Category Archives: Tips Properti

Mau Pasang Kanopi Kaca? Cek Dulu Plus dan Minusnya


Jakarta

Kanopi kerap dipasang untuk melindungi teras hingga carport di rumah-rumah. Ada banyak material yang dapat digunakan untuk kanopi, salah satunya kaca.

Sama seperti material lain, penggunaan kaca sebagai kanopi memiliki kelebihan dan kekurangan. Faktor-faktor ini perlu dipertimbangkan saat hendak memasang kanopi kaca di rumah atau bangunan lain. Lantas, apa saja plus-minus pasang kanopi kaca?

Kekurangan Kanopi Kaca

Dikutip dari situs Awnings.com, berikut sederet kekurangan kanopi dari kaca yang bisa dipertimbangkan:


1. Biaya Produksi dan Pemeliharaan Tinggi

Kanopi kaca membutuhkan biaya pembuatan mahal karena suhu tinggi yang diperlukan untuk memproses bahan baku. Materialnya juga bernilai tinggi sehingga biaya produksinya melejit.

Kanopi kaca juga memerlukan pelindung dari benda-benda yang mungkin terjatuh atau terlempar. Sehingga biaya pasangnya kanopi rentan melonjak.

Selain itu, material kaca mudah kotor dengan debu yang mudah menempel. Hal ini membuat perawatannya yang berkala membutuhkan biaya mahal.

2. Material Rapuh dan Tajam

Kaca termasuk material rapuh yang gampang terpecah belah. Bahannya mudah sekali pecah bahkan dengan sedikit tekanan. Kanopi dari material ini sulit menahan beban terlalu berat.

Potongan-potongan kaca pecah yang tercipta juga sangat tajam dan bisa menyebabkan cedera. Sehingga perlu hati-hati saat terpecah.

3. Sulit Dipasang

Bukan hanya materialnya yang sulit diproses, kanopi kaca membutuhkan sistem pendukung yang kuat dan bagus. Pemasangan kaca pada kanopi perlu ekstra hati-hati dan membutuhkan tenaga ahli.

4. Bikin Suhu Panas

Indonesia termasuk negara tropis. Kaca yang transparan dapat menyerap terik sehingga membuat hunian panas dan gerah. Hal ini bisa menaikkan penggunaan listrik untuk menyalakan kipas atau AC.

Jenis kanopi via My CanopyIlustrasi kanopi kaca Foto: Jenis kanopi via My Canopy

Kelebihan Kanopi Kaca

Selain kekurangan, kanopi kaca punya sejumlah kelebihan yang patut dipertimbangkan:

1. Memberi Kesan Unik

Kanopi kaca mampu mempercantik visual rumah. Bagian ini dapat menjadi titik daya tarik bagi siapa saja yang melihatnya. Hal ini dapat menguntungkan saat berniat menjual rumah.

Kanopi kaca yang dipasang di bangunan komersial juga bisa menarik pengunjung. Apabila dimanfaatkan dengan baik, area di bawah atap ini dapat menjadi spot yang memikat.

2. Sumber Pencahayaan Maksimal

Kaca memungkinkan cahaya matahari tembus sepenuhnya. Atap transparan ini memudahkan banyak cahaya alami masuk dan menyorot interior rumah.

Jika ingin rumah selalu terang dengan pencahayaan alami, kanopi kaca adalah pilihan yang tepat. Cahaya matahari yang menyorot juga bisa membuat warna dan dekorasi hunian menjadi lebih menonjol.

3. Menghemat Energi

Pintu masuk cahaya matahari menjadi maksimum dengan dipasangnya kanopi kaca dan membuat rumah selalu terang. Hal ini membuat pencahayaan buatan dari lampu tidak terlalu diperlukan sehingga meminimalisasi penggunaan listrik.

4. Daya Tahan Lama

Meski harga produksi dan pemasangannya agak mahal, material kaca punya daya tahan lebih lama dibanding plastik atau fiberglass. Hal ini mampu mengurangi biaya pemeliharaan jangka panjang alias tidak cepat diganti karena materialnya yang awet.

5. Perlindungan dari Cuaca Buruk

Kaca kuat bisa menahan hujan lebat dan angin kencang. Jika digunakan pada kanopi tentunya dapat melindungi hunian dari cuaca buruk. Halaman rumah maupun teras juga tetap kering dan tidak terkena cipratan air hujan.

Dengan penjelasan kelebihan dan kekurangan kanopi kaca, detikers bisa mempertimbangkan kembali jika hendak menggunakan material tersebut. Sebagai pengingat, kanopi kaca perlu perawatan dan perlindungan ekstra agar tetap terlihat estetik.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(azn/row)



Sumber : www.detik.com

4 Cara Mudah Bersihkan Noda, Goresan, dan Warna Kusam di Dinding Putih


Jakarta

Saat memakai cat putih pada dinding, tampilan rumah pasti terlihat lebih elegan, bersih, dan menyejukkan. Namun, di balik tampilan yang indah, seiring waktu warna dinding tersebut dapat berubah seperti menjadi lebih pudar, banyak coretan, goresan, hingga terlihat kotor.

Hal tersebut merupakan salah satu risiko memakai dinding putih pada rumah, terutama untuk cat eksterior. Cat putih juga bisa berubah lebih cepat apabila rumah tersebut sehabis pembangunan, renovasi, atau memiliki anak kecil di rumah.

Apabila dinding di rumah sudah terlihat ada tanda-tanda warna memudar dan banyak coretan, ternyata bisa lho diperbaiki dengan dibersihkan. Jadi pemilik rumah tidak perlu mengeluarkan dana untuk membeli cat dinding mahal.


Dilansir The Spruce berikut membersihkan dinding putih dari kotoran dan noda.

1. Pakai Spons dan Sabun Cuci Piring

Spons dan sabun cuci piring adalah dua peralatan kebersihan yang pasti ada di rumah. Ternyata selain membersihkan noda pada piring, sabun cuci piring juga bisa menghilangkan noda pada dinding putih tanpa membuat cat rusak.

Cara sama seperti hendak mencuci piring yakni memasukkan sabun cuci piring pada air, kemudian celupkan spons. Namun, pastikan airnya tidak begitu basah hingga air berjatuhan ke lantai. Hal ini untuk menghindari agar tidak terpeleset ketika membersihkan dinding.

Setelah semua permukaan di usap, siapkan air bersih untuk membilas dinding bersabun tersebut. Apabila belum ada perubahan coba gosok ulang hingga dinding putih bersih.

2. Bersihkan Area Langit-langit Rumah

Biasanya dinding putih kotor karena banyak debu yang menempel pada permukaan tersebut. Debu tersebut ada yang berasal dari langit-langit rumah. Cara membersihkannya tidak perlu memakai sabun, pemilik rumah bisa mengarahkan sapu atau kemoceng ke atas. Cara

3. Gunakan Soda Kue

Soda kue bukan hanya bisa digunakan untuk membuat kue, bahan ini juga bisa membersihkan noda membandel. Sebab, di dalamnya terdapat kandungan natrium bikarbonat yang memiliki sifat abrasi ringan. Cara untuk memakai soda kue adalah memasukkan bahan ini ke dalam air dengan perbandingan 3:1. Setelah tercampur, kamu bisa merendam spons di dalam cairan tersebut lalu mengusap cat putih yang kotor. Jangan lupa didiamkan beberapa saat dan dibersihkan kembali dengan air bersih selama beberapa kali hingga tidak kotor dan basah lagi.

4. Magic Spons

Menurut Daily Express, terdapat 1 barang yang sering disebut magic spons yang dapat menghilangkan noda di berbagai tempat. Cara menggunakan spons ini juga mudah yakni hanya direndam ke air, lalu peras hingga tak ada air lagi. Bahkan bagian terkecil dari magic spons tetap bisa membersihkan noda. Saat memakai bahan ini disarankan tidak mencampurkan dengan pembersih pemutih.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Penting! Deretan Perangkat Elektronik Ini Harus Dicabut Setelah Digunakan



Jakarta

Perangkat elektronik di rumah membutuhkan listrik untuk dapat berfungsi. Setelah selesai digunakan, ada himbauan untuk langsung mencabut kabel listriknya, terutama untuk peralatan elektronik yang menghasilkan panas karena dapat menyebabkan korsleting listrik dan kebakaran.

Selain untuk menghindari bencana, mencabut colokan pada stop kontak juga membantu menekan jumlah tagihan listrik bulanan.

Dilansir Better Homes and Gardens, berikut beberapa perangkat elektronik di rumah yang harus segera di cabut setelah digunakan.


1. Peralatan di Dapur

Saat ini banyak perangkat di dapur yang sudah bisa digunakan dengan tenaga dari listrik, mulai dari pemanggang roti, air frayer, panci, penanak nasi, mesin pembuat kopi, hingga blender. Semua peralatan tersebut tidak boleh ditinggal begitu lama ketika sedang digunakan karena semua perangkat tersebut memiliki waktu penggunaannya.

Sebagai contoh air fryer biasanya 5-30 menit, tergantung apa yang hendak dihangatkan. Lalu blender biasanya tidak sampai 5 menit. Penanak nasi pun, apabila nasi sudah matang, sebaiknya kabelnya dicabut agar tidak gosong.

2. Pengering Rambut

Pengering rambut adalah alat yang bisa menimbulkan panas yang kemudian dihembuskan dengan angin yang keluar mengarah ke rambut. Sama seperti perangkat elektronik lain yang dapat menghasilkan panas, pengering rambut seharusnya tidak dibiarkan menyala terutama setelah tidak digunakan. Apalagi jika letaknya di kamar mandi dikhawatirkan terjadi korsleting listrik.

Selain pengering rambut, pencatok rambut dan alat untuk pengeriting rambut juga sebaiknya kabelnya dicabut setelah digunakan.

3. Kabel Pengisian Daya

Kabel pengisian daya atau charger merupakan benda yang pasti tersedia di tas untuk berjaga-jaga ponsel, laptop, tablet, atau alat elektronik lainnya butuh diisi dayanya.

Setelah daya terisi penuh, kamu perlu melepas kabel pada perangkat dan stop kontak. Sebab, banyak kejadian lupa mencabut charger bisa menyebabkan korsleting listrik hingga kebakaran.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

4 Masalah yang Bisa Bikin Mesin Cuci Bau Menyengat


Jakarta

Bau tak sedap terkadang tercium dari mesin cuci. Bau tersebut bisa saja menempel pada pakaian yang dicuci di mesin cuci tersebut.

Biasanya, mesin cuci yang bau terjadi karena ada jamur atau sisa-sisa kotoran yang mungkin menempel pada pakaian. Bisa juga terjadi karena adanya penumpukan detergen di dalam mesin cuci.

Selain itu, masih ada beberapa penyebab lainnya yang membuat mesin cuci bau tak sedap. Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.


1. Filter yang Kotor

Banyak orang yang tidak membersihkan filter mesin cuci. Padahal filter mesin cuci mengakumulasi semua kotoran maupun benda asing seperti koin atau jepitan.

Kotoran-kotoran itu apabila tidak dibersihkan akan menimbulkan bau tak sedap yang berujung pada penurunan efisiensi mesin cuci.

2. Detergen yang Terlalu Banyak

Detergen cucian yang beraroma harum bisa menjadi penyebab di balik mesin cuci berbau busuk. Semakin banyak detergen yang digunakan, semakin banyak busa yang dihasilkan sehingga semakin sulit dibersihkan.

Sisa sabun kemudian mengendap di bagian-bagian mesin cuci, memberikan jamur dan bakteri lain sumber makanan yang baik saat ia membusuk.

3. Air yang Terperangkap

Mendengar suara air berdesir setiap kali memutar tabung mesin cuci, hal ini wajar jika mesin cuci memiliki sedikit air di bawah tabungnya. Secara teknis, larutan air sengaja disegel untuk menjaga keseimbangan saat tabung berputar.

Masalahnya adalah ketika mendapatkan air terperangkap di dalam drum. Air yang tergenang menyebabkan kadar air meningkat, dan biasanya jamur muncul yang menimbulkan bau apek.

4. Saluran Tersumbat

Kotoran dan debu dapat terkumpul di bagian saluran pembuangan mesin cuci. Bakteri akan berkembang biak dan mengeluarkan bau seperti limbah yang dikenal sebagai gas hidrogen sulfida.

Selain baunya yang menyengat, tanda-tanda saluran air tersumbat cukup terlihat seperti genangan air di dalam tabung, drainase lambat, dan suara gemericik keras. Bisa jadi selang pembuangan tertekuk sehingga perlu diganti atau pipanya perlu dibersihkan.

Itulah beberapa penyebab mesin cuci bau tak sedap.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Ketahui 11 Biaya yang Perlu Disiapkan untuk Membeli Rumah KPR


Jakarta

KPR menjadi pilihan populer bagi banyak orang yang ingin punya rumah dengan skema cicilan. Tentunya sebelum mencicil, calon debitur wajib tahu jenis biaya yang harus dibayar pada penyedia KPR.

Selanjutnya, debitur bisa menyusun strategi keuangan untuk membayar cicilan tepat waktu hingga nantinya lunas. Debitur yang disiplin dan taat pada strategi keuangannya, tentu bisa membayar cicilan KPR tepat waktu.

Biaya yang Perlu Disiapkan untuk Membeli Rumah KPR

Booking fee, biaya appraisal, uang muka, dan asuransi perlu disiapkan saat ingin membeli rumah KPR. Mengutip laman BTN dan buku KPR 101 oleh KPR Academy, berikut penjelasannya:


1. Booking Fee

Booking fee menjadi bukti komitmen bagi konsumen yang mengingkan sebuah properti. Dengan booking fee, harga rumah yang akan dibeli bisa berkurang.

Besarannya bisa beragam, mulai dari Rp 500.000 sampai Rp 25.000.000. Semakin besar biaya booking fee, properti yang diinginkan makin mewah atau ramai peminat.

2. Biaya Appraisal/KJJP

Biaya appraisal merupakan biaya yang wajib dibayarkan dalam proses pengajuan KPR. Terdapat dua jenis biaya appraisal, yaitu biaya appraisal KJJP ((Kantor Jasa Penilai Publik) yang dapat memberikan hasil penilaian yang lebih objektif.

3. Biaya Down Payment (DP)

Down payment atau uang muka adalah biaya yang dibayarkan saat awal membeli rumah. Tujuannya adalah untuk menunjukkan komitmen yang lebih besar dalam pembelian rumah.

Biaya DP umumnya mengambil porsi paling besar dari biaya KPR lainnya. Kamu bisa mempersiapkan biaya DP sebesar 10% sampai 30% dari harga rumah.

4. Biaya Notaris

Banyak dokumen yang perlu disiapkan ketika beli rumah mulai dari akta jual beli, perjanjian KPR, pengikatan APHT, dan lain sebagainya. Artinya, debitur perlu notaris untuk proses pengajuan KPR.

Debitur KPR tentu akan dikenakan biaya karena menggunakan jasa notaris. Besarnya biaya notaris berbeda-beda, bergantung pada nilai transaksi hingga lokasi rumah.

5. Biaya BPHTB

Saat membeli rumah, kamu akan mendapat hak tanah atau bangunan. Sehingga, ada BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) yang harus dibayarkan.

6. Biaya APHT

APHT adalah kepanjangan dari Akta Pembebanan Hak Tanggungan. Biaya APHT adalah biaya yang dikeluarkan untuk mengurus akta pembebanan hak tanggungan. Fungsinya adalah menjadikan properti yang dibeli sebagai jaminan atas pinjaman KPR kepada bank.

7. Biaya Administrasi

Setiap bank tentu mengenakan biaya administrasi. Bank bisa mengenakan biaya administrasi sekali di depan, bulanan, hingga seumur kredit.

8. Biaya Provisi

Menurut laman Sikapiuangmu OJK, biaya provisi adalah biaya yang dibebankan atas penyediaan dana atau layanan keuangan tertentu. Dalam urusan rumah KPR, biaya provisi merupakan biaya jasa atas persetujuan bank terhadap pengajuan KPR.

Besaran biaya provisi biasanya sekitar 1% dari pinjaman yang disetujui. Apabila dikenakan lebih, tak ada salahnya untuk bersikap kritis kepada pihak bank.

9. Biaya Asuransi Jiwa

Jika pinjaman KPR tercover asuransi jiwa dan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, asuransi tersebut akan digunakan untuk melunasi sisa pokok pinjaman yang masih terutang kepada pihak bank. Apabila KPR tidak dicover dengan asuransi jiwa, apabila terjadi sesuatu, bisa jadi ahli waris yang harus menanggung utang.

Dalam kasus tertentu, kewajiban untuk cover asuransi jiwa bisa dialihkan menjadi menggunakan asuransi jiwa yang sudah dimiliki, atau bisa juga diperkenankan untuk tidak cover asuransi jiwa.

10. Biaya Asuransi Kerugian

Saat seseorang membeli rumah, pihak bank akan menjadikan rumahnya sebagai jaminan. Untuk menghindari risiko yang menyebabkan rusaknya rumah, pihak bank akan mewajibkan pemilik rumah untuk menutup asuransi kerugian atas jaminan yang diberikan.

11. Biaya Angsuran Pertama

Biaya angsuran pertama merupakan cicilan kredit pertama. Biasanya, biaya ini baru akan jatuh tempo dalam waktu sebulan sejak melakukan akad kredit.

Biaya yang harus dibayar untuk membeli KPR ini bisa berbeda seiring waktu. Calon debitur KPR wajib update info lebih dulu sebelum membeli rumah, sehingga bisa menyusun strategi pembiayaan yang tepat.

(elk/row)



Sumber : www.detik.com

Kenapa Berbagai Negara Memiliki Colokan yang Berbeda-beda?


Jakarta

Colokan stop kontak yang digunakan tiap negara mungkin tidak sama, bergantung pada kebutuhan masyarakat setempat. Hal ini tentu harus diantisipasi sebelum bepergian ke negara terkait untuk beragam keperluan.

Alasan Berbagai Negara Memiliki Colokan yang Berbeda

Tipe colokan yang berbeda di tiap negara dilatari perkembangan masyarakat setempat. Misal, aturan keselamatan yang sempat diterapkan dan standar penggunaan energi listrik di negara terkait.

Berikut penjelasan lengkapnya dikutip dari laman Titus Electrical Services:


1. Alasan Historis

Saat listrik pertama kali diperkenalkan pada akhir tahun 1800-an, belum ada standardisasi untuk stop kontak dan colokan listrik. Setiap negara mengembangkan sistemnya sendiri berdasarkan standar dan kebutuhan listrik masing-masing. Sehingga, hal ini menghasilkan berbagai jenis stop kontak dan bentuk colokan.

2. Standar Listrik

Faktor selanjutnya adalah standar listrik yang berbeda di berbagai negara. Amerika misalnya, tegangan standar untuk stop kontak adalah 120 volt, sementara di Eropa adalah 220-240 volt.

Perbedaan ini memerlukan jenis stop kontak dan bentuk colokan yang berbeda. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan dan kompabilitas dengan perangkat listrik.

3. Peraturan Keselamatan

Setiap negara mempunyai peraturan keselamatan yang berbeda mengenai stopkontak dan steker listrik. Contohnya, ada beberapa negara yang mengharuskan stop kontak memiliki penutup bawaan untuk mencegah sengatan listrik. Kebijakan tersebut mengakibatkan jenis stop kontak dan bentuk steker yang berbeda untuk mengakomodasi peraturan keselamatan tersebut.

Kenapa Bentuk Colokan Tidak Dibuat Seragam?

Kini sebagian besar rumah di dunia mempunyai akses listrik. Jika diterapkan standar global untuk bentuk colokan listrik, maka perubahan tersebut bisa menghabiskan triliunan rupiah.

Mulai dari mengubah bentuk colokan, mengubah cara membangun gedung, bahkan cara memproduksi beberapa peralatan. Jadi, tidak heran jika setiap negara mempertahankan bentuk colokan yang sudah ada.

Jenis Steker yang Digunakan di Berbagai Negara

Ada steker yang berbentuk bulat, pipih, hingga memiliki tiga cabang persegi panjang. Berikut informasinya.

1. Tipe A

Steker tipe A memiliki dua cabang paralel datar dan dirancang untuk perangkat yang memerlukan listrik 120 volt. Jenis steker ini digunakan di Amerika Utara, Amerika Tengah, Jepang, Amerika Selatan, Karibia, dan Asia Timur.

2. Tipe C

Steker Tipe C atau europlug mempunyai dua cabang bundar dan dirancang untuk perangkat yang memerlukan listrik 220-240 volt. Jenis steker ini paling umum digunakan di Eropa, Amerika Selatan, dan Asia.

3. Tipe G

Tipe G merupakan steker stop kontak listrik yang umum digunakan di Inggris Raya, Irlandia, dan Malta. Steker tersebut memiliki tiga cabang persegi panjang dan dirancang untuk perangkat yang memerlukan listrik 220-240 volt.

4. Tipe I

Tipe I adalah steker stop kontak listrik yang memiliki dua colokan datar bersudut dan colokan datar ketiga di tengah. Jenis steker tipe ini paling umum digunakan di Australia, Selandia Baru, dan China. Steker tersebut dirancang untuk perangkat yang memerlukan 220-240 volt.

5. Tipe L

Steker Tipe L memiliki tiga cabang bundar dan dirancang untuk perangkat yang memerlukan listrik 220-240 volt. Italia, Chili, serta beberapa negara di Afrika dan Timur Tengah menggunakan steker ini.

(elk/row)



Sumber : www.detik.com

5 Cara Menghilangkan Bekas Stiker dari Permukaan Kaca


Jakarta

Bekas lem di permukaan kaca tentu sangat mengganggu karena terlihat kotor. Karena itu, bekas lem harus segera dibersihkan hingga bersih tanpa jejak.

Tentunya, ada beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini. Dengan cara ini, bekas lem bisa dibersihkan tiap saat.

Cara Menghilangkan Bekas Stiker dari Permukaan Kaca

Mengutip laman Spruce, berikut sejumlah cara menghilangkan bekas lem dari permukaan kaca:


1. Alkohol Gosok

Alkohol gosok dapat digunakan untuk menghilangkan bekas stiker. Bahan ini bertindak sebagai pelarut lem.

Caranya, basahi bola kapas dengan alkohol gosok. Lalu, tempelkan pada bekas stiker di kaca. Biarkan selama 10 menit dan bersihkan. Jika masih ada sisa, maka ulangi langkah-langkah tersebut dengan bola kapas baru.

2. Soda Kue dan Air Panas

Cara membersihkan lem stiker dengan dua bahan ini yaitu dengan merendam wadah kaca dengan air panas dan soda kue. Biarkan sampai airnya dingin.

Selanjutnya, angkat kaca dan taburi sisa-sisa yang lengket dengan soda kue. Gosok bagian yang lengket dengan kain microfiber lembap.

Kemudian, cuci gelas dengan air sabun panas dan bilas sampai bersih. Keringkan dengan kain microfiber bebas serabut.

3. Gunakan Hair Dryer

Panas dari hair dryer akan melunakkan perekat. Kamu bisa mengikisnya dengan spatula plastik. Atur pengering rambut pada suhu sedang sampai tinggi dan tahan beberapa inci dari bekas lem selama 1-2 menit. Kikis dan ulangi cara ini sampai bekas lem hilang.

4. Cuka Putih

Cuka putih ampuh menghilangkan sisa-sisa lem seperti selotip dari kaca. Caranya, gosokkan cuka lem dan gosok dengan kain.

5. Minyak Sayur

Minyak akan mengencerkan beberapa jenis lem. Basahi bekas lem di kaca dengan minyak sayur, tutup dengan plastik pembungkus dan biarkan selama 30 menit.
Lepaskan plastik pembungkus dan kikis bekas lem yang menempel. Bersihkan kaca dengan dengan air sabun panas, lalu bilas, dan keringkan dengan handuk microfiber bebas serabut.

(elk/row)



Sumber : www.detik.com

Bukan Rayap! Ini 5 Tanda Rumah Diserang Semut Kayu



Jakarta

Pernahkah mengalami perabotan, pintu, atau jendela dari kayu di rumah terkikis? Penghuni rumah pasti berpikir bahwa ini adalah ulah rayap yang memakan kayu. Namun, ternyata tak hanya rayap, terdapat hewan bernama semut kayu yang juga menjadi penyebab mengapa bahan-bahan kayu di rumah menjadi terkikis.

Melansir dari situs The Spruce, terdapat 5 tanda adanya semut kayu di rumah.

Jejak Semut di Malam Hari

Semut kayu umumnya berwarna hitam dan sedikit lebih besar daripada spesies semut lainnya. Ciri paling mencolok adalah mereka punya area perut yang berbentuk hati. Mereka aktif pada malam hari untuk mencari makanan. Jika penghuni rumah melihat semut kayu berjalan di malam hari artinya mereka sudah menemukan jalan masuk ke dalam rumah.


Serbuk Kayu Berceceran

Tanda lain adanya semut kayu adalah tumpukan serbuk atau serutan kayu. Uniknya, semut kayu tidak memakan kayu seperti rayap, tetapi mereka hanya menggali kayu untuk membuat sarang. Inilah yang membuat sisa-sisa serbuk kayu ditemukan di sekitar perabotan kayu atau pintu dan jendela.

Pada Dinding

Semut kayu ternyata tidak hanya berjalan di lantai rumah, tetapi juga mereka dapat merayap dinding. Jika melihat banyak semut bersayap di dinding bisa jadi mereka adalah semut kayu yang mencari sarang di rumah.

Suara Gemerisik

Terdapat suara-suara yang bisa jadi tanda kehadiran semut kayu, seperti gemerisik atau suara garukan pada dinding. Suara ini bisa jadi adalah suara semut kayu yang sedang menggerogoti kayu di rumah. Mereka biasanya aktif pada malam hari.

Kayu Rusak atau Membusuk

Semut kayu umumnya tertarik pada kayu yang lembap atau lapuk, yang dapat terjadi seiring waktu karena adanya air merembes ke celah-celah dinding. Jika ada bahan kayu yang lembap maka itu menjadi target utama semut kayu membangun sarangnya.

Oleh karena itu, jika penghuni rumah menemukan salah satu dari kelima tanda tersebut, segera cek keberadaan semut kayu. Cek bagian perabotan kayu termasuk jendela dan pintu. Selain itu, cek juga pohon atau tanaman di halaman rumah karena semut kayu juga sering membuat terowongan atau sarang dari kayu-kayu yang mati.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

6 Hal Sepele yang Mengundang Lalat ke Rumah Tanpa Disadari



Jakarta

Lalat masuk ke dalam rumah memang sangat mengganggu. Apalagi jika mereka masuk ke bagian dapur dan menghinggapi makanan membuat kita merasa jijik untuk memakannya. Sebab, lalat memang dikenal sebagai hewan yang kotor.

Biasanya untuk mengusir lalat cukup dengan membiarkan pintu atau jendela terbuka sehingga mereka bisa keluar dengan sendirinya. Namun, penghuni rumah juga harus mencegah lalat masuk dengan memperhatikan hal-hal yang bisa mengundang kehadiran lalat.

Melansir dari situs The Spruce, berikut terdapat 6 hal yang dapat mengundang lalat ke rumah.


Cairan Manis

Tidak hanya semut, lalat juga tertarik dengan cairan manis, seperti kaleng minuman ringan yang ada di atas meja. Mereka juga menyukai botol sirup yang tidak tertutup atau menetes.

Makanan yang Tidak Tertutup

Membiarkan makanan terbuka yang segar atau setengah dimakan bisa menarik lalat. Hal ini karena bau makanan akan membuat lalat mendekat.

Buah Busuk

Saat buah busuk maka buah mengalami fermentasi dan menghasilkan senyawa seperti etanol dan asam asetat yang bisa menarik lalat. Apalagi, lalat betina sangat tertarik dengan buah busuk sebagai tempat bertelur. Sebab, gula dan lingkungan lembap merupakan tempat ideal bagi larva lalat untuk berkembang.

Tempat Sampah

Sudah menjadi hal umum bahwa lalat akan mendekati tempat sampah. Mereka sangat menyukai cairan dan bau yang ada di tempat sampah.

Saluran Wastafel Kotor

Jarang membersihkan saluran wastafel di dapur maupun saluran pembuangan di kamar mandi secara teratur membuat lumpur akan terkumpul di sekitar tepi saluran. Nah, lumpur inilah yang disukai lalat sebagai makanan.

Hewan Mati

Waspada terhadap hewan yang mati misalnya ada tikus mati di loteng, maka itu pasti akan menarik ratusan lalat ke rumah.

Untuk mencegah masuknya lalat, maka ikuti langkah berikut.

  • Bersihkan tempat sampah secara teratur.
  • Tutupi semua makanan dan segera bersihkan tumpahan apapun.
  • Bersihkan saluran pembuangan dan wastafel secara teratur.
  • Bersihkan dapur setiap habis memasak.
  • Buang makanan busuk ke tempat sampah di luar. Ikat kantong sampah dengan erat untuk mengurangi bau.
  • Tutup makanan hewan peliharaan dan cuci piring makanan secara teratur.

Itu dia seputar lalat masuk ke rumah dan cara mencegahnya. Semoga membantu!

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Menaruh Tanaman di Dapur Bisa Bikin Layu! Ini Alasannya



Jakarta

Menyimpan tanaman di dapur memang dapat menambah keindahan dan menciptakan suasana yang positif dan segar. Namun bukan berarti menempatkan tamanan di dapur tidak ada risiko.

Menurut penelitian dari Universitas Chapman, seperti dikutip dari situs Backyard Boss, tanaman hijau memang dapat mengurangi stress serta meningkatkan fokus dan kreativitas. Sehingga, tanaman memang kerap ada di berbagai ruangan di rumah.

Tanaman juga mampu menjernihkan udara karena kemampuannya menyerap karbondioksida dan menghasilkan oksigen.


Namun, menyimpan tanaman di dapur justru berisiko bagi tanaman itu sendiri. Saat memasak menimbulkan udara panas yang menyebar di seluruh ruangan dapur. Suhu tinggi dari udara panas ini bisa membuat tanaman stress dan sulit untuk tumbuh subur. Selain itu, panas berlebih juga bisa membuat daun tanaman kering bahkan terbakar.

Selain udara, terdapat hal lain yang membahayakan tanaman yaitu minyak dan partikel bekas memasak dapat bertebaran melalui udara lalu hinggap pada daun tanaman menyebabkan pori-pori daun tersumbat. Hal ini dapat mencegah sinar matahari menyerap ke dalam daun tanaman akhirnya menghambat proses fotosintesis.

Residu partikel minyak tersebut juga bisa menumpuk di tanah hingga memengaruhi kemampuan air untuk mengalir dengan baik pada tanaman. Hal inilah yang juga membuat tanaman menjadi tidak sehat.

Oleh karena itu, untuk mencegah tanaman semakin tidak sehat, sebaiknya jauhi tanaman dari kompor atau oven. Letakkan tanaman di dekat jendela agar terkena sinar matahari. Saat memasak upayakan selalu membuka jendela dan pintu agar aliran udara lancar. Bersihkan daun dengan kain lap dan ganti tanah secara teratur untuk membersihkan penumpukkan residu.

(das/das)



Sumber : www.detik.com