Category: Tips Properti

  • Cara Mengusir Cicak di Rumah Secara Alami dan Efektif


    Jakarta

    Cicak kerap kali ditemukan merayap di dinding, meja, ataupun lantai rumah. Kehadiran reptil ini cukup mengganggu bagi sebagian penghuni.

    Terkadang orang merasa geli melihat bentuk cicak. Belum lagi, cicak suka buang kotoran sembarangan, sehingga mengotori rumah. Makhluk kecil ini juga suka naik ke meja dan menyicip makanan.

    Kalau merasa ada banyak cicak di rumah, penghuni bisa mengusirnya menggunakan bahan alami. Simak cara mengusir cicak secara alami dan efektif berikut ini.


    Cara Usir Cicak di Rumah

    Inilah beberapa bahan alami yang bisa membuat cicak nggak betah di rumah, dikutip dari Livspace dan India Today.

    1. Bawang

    Cicak tidak menyukai bau menyengat dari bawang. Penghuni rumah bisa mengusir cicak menggunakan berbagai jenis bawang, seperti bawang bombai, bawang merah, dan bawang putih.

    Caranya dengan memotong beberapa siung bawang, lalu masukkan ke dalam wadah. Letakkan wadah tersebut di tempat yang sering dilewati cicak.

    2. Bubuk Kopi

    Penghuni dapat menggunakan bubuk kopi untuk mengusir cicak. Aroma kopi yang kuat membuat cicak enggan berada di rumah.

    Coba tuangkan 1-2 sendok makan bubuk kopi ke botol semprot dan campurkan air secukupnya. Semprotkan cairan kopi ke area yang sering ada cicak.

    3. Cangkang Telur

    Selain itu, cangkang telur juga bisa menakuti cicak agar nggak betah di rumah. Sebab, cicak menganggap cangkang telur sebagai predator.

    Letakkan cangkang telur bekas ke beberapa titik yang sering dilewati cicak. Cangkang ini dapat dibiarkan selama berhari-hari karena tidak kedaluwarsa.

    4. Merica dan Cabai

    Penghuni juga bisa menggunakan merica dan cabai untuk membasmi cicak di rumah. Caranya dengan membuat semprotan anti cicak terbuat dari kedua bahan tersebut.

    Campurkan merica dan cabai ke dalam air, lalu tuang ke dalam botol semprot. Semprotkan cairan itu ke area yang sering dilalui cicak. Jangan lupa untuk mengocok botol sebelum menyemprotkan cairan anti cicak.

    5. Minyak Pepermin

    Terakhir, gunakan minyak pepermin untuk mengusir cicak. Aroma minyak ini memberikan efek menenangkan bagi manusia, tapi tidak untuk reptil.

    Cara pakainya dengan mencampurkan 3-4 minyak pepermin dengan air secukupnya ke botol semprot. Kemudian, semprotkan cairan ke tempat yang sering dilewati cicak.

    Itulah beberapa tips efektif untuk mengusir cicak dari rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Gak Perlu RIbet-ribet, Ternyata Timun Ampuh Usir Lalat



    Jakarta

    Lalat kerap dianggap hama yang mengganggu dan bikin risih saat berkeliaran di rumah. Lalat juga dibilang menjijikkan karena kerap hinggap di sampah, kotoran hingga sisa-sisa makanan.

    Yang menyebalkan, lalat juga sering menghinggapi makanan-makanan di rumah. Tak jarang juga lalat menyebabkan penyakit bagi manusia.

    Ada banyak cara yang dilakukan pemilik rumah dalam mengusir lalat. Yang paling populer adalah menggunakan lilin, lem atau semprotan anti serangga. Tapi, ada lho bahan-bahan alami yang dianggap ampuh mengusir lalat.


    Dikutip dari situs Express, salah satu bahan alami yang ampuh usir lalat adalah timun. Hal ini karena lalat tidak suka bau timun. Bahkan, negara-negara panas seperti di Spanyol menggunakan timun untuk membasmi lalat.

    Dikutip dari Ideal Home, menurut Pakar DIY di Saxton Blades, Glen Peskett, aroma timun menghasilkan bau tidak sedap dan pahit yang tidak disukai lalat.

    “Lalat rumah menjauh karena aroma mentimun, terutama yang lebih pahit. Alasan pastinya belum sepenuhnya dipahami, tetapi diyakini bahwa senyawa alami dalam kulit mentimun, seperti cucurbitacin menghasilkan bau yang tidak sedap dan secara naluriah dihindari lalat,” ujar Peskett.

    Lalat secara naluriah lebih menyukai buah atau makanan yang manis sehingga mereka tidak suka aroma yang pahit seperti timun. Selain itu, biasanya lalat akan tertarik ke tempat sampah sebagai tempat bertelur.

    Untuk mengusirnya, dapat dilakukan dengan meletakkan irisan timun di atas tempat sampah. Selain itu, bisa juga menaruh irisan timun di dekat titik masuk rumah seperti pintu dan jendela.

    Namun, risiko dari menyimpan irisan timun di tempat-tempat tersebut adalah timun bisa membusuk. Oleh karena itu, disarankan mengganti irisan timun setiap satu atau dua hari sekali.

    Walau demikian, metode ini tidak bisa membasmi semua lalat, tetapi cukup untuk mengurangi jumlahnya secara signifikan. Oleh karena itu, langkah yang lebih ampuh adalah tetap menjaga kebersihan rumah agar lalat tidak mudah masuk ke dalam rumah.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Bersihkan Noda Bekas Semen Yang Menempel di Lantai Keramik



    Jakarta

    Setelah merenovasi atau membangun rumah, biasanya banyak kotoran atau sisa-sisa pekerjaan yang masih tertinggal seperti bekas semen yang sulit dibersihkan.

    Selain di tembok, bekas semen yang sudah kering sering ditemukan di lantai keramik. Bila dibiarkan, noda ini membuat tampilan lantai menjadi kotor dan kurang menarik.

    Oleh karena itu, pemilik rumah harus segera membersihkan sisa-sisa semen kering yang masih menempel di keramik. Caranya bagaimana?


    Sebenarnya, banyak cara yang bisa dilakukan untuk membersihkan noda semen yang menempel di lantai, bahkan dengan bahan-bahan yang ada di rumah.

    Begini caranya

    1. Larutan HCL

    Selanjutnya, asam klorida (HCL) juga termasuk pembersih yang kuat, tetapi harus digunakan dengan sangat hati-hati. Untuk melindungi kamu dari bahaya dan risiko lain yang tidak diinginkan, kenakan dahulu semua alat pelindung dan pastikan area yang kamu kerjakan punya ventilasi yang baik. Campurkan HCL dengan air sesuai petunjuk pada label dan oleskan pada bekas semen.

    Lalu diamkan selama beberapa menit, kemudian gunakan sikat atau spons untuk membersihkan bekas semen. Bilas dengan air bersih dan pastikan bekas semen telah hilang sepenuhnya.

    2. Lemon

    Mirip dengan belimbing wuluh, lemon punya kandungan asam sitrat yang dapat membantu melunakkan bekas semen. Cukup peras lemon lalu gunakan jusnya untuk membersihkan bekas semen. Diamkan beberapa menit, lalu sikat sampai bekas semen terkelupas. Bilas dengan air bersih dan pastikan telah hilang sepenuhnya sebelum mengeringkan.

    3. Hidrogen Peroksida

    Kamu dapat coba menggunakan hidrogen peroksida untuk menghilangkan bekas-bekas semen. Cukup campurkan hidrogen peroksida dengan air dalam perbandingan 1:1, lalu oleskan pada bekas semen dan biarkan selama beberapa menit sebelum membersihkannya dengan sikat. Bilas dengan air bersih dan keringkan.

    4. Batu Apung

    Batu apung merupakan bahan yang abrasif, sehingga dapat membantu mengikis bekas semen dari keramik. Basahi permukaan keramik terlebih dahulu, kemudian gunakan batu apung untuk menggosok perlahan bekas semen yang mengeras. Pastikan untuk berhati-hati agar tidak merusak permukaan keramiknya. Setelah mengikis, bilaslah dengan air hingga semua sisa semen bersih.

    5. Cuka

    Cuka merupakan bahan alami yang mampu menghilangkan berbagai noda, termasuk bekas semen. Cuka akan membantu melunakkan semen sehingga kamu dapat dengan mudah menggosoknya dengan sikat atau spons.

    Caranya mudah, kamu bisa mulai dengan mencampurkan cuka dan air dalam perbandingan 1:1. Setelah campuran jadi, oleskan pada bekas semen dan biarkan selama 10-15 menit. Lalu kamu dapat menggosok area tersebut dengan sikat kasar atau spons untuk membuat sisa semen terkelupas. Kemudian bersihkan dengan membilasnya menggunakan air bersih.

    6. Garam

    Lalu, garam bisa jadi bahan untuk membantu melunakkan bekas semen. Untuk menggunakannya, kamu cukup mencampurkan garam dengan sedikit air untuk membuat teksturnya kental jangan sampai terlalu cair.

    Oleskan pasta ini pada bekas semen dan diamkan selama 10-15 menit. Gunakan sikat atau spons untuk membersihkan bekas semen, lalu bilas dengan air bersih dan keringkan.

    7. Parutan Kelapa

    Siapa sangka, parutan kelapa bisa jadi cara menghilangkan bekas semen dengan alami. Kamu dapat memarut kelapa segar dan gunakan serbuknya untuk menggosok bekas semen. Hal ini bisa menjadi metode yang lembut dan aman untuk permukaan keramik. Setelah menggosok, bilas dengan air bersih dan keringkan.

    8. Soda Kue

    Selain itu, soda kue adalah bahan pembersih efektif yang bisa kamu coba buat hilangkan semen pada keramik. Untuk menggunakannya, kamu perlu mencampurkan soda kue dengan sedikit air sampai sedikit mengental.

    Oleskan campuran tersebut pada bekas semen dan diamkan selama 10-15 menit. Kemudian gunakan sikat atau spons keras untuk membersihkan bekas semen dan bilas dengan air hingga bersih.

    9. Belimbing Wuluh

    Buah satu ini mengandung asam sitrat alami yang bisa membantu melunakkan bekas semen. Potong belimbing wuluh menjadi dua bagian dan gosokkan permukaan dagingnya pada bekas semen. Biarkan sejenak, kemudian sikat atau lap bersih.

    Itulah beberapa cara membersihkan noda semen pada keramik. Semoga membantu!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa AC Tiba-tiba Mati Sendiri? Ini Biang Keroknya


    Jakarta

    AC bisa mati sendiri secara tiba-tiba. Meski sudah dinyalakan kembali, AC akan mati lagi. Hal ini bisa bikin penghuni rumah bingung atau frustasi.

    Nggak, AC tidak mati karena ada alasan horor di baliknya. Justru AC mati merupakan tanda masalah yang perlu segera diatasi.

    Penghuni perlu memeriksa dan memastikan penyebab AC mati. Lalu, segera atasi hingga ke akarnya agar tidak terulang kembali.


    Kenapa AC tiba-tiba mati sendiri ya? Simak penjelasannya berikut ini.

    Penyebab AC Mati Sendiri

    Ini beberapa penyebab AC mati sendiri, dikutip dari berbagai sumber.

    1. Kekurangan Freon

    Dilansir dari Aircon Mag, AC bisa mati karena kekurangan refrigeran atau freon. Freon adalah bahan untuk mendinginkan udara. Kondisi ini menimbulkan perubahan tekanan, sehingga membuat saklar pengaman aktif, lalu mematikan kompresor.

    Dalam beberapa kasus, refrigeran berkurang karena terjadi kebocoran. Beberapa tandanya adalah tagihan listrik naik, AC mengeluarkan suara mendesis, unit dalam ruangan dikelilingi air, atau kehilangan daya pendinginan.

    2. Filter Udara Kotor

    Penyebab paling umum AC mati sendiri adalah filter udara tersumbat. AC tidak akan bekerja dengan efisiensi kalau filter udaranya tersumbat. Hal ini membuat AC tidak dapat mendinginkan ruangan dengan baik.

    3. Kumparan Bermasalah

    Dikutip dari Angie’s List, kemungkinan AC terus mati sendiri karena kumparan kondensor terlalu panas. Kumparan yang menyala menjadi sangat panas karena melepaskan panas dari dalam rumah.

    Lalu, kumparan yang terletak di luar ruangan juga terpapar unsur alam sepanjang tahun, sehingga lapisan kotoran menumpuk. Kumparan kondensor perlu dibersihkan secara menyeluruh.

    Itulah beberapa hal yang bisa membuat AC mati sendiri. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Cegah Lumut Tumbuh di Toren Biar Air Tak Tercemar



    Jakarta

    Toren air alias tangki penyimpanan air bersih jadi komponen penting di rumah. Namun, toren yang jarang diperhatikan kebersihannya bisa ditumbuhi lumut, loh!

    Kondisi toren yang lembap serta paparan sinar matahari langsung bisa memicu tumbuhnya lumut. Jika dibiarkan, air cadangan bisa tercemar dan membahayakan kesehatan penghuni rumah.

    Nah, supaya air tetap bersih dan aman digunakan, penting untuk mencegah lumut tumbuh di dalam toren. Dikutip dari akun Instagram resmi Kementerian PUPR, berikut ini langkah-langkah yang bisa kamu lakukan:


    1. Pastikan Tangki Tertutup Rapat

    Lumut tumbuh karena adanya sinar matahari yang menembus ke dalam air. Untuk mencegah hal itu, pastikan tutup toren selalu dalam kondisi rapat dan tidak terbuka. Jangan biarkan sinar matahari menyelinap ke dalam tangki, ya!

    2. Pasang Pelindung atau Atap

    Kalau toren terbuat dari bahan plastik dan berwarna cerah, cahaya bisa dengan mudah menembus ke dalam. Solusinya, kamu bisa menambahkan pelindung seperti atap atau kanopi di atas toren agar tidak langsung terkena sinar matahari.

    3. Cat Toren dengan Warna Gelap

    Alternatif lain untuk menghalangi cahaya masuk ke dalam toren adalah dengan mengecat dinding luar toren menggunakan warna gelap. Warna hitam atau biru tua bisa membantu menyerap cahaya dan mencegah penetrasi sinar ke dalam air.

    4. Kuras Toren Secara Berkala

    Meski sudah dilindungi, kamu tetap harus rutin menguras toren. Idealnya, lakukan pengurasan minimal 6 bulan sekali. Kalau lumut sudah mulai muncul lebih cepat, tingkatkan frekuensi jadi 3-4 bulan sekali agar kualitas air tetap terjaga.

    Dengan menjaga kebersihan toren air, kamu tak hanya mencegah lumut tapi juga memastikan air cadangan di rumah tetap higienis dan aman digunakan. Yuk, mulai jadwalkan perawatan toren secara rutin!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas! Ini 5 Tanda Ada Tikus Bersembunyi di Rumah


    Jakarta

    Rumah bisa dimasuki berbagai hama, salah satunya tikus. Kehadiran tikus sangat mengganggu penghuni rumah karena mereka kerap mengotori rumah dan merusak benda-benda.

    Tikus bisa menjadi sumber masalah, sebab kotorannya dapat menimbulkan penyakit yang mengancam kesehatan penghuni rumah. Lalu, mereka juga bisa mencuri makanan dari rumah.

    Oleh karena itu, penghuni perlu waspada dengan kehadiran tikus. Kenali tanda-tanda tikus sedang bersembunyi di rumah berikut ini.


    Pertanda Tikus Masuk Rumah

    Inilah ciri-ciri rumah yang terdapat tikus di dalamnya, dikutip dari Tom’s Guide.

    1. Kotoran Tikus

    Pertanda paling umum aktivitas tikus di rumah adalah ada kotoran tikus. Kotoran tikus berukuran kecil, berwarna gelap, dan berbentuk silinder. Biasanya kotoran ditemukan di area yang umum, termasuk sudut ruangan.

    Selain itu, tikus juga buang air kecil secara terus-menerus. Perhatikan genangan air kecil atau noda di dekat tempat bersarangnya. Air seni tikus biasanya bercampur dengan debu dan kotoran lain sehingga membentuk bercak atau noda kering serta kekuningan.

    2. Bau Busuk

    Penghuni rumah bisa mengetahui kehadiran tikus dari munculnya bau busuk. Tikus kerap buang air kecil sehingga terdapat bau yang kuat seperti amonia di area tertentu.

    Bau ini sering digunakan tikus untuk menandai wilayahnya. Namun, biasanya bau tidak sedap ini tercium di area tertutup seperti di dalam lemari, dapur, dan loteng.

    3. Jejak Tikus

    Penghuni rumah terkadang bisa menemukan noda-noda kotor yang teratur di sepanjang dinding yang mengikuti jalur yang sama. Hal itu merupakan tanda lain adanya aktivitas tikus.

    Tikus memiliki penglihatan yang buruk dan cenderung mencari jalan di sekitar dinding atau papan pinggir. Akibatnya, kotoran dan minyak dari bulunya akan menempel pada permukaan rumah serta meninggalkan jejak yang terlihat. Jika tandanya mudah dibersihkan, ini menunjukkan bahwa tikus baru saja datang.

    4. Sarang Tikus

    Tikus sering mencari tempat berlindung sehingga akan membuat sarang di area tertentu. Sarang tikus biasanya berupa tumpukan bahan yang dirobek-robek, seperti tumpukan sampah.

    Hewan pengerat itu mencari kehangatan dan tempat berlindung yang nyaman. Setelah tikus membuat sarang, akan sulit untuk mengusirnya.

    5. Suara Gesekan atau Garukan

    Terkadang penghuni rumah dapat mendengar suara garukan atau gesekan pada dinding atau plafon rumah. Suara tersebut kemungkinan tanda aktivitas tikus seperti tikus sedang menggaruk kayu atau dinding. Suara itu berupa garukan dan langkah kaki pastinya menjadi pertanda tikus masuk ke dalam rumah.

    Itulah pertanda ada tikus bersembunyi di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Jenis Rayap dan Cara Cegahnya Agar Tidak Masuk Rumah


    Jakarta

    Keberadaan rayap sering mengganggu rumah. Rayap biasanya menggerogoti bahan-bahan kayu seperti furniture kayu, kitchen set, bahkan struktur rumah seperti rangka dan fondasi berbahan kayu.

    Tak jarang rayap juga kerap membuat ‘istana’ bila kehadirannya tak segera dibasmi atau dicegah. Alhasil, perabotan kayu hingga struktur rumah bisa rusak karena serangga kecil ini.

    Ada beberapa jenis rayap yang kerap hidup dan ditemui di lingkungan rumah.
    Mengutip dari bhg.com, ada beberapa jenis rayap. Jenis rayap yang paling umum ada di perumahan adalah rayap bawah tanah, kayu kering, dan kayu lembab.


    Jenis-jenis rayap

    1. Rayap Tanah

    Rayap tanah adalah tipe rayap yang sangat invasif. Tipe ini tersebar luas di bawah tanah, dan memiliki daya kerusakan pada kayu paling tinggi dibandingkan rayap kayu kering dan rayap kayu lembab. Hal ini dikarenakan rayap bawah tanah memiliki rahang bergigi gergaji.

    Rayap ini biasanya berwarna kuning muda atau cokelat dengan sayap transparan. Rayap jenis ini biasa hidup di tanah, tumpukan kompos, dan kayu pondasi rumah. Biasanya mereka membuat jalur dari tanah liat sebagai akses jalan mereka dari tanah ke kayu tujuan mereka.

    2. Rayap kayu Kering

    Rayap ini selalu bergantung pada jalur tanah liat yang mereka buat untuk bergerak. tidak seperti rayap tanah yang bisa membuat jalur di bawah tanah.

    Rayap ini memiliki sayap yang besar dan biasanya mereka berwarna kuning tua hingga cokelat muda. Rayap kayu biasa bersarang di bangunan kayu dan umumnya ditemukan di daerah yang hangat, seperti di pesisir.

    3. Rayap Kayu Lembap

    Tipe Rayap ini lebih sering menyebabkan kerusakan pada struktur kayu di luar ruangan dibandingkan dengan di dalam ruangan, karena mereka lebih menyukai kayu lembap

    Rayap ini biasanya berwarna coklat muda sampai coklat tua atau bahkan coklat kemerahan. Rayap ini biasa bersarang pada kayu lembab, seperti di tumpukan kayu bakar, tiang pagar, tiang listrik, dan kayu yang rusak karena air.

    Nah, setelah kamu tahu tipe-tipenya, kamu bisa ikuti cara berikut ini untuk mencegahnya masuk ke dalam rumahmu.

    Cara Cegah Rayap Masuk ke Rumah

    1. Jangan Biarkan Area Lembap di Rumah

    Area lembap di rumah bisa membuat rayap tertarik untuk bersarang disitu. Selain itu, tempat yang lembap bisa membuat kayu mudah untuk disukai oleh rayap.

    Cara yang bisa kamu lakukan untuk menghilangkan area lembab di sekitar rumah adalah dengan memperbaiki kebocoran pipa, meratakan halaman sehingga tidak ada genangan air, dan memberikan saluran pada air AC yang menetes.

    2. Ganti Tanah Dengan Pasir

    Cara ini dilakukan untuk mencegah sebanyak mungkin kontak kayu dengan tanah. Rayap tidak dapat membuat jalur lumpur melalui pasir.

    3. Bersihkan Drainase/Selokan

    Membersihkan selokan penting dilakukan untuk memastikan sistem drainase yang baik. Jika selokan tersumbat,air yang berlebih dapat mengalir ke tepian dan menumpuk di dasar rumah, membuat tanah menjadi basah dan kayu menjadi lunak, sehingga menarik rayap untuk memangsanya.

    4. Gunakan Kayu Anti Rayap

    Ketika kamu membangun rumah, sebaiknya kamu pastikan bahwa kayu yang kamu gunakan itu tahan terhadap serangan rayap.

    5. Tutup Jalur Drainase dengan Jaring Besi

    Jalur drainase yang terbuka bisa menjadi tempat rayap masuk ke dalam rumah

    6. Simpan Kayu Jauh dari Rumah

    Bila kamu suka menyimpan kayu bakar, alangkah baiknya bila kamu menyimpannya jauh dari rumahmu

    7. Lakukan Pengecekan Rutin
    Yang terakhir tentunya kamu harus melakukan pengecekan secara rutin. Bila kamu menemukan tanda-tanda kehidupan rayap di rumahmu, sebaiknya kamu harus segera membasminya.

    Itulah beberapa pengenalan dari tipe-tipe rayap dan cara mencegahnya masuk ke rumah. Semoga rumah kamu bebas dari rayap!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Cara Bikin Kamar Mandi Tetap Wangi, Serasa Hotel Bintang Lima!



    Jakarta

    Kamar mandi yang bau pasti bikin nggak betah, apalagi kalau sampai kecium tamu yang datang ke rumah. Duh, bisa-bisa jadi malu sendiri karena kamar mandi mengeluarkan aroma tak sedap.

    Aroma tidak enak biasanya muncul karena kamar mandi jarang dibersihkan atau kelembapan yang terlalu tinggi. Padahal, menjaga kamar mandi tetap bersih dan wangi itu gampang, loh.

    Menurut pakar kebersihan dari Organize Every Room, Cara Palmer, kelembapan yang tinggi bisa memicu pertumbuhan jamur dan lumut, yang jadi biang keladi bau di kamar mandi.


    Nah, supaya kamar mandi di rumah kamu selalu harum dan segar seperti hotel bintang lima, coba deh terapkan enam tips berikut ini:

    1. Baking Soda, Si Penyerap Bau Alami

    Baking soda dikenal ampuh menyerap bau tak sedap. Caranya mudah banget, cukup tuang baking soda ke dalam mangkuk kecil, lalu letakkan di sudut kamar mandi. Ganti secara berkala agar tetap efektif menghilangkan aroma tak enak.

    2. Cuka Dicampur Garam

    Campuran cuka putih dan garam bisa jadi senjata ampuh usir bau membandel. Aduk rata, lalu gosokkan ke bagian-bagian kamar mandi yang berbau. Setelah itu bilas pakai air bersih. Simple, kan?

    3. Tanaman Hidup Bikin Segar

    Ternyata, menaruh tanaman hias di kamar mandi nggak cuma buat dekorasi aja. Beberapa jenis tanaman seperti lidah mertua, sirih gading, peace lily, hingga lidah buaya bisa membantu menyaring polutan dan membuat udara terasa lebih segar.

    4. Irisan Lemon

    Lemon tak hanya menyegarkan saat diminum, tapi juga bisa jadi pengharum alami. Cukup iris lemon dan letakkan dalam wadah kecil di sudut-sudut kamar mandi. Ganti setiap 3-4 hari agar aromanya tetap fresh!

    5. Minyak Esensial

    Lavender, chamomile, serai, hingga pepermin bisa jadi pilihan minyak esensial untuk mengharumkan kamar mandi. Teteskan ke bola kapas dan letakkan di tempat tersembunyi agar wangi menyebar lembut ke seluruh ruangan.

    6. Kayu Manis

    Kayu manis punya aroma khas yang kuat dan menenangkan. Cukup taruh beberapa batang kayu manis di wadah kecil, lalu simpan di pojokan kamar mandi. Aroma hangatnya bisa menetralisir bau tak sedap dengan alami.

    Dengan langkah-langkah sederhana di atas, kamu bisa menikmati kamar mandi yang bersih, wangi, dan nyaman. Yuk, mulai praktikkan sekarang supaya kamar mandi rumahmu nggak kalah dari hotel mewah!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Sering Didatangi Kaki Seribu & Kelabang? Ini Penyebab dan Cara Usirnya



    Jakarta

    Kaki seribu dan kelabang sering jadi tamu tak diundang di dalam rumah. Meski tubuhnya kecil, kehadiran dua hewan ini cukup bikin merinding dan bikin penghuni rumah nggak nyaman.

    Secara umum, kaki seribu dan kelabang tidak berbahaya karena jarang menggigit manusia. Tapi, jika tergigit, racunnya bisa menimbulkan rasa sakit atau reaksi ringan pada sebagian orang.

    Supaya rumah bebas dari gangguan hewan melata ini, penting untuk tahu dulu apa penyebabnya dan bagaimana cara membasminya. Yuk, simak ulasannya!


    Kenapa Kaki Seribu dan Kelabang Bisa Masuk Rumah?

    Dikutip dari Better Homes & Gardens serta The Spruce, kaki seribu dan kelabang menyukai tempat yang lembap, hangat, dan gelap. Nah, jika kamu sering menemukan hewan ini di rumah, bisa jadi kondisi rumahmu terlalu lembap atau banyak celah yang terbuka.

    Kehadiran mereka juga bisa menjadi tanda bahwa rumahmu menyimpan serangga lain seperti kecoak, ngengat, rayap, atau lalat-karena itulah sumber makanan utama mereka.

    Agar rumah tidak jadi sarang hama, kamu bisa melakukan hal berikut ini:

    • Perbaiki kebocoran pipa dan saluran air
    • Jaga ventilasi agar udara tetap kering
    • Bersihkan area-area yang sering lembap, seperti bawah wastafel atau kamar mandi
    • Tutup celah di pintu, jendela, dan dinding

    5 Cara Usir Kaki Seribu dan Kelabang dari Rumah

    Kalau rumah kamu sudah terlanjur didatangi hama melata ini, jangan panik. Berikut ini beberapa cara alami dan efektif untuk mengusirnya:

    1. Semprotkan Cuka Putih

    Cuka putih mengandung asam asetat yang cukup kuat untuk membasmi hama. Cukup semprotkan langsung ke arah kaki seribu atau kelabang tanpa perlu diencerkan. Selain itu, cuka juga punya sifat antimikroba yang bagus untuk kebersihan rumah.

    2. Sebarkan Daun Pandan atau Serai

    Aroma menyengat dari daun pandan dan serai tidak disukai kelabang. Potong atau geprek agar aromanya keluar maksimal, lalu letakkan di titik-titik yang sering jadi jalur mereka.

    3. Gunakan Essential Oil

    Campuran minyak esensial seperti tea tree atau peppermint dengan air bisa jadi semprotan alami yang ampuh. Aromanya bisa mengusir hama sekaligus bikin rumah lebih segar.

    4. Taburkan Garam

    Garam dapat menyerap kelembapan dan mengurangi area favorit kaki seribu dan kelabang. Taburkan di sudut-sudut rumah yang terasa lembap agar mereka enggan datang lagi.

    5. Siram dengan Pemutih

    Kalau hama makin bandel, kamu bisa pakai cairan pemutih pakaian. Siram langsung ke hewan yang terlihat. Namun, hati-hati ya, jangan campur pemutih dengan cuka karena bisa menghasilkan gas beracun!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Penyebab, Ciri-ciri dan Cara Mengusir Tokek dari Rumah



    Jakarta

    Salah satu hewan yang kerap mengeluarkan suara nyaring saat malam hari adalah tokek. Tokek alias gecko terkenal karena suaranya yang khas namun wujudnya jarang terlihat.

    Sebab, meski serumpun dengan cicak, tokek jarang menampakkan diri. Binatang ini biasanya ditemui di atap rumah atau ruangan-ruangan gelap. Cara kita mengetahui ada tokek di rumah setelah binatang tersebut mengeluarkan suara seperti to.. keee, to.. keee..

    Sama dengan cicak, tokek bisa memutuskan serta menumbuhkan ekornya (autotomi), meski tokek ukurannya jauh lebih besar dibandingkan cecak. Hati-hati, tokek juga kerap menggigit dan konon gigitannya sulit terlepas.


    Sebelum membahas lebih lanjut mengenai penyebab adanya tokek di rumah dan cara mengusirnya, yuk ketahui dulu ciri-ciri tokek.

    Ciri-ciri Tokek Rumah

    Tokek rumah memiliki kulit punggung yang ditutupi oleh sisik-sisik granular dengan bintil-bintil agak besar dan menonjol. Pupil matanya tegak berbentuk jorong dengan tepian yang bergerigi.

    Jari-jari kaki depan dan belakang tumbuh sempurna, melebar di ujung, terkadang dengan selaput di antara pangkal jari serta terdapat cakar (kuku) pada ujung jari bagian bawah. Sisi bawah jari dihiasi dengan bantalan pelekat (disebut scansor) yang berguna untuk menempel pada substrat agar tidak jatuh, biasanya digunakan ketika memanjat pohon, dinding atau langit-langit rumah.

    Hewan yang aktif pada sore dan malam hari ini hidup pada ketinggian 0-1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl). Selain distribusi vertikal yang luas, habitat satwa reptilia ini sangat beragam, yaitu meliputi hutan primer, hutan sekunder, perkebunan tanaman keras dan permukiman manusia.

    Penyebab Adanya Tokek di Rumah

    Menurut Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Industri Pest Management Indonesia (APJIPMI) Boyke Arie Pahlevi, tokek tinggal di lubang pepohonan di hutan atau di bawah kayu atau bebatuan, tetapi sering juga berada di lingkungan manusia, biasanya di balik lemari atau di gudang. Nah, adanya tokek di dalam rumah biasanya karena ada sumber makanan, air, dan tempat bersarang.

    “Sumber makanan bisa disebabkan dari sanitasi yang kurang baik, yang berdampak pada tingginya populasi serangga terbang seperti nyamuk, lalat, dan lainnya,” katanya ketika dihubungi detikProperti.

    Tokek adalah pemakan serangga yang masif, tetapi mereka juga memburu makanan lain, seperti cacing, dan terkadang reptilia yang lebih kecil. Tokek betina berkembangbiak dengan bertelur, biasanya diletakkan menempel di sudut lubang atau dinding, sering pula di balik lemari atau pajangan di dalam rumah. Tempat menyimpan telur ini biasanya akan digunakan berulang kali oleh tokek yang sama.

    Cara Mengusir Tokek

    Meski keberadaannya tidak mengancam manusia, penghuni rumah tetap ingin mengusirnya karena suaranya yang terkadang mengganggu. Salah satu cara mengusirnya, kata Boyke, bisa dengan menjaga kebersihan rumah atau memperbaiki sanitasi.

    “Pengendalian tokek dilakukan dengan perbaikan sanitasi, menutup akses masuk, dan bahan kimia atau racun cicak,” tuturnya.

    Itulah penyebab dan cara mengusir tokek dari rumah. Semoga bermanfaat!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com