Category Archives: Tips Properti

6 Tips Mencegah Kucing Liar Naik ke Atap Rumah Tanpa Menyakiti


Jakarta

Kucing liar seringlali berkeliaran di sekitar rumah dan naik ke atap. Selain berpotensi merusak genteng atau struktur atap, hal ini juga bisa menimbulkan suara berisik yang mengganggu.

Sehingga, mencegah kucing liar naik ke atap rumah bisa menjadi langkah penting untuk menjaga kenyamanan di lingkunganmu. Simak beberapa tips mencegah kucing naik ke atap rumah berikut ini.

Tips Mencegah Kucing Naik ke Atap Rumah

Untuk mencegah kucing naik ke atap rumah, kamu bisa memutus jalur akses kucing dengan memangkas dahan pohon, memasang pagar anti kucing, hingga menaburkan kopi.


Mengutip laman Big Bear Roofing, Newsweek, hingga situs jual beli rumah, berikut informasi selengkapnya.

1. Pangkas Dahan Pohon

Kucing bisa naik ke atap rumah jika ada dahan yang menjorok di dekatnya. Jadi, jika ada pohon di dekat atap rumah, pangkas dahannya secara teratur. Bereskan juga barang di sekitar rumah yang biasa dipakai kucing untuk memanjat.

2. Memasang Pagar Anti Kucing

Kucing juga bisa naik ke atap rumah lewat pagar. Sehingga, cara yang efektif untuk mencegahnya adalah memasang pagar anti kucing.

Beli jaring kucing dan letakkan di pagar agar kucing tidak bisa naik ke atap. Meski begitu, cara ini seringkali tidak berhasil pada kucing yang cerdik.

3. Letakkan Kulit Jeruk

Kucing mempunyai indra penciuman yang sangat tajam. Jeruk memliki bau yang sangat mereka tidak sukai. Sehingga, meletakkan kulit jeruk, lemon, jeruk nipis, atau jeruk bali di sekitar rumah akan mengusir mereka untuk sementara.

4. Letakkan Tanaman yang Tidak Disukai Kucing

Tanaman bisa menjadi pengusir kucing secara alami. Sebagian besar kucing tidak suka tanaman beraroma kuat seperti lavender, geranium, eucalyptus, rosemary, atau thyme. Kamu bisa menanam atau membeli tanaman dengan aroma kuat ini untuk mengusir kucing dan mencegahnya naik ke atap rumah.

5. Pasang Perangkat Ultrasonik Pengusir Kucing

Suara yang dihasilkan perangkat ultrasonik berada di luar jangkauan pendengaran manusia. Namun kucing memiliki indera pendengaran yang kuat, sehingga kucing bisa mendengarnya dan perangkat ini bisa mengusir mereka.

Perangkat pengusir kucing elektronik cenderung menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi, semprotan air, atau keduanya. Letakkan alat ini di tempat di mana kucing biasa naik ke atap rumah.

6. Pasang Alat Penyiram dengan Sensor Gerak

Tips selanjutnya adalah meletakkan alat penyiram dengan sensor gerak di atap. Nantinya, alat penyiram ini bisa menyiramkan air dalam jumlah yang banyak saat mendeteksi adanya gerakan, sehingga kucing bisa kabur dari atap.

Itulah beberapa cara untuk mencegah kucing naik ke atap rumah. Selamat mencobanya.

(elk/inf)



Sumber : www.detik.com

Jadi Elemen Penting Interior Rumah, Perhatikan Hal Ini Saat Memilih TV



Jakarta

Ada banyak hal yang perlu diterapkan untuk menghadirkan kenyamanan sebuah ruang di rumah. Ruang keluarga yang merupakan center dari sebuah hunian perlu ditata dengan baik untuk menjadi tempat bercengkerama yang menyenangkan bagi seluruh keluarga.

Selain penataan layout ruang, perlu juga dihadirkan berbagai produk yang tepat untuk mengoptimalkan kenyamanan bagi seluruh penghuni. Perangkat home entertainment misalnya, perlu disesuaikan mulai posisi, ukuran, teknologi, hingga berbagai fitur yang tepat.

Sebelum menentukan perangkat home entertainment yang tepat, ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan supaya living room maupun ruang lain lebih optimal. Pengalaman menonton, bermain game, karaoke, ataupun lainnya dengan perangkat audio-video harus memerhatikan sebagai berikut:


Jarak menonton yang ideal umumnya 1,5 hingga 2,5 kali ukuran diagonal TV. Untuk TV 4K jaraknya bisa lebih pendek untuk menikmati detail tinggi dari TV-nya. Untuk mudahnya, TV 55 inchi bisa digunakan untuk ditonton dengan jarak 6,9-11,5 kaki (2,1-3,5 meter). Untuk ruangan yang lebih kecil ukuran TV bisa disesuaikan supaya tidak menjadi terlalu dominan di ruangan.

Bila ruangan besar bisa digunakan TV yang lebih besar sehingga bisa memberikan pengalaman menonton yang lebih imersif. Namun perhatikan juga proporsi yang tepat dengan ruangan maupun berbagai furnitur di dalam ruangan. Untuk tata letaknya, hindari TV di tempat yang bisa terkena sinar matahari langsung dan pastikan posisinya nyaman dilihat dari berbagai sudut.

Perhatikan juga selain ukuran ataupun fitur dengan kebutuhan yang spesifik. Misalnya TV untuk menonton film, bermain game, karaoke, streaming, atau lainnya. Perhatikan juga produk dengan jenis ruangan misalnya ruang keluarga, ruang tamu, kamar tidur, ruang kerja, kamar anak, atau untuk penggunaan multiple.

Memilih tipe maupun ukuran TV yang tepat sangat penting dari sisi integrasi dengan ruangan, experience menonoton yang optimal, hingga kenyamanan audio-visual. Terkait hal tersebut Sharp Electronics Indonesia kembali menghadirkan produk TV dalam series Aquos XLED yang merupakan seri teranyar untuk menghadirkan standar baru hiburan di rumah.

Hadir dalam dua varian 4T-C65GU8500X dan 4T-C75GU8500X, TV ini dilengkapi dengan panel 4K 120Hz untuk tampilan yang halus dan responsif. Dibenamkan juga fitur Dolby Vision IQ untuk penyesuaian otomatis tingkat kecerahan warna serta Dolby Atmos untuk pengalaman audio 3D yang imersif.

“Seri ini merupakan inovasi terbaru Sharp untuk memenuhi kebutuhan akan sebuah produk LED TV yang memiliki kualitas gambar 10 kali lebih baik dari TV biasa. Misalnya, penggunaan teknologi mini LED yang ukurannya 10 persen dari lampu LED konvensional dengan jumlah lebih banyak untuk meningkatkan kecerahan secara dramatis untuk menghasilkan tontonan sangat hidup”, ujar Ardy, AUVI Product Strategy Head Division Sharp Indonesia.

Mengutip id.sharp, selain inovasi Mini LED Aquoa XLED dilengkapi panel 120 Hz yang menampilkan gerakan lebih halus untuk adegan cepat sehingga enak untuk menonton film aksi maupun gaming. Refresh rate yang lebih tinggi juga memastikan minimnya gambar yang kabur dan peningkatan ketajaman untuk level menonton yang lebih up.

Fitur inovatif lainnya yaitu dua jenis remote standar dan premium dengan bentuk simpel yang ramping dan dirancang tanpa tombol numerik untuk tampilan lebih elegan. TV juga dapat dikontrol melalui remote virtual dari smartphone. TV ini juga bisa menyesuaikan kecerahan gambar secara otomatis dari perubahan pencahayaan ruangan.

Dilengkapi juga dengan hands free google assistant dan AIOT Device Control untuk mengoperasikan TV melalui perintah suara menggunakan smartphone yang terkoneksi pada TV. Deep Chrome Display menghadirkan lebih dari 1 miliar warna sementara untuk audio dan smart function lainnya seperti fitur Google TV, Google Assistant, Bluetooth Audi Out, Chromecast Built-In, dan control perangkat AIOT (Artificial Intelligence of Things).

“TV Aquos XLED tersedia dalam ukuran 65 dan 75 inchi dengan harga mulai Rp22 jutaan atau untuk seri yang lebih murah mulai Rp10 jutaan. Kami yakin dengan penerapan teknologi canggih dan fitur-fitur yang dibutuhkan produk ini bisa memperkaya aktivitas kumpul bersama keluarga,” imbuh Ardy.

Sharp juga meluncurkan TV LED seri Aquos TRU 4K 120Hz yang juga menggabungkan teknologi canggih dengan desain elegan. Hadir dalam dua varian 4T-C55GN7000X dan 4T-C65GN7000X, TV ini memproses 120 gambar dalam 1 detik yang menghasilkan gambar lebih halus dan minim blur.

Panel 4K 120Hz selain menghasilkan kualitas gambar yang tajam dan responsif juga Full Array Local Dimming untuk kontras yang lebih baik dengan kemampuan membagi lampu backlight menjadi beberapa grup (dimming zones) untuk memastikan ketepatan pencahayaan sesuai kebutuhan.

“TV yang kami luncurkan sesuai untuk menjadi pelengkap ruang keluarga di rumah maupun ruang lain sesuai kebutuhan. Teknologi yang dibenamkan bisa menyesuaikan tingkat kecerahan dan warna sesuai kondisi pencahayaan ruang termasuk efek suara yang bisa didengar dari sisi atas. Fitur lainnya juga memungkinkan untuk berbagai aplikasi streaming seperti Netflix hingga game konsol untuk memperkaya pengalaman multimedia di rumah,” pungkasnya.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

2 Alasan Rumah Harus Pasang Aliran Listrik Terpisah Tiap Lantai



Jakarta

Rumah harus memiliki kapasitas listrik yang sesuai dengan kebutuhan. Dengan begitu, apa pun perangkat elektronik yang akan digunakan dapat berfungsi. Salah satu yang bisa dilakukan agar aliran listrik sesuai dengan kebutuhan adalah dengan memasang MCB atau Miniature Circuit Breaker di beberapa tempat.

Sebagai informasi, MCB merupakan komponen listrik yang dapat memutuskan aliran listrik di rumah. Biasanya aliran listrik yang mati disebabkan penggunaan yang berlebihan. Dengan satu tombol di MCB ini, kamu bisa mematikan dan menghidupkan lagi listrik di rumah. MCB ini letaknya di luar rumah.

Menurut Produk Manager Produk Manager Schneider Electric Ivan Desian Kaulika, sebuah rumah yang memakai banyak perangkat elektronik, sebaiknya MCB-nya ditopang oleh beberapa MCB yang bekerja terpisah.


Hal ini dikarenakan, rumah yang memiliki beberapa MCB dapat mencegah listrik di rumah mati seluruhnya apabila ada kerusakan. Jika masalah berada di lantai pertama, misalnya karena kebocoran listrik, maka yang perlu diperbaiki hanya lantai 1 saja. Listrik di lantai atas dapat beroperasi secara normal karena tidak terpengaruh.

Cara ini juga dinilai cukup efektif karena biasanya perbaikan listrik memerlukan beberapa hari untuk datang ke rumah. Dengan hanya sebagian yang rusak, penghuni rumah tetap bisa beraktivitas seperti biasa, meskipun terbatas.

“Jadi nggak satu rumahnya mati listriknya. Jadi kalau misalnya kita tahu matinya di situ, jadi tunggal listrik perbaikinya hanya di bagian itu saja. Jadi nggak perlu bongkar listrik satu rumah,” kata Ifan kepada detikProperti usai acara Innovation Talk: Rumah Nyaman Listrik Aman di Jakarta pada Rabu (2/10/2024).

Lalu, alasan kedua adalah mencegah terjadinya korsleting listrik dan kebakaran di rumah.

“Dengan makin banyak MCB, artinya dia kondisi korsletingnya lebih kecil kemungkinan terjadinya,” ujarnya.

Cara menentukan jumlah MCB di rumah ditentukan dari jumlah kapasitas listrik yang dipakai di rumah. Semakin banyak perangkat listrik yang dipakai sebaiknya dipisah.

Apabila rumah terdiri dari 2 lantai dan pemakaian listrik cukup besar dayanya, maka MCB sebaiknya dipisahkan. Dia menegaskan penentuan jumlah MCB per zona ini tidak ditentukan dari luas rumah.

Lebih lanjut, dia menuturkan perangkat elektronik yang membutuhkan daya listrik yang besar adalah yang harus menghasilkan panas. Sebagai contoh water heater elektrik dan microwave. Selain itu, AC juga bisa menguras banyak daya listrik di rumah.

“Elektronik yang paling banyak sebenarnya yang berhubungan dengan apa yang membuat panas. Water heater atau microwave, itu pasti pakai listrik aja. Atau yang membutuhkan gerak yang besar seperti AC,” pungkasnya.

(aqi/dna)



Sumber : www.detik.com

Jarak Paling Ideal Pasang Saklar, Rumah yang Sering Kebanjiran Wajib Tahu!



Jakarta

Saklar adalan perangkat listrik yang pasti ditemui di setiap rumah. Fungsi paling umum yang sering ditemui di rumah adalah untuk menghidupkan dan mematikan lampu. Penasaran nggak sih, untuk pemasangan saklar di rumah di mana lokasi paling ideal?

Menurut Ketua Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) DKI Jakarta, Ranu Scarvia Ria Fitri tinggi pemasangan saklar sekitar 90 cm dari lantai. Jarak pemasangan setinggi ini juga aman untuk rumah yang kerap diterjang banjir.

“Rumah kita yang kita bangun itu di daerah banjir, artinya saklar harus di atas minimal 90 cm dari lantai,” kata Ranu dalam acara Innovation Talk: Rumah Nyaman Listrik Aman di Jakarta pada Rabu (2/10/2024).


Untuk saklar di kamar tidur, Ranu menyebutkan biasanya posisinya berada di samping pintu masuk. Lokasi ini dirasa ideal karena mudah dijangkau.

Selain itu, dia juga ikut membahas mengenai penempatan stop kontak yang kerap berada di samping saklar. Menurutnya peletakkan perangkat listrik seperti ini tidak wajib, itu bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

“Jadi saklar tempatnya dengan stok kontak itu juga tidak. Itu kadang sudah kebiasaan. Kebiasaan ada stop kontak, ada saklar sebelahnya. Jadi tidak diharuskan,” tegasnya.

Lalu, dia juga membantah anggapan adanya stop kontak di samping tempat tidur dapat menyebabkan radiasi berbahaya kepada penghuninya. Menurutnya itu tidak mempengaruhi bagi orang yang berada di dekatnya.

“Tidak ada aturannya stop kontak tidak boleh di dekat tempat tidur,” ujarnya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/dna)



Sumber : www.detik.com

Begini Cara Cek Aliran Listrik Aman atau Tidak, Biar Nggak Sering Jeglek!



Jakarta

Pemasangan instalasi listrik biasanya dilakukan bersamaan dengan pembangunan rumah karena peletakkannya di dalam. Terkadang bagi pembeli rumah siap huni, mereka tidak mengetahui kondisi instalasi yang dipasang aman atau tidak karena tidak mengawasi pembangunannya. Sementara, pengembang pasti mengatakan aman-aman saja.

Lantas, bagaimana cara memastikan kondisi instalasi rumah aman atau tidak?

Menurut, Business Vice President, Home and Distribution Schneider Electric Indonesia M. Farhan Lucky, hal paling mudah mengetahui instalasi listrik di rumah aman atau tidak adalah pada saat listrik di rumah turun atau jeglek. Biasanya, listrik yang suka jeglek dikarenakan kelebihan daya yang terpakai. Selain itu, jeglek juga bisa disebabkan karena kebocoran listrik.


“Yang paling simple, untuk mengecek listrik rumah kita itu aman atau tidak adalah pada saat jeglek. Itu kayak kalau kita mau ngecek jantung kita, kita kan biasanya kan cek nadi kita tuh. Nah itu yang pertama tuh,” kata Farhan dalam acara ‘Innovation Talk: Rumah Nyaman Listrik Aman’ di Jakarta pada Rabu (2/10/2024).

Biasanya listrik yang tiba-tiba mati masih bisa dihidupkan kembali dengan menarik tombol di MCB ke arah yang berlawanan. MCB adalah Miniature Circuit Breaker, sebuah komponen listrik yang dapat memutus arus listrik secara otomatis.

Hadir di tempat yang sama, public figure dan influencer Andrew White, membagikan pengalamannya untuk mengecek instalasi listrik di rumah. Dia mengatakan caranya dengan menyalakan semua perangkat elektronik di rumah secara bersamaan.

“Pas nyampe ke rumah yang KPR itu, nyalain aja semua AC-nya, kompornya, semua yang listrik-listrik itu,” imbuh Andrew.

Dia menambahkan, apabila pada saat dinyalakan secara bersamaan, listrik di rumah langsung jeglek, kamu perlu minta pendampingan tenaga ahli untuk mengecek daya listrik di rumah dan berkonsultasi apakah perlu ditambah atau ada kesalahan lainnya.

Produk Manager Produk Manager Schneider Electric Ivan Desian Kaulika juga turut menambahkan, pada saat pindahan rumah, terutama rumah siap huni, pemilik rumah harus memastikan tidak ada kabel listrik yang menjuntai. Apabila ada kabel yang terlihat di luar bangunan, maka itu sudah peringatan dan harus segera diperbaiki.

“Harus lihat secara fisiknya. Ada yang di luar-luar nggak? Kalau lihat ada yang visible (terlihat) itu bahaya. Tetap ngga boleh ngecek sendiri. Harus (bersama) tukang listrik. Lihat kabelnya udah visible artinya red flag,” paparnya.

Kemudian, tanda instalasi listrik tidak aman adalah pada saat memegang perangkat elektronik, kamu sering merasa tersetrum. Fenomena ini juga bisa menjadi pertanda.

“Kemudian kalau menghidupkan alat elektronik kesetrum ngga? Itu bahaya, harus tanya ahli listrik. Itu biasanya pertanahannya nggak bener,” lanjutnya.

Dia menegaskan selama melakukan pengecekan instalasi listrik, pemilik rumah harus didampingi oleh tenaga ahli agar lebih aman dan pasti. Meskipun sudah mengetahui beberapa tanda tadi, tetap perlu mendengar penilaian dari tenaga ahli mengenai kondisi instalasi listrik di rumah.

(aqi/dna)



Sumber : www.detik.com

6 Hal yang Wajib Kamu Pertimbangkan Sebelum Membuat Kolam Ikan



Jakarta

Kolam di halaman rumah dapat mengubah ruang menjadi tempat beristirahat yang tenang bagi penghuni rumah. Kolam menyediakan fitur air yang menyenangkan dan mendukung tanaman air serta ikan.

Membuat kolam ikan tidak bisa sembarangan, banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum membuat kolam ikan. Seperti lokasi, ikan apa yang akan digunakan, dan lain sebagainya.

Melansir Fishkeeping Forever, Kamis (3/10/2024), berikut beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum membangun kolam ikan di rumah agar tidak terjadi kesalahan.


Lokasi yang Ingin Kamu Ciptakan

Membuat kolam ikan di rumah tidak bisa asal dalam memilih lokasi. PIlihlah tempat yang terkena sinar matahari sebagian, terlalu banyak sinar matahari langsung dapat menyebabkan pertumbuhan alga.

Sedangkan apabila tidak memiliki sinar matahari sebagian dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Pastikan lokasi datar dan jauh dari akar pohon atau utilitas bawah tanah.

Kolam ikan harus menjadi ekosistem interaktif yang utuh setelah dibangun. Kamu juga perlu menjaga suhu air untuk perkembangan ikan dan tumbuhan di kolam kamu.

Ukuran dan Bentuk yang Tepat

Ukuran dan bentuk kolam ikan kamu bergantung pada ruang dan preferensi kamu. Kolam yang lebih besar dapat menampung lebih banyak ikan dan berbagai tanaman, sedangkan kolam yang lebih kecil lebih mudah dirawat.

Bentuk lengkung seringkali tampak lebih alami, namun bentuk geometris dapat memberikan estetika modern untuk kolam ikan kamu.

Jenis Ikan yang Dipakai

Ikan terbaik untuk kolam kamu akan bergantung pada lokasi tempat tinggal kamu. Belilah ikan yang menyukai lingkungan dan ekosistem yang sedekat mungkin dengan lingkungan tempat tinggal kamu.

Sama halnya seperti merawat ikan di aquarium, kamu juga harus merawat ikan di kolam dengan baik. Pilih jenis ikan yang tepat untuk iklim, ukuran kolam, dan satu sama lain. Tidak semua ikan bisa akur, pastikan jenis spesiesnya cocok.

Jenis ikan yang tepat, seperti ikan koi, ikan mas, ikan guppy, ikan sapu-sapu, dan lain sebagainya.

Tanaman yang Tepat

Tanaman hidup di kolam ikan dapat membantu membersihkan air dan menambah oksigen bagi ikan kamu. Tanaman air menjadi pilihan yang terbaik,

Teratai air sangat cantik di kolam ikan kamu, tetapi harganya bisa mahal. Beberapa pilihan tanaman bagus lainnya termasuk tanaman yang mengapung bebas seperti eceng gondok atau selada air.

Periksa Pipa Bawah Tanah

Sebelum menggali tanah di kebun kamu, pastikan tidak ada pipa bawah tanah, kabel listrik, dan lain sebagainya. Pilih area yang tidak terlalu miring.

Jika kamu ragu, periksa akta properti atau otoritas setempat untuk informasi lebih lanjut tentang pipa dan kabel listrik bawah atau di dekat halaman kamu.

Mengisi Air Kolam

Saat mengisi kolam, kamu dapat menggunakan air ledeng tetapi harus sudah tua dan diolah. Atau kamu dapat menggunakan air sumur atau bahkan air hujan.

Kamu perlu menambahkan kondisioner air atau penetral klorin ke air kolam sebelum menambahkan ikan, serta setiap kali mengganti air karena sejumlah alasan.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

Ternyata Kolam Ikan Bisa Bawa Cuan, Begini Penjelasannya



Jakarta

Konon, keberadaan kolam ikan bisa mendatangkan kemakmuran bagi penghuni rumah pemiliknya. Kepercayaan ini telah ada sejak lama, terutama di kalangan masyarakat Asia, di mana kolam ikan sering dianggap sebagai simbol keberuntungan dan kekayaan.

Banyak yang percaya bahwa air yang mengalir di kolam menciptakan energi positif, menarik rejeki dan keberuntungan bagi keluarga yang tinggal di sekitarnya. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika banyak rumah mewah dilengkapi dengan kolam ikan yang indah, tidak hanya sebagai elemen estetika tetapi juga sebagai investasi spiritual.

Setidaknya itu yang dipercaya mereka yang meyakini praktik Fengshui. Feng Shui sendiri merupakan praktik China kuno yang diyakini dapat menyelaraskan individu dengan lingkungannya. Hal ini tidak hanya berlaku untuk bagian dalam rumah, tetapi juga bagian luarnya.


Seperti kolam koi, kolam koi memiliki makna tradisional dan budaya yang mendalam dalam praktik Feng Shui. Ikan hias ini dipercaya melambangkan kekayaan, kemakmuran, dan keberuntungan. Adanya kolam di depan rumah dianggap mengundang energi positif.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saaat membuat kolam ikan agar bisa mendatangkan kemakmuran bagi penghuni rumah. Dilansir dari Tayau Landscape, Kamis (3/10/2024), berikut pandangan dan pantangan kolam ikan di rumah menurut praktik Feng Shui.

Apakah Kolam Ikan di Rumah Menguntungkan?

Banyak pendapat berbeda tentang apakah kolam ikan di depan rumah bermanfaat. Dipercaya bahwa memiliki kolam ikan di depan rumah dapat mendatangkan kekayaan dan keberuntungan. Namun, ada juga yang mengatakan dapat mendatangkan bahaya.

Membangun kolam ikan di depan rumah menjadi sangat populer dengan banyak orang yang mendesain dan membangunnya. Untuk memaksimalkan manfaat, kamu perlu mengikuti prinsip-prinsip Feng Shui dengan ketat.

Meningkatkan Lanskap

Para arsitek percaya bahwa memiliki kolam ikan dapat memberikan banyak manfaat, seperti meningkatkan keindahan, estetika, dan membuat rumah lebih menarik dan menciptakan ruang yang sejuk dan ramah lingkungan.

Menurut Feng Shui, tanah yang ideal adalah tanah yang menghadap ke gunung. Artinya ada kolam di depan rumah dengan bagian belakang ditopang oleh tanah yang lebih tinggi yang dianggap sebagai lahan yang menguntungkan.

Meningkatkan Feng Shui

Membangun kolam ikan di depan rumah sangat bermanfaat bagi Feng Shui. Menurut para ahli Feng Shui, kolam ikan di depan rumah melambangkan kekayaan. Membangun kolam ikan adalah cara untuk mendatangkan kemakmuran.

Pantangan Feng Shui untuk Kolam Ikan

Mendesain Kolam Ikan

Sebaiknya membangun satu kolam ikan dan hindari membangun beberapa kolam yang berdampingan. Sebaiknya kolam dilapisi dengan lapisan kedap air agar lebih mudah dibersihkan.

Tempatkan kolam jauh dari pintu masuk karena akan membahayakan anak-anak yang akan bermain. Jika terdapat dua atau tiga kolam yang berdekatan, penghuni rumah dapat menghadapi kemalangan.

Membentuk Kolam

Sebaiknya desain kolam dengan bentuk agak melengkung, mirip seperti kacang atau ginjal. Hindari kolam persegi panjang atau persegi.

Hindari air terjun yang deras atau aliran yang terlalu deras. Penataan batu dan tanaman di sekitar kolam juga harus memastikan daya tarik estetika dan keharmonisan Feng Shui.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

Jangan Langsung Nyalakan Kulkas yang Habis Dipindahkan, Pokoknya Jangan!


Jakarta

Saat hendak memakai kulkas, ada beberapa yang harus kamu perhatikan. Sebab, kulkas yang fungsinya sebagai pendingin membutuhkan lebih banyak waktu untuk bekerja secara optimal. Salah satu yang harus kamu tahu adalah waktu menyalakan kulkas.

Kulkas adalah perangkat elektronik yang tidak bisa langsung dinyalakan setelah dibeli atau dipindahkan. Alasannya adalah pada saat kulkas yang mengalami guncangan, bagian oli kompresornya perlu melakukan penyusaian kembali.

Sebagai contoh saat kamu membeli kulkas baru dari mal atau secara online. Kulkas itu pasti dibawa dengan mobil sampai ke rumahmu. Pasti ada guncangan di perjalanan. Guncangan ini juga terjadi saat kamu menggotong kulkas di dalam rumah jika kamu ingin memindahkan posisinya. Semula di dapur, kamu ingin memindahkan di kamar. Meskipun jaraknya tidak sejauh antara mal dan rumah, tetapi kulkas tetap mendapat guncangan.


Guncangan ini berpengaruh pada apa yang ada di dalam kulkas yakni pergerakan oli kompresor yang fungsinya sebagai pendingin dan pelumas. Menurut situs Domex, oli kompresor adalah zat yang diperlukan untuk melumasi dan mendinginkan bagian mana pun yang menjadi panas di dalam kulkas. Tanpa oli kompresor, kulkas, dan freezer bisa cepat rusak dan beberapa suku cadang di dalam kulkas harus sering diganti karena rusak.

Maka dari itu, kulkas yang baru dipindahkan harus didiamkan hingga oli kompresor tersebut kembali ke tempatnya. Apabila kamu langsung menyalakan kulkas setelah dibeli atau dipindahkan, dapat memicu kebocoran kompresor kulkas. Nantinya, kulkas akan lebih lama untuk dngin.

Selain itu, oli kompresor yang bocor juga bisa menyebabkan sirkulasi pada freon terganggu. Sebagai informasi sirkulasi freon adalah senyawa kimia yang berguna untuk menyerap suhu panas dan mengubahnya menjadi suhu dingin di dalam kulkas.

Lantas bagaimana cara mengetahui kapan kulkas siap dinyalakan?

Waktu yang Tepat Menyalakan Kulkas

Setelah kulkas diletakkan di tempat baru, kamu perlu menunggu selama 24 jam agar oli kompresor bisa kembali ke tempat semula. Namun, waktu tunggu ini harus disesuaikan dengan ukuran kulkas, jenis, dan lamanya pengiriman.

Kamu bisa menanyakan kepada penjual terkait estimasi barang sampai dan waktu yang tepat untuk menyalakan kulkas.

Cara Memindahkan Kulkas yang Benar

Bagi kamu yang hendak pindahan rumah dan ingin membawa kulkas dengan aman sampai ke rumah baru. Menurut situs findamover.com, Jumat (4/10/2024), berikut cara memindahkan kulkas yang aman.

  1. Kosongkan, bersihkan, dan pastikan es sudah mencair 24-48 jam sebelum dipindahkan.
  2. Gunakan alat bantu untuk menggerakkan kulkas seperti kain atau roda.
  3. Ukur dan tentukan jalur keluar kulkas. Pastikan kulkas tidak terhalang tinggi pintu atau kerangka pintu lainnya.
  4. Biarkan kulkas tetap tegak atau berdiri saat dipindahkan untuk mencegah perpindahan oli kompresor.
  5. Ikat kulkas jika merasa saat perpindahan akan mengalami banyak guncangan.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

Segini Waktu yang Dibutuhkan Cat Kayu Kering Sempurna


Jakarta

Mewarnai pagar atau kursi kayu merupakan salah satu cara untuk melindungi kayu dari kelembapan, serangga, dan radiasi UV. Sebelum memulai menggunakan kuas, penting bagi kamu mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan agar cat kering sepenuhnya.

Setelah oleskan ke permukaan kayu, pewarna dapat kering ketika disentuh setelah empat hingga delapan jam. Namun untuk benar-benar kering kamu perlu menunggu sekitar 24 hingga 72 jam.

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi lamanya cat kayu untuk mengering. Mulai dari jenis kayu, jenis cat, suhu, kelembapan, dan aliran udara di sekitar area tersebut.


Melansir The Spruce, Jumat (4/10/2024), berikut estimasi lama cat mengering berdasarkan jenis kayu dan jenis cat yang digunakan.

Jenis Kayu

1. Kayu Keras

Kayu keras cocok dengan pewarna kayu. Setelah diaplikasikan, pewarna kayu cepat kering saat disentuh dalam waktu empat hingga delapan jam, dan akan kering sepenuhnya dalam waktu 24 hingga 48 jam.

2. Kayu Lunak

Kayu lunak jauh lebih berpori daripada kayu keras, butuh waktu lebih lama untuk cat mengering. Gunakan kondisioner pra-pewarna pada kayu lunak sebelum pewarnaan untuk menghindari hasil akhir yang tidak merata.

Setelah aplikasi, pewarna kayu mengering saat disentuh dalam waktu 10 hingga 12 jam, dan mengering sepenuhnya dalam waktu 72 jam.

3. Kayu yang Diolah dengan Tekanan

Kayu yang diolah dengan tekanan umumnya digunakan untuk dek dan pagar serta menyerap pewarna kayu seperti halnya kayu keras.

Setelah diaplikasikan, pewarna kayu mengering saat disentuh dalam waktu empat hingga delapan jam dan mengering sepenuhnya dalam waktu 24 hingga 48 jam.

Jenis Cat

1. Cat Kayu Berbasis Air

Cat ini akan mengering dalam waktu tiga hingga empat jam dan mengeras sepenuhnya dalam waktu 24 hingga 48 jam. Hal ini karena pelarut dalam pewarna kayu berbasis air.

Perlu diperhatikan bahwa tingkat kelembapan yang tinggi dapat memperpanjang pengeringan hingga beberapa jam.

2. Cat Kayu Berbahan Minyak

Biasanya dibuat dengan pewarna berwarna dan minyak biji rami, yang berfungsi sebagai resin atau pengikat. Formula ini membantu meningkatkan daya tahan dan ketahanan pewarna, namun lebih lama dalam pengeringan.

Pewarna berbahan minyak mengering setelah 12 hingga 48 jam dan akan mengeras sepenuhnya dalam waktu 72 jam.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Toilet Duduk Vs Toilet Jongkok, Mending yang Mana Ya?


Jakarta

Ada dua jenis pilihan toilet berdasarkan cara penggunaannya, yakni toilet duduk dan toilet jongkok. Setiap orang pasti punya preferensinya masing-masing saat memilih bentuk toilet.

Namun, ternyata posisi saat buang air besar (BAB) berpengaruh terhadap kesehatan dan kelancaran BAB, lho. Tentunya, kedua toilet ini punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Dari segi model hingga pengaruh terhadap kelancaran dan kesehatan bisa jadi pertimbangan kamu. Dikutip dari Alodokter, Jumat (4/10/2024), yuk, simak penjelasannya berikut ini,


Toilet Duduk

Ilustrasi toilet Toilet Jongkok Lebih Sehat Dibanding Toilet Duduk? Ini Fakta-faktanya/Foto: Thinkstock

Kelebihan Toilet Duduk

– Desain Modern dan Mewah

Di pasaran, toilet duduk juga kerap jadi pilihan rumah-rumah yang baru dibangun karena merepresentasikan tingkat modernitas rumah tersebut.

Dibanding toilet jongkok yang terkesan lebih kuno, toilet duduk punya perkembangan yang lebih masif. Buktinya, kini hadir toilet duduk smart toilet yang serba otomatis.

– Nyaman Digunakan

Bagi sebagian orang, toilet duduk lebih nyaman dipakai. Khususnya bagi lansia, wanita yang hamil besar, atau penderita cedera lutut.

– Mudah Dipakai

Dibanding toilet jongkok, toilet duduk lebih mudah digunakan karena kita tidak perlu repot menyiram kotoran bekas BAB dengan air gayung. Cukup satu sentuhan, kotoran akan bersih.

Kekurangan Toilet Duduk

– Lebih Mahal

Harga toilet duduk lebih mahal ketimbang toilet jongkok. Apalagi untuk jenis toilet pintar alias smart toilet.

– Kurang Sehat

Berdasarkan penelitian, BAB menggunakan toilet duduk membutuhkan waktu yang lebih lama dan tenaga yang lebih besar daripada toilet jongkok. Padahal, terlalu keras mengejan saat BAB dan duduk terlalu lama di toilet duduk dapat meningkatkan risiko sejumlah penyakit, seperti wasir dan sembelit.

Selain itu, penggunaan toilet duduk bisa meningkatkan risiko seseorang terjangkit penyakit diare, flu, hingga infeksi kulit. Soalnya, kulit akan bersentuhan langsung dengan permukaan dudukan kloset yang rentan menjadi sarang bakteri E.coli dan Shigella atau virus hepatitis A dan norovirus.

Toilet Jongkok

PT KAI membenahi toilet Stasiun GambirToilet Jongkok Lebih Sehat Dibanding Toilet Duduk? Ini Fakta-faktanya Foto: Dina Rayanti-detikFinance

Kelebihan Toilet Jongkok

– Lebih Murah

Harga toilet jongkok lebih murah dibanding dengan toilet duduk.

– Lebih Sehat

Menggunakan toilet jongkok memiliki banyak kelebihan dari segi kesehatan. Sejumlah penelitian menyebut, posisi jongkok saat BAB lebih efektif melancarkan proses BAB. Ini berkaitan erat dengan kinerja otot dan postur tubuh yang mendukung proses BAB.

Posisi jongkok berfungsi mengoptimalkan ruang pembuangan tinja di anus sekaligus membuat otot di anus dan usus besar lebih relaks. Dengan begitu, BAB pun menjadi lebih mudah dan tinja bisa keluar lebih maksimal.

Sedangkan, pada posisi duduk, otot saluran cerna akan menekan rektum serta menyempitkan saluran dubur. Hal ini bisa mengganggu kelancaran BAB.

Penelitian lain menyebutkan, BAB menggunakan toilet jongkok atau dengan posisi jongkok dapat membantu menjaga pergerakan usus, sehingga mencegah kembung, sembelit, dan wasir. Selain itu, toilet jongkok juga baik digunakan untuk ibu hamil karena dapat menjaga kekuatan otot panggul.

Kekurangan Toilet Jongkok

– Modelnya Kuno

Karena sudah ada sejak zaman dahulu, toilet jongkok dianggap kuno dan perkembangan modelnya pun tak semasif toilet duduk.

– Kurang Nyaman

Dianggap kurang nyaman digunakan karena dapat menyebabkan keluhan nyeri pada tumit dan paha.

Tidak cocok digunakan oleh orang yang mengalami gangguan pada pergelangan kaki, misalnya penderita radang sendi, keseleo, patah tulang, hingga tendinitis

Jadi, kamu pilih toilet duduk atau toilet jongkok?

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com