Category: Tips Properti

  • Catat! Ini 6 Penyebab Semut Muncul di Rumah



    Jakarta

    Semut merupakan serangga kecil yang bisa ditemukan di mana pun, termasuk di rumah. Mereka bisa tiba-tiba muncul di rumah jika ada sumber makanan. Tapi sebenarnya selain makanan ada juga penyebab lain semut muncul di rumah.

    Jika kamu sedang menghadapi masalah semut di rumah, kamu harus tahu mana saja lokasi yang disukai semut dan tempat persembunyiannya.

    Mengutip dari Natural Green System, para ahli menjelaskan semut bisa ditemukan jika di rumah ada sumber makanan, tempat lembab, dan celah-celah persembunyian yang terlindung seperti di bawah tempat penyimpanan, di bawah lantai, dan di dinding.


    Penyebab Semut Datang ke Rumah

    Dikutip dari detikBali, berikut beberapa penyebab munculnya semut di rumah.

    1. Dinding retak atau lantai berlubang merupakan tempat paling disukai semut untuk membangun sarang.
    2. Cuaca hujan membuat kondisi menjadi lembap, yang membuat semut-semut di dalam tanah akhirnya keluar untuk mencari tempat kering.
    3. Sisa makanan di atas meja atau jatuh ke lantai.
    4. Makanan atau minuman manis yang dibiarkan terbuka.
    5. Cuaca yang sangat panas membuat semut masuk ke dalam rumah untuk mencari tempat lebih sejuk.
    6. Kondisi rumah dalam keadaan kotor dengan banyaknya sampah, sisa makanan berserakan, hingga bangkai hewan membuat semut datang.

    Nah, itulah penyebab masuknya semut ke dalam rumah.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Penyebab Ular Masuk Rumah dan Cara Cegahnya!



    Jakarta

    Pernahkah kamu mendengar ada orang yang menemukan ular di dalam rumah? Kejadian mengerikan seperti bisa saja terjadi pada rumah siapapun.

    Kamu bisa menemukan ular bersembunyi di kamar mandi, plafon, bahkan lemari. Tentu hal ini sangat mengkhawatirkan lantaran ular termasuk hewan yang berbahaya.

    Lalu, kenapa ular masuk rumah ya? Yuk, simak ulasan berikut ini.


    Penyebab Ada Ular Masuk Rumah

    Ular biasanya mendekati rumah adalah untuk mencari sumber makanan dan tempat berlindung. Dilansir dari Urban Wildlife Control, suhu udara mempengaruhi ular untuk masuk rumah. Ular merupakan hewan berdarah dingin, sehingga mereka akan mencari tempat yang sejuk dan teduh di siang hari dan tempat yang hangat dan terisolasi di malam hari.

    Keberadaan tikus di rumah dapat mengundang kedatangan ular. Mereka tertarik dengan tikus-tikus yang mendekati sisa makanan di sekitar rumah.

    “Buang sisa makanan di tempat sampah dan jangan sampai keluar ke selokan, khawatir mengundang tikus. Lalu, jangan menumpuk barang terlalu lama, pohon yang sudah menjulang ke arah rumah dipangkas,” ujar Sioux One kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Cara Mencegah Ular Masuk Rumah

    Dikutip dari Rentokil, berikut cara mencegah ular masuk ke rumah.

    1. Basmi Tikus Agar Ular Tidak Masuk

    Tikus adalah makanan utama ular, maka pastikan tidak ada tikus di halaman dan dalam rumah. Ular menggunakan lidah mereka untuk mendeteksi mangsa, jadi bersihkan lingkungan sekitar, hilangkan sumber makanan tikus, dan tutup rapat lubang yang mungkin menjadi pintu masuk tikus.

    2. Potong Rumput di Halaman

    Rumput yang terlalu tinggi bisa menjadi tempat persembunyian bagi ular. Potong rumput secara teratur untuk mencegah ular bersembunyi dekat rumah.

    3. Tutup Retak dan Celah pada Dinding

    Retak dan celah pada dinding adalah pintu masuk potensial bagi ular. Pastikan untuk menutup semua celah, terutama yang mungkin terbentuk akibat kerusakan dinding.

    4. Pasang Pagar atau Tembok sebagai Benteng

    Jika rumahmu dekat dengan hutan atau area yang berpotensi menjadi tempat berkumpulnya ular, pasanglah pagar atau tembok di sekitarnya. Langkah ini akan memberikan lapisan pertahanan ekstra, mencegah ular mendekati rumah, dan membuat sarang di halaman.

    5. Bersihkan Kekacauan di Halaman

    Kekacauan di sekitar rumah, seperti tumpukan barang tak terpakai, rumput kering, atau batuan, bisa menjadi tempat yang nyaman bagi ular. Selalu pastikan halaman rumahmu bersih dari barang-barang tersebut untuk mengurangi kemungkinan ular berkumpul di dekat atau di dalam rumah.

    Itulah penyebab dan cara cegah ular masuk rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Biang Keladi Kelabang Muncul di Rumah



    Jakarta

    Kelabang merupakan salah satu serangga yang dianggap menakutkan bagi banyak orang. Apa lagi serangga ini seringkali ditemukan di dalam rumah.

    Rumah yang bersih memang menjadi solusi untuk mengusir kelabang. Tapi terkadang kelabang masih saja ada meski rumah sudah dibersihkan.

    Dilansir dari Pests Hero, berikut beberapa penyebab kelabang muncul di dalam rumah yang akan sangat mengganggu penghuni rumah.


    Kelembapan

    Segala jenis kelembapan, genangan air, dan tetesan air dapat berasal dari berbagai tempat di sekitar rumah. Keran yang bocor, penyumbatan atau penumpukan air karena masalah talang dan semua yang menyebabkan kelembapan sangat perlu diperhatikan.

    Hal ini menjadi tempat yang sempurna bagi kelabang untuk memulai dan memastikan kelabang mendapat kelembapan untuk tetap hidup. Tanah yang lembap di sekitar rumah dapat menjadi tempat yang bagus bagi kelabang untuk bertelur.

    Cara termudah untuk mengatasinya adalah dengan memastikan kelembapan berkurang. Seperti memperbaiki kebocoran, menambal keretakan, dan mengurangi kelembapan dari udara di rumah.

    Makanan untuk Kelabang

    Kelabang akan ditemukan di tempat yang memiliki persediaan makanan yang cukup untuk bertahan hidup. Kelabang akan memakan serangga, kutu, dan laba-laba. Area yang memiliki persediaan makanan melimpah akan menarik kelabang ke daerah tersebut.

    Untuk menghindari datangnya serangga di malam hari, pastikan tutup semua celah dan lampu dimatikan. Serangga akan tertarik pada lampu, yang menjadi makanan kelabang.

    Hal lain yang dapat menarik serangga adalah sampah yang ditinggalkan di luar. Kelabang akan tertarik pada banyaknya lalat dan laba-laba. Di manapun terdapat banyak serangga dan laba-laba, hal ini menjadi peluang munculnya kelabang.

    Karena kelabang biasanya tidak sering terlihat, indikasi populasi serangga yang lebih tinggi dapat menjadi indikator bahwa ada kelabang di sekitar rumah. Menyingkirkan sumber makanan kelabang akan memaksa kelabang keluar dari rumah.

    Tempat Berlindung

    Kelabang membutuhkan tempat untuk menghabiskan hari yang jauh dari predator lain dan sinar matahari. Hal ini karena kelabang bersifat nokturnal, artinya kelabang aktif di malam hari.

    Tempat tinggal kelabang sangat bervariasi, seperti di antara tumpukan kayu atau dibawah peralatan yang telah ditinggalkan selama beberapa waktu. Kelabang bahkan dapat bersembunyi di rumput tinggi yang lembap dan tumpukan daun.

    Di dalam ruangan, kelabang akan tinggal di bawah rak, kotak, atau barang lainnya. Akan lebih baik jika kelabang dapat menemukan barang-barang di ruangan yang tidak terpakai di rumah.

    Cara termudah agar kelabang tidak memiliki tempat tinggal adalah dengan membuang benda-benda yang biasa digunakan untuk tinggal. Menjaga halaman tetap bersih akan mencegah serangga lain hidup di halaman rumah.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! Ini 5 Penyebab Laba-laba Bikin Sarang di Rumah



    Jakarta

    Sarang laba-laba biasanya muncul di pojok langit-langit rumah. Jika ini terjadi tentu kamu harus membersihkannya.

    Jika kamu tidak ingin sarang laba-laba terus muncul di rumah, maka perlu diketahui apa penyebab laba-laba bisa masuk dan membuat sarang di rumah. Dengan demikian kamu dapat mencegah hal ini terjadi.

    Melansir bob vila, ini beberapa penyebab laba-laba bisa bersarang di rumah kamu.


    Akses Masuk yang Mudah

    Laba-laba dapat masuk dengan mudah ke dalam rumah melalui retakan, lubang, celah pintu, jendela, dan lantai rumah kamu. Cara terbaik untuk mencegahnya masuk dengan menghilangkan atau menutup celah atau retakan yang memungkinkan laba-laba masuk.

    Perhatikan akses kabel yang tersambung ke dalam rumah, bisa jadi hal ini merupakan akses mudah untuk laba-laba masuk ke dalam rumah.

    Ruangan yang Kotor dan Jarang Dibersihkan

    Laba-laba suka bersembunyi di tempat yang gelap, berdebu, dan kotor. Membersihkan rumah secara teratur akan mengusir laba-laba yang sudah membuat sarang di rumah kamu dan mencegahnya untuk kembali.

    Bersihkan debu di sudut yang tinggi dan rendah yang memungkinkan laba-laba untuk bersarang. Semakin bersih rumah, semakin kecil kemungkinan kamu akan melihat laba-laba di rumah.

    Adanya Persediaan Makanan Laba-laba

    Laba-laba memakan serangga, sehingga apabila di rumah kamu banyak serangga, hal ini membuat laba-laba makin senang dan nyaman untuk bersarang.

    Periksa rumah untuk mencari sumber air, tempat bersembunyi serangga atau wadah makanan hewan peliharaan yang terbuka. Jika sudah membersihkan dan membuang persediaan makanannya, kamu juga dapat menyingkirkan laba-laba dari rumah.

    Kondisi Cuaca di Lingkungan

    Laba-laba menyukai tempat gelap dan nyaman. Jika cuaca di luar rumah dingin, laba-laba kemungkinan akan masuk ke dalam rumah untuk menghangatkan diri dan merasa nyaman, begitupun sebaliknya. Beberapa laba-laba juga lebih menyukai tempat yang lembap dan ada juga yang menyukai tempat kering.

    Membawa Masuk Tanpa Sengaja

    Laba-laba memang pandai bersembunyi dan biasanya mereka menumpang pada furniture, sayuran dan hewan peliharaan kamu. Perlu untuk memeriksa dan membersihkan diri setelah dari luar rumah.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-Hati! Ini 6 Tanda Perabotan Kayu di Rumah Digerogoti Rayap



    Jakarta

    Rayap merupakan hewan kecil yang sangat gemar menggerogoti furniture atau material bangunan dari kayu. Bahkan sering kali rayap sudah menggerogoti perabotan tanpa diketahui pemiliknya.

    Jika kondisi ini dibiarkan, rayap bisa membuat furniture atau material dari kayu ini patah lalu menimpa penghuni rumah. Oleh karena itu, keberadaan rayap ini tidak diinginkan.

    Sebenarnya tidak semua kayu dapat menjadi sasaran rayap karena saat ini furniture dan material kayu sudah dilindungi dengan cat khusus yang tahan dari lembap, jamur, hingga rayap.


    Untuk mengetahui apakah ada rayap di rumah, dilansir Business Insider India, berikut beberapa tandanya.

    Tanda Ada Rayap di Perabotan Kayu

    1. Banyak Lubang di Permukaan Kayu

    Bekas gigitan rayap pada kayu terlihat pada permukaan yakni berbentuk lubang-lubang kecil. Biasanya lubang tersebut lebih dari satu. Untuk mengetahui lokasinya, di sekitar lubang ada kotoran seperti pasir berserakan yang jumlahnya cukup banyak. Itu bukan sisa dari kayu yang digigit, melainkan kotoran dari rayap tersebut.

    2. Area Kayu yang Lembap

    Rayap menyukai tempat yang lembap. Hal ini berlaku pula pada kayu yang lembap karena mereka lebih mudah untuk bergerak di dalam kayu. Ciri-ciri kayu yang lembap adalah muncul noda warna yang tidak biasa, seperti hitam, hijau, putih, dan warna lainnya yang sebelumnya tidak ada di sana. Warna tersebut merupakan jamur yang sudah berkembang.

    3. Terdengar Suara Ketukan di Kayu

    Meskipun tubuhnya kecil, rayap saat menggerogoti pintu kayu menimbulkan suara lho karena mereka bergerombol. Suara yang timbul seperti pintu kayu diketuk. Namun suara ini kecil dan perlu didengar dari dekat.

    4. Muncul Butir Serpihan di Dekat Kayu

    Seperti yang disebut sebelumnya, untuk mengetahui ada rayap, kamu bisa menemukan serpihan seperti pasir di dekat kayu yang mereka incar. Serpihan ini adalah kotoran atau serbuk kayu dari proses penghancuran kayu yang mereka makan yang kerap disebut frass. Kotoran ini tidak lengket dan bisa dibersihkan dengan disapu atau dilap dengan kain.

    5. Ditemukan Gumpalan Panjang di Sekitar Pintu

    Rayap sering membuat jalur yang sering disebut sebagai mud tubes. Warnanya coklat muda seperti kacang mentah, teksturnya seperti pasir yang menggumpal, menempel di sekitar pintu, lantai, atau dinding rumah.

    Mud tubes ini ada yang panjang dan ada pula yang kecil-kecil seperti kacang. Fungsinya sebagai jalur rayap mengangkut makanan ke dalam sarang dan mempermudah akses pergerakan mereka. Cara membersihkannya cukup mudah yakni dengan dihancurkan, tetapi akan meninggalkan bekas berwarna coklat pada permukaan.

    6. Pintu Jadi Susah Digerakkan

    Apabila pintu digerogoti rayap saat dibuka atau ditutup akan jadi lebih sulit dan terasa kopong. Hal ini dikarenakan bingkai kusen pintu yang ukurannya sudah tidak lagi sesuai seperti di awal.

    Cara Mengatasi Rayap di Pintu Rumah

    Setelah mengetahui tanda kehadiran rayap, kamu perlu membasminya agar kayu di rumah dapat bertahan lama. Melansir dari Southern Perimeter, berikut cara mengatasinya.

    1. Pakai Kamper atau Kapur Barus

    Kamper atau kapur barus bisa untuk mencegah rayap datang. Kamper atau kapur baru adalah zat berbentuk padat yang memiliki aroma yang kuat, kamu bisa membelinya di market terdekat.

    Cara menggunakannya pun mudah cukup dengan meletakkan di dekat kayu atau di area yang pernah ditemukan rayap. Zat kimia naftalena yang terkandung dalam kapur barus juga dapat mematikan bagi rayap.

    2. Cairan Garam dan Sabun

    Cara kedua bisa dengan campuran garam dan sabun. Dua bahan ini dapat mengganggu sistem pencernaan dan pernapasan rayap. Aroma wangi sabun yang mengganggu dan kandungan bahan kimia di dalamnya bersifat racun sehingga saat terkena campuran garam dan sabun, rayap mati perlahan.

    Cara membuatnya dengan melarutkan garam 1 sendok makan dengan 2 sendok makan sabun cair. Lalu masukkan ke dalam botol spray. Setelah itu semprotkan ke pintu kayu yang menjadi sarang rayap. Lakukan secara rutin hingga rayap benar-benar hilang.

    3. Asam Borat ke Sarang Rayap

    Asam borat adalah bahan kimia yang ampuh membasmi rayap tanah di sekitar rumah. Di dalamnya terdapat zat kimia yang beracun. Apabila terkena rayap dapat mengganggu sistem pencernaannya. Caranya, cukup masukkan cairan asam borat ke botol. Lalu semprotkan ke permukaan pintu kayu yang digerogoti rayap.

    Itulah tanda adanya rayap pada perabotan kayu di rumah dan cara mengusirnya. Semoga bermanfaat ya!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Dinding Retak Rambut Bikin Risih? Ini Solusi Praktisnya!



    Jakarta

    Dinding yang mengalami retak rambut membuat estetika di rumah jauh berkurang. Retak rambut pada dinding sendiri merupakan keretakan pada tembok yang bentuknya kecil dan menyerupai helaian rambut.

    Retak rambut memang tidak begitu terlihat dari kejauhan. Namun jika tak ditangani bukan tak mungkin keretakan akan meluas dan kian parah.

    Ada beberapa penyebab dan cara untuk mengatasi retak rambut pada tembok rumah. Dikutip dari Instagram Kementerian PUPR,


    1. Ketahui penyebabnya

    Langkah awal yang harus dilakukan adalah mengetahui penyebab terjadinya retak rambut pada tembok. Misalnya, karena gempa bumi, usia bangunan, atau proses plester yang kurang baik.

    2. Kerok atau amplas tembok

    Untuk mengatasi retak rambut secara tuntas, ada berbagai tindakan yang dapat dilakukan, tergantung dari penyebabnya. Misalnya, jika penyebabnya karena kegagalan struktur bangunan, maka perlu perbaikan struktur.

    Namun, apabila hanya diperlukan penanganan jangka pendek, detikers dapat mengerok tembok dengan sekrap hingga cat terkelupas.

    3. Isi celah retak

    Setelah cat terkelupas, bersihkan dinding dari debu sisa pengerokan hingga benar-benar bersih. Lalu, lapisi tembok dengan wall sealer menggunakan kuas. Biarkan wall sealer mengering dengan sempurna.

    4. Cat tembok

    Apabila wall sealer sudah mengering dengan sempurna, lakukan pengecatan tembok dengan warna yang detikers inginkan. Pastikan wall sealer tersamarkan oleh cat.

    Demikian cara mengatasi retak rambut pada dinding rumah. Semoga bermanfaat ya!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Mudah Basmi Ulat Bulu yang Suka Gerogot Tanaman


    Jakarta

    Ulat bulu adalah hama pengganggu bagi kamu yang memelihara tanaman. Ulat ini menggerogoti tanaman, sehingga merusak bahkan dapat mematikan tanaman.

    Selain merusak tanaman, ulat bulu juga dapat menimbulkan rasa gatal jika kamu tak tersentuh olehnya. Oleh karena itu, kamu perlu tahu cara membasmi ulat bulu.

    Ada beberapa ara mudah untuk membasmi ulat bulu. Yuk, simak penjelasannya berikut ini, dikutip dari Cleanipedia.


    Cara Basmi Ulat Bulu

    Inilah tips membasmi ulat bulu agar tanaman hias terlindungi.

    1. Membersihkan Tong Sampah Secara Rutin

    Bersihkan tong sampah 2-3 kali dalam seminggu, apalagi jika sampah tersebut adalah seperti sisa sayur dan kulit buah. Sisa makanan tersebut akan menarik perhatian ulat bulu.

    2. Menggunakan Oli

    Gunakan oli di pinggir pintu dan jendela untuk mencegah ulat bulu masuk ke dalam rumah dan menghampiri tanaman hias. Ulat bulu membenci aroma dan kelengketan dari oli, sehingga akan berusaha menjauh.

    3. Menggunakan Semprotan Cabai

    Membuat pestisida alami dengan bahan-bahan seperti cabe merah, sabun atau sabun cuci piring, air, dan bawang putih. Rendam bahan-bahan tersebut di dalam air sabun dan endapkan.

    Semprotkan campuran air tersebut ke batang tanaman dan daun untuk mencegah mereka memanjat ke tanaman lagi. Cairan ini bisa disimpan berminggu-minggu dan digunakan setiap hari sampai ulat bulu benar-benar hilang.

    4. Mengambilnya Secara Langsung

    Meskipun cara ini tergolong sedikit ekstrim, sebenarnya ini merupakan cara membasmi ulat bulu di tanaman yang paling efisien dan cepat. Kamu tinggal gunakan sarung tangan, penjepit atau sendok plastik saat mengambilnya secara langsung lalu buang.

    5. Menggunakan Bubuk Bacillus Thuringiensis

    Gunakan bubuk Bacillus Thuringiensis (Bt). Bubuk ini adalah semacam pestisida yang bisa didapatkan di toko tanaman dan tidak berbahaya saat ditaburkan langsung ke tanaman Kamu. Ini adalah salah satu cara mengatasi ulat bulu yang efisien.

    Itulah cara basmi ulat bulu biar nggak makan tanaman kamu. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Ampuh! 4 Cara Alami Bersihkan Noda Minyak di Dapur


    Jakarta

    Dapur sebagai tempat memasak, tentu sering ada cipratan minyak di berbagai permukaannya. Noda minyak banyak ditemui pada kompor, dinding, meja, bahkan lantai.

    Permukaan di dapur pun menjadi licin dan kotor, sehingga nggak nyaman bagi penghuni rumah. Oleh karena itu, kamu perlu rajin membersihkan dapur, apalagi setelah masak.

    Namun, noda minyak cenderung lebih sulit untuk dibersihkan menggunakan air. Hal ini lantaran molekul minyak dan air tidak bisa bersatu. Kamu memerlukan bahan lain untuk membersihkan noda minyak.


    Lantas, bagaimana cara membersihkan noda minyak di dapur? Yuk, simak caranya berikut ini seperti yang dikutip dari Howstuffworks.

    Cara Bersihkan Noda Minyak di Dapur

    Inilah tips membersihkan noda minyak menggunakan bahan-bahan alami.

    1. Cuka

    Untuk noda minyak yang membandel dan menempel, terutama yang menempel di kompor dan bagian dalam oven, kamu bisa menyemprotkan cuka putih. Agar lebih aman saat membersihkannya, kamu bisa menggunakan botol semprotan.

    Tunggu hingga cuka meresap selama kurang lebih lima menit. Asam dalam cuka akan membantu melarutkan dan melunakkan bagian yang keras (kebanyakan merupakan campuran makanan dan minyak), sehingga lebih mudah untuk digosok dengan spons lembut.

    2. Tepung

    Tepung adalah salah satu bahan yang teksturnya cukup padat. Tepung juga merupakan bahan yang mudah ditemukan. Bahkan tidak jarang bahan makanan satu ini selalu dibeli untuk persediaan karena serba guna, salah satunya untuk membersihkan noda minyak.

    Caranya mudah, kamu tinggal taburkan tepung pada noda minyak kemudian diamkan tepung selama beberapa menit untuk menyerap minyak. Setelah itu kamu dapat membersihkannya.

    Cara ini efektif untuk noda minyak basah. Selain itu, gunakan tepung terigu secukupnya agar dan jauhkan dari angin atau alat elektronik seperti kipas angin. Sebab, jika tepung terigu terkena angin, justru akan tambah membuat dapur kotor.

    3. Garam dan Alkohol

    Noda minyak mengenai celemek, karpet, atau kain di dapur? Jika noda minyak mengenai bahan tekstil, jangan langsung masukkan ke mesin cuci karena terkadang belum tentu noda minyak tersebut hilang.

    Kamu perlu mengoleskan garam dan alkohol di atas kain yang terkena noda minyak tersebut. Takarannya, campurkan satu sendok garam dan empat sendok alkohol.

    Masukkan area yang terkena noda ke dalam larutan tersebut. Tunggu hingga noda hilang dan larutan mengering.

    4. Air dan Soda Kue

    Bahan alami lainnya yang ampuh bersihkan noda minyak di dapur adalah soda kue atau baking soda yang dicampurkan ke air. Soda kue membantu molekul air dapat menangkap noda minyak yang menempel pada berbagai permukaan.

    Soda kue bersifat basa, sehingga dapat melarutkan minyak dan lemak dengan baik. Bahan ini mampu menghilangkan lemak tanpa merusak permukaan yang dibersihkan.

    Campurkan 3 sendok makan baking soda dengan 1 gelas air. Celupkan spons ke dalam larutan tersebut dan usap noda minyak yang mengenai permukaan di dapur seperti meja dapur, kompor, dan bahkan panci dan wajan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Kaget! Ini 5 Alasan Harga Rumah Bisa Anjlok


    Jakarta

    Harga rumah tidak selamanya mengalami kenaikan. Rumah juga bisa mengalami penurunan harga karena beberapa hal. Apa saja ya?

    Salah satunya adalah lokasi rumah. Rumah yang berlokasi di daerah rawan banjir bisa saja membuat nilai properti turun.

    Selain itu, masih ada beberapa hal lain yang bisa menyebabkan harga rumah turun. Berikut ini informasinya.


    1. Bangunan Fisik Rumah Rusak

    Pada 2023 lalu, Country Director of Ray White Indonesia, Johann Boyke Nurtanio, sempat mengatakan kepada detikcom bahwa bangunan fisik yang rusak bisa membuat harga rumah turun. Membeli bangunan yang rusak akan membuat calon pembeli berpikir dua kali karena harus melakukan renovasi juga.

    “Harga rumah turun bisa lihat dari apakah masih layak pakai atau ada yang harus direnovasi, misalnya ruang dapur atau ruang makan gitu misalnya perlu renovasi secara major itu nilai jualnya jadi turun,” kata kepada detikcom.

    Nah, untuk menghindari harga rumah turun, pemilik rumah bisa melakukan renovasi terlebih dahulu untuk meningkatkan harga rumah.

    2. Lihat Siapa yang Menempati Rumah Sebelumnya

    Selanjutnya adalah melihat siapa yang pernah menempati rumah yang ingin dijual. Ternyata, pemilik rumah sebelumnya juga bisa memengaruhi harga jual rumah.

    “Kita bisa lihat apakah rumahnya itu pernah ditempati oleh siapa nih sebelumnya, misalnya orang yang konotatifnya negatif, kayak rumah bekas korupsi atau rumahnya itu pernah ada yang meninggal di situ. Itu bisa membuat harga jualnya (rumah) jadi jauh lebih rendah,” ungkapnya.

    3. Akses Rumah Sulit

    Selanjutnya adalah akses rumah. Rumah yang memiliki akses yang sulit, misalnya jauh dari pasar, jauh dari sekolah, maupun jauh dari rumah sakit, bisa membuat harga jual rumah turun.

    “Aksesnya itu apakah ke mana-mana susah atau enggak. Itu juga memberikan faktor apakah nilainya bisa tinggi atau enggak. Kalau kita susah aksesnya ke public transportation atau apapun itu, ya itu bisa nilai jualnya rendah,” ujarnya.

    4. Lokasi Red Flag

    Lokasi adalah faktor paling penting untuk sebuah properti khususnya rumah. Nah, harga rumah bisa turun bila lokasinya terletak di tempat-tempat yang buruk alias red flag. Sebagai contoh, beberapa tempat yang kurang baik untuk rumah antara lain: dekat dengan kuburan, dekat dengan tiang sutet, dekat dengan rel kereta, dekat pembuangan sampah dan lokasi lain yang punya risiko tinggi.

    5. Daerah Banjir

    Rumah di daerah banjir juga tak menjadi pilihan utama saat orang mencari rumah. Rumah di daerah yang rawan banjir harus membuat pemilik rumah meninggikan huniannya apabila tidak ingin kebanjiran. Tentu hal itu akan membuat calon pembeli rumah berpikir dua kali sebelum membelinya.

    Itulah beberapa hal yang bisa menurunkan harga rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Ciri Rumah yang Sebaiknya Tidak Dibeli, Jangan Sampai Nyesal!


    Jakarta

    Sebelum membeli rumah sebaiknya kamu memerhatikan beberapa hal dulu, seperti lokasinya, bangunannya, dan lainnya. Hal itu karena membeli rumah merupakan sebuah hal yang besar karena merupakan aset dengan nilai tinggi.

    Maka dari itu, kamu harus hati-hati sebelum membelinya agar tidak menyesal kemudian hari. Jangan sampai sudah susah-susah beli rumah malah merugikan.

    Lalu, seperti apa ciri-ciri rumah yang sebaiknya tidak dibeli? Yuk, simak penjelasan berikut ini.


    Ciri-ciri Rumah yang Tidak Cocok Dibeli

    1. Rumah Butuh Banyak Renovasi

    Pengamat Properti sekaligus Direktur PT. Global Asset Management, Steve Sudijanto mengatakan hal pertama yang harus diperhatikan saat membeli rumah adalah kondisi fisik rumah yang akan dibeli. Spesifikasi bangunan harus layak dan dapat memenuhi kebutuhan calon pembeli.

    “Pertama yang perlu dianalisa itu faktor kondisi fisik dari kavling rumah tersebut, nanti dibangunnya akan seperti apa, dan spesifikasi seperti apa. Kalau beli rumah bekas, dari fisik yang dilihat struktur bangunan, apakah masih bagus nggak,” ujar Steve kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Calon pembeli harus menilai kondisi fisik rumah mulai dari plafon genteng, septic tank, struktur bangunan, adanya rayap, sirkulasi udara, hingga pencahayaan alami. Kamu bisa mengajak mandor, arsitek, atau ahli lainnya untuk membantu menilai rumah.

    Selain itu, kamu juga perlu menentukan estetika rumah sudah sesuai seleramu. Kondisi rumah tidak harus sempurna, tetapi kamu harus menganggarkan biaya perbaikan kalau jadi beli. Steve menyarankan agar tidak membeli rumah yang biaya renovasinya akan lebih dari 30% harga beli rumah.

    2. Aksesibilitas dan Sarana Transportasi Sulit

    Selanjutnya, calon pembeli perlu survei lingkungan untuk melihat aksesibilitas dan ketersediaan transportasi umum di sekitar perumahan. Misalnya akses masuk dari titik jalan tol, stasiun KRL, hingga stasiun bus. Ia tidak menyarankan membeli rumah yang tidak strategis, yakni lokasinya jauh dari tempat umum.

    3. Lokasi Rawan Banjir

    Lalu, Steve tidak merekomendasikan rumah yang lokasinya rawan banjir. Sebab, banjir merupakan masalah yang bisa membebani biaya perawatan rumah.

    “Banjir itu memang momok, kalau kita beli rumah yang kebanjiran setiap tahun atau tiga tahun sekali atau apapun frekuensinya itu juga akan membebani kita dari segi biaya harus membersihkan, mengecat ulang, dan memperbaiki,” jelasnya.

    4. Kawasan Rawan Kriminalitas dan Kerusuhan

    Calon pembeli harus riset keamanan dan ketertiban masyarakat di kawasan itu. Jangan beli rumah yang sering ada perampokan, pencurian, hingga begal. Selain itu, sebaiknya menghindari daerah yang kerap terjadi demonstrasi karena mengganggu perjalanan.

    “Karena kalau bikin macet kita mau ke domisili rumah kita kan juga menghambat, biasanya di daerah-daerah industri kadang-kadang ada terjadi demo nggak bisa dihindari atau di daerah-daerah yang harus melewati kantor pemerintahan itu biasanya juga bisa terjadi hal itu,” jelasnya.

    5. Utilitas Belum Lengkap

    Jangan beli rumah yang utilitasnya belum lengkap, seperti belum ada aliran air bersih dan pasokan listrik. Lalu, hindari rumah yang pengelolaan lingkungannya belum memadai, seperti pengelolaan limbah sampah hingga irigasi pembuangan air.

    6. Kepemilikan Rumah Tidak Jelas

    Faktor yang tidak kalah penting adalah kejelasan kepemilikan rumah yang dibuktikan melalui surat-surat penting. Jangan beli rumah dari developer atau penjual yang tidak menyerahkan akta jual beli (AJB), persetujuan bangunan gedung (PBG), dan dokumen penting lainnya.

    Kamu juga perlu mengecek keaslian dokumen dan kebenaran akan kepemilikan properti. Jangan sampai hak guna bangunan (HGB) belum dipecah atau properti ternyata masih sengketa.

    “Kalau udah sengketa itu penyelesaian hukumnya panjang. Kalau tanah itu diklaim oleh penduduk atau pihak lain, kalau menurut saya kalau sudah sengketa itu tanah yang cacat,” tuturnya.

    7. Lokasi Tidak Sehat

    Jangan membeli rumah yang lingkungannya tidak sehat untuk ditinggali. Misalkan rumah berada terlalu dekat melewati garis aman dengan saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET). Steve mengatakan SUTET menimbulkan induksi yang bisa berdampak buruk terhadap orang sekitar.

    8. Sulit Dijual Kembali

    Rumah tak sekadar tempat tinggal, tetapi juga aset investasi. Oleh karena itu, kamu harus mempertimbangkan nilai jual kembali rumah. Jangan beli rumah yang nilainya tidak bertambah dengan signifikan serta susah dijual kembali.

    Misalkan membeli rumah yang berada dekat kuburan. Pasar properti biasanya kurang berminat dengan rumah dekat makam, sehingga harga jual kembalinya kurang menguntungkan.

    Itulah ciri-ciri rumah yang sebaiknya tidak dibeli. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com