Category Archives: Tips Properti

Sakelar Lampu Terasa Panas dan Menyetrum? Bisa Jadi Ini 3 Penyebabnya!


Jakarta

Pada setiap instalasi lampu di rumah, pasti ada saklar untuk menyalakan dan mematikan lampu. Normalnya, saklar lampu aman dipegang karena memakai bahan yang tahan dari aliran listrik. Namun, pernahkah kamu merasa saklar di rumah terasa panas atau hangat? Kira-kira hal tersebut normal atau bahaya?

Dilansir The Spruce, sakelar lampu yang terasa hangat adalah fenomena yang wajar karena panas yang terasa merupakan proses pembuangan panas dari aliran listrik.

Maka dari itu, agar lebih aman digunakan bahan saklar biasanya memakai bahan dari plastik karena tahan terhadap aliran listrik, tahan rayap, dan tidak korosi. Plastik juga tahan lama dan mudah dibentuk untuk menyesuaikan desain interior di rumah.


Sakelar lampu yang tidak bisa membuang panas dalam jangka waktu lama justru lebih berbahaya. Panas tersebut dapat merusak insulasi atau pengaman kabel. Kemudian, menimbulkan retakan dan jika sudah parah dapat memicu kebocoran pada aliran listrik. Hal ini menjadi salah satu penyebab terjadinya korsleting, gangguan busur listrik, hingga kebakaran.

Hal yang harus kamu waspadai adalah apabila saklar yang panas tersebut juga disertai dengan kejutan atau aliran listrik yang terasa saat dipegang. Jika sudah seperti ini, kamu perlu berhati-hati dan memperbaiki saklar tersebut. Namun sebelum itu, ketahui dahulu beberapa penyebab saklar listrik panas hingga disertai kejut dari listrik.

1. Besar Daya Listrik yang Tidak Sesuai dengan Kabel

Saat memasang instalasi listrik, jenis kabel harus disesuaikan dengan besar daya yang digunakan. Perbedaan jenis kabel dan muatan justru dapat menimbulkan panas yang terasa hingga ke saklar. Semakin banyak panas yang ditimbulkan, bisa terjadi kebocoran yang dapat memicu korsleting listrik.

2. Sambungan Kabel Longgar

Penyebab kedua bisa karena sambungan kabel yang longgar. Untuk mengetahui hal ini dan cara perbaikannya, sebaiknya kamu memanggil tenaga ahli agar lebih aman.

3. Pemasangan Instalasi Listrik yang Tidak Sesuai

Pemasangan kabel yang tidak sesuai dapat menghambat arus listrik. Aliran listrik yang tidak benar membuat panas yang dihasilkan mengarah ke sakelar lampu. Cara memperbaikinya kamu perlu meminta bantuan ahli dan listrik di rumah perlu dimatikan sementara.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

7 Manfaat Ampas Teh untuk Bersihkan Barang di Rumah yang Jarang Diketahui


Jakarta

Saat kamu menyeduh teh, pasti ada ampas yang terbuang karena tidak mungkin dikonsumsi. Mulai hari ini, sebaiknya ampas tersebut dipisahkan dan disimpan di tempat aman karena bisa digunakan untuk bersih-bersih di rumah!

Lebih tepatnya, ampas teh bisa dipakai untuk membersihkan noda dan bau yang menempel pada barang-barang di rumah. Kira-kira barang apa saja yang bisa dibersihkan dengan ampas teh, dilansir In The Wash berikut di antaranya.

1. Sepatu

Kamu sering mencium bau tak sedap setiap masuk ke rumah setelah bekerja seharian? Selain dari bau badan, bisa jadi karena bau sepatu kamu. Ternyata untuk menghilangkan bau di sepatu, tidak harus setiap hari mencuci. Kamu bisa mengatasinya dengan mengambil ampas teh yang diletakkan di dalam sepatu semalaman. Pastikan kondisi sepatu dalam keadaan kering. Jika basah karena hujan, sebaiknya dijemur dahulu.


2. Membersihkan Furnitur Kayu

Furnitur kayu perlu hati-hati saat dibersihkan karena tidak semua bahan aman. Misalnya peralatan yang tajam, kasar, dan basah sebaiknya dihindari. Salah satu bahan yang ternyata bisa membersihkan furnitur kayu adalah ampas teh. Caranya dengan menggosokkan ampas teh celup yang tidak begitu basah ke permukaan kayu. Kandungan tanin pada teh dapat membuat permukaan kayu kembali mengkilap.

3. Membersihkan Kaca

Kaca atau cermin di rumah mudah sekali berdebu. Kamu bisa membersihkan kaca dan cermin di rumah dengan ampas teh. Caranya dengan menempatkan teh yang telah diseduh dingin ke dalam botol semprot. Lalu usap dengan kain kering yang bersih atau kain mikrofiber.

4. Menghilangkan Bau Tak Sedap di dalam Kulkas

Barang selanjutnya yang bisa dibersihkan dengan ampas teh adalah kulkas. Fungsi ampas teh di sini adalah untuk menghilangkan bau tak sedap. Caranya dengan siapkan kantong teh dan letakkan dalam wadah terbuka. Taruh juga di lemari es selama satu atau dua hari.

5. Membersihkan Microwave

Membersihkan microwave bisa lho memakai ampas teh. Caranya dengan rebus air lalu yang telah dicampurkan dengan kantong teh celup hitam atau hijau. Tunggu hingga mendidih. Lalu diamkan sebentar, setelah cukup dingin untuk dipegang, gunakan air teh tadi untuk mencuci bagian dalam dan luar microwave. Ini akan membantu menghilangkan bau dan menambahkan aroma segar.

6. Membersihkan Bak Mandi dan Tempat Sabun

Di kamar mandi, bukan hanya lantai yang mudah kotor, melainkan peralatan lainnya juga bisa mudah terkena noda. Daripada membuang kantong teh bekas ke tong sampah, kamu bisa menggunakannya untuk membersihkan kerak residu sabun pada bak mandi dan tempat sabun. Kandungan tanin dalam teh dapat memudahkan merontokkan noda yang menempel.

7. Membersihkan Karpet

Karpet sering berbau tak sedap setelah disimpan lama. Daripada dicuci yang kemungkinan mahal, coba bersihkan sendiri dengan taburan ampas daun teh kering atau direndam di karpet yang bau dan biarkan selama 10 menit sebelum dikeringkan. Untuk menggunakan daun teh yang direndam, keringkan terlebih dahulu karena akan menodai karpet jika terlalu basah. Cobalah teh rasa seperti lemon atau mint untuk meninggalkan aroma yang menyenangkan.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Jangan Asal! Perhatikan 4 Hal Ini Sebelum Pasang TV di Rumah


Jakarta

Memiliki televisi (TV) di rumah bisa menjadi salah satu hiburan karena banyak tontonan menarik. Sebelum memasangnya di rumah, ada hal-hal yang harus diperhatikan terlebih dahulu.

Jangan sampai kamu salah pasang yang berujung tidak nyaman saat menonton TV. Misalnya, kamu memasang TV terlalu tinggi sehingga membuatmu tidak nyaman dan cepat lelah. Posisi TV yang pas yaitu sejajar dengan mata atau sedikit lebih rendah.

Selain itu masih ada beberapa hal lainnya yang harus diperhatikan. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini informasinya.


1. Perhatikan Aspek Keamanan

Dikutip dari Tiger Mount, sebaiknya TV tidak diletakkan di tempat dengan suhu panas. Sebab, bisa merusak TV dalam waktu lama.

Selain itu, pastikan TV yang dipasang aman dan tidak akan terjatuh, apalagi kalau kamu punya anak kecil atau hewan peliharaan di rumah.

2. Tentukan Jarak Antara TV dengan Sofa

Dilansir dari CNET, saat ingin memasang TV di rumah, pastikan jaraknya pas dari tempat duduk atau tempat menonton TV. Jika tidak ingin jarak TV terlalu dekat dengan sofa, kamu bisa memilih TV dengan ukuran yang lebih besar.

3. Jangan Pasang TV Terlalu Tinggi

Memasang TV terlalu tinggi bisa membuat leher sakit. Maka dari itu, sebaiknya TV dipasang sejajar dengan mata atau sedikit lebih rendah.

4. Jangan Pasang TV Indoor di Luar Ruangan

Sesuai namanya, TV indoor diperuntukkan di dalam ruangan. Jangan sekali-kali kamu pasang TV tersebut di luar ruangan karena rentan rusak. Sebab, ada TV yang memang dirancang bisa diletakkan di luar ruangan.

Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memasang TV di rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/das)



Sumber : www.detik.com

Banyak Khasiat, 5 Jenis Tanaman Herbal Ini Bisa Ditanam di Rumah!


Jakarta

Jika kamu butuh tanaman di rumah yang bermanfaat untuk kesehatan tanaman obat atau tanaman herbal bisa menjadi pilihan. Tanaman ini baik untuk dikonsumsi dan ampuh untuk menyembuhkan berbagai penyakit.

Kamu juga bisa berhemat karena tidak perlu membeli obat di apotek setiap sakit. Cukup ambil tanaman herbal kapan pun dan sebanyak apa pun. Pengobatan herbal ini juga telah diakui sejak lama sebelum obat-obat kimia marak seperti saat ini. Bahkan obat herbal sebaiknya dikonsumsi sehari-hari untuk mencegah penyakit.

Tanaman herbal juga mudah untuk ditanam di rumah dan bisa diletakkan di dalam rumah. Lantas, tanaman apa saja yang termasuk herbal dan bisa ditanam di rumah?


Dilansir House and Garden, berikut tanaman herbal yang bisa ditanam di rumah.

Jenis-Jenis Tanaman Obat yang Wajib Ditanam di Rumah

1. Kemangi

kemangi dalam potkemangi dalam pot Foto: istimewa

Kemangi (Ocimum basilicum) adalah tanaman yang biasa pakai dalam makanan. Tanaman herbal ini bisa ditanam sendiri di rumah bahkan di dalam ruangan. Tempat yang cocok untuk menempatkan kemangi adalah jendela yang mendapatkan banyak matahari. Kamu harus sering menyiram tanaman ini karena kemangi menyukai tanah yang lembap tetapi tidak begitu basah.

Manfaat dari kemangi jika dikonsumsi adalah dapat menyehatkan saluran pencernaan termasuk perut kembung dan mual, menjaga kesehatan jantung, menenangkan pikiran dan mengurangi stres, menyegarkan napas, hingga sumber antioksidan.

2. Daun Salam

daun salamdaun salam Foto: iStock

Jika kamu butuh tanaman yang ukurannya besar, kamu bisa menanam daun salam di halaman rumah. Pastikan lokasinya banyak mendapat sinar matahari. Daun salam selain bagus untuk kesehatan juga bisa dikonsumsi bersama makanan sehari-hari di rumah.

Tanaman ini bisa mencegah pikun, meningkatkan kekebalan tubuh, mempercepat penyembuhan luka, mencegah kanker, dan lainnya.

3. Bawang Putih

Tanaman bawang putihTanaman bawang putih Foto: Getty Images/iStockphoto/Copit

Bawang putih adalah salah satu tanaman atau bumbu dapur yang dibutuhkan di rumah. Biasanya digunakan sebagai penambah aroma dan rasa pada makanan. Cara menanam bawang putih di rumah bisa di tanah atau dalam pot.

Adapun beberapa khasiat bawang putih dapat meningkatkan kekebalan tubuh, menurunkan tekanan darah, menurunkan kolesterol, melindungi dari radikal bebas, dan masih banyak lagi.

4. Daun Mint

A stock photo of a healthy green mint plant growing in a small planter.A stock photo of a healthy green mint plant growing in a small planter. Foto: iStock

Daun mint bisa kamu temukan di dalam banyak bentuk, mulai dari makanan, minuman, produk kebersihan, hingga produk kecantikan. Hal ini dikarenakan daun mint memiliki sifat antibakteri, antiinflamasi, dan antijamur. Tidak hanya itu, daun mint juga bisa mengusir beberapa serangga di rumah seperti semut, kecoa, dan nyamuk.

Cara menanam daun mint juga cukup mudah karena bisa di dalam pot. Pastikan tanaman ini terkena sinar matahari dan pot tersebut memiliki lubang drainase yang baik.

5. Serai

Tips memasak dengan seraiTips memasak dengan serai Foto: Getty Images/iStockphoto

Serai adalah salah satu tanaman herbal yang bisa ditanam di rumah. Bentuknya seperti rumput, tetapi batangnya kaya akan manfaat. Mulai dari antimikroba, baik untuk sistem pencernaan, bagus untuk kulit, mengurangi stres, meningkatkan kualitas tidur, dan masih banyak lagi.

Serai bisa ditanam di dalam pot atau lahan. Tanaman ini bisa tumbuh di lahan seluas 800 cm hingga 1,2 meter. Kamu harus rutin menyiram serai 1-2 hari sekali. Pastikan tanahnya tidak begitu lembap atau terlalu kering.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Ternyata Ini Alasan Toren Biru Lebih Banyak yang Beli



Jakarta

Toren atau tandon air memiliki beberapa jenis. Salah satu yang sering dibedakan dari segi warna.

Toren yang sering ditemukan warna oranye dan biru. Lalu apa perbedaan daru keduanya?

Sebenarnya selain berbeda dari segi warna dan kualitas, harga toren air warna oranye dan biru pun berbeda. Namun ternyata toren warna biru lebih banyak diminati.


Toren Biru Lebih Tahan Lumut

Suratman, pemilik Jasa Kuras Toren kurastoren.com, mengatakan bahwa toren berwarna terang, seperti oranye atau kuning, lebih cepat pudar akibat paparan sinar matahari dibandingkan toren berwarna gelap, seperti biru atau hitam.

Jika warnanya pudar, sinar matahari bisa tembus masuk ke dalam toren sehingga bisa memicu pertumbuhan lumut.

“Jadi, kena matahari itu dia lebih tembus gitu loh, jadi lumut itu lebih malah kena sinar matahari itu cepat lumutan gitu. Orange itu bukan memantul tapi malah nyerap, makin terang, orange itu malah nyerap jadi air di toren itu malah gampang lumutan,” tutur Suratman, pemilik Jasa Kuras Toren kurastoren.com, kepada detikcom beberapa waktu lalu

Melansri detikEdu, lumut merupakan tumbuhan yang bisa memproduksi makanannya sendiri dengan bantuan sinar matahari. Selain itu, tumbuhan yang memiliki nama ilmiah Bryophyta ini mudah tumbuh di daerah yang lembab, seperti toren yang memang digunakan untuk menampung air.

Berangkat dari hal tersebut, banyak konsumen yang lebih memilih toren berwarna gelap, seperti biru atau hitam. Hal ini dituturkan pula oleh Hendri, pemilik Toko Bangunan Kurnia Jaya.

“Kalau banyak orang ada yang bilang biru itu lebih tahan lumut, orange itu ya biasa gitu,” kata Hendri, pemilik Toko Bangunan Kurnia Jaya, kepada detikcom, Kamis (26/10/2023).

“Beberapa langganan kita yang beli bahwa ‘kita mau yang warna biru, nih, lebih tahan lumut karena mataharinya nggak bisa nembus ke dalam’,” sambungnya.

Cuci dan Kuras Toren Berapa Kali?

Terlepas dari warnanya, toren pada akhirnya bisa kotor akibat lumut dan endapan kotoran dari sumber air rumah tangga yang kita gunakan. Maka, baik biru maupun oranye, sesuaikan kembali dengan preferensimu serta lakukan pencucian dan pengurasan toren jika kondisinya sudah kotor.

Mencuci dan menguras toren sebaiknya dilakukan rutin satu sampai dua kali dalam setahun.

“Untuk daerah Jabodetabek, itu minimal setahun sekali. Satu sampai dua kali lah,” kata Suratman.

Namun, hal ini bisa disesuaikan kembali dengan tingkat kebersihan sumber air di tempat tinggal masing-masing. Jika kamu merasa toren sudah kotor, lakukan pembersihan dan pengurasan sesegera mungkin.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Air Keran Sering Menetes? Ini Penyebab dan Cara Memperbaikinya!


Jakarta

Kamu pernah menemukan keran air terus menetes padahal sudah tertutup rapat? Masalah ini jangan dianggap sepele dan harus segera diatasi.

Penyebab air di keran selalu menetes ada bisa karena beberapa hal. Dilansir Swan’s Plumbing, bisa karena keran yang sudah aus sehingga tidak lagi rapat saat ditutup. Bagian keran yang biasanya mudah aus adalah washer yakni segel karet atau plastik kecil yang terletak di dalam gagang keran.

Penyebab kedua bisa karena bagian ring-o, seal, washer, dan katup yang longgar atau rusak sehingga ketika ditutup atau dibuka ada saja air yang keluar. Kelonggaran ini bisa dikarenakan ada karat di dalam keran, retakan, penumpukan mineral, hingga usia pemakaian. Penyebab selanjutnya adalah karena sering memakai air dengan debit yang besar. Saat tekanan terlalu tinggi, maka akan menekan komponen di dalam keran dan menyebabkan kebocoran.


Memperbaiki keran bocor seperti ini bisa dilakukan sendiri, tanpa bantuan profesional. Dilansir My Plumber London dan Your Repair, berikut ini cara memperbaiki kran air yang menetes terus.

Cara Memperbaiki Kran Air

1. Siapkan Peralatan

Beberapa peralatan yang diperlukan di antaranya kunci pas, obeng berkepala silang, Cartridge pengganti atau ring-O, dan selotip khusus pipa.

2. Matikan Saluran Air

Saat kamu ingin membongkar keran air, pastikan air di rumah dalam keadaan kosong atau mati. Dengan begitu, kamu tidak akan tersembur nantinya dan tidak ada air yang terbuang.

3. Pastikan Air Tidak Mengalir ke Saluran Pembuangan

Jika tangki air masih berisi air, kamu perlu memastikan air yang tidak mengalir ke keran yang sedang diperbaiki, tidak terbuang ke tempat lain.

4. Lepaskan Gagang Kran

Setelah masalah air selesai, sekarang buka gagang keran terlebih dahulu. Cari sekrupnya, buka satu-satu hingga terlepas. Simpan sekrup di tempat yang aman dan kalau bisa tidak tercampur agar saat hendak dipasang lagi, mudah untuk dicari.

5. Buka Cartridge atau Katup

Keran biasanya memiliki cartridge atau katup untuk mengatur aliran air. Buka bagian cartridge dengan kunci pas yang ukurannya sesuai. Putar berlawanan arah jarum jam. Setelah terbuka, ambil bagian tersebut.

6. Periksa dan Ganti Washer atau Ring-O

Periksa kondisi washer dan ring-O di dalam cartridge. Apabila bentuknya berubah dari bentuk awal atau adanya kerusakan, bagian tersebut harus segera diganti.

7. Pasang Selotip Ledeng

Jika kran didesain dengan sambungan berulir yakni kenop buka tutupnya diputar di bagian atas, cara menghentikan air bisa dengan memasang selotip pipa secara melingkar.

8. Susun Kembali Komponen Pipa

Setelah menemukan letak kerusakan dan kamu sudah memasang dengan yang baru, pasang lagi seluruh komponen. Pastikan pemasangannya kencang, tetapi tidak terlalu kencang. Kamu bisa menggunakan kunci pas yang diputar searah jarum jam.

9. Nyalakan Saluran Air

Langkah terakhir adalah melakukan tes dengan dialiri air. Apabila setelah ditutup tidak ada yang menetes lagi, maka perbaikan tadi berhasil.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Jangan Dibuang, Ampas Teh Bisa buat Bersihin Barang di Rumah


Jakarta

Ampas teh memiliki beragam manfaat, salah satunya untuk membersihkan barang-barang di rumah. Maka dari itu, kalau kamu suka menyeduh teh bubuk atau teh celup, ampasnya jangan langsung dibuang ya detikers!

Kamu bisa menggunakan air rebusan ampas teh atau memasukkan ampas teh ke dalam air yang berada di botol semprot. Selain itu, kamu juga bisa langsung menggunakannya dalam beberapa kasus tertentu.

Untuk lebih lengkapnya, yuk simak cara-caranya seperti yang dikutip dari In the Wash.


1. Membersihkan Microwave

Untuk membersihkan microwave, kamu cukup rebus air lalu tambahkan beberapa kantong teh celup hitam atau hijau yang sudah diseduh. Tunggu hingga benar-benar terendam sempurna. Lalu diamkan sebentar, setelah cukup dingin untuk dipegang, gunakan air teh tadi untuk mencuci bagian dalam dan luar microwave. Ini akan membantu menghilangkan bau dan menambahkan aroma segar.

2. Membersihkan Kaca

Kamu juga bisa menggunakan kantung teh celup untuk membersihkan kaca. Kamu dapat menempatkan teh yang telah diseduh dingin ke dalam botol semprot dan menggunakannya untuk membersihkan dan membuat cermin serta jendela berkilau.

3. Membersihkan Bak Mandi dan Tempat Sabun

Daripada membuang kantong teh bekas ke tong sampah, kamu bisa menggunakannya untuk membersihkan kerak residu sabun pada bak mandi dan tempat sabun. Kandungan tanin dalam teh dapat memudahkan merontokkan noda yang menempel.

4. Membersihkan Karpet

Taburkan ampas daun teh kering atau direndam di karpet yang bau dan biarkan selama 10 menit sebelum dikeringkan. Untuk menggunakan daun teh yang direndam, keringkan terlebih dahulu karena akan menodai karpet jika terlalu basah. Cobalah teh rasa seperti lemon atau mint untuk meninggalkan aroma yang menyenangkan.

5. Sepatu

Sepatu kamu mulai mengeluarkan bau kaki yang tak sedap? Kamu bisa mengatasinya dengan mengambil ampas teh letakkan kemudian taruh di dalam sepatu. Diamkan selama semalaman, maka bau sepatu akan hilang. Pastikan kondisi sepatu dalam keadaan kering.

6. Membersihkan Furnitur Kayu

Setelah menyeduh teh celup, jangan langsung buang ampasnya. Kamu bisa menggunakannya untuk membuat permukaan kayu kembali mengkilap. Kamu cukup menggosokannya ampas teh celup yang masih basah pada permukaan kayu. Kandungan tanin pada teh dapat membuat permukaan kayu kembali mengkilap.

7. Menghilangkan Bau Tak Sedap di dalam Kulkas

Gunakan kantung teh bekas untuk menghilangkan bau tak sedap di kulkas. Kantong teh dapat menyerap bau kulkas seperti halnya baking soda. Kamu bisa meletakkan wadah terbuka di lemari es dengan kantung teh bekas yang sudah dikeringkan selama satu atau dua hari.

Demikian 7 manfaat ampas teh untuk membersihkan barang di rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Bukan Cuma Lampu, Ini 4 Cara Bikin Ruangan Gelap Lebih Cerah



Jakarta

Ruangan yang kekurangan cahaya bukan cuman akan gelap, tetapi bisa membuat suasana di dalamnya terasa suram. Solusi utamanya tentu dengan menambah atau menyalakan lampu, namun ternyata ada cara lain membuat ruangan jadi lebih terang, lho.

Kamu bisa membuat ruangan gelap jadi lebih terang cukup dengan mengubah pilihan warna pada interior ruangan. Kamu perlu lebih seksama saat memilih benda-benda buat mengisi ruangan gelap.

Lantas, bagaimana cara membuat ruangan gelap terasa lebih terang? Yuk, simak caranya berikut ini, dikutip dari The Spruce.


Tips Bikin Ruangan Gelap Jadi Terang

Inilah tips membuat ruangan gelap menjadi lebih terang.

1. Cat Dinding dengan Warna Terang

Cara yang pertama adalah, cat dindingnya menggunakan warna terang. Kondisi ruangan yang gelap, bisa disiasati dengan penggunaan warna cat yang terang. Warna terang ini tidak harus putih, tapi bisa juga warna abu-abu muda atau pastel. Meski kelihatannya sepele, pemberian warna terang pada ruangan yang gelap ini berdampak sangat signifikan, loh.

2. Pilih Warna Wallpaper yang Cerah

Jika kamu lebih suka melapisi dinding dengan wallpaper daripada mengecatnya, kamu bisa memilih warna wallpaper yang cerah. Cari wallpaper dengan motif besar atau latar belakang lebih terang untuk hasil terbaik. Dengan begitu, ruangan yang awalnya gelap seketika bisa menjadi lebih terang dan lapang.

3. Letakkan Karpet Berwarna Netral

Ruangan yang gelap sebenarnya tidak cocok jika lantainya juga berwarna gelap. Tapi, jika lantai ruangannya memang sudah terlanjut gelap, kamu bisa meletakkan karpet berwarna kalem atau terang untuk membuat ruangannya lebih terang. Hal ini karena cahaya akan memantul dari karpet tersebut dan mengenai dinding sekitarnya.

Untuk karpet berwarna terang, karpet goni klasik selalu menjadi pilihan terbaik. Karpet goni dikenal tahan lama dan mudah dibersihkan serta cocok untuk berbagai jenis ruangan. Karpet ini juga cocok untuk melengkapi perpaduan estetika desain yang berbeda, mulai dari gaya milenial yang megah hingga gaya pedesaan.

4. Gunakan Gorden Berwarna Terang

Banyak gorden jendela di pasaran yang berwarna gelap dan berat. Namun, jika kamu memiliki ruangan yang gelap, sebaiknya hindari warna-warna tersebut dan pilihnya gorden yang berwarna lebih lembut. Contohnya, warna putih, krem, abu-abu muda, atau pastel.

Selain itu kamu bisa menggantung batang gorden beberapa centi di atas bagian bingkai jendela. Hal ini bisa membuat lebih banyak cahaya masuk ke dalam ruangan, dan juga membuat jendela tampak lebih besar dan mewah.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Lakukan 4 Hal Ini Setelah Rumah Terendam Banjir, biar Nggak Menyesal!


Jakarta

Masuk musim hujan, beberapa wilayah yang rawan banjir harus bersiaga. Beberapa rumah pasti terendam banjir saat curah hujan meningkat.

Rumah yang sering terkena banjir pasti berisiko mengalami kerusakan. Mulai dari munculnya noda air di dinding, perabotan yang berjamur, hingga lumpur berserakan di lantai.

Agar rumah tetap terawat meski sering terendam banjir, dilansir Flood Info, berikut beberapa hal yang kamu lakukan pada rumah setelah banjir surut.


1. Periksa Kabel Listrik di Rumah

Saat kamu membersihkan rumah, hal paling penting adalah listrik harus menyala. Namun, hati-hati saat menyalakan listrik di rumah, terutama pada sistem kabel yang terendam air. Sebaiknya panggil tenaga profesional untuk mengecek.

2. Periksa Gas

Selain listrik, gas juga harus diperiksa karena benda satu ini jika mengalami kebocoran dapat berbahaya. Ada baiknya, saat melihat tanda genangan, gas di rumah bisa diamankan dahulu.

Apabila mencium bau menyengat dari gas, keluarkan ke tempat terbuka. Bisa jadi gas terlalu lama berada di tempat tertutup yang minim ventilasi. Apabila kamu tidak berani menyentuh gas, kamu bisa meminta bantuan pemadam kebakaran atau orang yang mengerti soal tabung gas.

3. Selalu Gunakan Sarung Tangan dan Alas Kaki Tertutup

Air yang menggenang atau bekas genangan biasanya bisa menjadi sumber penyakit. Sebab, kebanyakan air tersebut berasal dari selokan atau tempat pembuangan di dekat rumah. Tentu, airnya tidak bersih dan bisa saja sudah terkontaminasi dengan mikroorganisme.
Sebaiknya gunakan sarung tangan lateks dan alas kaki yang tertutup. Jika masih ada genangan, pakai alas kaki seperti boots setinggi mata kaki.

4. Cek Retakan pada Fondasi Rumah

Saat memasuki rumah, kamu perlu mengecek kondisi dinding hingga ke bagian langit-langitnya. Biasanya cat yang kurang baik saat terkena air terlalu lama dapat retak atau muncul tonjolan. Lalu, bisa pula muncul noda bekas air, jamur, dan retakan.

Tips Perbaikan Rumah yang Terkena Banjir

Jika kamu memiliki asuransi banjir, foto kondisi rumah untuk bukti klaim asuransi. Namun, apabila kamu tidak memiliki asuransi, maka semua perbaikan harus ditanggung sendiri, tetapi kamu bisa meminta bantuan ahli agar perbaikannya maksimal.

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Kenapa Pintu Kayu Seret? Ini Dia Penyebab dan Cara Atasinya



Jakarta

Pintu berbahan dasar kayu masih menjadi andalan sebagian masyarakat Indonesia. Namun, terkadang pintu kayu bisa mengalami masalah mulai dari rayap hingga seret susah dibuka.

Pintu kayau yang seret tentu sangat menjengkelkan karena mengganggu aktivitas penghuni rumah. Belum lagi, gesekan antara pintu dengan lantai biasanya menimbulkan suara tidak nyaman di telinga. Lama-lama pintu maupun lantai bisa rusak karena gesekan.

Lantas, apa sih penyebab pintu kayu seret dan susah dibuka? Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Yuk, simak ulasannya berikut ini.


Penyebab Pintu Kayu Seret

Dilansir situs Homes and Gardens, penyebab utama pintu rumah seret karena kelembapan yang tinggi. Kondisi ini menyebabkan pergerakan yang tidak mulus karena pintu kayu memuai.

Justin Brown selaku tukang kayu dan pemilik Timber Shelves mengatakan, pintu kayu bisa memuai dan menyusut karena adanya perubahan suhu panas dan dingin.

“Pintu kayu dapat memuai dan menyusut seiring dengan musim lembap atau setelah terjadi perubahan suhu yang signifikan sehingga menyebabkan kelembapan tinggi. Kayu secara alami menyerap kelembapan di udara sehingga pergerakan dan pembengkakan berpotensi menyebabkan seret,” kata Justin.

Akan tetapi, ada beberapa jenis kayu yang minim risiko untuk memuai, contohnya adalah kayu jati, kamper, dan meranti. Namun, perlu diingat juga kalau harga ketiga jenis kayu itu cukup mahal.

Faktor lainnya karena kurang maksimal saat melakukan pengeringan atau oven kayu. Untuk mengatasi masalah ini bisa dilakukan dengan mengoven ulang pintu. Namun cara ini jarang dilakukan karena prosesnya cukup panjang, mulai dari pencopotan pintu hingga pengecatan ulang.

Jika pintu dalam kondisi baik-baik saja, mungkin penyebabnya datang dari keramik. Soalnya, keramik lantai yang tidak rata atau terangkat juga menyebabkan pintu rumah menjadi seret.

Cara Mengatasi Pintu Kayu Seret

Kalau kamu mengalami permasalahan yang sama, tenang saja, ada sejumlah cara untuk mengatasinya. Berikut solusi mudah pintu kayu seret.

1. Cek Pintu dan Kusen

Langkah yang pertama adalah dengan mencari penyebab pintu menjadi seret. Faktor yang pertama bisa disebabkan karena bagian kusen pintu sudah kotor.

Adanya sisa cat, tumpukan debu, atau kotoran yang menempel di sekitar kusen pintu dapat menyebabkan pintu menjadi seret. Jadi, cobalah bersihkan dulu kusen pintu sampai tidak ada kotoran.

Selain itu, cek juga permukaan pintu yang bergesekkan dengan lantai. Pintu yang sulit dibuka akan menimbulkan tanda-tanda seperti permukaan keramik lantai tergores, cat memudar, atau sekrup pada engsel pintu kendor.

2. Kencangkan Engsel

Pintu kayu seret bisa disebabkan karena terdapat sejumlah sekrup yang longgar. Untuk mengatasinya, detikers hanya perlu mengencangkan engsel pintu.

Jika sekrup berputar namun tidak kencang, cobalah ganti sekrup tersebut dengan ukuran yang lebih besar untuk mengencangkannya. Selain itu, mengatur posisi pelatnya juga dapat membantu mengatasi pintu yang mengalami seret.

3. Pangkas Sedikit di Bagian Bawah Pintu

Jika engsel sudah dikencangkan namun pintu masih seret, kemungkinan besar pintu kayu memuai karena kelembapan akibat perubahan suhu. Untuk mengatasinya, detikers perlu memangkas sedikit bagian bawah pintu dengan teknik serut, setelah itu dilanjutkan dengan mengamplasnya agar terlihat rapi.

Itu tadi penjelasan tentang tiga cara mengatasi pintu kayu seret dengan mudah. Semoga membantu detikers!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com