, sehingga sangat cocok untuk digunakan sebagai tempat berolahraga, serta tempat bermain anak-anak dan hewan peliharaan.

3. Karpet Poliester

Karpet poliester memiliki karakter antinoda. Tidak hanya itu, karpet poliester juga memiliki tekstur yang sangat lembut dan terasa seperti produk mewah ketika menyentuh kulit kita.

Sayangnya, karpet jenis ini cenderung sulit untuk dibersihkan, mudah sobek, dan daya tahannya tidak begitu baik.

Karpet jenis ini lebih cocok untuk tempat yang jarang digunakan untuk beraktivitas, seperti kamar tidur.

4. Olefin (Polipropilena)

Karpet olefin memiliki keunggulan anti noda, berserat kuat dan tidak mudah luntur. Tidak hanya itu, harganya juga cenderung lebih murah. Namun sayangnya, daya tahan dari karpet ini kurang baik, ditambah desainnya yang unik ini membuat kotoran mudah masuk ke dalam karpet.

Biasanya karpet jenis ini digunakan pada tempat beraktivitas yang “bersih”, seperti ruang keluarga dan tempat bermain.

5. Saxony

Karpet saxony sangat cocok untuk digunakan pada ruang makan, ruang tamu, dan kamar tidur.

Sayangnya, karpet ini terkadang meninggalkan bekas aktivitas ketika tersentuh seperti jejak kaki. Oleh karena itu, karpet ini kurang cocok untuk area sibuk. Biasanya, jenis karpet saxony yang paling murah hanya bisa bertahan hingga 5 tahun.

Setelah kamu menentukan jenis karpet yang cocok, selanjutnya kamu bisa coba cek hal di bawah ini untuk menentukan apakah produk karpet tersebut baik atau buruk.

Cara Menentukan Kualitas Karpet yang Baik

1. Bobot Fiber Karpet

Pastikan Bobot Fiber Karpet di atas 1 Kg/m2.Semakin tinggi angka, semakin padat isi karpet dan semakin kuat pula daya tahan karpetnya.

2. Rating Kepadatan

Pastikan rating kepadatan karpet tersebut menyentuh angka 2.000. Kepadatan ini ditentukan oleh ketebalan serat dan seberapa rapat serat tersebut. Semakin tebal dan berat karpet, semakin baik kualitas karpetnya dan semakin kecil kemungkinannya untuk hancur.

Atau, cara paling mudahnya adalah dengan menekuk sampel karpet ke arah belakang, bila kamu bisa melihat dasar dari karpet tersebut dengan mudah, itu artinya karpet tersebut kurang baik dan akan mudah pipih.

3. BCF atau Staple?

Fiber karpet ada 2 jenis yaitu Bulked Continuous Filament (BCF) dan staple. Tipe fiber staple lebih mudah untuk rontok dibandingkan dengan BCF.

Walaupun kerontokan kecil ini tidak mempengaruhi daya tahan karpet, namun ini akan sangat mengganggu bila kamu ingin membersihkan karpet dengan penyedot debu. Ditambah, rontokan fiber ini bisa mengganggu orang yang memiliki alergi.

4. Minimal Garansi 10 Tahun untuk Retensi Tekstur

Hal ini akan menentukan seberapa lama karpet bisa kembali ke bentuk semula saat setelah digunakan untuk beraktivitas.

Itu dia beberapa ringkasan mengenai karakteristik dari jenis-jenis karpet dan cara untuk menentukan kualitas karpet yang baik. Semoga bermanfaat!

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Bingung Pilih Warna Karpet? Ini Solusinya


Jakarta

Memilih warna karpet yang tepat untuk dipasang di rumah pasti bikin kamu galau. Masalahnya, dalam memilih warna karpet yang tepat, ada banyak sekali hal yang perlu diperhatikan, seperti kondisi ruangan, pencahayaan, dan keserasian warna dengan lingkungan ruangan.

Contohnya, ruangan yang sering dijadikan tempat beraktivitas tentunya akan kurang cocok untuk dipasangi karpet berwarna cerah. Alasannya karena warna cerah cenderung mudah kotor.

Nah, oleh karena itu, kamu bisa coba ikuti rekomendasi warna karpet di bawah ini agar sesuai dengan kebutuhan kamu.


Warna Karpet Populer Sesuai dengan Mood dan Fungsinya

Dikutip dari The Spruce, Sabtu (25/5/2024), ada beberapa rekomendasi warna populer untuk karpet di rumah kamu. Pastikan juga fungsi dari warna ini cocok dengan apa yang kamu inginkan.

1. Warna Gelap

Warna gelap seperti hitam arang, abu-abu gelap, dan cokelat tua adalah warna gelap yang paling populer untuk karpet.

Tipe karpet berwarna gelap seperti ini sangat cocok untuk dipasang pada tempat beraktivitas keluarga dan pada hewan peliharaan. Alasannya karena warna ini sangat cocok untuk menyembunyikan noda dan selalu terlihat eksis.

2. Warna Cerah

Warna krem adalah warna cerah yang paling sering digunakan untuk karpet. Warna krem bisa membuat mood ruangan menjadi terasa hangat dan netral tergantung dengan tingkat kecerahannya.

Selain itu, semua tipe warna krem, seperti Ivory, off-white, dan stark white juga bisa menyembunyikan hampir dari kebanyakan noda ringan.

3. Warna Hangat Netral

Karpet dengan warna netral sangat digemari oleh kebanyakan orang. Saat ini, warna yang disukai adalah warna netral dengan kesan alami seperti warm gray atau krem cappuccino. Selain itu, ada warna netral hangat lainnya termasuk cokelat, krem, dan coklat.

Kebanyakan warna netral seperti ini sangat cocok bagi kamu yang ingin menghemat uang, karena biasanya warna netral seperti ini terhitung lebih tahan lama dibandingkan dengan tren warna cerah.

Selain itu, kamu juga bisa menambahkan aksesoris berwarna mencolok lainnya seperti bantal agar suasana ruangan terlihat lebih ceria.

4. Warna Sejuk

Warna sejuk yang paling populer adalah abu-abu. Namun belakangan ini ada warna baru lagi yaitu “greige”, warna hasil dari perpaduan antara abu-abu dan krem.

Tergantung dengan perpaduan karpet ini dengan seisi ruangan, warna abu-abu ini bisa memberikan mood ruangan yang sejuk ataupun hangat.

5. Warna Terang

Warna vibrant atau warna-warna terang seperti biru, hijau, pink, atau ungu akan sangat cocok untuk ruangan anak-anak.

Nah, itu dia beberapa warna populer yang bisa kamu jadikan perhitungan ketika memilih warna karpet. Semoga bermanfaat!

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

6 Langkah Mudah Membersihkan Langit-langit Rumah


Jakarta

Langit-langit rumah atau plafon sering kali dilewatkan ketika membersihkan rumah. Padahal, langit-langit yang bersih bakal membuat tampilan rumah lebih menarik.

Membersihkan langit-langit memang membutuhkan usaha lebih karena posisinya tinggi. Namun, sebaiknya kamu tetap merawat area rumah ini sekali-kali untuk menjaga pemandangan di dalam rumah.

Melansir dari The Spruce, Sabtu (15/5/2024) berikut ini cara mudah menjaga kebersihan langit-langit rumah. Tentunya dengan menggunakan tangga yang aman untuk meraih area tinggi ini.


Peralatan dan Perlengkapan

  • Kemoceng panjang
  • Penyedot debu dengan kepala sikat
  • Kain Mikrofiber
  • Roller Cat Tembok
  • Botol Semprotan
  • Cuka Putih Suling
  • Air
  • Sabun Cuci Piring
  • Pembersih Noda (opsional)

Cara Bersihkan Langit-langit Rumah

1. Bersihkan Debu

Awali dengan membersihkan langit-langit rumah dari debu. Kamu bisa menggunakan kemoceng bertongkat panjang atau penyedot debu dengan kepala sikat.

Bersihkan debu-debu dengan gerakan perlahan dan memanjang. Pastikan membersihkan langit-langit dari satu sisi ke sisi lainnya.

2. Bersihkan Sudut Langit-langit

Perhatikan ujung dan bagian pinggir langit-langit karena rawan terjadi penumpukan debu. Kamu bisa menggunakan kain mikrofiber kering untuk mengelap area ini.

Usahakan menghilangkan debu sebanyak mungkin agar tidak menyebar ke seluruh langit-langit.

3. Semprotkan Cairan Pembersih

Kamu boleh menggunakan cairan pembersih buatan sendiri dengan mencampurkan 2 gelas air hangat, ΒΌ gelas cuka putih suling, dan 1 sendok makan sabun cuci piring. Tuang cairan ini ke dalam botol semprotan.

Lalu, semprotkan cairan ini ke seluruh permukaan langit-langit secara merata. Namun, jangan sampai plafon terlalu basah.

4. Menggosok Langit-langit dengan Lembut

Kemudian, gunakan roller cat tembok bertongkat panjang pada seluruh plafon. Pastikan roller ini bersih dan membersihkan seluruh permukaan secara merata. Kerjakan secara perlahan dan merata, karena ini berfungsi sebagai penggosokan lembut.

5. Keringkan Langit-langit

Selanjutnya, gunakan kain mikrofiber bersih untuk mengeringkan langit-langit yang baru dibersihkan. Tempelkan kain ke seluruh permukaan untuk menyerap basah.

6. Hilangkan Noda

Kalau ada noda membandel pada langit-langit, segera bersihkan dengan cairan pembersih yang tersedia di pasaran. Tentunya kamu menginginkan langit-langit rumah yang kinclong tanpa noda, bukan?

Itulah cara membersihkan langit-langit rumah dengan efisien. Semoga membantu!

(dhw/abr)



Sumber : www.detik.com

3 Cara Membersihkan Noda Air pada Furnitur Kayu


Jakarta

Furnitur kayu sudah sangat umum dijadikan andalan oleh masyarakat Indonesia, seperti lemari, pintu, kursi, hingga meja makan biasanya masih sering menggunakan bahan kayu. Jika furnitur kayu terkena tetesan air, ternyata bisa menimbulkan noda lho.

Namun sayangnya, bahan kayu alami pada furnitur ini memiliki pori-pori yang cukup banyak, sehingga ketika furnitur dengan bahan kayu ini tidak dilapisi dengan pernis, furnitur ini akan mudah menyerap cairan dan kotoran di atasnya. Jika tidak segera dibersihkan, kotoran atau cairan ini akan meresap ke dalam kayu dan akan menimbulkan bekas noda yang sangat sulit untuk dibersihkan.

Nah, bagi kamu yang punya furnitur kayu tua atau furnitur kayu yang tidak di pernis. Kamu sebaiknya simak beberapa cara di bawah ini untuk mencegah timbulnya noda cairan ketika kamu tidak sengaja menumpahkan cairan di atas furnitur kayu kamu


Tipe Noda Air pada Furnitur Kayu

Dikutip dari rd.com, sebelum kamu melakukan langkah pembersihan, kamu harus kenali dulu 2 tipe noda cairan yang meresap pada furnitur kayu tersebut.

1. Noda Cairan Keruh

Singkatnya noda cairan gelap sebenarnya sudah tidak bisa dibersihkan lagi, dan kemungkinan besar akan menjadi noda permanen pada furnitur kayu kamu. Satu-satunya cara yang bisa kamu lakukan adalah dengan menutupinya dengan finishing baru.

2. Noda Cairan Cerah/Bersih

Menurut pemilik Pohl Custom Cabinets, Dan Brister, noda cairan cerah atau ringan masih bisa dibersihkan. Jika noda tersebut masih baru, segera bersihkan dengan kain lalu tunggu beberapa hari.

Dalam beberapa hari, noda tersebut akan mengering dengan sendirinya. Noda cairan tersebut akan menguap, dan noda cairan tersebut bisa hilang.

Namun, lain ceritanya untuk furnitur tua dengan noda air berwarna cerah. Bahan finishing furnitur kayu lama sering kali lebih berpori, sehingga cairan dapat meresap lebih dalam dan terperangkap.

Bila kamu memiliki furnitur kayu dengan noda tersebut, di bawah ini ada 3 metode yang bisa kamu lakukan untuk membersihkan noda air yang sudah terlanjur meresap ke dalam furnitur kayu kamu.

3 Cara untuk Menghapus Noda Air pada Furnitur Kayu

1. Pakai Pengering Rambut

Metode ini sangat cocok untuk noda cairan yang masih baru.

Langkah-langkah:

– Nyalakan pengering rambut dengan pengaturan paling rendah.

– Arahkan pengering rambut tersebut langsung ke arah noda cairan yang meresap ke furnitur kayu selama 10 menit. Pastikan kamu tidak mengarahkannya alatnya terlalu dekat dengan noda.

– Bila permukaan furnitur kayu tersebut terasa panas ketika dipegang, biarkan hingga dingin terlebih dahulu selama 10 hingga 15 menit, sebelum melanjutkan proses.

– Bila noda cairan mulai menghilang, biasanya cairan tersebut akan timbul ke permukaan kayu. Oleh karena itu kamu perlu membersihkannya dengan kain bersih setelah selesai membersihkan noda tersebut.

2. Metode Setrika

Metode ini cocok untuk dilakukan pada furnitur tua atau baru yang memiliki noda cairan cerah.

Menurut kreator Ten Minutes With, Brian Kelsey, menggunakan setrika sebagai pembersih noda cairan pada kayu adalah metode favoritnya. Tujuan dari metode ini adalah untuk menggunakan suhu panas setrika untuk mengangkat noda cairan dengan cara membuatnya menguap.

Namun sebagai catatan, kamu tidak boleh menggunakan mode uap pada setrika atau menambahkan air pada noda. Karena kayu adalah benda yang kurang baik untuk dibersihkan dengan air.

Langkah-langkah:

– Siapkan handuk atau kain katun yang masih bersih dari noda apapun.

– Tutupi noda dengan kain yang sudah disiapkan.

– Atur setrika dengan suhu terendah dan tunggu beberapa menit sampai setrika siap digunakan.

– Tekan setrika pada kain dan tahan selama 30 detik.

3. Pakai Pasta Gigi

Pasta gigi sangat cocok untuk membersihkan noda yang sudah membentuk awan (sudah memutih).

Langkah-langkah:

– Sebelum mencoba metode ini, pastikan untuk menguji pasta gigi pada area kecil yang tidak terlihat untuk memastikan pasta gigi tidak merusak finishing furnitur kayu kamu.

– Olesi noda cairan yang sudah memutih pada furnitur kayu dengan pasta gigi dengan gerakan melingkar selama 30 detik. Pastikan kamu tidak membiarkannya lebih dari 1 menit.

– Bersihkan residu pasta gigi hingga bersih menggunakan kain putih yang lembap. Selesai selesai, kamu juga bisa langsung mengeringkannya dengan pengering rambut.

Nah itu dia 3 metode untuk membersihkan noda cairan pada furnitur kayu di rumah kamu, semoga bermanfaat!

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Belajar dari Kasus Bobby Nasution, Ini Tips Cegah Maling Masuk Rumah


Jakarta

Rumah Dinas Wali Kota Medan, Bobby Nasution, baru saja mengalami pencurian sembako senilai Rp 3 juta. Agar tidak terjadi kasus serupa, kamu bisa melakukan beberapa hal untuk mencegah maling masuk ke dalam rumah.

Dilansir detikSumut, pencurian tersebut dilakukan ketika Bobby sedang melaksanakan ibadah umroh. Terkait pencurian tersebut, Polrestabes Medan mengaku sudah mengamankan tiga orang yang melakukan pencurian, yaitu EN merupakan juru masak, AS seorang SatpolPP, dan juga inisial AD.

Menurut keterangan yang disampaikan oleh Nizar, pelaku pencurian di rumah dinas Bobby tersebut bukan menargetkan uang, melainkan sembako senilai Rp 3 juta. Hal ini ia sampaikan berdasarkan laporan dari seseorang berinisial MSP yang mengadu pada tanggal 15 Mei 2024.


“Jadi yang diambil bukan uang tapi sembako kalau ditaksir itu senilai Rp 3 juta,” ujar Kasi Humas Polrestabes Medan Iptu Nizar Nasution kepada detikSumut, Sabtu (25/5/2024).

Rumah kosong memang kerap jadi sasaran empuk pencuri alias maling. Maka dari itu harus hati-hati dan perlu mengetahui cara mencegah maling masuk ke rumah apalagi dalam keadaan tak ada orang.

Oleh karena itu, kamu perlu melakukan beberapa cara agar maling tak masuk ke rumah, seperti dikutip dari CNET.

Cara Mencegah Maling Masuk ke Rumah

1. Amankan Pintu dan Jendela

Mengunci pintu dan jendela adalah hal yang sangat vital dilakukan sebelum kita meninggalkan rumah. Ini juga bentuk pencegahan yang termudah untuk menghindari pencurian.

Maling tentu mencari target yang mudah. Pintu yang terkunci bisa menyulitkan maling masuk. Bila perlu, buat tralis di jendela dan pintu untuk pengamanan ekstra.

2. Pakai Kunci Tambahan

Nah, mengunci pintu dan jendela terkadang tidak menjamin sepenuhnya keamanan dari maling. Tak jarang maling juga punya banyak cara untuk masuk ke rumah. Solusinya, pakai kunci pengaman tambahan.

Kamu bisa mengganti pintu rumah atau jendela dengan kualitas yang lebih bagus. Pastikan kusen dan engsel pintu kamu cukup kuat untuk menahan upaya pembobolan Terakhir, seperti disebutkan di atas, Anda dapat meningkatkan ke smart lock, yang dapat kamu aktifkan dari jarak jauh.

3. Buat Seolah-olah Ada Orang di Rumah

Kebanyakan maling ogah masuk saat ada orang di rumah. Mereka akan mengincar rumah kosong. Jadi, coba buat seolah-olah di rumah kamu ada orang.

Caranya bisa macam-macam, misalnya menyalakan lampu hingga menyalakan televisi dan radio. Titip pesan juga ke tetangga untuk mengambil paket pesanan belanjaan kamu agar barang-barang itu tak menumpuk di luar dan membuat si maling curiga.

4. Sembunyikan Barang-barang Berharga

Maling yang masuk ke rumah pasti mengincar barang-barang berharga. Jadi, jangan taruh barang berharga di tempat yang berpotensi mudah dijangkau maling. Bila perlu, selalu simpan barang berharga di safe deposit box atau di tempat sembunyi yang cuma kamu yang tahu.

5. Pasang CCTV

Bila hal itu dirasa tak cukup menenangkan, upaya lain yaitu menambahkan sistem keamanan rumah juga bisa dilakukan. Sistem keamanan ini bisa berupa alarm atau kamera CCTV yang bisa dipantau dari ponsel kamu

Saat ini banyak kamera CCTV yang punya sensor gerakan manusia. Bila ada gerakan, CCTV tersebut bisa mengirimkan notifikasi ke ponsel kamu.

6. Kunci Garasi

Orang-orang biasanya sibuk melindungi rumahnya tapi lupa mengunci garasi. Ini juga hal penting yang harus dilakukan apalagi kalau kamu menaruh barang-barang berharga di garasi. Perlakukan garasi seperti kunci pintu utama di rumah karena maling juga bisa mengambil kendaraan kamu.

Hal ini akan lebih penting dilakukan bila garasi kamu punya pintu sambungan dengan ruangan lain di rumah.

7. Jangan Simpan Kunci di Tempat yang Umum

Biasanya, kamu menyembunyikan kunci di suatu tempat bila ada anggota keluarga di rumah yang akan pulang namun tak membawa kunci. Mulai saat ini, jangan sembarangan menaruh kunci di tempat yang tersembunyi.

Jika terpaksa harus dilakukan, titip kunci di tetangga terdekat kamu.

8. Tambahkan Lampu Luar

Maling biasanya lebih suka dengan kondisi rumah yang gelap. Karena gerak-gerik mereka tak akan terlalu kelihatan.

Makanya, pasang lampu tambahan di luar rumah yang terang, agar maling yang mau masuk ke rumah bisa berpikir ulang. Atau, kamu juga bisa memasng lampu yang menyala otomatis bila ada gerakan. Sorot lampu ini bisa efektif mencegah maling masuk.

9. Beli Brankas

Pertimbangkan membeli brankas untuk menyimpan barang-barang berharga. Brankas kecil pun bisa berguna karena maling tak mungkin mengambilnya karena brankas dibuat dari material yang sangat berat.

10. Lapor Petugas Keamanan

Melapor petugas keamanan setempat juga bisa membantu mencegah maling masuk ke rumah. Minta pada mereka untuk sesekali mengecek keadaan rumah yang kamu tinggalkan.

Itulah beberapa cara untuk mencegah maling masuk ke dalam rumah. Semoga bermanfaat!

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Hindari 5 Hal Ini Kalau Nggak Mau Kamar Tidur Terasa Makin Panas


Jakarta

Cuaca panas dapat mengganggu berbagai aktivitas, termasuk ketika tidur. Kamar tidur yang seharusnya menjadi tempat ternyaman untuk beristirahat malah terasa panas hingga penghuninya kegerahan.

Kondisi kamar tidur yang seperti ini pastinya bikin tidur nggak nyenyak. Apalagi kalau tidak ada bantuan dari mesin AC untuk mendinginkan ruangan.

Nah, kalau pengin kamar tidur lebih sejuk, ada beberapa hal yang perlu kamu hindari. Melansir dari Homes and Gardens, Sabtu (25/5/2024) berikut ini beberapa hal yang bikin kamar tidur semakin panas.


5 Hal yang Bikin Kamar Tidur Panas

1. Gorden Tebal

Gorden tebal dapat menahan panas di dalam kamar karena mencegah sirkulasi udara. Meski terlihat indah, sebaiknya mengganti gorden ke tirai atau tirai berwarna terang yang memberikan sedikit insulasi, tetapi memungkinkan sirkulasi udara.

2. Bahan Seprai Gerah

Ada beberapa bahan seprai yang bikin penggunanya merasa gerah. Kamu bisa beralih ke bahan seprai yang terasa adem dan mudah menyerap keringat seperti katun, linen, atau bambu. Seprai seperti ini bisa membantu kamu tidur lebih nyenyak saat cuaca panas.

3. Lampu dan Benda Elektronik

Lampu dan benda elektronik sebenarnya menghasilkan panas ketika dalam keadaan menyala. Oleh karena itu, coba batasi penggunaan benda-benda tersebut dengan menggunakannya seperlunya saja. Misalnya dengan mematikan lampu di siang hari dan ketika tidur di malam hari.

4. Warna Tembok Gelap

Warna tembok yang gelap bersifat menyerap panas, sehingga bisa membuat kamar terasa lebih hangat. Sebaiknya mengecat tembok dengan warna terang yang dapat memantulkan cahaya dan sinar matahari. Dengan begitu, kamu bisa mengurangi serapan panas di dalam kamar.

5. Kurang Ventilasi

Sirkulasi udara yang buruk membuat kamar terasa pengap dan panas. Pastikan kamar mempunyai ventilasi yang memadai agar udara mengalir dengan baik.

Lalu, kamu bisa menambah kipas angin untuk memicu pergerakan udara di dalam kamar. Selain itu, membuka pintu dan jendela di siang hari juga bisa membantu mengeluarkan udara panas dari kamar tidur.

Itulah beberapa hal yang perlu kamu hindari kalau nggak mau kamar tidur semakin panas. Semoga bermanfaat!

(dhw/abr)



Sumber : www.detik.com

Cara Membersihkan Noda Lem


Jakarta

Lem, adalah salah satu bahan perekat yang sangat berguna untuk merekatkan antara 2 permukaan berbeda. Pengaplikasian lem di dunia ini sudah sangat banyak, dari mulai digunakan dalam proses produksi, hingga digunakan sebagai perekat untuk memperbaiki sesuatu.

Namun, sifat perekatnya yang sangat kuat ini juga bisa membawa masalah tersendiri, terutama bila kita tidak sengaja menumpahkannya pada permukaan yang tidak seharusnya, seperti kaca, pakaian, hingga kulit kita sendiri.

Nah, bagi kamu yang lagi apes nggak sengaja numpahin lem, khususnya lem super ke kaca, pakaian, atau kulit tangan kamu, kamu nggak perlu khawatir. Di bawah ini ada cara untuk mengatasinya


Cara Membersihkan Noda Lem pada Berbagai Permukaan

Dikutip dari rd.com, noda tumpahan lem super yang menempel pada kaca, pakaian atau kulit tangan kita sebenarnya masih bisa dibersihkan. Berikut alat dan bahan yang diperlukan serta cara membersihkannya di setiap permukaan.

Alat dan Bahan:

– Cairan pembersih kuteks

– Aseton

– Alkohol gosok

– Hand sanitizer

– Cuka putih

– Air sabun

– Minyak sayur

– Gas korek api

– Nitromethane

– Bola kapas

– Kain bersih

– Spons

Cara Bersihkan Lem dari Kaca

Menurut pendiri MOP STARS, Guy Peters, membersihkan noda lem pada terbilang cukup mudah, karena kaca cenderung tidak terpengaruh oleh cairan pembersih yang kuat.

Langkah-Langkah:

– Basahi bola kapas, kain bersih atau spons dengan salah satu cairan pembersih pilihanmu (cairan pembersih kuteks, aseton, alkohol gosok, hand sanitizer, gas korek api, atau nitromethane).

– Gosok noda lem pada kaca dengan kain yang sudah dibasahi tersebut dengan gerakan memutar yang diberi sedikit tekanan.

– Bila noda lem sulit untuk lepas, biarkan cairan tersebut membasahi lem selama beberapa menit.

– Ulangi proses hingga noda lem hilang.

Cara Bersihkan Lem dari Pakaian

Menurut Peters, sebelum membersihkan noda lem pada pakaian, kamu harus memperhatikan bahan pakaian tersebut terlebih dahulu.

Bila pakaian tersebut berbahan poliester atau wol, kamu bisa coba dengan menggunakan alkohol gosok. Sedangkan untuk pakaian berbahan kulit, kamu bisa coba dengan menggunakan cuka putih

Langkah-Langkah:

– Langkahnya cukup mudah, cukup tuangkan cairan pembersih pada noda lem (sesuai dengan arahan di atas), lalu gosok hingga noda lem terlepas dari pakaian kamu.

Cara Bersihkan Lem dari Kulit Tangan

Langkah-Langkah:

– Siram bagian kulit yang terkena lem dengan sabun yang dicampurkan dengan air hangat.

– Cobalah untuk menggosok noda lem tersebut dengan spons atau kain secara perlahan.

– Lanjutkan proses penggosokan hingga semua residu lem terlepas dari kulit.

Itu dia cara untuk membersihkan noda lem, khususnya lem super yang menempel pada kaca, pakaian, dan kulit tangan kita. Semoga bermanfaat!

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

Lebih Baik Lampu Putih atau Kuning Untuk Dipasang Rumah? Ini Jawabannya!



Jakarta

Lampu adalah alat penting yang wajib ada di rumah. Sebab, tanpa lampu, rumah akan sulit mendapat pencahayaan terutama malam hari. Kini, lampu bukan hanya mempermudah penerangan di dalam rumah, melainkan juga bisa mempengaruhi suasana di rumah lewat warna yang digunakan.

Pencahayaan yang tepat dapat meningkatkan estetika, suasana, dan warna rumah. Salah satu caranya adalah memilih warna lampu yang sesuai. Biasanya warna yang banyak digunakan adalah putih atau kuning. Pemilihannya bergantung pada keinginan dan kebutuhan. Lantas, lebih baik mana lampu putih atau kuning untuk dipasang di rumah?

Perbedaan Lampu Putih dan Lampu Kuning

Dilansir dari angi.com, lampu putih memberikan warna yang cerah dan membantu pencahayaan yang optimal, terutama jika ruangan tersebut dominan menggunakan warna putih mulai dari cat dinding hingga perabotannya. Lampu putih cocok di ruangan yang membutuhkan pencahayaan terbaik seperti kantor, dapur, dan studio.


Sebaliknya, lampu kuning memberikan kesan hangat dan nyaman karena warna yang dihasilkan lebih lembut dan tidak begitu silau. Lampu kuning cocok digunakan di kamar tidur dan ruangan lainnya yang biasa digunakan untuk bersantai.

1. Temperatur Warna

Lampu juga memiliki temperatur warna yang didefinisikan dengan suhu Kelvin (K). Lampu putih memiliki besaran temperatur sekitar 5.000-6.500 K. Lalu lampu kuning memiliki besaran temperatur sekitar 2.700-3.500 K.

2. Besaran Pemakaian Listrik

Kedua lampu saat ini sudah banyak yang berbentuk LED. Meskipun sama-sama dialiri listrik, tetapi lampu putih ternyata lebih hemat energi dan mengurangi biaya listrik jangka panjang.

Lampu kuning yang cahaya seakan redup dan tidak begitu terang ternyata kebalikannya. Namun, hal ini kembali lagi pada lamanya pemakaian, watt, dan tempat pemakaiannya. Bisa saja keduanya sama-sama dapat mengurangi biaya listrik asal pemakaian tepat dan sesuai keperluan.

3. Lokasi Lampu Terpasang

Lampu saat ini bisa diletakkan di mana saja, mulai dari sela-sela lantai hingga atap rumah. Agar tampilan ruangan lebih elegan dan tidak terlalu terang, coba pakai lampu putih dan lampu kuning sesuai tempatnya.

Mulai dari lampu lantai, jika di rumah memiliki undakan dan ingin diterangi dengan lampu di sela-selanya, kamu bisa menggunakan lampu kuning yang watt-nya lebih kecil. Ruangan tersebut terasa hangat dan elegan.

Ingin pasang lampu gantung di dinding agar terlihat klasik? Pilih lampu kuning agar cahaya yang dihasilkan lebih lembut dan efeknya dapat menyebar.

Kemudian, untuk lampu di atap terutama yang menggunakan penutup lampu atau sejenis model lampu gantung, bisa menggunakan lampu putih agar pencahayaannya maksimal dan merata.

(aqi/dna)



Sumber : www.detik.com

Perbedaan Lantai Linoleum dan Lantai Vinyl


Jakarta

Lantai linoleum dan lantai vinyl seringkali disebut sama. Pasalnya, kedua jenis lantai ini memang memiliki bentuk yang terlihat sama. Tidak hanya itu, kedua lantai ini juga memiliki variasi warna yang sangat bervariatif. Oleh karena itu, tidak heran bila masyarakat awam masih sering menyamakan kedua jenis lantai ini.

Namun nyatanya, kedua lantai ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan loh. Bila kamu masih belum tahu apa beda dari lantai linoleum dan lantai vinyl, kamu bisa baca penjelasannya di bawah ini.

Perbedaan Lantai Linoleum dan Lantai Vinyl

1. Sejarah

Linoleum

Lantai linoleum adalah lantai elastis yang pertama ada di dunia. Lantai ini pertama kali dipatenkan pada 160 tahun yang lalu.


Awalnya, ide lantai linoleum pertama kali ditemukan ketika minyak linseed (minyak rami) digunakan sebagai thinner cat pada saat itu. Thinner cat minyak rami ini menghasilkan sebuah lapisan film yang padat, kuat, dan fleksibel yang mengapung di atas cat.

Tidak lama kemudian, keluarlah hasil eksperimen untuk membentuk lembaran linoleum yang memiliki daya tahan tinggi dan adaptif. Lembaran ini terbuat dari campuran minyak biji rami dengan serbuk gabus, debu/tepung kayu, dan resin pinus yang kemudian di press menjadi lembaran.

pada tahun 1800 hingga tahun 1950, linoleum sangat digemari dan sering digunakan sebagai lantai di rumah, terutama di area dapur.

Vinyl

Vinyl pertama kali ditemukan pada tahun 1920. Berbeda dengan linoleum, lantai vinyl terbuat dari bahan sintetis seperti Polyvinyl Chloride (PVC).

Pada tahun 1960, lantai Vinyl mulai populer karena harganya yang jauh lebih murah dibandingkan dengan lantai linoleum. Namun, lantai vinyl juga memiliki kekurangan, yaitu bahannya yang sangat berbahaya.

Pada saat itu, lantai vinyl dibuat menggunakan bahan kimia beracun yang berbahaya bagi kesehatan. Tidak hanya itu, disamping penggunaan PVC, dalam proses pembuatan vinyl juga memerlukan phthalate plasticizers dan carcinogens.

Ditambah lagi, dalam proses pembuatan lantai vinyl memerlukan banyak energi dan minyak bumi. Maka dari itu, lantai vinyl sangat tidak ramah lingkungan.

2. Ketahanan Air dan Api

Linoleum

Linoleum memiliki daya tahan air yang baik. Namun, lantai linoleum kurang baik untuk menahan cairan, sehingga lantai linoleum memerlukan lapisan finishing tambahan untuk mencegah air meresap ke dalam lantai.

Lantai linoleum juga memiliki daya tahan api atau panas yang tinggi. Lantai linoleum cenderung lebih memiliki ketahanan panas atau api yang lebih tinggi dari lantai vinyl, tidak hanya itu, lantai linoleum juga tidak akan mengeluarkan gas beracun ketika terbakar.

Vinyl

Lantai vinyl memiliki daya tahan air yang lebih tinggi dari lantai linoleum, karena pada lantai vinyl yang baru sudah menggunakan lapisan fiberglass sehingga air tidak bisa menyerap ke dalam.

Sayangnya, lantai vinyl memiliki daya tahan api yang lebih rendah dibandingkan lantai linoleum. Tidak hanya itu, lantai vinyl juga akan menimbulkan gas beracun ketika terbakar.

3. Perawatan

Linoleum

Lantai linoleum cenderung lebih kuat dan tahan lama dibandingkan dengan lantai vinyl. Namun, lantai linoleum memerlukan perawatan rutin untuk menjaganya tetap tahan dari air.

Vinyl

Lantai vinyl memiliki daya tahan lebih rendah dibandingkan dengan linoleum. Tetapi, lantai vinyl modern sudah dilapisi oleh lembaran protektif, sehingga kamu tidak perlu repot memolesnya lagi.

4. Umur

Linoleum

Linoleum memiliki umur yang jauh lebih panjang. Bila kamu merawatnya dengan baik, lantai linoleum bisa bertahan hingga 40 tahun lebih.

Vinyl

Lantai vinyl biasanya hanya bertahan sampai 10 hingga 20 tahun saja.

Itu dia sedikit ringkasan mengenai perbedaan dari lantai linoleum dan lantai vinyl. Semoga kamu tidak salah lagi ya ketika membedakan antara kedua lantai ini.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

3 Hal yang Bikin Dinding Lembap dan Cara Atasinya


Jakarta

Dinding lembap adalah masalah yang sangat umum dihadapi oleh para pemilik rumah, terutama selama musim hujan. Masalah dinding lembap ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Jika tidak dicegah, rembesan air akan merusak tembok dan menyebabkan banyak masalah, seperti kebocoran, cat terkelupas, retak, bahkan jamur dan lumut. Maka dari itu, kelembapan di dinding harus dicegah dan segera diatasi.

Tapi, ternyata tidak semua masalah kelembapan di dinding itu sama. Ada beberapa jenis masalah kelembapan pada dinding rumah, lembab akibat rembesan air, lembab akibat air tanah, dan juga lembab akibat kondensasi. Semua masalah ini disebabkan oleh hal yang berbeda, jadi penanganannya juga berbeda.

Melansir dari laman Ultra Techcement, berikut adalah jenis-jenis kelembaban dinding dan cara mengatasinya dengan tepat.


Jenis-jenis kelembapan di dinding

1. Kelembapan Rembesan Air

Air yang merembes melalui dinding adalah maslaah kelembapan yang paling umum terjadi. Biasanya ini terjadi pada tembok kamar mandi.

Penyebab

Air memasuki dinding karena berbagai alasan, termasuk yang berikut :

  • Saluran air di atap rusak atau tersumbat.
  • Batu bata sudah dalam kondisi buruk sehingga tidak bisa menahan air
  • Dinding luar retak
  • Celah di kusen jendela dan pintu
  • Genteng rusak atau bocor

Cara Mengatasinya

Kamu harus mengidentifikasi penyebab kelembaban dan mengatasi masing-masing penyebabnya secara terpisah untuk mengatasinya:

  • Memperbaiki dan membersihkan selokan yang rusak
  • Ganti dan perbaiki genteng yang bocor atau rusak
  • Menambal dinding, kusen pintu, dan jendela
  • Perbaiki pipa yang rusak
  • Ganti batu bata dengan bahan anti air, atau cat di atasnya.

2. Kelembapan Air tanah

Air dari tanah bisa naik ke dalam rumah dan menyebabkan kelembaban meningkat. Ini adalah masalah struktural pada bangunan, terutama terkait dengan lapisan atau membran tahan lembab. Kursus damp-proof adalah lapisan tahan air yang dipasang pada dinding bangunan di dekat tanah untuk menghentikan naiknya kelembaban. Biasanya, ini adalah strip horizontal yang dibangun di dinding setidaknya 15 cm di atas permukaan tanah, dan terbuat dari plastik atau aspal.

Untuk melindungi rumah dari naiknya air tanah, lembaran tahan air yang disebut membran tahan lembab dipasang di bawah lantai beton. Kelembaban yang meningkat terjadi ketika lapisan dan membran anti lembab tidak berfungsi dengan baik atau rumah tersebut tidak memasang lapisan ini.

Cara Mengatasinya

Untuk memperbaiki masalah kelembapan yang satu ini, kamu butuh seorang profesional. Pertama, pastikan rumah kamu memiliki lapisan atau membran anti lembab. Jika ingin tahu, konsultasikan dengan ahli. Permukaan tanah yang tinggi juga bisa menjadi masalah karena air bisa meresap ke dinding.

Lapisan anti lembab harus berada 15 cm di atas permukaan tanah; jika tanah terlalu tinggi, gali tanah di sekitar dinding sampai di bawah lapisan tersebut. Untuk melindungi dinding dari kelembaban, kamu juga bisa melapisinya dengan aspal.

3. Kembapan Kondensasi

Kelembaban yang diakibatkan oleh udara yang mengembun di dinding, mengakibatkan kelembaban kondensasi. Ketika udara hangat dan lembab bersentuhan dengan permukaan yang dingin, seperti dinding, udara tidak bisa menahan kelembaban, yang mengakibatkan tetesan air muncul dan menyebabkan lembap berlebih. Hal ini juga bisa disebabkan karena ventilasi yang buruk juga di rumah.

Cara mengatasinya

  • Menggunakan kaca ganda (agak mahal)
  • Menggunakan dehumidifier.
  • Membuka jendela dan menambahkan ventilasi udara dan kipas angin
  • Menyeka jendela dan area yang berenbun dengan kain untuk membersihkannya

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com