Category: Tips Properti

  • Jangan Tunggu Sampai Rusak Parah, Ini 6 Tanda Rumah Harus Segera Direnovasi


    Jakarta

    Rumah memiliki masa pakai seperti barang lainnya. Tidak mungkin kondisi rumah selamanya seperti pertama kali dibeli atau ditempati. Seiring waktu kondisi rumah pasti menurun sehingga butuh renovasi, peremajaan, dan perawatan lanjutan agar kamu tetap nyaman tinggal di dalamnya.

    Biasanya untuk mengetahui rumah perlu direnovasi apabila bagian pentingnya tidak bisa digunakan secara normal. Kemudian pada saat hujan turun, kerusakan pada rumah semakin terlihat jelas. Sebagai contoh bocor pada dinding rumah. Padahal sebelumnya air langsung terbuang ke luar rumah.

    Tanda kecil seperti ini tidak boleh dianggap sepele karena air yang masuk ke dalam rumah, dapat memicu korosi pada besi di dalam fondasi rumah, pertumbuhan jamur pada dinding rumah, hingga meningkatnya kelembapan di dalam rumah.


    Selain bocor, ada tanda-tanda lainnya yang perlu kamu waspadai. Dilansir Architecture Beast, berikut 6 tanda rumah kamu perlu diperbaiki.

    1. Lantai Rusak

    Lantai adalah salah satu bagian rumah yang ketahanannya paling terjaga. Apalagi yang memakai jenis penutup yang mahal seperti marmer. Namun, apabila kamu menemukan banyak retakan pada lantai rumah, itu suatu pertanda, kamu perlu menggantinya dengan yang baru.

    Mengganti bagian lantai yang rusak bukan hanya untuk keindahan rumah, melainkan untuk keselematan penghuni rumah juga. Sebagai contoh di rumah kamu memakai keramik. Lalu, salah satu keramik pecah. Pecahan keramik yang tajam ini berbahaya apabila tergores atau terinjak. Secepatnya kamu perlu menggantinya dengan yang baru agar saat melewatinya tidak perlu khawatir terluka.

    2. Pipa Bocor

    Pipa adalah jalur pembuangan yang penting di rumah. Pipa pun memiliki banyak jenis tergantung pada fungsinya. Apabila pipa mulai bocor, maka akan timbul masalah-masalah baru. Air yang seharusnya langsung terbuang ke luar, bisa terbuang ke tempat yang salah. Cara memperbaiki pipa yang bocor sebaiknya meminta bantuan tukang ahli agar lebih cepat penyelesaiannya.

    3. Ditemukan Rayap dan Hama

    Hewan bisa menyebabkan kerusakan pada fondasi rumah. Salah satu hewan yang kehadirannya berbahaya adalah rayap. Hewan kecil ini kerap memakan kayu di rumah. Apabila tidak dibasmi, permukaan kayu bisa habis diburu oleh mereka.

    4. Atap atau Genteng Bocor

    Selain kebocoran pada dinding rumah, atap atau genteng juga bisa mengalami hal serupa. Bahkan risikonya lebih besar. Biasanya, kebocorannya ditandai dengan bintik-bintik air di langit-langit.

    Kebocoran terjadi karena ada celah pada genteng atau atap terluar sehingga air bisa masuk ke dalam rumah. Kalau bukan karena retakan, genteng juga bisa rusak karena sudah lama dipakai. Umumnya genteng baik dipakai hingga 30 tahun. Lewat dari itu, sebaiknya kamu menggantinya dengan yang baru.

    5. Perbaikan Kecil yang Terus Berulang

    Jika kamu terus-menerus memperbaiki masalah yang sama setiap saat, ini bisa menjadi tanda bahwa rumah kamu memerlukan renovasi. Selain itu, melakukan renovasi juga bisa membantu kamu menghindari biaya berulang dan menjaga rumah kamu tetap berfungsi dengan efisien.

    6. Perlu Ruang Tambahan

    Selain karena ditemukan kerusakan, tanda kamu perlu merenovasi rumah adalah saat kamu merasa rumah sudah sempit, sementara anggota keluarga semakin banyak. Kamu membutuhkan ruang tambahan agar seluruh anggota keluarga nyaman selama di rumah.

    Renovasi untuk menambah ruangan pada rumah juga bisa mengubah tata letak rumah kamu, jadi hal ini bisa menjadi solusi juga untuk kamu yang butuh suasana dan tampilan rumah yang baru.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Perbedaan Tukang Harian dan Borongan, Pilih yang Mana?


    Jakarta

    Saat merencanakan proyek renovasi atau pembangunan rumah, salah satu keputusan yang harus diambil adalah memilih jasa tenaga kerja yang tepat. Dua opsi yang umum digunakan adalah tukang harian dan tukang borongan.

    Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yang perlu dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan, anggaran, dan skala pekerjaan. Jadi, memahami perbedaan keduanya bisa membantu pemilik rumah dalam mengambil keputusan. Berikut perbedaan tukang harian dan borongan.

    Perbedaan Tukang Harian dan Borongan

    Tukang harian dan borongan memiliki perbedaan dalam sistem pembayaran, waktu penyelesaian, serta upah yang diberikan. Mengutip buku 54 Inspirasi Desain Pengembangan Rumah type 36, 45, dan 54 oleh Atitya Murti, 24 Desain Rumah di Bawah 80 Juta oleh DMaximus arc, hingga situs jual beli rumah, berikut penjelasan dari perbedaan keduanya.


    1. Sistem Pembayaran

    • Tukang harian: Dibayar per hari berdasarkan hari kerja
    • Tukang borongan: Dibayar berdasarkan proyek dalam jangka wakt tertentu. Biaya ditentukan sesuai dengan kesepakatan di awal.

    2. Waktu Penyelesaian

    • Tukang harian: Cenderung lebih lambat dalam menyelesaikan pekerjaan dibandingkan tukang borongan.
    • Tukang borongan: Lebih cepat dari tukang harian, karena melibatkan banyak orang dengan jadwal yang sudah ditetapkan. Namun, karena cenderung cepat selesai, perlu pengawasan di lapangan.

    3. Biaya

    • Tukang harian: Biaya yang dikeluarkan untuk tukang harian lebih besar dari tukang borongan dan keahlian spesifik diperlukan. Namun, tukang harian bisa lebih hemat jika pengawasan dilakukan setiap hari, sehingga tak ada pekerjaan tertunda atau keterlambatan material.
    • Tukang borongan: Biaya yang dikeluarkan untuk tukang borongan lebih murah. Sebab, tukang borongan menerapkan strategi tertentu untuk mengefisiensi waktu dan penggunaan bahan bangunan.

    4. Jenis Proyek

    • Tukang harian: Relatif lebih kecil dan sederhana. Contohnya, renovasi ruangan atau perbaikan rumah
    • Tukang borongan: Umumnya diberikan untuk proyek yang lebih besar. Contohnya, bangunan komersial dan hunian baru.

    5. Hasil Pekerjaan

    • Tukang harian: Umumnya, tukang harian lebih detail ketika menyelesaikan pekerjaan. Apabila ada hasil pekerjaan yang kurang memuaskan dan perlu dilakukan penggantian pekerja, lebih mudah melakukan pemutusan hubungan kerja.
    • Tukang borongan: Hasil pekerjaannya baik, berkualitas, dan tepat waktu. Dengan catatan, pemilik rumah memahami tata cara serta tahapan dalam membangun rumah. Pemilik rumah juga perlu mempunyai cukup waktu untuk mengawasi tukang di lapangan.

    6. Tanggung Jawab

    • Tukang harian: Lebih fokus dalam menyelesaikan pekerjaan karena bekerja berdasarkan keahlian spesifik.
    • Tukang borongan: Tanggung jawab lebih besar. Sebab melakukan pengelolaan proyek secara keseluruhan.

    Pilih mandor atau tukang yang sudah dipercaya dan bisa bekerja dengan profesional. Tukang profesional akan bekerja dengan tidak mengulur waktu meski dibayar harian. Begitu pula tukang profesional yang dibayar borongan juga tidak akan mengerjakan secara terburu-buru, tapi lebih mementingkan kualitas pekerjaannya.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Apa Itu Ngebom KPR? Ketahui Penjelasan dan Untung Ruginya


    Jakarta

    Memiliki rumah sendiri menjadi impian banyak orang. Namun, proses membayar Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sering menjadi tantangan yang panjang dan melelahkan.

    Dengan tenor yang bisa mencapai 10 hingga 20 tahun, membayar cicilan KPR bisa terasa seperti beban finansial yang begitu lama. Meski begitu, ada istilah ngebom KPR yang memungkinkan pembayaran utang lebih cepat. Begini penjelasannya.

    Apa Itu Ngebom KPR?

    Mengutip laman Koperasi Simpan Pinjam CU Pancur Kasih, ngebom berarti membayar biaya angsuran melebihi jumlah yang telah ditentukan setiap bulannya. Dengan ngebom KPR, kredit diharapkan selesai lebih cepat meski melanggar kesepakatan.


    Salah satu cara ngebom KPR adalah memilih rumah sesuai budget dan membayar uang muka (down payment/DP) lebih tinggi dari yang ditetapkan. Setelah itu, tambahkan sejumlah dana saat membayar cicilan setiap bulannya.

    Untung dan Rugi dari Ngebom KPR

    Keuntungan dari ngebom KPR adalah ketenangan dalam mengatur finansial, sebab cicilan KPR sudah dilunasi. Sedangkan kerugian ngebom KPU, menurut laman OCBC NISP adalah risiko terkena sanksi denda atau pinalti.

    Aturab ini diterapkan karena waktu pelunasan sudah tertulis melalui kontrak yang sesuai dengan kesepakatan awal. Sehingga, pembayaran yang dilakukan lebih cepat dianggap melanggar perjanjian.

    Menurut perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group, Andy Nugroho, penalti biasanya berkisar 1-3% dari jumlah total cicilan pokok. Jumlah ini tergantung dengan kesepakatan bank kepada tiap debitur KPR.

    Artinya, besaran yang harus dibayar ketika melunasi KPR lebih awal dari masa tenor adalah sisa cicilan pokok yang belum dibayar. Besaran masih ditambah dengan 1-3% dari utang pokok tersebut.

    “Jadi misalnya saya ambil KPR dengan tenor 20 tahun. 5 tahun ini sudah saya bayar pokoknya berapa, bunganya berapa, nah yang 15 tahun sisanya itu yang dihitung hanya pokoknya aja. Kemudian itu ditambah dengan 1-3% dari si utang pokok itu yang digunakan sebagai penalti,” kata Andy, mengutip arsip detikcom.

    Untuk menyiasatinya, kamu bisa bertanya terlebih dahulu kepada pihak bank terkait jumlah denda jika ingin melunasinya lebih awal. Lebih baik lagi jika kamu menemukan pihak bank penyedia KPR yang mengenakan denda dengan jumlah rendah atau bahkan tidak memberikan pinalti.

    Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Ngebom KPR

    Ada hal-hal yang harus diperhatikan sebelum membayar KPR lebih cepat. Berikut di antaranya:

    1. Suku Bunga

    Setiap bank akan memiliki skema perhitungan suku bunga yang berbeda-beda. Sehingga, penting untuk memahami bagaimana sistem bunga yang akan dikenakan pada cicilan KPR.

    Pada umumnya, pembeli rumah akan mendapatkan suku bunga efektif saat mengajukan KPR. Maksudnya, jumlah angsuran ditetapkan berdasarkan sisa pokok utang yang dimiliki. Hal tersebut berarti suku bunga serta utang pokok yang dibebankan setiap bulannya akan berubah meski cicilannya sama.

    2. Inflasi

    Keuntungan saat mengajukan KPR adalah dipengaruhi ekspektasi peningkatan penghasilan karena inflasi. Sehingga mata uang di masa depan dan saat ini akan berbeda dan beban cicilan KPR akan semakin ringan. Selama jumlah cicilan tidak melebihi debt ratio normal atau 30%, ada baiknya melunasi KPR sesuai dengan kesepakatan di awal.

    3. Kondisi Finansial

    Selain itu, sebelum memutuskan untuk melunasi KPR lebih cepat, ketahui kondisi finansial keluarga. Jangan sampai memaksakan diri dengan mengajukan utang atau kredit lainnya untuk membayar angsuran.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Cara Mengusir Curut dari Rumah, Bisa Menggunakan Bahan Alami


    Jakarta

    Curut seringkali menjadi masalah di rumah, baik di bagian halaman, dapur, atau tempat penyimpanan makanan. Selain mengganggu kenyamanan, keberadaan curut juga bisa membawa risiko kesehatan karena kotorannya membawa penyakit.

    Karena itu, penting untuk mengetahui cara yang tepat untuk mengusir curut agar rumah tetap bersih dan nyaman. Berikut beberapa caranya:

    Cara Mengusir Curut dari Rumah

    Curut memiliki mata yang kecil, moncong yang memanjang, dan gigi kecil yang tajam. Menurut laman Do My Own, Madsenpest, laman penjualan properti, dan perusahaan pengendalian hama berikut di antara cara mengusir curut dari rumah.


    1. Gunakan Alat Perangkap Tikus

    Curut sangat waspada dan tidak mudah terpikat ke dalam perangkat tertutup. Pilihan yang paling baik adalah menggunakan perangkap jepit tikus. Perangkat ini bisa diberi potongan kecil daging atau ikan dan ditempatkan di area di mana ada curut.

    2. Gunakan Lem Tikus

    Selain menggunakan alat perangkap tikus, kamu bisa memanfaatkan lem tikus yang dijual di pasaran. Cara ini dinilai aman karena tidak mengandung racun atau bau sehingga aman digunakan.

    3. Gunakan Bahan Alami

    Untuk mengusir curut bisa dgunakan bahan alami, misal bawang putih atau minyak jarak. Aroma ini bisa membuat curut menjauh dan mencegah mereka masuk.

    4. Bersihkan Halaman

    Sebab tikus tanah tertarik ke area dengan aktivitas serangga, lakukan tindakan pengendalian hama untuk meminimalkan populasi serangga di halaman. Bersihkan halaman dengan membuang genangan air dan menutup rapat tempat sampah.

    5. Jangan Meninggalkan Makanan Hewan Peliharaan

    Hindari meninggalkan makanan hewan peliharaan atau biji-bijian burung di luar ruangan. Hal ini bisa memancing curut dan serangga yang menjadi makanannya. Segera bersihkan makanan hewan peliharaan setelah selesai memberikan makan.

    6. Gunakan Minyak Esensial

    Mengusir curut juga bisa memanfaatkan minyak esensial. Kamu dapat menggunakan peppermint yang tidak disukai curut. Caranya bisa dengan menggunakan kapas pada minyak esensial dan oleskan ke beberapa area yang sering dilalui curut.

    7. Tutup Celah Masuk Curut

    Curut bisa masuk dengan mudah ke rumah melalui celah-celah yang sangat kecil di dinding atau lantai. Selanjutnya, tutup atau perbaiki lubang ini.

    Apabila masalah curut terus berlanjut, kamu bisa menyerahkan kepada ahlinya. Panggil tim profesional atau pest control untuk mengusir curut dari rumah.

    Lihat juga Video ‘Aksi Sniper Senapan Angin Berburu Hama Tikus Penyebab Gagal Panen’:

    [Gambas:Video 20detik]

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah! Ini Kebiasaan Baik Jaga Rumah Selalu Bersih dan Rapi


    Jakarta

    Siapa sih yang nggak mau rumahnya selalu bersih dan rapi? Tentunya untuk punya rumah seperti itu, kamu harus rajin membersihkan rumah.

    Bagi sebagian orang, mungkin membereskan rumah adalah hal yang berat. Padahal, kamu bisa lho membangun kebiasaan baik yang membuat berberes rumah jadi lebih mudah.

    Begini kebiasaan baik menjaga kebersihan dan kerapian rumah seperti yang dilansir dari laman The Savvy Sparrow.


    Kebiasaan Baik Agar Rumah Selalu Bersih dan Rapi

    Inilah beberapa kebiasaan yang bisa kamu lakukan untuk menjaga rumah tetap bersih dan rapi.

    Menunda-nunda hanya akan membuat tumpukan pekerjaan dan kondisi rumah semakin kacau. Nah, biar rumah tetap tetap bersih dan rapi, sebaiknya lakukan pekerjaan rumah sesegera mungkin.

    Apalagi kalau hanya pekerjaan sederhana, seperti mencuci satu piring yang baru saja digunakan atau melipat selimut saat bangun tidur. Segera selesaikan pekerjaan rumah agar meringankan beban bersih-bersih nantinya.

    2. Sortir Barang yang Tidak Diinginkan

    Memiliki lebih sedikit barang bisa mencegah kekacauan di rumah. Oleh karena itu, sebaiknya rutin menyortir barang-barang yang tidak diinginkan atau tidak dibutuhkan di rumah.

    Dengan mempunyai lebih sedikit barang, maka proses beres-beres semakin cepat. Selain itu, juga menjadi lebih mudah karena sedikit barang yang menghalangi kamu saat mengelap rak ataupun menyapu dan mengepel lantai.

    3. Tentukan Satu Hari Khusus buat Bersihkan Rumah

    Pilih satu hari dalam seminggu khusus untuk membereskan rumah secara mendalam dan tanpa gangguan. Kamu bisa melakukannya di akhir pekan karena biasanya ada lebih banyak waktu luang pada hari itu.

    Buatlah komitmen untuk membersihkan sebagian besar rumah serta melakukan pekerjaan rumah yang berat pada hari itu, sehingga kamu tidak perlu memikirkan hal tersebut di hari-hari lain.

    4. Luangkan Waktu 10 Menit Setiap Hari

    Coba curi-curi waktu untuk membersihkan atau merapikan rumah di sela-sela kesibukan. Luangkan waktu 10 menit saja setiap harinya untuk mengerjakan pekerjaan rumah yang ringan seperti melipat baju, mengelap jendela, atau merapikan meja.

    Hal ini bisa menumbuhkan kebiasaan baik untuk membereskan rumah. Selain itu, kegiatan tersebut juga dapat dilakukan dibanding menghabiskan waktu scrolling di media sosial ketika senggang.

    Itulah kebiasaan baik yang bisa kamu lakukan buat menjaga rumah tetap bersih dan rapi. Selamat mencoba!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Setop! 5 Kebiasaan Buruk Ini Bikin Rumah Kotor dan Berantakan



    Jakarta

    Rumah yang bersih dan rapi bisa membuat penghuni merasa nyaman tinggal di dalamnya. Namun, rumah yang dihuni biasanya cepat kotor dan berantakan karena ada banyak aktivitas.

    Apalagi kalau penghuni mempunyai kebiasaan buruk yang bikin rumah susah bersih dan rapi. Kalau kamu punya kebiasaan buruk sebaiknya segera ditinggalkan ya.

    Lalu, apa aja kebiasaan buruk yang bikin rumah kotor dan berantakan?


    Berikut 5 kebiasaan buruk yang perlu diubah agar dapat menjaga rumah tetap bersih dan rapi, dikutip dari The Spruce.

    5 Kebiasaan Buruk yang Bikin Rumah Kotor dan Berantakan

    Inilah kebiasaan buruk yang sebaiknya kamu tinggalkan biar rumah tidak kotor dan berantakan.

    1. Membersihkan dengan Alat yang Kotor

    Alat pembersih yang kotor hanya akan menambah dan mempersulit pekerjaan. Luangkan waktu untuk membersihkan alat-alat kebersihan secara menyeluruh setelah digunakan. Kamu bisa mengosongkannya, lalu mencucinya dengan air panas dan menambahkan disinfektan. Secara berkala, gantilah dengan alat-alat kebersihan dengan yang baru.

    2. Meninggalkan Piring Kotor di Wastafel

    Meninggalkan piring kotor di wastafel sama dengan mengundang bakteri dan serangga. Nggak mau kan wastafel di rumah yang seharusnya menjadi tempat membersihkan alat-alat makan justru menjadi sarang penyakit? Yuk, latih semua anggota keluarga untuk mencuci piring setelah menggunakannya!

    Jika kamu sering menyimpan makanan sisa di kulkas, sebaiknya setop mulai sekarang. Terlalu banyak makanan yang disimpan dalam kulkas bisa memicu pertumbuhan jamur dan bakteri. Jika kamu tahu kalau makanan sisa tersebut tidak akan dikonsumsi lagi, membuangnya akan lebih baik.

    4. Membersihkan Setengah-setengah

    Cobalah untuk menyelesaikan tugas saat bersih-bersih setelah memulainya. Hal ini akan membantumu tetap fokus dan efisien dalam membersihkan rumah.

    Jika kamu hanya punya waktu 15 menit untuk bersih-bersih, mulailah dengan membereskan barang-barang yang berantakan dan letakkan di tempat yang semestinya. Dengan begini, jika fokusmu teralihkan, kamu bisa kembali lagi nanti untuk melakukan pembersihan yang lebih rumit.

    Menunda membersihkan rumah hingga pekerjaan menjadi terlalu sulit hanya akan merepotkanmu nanti. Biasanya kita menunda-nunda dalam membersihkan rumah karena merasa tidak memiliki waktu yang cukup. Padahal, kita tidak tahu kapan waktu kita benar-benar kosong. Cobalah untuk mencicil dalam membersihkan rumah setiap hari agar tugasnya tidak menjadi terlalu berat.

    Dengan menghindari kebiasaan-kebiasaan buruk ini, kita dapat menjaga rumah tetap bersih dan sehat dengan lebih mudah dan efisien.

    Itulah 5 kebiasaan buruk yang perlu kamu tinggalkan agar rumah tidak kotor dan berantakan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati Tinggakan Rumah Saat Liburan, Lakukan Ini Biar Maling Nggak Masuk


    Jakarta

    Banyak keluarga menantikan waktu liburan untuk jalan-jalan keluar kota. Tak hanya mereka, maling pun semakin leluasa untuk mencari mangsa, yakni rumah kosong.

    Bagi kamu yang berencana pergi liburan atau meninggalkan rumah kosong, wajib hati-hati ya. Jangan sampai rumah kamu mudah dibobol maling.

    Lalu, bagaimana cara mencegah maling masuk rumah? Yuk, simak caranya berikut ini seperti dikutip dari CNET.


    Cara Mencegah Maling Masuk ke Rumah

    1. Amankan Pintu dan Jendela

    Tentunya langkah pencegahan termudah adalah mengunci pintu dan jendela. Pintu yang terkunci bisa menyulitkan maling masuk. Bila perlu, buat tralis di jendela dan pintu untuk pengamanan ekstra.

    2. Pakai Kunci Tambahan

    Selain itu, kamu bisa meningkatkan keamanan rumah dengan memakai kunci pengaman tambahan. Kamu bisa mengganti pintu rumah atau jendela dengan kualitas yang lebih bagus.

    Pastikan kusen dan engsel pintu kamu cukup kuat untuk menahan upaya pembobolan Terakhir, seperti disebutkan di atas, Anda dapat meningkatkan ke smart lock, yang dapat kamu aktifkan dari jarak jauh.

    3. Tambahkan Sistem Keamanan

    Kalau merasa tak cukup aman, kamu bisa memasang sistem keamanan rumah. Sistem keamanan ini bisa berupa alarm atau kamera CCTV yang bisa dipantau dari ponsel kamu

    Saat ini banyak kamera CCTV yang punya sensor gerakan manusia. Bila ada gerakan, CCTV tersebut bisa mengirimkan notifikasi ke ponsel kamu.

    4. Sembunyikan Barang-barang Berharga

    Maling pasti mengincar barang-barang berharga. Jadi, jangan taruh barang berharga di tempat yang berpotensi mudah dijangkau maling. Bila perlu, selalu simpan barang berharga di safe deposit box atau di tempat sembunyi yang cuma kamu yang tahu.

    5. Tambahkan Lampu Luar

    Maling biasanya lebih suka dengan kondisi rumah yang gelap. Sebab, gerak-gerik mereka tak akan terlalu kelihatan.

    Makanya, pasang lampu tambahan di luar rumah yang terang, agar maling yang mau masuk ke rumah bisa berpikir ulang. Selain itu, kamu juga bisa memasang lampu yang menyala otomatis bila ada gerakan. Sorot lampu ini bisa efektif mencegah maling masuk.

    6. Kunci Garasi

    Orang-orang biasanya sibuk melindungi rumahnya tapi lupa mengunci garasi. Ini juga hal penting yang harus dilakukan apalagi kalau kamu menaruh barang-barang berharga di garasi.

    Perlakukan garasi seperti kunci pintu utama di rumah karena maling juga bisa mengambil kendaraan kamu. Hal ini akan lebih penting dilakukan bila garasi kamu punya pintu sambungan dengan ruangan lain di rumah.

    7. Jangan Sembunyikan Kunci di Tempat yang Umum

    Biasanya, kamu menyembunyikan kunci di suatu tempat bila ada anggota keluarga di rumah yang akan pulang namun tak membawa kunci. Mulai saat ini, jangan sembarangan menaruh kunci di tempat yang tersembunyi. Jika terpaksa harus dilakukan, titip kunci di tetangga terdekat kamu.

    8. Buat Seolah-olah Ada Orang di Rumah

    Kebanyakan maling ogah masuk saat ada orang di rumah. Mereka akan mengincar rumah kosong. Jadi, coba buat seolah-olah di rumah kamu ada orang.

    Caranya bisa macam-macam, misalnya menyalakan lampu hingga menyalakan televisi dan radio. Titip pesan juga ke tetangga untuk mengambil paket pesanan belanjaan kamu agar barang-barang itu tak menumpuk di luar dan membuat si maling curiga.

    9. Beli Brankas

    Pertimbangkan membeli brankas untuk menyimpan barang-barang berharga. Brankas kecil pun bisa berguna karena maling tak mungkin mengambilnya karena brankas dibuat dari material yang sangat berat.

    10. Lapor Petugas Keamanan

    Melapor petugas keamanan setempat juga bisa membantu mencegah maling masuk ke rumah. Minta mereka untuk sesekali mengecek keadaan rumah yang kamu tinggalkan.

    Itulah beberapa cara untuk mencegah maling masuk ke dalam rumah. Semoga bermanfaat ya!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tanaman yang Bisa Bikin Rumah Makin Cantik


    Jakarta

    Adanya tanaman di rumah bisa memberikan kesan adem dan asri. Meletakkan tanaman di depan pintu rumah juga bisa mempercantik fasad.

    Nah, ada beberapa tanaman yang cocok untuk diletakkan di depan pintu rumah. Apa saja? Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.

    Bunga Tulip

    Tulip flower background, Colorful tulips meadow nature in spring, close upBunga Tulip. Foto: iStock

    Bunga tulip yang warna-warni bisa mempercantik fasad rumah. Bunga ini juga bisa tumbuh hingga mencapai setinggi 3 kaki atau 91 cm.


    Dracaena

    Four dracanea marginata indoor plants in flowerpots on window sillDracaena. Foto: Getty Images/iStockphoto/janzwolinski

    Tanaman hijau ini bisa menjadi pilihan untuk diletakkan di depan pintu. Dracaena cocok diletakkan di luar ruangan dan tahan akan cuaca panas. Namun, jangan diletakkan di tempat yang terkena matahari langsung, kamu bisa meletakkannya di tempat yang teduh atau ada kanopinya.

    Fern atau Tanaman Paku

    Fern hanging on the living room wall. Copy space. Fern concept. Plants concept.Fern. Foto: Getty Images/iStockphoto/GideoniJunior

    Tanaman ini cocok untuk digantung di area pintu masuk. Jika ingin meletakkan di luar, jangan di tempat yang terkena sinar matahari langsung.

    Caladium atau Keladi

    Caladium planters-red and white. Horizontal.Caladium. Foto: Getty Images/iStockphoto/Joe_Potato

    Tanaman berwarna merah muda ini bisa memperindah tampilan rumah. Nah, kalau mau ditaruh di depan rumah kamu bisa meletakkannya di tempat yang tidak terkena matahari langsung karena tumbuhan ini menyukai suhu yang hangat.

    Begonia

    Beautiful mixture of various vibrant colored flowers in a hanging baskets on a house wall. Red and orange begonias, pink and purple petunias and pinkish geranium. Begonia. Foto: Getty Images/iStockphoto/hopsalka

    Tanaman yang memiliki beragam warna ini cocok untuk membuat tampilan rumah tampak ‘hidup’. Begonia menyukai suhu yang hangat, jadi pastikan suhu di daerah rumah kamu tidak terlalu dingin ya.

    Itulah beberapa tanaman yang cocok diletakkan di depan pintu masuk.

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Manfaat Memiliki Tanaman Bambu Hoki di Rumah yang Jarang Disadari



    Jakarta

    Tanaman bambu hoki tak hanya sekedar cantik, tapi juga membawa berbagai manfaat yang jarang disadari banyak orang. Mulai dari menciptakan lingkungan yang sehat hingga memberikan nuansa alami.

    Adanya tanaman bambu hoki di rumah bisa menciptakan suasana yang lebih nyaman. Jika diletakkan rumah, tanaman ini bisa ditanam di taman atau di dalam pot. Berikut penjelasan mengenai manfaat memiliki tanaman bambu di rumah.

    7 Manfaat Memiliki Tanaman Bambu Hoki di Rumah

    Mengutip Magic Bricks hingga Ambient, terdapat beberapa manfaat memiliki tanaman bambu hoki di rumah. Berikut di antaranya


    1. Meningkatkan Nilai Estetika Rumah

    Bambu bisa tumbuh dengan baik di dalam maupun luar ruangan. Jika menanam bambu hoki di air, kamu bisa membentuk batangnya yang lunak dengan berbagai cara untuk membuat tampilan yang lebih estetis.

    2. Mudah Dirawat

    Tanaman bambu hoki bisa bertahan hidup di berbagai kondisi, termasuk di cahaya yang redup dan kekurangan air. Sehingga, tanaman ini tidak memerlukan banyak perawatan.

    Namun, dengan sinar matahari yang cukup, air yang cukup, dan nutrisi atau kompos rumah yang cukup, tanaman bambu bisa tumbuh subur selama bertahun-tahun. Kalaupun lupa menambahkan air, tanaman kuat ini tidak akan layu selama beberapa minggu bahkan berbulan-bulan.

    3. Menciptakan Lingkungan yang Sehat

    Manfaat tanaman bambu di rumah lainnya adalah kemampuannya dalam memurnikan udara. Sama dengan tanaman dalam ruangan lainnya, tanaman bambu hoki dipercaya bisa membantu membersihkan udara di rumah. Sehingga, tanaman ini bisa menciptakan lingkungan yang sehat.

    4. Teh Bambu Bisa Membantu Melancarkan Pencernaan

    Tanaman bambu juga dapat memberi manfaat untuk kesehatan. Daun bambu segar bisa dihancurkan dan direbus untuk dijadikan teh. Minuman ini kaya akan silika yang membantu melancarkan pencernaan dan menguangi kembung. Selain itu, teh ini juga dapat membantu mengatur kadar kolesterol dan membersihkan aliran darah.

    5. Memberikan Energi Positif

    Bambu yang sehat terlihat rimbun dan hijau. Sehingga, dengan melihatnya, tanaman ini bisa memberikan energi yang positif.

    6. Menciptakan Nuansa Alami pada Ruangan

    Jika kamu mempunyai lantai bambu di rumah, tanaman bambu hoki bisa menjadi tambahan yang cantik untuk dekorasi interior bergaya interior. Diletakkan sebagai hiasan utama atau di atas rak buku, tanaman ini menambah pesona alami pada ruangan.

    7. Mengurangi Tingkat Stres

    Ketika memelihara suatu, hewan atau tanaman, seseorang akan melakukan aktivitas meditatif yang menghilangkan stres. Sehingga, memiliki tanaman bambu hoki bisa memberikan efek baik ini.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Cara Ampuh Membersihkan Lantai Kamar Mandi Biar Kinclong


    Jakarta

    Membersihkan kamar mandi perlu dilakukan karena ruangan tersebut salah satu yang paling sering digunakan di rumah. Membersihkan kamar mandi ada cara tersendiri lho supaya bisa lebih bersih.

    Sebelum mengetahui cara membersihkan lantai kamar mandi, kamu harus tahu dulu kalau kamar mandi perlu dibersihkan rutin. Setidaknya bersihkan kamar mandi 1-2 kali seminggu.

    Nah, berikut ini cara membersihkan lantai kamar mandi dilansir dari Better Homes and Gardens.


    Cara Membersihkan Lantai dan Nat Kamar Mandi

    Membersihkan lantai kamar mandi bisa dilakukan dengan membersihkan debu yang ada. Lalu, kamu bisa mengepelnya dan mengeringkannya.

    Untuk membersihkan nat, kamu bisa menggunakan campuran baking soda dengan air 2:1. Sementara itu, kalau kamu membersihkan noda atau warna yang memudar pada nat bisa menggunakan campuran baking soda dengan cuka 2:1.

    Meski demikian, cuka bisa merusak beberapa bahan lantai, seperti marmer, granit, hingga batu.

    Letakkan campuran tersebut pada nat dengan menggunakan sikat gigi tidak terpakai, lalu diamkan beberapa menit. Setelah itu, gosok nat dan bersihkan dengan air. Biarkan selama 24 jam dan gunakan sealer untuk menguncinya tetap bersih.

    Bolehkah Membersihkan Lantai Kamar Mandi Pakai Pemutih?

    Dilansir dari Homes and Gardens, sebaiknya kamu tidak menggunakan bleach atau pemutih saat membersihkan kamar mandi. Hal itu karena pemutih sangat keras untuk beberapa tipe lantai sehingga bisa merusak permukaan dan menurunkan masa pakainya.

    Selain itu, jika ada sisa pemutih di lantai bisa membuat kulit iritasi. Hal ini akan berbahaya jika hewan kaki peliharaan kamu menginjak residu pemutih dan memakannya, bisa membuat mereka sakit.

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com