Category Archives: Tips Properti

Ponsel-Laptop Terendam Banjir? Buruan Selamatkan Pakai Beras!



Jakarta

Beberapa titik di Tangerang dan Bandung dilanda banjir beberapa hari ini. Sebagian lokasi banjir bahkan terjadi di perumahan.

Banjir yang menggenangi rumah tentu sangat menjengkelkan. Apalagi jika air banjir merusak barang elektronik berharga seperti ponsel, laptop, televisi dan lainnya.

Jika kondisi ini terjadi segera ditangani, sebab kalau tidak akan rusak dan tak lagi bisa dipakai. Namun tenang, ada cara cepat yang bisa menyelamatkan barang elektronik yang terlanjur jadi korban banjir. Bahannya cukup sederhana, yaitu beras!


Sifat beras dipercaya bisa menyerap air dan kelembapan dengan cepat. Begini cara menyelamatkan barang elektronik yang terkena air dengan beras:

1. Jangan Dinyalakan

Hal pertama yang harus kamu lakukan saat barang elektronik terkena air adalah tidak menyalakannya atau putuskan semua sambungan listrik ke barang tersebut. Jangan coba menghidupkannya dulu, karena aliran listrik yang ada pada perangkat yang terkena air akan menimbulkan korsleting dan berujung pada rusaknya komponen pada barang tersebut.

2. Buka penutup

Buka penutup perangkat. Hal ini ditujukan agar kamu bisa mengetahui sejauh mana air masuk ke dalam komponen perangkat. Selain itu, dengan dibukanya penutup perangkat, proses pengeringan bisa lebih cepat. Bila perangkat kamu terdapat baterai seperti ponsel, lepaskan juga baterai dari perangkat tersebut.

3. Rendam perangkat dengan beras

Ambil beras secukupnya ke dalam wadah dan masukan barang elektronik ke dalam wadah tersebut. Pastikan seluruh bagian perangkat tersebut tertutup beras dan biarkan hingga 24 jam.. Apabila setelah itu masih bermasalah, segera masukan kembali ke dalam beras untuk 24 jam berikutnya. Ingat, jangan dulu menyalakan perangkat hingga benar-benar kering.

4. Gunakan Silica Gel

Silica Gel terkenal sebagai zat penyerap lembab yang baik. Kamu dapat mencoba menggunakan benda ini dengan cara yang sama seperti menggunakan beras.

5. Jangan pakai hair dryer atau jemur ponsel di bawah sinar matahari langsung

Cara ini mungkin terlihat instan dan menjanjikan dalam proses pengeringan. Namun perlu kamu ketahui, suhu yang tinggi dapat merusak sebagian komponen dari perangkat kamu.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Air Panas atau Dingin? Ini Suhu Terbaik untuk Mengepel Lantai



Jakarta

Suhu air ternyata cukup berpengaruh terhadap hasil saat mengepel lantai. Suhu air menjadi faktor tambahan selain penggunaan sabun dan pewangi.

Penentuan suhu air dalam mengepel juga bisa berpengaruh untuk membersihkan lantai dari debu, bakteri dan kuman yang tak kasat mata. Oleh karena itu, suhu pada air berpengaruh pada kebersihan saat mengepel lantai. Ada dua jenis suhu air, yakni dingin dan panas.

Lantas, mana yang lebih baik untuk mengepel lantai?


Air Panas vs Air Dingin, Mana yang Lebih Baik?

Mengutip dari Home Viable, penggunaan air panas ternyata lebih efektif membunuh kuman di lantai. Selain itu, air panas juga lebih mudah menghilangkan noda, lemak, dan kotoran yang menempel di lantai dibandingkan mengepel dengan air dingin.

Bahan pembersih lantai juga dapat bekerja lebih efektif jika dicampurkan dengan air panas.

Namun, tidak semua jenis lantai bisa terkena air panas karena sifatnya yang tidak begitu kuat untuk menahan suhu tinggi. Beberapa jenis lantai yang tidak bisa dibersihkan dengan air panas adalah lantai kayu, lantai vinyl, dan lantai yang dilaminasi.

Jenis-jenis lantai seperti ini lebih baik menggunakan air dingin saat mengepel.

Cara mengepelnya pun tidak sembarangan. Jenis lantai dari kayu, lantai vinyl, dan lantai yang dilaminasi cukup rentan terhadap air dan suhu yang lembap. Oleh karena itu, kamu perlu mengeringkan kain pel terlebih dulu agar saat mengepel tidak begitu basah.

Untuk jenis lantai yang mahal seperti marmer, penggunaan air panas sama sekali tidak masalah karena bahannya kuat menerima suhu tinggi.

Jika lantai rumah kamu memakai ubin, keramik dan porselen lebih disarankan memakai air dingin ketika hendak mengepel. Sebab, mengepel dengan air panas justru dapat merusak permukaan keramik.

Tips lain saat mengepel lantai adalah hindari menuangkan cairan pembersih terlalu banyak saat mengepel lantai vinyl. Cairan kimia yang terlalu banyak justru bisa merusak permukaannya.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Rumah Bau Apek Setelah Ditinggal Mudik? Ini Solusinya!



Jakarta

Setelah pulang dari mudik Lebaran, jangan kaget ketika masuk rumah tercium bau apek. Rumah yang terlalu lama ditutup bisa menimbulkan bau apek karena sirkulasi udara yang tidak lancar membuat debu terperangkap. Ditambah lagi udara yang lembap.

Sisa debu di rumah juga menandakan bahwa rumah tersebut tidak dibersihkan sebelum pergi mudik atau libur Lebaran. Namun tidak usah khawatir, berikut cara menghilangkan bau apek di rumah setelah mudik Lebaran dilansir dari The Spruce.

1. Buka Jendela dan Pintu di Rumah

happy young boy, kid opening the sliding door on rooftop patio area at homePintu rumah dibuka agar sirkulasi udara di dalam rumah baik. Foto: Getty Images/iStockphoto/olesiabilkei

Cara mengurangi debu dan bau apak di rumah adalah dengan membuka sumber sirkulasi udara yakni jendela dan pintu di rumah. Biarkan selama satu jam atau selama kamu membersihkan rumah misalnya mengelap perabotan, menyapu, dan mengepel.


2. Hidupkan Dehumidifier

DehumidifierDehumidifier Foto: Ace Hardware

Saat ini ada alat elektronik yang bisa menyerap kelembapan di dalam rumah dengan menyemprotkan uap yakni dehumidifier. Alat ini dapat mencegah jamur tumbuh di dalam rumah dan menjaga kualitas udara tetap sehat. Bisa pula menggunakan air purifier, alat satu ini berguna untuk membasmi bakteri di udara dan mencegah penghuninya terkena alergi.

3. Letakkan Baking Soda

Eco-friendly natural cleaners Vinegar, baking soda, salt, lemon and cloth on wooden table Homemade green cleaningBaking soda yang ampuh hilangkan noda dan bau apek di rumah. Foto: iStock

Bakin Soda memang ampuh untuk membersihkan noda, tetapi bahan ini juga ampuh untuk menyerap bau apak di rumah.

Caranya dengan menyiapkan baking soda yang dicampur dengan minyak esensial yang diletakkan ke dalam wadah. Tutup wadah tersebut menggunakan plastik atau kertas yang direkatkan dengan tali atau karet. Bolongi permukaan atasnya agar bau apek dapat tersedot.

4. Pakai Kopi

lebih baik biji kopi atau kopi bubukBiji kopi dan kopi bubuk Foto: iStock

Penyuka kopi bubuk bisa menggunakannya untuk mengurangi bau apek di rumah. Bau kopi tentu disukai oleh penghuni rumah sehingga tidak akan begitu mengganggu.

Kamu bisa menggunakan bubuk kopi baru atau ampas kopi. Bubuk tersebut perlu dipanggang atau disangrai lalu di letakkan di ruang terbuka di rumah. Jika kamu ada biji kopi di rumah, rebus terlebih dahulu lalu masukkan ke alat dehumidifier.

5. Taruh Lavender

Yang unik dari tempat ini adalah bunga lavendernya tumbuh secara liarBunga lavendernya yang memiliki bau yang menenangkan. Foto: detik

Bunga Lavender memang sudah sering digunakan sebagai bahan pengharum dalam beberapa produk karena baunya yang menenangkan. Bunga lavender juga bisa mengurangi bau apak di rumah. Namun, jika sulit menemukan bunga lavender, kamu bisa menggunakan pengharum ruangan instan yang memakai ekstrak bunga lavender.

6. Kayu Manis

Sebuah studi menunjukkan bahwa rempah-rempah kayu manis memiliki senyawa bioaktif. Hal itu dapat meningkatkan fungsi otak, terutama memori dan pembelajaran.Kayu manis bisa mengharumkan ruangan. Foto: Getty Images/iStockphoto/bhofack2

Rempah satu ini terbukti bisa digunakan sebagai pengharum ruangan alami. Jika tidak memiliki bunga lavender atau baking soda, kamu bisa menggunakan kayu manis. Caranya dengan merebus kayu manis lalu airnya dimasukkan ke alat dehumidifier. Agar wanginya semakin menenangkan kamu bisa menambahkan minyak esensial.

Demikian 6 cara menghilangkan bau apak di rumah setelah ditinggal mudik Lebaran. Semoga bermanfaat ya detikers!

(das/das)



Sumber : www.detik.com

4 Cara Cegah Toren Air Ditumbuhi Lumut Agar Selalu Bersih



Jakarta

Toren air adalah tangki atau tempat untuk menyimpan cadangan air bersih di rumah. Tangki yang berisi air ini bisa ditumbuhi lumut karena kondisinya yang lembap.

Belum lagi ada paparan sinar matahari yang menembus tangki, sehingga mendukung pertumbuhan lumut. Kalau sudah ditumbuhi lumut, air akan tercemar dan mempengaruhi kebersihannya.

Lalu, bagaimana cara mencegah lumut tumbuh di toren air? Yuk, simak tipsnya berikut ini.


Cara Cegah Toren Air Tumbuh Lumut

Inilah cara mencegah lumut tumbuh di atas toren, dilansir dari akun Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) @kemenpupr.

1. Tutup Tangki dengan Rapat

Lumut akan tumbuh ketika air terkena sinar matahari. Maka dari itu, kalian perlu pastikan bahwa tangki air tertutup rapat agar tidak ada sinar matahari yang masuk.

2. Buat Pelindung di Atas Toren Air

Toren air yang terbuat dari plastik dan berwarna cerah memungkinkan cahaya matahari untuk menembus masuk ke dalam. Untuk menghindarinya, kalian bisa memasang pelindung di bagian atas tangki, misalnya seperti memasang atap.

3. Cat Toren Air dengan Warna Gelap

Selain memasang atap, kalian juga bisa mengecat tangki air berbahan plastik dengan warna gelap. Lakukan pengecatan secara tebal dan merata supaya tidak ada cahaya yang menembus dinding tangki.

4. Rutin Kuras Toren Air

Pengurasan tangki air secara rutin dapat menghambat pertumbuhan lumut. Kuras tangki air setidaknya 6 bulan sekali. Apabila lumut tumbuh dengan cepat, tingkatkan frekuensi pengurasan, misalnya jadi 3-4 bulan sekali.

Itulah cara untuk mencegah pertumbuhan lumut pada toren air di rumah. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Jangan Tunggu Bau! Ini Waktu Ideal dan Cara Cuci Bantal yang Tepat



Jakarta

Bantal menjadi salah satu alat yang menunjang kenyamanan tidur. Oleh karena itu penting untuk menjaga kebersihan bantal agar kualitas tidur tetap baik.

Jangan sampai bau apek, kotor dan kuman di bantal mengganggu tidur. Lalu kapan seharusnya mencuci bantal tidur yang kita pakai dan bagaimana cara mencucinya?

Selain mengganti sarung bantal secara rutin, bantal tidur juga harus dicuci. Bantal tidur dianjurkan untuk dicuci 4 kali setahun, atau maksimal 3 bulan sekali.


Mengutip HGTV, berikut cara mencuci bantal tidur yang tepat:

1. Baca petunjuk cara mencuci

Untuk mencuci bantal, Anda tidak perlu ke laundry karena bisa mencucinya sendiri di rumah. Pastikan untuk selalu membaca label perawatan pada bantal untuk petunjuk khusus

2. Kenali jenis bantal dan bahannya

Kenali jenis isi bantal Anda dan ikuti petunjuknya. Untuk jenis yang bisa dicuci, gunakan detergen sesedikit mungkin. Hindari menggunakan pelembut kain karena cenderung meninggalkan residu dan dapat menimbulkan gumpalan di bantal.

a. Bantal bulu angsa atau bulu:

Setel mesin cuci ke siklus halus atau lembut dan gunakan air hangat. Tambahkan juga siklus bilas dan peras ekstra. Selanjutnya, tambahkan sedikit deterjen bubuk atau cair – sekitar satu sendok makan. Jika menggunakan cairan, pastikan deterjen benar-benar dibilas pada bagian akhir untuk menghindari residu pada bantal.

b. Poliester atau bulu sintetis:

Ikuti petunjuk yang sama seperti bantal bulu angsa atau bulu.

c. Busa memori atau lateks:

Perlu diperhatikan, bantal dengan bahan ini tidak bisa dicuci dengan mesin. Sebagai gantinya, bersihkan noda dengan kain lembab seperlunya. Gunakan penyedot debu dengan sambungan selang untuk menyegarkan dan membersihkan bantal.

3. Keringkan Bantal Secara Menyeluruh Setelah Dicuci

Proses pengeringan adalah langkah yang paling penting. Jika bantal tidak benar-benar kering – luar dan dalam – Anda berisiko membentuk jamur. Keringkan sebagian besar bantal dengan pengaturan panas halus atau rendah hingga sedang. Untuk bantal bulu angsa atau bulu, pastikan hanya menggunakan pengaturan kering udara (tanpa panas) karena isiannya cenderung gosong.

Untuk semua jenis isian, masukkan beberapa bola tenis ke dalam pengering untuk memecah gumpalan di dalamnya dan menjaga bantal tetap lembut. Sebagai alternatif, letakkan bantal di atas tali jemuran di luar ruangan untuk dijemur di bawah sinar matahari. Pastikan tidak ada kelembapan di bantal sebelum meletakkannya kembali di tempat tidur.

Demikian cara mencuci bantal yang benar. Semoga bermanfaat ya detikers!

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Rumah Sering Kebanjiran? Coba 6 Cara Ini Biar Hunian Tetap Aman!



Jakarta

Banjir dapat menjadi ancaman serius bagi rumah, terutama di daerah yang rawan terkena dampak bencana ini. Untuk melindungi hunian dan barang berharga, ada beberapa solusi praktis yang dapat diterapkan.

Pertama, membuat sumur resapan atau biopori dapat membantu meningkatkan penyerapan air ke dalam tanah, sehingga mengurangi genangan di permukaan. Selain itu, menjaga kebersihan saluran air dan memasang jeruji untuk mencegah penyumbatan sangat penting agar aliran air tetap lancar.

Langkah lain yang efektif adalah meninggikan lantai rumah dan menggunakan konstruksi tahan banjir, seperti rumah panggung, yang telah terbukti berhasil menghindari genangan saat banjir besar.


Berkut penjelasan selengkapnya:

Gunakan Material Tahan Banjir

Melansir Archdaily, material tahan banjir adalah jenis material yang mampu bertahan ketika terendam banjir selama minimal 72 jam tanpa mengalami kerusakan yang signifikan. Air banjir dapat muncul dalam bentuk genangan (hidrostatik) atau aliran (hidrodinamik).

Dan terkadang dapat menyebabkan pergeseran pada dinding pondasi, keruntuhan bangunan, pengapungan tangki bahan bakar, serta erosi. Istilah kerusakan yang signifikan merujuk pada kerusakan yang memerlukan perbaikan lebih dari sekadar pembersihan atau perbaikan kosmetik yang murah, seperti pengecatan.

Untuk menghindari kerusakan tersebut, material tahan banjir harus memiliki daya tahan yang tinggi dan mampu menahan kelembapan berlebih.

Contoh material tersebut meliputi beton, bata berlapis kaca, insulasi sel tertutup dan busa, perangkat keras dari baja, kayu lapis yang telah diberi perlakuan tekanan dan kelas laut, ubin keramik, lem tahan air, cat epoksi poliester, dan berbagai jenis lainnya.

Meninggikan Bangunan

Sebagai langkah awal, arsitek perlu merancang struktur yang berada di atas permukaan banjir untuk mengurangi risiko kerusakan jika banjir terjadi. Salah satu metode umum adalah dengan membangun struktur di atas kolom atau panggung.

Dalam situasi lain, fondasi yang kuat dapat dinaikkan ke ketinggian yang lebih tinggi. Untuk mendapatkan informasi lebih rinci tentang langkah-langkah yang perlu diambil, arsitek harus menganalisis iklim dan sejarah banjir di daerah tersebut serta berkonsultasi dengan sumber daya online, seperti panduan mengenai konstruksi pesisir.

Gunakan Pelapis Sealant dan Veneer yang Tahan Air

Ada dua jenis pelapisan anti banjir yaitu kering dan basah. Pelapisan anti banjir kering berfungsi untuk mencegah air banjir masuk, sedangkan pelapisan anti banjir basah memungkinkan air banjir masuk ke dalam rumah.

Jenis pelapisan ini mencakup pelapis, sealant, dan veneer kedap air yang dirancang untuk menghentikan air mencapai bagian dalam bangunan.

Veneer kedap air dapat terdiri dari lapisan batu bata yang didukung oleh membran kedap air, yang berfungsi untuk menyegel dinding luar agar tidak dapat ditembus oleh air.

Untuk dinding interior, arsitek sebaiknya menggunakan insulasi busa sel tertutup yang dapat dicuci di area yang mungkin terendam banjir.

Selain itu, pelapis dan sealant juga dapat diterapkan pada fondasi, dinding, jendela, dan pintu untuk mencegah masuknya air banjir melalui celah-celah, karena bukaan ini biasanya tidak dirancang untuk kedap air atau mampu menahan tekanan dari banjir.

Amankan Perangkat Elektronik dan Perpipaan

Menempatkan peralatan servis di atas permukaan air banjir adalah salah satu cara terbaik untuk melindunginya. Peralatan ini mencakup pemanas, ventilasi, pendingin udara, peralatan pipa, perlengkapan pipa, sistem saluran, serta peralatan listrik seperti panel servis, meteran, sakelar, dan stopkontak.

Jika komponen-komponen ini terendam air banjir, bahkan hanya untuk waktu singkat, mereka dapat mengalami kerusakan parah dan perlu diganti. Khususnya, peralatan listrik dapat menjadi sumber risiko kebakaran jika terjadi korsleting.

Oleh karena itu, sebaiknya komponen-komponen ini ditinggikan di atas permukaan air banjir. Namun, jika hal itu tidak memungkinkan, komponen tersebut dapat dirancang untuk mengurangi risiko kerusakan akibat banjir dengan menggunakan penutup kedap air, penghalang, lapisan pelindung, atau metode lain yang dapat melindungi bagian-bagian yang rentan.

Untuk memastikan kepatuhan terhadap standar yang berlaku, arsitek disarankan untuk berkonsultasi dengan peraturan kota setempat.

Ratakan Rumput Pada Area Rumah

Salah satu metode terakhir yang dapat diterapkan oleh arsitek untuk mengurangi kerusakan akibat banjir adalah dengan meratakan halaman rumput agar tidak terlalu dekat dengan rumah. Jika halaman rumput miring ke arah rumah, air hujan akan terakumulasi di sekitar bangunan.

Sebaliknya, jika halaman rumput dimiringkan ke arah luar, air hujan akan mengalir menjauh dari rumah. Untuk mencapai tujuan ini, halaman rumput sebaiknya menggunakan tanah berat yang mengandung campuran tanah liat dan pasir, sehingga limpasan permukaan dapat mengalir ke tempat yang lebih sesuai, seperti selokan jalan.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Begini Cara Pasang Septic Tank yang Benar biar Nggak Cepat Penuh


Jakarta

Setiap rumah membutuhkan septic tank untuk mengolah limbah dan menjaga sanitasi air di rumah. Seiring berjalannya waktu, tentu septic tankakan penuh dengan kotoran, sehingga perlu disedot secara berkala.

Nah, pemilik rumah perlu memasang septic tank dengan benar agar tidak timbul masalah. Dengan pemasangan yang benar, septic tank tidak akan cepat penuh, lho.

Lantas, bagaimana cara memasang septic tank dengan benar? Yuk, simak tips pemasangannya berikut ini.


Tips Pasang Septic Tank

Inilah beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memasang septic tank.

1. Ukuran Septic Tank

Koordinator Nasional Sanitasi Urban dari USAID IUWASH Tangguh, Immanuel Ginting, menjelaskan semakin banyak penghuni rumah, maka ukuran septic tank seharusnya semakin besar.

“Makin banyak orang di rumah, maka volumenya akan semakin besar. Tapi rata-rata kalau untuk satu rumah itu biasanya antara 2 meter kubik sampai 3 meter kubik paling besar,” ujar Ginting kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

Namun, hal ini juga tergantung pada sistem pembuangan air limbah. Apabila sistemnya tercampur yang menerima pembuangan limbah dari WC maka septic tank bisa berukuran kurang sekitar 1,7-2 meter kubik untuk 5-10 penghuni rumah.

Sementara sistem tercampur yang menerima air limbah dari saluran pembuangan di seluruh rumah dengan ukuran serupa hanya bisa menampung kebutuhan 4 penghuni rumah.

2. Septic Tank Kedap Air

Spesialis Sanitasi Senior dari USAID IUWASH Tangguh, Endro Adinugroho, menekankan pentingnya tangki septik yang kedap air. Septic tank yang kedap air akan menghalau masuknya air dari tanah ke dalam tangki yang akan membuatnya cepat penuh.

“Jadi kalau misalnya muka air tanahnya naik, dan dia muka air, istilahnya muka air tanahnya tinggi, dia pasti pada saat sudah di sedot pun, dia akan ada lagi karena air tanahnya mengisi ke dalam tangki septik,” jelas Endro.

3. Lubang Kontrol Lebih Tinggi

Kemudian, untuk mencegah masuknya air hujan Endro menyebut lubang kontrol septic tank atau manhole harus sedikit lebih tinggi dari permukaan tanah.

“Jadi limpasan dari air hujan, bukan esok kan, air hujan yang masuk melalui bisa lubang ataupun dari atas. Jadi kesannya harusnya muka manhole-nya atau lubang tanki septiknya posisinya harus lebih tinggi sedikit dari tanah sekitar. Dan dia posisinya tidak mudah air dari luar masuk ke dalam,” katanya.

4. Resapan Air Terpisah

Seringkali di masyarakat masih menggunakan septic tank yang bagian bawahnya dibuat menjadi resapan, sehingga tidak kedap air dan memiliki kontak langsung dengan tanah. Hal ini kurang tepat karena tangki berisiko terisi air ketika muka tanah naik.

“Sebenarnya itu resapannya posisinya tidak di situ (bawah tangki). Jadi di dalam tangki septik SNI pun ada yang namanya lubang untuk resapan air. Nah, kita membuatnya itu biasanya ada satu tangki, jadi ada dua bagian (untuk memisahkan resapan air),” papar Endro.

5. Ada Pipa Hawa

Pipa hawa adalah komponen septic tank yang tidak boleh ketinggalan karena berfungsi sebagai ventilasi untuk mengeluarkan gas metana yang dihasilkan di dalam septic tank. Tanpa pipa hawa, maka gas metana berisiko untuk keluar melalui sela-sela pipa di kamar mandi.

“Tangki septik itu kan harus ada lubang hawa, harus ada lubang udara ke atas. Seringkali karena lubang udara nggak ada, akhirnya gas metana terakumulasi di bawah di tangki septik,” ungkapnya.

6. Pemilihan Lahan

Pemilihan lahan juga perlu diperhatikan agar tidak berdekatan dengan benda keras atau pohon dengan akar keras di dekat septic tank. Sebab, benda atau akar keras dapat mengenai septic tank, sehingga tekanannya membuat tangki retak atau pecah.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Sudah Tahu Belum? Ini 3 Perbedaan Sumur Bor dan Sumur Gali


Jakarta

Sumber air bersih di rumah bisa didapatkan dengan berbagai cara, salah satunya dari sumur yang mengambil air dari dalam tanah. Nah, terdapat dua jenis sumur, yakni sumur bor dan sumur gali.

Perbedaan utama antara keduanya adalah sumur bor dibuat dengan mesin bor dan sumur gali dengan penggalian manual. Tentunya, kedua jenis sumur itu memiliki keunggulannya masing-masing.

Namun, Hasan seorang tukang sumur bor di kawasan Bogor menilai sumur bor lebih banyak keuntungannya dibanding sumur gali. Sumur bor pun menjadi sumber air andalan, terutama ketika musim kemarau tiba.


“Lebih baik bikin sumur bor apalagi kalau musim kemarau karena debit lebih kencang dan air lebih bersih,” kata Hasan kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

Lantas, apa perbedaan antara sumur bor dan sumur gali? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Perbedaan Sumur Bor dan Sumur Gali

Inilah beberapa perbedaan dari sumur bor dan sumur gali.

1. Dimensi Lubang

Pembuatan sumur bor menggunakan mesin bor, sehingga prosesnya lebih mudah untuk menentukan kedalaman tanah yang sampai menemukan sumber air. Sementara itu, sumur gali mengandalkan tenaga manual memiliki keterbatasan yang mengakibatkan sumur tidak bisa terlalu dalam.

“Kita kalau bikin sumur bor itu punya diameter sekitar 2 inci sampai 6 inci terus kedalaman bisa sampai 60 meter nggak masalah,” ujar Hasan.

“Kalau sumur gali kita butuh buat diameter 50 cm sampai 1 meter dan buat kedalaman juga terbatas kalau di daerah Bogor atau Jakarta paling kuat maksimal gali sampai kedalaman 20 meter,” tambahnya.

2. Debit Air

Bentuk lubang sumur gali memiliki diameter yang besar, sehingga debit air semakin besar agar bisa memenuhi kebutuhan. Adapun debit air dari sumur bor mengandalkan pompa untuk menyalurkan air.

“Kalau sumur bor itu debit airnya lebih kencang dan kualitas airnya lebih bersih karena itu tergantung kedalaman tanahnya,” jelasnya.

3. Waktu Pengerjaan

Meski pembuatan sumur gali lebih murah, pengerjaan dengan kedalaman dua puluh meter dapat membutuhkan berhari-hari untuk menyelesaikannya. Pasalnya penggalian dilakukan sendiri secara manual.

Berbeda halnya dengan penggalian sumur bor yang relatif lebih cepat karena menggunakan mesin bor. Kedalamannya pun tidak masalah selama menemukan sumber air bersih yang dibutuhkan.

Itulah perbedaan sumur bor dan sumur gali. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Rumah Bukan Sekadar Tempat Tinggal, tapi Juga Tempat Pemulihan Mental



Jakarta

Kesehatan mental perlu dijaga agar tidak terkena depresi. Untuk menjaganya ternyata juga bisa dengan membuat rumah senyaman mungkin.

Desain interior dan dekorasi sebuah rumah ternyata dapat mempengaruhi suasana hati, emosi, dan kesehatan mental penghuninya. Nah, berikut 10 tips buat rumah aman dan nyaman untuk menjaga kesehatan mental dikutip dari Real Simple.

Buat Rumah Aman

Tips pertama bikin rumah ramah dengan kesehatan mental adalah dengan membuat rumah Kamu aman. Kamu dapat memperhatikan keamanan rumah kamu dengan memastikan jendela dan pintu terkunci. Dan jangan lupa untuk jalur evakuasi bila ada keadaan darurat.


“Rasa keseluruhan sebuah ruangan-bagaimana penataannya, seberapa bersihnya, seberapa nyaman rasanya, seberapa pribadi Kamu membuatnya-semua hal ini dapat membuat Kamu merasa nyaman dan mempengaruhi seberapa aman Kamu merasa di suatu lingkungan,” kata desainer interior Kristen Fiore.

Pajang Foto Keluarga

Saat membahas kesehatan mental, Kamu dapat mengisi ruang Kamu dengan benda-benda dekoratif yang membuat Kamu merasa aman dan nyaman, Misal seperti foto keluarga.

Dengan melihat dan merasakan kehadiran keluarga di rumah, akan selalu membuat ruang nyaman untuk Kamu. Sewaktu Kamu mengalami depresi, Kamu dapat ambil istirahat sejenak dan memandangi foto keluargamu.

Pilih Warna Cat Sesuai Mood

Jika Kamu ingin menciptakan suasana rumah serasi dengan perasaan hati Kamu, Maka Kamu bisa pertimbangkan untuk memilih cat warna yang cocok dengan mood Kamu. Dengan hal berikut dapat membuat rumah Kamu jadi ruang aman dan nyaman.

Pemilihan warna juga erat dengan ruangan, misal untuk ruang terbatas, menggunakan warna-warna lebih sejuk. Lalu, jika Kamu ingin menciptakan kenyamanan di ruangan yang lebih besar, warna-warna hangat sangat bagus karena dapat menjaga kesehatan mental.

Menanam Tumbuhan di Rumah

Ternyata, menciptakan rumah yang bersahabat dengan alam dapat menjaga kesehatan mental. Kamu dapat menanam tanaman di sekeliling rumah. Mulai dari tanaman hias, herbal, dan rambat. Kamu juga dapat menanamnya di dalam atau luar ruangan.Menghadirkan alam di dalam ruangan adalah cara yang bagus dan murah untuk membantu ruangan terasa hangat dan nyaman.

Pelihara Hewan Peliharaan di Rumah

Tips selanjutnya adalah memelihara hewan peliharaan. Karena beberapa ahli juga menegaskan bahwa memiliki peliharaan dapat memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan mental.

Hewan peliharaan seperti anjing dan kucing dapat memberikan ketenangan saat sedang menemani bekerja, beristirahat, atau menghabiskan waktu untuk membantu melepaskan stress.

Menata Furnitur Senyaman Mungkin

Kamu dapat memposisikan furnitur senyaman mungkin untuk menciptakan ruang untuk bergerak yang bebas.Kamu juga dapat mengelompokkan furnitur untuk dijadikan sebagai area kerja, bermain, dan istirahat yang fungsional di sebuah ruangan.

Biarkan Sinar Matahari Masuk ke Dalam Rumah

Kamu mungkin baru tahu bahwa paparan sinar matahari dapat berdampak besar pada suasana hati, kualitas tidur, dan kesehatan mental kita secara keseluruhan.

Cahaya alami seperti sinar matahari dapat membantu mengatur dan meningkatkan suasana hati Kamu, jadi buka seluruh jendela agar sinar matahari masuk ke dalam rumah.

Menambahkan Lampu untuk Ruangan Tertentu

Tidak semua ruangan di dalam rumah punya pencahayaan yang cukup, jadi Kamu dapat memanfaatkan lampu tambahan untuk ruangan tersebut. Dengan menambahkan cahaya akan membuat ruangan lebih nyaman digunakan. Pencahayaan cukup juga dapat membantu kesehatan mental Kamu.

Menambahkan Furnitur Bertekstur

Menambahkan berbagai tekstur di ruangan Kamu akan membantu untuk meredam suara seperti menambahkan selimut, bantal, permadani, tirai ke dalam ruangan akan membantunya terasa nyaman dan tenang.

Jika Kamu memiliki lantai kayu keras, kamu juga dapat menambahkan karpet dengan tekstur bulu lembut untuk menambahkan kenyamanan. Hal tersebut sangat membantu menjaga kesehatan mental Kamu.

Jangan Pikirkan Barang yang sudah Tidak Terpakai

Sedang marak di media sosial mengenai Hoarding Disorder. Sebuah gangguan mental dimana seseorang menyimpan barang-barang tak terpakai. Hal ini mereka lakukan karena menganggap barang tersebut masih berguna suatu saat nanti meskipun sebenarnya barang tersebut sudah jadi sampah. Nah, Kamu harus langsung membuang barang yang sudah tak terpakai agar Kamu tak terkena gangguan mental satu ini.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Cara Urus Sertifikat Rumah yang Hilang, Lengkap dengan Syarat dan Biayanya



Jakarta

Sertifikat rumah merupakan salah satu surat berharga. Oleh karena itu sertifikat rumah harus disimpan dengan baik. Pertanyaannya jika sertifikat rumah hilang atau hancur, bisakah sertifikat itu diurus kembali?

Jawabannya bisa. Memang sertifikat baru dapat diterbitkan sebagai pengganti sertifikat yang hilang atas permohonan pemegang hak atas tanah yang namanya tertera dalam sertifikat. Namun ada proses penggantian sertifikat selama 40 hari kerja sesuai ketetapan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Lalu, bagaimana cara urus sertifikat rumah yang hilang?


Untuk mengurusnya, hal tersebut dapat dilakukan di Kantor Pertanahan. Akan tetapi, terdapat syarat-syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu.

Dilansir dari website Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), berikut ini syarat-syaratnya:

  1. Menandatangani formulir permohonan dan ditandatangani pemohon atau kuasanya di atas meterai
  2. Surat kuasa apabila dikuasakan
  3. Fotokopi identitas pemohon (KTP, KK) dan kuasa apabila dikuasakan, yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket
  4. Fotokopi Sertipikat (jika ada)
  5. Surat Pernyataan di bawah sumpah oleh pemegang hak/yang menghilangkan
  6. Surat tanda lapor kehilangan dari Kepolisian setempat

Adapun, biaya untuk menerbitkan sertifikat pengganti yang hilang sekitar Rp 350.000 per sertifikat. Rinciannya, Rp 200.000 untuk biaya sumpah, Rp 100.000 untuk biaya salinan Surat Ukur, dan Rp 50.000 untuk biaya pendaftaran.

Bila berkas yang dibutuhkan sudah lengkap, bagaimana prosedur mengurus sertifikat rumah yang hilang? Buka halaman selanjutnya.

Adapun, dikutip dari detikJatim yang melansir dari Hukum Online, menurut Irma Devita Purnamasari, SH, M.Kn. dalam buku “Hukum Pertanahan”, ada prosedur yang harus dilalui untuk mendapatkan sertifikat rumah pengganti.

Cara untuk Mendapatkan Sertifikat Rumah Pengganti:

1. Surat laporan kehilangan sertifikat tersebut dari kepolisian setempat. Untuk mengajukan laporan hilang pemohon harus membawa:

  • Fotokopi sertifikat yang hilang (bila ada)
  • Surat keterangan Lurah setempat yang menerangkan bahwa memang benar ada tanah yang tertera dalam fotokopi sertifikat tanah tersebut dan berlokasi di kelurahan itu.

2. Bukti pengumuman sertifikat hilang dalam surat kabar sebanyak 2×2 bulan

3. Bukti pengumuman sertifikat hilang dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia sebanyak 2×2 bulan

4. Fotokopi KTP pemohon yang dilegalisasi

5. Bukti Kewarganegaraan RI yang dilegalisasi

6. Bukti Pembayaran Lunas PBB tahun terakhir

7. Aspek penatagunaan tanah jika terjadi perubahan penggunaan tanah

Setelah melengkapi seluruh dokumen serta surat kehilangan dan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dari kepolisian, maka anda dapat segera memblokir sertifikat anda, agar menghindari terjadinya penyalahgunaan sertifikat awal anda oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

Alur Selanjutnya Melalui Proses Pengajuan, antara lain:

  1. Mengisi berkas permohonan sertifikat pengganti dan melengkapi persyaratan
  2. Pengambilan sumpah pemilik sertifikat di hadapan Kepala Kantor Pertanahan. Setelah itu, BPN akan mengumumkan berita acara pengambilan sumpah ke media. Jika tidak terdapat sanggahan atau gugatan dari orang lain kurang lebih selama satu tahun, maka proses penggantian sertifikat akan dilanjutkan
  3. Jika dokumen telah lengkap, maka pihak BPN akan meninjau kembali lokasi dan melakukan pengukuran ulang untuk memastikan keadaan tanah masih sama dengan yang tertera dalam Buku Tanah dan fotokopi sertifikat pemohon
  4. Penerbitan Sertifikat Pengganti, yang biasanya dapat terbit dalam kurun waktu 3 bulan, setelah permohonan diterima secara lengkap.

Demikian informasi soal mengurus sertifikat rumah yang hilang. Semoga bermanfaat ya!

(das/das)



Sumber : www.detik.com