Category Archives: Tips Properti

Ayun vs Geser, Mana yang Lebih Efisien?



Jakarta

Tampak depan rumah sering kali dilengkapi dengan pagar untuk menjaga privasi dan keamanan penghuninya. Jenis-jenis pagar bisa dibedakan berdasarkan cara membukanya, seperti pagar ayun dan pagar geser.

Pemilik rumah bisa memilih tipe pagar sesuai preferensi dan kebutuhan. Tentunya, kedua jenis pagar tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan.

Apa saja kelebihan dan kekurangan pagar ayun dan pagar besi? Pemilik dapat menentukan tipe pagar yang paling cocok dari penjelasan berikut ini.


Pagar Ayun

Pagar ayun/Automated GatesPagar ayun/Automated Gates Foto: Pagar ayun/Automated Gates

Dilansir dari Fleurs et Bouquets, pagar ayun dibuka selayaknya cara kerja pintu biasa. Terdapat sejenis ayun pada bagian sisi gerbang, sehingga gerbang dapat dibuka ke arah luar atau ke arah.

Kelebihan

  • Cocok untuk rumah dengan lahan luas karena mekanisme pagar ayun diayun saat dibuka atau ditutup.
  • Biaya pemasangan lebih murah daripada pagar geser karena tidak butuh roda dan jalur rel.
  • Perawatan lebih mudah karena tidak ada roda dan jalur rel. Cukup memberi pelumas pada ayun agar tidak berkarat.

Kekurangan

  • Bagian bawah pagar rawan rusak karena gesekan dengan permukaan lantai karena sering diayun.
  • Memakan banyak ruang ketika dibuka tutup, sehingga tidak cocok untuk rumah dengan lahan yang terbatas.

Pagar Geser

Pagar Rumah MinimalisPagar Geser Foto: Istimewa

Dikutip dari Creative Door, pagar geser mempunyai roda di bagian bawahnya. Cara bukanya dengan meluncur pagar di sepanjang jalur rel.

Kelebihan

  • Pemasangan pagar lebih mudah.
  • Bagian bawah gerbang lebih awet karena menggunakan rel dan roda khusus sehingga minim terjadi gesekan.
  • Mudah buka tutup pagar tanpa melewati bagian tanah yang menonjol tajam.
  • Tidak butuh banyak ruang untuk membuka ataupun menutup gerbang, sehingga cocok untuk rumah di dekat jalan raya.

Kekurangan

  • Pemasangan lebih mahal karena pagar geser perlu pemasangan komponen tambahan dibandingkan gerbang ayun.
  • Terkadang muncul suara desis saat buka tutup gerbang karena melewati pijakan rel. Oleh karena itu, perlu rutin melumasi bagian bawah gerbang dan bagian roda dan rel gerbang.

Itulah penjelasan seputar pagar ayun dan pagar geser. Bagaimana, sudah tahu mau pasang jenis pagar yang mana?

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

6 Cara Ampuh Basmi Kutu Kasur dengan Bahan Sederhana


Jakarta

Kutu kasur merupakan salah satu jenis serangga yang biasa ditemukan di dalam kasur atau sofa. Kutu busuk umumnya bersembunyi di antara sela-sela atau sudut kasur.

Ukurannya yang kecil membuat sebagian orang tidak sadar jika ada kutu kasur di tempat tidurnya. Meski kecil, tapi gigitannya bikin resah karena menimbulkan rasa gatal hingga mengganggu istirahat di malam hari.

Kalau menemukan kutu kasur sebaiknya segera dibasmi dengan cepat. Nah, ada sejumlah cara ampuh untuk membasmi kutu kasur dengan bahan-bahan yang mudah didapat. Simak penjelasannya dalam artikel ini.


Cara Ampuh Membasmi Kutu Kasur dengan Mudah

Ada sejumlah cara ampuh untuk membasmi kutu kasur. Tidak harus menggunakan cairan khusus, kamu bisa menggunakan bahan-bahan sederhana yang ada di rumah.

Dilansir situs Pest Solutions dan Healthline, Rabu (25/6/2025), berikut cara membasmi kutu kasur dengan mudah:

1. Baking Soda

Tips yang pertama adalah menggunakan baking soda. Untuk cara pakainya adalah dengan menaburkan baking soda ke sela-sela atau sudut kasur dan sofa, setelah itu diamkan selama seminggu. Langkah ini dilakukan agar kutu kasur benar-benar mati akibat efek dari soda kue.

Jika sudah, sedot sisa-sisa baking soda dan kutu kasur yang sudah mati dengan vacuum cleaner. Setelah itu, cek lagi apakah masih ada kutu kasur yang tertinggal atau tidak.

2. Tea Tree Oil

Tea tree oil atau minyak pohon teh dipercaya efektif untuk membasmi kutu kasur yang membandel. Minyak atsiri ini mengandung khasiat antiparasit, sehingga dapat digunakan sebagai insektisida alami untuk membasmi kutu, bakteri, virus, hingga jamur.

Cara penggunaannya adalah dengan mencampur dua sendok teh tea tree oil ke dalam wadah yang berisi 50 ml air, lalu tuangkan ke botol semprot. Kocok terlebih dahulu sebelum menyemprotkan cairan tersebut ke lipatan atau sudut kasur yang terdapat kutu busuk.

3. Serai

Cara berikutnya adalah menggunakan serai. Kandungan senyawa dalam serai tak hanya dapat mengusir kutu busuk, tapi juga membunuhnya dengan meningkatkan kondisi asam di dalam tubuh serangga itu.

Kamu bisa memanfaatkan serai dengan cara memotongnya menjadi bagian-bagian kecil, lalu dimasukkan ke dalam botol semprot dan campur dengan air secukupnya. Sebelum digunakan, pastikan dikocok terlebih dahulu agar efektif membasmi kutu kasur.

4. Cuka

Cuka memiliki sifat asam yang dapat membunuh kutu kasur secara efektif. Kamu bisa mencampur cuka putih dengan air, lalu dituang ke dalam botol semprot. Kocok terlebih dahulu sebelum menyemprotkan cairan cuka ke kasur atau sofa yang terdapat kutu busuk.

Meski begitu, cairan cuka tidak dapat membunuh telur kutu yang bersarang, tetapi sudah efektif untuk membasmi kutu busuk dewasa.

5. Teknik Uap

Kamu juga dapat membasmi kutu kasur di rumah dengan teknik uap. Perlu diketahui, kutu kasur tidak tahan terhadap suhu tinggi dan akhirnya mereka akan mati.

Penggunaan pembersih uap bisa membasmi kutu kasur sekaligus telurnya. Namun, pastikan suhu uap berada di atas 49 derajat Celcius agar efektif membunuh kutu busuk.

Setelah itu, bersihkan kutu kasur yang tersisa dengan vacuum cleaner. Lalu ganti seprai dengan yang baru agar tidak ada lagi sisa-sisa kutu busuk yang menempel.

6. Lemon

Selain menyegarkan tubuh, lemon ternyata juga dapat dimanfaatkan untuk membasmi kutu kasur. Caranya adalah dengan membuat larutan lemon yang dicampur dengan air, kemudian tuang ke dalam botol semprot.

Agar efektif membasmi serangga kecil tersebut, pastikan larutan dikocok terlebih dahulu. Kemudian semprot pada area yang jadi tempat sembunyi kutu busuk, terutama di sudut-sudut sofa atau tempat tidur.

Itulah enam cara ampuh membasmi kutu kasur dengan bahan sederhana di rumah. Semoga membantu detikers!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Tinggal di Rumah Cluster? Ini Hak dan Kewajiban Penghuni yang Harus Diketahui



Jakarta

Tinggal di perumahan cluster memiliki aturan yang berbeda dengan komplek atau kawasan hunian lainnya. Mereka yang tinggal di cluster memiliki hak dan kewajiban yang harus dipahami.

Melansir sederet situ pengembang besar, cluster sendiri merupakan kumpulan rumah yang dibangun dalam satu lingkungan yang sama. Rumah-rumah yang dibangun di dalam cluster biasanya memiliki desain, ukuran dan layout yang seragam. Kemudian rumah cluster tidak dilengkapi pagar.

Dengan karakteristik seperti itu, maka ada hak dan kewajiban dari penghuni perumahan cluster. Hak dan kewajiban ini biasanya berbeda-beda karena tertuang dalam aturan perjanjian awal saat serah terima rumah dari developer, atau melalui ketetapan dari pengurus RT/RW atau pengelola lingkungan.


Kewajiban

Wajib Bayar Iuran Lingkungan

Seperti halnya apartemen, rumah di cluster juga punya biaya iuran bulanan. Iuran ini digunakan untuk membayar gaji satpam, kebersihan, perawatan taman, dan lampu jalan. Besarnya bisa bervariasi tergantung fasilitas di lingkungan tersebut.

Wajib Ikuti Aturan Renovasi

Ingin merenovasi fasad rumah atau membuat pagar baru? Tunggu dulu. Di banyak cluster, perubahan tampilan luar rumah harus mendapat izin dari pengelola. Tujuannya adalah menjaga keseragaman desain bangunan agar tidak merusak estetika lingkungan.

Dilarang Parkir di Luar Garasi Terlalu Lama

Lahan parkir terbatas menjadi alasan utama larangan parkir di luar rumah. Biasanya hanya diperbolehkan dalam waktu singkat, misalnya saat ada tamu. Parkir kendaraan di jalan klaster terlalu lama bisa dikenakan teguran, bahkan denda, karena mengganggu akses warga lain.

Jam Keluar-Masuk Tamu Dibatasi

Beberapa cluster menerapkan jam malam untuk tamu yang berkunjung. Umumnya, tamu dilarang masuk setelah pukul 22.00 WIB, kecuali sudah ada pemberitahuan dari penghuni ke petugas keamanan. Ini untuk menjaga kenyamanan dan ketertiban lingkungan.

Menjaga Kebersihan dan Ketertiban Lingkungan

Mereka yang tinggal di cluster diharapkan bisa menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan. Sebab rumah-rumah di cluster tidak memiliki pagar, tujuannya ada warga bisa saling membaur. Oleh karena itu penting untuk sama-sama menjaga kebersihan dan lingkungan.

Hak

Mendapatkan Keamanan yang Baik

Karena rumah cluster tidak memiliki pagar, maka 1 wilayah cluster dibuat one gate system. Sistem keamanan ini memungkinkan akses keluar-masuk berada di pintu yang sama dengan pengawasan 24 jam dan dilengkapi dengan CCTV.

Dengan kata lain, akses rumah cluster terbilang terbatas dan dipantau oleh pihak keamanan. Maka, tak heran, rumah cluster termasuk tipe kompleks hunian yang paling aman meskipun tanpa pagar.

Fasilitas Publik

rumah cluster didukung dengan berbagai fasilitas publik yang cukup lengkap, seperti taman, lapangan olahraga, kolam renang, dan ruang terbuka hijau. Berbagai fasilitas ini tak jarang menjadi alasan rumah cluster banyak diminati orang karena memberikan kenyamanan dan keamanan yang terjamin.

Informasi

Pemilik atau penghuni rumah cluster memiliki hak untuk mendapatkan informasi tentang lingkungannya. Pengelola wajib memberikan informasi yang jelas dan transparan mengenai peraturan cluster, biaya perawatan serta hak dan kewajiban penghuni jika ada perubahan aturan.

(das/zlf)



Sumber : www.detik.com

Pagar Geser Seret Susah Dibuka, Ini Biang Keroknya!


Jakarta

Pagar geser sering digunakan untuk menjaga keamanan dan privasi penghuni rumah. Jenis pagar ini sering jadi pilihan karena praktis dan tidak memakan banyak ruang.

Namun, terkadang pagar geser bisa seret, sehingga sulit untuk dibuka. Kalau sudah seperti itu, penghuni membutuhkan tenaga ekstra buat menggeser pagar.

Sangat merepotkan bukan? Oleh karena itu, penghuni rumah perlu mencari penyebab dan segera memperbaikinya.


Penyebab Pagar Geser Seret

Inilah beberapa penyebab pagar geser seret dan cara mengatasi, dikutip dari Bay Area Lions Gate.

1. Jalur Rel Kurang Pelumas

Jalur rel pagar geser sebaiknya rutin diberikan pelumas agar tetap dalam kondisi baik. Pelumas tersebut membantu pagar meluncur dengan mulus.

Gunakan pelumas berbasis silikon untuk menyemprot rel. Pastikan untuk mengoleskan pelumas secara merata dan hindari menyemprotnya pada roda atau pagar.

2. Roda Aus atau Rusak

Selain menjaga kondisi jalur rel, penghuni rumah juga perlu memastikan roda pagar bisa meluncur dengan mulus. Roda yang aus atau rusak membuat pagar akan bergeser dengan tidak rata atau keluar dari lintasan. Jika sudah begitu, segera ganti dengan yang baru.

3. Rel Kotor

Lalu, penghuni juga bisa periksa mengecek kebersihan rel kalau pagar seret. Pagar sulit bergeser dengan mulus kalau ada kotoran, serpihan, dan daun dapat terkumpul di rel.

Gunakan sapu atau peniup daun untuk membersihkan kotoran pada rel. Selain itu, gunakan sikat untuk menggosok rel dengan air dan sabun. Pastikan untuk membilas rel dan membiarkannya kering sebelum dipakai ya.

4. Baut dan Sekrup Longgar

Baut dan sekrup yang longgar membuat pagar bergoyang dan tidak stabil. Pastikan semua baut dan sekrup kencang menggunakan kunci pas.

5. Pagar Tidak Sejajar dengan Rel

Kemudian, periksa kesejajaran pagar dengan rel. Roda bisa keluar dari jalur rel. Hal ini membuat pagar sulit digeser.

Caranya dengan menutup pagar dan ukur jarak antara pintu pagar dan tiang di kedua sisi. Pengukurannya harus sama. Bila perlu, sesuaikan pintu gerbang hingga sejajar dengan benar.

Itulah beberapa penyebab pagar geser seret dan cara memperbaikinya. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Bikin Gatal dan Meresahkan! Ini Alasan Kutu Busuk Bisa Ada di Sofa dan Kasur


Jakarta

Kutu busuk merupakan salah satu serangga yang bikin resah penghuni rumah. Jika digigit oleh kutu busuk maka bisa menyebabkan kulit gatal-gatal sehingga bikin tidak nyaman.

Pada umumnya, kutu busuk dapat muncul di sela-sela dan sudut kasur ataupun sofa. Ukurannya yang kecil membuat pemilik rumah terkadang tidak sadar jika sedang duduk atau istirahat bersama kutu busuk.

Bahkan, sejumlah penghuni rumah juga tidak tahu bagaimana caranya bisa ada kutu busuk di kasur dan sofa. Padahal, ada sejumlah faktor yang menyebabkan akutu busuk bisa tinggal di dalam rumah. Simak penjelasannya dalam artikel ini.


Penyebab Muncul Kutu Busuk di Kasur-Sofa

Kutu busuk tidak akan muncul secara tiba-tiba di dalam rumah. Tentunya ada sejumlah faktor yang membuat serangga kecil ini dapat bersarang dan berkembang biak.

Dilansir dari Healthline, Rabu (25/6/2025), kutu busuk menyukai manusia dan cenderung tinggal di tempat yang banyak dihuni orang-orang. Sebab, serangga ini dapat menghisap darah layaknya nyamuk.

Sejumlah ahli mengungkapkan jika kutu busuk dapat melompat ke barang atau pakaian yang dikenakan oleh manusia. Lalu, kutu busuk ‘menumpang’ dengan manusia hingga tiba di rumah. Umumnya kutu busuk dapat ditemukan di berbagai tempat, mulai dari:

  • Hotel
  • Apartemen
  • Angkutan umum seperti bus, kereta api, atau taksi
  • Tempat berekemah di luar ruangan.

Setelah kutu busuk berhasil masuk ke barang atau pakaian yang dikenakan manusia, mereka dapat bertahan selama berjam-jam hingga orang tersebut sampai di rumah.

Ketika orang itu duduk di sofa atau tempat tidur, maka kutu busuk akan berpindah dengan cepat untuk membuat sarang dan berkembang biak. Serangga yang satu ini bahkan dapat bertahan hidup hingga satu tahun tanpa makan.

Meski detikers berada di hotel, rumah, atau tempat yang terlihat bersih, hal itu tak menjamin tidak ada kutu busuk. Serangga kecil ini dapat dengan mudah menemukan tempat baru untuk berkembang biak.

Tempat yang Sering Dijadikan Kutu Busuk Berkembang Biak

Tak hanya di sela-sela kasur atau sudut sofa saja, ada sejumlah tempat di dalam rumah yang sering dijadikan sebagai sarang kutu busuk untuk berkembang biak, yaitu:

  • Seprai dan selimut
  • Bagian kepala tempat tidur
  • Tumpukan pakaian yang tidak dicuci selama berminggu-minggu
  • Di sela-sela kertas dinding yang mengelupas
  • Di bawah dan tepi karpet
  • Pakaian di dalam lemari
  • Koper
  • Kotak kardus
  • Tas yang jarang dipakai.

Kutu busuk juga merupakan hewan yang dapat bergerak dengan cepat. Maka dari itu, serangga ini bisa berpindah dari satu tempat ke tempat lain tanpa disadari oleh manusia.

Itulah penjelasan kenapa kutu busuk bisa ada di sofa dan kasur rumah. Jadi, selalu bersihkan rumah secara rutin agar tidak ada serangga kecil tersebut.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

5 Ciri Tukang Bangunan yang Profesional, Jangan Sampai Salah Pilih


Jakarta

Cara cari tukang yang cocok tidak semudah yang dibayangkan. Apalagi jika tidak memiliki kenalan atau pengalaman dalam membangun. Gimana sih cara cari tukang yang cocok dan bisa kerja tepat waktu?

Sebelum itu, pastikan dahulu pemilik rumah telah menunjuk seorang arsitek dan memiliki desain bangunan. Hal ini juga berlaku bagi yang ingin menambah lantai atau merenovasi rumah. Arsitek harus hadir dan ambil andil dalam masalah konstruksi tersebut.

Dari menemukan arsitek tersebut, sebenarnya pemilik rumah sudah memiliki akses untuk menemukan tukang yang tepat. Sebab, Arsitek Denny Setiawan mengatakan, arsitek merupakan ‘pilot’ dalam pembangunan yang mengarahkan dan mengawasi jalannya pembangunan. Ketika memakai jasa arsitek, terdapat paket untuk mendapatkan tukang, ahli bangunan, hingga kontraktor.


Namun, apabila pemilik rumah ingin dikerjakan oleh tukang sendiri, tentu bisa. Kontraktor sekaligus SEO SobatBangun Taufiq Hidayat memberikan beberapa tipsnya.

Tips Pilih Tukang yang Tepat

Ini cara mudah memilih tukang yang terampil.

1. Tanyakan Kepemilikan Sertifikat Kompetensi Kerja Konstruksi

Tukang merupakan profesi yang memiliki bidang keahlian. Menurut Taufiq, beberapa tukang saat ini sudah bisa mendapatkan sertifikat atau tanda kompetensi profesinya. Sertifikasi ini dapat menjadi bukti bahwa tukang tersebut kompeten dan memiliki kemampuan yang dapat diandalkan untuk membangun rumah.

Untuk mengetahuinya, pemilik rumah bisa bertanya kepada tukang tersebut, apakah memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja Konstruksi.

“Kalau negara kita itu belum terlalu (mengandalkan sertifikat). Jadi tukang itu, sebagian tukang ada yang sudah punya sertifikat keahlian, SKK. Biasanya kalau dia udah, bekerja di bangunan tinggi atau bangunan yang besar,” kata Taufiq kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

2. Pertimbangkan Rekomendasi Orang Terdekat

Selain sertifikasi, cara untuk memastikan keahlian tukang adalah dengan bertanya kepada orang-orang yang pernah bekerja dengannya. Cara mengetahuinya bisa dengan bertanya ke tukang tersebut, proyek terakhir yang dikerjakan di mana, apakah boleh melihat hasilnya, atau apakah ada rumah yang masalahnya sama dengan masalah kita.

Lebih baik jika tukang tersebut pernah mengerjakan pembangunan atau renovasi rumah tetangga, pernyataannya akan jauh lebih bisa dipercaya. Cara ini juga untuk membantu kita mengetahui sifat dari tukang tersebut karena pembangunan rumah membutuhkan waktu yang lama bisa sampai satu tahun.

3. Pastikan Identitas Tukang Jelas

Jangan lupa mengetahui identitas tukang tersebut. Bisa mengecek melalui KTP atau data dirinya. Dari sana pemilik rumah akan lebih mengenal sosok tukang tersebut, terutama soal usia dan asalnya. Jika mereka enggan memberikannya karena bersifat privasi, kamu bisa menyampaikan maksud dan tujuan mengapa membutuhkan data diri mereka.

4. Cara Pembayaran Tukang

Hal yang tak kalah penting bagi kedua belah pihak adalah mengenai pembayaran. Hal ini harus dibicarakan sejak awal sebelum pembangunan dimulai. Pembayaran tukang bisa dengan sistem harian atau borongan. Untuk mengetahui yang mana yang paling cocok, coba bertanya pada ahli atau minimal arsitek.

Taufiq menjelaskan apabila ada pengerjaan hingga malam atau lembur, tukang perlu mendapat bayaran tambahan. Bekerja dari pagi sampai pukul 21.00 WIB setara dengan upah 1 hari, lalu apabila hingga 23.00 WIB upah yang harus dibayarkan senilai 2 hari.

5. Melihat Proyek Sebelumnya

Selain mendengar testimoni orang lain, kamu bisa melihat langsung proyek yang sudah dikerjakan tukang tersebut. Apalagi jika mereka baru saja membangun rumah tetangga. Namun, jika tukang tersebut belum punya proyek dekat rumah, kamu bisa minta sendiri hasil pekerjaan mereka.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Jangan Anggap Sepele, Ini 6 Tanda Ada Kutu Busuk di Rumah


Jakarta

Kutu busuk merupakan salah satu serangga yang sering ditemukan di rumah. Biasanya, kutu busuk ditemukan di sela-sela dan sudut kasur atau sofa.

Ukurannya yang kecil membuat banyak penghuni rumah yang tidak sadar kalau ada kutu busuk. Padahal, kehadiran serangga ini dapat mengganggu manusia karena gigitannya bikin gatal-gatal.

Sebagai pemilik rumah, detikers wajib mengetahui tanda-tanda jika ada sarang kutu busuk. Selain itu, penting juga untuk mengetahui ciri-ciri kutu busuk agar tidak bisa dibasmi secara tepat.


Ingin tahu tanda-tanda kutu busuk berkembang biak di rumah? Simak pembahasannya dalam artikel ini.

Ciri-ciri Kutu Busuk

Dikutip dari WebMD, Rabu (25/6/2025), kutu busuk dewasa memiliki warna cokelat kemerahan, tidak memiliki sayap, dan ukurannya hampir sama dengan biji apel. Sedangkan anak kutu busuk berbentuk lebih kecil dan berwarna bening atau kekuningan.

Perlu diketahui, kutu busuk tidak membuat sarang seperti semut atau lebah melainkan cenderung hidup berkelompok di tempat persembunyian. Serangga ini juga tidak terbang, tapi dapat bergerak cepat di atas lantai, dinding, dan langit-langit.

Tanda-tanda Ada Kutu Busuk di Rumah

Setelah mengetahui ciri-ciri kutu busuk, cobalah lakukan pengecekan di sekeliling rumah. Apakah kamu melihat ada pergerakan dari serangga kecil tersebut?

Jika tidak, maka kamu perlu mengetahui juga tanda-tanda adanya kutu busuk di rumah. Dilansir dari Sleep Foundation, berikut tanda-tanda ada kutu busuk di rumah:

1. Muncul Noda Darah

Tanda yang pertama adalah munculnya noda darah di atas kasur, sofa, atau karpet. Noda darah berbentuk titik-titik itu diyakini merupakan bekas kutu busuk.

Sebab, kutu busuk menyukai manusia dan cenderung tinggal di tempat yang banyak dihuni orang-orang. Lalu serangga ini juga dapat menghisap darah layaknya nyamuk.

Maka dari itu, munculnya noda darah di kasur, karpet, atau sofa mungkin disebabkan karena kutu busuk yang tidak sengaja terinjak.

2. Menemukan Telur Kutu Busuk

Jika kamu menemukan ada sebuah telur berbentuk oval dan berwarna putih di sudut-sudut kasur atau sofa, maka bisa jadi hal tersebut merupakan telur kutu busuk. Ukurannya yang kecil dan samar-samar terkadang cukup sulit untuk dikenal, sehingga detikers perlu melihatnya secara teliti.

3. Muncul Bekas Kotoran

Kamu juga bisa mendeteksi adanya kutu busuk di rumah dengan cara mengecek adanya bintik-bintik hitam atau cokelat di kasur, sofa, atau karpet. Bintik tersebut diyakini merupakan kotoran kutu busuk.

4. Kasur Berbau Apak

Jika kasur tercium aroma bau apak yang bikin tidak nyaman, hal itu bisa disebabkan karena adanya kutu busuk. Tidak hanya di kasur, bau apak ini bisa menyebar ke hampir seluruh tempat tidur. Cobalah cek sela-sela atau sudut tempat tidur kamu untuk memastikan apakah ada kutu busuk atau tidak.

5. Kulit Bekas Kutu Busuk

Kutu busuk merupakan serangga yang juga berganti kulit. Sisa kulitnya terkadang ditinggalkan di berbagai tempat, salah satunya di kasur. Apabila kamu menemukan kulit tembus pandang dan berlubang di sepanjang jahitan kasur atau sudut sofa, itu pertanda kalau kutu busuk berkembang biak di tempat tersebut.

6. Kulit Gatal-gatal

Tanda-tanda yang terakhir adalah muncul bercak merah dan terasa gatal di kulit setelah tidur di kasur atau duduk di sofa. Apabila kamu mengalami gejala tersebut, maka bisa dipastikan ada kutu busuk yang hidup di sana. Sebab, kutu busuk akan menggigit manusia untuk menyedot darah

Demikian enam tanda-tanda ada kutu busuk di rumah. Jika mendapati tanda-tanda di atas, sebaiknya segera cek dan basmi kutu busuk agar tidak berkembang biak lebih banyak.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

Begini Cara Berhentiin Tukang Bangunan yang Banyak Drama



Jakarta

Ada kalanya kendala pada saat pembangunan rumah bukan datang dari desain dan material yang dipilih, melainkan tukang yang mengerjakan. Kendala tersebut bisa disebabkan karena cara kerja mereka yang tak sesuai dengan keinginan arsitek atau pemilik rumah dan ada kesalahan yang terjadi.

Apabila menemukan tukang seperti ini, cara yang paling tepat untuk menyelesaikannya adalah dengan menegur. Namun, ada tukang yang tetap melakukan hal yang sama bahkan setelah ditegur. Bekerjasama dengan orang seperti itu tentu menyebalkan kan? Rasanya ingin segera mengganti dengan tukang yang baru.

Namun, profesi apa pun itu, terdapat adab untuk memberhentikan tukang dan tidak boleh asal sesuai kemauan pemilik rumah.


Kontraktor sekaligus CEO SobatBangun Taufiq Hidayat mengatakan jika terjadi hal yang tidak menyenangkan dan sudah tidak cocok lagi, pemilik rumah boleh-boleh saja memutuskan kontrak. Namun, agar tidak sama-sama rugi, alangkah baiknya sebelum mulai membangun rumah dan terikat kerjasama, membuat sebuah kontrak yang jelas. Apa saja tugasnya, lama pengerjaannya, dan upahnya. Dengan begitu terdapat panduan dan batasan dalam bekerja.

“Tukang itu harus diikat kontrak, ‘Ini Pak mau bangun sampai jadi, saya mau sampai jadi’. Kecuali kalau ‘Pak enggak usah jadi pak, cuma temboknya aja’. Ya jadi tembok gitu ya. Nah itu juga jelas, harus diikat kontrak,” kata Taufiq kepada detikProperti pada Kamis (5/9/2024) lalu.

Sebelum memberhentikan tukang, pemilik rumah juga harus melihat apakah sudah ada desain bangunan yang menjadi acuan bagi tukang, apakah sudah ada cek sertifikasi tukang tersebut, dan apakah material yang digunakan sesuai.

Pembangunan rumah bukan pekerjaan yang singkat dan instan sehingga berproses. Waktu paling singkat untuk membangun rumah minimal 3 bulan. Kemudian, apabila tukangnya sedikit, pasti pembangunannya akan memakan lebih banyak waktu.

Kontrak kerja tidak hanya yang tertulis di atas kertas, melalui ucapan pun bisa. Namun, untuk menjaga-jaga jika terjadi hal yang tidak menyenangkan, kontrak di atas kertas dapat menjadi bukti yang kuat di mata hukum. Apabila ingin lewat ucapan setidaknya memiliki saksi yang menyaksikannya.

“Ada juga di kontraknya itu bahwa kalau misalnya tidak mampu menyelesaikan progres tepat waktu, maka pihak pertama berhak memutus kontrak. Ada kontraknya. Kalau nggak ada kontraknya, yaudah gentlement agreement aja (perjanjian tidak tertulis dan tidak mengikat secara hukum),” ungkapnya.

Taufiq menyarankan saat membuat kontrak, pemilik rumah bisa meminta bantuan kepada tenaga ahli seperti arsitek, konsultan, atau orang lainnya di bidang ini. Dengan begitu saat pembangunan dimulai, tidak ada kesalahpahaman.

“Rencana itu harus jelas dan disepakati. Nah, untuk bikin rencana jelas dan disepakati mesti ada ahli, tukang ahli, atau pemimpin proyek ahli. Kalau meragukan, bisa panggil pihak tiga, konsultan namanya,” sebutnya.

Kemudian, ia mengingatkan untuk rajin mengawasi pembangunan. Tidak harus datang langsung ke lokasi, bisa juga melalui video call atau meminta arsitek untuk mengecek.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Gampang! Ini 5 Tips Cegah Serangan Kutu Kasur di Rumah


Jakarta

Kehadiran kutu kasur di rumah bikin khawatir karena dapat mengganggu kenyamanan. Serangga kecil ini bisa menggigit manusia untuk menyedot darah, sehingga dapat menyebabkan bercak merah dan gatal-gatal di kulit.

Kalau ditemukan ada kutu kasur di rumah, penghuni perlu segera membasminya. Namun tak cukup hanya membersihkan sofa atau kasur, ada beberapa cara lain untuk mencegah kutu kasur di rumah.

Sebab, kutu kasur sering bersembunyi di sela-sela atau sudut tempat tidur dan sofa. Selain area itu sulit dijangkau, ukuran kutu kasur yang kecil membuat sebagian orang tak sadar kalau sedang duduk atau tidur bersama serangga itu.


Agar seluruh penghuni rumah merasa nyaman, simak beberapa tips mencegah kutu kasur dengan mudah di bawah ini:

Tips Ampuh Mencegah Kutu Kasur dengan Mudah

Ada sejumlah kiat mudah untuk mencegah kutu kasur di rumah. Dikutip dari United States Environmental Protection Agency (EPA), Rabu (25/6/2025), berikut sejumlah tipsnya:

1. Cek Seluruh Furnitur di Rumah Secara Rutin

Periksa seluruh furnitur yang ada di rumah secara rutin. Tak hanya kasur, kutu kasur juga dapat ditemukan di sofa ruang tamu, kursi, karpet, hingga lemari.

Penghuni rumah perlu mengecek secara rutin dengan mengganti seprai, mengecek bagian dalam sofa, atau melihat bagian tepi karpet. Kalau menemukan ada serangga kecil yang bergerak, patut dicurigai jika itu adalah kutu busuk.

2. Rutin Menyedot Debu

Kutu busuk dapat berkembang biak di lipatan sofa atau kasur. Area ini memang cukup jarang terjamah sehingga tidak diketahui kalau ada kutu busuk di dalamnya.

Sebagai bentuk pencegahan, penghuni dapat menyedot debu dan kotoran di sofa dan kasur secara rutin. Selain mengangkat sisa kotoran, langkah ini juga dapat mencegah munculnya kutu kasur.

3. Cek Dua Kali saat Membeli Furnitur Bekas

Jika berniat ingin membeli furnitur bekas seperti kasur, sofa, atau karpet, pastikan untuk melakukan pengecekan sebanyak dua kali. Selain melihat kondisinya, pastikan tidak ada kutu kasur dan telurnya yang hinggap di furnitur tersebut.

Cara ini dilakukan agar penghuni tidak mendapat barang zonk. Meski harga furnitur tersebut murah meriah dan terlihat bagus, tapi jika di dalamnya ada banyak kutu busuk maka dapat merugikan pembelinya.

Salah satu kebiasaan buruk yang sering dilakukan orang adalah sengaja menunda mencuci pakaian hingga berminggu-minggu. Alasannya agar pakaian dapat dicuci secara bersamaan dalam jumlah banyak.

Padahal, kebiasaan ini tidak baik dilakukan karena bisa memicu munculnya kutu kasur di dalam pakaian kotor. Perlu diketahui, kutu kasur dapat berpindah dengan cepat dari satu benda ke benda lain.

Selain itu, bau pakaian kotor bisa menyebar ke seluruh ruangan sehingga bikin tidak nyaman. Jadi, sebaiknya mencuci pakaian secara rutin.

5. Jangan Taruh Barang di Atas Sofa dan Kasur

Beberapa orang kerap meletakkan barang seperti tas atau pakaian kotor di atas sofa dan kasur. Kebiasaan ini ternyata dapat berdampak buruk karena kutu busuk bisa berpindah tempat.

Selama berada di luar, mungkin kamu tidak sadar duduk di tempat kotor yang ada kutu busuk. Alhasil, serangga itu dapat ‘menumpang’ pada tas dan pakaian yang kamu kenakan.

Setibanya di rumah, kutu busuk dapat langsung berpindah ke berbagai tempat seperti furnitur, kasur, hingga sofa kesayanganmu. Maka tak heran jika kamu sering merasakan kulit gatal-gatal akibat kebiasaan buruk tersebut.

Sebaiknya hindari kebiasaan menaruh barang kotor di atas sofa dan kasur mulai sekarang. Selain itu, jangan lupa menjaga kebersihan secara rutin agar tak ada lagi serangga kecil yang mengganggu tempat tinggal kamu.

Demikian lima tips ampuh mencegah kutu kasur dengan mudah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/dhw)



Sumber : www.detik.com

4 Warna Cat Dinding Ini Bikin Nyamuk Nggak Betah di Rumah


Jakarta

Ada berbagai cara mengusir nyamuk yang sejauh ini terbukti efektif. Tidak harus menggunakan obat nyamuk atau sengatan listrik, ternyata menggunakan permainan warna juga bisa mengecoh nyamuk sehingga tidak bisa mendekat.

Permainan warna ini maksudnya adalah memakai warna cat yang tidak disukai oleh nyamuk. Menurut beberapa penelitian, ada serangga yang menyukai dan tidak menyukai warna tertentu.

Apabila mereka menyukai dan tidak terganggu pada sebuah warna, hewan tersebut akan datang mendekat. Sebaliknya, warna yang menurut mereka mengganggu pasti dihindari.


Sebagai contoh pada nyamuk, hewan kecil ini memiliki indra penglihatan yang sangat sensitif terhadap perubahan warna dan cahaya. Menurut Hyperallergic, cara ini terbukti lewat sebuah studi yang menuliskan bahwa nyamuk menggigit manusia ada hubungannya dengan warna yang ada di sekitar. Ada beberapa warna yang menarik perhatian mereka dan ada pula warna yang tidak bisa mereka lihat sehingga tidak terlihat menarik.

Lalu, studi yang dipublikasikan di Nature Communications mengungkapkan bahwa indera penglihatan nyamuk sangat peka terhadap warna dari karbon dioksida di dekatnya. Tanpa karbon dioksida di dekatnya, nyamuk tidak akan mengenali preferensi warna di sekitarnya.

Nah, hal tersebut dapat diterapkan pada warna cat dinding rumah. Berikut ini beberapa warna yang bisa digunakan agar rumah bebas nyamuk.

Warna Cat Dinding yang Bikin Rumah Bebas Nyamuk

Dilansir dari Family Handyman, berikut ini beberapa warna cat dinding yang tidak disukai nyamuk.

1. Putih

Ilustrasi ruang kamar rumah minimalis dengan nuansa cat putih.Ilustrasi ruang kamar rumah minimalis dengan nuansa cat putih. Foto: Getty Images/iStockphoto/runna10

Warna putih ternyata banyak sekali manfaatnya sehingga sering menjadi langganan warna cat dinding pada bangunan. Penelitian menunjukkan bahwa nyamuk tidak mendekati benda berwarna putih, bahkan saat karbon dioksida disemprotkan. Sebab, nyamuk cenderung menjauhi warna terang yang memantulkan panas.

2. Ungu

Bedroom interior. 3d illustrationBedroom interior. 3d illustration Foto: Getty Images/iStockphoto/Stockernumber2

Banyak yang bilang warna gelap dapat menarik nyamuk. Namun, berbeda dengan ungu memiliki panjang gelombang terpendek dari semua warna pada spektrum cahaya yang tampak.

Hal ini menyebabkan nyamuk tidak tertarik pada warna ungu dan tidak ingin mendekat. Sementara itu, warna yang memiliki gelombang terpanjang pada spektrum warna adalah warna merah dan oranye.

3. Biru

Ilustrasi ruangan kamar anak dengan nuansa warna biru muda dan putih.Ilustrasi ruangan kamar anak dengan nuansa warna biru muda dan putih. Foto: Getty Images/imaginima

Biru erat kaitannya pada warna air. Dalam sebuah penelitian, tidak banyak nyamuk yang mendatangi benda dengan warna biru. Sebagai catatan, warna biru yang efektif untuk mencegah nyamuk mendekat adalah biru terang atau yang cerah. Warna biru yang gelap justru kemungkinan bisa membuat rumah lebih panas karena tidak dapat memantulkan panas.

4. Hijau

Female teenagerĀ“s bedroom decorated in natural and aqua palette - Buenos Aires - ArgentinaFemale teenagerĀ“s bedroom decorated in natural and aqua palette – Buenos Aires – Argentina Foto: Getty Images/ruizluquepaz

Warna terakhir yang direkomendasikan adalah hijau. Pada sebuah penelitian, terdapat sarung tangan berwarna hijau. Ketika didekatkan dengan nyamuk. Warna ini tidak menarik perhatian mereka. Kebanyakan justru menghindar dan terbang ke arah lain. Bahkan setelah karbon dioksida disemprotkan ke sekitarnya hasilnya tetap sama, nyamuk tersebut tetap tidak tertarik.

Itulah beberapa warna cat dinding yang membuat nyamuk ogah mendekat. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com