Category: Tips Properti

  • Cara Masuk Rumah Sesuai Sunah Rasulullah SAW Termasuk Doanya


    Jakarta

    Berbagai kegiatan sudah diatur dalam Islam, termasuk hal sepele sekali pun seperti memasuki rumah. Ada beberapa amalan yang bisa seorang Muslim lakukan di dalam rumah supaya mendapat kebaikan serta mengikuti ajaran Rasulullah SAW.

    Oleh karena itu, kita perlu membangun kebiasaan sesuai sunah ketika melakukan kegiatan sesederhana memasuki rumah. Melansir dari muslim.sg pada Minggu (31/3/2024), berikut ini cara memasuki rumah sesuai sunah Rasulullah SAW.

    Membaca Doa Masuk Rumah

    Rasulullah SAW mengajarkan umatnya agar membaca doa ketika memasuki suatu tempat, termasuk rumah sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut.


    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ الْمَوْلِجِ وَخَيْرَ الْمَخْرَجِ بِسْمِ اللَّهِ وَلَجْنَا وَبِسْمِ اللَّهِ خَرَجْنَا وَعَلَى اللَّهِ رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا

    Bacaan latin: “Allahumma inni as-aluka khoirol-mauliji wa khoirol-makhroji bismillahi walajna wa bismillahi khorojna wa ‘ala Robbina tawakkalna.”

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan tempat masuk dan kebaikan tempat keluar, dengan menyebut nama-Mu kami masuk, dengan menyebut nama-Mu kami keluar, dan hanya kepada Allah, Tuhan kami, kami bertawakal.” (HR. Abu Daud)

    Masuk dengan Mendahulukan Kaki Kanan

    Ketika memasuki rumah, kamu bisa melangkah masuk ke dalam rumah dengan mendahulukan kaki kanan. Rasulullah SAW sering kali mendahulukan anggota tubuh sebelah kanan di berbagai keadaan, terutama ketika hal melakukan hal baik. Perkara tersebut pernah disebutkan oleh Aisyah RA sebagai berikut.

    كانَ النبيُّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ، في تَنَعُّلِهِ، وتَرَجُّلِهِ، وطُهُورِهِ، وفي شَأْنِهِ كُلِّهِ

    Artinya: “Dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam amat menyukai memulai dengan kanan dalam mengenakan sandal, menyisir rambut, bersuci dan dalam urusannya yang penting semuanya,” (HR. Bukhari)

    Mengucap Salam saat Masuk Rumah

    Selain itu, Rasulullah SAW juga mengajarkan kepada umat Islam mengucapkan salam ketika masuk rumah menemui anggota keluarga. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam riwayat berikut.

    إِذَا دَخَلْتَ عَلَى أَهْلِكَ فَسَلِّمْ يَكُونُ بَرَكَةً عَلَيْكَ وَعَلَى أَهْلِ بَيْتِكَ

    “Apabila engkau menemui keluargamu, maka ucapkanlah salam sehingga menjadi berkah bagimu dan bagi keluargamu.” (HR. At-Tirmizi)

    Bahkan, apabila rumah sedang tidak ada penghuni, maka ucapkan salam sebagaimana anjuran Imam An-Nawawi recommended dalam kitab Al-Azkar, mengutip dari Muwatta’ of Imam Malik.

    السَّلَامُ عَلَينَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِين

    Bacaan Latin: “Assalamu ‘alaina wa-‘ala ‘ibadillahis-solihin.”

    Artinya: “Salam bagi diri kami dan salam bagi hamba Allah yang saleh.”

    Demikian sunah yang bisa dibiasakan setiap kali hendak memasuki rumah sesuai ajaran Rasulullah SAW. Semoga bermanfaat!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada! 3 Risiko Kalau Kita Beli Rumah Lewat Pengembang Nakal


    Jakarta

    Membeli rumah baru tentu harus berurusan dengan pihak developer. Namun, tak jarang pembeli yang punya kekhawatiran soal pengembang atau developer yang tidak amanah yang nakal.

    Berurusan dengan developer nakal berpotensi menimbulkan masalah selama proses pembelian maupun pembangunan rumah. Ironisnya, pembeli bisa mendapatkan kerugian secara materil maupun immateril. Uang sudah dibayar, tapi rumah nggak jadi-jadi. Itu salah satu risiko yang kerap terjadi.

    Advokat dari Muzakki Law Firm, Ismail Muzakki menyarankan agar pembeli rumah melakukan background checking alias memeriksa trac record si pengembang. Pembeli rumah bisa mencari tahu perkara yang pernah menyangkut pengembang di laman Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) wilayah setempat.


    “Nama-nama orang terkait itu diketik, nanti muncul kalau dia pernah digugat dan itu kan bisa diklik, didalami lagi, dilihat secara komprehensif. Dilihat semuanya, posisinya sebagai tergugat terus kemudian putusannya, bunyinya seperti apa itu kan bisa (kita) menilai,” kata Ismail kepada detikcom, Minggu (31/3/2024).

    Lantas apa saja risiko yang dihadapi saat berurusan sama pengembang nakal?

    Gagal Bangun Rumah

    Ismail mengungkapkan beberapa kasus yang sering terjadi pada pembeli rumah akibat ulah developer nakal. Salah satunya rumah yang dibeli tidak dibangun atau gagal bangun oleh pengembang. Terlepas atas kesengajaan atau bukan, pembeli rumah berhak meminta pengembalian uang kepada pihak developer.

    “Kebanyakan gagal bangun jadi sudah beli, sudah bayar ya, baik itu pembayaran secara cash keras atau cash bertahap seperti in house, jadi pembayaran yang mencicil tapi langsung ke developernya itu jadi pembayaran sudah lunas tapi tidak dibangun-bangun,” ungkapnya.

    Bila sudah begini, pe,beli berhak untuk meminta pengembalian uang alias refund, karena pengembang wanprestasi terhadap janjinya.

    Surat Legalitas Tidak Diurus

    “Surat legalitasnya apakah itu terkait dengan IMB-nya (Izin Mendirikan Bangunan ), apakah terkait dengan sertifikat kepemilikannya. Kadang rencananya mau dipecah, rencananya kan sudah dipecah dan lain sebagainya, namun nyatanya namanya masih indo, masih belum dilakukan split,” tuturnya.

    Kemudian, Ismail menjelaskan perkara yang mana awalnya itu Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) kalau sudah lunas maka diikatkan menjadi Akta Jual Beli (AJB). Tetapi setelah pembayaran lunas developer tidak mau melakukan hal itu. Padahal yang terpenting adalah AJB, bukan PPJB, sehingga rumah yang ditempati akhirnya menjadi tidak jelas statusnya atau ‘mengambang’.

    Pembayaran Pajak

    “Terakhir itu ada permasalahan pajak, biasanya pajak itu tidak ditanyakan di awal secara detailnya bagaimana. Pajak penjual ada sendiri pajak pembeli kan ada sendiri itu, semuanya dibebankan kepada penjual. Akhirnya ribet, ruwet, akhirnya bermasalah itu yang jadikan itu yang sering terjadi itu sih, masalah itu. Tapi (kasus) yang paling banyak (terjadi adalah) gagal bangun,” pungkasnya.

    Demikian beberapa kasus yang sering terjadi yang disebabkan oleh developer nakal. Sehingga, sebaiknya melakukan langkah-langkah pencegahan serta cermat memilih developer. Semoga membantu!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Ciri-ciri Rumah Tak Terurus, Punya Kamu Termasuk?


    Jakarta

    Pemilik rumah mempunyai tanggung jawab untuk merawat rumah dari waktu ke waktu supaya senantiasa terlihat bagus dan berfungsi dengan baik. Tak jarang pemilik rumah bisa lupa atau abai terhadap tanda-tanda kecil yang menunjukkan rumah butuh perawatan.

    Alhasil, rumah menjadi usang dan banyak kerusakan. Selain penampilan rumah menjadi tidak menarik, berbagai kerusakan di rumah bisa menghambat aktivitas sehari-hari penghuninya.

    Oleh karenanya, perhatikan apabila sudah ada tanda rumah yang sudah lama tidak dirawat. Melansir dari laman bluenote painting pada Kamis (29/3/2024), berikut ini ciri-ciri rumah yang kurang terurus dan membutuhkan perawatan.


    1. Cat Eksterior Rumah Memudar atau Mengelupas

    Cat eksterior rumah sudah memudar dan mengelupas menandakan rumah tidak mendapatkan perawatan yang baik. Cat yang usang tidak hanya mengganggu estetika tetapi dapat juga mempengaruhi struktur bangunan.

    Padahal, cat eksterior rumah berperan sebagai perisai yang menjaga rumah dari lingkungan eksternal seperti sinar matahari, angin, hujan, dan suhu yang fluktuatif.

    2. Cat Interior Rumah yang Rusak

    Cat interior rumah sangat penting untuk menciptakan suasana ruangan yang nyaman dan tenang. Maka dari itu, cat interior yang sudah rusak atau usang bisa membuat rumah tampak tidak terurus.

    Cat interior yang kurang terawat biasanya memudar, retak, ataupun mengelupas. Hal ini juga dapat menandakan adanya masalah, seperti kebocoran air atau masalah struktur bangunan.

    3. Pekarangan Ditumbuhi Rumput Liar Tinggi

    Kondisi pekarangan rumah bisa mencerminkan bagaimana perawatan rumah. Rumput yang tumbuh tinggi dan rumput liar yang dibiarkan menunjukkan rumah tak terurus. Sebab, rumput pekarangan rumah yang selalu dipotong dan tampak rapi akan meningkatkan penampilan rumah.

    4. Banyak Barang Rusak

    Ketika berbagai barang seperti oven, mesin cuci, dan kipas di dalam rumah tidak berfungsi dengan baik, maka menandakan pemeliharaan rumah terabaikan. Padahal, kerusakan bisa menimbulkan ketidaknyamanan dan mengganggu rutinitas harian penghuni rumah.

    Sebaiknya masalah pada peralatan tersebut segera diatasi untuk mencegah kerusakan lebih lanjut atau bahaya keselamatan.

    5. Bagian Rumah Tak Berfungsi

    Bagian penting di rumah seperti lampu, kran, dan gagang pintu perlu diperhatikan untuk menjaga fungsionalitas dan estetika rumah. Bila ini dibiarkan usang dan rusak berarti rumah kurang mendapat perawatan. Hal ini tentu akan mempengaruhi kehidupan sehari-hari para penghuni rumah.

    Itulah ciri-ciri rumah kurang terurus, sehingga perlu diperbaiki dan dirawat untuk mempunyai rumah yang bagus dan berfungsi dengan baik. Semoga bermanfaat!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas! Jangan Sampai Tertipu Pengembang Nakal, Begini Cara Mencegahnya



    Jakarta

    Membeli rumah merupakan sebuah keputusan besar yang juga menimbulkan risiko yang besar juga. Pasalnya, pembeli akan menggelontorkan dana yang tidak sedikit untuk memperoleh rumah idamannya.

    Sayangnya, kerap kali ada oknum developer yang lari dari tanggungjawabnya, sehingga merugikan pembeli rumah. Dalam hal ini, pembeli harus lebih cermat dan berhati-hati.

    Advokat dari Muzakki Law Firm, Ismail Muzakki mengungkapkan kasus yang sering terjadi antara lain developer gagal membangun rumah, masalah pengurusan sertifikat dan pembayaran pajak.


    “Kebanyakan gagal bangun jadi sudah beli, sudah bayar ya, baik itu pembayaran secara cash keras atau cash bertahap seperti in house, jadi pembayaran yang mencicil tapi langsung ke developernya itu jadi pembayaran sudah lunas tapi tidak dibangun-bangun,” ujar Ismail kepada detikcom, Minggu (31/3/2024).

    Ismail menyampaikan langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah membeli rumah dari pengembang nakal, yakni dengan memeriksa data historis atau track record di situs Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP). Melalui laman tersebut, pembeli rumah bisa mempelajari kasus yang terjerat oleh pengembang sesuai lokasi rumah sebelumnya sebagai pertimbangan.

    “SIPP itu adalah sistem informasi penelusuran perkara masing-masing pengadilan ada di seluruh Indonesia. Jadi misal ini beli rumah di Malang atau di Bogor, soalnya objek tanah itu mengikuti pengadilannya,” jelasnya.

    “Jadi kompetensi pengadilan jadi lingkupnya ketika tanahnya di wilayah Bogor tidak mungkin disidangkan di wilayah Malang begitu juga sebaliknya jadi kalau beli tanah otomatis rumah ya di Malang gitu ya maka ngeceknya SIPP-nya itu di Malang,” sambungnya.

    Lalu, ia menerangkan agar mencari informasi pengembang dengan mengetik nama pihak-pihak terkait seperti nama pengembang dan direktur pada laman tersebut. Apabila muncul catatan kasus dengan nama-nama itu sebagai tergugat, maka bisa menjadi indikasi sebagai pengembang nakal.

    Pembeli rumah dapat melakukan penelusuran lebih komprehensif pada laman SIPP, termasuk tentang putusan pengadilan. Semua itu bisa menjadi informasi tambahan bagi pembeli untuk membuat penilaian terhadap pengembang.

    “Tidak menutup kemungkinan dia pindah ganti bikin PT baru. Kalau ganti PT baru dengan nama orang yang baru sebetulnya bisa dicek juga tapi itu ngeceknya di Kementerian Hukum dan HAM dari riwayat dia berada atau apa di PT mana di CV mana itu kan riwayatnya ada semua,” tutur Ismail.

    Dengan demikian, pembeli rumah bisa lebih cermat dalam berurusan dengan developer. Sebab, membeli rumah dari pengembang yang berperkara berisiko terkena masalah.

    “Jarang ada yang langsung ganti PT itu, jadi ketika orang yang sudah didaftarkan digugatkan itu pasti ada namanya walaupun beberapa tahun yang lalu juga masih (ada datanya). Jadi (SIPP) mesin pembuka aib lah istilahnya,” pungkasnya.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tanda Fondasi Rumah Sudah Rusak, Jangan Abaikan!



    Jakarta

    Fondasi rumah adalah hal mendasar tetapi krusial untuk membuat sebuah bangunan dapat berdiri kokoh. Penting sekali bagi rumah memiliki struktur yang kuat agar tidak mudah hancur.

    Namun, fondasi rumah bisa saja tidak terpasang dengan baik ataupun kondisi tanah berubah, sehingga dapat mempengaruhi bentuk maupun ketahanan rumah. Beberapa kerusakan yang mungkin terkesan sepele di sekitar rumah ternyata bisa saja menandakan adanya masalah dengan fondasi rumah.

    Pastikan untuk memperhatikan kondisi rumah untuk mengidentifikasi ciri-ciri fondasi yang bermasalah. Berikut ini beberapa tanda yang perlu diwaspadai karena bisa berarti adanya masalah pada fondasi rumah, dilansir dari laman family handyman, Jumat (29/3/2024).


    1. Rumput Liar Dekat Fondasi Rumah

    Rumput liar yang tumbuh secara acak di pekarangan rumah mungkin suatu hal yang biasa. Akan tetapi, patut dicurigai jika ada kumpulan rumput liar yang tumbuh dekat fondasi rumah.

    Hal itu bisa disebabkan ada kelembapan pada area tersebut yang berpotensi menimbulkan masalah pada pondasi. Lebih dari itu, kalau ada tumbuhan liar pada fondasi, maka masalahnya lebih besar karena ada retakan di dalamnya.

    2. Masalah Drainase

    Drainase rumah biasanya paling sering membutuhkan perawatan. Masalah yang tampak kecil pada drainase mungkin bagian dari persoalan yang lebih besar. Adapun masalah dengan drainase bisa disebabkan oleh saluran pembuangan utama yang tersumbat atau pipa bocor.

    Hal ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan medan akibat kontraksi atau perluasan tanah, sehingga berdampak pada fondasi secara keseluruhan. Sebaiknya meminta tukang ledeng profesional untuk segera memperbaikinya.

    3. Pintu dan Jendela Tersangkut

    Membetulkan pintu atau jendela yang tersangkut sebetulnya perkara mudal. Akan tetapi, masalah tersebut tetap mencirikan masalah yang serius. Jika semua pintu atau jendela bermasalah, itu suatu pertanda fondasi rumah berubah dan tidak lagi berbentuk persegi sempurna.

    4. Lantai Tidak Rata

    Lantai yang tidak rata menjadi salah satu tanda masalah fondasi yang mudah diidentifikasi di rumah. Kamu bisa menguji permukaan lantai tidak rata apabila tumpahan air di lantai mengalir ke satu arah. Meski kondisi lantai seperti ini cukup umum, sebaiknya memastikan sumber permasalahannya dengan ahlinya.

    5. Retak di Sekitar Rumah

    Selain itu, adanya retak di sekitar rumah seperti pada lantai dan dinding bisa menandakan adanya masalah fondasi. Retakan pada lantai kemungkinan besar disebabkan oleh fondasi rumah.

    Sementara retakan pada eksterior rumah tergantung pada arah retakannya. Maka, segera pastikan dengan ahlinya sebelum kondisi rumah semakin parah.

    Demikian ciri-ciri fondasi rumah bermasalah yang perlu kamu ketahui agar segera melakukan langkah perbaikan. Semoga membantu!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Duh, 4 Kesalahan di Rumah Ini Bisa Mempengaruhi Kesehatan


    Jakarta

    Kesalahan memilih desain ruangan maupun barang-barang di rumah ternyata bisa berujung pada gangguan kesehatan lho. Maka dari itu, kamu perlu memilih barang-barang yang tidak memicu alergi atau mempengaruhi kesehatanmu.

    Salah satu contohnya adalah pemilihan lampu. Penggunaan lampu yang terlalu terang di kamar tidur bisa mengganggu atau membuat tidurmu tidak nyenyak. Hal ini bisa mempengaruhi suasana hati maupun kesehatanmu dalam jangka waktu panjang.

    Tak hanya lampu, ada berbagai contoh lainnya kesalahan-kesalahan dalam pemilihan barang atau desain ruangan yang bisa mempengaruhi kesehatanmu. Dilansir dari Real Simple, Senin (1/4/2024), berikut ini contohnya.


    1. Selimut

    Kesalahan memilih selimut ternyata bisa mempengaruhi kesehatanmu lho detikers. Sebab, ada beberapa selimut yang bisa memicu alergi.

    “Selimut bulu halus sedang tren tetapi juga bisa menjadi pemicu alergi. Sebaiknya pilihlah selimut alternatif lainnya dan lapisi tempat tidur dengan selimut tenun tebal untuk menciptakan tampilan volume serupa yang membuat kamu ingin langsung masuk ke tempat tidur,” ujar founder dan principal designer di North+Fair Interior Design, Marisa Bettencourt.

    2. Pencahayaan

    Pencahayaan merupakan salah satu hal penting di rumah karena bisa menciptakan suasana tertentu. Namun, tidak semua ruangan bisa memiliki pencahayaan yang sama. Misalnya pada ruang keluarga, ruang kerja, dan kamar tidur sebaiknya menggunakan teknik pencahayaan layering.

    “Pilihlah lampu gantung di tengah dengan nuansa hangat, sebaiknya yang memiliki peredup dan tambahkan beberapa lampu aksen seperti lampu meja dan lampu lantai,” kata Bettencourt.

    3. Jendela

    Memiliki jendela yang terang dan lebar di kamar tidur memang terlihat cantik dan bisa membuat banyak sinar matahari masuk ke dalam. Namun, terlalu banyak cahaya masuk ke dalam ruangan bisa mengganggu tidur kamu.

    “Membiarkan terlalu banyak cahaya masuk ke kamar tidur kamu di malam hari dapat mengganggu ritme sirkadian yang mempengaruhi suasana hati, tekanan darah, bahkan hormon,” tutur Bettencourt.

    “Sebaliknya, pilihlah tirai penghalang cahaya yang lebih tebal untuk membantu menghalangi cahaya dari luar dan bahkan meredam kebisingan yang dapat mempengaruhi tidur malam yang nyenyak,” sambungnya.

    4. Tidak Ada Area Luar Ruangan

    Ada banyak manfaat kesehatan dari menghabiskan waktu di luar ruangan, seperti mendorong kita untuk berolahraga sekaligus meningkatkan konsentrasi. Namun, tak banyak orang melakukan aktivitas di luar ruangan karena sampai saat ini masih ada kebijakan bekerja dari rumah atau work from home. Nah, adanya area luar ruangan di rumah bisa bermanfaat untuk aktivitas tersebut.

    “Dengan menciptakan ruangan di luar, kita bisa mendapatkan sedikit udara segar dan menikmati alam terbuka,” kata Jessica Vegliacich dari J Layne Designs.

    Itulah beberapa kesalahan memilih desain ruangan dan pemilihan barang yang bisa mempengaruhi kesehatan. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Lakukan 7 Hal Ini Sebelum Meninggalkan Rumah Saat Libur Panjang Mudik Lebaran


    Jakarta

    Libur panjang lebaran sebentar lagi akan tiba. Biasanya masyarakat Indonesia akan memanfaatkan waktu ini untuk pulang ke kampung halaman masing-masing dan merayakan hari raya bersama keluarga besar. Namun, untuk memastikan momen berkumpul dengan keluarga ini berjalan tanpa hambatan, ada beberapa hal yang perlu dilakukan sebelum meninggalkan rumah saat mudik.

    Mengutip dari laman Amateur Traveler, berikut adalah 7 hal yang harus kamu lakukan sebelum meninggalkan rumah saat mudik.

    1. Rapikan Rumah Sebelum Mudik

    Merapihkan rumah sebelum mudik bisa sangat membantu kamu saat nanti kembali ke rumah. Dengan menyelesaikan pekerjaan rumah sebelum pergi mudik, kamu akan lebih leluasa saat berkumpul dengan keluarga tanpa harus memikirkan pekerjaan yang ditinggalkan di rumah.


    Kamu bisa membuat daftar pekerjaan rumah yang harus dikerjakan, seperti membersihkan permukaan debu, menyedot debu karpet, membersihkan sudut-sudut, dan membuang sampah. Selain itu, tuangkan larutan cuka dan air ke dalam waktafel dan juga sedikit klorin ke dalam toilet untuk menghindari penumpukan bakteri.

    2. Tunda Kiriman atau Paket

    Sebelum meninggalkan rumah dalam waktu yang lama, sebaiknya kamu menunda kiriman atau paket yang akan masuk ke rumah kamu. Paket yang menumpuk di depan rumah akan menjadi tanda bahwa rumah tersebut kosong, dan hal ini bisa menarik penjahat atau pencuri untuk menargetkan rumah. Alternatif lainnya adalah kamu bisa meminta bantuan tetangga atau orang kepercayaan untuk mengamankan paket.

    3. Matikan Kulkas

    Kulkas adalah salah satu peralatan rumah tangga yang menghabiskan banyak energi. Oleh karena itu, kamu bisa mematikannya untuk lebih menghemat listrik. Sebelum mematikan kulkas jangan lupa juga untuk menghabiskan atau membuang sisa makanan yang ada di dalam kulkas. Untuk menjaga kulkas agar tidak bau, kamu bisa menggunakan soda kue.

    Cabut steker kulkas dan bersihkan bagian dalamnya dengan soda kue yang dicampur air. Kamu juga bisa membiarkan sebungkus soda kue terbuka di dalam kulkas untuk menyerap bau dan mencegah tumbuhnya jamur dan lumut.

    4. Hemat Listrik

    Selain kulkas, peralatan litrik lainnya juga berpotensi untuk menghabiskan listrik apabila tidak digunakan. Maka dari itu, lebih baik untuk mencabut semua pelaratan yang menggunakan listrik sebelum kamu meinggalkan rumah dalam waktu lama. Cabut mesin pembuat kopi, microwave, TV, dan juga matikan AC.

    5. Matikan Air

    Selain listrik, jangan lupa juga untuk mematikan air atau menghentikan segala aliran air yang mengalir ke rumah, seperti wastafel, keran, dan mesin cuci. Meskipun saat ini rumah kamu sedang tidak mengalami kebocoran, jangan biarkan apa pun terjadi secara kebetulan.

    6. Jadwalkan Lampu

    Mematikan semua lampu sepertinya bisa menjadi solusi ideal saat kamu pergi untuk waktu yang lama. Namun, dengan mematikan seluruh lampu di rumah kamu hanya akan membuat rumah menjadi lebih terlihat kosong dan tak berpenghuni yang akan mengundang pencuri. Solusinya kamu bisa membeli lampu otomatis yang menyala saat gelap atau kamu bisa memasang lampu dengan sistem pengatur waktu yang bisa diatur kapanpun.

    Kamu bisa menjadwalkan lampu untuk menyala dan mati pada waktu tertentu. Akan tetapi jika kamu merasa keberatan dengan hal tersebut, kamu bisa dengan mudah menyalakan saja lampu yang ada di teras atau luar. tapi tentu saja opsi ini akan membuat listrik kamu menjadi lebih boros.

    7. Ambil Tindakan Keamanan

    Hal terpenting sebelum meninggalkan rumah untuk mudik adalah memastikan rumah tetap aman. Jangan lupa untuk selalu mengunci pintu, jendela, dan pagar dengan benar. Pasang juga CCTV di beberapa titik di rumah agar kamu tetap bisa memantau rumah walaupun sedang mudik.

    Jangan lupa juga untuk mengunci barang-barang berharga di brankas. Jika kamu memiliki garasi, parkirkan mobil di dalam dan kunci. Jika kamu parkir di bandara, buatlah reservasi terlebih dahulu. Lebih baik juga untuk memberi tahu tetangga atau orang kepercayaan bahwa kamu akan pergi, dan berikan nomor telepon kamu agar mereka dapat menghubungi jika perlu.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ternyata Kita Bisa Telusuri Rekam Jejak Pengembang Nakal Pakai Cara Ini!



    Jakarta

    Harganya yang terbilang mahal membuat mimpi punya rumah sering kali jadi tantangan tersendiri bagi masyarakat Indonesia.

    Meski demikian, permintaan hunian masih cukup tinggi. Sayang, ada saja pihak-pihak tak bertanggung jawab yang sering memanfaatkan tingginya kebutuhan masyarakat tersebut untuk melakukan penipuan demi keuntungan pribadi.

    Penipuan bisa dilakukan siapa saja, termasuk pengembang. Untuk itu, penting bagi kita untuk mengenali ciiri-ciri pengembang nakal yang harus dihindari.


    Advokat dari Muzakki Law Firm, Ismail Muzakki mengatakan, untuk mengetahui rekam jejak pengembang, ada cara jitu yang bisa kita lakukan.

    Ismail menyampaikan langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah membeli rumah dari pengembang nakal, yakni dengan memeriksa data historis atau track record di situs Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP). Melalui laman tersebut, pembeli rumah bisa mempelajari kasus yang terjerat oleh pengembang sesuai lokasi rumah sebelumnya sebagai pertimbangan.

    “SIPP itu adalah sistem informasi penelusuran perkara masing-masing pengadilan ada di seluruh Indonesia. Jadi misal ini beli rumah di Malang atau di Bogor, soalnya objek tanah itu mengikuti pengadilannya,” jelasnya.

    “Jadi kompetensi pengadilan jadi lingkupnya ketika tanahnya di wilayah Bogor tidak mungkin disidangkan di wilayah Malang begitu juga sebaliknya jadi kalau beli tanah otomatis rumah ya di Malang gitu ya maka ngeceknya SIPP-nya itu di Malang,” sambungnya.

    Lalu, ia menerangkan agar mencari informasi pengembang dengan mengetik nama pihak-pihak terkait seperti nama pengembang dan direktur pada laman tersebut. Apabila muncul catatan kasus dengan nama-nama itu sebagai tergugat, maka bisa menjadi indikasi sebagai pengembang nakal.

    Pembeli rumah dapat melakukan penelusuran lebih komprehensif pada laman SIPP, termasuk tentang putusan pengadilan. Semua itu bisa menjadi informasi tambahan bagi pembeli untuk membuat penilaian terhadap pengembang.

    “Tidak menutup kemungkinan dia pindah ganti bikin PT baru. Kalau ganti PT baru dengan nama orang yang baru sebetulnya bisa dicek juga tapi itu ngeceknya di Kementerian Hukum dan HAM dari riwayat dia berada atau apa di PT mana di CV mana itu kan riwayatnya ada semua,” tutur Ismail.

    Dengan demikian, pembeli rumah bisa lebih cermat dalam berurusan dengan developer. Sebab, membeli rumah dari pengembang yang berperkara berisiko terkena masalah.

    “Jarang ada yang langsung ganti PT itu, jadi ketika orang yang sudah didaftarkan digugatkan itu pasti ada namanya walaupun beberapa tahun yang lalu juga masih (ada datanya). Jadi (SIPP) mesin pembuka aib lah istilahnya,” pungkasnya.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Hindari 3 Kesalahan Dekorasi Ini Biar Kamar Tidur Kamu Makin Nyaman


    Jakarta

    Apabila kamu sedang ingin mendekorasi kamar tidur, sebaiknya hindari kesalahan-kesalahan berikut ini. Sebab, hal-hal ini bisa membuat kamar tidur kurang menarik bahkan terasa sempit.

    Maka dari itu, pastikan kamu tidak membuat kesalahan-kesalahan berikut ini ketika mendekorasi kamar tidur. Apa aja sih kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan saat mendekorasi kamar tidur?

    Dilansir dari The Spruce, Senin (1/4/2024), berikut ini kesalahan-kesalahan dalam mendekorasi kamar tidur.


    1. Menggunakan Furnitur Besar

    Furnitur-furnitur yang berukuran besar bisa membuat kamar tidur terasa lebih sempit. Maka dari itu, pemilihan furnitur yang akan digunakan harus diperhatikan.

    “Hal ini sering membuat kamar tidur terasa gelap, sempit, dan lebih kecil daripada aslinya,” kata founder Carolynleona, Liz Goldberg.

    2. Menggunakan Karpet yang Kecil

    Sebaiknya, kamu menggunakan karpet dengan ukuran yang besar alih-alih ukuran yang kecil. Hal ini supaya kamar tidur kamu terasa ‘lengkap’.

    Pendiri Tay Fusco Design, Taylor Fusco mengatakan bahwa karpet terbaik adalah dengan ukuran 9×12 kaki untuk ukuran tempat tidur king size, ukuran 8×10 kaki untuk tempat tidur queen size, dan ukuran 7×9 kaki untuk kasur ukuran twin. Kamu juga bisa menggunakan ukuran yang lebih besar jika kamu mau.

    3. Tidak Ada Tempat Penyimpanan

    Salah satu hal yang bisa kamu lakukan untuk penyediaan tempat penyimpanan adalah adanya meja samping tempat tidur. Adanya meja samping tempat tidur bisa menyimpan berbagai barang, misalnya buku-buku, lampu tidur, atau yang lainnya.

    Founder Gina Sims Designs, Gina Sims menyarankan untuk membeli meja samping tempat tidur yang lebarnya tidak kurang dari 30 inci jika kamar kamu memiliki tempat tidur king size.

    Itulah beberapa kesalahan yang harus dihindari agar kamar tidur tetap nyaman dan ciamik. Semoga bermanfaat!

    (abr/zul)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Tetangga Tanam Kaktus Mepet Tembok Kita, Nggak Bahaya Ta?



    Jakarta

    Kaktus seringkali menjadi pilihan tanaman hias untuk ditaruh di rumah ataupun di halaman rumah. Bentuknya yang unik dan perawatan nya yang cukup mudah membuat kaktus menjadi pilihan yang cocok untuk di tanam di rumah.

    Namun, dalam beberapa kasus ada orang yang menanam kaktus di luar rumah sampai mepet ke tembok tetangga. Lantas, jika kasusnya seperti ini apakah akar kaktus berpotensi untuk merusak tembok tersebut?

    Menjawab pertanyaan itu, Pemilik Kebun Binar Bumi, Pandasurya Wijaya mengatakan bahwa akar kaktus tidak berpotensi untuk merusak tembok ataupun pondasinya.


    Secara umum, kemungkinannya cukup kecil karena kaktus biasanya memiliki sistem akar yang dangkal dan tidak agresif.

    Akar kaktus memang menyebar luas, namun tidak dirancang untuk menembus tembok. Akarnya mencari air dan nutrisi secara horizontal di lapisan tanah bagian atas.

    “Akar kaktusnya tidak akan merusak pondasi tembok,” kata Pandasurya kepada detikcom lewat pesan seluler pada Senin (1/4/2024).

    Namun, jika memang ada kekhawatiran tentang kerusakan pada pondasi, solusi terbaik yang bisa dilakukan adalah memindahkan kaktus ke lokasi yang lebih aman atau memangkas bagian atasnya.
    Jika ingin kaktus tetap di dekat tembok, maka dianjurkan untuk memangkas batangnya secara berkala untuk mengurangi beban pada akar.

    Jangan lupa berkomunikasi dengan tetangga dan melakukan pemeriksaan rutin pada kaktus dan tembok untuk mendeteksi tanda-tanda kerusakan apabila terjadi.

    Jika memilih untuk memindahkah kaktus, Pandasurya menyarankan untuk memindahkannya pada jarak aman yaitu sekitar 1-2 meter dari tembok atau lebih.

    Namun, jarak ideal dapat bervariasi tergantung jenis kaktus, kondisi tanah, dan potensi angin kencang di lokasi. Semakin besar kaktus dan semakin rawan angin, semakin jauh jarak idealnya dari tembok.

    “Jarak aman untuk memindahkan kaktus tersebut ya kira-kira 1 sampai 2 meter dari tembok, atau lebih,” ungkapnya.

    Meskipun akar kaktus umumnya tidak merusak tembok, beberapa faktor dapat meningkatkan risikonya.

    Dengan perencanaan yang baik dan pemeliharaan yang tepat, kaktus bisa tetap menjadi bagian yang indah dari lanskap rumah tanpa menimbulkan masalah yang signifikan.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com