Category: Tips Properti

  • Lingkungan Rumah Berisik? Pakai Cara Ini Biar Nyaman, Ampuh!


    Jakarta

    Jendela kedap suara bisa jadi solusi buat kamu yang tinggal di lingkungan rumah yang sedikit berisik. Ada banyak faktor dari kenapa ini bisa terjadi. Seperti dari lingkungan ataupun bahkan proyek pengerjaan di sekitar rumah.

    Selain sebagai sirkulasi udara, jendela juga bisa jadi perantara suara bising masuk ke rumah. Lalu, bagaimana caranya membuat jendela kedap suara? Tak perlu repot kamu cukup gunakan bahan sederhana berikut. Simak pembahasan lebih lengkap berikut.

    Melansir dari Homes and Gardens, Jumat (29/12/2023), berikut beberapa tips yang bisa kamu coba untuk membuat jendela kedap suara.


    Menggunakan Kanvas

    Cara membuat jendela kedap suara yang pertama, kamu dapat memanfaatkan kanvas.

    Bahan kanvas dipercaya dapat meredam suara dengan baik, itu sebabnya kamu perlu menggunakan bahan ini untuk membuat jendela kedap suara.

    Kamu bisa memasang kanvas pada sela sela jendela, jangan lupa manfaatkan lukisan lukisan karya seni disekitar. Kamu tidak perlu membelinya jika sudah memiliki lukisan, mengingat umumnya lukisan dibuat dari bahan kanvas.

    Menggunakan Karpet

    Melapisi karpet pada sela sela jendela kedap suara akan mengurangi tingkat suara yang masuk. Sela-sela jendela merupakan titik dimana suara masuk melalui ini, kamu dapat meletakkan potongan karpet untuk menghambat suara masuk melalui jendela. Gunakan karpet yang berbahan tebal, atau jika memungkinkan kamu bisa melapisi beberapa karpet yang dijadikan menjadi satu.

    Gunakan Karton Telur

    Cara ini juga banyak diaplikasikan, terlebih pada studio musik. Penggunaan karton telur yang sudah tak terpakai biasanya diterapkan pada dinding dekat jendela, karton bekas kemudian ditempelkan ke dinding menggunakan bahan perekat. Hal tersebut efektif untuk meredam suara suara yang over menembus masuk ke ruangan.

    Pakai Styrofoam

    Kamu bisa menggunakan styrofoam dapat untuk membuat jendela jadi kedap suara dari luar. Caranya, kamu tinggal tempelkan ke area jendela yang sekiranya menimbulkan kebocoran suara. Lapisi juga pada dinding sekitar jendela untuk mengurangi intensitas suara yang masuk ke ruangan.

    Gunakan Potongan Akrilik

    Ternyata, potongan akrilik dapat diaplikasikan untuk membuat jendela kedap suara. Kamu bisa menggunakan potongan akrilik di bagian dalam jendela yang ditempelkan pada bingkai pada jendela. Pastikan untuk memasangnya dengan kencang dan rapat, akan sama saja jika pemasangan tidak menutupi area yang bolong.

    Demikian tips buat jendela jadi kedap suara pakai bahan di rumah. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Praktis! Ini Cara Cuci Keset Kamar Mandi Sesuai Bahannya


    Jakarta

    Tanpa kamu sadari, seiring keset kamar mandi yang jarang dicuci membuatnya jadi sarang bakteri dan kuman. Keset menjadi barang wajib yang ditaruh di depan pintu kamar mandi. Selain mencegah risiko terpeleset, alas lantai ini juga berguna untuk mengeringkan kaki yang basah.

    Otomatis, keset akan menjadi selalu basah dan lembap sehingga mendukung perkembangbiakan bakteri. Hal inilah yang dapat menimbulkan bau tak sedap di kamar mandi.

    Tentu hal ini sangat mengganggu, bukan? Lalu bagaimana cara cuci keset kamar mandi yang benar dan bersih? Simak penjelasan berikut.


    Melansir dari Germany Brilliant, Sabtu (30/12/2023), agar nyaman digunakan secara maksimal, keset harus dicuci secara rutin. Jika kamar mandi sering digunakan dan keset sering ditemukan dalam kondisi basah, sebaiknya dicuci setiap seminggu sekali. Berbeda jika jarang basah, maka keset bisa dicuci hanya sekali dalam dua hingga tiga minggu.

    Pada umumnya terdapat dua jenis keset berdasarkan bahannya, yaitu keset kain dan keset karet. Bahan keset yang berbeda memerlukan cara mencuci yang berbeda pula agar tahan lama. Berikut cara mencuci keset dengan bahan yang berbeda.

    Cuci Keset kain dengan Tangan

    Keset kain umumnya sering digunakan karena dapat mengeringkan kaki dengan cepat. Cara membersihkannya juga bisa manual menggunakan tangan karena dapat menghemat air dan listrik.

    Cara membersihkannya, sediakan ember besar untuk mencuci keset, lalu tuangkan air hangat beserta cairan pembersih. Jika terdapat noda membandel, tuangkan cairan pembersih tepat pada noda dan diamkan selama lima menit.

    Kemudian, sikat hingga noda hilang dan masukkan kembali ke dalam ember. Bersihkan keset dengan menyikatnya pada segala sisi dan jemur di bawah sinar matahari sampai kering.

    Cuci Keset Kain dengan Mesin Cuci

    Pada dasarnya, mencuci keset kain dengan mesin cuci hampir sama dengan mencuci baju pada umumnya. Sebelum memulai, cek label pada keset untuk mengetahui petunjuk khusus seperti tidak boleh dikeringkan dengan mesin pengering.

    Sebelum mencuci, kibaskan keset terlebih dahulu kemudian masukkan ke dalam mesin cuci. Hal ini bertujuan untuk membersihkan debu dan kotoran yang masih menempel. Tekan tombol pengaturan yang tepat. Pastikan menggunakan setidaknya air hangat agar dapat membunuh bakteri dan kuman yang bersarang di keset. Keringkan sesuai dengan instruksi pada label atau bisa juga langsung dijemur.

    Cuci Keset karet dengan Tangan

    Keset berbahan karet lebih anti slip dan juga lebih ringan. Meski demikian, cara mencucinya tak jauh berbeda dengan keset kain jika menggunakan cara manual. Siapkan ember untuk mencuci.

    Tuangkan air hangat secukupnya beserta dengan sabun cuci. Bersihkan dengan menggunakan sikat khusus atau spons hingga keset karet terbebas dari kotoran. Setelah itu, bilas dengan air bersih dan keringkan.

    Cuci Keset Karet dengan Mesin Cuci

    Sebelum memulai sesi mencuci, masukkan handuk atau kain ke dalam mesin cuci, lalu masukkan keset.

    Mengapa demikian? sebab cara ini dapat membantu air membersihkan kotoran dengan lebih maksimal serta agar tidak ada sisa kotoran yang menempel pada keset. Jangan lupa untuk menggunakan air hangat saat mencuci.

    Setelah selesai mencuci, jangan keringkan keset karet di dalam mesin cuci karena bisa membuatnya melepuh sehingga bentuknya tidak sama seperti semula. Cukup keringkan di luar dan keset pun akan tetap memiliki bentuk yang sempurna.

    Demikian cara praktis mencuci keset kamar mandi yang benar. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini 8 Cara Usir Laron dari Rumah, Dijamin Ampuh!


    Jakarta

    Ketika musim hujan tiba, banyak laron mulai bermunculan di sumber cahaya. Terkadang, banyak laron bergerumul pada lampu di rumah.

    Hal tersebut tentunya mengganggu penghuni rumah. Maka dari itu, penghuni rumah akan mencari cara untuk mengusirnya.

    Sebelum mengetahui cara mengusir laron dari rumah, simak informasi berikut ini.


    Pengertian Laron

    Laron atau anai-anai adalah rayap betina atau jantan yang sudah dewasa. Saat mendekati musim hujan biasanya akan muncul segerombolan laron yang berkerumun di sumber cahaya di rumah.

    Muncul Ketika Musim Hujan

    Dilansir detikFood, laron banyak keluar saat musim hujan karena ingin mencari kehangatan. Sebab, ketika masih menjadi rayap, rumah mereka biasanya berada di tempat kering, seperti kayu atau di bawah tanah.

    Ketika musim hujan tiba, sarang atau rumah laron tersebut akan basah karena terkena air hujan. Oleh karena itu, ketika musim hujan tiba kawasan laron akan berterbangan mencari sumber cahaya untuk menghangatkan tubuh. Biasanya mereka akan memenuhi lampu-lampu menyala yang ada di rumah-rumah.

    Sambil menghangatkan tubuh, di saat itulah mereka juga mencari pasangan. Jika tidak menemukan pasangan, maka laron akan mati. Saat sudah menemukan pasangan, mereka akan menanggalkan sayap mereka untuk kemudian membuat koloni baru dengan berkembang biak.

    Cara Mengusir Laron dari Rumah

    1. Matikan Lampu

    Laron merupakan hewan yang menyukai cahaya. Maka, salah satu cara efektif untuk mengusir kerumunan laron adalah dengan mematikan lampu di rumah. Jika laron masuk ke dalam rumah, sebaiknya buka jendela agar laron tersebut bisa keluar dan tertarik dengan cahaya dari luar rumah.

    2. Siapkan Wadah Berisi Air

    Dilansir dari Women’s Weekly, Selasa (30/12/2023), menyediakan wadah berisi air dan diletakkan dekat dengan koloni laron juga menjadi cara untuk mengusir atau bahkan membunuhnya. Pantulan terang pada air akan menarik perhatian laron dan menenggelamkan diri mereka.

    3. Buat Semprotan Sabun Cair

    Dilansir dari Enesis, sabun cair bisa jadi bahan ampuh mengusir laron yang ada di rumah. Adapun caranya yaitu menjadikan sabun cair sebagai bahan membuat semprotan.

    Cara membuatnya mudah! Kamu hanya perlu menyediakan air, sabun cair, dan botol semprotan.

    Kemudian, campurkan sabun cair dengan air hingga berbusa. Jika sudah, kamu bisa memasukkannya ke dalam botol semprotan.

    Kemudian, gunakan semprotan tersebut untuk menyemprot laron dari jarak dekat. Dengan begitu, laron akan berjatuhan ke lantai.

    4. Gunakan Campuran Air dan Bawang Putih

    Selain cara di atas, ternyata bumbu dapur bisa jadi bahan untuk mengusir laron. Mencampur air dan bawang putih juga diketahui sebagai cara mengusir laron selain mematikan lampu.

    Hampir mirip dengan sebelumnya, untuk menggunakan cara ini kamu perlu menyiapkan alat dan bahannya, di antaranya yaitu air, bawang putih, dan semprotan.

    Jika semuanya sudah siap, mulai langkah pertama dengan menghaluskan beberapa siung bawang putih hingga berair. Kemudian, campurkan bawang putih yang sudah dihaluskan dengan air.

    5. Menggantung Cabai

    Tidak kalah mudah dengan cara mengusir laron di rumah yang sebelumnya. Cara kali ini, kamu hanya membutuhkan cabai.

    Cabai yang biasanya digunakan memasak bisa juga dipakai untuk bahan mengusir laron yang ada di dalam rumah. Caranya, potong cabai menjadi dua bagian, lalu gantungkan di lampu yang banyak dikerumuni laron. Dengan begitu, laron akan pergi dengan sendirinya.

    Hal ini karena, cabai diketahui mengandung capsaicin yang bisa memicu terjadinya iritasi pada rangka luar laron.

    6. Buat Semprotan Cuka

    Selanjutnya, cuka juga bisa digunakan sebagai cara mengusir laron dengan menjadikannya semprotan.

    Nah, cara membuat semprotan ini juga cukup mudah, kamu hanya perlu menuangkan cuka ke dalam botol semprotan. Namun, sebelum menggunakannya, kamu bisa mengocok semprotannya terlebih dahulu.

    Setelah itu, gunakan semprotan tersebut untuk menyemprot laron yang berkoloni di lampu rumah.

    7. Pasang Screen atau Tirai pada Jendela dan Pintu

    Dikutip dari HiCare, memasang screen atau tirai dengan jaring-jaring kecil pada jendela dan pintu dapat meminimalisir masuknya laron ke dalam rumah. Sebab, biasanya laron masuk ke dalam rumah melalui jendela dan pintu yang terbuka.

    8. Hubungi Pembasmi Laron

    Jika keberadaan laron masih mengerubung rumah kamu, sehingga mengganggu aktivitas di rumah, ada baiknya memanggil jasa pembasmi laron. Jasa pembasmi laron tentunya memiliki cara tersendiri yang ampuh untuk mengatasi laron di rumah.

    Itulah beberapa cara untuk mengusir laron dari rumah. Semoga bermanfaat!

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah! Ini Tips Membersihkan Wadah Plastik dari Noda Minyak


    Jakarta

    Membersihkan wadah plastik perlu berhati-hati. Hal itu karena wadah plastik sangat rentan kotor terkena noda, terutama noda minyak.

    Wadah plastik yang terkena noda minyak tak cukup hanya dibilas dengan air. Sebab, minyak masih akan menempel dan berpotensi wadah menjadi bau dan tampilannya jadi kotor.

    Jangan buang wadah plastik tersebut. Kamu masih bisa membersihkan wadah plastik dari noda minyak dengan mengikuti tips mudah berikut. Simak penjelasan berikut.


    Melansir dari Hunker, Sabtu (30/12/2023), berikut beberapa tips untuk menghilangkan noda minyak dari wadah plastik agar kembali kinclong.

    Bersihkan dengan Campuran Air panas dan Garam

    Untuk membersihkan wadah plastik yang berminyak, langkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah merendam di air panas. Tuangkan air panas ke dalam baskom dan beri sedikit garam, setelah itu diamkan agar noda minyak terangkat dan kemudian bilas deh hingga bersih.

    Cuci dengan Sabun Cuci Piring dan Tisu Dapur

    Siapkan sabun cuci piring serta tisu dapur, lalu tuang sabun cuci piring ke dalam wadah plastik dan isi dengan air. Selanjutnya, masukan tisu dapur yang sudah diremas lalu tutup wadahnya. Jangan lupa kocok wadah plastik tersebut dengan kuat agar sisa minyak terangkat dan terakhir bilas seperti biasa serta lap hingga kering.

    Bersihkan Pakai Baking Soda dan Cuka

    Selanjutnya, kamu bisa menggunakan baking soda dan cuka untuk menghilangkan bekas minyak berlemak pada wadah plastik. Caranya cukup mudah dan praktis.

    Bilas wadah plastik dengan air panas untuk membersihkan sisa makanan, lalu taburkan baking soda sampai membentuk pasta yang melapisi wadah.

    Gosok wadah menggunakan bagian kasar pada spons dan tambahkan sedikit cuka ya. Gosok ulang untuk memastikan sisa minyak terangkat dari wadah plastik. Jika sudah dilakukan, isi wadah dengan air panas lalu diamkan semalaman dan keesokan harinya cuci dengan sabun cuci terus bilas sampai bersih deh.

    Gosok dengan Perasan Air Lemon

    Jika kamu sedang tidak punya baking soda dan cuka di rumah, kamu bisa memanfaatkan perasan air lemon untuk membersihkan wadah plastik bekas minyak.

    Caranya gampang, taburi wadah plastiknya dengan garam dapur lalu gosok dengan lemon. Kemudian, cuci dengan sabun cuci piring, sehabis itu bilas seperti biasa deh.

    Demikian langkah mudah membersihkan wadah plastik dari noda minyak. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kotak Asli Lampu Natal Jangan Dibuang! Ternyata Ini Gunanya


    Jakarta

    Hari Raya Natal baru saja berlangsung. Bagi sebagian orang, mungkin ini saatnya untuk menyimpan lampu Natal dengan cara yang rapi dan tidak kusut.

    Tak perlu khawatir, karena ada panduan praktis untuk merapikan lampu Natal sebelum disimpan lho! Dalam artikel ini, kami akan membagikan beberapa metode sederhana dan hemat biaya untuk menyimpan lampu Natal sehingga kamu bisa dengan mudah menghias rumah dengan indah pada tahun berikutnya.

    Melansir Real Simple, Minggu (31/12/2023), berikut tips praktis menyimpan lampu Natal agar rapi dan tidak kusut.


    1. Simpan di Kemasan Asli

    Jika kamu masih menyimpan kemasan asli lampu Natal, ini bisa menjadi solusi yang sangat efektif. Namun, daripada berusaha memasukkan lampu kembali ke dalam rak kecil di dalamnya, gunakan sisi luar kotak. Tempelkan ujung rangkaian lampu ke kotak, bungkus dengan rapat, dan pastikan untuk melindunginya dengan lapisan pelindung, seperti kertas tisu atau bubble wrap.

    2. Gunakan Karton Tebal

    Jika kamu tidak memiliki kemasan asli, gunakan sepotong karton tebal. Potong celah di ujung karton untuk menahan ujung lampu, bungkus rangkaian lampu dengan rapat, dan amankan dengan selotip. Lindungi dengan bubble wrap atau kertas tisu untuk memastikan lampu tetap aman selama penyimpanan.

    3. Gantung dengan Gantungan Pakaian

    Gantungan pakaian bisa menjadi solusi yang praktis, terutama jika kamu memiliki lemari khusus untuk dekorasi Natal. Selipkan ujung lampu ke dalam alur gantungan, bungkus lampu di sekitar bagian atas dan bawah gantungan, dan amankan dengan tape. Metode ini tidak hanya efektif, tetapi juga memudahkan untuk mengambil lampu kembali nanti.

    4. Gulung di Tabung Bekas Tisu

    Kamu juga bisa memanfaatkan kemasan berbentuk tabung, seperti tisu toilet atau kok bulutangkis. Tempelkan ujung lampu ke dalam silinder, gulung lampu dengan rapi, dan amankan dengan selotip. Kamu bahkan bisa menambahkan pita sebagai sentuhan akhir untuk menjaga agar lampu tetap aman dan rapi.

    5. Simpan di Rak

    Jika kamu menyukai tampilan terorganisir, pertimbangkan untuk menggunakan rak penyimpanan yang dirancang khusus untuk lampu Natal. Rak ini biasanya terbuat dari plastik dan memiliki sistem gulungan yang memudahkan penyimpanan dan pengambilan lampu saat diperlukan.

    Demikianlah tips praktis menyimpan lampu Natal agar rapi dan tidak kusut. Dengan mengikuti tips-tips praktis ini, kamu bisa menyimpan lampu Natal dengan mudah dan menghilangkan kerumitan yang biasanya terjadi. Semoga informasinya bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Dibuang, Ini Ide Daur Ulang Kalender 2023 Jadi Bermanfaat Lagi


    Jakarta

    Tahun akan segera berganti. Ini tandanya kalender bekasmu tidak akan terpakai lagi. Eits, jangan buru-buru dibuang! Kalender bekasmu bisa didaur ulang biar bermanfaat lagi, lho!

    Ada beragam ide mendaur ulang kalender bekas yang bisa kamu lakukan di rumah. Dengan mendaur ulang kalender bekas, kamu artinya turut berkontribusi meminimalisasi sampah rumah tangga, lho! Selain itu, hasil daur ulang kalender bekas juga bisa kamu manfaatkan untuk berbagai keperluan.

    Melansir Real Simple, Minggu (31/12/2023), berikut ide kreatif mendaur ulang kalender bekas di rumah biar bisa bermanfaat lagi. Yuk, terapin di rumah!


    Kotak Hias

    Kalender biasanya memiliki gambar. Nah, kamu bisa menyulap kalender bekasmu menjadi kotak hias untuk menyimpan berbagai barang pribadi, lho!

    • Adapun alat dan bahan yang harus disiapkan adalah sebagai berikut.

    1. Kertas kalender
    2. Gunting atau pisau kerajinan
    3. Lem
    4. Kotak kado polos dengan tutup
    1. Letakkan tutup kotak kado polos di atas kertas kalender (sisi desain menghadap ke permukaan). Rapikan kertas di sekeliling tutupnya agar tidak banyak kertas yang tersisa, tetapi kamu masih bisa menutupi bagian atas dan samping tutupnya.
    2. Oleskan lem pada bagian atas kotak dan tempelkan kertas pada permukaannya.
    3. Rekatkan sisi-sisi kotak dan lipat kertas di sepanjang sisi-sisinya, tekan untuk merekatkannya ke kotak.
    4. Rapikan bagian tepi atau lipat kertas di sepanjang tepi tutupnya dan rekatkan ke bagian dalam kotak untuk tampilan yang lebih rapi.
    5. Ulangi langkah-langkah tersebut untuk bagian dasar kotak.

    Tatakan gelas

    Kertas kalender biasanya cukup tebal sehingga bisa kamu sulap menjadi tatakan gelas. Berikut alat dan bahan yang harus kamu siapkan.

    1. Kertas kalender
    2. Satu set tatakan gelas polos
    3. Lem
    4. Gunting atau pisau kerajinan
    5. Kuas
    1. Potong kertas untuk menutupi tatakan gelas atau gunting sebagian desain kertas
    2. Gunakan kuas untuk menutupi permukaan tatakan gelas dengan lem
    3. Letakkan kertas di atas tatakan gelas dan ratakan kerutannya
    4. Aplikasikan lapisan lem lainnya ke gambar. Biarkan mengering.

    Tempat Lilin

    Kalender bekasmu juga bisa disulap menjadi tempat lilin. Bagaimana cara membuatnya? Siapin alat dan bahannya dulu, yuk!

    1. Kertas kalender
    2. Stoples kaca dengan ukuran berbeda
    3. Lem
    4. Gunting
    5. Kuas
    1. Gunting sebagian kertas kalender agar sesuai dengan stoples.
    2. Oleskan lem ke stoples.
    3. Letakkan kertas di atas stoples dan ratakan kerutannya.
    4. Oleskan lapisan lem lainnya ke stoples dan kertas.
    5. Biarkan hingga mengering.

    Sampul Buku Catatan

    Siapa sangka jika kalender bekasmu di rumah bisa dijadikan sebagai sampul buku catatan. Kamu tidak perlu beli sampul lagi, deh! Berikut alat dan bahan yang harus kamu siapkan.

    1. Kertas kalender
    2. Buku catatan polos
    3. Gunting
    4. Lem
    1. Potong kertas sesuai ukuran buku catatan. Untuk buku catatan bersampul spiral, letakkan dua lembar kertas di bagian depan dan belakang. Untuk buku catatan yang dijilid dengan staples, Anda bisa membungkusnya sepenuhnya dengan kertas.
    2. Rekatkan kertas ke buku catatan dengan lem.

    Bookmark

    Sering lupa batas bacaan bukumu sampai halaman berapa? Tenang! Kamu juga bisa menyulap kalender bekasmu bookmark, lho! Dengan begitu, kamu enggak perlu kesulitan menandai batas bacaan lagi.

    Adapun alat dan bahan yang harus kamu siapkan adalah sebagai berikut.

    1. Kertas kalender
    2. Tali atau pita
    3. Pelubang kertas atau paku payung
    4. Gunting
    1. Gunting kertas berbentuk persegi panjang, kotak, atau bentuk lainnya.
    2. Buat lubang di bagian atas bentuk dengan pelubang kertas atau paku payung.
    3. Lingkarkan tali atau pita melalui lubang untuk memudahkanmu membuka halaman buku yang ditandai.

    Demikianlah beberapa ide kreatif untuk mendaur ulang kalender bekasmu di rumah agar bisa bermanfaat lagi. Semoga informasinya bermanfaat.

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Saudara Kandung Saya Balik Nama Sertifikat Rumah Ortu Tanpa Info, Bisa Digugat?



    Jakarta

    Pertanyaan

    Kami memiliki 3 (tiga) kakak beradik yang memiliki rumah yang kepemilikan haknya atas nama orang tua yakni ayah kami. Namun terdapat permasalahan 1 (satu) dari saudara kami melakukan balik nama sertipikat atas persetujuan orang tua, akan tetapi proses balik nama tanpa sepengetahuan 2 (dua) anak yang lain.

    Apakah kedua anak yang lain atau salah satu anak bisa melakukan gugatan atas hal tersebut? Atau bagaimana solusinya jika tidak ditempuh melalu gugatan untuk kedua anak yang lain?


    Terima kasih, salam

    KJB, Pembaca detikProperti

    Jawaban

    Menjawab pertanyaan di atas dengan ini kami sampaikan kondisi saat ini apabila orang tua masih hidup maka hak beliau melekat dalam kepemilikan rumah tersebut, sehingga dengan siapapun yang bersangkutan berhak menjual dan mengalihkan kepemilikan rumah tersebut karena rumah tersebut bukan merupakan warisan/ atau harta waris pewaris mengingat kondisi yang bersangkutan masih hidup.

    Terkait permasalahan 1 (satu) dari saudara yang melakukan balik nama sertipikat atas persetujuan orang tua, akan tetapi proses balik nama tanpa sepengetahuan 2 (dua) anak yang lain dengan ini kami sampaikan bahwa Tidak ada peraturan perundang-undangan yang melarang jual beli rumah antara orang tua dengan anak( anak-anaknya) selagi transaksi yang terjadi telah memenuhi syarat dalam transaksi jual beli rumah pada umumnya.

    Dengan demikian karena anak-anak tersebut tidak mempunyai hak atas hasil penjualan rumah, maka mereka tidak dapat melakukan gugatan apapun mengingat rumah tersebut merupakan harta yang diperoleh selama perkawinan dengan ibu dari ketiga bersaudara di atas.

    Terima kasih,

    Pengacara dan Pengamat Hukum Properti

    Muhammad Rizal Siregar,. S.H,. M.H

    Law Firm
    SIREGAR & CO

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Syarat dan Cara Ubah HGB Jadi SHM, Mudah!


    Jakarta

    Sertifikat hak milik (SHM) lebih banyak dipilih masyarakat ketimbang Hak Guna Bangunan (HGB) dalam persoalan status tanah dan rumah. Pasalnya, status tanah HGB harus diperbarui dalam kurun waktu tertentu.

    Oleh karena itu, banyak masyarakat yang mengubah SHM menjadi HGB karena memiliki SHM sangat menguntungkan, salah satunya bisa diwaruskan.

    Ada cara-cara yang harus ditempuh bila ingin mengubah SHM menjadi HGB. Apa saja?


    Sebelum kita membahas hal itu, ini pengertian SHM dan HGB:

    Pengertian SHM

    SHM adalah sertifikat atas kepemilikan penuh hak suatu lahan dan/atau tanah yang dimiliki oleh pemegang sertifikat tersebut secara absolut. SHM bisa membuat pemilik tanah terbebas dari potensi masalah sengketa karena punya legalitas yang jelas. Hal itu karena pihak lain tidak bisa campur tangan atas kepemilikan tanah atau lahan tersebut.

    Pada Undang-undang Pokok Agraria (UUPA) Nomor 5 Tahun 1960 Pasal 20 dijelaskan, hak milik atas tanah adalah hak turun-temurun, terkuat dan terpenuh yang dapat dipunyai orang atas tanah. Maka dari itu, SHM berarti bukti kepemilikan tertinggi atau terkuat atas suatu tanah yang berlaku untuk selamanya dan dapat diwariskan.

    Pengertian HGB

    Berdasarkan Undang-undang nomor 5 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria (UUPA), hak guna bangunan adalah hak untuk mendirikan dan mempunyai bangunan-bangunan atas tanah yang bukan miliknya sendiri dengan jangka waktu paling lama 30 tahun. Adapun, jangka panjang waktu tersebut dapat diperpanjang paling lama sampai 20 tahun.

    Di sisi lain, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 2021 tentang Hak Pengelolaan, Hak Atas Tanah, Satuan Rumah Susun, dan Pendaftaran Tanah, HGB di atas tanah hak milik diberikan untuk jangka waktu paling lama 30 tahun dan dapat dioerbarui dengan akta pemberian HGB di atas hak milik. Setelah jangka waktu pemberian, perpanjangan, dan pembaruan selesai, tanah HGB kembali menjadi tanah yang dikuasai langsung oleh negara atau tanah hak pengelolaan.

    Sebagai informasi, HGB ini dapat beralih dan dialihkan kepada orang lain. Perlu diketahui, yang dapat memiliki HGB yaitu warga negara Indonesia (WNI) serta badan hukum yang didirikan menurut hukum Indonesia dan berada di Indonesia

    Cara Mengubah HGB Jadi SHM

    Dilansir dari website resmi Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Senin (1/1/2024), terdapat beberapa persyaratan yang harus disiapkan, yaitu:

    1. Mengisi formulir permohonan dan ditandangani oleh pemohon atay kuasanya di atas meterai
    2. Surat kuasa apabila diperlukan
    3. Fotokopi identitas pemohon (KTP, KK) dan kuasa apabila dikuasakan, yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket
    4. Surat persetujuan kreditor (jika dibebani hak tanggungan)
    5. Fotokopi SPPT PBB Tahun berjalan yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket
    6. Penyerahan bukti bayar uang pemasukan (pada saat pendaftaran hak)
    7. Sertifikat HGB
    8. IMB (Izin Mendirikan Bangunan)/surat keterangan Kepala Desa/Lurah bagi perubahan hak dari HGB menjadi HM (Hak Milik) untuk rumah tinggal dengan luas tidak sampai 600 meter persegi

    Selain itu, tak lupa untuk mengisi keterangan seperti:
    – Identitas diri
    – Luas, letak, dan penggunaan tanah yang dimohon
    – Pernyataan tanah tidak sengketa
    – Pernyataan tanah/bangunan dikuasai secara fisik

    Kalian bisa mengurus perubahan HGB menjadi SHM di Kantor Pertanahan. Biasanya diperlukan waktu selama 5 hari kerja untuk menyelesaikan perubahan HGB menjadi SHM. Adapun biaya yang dikenakan sekitar Rp 50.000 per sertifikat hak atas tanah.

    Sebagai catatan, yang dapat diubah dari HGB ke SHM adalah tanah yang peruntukannya untuk rumah tinggal. Rumah toko tidak dapat diubah menjadi SHM.

    Demikian informasi mengenai syarat mengubah HGB menjadi SHM. Semoga bermanfaat ya detikers!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Struktur dan Jenis Material Bangunan Tahan Gempa, Ini Daftarnya


    Jakarta

    Ratusan rumah rusak karena guncangan gempa Sumedang Minggu, kemarin. Data terakhir menunjukkan, ada 238 unit rumah rusak diantaranya 138 rusak ringan dan 100 rumah rusak berat.

    Guncangan gempa yang besar bisa membuat rumah rusak bahkan hancur. Namun, hal itu bisa diminimalisir dengan pencegahan sejak awal pembangunan.

    Meminimalisir dampak guncangan gempa bisa dilakukan dari sisi konstruksi atau pemilihan material.


    Dikutip dari The Constructor, Senin (1/1/2024), berikut ini adalah jenis dan material yang bisa kamu perhatikan dan terapkan untuk hunian terhindar dari risiko guncangan gempa bumi.

    Jenis-Jenis Struktur Tahan Gempa

    Untuk memastikan rumah dalam keadaan selamat dan aman saat terjadi gempa, terdapat upaya yang bisa dilakukan dengan mempertimbangkan jenis-jenis penahan gempa pada bangunan, yakni sebagai berikut.

    Isolasi Dasar

    Metode ini merupakan strategi desain struktur bangunan yang efektif dan efisien walaupun sedikit mahal dengan cara diisolasi dari tanah untuk mencegah pergeseran dari getaran dengan cara memisahkan pondasi suatu struktur dari bangunan atas memakai komponen isolasi fleksibel.

    Isolasi ini biasanya terbuat dari karet, baja, dan timah yang ditempatkan diantara pondasi dengan bangunan atas agar bangunan bertahan dan tidak bergerak sehingga ini mengurangi risiko kerusakan struktur saat terjadi gempa.

    Penguatan Eksternal

    Penguatan eksterior ini adalah cara umum untuk mengurangi kerusakan akibat gempa dan ini melibatkan penambahan struktur baja atau beton pada bagian luar bangunan untuk memperkuat dan membuatnya lebih tahan terhadap guncangan.

    Retrofit

    Ini adalah fitur yang yang dapat memperkuat kinerja seismik pada bangunan tua dan dapat diselesaikan dalam beberapa minggu dengan gangguan minimal terhadap penghuninya. Strategi ini meliputi penguatan dan pengerasan dinding, balok lantai, pondasi, dan atap. Pemilik juga harus mempertimbangkan untuk menambahkan penahan gempa pada rumah dengan memasang baut pada pondasi atau memasang dinding ke lantai

    Peredam Gesekan

    Elemen ini merupakan struktur khusus yang bisa meredam guncangan gempa dan mampu mengurangi jumlah energi yang ditransmisikan melalui bangunan selama gempa bumi.

    Material Tahan Gempa

    Saat mempertimbangkan cara untuk membuat rumah kamu tahan gempa, bahan yang kamu pilih untuk konstruksi adalah yang paling penting. Meskipun beberapa jenis bahan mungkin cocok untuk tahan gempa, kamu sebaiknya memilih bahan yang tahan lama dan mampu menahan kekuatan guncangan gempa.

    Beton Bertulang

    Bahan ini ditanamkan ke dalam beton untuk membuat material komposit bawaan pada konstruksi beton bertulang. Kemudian ada ikatan baja pada pola kisi-kisi untuk menghubungkan antara batang dengan beton. Kombinasi baja dan beton mampu memberikan rasio kekuatan terhadap berat sehingga ini adalah pilihan yang tepat untuk konstruksi tahan gempa.

    Baja

    Bahan ini walaupun mahal tetapi sangat handal untuk menahan guncangan dengan cara menambahkannya pada pondasi. Balok baja ini harus memanjang melintasi rangka dan dihubungkan dengan pelat baja dan baut pipih pada sambungannya.

    Kayu

    Salah satu bahan paling umum pada konstruksi ini bisa dibangun dengan panel terpasang untuk menyatukan panel lainnya dan kayu ini bisa mengurangi risiko runtuhnya dinding akibat gempa bumi.

    Pertimbangkan untuk memakai panel kayu yang lebih tebal dan berat untuk mendapatkan kekuatan dan keamanan ekstra. Sebaiknya, jangan terlalu banyak memasang paku atau sekrup dan mengencangkannya pada panel kayu, karena bahan ini bisa mudah bengkok atau patah saat terjadi gempa bumi.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Selain DP dan Cicilan, Ini Biaya Lain yang Harus Dibayarkan Saat Beli Rumah


    Jakarta

    Saat kita mau membeli rumah, terkadang kita hanya fokus pada pembayaran uang muka alias DP dan cicilan saja. Jangan salah, ternyata ada biaya-biaya lain yang harus dibayar saat kita membeli rumah lho.

    Biaya-biaya ini biasanya dibayarkan saat atau sebelum akad kredit. Bila ingin proses pembelian rumah lancar, jangan lupa untuk membayar biaya-biaya ini. Apa saja>?

    Dikutip dari OJK, berikut Biaya-biaya yang harus dibayarkan saat beli rumah.


    Booking Fee

    Biaya pertama yang akan dikeluarkan saat awal membeli rumah adalah booking fee. Khususnya jika kamu membeli rumah melalui developer. Saat kamu menemukan rumah yang cocok, maka kamu perlu menyiapkan sejumlah dana untuk booking fee.

    Nah, untuk besaran booking fee ini bisa berbeda-beda sesuai dengan ketentuan dari developer. Kamu perlu pahami juga kalau booking fee ini berbeda dengan Down Payment (DP). Meskipun, banyak developer akan memotong DP sesuai dengan booking fee yang harus dibayarkan.

    Biaya Akta Notaris

    Saat membeli rumah, kamu membutuhkan pengesahan atas proses jual beli yang terjadi melalui jasa notaris atau sering disebut sebagai Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

    Peran notaris ini sangat krusial sebab ia adalah satu-satunya pihak yang berwenang atas keabsahan dari proses jual beli rumah. Biaya notaris ini sangat tergantung pada seberapa banyak dokumen yang harus diurus dan harga yang ditentukan oleh notaris itu sendiri.

    Biaya Cek Sertifikat

    Salah satu biaya yang terlihat sepele, namun tidak boleh kalian lupakan yaitu biaya cek sertifikat. Mengapa biaya ini penting? Hal ini dilakukan untuk mencegah kamu membeli rumah yang sedang mengalami tanah sengketa baik dari kasus penyitaan bank maupun sertifikat ganda.

    Jika kamu mengabaikan proses ini hanya karena kendala biaya, kamu bisa rugi besar karena berpotensi membeli rumah yang tersangkut kasus sengketa.

    Pengecekan sertifikat rumah ini bisa kamu lakukan di kantor pertanahan setempat dan biayanya bisa berbeda-beda tergantung wilayah. Namun, umumnya berkisar antara Rp 50.000 – Rp 300.000.

    Biaya Balik Nama

    Bea Balik Nama (BBN) adalah biaya yang dikenakan kepada pembeli saat proses balik nama Sertifikat Hak Milik dari penjual. Biaya balik nama biasanya dapat diurus oleh developer (pengembang) jika membeli rumah melalui pengembang ataupun diurus sendiri jika membeli rumah tersebut sendiri.

    Untuk biaya dari BBN ini bisa berbeda-beda, namun besarannya rata-rata sekitar 2% dari nilai transaksi yang kamu lakukan. Jangan sampai lupa balik nama agar properti atas nama kamu.

    Bea dan Pajak

    Selanjutnya, biaya yang butuh mengeluarkan banyak uang yaitu pembayaran berbagai macam bea dan/atau pajak. Setidaknya ada 3 bea atau pajak yang harus kamu bayarkan, yaitu Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM).

    Mari kita bahas satu per satu. Pertama, BPHTB adalah pajak jual beli yang dibebankan kepada pembeli. Besaran dari BPHTB ini adalah 5% (lima persen) dari nilai transaksi dikurangi nilai perolehan objek pajak tidak kena pajak (NPOPTKP). NPOPTKP ini besarannya berbeda-beda sesuai dengan kebijakan pemerintah daerah setempat.

    Kedua, PPN adalah pajak yang dibebankan kepada pembeli untuk primary property (properti baru). Jadi, untuk kamu yang berencana membeli rumah baru, maka kamu harus memperhitungkan pajak yang satu ini. Untuk besarannya adalah 10% (sepuluh persen) dari harga rumah yang kamu beli. Minimal transaksi yang dipungut adalah di atas Rp 36 juta.

    Ketiga, PPnBM adalah pajak yang dibebankan kepada pembeli yang rumahnya dikategorikan sebagai barang mewah. Untuk rumah yang tergolong barang mewah adalah jika harga jualnya melebihi Rp20 Miliar dan Rp10 Miliar masing-masing untuk rumah atau town house dari jenis non-strata title serta apartemen kondominium, town house dari jenis strata title, dan sejenisnya. Besaran dari PPnBM ini adalah 20% (dua puluh persen) dari harga jual.

    Asuransi

    Bagi kamu yang menggunakan layanan KPR, terdapat biaya-biaya asuransi yang perlu diketahui, salah satunya adalah asuransi jiwa untuk KPR yang memberikan jaminan bantuan jika terjadi hal yang tidak terduga. Asuransi ini berperan untuk meminimalisir resiko, baik terhadap pihak yang melayani KPR dan juga nasabah KPR.

    Dalam kondisi nasabah KPR meninggal dunia, Tim KPR nantinya akan membantu ahli waris untuk melunasi sisa cicilan KPR. Dengan demikian, asuransi ini akan membantu meringankan beban ahli waris melunasi sisa cicilan.

    Selain asuransi jiwa untuk KPR, terdapat pula asuransi properti yang dapat memberikan perlindungan kepada properti. Asuransi ini dapat membantu mengurangi kerugian apabila terjadi kerusakan pada rumah yang diasuransikan. Penyebab kerusakan yang ditanggung bermacam-macam, dalam polis property all risk/ industrial all risk yang disebutkan secara spesifik adalah pengecualiannya atau exclusion.

    Demikian biaya lain yang perlu kamu tahu saat membeli rumah. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com