Category Archives: Tips Properti

5 Benda yang Tak Boleh Dicat, Ada yang Bisa Picu Kebakaran


Jakarta

Beberapa orang berpikir, untuk memperbaiki tampilan benda di rumah terutama soal warna, salah satu solusinya adalah dengan mengecatnya. Dengan begitu, mereka tidak perlu membeli barang baru.

Anggapan seperti ini tidak ada salahnya karena untuk mengubah warna tidak sesulit mengubah bentuk. Namun, tidak semua benda bisa diganti warnanya sesuka hati. Ada beberapa benda di rumah yang seharusnya tetap dengan warna yang ada karena sudah dipertimbangkan dari sisi keselamatan dan kelayakan.

5 Benda di Rumah yang Tidak Boleh Dicat

Dilansir dari Real Simple, berikut 5 benda di rumah yang sebaiknya tidak dicat.


1. Lantai Kayu

Material untuk lantai tidak hanya dari batuan, melainkan ada material kayu yang memberikan kesan hangat pada rumah. Kayu biasanya berwarna kecoklatan, kemerahan, hingga hitam. Namun, saat ini semakin banyak jenis lantai kayu buatan yang tersedia dengan berbagai macam ketebalan, ukuran, model, hingga warna.

Jadi jangan sekali-kali mencoba untuk mengecat ulang atau mengubah bentuk lantai kayu baik yang buatan maupun asli. Lebih baik, buat lantai kayu yang sesuai dengan keinginan atau customize.

2. Alat Elektronik Rumah Tangga

Benda kedua yang dilarang untuk dicat ulang secara asal adalah perangkat elektronik di rumah. Biasanya orang mengecat perangkat elektronik di rumah karena warna yang kurang sesuai dengan interior atau ingin melakukan pengecatan ulang saja agar tampilannya seperti baru. Cara ini sangat dilarang karena dapat menyebabkan kebakaran.

“Secara umum, saya tidak akan mengecat peralatan rumah tangga karena cat bisa mengganggu pengoperasian dan listrik, sehingga menimbulkan bahaya kebakaran,” kata seniman dan desainer Elizabeth Sutton, seperti yang dikutip dari Real Simple, Senin (14/7/2025).

3. Keramik Lantai

Keramik lantai adalah material yang sebenarnya sudah memiliki warna dan corak sendiri. Cara pewarnaannya pun tidak dengan dicat seperti mengecat dinding karena beberapa keramik permukaannya mengkilap, bukan halus seperti dinding. Menurut Elizabeth Sutton, mengecat lantai keramik tidak membuat tampilannya menjadi lebih bagus.

Selain itu, cat pada keramik akan mudah mengelupas dan terlihat tidak rapi. Sebagai alternatif, kamu bisa menggunakan ubin backsplash yang bisa dilepas-pasang agar bisa digonta-ganti dengan lebih mudah dan estetis.

“Jangan pernah mengecat ubin. Tidak akan pernah terlihat bagus,” kata Sutton.

4. Trim Kayu Alami

Trim kayu adalah penutup sepanjang garis plafon atau lantai kayu. Bentuknya siku-siku yang tidak tajam. Rumah-rumah zaman dahulu banyak yang menggunakan ini dengan warna aslinya. Namun, saat ini kebanyakan orang lebih memilih warna putih agar senada dengan warna plafonnya.

Mengecat trim kayu alami justru dapat membuat serat kayu identiknya hilang dan merusak tampilannya. Jika ingin mengubah warnanya, lebih baik gunakan plitur atau pernis. Plitur atau pernis bersifat transparan sehingga memungkinkan keindahan alami kayu tetap terlihat.

5. Benda dari Logam

Bahan logam tidak bisa sembarangan dilapisi cat karena justru dapat memicu korosi. Benda tersebut misalnya kenop, keran, dan engsel.

Sebaiknya pakai cat khusus untuk logam yang memang memiliki kandungan perlindungan terhadap korosi. Selain itu, logam yang dicat mudah tergores dan rusak tampilannya karena terkadang lapisannya tidak menempel dengan erat.

Menurut Kat Christie, kontraktor berlisensi dan ahli DIY, mengecat kunci atau pegangan pintu juga bisa menyebabkan masalah serius, termasuk masalah keamanan jika cat masuk ke dalam kunci sehingga menutup jalan masuknya kunci.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/dhw)



Sumber : www.detik.com

Awas! 5 Makhluk Ini Sering Menyelinap Masuk Kamar Mandi



Jakarta

Berbagai hewan bisa menyelinap masuk ke dalam rumah. Biasanya, mereka mencari tempat yang lembap seperti kamar mandi.

Kehadiran hama seperti nyamuk, laba-laba, dan kecoak bisa mengganggu kenyamanan penghuni rumah. Bayangkan saja, hewan-hewan kecil hinggap pada tubuh penghuni, tentu akan bikin risih bukan?

Lalu, makhluk apa saja yang suka masuk kamar mandi dan bagaimana cara membasminya? Simak penjelasannya berikut ini.


5 Makhluk yang Suka Masuk Kamar Mandi

Inilah sederet hama yang kerap masuk kamar mandi beserta cara mengatasinya, dikutip dari az Animals.

1. Nyamuk

Kasus DBD melonjak 40%, komunitas Filipina tawarkan warga jadi pemburu nyamuk bayaranNyamuk Foto: BBC World

Nyamuk terkadang ditemukan berterbangan di dalam kamar mandi. Serangga ini muncul dari wastafel dan saluran pembuangan kamar mandi, yakni tempat mereka bertelur. Mereka memang menyukai area yang hangat dan lembap.

Jika tak ingin ada nyamuk, penghuni perlu menghilangkan genangan air di kamar mandi. Kemudian, semprotkan campuran cuka, gula, dan detergen untuk membasmi nyamuk.

2. Laba-laba

European Journal of Entomology pernah membahas laba-laba golongan Oonopidae bisa bereproduksi tanpa pejantan.Laba-laba Foto: Wikipedia

Laba-laba bisa masuk ke kamar mandi lewat celah kecil, lubang ventilasi, jendela, hingga wastafel. Biasanya laba-laba mencari sumber air di kamar mandi. Mereka pun dapat bersembunyi di balik handuk dan pakaian basah.

Untuk mencegah laba-laba, sebaiknya tutup retakan dan celah. Lalu, semprotkan campuran cuka dan air di sudut-sudut kamar mandi untuk mengusir laba-laba.

3. Lalat Limbah

Lalat LimbahLalat Limbah Foto: lucaspezeta/pexels

Lalat limbah menyukai genangan air, terutama pada saluran pembuangan yang pancuran dan wastafelnya memiliki aliran air lambat. Serangga ini biasanya ditemukan dekat pipa bocor, genangan air, saluran pembuangan, dan kamar mandi yang tak terpakai.

Cara mengatasi lalat limbah adalah menghilangkan genangan air. Lalu, perbaiki saluran air tersumbat dan pipa bocor.

Penghuni juga bisa memasang perangkap untuk membasmi lalat limbah. Siapkan mangkuk berisi campuran cuka apel dan detergen pencuci piring. Letakkan perangkap ini di tempat yang sering dihinggapi lalat.

4. Kecoak

Close up hand hold Dead Cockroach tentacleKecoak Foto: Getty Images/iStockphoto/ananaline

Kecoak juga sering ditemukan merayap di kamar mandi, misalnya di dalam kabinet, bawah wastafel, dan belakang WC. Serangga suka muncul di kamar mandi yang lembap dan punya permasalahan perpipaan.

Kalau mau kamar mandi bebas kecoak, tutup akses masuknya, seperti celah, lubang, dan lubang pembuangan. Lalu, perbaiki keran yang bocor. Basmi kecoak dengan menaburkan soda kue dan gula di area bermasalah.

5. Kelabang

KelabangKelabang Foto: Pixabay/Alexas_Fotos

Terakhir, ada kelabang yang suka merayap dan bersembunyi di celah-celah dan saluran pembuangan kamar mandi. Hewan ini mencari tempat yang lembap dan hangat, misalnya tempat kebocoran dan genangan air.

Itulah beberapa hewan yang suka ditemukan di dalam kamar mandi. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

Noda Jamur pada Plafon Kamar Mandi Bisa Dibasmi, Begini Caranya!


Jakarta

Kamar mandi merupakan ruangan paling lembap di rumah. Segala jenis benda dan bagian di kamar mandi mudah sekali berjamur. Apabila didiamkan justru dapat mempengaruhi kesehatan penggunanya.

Sekarang, coba cek kondisi plafon di kamar mandi masing-masing. Apabila kelihatan muncul noda air, noda kecoklatan, hingga noda kehitaman, berarti plafon tersebut sudah ditumbuhi jamur. Biasanya kamar mandi jadi sering tercium bau tak sedap karena pertumbuhan jamur tersebut.

Hal yang perlu dilakukan untuk mengatasi jamur pada plafon adalah dengan menghentikan pertumbuhannya. Caranya dengan mencegah kamar mandi terlalu lembap. Usahakan kamar mandi memiliki ventilasi agar ketika tidak digunakan kamar mandi bisa kering.


Menurut kontraktor Wildan, apabila plafon sudah berjamur, solusinya adalah dengan mengganti plafon tersebut dengan yang baru, apalagi jika permukaannya sudah berlubang. Namun, menurut laman The Spruce, ada cara untuk menghilangkan noda jamur tersebut.

Cara Menghilangkan Jamur pada Plafon

1. Campurkan Larutan Pembersih

Untuk menghilangkan noda jamur pada plafon dibutuhkan larutan yang ampuh. Larutan pembersih tersebut terdiri dari sabun pencuci piring, pemutih pemutih, air hangat.

Cara membuat larutan pembersih adalah dengan mencampurkan sabun pencuci piring, pemutih pemutih, dan air dengan perbandingan 1:2:1 dalam sebuah ember atau wadah plastik.

Apabila noda jamur tidak begitu besar bisa dengan campurkan satu sendok makan sabun pencuci piring, setengah cangkir pemutih klorin, dan satu cangkir air hangat ke dalam botol semprot.

2. Gunakan Alat Pelindung

Saat membersihkan plafon berjamur, diperlukan beberapa alat pelindung karena terdapat spora yang bahaya apabila terhirup manusia. Spora ini tidak terlihat sehingga sulit untuk mendeteksi ketika sudah terhirup. Pakai pakaian yang jarang dipakai, kacamata bening yang menutupi mata, masker tebal yang menutupi mulut dan hidup. Kemudian pakai sarung tangan dan ketika memanjat ada orang lain yang mengawasi.

Pastikan ventilasi di kamar mandi terbuka untuk sirkulasi udara. Sebab, ketika membersihkan biasanya akan mudah berkeringat. Semprot atau lap plafon dengan larutan pembersih. Pastikan permukaan plafon basah, tetapi tidak terlalu berlebihan untuk mencegah kerusakan. Biarkan larutan pembersih mengering di udara.

3. Periksa Kembali Noda

Setelah plafon benar-benar kering, periksa noda jamur. Biasanya noda jamur yang baru beberapa hari muncul dapat hilang. Jika masih terlihat bintik-bintik gelap, kamu bisa ulangi proses pembersihan. Pasalnya, jika tidak benar-benar membunuh jamur pada plafon kamar mandi, maka dipastikan jamur tersebut akan tumbuh kembali. Apabila setelah 1-2 bulan noda jamur tersebut masih ada, bahkan bertambah, satu-satunya cara untuk membersihkannya adalah dengan mengganti plafon tersebut.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Keran Air Menetes Terus? Bisa Jadi Ini Biang Keroknya



Jakarta

Pernahkah menemui keran air yang terus menetes meski sudah ditutup rapat? Kondisi seperti itu bisa membuat risih para penghuni rumah.

Keran air menetes membuat air terbuang percuma. Lalu, suara tetesan air yang berjatuhan tanpa henti mengganggu ketenangan.

Lantas, kenapa keran air menetes terus ya? Simak penjelasannya berikut ini.


Penyebab Keran Air Menetes

Inilah sederet biang kerok keran air menetes, dikutip dari Swan’s Plumbing.

1. Komponen Longgar atau Rusak

Keran terdiri dari berbagai komponen, seperti ring-o, seal, washer, dan katup. Komponen tersebut sewaktu-waktu bisa longgar atau rusak. Kalau komponen longgar atau tidak dipasang dengan benar, keran air akan bocor.

2. Washer Aus atau Rusak

Kemudian, penyebab kebocoran keran yang paling umum adalah washer yang aus atau rusak. Washer merupakan plastik kecil atau segel karet di dalam gagang keran. Fungsinya untuk mencegah air mengalir saat keran ditutup.

3. Korosi dan Penumpukan Mineral

Keran air bocor dapat disebabkan oleh mineral dan endapan dari air. Hal itu menimbulkan korosi atau penyumbatan, sehingga mengganggu fungsi komponen keran.

4. Tekanan Air Terlalu Besar

Selain itu, tekanan air yang terlalu besar juga mengakibatkan keran bocor. Pasalnya, tekanan air dapat menekan komponen di dalam keran dan mengakibatkan kebocoran. Penghuni bisa memasang pengatur tekanan saluran air untuk mencegah kerusakan.

5. Faktor Usia

Faktor usia juga bisa jadi penyebab keran air menetes. Komponen keran lama-lama akan aus hingga menyebabkan kebocoran.

6. Pipa Retak atau Rusak

Air yang menetes tidak selalu berasal dari keran, tetapi bisa dari titik sambungannya. Hal ini disebabkan oleh pipa yang retak atau rusak.

Itulah beberapa penyebab keran air menetes. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Kisaran Harga Satuan Genteng Beton Terbaru 2025


Jakarta

Ada banyak jenis genteng yang dijual di pasaran, salah satunya adalah genteng beton. Genteng ini banyak digunakan pada rumah-rumah karena memiliki sejumlah keunggulan.

Sebagai informasi, bahan dasar genteng beton terbuat dari campuran pasir, semen, air, kapur mill, dan fly ash (limbah dari pembuatan batu bara). Dalam proses pembuatannya, genteng beton diolah dalam proses pemanasan dan ekstrusi tekanan tinggi.

Genteng beton kerap dipilih masyarakat sebagai atap rumah karena punya daya tahan yang kuat. Dengan begitu, genteng ini lebih tahan lama untuk digunakan selama beberapa tahun mendatang.


Apabila tertarik menggunakan genteng beton untuk atap rumah, sebaiknya cari tahu dulu kisaran harganya di pasaran. Simak selengkapnya dalam artikel ini.

Harga Genteng Beton Terbaru 2025

Sebagai informasi, harga genteng beton dapat berbeda tergantung dari ketentuan setiap toko bangunan. Selain itu, harganya juga beragam tergantung dari merek dan kualitas genteng yang dipilih.

Pada umumnya, genteng beton dijual dalam hitungan per unit (pieces/pcs) dengan ukuran genteng sekitar 33 x 42 cm. Dari pantauan detikProperti di berbagai e-commerce, Selasa (15/7/2025), berikut kisaran harga satuan genteng beton terbaru 2025:

  • Genteng beton flat minimalis: Rp 5.900/pcs
  • Genteng beton flat hitam: Rp 6.000/pcs
  • Genteng beton flat merah: Rp 6.000/pcs
  • Genteng beton flat Monier Exel: Rp 7.000/pcs
  • Genteng beton flat Triple S Multiline: Rp 5.500/pcs
  • Genteng beton flat Mutiara Urat Batu: Rp 6.500/pcs
  • Genteng beton Cisangkan Dual Slate: Rp 10.900/pcs
  • Genteng beton Cisangkan Victoria Slate: Rp 10.900/pcs
  • Genteng beton gelombang/garuda: Rp 4.500/pcs.

Sebagai catatan, harga di atas dapat berubah sewaktu-waktu tergantung ketentuan pihak toko bangunan. Pastikan kamu memilih genteng beton yang punya kualitas baik dan sesuaikan dengan budget.

Kelebihan dan Kekurangan Genteng Beton

Genteng beton memang dinilai lebih kokoh dan tahan lama. Meski begitu, ada sejumlah kekurangan dari genteng jenis ini yang perlu diketahui.

Dalam catatan detikProperti, berikut kelebihan dan kekurangan genteng beton untuk material atap rumah:

Kelebihan

  • Tahan lama
  • Ramah lingkungan
  • Minim perawatan

Kekurangan

  • Harganya lebih mahal dari jenis genteng lain
  • Berat
  • Pemasangannya cukup sulit.

Demikian kisaran harga satuan genteng beton terbaru di 2025 beserta kelebihan dan kekurangannya. Semoga membantu detikers!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/abr)



Sumber : www.detik.com

Kenapa Banyak Kamitetep Muncul di Rumah? Ini Penyebab dan Cara Basminya


Jakarta

Kamitetep atau Phereoeca uterella merupakan serangga sejenis ngengat. Penghuni bisa menemukan serangga ini berbentuk seperti biji labu di sekitar rumah, terutama di ruangan yang kotor.

Kehadiran kamitetep membuat rumah terkesan kotor. Selain itu, serangga ini bisa membuat badan gatal-gatal atau iritasi kalau sampai tersentuh. Biasanya kamitetep terlihat menepel pada tembok, sudut ruangan, maupun kolong furniture.

Kenapa banyak kamitetep muncul di rumah ya? Simak penjelasannya berikut ini.


Penyebab Kamitetep Muncul di Rumah

Inilah beberapa penyebab ada kamitetep di dalam rumah, dikutip dari Bugwiz.

1. Rumah Jarang Dibersihkan

Ruangan yang kotor atau diabaikan rawan didatangi kamitetep. Jangan kaget kalau mendapati banyak kepompong kamitetep kalau jarang membersihkan rumah, apalagi kalau sampai berbulan-bulan.

Serangga ini biasanya ditemukan di kamar tidur, dapur, dan garasi. Mereka dapat menempel pada kayu, batu bata, dinding, dan plesteran.

2. Banyak Sumber Makanan

Kamitetep senang tinggal di tempat yang banyak sumber makanan. Mereka bisa makan berbagai bahan organik, seperti debu, kain, rambut, serangga mati, hingga sarang laba-laba. Nah, kamitetep bakal betah tinggal di rumah yang jarang dibersihkan karena terdapat banyak makanan mereka.

3. Lingkungan Memadai

Kamitetep akan tinggal di tempat yang lingkungannya memadai buat mereka berkembang biak. Serangga ini tidak pilih-pilih soal tempat berlindung asalkan tempatnya cukup lembap. Mereka menyukai lingkungan yang lembap, panas, terlindungi, dan minim gangguan.

4. Ada Celah buat Masuk Rumah

Serangga tersebut sebenarnya berasal dari luar rumah, namun kamitetep betina dewasa yang sudah kawin akan masuk rumah untuk bertelur. Mereka akan menemukan celah untuk masuk rumah.

Selain itu, kamitetep bisa tak sengaja terbawa ke dalam rumah. Hal ini bisa terjadi ketika penghuni membawa benda baru ke dalam rumah, misalnya karpet, furniture, dan tanaman.

Cara Basmi Kamitetep

Inilah langkah-langkah yang perlu dilakukan biar rumah bebas dari kamitetep.

1. Bersihkan Rumah

Penghuni harus rajin menjaga kebersihan dan menghilangkan kotoran di rumah. Sebab, kamitetep suka makan bahan-bahan organik, misalnya kain, sarang laba-laba, dan serangga mati.

2. Kurangi Tingkat Kelembapan Ruangan

Supaya kamitetep nggak berkembang biak di rumah, coba kurangi kelembapan ruangan. Caranya dengan memastikan tidak ada genangan air dan barang lembap. Lalu, pastikan sirkulasi udara lancar di dalam ruangan.

3. Gunakan Sabun Cuci Piring

Jika menemukan kamitetep, penghuni dapat membasminya menggunakan sabun cuci piring. Campurkan 2 sendok makan sabun cuci piring cair ke dalam 3-4 liter air. Pastikan cairan tersebut tidak sampai banyak busa.

Tusuk kepompong hewan agar tidak bergerak sekaligus membuat lubang kecil. Lalu, semprotkan cairan yang baru dibuat pada kamitetep.

Itulah penyebab dan cara mengatasi kamitetep yang masuk rumah. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/abr)



Sumber : www.detik.com

Biar Nggak Ketinggalan Zaman, Begini Cara Pilih Cat Eksterior


Jakarta

Memilih warna cat eksterior sebaiknya tidak dilakukan sembarangan. Jika salah pilih warna justru bisa membuat rumah terlihat kusam hingga ketinggalan zaman.

Banyaknya warna untuk dipertimbangkan tentunya sangat penting untuk memilih yang pas untuk rumah dan juga tak lekang oleh waktu. Pemilik pastinya nggak mau rumahnya sudah terlihat ketinggalan zaman padahal baru dicat beberapa tahun lalu.

Salah satu warna yang sangat tidak disarankan untuk eksterior rumah adalah kuning. Para desainer sepakat bahwa warna tersebut bisa membuat rumah tampak tidak menarik dan terkesan jadul.


Pendiri Studio Envie Jennifer Carter menuturkan cukup sulit untuk mendapatkan warna kuning sempurna. Terkadang terlalu kuning, terlalu kusam, atau terkadang terlihat keruh.

Untuk mendapatkan warna eksterior rumah yang tepat, para desainer menyarankan beberapa hal. Dilansir dari Real Simple, berikut ini cara untuk memilih cat eksterior yang tepat.

Hindari Warna yang ‘Berani’

Desainer Melissa Mahoney menyarankan untuk menghindari warna-warna yang berani untuk eksterior rumah. Menurutnya, sebaiknya gunakan warna yang berani atau yang cerah pada pintu depan.

Pilih Warna yang Berbeda dari Rumah Tetangga

Mahoney menyarankan untuk memilih warna yang berbeda dari rumah tetangga. Menurutnya jika warna rumah sama seperti milik tetangga sekitar sangat disayangkan karena akan kehilangan sentuhan personal.

Walau demikian, desainer Erin Tripodi mengingatkan untuk tidak berpikir terlalu out of the box agar terlihat sangat unik.

“Rumah Anda harus tetap terasa seperti bagian dari lingkungan (perumahan),” katanya, dikutip dari Real Simple.

Cek Warna Dulu

Cara lainnya adalah mengecek warna dulu alias swatch cat di dinding luar rumah untuk mengetahui apakah cocok atau tidak.

“Selalu uji tiga hingga empat sampel pada eksterior Anda dan amati pada waktu yang berbeda dalam sehari sebelum berkomitmen,” ujar Tripodi.

Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan warna cat dinding eksterior yang cocok dengan rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/zlf)



Sumber : www.detik.com

Kata Ahli, Singkirkan Barang Ini Kalau Mau Rumah Cepat Laku DIjual


Jakarta

Biasanya, kesan pertama yang ditimbulkan sangat penting saat menjual rumah. Selain itu, apa yang dilihat oleh calon pembeli bisa membuat perbedaan.

Para ahli real estat menyarankan untuk menyingkirkan beberapa barang agar rumah bisa cepat terjual. Umumnya, barang-barang yang harus disingkirkan menyangkut dengan personal pemilik rumah, seperti foto keluarga maupun atribut kesukaan dari tim olahraga favorit.

Berikut ini merupakan informasi mengenai benda-benda yang harus disingkirkan agar rumah bisa cepat laku terjual dilansir dari The Spruce.


Foto Keluarga

Para ahli real estat sepakat sebaiknya foto keluarga tidak terlihat atau disingkirkan dulu sebelum rumah dijual. Menyingkirkan barang-barang personal membuat rumah terasa lebih netral yang bisa membuat calon pembeli membayangkan tinggal di sana.

Furniture Besar

Saat calon pembeli meninjau rumah, mereka memperhatikan beberapa hal utama, salah satunya adalah ukuran ruangan. Jadi, sebaiknya meminimalkan jumlah furniture.

Furniture yang diletakkan secukupnya saja agar tetap nyaman dan tidak terkesan berantakan. Dengan begitu, furniture besar sebaiknya disingkirkan.

“Pertimbangkan untuk menyingkirkan furniture tambahan untuk menciptakan kesan (ruangan) yang lebih terbuka dan lapang,” kata seorang agen properti di Los Angeles, Alan Taylor, dikutip dari The Spruce.

Barang Berharga

Saat rumah ingin dijual, sebaiknya singkirkan barang-barang berharga seperti perhiasan, uang, dokumen, hingga resep obat. Simpan barang-barang berharga itu dengan baik ketika rumah dibuka untuk calon pembeli.

Dekorasi yang Mengganggu

Saat rumah ingin dijual sebaiknya simpan barang seminimal mungkin. Kalau bisa singkirkan barang-barang yang dianggap kontroversial, misalnya mengandung unsur politik, agama, maupun atribut tim olahraga favorit.

“Kami pernah memiliki pembeli yang menolak rumah hanya karena rumah tersebut didekorasi dengan tema tim lawan mereka,” kata CEO Staging Studio Andress Eichstadt.

Barang-barang Hewan Peliharaan

Bisa saja calon pembeli tidak begitu menyukai atau memiliki hewan peliharaan. Menurut CEO, agen properti, dan broker di West + Main, Stacie Staub, kehadiran hewan peliharaan di rumah bisa menjadi hal yang tidak baik untuk sebagian calon pembeli rumah. Mereka akan mempertanyakan mengenai kebersihan, alergi, atau kerusakan umum rumah.

Maka dari itu, ahli real estat menyarankan untuk menyembunyian perlengkapan hewan peliharaan, seperti kotak pasir, wadah makanan, kandang, tempat tidur hewan peliharaan, dan mainan, saat calon pembeli sedang melihat-lihat rumah.

Itulah beberapa barang yang sebaiknya disingkirkan agar rumah bisa cepat terjual.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/zlf)



Sumber : www.detik.com

Risih Keran Air Menetes Terus? Begini Cara Mudah Perbaikinya


Jakarta

Keran air yang terus menetes bisa membuat risih pemilik rumah. Meski sudah tutup keran rapat-rapat, tetesan air terus berjatuhan.

Jika menemui masalah seperti ini, pemilik perlu segera memperbaikinya. Sebab, air yang mengalir terus bisa jadi pemborosan.

Sebelum memperbaiki keran, pemilik rumah perlu menyiapkan beberapa peralatan, antara lain kunci pas, obeng berkepala silang, cartridge pengganti atau ring-O, dan selotip ledeng. Simak cara perbaiki keran air menetes berikut ini.


Cara Perbaiki Keran Air Menetes

Inilah langkah-langkah untuk memperbaiki keran air yang menetes, dikutip dari Your Repair dan My Plumber London.

1. Matikan Saluran Air

Pertama, matikan saluran air untuk memudahkan proses perbaikan. Langkah ini menghindari munculnya air secara tiba-tiba.

2. Tutup Saluran Pembuangan Sekitar Keran

Tutup juga saluran pembuangan di sekitar keran. Hal ini untuk mencegah komponen keran masuk ke lubang pembuangan saat perbaikan.

3. Lepas Gagang Keran

Lepaskan sekrup pada gagang keran menggunakan obeng secara hati-hati. Sebagian gagang memiliki penutup yang harus dibuka pelan-pelan, lalu bisa membuka sekrup pengaman.

4. Buka Cartridge atau Katup

Selanjutnya, buka cartridge atau katup menggunakan kunci pas sesuai ukuran. Putar kunci pas berlawanan arah jarum jam. Komponen keran akan terlihat setelah terbuka.

5. Periksa dan Ganti Washer atau Ring-O

Periksa kondisi washer dan ring-O di dalam cartridge. Jika ada tanda kerusakan, keausan, dan kelonggaran, gantilah dengan washer atau ring-O yang baru.

6. Pasang Selotip Ledeng

Kalau desain keran terdapat sambungan berulir, pasanglah selotip ledeng di sekitar ulir sebelum memasang keran kembali. Hal ini agar pemasangan lebih kencang, sehingga mencegah air merembes lewat ulir.

7. Pasang Keran

Kemudian, pasang kembali katup secara pelan-pelan pada lokasi semula. Pastikan katup terpasang sejajar dengan komponen internal keran. Gunakan kunci pas untuk mengencangkannya dengan memutar searah jarum jam. Pastikan keran kencang tapi tidak terlalu kencang.

8. Pasang Kembali Gagang Keran

Pasang kembali gagang keran dengan memasang sekrupnya. Kalau ada bagian penutup, pasang kembali pada tempatnya.

9. Nyalakan Saluran Air

Terakhir, nyalakan kembali saluran air. Coba buka dan tutup keran untuk mengecek aliran air normal dan ada tidak kebocoran.

Jika keran air masih bocor, pastikan lagi komponen sudah terpasang dengan kencang. Apabila masih belum teratasi, mungkin sudah saatnya mengganti dengan keran yang baru.

Itulah tips memperbaiki keran air yang bocor. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

4 Tips agar Rumah Terasa Hangat Saat Hadapi Fenomena Bediding


Jakarta

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan fenomena Bediding di Indonesia terjadi hingga September 2025. Sebagai informasi, Bediding adalah kondisi udara dingin yang menusuk dari malam hingga pagi hari di musim kemarau.

Fenomena ini lazim terjadi di wilayah pegunungan dan dataran tinggi. Selain itu, beberapa wilayah di Jawa, Bali, NTB, dan NTT juga mengalami fenomena Bediding.

Dalam menghadapi fenomena Bediding, dianjurkan untuk memakai pakaian tebal dan mengonsumsi minuman hangat di malam hari. Tak hanya itu, sebaiknya rumah kamu juga dibuat hangat agar tidak merasa kedinginan saat tidur.


Ada beberapa tips agar hunian terasa hangat saat menghadapi fenomena Bediding. Ingin tahu apa saja tipsnya? Simak dalam artikel ini.

Tips agar Rumah Terasa Hangat Saat Hadapi Bediding

Bagi kamu yang akhir-akhir ini merasa kedinginan saat tidur di malam hari bisa jadi disebabkan karena fenomena Bediding. Suhu yang terlalu dingin bisa menyebabkan tubuh menggigil dan tidur pun jadi tak nyenyak.

Ada beberapa tips mudah agar rumah terasa hangat demi menghadapi fenomena Bediding. Dilansir dari Bradford Insulation dan This Old House, Selasa (15/7/2025), berikut sejumlah tipsnya:

1. Pasang Gorden Tebal

Tips yang pertama adalah memasang gorden tebal pada jendela rumah. Fungsinya adalah untuk mencegah udara dingin masuk ke dalam rumah sekaligus menahan udara hangat agar tetap berada di dalam ruangan.

Meski gorden yang punya bahan dan ketebalan tertentu harganya cukup mahal, tapi cara ini dinilai cukup efektif untuk menghangatkan rumah ketika menghadapi fenomena Bediding.

2. Tutup Jendela dengan Rapat

Membeli gorden yang tebal dan mahal akan sia-sia jika jendela tidak ditutup rapat. Perlu diketahui, hampir 40% panas yang keluar dari rumah saat suhu dingin berasal dari jendela rumah yang tidak tertutup rapat.

Jadi, pastikan kamu menutup jendela rapat-rapat hingga tidak ada celah. Dengan begitu, udara dingin dari luar tidak bisa masuk ke dalam rumah.

3. Atur Suhu AC dan Kipas Angin

Apabila kamu menggunakan AC di rumah, atur suhunya agar tidak terlalu rendah. Dengan begitu, kamu tidak akan merasa kedinginan saat tidur di malam hari. Hal ini juga berlaku bagi kamu yang menggunakan kipas angin, cobalah atur kecepatan putaran kipas pada posisi pelan.

4. Biarkan Sinar Matahari Masuk saat Siang

Meski pagi terasa dingin, tapi suhu saat siang hari jadi lebih terik karena kondisi langit cenderung cerah, sehingga memungkinkan radiasi matahari langsung memanaskan permukaan Bumi.

Maka dari itu, dianjurkan membuka jendela dan gorden saat siang hari dan biarkan panas alami matahari menghangatkan seluruh rumah. Namun, jangan lupa untuk menutup gorden saat malam demi mencegah udara dingin masuk ke dalam rumah.

Demikian empat tips mudah agar rumah tetap hangat saat menghadapi fenomena bediding. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com