Category: Tips Properti

  • Cek Nih, 5 Aroma Ini Bisa Usir Semut dari Rumah


    Jakarta

    Keberadaan semut merupakan hal biasa yang kita jumpai di kehidupan sehari-hari. Mereka bisa hidup di mana saja, misalnya di dalam rumah.

    Semut menggunakan indra penciumannya untuk berkeliling, maka dari itu aroma yang tidak mereka suka bisa dimanfaatkan untuk mengusir semut secara alami. Walaupun kecil, semut juga bisa merusak seperti rayap. Maka dari itu, pastikan rumah kamu bebas dari semut.

    Untuk mencegah semut datang, kamu bisa lakukan hal seperti selalu mengosongkan tempat sampah, kalau ada makanan yang tumpah segera dibersihkan, simpan kue dan gula dalam wadah kedap udara


    Jika sudah melakukan semua hal di atas, namun semut masih terus kembali, kamu bisa mengusirnya menggunakan aroma yang tidak disukainya. Berikut beberapa rekomendasi aroma yang tidak disukai semut hanya dengan menggunakan bahan bahan dapur saja.

    Lada Hitam

    Aroma pertama yang mengganggu penciuman semut adalah lada hitam. Taburkan lada hitam di sepanjang meja makan atau tempat-tempat yang biasa dikerumuni semut dan di dekat sarang-sarang semut. Kalau tidak punya lada hitam, bisa pakai bubuk cabai rawit.

    Cuka

    Campurkan cuka dan air dengan perbandingan yang sama, lalu bersihkan. Aroma cuka yang kuat dan tajam akan membunuh dan mengusir semut yang akan datang.

    Bubuk Soda Kue

    Campurkan bubuk soda kue dengan madu dan air. Taruh di tempat yang biasa kamu lihat semut berkumpul, bisa juga semprotkan campuran ini pada kapas lalu tinggalkan saja.

    Jeruk dan Lemon

    Untuk kamu yang suka mengonsumsi buah jeruk dan lemon, sebaiknya jangan buang kulitnya. Taruh saja di tempat yang biasanya ada semut. Dilansir dari Planet Natural, Kamis (22/2/2024) kulit dari kedua buah ini mengandung d-limonene yang beracun bagi semut.

    Bubuk Kopi

    Dilansir dari Pest Pointers, kamu bisa menaburkan bubuk kopi di tempat yang biasa kamu temui, misalnya di taman atau bagian luar rumah. Sebab, semut tidak menyukai bau kopi.

    Tak hanya mengusir semut, bubuk kopi juga bagus untuk tanaman karena mengandung berbagai mineral yang diperlukan, seperti potasium, fosfor, dan magnesium.

    Itulah beberapa aroma yang tidak disukai semut. Untuk memastikan semut tidak kembali, disarankan cari sarangnya dan dibasmi, selamat mencoba!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Bikin Rumah Sejuk Cuma Pakai Kipas Angin


    Jakarta

    Beberapa bulan lagi kita akan menghadapi musim kemarau dengan cuaca yang akan lebih panas dari biasanya. Cuaca yang panas tentu akan mengganggu aktivitas baik di dalam maupun di luar ruangan. Untuk mengatasi hal ini, biasanya orang memilih untuk menggunakan AC karena kemampuannya yang bisa menurunkan suhu ruangan secara instan.

    Tapi jangan khawatir, untuk kalian yang mencari opsi yang lebih murah dan sederhana, kipas angin bisa menjadi jawabannya. Kipas angin hadir sebagai solusi pendingin ruangan yang ramah di kantong dan ramah lingkungan. Kipas angin portabel atau kipas angin gantung harganya bisa 50 kali lebih murah daripada AC sentral. Bahkan, jika kamu menggunakan AC, kipas angin dapat menurunkan biaya keseluruhan dengan menambah pengoperasian atau mengurangi frekuensi penggunaannya. Yuk simak trik di bawah ini untuk bikin rumah kamu lebih adem dengan kipas angin!

    Ciptakan Angin Segar dengan Dua Kipas Angin

    Untuk menciptakan udara yang lebih sejuk di dalam rumah, kamu bias coba menggunakan metode angin silang. Metode ini seperti memindahkan udara sejuk ke dalam rumah dan udara panas keluar secara bersamaan dengan menciptakan angin silang. Untuk melakukannya kamu membutuhkan dua kipas angin dan dua jendela yang terbuka.


    1. Posisikan satu kipas angin di jendela yang terbuka sehingga angin bertiup ke dalam ruangan.

    2. Di sisi berlawanan dari rumah, cari jendela lain yang sejajar dengan jendela pertama.

    3. Singkirkan semua penghalang di antara kedua jendela untuk memastikan aliran udara yang lancar dan tidak terganggu.Buka jendela kedua.

    4. Letakkan kipas angin kedua di dekat jendela yang terbuka sehingga udara bertiup keluar rumah.

    5. Nyalakan kedua kipas angin biarkan mereka bekerja untuk memperbaiki sirkulasi udara di rumah kamu.

    Ciptakan Angin Silang Dengan Satu Kipas Angin

    Jika kamu tidak memiliki dua kipas angin, tenang saja. Dengan hanya satu kipas angin, kamu masih bisa menciptakan aliran udara silang yang cukup kuat untuk mengeluarkan sebagian udara panas dari ruangan. Langkah-langkahnya sederhana:

    1. Buka satu jendela untuk memulai aliran udara segar

    2. Pastikan semua jendela lain di sekitarnya tertutup rapat.

    3. Posisikan jendela kedua di sisi lain rumah, sejajar dengan jendela pertama.

    4. Singkirkan penghalang di antara jendela.

    5. Buka jendela kedua untuk memperkuat aliran udara.

    6. Nyalakan kipas angin.

    Tarik Udara Sejuk, Keluarkan Udara Panas

    Lebih sederhana lagi, hanya dengan satu jendela dan satu kipas angin, kamu bisa menjaga ruangan tetap sejuk. Caranya cukup tempatkan kipas angin kotak atau kipas angin lantai dalam jarak 5 kaki dari jendela terbuka. Ketika udara luar lebih dingin daripada dalam ruangan, arahkan kipas angin agar mengalirkan udara ke dalam. Saat suhu luar dan dalam ruangan bertukar tempat, ubah arah kipas angin untuk mengeluarkan udara panas.

    Mengatur Ukuran Kipas Angin Gantung dengan Benar

    Untuk kamu yang mempunyai kipas angin gantung, mungkin kipas kamu belum memberikan kesejukan yang diinginkan. Hal itu mungkin saja terjadi karena ukurannya kipasnya yang tidak sesuai dengan ukuran ruangan. Pastikan kipas angin yang dipilih cukup besar untuk ruangan tersebut karena baling-baling yang lebih besar akan menggerakkan lebih banyak udara dengan daya yang lebih rendah.

    Mengubah Arah Rotasi Kipas Gantung

    Pada musim kemarau, penting untuk mengangkat lapisan udara dingin dan mendorong udara panas ke atas. Untuk melakukannya kamu bisa menggunakan Kipas angin gantung. Caranya adalah dengan memastikan kipas angin berputar berlawanan arah jarum jam untuk menarik udara dingin dan mengatur suhu ruangan secara efisien. Saat kamu melakukannya, pastikan kipas angin gantung dalam posisi seimbang, ya.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Kiat Perawatan Dinding Rumah Supaya Bersih dan Mulus


    Jakarta

    Merawat rumah merupakan tanggung jawab bagi penghuni untuk memastikan hunian tetap terjaga dalam keadaan yang baik. Setiap bagian rumah pun perlu dirawat, termasuk atap, jendela, lantai, bahkan tembok rumah.

    Namun, sering kali dinding rumah terlewatkan atau terabaikan untuk dirawat pemilik rumah. Umumnya pemilik rumah merasa cukup dengan menambal dan mengecat tembok saja.

    Padahal, tembok juga berperan dalam melengkapi tampilan rumah agar senantiasa terlihat indah. Dikutip dari CommonFloor, berikut ini kiat-kiat merawat dinding rumah selalu bersih dan mulus.


    1. Cat Ulang Tembok

    Langkah paling mudah untuk memberikan tampilan segar dan baru pada tembok tentunya dengan mengecatnya. Jika tembok terlihat tua dan usang, kamu bisa membuat tampilan baru dengan mengecat ulang dengan warna yang sama ataupun baru.

    Perlu diingat juga untuk membersihkan tembok terlebih dahulu sebelum pengecatan. Pastikan dulu tembok bebas dari debu, sawang, maupun gundukan agar hasil pengecatan lebih sempurna.

    Selain itu, kamu bisa memilih cat yang glossy supaya tembok tampak halus dan berkilau. Jenis cat ini akan mencegah bekas tetesan air dan kotoran mengendap di dinding.

    2. Aplikasikan Plamir Sebelum Pengecatan

    Plamir adalah proses melapisi tembok sebelum mengecat tembok menggunakan campuran kapur, kanji, dan air. Teknik ini merupakan salah satu faktor untuk membuat tembok tampak lebih bagus.

    Teknik ini cukup ekonomis dan higienis serta memberikan tampak baru pada tembok. Kamu bisa menggunakan kuas cat yang besar untuk mengaplikasikan lapisan tebal pada dinding.

    3. Membersihkan Tembok

    Selain untuk higienitas, ternyata tembok juga perlu dibersihkan secara berkala membuat tembok tampak lebih indah dipandang. Namun, ada teknik khusus saat membersihkan tembok tergantung pada jenis cat dan tekstur dinding.

    Sebaiknya berhati-hati agar tidak menggosok dinding terlalu keras supaya tidak menimbulkan noda atau merusak tekstur cat. Kamu bisa menggunakan air sabun cuci piring dengan spons atau tisu bersih untuk membersihkan tembok.

    Selain itu, kamu bisa vakum dinding menggunakan sikat lembut secara berkala untuk membersihkan debu dan sawang.

    4. Perbaiki Penyok dan Goresan

    Meski berbahan kokoh, ada saja alasan yang membuat tembok penyok, tergores, atau berlubang. Sebagai langkah pencegahan, kamu bisa menjaga jarak furnitur atau barang-barang dari tembok atau memasang bumper karet di belakang furnitur.

    Namun, kalau dinding sudah terlanjur rusak, bisa diperbaiki menggunakan lapisan cat atau plester paris.

    5. Atasi Kelembapan dan Kebocoran Dinding

    Penting sekali memperhatikan dan memperbaiki sumber air yang berdekatan dengan tembok. Jika ada kebocoran air atau saluran yang menyentuh tembok, ada kemungkinan tembok melemah, bahkan roboh.

    Untuk mencegah itu, pastikan setiap pipa air atau saluran pembuangan tidak bocor di dekat fondasi dinding rumah. Selain itu, jangan lupa juga untuk memeriksa pertumbuhan lumut dan segera hilangkan dengan pembersih lumut.

    Begitulah kiat-kiat menjaga dinding rumah agar bersih dan mulus, sehingga tampilan rumah selalu indah. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Sampe Salah Pilih, Cek 7 Hal Ini Sebelum Beli Apartemen


    Jakarta

    Apartemen bisa menjadi tempat tinggal yang ideal sebagai rumah pertama ataupun properti untuk investasi. Sebelum melakukan pembelian, ada baiknya melakukan riset dengan teliti dan mendalam terlebih dahulu.

    Selain untuk mendapatkan unit yang terbaik, meriset setiap aspek terkait apartemen akan menghindari kekecewaan di kemudian hari. Sebab, memilih apartemen tidak hanya soal harga, tetapi juga menimbang kelebihan dan kekurangannya.

    Nah, bagi kamu yang sedang mencari atau akan segera membeli apartemen, sebaiknya periksa dulu hal-hal berikut ini yang dilansir dari laman Private Property.


    1. Aturan Badan Pengelola dan Regulasi Apartemen

    Setiap apartemen semestinya memiliki badan pengelola, yakni perusahaan yang bertugas mengelola seluruh bagian dan benda di dalam kompleks gedung apartemen. Mereka yang menentukan peraturan dan regulasi dalam apartemen, sehingga penting untuk kamu memahami dan menyetujui peraturan dan regulasi yang telah ditetapkan.

    Selain menanyakan biaya dan iuran bulanan apartemen, kamu bisa mencari tahu hal-hal spesifik seperti boleh tidaknya memiliki hewan peliharaan dan merenovasi unit.

    2. Lahan Parkir

    Salah satu persoalan tinggal di apartemen adalah terbatasnya lahan parkir. Untuk itu, pastikan ada lahan parkir khusus dan cukup untuk para penghuni.

    Jangan lupa juga untuk mengenali situasi dan area parkir supaya bisa memberi arahan kepada tamu yang akan mengunjungi apartemenmu.

    3. Fasilitas Sekitar Apartemen

    Ketika akan membeli apartemen, fasilitas sekitar perlu menjadi pertimbangan untuk mendapat akses mudah ke mana-mana. Seperti halnya akses ke supermarket, jalan utama, serta fasilitas penting lainnya.

    Bahkan, memilih untuk berinvestasi pada apartemen yang dekat ke berbagai tempat bisa menjadi bonus bagi penyewa.

    4. Tempat Penyimpanan

    Kebanyakan apartemen berukuran kecil, sehingga pemilik apartemen harus kreatif dalam memanfaatkan ruang yang terbatas. Oleh karena itu, sebaiknya kamu mempertimbangkan tempat penyimpanan barang yang disediakan dari apartemen.

    Namun, jika ruang maupun tempat penyimpanan tidak cukup, kamu perlu menyiapkan kiat-kiat mengatur barang nantinya.

    6. Tetangga

    Tetangga tentunya bisa memberi dampak yang besar terhadap kehidupan kamu di apartemen. Jadi ada baiknya memperhatikan lingkungan unit yang akan kamu tinggali, bahkan berkenalan dan berbincang dengan para calon tetangga.

    Dengan ini, kamu bisa menilai kecocokan untuk tinggal di apartemen tersebut. Misalkan kamu menyukai tempat tinggal yang tenang dan sunyi, mungkin unit yang banyak dihuni mahasiswa kurang cocok untuk kamu.

    7. Struktur dan Tata Letak

    Struktur dan tata letak gedung apartemen semestinya menjadi hal yang sangat dipertimbangkan oleh setiap pembeli. Ketika menginspeksi unit, carilah kekurangan di setiap sisi seperti retak, jamur, saluran air bocor hingga kebisingan.

    Sebab, merenovasi apartemen tidak mudah, jadi sebaiknya memilih apartemen yang memiliki kondisi yang cukup memuaskan. Selain itu, kamu bisa mempertimbangkan arah sinar matahari, sirkulasi udara, kelembapan, bahkan aroma unit.

    Membeli apartemen memang tidak mudah, tetapi memeriksa hal-hal tersebut bisa membantu kamu mendapatkan apartemen terbaik dan ternyaman. Semoga bermanfaat!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Cara Atur Pencahayaan Lampu untuk Tiap Ruangan di Rumah


    Jakarta

    Pencahayaan di dalam rumah ternyata dapat menciptakan kesan dan tampilan tertentu tergantung penempatan lampunya. Tak sekadar menerangi ruangan, lampu dapat diatur sedemikian rupa untuk mendukung aktivitas penghuni rumah.

    Apalagi setiap ruangan memiliki fungsi yang berbeda, sehingga kebutuhan cahaya pun perlu disesuaikan. Supaya rumah terasa lebih nyaman dihuni dan beraktivitas, ada baiknya merencanakan pencahayaan ruangan dengan strategis.

    Dikutip dari laman HGTV, Jumat (23/2/2024) berikut cara menempatkan lampu yang sesuai untuk setiap ruangan di dalam rumah.


    – Ruang Keluarga

    Ruang berkumpul bersama keluarga biasa digunakan untuk menghabiskan waktu bersama seperti berbincang, nonton TV, baca buku, hingga bermain. Daripada lampu downlight, kamu bisa coba lampu yang memantulkan cahaya ambient untuk menghindari bayangan.

    Cara lain untuk menciptakan penerangan ambient adalah memancarkan cahaya ke arah dinding ruangan dengan valance, recessed, atau track lighting. Sementara task lighting yang mendukung aktivitas di ruang keluarga bisa menggunakan lampu meja atau lampu LED berdiri.

    Kamu juga bisa menambahkan aksen cahaya untuk menonjolkan elemen arsitektur seperti lukisan, rak buku, hingga tanaman.

    – Dapur

    Kegiatan di dapur biasanya berfokus pada persiapan masakan dan pencucian, sehingga pencahayaan perlu diperhatikan di ruangan ini. Salah satu alasan wastafel umumnya ditempatkan dekat jendela antara lain untuk mendapatkan pencahayaan alami.

    Selain memasang lampu utama di tengah plafon, menempatkan pencahayaan di bawah kabinet juga bagus untuk menerangi permukaan countertop. Lalu, kamu dapat menggunakan cove lighting sepanjang dua sisi tembok yang berhadapan untuk menciptakan ambient jika ingin menghindari lampu downlight atau gantung.

    – Kamar Mandi

    Jika berfokus pada beragam aktivitas yang menghadap cermin di kamar mandi, tentu perlu ada dukungan cahaya lampu yang tepat. Coba pasang lampu di kedua sisi cermin untuk memberi penerangan yang bagus.

    Cara tersebut bisa mencegah adanya bayangan jika hanya mengandalkan lampu plafon. Sebab, bayangan bisa mengganggu pandangan mata, terutama ketika sedang bercermin.

    – Ruang Makan

    Fokus utama di ruang makan tentunya meja makannya, sehingga sebaiknya memasang lampu gantung atau plafon tepat di atasnya. Lampu yang agak redup bisa menjadi pilihan untuk menciptakan atmosfer tenang saat makan.

    Sebagai tambahan, kamu bisa menggunakan cove lighting di dua sisi ruangan yang berhadapan ataupun dua lampu dinding di samping furnitur yang menempel dinding.

    – Kamar Tidur

    Untuk kamar tidur, tentunya dibutuhkan penerangan yang mendukung saat akan istirahat. Kamu dapat memasang lampu di kedua sisi kasur dengan lampu berdiri, lampu meja, ataupun lampu tembok.

    Penempatan lampu tersebut juga cocok saat akan membaca buku sebelum tidur. Selain itu, jangan lupa untuk memasang penerangan sekitar lemari pakaian dengan lampu meja atau tembok.

    – Ruang Kerja

    Ketika akan menentukan letak lampu di ruang kerja, pastikan tempat yang menjadi fokus kegiatan seperti membaca, menggunakan komputer, ataupun menelepon mendapat penerangan yang cukup.

    Termasuk lampu meja kerja, hindari terbentuknya bayangan yang menghalangi pekerjaanmu. Sementara untuk keseluruhan ruangan, kamu bisa menggunakan cove lighting ataupun lampu dinding yang memancarkan cahaya ke arah langit-langit.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tanaman yang Paling Dibenci Nyamuk, Wajib Kamu Tahu!


    Jakarta

    Cuaca Indonesia yang hangat, sangat disukai nyamuk. Walaupun nyamuk memiliki usia hidup yang pendek, yaitu sekitar 10 hari kehadirannya selalu mengganggu terutama saat kita tidur. Gigitan nyamuk tidak hanya menyebabkan gatal tapi juga bisa jadi perpindahan penyakit seperti DBD dan malaria.

    Saat ini memang sudah banyak produk pengusir nyamuk yang bisa dibeli di pasaran. Tapi kalau nyamuk di rumahmu sudah tidak terhitung, lebih baik kamu menanam tanaman pengusir nyamuk.

    Selama hidupnya nyamuk betina bisa bertelur hingga lima kali, dan dalam sekali bertelur dapat mengeluarkan 100 telur. Daripada bergantung pada produk pengusir nyamuk dan menjadi lebih boros, kamu bisa lebih hemat dengan menanam beberapa tumbuhan di bawah ini. Selain bisa mempercantik taman di rumahmu, beberapa tanaman di bawah ini juga bisa ditambahkan ke dalam masakanmu, lho!


    Basil

    Dilansir dari Jim’s Mowing, Jumat (23/2/2024) selain biasa dipakai untuk bumbu penting dalam masakan Italia, basil juga bisa menangkal nyamuk karena wangi yang dimilikinya. Selain nyamuk, tanaman ini juga bisa mengusir hama lain seperti lalat. Basil termasuk mudah untuk ditanam, tapi kamu harus perhatikan cara perawatannya, basil harus dijaga kelembabannya dan membutuhkan sinar matahari yang banyak. Kamu bisa menanam basil di taman atau di wadah.

    Lavender

    Tidak hanya cantik tapi juga wangi. Wangi harum yang dimiliki lavender berasal dari minyak atsiri yang ada pada daunnya. Tanaman yang memiliki ciri khas bunga berwarna ungu ini memiliki banyak kelebihan. Lavender termasuk tanaman yang kuat karena tahan kekeringan setelah tumbuh, dan hanya membutuhkan sinar matahari dan drainase yang baik. Lavender bisa bertahan di berbagai iklim, tapi dapat tumbuh lebih subur di daerah yang lebih hangat. Lavender sangat cocok buat kamu yang mau punya taman dengan warna yang lebih beragam.

    Marigold

    Bunga yang menjadi ciri khas budaya Bali ini termasuk tanaman yang bisa menghalangi nyamuk masuk ke rumahmu. Kamu bisa tanam di pot dan letakkan dekat teras atau pintu masuk. Marigold memiliki beragam warna seperti kuning terang dan oren gelap.

    Sage

    Wangi yang kuat dari tanaman herba ini ampuh mengusir nyamuk. Tanam di dalam pot dan letakkan di tempat yang banyak nyamuk. Kamu juga bisa menambahkan sage di masakanmu karena tanaman ini masih satu rumpun dengan basil dan oregano.

    Daun Mint

    Dilansir dari Garden Design, tidak hanya nyamuk, bahkan lalat dan semut juga tidak suka dengan wangi dari daun mint. Semakin menyengat aromanya, semakin sedikit serangga yang berani datang ke rumahmu. Tanam daun mint dalam pot di teras rumahmu yang mudah dijangkau, agar kamu mudah memetiknya jika ingin menambahkan sehelai daun mint ke dalam teh.

    Itu tadi beberapa tanaman yang bisa kamu tanam untuk mengusir nyamuk. Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan di dalam dan sekitar rumah, agar keluargamu terbebas dari nyamuk!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Langkah Praktis Mengubah Rumah Menjadi Tempat yang Ramah Lingkungan!


    Jakarta

    Di era modern ini, isu keberlanjutan dan ramah lingkungan menjadi semakin penting dan banyak dibicarakan. Hal ini juga telah mempengaruhi dunia desain, dimana desain yang mengusung tema keberlanjutan menjadi tren yang cukup populer dan banyak digemari. Namun, kini ada sebuah konsep baru yang lebih inovatif dan berwawasan lingkungan, yaitu desain sirkular.

    Desain sirkular berfokus pada pembuatan barang-barang yang memiliki daya tahan tinggi, dapat digunakan kembali, mudah dibongkar pasang, diperbaiki, dan didaur ulang. Hal ini berbeda dengan model tradisional di mana produk dirancang untuk sekali pakai dan kemudian dibuang. Konsep ini bertujuan untuk mengurangi limbah dan memperpanjang siklus hidup barang-barang konsumen.

    Dengan fokus pada penggunaan yang efisien dan berkelanjutan terhadap sumber daya, desain sirkular dapat menjadi solusi kamu untuk membuat rumah yang nyaman sekaligus ramah lingkungan. Inilah beberapa tips praktis yang bisa kamu lakukan di rumah kamu!


    Pilih Furnitur yang Tahan Lama

    Memilih furnitur yang bisa dipakai untuk jangka waktu lama adalah salah satu hal yang paling penting dalam penerapan konsep ini. Berinvestasi dalam furnitur yang tahan lama bisa membantu mengurangi limbah dan memperpanjang masa pakai barang.

    Caranya adalah dengan menghindari furnitur yang mudah rusak atau sulit diperbaiki, dan mencari furnitur yang terbuat dari bahan berkualitas tinggi seperti kayu solid, logam, atau rotan. Furnitur yang terbuat dari bahan-bahan ini cenderung memiliki daya tahan yang baik terhadap penggunaan sehari-hari dan umumnya lebih mudah untuk diperbaiki jika mengalami kerusakan.

    Meskipun harga furnitur dengan bahan ini mungkin lebih tinggi di awal, investasi ini akan dapat menghemat biaya dalam jangka panjang karena kamu tidak perlu sering-sering mengganti furnitur yang rusak.

    Perbaiki dan Perbarui Barang-Barang

    Ketika barang yang ada di rumah kamu mulai mengalami kerusakan, memperbaikinya menjadi pilihan yang bijaksana daripada langsung membuangnya. Dalam memperbaiki barang yang rusak, pastikan untuk selalu menggunakan suku cadang yang asli atau yang kompatibel dengan barang tersebut agar barang bisa kembali berfungsi dengan optimal.

    Selain itu, kamu juga bisa melakukan upgrade pada barang elektronik untuk memperpanjang umur pakai barang, sehingga kamu tidak perlu segera mengganti dengan yang baru. Tindakan ini bukan hanya akan menghemat uang kamu dalam jangka panjang, tapi juga membantu mengurangi tekanan pada lingkungan dan menghemat sumber daya alam.

    Gunakan Material yang Ramah Lingkungan

    Selanjutnya, memilih material dekorasi rumah yang ramah lingkungan juga hal yang penting dalam penerapan konsep desain sirkular. Sebagai contoh, kamu bisa menggunakan cat dengan kandungan VOC (Volatile Organic Compound) rendah untuk mengecat rumah. Hal ini berfungsi untuk mengurangi paparan terhadap zat kimia berbahaya yang dapat mengganggu kualitas udara di dalam rumah.

    Selain itu, tanaman juga bisa menjadi dekorasi yang fungsional dengan memberikan manfaat tambahan bagi kesehatan dan kenyamanan di rumah. Dengan memilih material dekorasi yang ramah lingkungan lewat tanaman, kamu dapat menciptakan rumah yang tidak hanya indah secara estetika, tetapi juga mendukung keberlangsungan lingkungan dan kesehatan anggota keluarga.

    Peduli Terhadap Energi

    Menerapkan kebiasaan menggunakan lampu LED yang hemat energi, mematikan lampu dan peralatan elektronik ketika tidak digunakan, serta mempertimbangkan penggunaan peralatan elektronik yang hemat daya adalah langkah-langkah sederhana tapi memiliki dampak besar terhadap pengurangan konsumsi energi dan perlindungan lingkungan. Lampu LED menggunakan energi lebih efisien daripada lampu pijar tradisional, yang memungkinkan untuk mengurangi konsumsi listrik dan biaya tagihan listrik bulanan.

    Mematikan lampu dan peralatan elektronik saat tidak digunakan membantu mengurangi pemborosan energi yang tidak perlu, serta mengurangi emisi karbon yang dihasilkan dari produksi energi listrik. Selain itu, mempertimbangkan untuk menggunakan peralatan elektronik yang dirancang dengan fitur hemat energi akan membantu mengurangi konsumsi daya secara keseluruhan dalam jangka waktu yang lebih panjang.

    Nah, itu dia beberapa tips praktis yang bisa kamu praktekkan di rumah. Dengan menerapkan tips di atas kita bisa lebih berkontribusi pada pembentukan rumah yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan untuk membantu menjaga lingkungan kita untuk generasi mendatang. Semoga membantu!

    (aqi/zul)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Sampai Keliru, Ini Perbedaan Cat Primer, Undercoat, dan Sealer


    Jakarta

    Cat dinding memiliki pengaruh besar pada tampilan dan suasana rumah. Cat mengubah tampilan sekeliling rumah menjadi lebih halus dan bersih. Maka tidak heran, cat dinding sering kali menjadi pilihan untuk melengkapi tampilan rumah karena hasilnya yang memuaskan, perawatannya yang mudah, dan tahan lama.

    Mengecat rumah ternyata bukan hanya mengoleskan cat berwarna di permukaannya. Namun sebelum itu perlu dilapisi dengan cat proteksi. Ini adalah kunci dinding rumah bisa terlihat halus setelah dilapisi cat.

    Jenis cat yang berfungsi untuk melindungi bagian permukaan dinding ini memiliki 3 jenis, yakni sealer, primer, dan undercoat.


    Meski sama-sama disebutnya ‘cat dasar’ atau lapisan dasar sebelum mengecat ternyata ketiganya memiliki perbedaan. Mengutip dari paintaccess.com pada Jumat (23/2/2024) berikut beberapa perbedaan dari sealer, primer, dan undercoat.

    Primer

    Primer memiliki fungsi yang sama dengan undercoat yakni sebagai cat dasar. Primer dapat membuat dinding lebih halus dan saat car permukaan dioleskan dapat melekat dengan baik. Pemakaian primer juga membuat cat dinding lebih tahan lama.

    Bahan cocok untuk dilapisi primer adalah logam, kayu, dan dinding plester. Primer dapat berfungsi dengan baik apabila tidak banyak ditimpa lapisan di atasnya. Selain itu, primer cepat mengering sehingga kamu bisa cepat mengecat permukaannya dengan cat dinding biasa.

    Kamu bisa melewatkan pemakaian primer saat permukaan kondisi dinding bagus seperti halus, bebas noda, atau warna cat baru sama dengan yang lama.

    Undercoat

    Undercoat juga berfungsi untuk membuat permukaan dinding halus dan lebih menempel. Banyak yang menggunakan undercoat ini pada dinding yang telah dilapisi cat. Undercoat memiliki tingkat pigmen warna putih yang bagus menutupi warna di bawahnya, goresan, hingga penyok kecil.

    Kamu tidak perlu membersihkan cat dinding sebelumnya saat mengoleskan undercoat, tetapi jika ingin mengampelas dindingnya terlebih dahulu tidak masalah. Undercoat bisa digunakan pada permukaan primer atau dinding yang telah dicat terutama pada kayu, logam, dan dinding.

    Sealer

    Permukaan yang memiliki pori, tidak halus, dan berjamur seperti beton dan batu bata lebih baik menggunakan lapisan dasar bernama sealer. Lapisan dasar satu ini juga efektif mengikat plester pada gipsum.

    Tidak sampai di sana, sealer dapat digunakan pada permukaan yang berwarna karena dapat menutupi dengan baik. Area sambungan papan atau dinding yang ditimpa plester juga bisa ditutupi dengan sealer.

    (aqi/zul)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Anggap Sepele! Ini 7 Masalah Rumah yang Nggak Boleh Diabaikan


    Jakarta

    Rumah, bagi sebagian orang, adalah investasi terbesar dalam hidup. Banyak orang bermimpi memiliki rumah yang nyaman, aman, dan menjadi tempat berlindung yang sempurna. Namun seiring berjalannya waktu, berbagai masalah bisa muncul dan mengancam kenyamanan, bahkan keamanan penghuninya.

    Masalah-masalah ini, meski terlihat kecil, jika diabaikan bisa berdampak fatal bagi penghuni maupun bagi bangunan rumah itu sendiri. Jangan sampai menganggap remeh masalah. Sebab, bisa berujung pada kerusakan yang lebih parah, biaya perbaikan yang membengkak, bahkan membahayakan kesehatan dan keselamatan keluarga.

    Dilansir dari HGTV, Jumat (23/2/2024), berikut ini masalah-masalah yang tidak boleh diabaikan di rumah. Yuk, kenali dan segera tangani masalah-masalah berikut sebelum terlambat!


    1. Serangan Hewan Pengganggu

    Ketika kamu menemukan tanda-tanda hewan pengganggu seperti semut di meja atau kotoran tikus di sekitar rumah, itu bisa menjadi pertanda adanya celah atau di rumah kamu yang perlu segera ditutup. Hewan-hewan ini biasanya muncul di rumah karena mereka mencari tempat perlindungan atau sumber makanan.

    Hal ini tentu sangat mengganggu kenyamanan penghuni dan juga kebersihan rumah. Oleh karena itu, masalah ini tidak boleh disepelekan dan harus segera diatasi.

    Langkah pertama dalam mengatasi masalah ini adalah dengan melakukan inspeksi menyeluruh terhadap rumah kamu, termasuk ventilasi, saluran, pintu, dan jendela, untuk menemukan sumber masalah. Setelah kamu berhasil mengidentifikasi titik masuk potensial, penting untuk segera memperbaiki celah atau kerusakan tersebut agar hewan tidak dapat masuk kembali. Gunakan bahan yang tepat dan kokoh untuk menutup lubang-lubang kecil di dinding atau ventilasi.

    Selanjutnya, jika kamu menemukan tanda-tanda kotoran tikus atau burung di dalam rumah, segera hubungi pengendali hama profesional. Mereka akan membantu menemukan sumber masalah, memberikan saran tentang cara mengatasi masalah dengan aman, dan memberikan perlakuan yang tepat untuk menghilangkan hewan pengganggu tersebut.

    Setelah masalah teratasi, penting untuk melakukan tindakan pencegahan agar masalah tidak terulang di masa depan. Ini bisa termasuk menjaga kebersihan rumah, menyimpan makanan dengan aman, dan secara rutin memeriksa rumah untuk memastikan tidak ada celah baru yang muncul.

    2. Jamur

    Jika kamu melihat ada bercak-bercak yang berbau di dinding dan langit-langit rumah kamu, kemungkinan besar itu adalah jamur. Kehadiran jamur di dalam rumah adalah hal yang tidak boleh diabaikan karena hal tersebut mengindikasikan adanya kelembaban berlebih atau masalah yang perlu mendapat perhatian.

    Jamur umumnya muncul di daerah yang lembab dan gelap seperti dapur dan kamar mandi. Namun, jika kamu menemukannya di tempat yang tidak biasa seperti di dinding ruang tamu, itu bisa menjadi petunjuk bahwa lingkungan rumah kamu tidak sehat. Kondisi ini bisa berupa kelembaban yang berlebihan atau bahkan kebocoran yang tidak terdeteksi di dalam dinding.

    Seiring berjalannya waktu, jamur bisa merusak struktur rumah dan juga menjadi risiko kesehatan bagi penghuni rumah. Solusinya adalah dengan mengidentifikasi dan menangani sumber kelembaban atau kebocoran yang menyebabkan pertumbuhan jamur.

    Ini mungkin melibatkan perbaikan struktural, pengeringan udara, ventilasi yang lebih baik, atau penggunaan dehumidifier untuk mengontrol kelembaban di dalam rumah. Akan tetapi, jika masalah jamur di rumah kamu sudah sangat parah, kamu perlu menghubungi profesional untuk menangani jamur dan memastikan bahwa masalah tersebut ditangani secara menyeluruh.

    3. Genangan Air di Halaman

    Setelah hujan deras, biasanya sering dijumpai genangan air dimana-mana, termasuk juga di halaman rumah. Genangan air di halaman rumah menandakan adanya masalah drainase yang tidak efektif, yang dapat disebabkan oleh tanah yang berat atau perataan tanah yang tidak tepat. Hal ini dapat menyebabkan genangan air yang berlangsung berhari-hari setelah hujan dan bahkan berdampak pada fondasi rumah karena akan meningkatkan kelembaban di ruang bawah tanah.

    Jika halaman rumah kamu mengalami hal ini, kamu harus segera mengatasi masalah ini. Untuk mengatasi masalah ini, hal yang paling penting untuk dilakukan adalah memperbaiki sistem drainase, mungkin dengan menambahkan saluran pembuangan atau memperbaiki tanah untuk meningkatkan drainase. Pastikan juga air hujan dialirkan menjauh dari fondasi rumah dan perhatikan kondisi fondasi secara teratur. Namun jika masalah masih terus berlanjut, sebaiknya konsultasikan dengan profesional untuk solusi yang sesuai dengan kondisi rumah.

    4. Saluran Air Bau

    Bau tidak sedap dari saluran pembuangan tentu akan menjadi sangat mengganggu apabila tidak segera diatasi. Bau ini bisa menjadi tanda penyumbatan atau masalah lain di sistem saluran kamu yang perlu segera ditangani sebelum menjadi lebih serius.

    Cara mengatasinya adalah segera identifikasi penyebab bau tersebut dan lakukan pembersihan menyeluruh pada saluran untuk menghilangkan penumpukan limbah yang mungkin menjadi sumber bau. Jika ada suara gemericik air, mungkin itu disebabkan oleh penyumbatan saluran. Kamu bisa dengan mudah menyingkirkan penyumbatnya dengan penyedot.

    Jika wastafel berbau padahal kamu jarang menggunakannya, maka yang mungkin terjadi adalah air di pipa U di bawahnya telah mengering, sehingga memungkinkan gas metana masuk ke dalam ruangan. Cobalah menuangkan satu liter air ke dalam saluran pembuangan dan mengangin-anginkan ruangan selama beberapa jam.

    Jika baunya sudah hilang, tuangkan satu sendok teh minyak sayur ke dalam saluran pembuangan, yang akan mencegah air menguap dan menyelesaikan masalah. Namun jika bau atau suara tetap ada, segera panggil tukang ledeng untuk memeriksa pipa pembuangan kamu. Mungkin saja pipa tersebut tersumbat oleh puing-puing atau hewan yang bersarang.

    Selain itu, lakukan pemeriksaan rutin pada sistem saluran pembuangan kamu dan lakukan tindakan pencegahan seperti tidak membuang sisa makanan besar ke dalam saluran. Dengan langkah-langkah ini, kamu bisa mengatasi masalah bau tidak sedap dan menjaga sistem saluran pembuangan agar tetap berfungsi dengan baik.

    5. Pengembunan pada Pipa Basement

    Masalah kelembaban dan pengembunan di ruang bawah tanah rumah kamu dapat menjadi sumber masalah serius yang tidak bisa diabaikan, terutama karena kondisi ini bisa meningkatkan risiko pertumbuhan jamur dan kerusakan lainnya. Ruang bawah tanah cenderung menjadi area yang paling dingin di rumah karena efek isolasi dari tanah. Udara hangat dari dalam rumah masuk ke ruang bawah tanah dan bertemu dengan permukaan yang lebih dingin, menyebabkan kondensasi dan tetesan air terbentuk pada pipa dan permukaan lainnya.

    Untuk mengatasi masalah ini, pertama-tama kamu bisa pastikan semua ventilasi yang menuju ke luar tertutup rapat untuk mencegah udara luar yang masuk ke ruang bawah tanah. Selanjutnya, tambahkan lapisan insulasi pipa busa pada pipa yang terjangkau di ruang bawah tanah. Insulasi ini membantu mencegah pengembunan di permukaan pipa dengan menjaga suhu pipa agar tetap stabil dan mengurangi perbedaan suhu antara udara di dalam dan di luar pipa.

    Dengan langkah-langkah ini, kamu bisa mengurangi risiko kelembaban berlebih dan kondensasi di ruang bawah tanah, serta mengurangi kemungkinan pertumbuhan jamur dan kerusakan lainnya yang bisa terjadi akibat kondisi ini.

    6. Keran yang Menetes

    Keran bocor adalah masalah yang sering kali ditemukan di hampir setiap rumah yang bisa menyebabkan pemborosan air dan melonjaknya tagihan air di rumah. Bahkan, bahaya utama keran yang bocor adalah pemborosan air yang tidak terlihat dan meningkatnya penggunaan air yang tidak perlu. Bukan hanya itu, bocornya keran juga bisa menjadi indikator masalah yang lebih besar dalam sistem pipa.

    Solusi untuk mengatasi keran yang bocor adalah dengan memperbaikinya segera setelah kamu menyadarinya. Langkah pertama adalah menemukan sumber kebocoran dan mengidentifikasi bagian yang perlu diperbaiki. Ini mungkin melibatkan penggantian seal, cartridge, atau bagian lain dari keran yang rusak atau aus.i

    Jika kamu tidak bisa memperbaikinya sendiri, sebaiknya untuk memanggil tukang ledeng profesional. Mereka dapat mengevaluasi keran kamu, menemukan sumber masalah, dan melakukan perbaikan dengan cepat dan efisien.

    7. Cat Mengelupas

    Beberapa tahun setelah rumah dicat, biasanya masalah yang sering muncul adalah cat yang mengelupas. Namun, jangan anggap masalah ini sepele karena cat yang mengelupas bisa menjadi tanda adanya masalah yang lebih dalam dalam struktur dinding atau lapisan cat. Penyebabnya dapat bervariasi, termasuk kondisi dinding yang tidak tepat, kelembaban berlebih, atau aplikasi cat yang kurang baik.

    Untuk menyelesaikan masalah ini, langkah pertama adalah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi dinding, mencari tahu apakah ada kelembaban yang berlebih atau kerusakan struktural yang mendasari. Setelah itu, membersihkan dan menyiapkan permukaan dinding secara hati-hati sebelum melakukan pengecatan ulang.

    Jika diperlukan, perbaiki juga masalah struktural yang mungkin ada sebelum melakukan pengecatan ulang. Langkah-langkah ini tidak hanya membantu kamu mengatasi cat yang mengelupas, tapi juga mencegah terjadinya kerusakan lebih lanjut pada dinding rumah, serta memastikan penampilan yang lebih baik dan tahan lama untuk lapisan cat yang baru.

    Itulah 7 permasalahan di rumah yang tidak boleh dianggap sepele. Semoga bermanfaat ya detikers!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cegah Rumah Kebakaran, Teknologi Ini Bisa Cepat Padamkan Api


    Jakarta

    Belakangan ini sering terjadi kebakaran rumah, seperti hal yang baru terjadi pada rumah milik seorang dokter di Jalan Manyar Indah VI/4 Surabaya kemarin. Dikutip dari catatan detikJatim, Jumat (22/2/2024), kebakaran diduga terjadi akibat korsleting dari sebuah AC. Kebakaran tersebut berhasil dipadamkan dalam kurun waktu kurang lebih 30 menit dengan bantuan 9 unit mobil pemadam kebakaran.

    Kebakaran rumah adalah bencana yang sulit untuk diprediksi, namun mudah untuk mencegahnya. Penyebab kebakaran rumah biasanya datang dari kecerobohan manusia, seperti membiarkan kompor gas menyala, membuang rokok sembarangan, bermain api di sekitar benda mudah terbakar, dan lainnya. Namun ada juga penyebab kebakaran yang sulit untuk diprediksi, salah satu contohnya seperti korsleting listrik. Hal ini membuat kita sangat khawatir ketika hendak meninggalkan rumah dalam jangka waktu yang lama.

    Oleh karena itu, alat pencegahan otomatis mungkin bisa menjadi solusi untuk meminimalisir dampak dari kebakaran ini. Salah satu contohnya adalah Fire Sprinkler System. Sistem ini biasa digunakan pada bangunan gedung besar sebagai salah satu standar keamanan.


    Melansir dari rainwbowstores.com, saat ini di California, Maryland, dan Washington DC telah menetapkan peraturan bahwa standar setiap rumah disana wajib memiliki sistem fire sprinkler. Lantas, perlukah pemerintah Indonesia mengadopsi kebijakan sistem ini di Indonesia?

    Sebelum menjawab pertanyaan itu, sebaiknya kamu mengenal apa itu fire sprinkler system terlebih dahulu.

    Apa itu Fire Sprinkler System?

    Sistem fire sprinkler adalah salah satu sistem keamanan bangunan terhadap bencana, khususnya kebakaran. Mengutip dari vincifire.com, cara kerja sistem fire sprinkler ini adalah dengan menyiramkan air bervolume besar dari saluran pipa yang sudah disiapkan saat sensor menyala.

    Manfaat Fire Sprinkler System

    Apa saja manfaat dari sistem ini? Dilansir dari totalfire.co.id, sistem ini memiliki banyak manfaat. beberapa diantaranya yaitu:

    – Sistem ini bisa aktif secara otomatis menggunakan sistem sensor, bahkan ada beberapa tipe yang masih bisa aktif tanpa menggunakan listrik.

    – Meningkatkan peluang selamat dari bencana kebakaran hingga 97%.

    – Sistem ini dapat memadamkan api dalam waktu kurang lebih 2 menit, sehingga dampak dari kebakaran lebih minim.

    – Efisiensi biaya. Biaya perawatan yang murah dan mencegah terjadinya kerusakan menjadikan sistem ini sebagai alat yang sangat berguna. Menurut data yang ada, berkat sistem ini biaya asuransi pemilik rumah bisa menurun hingga 15%.

    – Meningkatkan nilai properti.

    detikers pasti penasaran dengan cara memasang sistem fire sprinkler ini. Tentunya melakukan pemasangan sistem ini membutuhkan tenaga ahli yang berpengalaman. Namun kamu tidak perlu khawatir, ada juga beberapa tips yang bisa kamu baca agar bisa lebih paham lagi dengan pemasangan sistem fire sprinkler ini.

    Bila kamu tertarik ayo kita simak tips yang perlu kamu ketahui sebelum memasangnya di bawah ini.

    Tips Saat Memasang Fire Sprinkler System

    Dikutip dari patigeni.com, ada beberapa tips dalam pemasangan sistem ini.

    – Peletakan sprinkler disarankan untuk dipasang di langit-langit, sehingga pancaran air langsung mengarah ke bawah.

    – Temperatur operasi standardnya adalah 68 derajat Celcius dengan warna cairan jingga kemerahan, atau kamu bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan.

    – Kepadatan pancaran airnya sekitar 2,25mm/menit untuk klasifikasi hunian kebakaran ringan, 5mm/menit untuk klasifikasi hunian kebakaran sedang, dan 7,5 ~ 12,5 mm/menit untuk klasifikasi hunian kebakaran besar.

    – Jarak antar sprinkler adalah 4,6 meter, dan jarak dengan tembok adalah 1,7 meter.

    – Pastikan kamu memilih tenaga ahli yang terpercaya dan berpengalaman ketika hendak memasang sistem ini.

    Itulah pengenalan singkat dan tips dalam memilih fire sprinkler system. Gimana detikers, dengan manfaatnya yang cukup banyak ini, apakah Indonesia perlu menerapkan kebijakan ini?

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com