Category Archives: Tips Properti

Cara Menghitung Kebutuhan Cat Tembok, Cegah Salah Hitung Saat Renovasi


Jakarta

Mengecat tembok adalah salah satu proses paling penting saat renovasi rumah. Tampilan rumah yang segar dan rapi bisa langsung tercipta hanya dengan warna cat yang pas.

Tapi tak cuma itu, butuh pengukuran juga agar pembelian jumlah catnya pas. Beberapa orang merasa kebingungan saat menghitung berapa banyak cat yang dibutuhkan. Kesalahan hitung bisa bikin proses pengecatan jadi terhambat, budget pun jadi berantakan.

Cara Menghitung Kebutuhan Cat Tembok

Dirangkum dari buku Panduan Lengkap Membangun Rumah oleh Gatut Susanta dan berbagai laman produk cat tembok, menghitung kebutuhan cat untuk dinding perlu disesuaikan dengan jumlah perlakuan pengecatan. Biasanya, daya sebar cat tembok untuk setiap meter persegi bidang dinding dengan dua kali pengecatan adalah 10-12 m2/kg.


Walau demikian, alangkah baiknya melalui perhitungan yang tepat agar bukan hanya lebih hemat tetapi juga memastikan hasil cat jadi rapi dan maksimal. Simak berikut beberapa langkah menghitung kebutuhan cat tembok, dirangkum dari laman Asianpaints:

1. Ukur Luas Permukaan yang Akan Dicat

Langkah pertama, ukur tinggi dan lebar dinding menggunakan meteran. Setelah itu, kalikan kedua angka tersebut untuk mengetahui luas permukaan dalam satuan meter persegi (m²). Ulangi cara ini untuk setiap dinding yang ingin dicat, lalu jumlahkan semua luasnya agar mengetahui total area yang perlu dicat.

Untuk menghitung berapa banyak cat yang dibutuhkan untuk mengecat sebuah ruangan, pemilik rumah perlu mempertimbangkan beberapa faktor seperti bentuk ruangan dan dimensi dinding yang ingin dicat. Ukur tinggi dan lebar setiap dinding, lalu kalikan dimensi tersebut untuk mendapatkan total luas persegi area yang dapat dicat. Rumusnya sederhana:

  • Ketahui ukuran panjang x lebar ruangan, dan tingginya. Contoh 3×4 meter dengan tinggi ruangan 3 meter
  • Ketahui jumlah dinding yang akan dicat. Contohnya ada dua dinding berukuran 3×4 meter (dibuat istilah d1) dan dua dinding lagi berukuran 3×3 meter (dibuat istilah d2)
  • Maka rumusnya sebagai berikut:
    Jumlah dinding (p x l d1) + Jumlah dinding (p x l d2)
    Jadi 2(3×4) + 2(3×3) = 42 m².

2. Hitung Luas Pintu dan Jendela

Karena pintu dan jendela biasanya tidak dicat, pemilik rumah harus mengurangi luas bukaan ini dari total luas dinding. Cara hitungnya pun mirip dengan dinding. Cukup ukur tinggi dan lebar pintu serta jendela, hitung luasnya, lalu kurangi dari total yang tadi kamu hitung.

3. Hitung Cat Langit-langit

Jika pemilik rumah berencana untuk mengecat langit-langit, perlu menghitung luas perseginya juga secara terpisah menggunakan metode yang sama yang digunakan untuk dinding. Selanjutnya tambahkan ke total luas persegi untuk dinding.

4. Perhatikan Daya Sebar Cat

Setelah mengetahui total luas persegi area yang akan dicat, tentukan dan periksa jenis cat yang akan kamu gunakan. Biasanya informasi ini bisa dilihat di label kaleng cat. Sebab cakupan cat Enamel per liter berbeda antara cat merek A dengan merek B, misalnya.

Kalau hanya ingin mengecat satu bidang dinding, caranya juga gampang. Cukup ukur tinggi dan lebarnya, lalu kalikan. Setelah dapat total luas, tinggal bagi dengan daya sebar cat per liter.

Kalau ingin mengecat permukaan yang lebih kecil, seperti pintu atau furnitur, caranya juga sama. Ukur tinggi dan lebar benda tersebut, hitung luas permukaannya, lalu kalikan dengan jumlah sisi yang akan dicat. Setelah itu, bagi hasilnya dengan daya sebar cat.

Kalau ingin tahu berapa berat cat yang akan dibeli, bisa pakai patokan rata-rata 1 liter cat beratnya sekitar 1,5 kg. Jadi, kalau butuh 8 liter, total beratnya kira-kira 12 kg.

5. Hitung Jumlah Lapisan Cat

Kalau ingin hasil pengecatan lebih maksimal dan warnanya keluar dengan sempurna, biasanya dinding perlu dicat dua lapis. Jadi, setelah tahu berapa liter yang dibutuhkan untuk satu lapisan, tinggal kalikan dua untuk hasil akhir.

6. Sisihkan Cat untuk Retouch

Jangan lupa, selalu siapkan cadangan cat untuk jaga-jaga. Biasanya bagian dinding bisa saja tergores, kotor, atau ada kegagalan pengecatan. Sisihkan sekitar 5-10% dari total cat yang dihitung sebelumnya, supaya tidak repot mencari warna yang sama di kemudian hari.

Nah, itulah tadi langkah-langkah cara menghitung kebutuhan cat tembok. Semoga membantu dan berhasil, ya!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aau/fds)



Sumber : www.detik.com

Berbahaya! Barang-barang Ini Jangan Digantung di Dinding


Jakarta

Saat mengisi barang, kalian ingin memanfaatkan setiap sudut rumah agar tidak terlihat kosong. Beberapa barang akhirnya tidak hanya diletakkan di lantai, melainkan ada yang digantung di dinding.

Penghuni rumah merasa barang tersebut ringan, mudah terlihat, dan indah apabila diletakkan di dinding daripada di area lain. Namun, tidak menyadari bahwa menggantung barang di dinding berbahaya dan dapat merusak rumah.

Beberapa pemilik properti sewa atau pengurus asrama, ada yang membuat aturan untuk tidak membuat lubang atau menempel sesuatu pada dinding. Hal tersebut karena pemiliknya sadar bahwa lebih baik melarang daripada harus menanggung rugi.


Dilansir The Spruce, berikut beberapa benda yang tak boleh digantung di dinding.

1. Bingkai Kayu dan Logam

Bingkai foto lebih terlihat indah dan mudah terlihat saat diletakkan di dinding. Namun, sebelum menggantung, sebaiknya hindari memakai bingkai dari kayu atau logam. Sebab, kedua bahan tersebut cukup keras. Apabila terjadi getaran hebat dikhawatirkan menimpa penghuni rumah.

2. Cermin

Cermin adalah benda yang dapat membantu seseorang melihat penampilannya. Biasanya cermin diletakkan di tempat yang tinggi agar penggunanya tidak perlu membungkuk ketika ingin melihat kaca.

Para ahli menyarankan agar cermin sebaiknya tidak digantung di dinding karena bobotnya yang berat dapat berbahaya saat jatuh. Apalagi cermin terbuat dari kaca, jika menimpa seseorang akan fatal akibatnya.

3. Barang Antik dan Berharga

Beberapa barang yang menurut seseorang berharga baik karena kenangan, harga, atau sejarah di baliknya biasanya tidak akan digunakan sebagaimana mestinya. Pemiliknya akan memajang benda tersebut dan dinikmati visualnya. Beberapa orang pun memilih memajangkan di dinding karena dapat terlihat jelas dan tidak tertutup.

Barang antik berbobot berat tidak cocok dengan cara ini. Paku, perekat, atau tali tidak dapat menahan beratnya selamanya. Lebih baik menyimpan benda tersebut di lemari yang tertutup agar lebih aman.

Itulah beberapa barang yang sebaiknya tidak digantung di dinding.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasi Tembok Berjamur dengan Mudah


Jakarta

Memiliki hunian yang bersih dan nyaman adalah impian semua orang. Namun, jika rumah jarang dibersihkan dan tak terawat maka bisa menimbulkan sejumlah masalah, salah satunya tembok berjamur.

Tembok atau dinding bisa ditumbuhi jamur karena udara lembap. Pada umumnya, hal ini disebabkan oleh kondisi ruangan lembap akibat kurangnya sirkulasi udara atau dinding yang basah terlalu lama.

Tak hanya merusak estetika rumah, tembok yang berjamur juga dapat mengganggu kesehatan penghuni rumah. Maka dari itu, penting untuk mengetahui dan cara mengatasi tembok berjamur.


Lantas, apa penyebab tembok berjamur? Lalu bagaimana cara membersihkannya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

Penyebab Tembok Berjamur

Dinding rumah yang ditumbuhi jamur tak bisa dianggap masalah enteng. Pemilik rumah perlu segera mengatasinya agar jamur tidak semakin menyebar ke area lain. Dilansir situs Home Building and Renovating, ada sejumlah penyebab tembok rumah berjamur, yakni di antaranya:

1. Kondensasi

Penyebab tembok berjamur bisa disebabkan karena kondensasi. Kondisi ini dapat terjadi saat udara hangat di dalam ruangan masuk ke dalam dinding bagian dalam yang dingin.

Ketika suhu udara mendadak berubah dingin secara cepat, maka terjadi embun yang lama kelamaan berubah menjadi air. Lalu, lapisan dalam dinding akan menjadi lembap seiring waktu.

2. Dinding Retak

Jamur juga bisa tumbuh ketika dinding rumah mengalami keretakan. Seiring waktu, dinding rumah bisa mengalami keretakan dalam bentuk halus ataupun lebar.

Ternyata, kondisi tersebut menyebabkan kelembapan dapat masuk ke dalam dinding lewat celah-celah retakan. Air yang masuk ke dalam dinding tak bisa keluar lagi, sehingga mengakibatkan bercak lembap pada dinding bagian dalam.

3. Ada Masalah di Bagian Pipa Air

Penyebab berikutnya karena muncul masalah pada bagian pipa air. Meski air yang menetes dalam jumlah kecil, tapi hal ini dapat menimbulkan masalah besar jika tak segera diperbaiki, salah satunya tembok rumah menjadi lembap dan berjamur.

Sebab, tetesan air yang keluar dari pipa bocor dan mengenai tembok bisa menyebabkan kelembapan yang sangat tinggi di area tembok tersebut.

Cara Mengatasi Tembok Berjamur

Ada sejumlah cara mudah untuk mengatasi tembok rumah yang berjamur. Dilansir laman The Spruce, berikut sejumlah caranya:

1. Mencampur Larutan Pembersih Jamur

Jamur di dinding tidak dapat hilang dengan air biasa atau sabun, sehingga harus menggunakan campuran larutan pembersih seperti cairan klorin dan sabun cuci piring.

Klorin adalah produk pembersih rumah yang paling efektif untuk membunuh spora jamur. Opsi lain pengganti klorin bisa menggunakan cuka putih jika jamur di tembok tidak terlalu banyak.

Takaran untuk membersihkan jamur di tembok yang tidak begitu luas, yakni dengan mencampur satu sendok makan cairan pencuci piring, setengah cangkir pemutih klorin, dan satu cangkir air hangat dalam botol semprot.

Cairan pencuci piring dapat membantu larutan agar melekat lebih lama pada dinding untuk membasmi spora jamur. Perlu diingat, gunakan sarung tangan saat menuangkan larutan dan membersihkan tembok yang berjamur.

2. Cuka Putih

Cuka putih bisa digunakan sebagai obat untuk mengatasi jamur di dinding. Sebab, cuka putih mengandung asam yang bisa merusak struktur jamur.

Cara pakainya juga mudah, cukup semprotkan cuka putih ke permukaan dinding yang berjamur, lalu bersihkan dengan kain microfiber atau spons. Setelah itu, biarkan area dinding sampai mengering.

Jika ditemukan noda gelap yang tersisa, kamu perlu membersihkannya lagi dengan tambahan pembersih noda khusus dinding.

3. Larutan Pembersih

Cara berikutnya adalah dengan menggunakan larutan pembersih. Kamu bisa menyemprotkan ke area tembok yang berjamur mulai dari bawah, lalu perlahan naik ke atas. Cara ini dilakukan untuk mencegah spora dan noda bercak menyebar ke area dinding lainnya.

Selain itu, permukaan dinding harus benar-benar basah, tetapi tidak terlalu lembap agar mencegah kerusakan pada dinding kering. Apabila jamur berada di dinding yang mendekati langit-langit, kamu bisa memakai tangga untuk membersihkannya.

4. Membuat Ventilasi di Ruangan

Ketika membersihkan jamur di tembok, pastikan ventilasi seperti jendela atau pintu rumah dalam kondisi terbuka. Hal ini agar udara yang masuk dapat mempercepat proses pengeringan sekaligus mencegah kelembapan pada dinding rumah.

Jika tidak ada ventilasi di dekat dinding yang berjamur, kamu bisa menyalakan kipas angin.

5. Tunggu Mengering dan Cek Noda yang Tersisa

Tembok yang sudah diberikan larutan pembersih harus dibiarkan mengering terlebih dahulu. Kemudian baru bisa melihat hasilnya apakah sudah bebas dari jamur atau masih terdapat sisa noda yang menempel.

Jika ditemukan masih ada noda, ulangi langkah-langkah di atas dengan memakai larutan pembersih pemutih yang baru.

Bahaya Jamur yang Muncul di Dinding Rumah

Beberapa orang masih menganggap enteng jamur yang muncul di dinding rumah. Padahal, kondisi itu dapat membahayakan kesehatan para penghuni rumah.

Mengutip BBC, munculnya jamur hitam (black mold) ternyata telah menyebabkan banyak kasus kematian. Sebab, jamur jenis ini dapat menyebarkan spora ke udara. Jika terhirup oleh manusia berisiko menyebabkan berbagai penyakit, seperti batuk, alergi, sesak napas, bersin, hingga mata merah.

Penghuni rumah yang paling rentan terpapar spora dari black mold adalah bayi dan anak-anak. Selain karena saluran pernapasan yang masih kecil, sistem kekebalan tubuhnya juga belum sekuat orang dewasa.

Menurut laporan The National Health Service (NHS) Inggris pada 2021, tercatat sudah menghabiskan sekitar 1,4 miliar poundsterling atau sekitar Rp 31 triliun setiap tahunnya untuk membantu mengobati penyakit yang disebabkan karena tinggal di perumahan dingin atau lembap.

Tips Agar Jamur Tidak Muncul di Tembok Rumah

Mengutip Cleveland Clinic, sebaiknya lakukan pencegahan sejak dini agar jamur tidak muncul di dinding rumah. Kamu bisa melakukan sejumlah tips di bawah ini untuk mengantisipasi timbulnya jamur, yaitu:

  1. Jaga tingkat kelembapan di dalam rumah antara 30-50%
  2. Segera perbaiki kebocoran pada pipa air, dinding, atau atap rumah
  3. Singkirkan karpet, tekstil, atau benda penyerap lainnya yang sudah tidak digunakan. Barang-barang tersebut mudah menyerap air
  4. Gunakan filter udara berkualitas tinggi pada ventilasi dan pendingin udara.

Itulah penyebab dan cara mengatasi tembok rumah yang berjamur. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/fds)



Sumber : www.detik.com

Bikin Kandang Ternak Jangan Asal-asalan, Ini Aturannya


Jakarta

Beternak menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat di Indonesia. Namun dalam menjalankan usaha tersebut, peternak juga harus mematuhi aturan dalam membuat kandang ternak.

Kandang ternak seharusnya dibuat sesuai dengan regulasi yang ada. Hal ini diatur untuk memastikan kesejahteraan hewan maupun kenyamanan masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

Apa saja hal mengenai pembuatan kandang ternak yang diatur dalam regulasi? Simak penjelasannya di bawah ini.


Aturan Membuat Kandang Ternak

Dalam catatan detikProperti berdasarkan penjelasan pengacara Rizal Siregar, berikut ini beberapa aturan jika ingin membuat kandang ternak atau peternakan:

1. Jarak Kandang Ternak

Aturan yang pertama adalah mengenai lokasi kandang ternak atau peternakan. Lokasi ini berkaitan dengan jarak dengan pemukiman warga. Jaraknya tidak boleh terlalu dekat, yakni minimal 25 meter.

Ini bertujuan untuk meminimalkan gangguan dari kandang ternak kepada warga sekitar, yakni mencakup bau, suara, dampak kesehatan.

“Untuk mendirikan sebuah peternakan seharusnya memilih tempat yang lokasinya jauh dengan pemukiman masyarakat, hal ini untuk menjaga agar dampak yang ditimbulkan oleh kandang ternak tidak sampai ke pemukiman masyarakat yang memiliki Jarak peternakan minimal 25 meter dari pemukiman warga,” kata Rizal Siregar kepada detikProperti.

2. Mengurus Perizinan Peternakan

Peternak juga harus mendapatkan izin dari pemerintah untuk bisa menjalankan usaha ternaknya. Hal ini diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Dalam UU tersebut, perizinan bisa didapatkan di pemerintah kabupaten/kota. Dalam Pasal 29 ayat 3 disebutkan bahwa peternakan yang melakukan budidaya ternak dengan jenis dan jumlah ternak di atas skala usaha tertentu wajib memiliki izin ini.

Namun dalam skala ternak pribadi, pemilik tidak perlu untuk mengurus Izin Usaha Peternakan dari pemerintah kabupaten/kota. Peternakan rumahan dengan skala kecil seperti ini tidak diatur dalam UU.

“Peternakan yang dimiliki warga itu bukan berupa perusahaan dengan jenis dan jumlah ternak di atas skala usaha tertentu. Untuk itu, tidak diperlukan Izin Usaha Peternakan sebagaimana yang diwajibkan dalam UU No 18 Tahun 2009,” ucap Rizal.

Namun berdasarkan Pasal 29 ayat (2) UU No 18 Tahun 2009, peternak yang melakukan budidaya ternak dengan jenis dan jumlah ternak di bawah skala usaha tertentu diberikan tanda daftar usaha peternakan oleh pemerintah kabupaten/kota.

3. Jaminan Kelayakan Produk Hewan

Selain hal di atas, kandang ternak atau peternakan harus terjamin kelayakannya bagi hewan, termasuk keamanan dan kesehatannya. Aturan ini tertuang dalam Pasal 60 ayat (1) pada UU yang sama.

Ayat tersebut menjelaskan bahwa warga yang mempunyai budidaya ternak pribadi di kawasan pemukiman masyarakat, maka wajib mengajukan permohonan untuk memperoleh Nomor Kontrol Veteriner (NKV) kepada pemerintah provinsi (pemprov).

NKV merupakan nomor registrasi unit usaha produk hewan sebagai bukti telah dipenuhinya persyaratan higienis dan sanitasi sebagai kelayakan dasar jaminan keamanan produk hewan.

Nah, buat detikers yang ingin membuat kandang ternak dengan tujuan membudidayakannya, maka ada aturan yang harus dipatuhi. Aturan ini untuk memastikan kelayakan bagi masyarakat sekitar, hewan ternak, dan konsumennya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(bai/row)



Sumber : www.detik.com

Nggak Perlu Panggil Tukang, Begini Cara Aman Ganti Lampu di Rumah


Jakarta

Lampu adalah alat penting di rumah karena tanpa penerangan, penghuni rumah akan kesulitan untuk beraktivitas. Sayangnya, lampu tidak memiliki suatu tanda jika dayanya habis. Jadi penghuni rumah tidak tahu kapan lampu akan mati atau rusak.

Beberapa orang yang tak pernah memasang atau mengganti lampu mungkin akan kebingungan. Sementara di Indonesia jarang ada layanan untuk mengganti lampu di rumah. Mau tidak mau harus mengandalkan anggota keluarga.

Apabila kamu tinggal sendiri, tenang, memasang dan mengganti lampu yang mati tidak sulit. Kamu bisa melakukannya sendiri dengan cepat dan aman. Dilansir Angi, berikut tips memasang dan mengganti lampu di rumah.


1. Cek Kondisi Lampu yang Mati

Bagi kamu yang tidak tahu jenis dan watt lampu yang dipakai, bisa dicek pada bohlam lama. Saat hendak mengambil bohlam, pastikan saklar lampu dalam kondisi mati. Jika penghuni rumah khawatir tersetrum, bisa memakai sarung tangan khusus. Untuk memutar bohlam, caranya dengan memegang bagian bawah lampu lalu putar atau geser hingga terlepas.

2. Beli Lampu dengan Watt Sesuai

Bohlam lampu tersedia di tukang bangunan, toko listrik, dan perlengkapan rumah. Merek dan jenis wattnya banyak. Oleh karena itu, perlu tahu daya lampu yang sebelumnya dipakai. Watt yang terlalu kecil atau terlalu besar dari aliran listrik yang dipasang di rumah dapat menyebabkan kebakaran karena korsleting listrik.

3. Matikan Saklar Listrik

Sama seperti saat melepas bohlam, saat memasang bohlam baru pun perlu mematikan saklar listrik. Jika perlu, kalian juga bisa memakai sarung tangan. Caranya dengan memutar bagian ujung lampu hingga tidak bisa diputar lagi.

4. Coba Hidupkan Lampu

Setelah itu, nyalakan saklar lampu dan cek apakah lampu hidup. Apabila lampu langsung menyala seperti biasa maka pemasangan berhasil. Namun apabila lampu tidak langsung menyala, maka perlu memperbaiki posisinya atau mengecek aliran listrik di rumah apakah ada yang terputus.

Apabila ingin memperbaiki posisi lampu terpasang harap berhati-hati. Hindari langsung memegang bohlam yang baru menyala. Cek dahulu suhu bohlam dengan mendekatkan punggung tangan di dekat bohlam lampu tanpa disentuh, jika hangat tunggu sampai dingin baru aman untuk dilepas.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Kenapa Bunga Es Numpuk di Freezer? Ini Penyebab dan Cara Cegahnya


Jakarta

Freezer bisa mudah ditumbuhi bunga es sampai menumpuk. Tumpukan es ini bisa disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari segel pintu yang rusak hingga kurangnya ventilasi.

Meski sepele, bunga es bisa bikin ruang penyimpanan freezer makin sempit. Belum lagi, kulkas harus bekerja lebih keras buat membekukan makanan.

Nah, kira-kira apa yang bikin bunga es numpuk di freezer ya? Yuk simak penjelasannya berikut ini, dikutip dari Ideal Home.


Penyebab Bunga Es Muncul di Freezer

Inilah beberapa faktor pembentuk bunga es di freezer.

1. Sering Buka Pintu Kulkas

Penumpukan es di dalam freezer biasanya terjadi saat ada udara hangat dan lembap masuk. Jika pintu freezer terlalu sering dibuka atau dibiarkan terbuka, udara hangat bisa masuk. Isi freezer akan mengembun, lalu membeku.

2. Cara Simpan Makanan yang Kurang Tepat

Menaruh makanan hangat di dalam freezer atau membiarkan wadah makanan terbuka dapat menambah kelembapan di dalam freezer. Pastikan untuk menutup makanan dengan benar dan biarkan dingin sepenuhnya sebelum memasukkannya ke dalam freezer.

3. Termostat Rusak

Termostat mengatur suhu di dalam freezer agar tetap stabil. Jika termostat tidak berfungsi dengan baik, freezer akan tetap dingin, bahkan saat tidak diperlukan lagi. Pendinginan yang berlebihan akan menyebabkan terbentuknya bunga es.

Pintu freezer yang tidak tertutup rapat atau dibiarkan terbuka membuat udara hangat masuk ke dalam freezer. Saat udara hangat bersentuhan dengan udara dingin, terjadi kondensasi dan pembentukan es di freezer.

Cara Cegah Pembentukan Bunga Es

Berikut ini cara mencegah pembentukan bunga es.

1. Rutin Periksa Segel Pintu

Pastikan segel pintu freezer dalam kondisi yang bagus, sehingga dapat menyegel pintu dengan baik. Lakukan pemeriksaan secara rutin dan ganti segel bila sudah usang.

2. Hindari Muatan Penuh di Freezer

Hindari mengisi freezer sampai terlalu penuh. Sisakan ruang untuk sirkulasi udara di dalam freezer agar aliran udara tidak terhambat. Freezer yang penuh mengakibatkan pendinginan tidak merata dan kemungkinan terbentuknya es.

3. Atur Suhu Freezer

Pastikan suhu freezer sudah diatur dengan benar dengan mengikuti rekomendasi produsen. Menyetel suhu terlalu rendah dapat menyebabkan pembentukan es berlebih.

4. Jangan Biarkan Pintu Freezer Terbuka

Jangan biarkan pintu freezer terbuka terlalu lama. Minimalisir frekuensi dan durasi membuka pintu freezer. Setiap kali pintu terbuka, udara hangat masuk ke dalam freezer dan saat bertemu udara dingin, bisa terjadi kondensasi dan pembentukan es.

5. Rutin Cairkan Es Freezer

Sebaiknya mencairkan es di freezer secara teratur. Hal ini dapat mencegah penumpukan es yang berlebihan.

Itulah penyebab dan cara mencegah pembentukan bunga es di freezer. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

Saksikan juga Sosok: Damaz, Wujudkan Mimpi Lewat Tanaman Herbal

(dhw/abr)



Sumber : www.detik.com

Catat! Ikuti 5 Tips Ini untuk Cegah Risiko Kebakaran di Rumah


Jakarta

Kebakaran rumah terkadang bisa terjadi tanpa disangka-sangka. Padahal, sebenarnya ada banyak pemicu kebakaran di rumah, sehingga penghuni rumah harus berhati-hati.

Biasanya kebakaran bersumber dari penggunaan listrik atau api kecil di dalam rumah. Padahal, penghuni rumah tentu akan membutuhkan listrik dan api.

Lantas, bagaimana cara mencegah risiko kebakaran di rumah? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.


Tips Cegah Kebakaran di Rumah

Berikut ini beberapa cara menghindari potensi kebakaran rumah, dikutip dari Devon & Somerset Fire & Rescue Service.

1. Jangan Tinggalkan Kompor Menyala

Sebagian besar kasus kebakaran berawal dari dapur. Jangan tinggalkan kompor dalam keadaan menyala seperti saat masak.

Terkadang penghuni yang sedang masak terdistraksi dengan anak-anak, hewan piaraan, ataupun TV. Selalu awasi masakan dan matikan peralatan memasak setelah selesai.

2. Isi Daya Perangkat Elektronik di Tempat yang Aman

Kebakaran juga bisa dipicu dari masalah alat elektronik, seperti laptop, kabel, atau colokan. Nah, saat mengisi benda elektronik seperti ponsel atau laptop, pastikan menaruhnya di atas permukaan yang keras dan aman. Jangan pernah menaruhnya di karpet atau tempat tidur, bahkan di bawah bantal.

3. Jangan Tinggalkan Benda Elektronik Tanpa Pengawasan

Jangan pernah meninggalkan perangkat yang dicolok ke aliran listrik tanpa pengawasan, misalnya ponsel dan pengering rambut. Cabut kabelnya setelah digunakan.

Lalu, jangan pernah biarkan mesin cuci dan pengering dalam keadaan menyala saat sedang keluar rumah atau tidur. Jika perangkat mulai mengeluarkan asap atau terjadi kebakaran kecil, segera hubungi pemadam kebakaran yang dapat menangani kebakaran sebelum api membesar.

4. Jangan Terlalu Bebani Stopkontak

Semua peralatan elektronik yang menggunakan banyak listrik, seperti mesin cuci atau pemanas air tidak boleh digunakan dengan kabel ekstensi atau stopkontak multi-colokan. Hal ini akan membebani stopkontak secara berlebihan dan dapat menyebabkan kebakaran.

Gunakan hanya satu peralatan per stopkontak.Namun, kalau perlu menggunakan adaptor multi-soket, jangan pernah menggunakannya dengan barang-barang berdaya tinggi.

5. Hindari Merokok di Dalam Rumah

Cara terbaik untuk mengurangi risiko kebakaran bagi penghuni rumah yang perokok adalah dengan merokok di luar rumah. Jangan pernah merokok di tempat tidur karena ada banyak hal yang dapat menyebabkan kebakaran di kamar tidur.

Itulah beberapa hal yang perlu kamu hindari untuk mencegah kebakaran rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/abr)



Sumber : www.detik.com

Bisa Bawa Keberuntungan, Ini Kelebihan Rumah yang Pakai 2 Pintu



Jakarta

Setiap rumah pasti memiliki pintu sebagai akses utama masuk ke dalam. Namun, ada yang memilih memakai satu daun pintu dan ada yang dua. Sebenarnya memakai satu pintu pun sudah cukup untuk membantu seseorang masuk ke dalam. Lantas, kenapa ada rumah yang memakai 2 daun pintu?

Menurut Arsitek Denny Setiawan, memakai dua pintu pada fasad rumah dapat memberikan ruang yang lebih untuk akses masuk.

“Jadi pintu utama itu harus dua ya alasannya memang secara logis untuk memasukkan barang-barang bisa masuk ke dalam rumah,” kata Denny saat dihubungi detikProperti, Rabu (26/3/2025) lalu.


Kemudian, memakai dua pintu pada bangunan besar atau rumah mewah biasanya untuk menujukan kemegahan bangunan tersebut. Pemakaian dua pintu banyak juga dipakai pada bangunan penting kenegaraan.

“Sebenarnya secara simbolisme dua pintu melambangkan kemegahan. Ketika kita buka pintu langsung besar, plong gitu kan. Kalau misalnya kita lihat istana-istana Kerajaan Inggris misalnya itu kan pintunya dua gitu ya. Tapi secara logis memang ada banyak furniture yang membutuhkan ruang besar untuk dimasukkan,” jelasnya.

Jika menilik dari konsep feng shui, Denny menyampaikan semakin besar akses masuk pada sebuah rumah, dipercaya dapat memperlancar hal-hal baik termasuk rezeki bagi penghuni rumah. Dalam feng shui ada kepercayaan bahwa rumah harus diisi oleh chi yang baik. Chi ini masuk melalui pintu masuk rumah.

“Kita kaitkan misalnya dengan kepercayaan feng shui misalnya, pintu utama itu kan pintu masuknya rezeki. Jadi supaya rezekinya bisa gampang masuk, pintunya dibuat dua,” terangnya.

Ada pun untuk jenis bahan yang bagus untuk digunakan sebagai pintu masuk rumah, Denny berpendapat banyak yang memakai material kayu, terutama jenis merbau, jati, dan ulin. Ketiga jenis kayu ini memiliki ketahanan sehingga cocok untuk pintu utama rumah.

“Kayu minimal. Kalau untuk pintu saran saya minimal merbau. Tapi tidak menutup kemungkinan pintu jati atau pintu ulin misalnya,” sebut Denny.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

8 Warna Sofa yang Perlu Dihindari Menurut Desainer Interior


Jakarta

Sofa adalah perabot yang menjadi titik fokus utama di sebuah ruangan. Sofa dengan warna yang cerah, kalem, dan terlihat bersih membantu ruangan terlihat cerah serta tenang.

Kesan berbeda muncul jika sofa yang dipilih berwarna gelap, terlalu terang, atau pucat. Rumah bisa terasa kurang nyaman bagi orang yang menempatinya atau sekadar bertamu.

Warna Sofa yang Perlu Dihindari

Dengan banyaknya pilihan, mungkin akan sulit memilih warna yang tepat untuk sofa di rumah. Namun secara umum sebaiknya hindari warna-warna berikut dikutip dari laman Cozy Plant dan Livingetc.


1. Hitam

Sofa hitam bisa menciptakan kesan gelap dan berat di dalam ruangan. Warna hitam juga akan menyerap cahaya dan membuat ruangan terkesan sempit dan lebih tertutup.

Jika memang mau menggunakan warna ini, pilih bahan yang bisa memantulkan cahaya dengan cara yang menarik. Dengan sedikit cahaya dan bayangan, sofa hitam bisa tampak elegan dan tidak kaku.

2. Merah

Warna merah memang sering dikaitkan dengan gairah, berani, dan keinginan menarik perhatian. Namun sebaiknya hindari warna merah untuk sofa karena bisa menjadi fokus utama rumah.

Akibatnya pesona perlengkapan, ornamen, dan pernak-pernik rumah lainnya cenderung hilang serta tidak terlihat. Apalagi jika warna merah sofa makin pudar seiring waktu, yang bisa bikin rumah terlihat pucat.

3. Hijau Neon

Hijau neon juga perlu dihindari dalam pemilihan warna sofa. Warna terang dan bold ini berisiko menyebabkan mata lelah bahkan sakit kepala. Selain itu, hijau neon bisa berbenturan dengan warna lain di rumah, sehingga sulit menciptakan paduan yang harmonis dan kohesif.

4. Kuning Cerah

Kuning sebaiknya tidak dipilih untuk warna sofa. Warna yang identik dengan kebahagiaan ini, berisiko bikin mata tegang dan tidak nyaman. Jika masih ingin menggunakan warna kuning, sebaiknya pilih yang lembut dan kalem.

5. Oren

Oren sering dikaitkan dengan kehangatan dan energi, tapi tidak cocok untuk warna sofa. Warna ini juga sulit dipadukan dengan yang lain, sehingga bisa membatasi pilihan untuk dekorasi dan aksesori.

6. Putih

Jika ingin menggunakan putih sebagai warna sofa, sebaiknya pertimbangkan unsur lain di dalam rumah. Misalnya tidak ada hewan peliharaan yang berisiko mudah mengotori sofa.

Pertimbangan ini dikarenakan putih adalah warna yang mudah kotor, sehingga pemiliknya harus rajin membersihkan sofa. Tentunya tanpa merusak sofa, sehingga tampilannya tampak selalu bersih dan baru.

Pemilik rumah yang masih menginginkan sofa warna putih, sebaiknya pilih model yang menggunakan sarung. Model ini mudah dicuci dan diganti dengan berbagai warna lain.

7. Abu-abu

Warna abu-abu bisa terlihat kontemporer dan anggun namun juga menimbulkan kesan kaku dan formal. Kesan lain yang berisiko muncul adalah kusam, dingin, dan tidak bersahabat.

“Jika ada berbicara tentang warna sofa, satu-satunya hal yang akan saya hindari adalah abu-abu yang terlalu formal dengan tenunan ketat. Pada sofa, kain yang tenunannya terlalu halus bisa terlihat dan terasa terlalu kaku,” kata desain interior bernama Anne Hindley.

Jika memang ingin memilih abu-abu, tambahkan aksesoris lain untuk memberi karakter pada ruang tamu, misalnya dengan paduan merah muda pucat. Hiasi juga sofa dengan bantal agar muncul nuansa rileks.

8. Warna yang Sedang Tren

Ketika memilih sofa, jangan terpaku dengan warna yang sedang tren. Hijau sage misalnya, banyak disukai di momen-momen tertentu dan memungkinkan orang memilihnya sebagai warna sofa.

Namun harus diingat, sofa adalah investasi dan warna tren mungkin akan datang dan pergi. Jika warna yang dipilih tidak lagi trendi, sofa menjadi seperti ketinggalan zaman.

Pemilik rumah yang ingin mengikuti warna trend, bisa memilih alternatif sarung sofa atau bantal. Sehingga, sofa selalu terlihat trendi dengan warna paling update.

(row/row)



Sumber : www.detik.com

Penting! Ini 6 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Buka Bisnis Kos-kosan


Jakarta

Bisnis kos-kosan menjadi salah satu pilihan untuk memanfaatkan properti yang kita miliki agar lebih bernilai. Kos-kosan biasanya ukurannya lebih kecil daripada kontrakan karena diperuntukkan untuk per orang. Hal ini dikarenakan orang-orang tersebut biasanya jauh dari keluarga dan belum berkeluarga.

Lokasinya pun berada di dekat lokasi yang ramai seperti kampus, area perkantoran, area industri, dan lainnya. Lalu, kos-kosan biasanya biaya sewanya jauh lebih rendah daripada kontrakan.

Bisnis satu ini sangat menguntungkan dan bisa menjadi pemasukan pasif terutama bagi yang mendekati usia pensiun. Namun, kalian harus siap setiap pergantian tahun dan semester akan ada banyak penyewa yang keluar dan masuk.


Sebelum terjun ke bisnis kos-kosan, ada beberapa hal yang harus diketahui agar laku dan tidak ditipu.

1. Konsep Kos-kosan

Sebelum menjalankan bisnis kos-kosan, perlu adanya konsep dan tujuan agar usaha kalian berjalan lancar. Menurut Pengusaha Kos-kosan Anis Widiadi menentukan target pasar sangat penting. Dengan begitu, kalian bisa menentukan lokasi, harga sewa, dan fasilitas kos-kosan yang sesuai.

“Jadi memang dari awalnya konsepnya dulu harus dibuat, mau buat siapa nih,” ujar Anis Widiadi kepada detikcom beberapa waktu lalu.

2. Lokasi yang Strategis

Setelah memiliki konsep, kamu bisa mencari lokasi kos-kosan yang pas. Anis menyebutkan apabila ingin membuat kos khusus mahasiswa, maka pastikan lokasi dekat dengan perguruan tinggi. Semakin dekat lokasinya, peminatnya juga bisa tinggi. Lalu, jika targetnya adalah pekerja industri, pastikan lokasinya bisa diakses dengan berjalan kaki.

“Kalau buat tenaga kerja, istilahnya pegawai, kita harus ngeliat lokasinya yang mendekati orang banyak PT-PT atau gedung perusahaan,” katanya.

3. Fasilitas

Saat menjalankan bisnis kos-kosan, kamu tidak hanya menyediakan tempat tinggal, melainkan beberapa perabotan di dalamnya. Perabotan ini tidak begitu banyak, hanya tempat tidur, lemari pakaian, meja untuk dapur mini, atau meja belajar jika peruntukkannya untuk mahasiswa.

“Kalau sebetulnya sih standar ya, kalau itu sudah pasti yang standar ada tempat tidur, ada lemari, paling nggak meja,” tuturnya.

Fasilitas ini dapat ditambah untuk menjadi pembeda dengan kos-kosan lain. Misalnya kamu ingin menambahkan AC, kipas angin, atau WiFi gratis.

“Fasilitasnya bagus, misalnya lengkap furniturnya semua sama kayak gitu, terus fasilitas misalnya AC, terus ada wifi tergantung dari uang sewanya. Tapi kalau misalnya uang sewanya kita rendah, misalnya dibawah satu juta ya pasti kosongan gitu,” jelasnya.

4. Harga Pesaing

Saat menentukan konsep, lokasi, dan perabotan yang harus tersedia, kalian sudah terbayang berapa pengeluaran dan berapa biaya sewa yang bisa dikenakan. Namun, sebelum menentukan harga sewa, sebaiknya cek harga pasaran di lokasi yang sama. Apabila kamu memberikan harga yang terlalu mahal, khawatir banyak penyewa yang memilih opsi lain yang lebih murah. Selain itu, lihat pula rata-rata gaji bulanan calon penyewa.

“Kalau kita juga terlalu mahal, jadi nggak ada yang ke kita, jadi kita mesti survei lapangan juga untuk menentukan harga itu,” katanya.

5. Syarat dan Perizinan

Setiap membangun bangunan, baik untuk tempat tinggal maupun usaha, pasti ada pengurusan izin atau yang sering disebut dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Anis pun berbagi pengalamannya membuat kos-kosan di rumahnya. Karena ia tidak mengubah fasad depan rumah, melainkan menambah sekat-sekat di dalam rumah, sehingga tidak mengubah IMB. Berbeda halnya ketika ia membangun rumah dari awal yang membutuhkan IMB.

“Ada peraturan juga dari pemerintah, kalau dia (kamar kos) melebihi dari 10, 12, apa 11, itu dia akan kena pajak pemda (pemerintah daerah) gitu,” ungkapnya.

6. Mengenal Penyewa

Saat menjalankan bisnis kos-kosan, kalian akan menemui banyak sifat penyewa. Agar bisnis kos-kosan kamu lancar dan tidak repot, kenali penyewa. Menyewa kos-kosan berbeda dengan menerima tamu di hotel. Sebelum menerima, pemilik kos-kosan harus menemui penyewa secara langsung dan melakukan wawancara, terutama untuk penyewa yang sudah bekerja.

Selain itu, pengusaha kos-kosan bisa meminta nomor kontak jaga-jaga atau terdekat penyewa sebagai langkah antisipasi.Bahkan, pemilik kos juga bisa menghubungi orang tua penyewa yang masih di bangku kuliah. Hal ini untuk menghindari keadaan tidak diinginkan, seperti orang-orang yang tidak membayar kos ataupun bermasalah. Apabila merasa tidak nyaman dengan kesan pertama penyewa, maka bisa menolak baik-baik.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com