Category: Tips Properti

  • Gantung atau Lipat? Ini Tips Menyimpan Pakaian dengan Rapi



    Jakarta

    Kita terkadang bingung tentang cara terbaik untuk menyimpan pakaian di lemari, antara menggantung atau melipat pakaian. Simak panduan ini yang akan membahas kelebihan dan kekurangan dari kedua metode tersebut, serta memberikan tips praktis untuk menyortir dan menyimpan semua pakaian kamu dengan efisien.

    Barang yang Harus Selalu Digantung

    Pertama-tama, mari kita lihat isi lemari kamu. Kemudian, jenis pakaian apa saja yang sebaiknya digantung di gantungan baju.

    Kain yang Ringan dan Lembut

    Melansir dari Martha Stewart, semua jenis pakaian yang terbuat dari kain yang mengalir perlu perlakuan khusus. Pakaian yang terbuat dari sutra, sifon, atau bahan ‘mengalir’ lainnya.


    Biasanya berupa gaun atau blus sebaiknya digantung. Kamu disarankan untuk membayangkan bagaimana kain tersebut bergerak saat tertiup angin, jika kain itu terlihat melayang atau menari, maka sebaiknya tidak dilipat dan disimpan dalam laci.

    Kain Linen

    Kain linen dikenal mudah kusut, sehingga lebih baik untuk menggantung semua pakaian berbahan linen di lemari. Menggantung kain linen membantu mencegah kerutan yang tidak perlu.

    Kain linen hampir selalu memerlukan setrika agar tampil optimal. Oleh karena itu, gantung semua pakaian linen kamu.

    Celana

    Meskipun celana jeans tidak selalu memerlukan ruang di lemari kamu, penting untuk menggantung semua celana lainnya, seperti celana panjang yang lebih formal.

    Celana formal dan kasual sebaiknya selalu digantung. Kamu bisa menggantungnya secara lurus atau melipatnya di gantungan.

    Blus

    Jika kamu ingin blus cantik kamu terhindar dari lipatan dan kerutan yang mengganggu, pastikan untuk menggantungnya. Blus sebaiknya selalu digantung, karena hal ini akan membantu mencegah kerutan yang lebih parah.

    Jaket

    Jaket adalah barang yang cukup besar, dan jika kamu mencoba melipatnya untuk disimpan di lemari, hal ini tidak hanya dapat menyebabkan kerutan serta berisiko merusak strukturnya, tetapi juga akan memakan banyak ruang.

    Semua jenis jaket sebaiknya digantung. Baik itu blazer, jaket jeans, atau pakaian luar lainnya, semua itu terlalu besar untuk dilipat.

    Gaun

    Sebagian besar gaun kamu, meski tidak semuanya, sebaiknya mendapatkan ruang vertikal di lemari kamu. Secara umum, gaun harus selalu digantung.

    Namun, pengecualiannya adalah gaun sweater tebal atau gaun berat lainnya. Jika digantung, gaun tersebut bisa melar. Sebaiknya lipat gaun ini untuk mencegah hal itu.

    Pakaian yang Harus Selalu Dilipat

    Setelah mengetahui pakaian mana yang sebaiknya digantung, kini saatnya membahas jenis pakaian yang harus dilipat, dimulai dengan sweater musim dingin kamu yang lebih tebal.

    Sweater Tebal

    Lipatlah untuk menjaga integritas strukturalnya sekaligus menghemat ruang di lemari kamu. Sweater yang sangat tebal sebaiknya dilipat, meskipun ada teknik khusus untuk menggantung sweater dengan lembut agar tidak meninggalkan bekas, metode ini biasanya tidak intuitif bagi banyak orang.

    Selain itu, sweater tebal dapat memakan ruang yang cukup besar, sering kali setara dengan enam blus yang digantung atau lebih.

    Pakaian Olahraga

    Celana yoga, atasan olahraga, dan pakaian olahraga apa pun yang akan kamu gunakan di gym, sebaiknya dilipat. Menggantung pakaian ini bisa membuatnya tidak nyaman dan melar.

    Celana Pendek

    Meskipun kamu tidak perlu melipat celana pendek, sebenarnya tidak ada alasan untuk menggantungnya, jadi lebih baik jika celana pendek dilipat dan disimpan di lemari kamu. Celana pendek sebaiknya selalu dilipat karena tidak praktis untuk menggantungnya.

    Pakaian yang Bisa Digantung atau Dilipat

    Di sisi lain, ada beberapa jenis pakaian yang dapat dilipat atau digantung, tergantung pada ruang yang tersedia dan preferensi pribadi.

    Kaos

    Kaos adalah salah satu jenis pakaian yang bisa diperlakukan seperti itu. Kaos dapat digantung, dilipat, atau ditumpuk, dan menggantungnya pasti mengurangi kemungkinan kerutan.

    Namun, sebagian besar kaos modern mengandung serat elastis seperti Lycra, sehingga mereka cenderung tidak mudah kusut, termasuk saat dilipat. Jika kamu memilih untuk menggantung kaos, pastikan menggunakan gantungan yang tepat.

    Kamu direkomendasikan untuk memakai gantungan yang empuk. Pilihan yang lebih lembut dan lebar dapat membantu mencegah distorsi yang mungkin terjadi akibat gantungan yang sempit.

    Jeans

    Jeans adalah salah satu pakaian paling fleksibel di lemari pakaian kamu, hal ini sangat relevan ketika harus menyimpannya. Jeans adalah celana yang paling mudah dilipat karena biasanya lebih tebal dan akan mempertahankan bentuknya.

    Tentu saja, beberapa orang lebih suka menggantungnya. Jika demikian, melipatkannya di gantungan adalah cara terbaik.

    Syal

    Jika kamu memiliki koleksi syal, kamu dapat melipat syal, menggulung, atau menggantungnya. Meskipun ada berbagai cara untuk menyimpan syal, ukuran syal sering kali menjadi faktor penentu apakah sebaiknya dilipat atau digantung.

    Syal yang lebih besar, yang berfungsi sebagai selendang, sebaiknya dilipat karena lebih praktis untuk barang sebesar itu. Syal yang lebih kecil, yang dikenakan di leher, dapat dilipat dan disimpan di laci atau wadah, serta bisa juga digantung di gantungan syal.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jenis Pasir Kucing dan Tips Membersihkan agar Nggak Bau


    Jakarta

    Memelihara kucing merupakan hal menyenangkan bagi sebagian orang. Tentunya, cat pawrents wajib memperhatikan kesehatan dan kebersihan kucing salah satunya dengan memperhatikan tempat buang air.

    Kucing harus diberi tempat khusus untuk buang air kecil dan besar. Tempat ini biasanya berupa kotak yang diisi dengan pasir kucing. Sebelum membeli pasir kucing, detikers harus mengetahui beberapa jenisnya yang ada di pasaran.

    Masing-masing jenis pasir kucing memiliki keunggulan sesuai kebutuhan hewan peliharaan. Ada jenis yang sangat efektif menahan bau, tersedia pula jenis pasir agar kucing nyaman.


    4 Jenis Pasir Kucing

    Dikutip dari The Spruce Pets, berikut 4 jenis pasir kucing beserta karakteristiknya:

    1. Pasir Silica Gel

    Silica gel merupakan butiran dari mineral alami yang mampu menyerap cairan atau kelembapan. Bahan ini banyak dipakai untuk berbagai peralatan yang tidak boleh terkena lembap atau air.

    Silica gel juga dipakai untuk pasir kucing karena bertekstur lembut sehingga tidak akan menyakiti kucing saat menginjaknya. Pasir kucing dari silica gel juga mampu menahan bau kotoran dengan baik.

    Penggantian pasir kucing dari silica gel bisa bergantung pada jumlah kucing dan kelembapan ruangan sekitar. Silica gel ini juga memiliki indikator warna yang bisa terlihat ketika sudah kotor.

    Biasanya untuk satu kucing bisa dilakukan penggantian seminggu sekali. Tapi tentunya semakin sering diganti makin baik untuk kebersihan dan kesehatan kucing.

    2. Pasir Tofu

    Pasir Tofu salah satu jenis pasir kucingPasir Tofu. Foto: via Catoro Pets

    Berdasarkan situs The Cat Butler, pasir tofu adalah pasir kucing yang dibuat dari bubur kedelai food grade tetapi bukan untuk dikonsumsi. Kelebihan pasir tofu adalah tahan lama, mudah dibersihkan, dan menyerap bau.

    Pasir tofu bahkan disebut-sebut bisa menyerap kotoran cuma dalam dua detik. Setiap butirnya berdiameter 2 mm. Semakin cepat pasir kucing menyerap cairan, maka semakin cepat pula bau dapat diredam.

    Pasir tofu akan menggumpal jika terkena kotoran cair sehingga detikers bisa dengan mudah memisahkan pasir yang sudah terkena kotoran dengan yang bersih.

    3. Pasir Bentonite

    Pasir Bentonite salah satu jenis pasir untuk kucingPasir Bentonite. Foto: via portapet.de

    Pasir bentonite adalah pasir kucing yang dibuat dari tanah liat natrium bentonit alami. Jika terkena kotoran atau cairan, pasir kucing bentonite ini akan menggumpal dan mengeluarkan bau yang wangi. Ini sangat baik untuk menutupi bau kotoran kucing. Beberapa merek menyediakan varian wewangian yang berbeda.

    4. Pasir Zeolit

    Pasir zeolit adalah salah satu jenis pasir kucing yang banyak digunakan di IndonesiaPasir zeolit. Foto: via Zeodeo Store

    Dikutip dari Imerys, pasir kucing zeolit dibuat dari mineral alami yang bagus menyaring, menyerap ion amonia, mengurangi bau, dan menjaga kebersihan di tempat kotoran hewan.

    Kemampuan penyerapan pasir zeolit ini seperti spons, tetapi juga tergantung pada mereknya. Ada juga merek pasir zeolit yang kurang bagus menyerap kotoran cair.

    Kelebihannya, pasir zeolit mampu mengurangi bau kotoran kucing, karena zeolit bisa menyerap ion amonia yang terkandung dalam kotoran kucing. Sementara kekurangannya adalah pasir yang tidak menggumpal saat terkena kotoran cair.

    Pasir zeolit bisa didaur ulang, dicuci dengan sabun, dikeringkan, lalu bisa dipakai lagi. Namun, mencuci pasir zeolit tidak menjamin bisa menghilangkan baunya.

    Tips Membersihkan Pasir Kucing

    Memakai jenis pasir kucing apa pun, pemilik kucing tetap harus rutin membersihkannya terutama usai buang air besar. Kotoran kucing tetap menimbulkan bau tak sedap dan bisa membuat kucing sakit. Dikutip dari Times, berikut ini beberapa tips membersihkan pasir kucing:

    1. Kosongkan Kotak Kotoran

    Seperti menguras bak, maka kamu harus mengosongkan kotak kotoran kucing terlebih dahulu. Yakni dengan memindahkan pasir kucing yang ada di dalamnya.

    Untuk menghindari bau dan penyakit, gunakan masker dan sarung tangan saat membersihkannya. Pastikan untuk mengeluarkan pasir dengan hati-hati agar tidak berserakan.

    2. Bersihkan Kotak dan Pasirnya

    Kemudian bersihkan pasir kucing tersebut. Lihat kemasan pasir kucing untuk mengetahui apakah pasir tersebut bisa dicuci dengan sabun dan dipakai kembali. Jika bisa dipakai ulang, cuci dan keringkan pasir tersebut.

    Ada bahan yang hanya bisa sekali pakai. Jika dipaksakan, maka tidak akan bisa menyerap kotoran cair dan membuat bau yang tak sedap.

    Jangan lupa untuk membersihkan kotaknya. Pertama, siram dulu kotak sampai bersih, lalu rendam dengan air panas agar kumannya mati, kemudian bersihkan dengan sabun wangi dan sikat sampai bersih.

    3. Ganti dengan Pasir Kucing Bersih

    Tuangkan pasir kucing yang bersih dengan kedalaman 10 cm. Hal ini dilakukan karena kucing memiliki kebiasaan mengais pasir terlebih dahulu sebelum buang kotoran.

    Ratakan juga permukaannya, karena kucing tidak suka permukaan yang bergelombang. Kemudian, letakkan kembali kotak tersebut ke tempat semula. Jika ingin memindahkan lokasi kotak pasir pembuangan, tempatkan di dekat kucing makan agar terlihat. Usahakan tempat kotak pasir kucing tersebut tidak lembap.

    (bai/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Kosong Lebih Untung Dijual atau Disewakan? Ini Jawabannya!



    Jakarta

    Selain rumah siap huni, pasti kamu pernah melihat rumah kosong yang tidak lagi ditempati oleh pemiliknya. Rumah ini biasanya tampilannya berantakan, banyak semak belukar, kosong, dan apabila sudah belasan tahun ditinggal akan menunjukkan kerusakan pada bagian fasad dan jendela.

    Banyak faktor yang menyebabkan rumah tersebut kosong. Bisa karena lokasinya yang jauh dari tempat kerja, anak-anaknya sudah keluar dari rumah itu dan orangtuanya meninggal, rumah warisan tetapi tidak ada yang bisa merawat rumah itu lagi, dan alasan lainnya.

    Rumah kosong yang ditemui di Indonesia tidak melihat besar atau kecil. Nilai rumah berapa pun apabila pemiliknya tidak dapat merawatnya, rumah tersebut berpotensi menjadi rumah kosong.


    Sebenarnya, rumah tersebut bisa lho kamu manfaatkan sebagai sumber cuan seperti disewa atau langsung dijual. Sebagai pertimbangan mana yang lebih baik, simak penjelasan berikut.

    Rumah Kosong Lebih Untung Dijual atau Disewakan?

    Menurut Director of Ray White Indonesia Erwin Karya cara pengelolaan rumah kosong itu tergantung dengan kebutuhan pemiliknya. Bila kamu sedang membutuhkan uang secepatnya, sebaiknya kamu menjual rumah kosong. Sebaliknya, apabila kamu sedang tidak ada keperluan uang yang mendesak, kamu bisa memanfaatkan rumah tersebut sebagai rumah sewa.

    “Apabila tidak ada kebutuhan dana dalam jumlah besar, sebaiknya disewakan saja untuk mendapatkan yield atau imbal hasil yang dapat menjadi passive income bagi pemilik rumahnya” jelas Erwin kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Vice President Xavier Marks Home Nina Kuntjoro menambahkan, bahwa menjual rumah kosong jauh lebih menguntungkan daripada disewakan.

    “Memang kalau yang menguntungkan itu kan kalau seandainya dia itu beli rumah sudah lama, misalkan rumah yang dia beli itu dari tahun 80, berarti nilai investasi dari rumah itu udah naik kan. Itu lebih menguntungkan. Tapi kalau misalkan dia beli baru mungkin 1~2 tahun lalu, mungkin kalau dijual nilainya belum begitu terasa,” terang Nina.

    “Sekarang juga sudah banyak orang yang beli rumah utuh yang bagus dan tidak ada kekurangan, lalu rumah itu disewakan. Ya itu juga bisa jadi pilihan” lanjutnya.

    Keuntungan dan Kerugian Menjual atau Menyewakan Rumah Kosong

    Sama seperti yang dijelaskan sebelumnya, apabila kamu menjual rumah kosong, keuntungan yang didapat jauh lebih besar dan cepat. Sementara itu, keuntungan menyewakan rumah kosong, kamu akan memiliki pendapatan pasif dari hasil penyewaan tersebut.

    Namun, kerugiannya apabila rumah tersebut disewakan, kamu perlu merenovasi bagian rumah yang rusak agar layak dihuni. Kemudian, baru kamu bisa menyewakan. Kamu juga akan dikenakan biaya perawatan rumah tersebut.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Kunci Pintu Macet dan Tak Dapat Diputar? Ini 3 Biang Keroknya!


    Jakarta

    Bagi kamu yang menggunakan pintu dengan kunci konvensional, pernahkah mengalami kesulitan ketika mengunci pintu? Biasanya masalah ini ditandai kamu tidak bisa mengunci pintu dalam sekali putar. Seperti ada beda keras yang menahan ujung kunci.

    Alhasil kamu perlu berkali-kali memutar kunci, bahkan sampai harus mengangkat sedikit handle pintu agar dapat terkunci.

    Penyebab pintu tiba-tiba tidak mau terkunci karena adanya pergeseran letak kunci dengan lubangnya, bisa pula karena logam pada pintu memuai membuat gagang pintu longgar sehingga posisi kuncian di pinggir pintu tidak pas.


    Sebenarnya hambatan ini mudah diperbaiki, bahkan tanpa perlu mengganti pintu. Dilansir weekand.com berikut beberapa cara mengatasi pintu yang susah terkunci tanpa bantuan tukang.

    1. Periksa Pelat Striker Pintu

    Jika pintu tidak mau terkunci, coba lihat apakah pelat striker pintu longgar atau terlepas. Pelat striker pintu adalah baja yang dipasang di sekitar lubang pada kerangka pintu yang menempel dinding. Pelat striker ini tidak bisa bergerak karena sudah menempel pada kayu, aluminium, atau bahan lainnya pada pintu.

    Fungsi dari pelat striker pintu untuk membuat tampilan lubang masuk pengunci pintu terlihat lebih rapi dan tidak mudah rusak. Namun, apabila terjadi pemuaian pada logam pintu, maka posisi kunci dari pintu tidak akan pas dengan pelat striker. Cara memperbaikinya, kamu bisa dahulu jika tidak ada benda keras yang berada di lubang kunci, kemudian perbaiki posisi pelat tersebut.

    2. Cek Engsel Pintu

    Setelah itu, cek engsel pintu atau sendi-sendi pintu yang membantu pintu dapat berbuka dan tertutup. Engsel juga bisa pemuaian karena cuaca. Pemuaian membuat engsel lebih longgar dan pintu akan sedikit bergeser. Posisi pintu yang berubah membuatnya sulit ditutup karena posisi kaitan kunci dengan lubang tidak pas.

    Cara mengatasinya bisa dengan melepas sekrup pada satu engsel. Kemudian, letakkan selembar karton di bawah pintu agar tidak terlalu miring. Pasang lagi engsel dan kencangkan sekrupnya. Cabut karton, coba tutup pintunya. Jika kaitnya tidak sepenuhnya terkunci, kamu perlu menambahkan karton lagi di bawah pintu agar posisi kembali pas.

    Apabila kamu belum ada waktu untuk memperbaiki engsel, kamu bisa mengunci pintu rumah dengan cara diangkat sedikit gagang pintu saat mengunci.

    3. Lepaskan Gagang Pintu

    Cara terakhir adalah dengan melepas gagang pintu. Hal ini untuk mengetahui apakah gagang tersebut kencang atau longgar. Cara melepang gagang pintu adalah dengan memakai obeng, pisau dempul tipis. Komponen kecil seperti sekrup simpan di tempat yang benar agar tidak hilang. Sekrup gagang pintu yang perlu dicek dan dilepas terletak di bagian dalam rumah dan biasanya di pinggiran badan gagang pintu.

    Pakai pisau dempul atau obeng ke dalam badan gagang pintu yang panjang. Lepaskan badan gagang pintu secara perlahan hingga menyisakan bagian pintu yang bolong. Jika tidak ada retak, bolong, atau keropos pada pintu dan gagang pintu, pasang kembali seperti semula dengan sekrup yang lebih kencang.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Tanam 7 Pohon Ini Dekat Rumah Kalau Tidak Mau Menyesal!



    Jakarta

    Pohon memang memberikan banyak manfaat jika ditanam di rumah. Menanam pohon bisa memberikan suasana asri dan segar, serta menghasilkan kualitas udara yang bersih.

    Namun sebelum memilih pohon harus dipikirkan dengan seksama. Jika asal menanam pohon seperti terlalu dekat dengan rumah, bisa merusak fondasi rumah.

    Misalnya sampah dari dedaunan, batang dan ranting yang bisa merusak atap atau plafon. Tak hanya itu akar pohon juga bisa merusak fondasi jika terlalu dekat dari rumah.


    Lantas, apa saja jenis-jenis pohon tersebut? Melansir Sarana Kontraktor, berikut 7 jenis pohon yang harus ditanam jauh dari rumah agar tidak merusak fondasi.

    Pohon yang bisa merusak fondasi rumah

    Pohon Pepaya

    Pohon yang bisa merusak fondasi rumahPohon pepaya/Britanica (Wilfredo Rodriguez)

    Pohon pepaya memiliki akar yang menjalar sangat dalam ke bawah tanah. Hal inilah yang bisa merusak fondasi dan mengancam ketahanan rumah secara keseluruhan. Akar pohon pepaya ini bisa membuat tanah di sekitarnya menjadi lebur sehingga bisa menciptakan lubang. Jika dibiarkan terlalu lama, lubang tersebut bisa membuat rumah terlihat miring.

    Pohon Jambu

    Pohon yang bisa merusak fondasi rumahPohon jambu/iStock (Satriady Utomo)

    Pohon jambu memiliki akar yang besar dan keras. Jika tidak dirawat dan dipangkas dengan rutin, akar pohon jambu bisa merusak bagian bawah fondasi rumah atau pagar.

    Pohon Mangga

    Pohon yang bisa merusak fondasi rumahPohon mangga/The Spruce (K Dave)

    Tak jauh berbeda dengan pohon jambu, pohon mangga akar pohon mangga juga bisa merusak fondasi rumah yang terbuat dari semen, batu, atau material lainnya. Saat ingin menanam pohon mangga, perhatikan tinggi dan jarak tanamnya agar tidak terlalu berdekatan dengan rumah.

    Pohon Beringin

    Pohon yang bisa merusak fondasi rumahPohon yang bisa merusak fondasi rumah Foto: iStock/Sourav Mahata

    Pohon beringin yang berukuran besar memang bisa membuat rumah menjadi asri dan teduh. Namun, pastikan kamu memiliki pekarangan yang cukup luas agar akar pohon beringin tidak berdekatan dengan rumah.

    Pohon Ketapang

    Pohon yang bisa merusak fondasi rumahPohon yang bisa merusak fondasi rumah Foto:Ketapang: saranakontraktor.com

    Saat ingin menanam pohon ketapang, perhatikan tingginya dan pastikan jarak tanamnya cukup jauh dari rumah. Dengan menanam pohon ketapang agak jauh, fondasi rumah bisa terhindar dari ancaman kerusakan.

    Pohon Bidara

    Pohon yang bisa merusak fondasi rumahPohon yang bisa merusak fondasi rumah Foto: Bidara: Getty Images/Alisa Gabliya

    Pohon bidara sebaiknya ditanam dengan jarak minimal 3 meter dari rumah. Hal ini agar pohon mendapatkan nutrisi dengan baik dari dalam tanah. Dengan jarak tersebut, pohon bidara yang ditanam bisa hidup lama dan akarnya tidak merusak fondasi rumah.

    Pohon Durian

    Pohon yang bisa merusak fondasi rumahPohon yang bisa merusak fondasi rumah Foto: Durian: iStock/montri13rd

    Pohon durian memiliki ukuran yang cenderung besar dan kokoh, serta akar yang menjalar. Hal inilah membuat pohon ini sebaiknya ditanam jauh dari rumah agar akarnya tidak bisa merusak fondasi nantinya.

    Nah, itulah 7 pohon yang sebaiknya ditanam jauh dari rumah. Saat ingin menanam pohon tersebut, penting untuk memerhatikan tingginya, lalu menyesuaikan jarak tanam agar fondasi rumah kita bisa terhindar dari kerusakan.

    Karena itu, penting untuk mengetahui jarak aman menanam pohon di rumah.

    Jarak Aman Menanam Pohon di Rumah

    Melansir Jimstrees.com, Rabu (25/10/2023), berikut jarak yang dianjurkan untuk menanam pohon di rumah berdasarkan ketinggiannya.

    Tinggi pohon di bawah 8 meter jarak minimal 3 meter dari bangunan

    Tinggi pohon 8-15 meter jarak minimal 4-6 meter dari bangunan

    Tinggi pohon lebih dari 15 meter jarak minimal 10-15 meter dari bangunan

    Nah, dari data tersebut, kamu bisa menyesuaikan jarak pohon yang ingin kamu tanam agar tidak merusak fondasi rumah.

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Waktunya Disedot, Ini Ciri-ciri Septic Tank Penuh!



    Jakarta

    Septic tank lama kelamaann bisa penuh, bahkan sampai luber. Kondisi ini harus diatasi seperti disedot secara berkala. Jika dibiarkan bisa menimbulkan penyumbatan pada saluran air.

    Sebaiknya lakukan penyedotan septic tank setiap 2-3 tahun sekali. Selain itu perlu diketahui juga ciri-ciri septic tank penuh. Siapa tahu septic tank sudah penuh sebelum jadwal penyedotan.

    Lantas, apa ciri-ciri septic tank penuh? Yuk, cek ciri-cirinya berikut ini, dikutip dari Forbes Home.


    domestic wastewater treatmentdomestic wastewater treatment Foto: Ilustrasi septic tank (Pixinoo/iStockphoto)

    Ciri-ciri Septik Tank Penuh

    1. Saluran Air Lambat

    Septic tank dan tempat resapannya adalah ujung saluran sistem pembuangan rumah. Jika tangki tersebut terisi penuh dan tidak dapat beroperasi secara efisien, hal ini bisa membuat air di rumah mengalir dengan lambat.

    Misalnya, toilet bisa jadi tidak segera kosong setelah digunakan dan sulit untuk menyiram kotoran. Masalah septic tank ini bisa jadi merupakan tanda adanya penyumbatan pada pipa, namun bisa juga menjadi tanda bahwa tangki sudah penuh dan perlu untuk dikuras.

    2. Bau Tak Sedap

    Septic tank berfungsi sebagai saluran pembungan akhir yang menampung limbah dari toilet. Tentu saja septic tank biasanya memiliki bau yang tidak sedap, terutama jika tangki penuh.

    Saat angka sudah tidak bisa menampung cairan dan gas, bau tidak sedap tersebut akan bisa tercium di halaman atau tempat dimana septic tank tersebut dikubur.

    3. Rumput Tebal dan Rimbun

    Jika kamu memiliki halaman rumah yang cukup luas, rumput yang tebal dan rimbun bisa saja menjadi tanda adanya kebocoran pada septic tank kamu. Cairan yang keluar dari septic tank bisa menjadi pupuk cair bagi rumput dan tanaman di halaman.

    Jika tangki penuh dan cairan tersebut merembes keluar, rumput dan tanaman akan bisa tumbuh subur. Oleh karena itu, rumput yang rimbun dan banyaknya tanaman liar lainnya dapat menjadi tanda adanya kebocoran pada septic tank.

    4. Genangan Air di Halaman

    Ketika tangki penuh, air bisa tumpah ke halaman. Jika halaman tidak memiliki sistem drainase yang baik, ini bisa menyebabkan genangan air.

    Meskipun air bisa tampak jernih saat keluar dari tanah, ini sebenarnya limbah septik.

    5. Banyak Lalat dan Hama

    Jika aktivitas serangga seperti lalat atau hama meningkat, ini bisa menjadi tanda adanya masalah pada septic tank. Lalat biasanya bertelur di bahan organik basah, yang bisa ada di sekitar tangki septik yang sudah penuh.

    Hama lain juga bisa bertelur di genangan air yang disebabkan oleh tangki septik yang tersumbat itu.

    6. Suara Gemericik di Dalam Pipa

    Dalam kondisi ideal, limbah akan mengalir ke saluran pembuangan hampir tanpa suara. Namun ketika tangki tersumbat, udara bisa terperangkap di depan limbah yang mengalir melalui pipa.

    Hal ini bisa terdengar seperti suara degukan atau gemericik di dalam pipa, yang menandakan adanya masalah pada septic tank atau toilet.

    7. Saluran Air Berbalik Lagi

    Salah satu indikator terburuk dari septic tank yang penuh adalah saluran pembuangan yang mengalir kembali dalam rumah, seperti saat sedang menyiram kotoran. Hal ini bisa terjadi karena berbagai sebab, salah satunya adalah septic tank yang tersumbat atau penuh, dan biasanya terjadi di lantai bawah rumah.

    Karena tangki septik tidak bisa mengalirkan air, limbah yang dibuang dari lantai di atasnya mengikuti jalur yang hambatannya paling kecil, bisa berupa pancuran, wastafel, toilet, atau bahkan saluran pembuangan lantai.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah! 6 Cara Hilangkan Bau Apak di Rumah Usai Ditinggal Liburan


    Jakarta

    Saat liburan, tentunya rumah ditinggalkan dalam keadaan tertutup rapat untuk mencegah adanya maling atau pencuri yang masuk. Rumah dalam keadaan tertutup yang cukup lama juga bisa menyebabkan bau apak.

    Bau apak bisa tercium pada ruangan dengan sirkulasi udara seadanya ditambah lagi dengan keadaan lembap. Hal itu menandakan rumah tersebut tidak bersih sehingga saat pintu kembali dibuka, bau apak langsung menguar.

    Meski demikian, kamu tak perlu khawatir karena ada beberapa cara untuk menghilangkan bau apak pada rumah yang ditinggal liburan dalam waktu lama. Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.


    1. Buka Jendela dan Pintu Rumah

    happy young boy, kid opening the sliding door on rooftop patio area at homePintu rumah dibuka agar sirkulasi udara di dalam rumah baik. Foto: Getty Images/iStockphoto/olesiabilkei

    Cara mengurangi debu dan bau apak di rumah adalah dengan membuka sumber sirkulasi udara yakni jendela dan pintu di rumah. Biarkan selama satu jam atau selama kamu membersihkan rumah misalnya mengelap perabotan, menyapu, dan mengepel.

    2. Hidupkan Dehumidifier

    DehumidifierDehumidifier Foto: Ace Hardware

    Saat ini ada alat elektronik yang bisa menyerap kelembapan di dalam rumah dengan menyemprotkan uap yakni dehumidifier. Alat ini dapat mencegah jamur tumbuh di dalam rumah dan menjaga kualitas udara tetap sehat. Alat yang satu ini juga berguna untuk membasmi bakteri di udara dan mencegah penghuninya terkena alergi.

    3. Letakkan Baking Soda

    Eco-friendly natural cleaners Vinegar, baking soda, salt, lemon and cloth on wooden table Homemade green cleaningBaking soda yang ampuh hilangkan noda dan bau apak di rumah. Foto: iStock

    Baking Soda memang ampuh untuk membersihkan noda, tetapi bahan ini juga ampuh untuk menyerap bau apak di rumah.

    Caranya dengan menyiapkan baking soda yang dicampur dengan minyak esensial yang diletakkan ke dalam wadah. Tutup wadah tersebut menggunakan plastik atau kertas yang direkatkan dengan tali atau karet. Bolongi permukaan atasnya agar bau apek dapat tersedot.

    4. Bubuk Kopi

    lebih baik biji kopi atau kopi bubukBiji kopi dan kopi bubuk Foto: iStock

    Penyuka kopi bubuk bisa menggunakannya untuk mengurangi bau apak di rumah. Bau kopi umumnya disukai oleh penghuni rumah sehingga tidak akan begitu mengganggu.

    Kamu bisa menggunakan bubuk kopi baru atau ampas kopi. Bubuk tersebut perlu dipanggang atau disangrai lalu di letakkan di ruang terbuka di rumah. Jika kamu ada biji kopi di rumah, rebus terlebih dahulu lalu masukkan ke alat dehumidifier.

    5. Lavender

    Yang unik dari tempat ini adalah bunga lavendernya tumbuh secara liarBunga lavender yang memiliki bau yang menenangkan. Foto: detik

    Bunga Lavender memang sudah sering digunakan sebagai bahan pengharum dalam beberapa produk karena baunya yang menenangkan. Bunga lavender juga bisa mengurangi bau apak di rumah. Namun, jika sulit menemukan bunga lavender, kamu bisa menggunakan pengharum ruangan instan yang memakai ekstrak bunga lavender.

    6. Kayu Manis

    Sebuah studi menunjukkan bahwa rempah-rempah kayu manis memiliki senyawa bioaktif. Hal itu dapat meningkatkan fungsi otak, terutama memori dan pembelajaran.Kayu manis bisa mengharumkan ruangan. Foto: Getty Images/iStockphoto/bhofack2

    Rempah satu ini terbukti bisa digunakan sebagai pengharum ruangan alami. Jika tidak memiliki bunga lavender atau baking soda, kamu bisa menggunakan kayu manis. Caranya dengan merebus kayu manis lalu airnya dimasukkan ke alat dehumidifier. Agar wanginya semakin menenangkan kamu bisa menambahkan minyak esensial.

    Demikian 6 cara menghilangkan bau apak di rumah setelah ditinggal liburan. Semoga bermanfaat ya detikers!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah Dicoba! Ini 4 Tips Menanam Tanaman Rambat di Rumah


    Jakarta

    Halaman rumah tanpa adanya tanaman terasa seperti gurun tandus. Saat siang hari, matahari langsung mengarah ke rumah, begitu terik dan panas. Keberadaan tanaman dapat menjadi penghalang sinar matahari sekaligus penyegaran mata.

    Menanam tanaman tidak harus di lahan yang luas seperti di rumah zaman dulu. Lahan seluas kamar tidur 3×2 meter pun sudah cukup untuk meletakkan beberapa tanaman. Salah satu tanaman yang cocok tumbuh di lahan yang sempit adalah tanaman rambat.

    Tanaman rambat ini bisa dipasang di dinding dan pagar rumah, atau menggunakan media rambat tambahan. Perawatan tanaman rambat lebih mudah daripada kelihatannya. Kuncinya adalah penghuni rumah harus rajin untuk merapikan jalur rambatan tanaman tersebut agar tidak merusak bagian rumah yang seharusnya tidak ditumbuhi.


    Dilansir dari Houzz, berikut tips menanam tanaman rambat di lahan yang sempit.

    1. Pilih Tanaman dari Cara Rambatnya

    Tanaman rambat memiliki 2 cara merambat yakni dengan akarnya yang menempel atau sulurnya yang melilit ke media rambat.

    Kedua cara tumbuh tanaman rambat tersebut dapat memberikan efek pada media rambat. Apalagi jika media rambat adalah dinding rumah. Nantinya cat dinding bisa rusak karena dijadikan jalur hidup mereka.

    Menurut situs Houzz jenis akar yang berpotensi merusak eksterior rumah adalah yang menempel. Sementara itu, untuk tanaman rambat yang melilit dengan sulurnya dapat menyebabkan kerusakan jika sulur mulai merambah ke arah selokan, jendela, garis atap.

    2. Pilih Jenis Tanaman Rambat yang Tepat

    Selain dari cara merambatnya, kamu bisa memilih tanaman yang diinginkan. Contoh tanaman rambat yang tumbuh dengan cara menempel adalah daun dolar dan ivy inggris. Lalu untuk tanaman rambat yang hidup dengan melilit lewat sulurnya adalah melati irian, morning glory, sirih merah, dan tanaman anggur.

    Lalu tanaman rambat yang bisa berbunga di antaranya bugenvil, morning glory, mandevilla, melati irian, dan masih banyak lagi.

    3. Gunakan Bebatuan pada Dinding

    Setelah menentukan cara merambat dan jenis tanamannya. Langkah selanjutnya adalah menyiapkan media rambatnya. Salah satu cara aman mencegah tanaman rambat merusak bangunan adalah dengan menyiapkan dinding berbatu.

    Dinding rumah dari batu bata lebih minim mengalami kerusakan apabila dibandingkan dengan media rambat sirap. Media rambat dari sirap ini apabila diletakkan di dinding dapat melonggarkan lapisan dinding. Namun, sirap tetap aman dan indah apabila di pasang berdiri atau agak berjarak dari dinding. Adanya jarak antara dinding dan sirap dapat mencegah dinding lembap dan tumbuhnya jamur.

    4. Gunakan Teralis

    Teralis atau besi bersekat adalah salah satu media tanam tanaman rambat yang direkomendasikan. Cara pasang yang benar adalah dengan dipasang beberapa senti dari dinding. Dengan begitu, kamu tidak perlu khawatir dinding rumah yang telah dicat akan rusak.

    Situs Houzz menyarankan pada teralis dibuatkan sebuah engsel agar besi tersebut bisa dipindahkan ke atas atau ke samping yang dapat mempermudah pemilik rumah saat ingin mengecat dinding atau mencabut tanaman rambat apabila terlihat kering.

    Itulah beberapa tips untuk menanam tanaman rambat di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jarak Ideal Sumur Air dengan Septic Tank, Biar Nggak Tercemar



    Jakarta

    Septic tank dan sumber air bersih merupakan dua hal yang wajib ada di sebuah rumah. Meski keduanya dibutuhkan, septic tank dan sumber air bersih tidak boleh ditempatkan secara berdekatan.

    Sumber air bersih bisa tercemar jika titiknya dekat dengan septic tank. Jika menggunakan air yang tercemar, dikhawatirkan penghuni rumah dapat terserang penyakit.

    Melansir dari detikHealth Water Specialist dari Fakultas Teknik Lingkungan & Sipil (FTSL) ITB Ir. Rofiq Iqbal, ST, MEng menyebut tingginya cemaran air tinja di Indonesia salah satunya karena lokasi septic tank yang dekat dengan tempat tinggal warga.


    Septic tank tersebut memiliki jarak hanya 2-3 meter dari rumah warga di pemukiman yang padat. Padahal, jarak septic tank yang terlalu dekat dengan sumber air bisa membuat air tercemar bakteri Escherichia coli (E. Coli) yang bisa menyebabkan berbagai penyakit, seperti infeksi saluran pencernaan

    domestic wastewater treatmentdomestic wastewater treatment Foto: Ilustrasi septic tank (Pixinoo/iStockphoto)

    Oleh karena itu, penting sekali memperhatikan jarak ketika membuat sumur air dan septic tank. Jangan sampai air yang digunakan keluarga sehari-hari malah membahayakan penghuni rumah.

    Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 2398:2017, jarak minimal sumur resapan septic tank dengan sumur air minum harus 10 meter. Lalu, untuk upflow filter septic tank berjarak minimal dengan sumur air minum 1,5 meter. Begitu juga dengan taman sanita septic tank, jarak minimalnya 1,5 meter dari sumur air minum.

    Selain sumur air minum, perlu juga menjaga jarak sumur resapan air hujan dari septic tank. Di kala kekeringan atau krisis air, sumur resapan air hujan menyimpan cadangan air yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga.

    Jarak minimal sumur resapan septic tank dengan sumur resapan air hujan setidaknya berjarak 5 meter. Sementara, upflow filter septic tank berjarak minimal dengan sumur resapan air hujan 1,5 meter. Untuk taman sanita septic tank, jarak minimalnya 1,5 meter dari sumur resapan air hujan.

    Itulah jarak aman septic tank dari sumur supaya air tidak tercemar tinja. Semoga bermanfaat!

    Lihat juga video: Heboh Air Sumur di Sidoarjo Panas dan Berasap

    [Gambas:Video 20detik]

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jaga Keamanan Rumah dengan Lampu yang Menyala Meski Ditinggal Liburan


    Jakarta

    Memasuki musim liburan, pasti banyak rumah yang dibiarkan kosong beberapa hari. Saat rumah kosong, kendalanya adalah bagaimana caranya lampu di rumah bisa menyala saat malam hari? Rumah yang gelap pada malam hari terlihat sekali tidak berpenghuni. Khawatirnya rumah yang gelap mengundang pencuri datang.

    Lantas, apa solusi agar rumah tetap aman dengan lampu menyala saat meninggalkan rumah? Dilansir dari berbagai sumber, berikut cara lampu tetap menyala meski ditinggal selama liburan.

    1. Gunakan Lampu Utama

    Menurut mydome.co saat rumah ditinggal beberapa hari, kamu cukup membiarkan lampu utama yang menyala. Lampu utama ini di antaranya lampu di halaman depan dan lampu yang bisa menerangi tangga di rumah, apabila rumah kamu terdiri dari beberapa lantai.

    Jika di rumah memiliki CCTV, pastikan area yang tersorot kamera mendapat pencahayaan yang baik sehingga objek terlihat jelas. Terutama di bagian teras, area kamar, dan tangga rumah.


    2. Menggunakan Lampu Sensor

    Saat ini sudah tersedia teknologi yang dapat merespon setelah melihat perubahan di sekitarnya. Teknologi ini sudah diaplikasikan ke lampu. Menurut mistersparky.com sebutan untuk jenis lampu ini adalah lampu sensor cahaya, Lampu ini dapat otomatis menyala saat sekitarnya sudah gelap. Ada pula lampu yang dapat menyala tiap kali ada pergerakan di sekitar lampu gerak karena dilengkapi dengan sensor gerak.

    Bentuknya juga beragam, ada yang seperti lampu LED, lampu stick, dan lampu yang bisa ditempel di dinding. Beberapa jenis lampu juga bisa diatur melalui aplikasi. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa membaca penjelasannya yang tertera pada kemasan. Bisa juga menanyakan kepada penjual saat membeli lampu tersebut.

    Hal yang perlu disiapkan saat memasang lampu otomatis adalah stop kontak dan bohlam khusus untuk lampu pintar atau lampu sensor ini. Kamu tidak perlu khawatir saat menyambungkan aliran listrik baru untuk lampu sensor tidak sulit dan tidak memerlukan tempat yang besar.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com