Category: Tips Properti

  • Bahaya Cuaca Lembab buat Rumah dan Kesehatan, Catat Cara Mengatasinya!



    Jakarta

    Cuaca lembab dapat memberikan dampak serius bagi rumah kamu. Kelembapan yang tinggi tidak hanya menciptakan suasana yang tidak nyaman, tetapi juga menjadi lahan subur bagi pertumbuhan jamur dan masalah kesehatan yang mengikutinya.

    Pahami lebih dalam tentang efek cuaca lembab dan langkah-langkah yang perlu diambil untuk melindungi rumah serta kesehatan keluarga kamu.

    Pertumbuhan Jamur

    Melansir The Spruce, pada Senin (4/11/2024), jika rumah kamu cenderung lembap jamur dapat berkembang dengan cepat. Jamur bisa tumbuh dan merusak dinding, serta muncul di permukaan lembut seperti bantal atau karpet atau di area yang kurang ventilasi.


    Jamur dapat menimbulkan masalah kesehatan seperti asma atau alergi, sehingga penting untuk segera menangani masalah ini.

    Cat dan Wallpaper Terkelupas

    Jika kelembapan tidak dikelola dengan baik, akan muncul area berembun di tempat-tempat yang mengalami kondensasi berlebih. Ini dapat mengakibatkan kertas dinding dan cat mulai melengkung atau terkelupas.

    Jangan pernah mencoba untuk menutupi masalah ini, sebab tidak akan menyelesaikannya. Jadi, menambahkan lapisan cat atau kertas dinding baru tidak akan mengatasi isu kelembapan yang ada.

    Furnitur yang Membusuk

    Tanda lain yang mengindikasikan bahwa rumah kamu memiliki kelembapan tinggi adalah furnitur yang mulai lapuk, terutama yang terbuat dari kayu. Ini juga bisa merusak papan lantai, terutama jika terbuat dari kayu dan rangka jendela.

    Menyebabkan Balok dan Kancing Struktural Mengembang dan Menyusut

    Kelembapan dapat menyebabkan balok struktural rumah kamu membengkak dan menyusut. Ini mengakibatkan dinding retak, yang memungkinkan lebih banyak kelembapan masuk ke dalam rumah.

    Cara Mengurangi Kelembapan Pada Rumah

    Pertama, dehumidifier bekerja sesuai namanya dan sangat efektif untuk menurunkan tingkat kelembapan di rumah kamu. Alat ini sangat berguna di area yang paling lembap, seperti ruang bawah tanah dan kamar mandi.

    Kedua, menggunakan kipas angin pembuangan saat kamu menggunakan banyak air, misalnya saat mandi atau memasak, hal itu dapat membantu mengurangi kelembapan di dalam rumah.

    Meskipun tampak sederhana, kiat-kiat ini cukup efektif dan tidak memerlukan biaya tambahan. Membuka jendela dapat dengan cepat menurunkan kelembapan, karena udara segar membantu menyerap kelembapan berlebih.

    Coba batasi penggunaan air, penggunaan air secara berlebihan bisa memicu kelembapan meningkat. Meskipun merepotkan, cobalah untuk mandi lebih singkat dan dengan air dingin jika memungkinkan.

    Terakhir, kamu bisa memasang monitor kualitas udara dalam ruangan yang akan memberi tahu jika ada hal yang perlu diperhatikan di rumah kamu. Alat ini dilengkapi dengan sensor kelembapan yang dapat memberikan rasa tenang.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mencocokkan Warna Pada Cat Dinding, Biar Makin Betah di Rumah



    Jakarta

    Mencocokkan warna cat dinding bisa menjadi tantangan, tetapi dengan beberapa langkah mudah, kamu dapat menemukan nuansa yang sempurna untuk ruangan kamu.

    Berikut adalah pembahasan mengenai tips praktis dan trik sederhana untuk membantu kamu memilih warna yang harmonis dan membuat ruang kamu terasa lebih hidup. Jangan biarkan kebingungan warna menghalangi kreativitas kamu.

    Cara Mencocokkan Warna Cat Dengan Pelapis

    Melansir The Spruce, pada Senin (4/11/2024), metode paling efektif untuk mencocokkan warna cat dan pelapis adalah dengan menggunakan serpihan dari dinding asli. Pertama, bersihkan dinding untuk menghilangkan sidik jari, debu, kotoran, minyak, dan kotoran lainnya agar warna cat terlihat jelas.


    Pastikan dinding benar-benar kering sebelum melanjutkan. Pembersihan ini juga akan meningkatkan daya rekat cat saat kamu siap untuk mengecat ulang atau merapikan dinding.

    Setelah dinding kering, gunakan pisau serbaguna untuk mengikis sedikit sampel cat dari area yang tidak terlihat, seperti di belakang sofa atau rak buku. Sampel seukuran sekitar satu inci sudah cukup.

    Bawa sampel tersebut ke toko cat terdekat untuk dianalisis oleh profesional, dan kamu akan bisa menemukan cat dengan warna dan hasil akhir yang sesuai.

    Cara Mencocokkan Warna Cat Menggunakan Aplikasi

    Selain perbandingan visual, banyak produsen cat yang menawarkan aplikasi khusus untuk membantu mencocokkan warna cat. Ada juga beberapa aplikasi yang mencakup berbagai merek, sehingga kamu bisa mencari warna meski tidak ingat merek cat yang digunakan pada dinding.

    Namun, untuk memastikan aplikasi memberikan hasil yang akurat, penting untuk memindai cat beberapa kali sepanjang hari dan dalam kondisi pencahayaan yang berbeda. Sebaiknya lakukan pemindaian di area yang mendapatkan banyak cahaya alami, seperti dekat jendela atau pintu yang terbuka.

    Cara Mencocokkan Warna Cat dengan Sampel Warna

    Metode lain untuk mencocokkan warna cat dinding adalah dengan menggunakan sampel warna. Ada dua cara untuk melakukannya. Pertama, ambil beberapa foto cat asli.

    Karena warna cat bisa tampak cerah dan hidup di bawah pencahayaan yang baik, atau terlihat datar dan gelap dalam pencahayaan minim, penting untuk memotret pada waktu yang berbeda sepanjang hari.

    Setelah itu, kamu dapat membandingkan foto-foto tersebut di perangkat kamu dengan sampel cat di toko untuk menemukan kecocokan terbaik.

    Metode kedua melibatkan pendekatan coba-coba dengan sampel warna. Ambil beberapa sampel warna yang terlihat mirip dengan cat dinding yang ada, dan bandingkan sampel tersebut dengan cat asli untuk menentukan mana yang paling sesuai.

    Kamu bisa menempelkan beberapa kartu sampel di dinding untuk melihat bagaimana warna tersebut berubah sepanjang hari, sehingga kamu bisa memastikan memilih warna yang paling tepat.

    Penentuan Hasil Akhir Cat

    Perhatikan hasil akhir cat, yang meliputi cat datar, cat kulit telur, cat satin, cat semi-kilap, dan cat mengilap. Hasil akhir ini merujuk pada tingkat kilap atau reflektivitas cat.

    Meskipun cat baru memiliki warna yang tepat, perbedaan hasil akhir antara cat lama dan baru bisa terlihat jelas jika tidak cocok.

    Metode paling akurat untuk mencocokkan lapisan cat adalah dengan menggunakan teknik pengecatan serpihan. Saat toko cat menganalisis serpihan, mereka dapat menentukan warna dan jenis lapisan cat.

    Beberapa aplikasi mungkin dapat mengenali lapisan cat, tetapi tidak semuanya memiliki kemampuan tersebut.

    Cat dengan hasil akhir gloss dan semi-gloss memiliki permukaan yang sangat reflektif dan biasanya digunakan di area seperti kamar mandi dan dapur, yang sering terpapar kelembapan.

    Sementara itu, cat datar dan eggshell memiliki tampilan matte yang lebih cocok untuk area dengan banyak aktivitas, seperti ruang tamu atau lorong. Cat satin, yang berada di antara matte dan glossy, sering digunakan di kamar tidur dan kantor rumah.

    Cara Pengujian Kecocokan

    Beberapa toko menawarkan sampel kecil cat dalam warna yang kamu pilih, sehingga kamu dapat mencoba sebelum membeli satu kaleng penuh. Oleskan sedikit cat di area yang tidak terlihat, seperti di belakang furnitur.

    Untuk hasil yang lebih akurat, sebaiknya cat area seluas satu kaki kali satu kaki di dinding utama ruangan.

    Meskipun bercak cat mungkin terlihat mencolok, kamu akan bisa melihat dengan jelas bagaimana cat tersebut tampil di area yang paling terlihat di ruangan. Pastikan untuk membiarkan cat mengering sebelum membandingkannya dengan cat lama.

    Juga, periksa penampilan cat di berbagai waktu seperti di pagi, siang, sore, dan malam hari guna memastikan cat terlihat sesuai harapan dalam berbagai kondisi pencahayaan.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kita Tak Sadar, Barang di Rumah Ini Lebih Jorok dari Dudukan Toilet



    Jakarta

    Banyak orang tidak sadar bahwa sebenarnya banyak barang di rumah yang bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri dan kuman melebihi dudukan toilet, salah satunya remote control.

    Dalam sehari, rata-rata orang sering menyalakan TV kurang lebih 150 kali. Biasanya remote digunakan untuk mengganti saluran, menyesuaikan volume, dan mematikan serta menyalakan TV.

    Melansir Daily Star, Senin (4/11/2024), ditemukan bahwa remote control yang tidak pernah dibersihkan bisa 15 kali lebih kotor daripada dudukan toilet. Padahal toilet biasanya merupakan area paling kotor di rumah.


    “Faktanya, remote TV ditemukan menjadi tempat berkembang biaknya Enterobacter 15 kali lebih banyak daripada toilet pada umumnya,” kata Sarah Khan, dari asuransi rumah Churchill, dikutip dari sumber yang sama.

    Remote control memiliki Enterobacter lebih tinggi karena biasanya orang jarang membersihkan tangan terlebih dahulu sebelum menyentuh remote. Hal itu mengakibatkan perpindahan bakteri dari tangan kamu.

    Dalam survei yang dilakukan oleh asuransi rumah Churchill, seperempat dari hasil survei mereka tidak pernah membersihkan remote TV.

    “Remote control ditemukan memiliki jumlah Enterobacter tertinggi di antara semua semua benda yang kami teliti, termasuk sprei, permukaan dapur, laptop, jahitan, dan bahkan dudukan toilet,” ujarnya.

    Dilansir Good Housekeeping, Enterobacter berpotensi menyebarkan penyakit dan infeksi, termasuk infeksi aliran darah dan pneumonia. Jadi perlu membatasi pertumbuhan bakteri ini sebisa mungkin, dengan membersihkan remote secara rutin.

    Cara Membersihkan Remote Control

    1. Mulai dengan mengeluarkan baterai dan dibersihkan debunya dengan kain microfiber yang lembut.
    2. Semprotkan larutan antibakteri, seperti desinfektan antibakteri, ke bagian kain microfiber yang masih baru dan gunakan untuk membersihkan remote control.
    3. Gunakan cotton bud untuk menjangkau sela-sela tombol, jika perlu gunakan tusuk gigi untuk membantu membersihkan kotoran di sekitar tombol. Biarkan hingga kering sebelum memasang kembali baterai.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cat Dinding Terkelupas Tak Harus Mengecat Ulang Seluruh Ruangan, Begini Caranya



    Jakarta

    Dinding dengan cat yang terkelupas dapat merusak estetika ruangan kamu. Solusinya tak harus mengecat ulang seluruh area dinding ruangan.

    Dengan menggunakan teknik yang mudah dan bahan yang tepat, kamu bisa memperbaiki bagian yang rusak dan mengembalikan penampilan dinding tanpa perlu melakukan pekerjaan yang rumit.

    Pembahasan berikut akan membagikan langkah-langkah praktis untuk memperbaiki cat dinding yang terkelupas, sehingga kamu dapat menghemat waktu dan biaya.


    Apa Penyebab Cat Terkelupas?

    Permukaan Tidak Bersih

    Melansir The Spruce, pada Senin (4/11/2024), permukaan yang kotor menjadi salah satu penyebab utama. Sebelum mengecat, permukaan harus dibersihkan dengan baik. Debu, kotoran, atau minyak dapat mengganggu daya rekat cat, sehingga lapisan cat cenderung akan mengelupas seiring waktu.

    Kelembapan

    Kelembapan juga berperan besar dalam pengelupasan cat. Ruangan lembap, seperti kamar mandi dan dapur, rentan terhadap pertumbuhan jamur dan dapat merusak lapisan cat, membuatnya mudah terkelupas.

    Cat Berkualitas Rendah

    Sering kali hal ini menjadi masalah. Cat yang tidak berkualitas baik biasanya tidak memiliki daya rekat yang cukup atau ketahanan terhadap elemen eksternal, sehingga lebih rentan terhadap kerusakan, terutama saat terkena cuaca buruk.

    Cuaca Ekstrem

    Cuaca yang ekstrem juga dapat mempengaruhi integritas cat. Perubahan suhu yang drastis, baik terlalu panas atau dingin, bisa menyebabkan cat mengembang dan menyusut, yang akhirnya menyebabkan retakan dan pengelupasan.

    Penerapan Tidak Tepat

    Penerapan yang tidak sesuai juga dapat menyebabkan masalah. Teknik aplikasi yang salah, seperti mengaplikasikan cat terlalu tebal atau tidak mengaduk cat dengan benar, dapat mengakibatkan lapisan cat yang tidak merata dan meningkatkan risiko pengelupasan di kemudian hari.

    Tips Sebelum Melakukannya

    Persiapan Sebelum Memulai

    Kamu akan memerlukan dempul dinding ringan dan beberapa pisau dempul untuk memperbaiki cat yang terkelupas. Kamu bisa menggunakan dempul atau campuran sambungan drywall, meskipun dempul lebih disarankan.

    Dempul lebih ringan daripada campuran sambungan, sehingga lebih cocok untuk aplikasi tipis seperti perbaikan cat. Gunakan pisau dempul berukuran 2 inci untuk mengambil dan mengoleskan dempul, serta pisau berukuran 4 inci untuk meratakan dempul dengan cat di sekitarnya.

    Jika ingin, kamu bisa menggunakan satu pisau saja, tetapi pastikan ukuran pisau lebih besar dari area yang akan ditambal.

    Penyiapan Area

    Lepaskan gambar, penutup termostat, penutup stopkontak, dan pelat muka sakelar lampu yang ada di dekat area cat yang terkelupas. Tempelkan kain penutup pada lantai di sekitar papan pinggir untuk melindungi lantai dari cipratan cat.

    Bersihkan Cat yang Terkelupas

    Sikat tepi cat yang mengelupas menggunakan sikat kawat. Untuk cat yang sulit dibersihkan, gunakan pisau dempul. Pegang pisau dempul pada sudut 45 derajat dan dorong perlahan agar tidak menyebabkan pengelupasan cat yang berlebihan.

    Haluskan Tepiannya

    Usapkan amplas dengan grit sedang secara perlahan di sepanjang tepi untuk menghaluskan area cat lebih lanjut. Hindari pengamplasan yang berlebihan agar tidak merusak dinding.

    Terapkan Dempul

    Gunakan pisau dempul untuk mengambil dempul atau senyawa sambungan dari wadah. Tekan pengisi dengan kuat ke area yang perlu ditambal. Kikis kelebihan pengisi dari pisau dempul dan kembalikan ke wadah asalnya.

    Ratakan Dempul

    Gunakan pisau dempul yang bersih untuk mengoleskan dempul pada area yang akan ditambal. Sapukan sekali atau dua kali lagi dari arah yang berbeda untuk meratakan dempul agar sejajar dengan cat di sekitarnya. Penambahan sapuan dapat menggores area yang ditambal.

    Diamkan Sampai Mengering

    Biarkan dempul mengering dan mengeras selama 30 hingga 60 menit. Jika area yang ditambal lebih dalam daripada ketebalan cat di sekitarnya (sekitar 1 hingga 2 mm), dempul mungkin membutuhkan waktu empat hingga lima jam untuk benar-benar kering.

    Haluskan Area Tambalan

    Gunakan amplas berpasir halus untuk mengamplas area yang telah ditambal, sehingga dapat menyatu dengan cat di sekitarnya, lakukan pengamplasan dengan hati-hati. Setelah itu, bersihkan debu menggunakan kain mikrofiber bersih atau kain lain yang tidak meninggalkan serat.

    Siapkan Tambalan

    Oleskan cat dasar pada area yang ditambal, lalu sapukan lagi satu atau dua inci ke cat di sekitarnya. Biarkan cat dasar mengering selama 60 menit semakin lama kamu menunggu, semakin baik hasil cat yang akan diperoleh.

    Cat Tambalan

    Oleskan cat tembok pada area yang telah ditambal. Di akhir setiap sapuan, kurangi tekanan pada kuas untuk menggabungkan cat dengan cat di sekitarnya. Biarkan cat mengering selama empat jam sebelum melakukan pelapisan ulang.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Warna Cat Terbaik, Agar Ruangan Sempit Terlihat Lebih Besar



    Jakarta

    Memilih warna terbaik untuk membuat ruang kecil terasa lebih besar merupakan hal penting yang harus dipertimbangkan. Warna dapat memainkan psikologi dan ilusi seseorang saat berada di ruangan tersebut.

    Salah satu cara utama untuk membuat ruangan terasa lebih besar adalah dengan memaksimalkan cahaya alami dan cat terang untuk memantulkan cahaya. Namun, mengecat warna lebih gelap menciptakan ilusi bahwa ruangan terlihat lebih besar.

    Melansir The Spruce, Senin (4/11/2024), berikut beberapa pilihan warna untuk ruangan kecil agar terlihat besar.


    Putih Murni

    Menggunakan cat putih murni tanpa rona warna apapun akan menunjukkan langit-langit yang tinggi dan memaksimalkan cahaya di kamar mandi yang sempit.

    Kamu bisa menggunakan sentuhan akhir bernuansa emas, aksen kayu, dan lantai keramik berpola biru mencolok untuk membuatnya tidak tampak steril.

    Krem Dengan Sentuhan Hijau

    Warna cat krem dengan sentuhan hijau yang nyaman diaplikasikan dari dinding ke dapur kecil yang terpasang untuk menciptakan tampilan yang menyatu dan serasi di ruang yang sempit.

    Tirai hijau tanah dari lantai hingga ke langit-langit, membuat ruangan terasa lebih luas yang menjadi pelengkap sempurna.

    Abu-abu Hangat

    Cat coklat dengan abu-abu memiliki nuansa menenangkan dengan warna sedang yang kehangatannya ditingkatkan dengan aksen kaca dan emas, serta aksesoris kaca kuning untuk menciptakan nuansa yang kaya dan mengundang di ruangan kecil.

    Abu-Abu Tua

    Warna abu-abu tua yang langsung menurunkan tekanan darah dan menambah dimensi pada ruangan. Detail yang cermat membuat terasa mewah, seperti cermin besar di atas wastafel yang dicat abu-abu menggandakan pemandangan dan memantulkan cahaya.

    Kuning Cerah

    Warna kuning cerah yang kontras dengan langit kelabu dan warna yang memberi energi untuk membuat ruang tamu terasa lebih menarik.

    Meskipun mungkin tampak menjadi pilihan yang berani untuk ruangan kecil, warna kuning cocok dengan warna lain, seperti aksen merah dan hijau di seluruh ruangan. Hal ini membuat warna kuning cerah menjadi pilihan yang serbaguna.

    Hijau Mint

    Jika kamu ingin warna dan tampilan yang berani, hijau menjadi pilihan yang sangat baik yang akan terlihat hampir seperti warna netral di ruangan kecil.

    Biru Muda

    Cat biru muda yang kusam cocok untuk dinding maupun lemari modern di dapur yang tidak lekang oleh waktu. Dengan mengecat warna putih pucat menjaga warnanya agar tidak terlalu mencolok dan ruangan tidak terasa terlalu sempit.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Semua Tempat Cocok, Hindari Pasang AC di 5 Tempat Ini!


    Jakarta

    AC (Air Conditioner) atau pendingin ruangan merupakan salah satu perangkat elektronik yang saat ini banyak digunakan di rumah. Perangkat ini dapat mendinginkan suhu ruangan dengan instan dan bisa diatur sesuai dengan kebutuhan pemakainya.

    Perangkat ini biasanya dipakai di dalam kamar, ruang tamu, ruang keluarga, bahkan ada pula yang di dapur. Namun, kamu harus tahu jika tidak setiap area di dalam rumah cocok dipasang AC lho. Ada beberapa lokasi yang dapat mempengaruhi kinerja AC.

    Lantas, area mana saja yang harus dihindari? Melansir dari House Digest, berikut beberapa tempat yang sebaiknya tidak dipasang AC.


    1. Dekat Barang dan Area yang Mudah Terbakar

    AC lebih baik dipasang di tempat yang terisolasi atau tertutup. Udara panas di luar akan sulit masuk sehingga AC bisa bekerja maksimal mendinginkan udara. Maka dari itu, AC tidak cocok berada di ruangan yang mudah terbakar seperti cerobong asap, tungku api, kompor atau dekat oven yang terbuka.

    Dekat dengan sumber panas membuat sistem pendingin AC bekerja 2x lebih keras karena harus membuat ruangan dingin, sementara sumber panas tetap menyala. Maka dari itu, memakai AC di dapur ada posisi khusus penempatannya yakni tidak boleh anginnya mengarah langsung ke kompor.

    2. Tempat Terpanas di Rumah

    Fungsi AC memang untuk mendinginkan ruangan, tetapi ketika ruangan tersebut lebih banyak terkena sinar matahari, lebih sulit untuk didinginkan. AC akan bekerja 2x lebih keras agar ruangan tersebut dingin seperti yang diinginkan penghuninya. Jika AC dibiarkan seperti ini, lama-lama akan timbul masalah pada mesin.

    Sebagai solusi, kamu bisa menghalau sinar matahari masuk ke dalam ruangan dengan memasang tirai. Apabila kamu sedang tahap pembangunan, bisa mengukur arah matahari akan mengarah ke mana.

    Selain sinar matahari, uang dari dapur atau asap panas yang dihasilkan di dalam rumah juga harus jauh dari lokasi AC dipasang.

    3. Lokasi yang Tersembunyi

    Beberapa orang ada yang memasang AC di tempat tersembunyi terutama untuk AC outdoor. Alasannya agar tampilan rumah enak dilihat. Menurut mereka, menampakkan AC outdoor dapat merusak dekorasi rumah.

    Mereka menutupi keberadaan AC outdoor dengan memasang penutup atau memasang penghalang seperti tanaman atau lemari. Cara ini justru membuat AC jadi cepat rusak karena udara panas dari unit tidak dapat terbuang dan justru kembali ke dalam sirkulasi AC.

    Solusinya, kamu boleh menutupinya tetapi jangan meletakkan barang apa pun di depan baling-balingnya sehingga udara panas dapat dibuang.

    4. Tempat yang Banyak Perangkat Elektronik Berdaya Besar

    AC adalah salah satu perangkat elektronik yang membutuhkan daya yang besar. Saat perangkat ini dihidupkan dari aliran listrik yang juga digunakan untuk perangkat berdaya besar lainnya, listrik di rumah kamu bisa tiba-tiba mati.

    Kondisi ini dapat memicu kerusakan pada mesin AC. Selain itu, bisa juga memicu korsleting listrik dan kebakaran.

    5. Dekat Tempat Sampah

    Tempat sampah bisa menjadi sumber bau di rumah. Terutama untuk tempat pembuangan sampah bekas makanan. Memasang AC di ruangan yang di dalamnya terdapat tempat sampah justru dapat membawa masalah kesehatan.

    Seperti yang diketahui pemasangan AC lebih baik di dalam ruangan yang tertutup, apabila ada bau menguar dari tempat sampah, seluruh penghuninya bisa mencium bau tersebut. Efek jangka pandeknya bisa menyebabkan masalah pernapasan, nyeri dada, hiperreaktivitas saluran napas. Sedangkan dalam jangka panjang seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Pilih Cat Biar Hasilnya Sesuai Harapan Saat Kering



    Jakarta

    Pastinya kamu pernah merasa bingung ketika melihat cat yang kering ternyata berbeda dengan warna yang kamu perkirakan. Sering kali ketika cat kering, warna yang timbul cenderung lebih gelap atau lebih terang dari yang diperikan.

    Berikut tips memastikan kamu bisa mendapatkan hasil warna cat yang sesuai dengan pilihan kamu, serta pengaruh yang menyebabkan perbedaan hasil warna cat.

    Faktor Pengaruh Cat Ketika Mengering

    Melansir The Spruce, pada Senin (4/11/2024), umumnya, cat dalam keadaan basah terlihat lebih cerah dibandingkan saat sudah kering. Artinya saat cat mengering, warnanya cenderung menjadi lebih gelap. Beberapa faktor dapat mempengaruhi perubahan warna cat saat proses pengeringan, termasuk jenis cat, suhu, dan tingkat kelembapan.


    Jenis Cat

    Hasil akhir dari cat sangat dipengaruhi oleh jenis cat yang kamu pilih. Ini disebabkan oleh variasi dalam komposisi kimia dari berbagai jenis cat, seperti cat akrilik, lateks, dan cat berbasis minyak.

    Cat Arilik

    Cat akrilik kering dengan cepat dan memiliki perubahan warna yang minimal antara aplikasi dan kondisi keringnya. Jenis cat yang larut dalam air ini sangat cocok untuk lemari, lis interior, dan bahkan permukaan logam.

    Cat Lateks

    Sementara itu, cat lateks juga berbasis air, tetapi cenderung memerlukan waktu lebih lama untuk kering, yang dapat menyebabkan warnanya tampak lebih gelap setelah mengering dibandingkan saat pertama kali diaplikasikan.

    Cat ini umumnya digunakan untuk langit-langit dan dinding interior, tetapi juga dapat diterapkan pada beton, plester, atau dinding luar.

    Cat Minyak

    Cat berbasis minyak memiliki konsentrasi pigmen yang tinggi dan biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk mengering dibandingkan dengan cat akrilik atau lateks.

    Proses pengeringan yang lebih lama dan kepadatan pigmen ini membuat warna cat terlihat lebih gelap dan lebih buram setelah kering. Gunakan jenis cat ini di area seperti kamar mandi, dapur, lorong, dan tempat lain yang sering digunakan.

    Jenis Finishing

    Tipe lapisan cat yang kamu pilih juga mempengaruhi penampilan cat saat kering, karena cara cahaya berinteraksi dengan tekstur dan permukaan cat.

    Contohnya, lapisan akhir yang mengkilap dapat memberikan kesan warna yang lebih kaya dan dalam, tetapi juga dapat membuat cat terlihat lebih gelap.

    Namun sebaliknya, cat dengan lapisan akhir satin sering kali mengering dengan warna yang lebih gelap. Sementara lapisan akhir matte atau datar cenderung menyerap lebih banyak cahaya, sehingga cat tampak lebih cerah.

    Warna Dasar

    Kamu mungkin menggunakan cat dasar putih sebagai langkah awal untuk proyek pengecatan kamu, tetapi warna cat dasar dapat mempengaruhi penampilan cat saat diaplikasikan dan setelah kering.

    Jika kamu memilih cat berwarna terang, cat dasar putih atau yang memiliki rona terang adalah pilihan yang tepat untuk mencapai tampilan yang diinginkan. Namun, jika kamu menggunakan cat dengan warna yang lebih gelap, sebaiknya gunakan cat dasar abu-abu agar cat tidak terlihat lebih cerah setelah diaplikasikan.

    Lapisan Kedua Membuat Cat Lebih Gelap?

    Menggunakan lapisan kedua cat dapat membantu memastikan hasil yang diinginkan. Lapisan tambahan ini meningkatkan cakupan keseluruhan, mengurangi efek dari cat dasar, dan memberikan tampilan yang lebih gelap serta lebih jenuh.

    Lapisan kedua juga menambah kepadatan pigmen, yang mengurangi jumlah cahaya yang bisa menembus lapisan cat.

    Namun, perlu diingat bahwa meskipun lapisan kedua dapat membuat cat tampak lebih gelap, ada beberapa faktor lain yang juga dapat mempengaruhi warna cat saat mengering, seperti jenis cat dan tipe lapisan akhir yang digunakan.

    Faktor Suhu dan Kelembapan

    Pengecatan pada suhu rendah membuat cat membutuhkan waktu lebih lama untuk kering, yang menghasilkan tampilan yang lebih gelap. Sebaliknya, pengecatan pada suhu tinggi dapat memberikan efek yang berbeda.

    Jika suhu terlalu tinggi, lapisan atas cat mungkin mengering lebih cepat daripada lapisan bawah, berpotensi menyebabkan cat melengkung atau retak.

    Di sisi lain, jika kelembapan terlalu tinggi, pelarut dalam cat akan menguap lebih lambat. Waktu pengeringan yang lama ini bisa membuat cat tampak lebih gelap, tetapi juga dapat mengakibatkan pengeringan yang tidak merata, munculnya garis-garis, dan perubahan warna.

    Di lingkungan dengan kelembapan rendah, pengeringan berlangsung lebih cepat, namun jika lapisan atas cat mengering terlalu cepat, itu bisa menimbulkan masalah di kemudian hari, seperti cat melengkung, retak, atau melepuh.

    Tips untuk Memastikan Pemilihan Warna yang Tepat

    Sebelum memulai proyek pengecatan, ada beberapa saran yang perlu diperhatikan untuk membantu kamu memilih warna yang tepat dan mendapatkan tampilan yang diinginkan setelah cat mengering.

    Lakukan uji sampel cat kecil pada sepotong kayu sebagai cara yang sangat efektif untuk melihat seperti apa tampilan cat setelah kering.

    Untuk hasil yang paling akurat, pastikan pengujian dilakukan dengan cara yang sama seperti saat kamu akan mengecat ruangan.

    Perhatikan cat dalam pencahayaan yang tepat sebelum mengecat seluruh ruangan. Seringkali, pencahayaan di suatu ruangan dapat membuat cat terlihat berbeda dibandingkan dengan ruangan lain atau di luar, jadi sebaiknya lakukan pengujian di tempat yang akan dicat.

    Campurkan cat dengan baik sebelum digunakan untuk memastikan pigmen tercampur merata, sehingga mengurangi risiko ketidakkonsistenan warna.

    Tunggu hingga cat benar-benar kering dan mengeras untuk mendapatkan gambaran akhir tentang tampilannya.

    Setelah aplikasi, cat biasanya akan terlihat lebih cerah, tetapi setelah beberapa jam, pelarutnya akan menguap sepenuhnya, sehingga kamu dapat memperoleh pemahaman yang lebih akurat tentang warna cat yang sebenarnya.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Persiapkan Rumah Kamu Sebelum Hujan Besar Datang, Biar Nggak Menyesal!


    Jakarta

    Memasuki bulan November, hujan sudah mulai turun di beberapa wilayah di Indonesia. Bukan hanya rintik saja, terkadang hujan turun disertai dengan angin kencang sehingga bisa menimbulkan kerusakan rumah.

    Saat musim hujan, biasanya ada saja hal-hal yang terjadi pada rumah, misalnya atap bocor, air merembes di dinding maupun lantai, dan lainnya. Nah, supaya kamu nggak usah repot-repot membersihkan rumah jika terjadi bocor, bisa banget cek informasi berikut ini.

    Dilansir dari Forbes, Selasa (5/11/2024), berikut ini hal-hal yang harus dilakukan pada rumah sebelum hujan deras melanda.


    Cek Atap Rumah

    Jika hujan deras disertai dengan angin kencang melanda, bisa saja membuat atap rumah rusak sehingga menimbulkan kebocoran. Untuk mencegah hal tersebut, sebaiknya kamu mengecek atap saat memasuki musim hujan. Jika ada masalah pada atap, segera perbaiki dan jangan ditunda.

    Bersihkan Halaman Rumah

    Angin kencang disertai hujan deras bisa merusak halaman rumah dan furniture luar ruangan. Sebelum hal itu terjadi, sebaiknya kamu mulai memindahkan furniture ke dalam ruangan atau garasi.

    Jika ada pohon besar, sebaiknya pangkas cabangnya agar tidak merusak rumah. Kamu bisa melakukannya sendiri atau menyewa tukang kebun

    Tutup Rapat Pintu dan Jendela

    Selain atap, jendela dan pintu merupakan bagian rumah yang rentan mengalami kebocoran. Sebelum memasuki musim hujan, sebaiknya periksa di sekitar kusen jendela dan pintu. Pertimbangkan menutupnya menggunakan sealant untuk mencegah air masuk ke dalam.

    Amankan Bagian-bagian Rentan di Rumah

    Jika rumah kamu kerap diterjang angin topan, kamu bisa mengamankan bagian-bagian yang rentan di rumah. Misalnya gunakan triplek pada jendela dan kaca pintu untuk menjadi penghalang terhadap angin kencang yang menyertai hujan badai.

    Jika rumah kamu di wilayah yang rawan banjir, pertimbangkan untuk memasang penghalang banjir untuk melindungi perabotan dari kerusakan akibat air.

    Pahami Polis Asuransi Rumah

    Membaca dan memahami polis asuransi rumah sangat penting untuk memastikan kamu terlindungi saat terjadi keadaan darurat. Jika terjadi bencana angin topan atau hujan badai, kamu bisa memotret furnitur dan barang berharga jika rusak akibat badai. Selain itu, simpan dokumen penting, seperti akta rumah dan dokumen lainnya di kotak yang kuat dan tahan api.

    Buat Rencana Darurat

    Salah satu cara terbaik menghadapi badai hebat adalah dengan mengumpulkan perlengkapan darurat. Simpan barang-barang tersebut di satu tempat sehingga lebih mudah ditemukan jika listrik padam akibat diterjang badai. Beberapa perlengkapan yang dibutuhkan yaitu:

    • Senter dengan baterai yang cukup
    • Minimal 1 galon air per orang di rumah untuk minum dan mandi
    • dapur darurat
    • persediaan makanan kaleng untuk 3 hari
    • perlengkapan pertolongan pertama

    Itulah beberapa hal yang harus dipersiapkan hujan besar datang. Semoga bermanfaat ya!

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Biar Nggak Berisik Saat Hujan, Ini 3 Jenis Atap Kanopi yang Minim Suara



    Jakarta

    Beberapa hari ini, sebagian besar kota di pulau Jawa dilanda hujan dengan intensitas rendah hingga tinggi. Di kondisi seperti ini, atap menjadi instrumen krusial bagi sebuah rumah, termasuk untuk kanopi.

    Nah, jika membahas kanopi rumah, atap yang terbuat dari PVC tengah digandrungi di Indonesia. Hal ini dikarenakan bahan PVC cukup tebal, kokoh, dan transparan.


    Selain itu incaran utama dari pemasangan atap berbahan PVC di rumah adalah tidak menimbulkan bising atau suara ketika terkena air hujan. Sehingga saat hujan, penghuni rumah yang hendak bersantai atau beristirahat tidak akan terganggu karena suara bising di luar.

    Terdapat 3 jenis kanopi rumah yang memiliki keunggulan tersebut yakni kanopi polycarbonate, alderon, dan solarflat.

    Meski ketiganya dipercaya sebagai kanopi minim bising saat hujan, tetapi kamu tetap harus memperhatikan ukuran ketebalan dari bahan ketiga kanopi tersebut. Untuk lebih jelasnya, simak kekurangan dan kelebihan dari kanopi polycarbonate, alderon, dan solarflat beserta harga terbarunya di 2024.

    Solarflat

    Solarflat adalah jenis kanopi yang terbuat dari lembaran polycarbonate yang cocok untuk rumah di iklim tropis. Selain sebagai kanopi rumah, solarflat juga digunakan sebagai atap JPO atau jembatan penyeberangan di Jakarta seperti JPO Gelora Bung Karno.

    Semakin tebal ukuran solarflat maka kekuatan untuk meredam suara semakin bagus. Selain itu ketebalan juga mempengaruhi tingkat kebocoran atap. Ketebalan dari solarflat sendiri terdiri dari 1,1 mm, 1,2 mm, 3 mm, dan 6 mm.

    Kemudian untuk jenis solarflat dibagi menjadi 2 yakni plain dan embose. Solarflat embose biasanya bisa membuat bagian depan lebih sejuk daripada yang plain.

    Kelebihan kanopi solarflat:

    – Tahan lama, tidak mudah pecah, dan kokoh
    – Tidak mudah terbakar
    – Pemasangan mudah
    – Dapat digabungkan dengan penutup kanopi lain.

    Kekurangan kanopi solarflat:

    – Mudah bocor
    – Variasi modelnya sedikit

    Kanopi Alderon

    Kanopi alderon adalah kanopi yang terbuat dari UPVC (unplasticized polyvinyl chloride) yang permukaannya berbentuk gelombang dan berongga.

    Penggunaan kanopi alderon cocok untuk rumah dengan desain minimalis dan modern. Bentuknya yang ramping dan pilihan warnanya yang netral membuat tampilanya semakin menarik. Kanopi alderon biasa dipasang dengan tiang dan kerangka dari baja ringan.

    Kelebihan kanopi alderon:

    – Mudah perawatan dan membersihkannya
    – Menggunakan bahan yang ramah lingkungan
    – Tahan lama dan kokoh
    – Kedap suara
    – Meredam panas dengan baik

    Kekurangan kanopi alderon:

    – Harga relatif mahal
    – Warna dan model tidak bervariatif

    Kanopi Polycarbonate

    Polycarbonate terbuat dari material yang terbuat dari polimer spesial dan tampilannya seperti plastik bening. Kanopi polycarbonate bisa menjadi alternatif bagi kamu yang ingin beralih dari kanopi kaca karena tampilannya yang sama-sama transparan.

    Polycarbonate biasa dijual dalam bentuk roll, lembarang dan meter. Harga roll lebih murah, tetapi ini tergantung dengan jenis dan ketebalannya.

    Kelebihan kanopi polycarbonate:

    – Tidak berat
    – Dapat meredam suara bising
    – Pemasangan kanopi polycarbonate mudah
    – Fleksibel dan tahan lama
    – Menangkal radiasi panas matahari
    – Tidak mudah bocor

    Kekurangan kanopi polycarbonate:

    – Warnanya mudah pudar
    – Mudah bocor jika pemasangannya tidak tepat
    – Sulit dibersihkan

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Efektif Bikin Rumah Nggak Mudah Lembap Saat Musim Hujan


    Jakarta

    Memasuki musim hujan, kelembapan di rumah meningkat. Hal ini bisa kamu ketahui dari munculnya noda hitam di sudut-sudut rumah. Kelembapan rumah yang meningkat ini jangan dianggap sepele karena dapat merusak tampilan rumah dan membahayakan kesehatan.

    Mengutip Telegrafi, cara mengatasi masalah kelembapan di rumah cukup beragam. Ada yang harus memperbaiki struktur rumah, ada yang cukup meletakkan alat pembersih udara instan. Pilihan ini tergantung pada kebutuhan pemilik rumah.

    Dehumidifier merupakan alat yang dapat menghilangkan kelembapan berlebih di udara. Ini adalah cara instan dan paling cepat. Cara menggunakannya dengan menyalakan alat ini dan biarkan selama beberapa jam. Nanti kamu bisa melihat tempat penampungan di bagian bawah untuk mengecek air yang terserap oleh alat tersebut dari proses kondensasi (perubahan gas menjadi air).


    “Semakin sedikit kelembaban yang Anda hasilkan di dalam rumah, semakin sedikit pula kondensasi yang terbentuk. Oleh karena itu, pikirkan bagaimana Anda akan menghilangkan kelembapan selama bekerja sehari-hari,” kata manajer layanan teknis Inggris di Rentokil, Nicholas Donnithorne mengutip dari The Sun pada Selasa (5/12/2024).

    Lalu, apabila perbaikannya sampai membongkar dan mengganti struktur bangunan, biasanya karena dampak dari kelembapan tersebut cukup parah. Sebagai contoh bisa timbul jamur di dinding, plafon, dan material kayu di rumah atau membuat dinding dan plafon bergelembung.

    Namun tenang, ada beberapa cara agar rumah tidak mudah lembap di tengah musim hujan seperti saat ini.

    1. Membuka Jendela

    Keberadaan ventilasi dapat membantu menurunkan tingkat kelembapan di rumah. Sebagai contoh membuka jendela saat memasak dan mandi secara rutin dapat memberikan akses sinar matahari dan angin di rumah.

    2. Jangan Biarkan Ada Pakaian Basah di Kamar Mandi

    Kamar mandi adalah ruangan paling lembap di rumah. Jika kamar mandi sering dibiarkan dalam keadaan basah dan jarang dibersihkan, lantainya akan mudah licin, muncul jamur di sela-sela keramik, hingga muncul binatang seperti cacing.

    Selain itu, hindari menyimpan handuk atau pakaian basah di dalam kamar mandi. Kebiasaan ini juga mempengaruhi kelembapan di kamar mandi.

    3. Jaga Suhu Ruangan

    WHO, Organisasi Kesehatan Dunia menyarankan suhu di dalam rumah sekitar 18-20°C dengan kelembapan relatif 50-60 persen. Maka dari itu, penting untuk memiliki ventilasi yang cukup di dalam rumah atau setidaknya menyalakan kipas angin yang dapat meningkatkan aliran udara.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com