Category Archives: Tips Properti

7 Cara Bersihkan Rumah dengan Cepat buat Orang Sibuk


Jakarta

Penghuni rumah bisa disibukkan dengan berbagai pekerjaan, keluarga, hobi, dan istirahat. Terkadang kesibukan itu sangat menyita waktu, sehingga terasa seakan tidak ada waktu buat membersihkan rumah.

Padahal, menjaga rumah bersih dan rapi juga penting untuk kenyamanan penghuninya. Namun tenang aja, masih ada cara untuk merawat rumah di tengah kesibukan kok.

Lalu, bagaimana cara menyiasati waktu terbatas untuk merapikan dan membersihkan rumah? Simak tipsnya berikut ini, dikutip dari Real Simple.


Tips Bersihkan Rumah buat Orang Sibuk

Inilah beberapa langkah untuk merapikan rumah di tengah kesibukan yang padat.

1. Kerjakan Sesuai Urutan

Terdapat tiga jenis tugas saat membersihkan rumah, yakni merapikan, membersihkan, dan mengatur. Berfokus pada tiga langkah berbeda membantu tugas menjadi lebih mudah dikelola dan lebih mudah disesuaikan dengan jadwal yang sibuk.

Lakukan sesuai urutan kategori tersebut ketika membereskan rumah. Rapikan rumah dulu seperti mengembalikan barang-barang ke tempatnya, membuang sampah, dan mengumpulkan barang-barang yang perlu disortir.

Kemudian, bersihkan rumah seperti mengelap, menyapu, dan mengepel. Terakhir, atur barang-barang ke tempat semula dan lakukan penyortiran.

2. Buat Daftar Tugas

Buatlah daftar tugas untuk membereskan rumah dan urutkan sesuai prioritas. Sempatkan untuk menyelesaikan tugas satu per satu di sela-sela kesibukan.

Setelah satu tugas selesai, beri tanda agar penghuni rumah tahu sisa pekerjaan yang semakin menipis. Mengatur tugas dengan cara ini mengurangi hambatan dan waktu memikirkan untuk mulai mengerjakannya.

3. Tak Perlu Lipat Pakaian

Penghuni bisa melewatkan langkah-langkah yang tidak terlalu mempengaruhi kehidupannya., misalnya melipat pakaian. Daripada melipat pakaian, penghuni bisa beralih ke menggantung pakaian dan menaruh sisanya di tempat yang sudah tersortir.

Mengidentifikasi tugas-tugas yang sebenarnya tidak penting memungkinkan penghuni untuk mengurangi beban tugas. Temukan sistem pengorganisasian alternatif yang bisa menghemat waktu.

4. Sempatkan Sedikit Waktu Sebelum Tidur

Di penghujung hari, sempatkan sedikit waktu hanya untuk tugas-tugas yang paling krusial untuk mempersiapkan ruang buat hari berikutnya. Lakukan pekerjaan sederhana saja tapi paling fungsional, misalnya membuang sampah, membersihkan dapur, dan menyiapkan bekal.

Penampilan rumah tidak harus terlihat sempurna, tetapi harus berfungsi. Beberapa hal tersebut merupakan hal yang wajib dimiliki setiap hari.

5. Taruh Alat Pembersih di Tempat yang Terlihat

Siapkan alat pembersih di tempat yang terlihat dan mudah diakses. Dengan begitu, penghuni rumah bisa dengan mudah mulai bersihkan rumah ketika ada waktu dan motivasi.

Meski cara ini bisa mengganggu pemandangan, setidaknya memberikan kemudahan bagi penghuni rumah.

6. Gunakan Timer

Sering kali penghuni rumah enggan memulai bersihkan rumah karena mengira akan menyita banyak waktu. Padahal, belum tentu tugas itu memakan waktu lama, lho.

Menyetel timer atau pengatur waktu dapat menunjukkan durasi waktu untuk menyelesaikan tugas rumah. Jika penghuni rumah sangat sibuk, coba pasang timer 15 menit sehari untuk pekerjaan rumah.

7. Buat Jadwal Bersih-bersih

Kalau benar-benar tak sempat bersihkan rumah di tengah kesibukan, penghuni bisa membuat jadwal. Cukup membuat rutinitas yang sesuai dengan penghuni rumah daripada memaksakan diri.

Dedikasikan satu hari setiap minggu untuk membersihkan keseluruhan rumah. Jika penghuni memerlukan waktu akhir pekan untuk beristirahat, coba buat daftar tugas yang sesuai dengan waktu yang dimiliki pada minggu itu.

Itulah beberapa cara menyiasati waktu untuk membersihkan rumah bagi orang sibuk. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

7 Pohon yang Tidak Merusak Fondasi Rumah, Cocok Ditanam di Pekarangan


Jakarta

Halaman atau pekarangan rumah bisa ditanam pohon agar hunian menjadi teduh dan asri. Namun, beberapa pohon bisa merusak fondasi rumah karena akarnya tumbuh merambat.

Padahal, pohon bisa mempercantik pekarangan dan buahnya bisa dikonsumsi sendiri. Oleh karena itu, pemilik rumah perlu memilih pohon yang akarnya tidak merambat ke mana-mana.

Lalu, pohon apa saja yang tidak akan merusak fondasi rumah? Simak ulasannya berikut ini.


Pohon yang Tidak Merusak Fondasi Rumah

Inilah sejumlah pohon yang cocok ditanam di halaman rumah, dilansir Gardeners’ World dan berbagai sumber.

1. Pohon Tabebuya

Tabebuya bermekaran di Kota MalangPohon tabebuya Foto: M Bagus Ibrahim/detikJatim

Pohon tabebuya yang berasal dari Brasil cocok ditanam di pekarangan rumah. Dikutip dari Dinas Kehutanan Provinsi Jawa timur, akar pohon ini tidak menyebar dan bunganya cantik selama musimnya.

Bunga yang muncul berwarna pink, kuning, hingga putih, tergantung jenis pohonnya. Buah akan muncul saat musim hujan atau setelah musim berbunganya. Ketinggian pohonnya bisa menjulang sampai 10 meter.

Perawatan pohon tabebuya pun tidak sulit, hanya perlu penyiraman dan pemupukan. Pohon ini cocok ditanam di wilayah subtropis dan tropis.

2. Pohon Palem

Pohon palem tidak akan merusak fondasi rumah karena memiliki struktur akar yang berserat. Pohon yang cocok di daerah beriklim tropis ini punya daun tipis dan dapat tumbuh tinggi.

Jenis palem yang umum ditemukan antara lain palem kipas, palem putri, palem merah, palem udang, dan palem Jepang.

Pohon palem tidak perlu terlalu sering disiram karena tanah yang terlalu becek justru dapat menjadi masalah bagi pohon ini. Lalu, pohon cukup dipupuk sesekali dan buang daun mati serta tangkai tua yang sudah berwarna kecokelatan.

3. Pohon Bungur

Pohon bungur (Lagerstroemia indica) atau disebut crape myrtlePohon bungur (Lagerstroemia indica) atau disebut juga crape myrtle Foto: Getty Images/magicflute002

Pohon bungur juga cocok ditanam di halaman rumah. Tanam di tempat cukup luas yang tidak tertutup karena batangnya akan menjulang tinggi hingga 10-20 meter.

Pastikan pohon ini mesti ditanam di area yang terkena cahaya matahari. Pohon ini mudah tumbuh dengan disiram rutin jika tidak turun hujan dan sesekali perlu dipangkas.

Bunga pohon bungur tumbuh majemuk berwarna ungu hingga merah muda keunguan dengan menghasilkan aroma harum.

4. Pohon Bugenvil

Bugenvil atau bunga kertas ini mempunyai bunga warna-warni, sehingga mempercantik halaman rumah. Pertumbuhan pohon ini cepat saat diletakkan di bawah sinar matahari. Bisa ditanam dalam pot, langsung di tanah, maupun di keranjang gantung.

Tanaman bugenvil dapat tahan di iklim tropis. Perawatannya hanya memerlukan sedikit penyiraman dan pemangkasan sesekali untuk mempertahankan bentuk serta memperbanyak bunganya, dikutip dari situs Gardenia.

5. Pohon Kersen

Buah kersenPohon kersen dan buahnya Foto: Getty Images/iStockphoto/justhavealook

Pohon kersen atau ceri kampung punya daun cukup rimbun dan batangnya bisa mencapai 12 meter. Dahannya tumbuh mendatar dan menggantung.

Pohon ini tidak memerlukan perawatan khusus. Pemangkasan diperlukan jika pohonnya terlalu besar.

6. Pohon Ara

Pohon ara atau tin dapat ditanam di lingkungan panas dan kering. Tingginya bisa mencapai 3-4 meter. Pohonnya juga bisa berbuah meskipun tidak terlalu tinggi.

Buah tin punya warna merah, ungu, dan lainnya tergantung varietasnya. Daunnya lebar dan bisa mengeluarkan getah putih

7. Pohon Apel

Ilustrasi Pohon ApelIlustrasi Pohon Apel Foto: Getty Images/Martin Wahlborg

Pohon apel juga bisa ditanam di halaman rumah. Buahnya yang tumbuh subur dapat dipanen untuk disantap sendiri.

Dilansir dari Love The Garden, pohon apel menyukai area yang terkena sinar matahari penuh dan terlindungi dari angin kencang. Meskipun pohonnya tumbuh di atas tanah kering, penyiraman teratur diperlukan.

Itulah deretan pohon yang tidak merusak fondasi rumah, sehingga cocok ditanam di halaman. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/abr)



Sumber : www.detik.com

Panduan Lengkap Tanam Cabai di Rumah, Siapa Aja Bisa!



Jakarta

Cabai merupakan tanaman yang memiliki cita rasa pedas dan salah satu bahan penting dalam masakan. Biasanya untuk mendapatkan cabai kita harus membelinya ke pasar, tetapi kita bisa lho mendapatkan cabai gratis dengan menanamnya di pekarangan rumah.

Dilansir laman resmi Dinas Pertanian dan Pangan Magelang, cabai merah dapat tumbuh subur di kawasan dataran rendah maupun tinggi di antara 0-1.000 mdpl. Jenis tanah yang cocok dipakai untuk menanam cabai adalah tanah gembur yang teksturnya seperti remah dan tidak begitu padat. Kandungan pH-nya pun normal yakni 6-7.

Lalu, waktu yang tepat untuk menanam cabai adalah saat musim hujan. Tanaman ini lebih baik ditanam saat kondisi udara cukup lembap daripada kering.


Cara Menanam Cabai di Rumah

1. Rendam Benih Cabai

Saat hendak menanam cabai, dibutuhkan benih yang berkualitas. Untuk mengetahui bibit yang berkualitasnya caranya adalah dengan merendam bibit tersebut di dalam air hangat 50 derajat. Benih yang berkualitas biasanya akan tenggelam di dalam air.

2. Semai Benih Cabai

Setelah itu, semai benih cabai ke media tanam. Gunakan pupuk kendang atau kompos yang telah dicampur dengan tanah dengan perbandingan 1:1 yang ditempatkan pada sebuah wadah atau polibag. Setelah disemai, tutup area tersebut dengan daun pisang selama 2-3 hari.

Lalu, awasi pertumbuhan tanaman cabai sekitar 7-8 hari berikutnya. Setelah 7-8 hari, benih cabai yang sudah tumbuh bisa dipindahkan ke pot yang lebih besar dengan campuran tanah yang sama. Selama itu, terus siram tanaman setiap harinya.

3. Pindahkan ke Tanah

Jika halaman rumah memiliki lahan, buat area tanam sekitar 1-1,2 meter dan tinggi 30 cm. Area tanam ini akan berbentuk seperti gundukan tanah tinggi.

Apabila kondisi tanah sebelum ditanam terlihat kering, campurkan dengan pupuk dasar berupa pupuk kandang kuda atau sapi dan pupuk buatan. Selain itu, tambahkan pula pupuk susulan berupa Urea, ZA, KCl, sebanyak 3 kali pada umur 3, 6, dan 9 minggu setelah bibit ditanam. Untuk besaran masing-masing pupuk bisa disesuaikan dengan luas tanah yang dibuat.

Kemudian tutup tanah tersebut dengan plastik mulsa berlubang. Masukkan cabai muda tersebut ke dalam lubang.

4. Perawatan

Setelah 1-2 minggu penanaman, cek apakah ada bibit yang mati. Buang bibit yang mati dan sakit. Untuk bibit tanaman cabai yang berhasil berkembang, pastikan untuk selalu disiram. Apabila ada tanaman cabai yang sudah tumbuh tinggi, tambahkan bambu kecil sebagai penyangga agar batangnya tidak tumbuh ke samping.

5. Masa Panen

Waktu penanaman cabai hingga panen sekitar 2 bulan lebih atau sekitar 70-75 hari di dataran rendah, dan 4-5 bulan di dataran tinggi. Jika ada buah cabai yang rusak, sebaiknya segera singkirkan saja.

Cara menentukan waktu panen adalah dengan menyesuaikan waktu penggunaan cabai tersebut. Jika cabai tersebut ingin dikirim ke daerah yang jauh, panen ketika warnanya masih hijau. Nantinya, cabai di tempat yang kering dan memiliki lubang ventilasi untuk udara. Namun apabila dipakai untuk keperluan di rumah, panen saat cabai berubah merah.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Bersihkan Saluran Air Pembuangan Bisa Pakai Es Batu, Begini Caranya!



Jakarta

Saluran pembuangan tersumbat dan bau memang menjadi masalah serius. Hal ini diakibatkan oleh penumpukan kotoran, sisa makanan, hingga partikel minyak yang menempel. Terkadang, kita sering bingung bagaimana cara membersihkan saluran pembuangan. Padahal, ada cara sederhana yaitu menggunakan es batu.

Menurut Kepala Pemasaran dan Inovasi InspireClean, Aminah Vieira, seperti dikutip dari situs The Spruce, Senin (05/05/2025), es batu menjadi penggosok alami yang dapat menjangkau area di dalam saluran pembuangan yang tidak dapat dijangkau oleh sikat gosok.

“Es bekerja dengan sangat baik dalam pembuangan sampah dengan mengikis sisa makanan dan endapan,” kata Vieira.


Lalu, bagaimana cara melakukannya? Berikut terdapat petunjuk berisi langkah-langkah cara membersihkan saluran pembuangan menggunakan es batu.

Kosongkan Wastafel

Pastikan wastafel kosong sebelum mulai dibersihkan. Singkirkan benda apapun yang ada di wastafel, seperti piring kotor.

Tambahkan Es

Letakkan satu atau dua genggam besar es batu.

Nyalakan Air

Setelah es batu masuk ke saluran pembuangan dan memenuhi isinya, maka nyalakan air atau gunakan air dingin untuk disiram ke dalam saluran.

Biarkan Air Mengalir

Biarkan air mengalir hingga es batu hancur jika sudah maka matikan air.

Untuk hasil yang lebih maksimal, bisa gunakan cuka putih. Caranya bekukan cuka putih dan air lalu letakkan es cuka putih ke dalam saluran pembuangan. Cara ini efektif mengatasi residu dan bau.

Saran lainnya adalah hindari gunakan air panas, sebab air panas justru dapat menyebabkan terbentuknya endapan pada dinding bagian dalam saluran. Gunakan selalu air dingin untuk membantu mendorong benda-benda di dalam saluran pembuangan.

Selain itu, jangan buang makanan terlalu besar ke dalam saluran pembuangan. Hal ini dapat menyumbat saluran pembuangan. Untuk itu, hancurkan makanan dan masukan ke dalam saluran pembuangan secara perlahan-lahan.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Kenapa Kelabang dan Kaki Seribu Masuk Rumah? Ini Alasan dan Cara Usirnya



Jakarta

Rumah bisa dimasuki makhluk-makhluk kecil, seperti kelabang dan kaki seribu. Kehadiran dua hewan melata ini bisa membuat penghuni rumah tak nyaman.

Kelabang dan kaki seribu sebenarnya tidak menyerang manusia. Akan tetapi, racunnya bisa menimbulkan sakit pada sebagian orang kalau sampai tergigit.

Kalau mau rumah bebas kelabang dan kaki seribu, penghuni rumah perlu tahu alasan mereka masuk ke rumah. Simak penjelasan soal kelabang dan kaki seribu berikut ini, dikutip dari Better Homes & Gardens dan The Spruce.


Penyebab Muncul Kaki Seribu dan Kelabang

Kelabang dan kaki seribu menyukai tempat yang lembap, hangat, dan gelap. Jika menemukan hewan ini di rumah, bisa jadi rumah memiliki kondisi demikian.

Selain itu, keberadaan hama ini juga dapat menandakan ada serangga seperti kecoak, ngengat, lalat, serta rayap. Serangga tersebut merupakan sumber makanan bagi kelabang dan kaki seribu.

Oleh karena itu, penting menjaga rumah tetap kering kalau nggak mau kelabang dan kaki seribu masuk rumah. Penghuni rumah bisa memperbaiki kebocoran pipa yang membuat air terus-menerus menetes, membersihkan area lembap.

Lalu, pastikan menutup rapat celah atau retakan pada jendela, pintu, dan dinding. Langkah ini untuk menutup akses masuk hama ke dalam rumah.

Cara Basmi Kaki Seribu dan Kelabang

Kalau menemukan kelabang dan kaki seribu di rumah, coba usir dengan cara berikut ini.

1. Semprotkan Cuka Putih

Cuka mengandung air dan asam asetat. Kandungan asamnya cukup ampuh untuk memusnahkan hama rumah. Cuka putih juga diketahui memiliki sifat antimikroba.

Untuk menumpaskan kelabang dan kaki seribu, semprotkan cuka langsung ke dua hewan itu. Tidak perlu mengencerkan cuka dengan air.

2. Sebarkan Daun Pandan

Kelabang sensitif terhadap bau menyengat dan akan menghindari aroma tersebut. Daun pandan dan serai mengeluarkan aroma kuat yang aman bagi manusia tapi tidak disukai hama tersebut.

Kedua bahan alami itu dapat dimanfaatkan dengan memotongnya menjadi beberapa bagian atau menggepreknya agar baunya keluar. Lanjut letakkan di lokasi kaki seribu dan kelabang kerap muncul.

3. Semprotkan Essential Oil

Untuk mengusir kelabang dan kaki seribu, campurkan minyak esensial ini dengan air dan semprotkan di sekitar titik masuk atau tempat yang mungkin didatangi mereka. Essential oil seperti tea tree dan peppermint mempunyai aroma menyengat yang tidak disukai hama rumah.

4. Taburkan Garam

Kelabang dan kaki seribu menyukai lingkungan yang lembap untuk berkembang biak. Untuk mengurangi kelembapan di area rumah, garam dapat dimanfaatkan.

Garam diketahui bisa menyerap kelembapan dan mengurangi kadar air di udara sehingga kaki seribu dan kelabang tidak akan tertarik lagi untuk datang.

5. Siram Pemutih

Pemutih pakaian mengandung bahan kimia kuat yang bisa memusnahkan kelabang dan kaki seribu kalau terkena. Aroma kuat yang dikeluarkannya pun tidak disenangi hama itu, sehingga cukup efektif untuk memberantas serangga di rumah.

Sebagai catatan, jangan pernah mencampur cuka dan pemutih. Campuran tersebut dapat membentuk gas klorin yang beracun.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Mudah! Begini Cara Menghilangkan Noda Kunyit pada Karpet


Jakarta

Adanya noda kunyit di karpet bisa membuat penghuni rumah jengkel. Sebab, noda kuning pada karpet itu bisa merusak estetika.

Noda tersebut bisa saja timbul karena adanya tumpahan makanan dengan bahan kunyit, misalnya makanan gulai, kari, maupun opor pada karpet. Biasanya jika ada tumpahan, langsung dilap menggunakan tisu. Namun, hal itu tidak serta merta langsung membuat karpet bebas noda.

Noda kunyit ini bisa sulit dihilangkan apabila tidak langsung dibersihkan. Namun tak perlu khawatir karena ada tips menghilangkan noda kunyit pada karpet.


Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.

Bersihkan Noda

Langkah pertama adalah hilangkan cairan kunyit pada karpet sebanyak mungkin, bisa menggunakan sendok maupun pisau. Selanjutnya, lap karpet dengan menggunakan kain yang lembap.

Tambahkan Pasta Baking Soda

Selanjutnya, buat pasta campuran baking soda dengan air. Setelah itu, letakkan pasta pada noda dan diamkan selama 15 menit.

Bersihkan Pasta Baking Soda

Setelah didiamkan selama 15 menit, bersihkan pasta baking soda dari karpet dengan menggunakan lap yang lembap. Lap dengan lembut untuk menyerap pasta dan juga nodanya. Setelah itu, keringkan karpet.

Jika masih noda masih belum hilang, ulangi cara-cara tersebut hingga noda hilang.

Sebagai catatan, dilansir dari Homes & Gardens, saat membersihkan noda kunyit sebaiknya jangan gosok karpet menggunakan lap karena bisa merusaknya. Cukup mengusapnya saja dengan hati-hati.

Itulah cara membersihkan noda kunyit pada karpet. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/das)



Sumber : www.detik.com

6 Lokasi di Rumah yang Jadi Sarang Serangga, Wajib Cek!



Jakarta

Meskipun segala sudut ruangan di rumah terasa bersih, tidak menutup kemungkinan hadirnya serangga. Sebab, serangga suka muncul di area yang sering tidak disadari penghuninya.

Melansir dari situs Real Simple, setidaknya terdapat 6 area di rumah yang ternyata disukai serangga. Pastikan mengecek keenam area ini dan membersihkannya ya.

Loteng

Loteng merupakan tempat tersembunyi di atap rumah yang pasti jarang dicek oleh pemilik rumah. Padahal, loteng menjadi titik masuk bagi kecoa, tikus, dan hama yang lain karena terdapat celah-celah sebagai akses keluar masuk.


Tempat Sampah

Jika ada kaleng minuman yang dibuang ke tempat sampah dan tidak dibersihkan terlebih dahulu, cairan manis yang tertinggal dapat mengundang serangga. Oleh karena itu, sebelum membuang sampah seperti bekas makanan atau minuman, upayakan bilas atau cuci terlebih dahulu.

Furnitur Kayu

Pemilik rumah jarang menyadari jika furnitur kayu atau pintu dan jendela menjadi tempat yang bisa mengundang serangga apabila kayu tersebut lapuk. Tandanya adalah kayu-kayu tersebut lembap dan rusak. Untuk itu, ganti furnitur kayu yang sudah rusak untuk mencegah masuknya lebih banyak serangga.

Tempat Sikat Gigi

Tempat sikat gigi sangat menarik serangga karena kelembapannya. Residu dari pasta gigi bisa menjadi tempat berkembang biak bagi jamur dan menarik semut serta lalat. Solusinya adalah bersihkan tempat sikat gigi seminggu sekali dan biarkan sampai benar-benar kering.

Tanaman

Jika pemilik rumah hobi berkebun atau pecinta tanaman, tentu pasti mengetahui bahwa tanaman menjadi salah satu sarang hama dan serangga. Tetesan air dari pot tanaman merupakan surganya nyamuk. Maka, jika ada air yang menggenang di sekitar tanaman perlu dibersihkan secara teratur.

Wastafel

Sama seperti tempat sikat gigi, wastafel menyimpan kelembapan yang berlebih. Terlebih lagi, lubang wastafel yang gelap, lembap, dan jarang dibersihkan. Oleh karena itu, disarankan membersihkan lubang wastafel menggunakan air mendidih dan cuka setiap satu bulan sekali.

Untuk mencegah serangga masuk ke dalam rumah melalui area yang telah disebutkan, sebaiknya perlu dibiasakan perilaku membersihkan rumah, seperti menyingkirkan air yang tergenang, membuang sisa makanan, dan membersihkan saluran air yang tersumbat.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Cara Ampuh Bersihkan Noda di Sofa, Cukup Pakai Sabun Cuci Piring



Jakarta

Kejadian tidak terduga bisa bikin sofa kotor, misalnya ada makanan ataupun anak-anak mencoret sofa dengan alat tulis. Hal itu bisa meninggalkan noda yang membekas pada sofa.

Penghuni rumah mesti sigap dan segera membersihkannya noda tersebut sebelum membekas. Namun, membersihkan noda pada sofa mungkin tak semudah mencuci pakaian. Sebab, ukurannya yang besar dan bahannya yang tak bisa terkena sembarang cairan.

Salah pakai cairan pembersih, bisa-bisa bukan bikin bersih, tapi nodanya melebar dan membuat sofa makin kotor. Namun tenang saja, ada cara untuk menghilangkan noda membandel dengan sabun cuci piring kok.


Cara Bersihkan Noda di Sofa

Inilah langkah-langkah untuk membersihkan noda di sofa menggunakan sabun cuci piring, dilansir dari The Spruce.

1. Bersihkan Kotoran dan Rambut

Pertama, singkirkan dulu kotoran padat seperti pulpen apabila nodanya dari tinta atau makanan jika nodanya muncul dari saus. Kalau kotoran padat bisa dibuang, noda tidak akan banyak terserap.

Cara membersihkannya jangan diusap atau ditarik ke sisi lain. Cukup di usap-usap lembut di permukaannya.

2. Siapkan Larutan Sabun Cuci Piring

Siapkan mangkuk kecil berisi air hangat. Lalu, tuang sabun cuci piring cair dengan perbandingan 2:1. Aduk larutan hingga muncul busa.

3. Bersihkan Noda

Celupkan kain mikrofiber ke dalam larutan pembersih. Kemudian, peras air sampai tidak ada yang menetes. Setelah itu, usap-usap lembut noda hingga menghilang.

4. Bersihkan Sisa Sabun

Selanjutnya, basahi kain mikrofiber lain yang masih bersih dengan air hangat. Lalu, tepuk-tepuk area yang terkena noda untuk menghilangkan sisa sabun.

5. Tunggu Hingga Kering

Biarkan sofa mengering dan pastikan sofa tidak basah atau lembap terlalu lama. Area lembap tersebut bisa memicu munculnya jamur.

Jika muncul jamur, akan tercium bau apek dan muncul noda hitam di permukaannya. Untuk sementara jauhkan bantal dan penutup sofa apabila ada.

Itulah cara membersihkan noda di sofa pakai sabun cuci piring. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

4 Langkah Praktis Kemas Barang Sebelum Pindahan


Jakarta

Ketika ingin pindah rumah, salah satu hal yang harus dilakukan adalah mengemas barang-barang yang ada. Proses ini terkadang memakan waktu lama dan cukup melelahkan.

Namun, ada beberapa cara praktis yang bisa dilakukan untuk mengemas barang-barang sebelum pindah rumah. Bagaimana caranya?

Dilansir dari My Home Conveyancing, berikut ini caranya.


1. List Barang

Hal pertama dan yang paling utama adalah membuat list atau daftar barang yang akan dibawa. Membuat daftar barang akan memudahkan penghuni rumah untuk mengetahui jenis dan banyaknya barang yang akan dibawa. Daftar ini juga bisa digunakan untuk mengecek barang-barang yang dibawa, apakah ada yang tertinggal atau tidak.

2. Sortir Barang

Setelah dibuat list, selanjutnya bisa mulai menyortir barang yang ingin dibawa. Menyortir barang perlu dilakukan agar barang yang dibawa sesuai kebutuhan dan tidak begitu banyak.

3. Siapkan Kemasan Barang

Setelah menyortir, penghuni rumah bisa mulai mengemasnya. Dengan daftar barang yang ada, penghuni rumah bisa tahu jelas kemasan seperti apa yang dibutuhkan dan akan diisi apa saja pada kemasan tersebut. Biasanya model kemasan seperti kotak box, selotip, bubble wrap, koran bekas, dan spidol.

Untuk barang-barang penting seperti sikat gigi, charger ponsel, dan laptop sebaiknya diletakkan di tempat yang mudah dilihat dan gapai.

Saat mengemas barang pecah belah, jangan lapisi barang dengan bobot yang berat. Lapisi dengan sesuatu yang tahan benturan keras, misalnya dilapisi koran atau bubble wrap.

Untuk pakaian yang akan dibawa sebaiknya dikemas terakhir. Susun pakaian dengan rapih sehingga tidak menimbulkan bau tak sedap. Biasanya bau ini muncul karena pakaian dicampur dengan bahan lain dan tidak ditutup dengan rapat sehingga saat pindahan banyak debu yang menempel.

Gunakan trash bag atau koran untuk menyelimuti pakaian-pakaian yang sudah kamu lipat sebelum dimasukkan ke dalam kotak box. Ikat dengan tali atau karet, kemudian buatlah lubang di bagian bawah agar tetap ada udara masuk.

4. Beri Label

Setelah barang-barang dikemas, jangan lupa untuk memberi label. Hal ini agar memudahkan penghuni rumah menemukan barang-barang yang dibawa ke rumah baru.

Itulah 4 langkah mengemas barang secara praktis sebelum pindah rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

6 Cara Mencegah Tikus Masuk ke Rumah, Bisa Pakai Minyak Peppermint


Jakarta

Tikus merupakan salah satu hama yang kerap muncul di dalam rumah. Selain dapat mengganggu penghuninya, kehadiran tikus juga dapat menyebabkan penyakit berbahaya.

Mengutip laman Triangle Pest, tikus sering kali muncul di atap rumah, dapur, hingga kamar mandi. Terkadang, tikus juga sering bersembunyi di sela-sela lemari atau saluran pipa air rumah.

Kehadiran tikus di rumah biasanya karena ingin mencari makanan atau menemukan tempat yang aman untuk berkembang biak. Jika hal ini sudah terjadi, maka detikers harus segera mengusir dan membasmi sarangnya.


Lantas, bagaimana cara mencegah tikus masuk ke dalam rumah? Simak pembahasannya dalam artikel ini.

Cara Mencegah Tikus Masuk ke Rumah

Kamu bisa mencegah tikus masuk ke dalam rumah dengan berbagai cara. Dikutip dari Pestline, berikut sejumlah caranya:

1. Pakai Kamper

Langkah yang pertama adalah menggunakan kamper. Kamu bisa membeli kamper yang dijual bebas di minimarket atau supermarket.

Cara pakainya juga mudah, cukup tempatkan kamper di sudut-sudut rumah yang sering dilalui tikus atau diletakkan pada tempat yang punya ventilasi udara. Sebagai catatan, jauhi kamper dari anak-anak agar tidak memegang atau memakannya.

2. Cari Tahu dari Mana Mereka Datang

Apabila tikus sering muncul di dalam rumah, cobalah cari tahu dari mana mereka datang. Misalnya, tikus masuk dari celah di atap rumah yang bolong, maka segera tutup lubang tersebut agar tikus tidak bisa masuk lagi.

Jangan anggap remeh jika ada lubang atau retakan di dalam rumah. Sekecil apapun lubang tersebut maka tikus dapat dengan mudah melewatinya.

3. Pakai Minyak Peppermint

Langkah berikutnya adalah dengan menggunakan minyak peppermint. Cara ini disebut ampuh untuk mengusir tikus agar tidak datang lagi ke rumah.

Untuk cara pakainya juga mudah, cukup oleskan minyak peppermint pada bola kapas, lalu letakkan di berbagai tempat di sekitar ruangan yang diketahui ada tikus. Sebagai catatan, pastikan minyak peppermint yang dibeli 100 persen murni karena tikus tidak menyukai aroma dari peppermint.

4. Membersihkan Rumah Secara Rutin

Tikus suka masuk ke rumah yang kotor dan penuh sisa makanan. Kondisi tersebut jadi tempat yang “nyaman” bagi tikus untuk bertahan hidup hingga berkembang biak.

Apabila rumah kamu terdapat barang-barang kotor dan ditemukan sisa makanan, sudah saatnya untuk segera dibersihkan. Perlu diingat, kotoran dan air seni tikus juga bisa memicu penyakit berbahaya bagi manusia.

5. Mengandalkan Kucing

Selain menggemaskan, kucing juga bisa dijadikan sebagai “alat” untuk menangkap tikus di rumah. Sebab, tikus menganggap kucing adalah hewan predator yang dapat mengancam nyawanya.

Meski begitu, cara ini terbilang kurang efektif karena tidak semua kucing memiliki naluri untuk menangkap tikus di rumah sehingga tak peduli kehadiran tikus.

Selain itu, jika kamu tidak memiliki hewan berbulu ini di rumah sebaiknya jangan dipelihara hanya untuk menangkap tikus.

6. Beli Perangkap Tikus

Jika cara di atas masih belum efektif, cobalah untuk membeli perangkap tikus, salah satunya adalah lem tikus. Benda ini diklaim ampuh untuk menjebak tikus yang suka menyelinap masuk ke rumah.

Cara kerja lem tikus adalah dengan menarik perhatian tikus agar mendekat ke perangkap, biasanya menggunakan umpan makanan agar tikus mau mendekat. Setelah tikus berjalan di atas permukaan lem, tikus akan terjebak dan tidak bisa ke mana-mana.

Ketika tikus-tikus tersebut sudah terperangkap, kamu bisa melepasnya ke area yang jauh dari lingkungan perumahan atau diletakkan ke area yang banyak pohon dan semak belukar.

Itu dia enam cara mencegah tikus masuk ke dalam rumah. Semoga membantu detikers!

(ilf/zlf)



Sumber : www.detik.com