Category Archives: Tips Properti

Awas Keramik di Rumah Bisa Meledak! Ini Penyebab dan Cara Cegahnya



Jakarta

Pemasangan lantai kemarmik tidak bisa dilakukan asal-asalan. Jika salah memasang keramik bukan hanya mengganggu estetika dan fungsi, tapi juga bisa meledak.

Beberapa kasus ledakan keramik pernah terjadi dan sempat viral. Lalu apa penyebab lantai bisa terangkat bahkan meledak?

Keramik yang terangkat bahkan meledak ini disebut popping. Ada beberapa penyebab hal tersebut bisa terjadi.


Dilansir dari Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) @kemenpupr, berikut ini penyebab meledaknya keramik di lantai.

1. Adanya Udara yang Masuk

Salah satu penyebab lantai keramik terangkat atau meledak adalah adanya udara yang masuk ke bagian bawah keramik. Udara yang panas bisa membuat nat keramik memuai, sehingga nat keramik mengalami keretakan yang menimbulkan celah atau rongga yang menjadi jalur masuknya udara ke bawah keramik.

2. Banjir

Banjir bisa membuat nat keramik terkikis, sehingga menimbulkan celah untuk udara masuk.

Cara Mencegah Lantai Keramik Terangkat hingga Meledak

Lantas, bagaimana caranya untuk mencegah keramik lantai terangkat bahkan meledak? Berikut ini caranya.

1. Pasang Keramik dengan Baik dan Benar

Ya, memasang keramik dengan baik dan benar menggunakan adukan mortar yang tepat bisa meminimalisir lantai terangkat. Selain itu, gunakan perekat khusus keramik yang sifatnya lebih kuat dibandingkan semen biasa.

2. Cek Nat Keramik Secara Berkala

Mengecek nat keramik secara berkala perlu dilakukan. Lalu, jika ditemukan celah atau rongga segera tutup nat keramik dengan baik dan benar.

3. Perkirakan Potensi Banjir

Jangan lupa untuk memperkirakan potensi banjir pada hunian. Jika hunian rawan banjir, segera tinggikan lantai rumah.

Lantai keramik memang bisa terangkat atau bahkan meledak. Jika sudah terangkat bahkan meledak, segera perbaiki lantai tersebut karena berbahaya.

Itulah penyebab sekaligus tips untuk mencegah keramik lantai terangkat hingga meledak. Semoga bermanfaat!

(das/das)



Sumber : www.detik.com

3 Tips Bikin Halaman yang Bisa Cegah Banjir Masuk Rumah


Jakarta

Rumah dengan dataran rendah rawan mengalami banjir ketika hujan deras. Air hujan bisa menggenang dan masuk rumah, sehingga membanjiri seisi ruangan.

Jika rumah kamu rawan banjir, sebaiknya lakukan pencegahan untuk mengurangi dampaknya. Kamu bisa membuat penghalang di halaman rumah agar air tidak masuk.

Lantas, apa saja yang bisa dilakukan untuk mencegah banjir masuk rumah? Simak cara memperbaiki halaman agar air tidak masuk rumah saat hujan deras.


Tips Cegah Banjir Masuk Rumah

Inilah cara menangkal banjir masuk rumah seperti yang dikutip dari Home Hard Ware.

1. Bangun Tembok Penahan

Kamu bisa menghalau air masuk ke rumah dengan membangun dinding penahan di halaman rumah yang memiliki lanskap tanah rendah dan datar. Dinding penahan ini bisa dibuat dari pasir atau kerikil yang cepat kering. Penggunaan kedua jauh lebih baik dibandingkan tanah liat.

Lalu, tambahkan juga aliran air yang mengarah ke selokan. Dengan begitu, kamu dapat menghindari genangan air di depan tembok tersebut.

2. Gunakan Paving Block di Halaman

Kemudian, gunakan paving block di halaman rumah supaya air bisa meresap atau mengalir di sela-selanya. Ada beberapa macam paving block yang bisa kamu pilih sesuai preferensi. Berikut ini jenis-jenis paving blocknya.

  • Pavers beton: Pemasangan beton bercelah yang bisa dimasukkan kerikil atau pasir yang memungkinkan drainase yang cepat.
  • Beton & aspal berpori: Jenis jalan yang memiliki kisi-kisi udara yang memungkinkan penyerapan air.
  • Plastic Grid: Sebuah plastik yang memiliki bolongan di setiap kotaknya. Plastic Grid kerap digunakan untuk media penanaman rumput di halaman, bisa pula dimasukkan batu kerikil hingga pasir. Garis kotak dari plastic grid itu cukup kuat untuk diinjak sehingga cocok digunakan di taman.

3. Tambahkan Tanaman

Selain memperbaiki bagian depan halaman, perlu ada tanaman atau pohon untuk menyerap air dan mencegah struktur tanah semakin turun.

Namun, pastikan memilih tempat yang aman untuk menanam pohon. Jangan sampai pohon tumbang dan membahayakan rumah saat terjadi angin puting beliung.

Jarak minimal penanaman pohon besar yang tingginya di bawah 8 meter harus berjarak minimal 3 meter dari bangunan. Untuk pohon 8-15 meter minimal penanaman 4-6 meter. Sementara untuk pohon lebih dari 15 meter jarak minimalnya 10-15 meter.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

5 Area Rumah yang Wajib Dilindungi Cat Antibocor


Jakarta

Dinding rumah perlu dilapisi dengan cat waterproof. Cat satu ini jenisnya berbeda dengan cat dinding biasa karena dapat tahan air, melindungi dari kebocoran, mencegah menggelembung, warna pudar, dan terkelupas saat terkena air.

Cat yang juga bisa disebut dengan cat antibocor ini biasanya harganya lebih mahal dari cat biasa. Namun, tidak perlu khawatir soal modal yang perlu disiapkan karena tidak semua bagian rumah harus memakai cat waterproof.

Dilansir Angi, berikut beberapa ruangan yang paling disarankan untuk dilapisi dengan cat waterproof.


1. Dinding Eksterior

Dinding eksterior adalah dinding yang berada di luar rumah seperti fasad. Dinding eksterior harus memakai jenis cat yang berbeda dengan interior. Sebab, dinding luar akan mengalami perubahan suhu seperti dari panas ke dingin atau dari kering ke lembap. Kondisi ini bisa memicu tumbuhnya jamur, pudarnya warna cat, dan perubahan tekstur cat tersebut. Oleh karena itu, cat waterproof sangat dibutuhkan untuk dinding bagian luar rumah.

2. Kamar Mandi

Ruangan selanjutnya yang dindingnya harus mendapatkan perlindungan ekstra adalah kamar mandi. Meskipun dinding ini tidak terkena sinar matahari langsung atau pun dihantam air hujan, tetapi ruangan ini merupakan area basah. Kelembapan sering menjadi masalah di ruangan ini dan dapat memicu cat dinding rusak. Untuk mencegah hal tersebut, disarankan untuk menggunakan cat waterproof.

3. Kolam Renang

Biasanya kolam renang permukaannya menggunakan keramik sehingga perawatannya mudah. Namun, ada bagian kolam renang yang lebih bagus dilapisi cat. Mengingat permukaan di sekitar kolam renang bisa cepat basah, cat yang digunakan harus waterproof agar tidak timbul gelembung dan bisa tahan lama.

4. Dapur

Selain kamar mandi, dapur juga tempat yang mudah lembap. Di sini terciptanya panas dari kompor dan dingin dari keran air. Dapur bisa bertambah lembap apabila ditemukan pipa-pipa yang digunakan ternyata ada yang bocor.

Hati-hati, kondisi ini mudah membuat warna cat dinding pudar dan muncul bintik-bintik hitam atau putih yang merupakan jamur. Untuk menghindari hal tersebut, disarankan untuk memakai cat waterproof.

5. Lantai Garasi

Garasi biasanya selalu dalam keadaan tertutup dengan minim ventilasi. Hal ini yang membuat garasi sering berbau karena muncul spot-spot jamur di area yang lembap. Kondisi seperti ini mudah membuat cat dinding berubah kusam. Bagi yang lantai garasinya hanya terbuat dari beton atau semen tanpa keramik, kamu bisa melapisinya dengan cat waterproof. Jenis cat dinding ini selain tahan terhadap air juga tidak mudah luntur terkena oli atau zat kimia lainnya.

Kekurangan Cat Dinding Waterproof

Selain kegunaannya yang bisa melindungi dinding rumah, cat waterproof juga memiliki kekurangan, berikut di antaranya.

1. Berpotensi Terjadi Kebocoran

Meskipun namanya cat antibocor, tetapi mungkin saja cat waterproof mengalami kebocoran. Jika kamu menemukan kondisi seperti ini, harus dilakukan pengecekan dahulu. Bisa jadi sumber masalahnya bukan dari cat tetapi mungkin ada masalah pada rumah seperti kebocoran, rembes, atau retakan yang belum ditutupi dengan baik.

2. Harganya Mahal

Seperti yang disebutkan sebelumnya cat waterproof biasanya lebih mahal dari jenis cat lainnya karena memiliki keunggulan tersendiri. Kisaran harga cat waterproof jika di 2025 dilihat dari beberapa situs online mulai dari Rp 60 ribuan hingga Rp 4 jutaan tergantung pada merek dan berat isinya.

3. Sulit Diaplikasikan ke Dinding

Pengecatan cat waterproof harus diaplikasikan berlapis-lapis. Selain itu, beberapa jenis cat waterproof berbau yang menyengat sehingga saat kamu melapisi cat dinding ke dinding rumah perlu menggunakan masker dan memastikan terdapat ventilasi di ruangan tersebut.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

7 Tips Bersihkan Rumah Setelah Banjir Surut


Jakarta

Hujan deras dapat menimbulkan banjir yang menggenang seisi rumah. Bangunan dan barang-barang di dalam rumah menjadi basah dan kotor.

Kotoran dari luar rumah pun terbawa air masuk ke dalam rumah. Jika mengalami banjir, kamu perlu segera membersihkan dan mengeringkan rumah setelah surut.

Namun, perlu diingat untuk menjaga higienitas selama membersihkan rumah. Gunakan sepatu bot, sarung tangan, dan kaca mata agar kamu tidak terkena air kotor.


Lalu, hati-hati juga dengan hewan yang biasa muncul setelah banjir, seperti ular, tikus, dan kecoak. Lantas, bagaimana cara membersihkan rumah setelah banjir? Simak tipsnya berikut ini.

Tips Bersihkan Rumah Setelah Banjir

Inilah beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk membersihkan rumah usai banjir seperti yang dikutip dari NSW Health.

1. Siram Air di Dalam Rumah

Bersihkan lumpur dan kotoran dengan menyiramkan air bersih. Kamu bisa menyiram air menggunakan selang dari posisi paling tinggi ke paling rendah di dalam rumah.

2. Keringkan Rumah

Selanjutnya, kamu perlu mengeringkan bagian rumah yang bekas tergenang air. Sebab, rumah yang masih basah atau lembap bisa ditumbuhi jamur.

Bukalah semua jendela dan pintu saat cuaca panas. Kamu juga bisa menyalakan kipas untuk mempercepat proses pengeringan. Periksa apa ada air dan lumpur yang terperangkap di rongga dinding atau lantai.

3. Bersihkan Permukaan Keras

Lantai, dinding, bangku, dan wastafel yang permukaannya keras harus dibersihkan secara menyeluruh dengan air sabun panas. Lalu, didisinfeksi permukaannya dengan cara mengelap atau menyemprot menggunakan larutan pemutih klorin atau produk yang diberi label sebagai disinfektan. Setelah didisinfeksi, biarkan permukaan kering.

4. Bersihkan Furnitur

Matras yang terendam banjir cukup sulit untuk dibersihkan dan mungkin perlu diganti. Namun, kasur yang terbuat dari karet busa dapat dicuci secara menyeluruh dengan menyiram air memakai selang dan larutan detergen. Lalu, peras kasur dan biarkan kering.

Jenis kasur atau furnitur lain, seperti kursi dapat dikeringkan di bawah sinar matahari lalu disemprot secara menyeluruh dengan larutan disinfektan. Sebaiknya konsultasikan dengan jasa perbaikan furnitur setempat jika tidak yakin dengan kondisinya.

5. Cuci Bahan Kain

Untuk seprai, selimut, dan pakaian yang terendam banjir harus dicuci dengan air panas kalau bahannya tahan panas. Selain itu, bahan kain juga bisa di-dry clean.

6. Disinfektan Benda

Jangan lupa juga mencuci dan disinfektan benda-benda keras lainnya yang terkena air banjir, misalkan mainan anak-anak.

7. Atasi Jamur dan Lumut

Jamur atau lumut dapat tumbuh jika seisi rumah tidak benar-benar kering. Jika menemukan jamur atau lumut, kamu bisa menghilangkannya dengan pemutih.

Namun, bahan tersebut dapat merusak beberapa barang rumah tangga. Jangan lupa gunakan masker saat bekerja dengan jamur yang membandel.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Cara Ampuh Usir Katak dari Teras Rumah, Coba 7 Trik Ini!



Jakarta

Katak sering kali ditemukan di teras atau halaman rumah. Biasanya hewan ini bisa ditemukan di dekat lampu teras. Alasannya karena lampu di teras menarik berbagai serangga yang menjadi makanan katak pohon.

Katak-katak ini, seperti katak pohon Pasifik, biasanya hidup di daerah basah, semak-semak, atau tempat yang jauh dari air, namun mereka tertarik ke lokasi yang banyak serangga.

Menurut Departemen Perikanan dan Satwa Liar Oregon, katak pohon dewasa aktif pada malam hari dan bisa ditemukan jauh dari perairan. Mereka biasanya mencari tempat teduh atau bersembunyi di balik batu atau kayu pada siang hari. Sayangnya, katak-katak ini sering meninggalkan kotoran, yang bisa mengganggu aktivitas penghuni rumah yang ingin menggunakan pintu depan.


Berikut adalah 7 tips dan trik bahan untuk mengusir katak dari rumah berdasarkan informasi dari jurnal Oregon State University:

1. Matikan Lampu Teras

Lampu teras yang menyala dapat menarik serangga yang menjadi sumber makanan bagi katak pohon. Solusi termudah adalah dengan mematikan lampu teras pada malam hari, atau menggantinya dengan lampu yang hanya menyala ketika ada gerakan.

2. Gunakan Lampu Gerak (Motion-Activated Lights)

Gantilah lampu teras dengan lampu gerak yang hanya menyala ketika ada orang atau hewan yang mendekat. Ini akan mengurangi daya tarik bagi serangga yang datang ke teras, yang pada gilirannya akan mengurangi kedatangan katak pohon.

3. Penghalang Fisik (Physical Barriers)

Pasang penghalang fisik seperti pagar kecil atau jaring di sekitar teras atau area yang sering dilewati katak. Penghalang ini akan membantu mencegah katak mendekat ke pintu depan rumah.

4. Gunakan Minyak Esensial

Bau dari minyak esensial seperti minyak citronella, peppermint, atau lavender bisa membantu mengusir katak. Cobalah menyemprotkan campuran minyak tersebut dengan air di sekitar area teras atau halaman untuk menciptakan aroma yang tidak disukai oleh katak.

5. Menjaga Kebersihan Area Teras

Katak sering datang karena keberadaan serangga yang mudah ditemukan di area teras yang kotor. Pastikan teras atau halaman rumah tetap bersih dan bebas dari serangga atau sampah yang bisa menarik katak.

6. Ampas Kopi

Kamu bisa menggunakan ampas kopi atau mendaur ulang ampas kopi bekas anda. Taburkan ampas kopi ini ke lahan yang sering didatangi katak.

7. Tanam Tanaman Pengusir Katak

Beberapa jenis tanaman, seperti lavender atau marigold, memiliki aroma yang tidak disukai oleh katak. Tanam tanaman ini di sekitar teras atau halaman rumah untuk membantu mengusir katak dengan cara alami.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

5 Tips Bikin Kabel di Rumah Nggak Kusut dan Berantakan



Jakarta

Tanpa disadari, banyaknya kabel di rumah membuat kita sering pusing dan bingung bagaimana cara merapikannya. Kabel yang berantakan tak hanya membuat isi rumah nampak tidak rapi, tetapi juga dapat menimbulkan bahaya bila terjadi korsleting.

Bila hal itu terjadi, bukan tak mungkin bahaya lain mengintai seperti tersetrum atau yang terparah adalah kebakaran. Tentu kita tak ingin hal itu terjadi.

Untuk itu, melansir dari Pcmag, Selasa (04/03/2025), berikut 5 tips mengatasi kabel berantakan di rumah:


Gunakan Pengait untuk Menahan Kabel

Cara pertama adalah menahan kabel di dinding menggunakan beberapa alat misalnya pengait dinding berbahan plastik berbentuk C yang dapat dipasang dengan menancapkan paku agar kabel itu tertahan dan menempel rata dengan dinding.

Selain itu, kita juga bisa menggunakan penutup kabel berbentuk pipa atau tabung juga memakai klip kabel yang ditempel tanpa memerlukan paku.

Ikat Pakai Kabel Zip (Ties)

Kabel-kabel yang terurai panjang seperti di rak televisi dapat digabung dan diikat agar tidak berantakan menggunakan kabel zip atau ties. Sebelum diikat, gulung atau lingkari kabel satu atau dua kali kemudian pastikan kabel tersebut tidak tertekuk.

Memakai Selotip

Cara sederhana yang bisa digunakan dalam situasi darurat adalah menggunakan selotip untuk menahan kabel. Selotip dapat ditempelkan pada kabel di belakang atau bawah meja maupun di dinding. Namun, selotip digunakan hanya untuk situasi darurat karena sifatnya tidak tahan lama tergantung pada jenis dan kelembapan permukaan.

Siapkan Terminal Stop Kontak

Cara lain untuk membuat kabel di rumah tertata rapi adalah menggunakan terminal stop kontak. Tentunya alat ini dilengkapi dengan sakelar pemutus sehingga ketika dalam keadaan bahaya, semua alat elektronik bisa dimatikan dengan satu alat ini.

Berikan Label pada Kabel

Kabel yang panjang dan jumlahnya banyak rentan tertukar, oleh karena itu Anda bisa memberikan nama pada kabel menggunakan label. Cukup dengan menulis nama kabel pada dua sisi kertas atau label lalu bungkus dengan plastik agar tahan lama.

Demikian tips yang dapat Anda lakukan untuk membuat kabel rumah Anda tetap rapi.

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Tips Ampuh Cegah Kerusakan Barang Elektronik Saat Banjir



Jakarta

Banjir bisa datang kapan saja, terutama saat musim hujan. Salah satu dampak yang paling sering dialami saat banjir adalah kerusakan barang-barang elektronik yang rentan terkena air. Jangan sampai alat elektronik jadi korban saat banjir!

Berikut ini ada beberapa tips dan trik yang bisa kamu lakukan untuk mengamankan barang-barang elektronik tetap aman saat terjadinya musim banjir.

1. Letakkan Barang Elektronik di Tempat yang Lebih Tinggi

Saat banjir mulai melanda, pastikan untuk segera mengangkat barang-barang elektronik ke tempat yang lebih tinggi, seperti di atas meja, rak, atau lemari. Pastikan dan jauhkan perangkat elektronik seperti TV, kulkas, mesin cuci, atau komputer dari lantai yang bisa tergenang air.


2. Gunakan Plastik atau Kantong Kedap Air

Barang-barang elektronik yang lebih kecil, seperti telepon genggam, laptop, atau kamera, sebaiknya dibungkus rapat dengan plastik kedap air atau kantong tahan air. Kalau mau lebih maksimal, kamu juga bisa menggunakan kantong vacuum sealer, untuk memberikan perlindungan lebih maksimal.

3. Cabut Semua Kabel dan Colokan Listrik

Jangan lupa untuk cabut semua kabel dan colokan listrik dari barang elektronik. Selain mencegah kerusakan, ini juga penting untuk menghindari bahaya korsleting atau kebakaran yang bisa terjadi jika air mengenai sumber listrik.

4. Rencanakan Evakuasi Barang Elektronik

Kalau banjir diprediksi semakin parah, pastikan kamu sudah menyiapkan rencana untuk mengevakuasi barang-barang elektronik ke tempat yang lebih tinggi dan aman, seperti lantai dua atau bahkan atap rumah. Lebih baik siap-siap sebelum air mulai naik!

Jangan tunggu sampai barang-barang elektronikmu rusak, guys! Siapkan langkah-langkah di atas sekarang juga agar alat-alat elektronik tetap aman dan nggak ikut terendam banjir. Yuk, mulai antisipasi dari sekarang.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Rumah Kebanjiran? Ini Cara Mengeringkan Dinding Agar Bebas Jamur



Jakarta

Rumah kebanjiran memang jadi ‘PR’ bagi penghuninya karena harus segera dibersihkan setelah surut. Sebab, seisi rumah baru saja terendam air kotor, lalu dindingnya pun menjadi basah dan lembap.

Kamu juga perlu cepat mengeringkan dinding yang basah untuk mencegah pertumbuhan jamur dan kerusakan struktural pada rumah. Semakin cepat kamu mengeringkan rumah, semakin rendah kemungkinan kerusakan akibat kelembapan.

Sebelum membersihkan atau mengeringkan rumah setelah banjir, pastikan untuk memperhatikan aspek keselamatan. Jika ketinggian air mencapai stopkontak atau peralatan elektronik, pastikan listrik mati untuk menghindari sengatan listrik.


Kamu bisa menguji peralatan listrik dengan jasa teknisi listrik. Jangan lakukan perbaikan listrik sendiri.

Lalu, gunakan alat pelindung seperti sarung tangan, masker, dan sepatu bot untuk melindungi diri dari kontaminan air banjir.

Lantas, bagaimana cara mengeringkan dinding yang basah setelah banjir? Simak tipsnya berikut ini.

Tips Keringkan Dinding Basah Usai Banjir

Inilah cara mengeringkan dinding basah akibat banjir, dikutip dari Rainbow Restoration.

1. Hilangkan Air dan Lembap

Gunakan pompa bah, penyedot debu basah/kering, atau pel untuk menghilangkan genangan air sebanyak mungkin di dalam rumah.

2. Sirkulasi Udara

Bukalah jendela dan pintu sebagai ventilasi dan meningkatkan sirkulasi udara. Cara ini akan membantu menghilangkan kelembapan dari bangunan.

3. Pakai Alat

Kamu bisa memanfaatkan alat-alat buat mengeringkan dinding, seperti dehumidifiers, kipas, dan blower karpet untuk mengeringkan dan mengurangi kelembapan di dalam rumah.

Arahkan kipas ke dinding untuk mempercepat proses pengeringan. Lalu, tempatkan dehumidifier di ruangan sempat terkena banjir. Untuk area yang lebih luas, gunakan penggerak udara komersial untuk meniupkan udara pada dinding dan lantai.

4. Cek Pertumbuhan Jamur

Setelah dinding kering, periksa kalau ada tanda-tanda pertumbuhan jamur. Gunakan produk pembersih jamur bila perlu.

Namun, sebaiknya menggunakan jasa profesional untuk hal ini. Jamur dapat menyebabkan dan memperburuk masalah kesehatan seperti asma dan alergi.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Jangan Asal, Ini Posisi Dapur yang Paling Dianjurkan dalam Islam



Jakarta

Setiap rumah pasti memiliki dapur di dalamnya. Ruangan ini mempermudah penghuninya untuk memasak dan menyimpan persediaan makanan.

Saat mendesain dapur, hal pertama yang harus ditentukan adalah menentukan letaknya. Dapur tidak bisa diletakkan di sembarangan tempat karena area ini mudah sekali lembap, menimbulkan bau, sering berserakan sampah, dan lantainya licin dari percikan air.

Bahaya jika dapur berada dekat dengan kamar tidur atau ruang bermain anak. Saat kamu lengah, khawatirnya anak pergi ke dapur tanpa pengawasan.


Umumnya dapur berada di belakang rumah, jauh dari pintu masuk. Ukuran rumah besar atau kecil, pasti berada di belakang. Namun, ada juga yang berada di tengah dan samping rumah. Lantas, posisi dapur mana yang lebih baik?

Jika menilik ajaran Islam, dilansir dari islamicity.org, posisi dapur yang dianjurkan adalah berada di belakang rumah. Dapur yang berada di belakang lebih tertutup dan tidak terlihat oleh orang di luar atau tamu. Seperti yang kita tahu, dapur merupakan ruang di mana perempuan paling banyak menghabiskan waktu. Dengan penempatan dapur di bagian belakang rumah dapat menjaga pandangan dari luar ke dalam rumah.

Kemudian, dalam Islam juga dianjurkan dibuat sekat atau penutup antara dapur dengan ruangan lain. Tujuannya untuk mempermudah penghuni rumah leluasa melakukan kegiatannya tanpa harus merasa terganggu karena kehadiran tamu.

Paling penting adalah dapur harus memiliki ventilasi. Bentuknya boleh jendela atau hanya lubang bukaan. Fungsinya untuk sirkulasi udara dan penerangan tambahan. Apabila kamu tinggal di apartemen biasanya sudah ada cerobong khusus di atas dapur untuk menghisap asap. Model penyedot asap ini juga banyak digunakan di dapur-dapur restoran.

Jika dapur berada di dekat kamar mandi, pastikan pintu kamar mandi selalu dalam keadaan tertutup. Dalam sebuah Hadits riwayat Ibnu Majah, dijelaskan Rasulullah SAW pernah buang hajat di tempat yang jauh dan tidak terlihat oleh orang lain. Sikap Rasulullah SAW melandasi letak kamar mandi harus tertutup dan tidak di dekat area yang banyak dilalui orang.

خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى سَفَرٍ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَأْتِىالْبَرَازَ حَتَّى يَتَغَيَّبَ فَلاَ يُرَى

Artinya: “Kami pernah keluar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika safar, beliau tidak menunaikan hajatnya di daerah terbuka, namun beliau pergi ke tempat yang jauh sampai tidak nampak dan tidak terlihat.” (HR Ibnu Majah).

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Anjuran Posisi WC di Rumah dalam Islam, Benarkah Tak Boleh Hadap Kiblat?



Jakarta

Ajaran Islam mengatur cara hidup umatnya, termasuk soal buang hajat. Posisi WC di rumah pun ada anjurannya menurut ajaran Islam.

Disebutkan bahwa sebaiknya WC tidak menghadap atau membelakangi arah kiblat. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Apabila engkau ke WC, janganlah menghadap kiblat atau membelakanginya ketika kencing atau buang air besar.” (HR. Muslim).


Jika seseorang tidak punya pilihan selain menggunakan WC yang menghadap atau memunggungi kiblat, sebaiknya posisi badan agak sedikit menyamping. Dengan begitu, posisi tubuh saat buang air tidak benar-benar menghadap atau membelakangi kiblat.

Sementara itu, mayoritas ulama menilai kasus-kasus tersebut berlaku di area yang tidak memiliki dinding atau sekat tetap, dilansir dari islamcity.org. Selama ada tembok, WC yang menghadap atau membelakangi kiblat diperbolehkan ketika buang air besar maupun kecil.

Dikutip dari jatim.nu.or.id, tidak masalah memiliki kamar mandi yang WC-nya menghadap atau membelakangi kiblat. Pasalnya, kamar mandi dikelilingi tembok dan bangunan, sehingga WC boleh menghadap atau membelakangi kiblat.

Imam An-Nawawi pentarjih utama dalam Mazhab Syafi’i menguraikan panjang lebar khilafiyah dalam permasalahan ini. Disampaikan:

ﻣﺬﻫﺐ اﻟﺸﺎﻓﻊ ﺃﻥ ﺫﻟﻚ ﺣﺮاﻡ ﻓﻲ اﻟﺼﺤﺮاء ﺟﺎﺋﺰ ﻓﻲ اﻟﺒﻨﻴﺎﻥ ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﺳﺒﻖ ﻭﻫﺬا ﻗﻮﻝ اﻟﻌﺒﺎﺱ اﺑﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﻤﻄﻠﺐ ﻭﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻋﻤﺮ ﻭاﻟﺸﻌﺒﻲ ﻭﻣﺎﻟﻚ ﻭﺇﺳﺤﺎﻕ ﻭﺭﻭاﻳﺔ ﻋﻦ ﺃﺣﻤﺪ

Artinya: Mazhab Syafi’i mengatakan bahwa kencing menghadap kiblat adalah haram saat di tanah lapang dan boleh di dalam bangunan (kamar mandi, toilet). Ini adalah pendapat Abbas bin Abdul Muthalib, Ibnu Umar, Syu’bi, Malik, Ishaq dan satu riwayat Ahmad (Al-Majmu’ 2/81-82)

Selain itu, tempat WC disarankan agar berukuran cukup luas, sehingga penggunanya tidak bersentuhan dengan kotoran. Lalu, tersedia air yang cukup dan air mengalir untuk membersihkan tubuh serta WC.

Walaupun posisi WC yang menghadap atau membelakangi kiblat bukanlah dosa, ada baiknya memasang WC mengarah ke sisi lain saja.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com