Category Archives: Tips Properti

Jangan Asal! Ini Tempat yang Tepat dan Salah Meletakkan Tempat Sampah di Rumah



Jakarta

Tempat sampah menjadi barang wajib yang ada di rumah. Tanpa tempat sampah, debu, kotoran, sisa makanan, atau barang tidak terpakai akan berceceran.

Terkadang orang juga memiliki beberapa tempat sampah di rumah. Ada yang diletakan di dalam rumah, ada juga tempat sampah yang ditaruh di luar rumah.

Namun jangan sampai salah menempatkan tempat sampah di rumah. Mengutip dari Homes and Gardens, berikut beberapa tempat yang tepat dan sebaiknya dihindari meletakkan tempat sampah di rumah.


Tempat yang Tepat Meletakkan Tempat Sampah

1. Dapur

Dapur adalah ruangan paling cepat kotor di rumah terutama setelah memasak. Berbagai jenis sampah dari kering dan basah bisa dihasilkan setiap hari. Maka dari itu, di dapur perlu ada tempat sampah sendiri agar sampah tidak bercecer.

Lokasi yang disarankan agar tidak mengganggu estetika dapur adalah di samping wastafel atau tempat cucian piring. Ketika kamu mencuci piring atau peralatan dapur, tanpa berpindah tempat karena tempat sampah ada di dekat kaki.

Selain itu, menurut feng shui, penempatan tempat sampah di dapur juga mengundang energi positif di dapur. Namun, jangan lupa memilih tempat sampah yang tertutup agar tidak mengundang tikus, kecoa, atau hewan pengerat lainnya.

2. Kamar Mandi

Tempat sampah boleh diletakkan di dalam kamar mandi untuk membuang tisu, pembalut, kemasan odol atau sabun, hingga kotoran yang jatuh dari baju.

Namun, kamu perlu memperhatikan jenis bahan yang dipakai, usahakan dari plastic. Hindari menggunakan tempat sampah dari rotan, kayu, atau besi karena kamar mandi area yang lembap dan banyak cipratan air. Pilih juga tempat sampah yang tertutup agar air tidak masuk ke dalamnya.

3. Luar Rumah

Selain dua tempat sampah di dalam rumah, kamu perlu memiliki tempat sampah yang lebih besar di depan rumah. Tempat sampah ini yang biasanya isinya dibersihkan oleh petugas sampah untuk dibawa ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) terdekat. Pastikan tempat sampah tersebut tertutup agar isinya tidak dimakan atau diacak-acak oleh tikus dan kucing.

Tempat yang Tidak Perlu Ada Tempat Sampah

1. Ruang Tamu

Kamu tidak perlu meletakkan tempat sampah di ruang tamu karena dapat menimbulkan bau tidak sedap yang mengganggu tamu. Jika ada sampah cukup letakkan di meja atau arahkan ke tempat sampah di dapur.

Selain itu, hindari meletakkan tempat sampah di samping pintu masuk karena dalam feng shui dapat menghambat keberuntungan seseorang.

2. Kamar Tidur

Keberadaan tempat sampah di kamar tidur dapat mengganggu kualitas tidur seseorang karena sampah tempat hidup bakteri. Sedangkan kamu bisa lebih lama berada di kamar sehingga tidak baik untuk kesehatan.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Jangan Simpan Barang Ini di Dekat Kompor, Bisa Terbakar!


Jakarta

Dapur menjadi salah satu ruangan di rumah yang menyimpan banyak benda. Terkadang, kita suka tidak menyadari meletakkan dan menyimpan benda di dapur secara acak, termasuk dekat kompor. Sebagai alat rumah tangga yang menyalurkan panas, kompor bisa menjadi barang yang berbahaya. Untuk itu, area sekitar kompor perlu diperhatikan agar tetap aman.

Melansir dari situs Real Simple, pada Senin (14/04/2025), menyimpan atau meletakkan benda tertentu bisa menimbulkan masalah. Pertama, dapat merusak benda itu sendiri sehingga mengurangi keawetannya. Kedua, bisa menimbulkan potensi bahaya kebakaran. Oleh karena itu, berikut daftar benda-benda yang tidak boleh diletakkan dekat kompor

Minyak Goreng

Minyak goreng merupakan salah satu benda yang paling sering dekat kompor karena memudahkan ketika akan menggunakannya. Namun, minyak goreng ternyata sensitif terhadap suhu tinggi seperti kompor sehingga dapat menurunkan kualitasnya.


Rempah-rempah

Rempah-rempah juga tidak bisa disimpan atau diletakkan dekat kompor. Hal ini akan membuat rempah-rempah kehilangan rasa lebih cepat. Sebab, panas dari kompor dapat mengeringkan minyak esensial dalam rempah-rempah. Selain itu, ketika merebus air atau memasak sup di kompor, maka uapnya dapat meningkatkan kelembapan rempah-rempah sehingga jika bentuknya bubuk dapat cepat menggumpal.

Tisu

Tisu merupakan benda yang dapat disimpan di mana saja, tetapi hindari dekat dapur. Sebab, tisu sangat mudah terbakar maka jauhkan tisu dari kompor.

Benda Elektronik

Benda elektronik lain seperti HP, laptop, pemanggang roti, dan lainnya dapat meleleh akibat panas tinggi dari kompor. Sebaiknya, pindahkan benda elektronik tersebut dari kompor.

Makanan Cepat Busuk

Makanan cepat busuk seperti kentang, bawang, dan sayuran sebaiknya jangan letakkan dekat kompor. Sebab, makanan tersebut sebaiknya disimpan pada suhu ruangan yang dingin atau sejuk. Jika diletakkan dekat dengan kompor, makanan bisa melunak atau membusuk lebih cepat.

Produk Pembersih

Produk pembersih rumah tangga seperti sabun cuci piring, cairan pembersih lantai, atau apapun bisa berpotensi mudah terbakar sebab memiliki bahan kimia yang berbahaya.

Cuka

Sama seperti minyak, cuka yang terpengaruh oleh suhu tinggi kompor dapat berubah rasanya. Maka sebaiknya hindari menyimpan cuka dekat kompor.

Kertas atau Buku Resep

Jika kamu punya buku resep atau mendekatkan kertas ke kompor maka sebaiknya jauhkan. Potensi kebakaran dapat timbul karena kertas mudah terbakar. Untuk buku resep, maka lapisi dengan sampul plastik untuk membantu meminimalkan noda.

Sarung Tangan Oven

Sarung tangan oven yang terbuat dari kain bisa berpotensi bahaya kebakaran jika dekat kompor. Oleh karena itu, hindari sarung tangan oven dekat dengan kompor.

Benda Plastik

Jika ada peralatan dapur yang terbuat dari plastik maka jauhkan dari kompor. Sebab, barang-barang ini berisiko melengkung, mengering, meleleh, bahkan terbakar jika terlalu dekat dengan api.

Itu dia deretan benda yang tidak boleh dekat dengan kompor. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Menara Badgir, Rahasia Rumah Sejuk Tanpa AC di Iran



Jakarta

Memasuki musim kemarau membuat udara di rumah terasa lebih panas dan membuat rumah terasa tidak nyaman. Biasanya, hal tersebut dapat diatasi dengan memasang AC atau kipas angin di ruangan agar udara panas dapat berkurang. Namun di Iran ada benda yang membuat rumah terasa dingin tanpa listrik.

Melansir dari Tehran Times, pada Senin (14/04/2025), di Iran terdapat teknologi sederhana tanpa listrik untuk membuat ruangan terasa dingin. Bernama Badgir atau windcatcher yang berfungsi sebagai penangkap angin. Badgir berbentuk menara seperti cerobong asap dengan sisi samping yang terbuka. Desain ini sengaja dirancang untuk menangkap angin untuk bangunan di bawahnya.

Tak hanya menyalurkan angin, Menara Badgir juga bisa mengeluarkan udara panas melalui ventilasi yang berlawanan. Ventilasi alami ini diklaim bisa mengurangi suhu ruangan sebesar 8 hingga 12 derajat celcius.


Pada beberapa bangunan, Menara Badgir juga dirancang untuk mengarahkan udara ke saluran air bawah tanah yang berada di bawah rumah. Adanya air dapat mengurangi suhu lebih rendah lagi sehingga memberi pendingin tambahan kepada ruangan.

Menara Badgir memiliki tiga komponen utama, yaitu poros sebagai saluran udara, sendok angin di atas untuk menangkap dan mengarahkan udara, serta bagian dasar untuk mendistribusikan udara secara merata ke seluruh ruangan. Ketiga komponen ini dapat bekerja sama untuk menciptakan perbedaan tekanan udara sehingga menghasilkan udara sejuk ke rumah, masjid, bahkan istana.

Selain bermanfaat, menara Badgir juga sekaligus simbol identitas dan keterampilan arsitektur Iran. Bentuk menara yang menjulang tinggi di beberapa kota, seperti Yazd, Kerman, dan Kashan, mencerminkan kecerdasan para pembangun Persia yang mampu menyelaraskan bentuk, fungsi, dan keberlanjutan.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Jangan Dibuang! Ini 5 Cara Cerdas Manfaatkan Handuk Bekas di Rumah



Jakarta

Handuk menjadi salah satu tempat berkembang biak bakteri karena sering digunakan. Oleh karena itu, kebersihan handuk harus tetap dijaga.

Menurut Wakil Direktur Pusat Kebersihan dan Kesehatan Universitas Simmons, Elizabeth Scott, seperti yang dikutip oleh BBC, pada Senin (14/04/2025), ia menyarankan mencuci handuk setiap seminggu sekali.

Namun, jika handuk sudah terasa kasar, warnanya usang, dan tidak lagi nyaman dipakai, kamu bisa mengganti dengan handuk baru untuk kenyamanan. Lalu, bagaimana dengan handuk yang sudah tidak terpakai?


Melansir dari situs The Spruce, pada Senin (14/04/2025), handuk yang sudah tidak terpakai bisa kamu manfaatkan sebagai benda-benda berikut ini.

Menjadi Lap

Banyak orang memotong handuk menjadi potongan kecil untuk dijadikan lap, seperti lap dapur dan sebagainya. Handuk bisa menyerap noda atau cairan akibat tumpahan sehingga cocok dijadikan lap.

Sebagai Kepala Pel

Kamu juga bisa memanfaatkan handuk untuk mengepel. Jika kamu punya gagang pel, kamu bisa potong handuk menjadi seukuran kepala pel lalu ikat sehingga kain handuk menempel dengan kepala pel.

Penghambat Udara Dingin

Ketika sedang hujan dan udara dingin, kamu bisa meletakkan handuk yang tidak terpakai ke bagian bawah pintu. Dengan begitu, angin, air, dan udara dingin tidak bisa masuk ke dalam ruangan.

Handuk Hewan Peliharaan

Handuk yang sudah tidak terpakai bisa kamu gunakan untuk hewan peliharaan. Bisa jadi kain buat pengering bulu hewan, hingga menjadi pelapis kandang atau wadah di bawah kandang untuk menciptakan suasana yang nyaman bagi hewan.

Itu dia beberapa tips memanfaatkan handuk tidak terpakai. Semoga membantu!

(das/das)



Sumber : www.detik.com

5 Tips Jaga Rumah Selalu Rapi ala Orang Minimalis



Jakarta

Gaya hidup minimalis bisa diterapkan mulai dari mengatur barang-barang di dalam rumah. Konsep ini mengajarkan penganutnya sadar akan barang yang dimilikinya dan tidak menumpuk barang yang bikin rumah berantakan.

Seorang minimalis biasanya menyimpan barang yang benar-benar penting dan terpakai. Jumlah barang yang dimiliki pun tidak berlebihan, sehingga rumahnya lebih mudah dijaga kerapiannya.

Lalu, bagaimana cara menjaga rumah selalu rapi ala orang minimalis? Simak penjelasannya berikut ini.


Tips Menjaga Rumah Selalu Rapi ala Orang Minimalis

Inilah cara menjaga kerapian rumah dengan menerapkan gaya hidup minimalis, dikutip dari The Spruce.

1. Sering Sortir Barang

Founder The Simple Life Rachel Whiteaker mengatakan seorang minimalis tidak menumpuk barang-barang. Mereka sering menyortir barang-barang yang tidak terpakai setiap hari atau setiap minggu.

“It doesn’t have to be a huge production or time block. A little each day keeps the clutter away,” kata Whiteaker dikutip dari The Spruce, Senin (14/4/2025).

2. Hanya Simpan Barang yang Digunakan

Penganut gaya hidup minimalis tidak menyimpan barang yang tidak mereka pedulikan. Lalu, mereka juga tak akan menyimpan barang yang tak akan digunakan.

“Selalu tanyakan pada diri sendiri: Apakah Anda menyukainya, apakah Anda membutuhkannya? Jika tidak, jangan membelinya atau jangan menyimpannya,” katanya.

3. Terapkan Sistem Satu Masuk, Satu Keluar

Pemilik Designing with Less Michelle Parravani mengatakan banyak orang tak asing dengan sistem ‘one in, one out’ atau ‘satu masuk, satu keluar’. Seseorang yang menerapkan sistem ini akan mengeluarkan satu barang lama yang jarang dipakai setiap membeli satu barang baru.

“Jika Anda dapat melakukan ini, Anda dapat mengkurasi barang-barang yang lebih Anda hargai dan sukai,” katanya.

4. Sering Rapikan Barang

Parravani menyebut seorang minimalis tidak membiarkan pekerjaan rumah menumpuk. Sebaiknya mencicil pekerjaan rumah yang mudah setiap hari. Ia menyarankan untuk segera membereskan rumah dalam waktu lima menit saja.

Selain itu, Founder Shira Gill Home dan penulis buku Minimalista menyarankan untuk merapikan rumah selama lima menit saja setiap hari sebelum tidur.

“Bersihkan meja dan permukaan, simpan barang-barang yang sudah digunakan, dan atur ulang tempat Anda, sehingga dapat bangun dengan rumah yang tenang dan rapi keesokan harinya,” katanya.

5. Sembunyikan Barang

Menurut Gill seorang minimalis punya kebiasaan menyembunyikan barang-barang daripada memajangnya. Artinya ada tempat penyimpanan untuk berbagai jenis barang.

Misalnya, menyimpan kotak tinta printer atau kabel charger ponsel di dalam lemari tertutup atau keranjang, sehingga barang-barang ini tidak menambah kekacauan visual di rumah. Pastikan untuk memberi label pada kotak penyimpanan agar tidak melupakan barang apa yang dimiliki di rumah.

Itulah cara merapikan rumah ala orang minimalis. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

5 Kebiasaan yang Tanpa Sadar Mengundang Serangga ke Dalam Rumah



Jakarta

Semut, lalat, atau kecoak merupakan jenis serangga yang paling sering ditemui di rumah. Keberadaan mereka sering muncul tiba-tiba dan membuat kenyamanan kita terganggu.

Padahal, menurut Manajer Area Truly Nolen Pest Control, John D’Abruzzo seperti dikutip dari situs Real Simple, pada Senin (14/04/2025) serangga bukan tiba-tiba muncul di dalam rumah tetapi ada sesuatu yang salah yang tanpa kita sadari. Sebab, serangga memiliki tiga kebutuhan dasar, yaitu makanan, air, dan tempat berlindung. Maka, tidak heran mereka memang sering mencarinya di dalam rumah kita.

Meskipun serangga bisa dibasmi menggunakan cairan anti serangga, tetap saja kita perlu menjaga kebiasaan yang berpotensi mengundang serangga dalam rumah kita. Berikut merupakan kebiasaan yang tanpa kamu sadari dapat memicu datangnya serangga.


Meninggalkan Makanan

Jika tiba-tiba kamu melihat segerombolan semut di dapur, maka kamu bisa cek apakah ada sisa buah atau sekantong roti yang tertinggal di meja. Sebab, semut menyukai gula dan karbohidrat. Meninggalkan makanan di luar sama saja seperti mengundang mereka ke pesta makan malam.

Tidak Membersihkan Dapur Setelah Memasak

Memasak merupakan aktivitas melelahkan sehingga kadang kamu mungkin tidak punya energi untuk membersihkan dapur. Namun, kamu tetap harus melakukannya untuk mencegah serangga. Sebab, bisa saja ada remah-remah, atau cairan masakan yang tertinggal. Maka, kamu harus membersihkan dapur seperti mengelap meja dan lainnya untuk menghilangkan jejak feromon dan mencegah semut mencarinya.

Tidak Membuang Sampah

Tidak membuang sampah dapat mengundang masuknya kecoak. Sebab, tempat sampah merupakan tempat kecoak berkembang biak secara cepat dan berpotensi menularkan patogen secara mekanis karena mereka mencemari makanan.

Tidak Memeriksa Pipa

Kamu juga perlu memeriksa pipa air untuk melihat apakah ada kebocoran atau tidak. Pipa bisa menjadi salah satu akses masuk keluarnya serangga.

Membiarkan Genangan Air

Jangan membiarkan genangan air di sekitar rumah sebab dapat mengundang nyamuk. Nyamuk akan berkembang biak di genangan air secara cepat dan mereka akan masuk ke dalam rumah untuk mengganggu penghuninya.

Itu dia deretan kebiasaan buruk yang dapat mengundang serangga ke rumah. Jangan sampai lupa, ya!

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Hati-hati! Banyak Black Mold di Rumah Bisa Bawa Petaka



Jakarta

Jamur hitam (black mold) bukan tanaman indah yang biasa ditemukan di hutan. Sebutan ini merujuk pada jamur-jamur yang tumbuh di rumah yang bentuknya noda-noda berwarna hitam atau warna lain yang mengganggu tampilan.

Jamur hitam dapat ditemukan di dinding, langit-langit rumah, pintu, dan barang-barang lainnya. Selain mengganggu tampilan rumah, ternyata jamur hitam bisa membawa petaka bagi penghuni rumah, kenapa?

Menurut BBC, sudah banyak kasus kematian ditemukan akibat kondisi rumah yang telah ditumbuhi black mold. Jamur ini ternyata dapat menyebarkan spora ke udara yang apabila terhirup oleh penghuni rumah, dapat menyebabkan berbagai penyakit. Mulai dari alergi, batuk, mengi, sesak napas, bersin, hidung meler, mata merah, dan ruam kulit.


Menurut The Guardian, penghuni rumah yang paling rentan terkena efek black mold adalah bayi dan anak kecil. Selain karena saluran pernapasan mereka yang masih kecil, sistem kekebalan tubuhnya juga masih lemah.

Laporan The National Health Service (NHS) di Inggris pada 2021 lalu mencatatkan telah menghabiskan sekitar £ 1,4 miliar atau sekitar Rp 31 triliun (Kurs Rp 22.183) setiap tahun untuk membantu mengobati penyakit yang disebabkan karena tinggal di perumahan yang dingin atau lembap.

Penyebab Muncul Black Mold

Penyebab utama munculnya jamur hitam atau black mold di rumah adalah kelembapan. Saat udara mendingin, uap air akan berubah menjadi tetesan air saat bersentuhan dengan permukaan dingin.

Permukaan yang dimaksud adalah dinding luar atau jendela. Apabila kondisi ini tidak segera disadari oleh pemilik rumah, permukaannya menjadi lembap dan menjadi lokasi yang pas untuk jamur hidup.

Faktor yang memicu kelembapan udara di dalam rumah bukan hanya dari suhu di rumah, melainkan kegiatan pemilik rumah seperti mandi, memasak, dan menjemur cucian di dalam ruangan.

Lalu, bangunan tua yang sudah lama tidak dipakai juga sangat rentan menjadi lokasi pertumbuhan jamur hitam.

Cara Mengatasi Black Mold

Cara mengatasi pertumbuhan jamur hitam adalah dengan memeriksanya secara rutin untuk mengetahui area yang berpotensi menjadi lokasi pertumbuhan jamur. Lokasi yang sering ditumbuhi jamur adalah sekitar pipa, dinding, langit-langit rumah, di sekitar dapur, di sekitar gudang, kamar mandi, dan masih banyak lagi.

Untuk mengatasi kelembapan pada rumah saat ini sudah tersedia alat bernama dehumidifier. Kemudian, apabila terdapat kebocoran di rumah, kamu harus memperbaikinya. Rumah juga perlu memiliki ventilasi dan suhunya diusahakan tetap normal.

Hal yang perlu kamu ingat adalah mengecat ulang dinding yang berjamur tidak akan menyelesaikan masalah. Sebab, faktor utama kemunculannya tidak diatasi.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

Jangan Lakukan 5 Kebiasaan Ini Saat Membersihkan Rumah


Jakarta

Membersihkan rumah perlu dilakukan agar ruangan tetap bersih dan rapi. Nah, saat membersihkan rumah ini ada beberapa kebiasaan yang sebaiknya tidak dilakukan.

Sebab, kebiasaan-kebiasaan tersebut terkadang membuat kegiatan bersih-bersih kurang maksimal atau bahkan bisa merusak barang. Apa saja kebiasaan itu?

Dilansir dari Southern Living, berikut ini kebiasaan-kebiasaan yang sebaiknya dihindari saat membersihkan rumah.


1. Tidak Melakukan Deep Cleaning

Membersihkan rumah secara menyeluruh atau deep cleaning perlu dilakukan. Sebab, biasanya rumah hanya dibersihkan pada bagian permukaan yang terlihat kotor sementara bagian belakang furniture kerap terabaikan.

2. Menyemprot Pembersih Langsung ke Permukaan

Saat membersihkan permukaan perabotan, sebaiknya tidak menyemprotkannya secara langsung. Akan lebih baik jika pembersih disemprotkan ke lap atau sponge terlebih dahulu untuk mencegah penggunaan berlebihan mengurangi terhirupnya cairan semprotan.

3. Tidak Membersihkan Alat Bersih-bersih

Alat bersih-bersih juga perlu dibersihkan lho detikers. Hal itu karena peralatan tersebut sering digunakan untuk membersihkan kotoran dan diletakkan di tempat yang terbuka di rumah.

Menurut Presiden dan Co-CEO AspenClean, Alicia Sokolowski, tidak membersihkan alat bersih-bersih bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri. Jangan lupa untuk menaruh kembali di tempatnya setelah alat-alat itu digunakan.

4. Tidak Memberi Waktu Cairan Pembersih Bekerja

Biasanya saat membersihkan noda, penghuni rumah ingin cepat-cepat selesai. Padahal, kesabaran adalah kunci dalam membersihkan noda membandel.

Saat membersih noda, diamkan produk pembersih selama beberapa saat dan biarkan bahan kimianya bekerja.

“Anda juga harus membiarkan disinfektan selama waktu kontak yang disarankan sebelum mengelapnya. Ini memastikan disinfektan membunuh kuman dan bakteri secara efektif,” tutur Sokolowski.

5. Pakai Pembersih Tertentu pada Permukaan yang Tidak Direkomendasikan

Ambil contoh pembersih kaca. Kebanyakan pembersih kaca mengandung amonia atau cuka untuk menghilangkan noda seperti air sadah dan noda.

Menggunakan pembersih kaca untuk permukaan selain kaca, seperti granit, kayu, maupun logam tidak direkomendasikan bahkan bisa menyebabkan kerusakan. Tak hanya itu, warna pada permukaan dengan material tersebut juga bisa berubah seiring waktu.

Hal yang sama berlaku untuk pembersih toilet, yang dibuat untuk mengatasi noda membandel dan kuman yang hanya ada di mangkuk toilet. Pembersih ini sering kali mengandung asam klorida atau pemutih yang dapat merusak lapisan permukaan, mengubah warna material, atau menyebabkan berbagai bentuk kerusakan jika digunakan pada barang-barang lainnya.

Itulah beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari saat membersihkan rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/das)



Sumber : www.detik.com

6 Kesaktian Pasta Gigi, Bisa Bersihkan Noda di Cangkir-Karpet


Jakarta

Pasta gigi kerap ditemukan di rumah. Fungsi utamanya adalah untuk membersihkan gigi, namun pasta gigi juga bisa membersihkan benda-benda yang ada di rumah.

Benda-benda yang bisa dibersihkan beragam, mulai dari bagian bawah setrika hingga menghilangkan noda tinta pada karpet. Selain itu, masih ada lagi barang-barang lainnya yang bisa dibersihkan pakai pasta gigi. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini informasinya.

1. Menghilangkan Noda Kopi pada Cangkir

Dilansir dari Homes & Gardens, pasta gigi bisa digunakan untuk membersihkan noda kopi hingga teh pada cangkir. Biasanya, jika cangkir sering digunakan untuk minum kopi atau teh akan meninggalkan noda kuning.


Cara membersihkannya cukup mudah. Caranya cukup mengoleskan pasta gigi para spons yang sedikit basah dan gosokkan pada noda. Setelah itu bilas hingga bersih untuk menghilangkan residu.

2. Membersihkan Setrika

Pasta gigi bisa membersihkan setrika yang korot akibat noda dari produk perawatan pakaian. Ingat, bersihkan plat setrika ketika sudah dingin ya.

3. Menghilangkan Noda Sabun yang Membandel

Penggunaan sabun di pintu kamar mandi, wastafel, maupun shower terkadang meninggalkan noda yang sulit dibersihkan. Nah, pasta gigi bisa dipakai untuk membersihkan noda tersebut.

Caranya cukup tuangkan pasta gigi pada kain lembap dan bersihkan sisa sabun. Setelah itu bilas dan keringkan.

4. Menghilangkan Bau Makanan pada Talenan

Bau makanan terkadang sulit dihilangkan pada tangan, talenan, maupun wadah makanan. Nah, penggunaan pasta gigi bisa menghilangkan bau tersebut. Gunakan pasta gigi saat membersihkan talenan lalu bilas.

5. Menghilangkan Noda Krayon di Dinding

Dilansir dari Southern Living, untuk membersihkan noda krayon di dinding, bisa pakai pasta gigi. Caranya, taruh pasta gigi pada noda dengan menggunakan jari lalu pakai lap basah untuk menghilangkan noda. Biarkan kering ketika noda sudah hilang.

6. Menghilangkan Noda Tinta dan Lipstik pada Karpet

Selanjutnya yaitu pasta gigi bisa digunakan untuk membersihkan noda tinta dan lipstik pada karpet. Berikut ini caranya.

– Oleskan pasta gigi secukupnya pada area yang terkena noda dan gosokkan perlahan ke noda. Kuncinya adalah menunggu pasta gigi mengering sepenuhnya; dengan demikian, noda akan terserap secara maksimal.

– Setelah kering, bersihkan kembali dengan kain hangat dan lembap untuk membersihkan pasta gigi.

– Akan lebih baik jika bisa menggunakan alat penyedot debu di area tersebut untuk menghilangkan residu kecil. Semakin cepat membersihkan noda, semakin efektif proses ini.

Itulah beberapa benda yang bisa dibersihkan pakai pasta gigi. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/zlf)



Sumber : www.detik.com

Tak Perlu Matikan Lampu, Begini 3 Cara Efektif Usir Laron dari Rumah


Jakarta

Kemunculan laron menjadi penanda masuknya musim hujan karena kebanyakan serangga ini muncul di musim tersebut. Bisa pula kemunculan laron di rumah karena adanya sarang rayap atau musim kawin.

Keberadaan serangga ini tidak menguntungkan bagi pemilik rumah atau bangunan karena sayap hewan ini sering berserakan setelah mereka berkumpul beberapa jam di dekat lampu.

Banyak di antara kita yang memilih mematikan lampu ketika melihat ada gerombolan laron mulai terlihat. Ternyata, untuk mengusir laron, caranya tidak perlu dengan mematikan lampu.


Dilansir detikFood, alasan laron mendekati lampu jalan atau lampu di rumah karena mereka membutuhkan kehangatan saat musim hujan. Saat lampu dimatikan, memang jumlahnya akan berkurang, tetapi ad acara yang lebih efektif untuk mengusir laron, Dilansir Women Weekly berikut caranya.

Cara Mengusir Laron

1. Sediakan Ember Berisi Air

Laron tidak akan pergi dengan cara mengusirnya. Coba siapkan ember berisi air, lalu letakkan di dekat lampu agar cahaya dari lampu terpantul. Pantulan cahaya pada permukaan air akan menarik perhatian laron. Mereka akan mengira itu adalah sumber cahaya baru.

Saat mereka masuk ke air, sayap mereka tidak bisa bergerak karena berat, alhasil tubuh mereka tidak bisa ke mana-mana dan ada yang tenggelam.

2. Oil Minyak Jeruk

Cara lainnya adalah dengan menyiapkan oil dengan beraroma jeruk. Oil tersebut kemudian dicampurkan ke air agar bisa menjadi cairan penyemprot. Sasar semua rayap terbang yang berada di sekitar rumah, lalu tunggu hingga mereka tidak bergerak.

3. Pasang Screen atau Tirai pada Jendela dan Pintu

Dilansir HiCare, untuk melindungi laron masuk ke dalam rumah, kamu bisa memasang pembatas seperti tirai atau pintu berjaring. Rumah juga tidak akan terasa pengap karena udara masih bisa lewat melalui celah-celah di jarring tersebut.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com