Category: Tips Properti

  • Cara Mengatasi Jamur Dinding di Area Belakang Lemari


    Jakarta

    Salah satu masalah yang kerap ditemui di rumah adalah muncul noda jamur di sudut-sudut rumah. Keberadaan jamur terutama jamur hitam atau black mold tidak hanya merusak penampilan rumah, melainkan dapat berpengaruh pada kesehatan penghuni rumah.

    Salah satu lokasi yang kerap ditemui jamur hitam atau black mold adalah di belakang lemari. Hal ini dikarenakan area belakang lemari jarang terkena sinar matahari. Menurut arsitek Denny Setiawan, sinar matahari merupakan anti bakteri terbaik yang dapat menghambat pertumbuhan jamur, bakteri, dan sumber penyakit di rumah.

    Ketika suatu tempat tidak terpapar sinar matahari selama berturut-turut yang terjadi adalah meningkatnya kelembapan. Area tersebut menjadi tempat yang pas untuk berkembangnya jamur. Tanda dinding sudah ditumbuhi jamur adalah muncul noda kehitaman, putih, coklat, atau warna lainnya yang berbeda dari warna cat dinding.


    Apabila terjadi demikian, jamur harus segera dimusnahkan. Caranya menurut kontraktor Wildan dengan cara pengecatan ulang.

    “Solusi buat dinding jamuran atau biasanya disebut black mold itu harus dibasmi daerah yang terdampaknya. Kalau mau yang solusinya permanen perlu di cat ulang,” kata Wildan kepada detikcom saat dihubungi Jumat (25/7/2025).

    Cara Mengecat Ulang Dinding yang Berjamur

    1. Dikupas

    Dinding yang sudah berjamur, cat dindingnya harus dilepas hingga bersih sebelum dicat ulang. Cat dinding yang berjamur harus diperbaiki dari lapisan terbawah, bukan hanya menimpa dengan lapisan baru.

    2. Lakukan Pengacian Ulang

    Setelah seluruh cat dinding lama dibersihkan, bagian lapisan aci juga harus diperbaiki. Tutup celah-celah tempat kelembapan masuk. Wildan menyarankan untuk melapisi juga dengan waterpoof wall agar air dan kelembapan tidak bisa menembus dinding.

    3. Cat Primer atau Cat Dasar

    Cat primer adalah lapisan paling awal dari cat dinding. Peran cat primer adalah untuk mencegah terjadi pengkristalan garam alkali.

    Sebagai informasi, pengkristalan atau penggumpalan garam alkali (efflorescence) adalah munculnya bubuk kapur putih pada permukaan dinding beton atau bata. Bubuk kapur ini merupakan kumpulan kapur dari semen, bata, hingga mortar.

    Lapisan cat primer cukup dilapisi 1 kali. Tunggu kering sekitar 1-2 jam. Biasanya cat primer berwarna putih untuk area interior. Namun, untuk eksterior ada yang berwarna abu-abu.

    4. Lapisan Top Coat

    Apabila lapisan cat primer sudah kering, dinding bisa dilapisi dengan cat biasa atau disebut dengan top coat. Cat ini banyak warnanya, bisa disesuaikan dengan keinginan.

    Proses pengecatan top coat membutuhkan 2 kali lapisan. Setiap lapisan perlu ditunggu 1-2 jam hingga kering. Untuk cat warna putih butuh lebih dari 3 lapisan agar warnanya keluar dan tidak belang.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Jenis Serangga Kecil yang Sering Muncul di Kamar Tidur


    Jakarta

    Rumah adalah tempat tinggal bagi manusia, tetapi serangga juga kerap ditemukan di sini. Meski berukuran kecil, kehadiran serangga cukup mengganggu penghuni.

    Serangga bisa muncul di berbagai tempat di dalam rumah, tak terkecuali kamar tidur. Berbagai serangga kerap menyelinap masuk kamar tidur karena menemukan lingkungan yang cocok buat ditinggali.

    Lantas, makhluk kecil apa saja yang sering muncul di kamar tidur? Simak ulasannya berikut ini.


    Serangga yang Sering Ada di Kamar Tidur

    Inilah deretan serangga kecil yang bisa ditemukan di kamar tidur.

    1. Kutu Kasur

    Dikutip dari Pointe Pest Control, serangga yang identik dengan kamar tidur adalah kutu kasur. Serangga ini biasanya berada di kasur atau dipan tempat tidur. Mereka juga dapat tinggal di wallpaper, koper, gorden, karpet, dan sofa.

    Ruang yang berantakan adalah surga bagi kutu kasur karena mereka perlu tempat bersembunyi buat bertahan hidup. Kutu kasur membutuhkan darah manusia untuk bertelur. Namun, mereka dapat hidup setahun tanpa makanan.

    2. Laba-laba

    Laba-laba kerap terlihat di kamar tidur. Serangga ini tidak terlalu mengganggu, tetapi suka membuat sarang atau bersembunyi di sudut-sudut ruangan. Titik masuk laba-laba biasanya melalui celah dan retakan di sekitar jendela.

    Arakhnida ini mencari kehangatan dan makanan di kamar tidur. Mereka biasanya bersembunyi di dekat jendela, sudut ruangan, atau bawah furniture.

    3. Kecoak

    Terkadang kecoak dapat masuk kamar tidur dan mengganggu ketenangan penghuni. Tak heran, kecoak adalah serangga pembawa penyakit yang sangat kotor.

    Serangga ini senang tinggal di tempat yang lembap dan berantakan. Mereka pun berkembang biak dengan cepat.

    4. Semut

    Dilansir dari M&M Pest Control, semut tak hanya mencari makanan di dapur, tetapi juga di kamar tidur. Semut tertarik masuk kamar tidur kalau ada makanan atau tumpahan makanan. Sebab, sebagian penghuni rumah terkadang makan di dalam kamar, bahkan di atas tempat tidur.

    5. Kutu

    Jika serangga kecil di atas tempat tidur, kemungkinan itu adalah kutu. Serangga ini berakhir di kamar tidur karena terbawa hewan peliharaan yang masuk kamar.

    Kutu adalah serangga kecil tak bersayap yang menghisap darah hewan. Mereka juga bisa menghisap darah manusia sampai meninggalkan sensasi gatal dan bekas merah pada kulit.

    6. Nyamuk

    Berdasarkan Aptive Pest Control, nyamuk merupakan serangga bersayap yang suka menghisap darah manusia. Hal ini membuat kulit manusia bentol-bentol dan gatal pada kulit.

    Serangga ini suka masuk kamar tidur lewat jendela atau pintu yang terbuka. Mereka tertarik dengan karbon dioksida dari pernapasan manusia dan suhu hangat di kamar.

    Itulah serangga kecil yang suka berada di kamar tidur. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Menyiram Tanaman Agar Tidak Menjadi Sarang Nyamuk


    Jakarta

    Tanaman perlu disiram agar tumbuh dengan subur, baik di dalam maupun pekarangan rumah. Namun, menyiram tanaman terkadang menyisakan genangan air, sehingga rawan jadi sarang nyamuk.

    Nyamuk biasanya berkembang biak di genangan air. Genangan tersebut bisa terbentuk pada daun, pot, dan lubang.

    Oleh karena itu, penghuni rumah perlu lebih berhati-hati ketika menyiram tanaman. Pastikan tidak ada genangan air yang dapat dimanfaatkan nyamuk.


    Bagaimana cara menyiram tanaman tanpa membentuk sarang nyamuk? Simak penjelasannya berikut ini.

    Cara Mencegah Sarang Nyamuk Saat Siram Tanaman

    Inilah tips menyiram tanaman agar tidak menjadi sarang nyamuk, dikutip dari National Parks Board, Minggu (27/7/2025).

    1. Buang Genangan Air di Pot

    Setelah menyiram tanaman di pot, air suka tergenang pada alas pot. Pastikan untuk membuang air tersebut dan menggosok alasnya secara berkala untuk menghilangkan telur nyamuk.

    2. Bersihkan Genangan Air di Pekarangan

    Genangan air juga bisa terbentuk setelah menyiram pekarangan rumah. Air dapat terkumpul di berbagai tempat, misalnya pot, ember, drainase, dan tanaman. Periksa area yang dapat mengumpulkan air, lalu bersihkan agar tidak menjadi sarang nyamuk.

    3. Gemburkan Tanah

    Sebelum menyiram tanaman, sebaiknya gemburkan media tanahnya agar air dapat meresap ke bawah. Permukaan tanah yang padat ketika kering mencegah penyerapan air.

    Jika tidak terserap, air malah menggenang dan tidak sampai ke akar tanaman. Gunakan garpu atau sekop untuk menggemburkan tanah secara berkala.

    4. Bersihkan Daun Jatuh

    Daun-daun yang berjatuhan di pot atau pekarangan rumah bisa menjadi tempat berkumpulnya air. Pastikan untuk membersihkan daun yang jatuh sebelum menyiram tanaman atau pekarangan.

    5. Siram Air

    Penghuni bisa sering menyiram air bersih ke area yang tergenang air di sekitar tanaman. Langkah ini akan menggantikan air yang terkumpul dan membuang telur serta jentik nyamuk.

    Itulah cara mencegah terbentuknya sarang nyamuk ketika menyiram tanaman. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Hal yang Bisa Menyebabkan Wastafel Tersumbat


    Jakarta

    Pernahkah mengalami air menggenang ketika mencuci di wastafel kamar mandi ataupun dapur? Hal itu adalah pertanda wastafel tersumbat akibat saluran air mampet.

    Biasanya wastafel tersumbat karena ada kotoran menumpuk di dalam saluran air. Diameter saluran menjadi lebih kecil, sehingga memperlambat pembuangan air.

    Oleh karena itu, penghuni rumah perlu mengetahui penyebab wastafel tersumbat dan cara mengatasinya. Simak apa saja yang membuat wastafel tersumbat berikut ini.


    Penyebab Wastafel Tersumbat

    Inilah beberapa hal yang bisa membuat saluran air pada wastafel mampet, dikutip dari Dengarden.

    1. Sabun

    Sisa sabun yang berbentuk buih lama-lama bisa terakumulasi di dalam saluran air. Apalagi ketika sabun tercampur dengan bahan lain seperti kotoran dan rambut, bakal menimbulkan penyumbatan wastafel. Penghuni rumah bisa menghilangkan penumpukan sabun dengan menyemprotkan air bertekanan tinggi ke dalam lubang pembuangan wastafel.

    2. Sisa Makanan

    Salah satu penyebab utama wastafel tersumbat adalah sisa makanan. Terkadang sisa makanan terjatuh dan masuk ke dalam saluran air ketika mencuci piring.

    Makanan yang sulit terurai seperti ampas teh dan kopi pun dapat menumpuk di saluran air. Penghuni bisa membersihkan lubang wastafel menggunakan cairan pembersih dan alat seperti plumber snake.

    3. Minyak dan Lemak

    Minyak dan lemak dari sisa makanan bisa membeku dan mengendap di dalam saluran air. Untuk mengatasinya, penghuni dapat mencampurkan sedikit detergen dengan air panas, lalu menuangkannya ke lubang wastafel.

    4. Endapan Mineral

    Terakhir, wastafel dapat tersumbat gegara endapan mineral yang menumpuk seiring berjalannya waktu. Endapan tersebut rawan terjadi pada rumah yang menggunakan air sadah. Penghuni bisa mengatasi dengan meminta tukang ledeng membersihkan kerak di saluran air.

    Itulah beberapa penyebab wastafel tersumbat. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Dinding Rumah Bau Apek karena Kelembapan? Ini Cara Mengatasinya



    Jakarta

    Pernah mencium bau apek dari dinding rumah saat baru pulang dari liburan panjang atau rumah lama tak ditinggali? Waspada, bau tersebut bisa jadi tanda adanya kelembapan yang memicu pertumbuhan jamur.

    Bau apek memang umum terjadi di rumah yang lama tidak dihuni. Hal ini disebabkan oleh sirkulasi udara yang buruk, membuat ruangan menjadi lembap dan pengap. Kondisi seperti ini sangat disukai jamur, dan saat mereka berkembang biak, spora yang dilepaskan menimbulkan aroma khas yang tidak sedap.

    Menurut situs The Spruce, jamur biasanya tumbuh di area seperti pojok ruangan, plafon, kamar mandi, perabotan, hingga dinding rumah. Tak hanya mengganggu kenyamanan, spora jamur juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Gejalanya bisa berupa mata gatal, bersin, ruam kulit, atau hidung tersumbat jika terpapar terlalu lama.


    Selain jamur, tumpukan debu yang tidak dibersihkan juga bisa memicu bau apek. Oleh karena itu, penting untuk segera melakukan pembersihan menyeluruh saat rumah mulai tercium bau tak sedap.

    Berikut ini beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi bau apek karena kelembapan, terutama di dinding rumah:

    1. Buka Semua Ventilasi

    Langkah pertama, buka semua jendela, pintu, dan ventilasi rumah agar udara segar masuk dan mendorong udara lembap keluar. Hindari menyalakan AC karena hal ini akan menutup sirkulasi udara. Jika ada, gunakan kipas angin atau dehumidifier untuk membantu menurunkan tingkat kelembapan.

    2. Bersihkan Debu secara Menyeluruh

    Debu yang menumpuk juga bisa memicu bau tak sedap. Gunakan vacuum cleaner untuk menjangkau sudut-sudut yang sulit dibersihkan. Lakukan pembersihan dalam kondisi rumah tetap terbuka agar debu dan udara kotor bisa langsung keluar.

    3. Basmi Jamur dari Dinding

    Jamur yang menempel di dinding bisa dibersihkan dengan campuran air hangat, sabun cuci piring, dan pemutih klorin. Jika ingin alternatif alami, cuka juga cukup ampuh. Oleskan cuka ke permukaan yang berjamur, diamkan sejenak, lalu bilas dengan air hangat. Lakukan dengan hati-hati agar tidak merusak lapisan dinding atau perabotan.

    “Jika kamu menemukan jamur di rumah, pastikan bahan seperti wallpaper atau furnitur bisa dicuci. Coba dulu di satu titik kecil sebelum membersihkan seluruh permukaan. Gunakan cuka secara perlahan, jangan menggosok terlalu kuat,” ujar James Mellan-Matulewicz, Creative Director Bobbi Beck, dikutip dari Homes & Gardens.

    Dengan langkah-langkah tersebut, bau apek di dinding rumah akibat kelembapan bisa diatasi. Jangan tunda membersihkannya, karena semakin lama dibiarkan, semakin besar risiko jamur menyebar dan mengganggu kesehatan penghuni rumah.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengatasi Keramik Kamar Mandi yang Selalu Licin



    Jakarta

    Lantai kamar mandi yang licin bukan sekadar mengganggu kenyamanan, tapi juga bisa membahayakan keselamatan. Terpeleset di kamar mandi bisa menyebabkan cedera serius, mulai dari memar, patah tulang, hingga cedera kepala.

    Kondisi ini sering terjadi karena kamar mandi selalu basah dan jarang dibersihkan. Selain itu, pemilihan jenis keramik yang tidak tepat juga menjadi penyebab lantai semakin licin saat terkena air.

    Supaya lebih aman, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi keramik kamar mandi yang licin. Berikut tips yang dirangkum detikProperti dari Ibupedia:


    1. Gunakan Semprotan Anti Slip

    Salah satu solusi praktis adalah menggunakan semprotan anti slip. Produk ini bisa disemprotkan langsung ke permukaan keramik untuk menciptakan tekstur yang lebih kesat dan tidak licin.

    Semprotan ini cocok digunakan untuk berbagai jenis ubin seperti keramik, porselen, maupun batu alam. Tenang saja, semprotan ini tidak akan merusak motif keramik.

    2. Pasang Stiker atau Alas Anti Slip

    Alternatif lainnya adalah memasang stiker atau alas anti slip di area rawan terpeleset. Produk ini mudah ditemukan di pasaran dan pemasangannya juga cukup mudah.
    Beberapa produk bisa dicuci ulang sehingga tetap higienis dan hemat pemakaian jangka panjang.

    3. Pilih Ubin Khusus Kamar Mandi

    Jika kamu sedang merenovasi atau membangun rumah, pertimbangkan untuk memilih keramik khusus kamar mandi. Jenis keramik ini memiliki permukaan lebih kasar dan daya cengkeram yang lebih baik, sehingga aman meskipun dalam kondisi basah.

    4. Rutin Bersihkan Kamar Mandi

    Lantai kamar mandi yang jarang dibersihkan bisa menjadi tempat tumbuhnya lumut dan kerak sabun yang membuatnya makin licin. Oleh karena itu, jadwalkan pembersihan secara rutin, minimal seminggu sekali, untuk menjaga kebersihan dan keamanan.

    5. Gunakan Pembersih Khusus

    Gunakan pembersih kamar mandi khusus yang memang diformulasikan untuk mengangkat kerak dan mengurangi risiko licin. Selain menjaga lantai tetap bersih, produk ini juga membantu memperpanjang usia pakai keramik.

    Lantai kamar mandi yang licin memang berbahaya, tapi bukan berarti tak bisa diatasi. Dengan perawatan rutin dan pemilihan material yang tepat, kamar mandi bisa jadi ruang yang nyaman sekaligus aman untuk seluruh anggota keluarga.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mencegah Air Sumur Berwarna Kuning dan Berbau



    Jakarta

    Air sumur masih menjadi sumber utama kebutuhan air bersih bagi sebagian besar masyarakat, mulai dari untuk mandi, mencuci, hingga memasak. Namun, tak sedikit penghuni rumah yang mengeluhkan air sumur berwarna kuning dan mengeluarkan bau tak sedap. Jika dibiarkan, hal ini bisa berdampak pada kesehatan dan kualitas hidup sehari-hari.

    Air bersih yang layak konsumsi seharusnya tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Jika air sumur di rumahmu tidak memenuhi kriteria ini, bisa jadi sumber air sudah terkontaminasi oleh bakteri atau zat kimia dari dalam tanah.

    Lantas, bagaimana cara mencegah dan mengatasi air sumur yang berbau dan berwarna?


    Penyebab Air Sumur Berbau dan Berwarna

    Menurut Minnesota Department of Health, ada dua penyebab umum air sumur menjadi bau dan berubah warna:

    Gas Hidrogen Sulfida (H₂S)

    Gas ini membuat air beraroma seperti telur busuk. H₂S bisa muncul secara alami akibat proses pembusukan bahan organik di dalam tanah dan bebatuan. Jika kadar gas ini tinggi, air bisa berbahaya untuk digunakan.

    Bakteri Sulfur

    Bakteri ini membantu memproduksi gas H₂S dan merangsang pertumbuhan bakteri lain, seperti bakteri besi. Akibatnya, sistem perpipaan bisa tersumbat lendir, dan muncul noda hitam atau korosi pada logam di rumah.

    Cara Mengatasi dan Mencegah Air Sumur yang Bau dan Kuning

    Jika air sumur di rumah sudah menunjukkan tanda-tanda bau, keruh, atau menimbulkan kerak hitam pada pipa, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

    1. Gunakan Kaporit

    Kaporit bisa berfungsi sebagai disinfektan untuk menjernihkan sekaligus menghilangkan bau pada air sumur. Namun, setelah ditambahkan kaporit, air tidak bisa langsung digunakan. Tunggu beberapa hari sampai baunya benar-benar hilang.

    2. Bersihkan Dinding Sumur

    Bakteri penyebab bau kerap menempel di dinding sumur. Kamu bisa menggunakan cairan klorin untuk membersihkannya secara menyeluruh agar air kembali jernih dan bebas aroma tak sedap.

    3. Perdalam Galian Sumur

    Air kuning dan keruh bisa terjadi karena sumur terlalu dangkal. Pertimbangkan menggali lebih dalam dan melapisi dinding sumur dengan beton agar tidak mudah tercemar air permukaan.

    4. Disinfeksi Secara Menyeluruh

    Jika bau masih membandel, lakukan disinfeksi menggunakan larutan klorin yang lebih kuat. Untuk hasil maksimal dan aman, sebaiknya gunakan jasa profesional yang ahli dalam sterilisasi air sumur.

    5. Buat Sumur Baru

    Jika semua cara sudah dicoba dan sumber air masih tercemar, membuat sumur baru bisa jadi solusi terakhir. Cari lokasi berbeda yang lebih steril atau pertimbangkan untuk berlangganan air bersih dari penyedia layanan resmi.

    Dengan perawatan dan tindakan yang tepat, air sumur yang kuning dan berbau bisa dihindari. Pastikan untuk selalu rutin mengecek kondisi air di rumah agar tetap aman dan sehat untuk digunakan sehari-hari.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Tikus Bisa Masuk Rumah? Ini Penyebab dan Cara Cegahnya


    Jakarta

    Tikus terkadang bisa masuk dan bersarang di dalam rumah. Kehadiran tikus sangat merugikan penghuni rumah sehingga perlu diwaspadai.

    Hewan pengerat ini suka mencuri makanan, merusak barang, dan buang kotoran sembarangan. Tikus juga hewan yang sangat kotor dan dapat membawa penyakit yang mengancam penghuni rumah.

    Oleh karena itu, penghuni perlu menjaga agar tikus tidak masuk ke dalam rumah. Simak apa saja yang menarik tikus buat masuk rumah beserta cara mencegahnya berikut ini, dikutip dari The Pest Master, Senin (28/7/2025).


    Penyebab Tikus Masuk Rumah

    Biasanya tikus menyerang rumah untuk mencari makanan, air, dan tempat berlindung. Nah, rumah dapat menyediakan tiga hal itu sehingga tikus tertarik untuk datang.

    1. Sumber Makanan

    Mereka menyukai rumah yang terdapat sumber makanan yang bisa mereka jangkau. Misalnya ada makanan yang dibiarkan terbuka, wadah yang tidak tertutup rapat, makanan hewan peliharaan, dan sisa buah dan sayuran yang jatuh di pekarangan.

    2. Sumber Air

    Selain itu, tikus juga mencari sumber air yang mudah diakses di rumah. Hewan tersebut tertarik dengan rumah yang memiliki keran yang menetes, mangkuk air hewan peliharaan, atau tempat mandi burung.

    3. Tempat Berlindung

    Hama ini senang tinggal di tempat yang aman dan tenang karena cocok buat mereka bersarang dan berkembang biak. Loteng yang berantakan, rongga dinding, dan tumpukan kotak menyediakan tempat perlindungan bagi tikus.

    Cara Cegah Tikus Masuk Rumah

    Untuk mencegah tikus masuk rumah, penghuni dapat melakukan tips ini.

    1. Tutup Akses Masuk

    Periksa rumah untuk mencari bukaan yang bisa menjadi akses masuk tikus. Tutup lubang dan celah pada bangunan rumah agar tidak dilalui tikus. Pastikan untuk menggunakan penutup yang tidak dapat digerogoti tikus.

    2. Simpan Makanan dan Sampah dengan Benar

    Amankan rumah dari tikus dengan menyimpan makanan dan sampah dengan benar. Caranya dengan menyimpan makanan dalam wadah tertutup rapat dan pastikan tempat sampah memiliki tutup yang rapat. Lalu, segera bersihkan sisa atau tumpahan makanan agar tidak dimakan tikus.

    3. Jaga Kebersihan

    Rumah yang bersih tidak terlalu menarik bagi tikus. Bersihkan dan rapikan rumah, terutama tempat yang berantakan seperti garasi supaya tidak jadi sarang tikus. Pastikan barang-barang tersimpan dengan rapi dan tidak menyentuh lantai.

    4. Rapikan Pekarangan

    Terakhir, rapikan pekarangan dengan memotong ranting pohon dan semak-semak. Sebab, tikus dapat memanjat pohon dan melompat ke atap. Lalu, semak-semak pun bisa menjadi tempat berlindung dan bersembunyi bagi tikus.

    Itulah informasi seputar tikus masuk rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Kesalahan Menyimpan Makanan yang Mengundang Kecoak


    Jakarta

    Kecoak kerap kali masuk rumah untuk mencari sumber makanan. Kehadiran kecoak sangat dibenci penghuni rumah karena tubuhnya yang kotor dan bentuknya mengerikan.

    Kecoak mengandung banyak bakteri sehingga bisa menjadi sumber penyakit. Bayangkan kalau makanan sampai dihinggapi kecoak, tentu akan mengganggu kesehatan penghuni rumah yang mengonsumsi.

    Oleh karena itu, penghuni harus menyimpan makanan dengan benar agar tidak mengundang kecoak. Simak kesalahan penyimpanan makanan yang dapat menarik kecoak.


    Kesalahan Menyimpan Makanan yang Mengundang Kecoak

    Inilah beberapa cara penyimpanan makanan yang perlu dihindari supaya tak ada kecoak.

    1. Wadah Makanan Tidak Tertutup Rapat

    Dilansir dari HiCare, makanan yang disimpan dalam wadah terbuka atau tidak tertutup rapat rawan didatangi kecoak. Pastikan untuk menyimpan makanan dalam wadah yang tertutup rapat untuk mencegah serangan kecoak.

    2. Tidak Bersihkan Tempat Makanan

    Sisa dan tumpahan makanan di kabinet dapur sangat menarik bagi kecoak. Apalagi kabinet gelap dan lembap sehingga cocok buat kecoak bersembunyi. Pastikan untuk rajin mengatur dan membersihkan kabinet untuk mencegah kecoak.

    3. Tempat Penyimpanan Makanan Lembap

    Kecoak menyukai tempat tinggal yang lembap, misalnya di kabinet dapur. Penghuni rumah perlu menghilangkan kelembapan agar mereka sulit bertahan hidup. Salah satu caranya dengan menyimpan gel silika untuk menyerap kelembapan di kabinet.

    4. Kabinet Berlubang

    Dikutip dari situs EPA, kecoak bersembunyi di tempat tertutup, misalnya kabinet dapur. Nah, terkadang ada celah atau lubang yang bisa menjadi akses masuk kecoak. Pastikan untuk menyimpan makanan di tempat yang tidak ada celah dengan menutup lubang atau celah kabinet.

    Itulah beberapa kesalahan dalam menyimpan makanan sehingga mengundang kecoak. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Memanfaatkan Kulit Jeruk untuk Mengusir Kecoa



    Jakarta

    Jeruk tak hanya bisa dimanfaatkan dagingnya saja. Kulit jeruk yang selama ini kita buang, ternyata punya fungsi yang berguna untuk kebutuhan sehari-hari.

    Kulit jeruk dipercaya bisa dimanfaatkan untuk membasmi kecoa. Bagaimana caranya?

    Dilansir dari detikFood yang mengutip NDTV, kulit jeruk punya senyawa yang disebut limonene. Senyawa ini lah yang memberikan aroma segar pada jeruk. Nah, kecoa justru tidak suka dengan bau kulit jeruk ini.


    Berikut cara selengkapnya:

    Untuk memanfaatkan kulit jeruk dalam membasmi kecoa, kulit jeruk harus dikeringkan. Kulit jeruk harus dijemur yang langsung terkena sinar matahari langsung atau bisa juga dimasukkan ke oven untuk hasil yang lebih cepat.

    Setelah kering, letakkan kulit jeruk di area yang sering didatangi kecoak, seperti di bawah wastafel, di belakang peralatan, atau di sudut gelap dapur. Jangan lupa mengganti kulit jeruk setiap beberapa hari untuk menjaga efektivitasnya.

    Namun, jika jumlah kecoaknya lebih banyak, memang tidak begitu efektif. Kamu bisa mengombinasikan kulit jeruk dengan pembersihan rutin dan penyimpanan makanan yang tepat, kulit jeruk tentu dapat membantu mengurangi keberadaan kecoa.

    Selain untuk membasmi kecoak, kulit jeruk tentu saja dapat digunakan dengan berbagai fungsi untuk membersihkan dapur. Kamu bisa menggunakannya untuk pengharum ruangan dan pembersih dapur.

    Untuk pengharum ruangan, cukup memasukkan kulit jeruk ke dalam air bersama kayu manis dan cengkeh, lalu didihkan selama 15-20 menit. Ramuan alami ini akan membantu menetralkan bau masakan dan menyegarkan dapur.

    Kulit jeruk untuk membersihkan dapur bisa dengan cara merendam kulit jeruk bersama cuka. Diamkan selama beberapa minggu, lalu menyaring cairannya. Cuka yang mengandung jeruk ini sangat cocok untuk mengatasi noda minyak dan lemak yang membandel.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com