Category: Tips Properti

  • Seberapa Sering Sih Tandon Air Perlu Dikuras? Simak Penjelasannya


    Jakarta

    Tandon atau toren air biasa dijadikan sebagai tempat penampungan air untuk di rumah-rumah. Sebagai wadah penyimpanan air, tentunya kebersihan tangki ini mesti diperhatikan.

    Seiring berjalannya waktu, partikel-partikel yang dibawa air seperti pasir atau lumpur bisa mengendap dan menumpuk di dasar tangki. Tak jarang juga, lumut dapat tumbuh di sisi dalam toren. Apabila dibiarkan, hal ini akan mempengaruhi kualitas air yang ditampung.

    Terlebih jika air di dalamnya digunakan untuk keperluan sehari-hari, seperti minum, memasak, atau mencuci. Pasokan air di tandon harus benar bersih dan berkualitas baik, bukan?


    Ini agar air yang dipakai tergolong layak serta tidak memicu masalah kesehatan. Lantas, baiknya seberapa sering menguras toren air?

    Penyebab Toren Air Kotor

    Tak jarang sebagian orang menguras tangki ketika keran air mampet atau saat air yang keluar keruh. Padahal, hal itu menandakan kalau tandon air sudah kotor sehingga kotoran terbawa dan menyumbat pipa yang terhubung ke keran.

    Namun, apa yang menyebabkan toren air menjadi kotor? Mengutip laman smartwateronline.com, sumber asal air dapat menjadi faktor bersih tidaknya air di tandon. Jika air diambil dari galian sumur di tanah contohnya, kemungkinan lumpur bisa ada. Tapi balik lagi, setiap wilayah memiliki kualitas air tanah yang berbeda-beda.

    Selain itu, partikel yang terkandung di air seperti lumpur dan pasir jika terbawa dan masuk ke tandon juga dapat mengotori tampungan air. Lama-lama, partikel-partikel ini pun bisa mengendap di dasar tangki.

    Toren air yang kotor bisa pula disebabkan oleh pertumbuhan lumut. Lumut berkembang dengan cepat jika tandon air terkena langsung paparan sinar matahari.

    Bukan cuma itu, air keruh yang tertampung di tangki dan udara lembap di dalamnya dapat juga mempercepat pertumbuhan lumut di dalam toren.

    Seberapa Sering Membersihkan Toren Air?

    Menguras tandon seharusnya tidak menunggu sampai tangki dipenuhi kotoran dan air menjadi keruh. Toren sebaiknya rutin dibersihkan bahkan sebelum hal-hal seperti keran mampet muncul.

    Melalui Instagram @kemenpupr, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyebutkan kalau tangki air setidaknya dikuras 6 bulan sekali. Ini supaya menghindari lumpur atau kotoran lain mengendap di dasar toren dan mencegah pertumbuhan lumut.

    Namun, jika kotoran menumpuk dan lumut muncul dengan cepat maka toren air dapat dibersihkan lebih sering, sekitar 3-4 bulan sekali.

    Selain itu, tingkat kebersihan sumber air juga bisa mempengaruhi kebersihan tandon air. Seperti halnya, kualitas air di Jabodetabek mungkin berbeda dengan air di daerah lain.

    Pemilik Jasa Kuras Toren kurastoren.com, Suratman, menyarankan agar toren air di wilayah Jabodetabek dikuras setidaknya 1-2 kali dalam setahun.

    “Untuk daerah Jabodetabek, itu minimal setahun sekali. Satu sampai dua kali lah,” ungkap Suratman kepada detikcom.

    Nah, sekarang kamu sudah tahu kan seberapa sering toren air perlu dikuras. Jadi, jangan lupa bersihkan tandon air secara teratur, ya!

    (fds/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Ingin Pasang Pagar Bronjong? Ketahui Dulu Kelebihan dan Kekurangannya


    Jakarta

    Apakah kamu pernah melihat dinding atau pagar berkerangka kawat yang di dalamnya berisi tumpukan bebatuan? Pagar itu dikenal dengan sebutan bronjong. Tapi, tak jarang juga orang menyebutnya dengan gabion.

    Dilansir dari akun Facebook Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI (Kemen PUPR), kerangka bronjong terbuat dari anyaman kawat baja yang dilapisi galvanis. Untuk bebatuannya bisa berasal dari batu kali, batu belah, batu gunung dengan ukuran yang cukup besar.

    Umumnya, bronjong ditemukan di tebing-tebing sungai untuk memperkuat struktur tanah agar tidak terjadi longsor. Bronjong juga berguna untuk mencegah erosi akibat arus sungai yang mengalir deras secara terus-menerus.


    Sifatnya yang fleksibel juga mampu mengikuti pergerakan tanah di bawahnya tanpa merusak konstruksi dasar. Karena itu, bronjong kerap digunakan pula untuk bendungan, bangunan terjun, dinding penahan tanah, hingga tembok jembatan.

    Kini, bronjong juga banyak lho dipasang sebagai pagar rumah. Bagi sebagian orang, tampilan bronjong dinilai memiliki estetika. Bahannya yang berasal dari bebatuan alam dianggap menonjolkan desain pedesaan berpadu gaya modern yang unik.

    Nah, kalau kamu termasuk yang tertarik memasang bronjong sebagai pagar rumah, simak dulu nih kelebihan dan kekurangan bronjong di bawah ini.

    Kelebihan Bronjong

    Dilansir dari laman Tilly Design, pagar rumah bronjong punya sejumlah kelebihan dibandingkan dengan yang lain. Berikut penjelasannya.

    1. Penahan Erosi

    Bronjong tersusun dari tumpukan batu di dalam kerangka kawat. Karena ini, bronjong dapat mengurangi hembusan angin dan air dengan masuk ke sela-sela batunya. Dengan begitu, area di sekitar pagar ini bisa terlindungi dari kerusakan pagar yang mungkin terjadi nantinya.

    2. Pemasangan yang Mudah

    Memasang pagar bronjong dapat dilakukan dengan mudah. Pada dasarnya, bronjong tidak memerlukan pondasi yang harus menggali tanah karena berat bebatuan yang menyusunnya bisa menahan pagar ini untuk tetap berdiri.

    3. Biaya Terjangkau

    Bronjong dibuat dengan kerangka kawat baja galvanis yang harganya cukup terjangkau. Selain itu, bebatuan yang menjadi isi bronjong juga dapat disesuaikan. Kalau kamu memiliki banyak tumpukan batu di rumah seperti potongan beton, kamu bisa menggunakannya tanpa mengeluarkan biaya lagi.

    Bukan cuma itu, pemasangannya yang terbilang mudah dapat dipelajari dan dilakukan mandiri sehingga kamu bisa memotong budget untuk jasa tukang.

    4. Daya Tahan yang Lama

    Pagar bronjong bisa tahan sampai cukup lama. Pasalnya, dinding jenis ini akan menguat seiring bertambah usianya. Ketika bebatuannya mengendap dan celahnya terisi lumpur, tanaman, dan bahan organik lain, bronjong bisa berdiri semakin kokoh.

    Sifat bronjong yang fleksibel juga dapat mengikuti pergerakan tanah sehingga tidak membuat konstruksinya rusak atau hancur.

    5. Ramah Lingkungan

    Bronjong disusun dengan kerangka kawat dan bebatuan. Dengan begitu, pagar ini minim menggunakan zat kimia yang mampu merusak lingkungan. Bahkan kamu dapat menggunakan bahan daur ulang seperti batu sisa bahan timbunan, pecahan beton, dan batu lainnya yang berasal dari alam.

    Kekurangan Bronjong

    Selain kelebihan, pagar rumah menggunakan bronjong juga memiliki kekurangan nih, yakni sebagai berikut:

    1. Berpotensi Jadi Sarang Hewan

    Celah yang tercipta di antara tumpukan batu bronjong kemungkinan bisa menjadi sarang hewan atau serangga liar. Kalau kamu tidak ingin area rumahmu menjadi sarang bagi binatang liar, pertimbangkan kembali jika ingin memasang pagar dengan model ini.

    2. Pemeliharaan yang Rumit

    Jika pagar bronjong ada yang mengalami kerusakan maka pemeliharaannya cukup rumit. Kamu perlu membongkar bebatuan bronjong sampai di area yang rusak dan itu membutuhkan biaya dan waktu yang tidak sedikit.

    3. Cocok untuk Proyek Pagar Besar

    Bronjong memiliki ukuran pagar yang lebar dan besar, rangkanya pun kaku sehingga pagar model ini tidak mudah dibentuk lekukan. Bronjong juga cocok untuk pagar rumah yang lurus dan tegas. Sebagian bronjong tidak cocok untuk area rumah yang kecil dan melengkung.

    Itu tadi sederet kelebihan dan kekurangan memasang pagar rumah dengan bronjong. Kamu bisa jadikan poin-poin di atas sebagai bahan pertimbangan jika tertarik menggunakan bronjong sebagai pagar rumah, ya.

    (fds/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Perangkap Tikus DIY dan Cara Membuatnya dengan Bahan Sederhana


    Jakarta

    Tikus merupakan hama yang suka merusak dan mengganggu. Membuat perangkap tikus sendiri di rumah bisa jadi solusi untuk menangkap hewan pengerat satu ini. Tikus memang suka menyelinap masuk ke rumah kemudian menggerogoti dan merusak barang-barang.

    Tak cuma itu, tikus juga merupakan membawa penyakit mematikan seperti pes yang bisa menular lewat air kencing tikus. Nah, biar kamu nggak pusing menghadapi hewan kecil tapi menyebalkan ini. Kamu bisa membuat perangkap tikus sendiri dengan barang yang tersedia di rumah.

    Melansir dari Today’s Homeowner, Rabu (10/1/2024) berikut beberapa cara membuat perangkap tikus yang bisa kamu buat sendiri di rumah. Simak penjelasan berikut.


    1. Perangkap Tikus dari Ember

    Contoh jebakan tikusContoh jebakan tikus Foto: Contoh jebakan tikus

    Perangkap tikus pertama terbuat dari ember. Kamu bisa menggunakan ember bekas tak terpakai untuk membuat perangkap tikus ini serta beberapa bahan tambahan berikut.

    Bahan-bahan

    – Ember (atau wadah tinggi lainnya seperti tong)

    – Papan kayu berukuran kecil

    – Selai kacang untuk umpan

    Cara

    – Cari lokasi tempat tikus bersarang atau tempat yang sering kamu lihat kemunculan tikus.
    – Taruh ember di lokasi tersebut, disarankan menggunakan ember plastik berukuran lumayan besar.
    – Letakkan satu sisi kayu di atas ember dan sisi lainnya di tanah sehingga akan berfungsi sebagai tanjakan untuk tikus masuk ke dalam ember.
    – Kemudian, di bagian dalam ember, kamu oleskan selai kacang di sekeliling bagian atas ember.
    – Opsional : kamu juga dapat meletakkan selapis kecil biji bunga matahari atau umpan lainnya di dasar ember.

    Nanti tikus yang terpancing perangkap ini akan naik ke tanjakan papan kayu kemudian masuk dan jatuh ke dalam ember untuk mengambil selai kacang, dan jatuh ke dalam ember. Dinding ember yang licin membuat tikus akan sulit memanjat keluar.

    2. Perangkap Tikus dari Kertas dan Ember

    Contoh jebakan tikusContoh jebakan tikus Foto: Contoh jebakan tikus

    Selanjutnya, kita punya perangkap tikus yang sama mudahnya dibuat, tidak memerlukan banyak peralatan atau teknik lainnya. Untuk perangkap tikus ini, kamu memerlukan yang berikut:

    Bahan-bahan

    – Ember atau wadah tinggi dengan dinding bagian dalam licin
    – Sepotong kecil kayu
    – Selembar kertas besar yang dapat menutupi ember, seperti selembar kertas kontraktor atau kertas dengan tekstur kasar seperti karton.
    – Selai kacang
    – Lakban, benang, atau tali
    – Palu dan paku
    – Sepasang gunting atau silet

    Caranya:

    – Temukan tempat yang bagus untuk meletakkan ember, sebaiknya di tempat di mana tikus bersarang atau sering terlihat.
    – Lalu, ambil selembar kertas dan pasangkan dengan pas di atas ember.
    – Ambil selotip, benang, atau tali dan ikat kertas itu erat-erat ke ember.
    – Ambil papan kecil dan tancapkan paku ke ujung papan.
    – Condongkan papan ke tepi ember, dengan paku menembus kertas.
    – Dengan menggunakan gunting atau pisau, potong bagian tengah kertas
    – Ambil selai kacang dan oleskan sedikit pada setiap bagian tengah kertas yang menghadap ke dalam.

    Perlu diingat bahwa berat tikus terkadang dapat merobek atau merusak kertas, sehingga perlu diganti, terutama jika kamu ingin menggunakan perangkap ini berkali-kali.

    3. Perangkap Tikus dari Kaleng Berputar

    Contoh jebakan tikusContoh jebakan tikus Foto: Contoh jebakan tikus

    Perangkap ini adalah yang paling populer, efektif, namun sulit dibuat. Sisi positifnya, kamu bisa digunakan berkali-kali tanpa harus mengganti apapun, seperti halnya perangkap kertas. Untuk membuat perangkap tikus ini, kamu memerlukan alat dan bahan berikut:

    Bahan-bahan

    – Ember, tempat sampah, atau wadah tinggi lainnya
    – Sepotong kayu
    – Gantungan baju kawat
    – Kaleng soda kosong
    – Sepasang potongan timah
    – Sepasang tang runcing atau palu
    – Bor tangan dengan mata bor putar (sebaiknya yang dirancang untuk logam)
    – Selai kacang

    Caranya

    – Pertama, buat dua lubang kecil sejajar dengan bor, satu di bagian atas kaleng dan satu lagi di bagian bawah.
    – Dengan menggunakan gunting yang mampu memotong besi, lepaskan bagian atas gantungan baju besi kawat.
    – Kemudian, lepaskan gulungan gantungan baju hingga menjadi kabel kawat yang lurus.
    – Pasangkan gantungan baju kawat melalui lubang di kaleng. Jika dilakukan dengan benar, kaleng akan berputar bebas.
    – Selanjutnya, buat dua lubang kecil di sisi berlawanan di sepanjang bagian atas ember.
    – Pasangkan kawat melalui lubang pada ember. Kamu harus menggantung kaleng di tengah ember, dengan beberapa inci kawat menonjol dari sisinya.
    – Dengan tang runcing, tekuk kawat berlebih ke bawah, letakkan kawat di tempatnya di dalam ember.
    – Jika kamu tidak memiliki tang runcing, kamu dapat menggunakan palu untuk mengetuk kawat ke bawah.
    – leskan selai kacang ke kaleng.
    – Tempatkan perangkap di tempat yang sering atau menjadi tempat bersarangnya tikus.

    Nantinya perangkap ini akan bekerja jika tikus sudah terpancing umpan, maka akan mendekati kaleng. Setelah tikus berada di atas kaleng, kaleng akan berputar dan membuat tikus jatuh ke ember.

    Kamu dapat membongkar perangkap dengan membengkokkan kabel ke belakang dan mengeluarkan kaleng dari tengahnya, sehingga kamu dapat membuang tikus ke dalam ember dan menggunakan kembali perangkap tersebut nanti tanpa mengganti bagian apa pun.

    Demikian cara buat perangkap tikus sendiri di rumah. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jurus Hindari Penipu Jual Beli Rumah



    Jakarta – Memiliki rumah adalah impian semua orang. Namun sayang, tak semua orang punya kemampuan untuk membeli rumah.

    Faktor ekonomi menjadi alasan utamanya. Namun, ada juga yang sudah memiliki uang cukup dan hendak membeli rumah, malah berujung kena tipu. Alhasil, uang hilang, rumah yang diimpikan pun melayang.

    Nah, oleh karena itu, sebelum membeli rumah ada hal-hal yang perlu kamu ketahui. Pasalnya, bila tidak, kita akan kena tipu atau rumah yang kita beli tak sesuai harapan. Apa saja tipsnya? Simak penjelasan tips membeli rumah yang aman dalam infografis berikut ini:

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Tips Membeli Rumah Bagi Pasangan Muda


    Jakarta

    Bagi beberapa pasangan muda yang baru menikah, membeli rumah merupakan sebuah impian. Membeli rumah untuk pertama kali bukanlah perkara mudah. Kamu perlu sering berdiskusi dengan pasangan, juga mengumpulkan banyak informasi sebelum memutuskan untuk membeli rumah yang diinginkan.

    Jangan sampai karena kurangnya perencanaan, perhitungan, dan informasi, kamu tidak bisa membeli rumah idaman kamu. Melansir dari Kristal Garden, Kamis (11/1/2024) Berikut beberapa tips membeli rumah yang perlu kamu perlu ketahui.

    1. Hitung dengan Teliti

    Pada tips membeli rumah yang pertama ini, kamu perlu menghitung secara teliti berapa ongkos dan total biaya yang akan dikeluarkan untuk rumah baru yang akan dibeli. Hitungan tersebut termasuk uang muka, besaran uang cicilan per bulan, pajak, bunga jangka panjang, asuransi, dan utilitas lainnya, mulai dari pemasangan infrastruktur, ongkos pulang – pergi, atau ongkos-ongkos perbaikan yang diperlukan.


    Jangan tergiur dengan iklan cicilan murah per bulan, tapi nanti ada tambahan biaya lain yang belum terhitung dan totalnya bisa sangat besar. Hitunglah dengan membayangkan kamu dan keluarga akan menempati rumah itu dalam jangka waktu yang lama, lalu sesuaikan dengan budget rumah tangga. Upayakan batasannya adalah tidak lebih dari 30 persen pendapatan kamu maupun gabungan pendapatan kamu beserta pasangan.

    2. Riset dan Bandingkan Sumber Pinjaman

    Jika kamu memilih membeli rumah dengan sistem cicilan atau KPR, jangan pernah bosan untuk melakukan riset dan membandingkan tawaran KPR yang disediakan oleh beberapa bank. Hitunglah tawaran bunga pinjaman secara teliti. Terutama soal skema yang dipilih, apakah menggunakan bunga tetap, fluktuatif, dan lainnya. Jangan ragu juga bertanya soal fasilitas pinjaman yang bisa diberikan oleh bank kepada kamu.

    3. Pastikan Skor Riwayat Kredit Baik

    Masih seputar membeli rumah dengan KPR. Pencairan pinjaman dana KPR bisa jadi berbelit jika kamu memiliki riwayat pelunasan utang yang buruk sebelumnya. Terutama untuk kamu yang pernah bermasalah dengan kartu kredit atau kredit tanpa agunan sebelumnya.

    Kamu harus memastikan sudah melunasi utang apalagi dengan bunga yang tinggi sebelum mengajukan kredit rumah. Sebab penyedia dana akan selalu melihat dan menghitung rasio utang kamu. Jika terlalu tinggi, maka akan semakin rendah kemungkinan persetujuan pinjaman untuk membeli rumah.

    4. Baca Kontrak Secara Cermat

    Untuk bagian tips membeli rumah yang satu ini, kamu haruslah sangat cermat dalam membaca berbagai macam kontrak atau surat-menyurat dan dokumen. Baik kontrak yang disediakan peminjam dana atau agen penjual rumah kamu. Jika ada istilah yang tidak kamu mengerti, tanyalah sampai jelas. Sementara bila ingin mengubahnya, gunakanlah hak kamu untuk bernegosiasi.

    Apabila agen atau bank masih keberatan menjelaskan, banyak pakar merekomendasikan agar kamu mengganti bank atau agen tersebut. Sebab masih banyak yang ingin menjalin transaksi secara lebih terbuka dengan kamu.

    5. Survei dan Pelajari Lingkungan Rumah

    Pastikan kamu sudah melakukan survei ke lokasi dan mengetahui secara pasti calon lingkungan maupun tetangga kamu nantinya. Perlu diingat bahwa rumah yang akan kamu tempati nantinya adalah untuk membesarkan anak dan keluarga kamu.

    6. Jangan Lupa Perangkat Rumah

    Sisihkan sebagian biaya untuk membeli perangkat dan isi rumah. Tips membeli rumah yang satu ini memang terlihat simpel, namun tidak kalah penting. Setidaknya kamu menyiapkan sekitar Rp100 juta untuk mengisi rumah atau bisa lebih rendah jika kamu memprioritaskan barang-barang tertentu, seperti tempat tidur, kamar mandi, dan dapur. Jangan sampai sesudah memiliki rumah tapi tidak bisa mengisinya.

    7. Pisahkan Anggaran Pengeluaran

    Tips membeli rumah dari perencana keuangan Prince Financial Advisory, Lauren Prince adalah memisahkan dan mengkategorikan pengeluaran sebagai pasangan. Kategori dipisah dalam tiga kelompok yakni; survival, liveable, dan comfortable. Dengan begitu kamu dan pasangan tidak akan tergoda untuk pengeluaran tidak perlu dan bisa tetap mencicil rumah.

    Pergerakan pasar properti kadang tidak dapat diprediksi. Jangan pernah menunggu pasar turun atau suku bunga turun. Jika nilai rumahnya sudah cocok dan masuk ke dalam budget kamu, jangan ragu untuk membeli. Jika terlalu lama menunggu kondisi ekonomi yang serba tak pasti, bisa jadi kamu kehilangan kesempatan memiliki rumah terbaik.

    9. Besar Bukan Berarti Lebih Baik

    Memilih rumah pada intinya adalah menyesuaikan. Jadi jangan terpaku pada ukuran yang besar. Lihat lingkungan kamu baik-baik, jika rumah besar itu adalah satu-satunya di sana, kemungkinan untuk laku dijual kembali dengan harga tinggi sangatlah kecil.

    10. Hindari Emosi Saat Memilih

    Tips membeli rumah yang terakhir, namun tak kalah penting adalah selalu mengingat bahwa kamu sedang memilih rumah, bukan mengencaninya. Jadi jangan terpikat hal-hal emosional seperti halaman belakang yang bagus, cat yang menarik, dan hal lain yang sifatnya personal.

    Bagaimanapun rumah adalah salah satu bentuk investasi jangka panjang, nilainya ditentukan dari lokasi, struktur, dan hal lain yang bisa membuat nilai rumah semakin naik.

    Demikian 10 tips membeli rumah bagi kamu yang baru saja mulai membangun rumah tangga dan sedang mencari hunian

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Pengertian, Fungsi, Jenis beserta Harganya


    Jakarta

    Batu split sering dijadikan sebagai bahan campuran untuk konstruksi bangunan. Memiliki ukuran kecil layaknya kerikil, batu split ini sering ditemukan pada area konstruksi bangunan.

    Nah, karena perannya yang penting untuk konstruksi bangunan, kamu perlu tahu pengertian,fungsi dan jenis-jenis batu split. Tujuannya agar kamu tak salah pilih batu split. Yuk! Simak penjelasan lengkap di bawah.

    Apa itu Batu Split?

    Mengutip dari situs Pro Rumah, Kamis (11/01/2024), Batu split adalah salah satu jenis batu material bangunan yang diproses melalui teknik split (membelah atau memecah batu). Sehingga dapat menghasilkan batu dengan ukuran yang lebih kecil.


    Bongkahan batu yang berasal dari penambangan akan dipecah menggunakan mesin penghancur (crusher machine). Itu sebabnya, mengapa batu split juga sering disebut dengan istilah “batu belah” karena memang proses pembuatannya yang dibelah dan dipecah.

    Fungsi Batu Split

    Pada umumnya, batu split ini memiliki fungsi utama sebagai bahan campuran utama pada pembuatan beton cor. Biasanya batu split akan dicampur dengan bahan material lainnya, seperti pasir, semen dan air. Setelah semua bahan material tersebut tercampur rata, maka adonan akan dicetak yang sesuai dengan kebutuhan penggunaan.

    Selain itu, ternyata batu split juga masih bisa dipergunakan untuk berbagai kebutuhan konstruksi bangunan lainnya sesuai dengan jenis batu split yang digunakan. Kira-kira apa saja jenis batu split?

    Jenis-jenis Batu Split

    Dikutip dari Gerbang Watugunung Niaga, terdapat beberapa macam jenis batu split yang dibedakan berdasarkan ukuran batu split tersebut. Berikut beberapa jenisnya.

    Batu Split 1-2 (10-20mm)

    Material batu split jenis 1-2 ini banyak digunakan untuk bahan pengecoran segala macam konstruksi, mulai dari konstruksi ringan sampai konstruksi berat.

    Batu Split 2-3 (20-30mm)

    Material batu split jenis 2-3 ini banyak digunakan untuk bahan pengecoran lantai dan pengecoran atau pembetonan horizontal yang lain.

    Batu Split 3-5 (30-50mm)

    Material batu split jenis 3-5 ini biasanya digunakan untuk dasar badan jalan sebelum menggunakan material yang lain, penyangga bantalan kereta api, penutup atau pemberat pipa di dasar laut, beton cor pemecah ombak dan lain-lain.

    Makadam 5-7 (50-70mm)

    Makadam adalah batuan kecil hasil dari pecahan batuan besar yang dipecahkan dengan ukuran 3-5 atau 5-7. Batu makadam biasa digunakan sebagai bantalan rel kereta api ataupun sebagai lapisan untuk pengerasan lahan yang akan dipergunakan sebagai jalan.

    Batu Boulder/Gajah

    Batu gajah merupakan salah satu jenis batu split yang mempunyai ukuran paling besar dibandingkan dengan jenis batu split yang lain.

    Jenis batu split satu ini berfungsi untuk menimbun lahan atau lokasi yang berdekatan dengan pantai seperti untuk bahan beton pemecah ombak, bahan reklamasi pantai, bahan untuk membuat dermaga kecil atau yang paling umum digunakan untuk bahan pondasi bangunan.

    Harga Batu Split

    Setelah mengetahui fungsi dan jenis batu split yang ada, mari kita lihat harga batu split yang ada di pasaran. Berikut harga batu split dari situs Brighton.

    Batu Split Sungai: Rp 1.800.000 per 5 m3

    Batu Split Grade A: Rp 1.650.000 per 5.5 m3

    Batu Kali Pecah/ Belah: Rp 1.700.000 per 1 truk engkel

    Batu Split Engkel: Rp 1.200.000 per m3

    Abu Batu Split Screening Sirtu: Rp 1.500.000 per 7 m3

    Batu Split Cor: Rp 1.650.000 per 6.2 m3 atau setara dengan 1 bak dump

    Batu Split Cor: Rp 1.800.000 per 7 m3

    Batu Split Super: Rp 1.650.000 per 6 m3

    Batu Split 10-20 mm: Rp 1.850.000 per 8 m3

    Batu Split 20-30 mm: Rp 2.200.000

    Batu Split 30-50 mm: Rp 5.400.000 per truk

    Batu Split 1×2 Screening Base Course: Rp 200.000 per m3

    Batu Split 1×2: Rp 2.500.000 per m3

    Batu Split: Rp 350.000 per 1 colt

    Batu Split Standar: Rp 5.000.000 per 23 m3 (truk besar)

    Batu Split Standar: Rp 1.650.000 per 1 truk engkel

    Batu Split Biasa: Rp 8.500 per kg

    Perlu diingat! Jika harga diatas bisa berubah sewaktu-waktu dan tergantung pada beberapa faktor lainnya. Jadi, harga yang kamu dapatkan bisa berbeda-beda dari daftar di atas.

    Demikian pengertian, fungsi, jenis serta harga dari batu split. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Aman Menyimpan Barang Berharga di Rumah


    Jakarta

    Kamu merasa bingung jika harus menyimpan barang berharga di rumah? Menyimpan di dalam lemari terkadang tidak cukup aman, apalagi hanya diletakkan saja secara sembarangan. Sebab, masih ada resiko barang berharga tersebut dicuri oleh para pencuri.

    Nah, agar barang berharga seperti perhiasan, emas, uang atau surat berharga aman, berikut ada 5 tips menyimpan barang berharga di rumah yang aman yang dikutip dari Cekaja, Kamis (11/1/2024), simak penjelasan berikut.

    1. Jangan Simpan di Dalam Lemari

    Tips menyimpan barang berharga di rumah yang pertama adalah tidak menyimpannya di dalam lemari.


    Pasalnya, dari beberapa contoh kasus yang telah terjadi, menyimpan barang berharga, seperti emas atau surat-surat tanah di dalam lemari lebih berisiko diambil oleh pencuri saat terjadi perampokan.

    Ketika hal itu terjadi, biasanya pencuri akan langsung tertuju ke kamar tidur dan mencari benda-benda berharga korbannya di dalam lemari.

    Maka dari itu, menyimpan barang berharga maupun benda berharga lainnya di dalam lemari sangat tidak disarankan. Apalagi di dalam celah-celah kecil atau lainnya. Sebaliknya, cobalah simpan barang berharga yang dimiliki di tempat-tempat yang sekiranya sulit untuk ditemukan oleh pencuri.

    2. Simpan di Tempat yang Sulit Dijangkau

    Berikutnya, tips menyimpan barang berharga di rumah adalah dengan menaruhnya di tempat yang sulit dijangkau. Tempat yang sulit dijangkau ini maksudnya tempat yang sekiranya tak akan terpikirkan oleh pencuri. Misalnya di celah-celah laci dapur ataupun ruang makan.

    Pokoknya, jangan sampai tempat yang disiapkan untuk menyimpan barang berharga, mudah ditebak oleh pencuri.

    Kamu harus mengakalinya dengan sebaik mungkin. Jika memungkinkan, selalu ganti posisi penyimpanannya tiap tiga hingga enam bulan sekali. Terlebih lagi jika rumah sering didatangi oleh tamu.

    Perpindahan posisi ini dimaksudkan untuk menghindari segala risiko kehilangan, yang terkadang bisa dialami jika kita terlalu percaya dengan orang lain, apalagi yang baru dikenal.

    3. Simpan di Dalam Brankas Unik

    Tips menyimpan barang berharga di rumah yang berikutnya adalah dengan menaruhnya di dalam brankas.

    Untuk keamanan yang lebih lagi sebaiknya jangan gunakan brankas biasa ya. Kamu bisa menggunakan brankas dengan bentuk unik, bisa saja menyerupai celengan uang atau buku.

    Bentuk yang tidak mencolok itu tentu saja akan mengecoh pandangan pencuri. Selain itu, hal lainnya yang harus diperhatikan adalah tempat penyimpanan brankas tersebut.

    Ingat, hindari menyimpan brankas atau barang berharga secara langsung di dalam lemari maupun lacinya.

    Sebab, seperti yang sebelumnya sudah dibahas, lemari selalu menjadi sasaran utama pencuri saat mencari barang berharga korbannya. Ada baiknya untuk menyimpan brankas tersebut di ruangan yang lebih aman dan tidak terpikirkan oleh pencuri.

    4. Gunakan Perlindungan Ganda

    Selanjutnya yang juga termasuk dalam tips menyimpan barang berharga di rumah adalah selalu gunakan perlindungan ganda. Meski sudah menggunakan brankas yang terbuat dari material besi, namun ada baiknya lagi bila kamu menambah perlindungannya.

    Caranya? Tentu saja dengan menyimpannya dalam kotak berlapis. Misal, masukkan brankas ke dalam kotak yang lebih besar dan menggunakan gembok maupun kata sandi. Dengan begitu, pencuri tidak akan mudah untuk bisa membuka kotak tersebut.

    5. Gunakan Trik Menipu Pencuri

    Tips menyimpan barang berharga di rumah yang terakhir adalah dengan menggunakan trik menipu pencuri. Nah, di sini, kamu bisa menggunakan lemari untuk mengecoh pencuri.

    Sebagai contoh, kamu bisa menggunakan brankas untuk menyimpan barang berharga. Di dalam brankas itu, kamu dapat menyimpan berbagai benda yang tidak berguna, namun dalam jumlah yang cukup banyak.

    Dengan begitu, pencuri tentu akan mengira bahwa sebagian besar hartamu ada di dalam brankas tersebut, sehingga pencuri tak perlu lagi mencari ke ruangan lainnya untuk menemukan barang berharga lainnya.

    Demikian 5 tips aman menyimpan barang berharga di rumah. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! 5 Posisi Rumah yang Baik Menurut Ajaran Islam


    Jakarta

    Posisi rumah dipercaya dapat memberikan keberuntungan atau kebaikan kepada penghuninya. Mulai dari primbon jawa sampai ajaran feng shui mempercayai posisi rumah yang memberikan kebaikan.

    Ada beberapa posisi rumah tertentu yang ternyata dianggap baik menurut ajaran islam. Penasaran, kira-kira apa saja posisi rumah yang baik tersebut? Simak penjelasan berikut.

    Melansir dari Sakti Desain, Jumat (12/1/2024), berikut beberapa posisi rumah yang baik menurut ajaran islam.


    1. Posisi Bangunan Rumah

    Sebenarnya dalam islam memang tidak ada dalil pasti mengenai ke arah mana sebuah rumah harus dibangun. Namun mengingat rumah seorang muslim harus bisa memenuhi segala keperluan penghuninya termasuk untuk melakukan ibadah shalat maka sebaiknya rumah diposisikan menghadap kearah kiblat.

    Hal ini bertujuan agar penghuni rumah maupun tamu yang datang dapat dengan mudah mengetahui arah kiblat. Untuk mengetahui arah kiblat yang pasti, seorang muslim dapat mengikuti arah bangunan sebuah masjid atau mushola yang ada di lingkungan sekitarnya.

    Selain itu arah sebuah rumah seorang muslim juga harus memperhatikan arah cahaya, mata angin dan sebagainya agar rumah mendapatkan cukup penerangan dan sirkulasi udara yang baik sehingga rumah tidak lembab.

    Rumah yang lembab akan cepat kotor dan dapat menjadi tempat setan bersarang. Seperti yang kita ketahui juga bahwa sebagai muslim kita harus selalu menjaga kebersihan. Sebab kebersihan merupakan sebagian dari iman.

    2. Posisi Rumah terhadap tetangga

    Sebuah rumah yang islami tidak boleh menutupi akses tetangganya dalam mendapatkan sinar matahari, angin dan udara yang dibutuhkannya. Rumah yang baik juga tidak akan dibangun dengan posisi yang menyulitkan pergerakan atau mobilitas tetangga di sekitarnya. Intinya, rumah seorang muslim tidaklah diperbolehkan membawa mudharat atau keburukan bagi orang yang tinggal disekitarnya.

    3. Posisi Kamar Tidur

    Ruang tidur adalah salah satu ruangan penting dalam sebuah rumah karena di ruangan ini seorang muslim beristirahat dan melakukan aktivitas pribadi lainnya. Posisi ruang tidur dalam islam juga memiliki aturan yakni ruangan yang bisa diletakkan tempat tidur di dalamnya dan jika seseorang tidur maka kepalanya akan berada di kiblat dan kakinya akan menghadap ke arah lainnya.

    Hindari meletakkan tempat tidur atau memposisikan ruangan dimana kaki akan menghadap kiblat saat ia tertidur. Selain itu tempat tidur sebaiknya diposisikan sedemikian rupa agar penghuninya bisa tidur menghadap arah kanan sesuai dengan cara tidur Rasulullah SAW.

    4. Posisi Toilet

    Toilet dan kamar mandi dalam rumah seorang muslim juga memiliki aturan dalam pembangunannya. Seorang muslim harus mengetahui bahwa toilet sebagai tempat membuang hajat tidak boleh dibangun mengarah maupun membelakangi kiblat.

    Meskipun membangun toilet dengan arah menuju atau membelakangi kiblat bukanlah sebuah dosa, akan tetapi ada baiknya jika ingin membangun toilet haruslah membuatnya dengan mengarah di sisi lain kiblat dan bukannya mengarah atau membelakanginya.

    5. Posisi Dapur

    Dalam islam, dapur adalah merupakan tempat dimana seorang muslim dan keluarganya mengolah makanannya. Oleh karena itu, kamu haruslah membangun dapur dengan efisien mengingat Allah SWT tidak menyukai sesuatu yang berlebihan dan mengingat bahwa seorang muslim makan untuk hidup dan bukannya hidup untuk makan.

    Dapur yang baik dalam islam haruslah diletakkan dibagian rumah yang paling dalam atau di posisi yang paling belakang agar tidak terlihat oleh tamu atau orang yang datang berkunjung dan memiliki batas yang jelas dengan ruangan lainnya.

    Demikian 5 posisi rumah yang baik menurut ajaran islam. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Penyebab Paku Cepat Berkarat dan Cara Mencegahnya


    Jakarta

    Pernahkah kamu membeli banyak paku untuk cadangan, namun setelah disimpan dan ingin digunakan paku tersebut sudah berkarat semua? Tentunya paku yang sudah berkarat tidak baik untuk digunakan.

    Lalu, apa yang sebenarnya membuat paku cepat berkarat dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasan berikut.

    Penyebab Paku Cepat Berkarat

    Mengutip dari Klopmart, Jumat (12/1/2024), setidaknya ada beberapa faktor yang menyebabkan paku jadi cepat berkarat.


    1. Ada Kontak dengan Bahan Logam Lain

    Mungkin hal ini jarang kamu sadari, namun ternyata paku yang bersentuhan dengan logam lain seperti baja atau besi juga bisa berkarat. Hal ini terjadi karena reaksi elektrokimia yang terjadi antara kedua logam. Reaksi ini memicu aliran listrik kecil yang menyebabkan ion-ion oksigen dari air terikat pada logam lain beralih ke paku dan menyebabkan karat.

    2. Terkena Paparan Oksigen

    Paparan oksigen atau O2 juga dapat mempercepat terjadinya korosi pada paku. Paparan oksigen yang berlebihan dapat menyebabkan paku bereaksi dengan oksigen sehingga membentuk senyawa karat pada permukaan paku.

    3. Kondisi Lingkungan Basah dan Lembap

    Paku disimpan dalam lingkungan dengan kelembapan yang tinggi akan lebih mudah berkarat. Oleh karena itu jangan heran kalau kamu melihat paku berkarat dengan cepat ketika tempat penyimpanannya lembap seperti garasi tidak terawat.

    4. Kontak dengan Bahan Kimia

    Kontak dengan bahan kimia, seperti asam atau garam, juga dapat menyebabkan paku berkarat. Bahan kimia ini dapat merusak lapisan pelindung pada permukaan paku yang akhirnya mempercepat terjadinya proses korosi.

    5. Zat Kimia Lainnya

    Lingkungan yang kotor dan terpapar polusi dapat mempercepat terjadinya korosi pada paku. Zat-zat kimia dan partikel di lingkungan dapat mempercepat terjadinya depolarisasi sekaligus difusi ion pada permukaan paku. Makin sering sebuah paku terpapar berbagai partikel asing yang ada di lingkungan kotor maka semakin cepat juga karat yang terjadi.

    Cara Mencegah Paku Berkarat

    Agar paku tidak berkarat tentunya perlu dilakukan pencegah. Mencegah paku berkarat sebenarnya mudah dilakukan. Pastinya kamu harus hindari menyimpan paku pada lingkungan yang lembap dan kotor. Berikut cara mencegah paku berkarat.

    1. Simpan Paku di Tempat yang Kering

    Untuk mencegah karat pada paku, sebaiknya kamu menyimpan paku di tempat yang kering dan jauh dari air atau kelembaban. Kamu bisa menyimpannya di tempat yang terlindung seperti kotak penyimpanan atau rak tertutup.

    2. Bersihkan Paku secara Berkala

    Untuk membantu mencegah terjadinya korosi pada paku, kamu dapat membersihkan permukaan paku secara berkala juga. Kamu dapat menggunakan sikat atau lap kering untuk membersihkan permukaan paku dari debu atau kotoran yang menempel. Jangan tambahkan air saat membersihkannya karena hal ini akan memicu proses korosi pada paku.

    3. Lapisi Permukaan Paku Menggunakan Cat atau Pelapis

    Jangan khawatir apabila kamu sudah terlanjur membeli paku tanpa lapisan anti-karat. Kamu masih bisa melakukan pencegahan dengan melapisinya menggunakan cat atau pelapis khusus tahan karat. Pelapis ini dapat mencegah air atau kelembaban menempel pada permukaan paku sehingga proses korosi sulit terjadi.

    4. Pilih Paku yang Tahan Karat

    Kamu juga bisa memilih paku yang tahan karat. Saat ini di pasaran sudah tersedia paku yang dilapisi dengan bahan anti-karat sehingga daya tahannya lebih kuat. Namun, kamu perlu mengeluarkan biaya yang lumayan besar sebab ketahanan paku anti-karat jauh lebih unggul dari paku pada umumnya.

    Demikian penyebab paku cepat berkarat dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Perbedaan Spandek dan Bondek, dari Fungsi hingga Daya Tahan


    Jakarta

    Spandek dan bondek merupakan bahan yang sering digunakan dalam konstruksi pembangunan. Keduanya merupakan baja ringan, meskipun spandek dan bondek punya nama yang mirip.

    Namun, ternyata keduanya memiliki perbedaan dari karakteristik hingga fungsinya. Lalu, apa yang menjadi perbedaan spandek dan bondek? Mari simak dan pahami perbedaannya agar jangan sampai tertukar.

    Apa itu Spandek dan Bondek?

    Mengutip dari Klopmart, Jumat (12/1/2024), Spandek merupakan material baja ringan yang biasa digunakan sebagai atap bangunan yang biasanya produknya kita kenal sebagai atap aluminium dan zincalume. Pasalnya, atap spandek terbuat dari kombinasi dari aluminium, zinc, dan silikon.


    Sementara, bondek atau bisa disebut juga floordeck adalah material plat baja yang memiliki lapisan galvanis sehingga menjadi bahan material yang tidak mudah berkarat. Pada umumnya bondek ini diaplikasikan untuk konstruksi bangunan besar di bagian lantai.

    Perbedaan Spandek dan Bondek

    Masih mengutip dari situs yang sama, berikut aspek pada spandek dan bondek yang memiliki perbedaan mencolok antara kedua bahan baja ringan ini.

    1. Fungsi

    Seperti yang sudah disinggung di awal, perbedaan kedua bahan material ini memiliki fungsi yang berbeda. Spandek banyak digunakan untuk atap bangunan baru ukuran kecil maupun besar sebagai pelindung bagian atas bangunan.

    Melihat fungsinya, bahan spandek ini juga cocok digunakan untuk penutup atap gudang pabrik atau garasi. Selain itu, spandek juga bisa dimanfaatkan untuk dinding bangunan.

    Sedangkan bondek umumnya berfungsi sebagai material dasar bangunan, memiliki karakteristik yang kuat dan mampu menahan beban.

    Sehingga cocok jadi bahan membuat lantai, atau anak tangga. Bondek ini banyak dimanfaatkan sebagai bekisting tetap pada konstruksi bangunan lantai 2 atau lebih dan juga sebagai tulangan positif searah.

    2. Material

    Perbedaaan berikutnya terletak pada material atau bahan baku yang digunakan pada spandek dan bondek. Bahan spandek umumnya terbuat dari baja ringan seperti galvalum yang merupakan kombinasi antara aluminium, zinc, dan silikon dengan perbandingan komposisi 55% aluminium, 43% zinc, 2% silikon.
    Itu sebabnya spandek menjadi material yang awet, kokoh, dan mudah dibentuk. Akan tetapi, bahan atap spandek kurang cocok jika diaplikasikan pada bangunan rumah tinggal karena atap ini memiliki sifat konduktor yang dapat menghantarkan panas.

    Sementara bondek terbuat dari lapisan plat baja yang dilapisi dengan galvanis sebagai material khusus yang menjamin plat baja atau bondek tidak mudah mengalami korosi. Melalui penggunaan material tersebut, bondek menjadi bahan yang lebih kokoh dan kuat untuk digunakan sebagai bekisting.

    3. Daya Tahan

    Spandek dan bondek sebenarnya memiliki daya tahan yang sangat baik dilihat dari bahan yang digunakan. Pasalnya keduanya memiliki sifat bahan material baja ringan yang tahan terhadap api, awet, dan tahan lama.

    Namun, jika dibandingkan, atap spandek merupakan jenis atap yang sedikit lebih kuat dan bahkan saat terkena hujan dan panas matahari sepanjang tahun sekalipun. Itu sebabnya bahan atap spandek ini diklaim mampu bertahan hingga lebih dari 20 tahun.

    Sementara bahan material bondek memiliki daya tahan dari segi penggunaan yang sedikit di bawah spandek. Lapisan galvanis pada material bondek justru membuatnya memiliki ketahanan yang lebih tinggi terhadap api.

    Jika menggunakan bondek, kamu tak perlu lagi khawatir tentang permukaan berkarat sebab lapisan galvanis melindunginya dari suhu panas. Material bondek ini juga diklaim mampu bertahan di dalam api selama 2 jam berturut-turut.

    4. Biaya yang Perlu Dikeluarkan

    Untuk segi biaya, bondek lebih ekonomis ketimbang spandek. Selain karena bahan bondek yang lebih awet dan tahan lama, bondek ini juga lebih banyak dipilih sebagai bahan konstruksi bangunan karena proses pengerjaannya yang lebih cepat dan rapi. Itu sebabnya bahan bondek bisa menghemat biaya pembangunan secara signifikan.

    5. Ukuran

    Kedua material ini memiliki bentuk serupa sehingga tidak ada perbedaan spandek dan bondek yang begitu mencolok. Akan tetapi, dari segi ukuran dan ketebalan terdapat sedikit perbedaan.

    Di pasaran sendiri, baik spandek maupun bondek memiliki beragam variasi ukuran ketebalan. Atap spandek memiliki berbagai ukuran ketebalan antara lain 0.3, 0.35, 0.4, 0.45, dan 0.5 mm dengan berbagai macam ukuran bentangan.

    Sementara untuk material bondek memiliki bentuk logam pipih tersedia dalam ukuran ketebalan mulai dari 0,75 mm hingga 1 mm dengan panjang yang beragam, di mana panjang maksimalnya 12 m. Itu sebabnya, saat digunakan, material ini memerlukan alat khusus untuk memotongnya. Selain itu, diperlukan pula tenaga kerja khusus yang ahli dalam pemasangannya.

    Demikian perbedaan antara spandek dan bondek. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com