Category Archives: Tips Properti

3 Cara Ampuh Bersihkan Lumut di Kamar Mandi, Gampang!


Jakarta

Lumut dapat tumbuh di berbagai sudut rumah, salah satunya di kamar mandi. Munculnya lumut di kamar mandi dapat mengganggu estetika dan bisa terus tumbuh jika tidak segera dibersihkan.

Dilansir situs Bathroom City, Senin (19/5), lumut bisa muncul karena suhu lembap yang tinggi di kamar mandi. Faktor lainnya karena ventilasi udara yang buruk sehingga jadi tempat yang cocok bagi lumut dan jamur tumbuh.

Jika ditemukan ada lumut di kamar mandi, sudah saatnya untuk segera dibersihkan. Ada sejumlah cara yang diklaim ampuh dapat membersihkan lumut di kamar mandi. Simak penjelasannya dalam artikel ini.


Cara Membersihkan Lumut di Kamar Mandi

Ada beberapa cara untuk membersihkan lumut di kamar mandi. Dilansir situs Better Homes and Gardens, berikut sejumlah tips yang diklaim mudah dan cepat:

1. Cairan Pemutih

Cara yang pertama adalah dengan menggunakan cairan pemutih. Cara penggunaannya juga mudah, cukup campurkan larutan pemutih dan air bersih dengan perbandingan 1:1, setelah itu siram di area yang terdapat lumut. Lalu bersihkan menggunakan sikat berbulu dan bilas dengan air.

Campuran cairan pemutih dan air dinilai sangat efektif membersihkan lumut di lantai dan dinding kamar mandi, wastafel, hingga pancuran air (shower). Namun, pastikan kamu membuka semua ventilasi udara di kamar mandi saat sedang membersihkannya.

2. Cuka Putih

Selain digunakan untuk memasak, cuka putih ternyata dapat membasmi lumut di kamar mandi. Kamu bisa menggunakan cuka untuk membersihkan lumut di lantai, pancuran, saluran pembuangan, atau kloset.

Untuk cara penggunaannya, kamu bisa menuangkan cuka ke area yang ditumbuhi lumut, lalu diamkan selama 5-10 menit. Setelah itu, bersihkan dengan spons atau kain lap. Jika lumut sulit dihilangkan, kamu bisa menggosoknya dengan sikat berbulu.

3. Boraks

Apabila cara di atas belum efektif membasmi lumut, kamu bisa menggunakan boraks. Bahan ini disebut dapat membersihkan lumut di kamar mandi secara ampuh.

Cara penggunaannya juga mudah, cukup campur satu cangkir boraks ke dalam wadah berisi tiga liter air hangat, setelah itu aduk sampai merata. Lalu, larutan yang sudah tercampur bisa dituang ke dalam botol semprot.

Setelah itu, semprot cairan boraks pada permukaan yang ingin dibersihkan atau terdapat lumut di kamar mandi. Gunakan sikat kawat, spons, atau kain lap untuk membersihkan lumut yang sulit hilang. Agar lebih aman, gunakan sarung tangan saat membersihkan lumut dengan cairan boraks bagi kulit yang sensitif.

Itulah tiga cara ampuh membersihkan lumut di kamar mandi dengan mudah dan cepat. Semoga bermanfaat!

(ilf/zlf)



Sumber : www.detik.com

2 Cara Ampuh Bersihkan Wastafel Keramik yang Berkerak


Jakarta

Bagi detikers yang punya wastafel keramik di rumah, tentu harus dibersihkan secara rutin. Sebab, wastafel yang jarang dibersihkan bisa berubah warna menjadi kekuningan.

Selain itu, wastafel yang tak pernah dirawat bisa memicu timbulnya kerak. Jika sudah terjadi, maka detikers harus segera membersihkannya sebelum kerak makin menyebar ke seluruh permukaan wastafel.

Nah, ada sejumlah cara yang diklaim ampuh dan mudah untuk membersihkan wastafel keramik. Bagaimana caranya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


Cara Membersihkan Wastafel Keramik dengan Mudah

Ada beberapa cara yang dinilai ampuh untuk membersihkan wastafel keramik. Bahan yang digunakan untuk membersihkan wastafel juga mudah didapat. Dikutip dari The Spruce, Senin (19/5), berikut sejumlah tipsnya:

1. Baking Soda

Tips yang pertama adalah dengan menggunakan baking soda atau soda kue. Bahan ini diklaim ampuh mengangkat kerak dan membersihkan noda kuning yang menempel di wastafel keramik.

Untuk cara penggunaannya, ikuti langkah-langkah di bawah ini:

  • Siapkan air panas sekitar 500 Ml atau 2 gelas
  • Tuang air panas tersebut ke seluruh wastafel keramik
  • Lalu tambahkan 1/2 cangkir soda kue dan biarkan selama 3-5 menit
  • Setelah itu, campur 1 cangkir cuka dengan 2 gelas air yang sangat panas, kemudian siram ke seluruh permukaan wastafel
  • Biarkan larutan tersebut selama 5-10 menit
  • Kemudian bersihkan dengan spons secara perlahan dan menyeluruh
  • Jika sudah, siram air panas ke wastafel untuk membersihkan dan menghilangkan bau cuka.

2. Sabun Cuci Piring dan Air Panas

Apabila tidak ada baking soda di rumah, kamu bisa menggunakan bahan lainnya yakni sabun cuci piring. Zat yang terkandung di dalam sabun itu dapat membersihkan kotoran dan kerak yang menempel di wastafel.

Agar tidak salah, simak langkah-langkahnya di bawah ini:

  • Siapkan 2 gelas air panas, lalu tuang ke permukaan wastafel
  • Tambahkan 1/4 cangkir sabun cuci piring ke wastafel, lalu biarkan selama minimal 10 menit. Lebih idealnya sekitar 30 menit
  • Kemudian bersihkan dengan spons secara perlahan dan menyeluruh
  • Jika sudah, siram wastafel dengan air panas.

Seberapa Sering Harus Mencuci Wastafel?

Sama seperti perabotan di kamar mandi lainnya, wastafel juga harus dirawat dan dibersihkan secara rutin. Dianjurkan untuk membersihkan wastafel sebulan sekali agar tetap terawat dengan baik.

Untuk mencegah saluran air di wastafel mampet karena rambut dan lain sebagainya, kamu bisa menggunakan 1 cangkir soda kue, 1 cangkir cuka, dan segelas air hangat. Campurkan cairan tersebut ke dalam wadah, lalu tuang ke saluran pembuangan di wastafel.

Demikian tips ampuh membersihkan wastafel kamar mandi yang berkerak dengan mudah. Semoga bermanfaat!

(ilf/zlf)



Sumber : www.detik.com

4 Penyebab Kamitetep Bisa Masuk Rumah, Ini Cara Basminya



Jakarta

Pernahkah melihat benda kecil dan pipih berbentuk seperti biji labu di sekitar rumah? Kemungkinan besar itu adalah kepompong kamitetep atau Phereoeca uterella, sebuah serangga sejenis ngengat.

Kamitetep sering kali ditemukan pada tembok dan sudut ruangan dan kolong furniture, terutama kalau rumah jarang dibersihkan. Meski tidak berbahaya, serangga ini bisa membuat badan gatal-gatal atau iritasi kalau sampai tersentuh.

Lantas, kenapakamitetep suka muncul di rumah ya? Simak penjelasannya berikut ini.


Penyebab Kamitetep Masuk Rumah

Inilah sederet alasan kamitetep ada di dalam rumah, dilansir dari Bugwiz.

1. Lingkungan Memadai

Kamitetep mencari tempat hidup dan berkembang biak yang cocok untuk mereka. Serangga ini menyukai lingkungan yang lembap, panas, terlindungi, dan minim gangguan.

Mereka juga tidak pilih-pilih soal tempat berlindung asalkan kebutuhan kelembaban mereka terpenuhi. Oleh karena itu, kamitetep berkembang biak dengan subur dan bisa menyebarkan telurnya di rumah.

2. Banyak Sumber Makanan

Kamitetep akan betah tinggal di rumah yang banyak sumber makanan bagi mereka. Serangga ini pun nggak pilih-pilih makanan dan akan memakan bahan organik apa pun.

Rumah yang jarang dibersihkan tentu menyediakan banyak makanan buat kamitetep. Mereka suka makan sarang laba-laba, debu, kain, serangga mati, rambut, dan lainnya.

3. Jarang Bersihkan Rumah

Jika rumah jarang dibersihkan sampai berbulan-bulan, bisa ada banyak kamitetep di rumah. Ruangan atau area yang kotor atau diabaikan akan dipenuhi kepompong kamitetep.

Serangga biasa ditemukan di garasi, kamar tidur, dan dapur. Mereka menempel pada dinding, loteng, kayu, batu bata, dan plesteran.

4. Ada Celah Masuk Rumah

Serangga itu sebenarnya berasal dari luar rumah. Kamitetep betina dewasa yang telah kawin menemukan jalan masuk dan bertelur di rumah.

Di sisi lain, mereka juga bisa tak sengaja terbawa masuk ke rumah. Misalnya penghuni rumah membawa benda baru seperti tanaman, karpet, dan furniture yang terdapat kamitetep ke dalam rumah.

Cara Basmi Kamitetep

Inilah cara membasmi kamitetep di rumah.

1. Jaga Kelembapan Ruangan

Kamitetep berkembang biak saat kelembapan tinggi, maka coba kurangi kelembapan di dalam ruangan. Pastikan ada sirkulasi udara dan tidak ada genangan air atau barang lembap.

2. Bersihkan Rumah

Kamitetep memakan berbagai bahan organik, seperti sarang laba-laba, kain, dan serangga mati. Oleh karena itu, penghuni rumah harus rajin membersihkan kotoran di rumah.

3. Gunakan Sabun Cuci Piring

Kamitetep bisa dibasmi pakai sabun cuci piring. Campurkan 2 sendok makan sabun cuci piring cair ke dalam 3-4 liter air, tapi jangan sampai banyak busa.

Jangan langsung menyemprotkan cairan tersebut ke kamitetep. Tusuk kepompong hewan tersebut agar tidak bergerak dan buat lubang kecil agar cairan sabun cuci piring yang sudah dibuat bisa masuk ke dalam tubuhnya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Kok Bisa Tikus Muncul di Dalam Kamar Mandi? Ini Penjelasannya


Jakarta

Tikus merupakan salah satu hama yang banyak dibenci orang. Kehadirannya dapat mengganggu serta membawa penyakit. Tak jarang, tikus bisa muncul di berbagai sudut rumah, salah satunya di kamar mandi.

Tikus yang tiba-tiba muncul di dalam rumah tentu sangat menyebalkan. Apalagi jika kamu sedang membersihkan badan di kamar mandi, sontak langsung terkejut dengan munculnya hewan tersebut.

Mungkin kamu bertanya-tanya, bagaimana caranya tikus bisa muncul di kamar mandi? Padahal tidak ada celah terbuka dan pintu kamar mandi selalu ditutup. Biar nggak penasaran, simak jawabannya dalam artikel ini.


Bagaimana Cara Tikus Bisa Muncul di Kamar Mandi?

Tikus merupakan hewan kecil yang dapat melewati lubang atau celah di dalam rumah. Maka dari itu, ia bisa masuk ke kamar mandi tanpa sepengetahuan pemilik rumah.

Dilansir situs Angi, tikus biasanya masuk ke kamar mandi lewat pipa saluran air. Tikus sendiri termasuk hewan yang handal berenang dan punya indra penciuman tajam, sehingga ia melakukan segala upaya untuk mendapat makanan, meski harus melalui pipa saluran air.

Tikus dapat muncul dari dua lubang, yakni lubang air yang terletak di sudut kamar mandi atau lubang kloset. Terkadang, tikus juga mengeluarkan suara “Citt… cittt…” dari dalam lubang tersebut. Jika mendengar suara itu samar-samar, segera lakukan pengecekan untuk memastikan adanya tikus di dalam saluran air.

Tips Menghadapi Tikus yang Muncul di Kamar Mandi

Sebenarnya, jangan panik dan khawatir saat melihat ada tikus di kamar mandi. Sebab, tikus sendiri juga takut dengan kehadiran manusia.

Pemilik Eco Elite Pest Control di Kent, Washington, Amerika Serikat, Brandon Bradshaw mengatakan jika ia menerima setidaknya dua panggilan dalam setahun untuk menangani tikus di dalam kamar mandi.

Bradshaw mengatakan, jika kamu melihat ada tikus muncul dari dalam saluran air atau kloset, cobalah untuk tetap tenang dan bergerak cepat untuk mencegahnya kabur. Jika tikus berusaha naik, tutup lubang air dengan benda yang berat sehingga ia tidak bisa keluar.

Sementara itu, jika tikus muncul dari dalam kloset duduk segera tutup dengan dudukan kloset, lalu letakkan benda yang cukup berat di atasnya. Sama seperti cara di atas, langkah ini dilakukan agar tikus tak bisa keluar dari kloset.

Bradshaw menyarankan untuk tidak membasmi tikus secara sendiri, meskipun kamu memiliki peralatan untuk menyingkirkannya. Sebab, tikus dapat membawa penyakit berbahaya kepada manusia seperti Leptospirosis, Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), dan Rat Bite Fever (RBF).

Ia menyarankan untuk menyewa jasa pembasmi tikus profesional agar dapat mengatasi tikus dengan aman. Ketika tikus sudah ditangkap, kamu dapat membersihkan kloset dan seluruh kamar mandi untuk meminimalisir adanya sisa-sisa bulu tikus yang dapat menjadi sumber alergen dan bisa menyebabkan penyakit.

Itulah penjelasan mengenai cara tikus bisa muncul di dalam kamar mandi rumah. Semoga bermanfaat!

(ilf/ilf)



Sumber : www.detik.com

Jangan Asal Pasang, Ini Posisi yang Tepat Taruh Outdoor AC


Jakarta

Air Conditioner (AC) merupakan salah satu perangkat elektronik yang dapat mendinginkan ruangan. Namun jika AC sudah mulai terasa tidak dingin, bisa jadi karena salah menempatkan outdoor AC di rumah.

Sebagai informasi, AC terdiri dari dua komponen yakni AC dalam (indoor AC) dan AC luar (outdoor AC). AC dalam berfungsi untuk menghembuskan udara dingin agar ruangan terasa sejuk.

Sementara itu, outdoor AC adalah bagian kipas yang berbentuk kotak dan dipasang di luar ruangan. Agar indoor AC bisa bekerja optimal, maka perlu disambungkan dengan outdoor AC.


Beberapa pemilik rumah terkadang hanya memikirkan pemasangan AC dalam saja. Padahal, penempatan outdoor AC juga wajib diperhatikan karena dapat memengaruhi suhu dingin yang keluar dari AC dalam.

Agar AC dapat bekerja secara maksimal, maka penting untuk mengetahui posisi yang tepat saat memasang outdoor AC. Untuk lebih jelasnya, simak dalam artikel ini.

Posisi yang Tepat Taruh Outdoor AC

Outdoor AC di rumah tak bisa dipasang secara sembarangan. Lantas, di mana posisi yang tepat untuk meletakkan AC luar? Dilansir situs All Purpose Air Conditioning, berikut jawabannya:

1. Tempat yang Sejuk dan Terhindar Sinar Matahari Langsung

Outdoor AC sebaiknya diletakkan di tempat yang terhindar dari sinar matahari langsung. Pastikan AC luar dipasang di tembok yang menghadap ke utara atau selatan karena arah ini cenderung tidak terkena cahaya langsung dari matahari.

Hindari memasang AC luar yang menghadap ke arah timur atau barat. Soalnya, posisi tersebut langsung menghadap sinar matahari saat pagi dan sore yang dikhawatirkan membuat AC bekerja lebih ekstra dan boros energi.

Jika baru saja pindah ke rumah baru, pastikan sudah menentukan tempat terbaik untuk memasang outdoor AC. Jika belum, luangkan waktu untuk mengamati area mana saja di luar rumah yang paling banyak terkena sinar matahari saat cuaca panas.

2. Tempat yang Datar dan Terbuka

Outdoor AC sebaiknya dipasang di tempat yang datar, kering, dan terbuka. Cara ini dilakukan agar mempermudah kinerja AC menurunkan suhu ruangan dengan baik.

Pastikan outdoor AC dipasang di tempat yang berventilasi baik dan tidak terhalang oleh benda apapun, seperti tembok rumah atau bangunan besar lainnya. AC luar yang terhalang apapun dapat menghambat proses pendinginan sehingga AC tak mampu bekerja secara efisien.

3. Tempat yang Jauh dari Pohon

Meski disarankan dipasang di tempat yang sejuk, tapi bukan berarti outdoor AC diletakkan di bawah pohon rindang. Soalnya, outdoor AC dapat menyedot daun, debu, hingga kotoran ke dalam unit AC. Seiring waktu, AC jadi lebih cepat kotor dan jika tak segera dibersihkan maka bisa cepat rusak.

Selain itu, hindari memasang outdoor AC di tempat rendah atau dekat dengan tanah. Sebab, jika terjadi hujan dan terdapat genangan air di sekitar AC luar maka bisa memicu kerusakan. Oleh sebab itu, outdoor AC selalu dipasang di tempat yang lebih tinggi agar aman.

4. Tempat yang Mudah Dijangkau

Outdoor AC juga harus dipasang di tempat yang mudah dijangkau. Hal ini agar AC lebih mudah diakses untuk dibersihkan dan dirawat secara rutin. Posisi AC yang terlalu tinggi atau sulit dijangkau membuat proses pembersihan AC jadi rumit.

Sebagai catatan, sebaiknya cuci AC rumah setidaknya 2-3 bulan sekali. Meski tidak ada kerusakan pada AC, bukan berarti AC tidak dicuci hingga berbulan-bulan.

Namun, frekuensi mencuci AC bisa berbeda-beda tergantung dari pemakaian dan kondisi ruangan tempat AC dinyalakan. Jika udara di ruangan termasuk kotor dan banyak debu, maka AC perlu dicuci lebih sering lagi.

Itulah empat posisi yang tepat untuk pasang outdoor AC. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/abr)



Sumber : www.detik.com

Perlukah Matikan Lampu Saat Meninggalkan Ruangan? Ini Anjurannya



Jakarta

Sebagian orang mungkin sering mendengar anjuran untuk mematikan lampu ketika meninggalkan ruangan. Harapannya, pemilik rumah bisa hemat tagihan listrik.

Banyak yang percaya semakin lama lampu menyala, maka semakin banyak listrik yang terpakai. Alhasil, tagihan listrik bisa membengkak. Padahal, teknologi sudah semakin maju dan peraturan zaman dulu mungkin sudah tidak berlaku saat ini.

Lantas, sebaiknya penghuni rumah mematikan lampu setiap kali meninggalkan ruangan? Yuk simak penjelasannya berikut ini.


Dilansir dari Real Simple, berdasarkan Department of Energy (DOE), semua bola lampu atau bohlam memiliki masa pakai yang terukur, dipengaruhi oleh seberapa sering bohlam dinyalakan dan dimatikan. Semakin sering bohlam dinyalakan dan dimatikan, semakin pendek masa pakainya.

Oleh karena itu, daripada khawatir soal berapa lama lampu menyala, lebih baik memikirkan seberapa sering lampu tersebut dinyalakan dan dimatikan. Hal ini karena penghematan tagihan listrik dengan mematikan lampu bisa sangat kecil sedangkan biaya untuk mengganti bohlam usang secara berkala dapat melebihi biaya tersebut.

Jadi, apakah penghuni rumah perlu mematikan lampu setiap kali meninggalkan ruangan atau tidak menggunakannya? Jawabannya terkadang iya, tetapi sering kali tidak. Hal ini tergantung pada jenis bohlam yang digunakan.

Menurut DOE, efektivitas biaya mematikan lampu saat meninggalkan ruangan bergantung pada jenis bohlam dan biaya listrik. Namun, secara umum, semakin hemat penggunaan energi sebuah lampu, semakin lama penghuni dapat membiarkannya menyala.

Jenis-jenis Bohlam

1. Pijar

Lampu Pijar adalah bohlam yang paling tidak efisien energi. Penghuni harus mematikannya setiap kali tidak digunakan.

2. Halogen

Meskipun lebih efisien daripada bohlam pijar, bohlam halogen menggunakan teknologi yang sama. Lampu ini tidak seefisien bohlam CFL dan LED, jadi sebaiknya dimatikan saat tidak digunakan.

3. CFL (Compact fluorescent lamp)

Bohlam CFL sangat efisien dan umur pakainya dipengaruhi seberapa sering lampu dinyalakan dan dimatikan. Jadi sebaiknya pikir-pikir dulu sebelum mematikannya.

DOE menyarankan untuk membiarkan lampu menyala kalau penghuni bakal meninggalkan ruangan hanya selama 15 menit atau kurang. Jika penghuni meninggalkannya lebih lama, matikan saja lampunya.

4. LED (Light Emitting Diode)

Bohlam LED sangat efisien dan tidak terpengaruh oleh seberapa sering dinyalakan dan dimatikan. Jadi penghuni rumah tak perlu terlalu khawatir soal menyalakan dan mematikan lampu saat meninggalkan ruangan.

Namun perlu diketahui saat menggunakan lampu LED, membiarkan lampu menyala selama beberapa jam tidak akan membuat perbedaan besar dalam tagihan listrik.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/abr)



Sumber : www.detik.com

Jangan Mau Bayar 100% Kontraktor di Awal, Lebih Aman Pakai Metode Ini



Jakarta

Pembangunan rumah merupakan pekerjaan besar yang membutuhkan modal yang besar yang besar. Pengerjaannya tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan perlu bantuan orang yang memang berpengalaman di bidang ini yakni kontraktor.

Saat memakai jasa kontraktor konon katanya segala halnya harus jelas dalam sebuah kontrak kerja sebelum pembangunan rumah dilakukan. Sebab, banyak ditemukan kontraktor-kontraktor tak bertanggung jawab, sementara biaya bangun rumah tak murah.

Profesional kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhul Rizki mengatakan kesepakatan yang paling utama saat mengajukan kerjasama dengan kontraktor adalah hindari membayar penuh jasanya di muka.


“Jangan bayar 100 persen di awal” ujarnya kepada detikcom, Rabu (13/9/2023) lalu.

Hal ini berdasarkan beberapa pengalamannya banyak ditemukan proyek renovasi atau pembangunan rumah yang mangkrak ditinggal kontraktor. Pemilik rumah tentu akan dirugikan karena rumah yang dititipkan oleh kontraktor belum jadi dan ditinggal begitu saja, sementara uang jasanya sudah diserahkan semua.

“Banyak kan kejadian, kontraktornya hilang setelah terima pembayaran 100 persen di awal. Kalau gini, konsumennya yang dirugikan,” sambung dia.

Sebagai jalan keluar, ia menyarankan kita sebagai pemilik proyek agar menjanjikan pembayaran secara bertahap yang terbagi dalam beberapa termin atau waktu. Cara menentukan waktunya pun tak boleh asal atau sesuka salah satu pihak. Oleh karena itu, penting bagi pemilik rumah untuk mengetahui ilmu pertukangan karena idealnya pembayaran diberikan setiap terlihat perkembangan pada pembangunan.

“Katakan setiap 25 persen baru dibayar, nanti 25 persen lagi dibayar. Jadi ada 4 kali bayar,” jelasnya memberikan contoh.

Cara ini jauh lebih aman karena apabila ada hasil kerja yang tak sesuai bisa langsung minta perbaikan sehingga kerusakan yang lebih besar dan kerugian bisa dihindari. Apabila tidak dapat menilai perkembangan pada pembangunan tersebut, pemilik rumah dapat meminta review atau penjelasan terhadap setiap prosesnya. Lebih baik lagi, jika pada saat pemeriksaan, pemilik rumah bisa mendatangkan orang yang ahli untuk melakukan pengecekan bersama.

Dengan cara ini, Panggah menjelaskan, konsumen bisa memperoleh hasil yang optimal dari proyek pembangunan atau renovasi rumah impiannya dan meminimalisir timbulnya kerugian selama proses pekerjaan.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

4 Penyebab Piring Masih Bau Meski Sudah Dicuci Berkali-kali


Jakarta

Setelah makan, piring dan gelas wajib dicuci sampai bersih. Namun terkadang, bau sisa makanan masih suka menempel di piring walau sudah dicuci berkali-kali.

Secara tampilan, piring dan gelas mungkin terlihat bersih dan kinclong dan siap diletakkan ke lemari makan. Namun jangan terkecoh, sebab piring tersebut belum sepenuhnya bersih karena masih mengeluarkan aroma tak sedap.

Lantas, apa penyebab piring masih bau walau sudah dicuci berkali-kali? Lalu bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


Penyebab Piring Masih Bau Walau Sudah Dicuci

Ada sejumlah hal yang membuat piring tetap bau meski sudah dicuci. Dilansir situs Real Simple, Senin (12/5/2025) berikut penyebabnya:

1. Dishwasher dan Kitchen Sink Kotor

Penyebab yang pertama bisa diakibatkan mesin pencuci piring (dishwasher) sudah kotor. Sebab, bau dari dishwasher bisa menempel di piring meski sudah dicuci.

Maka dari itu, sebaiknya bersihkan dishwasher setidaknya empat kali dalam setahun, terutama pada bagian filternya. Pastikan juga saluran pembuangan air tidak tersumbat.

Selain itu, kitchen sink yang kotor juga dapat menyebabkan piring menjadi bau. Sebelum mencuci piring, segera bersihkan kitchen sink agar tidak ada sisa makanan atau piring kotor yang menumpuk. Tak hanya mencegah bau, cara ini juga bisa membunuh bakteri dan kuman yang menempel.

2. Spons Sudah Kotor

Spons digunakan untuk mencuci piring dan gelas yang kotor. Seiring penggunaan, spons juga akan menjadi kotor dan harus diganti dengan yang baru.

Jika piring sudah dicuci tapi masih mengeluarkan bau, mungkin dikarenakan spons cuci piring sudah jelek dan kusam. Satu-satunya cara adalah dengan membeli spons yang baru.

3. Piring Tidak Dicuci dengan Benar

Faktor berikutnya karena piring tidak dicuci dengan benar. Mungkin saat itu kamu sedang malas atau terburu-buru untuk pergi, sehingga piring tidak dicuci sampai bersih. Alhasil, masih ada sisa noda makanan yang menempel di permukaan. Hal itulah yang membuat piring mengeluarkan aroma tak sedap.

4. Noda Membandel

Ada sejumlah noda membandel di piring yang sulit dibersihkan, seperti sisa bumbu kari atau saus sambal yang sudah mengering. Meski sudah dicuci dengan sabun dan menggunakan spons, biasanya noda tersebut tidak mudah hilang. Jadi, detikers harus mencucinya berulang kali dan pastikan noda sudah hilang.

Cara Menghilangkan Bau di Piring

Bau tak sedap yang menempel di piring tentu bikin kesal. Namun jangan khawatir, berikut sejumlah cara untuk menghilangkan bau di piring:

1. Pakai Air Panas

Air panas diklaim ampuh untuk mengatasi bau tak sedap di piring. Selain itu, air panas juga dapat menghilangkan sisa-sisa minyak dan kotoran yang menempel.

Namun, jangan mengandalkan air panas saja untuk mencuci piring karena bau tak sepenuhnya menghilang. Lakukan pencucian ulang dengan air mengalir dan sabun agar baunya hilang.

2. Pilih Sabun Cuci Piring yang Berkualitas

Mungkin selama ini kamu menggunakan sabun cuci piring yang harganya terjangkau, tapi kualitasnya kurang bagus. Alhasil, piring masih tetap bau meski sudah dicuci berkali-kali.

Salah satu solusinya adalah dengan membeli sabun cuci piring yang berkualitas baik. Baca label produk untuk mengetahui kandungan zat aktif seperti Sodium Lauryl Sulfate (SLS) yang diklaim efektif menghilangkan lemak dan minyak.

3. Simpan Piring dengan Benar

Setelah dicuci, simpan piring di tempat yang aman dan benar. Pastikan piring telah dilap dan disimpan dalam kondisi kering. Sebab, menyimpan piring dalam keadaan masih basah dapat menyebabkan timbulnya jamur dan lumut.

4. Buang Piring yang Retak

Piring yang sudah retak, pecah, atau rusak sebaiknya segera diganti dengan yang baru. Sebab, retakan pada piring bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri yang menyebabkan bau.

Itulah empat penyebab piring masih bau meski sudah dicuci berkali-kali. Semoga bermanfaat!

(ilf/ilf)



Sumber : www.detik.com

5 Kelebihan Tinggal di Apartemen, Nggak Kalah Nyaman dari Rumah Tapak


Jakarta

Banyak orang masih mempertanyakan apa kelebihan dari tinggal di apartemen. Padahal apartemen sama seperti rumah tapak pada umumnya yakni menjadi tempat tinggal yang nyaman dengan berbagai fasilitasnya.

Hunian vertikal ini banyak ditemui di kota-kota besar sebagai solusi keterbatasan lahan di perkotaan. Selain keterbatasan lahan, harga tanah di perkotaan juga sudah tinggi sehingga bagi beberapa orang yang penghasilan per bulannya UMR atau kurang dari itu, sepertinya sulit untuk membeli rumah tapak yang layak di tengah perkotaan.

Apartemen dan hotel adalah bentuk rumah yang berbeda. Jadi saat mempertimbangkan membeli apartemen, jangan berfikir seakan hidup di hotel karena dari segi harga, fasilitas, dan bentuk unitnya pun berbeda.


Untuk lebih jelasnya, dilansir Mint Homes, berikut beberapa keuntungan tinggal di apartemen yang perlu detikers ketahui.

1. Lokasi Strategis

Keuntungan pertama yang jarang orang sadari adalah lokasi apartemen di perkotaan sangat strategis, melebih rumah tapak. Saat ini banyak hunian yang dibangun dengan konsep transit oriented development (TOD) di mana hunian akan dibangun menempel dengan transportasi umum seperti kereta api dan bus. Sebab, apartemen tidak perlu benar-benar berdiri di atas tanah. Banyak apartemen berdiri di atas mal, stasiun, atau bahkan bercampur dengan gedung perkantoran dan hotel. Oleh karena itu, lokasinya bisa di tengah kota dan dekat dengan pusat-pusat bisnis, hiburan, dan keramaian.

2. Fasilitas Lengkap

Meskipun tidak ada halaman seperti di rumah tapak, jangan membayangkan tinggal di apartemen seperti hidup di penjara karena tentu tidak demikian. Pengembang tidak hanya memikirkan konsep hunian yang nyaman melainkan fasilitas yang dapat menunjang gaya hidup penghuninya. Fasilitas yang disediakan pun beragam dan kebanyakan gratis untuk penghuni apartemen seperti terdapat gym, kolam renang, taman, dan lapangan basket atau bola. Lokasinya yang strategis juga menguntungkan penghuni ketika berangkat kerja, berbelanja, atau ke rumah sakit.

3. Pemeliharaan Mudah

Saat tinggal di rumah tapak, hal yang mungkin saja terjadi adalah atap bocor, rembes, atau banjir. Dengan tinggal di apartemen, risiko seperti itu akan minim sekali terjadi. Lokasinya yang tinggi tentu akan melindungi apartemen dari banjir. Selain itu, apartemen memiliki pengurus khusus yang bertanggung jawab dalam manajemen apartemen. Setiap fasilitas di apartemen akan dirawat oleh manajemen termasuk lift, tangga, dan fasilitas penunjang. Berbeda halnya dengan tinggal di rumah yang perlu dirawat halaman dan eksterior rumahnya supaya tampak rapi.

4. Keamanan Terjamin

Sama seperti perumahan, apartemen juga memiliki petugas keamanan di depan. Lalu, bentuk keamanan lainnya adalah akses lift yang terbatas. Hanya penghuni apartemen yang memegang kartu akses saja yang bisa ke atas. Biasanya untuk tamu yang ingin berkunjung harus menunggu di lobby hingga penghuninya menjemput di bawah. Lalu, di setiap sudut sudah terpasang CCTV sehingga semua pergerakan di dalam gedung terekam.

5. Ukuran

Lalu, banyak juga yang memandang sebelah mata ukuran apartemen. Saat ini banyak apartemen yang ukurannya setara bangunan rumah tapak, bahkan ada pula yang besar. Ruangannya bukan seperti hotel yang langsung tempat tidur, apartemen ada yang susunannya seperti rumah biasanya dengan sekat pada kamar, dapur, kamar mandi. Ukuran ini sangat cocok untuk keluarga dengan anggota 2-8 orang, tergantung pada tipe apartemen yang dibeli.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Deretan Barang Ini Lebih Baik Dibuang, Bisa Bawa Energi Negatif ke Rumah


Jakarta

Barang yang ada di rumah seharusnya dapat memberikan manfaat dan membantu kegiatan penghuninya. Namun, pasti ada beberapa barang yang tanpa kamu sadari sudah tak lagi digunakan, hanya disimpan saja.

Dalam feng shui menyimpan barang tak terpakai tidak dianjurkan. Menyimpan barang-barang yang tak ada manfaat dianggap membawa sial menurut feng shui.

Sebagai informasi, Feng shui sendiri merupakan ilmu kuno yang berasal dari China yang menggunakan energi untuk menyelaraskan individu dengan lingkungan sekitarnya.


Lantas, barang apa saja yang sebaiknya disingkirkan dari rumah. Dilansir Better Homes & Gardens Australia menurut ahli feng shui berikut di antaranya.

1. Benda yang Sudah Rusak

Siapa di sini yang sering menyimpan barang rusak di rumah dengan alasan masih bisa diperbaiki? Padahal barang tersebut tidak pernah dibawa untuk diperbaiki, hanya disimpan saja. Dalam kepercayaan feng shui, barang rusak yang dibiarkan tergeletak selama berbulan-bulan menunggu perbaikan melambangkan energi yang cenderung tidak bergerak.

Kebiasaan ini dapat menghalangi energi positif bertukar ke dalam rumah. Sebaiknya, jika menemukan barang rusak di rumah, segera perbaiki atau beli baru.

2. Tanaman dan Bunga yang Sudah Layu

Tanaman dan bunga bisa tumbuh dan tampak segar apabila dirawat. Namun, apabila tanaman dan bunga tersebut layu, bahkan setelah dirawat kembali tetap tidak bisa tumbuh, ada baiknya untuk dibuang saja. Tanaman dan bunga yang sudah mati atau layu melambangkan kematian dan pembusukan. Hal ini yang membawa energi negatif dan berpotensi kamu mendapat nasib sial di rumah.

3. Hadiah yang Tidak Diinginkan

Saat menerima hadiah, kita tidak dapat memilih isinya, terutama hadiah dari sebuah acara. Menyimpan hadiah yang tidak diinginkan karena perasaan bersalah atau kewajiban dapat berdampak negatif pada energi kamu dan rumah kamu. Apabila memang tidak diinginkan dan membawa suasana buruk di rumah, lebih baik dibuang.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com