Category: Tips Properti

  • Kasur Kena Ompol dan Berbekas? Begini Cara Mudah Bersihkannya


    Jakarta

    Kasur sangat rentan basah apalagi bagi yang memiliki anak-anak yang sering mengompol. Bekas ompol atau cairan lain yang tumpah di kasur bisa meninggalkan noda berwarna kecoklatan di permukaan kasur. Sebenarnya noda tersebut dapat ditutupi dengan seprai, tetapi ketika kasur tidak ditutup seprai akan terlihat kotor.

    Selain itu, kasur yang terkena ompol biasanya akan berbau pesing sehingga bukan hanya noda yang harus diatasi, melainkan baunya juga. Masalah ini sebenarnya mudah di atasi, tidak perlu sampai membeli kasur baru.

    Dilansir Real Simple begini cara membersihkan noda dan bau ompol pada kasur.


    Cara Menghilangkan Bau Ompol Kasur

    Hal yang perlu diketahui adalah lokasi yang terkena ompol. Dengan begitu saat membersihkannya akan jauh lebih mudah. Selain itu, saat menemukan anak buang air di kasur, harus segera dibersihkan dan jangan ditunggu hingga kering. Begini cara membersihkannya.

    1. Buat Larutan Pembersih

    Cara menghilangkan bau ompol dari kasur terutama seprai caranya mirip dengan menghilangkan bau pada pakaiannya, yakni bisa memakai detergen. Siapkan 1/2 sendok teh detergen dengan 1 cangkir air hangat. Lalu, ambil sikat gigi yang sudah dimasukkan ke dalam larutan detergen tadi agar sabun dapat menyebar ketik digosok. Mulai gosok permukaannya dengan lembut dari bagian luar noda ke tengah.

    2. Taburkan Baking Soda

    Setelah semua permukaannya bersih, bilas dengan air bersih hingga tidak ada noda sabun yang menempel pada seprai dan kasur. Kemudian, keringkan area tersebut dengan kain bersih atau pengering rambut bagi yang memilikinya. Panas akan mempercepat air kering sehingga permukaan kasur tidak lembap.

    Apabila sudah kering, taburkan area tersebut dengan lapisan baking soda secukupnya.

    3. Keringkan

    Biarkan kasur mengering selama beberapa jam sesuaikan dengan bahan kasur yang dipakai. Penghuni rumah bisa mempercepat proses ini dengan menyalakan kipas angin atau membuka jendela. Setelah kering, bersihkan baking soda dari kasur dengan disapu atau menggunakan vacuum cleaner.

    Cara Menghilangkan Noda Bekas Ompol

    Biasanya setelah noda basah dan baunya hilang, beberapa saat kemudian akan muncul bekas basah pada permukaan kasur. Untuk menghilangkan bisa menggunakan cara berikut.

    1. Buat Larutan Pembersih

    Kali ini bahan yang dipakai adalah baking soda yang dicampur dengan air, perbandingannya 3:1, ukurannya disesuaikan dengan luas noda di kasur. Pastikan bentuk larutan tersebut cukup kental.

    2. Oleskan ke Kasur

    Setelah itu, oleskan pasta tersebut pada bekas noda ompol. Ratakan menggunakan sikat bulu atau benda lain agar larutan baking soda tersebar merata. Tunggu selama 4 jam.

    3. Keringkan

    Fungsi dari baking soda adalah membersihkan noda dan menyerap bau pada permukaan kasur dan seprai. Setelah 4 jam apabila tidak ada perubahan, ulangi cara yang sama dengan waktu tunggu kali ini 4 jam lamanya. Pakai kipas angin untuk mempercepat prosesnya. Jika sudah kering, vakum area tersebut.

    Sebagai catatan, jika menggunakan baking soda masih belum hilang bau pesing dan nodanya, penghuni rumah bisa menggunakan cuka. Semprotkan cuka putih yang sudah disuling ke area tersebut. Bau cuka memang menyengat, tetapi akan hilang saat kasur mengering.

    Itulah cara menghilangkan bau pesing dan noda air kencing dari kasur. Semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Salah, Tempat Sampah Juga Perlu Dibersihkan Lho! Begini Caranya


    Jakarta

    Mungkin banyak yang mengira tempat sampah tidak perlu dibersihkan. Nyatanya, benda tersebut juga perlu dibersihkan lho sama seperti barang-barang lainnya.

    Walaupun digunakan untuk menampung sampah, tempat sampah tetap perlu dibersihkan agar tidak bau. Selain itu, tempat sampah yang kotor juga bisa mengundang tamu yang tak diinginkan, seperti serangga bahkan tikus.

    Dilansir dari Real Simple, Rabu (3/9/2025), berikut ini cara membersihkan tempat sampah, mulai dari tempat sampah di kamar mandi hingga di luar rumah.


    Tempat Sampah Kamar Mandi

    Interior of toilet seat, paper and trashcan in hygiene restroom.Ilustrasi tempat sampah kamar mandi. Foto: Getty Images/iStockphoto/mrcmos

    Tempat sampah terkadang ada di kamar mandi untuk membuang tisu maupun pembalut. Biasanya, ukuran tempat sampah tersebut kecil.

    “Biasanya, tempat sampah kamar mandi berukuran cukup kecil sehingga bisa dibersihkan dengan kain lembap atau spons dan pembersih serbaguna. Namun, jika ada residu lengket, Anda mungkin perlu membilasnya dengan air hangat terlebih dahulu,” kata Robin Murphy dari ChirpChirp House Cleaning, dikutip dari Real Simple.

    Tempat sampah di kamar mandi perlu didisinfeksi apabila penghuni rumah sakit. Biarkan disinfektan selama beberapa lama sebelum dilap bersih. Hati-hati ya kalau tempat sampahnya terbuat dari logam ketika disemprot disinfeksi karena bisa berkarat.

    Tempat Sampah Dapur

    In de zorgIlustrasi tempat sampah dapur. Foto: Getty Images/iStockphoto/Anne van der Veer

    Tempat sampah di dapur wajib dibersihkan karena ada sisa-sisa makanan yang bisa saja mengundang serangga. Sebelum dibersihkan, pastikan sampah sudah kosong.

    Cara membersihkannya dengan menyemprotkan cairan pembersih terutama bagian dalamnya.

    “Gunakan larutan pembersih serbaguna baik di dalam maupun di luar kaleng menggunakan kain, sabut gosok, atau sikat gosok untuk menggosok permukaan secara menyeluruh, dengan fokus ekstra pada residu yang lengket,” kata Murphy.

    Setelah kotoran terangkat, semprotkan disinfektan, diamkan selama waktu yang disarankan pada botol. Ini akan membuatnya ekstra bersih sekaligus menghilangkan sumber bau.

    “Terakhir, biarkan tempat sampah mengering secara alami atau gunakan kain untuk mengeringkannya sebelum melapisinya dengan kantong sampah bersih,” tambah Murphy.

    Tempat Sampah di Luar Rumah

    Kalau ada tempat sampah yang ditaruh di luar rumah, ini juga harus dibersihkan. Membersihkan tempat sampah tersebut memiliki tantangan tersendiri karena biasanya sangat kotor dan terpapar cuaca. Belum lagi, ukurannya lebih besar dibandingkan tempat sampah di dapur maupun kamar mandi.

    “Gunakan selang taman untuk menyemprot bagian dalam dan luar tempat sampah. Pakai larutan pembersih serbaguna ke bagian dalam dan luar tempat sampah, termasuk tutupnya. Sikat gosok bergagang panjang ideal untuk menggosok permukaan, terutama bagian bawah dan samping,” kata Murphy.

    Setelah itu, bilas tempat sampah secara menyeluruh untuk menghilangkan kotoran dan cairan pembersih. Setelah dibilas, semprotkan disinfektan dan biarkan sesuai waktu yang disarankan dan biarkan kering dengan sendirinya.

    Itulah cara membersihkan tempat sampah. Semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kapan Bantal Harus Diganti? Ini 4 Tandanya


    Jakarta

    Bantal merupakan salah satu perlengkapan tidur yang pasti ada di kasur. Keberadaannya tidak bisa dipisahkan sebagai alas kepala agar tidur jauh lebih nyaman.

    Banyak yang belum tau nih kalau pemakaian bantal juga ada waktu kedaluwarsanya lho. Bantal nggak bisa dipakai selamanya apalagi tanpa pernah dicuci. Apabila dibiarkan justru bisa memicu penyakit, seperti alergi.

    Umur pemakaian bantal memang tidak tertera jelas pada kemasan. Namun, ada ciri-ciri yang bisa jadi alat ukur apakah bantal yang digunakan masih layak atau tidak.


    Dilansir dari Daily Mail, disebutkan umumnya waktu pemakaian bantal berbeda-beda tergantung bahan yang digunakan. Bantal sintetis misalnya, biasanya dipakai sampai 6-12 bulan. Sementara untuk bantal berbulu jangka waktu pemakainya jauh lebih lama, yakni 2-3 tahun. Untuk bahan busa memori dapat bertahan 2-3 tahun, busa poli bertahan 2-3 tahun, bahan poliester bisa bertahan sekitar 2-4 tahun.

    Tanda-tanda Bantal Harus Segera Diganti

    1. Terdapat Noda

    Pada bahan apa pun, permukaan bantal seiring waktu bisa berubah warna. Perubahan ini akan terlihat jelas pada bantal berwarna putih. Penyebabnya bisa karena bekas air atau cairan, banyaknya debu yang menempel hingga pemudaran alami.

    Jika terdapat noda coklat, kemungkinan adanya pertumbuhan jamur pada bantal. Sedangkan jika noda bantal berwarna kuning, kemungkinan hal itu terjadi karena keringat malam. Pertumbuhan jamur ini berkembang karena lingkungan yang lembab akibat dari iklim, air liur, hingga keringat.

    Cara mencegah pertumbuhan jamur dengan dikeringkan secara alami di bawah sinar matahari atau mencuci dengan cuka. Pastikan membaca dulu petunjuk perawatan karena sebagian jenis bantal tidak memiliki penanganan yang sama.

    Setelah bersih pakai pelindung bantal atau ekstra sarung bantal agar tetap awet dan terhindar dari keringat atau air liur, tumpahan yang tidak disengaja, serangga, debu, dan kotoran.

    2. Kendur atau Rata

    Selain warna, perubahan pada bentuk juga tanda yang jelas bantal harus segera diganti. Bantal berguna untuk menopang otot seperti area leher dan bahu agar tidak sakit, perubahan pada bentuk bantal akan berpengaruh pada tubuh ditandai dengan nyeri dan pegal.

    3. Bantal Berbau

    Sebagai perlengkapan tidur, bantal harus bersih dan tidak berbau. Apabila tercium bau apek, bau keringat, atau bau tak sedap lainnya ada dua cara mengatasinya yaitu dibersihkan atau langsung ganti.

    Jika dua tanda sebelumnya ditambah bantal tersebut juga berbau, mau tidak mau bantal harus diganti. Jika bentuk dan warnanya masih aman, coba bersihkan. Caranya dengan mencuci dicampur detergen dan dikeringkan di bawah sinar matahari.

    4. Bantal Tak Kembali ke Bentuk Semula Setelah Ditekuk

    Cara selanjutnya adalah coba menekuk bantal ke sisi yang sama sehingga luasnya jadi setengah. Bantal yang kondisinya masih bagus akan kembali ke bentuk semula. Sementara, jika kondisinya sudah menurun, biasanya akan tetap menekuk.

    Hal ini disebabkan oleh berkurangnya massa di dalam bantal tersebut. Tampilannya jadi lebih kempes. Ketika ditekuk bagaimana pun akan mudah dilakukan. Hal ini berbeda dengan bantal baru yang masih penuh sehingga ketika ditekuk akan kembali ke bentuk semula.

    Cara untuk mengujinya bisa dengan menekuk bantal selama 30 detik, kemudian lepas. Apabila bisa kembali ke bentuk semula yakni rata kembali, berarti bantal tersebut masih layak digunakan. Namun, apabila bentuknya tetap menekuk, segera ganti dengan bantal baru.

    Itulah beberapa tanda bantal harus segera diganti. Semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Efektif Bersihkan Noda Minyak yang Menempel di Meja Dapur


    Jakarta

    Saat memasak pasti ada saja kejadian minyak panas memercik ke mana-mana. Biasanya hal ini karena minyak terlalu panas atau ada air yang jatuh ke dalamnya.

    Cipratan tersebut bukan hanya perih dan panas saat terkena kulit, melainkan sulit juga dibersihkan saat menempel di meja. Terkadang sudah dibersihkan dengan kain basah pun tidak mengembalikan tampilan dan tekstur dari meja tersebut.

    Dilansir The Spruce ternyata air saja tidak cukup untuk membersihkan bekas percikan minyak yang menempel di meja, terutama noda yang membandel. Berikut bahan-bahan yang dibutuhkan dan cara membersihkan yang cepat.


    1. Sabun Cuci Piring

    Bahan pertama yang bisa dipakai adalah sabun cuci piring. Hal ini terbukti ketika mencuci piring berlemak, sabun cuci piring bisa menghilangkan noda dan baunya dalam beberapa kali usap.

    Cara membersihkan noda minyak yang menempel pada meja dapur adalah dengan mencampur seperempat sendok teh sabun cuci piring ke dalam dua cangkir air hangat. Setelah tercampur, celupkan kain mikrofiber atau kain bersih. Gosok atau lap noda minyak tersebut dengan lembut agar tidak tercipta goresan pada meja. Jangan lupa keringkan dengan kain baru.

    Sabun cuci piring cocok untuk membersihkan noda minyak pada meja yang terbuat dari plastik, kuarsa, dan beton.

    2. Soda Kue

    Bahan kedua yang bisa dipakai adalah soda kue. Bahan ini disebut cocok untuk mengangkat noda minyak membandel yang mungkin sudah lama tidak dibersihkan.

    Caranya campurkan soda kue dengan beberapa tetes air hingga wujudnya mengental. Oleskan pada area yang bernoda, tutup dengan plastik pembungkus, dan diamkan semalaman atau hingga campuran tersebut mengering.

    Dengan begitu, soda kue dapat menyerap minyak dari meja dapur. Setelah itu, bersihkan soda kue tadi dengan kain lembap. Ulangi proses ini jika masih belum bersih. Cara ini cocok untuk meja marmer.

    3. Soda Kue dan Maizena

    Untuk membersihkan noda minyak yang menempel pada meja kayu, campuran soda kue dengan air tidak cukup. Campurkan pula dengan tepung maizena yang akan membantu menyerap minyak yang sudah meresap ke dalam kayu. Selain material kayu, bahan ini cocok untuk membersihkan meja berbahan granit.

    Itulah beberapa bahan yang bisa membersihkan noda minyak membandel pada meja, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Penting! Ini Alasan Charger Ponsel Perlu Dicabut dari Stopkontak Usai Dipakai


    Jakarta

    Setelah selesai mengisi daya ponsel, pemilik terkadang lupa untuk mencabut charger atau pengisi daya dari stopkontak. Hal ini merupakan kebiasaan buruk yang dapat merugikan penghuni rumah lho.

    Jika tidak dicabut dari stopkontak, charger lama-lama akan menjadi panas. Berawal dari situ, masalah pun bisa timbul mulai dari perangkat rusak hingga terjadi kebakaran.

    Apa saja dampak dari meninggalkan charger ponsel terus menancap ke stopkontak? Berikut ini penjelasannya.


    Risiko Charger Tidak Dicabut dari Stopkontak

    Inilah beberapa dampak buruk meninggalkan charger yang tidak dicabut dari stopkontak, dikutip dari Voice7 News.

    1. Boros Listrik

    Charger akan terus menyedot daya listrik meski tidak tersambung ke ponsel. Hal ini adalah pemborosan energi sampai dapat meningkatkan tagihan listrik.

    2. Perangkat Rusak

    Pengisian daya yang terlalu lama membuat adaptor panas. Kalau ada panas berlebih, baik charger maupun baterai ponsel bisa rusak. Alhasil, masa pakai dan kinerja perangkat berkurang.

    3. Kebakaran

    Dalam kasus terburuk, membiarkan charger menempel ke stopkontak bisa menimbulkan percikan api sampai berpotensi terjadi ledakan atau kebakaran. Kondisi ini disebabkan oleh timbunan panas berlebih dari aliran listrik.

    Cara Aman Pakai Charger Ponsel di Rumah

    Supaya charger awet dan tidak terjadi kebakaran, berikut ini cara aman menggunakan charger ponsel di rumah.

    • Jangan mengisi daya ponsel semalaman.
    • Segera cabut charger dari stopkontak saat daya ponsel sudah penuh.
    • Gunakan charger berlisensi dan spesifikasinya cocok dengan ponsel.
    • Isi daya ponsel di tempat dengan ventilasi yang baik.

    Itulah informasi seputar pentingnya mencabut charger ponsel dari stopkontak. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Benda Ini Suka Lupa Dibersihkan di Rumah Padahal Kotor Banget!


    Jakarta

    Banyak yang beranggapan kamar mandi adalah tempat terkotor di rumah. Nggak heran kalau penghuni akan rajin membersihkan ruangan ini. Padahal ada area lain yang juga kotor tapi suka terlewat buat dibersihkan.

    Sejumlah benda di rumah sering dipegang penghuni dalam kesehariannya. Namun tampilannya tak terlihat kotor sehingga penghuni bisa lupa membersihkannya. Benda itu bisa jadi tempat bersarang bakteri, lho. Oleh karena itu, pastikan untuk rajin membersihkan setiap sudut rumah ya.

    Apa saja benda yang kotor tapi sering lupa dibersihkan di rumah? Simak ulasannya berikut ini.


    Benda yang Suka Lupa Dibersihkan

    Inilah sederet barang yang rawan kotor karena jarang dibersihkan, dikutip dari Better Homes & Gardens.

    1. Meja

    Comfortable workplace with potted plantsIlustrasi meja. Foto: Getty Images/iStockphoto/mediaphotos

    Meja yang jarang dibersihkan bisa menjadi sarang kuman. Kalau penghuni sering bekerja di rumah, kuman tak hanya bersarang di komputer tetapi meja juga. Meja standar dapat mengandung 400 kali lebih banyak kuman dibandingkan dudukan toilet.

    2. Gagang Pintu

    Ilustrasi gagang pintu rumahIlustrasi gagang pintu rumah Foto: via Pixabay

    Tentunya penghuni rumah sering menyentuh gagang pintu. Bakteri yang menempel pada seseorang dapat berpindah ke gagang, lalu tersentuh oleh orang berikutnya.

    3. Saklar Lampu

    Ilustrasi saklar lampuIlustrasi saklar lampu Foto: Shutterstock

    Selain itu, saklar lampu juga sering disentuh berkali-kali sepanjang hari. Hal ini membuat saklar penuh dengan bakteri.

    4. Wastafel Dapur

    wastafelwastafel Foto: Getty Images/ben-bryant

    Wastafel dapur adalah salah satu area tertinggi yang terkontaminasi bakteri, seperti Salmonella dan E.coli. Sebab, tempat ini digunakan untuk mencuci sayur dan daging mentah. Lalu, banyaknya partikel makanan dan kelembapan menjadikannya tempat yang cocok buat kuman berkembang biak.

    5. Spons Dapur

    Spons pencuci piringSpons. Foto: Shutterstock/

    Meski sering terkena sabun, spons dapur bisa jadi benda yang sangat kotor di rumah. Spons dan kain lap ditemukan mengandung sebanyak 45 miliar mikroba bakteri per centimeter. Pasalnya, spons sangat berpori sehingga rawan mengundang kuman.

    6. Perlengkapan Tempat Tidur

    ilustrasi ranjang/kamar tidur/sepraiilustrasi seprai Foto: Getty Images/FreshSplash

    Jika penghuni tidak mengganti seprai dan sarung bantal selama seminggu, akan ada 17 ribu partikel lebih banyak bakteri pada sarung bantal daripada dudukan toilet. Pastikan untuk mencuci seprai setiap minggu dan sediakan sarung bantal ekstra untuk diganti lebih sering.

    Itulah benda yang harus rajin dibersihkan karena rawan kotor di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Jurus Jitu Bikin Rumah Bebas Nyamuk, Nggak Khawatir Digigit Lagi


    Jakarta

    Kehadiran nyamuk cukup mengganggu penghuni rumah. Serangga itu suka hinggap di kulit manusia dan mengisap darah.

    Gigitan nyamuk menimbulkan sensasi gatal pada kulit. Belum lagi, nyamuk dapat menularkan penyakit serius melalui gigitannya.

    Oleh karena itu, penghuni sebaiknya melindungi rumah agar bebas nyamuk. Caranya dengan membuat lingkungan yang sulit ditinggali nyamuk.


    Lantas, bagaimana cara membuat rumah bebas nyamuk? Simak tipsnya berikut ini.

    Cara Bikin Rumah Bebas Nyamuk

    Inilah beberapa cara untuk mengusir nyamuk dari rumah, dikutip dari Better Health Channel, Sabtu (6/9/2025).

    1. Pasang Jaring Anti Nyamuk

    Penghuni dapat mencegah serangan nyamuk dengan menutup akses masuknya ke rumah. Pasang jaring atau layar berlubang pada jendela, pintu, dan lubang ventilasi agar tak bisa dilalui nyamuk.

    2. Gunakan Obat Anti-Nyamuk

    Lalu, kamu bisa membasmi nyamuk memakai semprotan obat atau pengusir serangga di sekitar rumah. Ada berbagai macam produk anti-nyamuk tersedia di pasaran.

    Gunakan semprotan anti-nyamuk untuk membasmi serangga itu ketika tampak di dalam rumah. Manfaatkan juga alat pengusir nyamuk berbentuk vaporizer atau diffuser yang dapat dicolokkan ke stopkontak. Untuk area outdoor, penghuni bisa menyalakan obat nyamuk bakar.

    3. Bersihkan Halaman Rumah

    Penghuni bisa membasmi nyamuk langsung dari sumbernya, salah satunya di halaman rumah. Bersihkan halaman rumah agar tidak ada genangan air. Nyamuk dapat berkembang biak di genangan air yang sangat sedikit.

    Singkirkan benda yang dapat menampung air misalnya pot, wadah, dan ban. Kalau ada tangki air, pastikan untuk menutupnya dengan rapat.

    Itulah beberapa cara untuk mencegah rumah diserang nyamuk. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Simpan 7 Barang Ini di Atas Kulkas kalau Nggak Mau Rugi


    Jakarta

    Bagian atas kulkas yang kosong mungkin terlihat cocok dimanfaatkan buat ruang penyimpanan. Namun, nggak semua barang aman diletakkan di atas kulkas lho.

    Dilansir dari Reader’s Digest, para ahli sebenarnya kurang menganjurkan menaruh barang di atas kulkas. Sebaiknya bagian tersebut dibiarkan kosong untuk menjaga sirkulasi udara sekitar kulkas. Hal ini juga demi mencegah celaka seperti benda terjatuh hingga kebakaran.

    Jika penghuni rumah tetap ingin memanfaatkan ruang di atas kulkas, ada beberapa benda yang perlu dihindari. Simak penjelasannya berikut ini.


    Barang yang Tak Boleh Diletakkan di Atas Kulkas

    Inilah beberapa barang yang sebaiknya tidak disimpan di atas kulkas kalau nggak mau alami kerugian.

    1. Buku

    Penghuni mungkin saja ingin akses mudah ke buku resep masakan, lalu menaruhnya di atas kulkas. Hal ini sebaiknya dihindari karena buku dan benda kertas lainnya dapat menghalangi ventilasi kulkas. Apalagi barang tersebut terbuat dari bahan yang rawan terbakar sehingga membahayakan.

    2. Peralatan Masak

    Jangan simpan perangkat masak di atas kulkas seperti rice cooker, air fryer, dan mesin pembuat kopi. Benda tersebut dapat bergeser secara perlahan setiap kali kulkas dibuka dan ditutup. Dikhawatirkan benda berat itu sewaktu-waktu bisa terjatuh dan melukai seseorang.

    3. Alat Makan dan Wadah dari Kaca

    Peralatan makan dan wadah yang terbuat dari kaca sebaiknya tidak ditaruh di atas kulkas. Benda kaca itu antara lain toples dan mangkuk. Sebab, barang berat ini berisiko jatuh dan mengenai penghuni rumah.

    4. Obat

    Selain itu, jangan simpan obat-obatan di atas kulkas. Obat semestinya disimpan di tempat yang adem dan kering, sedangkan lingkungan kulkas tidak punya karakteristik tersebut. Masalahnya, efisiensi obat-obatan akan menurun kalau ditaruh sembarangan.

    5. Buah dan Sayur

    Beberapa bahan makanan terkadang sengaja tidak disimpan di dalam kulkas, misalkan pisang, alpukat, kentang, dan bawang bombai. Meski demikian, sebaiknya hindari menaruh bahan tersebut di atas kulkas ya. Hawa panas dari kulkas dapat mempercepat pembusukan makanan, hal itu tentunya bisa merugikan penghuni rumah.

    6. Bumbu Rempah

    Bumbu rempah perlu tempat penyimpanan yang sesuai agar cita rasanya terjaga. Jangan simpan bumbu rempah di atas kulkas kalau penghuni tak mau rasanya cepat hilang.

    7. Roti

    Terakhir, hindari menyimpan roti di atas kulkas. Selain menghalangi ventilasi, hawa panas dari kulkas bakal bikin roti cepat basi.

    Itulah beberapa hal yang sebaiknya tidak diletakkan di bagian atas kulkas. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Aman Nggak Sih Menyalakan Lampu Teras 24 Jam Saat Rumah Kosong?



    Jakarta

    Sering kita lihat rumah-rumah kosong yang ditinggal penghuninya liburan hanya diterangi lampu pada bagian depan. Lampu tersebut bisa menyala lebih dari 24 jam.

    Pada malam hari, rumah tersebut terlihat sama seperti rumah berpenghuni karena lampu halamannya menyala. Namun, pada siang hari tetangga atau orang yang lewat di depan rumahnya akan sadar bahwa rumah tersebut kosong karena lampu depan terus menyala tanpa ada aktivitas.

    Pada awalnya orang berpikir ini adalah cara efektif untuk mengamankan rumah saat ditinggal pergi. Sebab, secara tak langsung tetangga mengetahui rumah tersebut kosong. Namun, bagi orang yang berniat mencuri, mereka mendapat sinyal bahwa ada kesempatan untuk menjarah rumah tersebut.


    Lantas, apakah masih relevan untuk terus menghidupkan lampu depan 24 jam saat pergi liburan?

    Dilansir dari Better Homes and Gardens, pakar keamanan Brinks Home Sara Harshbarger mengatakan menghidupkan lampu bagian luar tanpa dimatikan bukan keputusan yang tepat. Sebab, hal tersebut tidak memberikan keamanan pada rumah, melainkan dapat menarik perhatian pencuri untuk datang.

    “Jika pencahayaan luar ruangan adalah satu-satunya langkah keamanan yang ada, hal itu justru dapat tidak memberikan rasa aman bagi pemilik rumah,” jelasnya.

    Selain itu, menghidupkan lampu lebih dari 24 jam tanpa dimatikan adalah tindakan pemborosan listrik dan menyebabkan polusi cahaya.

    Sara menegaskan menyalakan lampu bagian depan ketika sedang tidak berada di rumah seharusnya berfungsi sebagai penerangan terutama bagian halaman dan jalanan di depan dan keamanan. Namun, apabila lampu tersebut menyala 24 jam bahkan saat matahari terang, fungsinya tak lagi tepat.

    Tips Menyalakan Lampu Depan Rumah yang Tepat

    Cara yang tepat untuk menyalakan lampu depan ketika sedang tidak ada di rumah adalah memakai lampu yang bisa hidup dan mati secara otomatis. Penghuni rumah bisa memilih lampu yang dilengkapi dengan sensor gerak, cahaya, atau yang memiliki penjadwalan waktu mati dan menyala.

    Lampu sensor gerak dapat mengejutkan calon penyusup sekaligus mengatasi potensi polusi cahaya atau masalah konsumsi energi. Lampu yang menyala sesuai jadwal juga akan menghindari rumah dari penyusupan.

    “Sistem pencahayaan pintar yang menggunakan pengatur waktu menawarkan solusi hebat lainnya. Sistem ini menghemat energi sekaligus menciptakan kesan seolah-olah ada orang di rumah, yang dapat menjadi pencegah yang kuat,” terangnya.

    Jika tidak bisa memasang lampu pintar yang bisa menyala dan hidup melalui sensor, pakai bohlam LED yang hemat energi.

    Itulah cara memasang lampu bagian depan yang tepat agar tidak mengundang pencuri. Semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Piring Masih Bau Meski Sudah Dicuci Berulang Kali? Bisa Jadi Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Piring yang telah digunakan untuk makan wajib dicuci sampai bersih. Namun, piring yang sudah dicuci hingga berkali-kali terkadang masih saja tetap bau.

    Hal ini tentu bikin kesal karena secara tampilan piring sudah bersih dan kinclong. Namun ternyata, jika dicium pada permukaan piring masih mengeluarkan bau tak sedap.

    Ingin tahu penyebab piring tetap bau meski sudah dicuci berulang kali? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Penyebab Piring Masih Bau Meski Telah Dicuci

    Ada beberapa penyebab piring masih tercium aroma tidak sedap walau sudah dicuci berulang kali. Dikutip dari Real Simple, berikut penyebabnya:

    1. Spons Sudah Kotor

    Penyebab yang utama mungkin karena spons yang dipakai untuk mencuci sudah kotor. Seiring penggunaan, spons juga akan menjadi kotor dan harus diganti dengan yang baru

    Jika piring sudah dicuci tapi masih mengeluarkan bau dan terasa lengket pada permukaannya, mungkin disebabkan karena spons cuci piring sudah jelek dan kusam. Satu-satunya solusi adalah dengan menggantinya dengan spons baru.

    2. Piring Tidak Dicuci dengan Tepat

    Faktor lainnya karena piring tidak dibersihkan dengan tepat. Mungkin saat itu kamu sedang malas atau terburu-buru untuk pergi, sehingga piring tidak dicuci sampai bersih.

    Maka jangan heran kalau masih terdapat sisa noda makanan yang menempel di permukaan piring setelah dicuci. Hal itu yang membuat piring dapat mengeluarkan aroma tak sedap.

    3. Dishwasher atau Kitchen Sink Kotor

    Mesin pencuci piring (dishwasher) yang sudah kotor juga bisa menyebabkan piring menjadi bau. Sebab, bau dari dishwasher dapat menempel di permukaan piring yang telah dicuci.

    Oleh sebab itu, sebaiknya bersihkan dishwasher setidaknya empat kali dalam setahun, terutama pada bagian filternya. Pastikan juga saluran pembuangan air tidak tersumbat.

    Selain itu, kitchen sink atau wastafel yang kotor juga bisa menyebabkan piring menjadi bau. Sebelum mencuci piring, sebaiknya bersihkan kitchen sink agar tidak ada sisa makanan atau piring kotor yang menumpuk. Tidak hanya mencegah bau, cara ini juga bisa membunuh bakteri dan kuman yang menempel.

    4. Noda Membandel

    Piring yang digunakan sehari-hari mungkin terdapat noda membandel yang sulit dibersihkan, seperti sisa bumbu rendang atau sambal yang sudah mengering. Meski sudah dicuci dengan sabun dan menggunakan spons, biasanya noda tersebut tidak mudah hilang.

    Untuk menghilangkan noda membandel di piring, cobalah menggunakan air panas agar noda bisa larut. Setelah itu, bersihkan dengan sabun cuci piring dan spons yang berkualitas.

    Kalau permukaan piring sudah kotor dan kusam karena terdapat banyak noda membandel, sebaiknya buang piring tersebut dan menggantinya dengan yang baru.

    Itulah empat penyebab piring masih bau meski sudah dicuci berulang kali. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com