Category: Tips Properti

  • Benarkah Bilang ‘Pahit Pahit’ Bisa Usir Lebah dari Rumah? Ini Faktanya


    Jakarta

    Lebah adalah binatang yang menjengkelkan. Nah, ada banyak cara yang dilakukan untuk mengusir lebah, salah satu yang populer adalah dengan bilang ‘pahit! pahit! pahit!’.

    Konon, saat kita bilang ‘pahit-pahit’, atau pahit-pahit lebah akan menjauh dan pergi. Ternyata, hal itu adalah mitos belaka.

    Sebab, konon katanya lebah tidak memiliki indera pendengaran. Dilansir dari World Birds, Jumat (29/12/2023), lebah tidak memiliki telinga. Alih-alih mendengar suara, lebah merasakan getaran di udara melalui organ spesial pada antena dan kakinya untuk berkomunikasi antar-lebah.


    Sementara itu, dilansir dari detikEdu, lebah memiliki indera penciuman yang tajam sebab setiap lebah memiliki 170 reseptor bau. Hal ini berguna untuk berkomunikasi di dalam sarang dan mengenali berbagai jenis bunga saat mencari makanan.

    Lantas, bagaimana cara mengusir lebah jika ada di rumah? Dilansir dari House Digest, berikut ini caranya.

    1. Serai

    Serai selain bisa untuk mengusir nyamuk ternyata juga bisa digunakan untuk mengusir lebah. Wangi serai dinilai menjijikkan dan mengganggu lebah.

    Kamu bisa menggunakan lilin beraroma serai atau meneteskan minyak esensial ke dalam air dan menyemprotkan ke area yang terdapat lebah. Kamu juga bisa menggunakan tanaman dengan beraroma kuat lainnya, misalnya mint, kayu manis, almond pahit, atau timun.

    2. Semprotan Cuka

    Cuka juga bisa digunakan untuk mengusir lebah, namun jangan gunakan dalam dosis besar karena bisa membahayakan lebah. Untuk mengusirnya, kamu bisa campurkan cuka putih dan air dengan perbandingan yang sama, lalu letakkan wadah berisi campuran tersebut di area yang terdapat lebah.

    Selain itu, kamu bisa menuangkan campuran tersebut ke dalam botol semprot dan menyemprotnya ke sarang atau area yang sering mereka kunjungi.

    3. Bawang Putih

    Bawang putih juga bisa digunakan untuk mengusir lebah. Baunya yang menyengat mengganggu lebah dan membuatnya pindah ke tempat lain.

    Untuk membasmi lebah dengan bawang putih, siapkan 2 siung bawang putih dan sebuah mangkok berisi 1/2 cangkir air mendidih. Kupas bawang putih dan potong halus lalu masukkan ke dalam air panas dan rendam semalaman.

    Keesokan harinya, saring bawang putih dan isi botol semprot dengan cairan tersebut. Semprotkan cairan tersebut ke tanaman yang menjadi sumber makanan lebah atau ke sarang lebah jika benar-benar diperlukan. Sebab, menurut Entomological Society of America, penelitian menunjukkan ekstrak bawang putih beracun bagi larva lebah dan menyebabkan gejala seperti Lesu dan berat badan rendah pada lebah pekerja dewasa.

    4. Asap

    Asap juga bisa kamu gunakan untuk mengusir lebah dari sarangnya. Gunakan asap pengusir nyamuk yang aman untuk memberikan sinyal halus kepada mereka agar meninggalkan sarangnya. Saat mencium aroma asap, lebah akan mengira itu berasal dari kebakaran hutan sehingga memutuskan pindah ke lokasi yang lebih aman.

    5. Panggil Layanan Pengendali Lebah

    Apabila keberadaan lebah sudah tidak terkontrol di rumah atau bahkan ada sarang lebah di rumah, kamu bisa panggil pemadam kebakaran (damkar) atau layanan khusus pengendalian lebah. Damkar bisa membantumu membuang sarang lebah dengan aman dan memberikan solusi jangka panjang. Sarang lebah bisa dibuang tanpa harus membunuh lebah di dalamnya.

    Damkar telah terlatih menggunakan teknik dan produk yang disetujui untuk membebaskan rumah dari gangguan lebah. Hubungi 112 untuk meminta bantuan dari Damkar.

    Itulah beberapa cara untuk mengusir lebah dari rumah. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Tips Merapikan Kamar Tidur Biar Lebih Nyaman



    Jakarta

    Dalam keseharian, kamar tidur menjadi tempat untuk melepaskan lelah dan mencari ketenangan. Sayangnya, seringkali kamar tidur berantakan yang justru membuat sulit untuk benar-benar bersantai di dalamnya.

    Untungnya, para ahli organisasi, Joanna Brumberger dari An Edited Space dan Jennifer Truesdale dari STR8N UP Professional Organizing Services, memberikan panduan untuk membersihkan dan merapikan kamar tidur agar menjadi tempat perlindungan yang nyaman.

    Melansir Real Simple, Jumat (29/12/2023), berikut tips merapikan kamar tidur agar menjadi lebih nyaman sebagai tempat beristirahat.


    1. Hindari Barang yang Tidak Pantas

    Seringkali, kamar tidur menjadi tujuan akhir bagi barang-barang yang tidak memiliki tempat khusus. Brumberger menyarankan untuk membuat aturan tegas tentang apa yang seharusnya ada di kamar tidur. Mengetahui apa yang harus dan tidak boleh ada di sana akan mempermudah proses penyusunan barang.

    2. Bersihkan Lemari dengan Tuntas

    Pakaian sering menjadi penyumbang terbesar kekacauan di kamar tidur. Truesdale menyarankan untuk bersih-bersih lemari secara tuntas dengan membuang barang-barang yang tidak sesuai dengan gaya hidup saat ini atau yang tidak lagi digunakan.

    3. Bersihkan Lantai

    Lantai seringkali menjadi tempat terakhir untuk menaruh segala sesuatu, baik itu pakaian bersih maupun kotor. Membersihkan lantai akan memberikan efek visual ruang yang lebih luas dan teratur.

    4. Rapikan Produk Perawatan Pribadi

    Produk perawatan diri, seperti skincare atau makeup, seringkali menyebar sembarangan di kamar tidur. Segera buang produk yang sudah kedaluwarsa atau yang tidak lagi kamu gunakan. Pertahankan produk yang tersisa agar permukaan meja rias tidak terlihat terlalu penuh.

    5. Pilih Tempat Penyimpanan dengan Hati-Hati

    Setelah menentukan barang apa yang akan disimpan, pilih tempat penyimpanan dengan bijaksana. Jangan tergiur diskon atau beragam pilihan warna dan model yang menarik. Gunakan tempat penyimpanan, seperti rak, lemari, atau laci, sesuai kebutuhan agar tidak justru hanya memenuhi kamar tidur saja.

    6. Pilih Tempat Penyimpanan yang Tertutup

    Tempat penyimpanan tertutup membantu mengurangi polusi visual dan menciptakan kamar tidur yang lebih santai. Brumberger menekankan pentingnya memiliki beberapa tempat penyimpanan yang berada di balik pintu yang tertutup.

    7. Rapikan Nakas

    Meja di samping tempat tidur atau nakas sering menjadi tempat penumpukan barang-barang kecil. Truesdale merekomendasikan untuk menaruh barang di atas nakas menjadi maksimal tiga item saja. Secara rutin, tinjau isi nakasmu. Jika tampak terlalu berantakan, simpan barang ke tempat lain.

    8. Pilih Furnitur yang Multifungsi

    Furnitur yang multifungsi bisa membantumu mengoptimalkan penggunaan ruang. Pilihlah furnitur, seperti bangku dengan rak penyimpanan, meja lampu tidur dengan laci, atau meja dengan tempat penyimpanan yang cukup untuk menjaga agar ruang tetap terorganisir.

    9. Gunakan Ruang Vertikal dengan Bijak

    Manfaatkan setiap inci ruang di kamar tidur dengan memilih furnitur yang tinggi. Dengan menggunakan furnitur yang tinggi hingga langit-langit, kamu bisa memaksimalkan ruang penyimpanan dan menciptakan tampilan yang lebih teratur.

    10. Buat Jadwal Pembersihan Teratur

    Terakhir, agar kamar tetap teratur, buatlah jadwal pembersihan rutin. Brumberger menyarankan untuk melakukan pembersihan, termasuk meninjau barang-barang di kamar tidur, secara rutin.

    Demikianlah tips merapikan kamar tidur agar menjadi lebih nyaman sebagai tempat beristirahat. Dengan mengikuti tips ini, kamu bisa menciptakan kamar tidur yang lebih rapi, teratur, dan menjadi tempat perlindungan yang sempurna untuk melepaskan lelah setiap harinya. Dengan pengorganisasian yang baik, kamar tidurmu bisa menjadi tempat yang benar-benar nyaman dan santai. Semoga informasinya bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Tips Gantung Celana Biar Tetap Rapi dan Nggak Kusut


    Jakarta

    Celana yang rapi dan bebas kusut adalah keinginan setiap orang. Menggantung celana adalah salah satu cara untuk menyimpannya agar tetap rapi dan tidak kusut.

    Namun, bagaimana cara menggantung celana dengan benar agar tetap terawat dan tidak kusut?

    Artikel ini akan membahas empat cara cerdas menggantung celana menggunakan berbagai jenis gantungan, memberikan panduan langkah demi langkah untuk menjaga celana kamu selalu tampak rapi.


    Celana Lebih Baik Dilipat atau Digantung?

    Pada dasarnya, melipat atau menggantung celana tergantung pada bahan dan fungsi celana tersebut. Celana santai, seperti jeans bisa dilipat dan disimpan di laci. Sementara itu, celana formal sebaiknya digantung agar tetap rapi.

    Menggantung celana bisa mengurangi kusut. Kamu juga bisa mencoba menggantung celana di kamar mandi untuk efek penghilang kusut lebih baik.

    Menggantung celana pun ada caranya tersendiri agar kondisinya tetap rapi. Menggantung celana secara terbalik cocok untuk gantungan klip dan juga bisa dipertimbangkan jika menggunakan gantungan dengan klip yang bisa disesuaikan.

    Cara Menggantung Celana agar Tetap Rapi dan Bebas Kusut

    Melansir The Spruce, Jumat (29/12/2023), berikut cara menggantung celana agar tetap rapi dan bebas kusut yang bisa kamu terapkan di rumah.

    1. Pakai Gantungan Biasa

    Kamu tidak perlu gantungan khusus untuk menjaga celana tetap rapi. Pilihlah gantungan segitiga yang bisa berupa beludru anti-selip, plastik, atau kayu. Gantungan beludru memberikan cengkraman alami, sedangkan gantungan plastik dan kayu mampu menahan sedikit lebih banyak berat. Hindari gantungan kawat tipis yang bisa melengkung di bawah berat celana.

    Adapun langkah-langkah menggantung celana adalah sebagai berikut.

    – Lipat celana menjadi dua bagian panjang.

    – Gantung celana di gantungan

    – Pastikan bagian atas dan bawah bertemu pada tinggi yang sama.

    2. Menggantung Celana Formal

    Bagaimana cara menggantung celana formal agar tetap rapi dengan lipatan yang ‘tajam’? Gunakan gantungan biasa, tapi dengan cara lipatan yang berbeda.

    Adapun langkah-langkah menggantung celana adalah sebagai berikut.

    – Lipat celana formal menjadi dua bagian panjang

    – Pertahankan lipatan yang rapi

    – Gantung setiap kaki celana secara terbalik

    – Pastikan agar celana menggantung dengan rapi

    3. Manfaatkan Gantungan Celana dengan Klip

    Gantungan celana dengan klip dirancang khusus untuk celana formal. Pelajari cara membuat lipatan vertikal dan menggantung celana dengan klip agar terhindar dari kusut.

    Adapun langkah-langkah menggantung celana adalah sebagai berikut.

    – Buat lipatan vertikal pada celana formal

    – Gunakan klip di gantungan untuk menggantung celana secara terbalik.

    4. Pakai Gantungan Klip Kayu

    Jika kamu mencari solusi yang lebih khusus, gantungan klip kayu bisa menjadi pilihan tepat. Gantungan kayu memiliki mekanisme penguncian yang mampu menahan celana agar bisa tergantung dengan rapi.

    Adapun langkah-langkah menggantung celana adalah sebagai berikut.

    – Gunakan gantungan klip kayu dengan mekanisme penguncian

    – Pastikan celana tergantung secara terbalik

    – Hindari melipatnya menjadi dua di bagian lutut.

    Demikianlah penjelasan mengenai cara menggantung celana agar tetap rapi dan bebas kusut yang bisa kamu terapkan di rumah. Dengan mengikuti panduan ini, kamu bisa menjaga celana selalu dalam kondisi terbaik, bebas kusut, dan siap untuk dipakai setiap saat. Semoga informasinya bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Penyebab Cacing Keluar dari Lantai Kamar Mandi, Bisa Dibasmi Pakai Ini



    Jakarta

    Cacing kerap muncul dari lantai kamar mandi atau saluran air. Hal ini tentu sangat mengganggu, terutama bagi kamu yang merasa geli dan jijik dengan keberadaan cacing tersebut.

    Ada beragam faktor yang bisa menyebabkan cacing keluar dari lantai kamar mandi. Melansir Bobo.id, Jumat (29/12/2023), berikut penyebab cacing keluar dari kamar mandi yang harus kamu ketahui.

    Sumber Air

    Sumber air yang kamu gunakan bisa menjadi faktor penyebab munculnya cacing dari kamar mandi. Kamar mandi yang menggunakan air tanah atau sumur lebih besar kemungkinan untuk menyebabkan cacing keluar dari lantai kamar mandi.


    Hal ini berbeda jika kamu menggunakan air leding atau PDAM. Air leding atau PDAM lebih kecil kemungkinan membawa cacing ke kamar mandi karena sudah diproses agar bisa menghambat pertumbuhan organisme.

    Kondisi Drainase

    Coba perhatikan kondisi drainase di rumahmu. Selain dari saluran air, cacing ternyata juga bisa masuk melalui saluran pembuangan yang mengalir di luar rumah. Melalui saluran pembuangan tersebut, cacing bisa masuk perlahan ke kamar mandi di rumahmu, lho!

    Kondisi Permukaan Kamar Mandi

    Cacing akan semakin mudah keluar dari lantai kamar mandi jika paparan permukaan tanah semakin banyak. Hal ini karena cacing bisa menyusup dari celah-celah ubin yang tidak sepenuhnya dilapisi dengan campuran semen padat. Nah, karena itu, pastikan kondisi permukaan kamar mandimu sudah benar-benar dilapisi semen yang padat sehingga bisa mengeblok jalan masuk cacing dari tanah, ya!

    Kamar Mandi Basah

    Cacing umumnya menyukai tempat yang lembap dan berair. Nah, karena itu, cacing lebih mungkin keluar dari lantai kamar mandi yang basah dibandingkan lantai kamar mandi yang kering.

    Lantai kamar mandi yang selalu basah atau tergenang air merupakan lokasi yang baik bagi cacing untuk hidup, bahkan berkembang biak.

    Lantas, bagaimana cara membasmi cacing agar tidak keluar lagi dari lantai kamar mandi?

    Cara Membasmi Cacing di Kamar Mandi dengan Garam

    Tak perlu repot-repot, kamu ternyata bisa membasmi cacing yang keluar dari lantai kamar mandi dengan garam, lho!

    Melansir Sajian Sedap, Jumat (29/12/2023), garam merupakan bahan alami yang efektif untuk mengendalikan cacing. Garam memiliki kemampuan untuk menyerap kandungan air pada tubuh cacing. Nah, karena itu, cacing sangat sensitif terhadap garam.

    Kemampuan garam dalam menyerap air ini akan mengeringkan dan membunuh cacing secara alami.

    Untuk membasmi cacing yang keluar dari lantai kamar mandi pun cukup mudah. Kamu cukup taburkan garam secara merata ke area cacing sering muncul, terutama di sekitar saluran pembuangan. Selanjutnya, diamkan selama beberapa waktu, lalu bilas dengan air bersih.

    Demikianlah penyebab cacing keluar dari kamar mandi dan cara membasminya hanya dengan menggunakan garam. Semoga informasinya bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Abaikan, Ini 6 Tanda Kasur Kamu Perlu Diganti


    Jakarta

    Kasur yang nyaman punya peran penting untuk membuat tidur kamu nyenyak. Tentunya, kasur yang biasa kamu pakai ini tidak selamanya bisa dipakai apalagi jika sudah menunjukkan rasa tidak nyaman saat dipakai.

    Dikutip dari techradar, Jumat (29/12/2023), banyak yang berpikir bahwa mengganti kasur bukanlah hal yang diperlukan karena menganggap kasur hanya dipakai untuk rebahan. Padahal jika sudah menandakan rasa tidak nyaman, ini dapat berdampak pada waktu istirahat kamu menjadi tidak optimal. Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut ini adalah 6 tanda kasur kamu sudah waktunya diganti.

    1. Masa Pakai Kasur 10 Tahun atau Lebih

    Baik kasur murah ataupun mahal, semuanya memiliki massa pakai. Ada beberapa model lateks premium yang bisa bertahan selama 20 tahun, tetapi diluar model itu banyak yang perlu diganti seperti model innerspring yang masa pakainya hanya 5-7 tahun. Sedangkan model hybrid dan busa memori bisa bertahan selama 10 tahun.


    2. Tubuh Selalu Terasa Sakit dan Nyeri

    Jika tubuh kamu sering terasa sakit dan nyeri ketika bangun tidur, kemungkinan penyebab utamanya adalah kasur kamu sudah tidak layak dipakai. Kasur yang sudah tua biasanya sudah tidak mampu menopang tulang belakang dan titik tekanan, sehingga membuat tubuhmu sakit. Rasa sakit ini bisa mengganggu aktivitas kamu dan membuat kamu terbangun di malam hari untuk mencari posisi yang nyaman ketika ingin kembali tidur.

    Jika kamu terbangun terus selama seminggu, kemungkinan ada masalah pada kasur kamu. Namun, jika tubuh kamu terasa sakit seharian dan dalam jangka panjang, kemungkinan kamu perlu memeriksa ke dokter karena kemungkinan masalah tersebut bukan lagi berasal dari kasur kamu.

    3. Kasur Menggumpal atau Kendur

    Seiring bertambahnya usia kasur, kualitasnya akan mudah rusak dan membuat kasur kamu menggumpal dan kendur. Tentunya ini bisa berdampak pada kualitas tidur kamu menjadi terganggu. Untuk jangka waktu tertentu kamu bisa saja mengurangi kendurnya, tetapi ini tidak bisa memperbaiki sehingga kamu perlu mengambil tindakan dengan membeli kasur baru.

    4. Kasur menguning

    Seiring bertambahnya usia kasur kamu, pasti akan menunjukkan tanda menguning karena kasur mulai oksidasi. Proses ini alami terjadi karena oksigen di udara dan membuat kasur menjadi kuning. Noda oksidasi ini tidak berbau, tetapi sulit dihilangkan ketika dibersihkan. Ada baiknya kamu perlu memastikan terlebih dahulu jika noda tersebut bukan timbul karena faktor lain, seperti keringat, bakteri, jamur, atau tungau debu. Jika dapat dibersihkan, mungkin kamu hanya perlu menambahkan pelindung kasur dibanding langsung mengganti kasur dengan yang baru.

    5. Pegas Kasur Berderit dan Terasa Menyembul

    Masalah ini sering terjadi pada kasur pegas di dalamnya yang ditutupi lapisan busa. Busa dapat rusak dengan lebih cepat dibanding jenis kasur lainnya, dan ini bisa membuat adanya tekanan pada pegas sehingga kemungkinan kamu bisa merasakan pegas menyembul atau bahkan mulai menampakkan bentuknya saat kamu berbaring.

    6. Membuat Alergi

    Jika kamu penderita alergi, dan terasa semakin parah saat berbaring di tempat tidur, kemungkinan penyebabnya ada pada kasur. Terutama tanda-tanda ini terjadi jika masa pakai kasur kamu sudah tua sehingga kemungkinan tumbuhnya sarang jamur dan bakteri jika tidak rutin dirawat. Oleh karena itu, sebaiknya kamu perlu membersihkan kasur secara menyeluruh terlebih dahulu dengan menghilangkan debu, tungau, kulit mati, dan alergen lainnya. Lapisi juga kasur kamu dengan pelindung anti alergi. Perhatikan juga jika penyebab alergi kamu kambuh karena bantal atau bukan. Jika dari usulan berikut tidak memberikan perubahan, kemungkinan kamu perlu mengganti kasur dengan yang baru.

    Itulah 6 tanda kasur kamu sudah waktunya perlu diganti. Semoga bermanfaat!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Bikin Kolam Ikan Koi? Segini Biaya yang Harus Disiapkan


    Jakarta

    Menambahkan kolam ikan sering dijadikan cara untuk menambahkan suasana dan mempercantik halaman rumah atau kantor. Kolam ikan koi adalah pilihan yang favorit bagi banyak orang.

    Di sisi lain, pembuatan kolam ikan tidak boleh sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yakni mulai dari perencanaan, persiapan, dan perhitungan biayanya.

    Bagi yang berencana membuat kolam ikan koi impian, simak penjelasan dan perhitungan biayanya di bawah ini.


    Estimasi Biaya Pembuatan Kolam Ikan Koi

    Pemilik Garden Center Landscape & Gardening, jasa konsultan dan kontraktor kolam ikan bernama Aldo, membeberkan bahwa estimasi biaya pembuatan kolam ikan koi akan tergantung pada ukuran dan tambahan ornamen yang diinginkan.

    “Estimasi biaya untuk membuat kolam ikan koi yaitu berkisar Rp 22 juta hingga Rp 25 juta dengan luas 2×2. Itu nanti bergantung dengan desainnya,” ungkap Aldo saat dimintai keterangan detikProperti, Jumat (1/9/2023) lalu.

    Estimasi biaya tadi bisa bertambah, jika pemesan menginginkan ukuran kolam yang lebih besar dan hiasannya

    “Biasanya kan ada tambah ornamen sama batu-batuan alam. Itu kan nanti dihitung sendiri. Tapi, kalau untuk basis kolamnya saja, ya 22 jutaan,” katanya.

    Dengan demikian, besaran biaya pembuatan kolam ikan koi bisa bervariasi. Oleh karena itu, jangan lupa untuk merincikan berapa luas area pekarangan rumah untuk membuat ukuran kolam ikan koi agar sesuai dengan kebutuhan.

    Jika tak ingin ribet dalam membuat kolam ikan, kamu juga bisa menggunakan jasa konsultan dan kontraktor yang dapat membantu kita membangun kolam ikan koi impian di rumah.

    (khq/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ubah HGB Jadi SHM Kok Luas Tanah Jadi Berubah, Solusinya Bagaimana?



    Jakarta

    Pertanyaan

    Saya membeli rumah dengan dengan sistem KPR, semua prosedur telah selesai dan cicilan telah berjalan kurang lebih 2 tahun. Kurang lebih bulan November lalu notaris dari developer memberitahukan bahwa sertifikat HGB atas nama saya sudah terbit, dan menawarkan untuk diubah menjadi SHM.

    Namun setelah saya crosscheck sertifikatnya terdapat perbedaan luas tanah, terdapat kelebihan luas tanah dari rumah yang saya beli sebagaimana rujukan AJB atau PPJB serta Surat Pengajuan Kredit ke Bank yang ditandatangani oleh saya dan developer. Untuk dokumen ini belum bisa saya terima karena sertifikat HGB belum dikirimkan berkasnya ke bank dari notaris developer.


    Terkait persoalan di atas, pihak developer telah mengklarifikasi atas persoalan di atas bahwa SuratPemberitahuan yang menerangkan bahwa terdapat perubahan luas tanah dari SPR sebelumnya dan saya diwajibkan membayar kelebihan tanah tersebut.

    Pertanyaannya adalah :

    1. Apakah hal tersebut merupakan wanprestasi dari developer yang tidak teliti atau kontrol semua berkas yang bersangkutan?
    2. Kelebihan luas tanah berupa tanah kosong / hook yang belum saya gunakan, apakah saya bisa berargumen dan didukung berkas bahwa hak dan kewajiban saya hanya tanah yang dibeli sesuai dengan SPR dan AJB/PPJB?
    3. Solusi yang terbaik jika developer tetap memaksa saya untuk membayar kelebihan tanah.

    Terima kasih,

    Solahudin, Pembaca detikProperti

    Jawaban

    Menanggapi permasalahan bapak Solahudin terkait Permasalahan tentang kelebihan tanah ini biasanya telah diatur atau dicantumkan dalam Surat Pesanan atau PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli) di awal transaksi jual beli tanah dan bangunan. Namun ternyata dalam pelaksanaannya, hal tersebut sering menimbulkan konflik antara pengembang dan konsumen. Konflik tersebut berpotensi terjadi bila pengembang tidak beritikad baik untuk melaksanakan dan memberikan perincian secara transparan
    kepada konsumen.

    Dalam setiap transaksi jual beli tanah dan bangunan dari pengembang, sebenarnya masalah kelebihan tanah ini wajar saja terjadi. Dengan maraknya sistem indent, pengembang dapat memasarkan perumahan kepada siapa saja walaupun kondisi sertifikat tanahnya masih berupa sertifikat induk (sertifikat Hak Guna Bangunan atas nama pengembang). Dengan sertifikat ini, rumah belum ada dan dalam rencana pembangunan atau masih berupa block plan.

    Terkait konflik dengan pengembang untuk masalah kelebihan tanah, harus memahami terlebih dahulu bahwa hal tersebut memang bisa terjadi dan tidak perlu merasa ditipu oleh pengembang. Asalkan, pihak pengembang melakukan pengukuran dan penetapan harga dengan obyektif dan bersikap
    koperatif kepada Anda.

    Mengacu Pasal 41 Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun 1997 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah (“Permeneg Agraria No. 3/1997”), kepala kantor pertanahan mempunyai tanggung jawab untuk memelihara peta dasar pendaftaran, peta pendaftaran, gambar ukur dan data-data ukur terkait. Apabila dalam pengukuran untuk pembuatan peta dasar pendaftaran, peta pendaftaran dan gambar ukur terdapatkesalahan teknis data ukuran, maka kepala kantor pertanahan dapat memperbaiki kesalahan tersebut. Lebih lanjut, apabila suatu bidang tanah yang diukur ulang telah diterbitkan sertifikat, maka selain dilakukan perubahan pada gambar ukur dan peta pendaftaran tanah, juga dilakukan perubahan pada surat ukurnya.

    Berdasarkan hal tersebut, apabila pengembang tidak koperatif dan tidak jujur, langkah awal yang dapat Anda lakukan adalah mengirimkan surat pengaduan yang disertai permohonan kepada Kantor Pertanahan setempat untuk mengadakan pengukuran kembali dengan disaksikan oleh semua pihak yang berkepentingan. Hasil pengukuran tersebut dapat dijadikan dasar untuk melakukan pendekatan persuasif kepada pihak pengembang untuk membuat kesepakatan bersama sebelum konsumen memilih menyelesaikannya melalui prosedur hukum yang berlaku, baik secara pidana maupun perdata.

    Demikian yang dapat kami jawab.

    Pengamat dan Pakar Hukum Properti

    Muhammad Rizal Siregar, S.H,. M.H

    Law Firm
    SIREGAR & CO

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Pakai Kain Atau Tisu? Ini Alat Terbaik buat Melap Meja Dapur


    Jakarta

    Saat ingin membersihkan dapur, khususnya menyeka meja, ada kebingungan yang sering terjadi apakah perlu menggunakan kain lap atau kertas tisu.

    Baik kain lap mau kertas tisu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dengan mengetahui kelebihan dan kekurangan dari kain lap dan kertas tisu, kamu bisa memilih mana yang lebih baik digunakan untuk menyeka meja dapurmu di rumah.

    Melansir Better Homes & Gardens, Jumat (29/12/2023), berikut penjelasan mendalam mengenai kelebihan dan kekurangan kain lap dan kertas tisu.


    Kelebihan dan Kekurangan Kertas Tisu

    Kertas tisu merupakan pilihan yang umum digunakan oleh banyak orang. Selain mudah didapatkan dan digunakan, penggunaan kertas tisu juga dianggap lebih ekonomis daripada kain lap.

    Melansir Better Homes & Gardens, Jumat (29/12/2023), berdasarkan data Sensus AS dan Survei Konsumen Nasional Simmons, sekitar 45,3 juta orang Amerika menggunakan delapan gulung atau lebih kertas tisu setiap bulannya.

    Ini menciptakan pengeluaran rata-rata sekitar US$ 11 atau Rp 170.000 per bulan atau US$ 132 atau sekitar Rp 2 juta per tahun hanya untuk kertas tisu, yang sebagian besar berakhir di tempat pembuangan sampah dan sulit untuk didaur ulang.

    Namun, ada dampak lingkungan yang perlu diperhitungkan. Kertas tisu berkontribusi pada deforestasi atau penebangan hutan dan sering kali dianggap sebagai limbah terkontaminasi yang sulit untuk didaur ulang.

    Kebersihan Kain Lap vs Kertas Tisu

    Menurut ahli kebersihan, Dr. Laundry atau Mary Gagliardi dari Clorox, kertas tisu dianggap sebagai opsi yang lebih higienis dibandingkan kain lap.

    Kain lap harus dicuci sering setelah penggunaan sehingga membutuhkan lebih banyak air. Selain itu, kain lap bisa menjadi tempat berkumpulnya bakteri. Kain lap juga harus dicuci dengan benar untuk memastikan kebebasan dari kuman sebelum digunakan kembali.

    Sebuah studi dari University of Arizona menemukan bahwa setiap kali permukaan meja diseka dengan kain atau handuk, bakteri akan menetap pada kain yang lembab. Kain lap sering menjadi tempat yang ideal bagi kuman untuk berkembang dengan 89% kain lap dapur mengandung bakteri koliform yang berasal dari kotoran hewan berdarah panas dan manusia.

    Selain itu, 25% kain lap mengandung bakteri E. coli yang bisa berbahaya. Penggunaan kain lap yang terus-menerus tidak hanya mengandung kuman berbahaya, tetapi juga bisa menyebarkan kuman tersebut ke seluruh dapur, tangan, dan barang-barang lain yang bersentuhan dengannya.

    Lantas, Pilih Kain Lap atau Kertas Tisu?

    Pilihan antara kain lap dan kertas tisu pada akhirnya tergantung pada nilai apa yang lebih kamu utamakan: dampak lingkungan dan biaya atau risiko bakteri, virus, dan jamur. Jika kamu memilih menggunakan kain lap, ada beberapa tips untuk membersihkan dan menggantinya dengan benar.

    Tips Penggunaan dan Perawatan Kain Lap

    Jika kamu memilih menggunakan kain lap, penting untuk membersihkan dan menggantinya secara teratur. Bilas dan peras kain lap sepenuhnya setiap kali digunakan dan gantung untuk mengeringkan dan mengurangi pertumbuhan bakteri.

    Untuk menjaga keamanan, disarankan untuk mengganti kain lap dan handuk setiap hari jika digunakan untuk menyeka atau membersihkan tangan. Penggunaan pemutih juga direkomendasikan untuk mensterilkan kain lap secara berkala.

    Dengan pemahaman yang lebih baik tentang kelebihan dan kekurangan masing-masing metode, kamu bisa membuat keputusan yang lebih baik dalam menjaga kebersihan dapurmu di rumah.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Pintu Rumah Dibuka ke Dalam Atau ke Luar, Pilih Mana?


    Jakarta

    Apakah kalian menyadari ke arah mana pintu rumah kamu saat dibuka? Kebanyakan pasti akan menjawab ke dalam. Tapi tahukah kalian alasan mengapa kebanyakan pintu didesain untuk dibuka ke arah dalam?

    Meski demikian, bukan berarti semua pintu harus didesain agar bisa dibuka ke dalam. Lantas bagaimana seharusnya pintu dibuka? Simak artikel ini untuk mengetahui beberapa faktornya, mulai dari keamanan, cuaca, keselamatan, hingga feng shui.

    Alasan Pintu Rumah Dibuka ke Dalam

    Ada sejumlah faktor yang membuat pintu rumah dibuka ke dalam. Berikut penjelasannya:


    1. Keamanan

    Dilansir dari situs Vivid Doors, pintu sebaiknya dibuka ke dalam rumah demi alasan keamanan, misalnya mencegah penyusup masuk ke dalam rumah.

    Pintu yang terbuka ke luar memiliki engsel di bagian luar. Ini memberi kesempatan penyusup untuk mencopot pintu dari tempatnya.

    Memang saat ini ada pelindung engsel agar tidak mudah dilepas. Namun tetap saja bukaan ke dalam lebih aman daripada ke luar. Pintu ke dalam juga lebih mudah dilengkapi dengan fitur keamanan tambahan, seperti kait atau rantai.

    2. Cuaca

    Faktor cuaca juga menjadi pertimbangan mengapa pintu lebih baik dibuka ke dalam. Jika pintu dalam keadaan terbuka ke luar, tiba-tiba datang angin kencang, maka pintu dapat terhantam keras dan menimbulkan kerusakan, terlebih jika pintu dilengkapi dengan kaca.

    Dalam cuaca hujan, pintu yang dibiarkan terbuka akan kehujanan. Kondisi ini membuat pintu kayu akan mudah rusak.

    3. Keselamatan

    Pintu rumah yang dibuka ke dalam dipilih dengan alasan faktor keselamatan. Misalnya dalam kasus kebakaran, petugas akan lebih mudah menerobos masuk melalui pintu yang terbuka ke dalam.

    4. Kepercayaan

    Sebagian kepercayaan menyebut pintu dibuka ke dalam memiliki banyak keberuntungan. Salah satunya adalah feng shui, seperti yang dilansir dari situs Favourite Homes.

    Dikatakan bahwa pintu terbuka ke dalam dapat menarik energi ‘chi’ positif ke dalam rumah. Pintu yang seret dan perabot yang menghalangi pintu akan mengganggu energi positif yang akan masuk ke rumah.

    Bolehkah Pintu Dibuka ke Luar?

    Ternyata tidak semua pintu harus dibuka ke dalam. Berikut ini beberapa contoh pintu yang dibuka ke luar:

    1. Pintu Darurat

    Pintu darurat harus bisa dibuka ke luar karena alasan keselamatan. Dalam situasi darurat, orang biasa memutuskan sesuatu dengan cepat. Termasuk ketika membuka pintu, mereka akan lebih mudah mendorongnya daripada menariknya.

    Selain itu, pintu darurat juga harus bisa terbuka penuh tanpa terhalang sehingga orang bisa lewat dengan lebih mudah. Termasuk di rumah, jika kamu memiliki pintu darurat, buatlah pintu tersebut terbuka ke luar.

    2. Pintu Bangunan Publik

    Berbeda dengan rumah pribadi, bangunan publik lebih sering menggunakan pintu yang terbuka ke luar. Alasannya juga sama dengan yang dijelaskan di atas.

    Bangunan publik biasanya diakses banyak orang. Orang yang ingin menyelamatkan diri dari dalam, maka akan lebih mudah mendorong pintu tersebut daripada menariknya.

    3. Rumah-rumah di Swedia

    Rumah di beberapa negara juga kebanyakan didesain terbuka ke luar, seperti di Swedia. Ada beberapa teori yang menjelaskan alasannya.

    Teori pertama adalah adanya cerita tentang sekelompok orang mati dalam kebakaran. Ini membuat rumah-rumah dibuka ke luar sehingga memudahkan penghuni melarikan diri.

    Teori lain menyebut bahwa rumah Skandinavia berbentuk kecil sehingga ruangan dalam penuh dengan perabotan, sehingga pintu dibuat mengarah ke luar.

    Teori selanjutnya mengenai iklim di Swedia yang dingin dan sering turun salju. Dengan pintu terbuka keluar, mereka yang membuka pintu akan sekaligus mendorong salju ke luar sehingga membersihkan depan rumah dari tumpukan salju.

    Nah, itulah tadi sejumlah faktor dan alasan pintu rumah didesain mengarah ke dalam maupun ke luar. Kalau kamu pilih mana?

    (bai/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Water Heater Listrik VS Gas, Bagus Mana?


    Jakarta

    Terdapat dua jenis water heater yaitu water heater listrik dan gas. Belakangan ini, banyak pendapat dan perdebatan mengenai water heater listrik vs gas dan manakah yang lebih baik.

    Bagi kamu yang suka mandi menggunakan air hangat karena memiliki banyak manfaat kesehatan, tentunya hal ini jadi bahan pertimbangan. Lalu, sebenarnya lebih bagus mana? Water heater listrik atau gas? Simak penjelasan selengkapnya dibawah.

    Apa itu Water Heater Listrik dan Gas?

    Melansir dari Rheem, Sabtu (30/12/2023), agar kamu lebih mudah membedakannya berikut pengertian dari water heater listrik dan water heater gas.


    Water Heater Listrik

    Water heater listrik adalah alat yang digunakan untuk menciptakan air panas dengan menggunakan energi listrik sebagai sumber panasnya. Water heater listrik jenis ini menggunakan tangki sebagai tempat menyimpan air panas sebelum digunakan.

    Pemanas air jenis ini biasanya terletak di luar kamar mandi. Mengingat sumber dari water heater listrik adalah listrik sehingga akan dibutuhkan penggunaan daya listrik yang besar.

    Water Heater Gas

    Punya fungsi sama dengan water heater listrik, namun alat satu ini menggunakan energi gas sebagai sumber panasnya. Sebelum ada pemanas air, untuk menggunakan aliran air panas harus merebus air terlebih dahulu atau menggunakan air panas langsung dari alam.

    Namun saat ini, penggunaan water heater gas akan membutuhkan banyak pengeluaran untuk penyediaan gas LPG atau LPN.

    Perbedaan Water Heater Listrik dengan Water Heater Gas

    Masih mengutip dari sumber yang sama, terdapat perbedaan pada komponen, sumber energi, dan cara kerja masing-masing water heater. Beberapa perbedaan dari water heater listrik dan gas, antara lain sebagai berikut.

    1. Fleksibilitas Waktu Penggunaan

    Pada water heater listrik, pemanasan terjadi saat terdapat aliran listrik. Apabila terjadi pemadaman, maka water heater tentu tidak dapat digunakan sebab tidak ada lagi sumber energi. Sedangkan pada water heater gas, dapat digunakan kapanpun baik saat listrik menyala maupun tidak selama persediaan gas masih ada.

    Pada waktu pemanasan, water heater listrik membutuhkan waktu beberapa saat setelah dinyalakan. Namun, water heater gas dapat langsung menghasilkan aliran panas selama persediaan gas dalam tabung masih tersedia.

    2. Energi yang Terpakai

    Dari segi energi yang digunakan , penggunaan water heater listrik lebih efisien dibandingkan dengan gas. Water heater listrik akan berfungsi ketika mesin menyala, apabila mesin mati maka tidak akan ada energi yang terbuang.

    Tetapi pada water heater gas, energi akan terus terbuang dan justru akan mencemari lingkungan dengan gas buang. Meski lebih murah, menggunakan water heater gas tetap akan memakan biaya pada sumber energi gas.

    3. Performa Pemanas

    Water heater gas dapat dikatakan lebih unggul dalam pemanasan daripada listrik. Saat melakukan pemanasan 50 liter, water heater gas hanya membutuhkan waktu satu jam sedangkan water heater listrik butuh waktu lebih dari satu jam untuk memanaskan air.

    4. Perawatan Unit

    Jika kamu memilih untuk menggunakan water heater gas, maka kamu harus siap untuk melakukan pengecekan dan perawatan secara rutin. Pada water heater listrik hanya diperlukan penyiraman secara teratur untuk menghilangkan endapan pada tangki dan dilakukan perawatan rutin tahunan.

    Sedangkan pada water heater gas, perlu dilakukan penyiraman dan pengecekkan setiap bulan untuk menghindari adanya kebocoran gas.

    5. Dampak Pada Lingkungan

    Water heater listrik dicap lebih ramah lingkungan sebab untuk bekerja hanya membutuhkan sedikit daya listrik.

    Pada water heater gas, karena energi yang digunakan adalah gas alam dengan jumlah besar, maka water heater ini akan melepaskan gas rumah kaca dalam jumlah yang besar.

    Kesimpulan

    Jika dilihat dari kelebihan pada beberapa aspek, water heater listrik lebih unggul untuk kebutuhan instalasi air panas pada rumah tangga. Melihat dari biaya penggunaan dan kemudahan perawatan, water heater listrik dapat membantu memudahkan pekerjaan rumah dan menghemat pengeluaran. Selain itu, water heater listrik tidak memiliki dampak yang besar pada kerusakan lingkungan.

    Demikian perbedaan water heater listrik dengan water heater gas. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com