Category Archives: Tips Properti

Ular Suka Masuk Rumah Habis Hujan-Banjir, Bagaimana Cara Cegahnya?


Jakarta

Kejadian ular masuk rumah kerap terdengar, terutama setelah hujan atau banjir. Ular memang kerap berpindah habitat saat musim hujan, setelah banjir, ataupun badai.

Mereka sebenarnya mencari tempat berlindung yang hangat dan terdapat sumber makanan. Nah, rumah pun menjadi tempat alternatif bagi ular tersebut.

Pemilik rumah patut waspada dengan kedatangan ular. Reptil ini bisa menggigit, mencekik, bahkan memakan penghuni rumah.


Bagaimana cara mencegah ular masuk rumah usai hujan atau banjir? Simak penjelasannya berikut ini.

Cara Cegah Ular Masuk Rumah Usai Hujan & Banjir

Inilah beberapa tips untuk menghalau ular masuk rumah setelah hujan atau banjir, dikutip dari Critter Guard, Senin (7/7/2025).

1. Tutup Retakan dan Lubang di Rumah

Pastikan bangunan rumah tidak ada retakan atau lubang. Ular bisa masuk rumah melalui celah-celah pintu, teras kayu, lubang saluran air, hingga atap. Jika menemukan celah tersebut, segera tutup agar tidak menjadi akses buat ular masuk rumah.

2. Tutup Pintu dan Jendela Rumah

Ular dapat merayap masuk rumah melalui pintu dan jendela yang terbuka. Perhatikan bukaan tersebut agar tidak dimasuki ular. Kalau pintu atau jendela terbuka supaya udara masuk, sebaiknya membeli kasa sebagai penghalang ular.

3. Rapikan Halaman Luar

Ular suka bersembunyi di tumpukan kayu, puing-puing, dan dedaunan. Pemilik rumah perlu merapikan halaman luar dan memotong rumput agar ular tidak dapat bersembunyi dekat rumah.

4. Pastikan Rumah Bebas Pengerat dan Serangga

Kemudian, pastikan rumah bebas dari hama seperti tikus dan serangga, terutama setelah badai besar menerjang rumah. Pasalnya, tikus merupakan makanan ular.

5. Pakai Produk Pengusir Ular

Usir ular dari rumah menggunakan berbagai produk pencegah dan penghalang ular masuk rumah. Salah satunya ada yang berupa obat kimia yang bisa ditemukan di toko perkakas.

Itulah beberapa tips mencegah ular masuk rumah usai hujan dan banjir melanda. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Nggak Perlu Selalu Disiram, 5 Tanaman Ini Bisa Tumbuh di Kondisi Kering


Jakarta

Menanam tanaman bisa memberikan kesan rumah asri apalagi ketika cuaca sedang panas. Tanaman biasanya tumbuh membutuhkan sinar matahari secara langsung dan ada yang tidak.

Tanaman yang tak kuat menahan sinar matahari bisa layu dan tidak tumbuh karena mengalami kekeringan. Meski begitu, ada beberapa yang bisa bertahan hidup ketika cuaca sedang panas. Salah satunya adalah aloe vera alias lidah buaya.

Tanaman yang kaya akan manfaat dan banyak ditemukan di Indonesia ini bisa tetap hidup di kondisi yang kering dan cuaca panas. Tanaman ini disebut bisa tumbuh lebih baik di tanah yang berpasir yang meniru lingkungan gurun tempat asalnya.


Selain itu, masih ada beberapa tanaman yang tanah cuaca panas. Dilansir dari Real Simple, berikut ini informasinya.

1. Lavender

Lavender.Lavender. Foto: Mohammed Harith Khalil/Wikimedia Commons

Tanaman cantik berwarna ungu ini memiliki wangi yang menenangkan. Tak heran, terkadang tanaman ini ditemukan di rumah. Ternyata lavender juga bisa bertahan hidup di lingkungan yang panas.

“Lavender adalah tanaman yang menyukai sinar matahari penuh dan tanah yang dikeringkan dengan baik,” kata ahli perkebunan dan pelatih dibalik The Birch Arbor Gardens, Arianna Lappinin, dikutip dari Real Simple.

2. Rosemary

Tanaman herbal rosemaryTanaman rosemary Foto: Getty Images/iStockphoto/belchonock

Tanaman yang kerap digunakan sebagai bumbu masakan ini juga bisa bertahan di kondisi cuaca panas. Jika pemilik rumah tinggal di tempat dengan iklim panas, rosemary tetap bisa tumbuh dengan baik sepanjang tahun.

“Tumbuhan ini menyukai sinar matahari dan dapat bertahan hidup dalam kondisi kering,” kata Lambton.

3. Bugenvil

Herianto (35) merupakan warga Desa Karang Bendo, Kecamatan Tekung, Lumajang. Ia membudidayakan bunga bugenvil hingga meraup untung Rp 15 juta per bulan.Bugenvil. Foto: Nur Hadi Wicaksono/detikcom

Tanaman yang memiliki aneka warna ini bisa tumbuh setinggi 20 kaki dan lebar 40 kaki. Selain mempercantik taman rumah, bugenvil ini juga ‘tahan banting’ alias bisa bertahan hidup di lingkungan kering.

“(Bugenvil) terkenal karena mekar lebih banyak saat kondisi kering, ini adalah pemandangan yang memukau di lanskap,” ujar director of design untuk Tilly, Kate Singleton.

4. Bunga Terompet

Yellow angel trumpet flower. The yellow flower that adorns the streets. Tropical flowers.Bunga terompet. Foto: Getty Images/iStockphoto/Photographer and graphic artist

Tumbuhan ini memiliki warna yang indah ini bisa mempercantik taman rumah. Bunga terompet juga bisa mekar sempurna walau dalam lingkungan yang kering.

5. Marigold

Orange marigold flowers.Please see more similar pictures of my Portfolio.Thank you!Marigold. Foto: Getty Images/schnuddel

Marigold menjadi salah satu tanaman favorit pemilik rumah karena bisa mengusir hama. Selain itu, warnanya yang cerah juga bisa membuat taman terasa lebih ‘hidup’.

Tanaman tahan panas yang satu ini perlu disiram secara teratur pada awal musim, tetapi bisa tahan terhadap lingkungan kering.

Itulah beberapa tanaman yang tahan cuaca panas. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/zlf)



Sumber : www.detik.com

Keramik Lantai Meledak Sampai Terangkat? Ini Penyebabnya Kata Kontraktor


Jakarta

Pernahkah melihat keramik lantai meledak alias terangkat sebagian? Kondisi lantai seperti itu memang menjengkelkan karena merusak estetika rumah serta berpotensi mencelakakan penghuninya.

Kontraktor Wildan mengatakan ledakan pada keramik lantai biasa disebut cracking atau popping. Menurutnya, keramik lantai terangkat biasanya terjadi pada rumah-rumah tua yang berusia 20-30 tahun.

Kalau sudah terangkat, pemilik perlu mengganti ubin itu dengan memasang yang baru. Bahkan, pemilik rumah yang perfectionist dapat memasang ulang keramik lantai untuk satu ruangan.


Namun, apa yang menyebabkan keramik lantai meledak dan bagaimana cara cegahnya? Simak penjelasannya berikut ini.

Penyebab Keramik Lantai Meledak

Inilah beberapa faktor yang membuat lantai keramik meledak atau popping.

1. Penurunan Lantai

Wildan mengatakan salah satu penyebab popping lantai adalah penurunan atau pergeseran pada lantai atau tanah. Hal ini biasanya terjadi di lantai satu sebuah rumah.

“Jadi posisi keramik awalnya itu kan datar, karena ada penurunan itu posisinya dia (ubin keramik) ketekan (saat diinjak). Jadi dia agak letup, keramiknya popping,” ujar Wildan kepada detikProperti, Senin (7/7/2025).

2. Hawa Panas dari Tanah

Selain itu, ia menyebut lantai dapat terangkat karena hawa panas dari bawah tanah. Akibat hawa panas itu, terdapat indikasi gas alam yang keluar dari bawah tanah. Wildan menjelaskan gas tersebut berusaha keluar, sehingga menekan lantai hingga terbuka.

3. Panas Semen yang Terperangkap

Sementara lantai dua, ia menjelaskan popping dapat disebabkan oleh panas semen yang terperangkap. Adonan semen bersifat panas, jadi perlu diredakan dengan bantuan air.

Caranya, Wildan menyarankan agar ubin keramik direndam selama 15 menit hingga 1 jam sebelum dipasang. Kemudian, pastikan permukaan tanah datar dan disiram air sebelum membuat lantai rumah.

4. Komposisi Adukan Mortar Tidak Tepat

Selain itu, Wildan mengatakan adukan mortar atau campuran untuk memasang ubin lantai harus memiliki komposisi yang tepat. Terdapat rasio komposisi adukan mortar yang harus diikuti.

“Pokoknya kalau kurang semen, dia gampang mencar (adukan mortar). Kalau kebanyakan semen, dia cepat setting. Jadi pasti pas satu banding,” katanya.

5. Keramik Tidak Berkualitas

Keramik juga bisa terangkat karena tidak kuat menahan tekanan, sehingga sebagian terangkat ketika diinjak. Wildan menyarankan untuk menggunakan keramik yang berkualitas agar memiliki daya tekan yang sesuai standar.

“Pilih material yang bagus. Cuman kalau yang misalkan (keramik) KW-KW itu, kuat tekannya di bawah yang sesuai standar harusnya,” tuturnya.

Itulah beberapa penyebab keramik lantai meledak sampai terangkat. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Masih Banyak yang Salah Gunakan Pipa, PVC Bukan untuk Air Panas!



Jakarta

Masalah salah pilih jenis pipa ternyata masih sering terjadi di masyarakat. Banyak yang menggunakan satu jenis pipa untuk semua kebutuhan, padahal setiap jenis pipa punya fungsi yang berbeda.

Salah satu kesalahan paling umum adalah penggunaan pipa PVC untuk air panas, padahal pipa tersebut tidak dirancang untuk tahan suhu tinggi. Hal ini menjadi perhatian serius dari produsen sistem perpipaan Rucika dalam ajang IndoBuildTech 2025 yang digelar di ICE BSD, Tangerang.

“Masih banyak masyarakat yang belum paham fungsi masing-masing pipa. Misalnya, PVC digunakan untuk air panas, padahal itu berisiko karena tidak tahan suhu tinggi,” ujar Reynard Natamihardja, Corp. Brand Management & Activation Dept. Head Rucika, dalam keterangannya Senin (7/7/2025).


Rucika menyebut, edukasi soal pemilihan pipa yang tepat masih menjadi PR besar dalam industri konstruksi dan properti. Sebab, kesalahan memilih pipa bisa berdampak pada kebocoran, kerusakan sistem air, hingga biaya perbaikan yang membengkak.

Untuk menjawab tantangan itu, Rucika tak hanya pamer produk, tapi juga menyelenggarakan sejumlah sesi edukatif di booth mereka selama pameran. Mulai dari talkshow bersama arsitek Atelier Riri, hingga diskusi santai dengan para content creator.

Di IndoBuildTech 2025, Rucika juga memperkenalkan sejumlah produk terbaru yang dirancang khusus sesuai kebutuhan proyek modern. Salah satunya adalah Rucika Kelox PE-RT Multilayer, sistem pipa untuk air panas dan dingin bertekanan yang dikembangkan bersama Ke Kelit dari Austria.

“Pipa ini sudah menggunakan teknologi PUSH FIT, sistem sambungan tanpa las atau lem yang lebih cepat dan efisien saat pemasangan,” jelas Reynard.

Selain itu, ada juga Fosetpol, tiang keran berdesain estetis hasil kerja sama dengan Maezawa dari Jepang. Fosetpol cocok digunakan di area luar rumah seperti taman atau carport, dan diklaim tahan cuaca hingga 30 tahun.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

6 Tips agar Kamar Mandi Terasa Wangi Seperti Hotel Bintang 5


Jakarta

Kamar mandi merupakan salah satu area di dalam rumah yang paling gampang bau. Hal ini bisa terjadi karena kamar mandi jarang dibersihkan sehingga mengeluarkan aroma tak sedap.

Kamu pasti tidak akan betah berlama-lama di kamar mandi yang baunya bikin enek. Apalagi jika kedatangan tamu, pasti mereka akan menilai buruk tempat tinggal detikers karena aroma tak sedap dari kamar mandi.

Sebenarnya, jika kamar mandi dibersihkan secara rutin maka dapat mencegah munculnya bau. Meski begitu, kamu juga perlu menambahkan pewangi ruangan agar terasa segar dan harum.


Menurut pakar, ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar kamar mandi tetap wangi seperti hotel bintang lima. Penasaran? Simak dalam artikel ini.

Tips Mudah agar Kamar Mandi Terasa Wangi

Cara Palmer, pendiri organisasi sekaligus pakar kebersihan di Organize Every Room mengatakan, salah satu penyebab munculnya bau di kamar mandi karena kelembapan yang sangat tinggi.

“Kelembapan berlebih dapat menciptakan lingkungan yang cocok untuk jamur dan lumut tumbuh, sering kali hal tersebut jadi penyebab umum muncul bau di kamar mandi yang tidak kunjung hilang,” kata Palmer dikutip The Spruce, Senin (7/7/2025).

Palmer membagikan sejumlah tips mudah agar kamar mandi tetap wangi dan bersih. Berikut caranya:

1. Baking Soda

Bau tak sedap yang muncul di kamar mandi harus dibuang terlebih dahulu. Kamu bisa menggunakan baking soda karena dinilai dapat menyerap dan menetralkan bau.

Caranya gampang sekali, cukup tuang baking soda secukupnya ke dalam mangkuk kecil. Setelah itu, letakkan di sudut-sudut ruangan agar soda kue efektif menyerap bau tak sedap.

Pastikan kamu mengganti baking soda secara rutin agar dapat menyerap bau secara maksimal.

2. Cuka

Selain baking soda, kamu juga dapat menggunakan cuka untuk menghilangkan bau tak sedap di kamar mandi. Caranya dengan mencampur 3 sendok makan cuka putih dengan garam secukupnya ke dalam wadah, lalu aduk hingga tercampur rata.

Setelah itu, gosokkan larutan tadi ke sudut-sudut kamar mandi yang bau, kemudian siram dengan air bersih agar bau juga ikut larut.

3. Tanaman Hidup

Menanam tanaman di kamar mandi juga efektif untuk menghilangkan bau tak sedap di kamar mandi. Terdengar sepele, tapi sejumlah penelitian menunjukkan kalau sejumlah tanaman dapat menghilangkan polutan tertentu dari udara dan bahkan mengubahnya menjadi nutrisi.

Adapun sejumlah tanaman yang bisa ditaruh di kamar mandi, seperti lidah mertua, lidah buaya, sirih gading, hingga peace lily. Tak hanya mempercantik ruangan, hadirnya tanaman ini juga menambah keasrian dan bisa memberikan wangi yang segar.

4. Lemon

Lemon dikenal sebagai buah yang dapat menyegarkan tubuh. Di sisi lain, lemon juga bisa digunakan sebagai pengharum ruangan alami, khususnya pada kamar mandi.

Cukup dengan mengiris beberapa buah jeruk lemon dan taruh ke dalam wadah. Setelah itu, letakkan irisan lemon ke sejumlah sudut kamar mandi. Agar dapat memberikan kesegaran maksimal, pastikan kamu mengganti irisan lemon setiap 3-4 hari sekali.

5. Minyak Esensial

Tips berikutnya adalah menggunakan minyak esensial. Adapun sejumlah minyak esensial yang bisa digunakan, seperti lavender, chamomile, serai, hingga pepermin.

Untuk cara pakainya, tuang beberapa tetes minyak esensial ke dalam wadah dan masukkan bola-bola kapas. Setelah itu, letakkan bola kapas tadi ke sudut-sudut ruangan agar wanginya bisa menyebar.

6. Kayu Manis

Kayu manis juga bisa digunakan untuk membuat kamar mandi tetap wangi karena memiliki aroma yang kuat. Untuk cara pakainya cukup menaruh beberapa batang kayu manis ke dalam wadah, lalu letakkan di pojok kamar mandi.

Itu dia enam tips agar kamar mandi tetap wangi dan terasa segar. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

4 Hal yang Wajib Diperiksa Setelah Rumah Terendam Banjir


Jakarta

Hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya pada Minggu (6/7/2025) sore telah menyebabkan sejumlah wilayah terendam banjir. Dikutip dari detikNews, sebanyak 41 RT di Jakarta masih dilanda banjir hingga Senin (7/7/2025) dengan ketinggian air mencapai 50 cm.

Apabila rumah kamu termasuk yang kebanjiran, sebaiknya lakukan sejumlah pengecekan terlebih dahulu. Banjir tak hanya membuat rumah jadi kotor, tapi bisa merusak beberapa benda yang tak sempat diselamatkan.

Periksa 4 Hal Ini Setelah Rumah Terendam Banjir

Ada beberapa hal yang wajib diperiksa usai rumah terendam banjir. Dilansir dari Flood Info, berikut penjelasannya:


1. Cek Kabel Listrik

Langkah pertama yang wajib diperiksa adalah kabel listrik. Saat terendam banjir, ada potensi sejumlah kabel mengalami korsleting. Apabila tidak hati-hati maka kamu bisa tersengat listrik bahkan memicu kebakaran.

Apabila ingin membersihkan rumah, sebaiknya jangan langsung menyalakan aliran listrik dari Miniatur Circuit Breaker (MCB). Lalu, pastikan juga peralatan listrik sudah dicabut dari stop kontak untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

2. Periksa Tabung Gas

Saat rumah kebanjiran mungkin kamu tak sempat menyelamatkan seluruh barang, termasuk tabung gas. Jika banjir sudah surut, segera cek tabung gas di rumah karena dikhawatirkan mengalami kebocoran.

Jika mencium bau menyengat dari tabung gas, segera keluarkan ke tempat terbuka. Hal ini dapat terjadi karena tabung gas terlalu lama berada di tempat tertutup dan minim ventilasi.

Sebaiknya, jika sudah mengetahui tanda-tanda rumah akan terendam banjir segera lepas tabung gas dari selang kompor gas. Kemudian pindahkan tabung gas ke posisi yang aman dan tidak terendam banjir.

3. Pakai Sarung Tangan dan Alas kaki Tertutup

Ketika akan membersihkan rumah dari sisa banjir, disarankan memakai sarung tangan lateks dan alas kaki tertutup, misalnya sepatu boot yang setinggi mata kaki. Selain itu, gunakan juga kaus atau celana lengan panjang.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah kuman masuk ke dalam tubuh. Soalnya, banjir berasal dari air selokan maupun kali yang mengandung banyak bakteri jahat yang berbahaya bagi kesehatan.

4. Mengecek Dinding dan Lantai Rumah

Penting juga untuk mengecek seluruh kondisi rumah setelah terendam banjir. Dinding dan lantai tentunya sudah kotor sehingga wajib dibersihkan. Meski begitu, kamu juga wajib melihat apakah ada kerusakan yang ditimbulkan atau tidak.

Terutama pada dinding, setelah terendam banjir selama berhari-hari membuat dinding jadi basah dan lembap. Kondisi ini bisa membuat cat dinding jadi rusak, merusak struktur bangunan, hingga memicu tumbuhnya jamur dan lumut.

Sementara itu, lantai yang terendam air dan lumpur akibat banjir dapat menyebabkan kerusakan pada keramik. Kalau tidak segera dibersihkan, warna keramik bisa kusam sehingga tidak terlihat estetis.

Itu dia empat hal yang wajib diperiksa setelah rumah terendam banjir. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Biar Nggak Ketipu, Ini 3 Cara Mudah Bedakan Sertifikat Tanah Palsu dengan Asli


Jakarta

Sertifikat tanah merupakan salah satu dokumen yang diperlukan untuk proses jual-beli rumah maupun tanah. Sayangnya, dokumen tersebut kerap dipalsukan oleh oknum tertentu.

Jika sampai masyarakat membeli tanah yang memiliki sertifikat palsu tentunya akan sangat merugikan. Sudah keluar banyak uang, tetapi tanah yang didapatkan statusnya tidak jelas.

Nah, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui apakah sertifikat tanah itu asli atau palsu. Berikut ini informasinya.


Wujud Fisik

Dilansir dari Lamudi, dalam beberapa kasus sempat ditemukan cover atau sampul pada buku sertifikat tanah berwarna abu-abu. Padahal, buku sertifikat tanah umumnya berwarna hijau.

Sertifikat Tanah.Sertifikat Tanah. Foto: umsu.ac.id

Dalam catatan detikcom, jika sudah mengubah sertifikat analog menjadi elektronik, nantinya akan mendapatkan kertas berwarna cokelat muda. Lalu, di bagian belakangnya ada barcode serta peta yang menunjukkan letak bidang tanahnya. Untuk sertifikat elektronik juga bisa diakses dalam gadget pemilik tanah melalui aplikasi Sentuh Tanahku.

Sertifikat tanah elektronikSertifikat tanah elektronik Foto: Dok. Kementerian ATR/BPN

Cek Sertifikat Tanah Lewat Aplikasi Sentuh Tanahku

Selain lihat wujud fisiknya, bisa juga cek keabsahan sertifikat tanah lewat aplikasi Sentuh Tanahku. Berikut ini caranya.

1. Download aplikasi Sentuh Tanahku di Play Store atau App Store
2. Jika belum memiliki akun, sebaiknya daftar terlebih dahulu dengan memilih ‘Masuk’, pilih ‘Daftar di Sini’, lalu lengkapi data yang diperlukan
3. Selanjutnya cek link aktivasi di email dan klik tautan tersebut
4. Login untuk masuk ke aplikasi Sentuh Tanahku dengan username dan password yang sudah dibuat
5. Pilih layanan ‘Cari Bidang’ dan isi data yang diperlukan, bisa dengan data sertifikat analog dan bisa juga sertifikat elektronik. Jika ingin melihat bidang melalui sertifikat analog, isi Jenis Hak, Kantor Pertanahan, Desa/Kelurahan, dan Nomor Sertifikat. Sementara jika ingin melihat bidang tanah melalui sertifikat elektronik cukup isi NIBEL (nomor identifikasi bidang elektronik)
6. Klik ‘Cari Bidang Tanah’

Cek Sertifikat Lewat Website BHUMI

Berdasarkan catatan detikcom, mengecek keaslian sertifikat juga bisa dilakukan lewat website Bhumi. Website BHUMI.atrbpn.go.id merupakan situs peta interaktif yang terintegrasi dengan geoportal ATLAS untuk menggambarkan bidang-bidang tanah yang terdaftar di Kementerian ATR/BPN. Untuk mengecek keaslian sertifikat tanah, begini caranya.

1. Buka website https://bhumi.atrbpn.go.id/peta
2. Di bagian atas, klik simbol kaca pembesar bertanda peta
3. Klik Pencarian Bidang
4. Pilih NIB/HAK/NIBEL
5. Isi sesuai data yang diperlukan
6. Klik “Cari Bidang”. Nantinya akan muncul informasi terkait bidang tanah yang dicari.

Itulah cara memastikan keaslian sertifikat tanah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/das)



Sumber : www.detik.com

Bisa Bikin Bau, Hindari 5 Kesalahan Ini Saat Membersihkan Dapur


Jakarta

Membersihkan dapur perlu dilakukan, apalagi jika sering digunakan. Jika tidak, tentunya dapur akan menjadi sangat kotor dan penghuni rumah enggan menggunakannya.

Membersihkan dapur sebaiknya tidak dilakukan secara asal-asalan. Bukannya bersih, nanti malah bikin dapur makin kotor bahkan bau.

Ada beberapa kesalahan yang harus dihindari saat membersihkan dapur. Dilansir dari Homes & Gardens, berikut ini informasinya.


1. Tidak Bersihkan Tempat Sampah

In de zorgtempat sampah. Foto: Getty Images/iStockphoto/Anne van der Veer

Jangan salah lho, tempat sampah juga harus dibersihkan. Kalau tidak dibersihkan bisa menimbulkan bau hingga menampung bakteri.

Untuk mencegahnya, penghuni rumah harus mencuci bagian dalam tempat sampah seminggu sekali dengan air sabun hangat dan taburkan baking soda di bagian bawah tempat sampah untuk menyerap bau.

“Kosongkan tempat sampah secara teratur dan bilas bagian dalam tempat sampah dengan sabun lembut dan air panas untuk menghilangkan sisa-sisa makanan. Gunakan semprotan desinfektan dan biarkan tempat sampah mengering sepenuhnya untuk mencegah penumpukan kelembapan,” ujar pendiri Fresh Tech Maid, Wells Ye, dikutip dari Homes & Gardens.

2. Tidak Bersihkan Bagian Belakang Perabotan Dapur

ilustrasi kulkasilustrasi kulkas Foto: Getty Images/asbe

Penghuni rumah jangan sampai terlewat untuk membersihkan bagian belakang perabotan dapur, seperti kulkas, oven, maupun microwave. Sebab, tumpukan debu, sisa makanan, maupun minyak lama-lama bisa susah dihilangkan jika didiamkan terlalu lama bahkan meningmbulkan bau.

Penghuni rumah bisa membersihkan debu terlebih dahulu lalu bersihkan minyak atau kotoran dengan kain dan semprotan pembersih. Jangan lupa, saat membersihkan kulkas periksa kumparan dan bersihkan debu yang menumpuk untuk mengurangi konsumsi energi.

3. Mengabaikan Saluran Pembuangan Wastafel

Water flowing out of a kitchen stainless steel tap into the sink. Wasting water by leaving a chrome faucet tap runningIlustrasi wastafel. Foto: Getty Images/vovashevchuk

Jangan salah lho, saluran pembuangan wastafel yang tidak dirawat bisa jadi tempat perkembangbiakan bakteri dan menimbulkan bau. Hal itu karena sampah makanan, minyak, maupun buih sabun yang menumpuk bisa membuat saluran pembuangan wastafel tersumbat.

Untuk membersihkannya, penghuni rumah bisa menggunakan menuangkan setengah cup baking soda dan satu cup cuka putih ke dalam saluran pembuangan. Biarkan selama 5-10 menit untuk memecah kotoran dan menghilangkan bau, lalu bilas dengan air mendidih untuk membuang residu.

4. Tidak Ganti Spons Cuci Piring

Blue whale sponge isolated on white background. Top viewIlustrasi spons. Foto: Istock

Penghuni rumah disarankan untuk mengganti spons cuci piring setiap 1-2 minggu sekali atau jika sudah menimbulkan bau. Kalau digunakan terlalu lama, khawatir bisa menjadi tempat menampungnya bakteri.

5. Terlalu Banyak Pakai Sabun Cuci Piring

Close up of woman hands  washing a plate with a cleaning sponge in a kitchen sink. A faucet with flowing water and a dish washing soap are visible. The sink is full of water and soap sud. High resolution 42Mp indoors digital capture taken with SONY A7rII and Zeiss Batis 25mm F2.0 lensIlustrasi cuci piring. Foto: Getty Images/fcafotodigital

Biasanya, menggunakan banyak sabun cuci piring dianggap bisa membuat peralatan makan bersih kinclong. Akan tetapi, terlalu banyak penggunaan sabun cuci piring justru bisa menimbulkan residu tipis pada peralatan makan dan wastafel.

Residu itu bisa membuat piring tampak keruh. Untuk menghilangkan residu bisa dengan mencuci pakai beberapa tetes sabun cuci piring dan dibilas dengan air panas.

Perlu diketahui bahwa membersihkan dapur bukan hanya lap-lap saja tetapi juga harus memperhatikan perabotan sekitar. Hindari kesalahan-kesalahan tersebut agar dapur tidak mengeluarkan bau tak sedap.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/das)



Sumber : www.detik.com

Jangan Asal, Ini 8 Cara Bersihkan Rumah Usai Terendam Banjir


Jakarta

Banjir sering kali melanda sejumlah daerah di Indonesia. Ketika banjir mulai surut, tentu kamu harus segera membersihkan rumah karena sangat kotor akibat lumpur.

Membersihkan rumah dari banjir juga tak bisa sembarangan. Sebab, lumpur dan sisa air banjir mengandung banyak bakteri. Kalau tidak dibersihkan dengan tepat bisa berbahaya bagi kesehatan.

Di sisi lain, membersihkan rumah dari banjir secara asal juga meninggalkan sisa lumpur atau kotoran yang menempel. Hal ini bisa menyebabkan bau tak sedap ke seluruh rumah.


Ingin tahu apa saja tips membersihkan rumah setelah terendam banjir? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

Cara Membersihkan Rumah yang Terendam Banjir

Ada sejumlah hal yang harus diperhatikan saat membersihkan rumah usai kebanjiran. Dilansir situs NSW Health, Senin (7/7/2025), berikut langkah-langkahnya:

1. Siram Air ke Seluruh Ruangan

Langkah yang pertama adalah menyiram air bersih ke seluruh ruangan. Hal ini dilakukan untuk membersihkan lumpur dan kotoran dari sisa banjir. Kamu dapat menyiram air dengan selang dari posisi paling tinggi agar bisa menjangkau ke seluruh sudut rumah.

2. Keringkan Rumah

Setelah disiram air, kamu perlu mengeringkan seluruh rumah yang terendam banjir. Soalnya, rumah yang masih basah atau lembap bisa memicu tumbuhnya jamur dan lumut.

Caranya adalah dengan membuka seluruh jendela dan pintu rumah ketika cuaca panas. Disarankan juga menyalakan kipas angin untuk mempercepat proses pengeringan. Cek juga apakah ada sisa air atau lumpur yang terperangkap di rongga atau lantai rumah.

3. Bersihkan Dinding dan Lantai

Lantai dan dinding wajib dibersihkan setelah rumah terendam banjir. Kamu dapat membersihkannya dengan air panas dan sabun. Agar kuman dan bakteri mati, bisa juga menggunakan sabun antiseptik atau semprotkan larutan pemutih klorin.

Setelah dibersihkan, keringkan lantai dan dinding agar tidak lembap. Cek kembali apakah masih ada sisa kotoran yang menempel di dinding ataupun lantai.

4. Bersihkan Furnitur

Beberapa furnitur juga wajib dibersihkan setelah terendam banjir, seperti meja, kursi, hingga lemari. Cuci dengan sabun antiseptik agar tidak ada kuman dan bakteri yang menempel di benda tersebut.

Untuk furnitur seperti kasur atau sofa dapat dicuci dengan air hangat dan detergen. Setelah itu, jemur di bawah sinar matahari sampai kering.

5. Cuci Bahan Kain

Untuk seprai, selimut, dan pakaian yang terendam banjir juga wajib dicuci. Caranya adalah dengan direndam di air panas, jika bahan tersebut memang tahan panas. Selain itu, bahan kain juga bisa dicuci dengan metode dry clean.

6. Disinfektan Benda-benda di Rumah

Beberapa benda di rumah mungkin tak sempat diselamatkan saat terendam banjir. Maka dari itu, penting untuk melakukan disinfektan pada seluruh benda, seperti peralatan makan, alat masak, hingga mainan anak-anak.

Seluruh benda tersebut wajib dicuci dengan air panas dan dibersihkan pakai sabun antiseptik. Setelah itu, jemur di bawah sinar matahari hingga kering.

7. Atasi Jamur dan Lumut

Salah satu risiko jika membersihkan rumah yang terendam banjir dengan tidak tepat adalah menimbulkan jamur dan lumut. Jika menemukan jamur atau lumut kamu dapat membasminya dengan cairan pemutih.

8. Pakai Sarung Tangan dan Alas Kaki

Banyak orang yang membersihkan rumah bekas banjir tidak menggunakan sarung tangan dan alas kaki khusus, seperti sepatu boot. Padahal, kamu bisa saja menginjak atau memegang benda yang kotor dan dipenuhi banyak kuman.

Selain itu, alas kaki juga melindungi diri dari sampah-sampah yang berserakan karena terseret arus banjir. Hal ini untuk mencegah kamu menginjak kayu, kaca, atau benda tajam lainnya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

Cegah Korsleting Listrik, 5 Hal Ini Perlu Dilakukan saat Rumah Banjir


Jakarta

Ketika rumah kebanjiran, tentu kamu harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. Selain menyelamatkan diri dan sejumlah barang berharga, pastikan kamu juga mengecek kelistrikan di rumah.

Soalnya, arus pendek listrik sangat rentan terjadi karena air merupakan konduktor listrik yang baik. Jika instalasi listrik sampai terendam banjir, maka risiko korsleting dan sengatan listrik meningkat drastis.

Sebagai bentuk antisipasi, ada beberapa hal yang perlu dilakukan terhadap kelistrikan di rumah saat banjir melanda. Apa saja? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


Hal yang Wajib Dilakukan saat Rumah Banjir Demi Cegah Korsleting

Ada sejumlah hal yang wajib dilakukan ketika rumah terendam banjir. Dikutip dari Perl Electrical, Senin (7/7/2025), berikut penjelasannya:

1. Matikan Instalasi Listrik

Apabila banjir belum tinggi, segera matikan instalasi listrik. Kamu dapat mematikan Mini Circuit Breaker (MCB) guna memutus pasokan listrik ke rumah. Langkah ini dapat mencegah risiko sengatan listrik dan meminimalisir kerusakan pada komponennya, seperti stopkontak hingga barang elektronik.

2. Pindahkan Barang Elektronik

Ketika banjir melanda, segera pindahkan barang elektronik seperti TV, kulkas, kipas angin, hingga berbagai benda lainnya yang terhubung ke stopkontak. Pindahkan barang tersebut ke tempat yang lebih aman. Jika rumah kamu terdiri dari dua lantai atau lebih, segera amankan barang elektronik ke lantai atas.

3. Tunggu Hingga Aman

Saat banjir sudah mulai surut, bukan berarti kamu bisa langsung menyalakan instalasi listrik. Sebab, sisa air banjir yang tidak dikeringkan berisiko menyebabkan kelembapan, sehingga menimbulkan risiko terjadinya arus pendek listrik pada komponen tertentu.

4. Cek Kembali Barang Elektronik

Meski barang elektronik sudah berhasil dievakuasi, pastikan kamu melakukan pengecekan terlebih dahulu. Jangan langsung berasumsi kalau benda tersebut aman karena tidak terkena banjir.

Sebab, meski terlihat kering dari bagian luar tetapi komponen internal di dalamnya bisa saja rusak. Jika kamu ragu, segera bawa perangkat elektronik tersebut ke service center terdekat dari rumah untuk dicek lebih lanjut.

5. Hindari Stopkontak yang Terkena Air

Stopkontak yang sudah terendam banjir sebaiknya jangan digunakan lagi karena air dapat menghantarkan listrik. Selain menimbulkan kerusakan pada barang elektronik, kamu juga bisa tersengat arus listrik.

Disarankan seluruh komponen stopkontak hingga sakelar rumah diganti dengan yang baru. Langkah ini untuk mencegah terjadinya korsleting listrik yang bisa memicu kebakaran.

Mengutip laman Kementerian ESDM, listrik akan dipadamkan oleh PLN apabila rumah pelanggan terendam banjir cukup tinggi serta gardu distribusi listrik ikut terendam banjir.

Apabila aliran listrik yang terkena banjir tidak kunjung padam, segera hubungi contact center PLN 123. Ikuti juga arahan dari petugas PLN untuk mencegah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com