Category Archives: Tips Properti

Biar Rumah Aman, Segini Jarak Ideal Tanam Pohon di Halaman


Jakarta

Halaman tanpa pohon atau tanaman rasanya kosong dan gersang. Saat panas terik, cahaya matahari dapat langsung menyorot ke dalam rumah dan pada saat hujan air ‘tumpah’ ke halaman tanpa ada penghalang.

Meskipun keberadaan pohon sangat penting, terutama di halaman rumah, kamu perlu tahu jarak aman untuk menanam pohon. Jarak ini dapat menjadi ruang jika pohon tersebut tumbang sehingga tidak menimpa rumah atau barang berharga di sekitar rumah.

Dilansir Jimstrees.com, berikut jarak aman menanam pohon di halaman rumah.


  • Tinggi pohon di bawah 8 meter jarak minimal 3 meter dari bangunan
  • Tinggi pohon 8 meter sampai 15 meter jarak minimal 4-6 meter
  • Tinggi pohon lebih dari 15 meter jarak minimal 10-15 meter

Adanya jarak ideal, bukan hanya untuk menghindari kerusakan pada properti jika pohon tumbang, melainkan bermanfaat untuk tujuan lain, berikut di antaranya.

1. Daun Kering Tidak Mengotori Bagian Rumah dan Selokan

Seperti yang kita tahu, daun yang sudah kering pasti berguguran. Kita tidak bisa mencegahnya karena itu sudah menjadi bagian dari siklus pohon. Tugas kita hanya membersihkannya jika daun kering tersebut.

Jika halaman kamu sempit dan tidak ada ruang antara bangunan dan pohon, dikhawatirkan daun kering tersebut jatuh ke area rumah. Bahayanya jika daun kering tersebut banyak yang jatuh ke dalam talang air atau selokan. Daun kering bisa menghambat jalur air, terutama pada saat hujan.

Apabila antara pohon dan rumah memiliki jarak yang pas, daun kering tersebut bisa jatuh ke halaman dan lebih mudah dibersihkan.

2. Mengamankan Rumah dari Akar Pohon

Pertumbuhan pohon bukan hanya pada batangnya yang semakin tinggi dan lebar, melainkan akarnya yang semakin panjang dan kuat. Jangan sepelekan pertumbuhan akar ini karena ada beberapa akar yang bahkan bisa merusak badan jalan, aspal, hingga area lainnya.

Secara umum, pohon akan tumbuh satu hingga 3 kali lebarnya kanopi. Pada beberapa kasus, akar pohon tumbuhnya dua kali lipat tumbuhnya ketinggian si pohon itu. Akar pohon yang membesar di tanah ini akan berdampak pada pondasi rumah.

Kamu juga harus menjauhkan pohon dengan akar yang besar dari pipa air tanam dan septic tank. Jika terlalu dekat, berisiko dapat merusak pipa air dan septic tank.

3. Menjaga Kondisi Tanah

Ada pohon di rumah juga berpotensi membuat tanah menyusut. Sebab, pepohonan menyebabkan kelembapan tanah berfluktuasi karena tingkat air yang dibutuhkan untuk menjaga pohon tetap hidup. Tanah dapat menyusut dan mengembang yang berdampak pada tekanan pada fondasi rumah. Imbasnya muncul retak-retak rambut atau keretakan serius di dinding.

4. Mencegah Pengendapan beton

Kondisi tanah yang menurun dapat berpengaruh pada beton yang ikut turun. Saat beton mengendap, kemungkinan besar dinding rumah akan retak dan bergeser. Kondisi ini seperti trotoar yang rusak di sekitar pohon yang akarnya timbul ke permukaan. Dengan adanya jarak yang aman antara bangunan dan pohon, maka rumah dapat tetap aman.

Itulah informasi terkait jarak aman menanam pohon di halaman rumah.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Cara Merawat Tanaman Indoor dan Outdoor saat Musim Hujan


Jakarta

Musim hujan membawa tantangan tersendiri bagi para pecinta tanaman. Curah hujan yang tinggi dan kelembapan yang meningkat dapat memengaruhi kesehatan tanaman kamu.

Namun, dengan perawatan yang tepat, kamu dapat memastikan tanaman tetap tumbuh subur meskipun dalam kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Berikut adalah beberapa tips praktis untuk merawat tanaman kamu selama musim hujan agar tetap sehat dan bersemi.

Utamakan Drainase yang Baik

Melansir dari Kangaroo Kids, pastikan pot tanaman kamu dilengkapi dengan lubang drainase yang memadai untuk menghindari genangan air. Genangan ini dapat menyebabkan akar membusuk jika air tidak dapat mengalir dengan baik.


Kamu bisa meninggikan pot dengan menggunakan batu bata atau penyangga untuk meningkatkan aliran air. Pertimbangkan juga penggunaan campuran pot yang memiliki kemampuan drainase baik, sehingga kelebihan air dapat keluar dengan mudah.

Lindungi Tanaman yang Rentan

Meskipun air hujan bermanfaat bagi tanaman, hujan deras berpotensi untuk merusaknya. Untuk merawat tanaman indoor dan outdoor, kamu bisa memindahkan tanaman yang lebih sensitif ke tempat yang terlindung. Bawa mereka ke balkon atau di bawah kanopi untuk melindungi tanaman di luar dari hujan lebat.

Lakukan Pemangkasan dan Pembersihan Secara Rutin

Musim hujan adalah waktu ketika pertumbuhan tanaman melambat. Lakukan pemangkasan cabang yang tumbuh terlalu besar secara teratur dan hilangkan dedaunan berlebih untuk meningkatkan sirkulasi udara.

Ini juga membantu mengurangi risiko penyakit jamur. Pastikan untuk membersihkan daun-daun yang mati serta kotoran, dan sterilkan alat pemangkas kamu setelah digunakan untuk mencegah penyebaran infeksi.

Atasi Penyakit Jamur

Selama musim hujan, jamur dapat muncul di berbagai tempat, menjadikannya waktu yang ideal bagi penyakit jamur untuk berkembang.

Untuk mencegah hal ini, semprotkan fungisida organik pada tanaman yang rentan. Selain itu, hindari penyiraman berlebihan agar pertumbuhan jamur dapat diminimalisir.

Periksa Tanah Secara Berkala

Hujan lebat dapat mengikis lapisan atas tanah. Oleh karena itu, periksa tanah secara rutin dan pastikan bahwa tanah tersebut berpori dan memiliki drainase yang baik, jika kamu menemukan lumut atau alga, segera bersihkan.

Gunakan Metode Pengendalian Hama Organik

Pengendalian hama secara organik adalah metode terbaik untuk melindungi tanaman kamu. Gunakan minyak imbas atau neem oil, semprotan bawang putih, atau sabun insektisida sebagai perlindungan.

Ingatlah bahwa beberapa serangga seperti kepik dan lacewings sangat bermanfaat, jadi biarkan mereka berkembang biak di kebun kamu sebagai predator alami hama.

Sesuaikan Intensitas Penyiraman

Setiap jenis tanaman memiliki kebutuhan penyiraman yang berbeda-beda. Misalnya, kaktus memerlukan lebih sedikit air dibandingkan dengan tanaman buah.

Selama musim hujan, kelembapan udara sudah tinggi, jadi hindari penyiraman berlebihan agar akar tidak membusuk.

Gemburkan Tanah di Pot

Meskipun terlihat sepele, menggemburkan tanah di pot sangat penting untuk membantu akar tanaman bernapas dan meningkatkan sirkulasi udara. Tanah yang terlalu padat dapat menahan kelembapan berlebih, sehingga akar berisiko membusuk.

Ciptakan Akses Sinar Matahari

Setelah beberapa hari hujan terus-menerus, sinar matahari menjadi sangat diinginkan bagi kamu maupun tanaman. Oleh karena itu, sesekali pindahkan tanaman ke lokasi yang lebih terang untuk mendapatkan sinar matahari langsung dan hindari erosi tanah akibat hujan.

Pastikan Pot Terisi Penuh dengan Tanah

Untuk mencegah genangan air, pastikan pot kamu terisi penuh dengan tanah. Campuran tanah dan pupuk kandang akan lebih efektif dalam mencegah genangan air di permukaan serta memastikan nutrisi sampai ke akar tanaman. Namun, jangan sampai tanah terlalu padat karena bisa memerangkap kelembapan yang dapat membuat akar membusuk

Itulah beberapa cara merawat tanaman indoor dan outdoor saat musim hujan.

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

6 Kesalahan Membersihkan Kasur yang Bikin Cepat Rusak, Jangan Dilakukan!


Jakarta

Membersihkan dan merawat kasur perlu dilakukan agar tahan lama. Nah, ada beberapa hal yang kerap dilakukan saat membersihkan kasur yang justru bisa membuatnya cepat rusak.

Pastinya hal ini tidak ingin terjadi pada kasur kamu. Sebisa mungkin hindari kesalahan saat membersihkan kasur, agar kasur tidak cepat rusak dan tahan lama.

Dilansir dari tom’s guide, berikut beberapa kesalahan yang harus dihindari agar kasur tidak cepat rusak.


Menggunakan Bahan Kimia Keras

Pembersih yang dibeli di toko seringkali mengandung pemutih atau pelarut kuat yang dapat merusak serat dan bahan kasur, sehingga permukaannya menjadi tidak rata yang akan mengganggu tidur kamu.

Selain itu, bahan kimia keras seringkali meninggalkan residu yang dapat membuat kulit iritasi atau menyebabkan masalah pernapasan. Kasur mudah dibersihkan dengan produk rumah tangga yang kamu miliki seperti soda kue dan cuka.

Kasur Basah

Adanya cairan yang berlebihan akan menyebabkan pertumbuhan jamur dan lumut pada kasur. Hal ini akan merusak kasur dan menimbulkan risiko kesehatan yang serius. Saat membersihkan kasur, gunakan cairan seminimal mungkin dan pastikan kasur benar-benar kering sebelum memasang seprai dan tidur di atasnya.

Tidak Menggunakan Pelindung Kasur

Menggunakan pelindung kasur adalah salah satu cara termudah untuk menjaga tempat tidur kamu dalam kondisi prima sejak hari pertama. Pelindung ini mengurangi risiko kasur terkena tumpahan, noda, tungau, dan keringat. Pelindung ini juga bisa membuat permukaan tempat tidur kamu bertahan lebih lama.

Tidak Menyedot Debu Kasur

Debu, rambut, dan bulu hewan peliharaan dapat menumpuk di permukaan kasur kamu seiring waktu yang menjadi tempat berkembang biaknya tungau serta bakteri. Penumpukan ini dapat menyebabkan alergi dan serat kasur rusak lebih cepat.

Jika kamu memiliki alergi atau kamar tidur cepat berdebu, sebaiknya menyedot debu kasur lebih sering. Alat berbulu lembut yang dirancang untuk membersihkan debu dan kotoran dengan lembut tanpa menyebabkan kerusakan.

Tidak Memutar Kasur

Kamu harus memutar kasur untuk mencegah terbentuknya bekas di tempat tidur setiap malam, hal ini dapat menyebabkan hilangnya dukungan dan kerusakan material lebih cepat. Secara umum, kamu harus memutar kasur setiap tiga hingga enam bulan untuk menjaga permukaannya tetap segar.

Mengabaikan Tumpahan dan Noda

Kecelakaan memang bisa terjadi, tetapi penting untuk segera mengatasinya. Mengabaikan tumpahan dan noda dapat merusak permukaan kasur serta menjadikannya tempat berkembang biaknya bakteri, jamur, dan lumut.

Noda dapat merusak pemandangan dan akan mulai mengeluarkan bau yang sangat tidak sedap jika tidak segera mengatasinya. Untuk noda dan bau yang membandel, sebaiknya bersihkan kasur secara menyeluruh.

Itulah beberapa kesalahan yang bisa membuat umur kasur lebih pendek.

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

7 Cara Mudah Merawat Kasur Agar Tahan Lama


Jakarta

Tidur dapat mempengaruhi aspek kesehatan, seperti meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan suasana hati, dan meningkatkan kinerja otak. Sehingga kasur menjadi komponen penting untuk kenyamanan saat tidur.

Faktor lamanya kasur bertahan tergantung pada bahan dan perawatan yang diberikan. Ada kasur yang bertahan enam tahun dan juga ada beberapa bahan kasur yang bertahan hingga 10 sampai 20 tahun.

Dilansir dari CNET, berikut beberapa cara mudah merawat kasur agar tetap awet selama bertahun-tahun.


Gunakan Pelindung Kasur

Pelindung kasur menjadi bagian penting dari perlengkapan tempat tidur kamu. Pelindung kasur berfungsi sebagai penghalang antara kamu dan tempat tidur, menyerap keringat, tungau, dan benda lain yang bersarang di kasur.

Pelindung kasur juga mencegah tempat tidur dari noda. Pelindung kasur yang dipasang seperti seprai akan menutupi seluruh tempat tidur kamu.

Cuci Seprai Sesering Mungkin

Idealnya, mencuci seprai dilakukan setiap minggu. Saat mencucinya, kamu dapat menggunakan pengaturan untuk pakaian halus. Mencuci seprai memastikan seprai tetap segar dan melindungi kasur dari noda serta kelembapan akibat keringat.

Jangan Loncat-loncat di Atas Kasur

Meskipun loncat-loncat di atas kasur seperti trampoline menyenangkan, seiring waktu, tindakan ini dapat merusak tempat tidur lebih cepat. Produsen mendesain tempat tidur untuk penggunaan rutin. Melompat di tempat tidur menciptakan benturan yang lebih keras yang dapat merusaknya.

Balikkan Kasur Secara Teratur

Salah satu cara paling efektif untuk membuat tempat tidur lebih awet adalah dengan membalik atau memutar kasur. Cara ini mencegah tempat tidur kamu mengalami penurunan secara permanen karena menggunakan sisi bagian tempat tidur yang sama. Biasanya hal ini harus dilakukan setiap beberapa bulan sekali, agar tempat tidur bertahan lama.

Bersihkan Noda dengan Segera

Kesalahan di tempat tidur salah satunya adalah adanya tumpahan noda. Hal ini harus segera diatasi sebelum noda menempel permanen.

Direkomendasikan untuk membuat pasta ke noda, biarkan selama 30 hingga 60 menit, lalu bersihkan dengan handuk bersih. Kamu juga bisa menggunakan air sabun cuci piring dan soda kue untuk membersihkan noda.

Hindari Makan atau Minum di Tempat Tidur

Makan dan minum di tempat tidur dapat mengakibatkan noda kecil yang tidak terlihat. Hal ini akan mengundang semut dan kecoa untuk datang yang akan membuat kasur kamu terlihat kotor.

Waspada Terhadap Kutu Busuk

Serangan kutu busuk dapat membuat kasur tidak dapat digunakan lagi. Maka dari itu, kamu perlu melindungi tempat tidur dari kutu busuk dengan menggunakan pelindung serta menjaga kamar tidur tetap bersih.

Itulah beberapa cara untuk menjaga kasur tetap awet. Semoga bermanfaat!

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Hati-hati! 5 Hal Ini Bisa Menarik Lalat ke Rumah


Jakarta

Adanya lalat di rumah membuat penghuni resah. Penghuni rumah pasti mencari cara agar bisa mengusir serangga tersebut.

Walaupun sudah berusaha untuk mengusir, namun lalat kerap kembali lagi. Kenapa ya?

Bisa saja di rumah kamu justru ada berbagai hal yang menarik lalat untuk datang lagi datang lagi. Apa saja hal-hal yang bisa menarik lalat ke rumah?


Dilansir dari Terminx, berikut ini informasinya.

Sampah

Sampah merupakan hal yang ada di setiap rumah. Lalat umumnya tertarik dengan bahan organik di tempat sampah. Lalat juga bisa bertelur di tempat sampah. Makanya, kamu harus rajin menjaga kebersihan sampah dan menutup tempat sampah agar tidak menjadi sarang lalat.

Kotoran Hewan Peliharaan

Buat kamu yang punya hewan peliharaan wajib waspada. Hal itu karena lalat menyukai kotoran hewan. Pastikan kamu sering membersihkan kotoran hewan di rumah ya detikers.

Makanan Basi

Makanan basi, baik itu makanan hewan maupun makanan manusia, bisa menarik lalat ke rumah. Jadi, pastikan kamu membersihkan makanan basi agar tidak mengundang lalat ke rumah.

Buah dan Sayur Busuk

Buah busuk juga bisa menjadi hal yang menarik lalat untuk datang ke rumah. Segera buang buah busuk jika ada di rumah.

Cairan Manis atau Fermentasi

Cairan manis atau terfermentasi, seperti sirup, soda, maupun cuka bisa mengundang lalat ke rumah. Jika ada tumpahan cairan tersebut segera dilap dan bersihkan kaleng minuman soda sebelum dibuang.

Itulah beberapa hal yang bisa menarik lalat ke rumah.

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Tips Membersihkan Plafon, Lengkap dengan Alat dan Caranya



Jakarta

Plafon merupakan salah satu bagian rumah yang cukup penting karena dapat melindungi panas dan air hujan. Ternyata, plafon juga perlu dibersihkan.

Pembersihan plafon tidak perlu terlalu sering dilakukan. Dilansir dari The Spruce, kamu bisa membersihkan plafon setiap dua tahun sekali, atau saat kamu pindah ke tempat baru. Nah, berikut ini alat-alat dan bahan yang perlu kamu siapkan untuk membersihkan plafon.

Peralatan

1. Kemoceng dengan gagang yang bisa diperpanjang
2. Penyedot debu dengan sambungan sikat
3. Kain mikrofiber
4. Roller cat
5. Botol semprot
6. Kain pel kering yang rata (opsional)


Bahan

1. Cuka putih
2. Air
3. Sabun cuci piring cair
4. Spons melamin (opsional)
5. Pembersih minyak (opsional)
6. Pemutih (opsional)

Cara Membersihkan Plafon

1. Vakum atau Bersihkan Dengan Kemoceng

Kamu bisa mulai membersihkan debu dan kotoran yang ada di permukaan. Hal ini bisa dilakukan dengan kemoceng bergagang panjang agar bisa dengan mudah menjangkau plafon atau dengan selang dan sikat penyedot debu. Bersihkan debu atau vakum plafon dengan perlahan, dari satu sisi ke sisi lainnya.

2. Bersihkan Sudut-sudut dan Lis Plafon

Jangan lupa untuk membersihkan sudut-sudut dan area di sekitar lis di mana debu bisa mudah menumpuk dari waktu ke waktu. Pakai kain mikrofiber kering untuk membersihkan debu dan menyeka area tersebut dengan hati-hati. Pastikan kamu membersihkan debu sebanyak mungkin, karena debu yang menempel kemungkinan ada yang menyebar ke area lain.

3. Buat Campuran Pembersih

Campuran pembersih terbaik untuk plafon adalah dengan larutan pembersih superstar-cuka. Campurkan 2 cangkir air hangat, 1/4 cangkir cuka, dan 1 sendok makan sabun cuci piring, lalu tuangkan ke dalam botol semprotan kosong.

4. Semprotkan Campuran Pembersih

Semprotkan larutan pembersih ke seluruh plafon, berhati-hatilah agar tidak ada bagian yang terlewat. Campuran harus disemprotkan secara menyeluruh tanpa membasahi plafon, sebab hal ini bisa menimbulkan kerusakan akibat air dan membuat plafon terlihat jelek.

Lalu, ambil roller cat yang bersih dan lembab dengan gagang yang bisa diperpanjang dan roll di plafon. Lakukan secara perlahan dan merata, sebab hal ini berfungsi sebagai penggosokan yang lembut untuk campuran pembersih.

5. Keringkan Plafon

Ambil beberapa kain mikrofiber bersih dan mulai keringkan plafon yang baru saja dibersihkan. Usapkan kain dengan lembut ke atas dan ke bawah plafon, biarkan kain menyerap sisa cairan dari campuran pembersih.

Kalau lengan pegal karena mengangkat untuk mengeringkan plafon, kamu bisa coba letakkan kain bersih di dasar pel lantai. Lalu, pegang kain pel secara terbalik mengarah ke atas, dan gunakan untuk mengeringkan plafon sampai kering.

6. Membersihkan Noda Membandel

Cari noda yang tersisa, berikut cara membersihkannya
– Noda jelaga: Gunakan spons melamin untuk membersihkan noda jelaga yang kecil. Basahi spons dan oleskan sedikit minyak oles untuk menghilangkan noda jelaga
– Noda minyak: Gunakan pembersih khusus anti minyak untuk menghilangkan noda minyak membandel, dan ikuti petunjuk dari produsennya
– Noda air: Campurkan 9 sendok air dengan 1 sendok pemutih dalam botol semprot, lalu ulangi tiga sampai empat kali atau sampai noda hilang

Tips Agar Plafon Tetap Bersih Lebih Lama

Setelah membersihkan plafon, kamu bisa lakukan ini agar plafon tetap bersih lebih lama dengan mengikuti tips berikut
1. Bersihkan sudut-sudut plafon secara rutin di mana debu dan kotoran mudah menumpuk. Lakukan langkah ini setiap bulan dengan menggunakan kemoceng.
2. Bersihkan noda kecil segera untuk mencegahnya menjadi noda membandel di kemudian hari
3. Kamu bisa mempertimbangkan untuk menggunakan penghisap asap dapur untuk menyedot minyak dan kelembaban berlebih di dapur.

Itulah alat-alat dan cara untuk membersihkan plafon. Semoga bermanfaat ya!

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Bisa Cegah Banjir Saat Hujan, Ini Cara Bikin Sumur Resapan di Rumah



Jakarta

Sumur resapan air memiliki banyak manfaat bagi rumah. Jika musim hujan datang seperti sekarang, sumur resapan bisa membantu mencegah banjir. Sementara di musim kemarau sumur ini bisa menjadi tempat penampungan air.

Koordinator Nasional Pengelolaan Sumber Daya Air Berketahanan Iklim dari USAID IUWASH Tangguh, Asep Mulyana menjelaskan sumur resapan air sangat bermanfaat untuk mengelola air hujan. Berbentuk lubang, sumur resapan air menjadi media untuk menampung air hujan atau air larian di permukaan tanah.

“Sumber air hujan atau mengalir tidak terkontrol itu bisa menjadi sebuah cadangan air tanah untuk dimanfaatkan dan tabungan di musim kemarau,” ujar Asep kepada detikcom beberapa waktu yang lalu


Sumur resapan ini berguna sebagai tabungan air daripada membiarkan air hujan mengalir hingga menimbulkan masalah seperti banjir dan genangan air. Lalu, bagaimana cara membuat sumur resapan air di rumah? Simak penjelasannya berikut ini.

Cara Membuat Sumur Resapan Air

1. Tentukan Letak Sumur

Asep mengatakan sumur resapan air idealnya berada di dataran paling rendah di halaman rumah. Maka, carilah letak yang rendah supaya air hujan mengalir ke arah sumur resapan air.

Selain itu, pastikan sumur resapan memiliki jarak aman sesuai standar terhadap bangunan lain seperti fondasi rumah dan septic tank.

2. Hitung Curah Hujan

Untuk menentukan dimensi lubang resapan air, tergantung pada ukuran atap dan curah hujan suatu kawasan. Asep membagikan tips mudah menghitung curah hujan menggunakan gelas.

“Simpan gelas di halaman rumah dari mulai hujan sampai berhenti hujan. Misalkan muncul (ketinggian) 5 cm, berarti intensitas curah hujan itu 5 cm di situ dalam sekali hujan,” katanya.

Angka tersebut dikonversikan ke satuan meter, lalu dikalikan dengan luas atap rumah untuk menentukan volume lubang sumur resapan.

3. Gali Lubang

Selanjutnya, gali lubang dengan dimensi yang sesuai dengan volume tersebut. Dimensi ini bisa disesuaikan dengan ukuran lahan yang dimiliki. Kedalaman sumur bisa 1-2 meter sesuai kebutuhan dan bentuk lubang dapat berupa persegi panjang.

4. Buat Dinding

Kemudian, bangun tembok mengitari sumur untuk mengamankan bentuk sumur. Tembok ini terbuat dari bata dan memiliki kedalaman 50 cm. Sementara sisa dinding sumur dibiarkan tanpa tembok untuk memaksimalkan resapan air ke arah samping.

5. Isi Lubang Sumur

“Untuk mengamankan kondisi sumur di paling bawah dikasih 20-30 cm kerikil. Di atasnya lagi dikasih 20-30 cm ijuk. Fungsinya untuk menahan kotoran atau lumpur yang masuk,”

Kalau air hujan yang masuk ke dalam sumur berasal dari atap yang disambungkan ke paralon, maka tidak perlu mengkhawatirkan kotoran dan lumpur memenuhi sumur.

5. Pastikan Aliran Air

Pastikan air hujan akan mengalir ke sumur resapan dengan membuat sumur di dataran rendah. Jika halaman rumah datar, air bisa dialirkan dengan membuat parit kecil yang mengarah ke lubang dinding sumur resapan.

Selain itu, air hujan yang jatuh ke atap juga bisa dialirkan ke sumur dengan membuat talang air dan paralon.

6. Tutup Permukaan

Apabila permukaan sumur resapan akan difungsikan, misalkan parkiran motor atau tempat jemuran, maka permukaan sumur dicor seperti membuat septic tank. Maka, pengecoran juga menggunakan tulang besi dan manhole.

Itulah cara membuat sumur resapan air untuk mengantisipasi masalah di kemudian hari. Semoga bermanfaat!

(das/das)



Sumber : www.detik.com

5 Hal yang Wajib Dibersihkan Sebelum Tinggalkan Rumah buat Liburan



Jakarta

Liburan Natal dan Tahun Baru menjadi salah satu moment untuk bersenang-senang dan berkumpul bersama keluarga. Namun, sebelum bepergian untuk memanfaatkan liburan, penting untuk membersihkan rumah terlebih dahulu.

Hal ini akan mengurangi stres saat pulang, sehingga dapat memanfaatkan waktu untuk beristirahat. Ada beberapa barang atau tempat yang bisa menjadi prioritas untuk dibersihkan sebelum melakukan liburan.

Dilansir dari The Spruce, berikut beberapa barang dan tempat yang harus dibersihkan sebelum melakukan bepergian saat liburan tiba.


Kulkas

Kulkas menjadi barang pertama yang disarankan untuk dibersihkan sebelum liburan, hal ini tentunya akan mencegah adanya makanan yang basi setelah pulang liburan.

‘Idealnya, sehari sebelum kamu pergi, kamu harus memeriksa kulkas dan membuang semua makanan yang akan rusak saat kamu pergi,” kata Michael Bogoyavlenskiy, CEO Cleaning Express.

Area Dapur

Membersihkan kulkas tidak cukup untuk mengusir bau busuk dan hama yang datang, kamu harus memastikan dapur dalam kondisi prima. Hal seperti remah-remah atau sisa makanan kecil dapat menyebabkan dapur sangat kotor dan datangnya hama.

“Saya selalu menggosok wastafel, menyalakan pembuangan sampah dengan beberapa es batu dan kulit lemon, lalu mengakhirinya dengan membilasnya dengan cuka,” kata Nishant Prasad, salah satu pendiri Clean Fanatics.

Tempat Tidur

Setelah bepergian dalam waktu yang lama, tempat tidur menjadi hal pertama yang akan dicari untuk beristirahat. Hal ini menjadi alasan untuk memastikan tempat tidur rapi sebelum melakukan bepergian untuk liburan.

“Jika memungkinkan, saya juga mengganti sprei sehingga saya bisa tidur dengan nyaman setelah berpergian,” kata Brunson Sayes, pendiri Breathe Maids.

Kamar Mandi

Kamar mandi merupakan tempat jamur dan lumut dapat dengan mudah tumbuh, pastikan untuk membersihkan kamar mandi sebelum meninggalkannya selama berhari-hari untuk menghemat waktu dalam jangka panjang.

“Sebelum pergi, saya mengelap dinding kamar mandi, membersihkan wastafel, dan memastikan mangkuk toilet sudah digosok. Jika kamu sedang terburu-buru, menyemprotkan pembersih kamar mandi di area yang sering dilewati dapat memberikan hasil yang sangat baik,” kata Prasad.

Cucian di Rumah

Mencuci pakaian bisa menjadi pekerjaan yang menyebalkan di hari-hari biasa, jangan meninggalkan cucian saat kamu berpergian.

Pastikan untuk mencuci semua cucian, seperti handuk, sprei, dan pakaian lain yang menumpuk. Hal ini mencegah timbulnya bau tidak sedap dan kamu tidak merasa kewalahan saat pulang setelah liburan.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

3 Tips Susun Motif Lantai Biar Nggak Salah Pasang Keramik Kayak Ular Kadut



Jakarta

Keramik bermotif bila disusun dengan benar bisa mempercantik isi rumah. Namun, salah pasang keramik pun bisa membentuk motif yang unik, lho. Seperti yang sedang ramai di media sosial, netizen menunjukkan motif lantai mereka yang malah mirip ular kadut.

Arsitek Denny Setiawan mengatakan cara menyusun motif keramik atau granit bermotif sebenarnya bebas sesuai selera pemilik rumah. Namun, membeli keramik bermotif biasanya sudah disertai petunjuk cara pemasangannya.

Ia menjelaskan keramik bermotif seperti urat diagonal bisa disusun dengan beberapa cara, seperti bookmatch ataupun membentuk alur. Bookmatch menghasilkan bentuk kotak ketika beberapa keramik disusun bersama.


“Kebanyakan keramik bermotif dengan alur diagonal dimaksudkan untuk disusun secara bookmatch,” ujar Denny kepada detikProperti, Kamis (26/12/2024).

Lantai Rumah Mimi PeriPola Susun Keramik Bookmatch Lantai Rumah Mimi Peri Foto: Tangkapan Layar TikTok @mimi.perireal

Lantas, gimana caranya supaya nggak salah pasang keramik? Simak tipsnya berikut ini.

Tips Susun Motif Lantai Biar Nggak Salah Pasang Keramik

1. Rencanakan Motif Keramik

Denny mengatakan penting menentukan dan merencanakan pola pemasangan keramik sejak awal bangun atau renovasi rumah. Sebab, kalau terlanjur pasang tetapi tidak suka hasilnya, tidak bisa diubah lagi. Keramik akan rusak saat dicopot.

“Sebenarnya di setiap keramik itu ketika kita beli, kita bisa minta petunjuk sama produsennya cara pasangnya gimana,” katanya.

2. Baca Petunjuk Pemasangan

Lalu, ia juga mengingatkan untuk meneliti atau membaca ulang petunjuk dalam kemasan keramik yang dibeli. Petunjuk bisa tertera di kotak keramik ataupun buku manual.

“Tukang ada yang baca, ada yang nggak. Biasanya justru malah di gambar arsiteknya yang ada petunjuk cara pasang keramik gimana,” ucapnya.

3. Pilih Motif yang Cocok dengan Ukuran Ruangan

Selain itu, Denny menyarankan untuk mempertimbangkan ukuran motif keramik yang cocok dengan ukuran rumah. Ukuran motif bisa menciptakan kesan tertentu pada suatu ruangan. Adapun ruangan yang tergolong kecil, menurutnya, bisa berukuran hingga 3×3 meter.

Jika ruangannya besar, sebaiknya menggunakan motif yang cenderung besar. Sementara itu, keramik bermotif kecil lebih cocok dengan ruangan yang kecil karena terkesan ramai.

“Kalau menggunakan keramik yang motif yang kecil di ruangan yang besar kesannya membuat ruangannya menjadi terasa terlalu ramai. Jadi sebaiknya untuk ruangan yang besar bisa menggunakan keramik dengan ukuran besar dan motif yang besar,” jelasnya.

Sebelum diberitakan, banyak netizen mengikuti tren pamer lantai rumah yang salah pasang keramik. Netizen baru menyadari motif lantai mereka unik dan justru lebih mirip bentuk ular kadut.

Lantai Keramik Motif Seperti Ular KadutLantai Keramik Motif Seperti Ular Kadut Foto: Tangkapan Layar TikTok @putri_yosa01

Salah satunya pemilik akun TikTok @putri_yosa01, Ulfa yang merasa salah pasang keramik setelah melihat video rumah milik content creator Mimi Peri. Menurutnya, pemasangan lantai bermotif di rumah Mimi Peri yang benar.

“Lantai keramik Mimi Peri pemasangan keramiknya jadi kotak-kotak walaupun beda motif dengan keramik punya saya,” ucap Ulfa kepada detikProperti, Rabu (26/12/2024).

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

Serupa tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Bunga Floating dan Bunga Tetap di KPR


Jakarta

Pada saat membeli rumah dengan sistem KPR, pasti bank membebankan bunga pada setiap tagihan pembayarannya. Terdapat 2 jenis bunga yang dikenakan untuk debitur KPR yakni bunga tetap (fixed) dan bunga mengambang (floating).

Kedua jenis bunga ini tidaklah sama. Bagi kamu yang belum bisa membedakan kedua jenis bunga KPR ini, berikut perbedaan bunga tetap (fixed) dan bunga mengambang (floating).

1. Suku Bunga Tetap (fixed)

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Seperti namanya, suku bunga tetap (fixed) atau suku bunga flat merupakan tingkat bunga yang nilainya tetap alias tidak berubah. Biasanya bunga KPR bisa berubah-ubah karena mengikuti suku bunga acuan Bank Indonesia (BI), kebijakan bank, dan tren bunga pasar.


Namun, suku bunga ini tidak diterapkan dari awal hingga akhir masa cicilan, melainkan ada batasan waktunya. Biasanya beberapa tahun di awal cicilan dimulai.

Sebagai contoh, apabila nasabah yang mengambil KPR mendapatkan bunga tetap selama 2 tahun, maka nasabah akan membayar nominal bunga yang sama selama 2 tahun awal cicilan. Namun, mulai tahun ke-3 nasabah akan dikenakan bunga mengambang (floating) atau sesuai dengan tingkat suku bunga yang ditetapkan.

Suku bunga satu ini memberikan keuntungan bagi debitur dengan nilai cicilan yang tetap. Debitur dapat menyiapkan tagihan dengan nominal yang sama dalam tahun-tahun pertama pembayaran. Tidak terpengaruh dengan naik-turunnya kondisi perekonomian dan tingkat suku bunga yang ditetapkan perbankan.

2. Suku Bunga Mengambang (floating)

Berkebalikan dengan bunga tetap, suku bunga mengambang (floating) merupakan suku bunga yang selalu berubah mengikuti suku bunga di pasaran. Jika suku bunga di pasaran naik, maka suku bunganya juga ikut naik dan begitu pun sebaliknya.

Biasanya, suku bunga mengambang mulai berlaku dalam kurun beberapa tahun setelah nasabah menyicil KPR. Bisa pula setelah masa suku bunga tetap selesai. Besaran bunga yang dibayarkan pun ditentukan oleh pihak bank. Tenang saja, perubahan suku bunga dari bank ini tidak terjadi setiap hari, tetapi dalam kurun 6-12 bulan sekali.

Keuntungan dari suku bunga mengambang (floating) apabila tren bunga kredit sedang menurun. Hal ini dikarenakan sifat bunga mengambang yang memang dipengaruhi oleh suku bunga di pasaran. Jadi saat bunga kredit sedang turun, debitur bisa mendapat bunga yang rendah sesuai penurunan yang terjadi. Akan tetapi, jumlah cicilan bisa kembali naik jika suku bunga pasar dalam tren naik.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com