Category: Tips Properti

  • Rawan di Musim Hujan, Ini 7 Cara Cegah Ular Masuk Rumah



    Jakarta

    Mengetahui cara mencegah ular masuk ke dalam rumah penting untuk diketahui. Apalagi kalau rumah kamu dekat dengan pohon, rerumputan, atau area-area yang bisa menjadi tempat persembunyian ular.

    Beberapa waktu lalu, seekor ular tali wongso sepanjang 120 cm memasuki rumah seorang warga di Sukoharjo, Jawa Tengah. Ular tersebut ternyata jenis ular berbisa menengah.

    Pemilik rumah pun segera menghubungi Exalos Indonesia, sebuah komunitas yang berfokus pada penyelamatan hewan, seperti ular hingga tawon. Ketua Umum Exalos Indonesia Janu Wahyu Widodo mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan itu dini hari tadi pukul 12.15 WIB. Pihaknya langsung menerjunkan anggotanya untuk melakukan evakuasi ular tersebut.


    “Ular itu masuk lewat jendela angin-angin rumah, dan berada kamar mandi rumah,” kata Janu dikutip dari detikJateng, Selasa (9/1/2024).

    Ular tali wongso yang masuk rumah warga Kartasura, Sukoharjo, Minggu (7/1/2023).Ular tali wongso yang masuk rumah warga Kartasura, Sukoharjo, Minggu (7/1/2023). Foto: dok. Exalos Indonesia

    Sebagai informasi, ular tali wongso berwarna hitam dan memiliki garis kuning. Biasanya ular ini aktif pada malam hari dan habitatnya ada di pohon.

    Masuknya ular ke dalam rumah memang meresahkan penghuni di dalamnya. Apalagi jika ular tersebut berbisa yang bisa berbahaya bagi penghuni di dalamnya.

    Ternyata, ada beberapa alasan kenapa seekor ular bisa masuk ke dalam rumah. Dikutip dari detikJateng yang melansir dari situs DLHK Daerah Istimewa Yogyakarta, berikut ini penyebab ular masuk ke dalam rumah.

    Penyebab Ular Masuk Rumah

    1. Habitatnya di alam kemungkinan sudah rusak atau terganggu oleh manusia
    2. Ular cenderung mencari tempat yang lebih hangat saat musim hujan. Sebaliknya, ular mencari tempat yang teduh untuk berlindung saat musim kemarau.
    3. Bertepatan dengan musim ular berkembang biak
    4. Tersedia pakan yang melimpah seperti tikus, sehingga ular memilih tinggal dan berkembang biak di permukiman.

    Tentunya pemilik rumah nggak mau dong rumahnya dimasuki oleh ular. Nah berikut cara mencegah ular masuk ke dalam rumah.

    Cara Cegah Ular Masuk Rumah

    Dikutip dari detikJatim, berikut ini cara mencegah ular masuk ke dalam rumah.

    1. Tutup Lubang dan Terangi Area Rumah

    Perhatikan kembali keadaan rumah. Apakah ada plafon, saluran air, genteng, dinding, dan bagian lain yang berlubang.

    Jika ada yang berlubang, segera tutup dan jangan sampai ada celah untuk ular memasuki rumah. Lubang-lubang tersebut bisa menjadi sarang ular.

    2. Gunakan Aroma Menyengat

    Aroma menyengat sangat tidak disukai ular, seperti cuka dan cabai. Cara mencegah ular masuk ke rumah ini cukup mudah dengan menyemprotkan cairan cuka. Jika tak ada cuka, kamu bisa menggunakan jeruk dan cabai.

    Bahan dengan bau menyengat lainnya yaitu belerang, yang dapat membuat iritasi pada ular. Aroma wangi pada kapur barus juga cukup efektif dalam mengusir ular.

    Untuk penggunaan kapur barus, perlu dihaluskan terlebih dahulu. Lalu taburkan di area sudut rumah.

    3. Jauhkan Burung dan Usir Tikus

    Bagi kamu yang memelihara burung, gantungkan rumah burung di tempat yang tinggi. Kamu juga patut membasmi tikus agar tak menjadi incaran ular.

    Pentingnya menjaga kebersihan agar rumah kamu tak didatangi tikus. Ular adalah hewan pemangsa tikus, maka basmi tikus yang bisa memancing datangnya ular.

    4. Semprotkan Wewangian

    Selain cuka dan cabai, wewangian ruangan seperti bau parfum, kayu manis, dan minyak cengkeh juga dapat mencegah masuknya ular ke dalam rumah. Semprotkan wewangian tersebut ke area yang rawan datangnya ular.

    5. Bersihkan Sisa Makan Hewan Peliharaan di Dalam Rumah

    Jika kamu memberi makan hewan peliharaan di luar rumah, hal itu akan mengundang ular datang. Terlebih jika tidak segera membersihkan sisa makanan tersebut. Simpan makanan hewan peliharaan di dalam kaleng yang tertutup rapat.

    6. Tutup Tumpukan Kayu

    Ular menyukai tumpukan barang. Kayu bakar yang menumpuk, sisa puing bangunan, batu bata hingga bebatuan pembangunan dapat menjadi tempat yang sempurna untuk ular bersembunyi. Segera tutup atau jauhkan dari rumah kamu apabila tak mau ular datang ke rumah.

    7. Potong Rumput dan Bersihkan Area rumah

    Selain gelap dan kotor, tempat rimbun juga disukai ular. Apabila sekitar rumah kamu ditumbuhi rumput yang lebat, segera potong agar ular tak datang ke rumah.

    Kamu juga harus rajin membersihkan teras, taman, dan sudut-sudut rumah agar tak mengundang datangnya ular.

    Itulah 7 cara mencegah ular masuk ke dalam rumah. Semoga bermanfaat!

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Alasan dan Keunggulan Pasang Kanopi Kain



    Jakarta

    Memasang kanopi kain bisa jadi opsi alternatif untuk atap pelindung konvensional dengan fondasi kayu dan metal. Kanopi kain memiliki kelebihan pada desain unik dan motif yang beragam. Hal ini membuat rumah kamu akan memiliki desain eksterior unik dan cantik.

    Nah, buat kamu yang terpincut mau pasang kanopi kain, kamu bisa pertimbangkan alasan mengapa kanopi kain cocok dipasang di rumah. Simak penjelasan berikut.

    Apa itu kanopi kain?

    Melansir dari Fitinline, Selasa (9/1/2024), kanopi kain atau awning adalah komponen tambahan untuk mempercantik atau menambah estetika sebuah bangunan. Kamu mungkin juga akan sering melihat kanopi kain pada beberapa toko, cafe atau bangunan lainnya. Fungsi utama dari kanopi kain ini adalah memberikan perlindungan dari sinar matahari dan air hujan untuk apapun yang berada di bawahnya.


    Melansir Kanopi Modern, setidaknya ada 5 alasan mengapa kamu harus mempertimbangkan untuk memasang kanopi kain untuk rumah.

    Fungsi Kanopi Kain

    Berfungsi Sebagai Pelindung Rumah

    Dengan menggunakan kanopi kain ini, maka rumah kamu dapat terhindar dari air hujan atau paparan sinar matahari yang menyengat. Sehingga tampak rumah kamu akan terlihat lebih bersih, rapi dan halaman pun dapat terlihat lebih indah.

    Mempercantik Eksterior Rumah

    Selain itu dengan kanopi kain ini dapat memberikan kesan modern atau bergaya lebih kekinian pada rumah, maka kanopi kain menjadi pilihan yang tepat untuk kamu. Dimana kanopi kain ini dapat memberikan sebuah nilai eksterior yang lebih cantik, menarik dan pastinya lebih sempurna.

    Sebagai Atap Teras Atau Halaman

    Biasanya pada atap teras atau halaman dibiarkan begitu saja tanpa adanya sebuah pelindung sama sekali. Oleh karena itu kamu dapat memanfaatkan kanopi kain ini dalam membuat hunian rumah kamu menjadi lebih menarik dan modern.

    Dengan begitu maka atap teras atau halaman rumah kamu bisa menghasilkan sebuah kesan estetika yang luar biasa dan yang pasti rumah hunian kamu tampak lebih enak untuk dipandang.

    Biaya Pemasangan dan Perawatan yang Lebih Terjangkau

    Selain dapat memberikan sebuah nilai yang indah pada sebuah rumah, ternyata untuk pemasangan kanopi kain ini juga lebih terjangkau. Sehingga kamu pun tidak harus mengeluarkan banyak biaya anggaran pada saat instalasi atau pemasangan kanopi kain ini.

    Kamu juga tak perlu memikirkan biaya perawatan, sebab perawatan kanopi kain jauh lebih sederhana daripada kanopi dengan konvesional.

    Mempunyai Banyak Variasi Desain dan Motif

    Jika kamu menginginkan rumah huniannya menjadi tampak lebih elegan dan lebih berkelas. Maka dapat mempertimbangkan dengan memanfaatkan dari kanopi kain ini. Karena desainnya yang bervariasi ini dapat dipilih sesuai dengan selera atau keinginan kamu.

    Dengan memilih sebuah konsep serta gaya yang menarik, maka dapat meningkatkan sebuah sisi yang modern dan lebih elegan pada sebuah rumah. Dengan begitu maka rumah hunian yang kamu sangat impikan pastinya dapat terwujud.

    Setelah mengetahui beberapa alasan berikut. Berikut juga beberapa jenis bahan kain kanopi yang bisa kamu jadikan pilihan sebelum memasang kanopi kain.

    Jenis-jenis kanopi kain

    Jenis kanopi kain dapat dibedakan dengan jenis bahan kain yang digunakan. Dilansir dari Canopy Membrane, setidaknya ada 3 jenis kanopi kain yang umum digunakan.

    Canopy Kain Polyester

    Jenis kanopi kain yang pertama dan yang paling terjangkau adalah kanopi polyester. Seperti namanya, kanopi ini terbuat dari bahan polyester dan cukup kuat sebagai awning.

    Polyester memiliki struktur bahan yang semi-permanen sehingga daya tahannya cukup kuat. Selain itu, polyester bisa menangkal sinar UV dengan baik dan mampu menahan air.

    Selain cocok untuk carport, kamu bisa menggunakan kanopi kain buka tutup berbahan polyester untuk area outdoor cafe maupun restoran.

    Canopy Kain Vinyl

    Jenis kanopi kain ada yang terbuat dari bahan vinyl. Kanopi kain yang satu ini sebenarnya berasal dari polyester lalu dalam prosesnya melibatkan lapisan vinyl di atasnya.

    Oleh karena itu, meskipun sifatnya mirip dengan polyester, kanopi kain yang satu ini jauh lebih baik dalam menangkal panas matahari dan sinar UV. Selain itu, ketahanannya terhadap air jauh lebih baik.

    Vinyl tersedia dalam berbagai warna dan motif sehingga kamu akan lebih mudah untuk menentukan look kanopi.

    Sayangnya lapisan tambahan tersebut menjadikan kanopi vinyl jauh lebih berat daripada jenis kain lainnya. Lebih dari apapun, kanopi vinyl cocok untuk kamu yang mementingkan gaya dan tampilan tanpa mengurangi kualitas.

    Canopy Kain Sunbrella

    Kanopi kain Sunbrella punya bentuk unik menyerupai payung. Memiliki tampilan dan tekstur seperti kain tenda yang ringan, material sunbrella sangat baik dalam menahan panas dan juga hujan serta menghalangi sinar UV dari matahari.

    Memang material yang satu ini harganya lebih tinggi daripada kanopi kain lainnya, namun keunggulannya juga tidak main-main. Tidak hanya tahan cuaca, material sunbrella memiliki karakteristik kain yang tahan jamur dan bahan kimia lain yang biasanya ada di air.

    Kain sunbrella juga jauh lebih awet daripada jenis kain kanopi lainnya lho! Bahkan bisa tahan hingga 10 tahun penggunaan.

    Demikian 5 alasan kenapa kamu harus pasang kanopi kain di rumah. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Model Talang Air yang Cocok untuk Kanopi


    Jakarta

    Memasang talang air di atap kanopi dapat kamu pertimbangkan. Hal itu karena dengan keberadaan talang air dapat membantu mengalirkan aliran air dari atap ke bawah.

    Nah, mengingat letak talang air di atap rumah dengan talang air di kanopi berbeda, maka model talang air yang digunakan juga cukup berbeda. Buat kamu yang mau pasang talang air untuk kanopi, simak dulu beberapa macam model talang berikut.

    Mengutip dari Qhome Mart, Selasa (9/1/2024), terdapat 4 model talang air yang cocok dan umum digunakan untuk kanopi.


    1. Model Kotak

    Talang air kotak umumnya digunakan untuk kebutuhan talang komersial seperti perusahaan maupun industri yang membutuhkan talang air yang besar, namun kamu bisa meminta jasa untuk memasang model talang air untuk kanopi seperti ini. Talang ini cocok untuk kapasitas volume air yang tinggi, contohnya seperti air hujan yang lebat.

    Ilustrasi model talang air untuk kanopi Getty Images/via The SpruceIlustrasi model talang air kotak/beekeepx/Getty Images/via The Spruce Foto: Getty Images/via The Spruce

    2. Model Talang K-Style

    Model talang air untuk kanopi selanjutnya ada K-style. Model talang satu berbentuk melengkung dan menciptakan tampilan yang dekoratif.

    Ilustrasi model talang air untuk kanopi Getty Images/via The SpruceIlustrasi model talang K-Style/Brett Taylor/Getty Images/via The Spruce Foto: Getty Images/via The Spruce

    Talang seperti ini cocok digunakan untuk tipe-tipe rumah minimalis supaya tampil lebih maksimal. Model k-style dapat menampung air lebih banyak karena bentuk lekungan bagian depan yang mampu menampung lebih banyak air.n

    Dengan lengkungan tersebut, kecil kemungkinan air tumpah ke samping, jadi semua bisa lebih tertampung ketika hujan.

    3. Model Half Round

    Seperti namanya, model talang air half round memiliki bentuk setengah lingkaran yang sederhana dengan bentuk menyerupai huruf U. Pemasangan talang air model ini juga sangat praktis, jadi tidak heran jika model ini sering digunakan untuk kanopi.

    Ilustrasi model talang air untuk kanopi Getty Images/via The SpruceIlustrasi model talang half round/Vaivirga/Getty Images/via The Spruce Foto: Getty Images/via The Spruce

    Half round cocok untuk kanopi sederhana, meskipun tidak memiliki kedalaman dengan model talang air lainnya. Model talang air untuk kanopi half round bisa dibuat dari pipa yang dibelah menjadi 2, lalu bisa dipasang pada bagian pinggir kanopi.

    Pertimbangkan juga bahan material yang digunakan karena hal ini dapat mempengaruhi keawetannya.

    4. Model Fascia Custom

    Talang air model fascia custom mampu memberikan tampilan kontemporer pada kanopi yang tidak dapat kamu temui jika memakai model talang lain seperti k-style, half round dan sebagainya. Hal ini dapat membuat kanopi terlihat lebih menarik di pandangan mata.

    Ilustrasi jenis talang airIlustrasi jenis talang air Fascia Custom Foto: Ilustrasi jenis talang air

    Biasanya talang fascia memiliki tinggi yang sama dengan model K-style, namun luasnya lebih sempit. Hal itu karena, memiliki ruang yang lebih sempit maka untuk perawatannya butuh usaha lebih, apalagi untuk membersihkan bagian dalamnya.

    Demikian 4 model talang air yang cocok untuk kanopi. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ramuan Simpel Bikin Rumah Jadi Harum, Wajib Dicoba!


    Jakarta

    Kebersihan rumah adalah aspek penting yang harus selalu dijaga. Selain bersih, rumah haruslah harum dan segar agar semakin nyaman untuk ditinggali. Belum lagi, jika tamu datang, kondisi rumah yang harum tentu akan membuat mereka merasa lebih dihargai.

    Ada banyak produk pengharum ruangan yang dijual di pasaran. Jenis dan mereknya pun sangatlah beragam. Namun, kamu ternyata bisa menyulap rempah-rempah yang kamu miliki di dapur sebagai pengharum ruangan, lho!

    Mengapa Pilih Rempah sebagai Pengharum Ruangan?

    Tidak seperti penyegar udara berbahan kimia, rebusan rempah memberikan keharuman yang lebih alami dan menyeluruh. Selain itu, kau juga bisa menemukan bahan-bahan ini dengan mudah di dapur rumah. Oleh karena itu, hal ini membuatnya menjadi pilihan yang lebih praktis dan hemat.


    Resep Pengharum Ruangan dari Rempah-Rempah

    Melansir Real Simple, Selasa (9/1/2024), berikut resep pengharum ruangan dari rempah-rempah yang ada di dapur rumahmu.

    Pertama-tama, siapkan panci berukuran 1 liter dan 2 cangkir air hangat. Kemudian, ikuti resep berikut:

    Bahan:

    – 1 buah lemon, potong tipis-tipis

    – 3 tangkai rosemary

    – 1 sendok makan ekstrak vanila

    – 1 sendok makan kulit jeruk

    Langkah-langkah:

    1. Didihkan 2 cangkir air dalam panci.

    2. Tambahkan lemon, rosemary, ekstrak vanila, dan kulit jeruk ke dalam air yang mendidih.

    3. Kurangi api menjadi kecil dan biarkan campuran tersebut mendidih perlahan.

    4. Tambahkan air sesuai kebutuhan agar rebusan tetap segar.

    Keuntungan Menggunakan Rempah untuk Pengharum Ruangan

    1. Aroma Alami

    Tanpa bahan kimia berbahaya, rebusan rempah memberikan aroma yang murni dan alami di rumahmu.

    2. Ekonomis

    Bahan-bahan yang digunakan biasanya sudah tersedia di dapur sehingga bisa menghemat biaya pembelian pengharum ruangan berbahan kimia di pasaran.

    3. Fleksibilitas

    Kamu bisa mengkombinasikan berbagai rempah sesuai selera untuk menciptakan keharuman yang unik di rumah.

    Demikianlah resep pengharum ruangan dari rempah-rempah yang ada di dapur rumahmu.Dengan menggunakan rebusan rempah, kamu tidak hanya memberikan keharuman alami yang menyenangkan, tetapi juga menciptakan suasana yang hangat dan bersih di rumah. Selamat mencoba!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Tanda-tanda Kamu Harus ‘Putus’ Sama Bantal Kesayangan


    Jakarta

    Selama ini Kamu menghabiskan waktu beristirahat di atas bantal yang sama untuk menunjang postur tidur kamu dengan baik. Bantal yang tepat tidak membuat badan kamu menjadi sakit dan bangun dengan kondisi baik-baik saja.

    Namun, seiring waktu bisa saja ada perubahan dari kenyamanan kamu. Apalagi jika bantal kamu menunjukkan perbedaan dibanding saat pertama kali kamu memilikinya.

    Dikutip dari tielle love luxury, Selasa (9/1/2024), tentunya bantal memiliki masa pakai sehingga bisa saja seiring waktu bantal kamu akan mengalami kadaluarsa. Apalagi jika terus dibiarkan ini bisa membuat kualitas tidur kamu tidak bagus, bahkan juga bisa memicu penyakit seperti alergi, asma, hingga masalah pada leher dan punggung. Oleh karena itu, berikut ini adalah hal yang harus kamu ketahui beserta tanda-tanda kamu harus segera mengganti bantal kesayangan.


    Berapa Lama Masa Pakai Bantal?

    Bantal memiliki berbagai macam pilihan jenis yang bisa kamu pilih. Dari beberapa jenis ini, perawatan hingga masa pakainya berbeda-beda, mulai dari bantal bulu bebek, bantal bulu angsa, serta bantal microfiber.

    Umur bantal tersebut tergantung dari kualitas dari jenis bantal, jangka waktu masa pakai selama tidur, serta perawatan dan pencuciannya. Biasanya bantal dapat bertahan sekitar 1-2 tahun dan paling lama hingga 3-5 tahun.

    Kamu perlu mengganti bantal ketika sudah mulai merasa tidak nyaman, seperti sakit, pegal, dan bantal terada kendur atau merata. Terkadang hal ini tidak disadari bahwa bantal sudah seharusnya diganti. Seharusnya kemampuan bantal mampu memberi tampungan pada kepala kamu dan memberikan rasa nyaman selama digunakan untuk tidur. Namun, Jika kamu merasakan adanya tekanan pada leher, ini bisa menjadi pertanda bahwa kamu perlu segera menggantinya sekalipun bantal itu adalah kesayangan kamu. Apalagi hal ini dapat memicu masalah pada punggung serta mengganggu tidur nyenyak.

    Oleh karena itu, berikut ini adalah tanda bahwa kamu harus segera ‘putus’ sama bantal kesayangan.

    Tanda Bantal Perlu Segera Ditinggal

    Untuk mengetahui tanda bantal perlu diganti, kamu bisa melakukan tes yang perlu dilakukan untuk mengganti bantal dengan yang baru, yakni dengan cara berikut ini.

    1. Tes Kantong Pelana

    Cara mudah untuk mengetahui apakah bantal kamu perlu diganti atau tidak ialah meletakkannya di lengan kamu, seolah seperti kantong pelana. Jika bantal terjatuh seolah-olah lemas, maka artinya bantal tersebut sudah waktunya dibuang. Hal ini bisa dilihat jika bantal sudah buruk kualitasnya.

    2. Tes Pers

    Cara sederhana lainnya yang bisa kamu lakukan adalah dengan memeriksa kualitas bantal dan letakkan di permukaan yang kokoh, kemudian coba tekan antal tersebut. Jika setelah ditekan bantal kembali ke bentuk semula setelah kamu angkat dengan tangan, maka kamu tidak perlu menggantinya.

    Itulah cara mengetahui tanda-tanda bahwa bantal kamu perlu segera dibuang. Jika saat bangun kamu merasa sakit karena tidak dapat menampung posisi kepala, leher dan tulang belakang, sudah seharusnya kamu membeli bantal yang baru. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Daripada Dibuang, Begini Cara Membuat Kompos dari Sampah Organik


    Jakarta

    Di Indonesia, sampah masih menjadi masalah yang tak kunjung selesai. Sebagian sampah, bersumber dari rumah tangga.

    Berdasarkan data dari daerah yang dihimpun oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2022, jumlah timbulan sampah di Indonesia sebesar 68,7 juta ton/tahun dengan komposisi yang didominasi oleh sampah organik, khususnya sisa makanan yang mencapai 41,27%. Dari total sampah tersebut, sampah bersumber dari rumah tangga sekitar 38,28%. Maka dari itu, penting mengelola sampah sebelum dibuang.

    Sampah merupakan suatu hal yang dibuang karena tidak terpakai lagi. Umumnya, sampah dibedakan menjadi 2 yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Berikut ini perbedaannya.


    Pengertian Sampah Organik dan Anorganik

    Melansir dari detikEdu yang mengutip dari Dinas Lingkungan Hidup Kulon Progo, sampah organik merupakan sampah yang berasal dari bahan-bahan hayati. Sampah ini bisa diurai oleh mikroba maupun terurai secara alami. Kebanyakan sampah organik berasal dari sampah rumah tangga.

    Sementara itu, sampah anorganik merupakan sampah yang berasal dari bahan-bahan non-hayati atau tidak bisa terurai secara alami. Meski demikian, ada sebagian sampah anorganik yang bisa terurai tetapi membutuhkan waktu yang lama.

    Jenis dan Contoh Sampah Organik dan Anorganik

    Dilansir dari detikEdu yang mengutip dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng, berikut ini jenis dan contoh sampah organik dan anorganik.

    Sampah Organik

    a. Sampah Organik Basah

    Sampah organik basah merupakan sampah yang mengandung banyak air. Karena banyak mengandung air, sampah ini bisa membuat sampah membusuk. Contohnya seperti sisa sayuran, buah-buahan, kulit bawang, dan lainnya.

    b. Sampah Organik Kering

    Sampah jenis ini lebih sedikit mengandung air. Contohnya seperti kayu, daun-daun kering, dan lainnya.

    Sampah Anorganik

    a. Sampah Anorganik Lunak

    Jenis sampah ini sulit diurai dan memiliki sifat lentur atau lunak sehingga mudah dibentuk. Misalnya seperti plastik, styrofoam, termasuk juga zat cair seperti minyak goreng, air sabun, dan lainnya.

    b. Sampah Organik Keras

    Jenis sampah ini memiliki sifat keras dan kuat tetapi sulit untuk terurai. Misalnya keramik, pecahan kaca, kaleng bekas, dan lainnya.

    Seperti yang disebutkan sebelumnya, sampah organik merupakan sampah yang paling dominan di Indonesia. Untuk mengurangi timbulan sampah organik, kamu bisa mengolahnya menjadi pupuk kompos. Bahan yang didapatkan juga cukup mudah karena ada di rumah. Dikutip dari situs Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, Selasa (9/1/2024), begini cara membuat kompos dari sampah organik.

    Cara Membuat Kompos dari Sampah Organik

    1. Kumpulkan Sampah

    Sampah organik yang dikumpulkan harus dipisah dari sampah anorganik. Beberapa sampah organik yang bisa kamu gunakan adalah sisa sayuran, buah-buahan, daun-daun kering, kulit telur, bubuk kopi atau teh, sekam padi, dan lainnya.

    2. Proses Pencacahan

    Sampah organik yang sudah dikumpulkan selanjutnya dicacah agar sampah organik menjadi lebih lembut. Potong-potonglah sampah organik menjadi ukuran sekitar 1-2 cm.

    3. Masukkan ke Dalam Wadah

    Selanjutnya masukkan sampah ke dalam wadah kedap udara dan tertutup rapat. Udara bisa membuat proses pembusukan tidak berjalan dengan sempurna. Untuk proses pembusukan terjadi lebih cepat, kamu bisa menambahkan cairan EM4.

    4. Diamkan Sampai 2 Minggu

    Diamkan pupuk selama 2 minggu agar pembusukan sempurna. Selama 2 minggu itu sebaiknya dilakukan pengadukan selama 3 hari sekali. Jangan terlalu sering dan jangan terlalu jarang. Nantinya akan ada 2 jenis pupuk kompos yang dihasilkan, yaitu padat dan cair. Untuk pupuk padat perlu dikeringkan terlebih dahulu sementara yang cair bisa langsung diaplikasikan dengan catatan harus dicampurkan dengan air kapur sirih dengan perbandingan 1:5 agar tidak bau.

    Itulah cara membuat kompos. Semoga bermanfaat!

    (abr/zul)



    Sumber : www.detik.com

  • Beda Inti, Bentuk dan Kegunaannya


    Jakarta

    Ternyata kabel yang sering kita lihat di rumah memiliki banyak jenisnya lho! Agar dapat mengalirkan listrik pada berbagai perangkat elektronik yang kamu gunakan, listrik membutuhkan kabel yang terhubung melalui stop kontak.

    Nah, biasanya kabel yang digunakan untuk mengalirkan listrik akan disesuaikan dengan kebutuhan setiap penggunanya.

    Beberapa jenis kabel listrik yang cocok untuk instalasi rumah cenderung lebih sederhana dibanding jenis kabel lainnya. Lalu, apa saja jenis kabel tersebut?


    Mengutip dari Wilson Cables, Rabu (10/1/2024), jika kamu sedang mencari kabel listrik untuk rumah, berikut beberapa tipe kabel listrik bagus yang bisa kamu gunakan untuk instalasi listrik di rumah:

    1. KABEL NYA

    Jenis kabel pertama ada kabel NYA. Kabel listrik ini yang paling banyak digunakan dalam instalasi rumah tangga. Berdasarkan kodenya, kabel NYA merupakan kabel tunggal dengan inti tembaga yang dilapisi bahan PVC. Karena hanya memiliki satu lapisan saja, sehingga sangat disarankan untuk memakai pipa tambahan agar kabel tahan pada suhu ruang serta gigitan tikus nakal.

    2. KABEL NYAF

    Sama seperti kabel NYA, kabel NYAF merupakan kabel tunggal yang dilapisi bahan PVC, namun bedanya memiliki inti tembaga yang berbentuk serat halus. Karenanya, tipe kabel listrik ini cocok untuk berbagai jenis instalasi rumah yang memerlukan fleksibilitas tinggi seperti sudut tajam.

    3. KABEL NYM (HYO)

    Kabel listrik NYM adalah jenis kabel tembaga yang terdiri dari dua, tiga, atau empat inti, dan dilengkapi dengan lapisan PVC. Kabel jenis ini dikenal dengan sebutan kabel HYO dan banyak digunakan untuk berbagai instalasi rumah maupun gedung, namun tidak cocok untuk pemasangan di bawah sinar matahari langsung tanpa perlindungan tambahan.

    4. KABEL NYY

    Sama seperti kodenya, kabel NYY merupakan jenis kabel listrik yang memiliki dua lapisan PVC, sehingga bisa digunakan untuk kebutuhan indoor maupun outdoor dan aman untuk ditanam ke dalam tanah, dengan catatan menggunakan pelindung tambahan. Kabel NYY juga tersedia dalam bentuk inti tunggal atau lebih dari satu inti dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya.

    5. KABEL NYMHY

    Kabel listrik NYMHY merupakan tipe kabel listrik yang terdiri lebih dari satu inti tembaga serabut, sehingga memiliki fleksibilitas yang tinggi. Oleh karena itu banyak yang menggunakan kabel NYMHY sebagai kabel untuk instalasi listrik di rumah maupun gedung dan bangunan lainnya.

    6. KABEL NYYHY

    Kabel NYYHY adalah jenis kabel listrik serbaguna yang biasa digunakan dalam instalasi listrik rumah tangga, komersial, dan industri. Fungsi utama kabel NYYHY adalah sebagai penghantar daya listrik, termasuk penghantar fase, netral, dan grounding. Kabel ini memiliki isolasi yang kuat dan dilengkapi dengan lapisan pelindung tambahan, yang memberikan perlindungan ekstra terhadap kerusakan fisik dan interferensi elektromagnetik.

    7. KABEL H03VVH2-F

    Kabel H03VVH2-F atau kabel oval adalah kabel serbaguna yang sering digunakan untuk aplikasi elektronik dan kelistrikan ringan. Fungsi utamanya adalah sebagai kabel daya fleksibel untuk perangkat rumah tangga seperti lampu, peralatan audio, dan peralatan elektronik kecil. Kabel ini biasanya memiliki konduktor tembaga fleksibel yang dilindungi oleh isolasi PVC dan lapisan luar yang tahan terhadap abrasi.

    8. KABEL H03VV-F (NYMHY-1)

    Kabel H03VV-F atau kabel NYMHY-1 juga digunakan sebagai kabel daya fleksibel untuk perangkat rumah tangga dan aplikasi ringan. Fungsi utama kabel ini adalah sebagai penghubung untuk peralatan seperti lampu, perangkat audio, dan peralatan elektronik. Kabel H03VV-F memiliki konduktor tembaga yang fleksibel dengan isolasi PVC, memberikan fleksibilitas dan perlindungan terhadap tegangan rendah serta tahan terhadap abrasi.

    Demikian 8 jenis kabel yang umum digunakan untuk instalasi listrik rumah. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 15 Barang yang Wajib Kamu Punya di Kos


    Jakarta

    Kos menjadi opsi terbaik bagi para perantau untuk mendapatkan tempat tinggal sementara maupun permanen. Banyak mahasiswa atau pekerja yang memilih kosan sebab jarak dari kampus atau kantor mereka dekat.

    Namun, tidak semua kos langsung menyediakan fasilitas dan perlengkapan yang kamu butuhkan. Sehingga saat pertama kali menempati kos kamu sering kebingungan barang apa saja yang penting untuk dimiliki.

    Nah, buat kamu yang masih bingung untuk menentukan barang apa saja yang diperlukan dan wajib ada untuk anak kos. Berikut dikutip dari Danacita, Rabu (10/1/2024), beberapa barang yang wajib kamu punya di kosan.


    1. Perlengkapan Tidur

    Kebutuhan anak kos yang satu ini seperti kasur, bantal, guling, selimut, dan sprei. Pastikan kenyamanan tidur dengan perlengkapan tidur yang berkualitas.

    2. Perlengkapan Mandi

    Kebutuhan anak kos perlengkapan mandi, termasuk handuk, sabun, sampo, sikat gigi, pasta gigi, sisir, dan peralatan mandi lainnya. Jaga kebersihan dan kebugaran dengan perlengkapan mandi yang lengkap.

    3. Peralatan Makan dan Minum

    Sediakan piring, mangkok, gelas, sendok, garpu, dan pisau kecil. Kamu juga mungkin membutuhkan termos atau botol minum sebagai kebutuhan anak kos. Hal ini untuk membawa minuman ke kampus atau tempat kerja.

    4. Perlengkapan Bersih-bersih

    Spons, sikat, sapu, pel, ember, dan deterjen adalah kebutuhan anak kos yang diperlukan untuk menjaga kebersihan tempat tinggal.

    5. Peralatan Memasak

    Panci, wajan, spatula, sendok sayur, pisau dapur, dan talenan juga menjadi kebutuhan anak kos yang diperlukan untuk memasak makanan sehari-hari.

    6. Rice Cooker

    Kebutuhan anak kos ini dapat memudahkanmu dalam memasak nasi dengan praktis dan konsisten. Beli rice cooker dengan ukuran mini, agar pemakaian listrik tidak terlalu besar dan kamu memasak secukupnya.

    7. Setrika

    Untuk menjaga pakaian tetap rapi dan terlihat bagus, setrika menjadi kebutuhan anak kos dalam rutinitas perawatan pakaian.

    8. Terminal Listrik dan Pencahayaan Darurat

    Pastikan memiliki terminal listrik yang cukup untuk mengisi daya perangkat elektronik dan lampu darurat untuk mengatasi pemadaman listrik yang tidak terduga.

    9. Kotak P3K

    Kebutuhan anak kos selanjutnya adalah kotak P3K. Penting untuk memiliki kotak pertolongan pertama yang berisi perban, plester, obat antiseptik, dan alat bantu lainnya untuk penanganan kecil cedera atau sakit ringan.

    10. Hanger atau Gantungan Baju

    Kebutuhan anak kos ini untuk menggantung dan menjaga agar pakaian tetap rapi dan terorganisir.

    11. Keranjang Laundry

    Kebutuhan anak kos selanjutnya ada keranjang laundry. Dengan ini kamu jadi tidak menumpuk pakaian kotor pada sembarang tempat serta memudahkan proses mencuci.

    12. Pakaian dan Aksesori Lain

    Pastikan memiliki koleksi pakaian yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari serta aksesori tambahan seperti payung, topi, dan sarung tangan.

    13. Alat Jahit

    Alat jahit sederhana seperti jarum, benang, dan gunting menjadi kebutuhan anak kos yang membantu dalam perbaikan dan penyesuaian pakaian. Karena tak jarang ada saja kejadian kancing lepas, celana robek atau ingin menempel atribut seperti name tag.

    14. Seperangkat Alat Ibadah

    Jika kamu beragama muslim, persiapkan seperangkat alat ibadah seperti sajadah, Al-Qur’an, atau alat ritual lainnya. Kamu juga bisa membawa perangkat alat ibadah sesuai keyakinan sebagai kebutuhan anak kos.

    15. Tempat Sampah

    Kamu wajib menyediakan tempat sampah di dalam kos agar nantinya sampah tidak berserakan. Karena sampah yang berserakan di kamar akan menimbulkan bau tak sedap, kemudian mengundang semut dan tikus datang menyelinap ke dalam kos.

    Demikian 15 barang wajib yang kamu punya di kos. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Satu Hektare Berapa Meter? Ini Penjelasan dan Contoh Penghitungannya


    Jakarta

    Kata hektare biasa kita temui salam satuan menghitung luas lahan atau tanah. Pada umumnya, satuan hektare dipakai untuk menyebutkan luas lahan dengan hamparan luas. Sementara untuk lahan yang tak begitu luas biasa kita menghitungnya dengan satuan meter persegi.

    Masih banyak orang belum mengetahui alias bingung cara mengkonversi satuan hektare ke meter persegi. Lalu, berapa meter persegi satu hektare itu?

    Berikut penjelasan hektare dan meter dan contoh soalnya.


    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBB) Daring, hektar atau hektare (disingkat ha) adalah satuan ukuran luas yang sama dengan 10.000 meter persegi atau 100 are. Nah, dari sini bisa diketahui bahwa satu hektare itu sama dengan 10.000 meter.

    Cara menghitung satu hektare berapa meter sangatlah mudah. Dijelaskan dalam e-Jurnal berjudul Ukuran Luas Are dan Hektare oleh Mekrin, satu hektare setara dengan 100 meter x 100 meter, yang hasilnya adalah 10.000 meter.

    Perbedaan Hektare dan Are

    Masih banyak masyarakat yang kebingungan dalam membedakan hektare dan are. Sebenarnya, hektare adalah bentuk dasar dari are. Lantas apa yang membedakan keduanya?

    Hektare adalah satuan ukuran luas yang setara 10.000 meter persegi. Dalam notasi ilmiah, hektare ditulis sebagai “ha”. Sementara itu, are adalah satuan ukuran luas yang setara dengan 100 meter persegi. Dalam notasi ilmiah, are ditulis sebagai “a”.

    Dalam praktiknya, hektare lebih sering digunakan dalam pengukuran lahan yang lebih besar seperti lahan pertanian, perkebunan, atau kebun binatang. Sedangkan are lebih sering digunakan dalam pengukuran lahan yang lebih kecil seperti tanah kosong atau lahan di perkotaan.

    Namun, kedua satuan ini dapat digunakan secara bergantian, tergantung kebutuhan penggunaan dan ukuran lahan yang akan diukur.

    Contoh Soal Menghitung Luas dalam Hektare

    Setelah memahami apa itu hektare dan perbedaannya dengan are, mari kita simak beberapa contoh soal menghitung luas dalam satuan hektare di bawah ini.

    1. Contoh Soal 1
    Sebuah lahan pertanian memiliki panjang 150 meter dan lebar 80 meter. Berapa luas lahan tersebut dalam satuan hektare?

    Jawaban:
    Luas lahan = panjang x lebar
    = 150 m x 80 m
    = 12.000 m²

    Ingat, 1 hektare = 10.000 m²

    Luas lahan dalam hektare = 12.000 m²:10.000 m²/hektare
    = 1,2 hektare

    Jadi, luas lahan pertanian tersebut adalah 1,2 hektare.

    2. Contoh Soal 2
    Sebuah taman memiliki bentuk persegi panjang dengan panjang 200 meter dan lebar 150 meter. Berapa luas taman tersebut dalam satuan hektare?

    Jawaban:
    Luas taman = panjang x lebar
    = 200 m x 150 m
    = 30.000 m²
    Luas taman dalam hektare = 30.000 m²:10.000 m²/hektare
    = 3 hektare

    Jadi, luas taman tersebut adalah 3 hektare.

    3. Contoh Soal 3
    Sebuah kebun memiliki bentuk lingkaran dengan jari-jari sebesar 75 meter. Berapa luas kebun tersebut dalam satuan hektare?

    Jawaban:
    Luas kebun = π x r²
    = 3,14 x 75 m x 75 m
    = 17662,5 m²

    Luas kebun dalam hektare = 17662,5 m²:10.000 m²/hektare
    = 1,76625 hektare

    Jadi, luas kebun tersebut adalah 1,76625 hektare.

    Nah, itu dia penjelasan mengenai satu hektare berapa meter beserta contoh soalnya. Semoga artikel ini dapat membantu detikers yang kesulitan saat menghitung satuan hektare ke meter.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Sistem Sewa Tanah di Indonesia: Sejarah, Peraturan, dan Jenisnya


    Jakarta

    Salah satu aset investasi yang paling prospektif dan fleksibel adalah properti, seperti tanah dan rumah. Tanah, misalnya, sangat fleksibel karena bisa dijual kembali dengan harga yang lebih menguntungkan.

    Selain dijual, tanah juga bisa disewakan. Sewa tanah sangatlah umum dilakukan di dunia properti, termasuk Indonesia.

    Tanah sangat potensial karena bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, seperti lahan pertanian, perkebunan, atau tempat berdirinya sebuah bangunan. Oleh karena itu, tanah termasuk aset properti yang sangat berharga hingga saat ini.


    Sebelum disewakan, status kepemilikan tanah haruslah jelas dan sah secara hukum. Hal ini bertujuan untuk menghindari konflik di masa depan, seperti sengketa atau kasus perebutan tanah.

    Sejarah Sistem Sewa Tanah di Indonesia

    Sistem sewa tanah di Indonesia mulai masuk ke Indonesia sejak kedatangan bangsa Inggris pada tahun 1811 hingga 1816.

    Melansir situs AESIA Kementerian Keuangan, Rabu (10/1/2024), Thomas Stamford Raffles yang saat itu menjabat sebagai Letnan Gubernur memprakarsai sistem sewa tanah untuk meningkatkan perekonomian.

    Menurut pemikiran Raffles, satu-satunya pemilik tanah yang sah adalah pemerintah. Oleh karena itu, ia memberlakukan sistem sewa tanah dengan memungut bayaran sewa tanah dan pajak rutin dari para penduduk saat itu.

    Di masa sekarang, batas-batas tanah dan kepemilikannya sudah lebih jelas dan transparan. Hal ini didukung dengan terbitnya Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) yang mengatur tentang batas-batas dan hak-hak tanah warga negara. Dengan demikian, kepemilikan tanah sudah diakui secara hukum oleh negara sehingga segala kemungkinan konflik di masa depan bisa dihindari.

    Sistem Sewa Tanah di Indonesia

    Seperti yang sudah disebutkan, sistem sewa tanah di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA).

    Dalam Pasal 44 Ayat (1) UUPA disebutkan bahwa “Seseorang atau suatu badan hukum mempunyai hak sewa atas tanah, apabila ia berhak mempergunakan tanah milik orang lain untuk keperluan bangunan dengan membayar kepada pemiliknya sejumlah uang sebagai sewa.”

    Berdasarkan pasal dan ayat dalam UU tersebut, bisa disimpulkan bahwa pihak penyewa tanah wajib membayar sejumlah uang sewa kepada pemilik tanah dengan melakukan perjanjian sewa tanah yang sah secara hukum.

    UU ini juga menyebutkan bahwa orang maupun badan hukum yang menyewa tanah milik orang lain memiliki hak untuk mendirikan bangunan di atas tanah yang disewa sesuai dengan kesepakatan perjanjian yang akan digunakan.

    Jenis-Jenis Sewa Tanah

    Ada dua jenis sewa tanah yang dibedakan berdasarkan tujuan penyewaannya. Sebelum menyewa tanah, kamu harus memahami kedua jenis sewa tanah tersebut untuk menghindari kesalahpahaman di masa depan.

    Adapun dua jenis sewa tanah tersebut adalah sebagai berikut.

    1. Hak Sewa Atas Bangunan

    Hak sewa atas bangunan adalah jika kamu menyewa sebidang tanah dengan bangunan yang sudah berdiri di atasnya. Hal ini sama seperti saat kamu menyewa sebuah rumah atau ruko.

    2. Hak Sewa Untuk Bangunan

    Hak sewa untuk bangunan adalah pemilik tanah yang menyewakan tanah kosong kepada penyewa untuk bisa mendirikan bangunan di atasnya. Bangunan yang didirikan di tanah ini secara hukum adalah hak penyewa.

    Hal ini tidak berlaku jika ada perjanjian lain yang disepakati antara kedua belah pihak. Oleh karena itu, penting untuk membuat surat perjanjian sewa tanah yang disepakati oleh kedua belah pihak untuk menghindari kesalahpahaman.

    Demikianlah penjelasan mengenai sistem sewa tanah di Indonesia, mulai dari sejarah, peraturan, hingga jenis-jenisnya. Semoga informasinya bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com