Category Archives: Tips Properti

Tarif Listrik Rumah 3.500 VA ke Atas Mau Naik, Begini 6 Cara Hemat Listrik


Jakarta

Pemerintah berencana menaikkan tarif listrik bagi pelanggan non subsidi golongan rumah tangga 3.500 VA ke atas dan golongan pemerintah. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengatakan tidak ada masalah dalam implementasi penyesuaian tarif listrik tersebut. Meskipun begitu, masyarakat tetap perlu menghemat pemakaian listrik agar pengeluaran tidak membengkak. Lantas, bagaimana caranya?

Menghemat listrik adalah sebuah keputusan untuk menggunakan energi seperlunya dan sedikit-dikitnya. Kali ini yang terdampak memang berasal dari masyarakat ekonomi kelas atas dan golongan pemerintah, tetapi penerapan hemat listrik seharusnya dilakukan oleh semua kalangan. Berikut beberapa cara menghemat listrik yang bisa diterapkan.

1. Cabut Alat Elektronik Setelah Digunakan

Seperti yang kita tahu, saat ini segala kegiatan tidak jauh-jauh dari sumber listrik. Untuk menghemat pemakaiannya, usahakan setelah digunakan, colokan listrik langsung dicabut.


2. Hindari Penggunaan Listrik Bersamaan

Penggunaan listrik bersamaan dapat menyebabkan penggunaan daya meningkat drastis. Solusinya adalah selain menggunakan listrik seperlunya, kamu juga perlu mengurangi penggunaan listrik secara bersamaan.

3. Gunakan Pendingin Ruangan Saat Dibutuhkan

Tidak bisa dipungkiri, saat ini AC adalah alat elektronik yang paling sering ditemui di setiap rumah. Sebab, suhu panas di Indonesia terkadang sangat menyengat hingga ke dalam rumah. Tidak heran jika peminatnya bertambah dari tahun ke tahun. Di satu sisi, sebenarnya daya listrik yang terpakai cukup tinggi, kamu perlu menggunakan AC di waktu-waktu tertentu saja, sebisa mungkin hindari penggunaan AC selama 24 jam. Sebagai gantinya coba maksimalkan ventilasi di dalam rumah.

4. Tampung Air dan Pakai Seperlunya

Mesin air di rumah juga memakai daya listrik yang cukup besar. Agar tidak terlalu sering menyalakan mesin air, maka persediaan di dalam tandon air harus pas sesuai kebutuhan. Pastikan selama mengisi air, tandon langsung penuh atau bisa dengan cara menampung air di beberapa wadah saat mesin air menyala.

5. Menyambung Daya Listrik PLN Sesuai Kebutuhan

Jika kamu berhasil menerapkan pemakaian listrik secukupnya. Kamu bisa menurunkan jumlah konsumsi listrik di rumah. Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan ESDM, untuk rumah tangga sedang cukup menyambung 900 – 1300 VA.

6. Memakai Barang Elektronik Hemat Energi

Selain memakai barang elektronik seperlunya. Kamu juga bisa mengganti barang elektronik dengan yang lebih hemat energi. Saat ini sudah banyak inovasinya, salah satunya adalah setrika dengan pengatur panas otomatis dan gunakan lampu LED sebagai penerangan sebab lebih terang sehingga mampu menghemat hingga 90% listrik di rumah.

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

8 Titik yang Sering Dipakai Ular Menyelinap ke Dalam Rumah


Jakarta

Menemukan ular di alam mungkin sudah biasa, tetapi akan sangat mengerikan dan mengagetkan bila menemukan ular yang masuk ke dalam rumah kita.

Ular biasanya akan mencari mangsa ketika musim hujan tiba. Ini memungkinkan ular untuk mencari mangsa hingga ke rumah kita. Adapun makhluk ini suka mencari tempat lembap dan gelap yang ada di dalam rumah.

Nah waspadai beberapa titik di bawah ini karena biasa digunakan ular untuk menyelinap atau bersembunyi di dalam rumah.


Titik yang Sering Dipakai Ular Masuk ke Rumah

Dilansir dari berbagai sumber, tempat-tempat berikut ini biasa digunakan ular untuk menyelinap dan bersembunyi di dalam rumah.

1. Celah Antara Bata dan Dinding

Adanya lubang atau celah di sekitar bangunan bisa menjadi alasan mengapa ular bisa masuk ke dalam rumah. Ular memiliki tubuh yang sangat fleksibel dan bisa melewati celah-celah kecil bahkan tanpa kita sadari.

Penting untuk segera menutup lubang atau celah di dinding dan lantai rumah yang rusak, terutama yang terjadi karena kebocoran air atau serangan hama lainnya yang bisa merusak struktur rumah.

2. Lewat Celah di Sekitar Pintu

Celah di bawah pintu bisa menjadi titik masuk yang dimanfaatkan oleh ular untuk masuk ke dalam rumah. Meskipun sangat kecil dan sempit, ular masih bisa masuk, terutama jika ada makanan seperti tikus atau curut di dalam rumah.

Jika celah kecil saja bisa dilewati ular, apalagi celah yang lebih besar. Untuk mencegah ular masuk melalui celah bawah pintu, kamu bisa memasang penyegel pintu untuk menutup celah tersebut.

3. Loteng dan Plafon Tempat Mangsa Bersembunyi

Masalah ular masuk ke loteng sering terjadi karena loteng merupakan tempat favorit hewan pengerat seperti tikus yang merupakan mangsa utama ular.

Mahluk ini juga bisa mencium bau hewan pengerat untuk segera masuk ke loteng melalui pohon besar di sekitar rumah. Untuk mencegah terjadinya hal ini, pastikan juga semua celah tertutup hingga ular tidak bisa masuk.

4. Toilet

Tentu akan mengerikan dan mengagetkan ketika kita akan pergi ke kamar mandi tetapi sudah ada ular yang menunggu di dalam toilet. Kabar buruknya, menurut ahli kondisi ini tidak sepenuhnya mustahil.

Penjelasannya, ular suka berada di tempat yang dingin dan lembap saat cuaca panas untuk mengontrol suhu tubuh dirinya. Nah melalui retakan di pondasi rumah atau pipa ventilasi bisa jadi tempat mereka masuk ke dalam toilet.

Untuk hindari masalah ini, pastikan untuk menutup retakan di sekitar toilet dan perbaiki pipa yang rusak.

5. Celah Pipa Eksternal

Celah kecil di antara pipa eksternal seperti saluran air atau gas kadang bisa menjadi akses yang cukup untuk ular masuk.

David Floyd, pemilik The Pest Informer, kepada Best Life mengatakan “Jika rumah Anda memiliki pipa gas yang masuk ke rumah, pipa ini harus melewati pondasi atau dinding luar, kadang-kadang celah kecil di antaranya memberi cukup ruang bagi ular untuk masuk ke dalam rumah”.

Mungkin pipa gas eksternal ini tidak populer digunakan di Indonesia, tetapi biasanya rumah-rumah di Indonesia punya pipa saluran air eksternal. Nah, pipa saluran air inilah yang perlu diwaspadai.

6. Ventilasi Udara

Ventilasi bisa jadi salah satu jalan masuk bagi hewan seperti ular ke dalam rumah, terutama jika ventilasi tersebut terbuka atau penjagaannya tidak memadai.

Patrick O’Briant dari Critter Wranglers menyatakan bahwa ular dapat masuk melalui ventilasi yang mudah diakses, terutama ketika mengejar hewan pengerat.

Untuk mencegah hal ini, disarankan untuk melakukan pengecekan semua ventilasi di dalam rumah secara berkala dan pastikan semuanya tertutup dengan baik.

7. Bersembunyi di Dalam Tanaman Besar

Ular bisa hidup bersembunyi di dalam pot atau wadah tanaman besar. Jika kamu memiliki tanaman pot besar, kamu bisa menanam jenis tanaman yang tidak disukai oleh ular.

Selain itu, kamu juga harus waspada terhadap berbagai jenis ular beracun yang mungkin bersembunyi di halaman rumput.

8. Di dalam Sepatu

Jangan salah, sepatu juga menjadi salah satu tempat favorit untuk bersembunyi ular. Dilansir dari Best Life, ular bisa saja bersembunyi di dalam atau di sekitar sepasang sepatu yang disimpan di dekat pintu masuk garasi.

Itu dia beberapa titik yang perlu diwaspadai karena sangat memungkinkan untuk ular bersembunyi atau menyelinap ke dalam rumah. Tetap waspada ya detikers!

(inf/inf)



Sumber : www.detik.com

Tips Bersihkan Noda Hijau Rumput Pada Pakaian dan Sepatu


Jakarta

Noda hijau pada pakaian kadang selalu tiba-tiba muncul tanpa sepengetahuan kita, biasanya noda hijau ini menempel pada pakaian terutama celana dan sepatu.

Bagi kamu yang belum tahu, noda hijau ini biasanya diakibatkan oleh tumbuhan hijau, terutama semak dan rerumputan liar.

Oleh karena itu, bagi masyarakat Indonesia, munculnya noda hijau ini adalah hal yang sangat umum terjadi, apalagi kalau kamu sering beraktivitas di tempat yang memiliki banyak tumbuhan hijau, seperti taman, lapangan rumput, hingga persawahan di desa.


Noda hijau ini juga bukanlah hal yang sepele. Bila noda hijau ini dibiarkan lama, noda tersebut akan menyerap dan akan sulit untuk dibersihkan dari pakaian kita.

Nah, bagi kamu yang kesulitan untuk membersihkan noda hijau yang membandel ini, kamu bisa simak tips di bawah ini untuk mengatasinya.

Tips Hilangkan Noda Rumput Pada Pakaian

Dikutip dari rd.com, menurut ilmuwan senior di Tide, Jennifer Ahoni, noda hijau yang diakibatkan oleh rumput sebenarnya tidaklah permanen, hanya saja noda ini memang sangat sulit untuk dibersihkan karena noda ini mengandung klorofil dari tumbuhan.

“Noda yang diakibatkan oleh rumput akan sulit untuk dibersihkan, karena rumput mengandung banyak klorofil, sebuah zat yang membuat warna rumput menjadi hijau. Zat klorofil tersebut bisa digunakan sebagai pewarna pakaian,” ujar Ahoni.

Tapi kamu tidak perlu khawatir, di bawah ini ada beberapa cara untuk membersihkan noda rumput tersebut.

Cara Membersihkan Noda Rumput Pada Pakaian Biasa

Untuk membersihkan noda rumput pada pakaian (baju dan celana) yang bisa dicuci dengan biasa kamu bisa coba dengan metode berikut ini.

1. Metode Deterjen

Menurut Ahoni, noda rumput termasuk ke dalam kelompok noda enzimatik (sama seperti noda darah). Maka dari itu ia menyarankan untuk menggunakan deterjen cair untuk membersihkannya.

Untuk caranya, pertama-tama kamu harus olesi noda rumput tersebut terlebih dahulu dengan deterjen cair dan biarkan selama 20 menit. Setelah 20 menit, cuci pakaian seperti biasa dengan air sehangat mungkin. Pastikan suhu sesuai dengan aturan cuci pakaian tersebut.

2. Metode Baking Soda + Hidrogen Peroksida

Menurut pendiri Bright Home Cleaning SVCS, Melissa Rodriguez, baking soda adalah bahan yang paling efektif untuk membersihkan noda membandel pada pakaian.

Caranya mudah, cukup dengan mencampurkan baking soda dengan hidrogen peroksida dan beberapa tetes sabun cuci piring ke dalam ember, lalu rendam pakaian yang kotor ke dalam campuran tersebut selama beberapa jam.

Setelah beberapa jam noda rumput akan menghilang dan pakaian akan kembali bersih.

3. Metode Alkohol Gosok

Menurut Rodriguez, alkohol gosok bisa digunakan sebagai pembersih noda rumput pada pakaian, namun cara ini hanya boleh dijadikan sebagai alternatif terakhir, karena alkohol gosok bisa berpotensi merusak pakaian kamu.

Caranya cukup dengan menggosok noda dengan kain yang sudah dibasahi dengan alkohol gosok ini hingga bersih, lalu bilas dengan air mengalir.

Cara Membersihkan Noda Rumput Pada Pakaian Berbahan Jeans

Alat dan bahan:

– Deterjen cair enzimatik

– Sikat gigi lembut

Langkah-langkah:

1. Tuang deterjen cair enzimatik kepada noda rumput yang menempel pada pakaian berbahan jeans, lalu biarkan selama 20 menit.

2. Setelah 20 menit, gunakan sikat gigi yang lembut untuk menggosok noda tersebut.

3. Setelah digosok, cuci pakaian tersebut seperti biasa dengan air sehangat mungkin. Pastikan suhu tersebut sesuai dengan aturan cuci pada pakaian tersebut

4. Setelah selesai dicuci, cek bekas noda terlebih dahulu. Bila noda sudah bersih maksimal kamu bisa lanjut untuk mengeringkannya seperti biasa.

Cara Membersihkan Noda Rumput Pada Sepatu

1. Sepatu Biasa

Alat dan bahan:

– Deterjen cair enzimatik

– Sikat lembut

– Sikat gigi lembut

Langkah-langkah:

1. Gunakan sikat lembut untuk membersihkan kotoran pada sepatu terlebih dahulu.

2. Setelah sepatu bersih dari kotoran, tuangkan deterjen cair enzimatik pada noda rumput tersebut, lalu gunakan sikat gigi untuk menggosoknya.

3. Lepas semua bagian sepatu, seperti tali dan alas di dalam sepatu dan cuci terpisah menggunakan air dingin.

4. Bila noda masih tersisa, ulangi proses hingga noda bersih sempurna.

2. Sepatu Non-Washable

Bila noda rumput tersebut menempel pada sepatu yang tidak boleh dicuci, kamu bisa coba ikuti langkah berikut ini.

a. Sepatu Kulit

Alat dan bahan:

– Cuka

– Kain bersih

Langkah-langkah:

1. Campurkan air dan cuka dengan perbandingan 1:1 (sama banyak).

2. Celupkan kain bersih ke dalam air cuka yang sudah disiapkan.

3. Pastikan sepatu dalam keadaan kering, lalu usap perlahan noda rumput tersebut menggunakan kain yang sudah dibasahi tadi selama beberapa saat lalu biarkan hingga kering.

4. Setelah kering, bila noda masih tersisa ulangi proses mengusap tadi. Sebagai catatan, pastikan sepatu mengering terlebih dahulu sebelum mengulangi proses.

3. Sepatu Suede

Bila sepatu suede kamu terlanjur terkena noda rumput, cukup coba gosok noda dengan pengikir kuku saja secara perlahan. Atau kamu juga bisa menggunakan penghapus karet sebagai alternatif lainnya yang lebih lembut.

4. Sepatu Sneaker Putih

Alat dan bahan:

– Bola kapas

– Cuka

– Baking soda

– Hidrogen peroksida

Langkah-langkah:

1. Basahi bola kapas dengan cuka.

2. Gosok noda rumput menggunakan kapas tersebut secara perlahan.

3. Bila cuka tidak bisa membersihkan noda tersebut, kamu bisa coba membuat campuran pasta. Caranya cukup dengan mencampurkan air dengan baking soda dan hidrogen peroksida sampai membentuk pasta. Lalu gosok noda dengan pasta tersebut.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

Apa Sebenarnya Penyebab Ruangan Terasa Panas?


Jakarta

Kalau kamu sering merasa lelah secara fisik dan mental, tapi tetap tidak bisa tidur itu adalah tanda bahwa kualitas tidur mu sedang terganggu. Bisa jadi salah satu penyebabnya adalah lingkungan sekitar yang kurang mendukung seperti ruangan yang panas, karena kamu akan terus-terusan berkeringat saat mencoba untuk beristirahat.

Kamu pasti pernah mengalami saat sedang kepanasan lalu menyalakan kipas angin tapi malah menambah hawa panas di ruangan tersebut. Karena memang kipas angin tidak bisa mendinginkan ruangan, cara kerjanya adalah dengan meniupkan udara di sekitar. Jadi kalau udara di sekitarmu 35°C, tentu saja akan terasa lebih panas kalau kamu menyalakan kipas angin.

Berikut beberapa faktor yang mungkin penyebab ruangan terasa panas:


1. Paparan sinar matahari yang berlebihan

Dilansir dari Sansone Air Conditioning, Senin (26/2/2024) kalau di ruangan mu terdapat banyak jendela, panas matahari yang terperangkap di dalam ruangan menimbulkan efek rumah kaca. Hal ini tidak hanya membuat ruangan menjadi tidak nyaman tapi juga bisa menambah tagihan listrik kamu.Untuk menghalangi sinar matahari saat siang, kamu bisa pasang tirai atau gorden.

2. Isolasi buruk

Kapan terakhir kamu mengecek isolasi rumahmu? Isolasi yang buruk memungkinkan udara keluar melalui dinding. Akibatnya, beberapa ruangan terasa lebih hangat atau lebih sejuk dari yang kamu inginkan, sementara ruangan lain terasa nyaman-nyaman saja.

3. Tinggal di rumah bertingkat

Lantai atas di rumah bertingkat cenderung lebih hangat saat musim panas dan lebih dingin saat musim hujan. Ini dikarenakan lantai paling atas lebih banyak bersentuhan langsung dengan elemen luar.

4. Ventilasi udara tertutup atau terhalang

Kalau ventilasi udara tertutup atau terhalang oleh furnitur atau kain pelapis, aliran udara akan terganggu. Hal ini menyebabkan beberapa ruangan menjadi lebih panas dibandingkan ruangan lainnya. Jaga agar ventilasi tetap terbuka setiap saat untuk memastikan suhu yang nyaman dan merata di seluruh rumahmu.

5. Bersihkan filter AC

Dilansir dari Real Simple, kalau kamu sudah merasa AC di kamarmu sudah tidak bekerja dengan baik seperti sudah dinyalakannya beberapa saat tapi masih terasa panas, sudah waktunya kamu mengganti filternya.

Jangan menunggu AC sampai rusak dulu baru mengganti filter. Hal seperti ini harus menjadi bagian dari rutinitas dalam merawat rumah. Filter udara biasa harus diganti setiap tiga bulan di rumah yang tidak ada hewan peliharaan atau di penginapan yang tidak banyak penghuni yang datang dan pergi. Kalau ada hewan peliharaan, filternya harus diganti setiap dua bulan.

Mengganti filter bisa menghemat biaya perawatan di masa yang akan datang. Ini juga berlaku untuk filter udara.

Setelah mengetahui faktor-faktor di atas, kamu harus rutin memperhatikan kondisi ruanganmu agar tidak kepanasan lagi.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

7 Cara Membersihkan Kulkas Agar Bersih dan Tidak Bau, Mudah Kok!


Jakarta

Kulkas merupakan salah satu benda elektronik yang wajib dimiliki di setiap rumah. Fungsi utama kulkas adalah untuk menyimpan bahan makanan dan minuman agar awet dan tahan lama.

Seiring penggunaan, kulkas akan menjadi kotor dan bisa menimbulkan bau tak sedap. Kalau tidak segera dibersihkan, hal itu dapat merusak bahan makanan yang disimpan di kulkas. Sangat merugikan bukan?

Maka dari itu, disarankan untuk membersihkan kulkas secara berkala agar tidak ada bekas noda makanan dan minuman yang menempel. Namun perlu diingat, membersihkan kulkas juga tidak bisa sembarangan.


Lantas, bagaimana cara membersihkan kulkas agar bersih dan menghilangkan bau tak sedap? Simak dalam artikel ini.

Cara Membersihkan Kulkas Agar Bersih dan Tidak Bau Lagi

Membersihkan kulkas sebenarnya terbilang mudah, tapi tetap harus tahu cara yang benar agar tidak merusak kulkas. Dilansir NDTV, berikut cara membersihkan kulkas agar bersih dan baunya hilang.

1. Keluarkan Seluruh Isi Kulkas

Agar kulkas bersih secara optimal, sebaiknya keluarkan seluruh bahan makanan dan minuman dari dalam kulkas. Setelah itu, keluarkan juga rak kulkas secara perlahan agar tidak baret.

Rak kulkas yang sudah dikeluarkan tadi bisa direndam dalam bak berisi air hangat dan sabun. Jangan lupa untuk dilap menggunakan kain bersih secara perlahan.

2. Pakai Cuka atau Soda Kue

Kalau ada noda membandel yang menempel di permukaan kulkas, kamu bisa membersihkannya dengan racikan cuka atau soda kue (baking soda). Oleskan racikan tersebut pada kain lap bersih, lalu bersihkan seluruh permukaan kulkas dengan perlahan.

Jika terdapat noda yang sulit hilang, usahakan gosok terus sampai benar-benar bersih. Akan tetapi, menggosoknya jangan terlalu kencang karena dikhawatirkan menyebabkan baret.

3. Bersihkan Botol dan Stoples

Jangan lupa untuk mengecek seluruh botol dan stoples yang disimpan di dalam kulkas. Biasanya, terdapat bekas cetakan noda botol dan stoples yang menempel di permukaan kulkas.

Jika dibiarkan, noda tersebut bisa berkerak dan akhirnya sulit untuk dihilangkan. Untuk membersihkannya, kamu bisa mencampurkan soda kue dan minyak goreng, lalu oleskan pada bagian noda secara perlahan hingga menghilang.

4. Bersihkan Bagian Dinding Kulkas

Jangan lupa untuk membersihkan bagian dinding kulkas. Meski jarang terdapat noda bekas makanan, namun tetap harus dibersihkan agar kulkas jadi bersih.

Caranya mudah, siapkan semprotan yang berisi air dan campuran sabun cuci piring, lalu semprotkan ke dinding kulkas secara menyeluruh. Setelah itu, bersihkan dinding kulkas dengan kain microfiber secara perlahan.

5. Letakkan Lemon di Dalam Kulkas

Apabila kulkas tidak dibersihkan dalam waktu lama, hal itu bisa menimbulkan bau tak sedap. Bau tersebut muncul karena ada sejumlah makanan atau minuman yang terlalu lama disimpan di dalam kulkas sampai rusak/basi.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan bau tersebut adalah dengan dibersihkan. Jika sudah bersih, letakkan buah lemon yang sudah dipotong setengah pada setiap sudut kulkas.

Cara lainnya bisa menggunakan minyak esensial agar mengeluarkan aroma yang harum segar dan tahan lama.

6. Pakai Lapisan Rak

Untuk melindungi rak kulkas dari bercak noda, kamu bisa melapisinya dengan alas piring atau pelapis khusus. Pilih bahan yang mudah dibersihkan atau gampang diganti dengan yang baru.

7. Jangan Lupa Bersihkan Eksterior Kulkas

Kebersihan kulkas tak hanya di bagian dalamnya saja, tapi bagian luarnya juga harus dijaga kebersihannya. Mengutip laman Better Homes & Gardens, kamu bisa membersihkan eksterior kulkas dengan cairan pembersih serbaguna.

Caranya mudah, cukup semprotkan bagian eksterior kulkas dengan cairan pembersih, kemudian dilap dengan kain microfiber secara halus dan perlahan.

Oh ya, jangan lupa untuk sesekali membersihkan bagian atas kulkas. Meski jarang dipegang, tapi terdapat debu yang menempel seiring waktu.

Itu dia tujuh cara membersihkan kulkas agar bersih dan tidak bau lagi. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

(ilf/inf)



Sumber : www.detik.com

Hati-Hati Air Tercemar Tinja, Begini Jarak Aman Sumur dengan Septic Tank



Jakarta

Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan di setiap rumah. Apabila air bersih sampai tercemar, misalnya tercemar tinja bisa menimbulkan berbagai penyakit bagi penghuni rumah.

Melansir dari detikHealth, Kamis (30/5/2024) Water Specialist dari Fakultas Teknik Lingkungan & Sipil (FTSL) ITB Ir. Rofiq Iqbal, ST, MEng menyebut tingginya cemaran air tinja di Indonesia salah satunya karena lokasi septic tank yang dekat dengan tempat tinggal warga. Septic tank memiliki jarak hanya 2-3 meter dari rumah warga di pemukiman yang padat.

Padahal, jarak septic tank yang terlalu dekat dengan sumber air bisa membuat air tercemar dengan bakteri Escherichia coli (E. Coli) yang bisa menyebabkan berbagai penyakit, seperti infeksi saluran pencernaan.


Selain itu, dokter spesialis penyakit dalam dan Konsultan Gastroenterologi-hepatologi dr Kaka Renaldi, SpPD mengungkap E. Coli bisa mengakibatkan beberapa kasus fatal, terutama kepada kelompok rentan seperti ibu hamil.

Oleh karena itu, penting sekali memperhatikan jarak ketika membuat sumur air maupun septic tank. Jangan sampai air yang digunakan keluarga sehari-hari malah membahayakan penghuni rumah.

Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 2398:2017, jarak minimal sumur resapan septic tank dengan sumur air minum harus 10 meter. Lalu, untuk upflow filter septic tank berjarak minimal dengan sumur air minum 1,5 meter. Begitu juga dengan taman sanita septic tank, jarak minimalnya 1,5 meter dari sumur air minum.

Selain sumur air minum, perlu juga menjaga jarak sumur resapan air hujan dari septic tank. Di kala kekeringan atau krisis air, sumur resapan air hujan menyimpan cadangan air yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga.

Jarak minimal sumur resapan septic tank dengan sumur resapan air hujan setidaknya berjarak 5 meter. Sementara, upflow filter septic tank berjarak minimal dengan sumur resapan air hujan 1,5 meter. Untuk taman sanita septic tank, jarak minimalnya 1,5 meter dari sumur resapan air hujan.

Itulah jarak aman septic tank dari sumur supaya air tidak tercemar tinja. Semoga bermanfaat!

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

Catat! Ini Syarat Penerima Manfaat Simpanan Tapera



Jakarta

Peserta tabungan perumahan rakyat (Tapera) akan mendapatkan berbagai manfaat. Namun, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu untuk mendapatkan manfaat.

Bagi pesertaTapera, bisa memanfaatkan pembiayaan perumahan. Manfaat tersebut berupa Kredit Renovasi Rumah (KRR), Kredit Bangun Rumah (KBR), serta Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan tenor panjang hingga 30 tahun dan suku bunga tetap di bawah suku bunga pasar.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomo 25 Tahun 2020 Pasal 38 ayat (1), ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan pembiayaan perumahan, yaitu:
– mempunyai masa kepesertaan paling singkat 12 bulan
– termasuk golongan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)
– belum memiliki rumah, dan/atau
– menggunakannya untuk pembiayaan pemilikan rumah pertama, pembangunan rumah pertama, atau perbaikan rumah pertama.


Pada pasal 38 ayat (2) aturan tersebut disebutkan bahwa peserta PNS aktif yang pokok tabungannya dialihkan menjadi saldo awal sebagai Peserta yang jumlahnya melebihi jumlah Simpanan wajib selama 12 bulan dapat dikategorikan sebagai Peserta yang masa kepesertaannya lebih dari 12 bulan.

Lalu, pada pasal 39 PP 25 tahun 2020, disebutkan bahwa Badan Pengelola Tapera (BP Tapera) akan mengatur penilaian kelayakan peserta oleh bank atau perusahaan pembiayaan untuk mendapatkan pembiayaan perumahan. Berikut ini urutan prioritas berdasarkan beberapa kriteria, yaitu:
– lamanya masa kepesertaan
– tingkat kelancaran membayar simpanan
– tingkat kemendesakan kepemilikan rumah, dan
– ketersediaan dana pemanfaatan

Dalam situs BP Tapera, untuk bisa memanfaatkan pembiayaan pemilikan rumah pertama, pembangunan rumah pertama, atau perbaikan rumah pertama, peserta harus memiliki gaji maksimal Rp 8 juta per bulan atau Rp 10 juta per bulan khusus untuk Provinsi Papua dan Papua Barat.

Padahal, dalam PP No 21 tahun 2024, dijelaskan bahwa yang wajib menjadi peserta Tapera adalah pekerja dan pekerja mandiri yang berusia setidaknya 20 tahun atau sudah menikah serta bergaji minimal UMR. Sayangnya tidak ada penjelasan mengenai berapa batas atas gaji pekerja.

Dengan kata lain, pekerja yang bergaji di atas Rp 8 juta tetap dipotong gaji untuk iuran tapi belum dijelaskan terkait bisa tidaknya mendapatkan tiga manfaat itu.

Sebelumnya, Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho saat dihubungi detikProperti sempat mengatakan bahwa pihaknya tengah menggodok alternatif lain bagi peserta yang sudah memiliki rumah sehingga bisa mendapatkan manfaat lainnya.

Untuk saat ini, peserta yang sudah memiliki rumah akan mendapatkan kembali uang yang disimpan di BP Tapera sekaligus dengan hasil pemupukannya yang besarannya sekitar 4,5-4,8%.

“Saat ini kami sendiri juga sedang memformulasikan beberapa alternatif pembiayaan, khususnya untuk ‘penabung mulia’ (yang sudah punya rumah) supaya juga punya benefit selain hasil tabungannya akan dipupuk dan akan dikembalikan pada saat pensiun atau berhenti sebagai pegawai atau telah mencapai usia 58 tahun kalau peserta non ASN,” tuturnya kepada detikProperti, Senin (27/5/2024) lalu.

Heru menjelaskan bahwa semua pekerja akan ikut membayar simpanan Tapera, termasuk yang sudah punya rumah. Nantinya, sebagian uang tabungan masyarakat yang sudah punya rumah akan digunakan untuk membantu masyarakat yang ingin memiliki rumah. Istilahnya seperti subsidi silang. Skema tersebut dinilai sesuai dengan prinsip BP Tapera yaitu gotong royong.

Heru menambahkan, di akhir masa kepesertaan Tapera, uang yang sudah ditabung akan dikembalikan setelah peserta pensiun atau berhenti dari pekerjaan atau ketika sudah berumur 58 tahun.

“Yang sudah punya rumah membantu yang belum punya rumah untuk bisa mendapatkan pembiayaan murah jangka panjang supaya bisa punya rumah. Yang sudah punya rumah seperti apa treatment-nya? Nanti dananya itu kan tabungan, pada saat berakhir kepesertaan, pada saat yang bersangkutan berhenti jadi pegawai, akan kita kembalikan lagi beserta hasil pemupukannya. Pokok simpanan dan hasil pemupukannya akan kita kembalikan,” jelas Heru.

(abr/zlf)



Sumber : www.detik.com

Sumur Resapan Air, Strategi Antisipasi Kekeringan di Musim Kemarau



Jakarta

Musim kemarau ditandai dengan curah hujan yang menurun. Hal ini dapat menimbulkan kekeringan, bahkan krisis air bersih.

Padahal, air merupakan kebutuhan yang sangat penting untuk keberlangsungan hidup manusia. Dari minum, membersihkan diri, hingga mengairi tanaman mengandalkan air.

Nah, perlu sekali mengantisipasi kekeringan di musim kemarau. Ambil kesempatan untuk menampung air di kala hujan, salah satunya bisa dengan sumur resapan air.


Koordinator Nasional Pengelolaan Sumber Daya Air Berketahanan Iklim dari USAID IUWASH Tangguh, Asep Mulyana menjelaskan sumur resapan air adalah media berupa lubang untuk menampung air hujan atau air larian. Air yang tertampung dalam sumur akan meresap ke dalam tanah.

“Sumber air hujan atau mengalir tidak terkontrol itu bisa menjadi sebuah cadangan air tanah untuk dimanfaatkan dan tabungan di musim kemarau,” ujar Asep kepada detikcom, Kamis (30/5/2024).

Ia menyebut sumur resapan sebagai model intervensi teknologi sederhana dalam rangka mengendalikan atau mengelola sumber daya air, khususnya air hujan dan air larian di permukaan tanah.

Terlebih, saat ini kawasan dengan lahan hijau untuk meresap air hujan sudah minim. Maka, sumur resapan menjadi alternatif yang baik untuk menahan dan mengembalikan air ke dalam tanah.

Sumur resapan ini menjadi sangat menguntungkan karena mencegah masalah serta bermanfaat sebagai tabungan air. Daripada membiarkan air hujan mengalir hingga menimbulkan masalah seperti banjir dan genangan yang merusak jalan.

“Kalau punya sumur gali (atau) sumur pantek (bar), dan di rumah ada sumur resapan, dijamin tidak akan kering sumur (air) karena air masuk ke dalam sumur (dari sumur resapan). Dan itu manfaatnya di musim kemarau yang paling utama, karena kita pakai saat tidak ada hujan,” ucapnya.

Lalu, Asep menerangkan cara memanfaatkan air hujan dengan sumur resapan. Pemilik rumah bisa menggunakan air toren selama musim hujan. Sementara kelebihan air hujan bisa masuk dan meresap ke tanah dengan sumur resapan, sehingga menjadi air tanah.

“Pada saat tidak ada hujan, toren kosong, kita bisa pompa dari sumur resapan,” katanya.

Dengan demikian, sumur resapan menjadi salah satu strategi untuk mengatasi kekeringan di musim hujan.

(dhw/dna)



Sumber : www.detik.com

Susah Bersihkan Sisa Stiker yang Nempel? Begini Solusinya


Jakarta

Stiker adalah sebuah kertas perekat yang biasanya sering kita jumpai pada produk-produk baru. Biasanya stiker ini digunakan sebagai segel keaslian, label harga, informasi produk, atau hingga sekedar hiasan saja.

Stiker ini memiliki zat perekat berupa lem pada permukaan bawahnya. Lem ini nantinya akan berperan sebagai perekat antara kertas stiker dengan permukaan yang ingin ditempelkan oleh stiker tersebut.

Nah, zat lem ini terkadang mudah untuk meninggalkan residu ketika kita hendak melepas stiker tersebut dari permukaan produk yang kita beli. Lebih parahnya lagi, terkadang lem tersebut dibuat terlalu kuat sehingga kertas stiker mudah sobek dan meninggalkan residu yang sulit untuk dibersihkan ketika kita hendak melepasnya.


Bagi kamu yang punya masalah seperti ini, kamu tidak perlu khawatir. Kamu bisa coba simak cara di bawah ini untuk membersihkan residu lem stiker yang tertinggal pada permukaan barang kamu.

Cara Melepas Residu Lem Stiker Pada Permukaan yang Ditempelinya

Dikutip dari rd.com, ada beberapa cara yang bisa kamu coba untuk membantu proses membersihkan sisa stiker yang masih menempel. Berikut ringkasannya.

1. Skraper

Cara paling pertama tentu saja dengan menggosoknya secara paksa menggunakan skraper atau pisau semen, tapi perlu kamu perhatikan bahwa skraper yang digunakan harus berbahan plastik.

Untuk membantu proses pembersihan menggunakan skraper, kamu bisa coba untuk membasahi residu stiker tersebut dengan sabun cuci piring cair atau dengan merendamnya dalam air hangat terlebih dahulu.

2. Pengering Rambut

Suhu panas bisa membantu melunakkan lem dari residu stiker. Oleh karena itu kamu bisa coba untuk menggunakan pengering rambut untuk membantu membersihkan residu stiker ini.

Caranya cukup mudah, cukup nyalakan pengering rambut dengan suhu terendah, lalu arahkan ke residu stiker yang ingin dilepas sambil menggosoknya secara perlahan. Perlu diperhatikan bahwa cara ini hanya berlaku untuk permukaan benda yang tahan dengan suhu panas.

3. Minyak

Baik itu minyak sayur maupun minyak kelapa bisa digunakan sebagai bahan untuk membantu membersihkan residu stiker. Namun sayangnya metode ini kurang cocok untuk digunakan pada permukaan seperti pakaian atau kayu yang belum dipoles.

Caranya cukup dengan mengolesi residu stiker dengan minyak lalu tunggu hingga residu stiker menjadi lembek. Setelah itu gosok residu hingga bersih.

4. Pasta Gigi

Pasta gigi memang terdengar cukup aneh bila kita sedang membahas cara membersihkan residu lem stiker. Namun nyatanya pasta gigi memang memiliki sifat abrasif yang bisa digunakan untuk membersihkan residu stiker. Namun sayangnya, sama seperti minyak, metode pasta gigi ini juga tidak boleh digunakan pada pakaian dan kayu yang belum dipoles.

5. Aseton (Pembersih Cat Kuku)

Cairan pembersih kuat seperti aseton bisa kamu gunakan untuk membersihkan residu stiker pada permukaan kaca dan beberapa pakaian.

Perlu diperhatikan bahwa aseton dapat melarutkan beberapa bahan plastik dan polimer. Oleh karena itu, sebaiknya kamu tidak menggunakan metode ini untuk membersihkan residu stiker pada dinding yang dicat

Caranya, ujilah terlebih dahulu pada area kecil. Jika bahan permukaan tempat residu stiker menempel tidak bereaksi buruk, oleskan aseton pada bola kapas, lalu gosok residu stikernya hingga bersih.

6. Alkohol Gosok

Alkohol gosok adalah salah satu cairan yang ampuh untuk membersihkan residu stiker. Namun metode ini tidak boleh digunakan pada permukaan kayu yang sudah dipoles, dan dinding dengan cat latex

Pertama-tama, kamu harus menguji reaksinya terlebih dahulu pada area kecil. Jika bahan permukaan tempat residu stiker menempel tidak bereaksi buruk. Bersihkan residu stiker yang besar menggunakan skraper, kemudian gosok residu stiker menggunakan bola kapas yang sudah dibasahi dengan alkohol gosok.

7. Cuka

Cuka, salah satu bahan alami yang sering digunakan sebagai cairan pembersih ini juga bisa membantu untuk membersihkan residu stiker.

Caranya sangat mudah sekali. Cukup basahi kain atau spons dengan air cuka, lalu gosok residu stiker secara perlahan menggunakan kain yang sudah dibasahi tadi.

8. Lakban/Selotip

Lakban atau selotip berkualitas tinggi dapat digunakan untuk menghilangkan perekat dari permukaan keras.

Caranya yaitu dengan menempelkan selotip pada residu stiker, lalu tekan dengan kuat untuk merekatkan selotip ke residu. Setelah merekat dengan baik, lepas kembali selotip secara perlahan dan dengan sudut kemiringan rendah supaya hasilnya maksimal.

9. Thinner

Heavy-duty Thinner bisa digunakan sebagai pelarut residu lem stiker. Ini adalah salah satu opsi yang paling agresif. Oleh karena itu sebisa mungkin hindari metode ini atau jadikan sebagai pilihan terakhir saja. Tentunya thinner tidak boleh digunakan pada kayu yang sudah dipoles, dan dinding yang sudah di cat.

Pastikan kamu juga melindungi diri sendiri dengan alat keamanan, termasuk pelindung mata dan sarung tangan, saat menggunakan thinner untuk membersihkan residu stiker ini.

Itu dia 9 Metode yang bisa kamu coba untuk menghilangkan atau membersihkan residu stiker yang menempel pada permukaan barang kamu. Semoga bermanfaat!

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

Cara Bikin Sumur Resapan Air Hujan buat Antisipasi Banjir & Kekeringan


Jakarta

Sumur resapan air di rumah sangat bermanfaat untuk mengantisipasi berbagai masalah di sekitar rumah. Sumur ini membantu mencegah banjir di musim hujan dan menampung air untuk menghadapi kekeringan di musim kemarau.

Koordinator Nasional Pengelolaan Sumber Daya Air Berketahanan Iklim dari USAID IUWASH Tangguh, Asep Mulyana menyebut sumur resapan air sangat bermanfaat untuk mengelola air hujan. Ia mendefinisikan sumur resapan air sebagai media berupa lubang untuk menampung air hujan atau air larian di permukaan tanah.

“Sumber air hujan atau mengalir tidak terkontrol itu bisa menjadi sebuah cadangan air tanah untuk dimanfaatkan dan tabungan di musim kemarau,” ujar Asep kepada detikcom, Kamis (30/5/2024).


Sumur resapan ini bermanfaat sebagai tabungan air daripada membiarkan air hujan mengalir hingga menimbulkan masalah seperti banjir dan genangan air. Lalu, bagaimana cara membuat sumur resapan air di rumah? Simak penjelasannya berikut ini.

Cara Membuat Sumur Resapan Air

1. Tentukan Letak Sumur

Asep mengatakan sumur resapan air idealnya berada di dataran paling rendah di halaman rumah. Maka, carilah letak yang rendah supaya air hujan mengalir ke arah sumur resapan air.

Selain itu, pastikan sumur resapan memiliki jarak aman sesuai standar terhadap bangunan lain seperti fondasi rumah dan septic tank.

2. Hitung Curah Hujan

Untuk menentukan dimensi lubang resapan air, tergantung pada ukuran atap dan curah hujan suatu kawasan. Asep membagikan tips mudah menghitung curah hujan menggunakan gelas.

“Simpan gelas di halaman rumah dari mulai hujan sampai berhenti hujan. Misalkan muncul (ketinggian) 5 cm, berarti intensitas curah hujan itu 5 cm di situ dalam sekali hujan,” katanya.

Angka tersebut dikonversikan ke satuan meter, lalu dikalikan dengan luas atap rumah untuk menentukan volume lubang sumur resapan.

3. Gali Lubang

Selanjutnya, gali lubang dengan dimensi yang sesuai dengan volume tersebut. Dimensi ini bisa disesuaikan dengan ukuran lahan yang dimiliki. Kedalaman sumur bisa 1-2 meter sesuai kebutuhan dan bentuk lubang dapat berupa persegi panjang.

4. Buat Dinding

Kemudian, bangun tembok mengitari sumur untuk mengamankan bentuk sumur. Tembok ini terbuat dari bata dan memiliki kedalaman 50 cm. Sementara sisa dinding sumur dibiarkan tanpa tembok untuk memaksimalkan resapan air ke arah samping.

5. Isi Lubang Sumur

“Untuk mengamankan kondisi sumur di paling bawah dikasih 20-30 cm kerikil. Di atasnya lagi dikasih 20-30 cm ijuk. Fungsinya untuk menahan kotoran atau lumpur yang masuk,”

Kalau air hujan yang masuk ke dalam sumur berasal dari atap yang disambungkan ke paralon, maka tidak perlu mengkhawatirkan kotoran dan lumpur memenuhi sumur.

5. Pastikan Aliran Air

Pastikan air hujan akan mengalir ke sumur resapan dengan membuat sumur di dataran rendah. Jika halaman rumah datar, air bisa dialirkan dengan membuat parit kecil yang mengarah ke lubang dinding sumur resapan.

Selain itu, air hujan yang jatuh ke atap juga bisa dialirkan ke sumur dengan membuat talang air dan paralon.

6. Tutup Permukaan

Apabila permukaan sumur resapan akan difungsikan, misalkan parkiran motor atau tempat jemuran, maka permukaan sumur dicor seperti membuat septic tank. Maka, pengecoran juga menggunakan tulang besi dan manhole.

Itulah cara membuat sumur resapan air untuk mengantisipasi masalah di kemudian hari. Semoga bermanfaat!

(dhw/dna)



Sumber : www.detik.com