Category: Tips Properti

  • Setel AC 18 Derajat Tak Bikin Ruangan Cepat Dingin, Tagihan Listrik Malah Bengkak



    Jakarta

    Memasang AC di rumah adalah solusi andalan agar tidak kepanasan di negara beriklim tropis. Namun, menyalakan AC bisa memakan banyak listrik, sehingga tagihannya pun menjadi mahal.

    Untuk itu, pengguna AC perlu mencari jalan tengah antara mendinginkan ruangan dan menjaga efisiensi energi ketika cuaca panas. Nah, caranya bisa dengan mengatur suhu AC.

    Lantas, berapa suhu AC yang ideal agar tagihan listrik tidak mahal? Simak penjelasannya berikut ini.


    Dilansir dari Times of India, Biro Efisiensi Energi (BEE) dari India merekomendasikan suhu AC 24 derajat celcius sesuai standar kinerja energi baru untuk AC ruangan. Menyetel suhu ruangan yang tepat ketika tidur bisa membantu menghemat tagihan listrik.

    AC menggunakan banyak energi untuk mempertahankan suhu dingin pada ruangan. Semakin dekat suhu di dalam ruangan dengan di luar, maka AC tidak harus bekerja terlalu keras. Alhasil, energi yang digunakan juga berkurang.

    Menurut sumber yang sama, memasang suhu 18 derajat celcius tidak akan membuat ruangan dingin lebih cepat, tetapi justru memakan lebih banyak listrik. Oleh karena itu, sebaiknya tetap menggunakan suhu AC standar bawaan, yakni 24 derajat celcius.

    Selain itu, tingkat kelembapan yang tinggi bisa membuat ruangan terasa lebih panas dari seharusnya. Penghuni rumah bisa menggunakan dehumidifier bersamaan dengan AC untuk menciptakan lingkungan ruangan yang nyaman.

    Kemudian, sirkulasi udara yang baik juga meningkatkan efek dingin dari AC. Pertimbangkan untuk menggunakan kipas angin portable atau gantung untuk menyebarkan udara dingin AC dengan merata.

    Di sisi lain, penggunaan AC pintar yang bisa membantu penghuni mengatur suhu secara otomatis sepanjang hari. Penghuni dapat menyetel program agar suhu ruangan lebih dingin mendekati waktu tidur. Lalu, suhu AC bisa dinaikkan sedikit secara otomatis ketika penghuni bangun di pagi hari.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tanda Mesin Cuci Perlu Segera Dibersihkan, Cek Sekarang!


    Jakarta

    Mesin cuci merupakan salah satu perangkat pembersih yang mudah sekali kotor. Terutama ketika pakaian yang dibersihkan terdapat noda membandel, kotoran padat, dan lainnya.

    Mesin cuci tidak dapat membersihkan dirinya sendiri. Kebanyakan mesin cuci juga tidak memiliki tombol untuk membersihkan secara otomatis. Kita perlu memeriksa sendiri dan membersihkannya secara teratur.

    Mesin cuci yang kotor dapat berpengaruh pada hasil cucian, dari yang biasanya wangi dan pengerjaannya cepat, justru bisa sebaliknya.


    Lantas, kapan kita harus membersihkan mesin cuci?

    Dilansir Good Housekeeping, berikut beberapa tanda mesin cuci yang kotor dan perlu dibersihkan.

    1. Filter Bau

    Mesin cuci memiliki filter yang fungsinya sebagai menangkap serat dan kotoran agar tidak masuk dan menyumbat saluran air dan pembuangan. Filter ini biasanya berada di depan tabung mesin cuci.

    Tanda bahwa filter perlu dibersihkan adalah muncul bau tak sedap dari mesin cuci seperti bau telur busuk. Bau ini muncul dari pertumbuhan bakteri.

    Cara membersihkannya dengan menyiapkan wadah kecil sebagai penampung kotoran atau air agar ketika filter dibuka tidak tumpah ke lantai. Kemudian, buang semua kotoran di filter ke dalam wadah tersebut, termasuk yang masih berada di dalam mesin cuci. Gosok area di sekitar filter dengan sikat gigi untuk membersihkan noda membandel. Setelah bersih pasang kembali filter tersebut.

    2. Pertumbuhan Jamur

    Mesin cuci mudah sekali lembap karena dari yang semula basah, tiba-tiba kering dan biasanya dalam keadaan tertutup. Kondisi bagian dalam mesin cuci ini rentan menjadi area pertumbuhan jamur. Periksa area sekitar tutup tabung, dinding tempat meletakkan pakaian, hingga buih-buih di dasar mesin cuci.

    Apabila ditemui ciri-ciri seperti noda yang sulit hilang, ambil bahan pembersih anti jamur khusus untuk mesin cuci, lalu gosok secara perlahan.

    3. Terdapat Sisa Detergen di Mesin Cuci

    Bagi yang menggunakan pelembut atau pewangi cair, pasti ada kejadian penuangan cairan tersebut sembarangan dan tidak rapi, alhasil ada sisa-sisa cairan yang menempel di mesin cuci.

    Hal ini bisa memicu pertumbuhan jamur. Cara mengatasinya dengan keluarkan laci deterjen dan bersihkan dengan air sabun hangat. Pakai sikat gigi bekas untuk menggosok celah-celahnya. Kemudian biarkan hingga kering sebelum dipasang kembali.

    Untuk bagian yang tidak bisa dibuka atau dipisahkan dari mesin cuci, coba pakai kain mikrofiber lembap. Saat membersihkan bagian ini, pastikan mesin cuci tidak sedang terhubung ke listrik.

    4. Panel Kontrol Berdebu

    Sebenarnya hal wajar apabila bagian luar mesin cuci berdebu karena letaknya berada di luar. Namun, jangan sampai dibiarkan debu menumpuk karena debu tersebut bisa masuk ke dalam tabung pakaian dicuci.

    Cara membersihkannya mudah dengan diusap memakai kain mikrofiber atau setelah digunakan cukup ditutup.

    5. Pakaian Bau Apek dan Kasar

    Mesin cuci yang sudah mengeluarkan bau seperti telur busuk tentu akan mempengaruhi kualitas air di dalam mesin cuci. Hal ini juga akan berdampak pada hasil cucian.

    Kemudian, mesin cuci yang jarang dibersihkan juga bisa menjadi tempat yang penuh dengan kerak kapur. Air yang sudah terkontaminasi bisa merusak bahan pakaian sehingga setelah dicuci terasa kasar. Apabila dibiarkan efeknya bisa membahayakan kulit pemakai yang sensitif.

    Waktu yang Tepat Membersihkan Mesin Cuci

    Mesin cuci sebaiknya dicek dan dibersihkan setiap sebulan sekali pada suhu 60°C atau lebih tinggi untuk mengatasi bakteri. Gunakan pembersih khusus mesin cuci setiap 3-6 bulan untuk pembersihan menyeluruh, sekaligus membersihkan area deterjen dan filter.

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Alasan Jangan Jemur Baju di Depan Rumah


    Jakarta

    Masih banyak masyarakat yang sering menjemur pakaian di depan rumah. Alasan utamanya agar baju cepat kering karena terkena sinar matahari langsung.

    Meski hal tersebut dinilai sebagai cara yang tepat, tetapi ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum menjemur baju di depan rumah. Sebab, bisa saja pakaian yang telah dicuci malah bau kembali setelah dijemur.

    Lantas, mengapa dianjurkan untuk tidak menjemur baju di depan rumah? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Alasan Jangan Menjemur Baju di Depan Rumah

    Ada sejumlah alasan mengapa kamu tidak dianjurkan menjemur baju di depan rumah. Dilansir situs Homes and Gardens, Kamis (22/5/2025) berikut sejumlah alasannya:

    1. Kondisi Cuaca yang Berubah

    Alasan utama jangan menjemur pakaian di depan rumah karena cuaca yang dapat berubah. Saat ini cuaca di sebagian kota memang tidak menentu, pagi hari cerah dan bisa turun hujan di siang hari.

    Jika cuaca mendadak hujan, tentu pakaian yang sedang dijemur bisa basah terkena air hujan. Selain itu, kotoran dan debu bisa menempel di baju karena terbawa angin.

    2. Dapat Memudarkan Warna Baju

    Menjemur pakaian di depan rumah bertujuan agar baju cepat kering. Namun, jika pakaian dijemur terlalu lama maka bisa memudarkan warna baju akibat terkena sinar matahari, khususnya pakaian berwarna cerah atau gelap.

    “Perlu diperhatikan bahwa warna kain dapat memudar lebih cepat akibat paparan sinar matahari yang berlebihan, terutama untuk pakaian berwarna cerah atau gelap,” kata Daniel Brown CEO Handy Cleaners.

    3. Pakaian Dikerumuni Semut

    Karena baju dijemur di luar ruangan, maka bisa saja semut datang dan mengerumuni pakaian milik detikers. Sebab, semut menyukai cucian yang masih segar karena mengeluarkan wangi yang menarik perhatian mereka.

    “Semut dapat merusak pakaian dengan menimbulkan lubang pada kain. Semut juga dapat masuk ke dalam pakaian tanpa Anda sadari. Ketika pakaian itu digunakan maka kamu bisa gatal-gatal karena digigit semut,” kata Trish Duarte seorang professional cleaner.

    Jika menjemur baju di depan rumah, sebaiknya kibas-kibas terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke keranjang bersih. Cara ini dilakukan agar tidak ada semut yang bersembunyi di dalam baju.

    4. Bikin Baju Jadi Bau Lagi

    Alasan berikutnya karena baju yang telah dicuci jadi bau lagi setelah dijemur. Memang, pakaian yang dijemur di bawah matahari bisa cepat kering dan mencegah timbulnya jamur, tapi jika dijemur terlalu lama bisa menyebabkan bau tak sedap.

    Apabila kamu tinggal di kawasan yang tingkat polusinya tinggi, seperti ada asap pembakaran sampah atau pabrik, maka partikel dari asap bisa menyerap ke baju. Selain bikin baju bau apek, kondisi ini juga dapat membahayakan kesehatan.

    5. Mengganggu Estetika Hunian

    Ketika menjemur baju di depan rumah, maka kamu perlu menyiapkan alat atau tali untuk menjemur pakaian. Hal ini dapat mengganggu estetika hunian karena terdapat jemuran yang berada di halaman atau garasi rumah.

    Selain itu, tumpukan baju yang dijemur di depan rumah dapat mengganggu pemandangan sekaligus menimbulkan kesan berantakan dan tidak teratur. Hal ini dapat memengaruhi citra kamu sebagai pemilik rumah.

    6. Baju Bisa Lembap dan Bau Apek

    Ketika menjemur baju di luar rumah saat kondisi cuaca sedang hujan atau mendung, alhasil pakaian tidak cepat kering. Kondisi ini bisa menyebabkan baju jadi lembap dan bau apek ketika sudah kering.

    “Idealnya pakaian harus kering dalam waktu 2-6 jam setelah dicuci. Jika mencium bau apek dari pakaian, itu artinya ada bakteri, jamur, dan lumut yang muncul di pakaian Anda. Alhasil Anda perlu mencucinya lagi,” ujar Trish Duarte.

    Itulah enam alasan sebaiknya jangan menjemur pakaian di depan rumah. Semoga bermanfaat!

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Trik Gunakan Alumunium Foil di Rumah


    Jakarta

    Aluminium foil adalah kertas khusus yang dibuat sebagai pembungkus makanan. Selain itu, aluminium foil juga bisa sebagai alas penyimpan makanan agar awet. Namun, tidak hanya untuk makanan, aluminium foil juga bisa dimanfaatkan dengan cara yang berbeda, loh.

    Dikutip dari situs The Spruce, ada cara mudah memanfaatkan aluminium foil untuk berkebun, mengecat, atau bahkan membersihkan perabotan.

    Mencuci Panci

    Panci dan wajan kotor memang perlu penggosokan secara ekstra agar dapat menghilangkan noda mengendap yang membandel. Namun, hal itu bisa diatasi dengan aluminium foil.


    Pakar Pembersihan Rumah Tangga Petya Holevich, merekomendasikan menggunakan selembar aluminium foil. Caranya ambil selembar aluminium foil lalu diremas menjadi berbentuk bola. Tambahkan sabun cuci piring dan air ke panci atau wajan lalu gosok seperti memakai spons.

    Mengasah Gunting

    Jika di rumah ada gunting yang sudah tumpul, jangan langsung dibuang. Holevich menyarankan asah gunting menggunakan aluminium foil. Caranya lipat selembar aluminium foil lalu potong-potong menggunakan gunting. Hal ini dapat membantu menajamkan bilah gunting.

    Membersihkan Sendok dan Garpu

    Sendok dan garpu berbahan stainless steel atau perak bisa dibersihkan dengan aluminium foil. Holevich memberikan langkah-langkahnya, yaitu lapisi sebuah wadah dengan aluminium foil, lalu letakkan sendok dan garpu atau peralatan makan lainnya. Masukkan air mendidih beserta garam atau soda kue. Maka, noda-noda dari sendok atau garpu akan berpindah ke aluminium foil. Selain itu, dapat membuat peralatan tersebut menjadi lebih berkilau.

    Pencegah Karat

    Beberapa benda di rumah ada yang terbuat dari besi atau bahan berkarat, misalnya peralatan berkebun. Agar tidak cepat berkarat, bungkus dan lapisi gagang pada peralatan tersebut dengan aluminium foil. Hal ini akan menjaga peralatan dari kelembapan.

    Pembatas Cat

    Aluminium foil dapat membantu agar proses mengecat rumah bisa jadi lebih rapi. Misalnya, membungkus gagang pintu atau benda-benda lain agar tidak terciprat noda cat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Barang yang Tak Boleh Dibersihkan Vacuum Cleaner, Bahaya!


    Jakarta

    Menggunakan penyedot debu untuk membersihkan rumah memang seperti jalan ninja. Sebab, penyedot debu dapat membersihkan kotoran, debu, dan sisa-sisa di lantai atau karpet dengan cepat, mudah, dan efektif. Hal ini membuat kegiatan bersih-bersih jadi lebih menyenangkan.

    Namun, ternyata tidak semua benda bisa dibersihkan dengan penyedot debu loh. Dikutip dari situs The Spruce, pada Rabu (21/05/2025), hal ini untuk mencegah kerusakan pada komponen listrik dan mekanik dari penyedot debu. Jadi, sebaiknya hindari membersihkan 4 benda berikut ini.

    Pecahan Kaca

    Barang-barang pecah belah yang terbuat dari kaca atau keramik lalu terjatuh dan menimbulkan serpihan-serpihan kecil dapat sangat berbahaya. Pecahan tajam itu dapat merusak bagian dalam penyedot debu hingga merobek kantong penyedot debu. Selain itu, serpihan kaca yang tersangkut di dalam dapat keluar lagi.


    Sebaiknya bersihkan pecahan kaca dengan sapu dan pengki. Gunakan kain mikrofiber untuk membersihkan sisa-sisanya.

    Rambut

    Rambut atau bahkan bulu hewan peliharaan yang berserakan di mana-mana memang sangat mengganggu. Akan tetapi, jangan coba-coba bersihkan serpihan rambut dengan penyedot debu ya karena hal ini dapat menyumbat komponen bagian dalam penyedot debu. Akibatnya dapat mengurangi daya hisap dan membuat penyedot debu cepat panas karena mesin motornya bekerja lebih keras.

    Cairan atau Tumpahan

    Penyedot debu tidak dirancang untuk membersihkan tumpahan cairan. Hal ini karena cairan dapat merusak komponen listrik dan menciptakan tempat berkembangbiaknya jamur di dalam penyedot debu. Akibatnya dapat menimbulkan bau tidak sedap. Oleh karena itu, keringkan cairan dengan tisu atau kain.

    Tanah

    Saat menyiram, memindahkan pot, atau memindahkan tanaman hias, biasanya tanahnya akan berceceran ke lantai. Segera bersihkan dengan sapu dan jangan gunakan penyedot debu. Tanah dapat menyumbat filter karena di dalam tanah kemungkinan ada kerikil atau batu yang bisa membahayakan keselamatan.

    Itu dia 4 benda yang tidak bisa dibersihkan menggunakan penyedot debu, tetap hati-hati ya!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Batu Bata Belum Tentu Lebih Bagus dari Hebel, Ini Kelebihan dan Kekurangannya


    Jakarta

    Fondasi yang kuat ditentukan pada material yang digunakan. Biasanya untuk pembangunan rumah banyak yang menggunakan hebel atau batu bata sebagai material utama fondasi rumah. Lantas, di antara keduanya mana yang lebih baik?

    Sebelum mengetahui kelebihan dan kekurangan, lebih baik kenali dahulu apa itu hebel dan batu bata.

    Hebel

    Truk bermuatan hebel yang terguling di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur sudah dievakuasi. Lalu lintas yang sempat macet sudah kembali normal.TIlustrasi hebel. Foto: Lamhot Aritonang

    Dilansir laman Loftybuildinggroup, bata hebel atau bata ringan merupakan beton ringan aerasi (Autoclaved Aerated Concrete). Material ini terbuat dari pasir, semen, kapur, dan gypsum. Hebel umumnya tersedia dalam bentuk balok. Warna dari hebel sendiri adalah putih ke abu-abuan. Ukuran dari hebel jauh lebih besar dan panjang. Namun, material ini jauh lebih ringan.


    Batu Bata

    Tembok Batu Bata dengan Pola English BondTembok Batu Bata dengan Pola English Bond Foto: Getty Images/Jose Pouwels

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), batu bata adalah tanah liat yang diaduk sampai halus, kemudian dicetak, dikeringkan, lalu dibakar. Biasanya dipakai untuk membuat dinding dan sebagainya. Bentuknya persegi panjang berwarna coklat kemerahan.

    Kelebihan dan Kekurangan Hebel dan Batu Bata

    Menurut Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama, Panggah Nuzhulrizki, masing-masing material ini memiliki kelebihan dan kekurangan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, hingga saat ini banyak yang masing memakai keduanya.

    Untuk lebih jelasnya berikut kelebihan dan kekurangan hebel dan bata merah.

    Kelebihan Hebel

    – Harga yang lebih terjangkau jika dibeli satuan

    – Memiliki ketahanannya cukup baik

    – Lebih ringan daripada batu bata

    Kekurangan Hebel

    – Ukurannya yang lebih besar dari batu bata.

    Kelebihan Batu Bata

    – Mudah ditemukan di toko-toko bangunan

    – Ukuran lebih kecil

    Kekurangan Batu Bata

    – Materialnya murah menyerap air sehingga mudah membuat dinding lembab dan berjamur

    – Harganya lebih mahal daripada hebel

    – Lebih berat dari hebel

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Lintah Bisa Masuk ke Rumah? Ini Penyebab dan Cara Usirnya


    Jakarta

    Lintah merupakan hewan parasit yang sering muncul di halaman rumah. Hewan pengisap darah ini juga menyukai tempat yang lembap agar bisa bertahan hidup, misalnya di kamar mandi.

    Beberapa orang merasa takut dan khawatir ketika ada lintah di rumah. Sebenarnya, detikers tak perlu panik karena ada sejumlah cara mudah mengusir lintah.

    Selain itu, penting juga untuk mengetahui apa penyebab lintah bisa muncul di rumah. Agar lebih jelas, simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Penyebab Lintah Muncul di Rumah

    Meski ukurannya kecil dan bergerak lambat, banyak orang yang takut dan jijik ketika melihat lintah. Sayangnya, hewan ini kerap masuk ke rumah-rumah penduduk tanpa disadari penghuninya.

    Dilansir situs We Are Explorers, Jumat (23/5/2025) berikut penyebab lintah bisa muncul di rumah:

    1. Rumah Berlokasi di Dekat Tempat Lembap

    Penyebab yang pertama karena lokasi rumah yang berdekatan dengan tempat lembap, seperti di dekat sungai, rawa, atau selokan. Lintah memang suka berada di tempat lembap agar bisa hidup dan berkembang biak.

    2. Setelah Hujan dan Banjir

    Setelah turun hujan, biasanya lintah muncul di pekarangan rumah atau menempel di dinding. Selain itu, lintah juga bisa muncul saat banjir melanda. Hal ini dapat terjadi karena lintah terbawa arus banjir sehingga bisa menempel di kendaraan, dinding rumah, atau bahkan tubuh manusia.

    3. Kamar Mandi Sangat Lembap

    Selain di halaman rumah, lintah juga bisa tiba-tiba muncul di kamar mandi khususnya yang sangat lembap. Hewan parasit ini bisa muncul di toilet dengan dua cara, melalui saluran air atau sela-sela kamar mandi.

    Cara Ampuh Mengusir Lintah di Rumah

    Kalau ada lintah di rumah, detikers tak perlu khawatir dan panik berlebihan. Sebenarnya lintah dapat diusir dengan mudah dan cepat. Dikutip dari How To Repel, berikut cara ampuh mengusir lintah di rumah:

    1. Garam

    Garam jadi salah satu cara yang paling ampuh dan efektif untuk mengusir lintah di rumah. Kamu bisa menabur garam secukupnya ke area yang sering dilalui lintah. Namun, jika lintah sudah mengisap darah kamu jangan sekali-kali menaburkan garam di bekas luka gigitannya, ya.

    2. Bawang Putih dan Cengkeh

    Selain digunakan untuk bumbu masak, bawang putih dan cengkeh ternyata bisa digunakan untuk mengusir lintah. Untuk cara pakainya, hancurkan 2-3 siung bawang putih dan 1-2 batang cengkeh. Setelah itu, sebarkan di ruangan yang lembap atau kerap dilalui lintah.

    3. Jus Lemon

    Tak hanya menyegarkan badan, jus lemon juga bisa dimanfaatkan untuk mengusir lintah di rumah. Cara penggunaannya cukup peras 2 buah lemon, lalu campurkan dengan air dan tuang ke dalam wadah semprot. Setelah itu, semprot lemon pada area dinding dan tanaman agar lintah tak datang lagi ke rumah.

    4. Minyak Atsiri

    Minyak atsiri atau essential oil bisa jadi pilihan alternatif untuk mengusir lintah karena aromanya yang menyengat. Untuk cara pakainya cukup dengan semprotkan ke lintah atau tempat yang kerap dilalui lintah.

    Itulah penyebab lintah bisa masuk ke rumah dan cara mengusirnya. Semoga membantu detikers!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior, atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Mudah Basmi Kecoak di Rumah, Bisa Pakai Sabun Cuci Piring


    Jakarta

    Kehadiran kecoak sangat dibenci manusia karena kotor dan bentuknya menggelikan. Serangga cokelat ini suka masuk ke rumah untuk mencari makan dan tempat berlindung.

    Sayangnya, kecoak berkembang biak dengan cepat dan dapat menyebarkan penyakit ke penghuni rumah. Jika menemukan kecoak di rumah, kemungkinan ada kecoak lainnya tersembunyi.

    Lantas, bagaimana cara membasmi kecoak di rumah? Simak penjelasannya berikut ini.


    Cara Membasmi Kecoak di Rumah

    Inilah beberapa bahan yang bisa digunakan untuk membasmi kecoak, dikutip dari Insight Pest Management.

    1. Soda Kue

    Soda kue adalah bahan yang berbahaya bagi kecoak. Campurkan soda kue dengan gula, lalu taruh di area yang rawan kecoak sebagai perangkap.

    Ketika soda kue tertelan, perut kecoak akan dipenuhi gas yang tidak dapat dikeluarkan. Hal ini bisa membuat perut kecoak pecah.

    2. Sabun Cuci Piring

    Jika menemukan kecoak dan ingin cepat membasminya, larutan air dan sabun cuci piring bisa jadi bahan yang efektif. Semprotkan larutan itu pada kecoak. Larutan tersebut akan menyumbat pori-pori pernafasan kecoak dan membuat mereka kesulitan bernapas, sehingga mati lemas.

    3. Minyak Pepermin

    Minyak peppermint sangat efektif untuk mengusir kecoak. Campurkan 15 tetes minyak pepermin dengan air, lalu semprotkan di sekitar rumah. Cara ini akan menghalau kecoak masuk rumah.

    4. Lemon

    Kecoak tidak menyukai aroma lemon dan buat sitrus lainnya. Sebarkan jus lemon atau kulit lemon di sekitar rumah sebagai pengusir kecoak alami, sehingga mereka ogah enggan masuk.

    5. Tanah Diatom

    Tanah diatom merupakan insektisida alami yang terbuat dari alga yang telah dihaluskan dan menjadi fosil. Bahan ini berupa bubuk yang tajam, sehingga bisa mengeringkan rangka luar kecoa. Jika terkena tanah diatom, kecoak akan mengalami dehidrasi.

    Cukup taburkan tanah diatom food grade di area yang sering didatangi kecoa. Metode ini aman digunakan di sekitar anak-anak dan hewan peliharaan.

    Cara Bikin Rumah Bebas Kecoak

    Selain dibasmi, ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar rumah bebas kecoak. Berikut ini caranya.

    • Periksa dan tutup celah, bukaan, dan retakan di sekitar rumah.
    • Atasi kelembapan di rumah, seperti memperbaiki kebocoran pipa atau wastafel.
    • Pastikan rumah bersih dari tumpahan makanan, piring kotor, serta rajin kosongkan tempat sampah.

    Itulah cara membasmi dan mencegah kecoak di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Rumah Diserbu Banyak Nyamuk? Ini Penyebab dan Cara Basminya


    Jakarta

    Nyamuk kerap kali ditemukan berterbangan di dalam rumah, terutama saat musim hujan. Serangga penghisap darah ini memang sangat mengganggu karena gigitannya membuat kulit jadi gatal.

    Lebih dari itu, nyamuk juga bisa membawa penyakit dan menularkannya ke manusia. Belum lagi suara nyamuk cukup bising ketika berlalu-lalang dekat telinga. Nggak heran kalau kehadiran nyamuk dibenci oleh penghuni rumah.

    Namun, kenapa bisa ada banyak nyamuk masuk rumah ya? Simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Nyamuk Masuk di Rumah

    Inilah beberapa alasan nyamuk menyerbu dan berkembang biak di rumah, dikutip dari Recon Pest Services.

    1. Mencari Tempat Berlindung

    Nyamuk akan mencari tempat berlindung dari cuaca dan angin. Nyamuk menyukai tempat yang hangat, gelap, dan lembap.

    Nah, salah satu tempat yang nyaman bagi mereka bisa jadi di dalam rumah. Beberapa tempat persembunyian nyamuk seperti di dapur, kamar mandi, dan lemari.

    2. Ada Celah Masuk Rumah

    Serangga bersayap ini pandai mencari celah untuk masuk rumah. Mereka bisa menyelinap melalui celah-celah kecil, retakan, dan bukaan pada pintu, jendela, kasa, dan garasi.

    Nyamuk juga tertarik dengan cahaya dari lampu. Mereka bisa saja masuk rumah di malam hari karena tertarik dengan lampu yang menyala.

    3. Ada Genangan Air

    Nyamuk membutuhkan genangan air untuk berkembang biak dan bertelur. Genangan air di sekitar rumah seperti kolam dan got dapat menarik nyamuk untuk mendekat.

    Sementara di dalam rumah, tanaman pot, minuman hewan, dan genangan air lainnya juga menjadi tempat nyamuk bertelur.

    4. Ada Sumber Makanan

    Tahukah kalau nyamuk betina lah yang biasa menghisap darah? Ya, nyamuk betina membutuhkan darah untuk bertelur. Dengan begitu, nyamuk tertarik bisa tertarik masuk rumah karena manusia dan hewan piaraan, yakni sumber makanan mereka.

    Selain itu, nyamuk juga memakan nektar tanaman. Kalau ada tanaman hias di dalam rumah, hal itu dapat menarik hama ini.

    Cara Agar Rumah Bebas Nyamuk

    Berikut ini beberapa cara untuk mengusir dan mencegah nyamuk masuk rumah.

    1. Tutup Akses Masuk

    Periksa celah dan bukaan di sekitar rumah yang bisa jadi titik masuknya nyamuk. Pastikan pintu dan jendela tertutup rapat.

    Memasang kasa nyamuk pada pintu dan jendela adalah cara efektif untuk mencegah nyamuk masuk rumah. Perbaiki atau ganti layar penghalau nyamuk ini kalau rusak.

    2. Basmi Nyamuk

    Jika menemukan nyamuk di sekitar rumah, penghuni rumah bisa menepuk untuk membunuhnya. Namun, cara lain yang lebih efektif adalah menggunakan menyemprot cairan pembasmi nyamuk.

    3. Musnahkan Sarangnya

    Temukan dan musnahkan tempat yang berpotensi jadi sarang nyamuk di dalam dan di luar rumah. Periksa genangan air seperti tatakan pot tanaman dan mangkuk air hewan peliharaan.

    Jaga agar talang tetap bersih dan tidak tersumbat. Lalu, hindari menyiram tanaman di dalam ruangan secara berlebihan.

    4. Pelihara Tanaman Pengusir Nyamuk

    Ada beberapa tanaman yang tidak disukai nyamuk. Penghuni rumah bisa memelihara tanaman pengusir nyamuk seperti serai, rosemary, dan peppermint di sekitar rumah.

    5. Rawat Pekarangan Rumah

    Rawatlah pekarangan rumah agar tidak menjadi tempat persembunyian nyamuk. Pangkas semak dan rumput yang terlalu tinggi secara teratur. Lalu, singkirkan daun-daun yang berserakan.

    Itulah penyebab dan cara mengusir nyamuk masuk rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Cara Bersihkan Daun Tanaman Hias biar Nggak Layu


    Jakarta

    Tahukah kamu, tanaman hias bukan cuman disiram tapi sebaiknya dibersihkan juga? Ternyata membersihkan bagian daun penting untuk proses fotosintesis tanaman.

    Dilansir dari The Spruce, lapisan debu bisa terbentuk pada tanaman, sehingga menghalangi sinar matahari dan mengurangi kemampuan tanaman untuk melakukan fotosintesis. Padahal, proses itu penting untuk tanaman mendapat asupan ‘makanan’.

    Membersihkan daun tanaman hias secara berkala akan meningkatkan kualitas tanaman dan lingkungan dalam ruangan. Jika melihat atau merasakan banyak debu saat menyentuh daun, itu tanda sudah waktunya tanaman dibersihkan.


    Lantas, bagaimana cara yang aman untuk membersihkan daun tanaman hias ya? Simak caranya berikut ini.

    Cara Membersihkan Daun Tanaman Hias

    Inilah beberapa cara membersihkan daun tanaman hias.

    1. Mengelap Daun

    Bersihkan debu pada daun menggunakan lap. Metode ini cocok buat tanaman yang hanya punya sedikit daun, misalnya lidah mertua.

    Setelah itu, penghuni rumah bisa menjaga kebersihan daun dengan menyapu debu menggunakan kemoceng. Lakukan ini sembari membersihkan debu perabotan.

    2. Cuci Tanaman dengan Semprotan

    Tanaman hias berukuran sedang dan besar bisa dipindahkan ke wastafel dapur atau luar ruangan untuk disiram pakai semprotan. Jaga tekanan air tetap rendah dan gunakan air hangat.

    Air yang terlalu panas atau dingin bisa merusak daun tanaman. Lalu, sebaiknya sangga daun atau tangkai daun dengan lembut menggunakan tangan ketika menyemprot air.

    3. Gunakan Botol Semprot

    Jika tanaman tidak tahan kekuatan semprotan, gunakan botol semprot saja. Metode ini cocok buat tanaman seperti sukulen, kaktus, dan bonsai.

    4. Celupkan ke Air

    Tanaman kecil bisa dibersihkan dengan dicelupkan ke dalam air. Caranya dengan memegang pangkal tanaman di permukaan tanah, lalu membalikkannya ke dalam ember berisi air. Kemudian, ayunkan daun-daunnya di dalam air.

    Sebaiknya menggunakan air hangat dan biarkan tanaman mengering sebelum dikembalikan ke posisinya.

    Pastikan untuk membasahi tanahnya dulu agar tidak berjatuhan ketika tanaman dibalikkan. Cara lain menahan tanah adalah dengan menutupnya dengan plastik.

    5. Pakai Sabun Lembut

    Jika tanaman sangat kotor, semprotkan dengan air sabun di atas wastafel. Campurkan seperempat sendok makan sabun cuci piring dengan satu liter air.

    Kemudian, bilas permukaan daun dari sabun menggunakan air hangat. Plants that can’t handle being hosed in the sink can be sprayed with clean, lukewarm water to wash the soap off.

    6. Bersihkan Debu dengan Kuas Lembut

    Beberapa jenis tanaman memiliki daun yang lengket dan berbulu, sehingga tidak mudah dibersihkan. Tanaman hias seperti ini bisa dibersihkan dengan kuas lembut.

    7. Pakai Cuka atau Jus Lemon

    Untuk daun yang ada kotoran membandel, coba gunakan cuka atau jus lemon. Larutkan cuka atau jus lemon dengan air, lalu celupkan tisu.

    Gunakan tisu tersebut untuk mengoleskan larutan pada kotoran di daun. Diamkan selama beberapa menit, lalu bersihkan.

    Perlu diingat untuk tidak menggunakan terlalu banyak cuka atau jus lemon. Lalu, jangan lupa untuk membersihkan sisa larutan pada daun setelah selesai.

    Itulah beberapa cara membersihkan daun tanaman hias dengan aman. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com