Category: Tips Properti

  • Hati-hati Kabel Kusut bisa Picu Korsleting Listrik dan Kebakaran, Begini Cara Rapikannya


    Jakarta

    Di zaman serba canggih sekarang mengharuskan kamu menggunakan alat elektronik. Mulai dari gadget untuk membantu menyelesaikan pekerjaan atau sebatas untuk hiburan. Karena itu pasti kamu pernah mengalami pusingnya mengurut kabel kusut bertebaran di kamar kamu.

    Selain tak sedap dipandang mata, kabel yang kusut bikin kerusakan kecil jadi sulit terdeteksi. Padahal, bila kabel mengalami kerusakan seperti kulit kabel terkelupas, bisa memicu korsleting listrik yang bisa memicu kebakaran.

    Untuk itu, sudah saatnya kamu merapikan kabel kusut tersebut. Kamu pasti nggak mau menghabiskan waktu cuma buat memisahkan kabel earphone dari kabel charging, bukan?


    Hal termudah untuk menyelesaikannya adalah dengan mengorganisir kabel-kabel tersebut. Dikutip dari homes and gardens.com, berikut cara merapikan dan mengorganisir kabel berantakan di kamar kamu.

    Awali dengan menyortir

    Kamu bisa mulai dengan mencabut seluruh kabel dari stop kontak. Lakukan dengan perlahan dan jangan tarik terlalu keras sebab kamu bisa merusaknya. Pisahkan kabel yang sering kamu gunakan dengan kabel yang jarang atau nggak pernah digunakan. Jika kamu nggak pernah pakai kabel tersebut selama 12 bulan kamu bisa buang kabel tersebut.

    Cukup kabel satu saja, Hindari duplikasi

    Dengan mengkategorisasikan berdasarkan fungsi setiap kabel kamu bisa cukup gunakan satu kabel saja. Tanyakan pada dirimu, apa kamu butuh dua kabel dengan tipe yang sama atau tidak? Misalnya kamu bisa batasi satu kepala charger dengan kabel untuk setiap anggota keluarga. Perlu diingat juga membuang kabel ke tempat sampah tidak ramah untuk lingkungan. Alternatifnya, kamu bisa buang ke tempat recycle atau donasikan kepada keluarga atau teman.

    Beralih ke wireless

    Teknologi wireless atau tanpa kabel kini sudah menjadi trend. Sudah banyak gadget keluaran terbaru hadir tanpa kabel seperti mouse wireless, earphone wireless, bahkan wireless charging. Bagaimana? tertarik beralih ke gaya hidup tanpa kabel?

    Beri label

    Terkadang salah cabut kabel bisa menyebalkan seperti mencabut kabel komputer saat bekerja. Solusinya bisa dengan cara labelling. Cara labelling terbukti efektif untuk mengenali jenis kabel dan kegunaannya. Daripada labelling dengan spidol kamu bisa gunakan ikat kabel warna-warni atau label tag.

    Jauhkan kabel dari lantai

    Jika kamu menggerakkan kaki setiap mencabut colokan, maka harus biarkan lantai kamu bersih dari kabel. Singkirkan kabel tebal dari lantai dengan memasang kabel ekstensi di bagian bawah meja, sejauh mungkin di bagian belakang. Jika kamu menyukai desain meja yang lebih ‘minimalis’ atau memiliki banyak soket ekstensi untuk diatur, pertimbangkan untuk berinvestasi pada baki penyimpanan yang terletak tepat di bawah meja dan simpan semua kabel di sana.

    Gulung jadi kumparan Kabel

    Ketika tidak digunakan, cara terbaik untuk menghindari kabel kusut adalah dengan menggulung kabel menjadi lingkaran yang rapi sebelum menyimpannya. Ingat! Jangan berikan terlalu banyak tekanan pada area sambungan kabel. Ini rentan buat kabel bengkok dan patah, sehingga kabel terkelupas sehingga tidak aman untuk digunakan. Untuk memastikan hal ini tidak terjadi, kamu bisa tambahkan pelindung kabel untuk proteksi lebih.

    Gunakan kantong ziplock

    Jika kamu punya banyak jenis earphones, kabel charging atau headphone jangan letakkan di ransel. Agar lebih aman dan nyaman kamu bisa merapikan terdahulu kemudian masukkan dan susun di dalam kantong ziplock.

    Gunakan Pipa

    Pipa paralon juga bisa kamu gunakan sebagai solusi agar kabel-kabel alat elektronik di rumah kamu nggak berantakan. Caranya, susun kabel dan masukan ke pipa paralon. Sesuaikan ukurannya dengan kabel yang kamu punya. Dijamin, kabel di rumah kamu tak akan kusut. Namun perlu diingat, jangan sampai kabel tersebut sobek atau terkelupas untuk menghindari korsleting listrik.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Langkah Kelola Sampah Rumah Tangga Biar Nggak Numpuk, Bisa Jadi Cuan!



    Jakarta

    Setiap rumah menghasilkan sampah dari berbagai kegiatan. Namun, sering kali sampah tersebut tidak dikelola dengan baik, sehingga hanya menumpuk di suatu lahan, sehingga berdampak buruk bagi lingkungan hidup.

    Hal ini menjadi perhatian Penggiat Lingkungan dan Pendiri Rumah SOPAN, Sony Teguh Trilaksono yang prihatin dengan penumpukan sampah. Ia pun mulai mengolah sampah dan tidak membuang sampah ke luar rumah.

    “Sejak 2005 saya sudah tidak membuang sampah keluar, terutama sampah yang dikirim ke tukang pemulung atau tukang sampah. Kita sekarang kelola sendiri Dan itu sudah lebih dari 15 tahun. Alhamdulillah, nggak ada masalah karena sebetulnya mudah,” ujar Sony kepada detikcom belum lama ini.


    Selain menjaga lingkungan, mengolah sampah rumah tangga menguntungkan juga lho. Yuk, simak caranya berikut ini.

    Cara Mengolah Sampah Rumah Tangga

    1. Mengurangi Produksi Sampah

    Pertama, ada baiknya mulai dengan mengurangi produksi sampah. Sony menyarankan untuk menerapkan 3R, yakni reduce, reuse, dan recycle untuk mencegah sampah.

    “Tiga unsur (yaitu) reduce, reuse, dan recycle ini kita terapkan di dalam pengelolaan sampah skala rumah tangga di perkotaan,” ucapnya.

    Reduce berarti mengurangi penggunaan barang yang menghasilkan plastik. Misalkan membawa tas belanja daripada menggunakan kantong plastik.

    Reuse adalah menggunakan suatu barang secara berulang agar tidak menimbulkan sampah baru. Seperti mengisi ulang botol air minum daripada membeli air minum kemasan plastik.

    Terakhir, recycle adalah mendaur ulang sampah menjadi barang baru. Contohnya kumpulan kemasan plastik diubah menjadi ecobrick untuk membuat bangku.

    2. Memilah Sampah

    Lalu, sediakan setidaknya tiga jenis tempat sampah di rumah untuk memilah sampah organik, anorganik, dan B3 (bahan beracun dan berbahaya). Sampah organik bisa berupa makanan dari dapur atau sampah dari pekarangan.

    “Kalau di rumah tangga ada sampah organik dapur (atau disingkat) SOD namanya. Lalu, ada sampah organik yang lain-lainnya contohnya daun, ranting-ranting. Itu namanya sampah organik,” jelasnya.

    Sementara sampah anorganik di antaranya berbahan gelas, plastik, besi, karton, hingga kaleng. Sedangkan sampah B3 termasuk baterai dan obat-obatan.

    3. Menyetor ke Bank Sampah

    Sampah anorganik yang masih bernilai masih bisa kamu jual ke bank sampah setelah dibersihkan. Hal ini lumayan menguntungkan untuk mendapat penghasilan dari sampah rumah tangga.

    “Setiap botol yang sudah kita tidak pakai, kita simpan, kita kumpulkan, setiap minggu kita setor kepada bank sampah. Nah, itu ditukar dengan tabungan yang kita bisa ambil 6 (bulan) sampai 1 tahun ke depan,” terangnya.

    Bahkan, minyak jelantah bisa kamu jual ke bank sampah seharga Rp 5 ribu per kilonya. Untuk itu, Sony mengajak masyarakat untuk menjadi anggota bank sampah.

    “Jadi rumah kecil, rumah tanah kecil itu ikutlah bank sampah dulu. Ikut menjadi anggota bank sampah. Sebagian besar masalah (sampah rumah tangga) sudah terselesaikan,” imbuhnya.

    Namun, sampah B3 yang diserahkan ke bank sampah atau pengelola harus dimusnahkan agar tidak mencemari lingkungan.

    4. Membuat Kompos

    Sampah organik dapur (SOD) bisa kamu masukan ke dalam lubang resapan biopori agar terurai secara alami. Sampah di dalam tanah akan menyusut dalam beberapa hari saja. Lubang ini juga bermanfaat untuk menyuburkan tanah dan mendukung menyerapan air ke tanah.

    Biopori Rumah SOPANBiopori Rumah SOPAN Foto: 20detik

    Sementara sampah dedaunan dan ranting-ranting bisa kamu kompos di dalam bak tertutup. Caranya dengan mencacah sampah pekarangan dan menyemprotkan cairan bioaktivator untuk mempercepat proses penguraian.

    Setelah 2-4 minggu, kamu akan menghasilkan kompos yang bisa digunakan untuk tanaman di rumah. Kalau mau untung, kamu juga bisa menjual komposnya.

    5. Membuat Prakarya

    Nah, terkadang ada saja sisa sampah plastik atau sampah anorganik yang tidak layak jual. Misalkan sisa kemasan obat atau potongan kemasan plastik kecil.

    Sampah ini bisa dipotong kecil-kecil untuk dimasukkan dan dipadatkan ke dalam botol plastik. Ini disebut ecobrick, yang bisa kamu gunakan untuk merakit furniture. Kamu bisa menjual ecobrick satuan atau berupa furniture yang sudah jadi.

    “Ada pengrajin yang memang mengumpulkan ecobrick. Jadi kalau rata-rata ecobrick yang sudah jadi itu yang bahan bakunya padat itu rata-rata Rp10.000 harganya (per botol seberat 500 gram),”katanya.

    “Satu bangku ini (terbuat dari) Rp 10.000 kali 16 (botol). Berapa itu? Rp 160.000. Harganya memang bangku ini Rp 250.000. Ini tahan lama,” pungkasnya.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ternyata Ini yang Membedakan Tukang Harian dan Borongan, Kamu Sudah Tahu?



    Jakarta

    Ketika ingin membangun atau merenovasi rumah sering kali kita dihadapkan pada pilihan, lebih baik pakai tukang borongan atau tukang harian? Hal tersebut tentunya kembali lagi pada pilihan masing-masing.

    Memang apa sih perbedaan tukang harian dengan tukang borongan? Dikutip dari Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Minggu (25/8/2024), tukang harian adalah pekerja konstruksi yang dibayar per hari kerja. Pembayarannya dihitung dengan menjumlahkan hari kerja per orang pertugas.

    Sementara itu, tukang borongan adalah pekerja konstruksi yang dibayar berdasarkan proyek yang diselesaikan dalam jangka waktu tertentu dengan biaya tetap seperti yang disepakati di awal.


    Nah, buat kalian yang masih bingung untuk menggunakan jasa tukang borongan atau tukang harian, berikut ini perbedaannya.

    1. Upah

    – Tukang harian: Berdasarkan hari kerja
    – Tukang borongan: Berdasarkan proyek dalam jangka waktu tertentu dengan biaya tetap yang disepakati di awa;

    2. Tanggung Jawab

    – Tukang harian: Lebih fokus karena dipekerjakan berdasarkan keahlian spesifik.
    – Tukang borongan: Lebih besar karena berkaitan dengan pengelolaan proyek secara keseluruhan.

    3. Jenis Proyek

    – Tukang harian: Relatif kecil dan sederhana, seperti renovasi ruangan atau perbaikan rumah.
    – Tukang borongan: Umum digunakan pada proyek yang lebih besar, seperti hunian baru atau bangunan komersial.

    4. Efisiensi

    – Tukang harian: Biasanya biaya lebih tinggi karena membutuhkan keahlian spesifik.
    – Tukang borongan: Efisiensi biaya dan waktu karena menerapkan strategi tertentu. Contohnya dari penggunaan bahan bangunan.

    6. Waktu Penyelesaian

    – Tukang harian: lebih fleksibel.
    – Tukang borongan: Lebih cepat karena mengerahkan lebih banyak tukang dengan jadwal yang pasti.

    7. Kualitas Pekerjaan

    – Tukang harian: Umumnya lebih detail dalam menyelesaikan pekerjaan.
    – Tukang borongan: Jika dikerjakan terburu-buru berpotensi berpengaruh pada kualitas bangunan.

    Sebagai informasi, apabila dalam suatu proyek membutuhkan keterampilan khusus, seperti pemasangan sistem listrik atau perbaikan saluran air, pastikan tukang yang dipilih memiliki keahlian dan berpengalaman. Bahkan kalau perlu yang bersertifikat untuk mengerjakan proyek tersebut.

    Tentunya, hal-hal tersebut dapat dijadikan pertimbangan untuk menggunakan jasa tukang harian atau tukang borongan. Kalian hanya perlu menyesuaikan dengan proyek yang akan dilakukan.

    Demikian informasi terkait perbedaan tukang harian dengan tukang borongan. Semoga bermanfaat ya detikers!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Alasan Kamu Perlu Bikin Biopori di Rumah, Banyak Manfaatnya


    Jakarta

    Lubang resapan biopori berfungsi untuk menimbun sampah organik. Kamu bisa dengan mudah membuat lubang ini di sekitar rumah.

    Penggiat Lingkungan dan Pendiri Rumah SOPAN menjelaskan cara membuat biopori di rumah. Pertama, gali lubang vertikal sedalam 1,2 meter dengan diameter 10 cm menggunakan bor khusus.

    Kemudian, pasang casing untuk menahan agar tanah tidak longsor. Lalu, tutup lubang biopori menggunakan tutup berlubang untuk mencegah tikus masuk.


    Biopori Rumah SOPANBiopori Rumah SOPAN Foto: 20detik

    “Biopori itu dibuat mudah sekali. Pertama dibor dengan bor buatan kami itu sedalam 1,2 meter. Setelah bor kita lubangi baru kita kasih casing,” kata Sony kepada detikcom di Rumah SOPAN, Jatimakmur, Pondok Gede, Bekasi belum lama ini.

    Selain mudah dibuat, biopori sangat manfaat bagi lingkungan rumah, lho. Yuk, simak apa saja manfaat punya biopori.

    Manfaat Bikin Biopori di Rumah

    1. Mengurai Sampah Organik

    Lubang resapan biopori bisa diandalkan untuk menguraikan sampah organik, terutama sampah dapur. Lubang ini mampu mengurai sampah secara alami dalam beberapa hari saja.

    Mengisi lubang resapan biopori dengan sampah organikMengisi lubang resapan biopori dengan sampah organik Foto: 20detik

    “Kita di rumah SOPAN ini punya 80 lubang biopori, kali 10 kilo (muatan sampah) per lubang itu sudah 800 kilogram. Kita bisa 800 kilogram (sampah organik) per hari kita bisa kelola. Dan itu dalam 4 hari langsung habis di lubang sampah biopori,” katanya.

    2. Menyuburkan Tanah

    Saat proses penguraian, sampah organik sebenarnya sedang berubah menjadi kompos. Nah, kompos ini mengandung berbagai kandungan yang dapat menyuburkan tanah.

    “Tanah kita subur. Karena apa? Kompos kita masukkan langsung ke tanah. Sampah-sampah kita masukkan ke tanah jadi kompos. Jadi dia menyuburkan tanah,” ucapnya.

    Dengan begitu, kamu akan lebih mudah menumbuhkan tanaman di pekarangan rumah.

    “Kita bisa menyuburkan tanaman di sekitarnya yang kita tanam di dekat letak, letaknya lubang biopori,” tuturnya.

    3. Mempercepat Penyerapan Air

    Selain itu, lubang resapan biopori mempercepat penyerapan air ke dalam tanah. Sebab ada lubang sebagai akses masuk air yang mudah.

    Tanah pekarangan pun menjadi lembap dan kandungan air terjaga. Bagi pengguna sumur air pun tidak perlu khawatir kekeringan.

    “Jadi tanah kita kalau bisa dia meresap hujan sebanyak-banyaknya, itu disebutlah kita memanen air hujan. Air hujan nggak bisa dipanen kenapa? Karena nggak ada yang bisa diserap,” jelasnya.

    4. Mencegah Genangan Air

    Lalu, penyerapan air hujan yang lancar akan mencegah terbentuk genangan air. Sony mengingatkan genangan air bisa berbahaya karena bisa menjadi tempat nyamuk berkembang biak.

    “Kalau ada ada genangan yang lengkung gitu, tidak terserap dengan tanah karena tanahnya keras kan? Nah ini (tempat) malaria (penyebab) demam berdarah itu tidur di situ. Karena (nyamuk) demam berdarah itu kan cuma satu hari bisa berkembang biak,” tuturnya.

    Oleh karena itu, Sony menyarankan agar membuat lubang resapan biopori di area tanah yang rawan muncul genangan air.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Pekarangan Sempit-Paving Block Masih Bisa Bikin Biopori? Begini Caranya



    Jakarta

    Lubang resapan biopori adalah lubang buatan untuk menimbun sampah organik dan menyerap air hujan. Biopori merupakan salah satu metode andalan untuk mengolah sampah rumah tangga.

    Dalam waktu beberapa hari saja, sampah organik yang tertimbun di dalam tanah akan terurai secara alami. Hal ini sudah diterapkan oleh Penggiat Lingkungan dan Pendiri Rumah SOPAN, Sony Teguh Trilaksono yang mempunyai 80 lubang biopori di lingkungan rumahnya.

    “Kita di rumah SOPAN ini punya 80 lubang biopori, kali 10 kilo (muatan sampah) per lubang itu sudah 800 kilogram. Kita bisa 800 kilogram (sampah organik) per hari kita bisa kelola. Dan itu dalam 4 hari langsung habis di lubang sampah biopori,” ujar Sony ke detikcom di Rumah SOPAN, Jatimakmur, Pondok Gede, Bekasi belum lama ini.


    Mengisi lubang resapan biopori dengan sampah organikMengisi lubang resapan biopori dengan sampah organik Foto: 20detik

    Sony menyebut pembuatan lubang resapan biopori sangat mudah. Caranya dengan membuat lubang sedalam 1,2 meter berdiameter 4 inci atau sekitar 10 cm dengan bor khusus.

    “Biopori itu dibuat mudah sekali. Pertama dibor dengan bor buatan kami itu sedalam 1,2 meter. Setelah bor kita lubangi baru kita kasih casing,” katanya.

    Casing biopori berfungsi untuk menahan tanah di atas lubang agar tidak longsor. Untuk casing, bisa menggunakan pipa, kaleng, atau casing yang didesain khusus.

    Lalu, kamu bisa menutup bukaan biopori dengan tutup yang berlubang. Hal ini untuk mencegah tikus memakan atau mengacak sampah organik.

    Tak hanya satu, sebaiknya kamu membuat beberapa lubang biopori di rumah. Adapun jarak satu biopori dengan lainnya tergantung posisinya.

    Untuk tanah di bawah atap, sebaiknya antara biopori berjarak 1,5-2 meter. Sedangkan lahan terbuka yang tidak dekat atap, jarak biopori sekitar 3 meter.

    Biopori Rumah SOPANBiopori Rumah SOPAN Foto: 20detik

    Menurutnya, setiap rumah bisa membuat lubang biopori meski mempunyai lahan yang sempit, bahkan kalau tidak ada pekarangan sekalipun. Sebab, pemilik rumah bisa membuat biopori di garasi, carport, hingga selokan depan rumah.

    “Tidak punya tempat lahan? Bikin biopori di mana? Di garasi mobil (atau) di comberan. Bahkan kalau misalnya sampah-sampah dapur yang mau kita buang itu (di selokan) tidak ada masalah juga. Jadi itu menjadi busuk dan terkomposkan secara alami. Jadi sebenarnya rumah kecil bisa,” katanya.

    Selain itu, pekarangan yang tertutup paving block atau conblock masih dibuatkan lubang resapan biopori. Caranya dengan membiarkan sedikit area lahan tidak ditutup paving block.

    Area tersebut kemudian dijadikan biopori. Lalu, lubang biopori bisa ditutup besi berlubang berbentuk paving block. Sony juga menambahkan batu-batu koral agar lebih estetik.

    Biopori Rumah SOPANBiopori Rumah SOPAN Foto: 20detik

    “Paving block ini memang kita desain untuk meresap air juga. Contohnya di paving block ini ada namanya lubang resapan biopori (tapi) tetap kita pakai grass block,” pungkasnya.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Ide Rumah dengan Atap Miring Satu Sisi


    Jakarta

    Rumah dengan atap miring di satu sisinya sedang diminati. Tampilannya yang unik dan berbeda dari umumnya tampak menarik dan memberikan kesan modern pada hunian. Karena itu, banyak orang menginginkan atap berdesain satu ini untuk rumah mereka.

    Atap miring satu sisi disebut juga atap gudang. Bukan hanya diterapkan pada gudang, implementasi atap seperti ini bisa pula dibuat pada bangunan rumah utama. Nah, kamu dapat temukan contoh rumah dengan atap miring satu sisi di bawah ini.

    Ide Atap Rumah Miring Satu Sisi

    Berikut desain beberapa rumah dengan atap mirip satu sisi di belakang, samping, dan depan yang dapat dijadikan referensi, dirangkum dari catatan detikcom dan Getty Images:


    1. Atap Miring Model Kesatu

    Home overlooking the country, Virginia, USARumah atap miring satu sisi. Foto: Getty Images/Jon Lovette

    Atap miring satu sisi dapat diaplikasikan di belakang atau samping rumah seperti pada foto. Model atap satu ini bisa banget diterapkan untuk ruang keluarga atau dapur.

    Bentuknya yang miring bantu air hujan turun langsung menuju pipa pembuangan. Dengan begitu, genangan air yang bisa bikin bocor dapat dicegah. Sederet jendela yang dipasang berjejer juga dapat memudahkan sirkulasi udara dan sinar matahari masuk ke hunian.

    2. Atap Miring Model Kedua

    Lake house on Canandaigua Lake, NYRumah atap miring satu sisi. Foto: Getty Images/Ninepence

    Bangunan rumah yang terletak di bagian samping boleh dipakaikan atap rumah miring. Beberapa jendela kaca bisa dipasangkan agar rumah selalu terang dari banyaknya cahaya matahari yang masuk. Ruang tamu dan ruang kerja cocok sekali ditempatkan di bagian rumah tersebut.

    Jarak atap dan bagian dalam rumah yang lebih dekat memungkinkan pula untuk memasang jendela atap yang jadi jalur masuk pencahayaan alami.

    3. Atap Miring Model Ketiga

    Rumah atap miring satu sisi.Rumah atap miring satu sisi. Foto: Getty Images/Ivan Hunter

    Penempatan atap miring satu sisi yang berada di area pintu masuk samping menciptakan tampilan rumah yang unik. Karena dipasangkan pintu satu daun, ukuran atapnya pun jadi lebih pendek sehingga mempercepat waktu pemasangannya.

    4. Atap Miring Model Keempat

    USA, South CarolinaRumah atap miring satu sisi. Foto: Getty Images/Thomas Northcut

    Kebanyakan orang menempatkan garasi di dekat teras rumah. Tapi tak sedikit yang membangun ruangan di sisi hunian sebagai gudang maupun tempat parkir kendaraan.

    Atap miring satu sisi dapat digunakan pada ruangan yang menempel di samping rumah ini agar biaya pemasangannya lebih terjangkau.

    5. Atap Miring Model Kelima

    Beautiful suburban home with wrap-around porch.Rumah atap miring satu sisi. Foto: Getty Images/EricVega

    Area gudang dan garasi mobil juga boleh ditempatkan di bagian sisi rumah. Kamu bisa membuat sedikit ruang tambahan dengan jendela dan pintu di samping. Tambahan ruang yang tidak terlalu luas sangat cocok dipasangkan atap miring satu sisi seperti pada foto.

    6. Atap Miring Model Keenam

    Rumah atap miring satu sisi.Rumah atap miring satu sisi. Foto: Getty Images/Comstock Images

    Kalau ingin membangun bagian rumah tambahan yang menempel bangunan utama, penggunaan atap miring satu sisi bisa jadi pilihan tepat. Karena dibuat menyatu dengan rumah utama, pemasangannya dapat memudahkan air mengalir langsung ke pipa pembuangan saat turun. Sehingga genangan air di atap dapat dicegah.

    7. Atap Miring Model Ketujuh

    new house with a concrete roof under constructionRumah atap miring satu sisi. Foto: Getty Images/Sirisak Boakaew

    Teras kecil di area pintu depan rumah dapat dibuatkan atap miring satu sisi sebagai tempat berteduh saat keluar masuk hunian. Jenis atap ini lebih cocok karena ukuran teras yang kecil. Di sisi lain, bisa jadi variasi atap berbeda dari bangunan utama rumah.

    Itu dia sederet model rumah dengan atap miring satu sisi di bagian samping dan belakang yang dapat dijadikan referensi.

    (row/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Jitu Merawat Tanaman Biar Rumah Asri dan Ramah Lingkungan


    Jakarta

    Merawat tanaman bisa membuat suasana rumah menjadi lebih asri dan nyaman. Lebih dari itu, mempunyai tanaman di rumah turut membantu konservasi lingkungan.

    Penggiat Lingkungan dan Pendiri Rumah SOPAN, Sony Teguh Trilaksono menyebut memelihara tanaman adalah salah satu cara mengimbangi lingkungan hidup. Sebab, manusia membutuhkan oksigen yang dihasilkan oleh tanaman.

    Sony sendiri mempunyai lebih dari 400 tanaman di pekarangan rumahnya. Selain karena hobi, ia merasa tanaman membuat suasana rumah terasa lebih teduh.


    “Jadi kami di sini sekarang kenapa teduh ya? Karena banyak oksigen. Jadi makin banyak pohon, banyak oksigen. Jadi selain kita hobi, juga untuk menerapkan konservasi lingkungan di rumah ini,” ujar Sony kepada detikcom di Rumah SOPAN, Jatimakmur, Pondok Gede, Bekasi belum lama ini.

    Koleksi Tanaman Rumah SOPANKoleksi Tanaman Rumah SOPAN Foto: 20detik

    Menurutnya, setiap rumah harus memelihara tanaman. Terlebih karena penebangan pohon masih marak terjadi.

    “Indonesia ini kan sekarang penebangan pohon luar biasa ya, jadi harus kita lakukan,” katanya.

    Ia pun membagikan sejumlah tips merawat tanaman di rumah. Yuk, simak penjelasan berikut ini.

    Tips Merawat Tanaman

    1. Setiap Penghuni Merawat Tanaman

    Sony menyarankan agar setiap penghuni rumah harus menanam atau merawat tiga sampai lima pohon di rumah. Ia mendapatkan angka itu karena lima pohon dapat memenuhi kebutuhan oksigen satu orang, sehingga menggunakan angka sebaliknya.

    “Pokoknya di rumah itu harus menanam. Jadi kalau jumlahnya kayak segini, jumlah orang di rumah satu, ya jadi satu kali lima pohon.

    2. Pelihara Aneka Jenis Tanaman

    Lalu, ada baiknya sebuah rumah mempunyai beraneka jenis tanaman. Ia sendiri mempunyai empat jenis tanaman di rumah, yakni tanaman buah, tanaman sayur-sayuran, tanaman obat, dan tanaman pencegah polusi.

    3. Maksimalkan Ruang

    Kalau kamu punya lahan yang sempit atau tidak punya pekarangan, memaksimalkan ruang dengan menanam tanaman di pot. Kamu bisa menaruh pot ini di mana saja, termasuk tembok dan atap rumah.

    Tanaman di Tembok Rumah SOPANTanaman di Tembok Rumah SOPAN Foto: 20detik

    “Jadi kalau ada alasan ‘kami tidak bisa menanam’ itu hanya alasan. Sebetulnya yang bisa kita tahu semua bisa. Kita menanam di genteng, di tembok, di taman, di pot kecil. Kita semuanya bisa menanam asal ada kemauan,” jelasnya.

    4. Cukupi Kebutuhan Tanaman

    Pastikan kamu memenuhi kebutuhan dasar tanaman, yakni cahaya matahari, kesuburan tanah, dan kecukupan air. Lalu, pilih tanaman dengan bibit unggul dan penuhi nutrisinya dengan pupuk.

    “Yang jelas (penuhi) air, matahari, terus (kesuburan) tanah, media tanah, pupuk sama pemilihan bibit dulu itu penting sekali,” ungkapnya.

    5. Kepedulian Terhadap Tanaman

    Kemudian, Sony menyebut rasa sayang dan peduli terhadap tanaman juga penting. Dengan begitu, kamu akan lebih memperhatikan kebutuhan tanaman. Jika ada masalah pada tanaman, maka segera diatasi.

    “Pertama adalah peduli kepada pohon kita yang ada, kemudian kita juga kasih sayang. Jadi alhamdulillah lihat pohon kita kan nggak ada yang mati kan. Saya mencoba (kalau) ada pohon yang kuning, saya potongin dulu,” tuturnya.

    “Kuncinya itu aja. Awal dari kasih sayang. Kasih sayang dan peduli kepada pohon kita,” ungkapnya,” pungkasnya.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Salah, Ini Perbedaan Rusun, Apartemen dan Kondominium



    Jakarta

    Rumah atau hunian ini terbagi dua, yakni hunian vertikal dan horizontal. Hunian horizontal adalah rumah yang dibangun berderet memanjang. Contoh yang biasa kita temui adalah rumah tapak alias landed house.

    Sedangkan rumah vertikal adalah rumah yang dibangun bertumpuk meninggi ke atas (vertikal). Contohnya adalah rusun, apartemen hingga kondominium.

    Rumah vertikal adalah solusi pembangunan rumah pada lahan yang terbatas. Ini juga bisa menjadi solusi perkotaan untuk menjawab harga tanah yang mahal.


    Namun, hingga kini banyak yang belum mengetahui apa perbedaan antara apartemen, rusun dan kondominum.

    Dikutip dari Cekaja.com, berikut perbedaan rusun, apartemen dan kondominium:

    Rusun

    Berdasarkan Undang-undang, rumah susun adalah bangunan gedung bertingkat yang terbagi dalam bagian-bagian yang distrukturkan secara fungsional, dan merupakan satuan-satuan yang masing-masing dapat dimiliki dan digunakan secara terpisah.

    Pada perkembangannya, masyarakat mengenal rusun sebagai hunian bertingkat untuk kelas menengah bawah. Rusun juga terbagi menjadi dua yaitu:

    Rusunami

    Rusunami adalah Rumah Susun Sederhana Milik. Pada Rusunami, pengguna tangan pertama harus membeli dari pengembang. Pengembang kerap menggunakan istilah apartemen bersubsidi untuk Rusunami.

    Rusunawa

    Rusunawa adalah Rumah Susun Sederhana Sewa. Dari segi tampilan fisik bangunan kurang lebih sama dengan Rusunami. Perbedaannya, untuk menempati Rusunawa, pengguna menyewa dari pengembang.

    Apartemen

    Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), apartemen adalah tempat tinggal yang terdiri dari ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi, dapur, dan sebagainya yang berada pada satu lantai bangunan bertingkat yang besar dan mewah.

    Apartemen juga biasanya dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti kolam renang, pusat kebugaran, toko, dan lainnya. Tak hanya itu, biasanya, untuk memiliki apartemen dibutuhkan biaya yang tak sedikit.

    Kondominium

    Pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), definisi kondominium adalah gedung besar, mewah, bertingkat yang disewakan; apartemen. Jadi dalam praktiknya, pemilik unit kondominium memiliki hak melakukan apa pun, misalnya menyewakan atau menjual pada orang lain.

    Artinya, kondominium dapat menjadi alternatif investasi, sedangkan apartemen lebih sebagai hunian rumah tinggal.

    Itulah perbedaan dari rusun, apartemen, dan kondominium. Apakah kamu tertarik tinggal di salah satunya? Atau kamu lebih memilih mencari rumah hunian?

    Sementara itu, dikutip dari sumber lain, perbedaan paling mencolok antara rusun, apartemen dan kondominium adalah dari segi fasilitas.

    Fasilitas yang terdapat di rusun terkesan seadanaya, karena rusun memang tergolong hunian vertikal yang paling terjangkau dari sisi harga. Sebab rusun ditujukan untuk masyarakat menengah ke bawah.

    Apartemen memiliki fasilitas yang lengkap, seperti tempat parkir yang luas, kolam renang, tempat kebugaaran, taman dan lainnya. Beberapa apartemen mewah juga terintegrasi dengan pusat perbelanjaan. Meski begitu, ada juga apartemen yang memiliki fasilitas seadanya.

    Lalu kondominimum memiliki fasilitas premium dan lebih mewah dibanding apartemen.

    Selain itu, ketiganya juga bisa dibedakan dari siapa yang menginisiasi pembangunan. Rusun, biasanya dibangun atas inisiasi pemerintah daerah atau pusat untuk menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau kelas menengah ke bawah. Sementara apartemen dan kondominium dibangun murni sebagai tujuan bisnis dari para pengembang.

    Demikian perbedaan rusun, apartemen dan kondominium. Semoga bermanfaat!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Ide Warna Cat Rumah yang Bagus, Cerah, dan Nggak Norak


    Jakarta

    Pemilihan warna cat rumah baik interior maupun eksterior perlu dipikirkan dengan matang. Pasalnya, cat yang dipilih mampu mempengaruhi tampilan rumah secara keseluruhan, mulai dari kesan yang tercipta, nuansa, dan estetikanya.

    Tapi, bagaimana dengan orang yang suka warna-warna cerah? Apakah warna tersebut cocok dipilih sebagai cat rumah? Tenang saja, warna cerah seperti kuning dan pink bisa banget diaplikasikan di dinding hunianmu. Warna-warna itu juga tidak memberikan kesan norak kok.

    Kamu bisa temukan inspirasi warna cat rumah cerah yang tetap menciptakan kesan bagus dan tidak mencolok di bawah ini.


    Ide Warna Cat Rumah yang Bagus dan Cerah

    Mengutip dari Good Housekeeping, The Spruce, dan HGTV, berikut sejumlah cat warna cerah yang bisa dijadikan referensi untuk bagian dalam rumah:

    1. Light Blue

    Light Blue.Light Blue. Foto: Michael Kaskel/dok. Good Housekeeping.

    Light blue bisa jadi pilihan warna yang tepat untuk bagian dalam hunian. Kamu dapat mengaplikasikan warna ini untuk ruang tamu, ruang keluarga, maupun kamar tidur.

    Warna birunya cerah tetapi tidak mencolok, justru menciptakan kesan teduh dan suasana tenang. Untuk warna biru cerah lainnya yang adem, bisa coba powder blue dan slate blue.

    2. Peach

    Peach.Peach. Foto: dok. Liz Goldberg/dok. Good Housekeeping.

    Kalau ingin warna yang agak berani namun tetap manis, kamu dapat memilih peach. Kombinasi oranye dan pink mampu menghasilkan peach yang bernuansa lembut dan hangat. Warna ini sering dikaitkan dengan buah persik yang memiliki kulit berwarna oranye mudah dengan sentuhan sedikit merah muda.

    Cat berwarna peach dapat kamu aplikasikan di dinding ruang tamu. Padukan warna ini dengan sofa bernuansa hangat seperti taupe dan aksesoris seperti bantal yang kontras. Trik ini bisa melembutkan warna peach yang agak menyala.

    3. Putih

    Putih.Putih. Foto: dok. Leela Cyd/dok. Good Housekeeping.

    Putih menjadi warna cerah yang umum dipilih banyak orang. Warnanya mampu membuat rumah tampak luas, terang, dan bersih. Apalagi jika dinding maupun plafon seluruhnya dicat warna satu ini.

    Kalau ingin ruangan yang lebih “hidup”, cat putih bisa dipadukan dengan furnitur berwarna-warni seperti biru dan hijau yang mencolok. Ada sejumlah cat warna putih yang menjadi opsi, yaitu warm white, cool white, bright white, chalky white, dan ivory.

    4. Abu-abu Muda

    Abu-abu Muda.Abu-abu Muda. Foto: dok. Riki Snyder/dok. Good Housekeeping.

    Warna cerah lainnya yaitu abu-abu muda. Warnanya yang terang tapi kalem memberikan kesan tenang dan teduh. Dijamin tidak akan menyesal memilih warna ini untuk menghias rumahmu.

    Kamu juga dapat memilih furnitur berwarna kuning atau cokelat kayu untuk menciptakan kontras yang elegan .

    5. Hijau Sage

    Hijau Sage.Hijau Sage. Foto: dok. Brie Williams/dok. Good Housekeeping.

    Kamu yang suka hijau tapi tidak ingin warna yang norak, bisa coba pilih sage. Warna ini mampu menciptakan suasana tentram dan adem. Sage dapat dikombinasikan dengan cat putih yang diaplikasikan pada jendela maupun plafon. Warna dan pola lainnya juga bisa dipadukan pada furnitur atau aksesoris di ruangan.

    6. Taupe

    Taupe.Taupe. Foto: dok. Rachel Whiting/dok. Good Housekeeping.

    Untuk warna netral yang cerah, taupe bisa pula jadi opsi tepat cat dinding ruang tamu dan ruang keluarga. Warnanya yang teduh memberikan kesan hangat dan nyaman. Agar ruangan lebih “hidup”, furnitur berwarna kontras seperti merah dan biru. Sentuhan putih dapat ditambahkan pada beberapa aksesoris.

    7. Dusty Pink

    Dusty Pink.Dusty Pink. Foto: dok. Emily Gilbert/dok. Good Housekeeping.

    Pencinta merah muda boleh pilih cat dusty pink kalau ingin mewarnai rumahmu dengan warna tersebut. Warnanya yang lembut tidak memberi kesan norak. Justru dusty pink tampak netral dan cocok dipadukan dengan furnitur rumah seperti sofa biru dan meja cokelat kayu, maupun aksesoris tanaman hijau dan lukisan berbingkai putih.

    8. Beige

    Beige.Beige. Foto: dok. Brooke Holm/dok. Good Housekeeping.

    Beige bisa menjadi opsi alternatif kalau tidak ingin warna putih di rumah. Untuk menciptakan kesan elegan dan mewah, beige dapat dipadukan dengan warna merah maroon dan cokelat kayu pada furniture dan pajangan di ruangan.

    9. Kuning Emas

    Kuning Emas.Kuning Emas. Foto: dok. Valspar/dok. HGTV.

    Siapa sangka warna kuning bisa menciptakan rumah bernuansa hangat? Bisa kok, dan kamu dapat memilih warna kuning keemasan seperti di foto. Kuning di sini tidak mencolok melainkan tampak kalem dan teduh.

    Dengan dipadukan dengan aksen kayu berwarna cokelat terang, mampu menghasilkan nuansa hunian minimalis. Selain itu, warna kuning cerah lainnya yang dapat jadi opsi yaitu pale yellow dan cheerful yellow.

    10. Biru Periwinkle

    Biru Periwinkle.Biru Periwinkle. Foto: dok. Rob Karosis/dok. The Spruce.

    Ada lagi warna biru terang yang tidak norak yaitu periwinkle. Ini adalah kombinasi biru dan ungu yang menghasilkan warna cantik. Biru periwinkle dapat jadi opsi tepat untuk cat rumah bagian luar kalau ingin warna yang anti mainstream. Bisa dipadukan dengan warna putih pada jendela dan pintunya.

    Nah, itu tadi 10 ide cat warna rumah yang bagus dan cerah. Kalau kamu suka warna yang mana nih?

    (row/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Simak! 5 Tanaman Ini Bisa Usir Lalat dari Rumah


    Jakarta

    Lalat merupakan salah satu serangga yang sering ditemukan di rumah. Kehadirannya membuat resah penghuni rumah karena bisa menyebarkan penyakit.

    Lalat kerap hinggap di sembarang tempat sehingga memungkinkan untuk membawa bakteri yang menyebabkan berbagai penyakit. Belum lagi kalau mereka bertelur dan meninggalkan larva di makanan yang dihinggapinya.

    Maka dari itu, perlu mengusir atau membasmi lalat yang ada di rumah. Selain menggunakan insektisida, kamu juga bisa mengusir lalat dengan bahan alami.


    Dilansir dari The Spruce, Senin (26/8/2024), berikut ini beberapa tanaman yang bisa mengusir lalat atau bahkan membasminya dari rumah.

    Lavender

    Bunga lavender.Bunga lavender. Foto: iStock/John Gonzales Buenaposada

    Lavender disebut dapat mengusir lalat dari rumah. Hal itu karena lalat tidak menyukai aromanya. Selain lalat, lavender juga bisa mengusir nyamuk dan ngengat.

    Catnip

    Giant catnip (Nepeta grandiflora)A similar pictures from my portfolio:Giant catnip (Nepeta grandiflora)A similar pictures from my portfolio: Foto: iStock

    Tanaman ini memang disukai dan aman untuk kucing. Di sisi lain, tanaman ini juga bisa mengusir lalat. Aroma dan minyak yang dihasilkan oleh catnip bisa mengusir serangga, termasuk lalat.

    Marigold

    Vibrant Orange and Yellow Blooming Marigold Flowers FieldVibrant Orange and Yellow Blooming Marigold Flowers Field Foto: Getty Images/iStockphoto/lovelypeace

    Bunga Marigold tidak hanya cantik dan cerah tetapi juga bisa mengusir serangga dari rumah, tak terkecuali lalat. Senyawa pyrethrum yang ada di Marigold kerap digunakan sebagai pengusir serangga.

    Venus

    Detailed image of Venus flytrap (Dionaea muscipula). When an insect or spider enters the trap, the trap closes.Detailed image of Venus flytrap (Dionaea muscipula). When an insect or spider enters the trap, the trap closes. Foto: Getty Images/iStockphoto/Meindert van der Haven

    Tanaman venus merupakan salah satu tanaman pemakan serangga. Dilansir dari Healthline, saat lalat hinggap di tanaman tersebut, kedua sisi tanaman Venus akan menutup di sekitar lalat. Selanjutnya, tanaman itu akan mengeluarkan cairan yang dapat mencerna bagian dalam lalat. Tanaman Venus mencerna lalat sekitar 5-12 hari, lalu mengeluarkan bagian exoskeleton atau rangka luar yang melindungi serangga.

    Mint

    A stock photo of a healthy green mint plant growing in a small planter.A stock photo of a healthy green mint plant growing in a small planter. Foto: iStock

    Tanaman ini kerap dipakai sebagai salah satu bahan masakan. Namun, siapa sangka tanaman ini juga bisa digunakan untuk mengusir lalat. Aromanya yang segar memang disukai manusia, namun tidak disukai oleh lalat sehingga tanaman ini cocok untuk diletakkan di rumah.

    Itulah beberapa tanaman di rumah yang bisa mengusir lalat. Semoga bermanfaat!

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com