Blog

  • Kelebihan dan Kekurangan Lantai Marmer


    Jakarta

    Marmer sudah lama digunakan sebagai bahan untuk membuat lantai rumah. Bahan ini memang memiliki motif yang indah dan permukaan yang berkilau, sehingga memberi kesan rumah mewah dan elegan.

    Bahan ini merupakan batu indah yang terbuat dari batu kapur atau dolomit yang melalui proses pemanasan dan tekanan yang ekstrem. Hasilnya tentu tidak perlu diragukan lagi, marmer menjadi salah satu pilihan terbaik untuk lantai rumah.

    Namun, ada beberapa kekurangan marmer yang perlu diketahui sebelum memutuskan menggunakannya sebagai lantai di rumah. Berikut ini kelebihan dan kekurangan lantai marmer, dikutip dari laman Tech Squad Team


    Kelebihan

    Tampilan Unik

    Marmer adalah batu alam yang memiliki corak yang unik, sehingga tidak akan didapati lantai dengan tampilan yang sama. Jika marmer berwarna solid, corak dan warnanya halus tetapi tetap menonjol. Sementara marmer multi warna memiliki corak dan pola yang mudah dibedakan.

    Variasi Warna dan Corak

    Salah satu hal terbaik dari marmer adalah banyaknya warna dan corak yang disuguhkan oleh alam. Dari warna gelap sampai terang, ada banyak ragam yang bisa kamu pilih. Selain itu, marmer hadir dengan warna yang solid maupun warna-warni. Kamu bisa bereksperimen dengan berbagai bentuk dan ukuran untuk menciptakan mosaik yang indah.

    Efek Kaca yang Berkilau

    Marmer mempunyai tampilan tembus pandang alami yang bila dipoles dengan baik akan memberikan efek seperti kaca yang menarik. Sebab, cahaya yang mengenai marmer akan sedikit tembus dan terpantulkan. Bahkan, warna marmer yang lebih gelap pun terlihat berkilau saat dipoles.

    Kekurangan

    Harga Mahal

    Untuk mendapat atribut unik dari marmer, kamu perlu mengeluarkan dana yang tidak sedikit. Sebab, marmer adalah bahan lantai yang paling mahal dibandingkan bahan lainnya. Apalagi diperlukan perawatan khusus untuk mencegah kerusakan yang tentunya membutuhkan biaya tambahan.

    Mudah Simpan Noda Membekas

    Marmer terbuat dari batu kapur, dolomit, dan batu-batu alami lainnya, sehingga tingkat PH biasanya alkalin. Apabila cairan bersifat asam permukaan marmer, maka dapat akan menyebabkan reaksi kimia yang meninggalkan bekas yang susah dibersihkan. Oleh karena itu, harus berhati-hati dengan tumpahan makanan, minuman, dan produk pembersih.

    Bahan Rapuh

    Sifat translusen pada marmer membuatnya lebih mudah untuk rusak, retak, tergores, dan pecah. Maka, pemasangan marmer pada lantai harus dilakukan dengan benar agar tidak ada celah. Apabila ada celah atau titik yang lemah, maka lantai bisa pecah pada tekanan yang normal.

    Berpori

    Permukaan bahan ini bersifat berpori, sehingga memungkinkan air atau udara untuk masuk secara perlahan, sehingga rawan akan kerusakan akibat penetrasi air. Kamu dapat menghindari kerusakan ini dengan menggunakan bahan kimia sealer pada permukaan setelah pemasangan. Lalu, aplikasikan ulang sealer setidaknya setahun sekali.

    Itulah kelebihan dan kekurangan marmer sebagai lantai. Semoga bermanfaat!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Penempatan Bunga Hias Ini Bikin Rumah Tampak Lebih Hidup & Menawan


    Jakarta

    Bunga hias bisa membuat interior rumah terlihat lebih hidup dan menawan. Dari segi bentuk, warna, dan aroma bunga menjadikan bunga sebuah hiasan yang tepat untuk mendekorasi rumah.

    Melansir dari laman BloomsyBox pada Rabu (3/4/2024), bunga membuat suasana rumah lebih ceria. Terlebih lagi, bunga terbukti dapat meningkatkan mood dan kondisi emosional seseorang.

    Kamu bisa menaruh bunga di mana saja untuk menghiasi ruangan. Adapun bunga bisa menambah warna dan kehangatan pada ruangan. Berikut ini beberapa tempat andalan untuk memajang bunga hias.


    Ruang Keluarga dan Ruang Tamu

    Ruang keluarga dan ruang tamu merupakan tempat paling klasik untuk menaruh bunga hias. Ruangan ini sangat cocok karena umumnya sering digunakan oleh penghuni rumah serta dilihat oleh tamu.

    Kamu bisa menaruh bunga hias di meja kopi atau meja samping sebagai titik fokus yang menarik perhatian. Selain itu, kamu dapat bereksperimen dengan rangkaian bunga yang menawan.

    Kamar Tidur

    Kamar tidur menjadi tempat yang bagus untuk menaruh bunga karena ruangan ini semestinya menjadi tempat beristirahat yang tenang. Kamu bisa memilih bunga dengan tampilan dan aroma yang menenangkan. Bunga dengan warna yang kalem dan aroma yang manis seperti mawar dan lavender bisa menjadi pilihanmu.

    Ruang Makan

    Selanjutnya, bunga hias bisa ditaruh di ruang makan untuk meningkatkan suasana menyenangkan ketika menyantap hidangan bersama keluarga. Biasanya, bunga hias sangat cocok ditaruh di tengah meja sebagai pemanis ruang makan. Namun, pastikan rangkaian bunga tidak terlalu besar karena bisa menghalangi ketika ingin melihat orang di seberang meja.

    Depan Pintu Masuk Rumah

    Area setelah melalui pintu masuk rumah menjadi tempat pertama yang dilihat oleh tamu, maka kamu bisa menyambut mereka dengan menaruh bunga hias yang indah. Kamu juga akan sering menikmati tampilan bunga tersebut setiap kali keluar-masuk rumah.

    Tak perlu rangkaian bunga yang heboh, cukup dengan bunga hidup kecil seperti anggrek yang ditaruh di rak akan menambah warna dan kehidupan pada pintu masuk.

    Demikian beberapa penempatan bunga hias andalan untuk membuat rumah tampak lebih hidup dan berwarna. Semoga membantu!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Flashing bikin Pohon di Rumahmu Anti Dipanjat Maling


    Jakarta

    Masyarakat Indonesia sampai saat ini masih banyak yang suka menanam pohon mangga di halaman rumah mereka.

    Selain untuk membuat rumah menjadi sejuk, pohon mangga juga tidak terlalu mengandalkan musim untuk berbuah.

    Sayangnya, di Indonesia juga masih sering terjadi kemalingan buah. Cara mereka untuk mencuri buah di depan rumah kita biasanya bervariatif, dari mulai melemparinya dengan batu, memetiknya dengan galah, hingga dengan memanjat pohon tersebut.


    Pasalnya, maling buah ini tidak hanya sekedar memetik buah yang sudah matang saja, terkadang ketika mereka memanjat pohon tersebut, mereka juga dengan sengaja memetik buah yang masih muda dan bahkan hingga merusak dahan dari pohon tersebut.

    Cara Membuat Pohon Sulit Dipanjat

    Selain untuk mencegah maling memanjat pohon di rumah kita, membuat pohon menjadi anti dipanjat juga bisa membantu supaya hewan seperti kucing agar tidak naik dan tersangkut di atasnya.

    Ada beberapa cara yang bisa bisa kamu lakukan untuk mencegah pohon dipanjat. Dikutip dari purrfectfence ada cara untuk mecegah pohon supaya sulit untuk dipanjat. Berikut ringkasannya.

    Flashing Pohon

    Flashing pohon adalah teknik untuk melapisi batang pohon dengan bahan yang licin, bahan yang biasa digunakan adalah lembaran besi aluminium yang biasa dipakai untuk melapisi atap rumah.

    Teknik flashing harus dilakukan melingkar penuh pada batang pohon, flashing ini biasanya dilakukan di ketinggian 1,2 meter hingga 2,5 meter

    a. Flashing Pohon Sesuai Tipe Dahan

    Untuk Pohon dengan batang single, kamu bisa memasangnya dengan mudah, tetapi untuk pohon dengan batang bercabang, kamu perlu melakukan langkah ekstra.

    Jika pohon yang ingin kamu pasangi aluminium memiliki 2 cabang yang berdekatan, kamu bisa memasang aluminium tersebut sejajar satu sama lain, untuk mencegah maling atau kucing memanjat dari tengah.

    Tetapi, bila dahan pohon kamu terlalu banyak, kamu cukup memasangnya tepat pada cabang tempat bertemu antar dahan saja. Atau alternatif lainnya, kamu bisa memangkas beberapa dahan pohon kamu.

    b. Pohon di Samping Pagar

    Sebisa mungkin untuk jauhkan pohon dari pagar. Karena pagar bisa digunakan oleh maling atau kucing sebagai pijakan untuk memanjat pohon. Tetapi bila memang sudah terlanjur, kamu bisa memasang aluminium pada ketinggian di atas pagar rumah kamu.

    Itu dia cara mencegah pohon supaya tidak dipanjat oleh maling dan hewan liar. Semoga pohon di rumahmu semakin aman dari pencuri ya!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Ampuh Bersihkan Bercak Putih di Bak Cucian Piring


    Jakarta

    Pada area dapur pasti kamu menemukan bak cucian piring di dekat kompor. Posisinya memang dibuat berdekatan agar mempermudah untuk membersihkan peralatan masak.

    Hampir setiap hari bak cucian piring digunakan, seiring waktu kamu akan melihat bercak putih di permukaannya. Meskipun sudah disiram air berkali-kali bercak putih tersebut tidak hilang.

    Asal dari bercak putih di bak cucian piring tersebut adalah sisa sabun yang menempel kemudian menjadi kerak. Kamu juga bisa menemukan bercak putih ini di kamar mandi seperti keran, dinding, cermin, dan benda lainnya.


    Bagi kamu yang menggunakan bak cucian piring stainless steel pasti dapat melihat dengan jelas bercak putih tersebut karena warnanya yang kontras. Jika sudah menemukan bercak putih seperti itu, melansir dari Homes and Gardens, Kamis (4/4/2024), berikut cara membersihkan bak cucian piring stainless steel.

    1. Bilas Bak Cucian Piring Stainless Steel

    Bahan stainless steel yang digunakan pada bak cucian piring memang tahan terhadap pertumbuhan bakteri dan jamur sehingga jarang tercium bau tidak sedap kecuali dari pipa pembuangan.

    Meskipun begitu, kamu tetap perlu membersihkannya terutama pada filter sampah yang menutupi saluran bak cucian piring. Biasakan sisa makanan langsung dibuang ke tempat sampah terutama seperti minyak, ampas kopi, tulang, dan lainnya. Selain itu, hindari permukaan bak cucian piring stainless steel tergores benda tajam.

    2.Bersihkan dengan Sabun Cuci Piring

    Untuk membersihkan bak cucian piring ternyata tidak perlu memakai cairan khusus. Dengan sabun cuci piring yang biasa digunakan di rumah ampuh untuk hilangkan noda putih.

    Cuci permukaan bak cucian piring dengan spons halus agar permukaannya tidak rusak. Hindari menggunakan sikat, ujung pisau, sikat kawat, atau benda tajam lainnya.

    3. Pakai Soda Kue dan Cuka

    Jika sabun cuci piring tidak bisa menghilangkan noda membandel, coba taburkan soda kue di atas bak cucian piring. Pastikan bak cucian piring dalam keadaan basah sehingga soda kue bisa langsung bereaksi. Setelah itu gunakan spons untuk membersihkan noda tersebut.

    Bahan lainnya yang bisa digunakan untuk menghilangkan noda di bak cucian piring adalah cuka. Caranya dengan mencampurkan cuka putih dengan air perbandingan 1:1 lalu diamkan selama 2 menit. Masukkan cairan ke dalam botol semprotan lalu bilas. Jangan terlalu lama cuka bersentuhan dengan stainless steel agar tidak merusak bahannya.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Melepas Wallpaper Tanpa Merusak Dinding


    Jakarta

    Belakangan ini sudah banyak masyarakat Indonesia yang lebih memilih untuk menggunakan wallpaper dinding dibandingkan dengan cat. Alasannya karena wallpaper dinding jauh lebih mudah untuk di pasang dan memiliki motif yang sangat bervariasi.

    Tidak hanya itu, wallpaper dinding juga tidak terpengaruh oleh dinding yang retak, dan tidak rawan mengelupas.

    Sayangnya bila kamu ingin mengganti wallpaper dinding dengan yang baru atau berniat untuk menggantinya dengan cat dinding saja. Kamu jadi harus melepas wallpaper dinding kamu terlebih dahulu.


    Dikutip dari thespruce.com, di bawah ini ada beberapa metode yang bisa kamu lakukan untuk melepas wallpaper dinding dengan baik, sehingga tidak merusak dinding rumah kamu.

    3 Cara Melepas Wallpaper dengan Mudah

    Melepas wallpaper dinding terdengar lebih rumit dari yang sebenarnya. Proses ini membutuhkan kesabaran karena langkahnya harus dilakukan dengan benar.

    Di bawah ini ada 3 metode yang bisa kamu cek sebelum mencoba melakukannya. Pilih metode yang cocok dengan situasi dan kelengkapan alat dan bahan yang ada.

    1. Metode Uap (Wallpaper Steamer/Removal)

    Alat dan Bahan

    • Wallpaper Steamer/Removal
    • Pisau dempul
    • Spons
    • Wallpaper scoring tool
    • Lembaran plastik (plastic sheet/PVC sheet)
    • Lakban

    Langkah

    a. Siapkan Mesin Penguap

    Isi mesin penguap dengan air bersih hingga menyentuh tanda batas air. Lalu tunggu hingga mesin siap digunakan, biasanya memakan waktu 5~10 menit.

    b. Sembukan Uap ke Wallpaper

    Sebelum menyemprotkan uap ke wallpaper, gelar lembaran plastik pada lantai dan segel dengan lakban. Tujuannya adalah untuk menangkap air yang jatuh ke lantai. Selanjutnya kamu bisa menyemburkan uapnya langsung ke wallpaper yang ingin dilepas.

    c. Lepas Wallpaper

    Setelah menyemburkan wallpaper dengan uap, selanjutnya kamu gunakan scoring tool dan pisau dempul untuk melepas wallpaper tersebut. Lakukan perlahan hingga semua bagian terlepas dengan sempurna.

    d. Bersihkan Residu

    Setelah terlepas dengan sempurna, selanjutnya kamu bisa membersihkan sisa residu lem pada dinding dengan menggunakan spons yang dibasahi.

    2. Metode Air Cuka

    Alat dan bahan

    • Botol semprotan
    • Pisau dempul
    • Air
    • Cuka
    • Lembaran Plastik (plastic sheet/PVC sheet)
    • Lakban

    Langkah

    a. Siapkan Cairan

    Cairan yang akan digunakan untuk melepas wallpaper dengan cara ini tentunya adalah campuran air dengan cuka. Caranya cukup dengan memasukkan air dan cuka ke dalam botol semprotan dengan perbandingan 1:1 (sama banyak).

    b. Semprotkan Wallpaper

    Sama seperti cara sebelumnya, kamu juga bisa menggelar lembaran plastik pada lantai dan segel dengan lakban untuk mencegah cairan jatuh ke lantai. Setelah itu kamu bisa langsung menyemprotkan air cuka ke wallpaper yang ingin dilepas.

    Tunggu selama beberapa menit, dan nantinya wallpaper akan mengelupas dengan sendirinya. Kamu juga bisa membantu mempercepat proses ini dengan menggunakan pisau dempul.

    3. Metode Cairan Khusus Wallpaper

    Yang tentunya kamu bisa menggunakan cairan khusus untuk melepas wallapper dinding.

    Alat dan Bahan

    • Pisau dempul
    • Wallpaper scoring tool
    • Spons
    • Cairan Wallpaper Stripper (dalam botol semprotan)
    • Lembaran Plastik (plastic sheet/PVC sheet)
    • Lakban

    Langkah

    a. Semprotkan Cairan

    Seperti biasa, kamu harus menggelar lembaran plastik pada lantai lalu segel dengan lakban untuk mencegah cairan jatuh ke lantai. Kamu juga bisa menutupi bagian wallpaper yang tidak ingin kamu lepas.

    Selanjutnya semprotkan cairan dari jarak medium, lalu ratakan dengan spons. Tunggu selama 5 menit agar cairan meresap kedalam kertas wallpaper.

    b. Lepas Wallpaper

    Setelah 5 menit, selanjutnya kamu bisa langsung melepas wallpaper dengan pisau dempul dengan perlahan. Bila kamu kesulitan, cobalah untuk membuat lubang lubang di wallpaper untuk memudahkan proses pelepasan.

    Ulangi proses sampai semua wallpaper terlepas dengan sempurna.

    c. Bersihkan Residu

    Setelah semua wallpaper terlepas, selanjutnya kamu harus membersihkan sisa residu lem pada dinding. Caranya bisa dengan menggunakan cairan wallpaper stripper dan menggosoknya dengan spons.

    Sebagai tambahan informasi, hindari mengecat langsung di atas wallpaper, karena nantinya kamu akan membuat wallpaper semakin sulit untuk dilepas.

    Semoga tips ini bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Sama-sama Tempat Salat, Bolehkah Mengubah Musala Wakaf Jadi Masjid?



    Jakarta

    Salat merupakan ibadah paling utama dalam Agama Islam. Seorang muslim diwajibkan menunaikan salat lima kali sehari, sehingga tempat untuk salat sangat dibutuhkan dalam kesehariannya.

    Selain masjid, tempat umat muslim melaksanakan salat adalah musala. Perbedaan utama pada kedua tempat ini antara lain musala berukuran lebih kecil daripada masjid. Lalu, hukum yang berlaku pada bangunan masjid tidak berlaku pada musala.

    Melansir dari laman NU Online Lampung pada Kamis (4/4/2024), salah satu perbedaan yang paling jelas adalah jumlah jemaah ketika salat berjamaah. Musala hanya digunakan oleh kurang dari 40 orang, sehingga tidak bisa digunakan sebagai tempat salat Jumat.


    Selain itu, masjid sudah dipastikan sebagai benda wakaf. Sedangkan, musala boleh dari benda wakaf maupun non-wakaf. Lantas, bagaimana hukumnya mengubah musala wakaf menjadi masjid dengan meluaskan bangunan?

    Berdasarkan kitab Al-Syarqaawii ‘alaa al-Tahriir, II/180 menyebutkan hukum mengubah benda wakaf sebagaimana berikut.

    الشرقاوي، الجزء الثاني، صحيفة ١٨٠، ونصه: قال اسبكي: يجوز أى تغيير هيئة الوقف بثلاثة شروط، أن يكون يسيرا لا يغير مسماه وعدم إزالة شيء من عينه إلا بعض نقص لجانبه الاخر، وأن يكون فيه مصلحة للوقف.

    Artinya: Al-Syarqaawii, juz II halaman 180: Al-Subki mengatakan, “Boleh mengubah bentuk/keadaan wakaf dengan tiga syarat:

    1. Pengubahannya sangat sedikit yang tidak sampai mengubah penamaannya;
    2. Tidak menghilangkan sedikitpun dari materinya kecuali mengurangi sedikit dari bagian; tertentu untuk diletakkan pada bagian yang lain;
    3. Pengubahan tersebut untuk kemaslahatan wakaf,”

    Berdasarkan sumber lain dari kitab I’aanah Ath-Thalibiin, III/179 oleh Muhammad Ramli menyebutkan sebagai berikut.

    وكما يمتنع بيعه وهبته يمتنع تغيير هيئته كجعل البستان دارا. وقال السبكي: يجوز في ثلاثة شروط أن يكون يسيرا لا يغير مسماه وعدم إزالة شيء من عينه بل ينقله من جانب إلى آخر وأن يكون فيه مصلحة للوقف أفاده محمد الرملي. (إعانة الطالبين ، ج ٣ ص ١٧٩).

    Artinya: “Sebagaimana terlarang menjual dan menghibahkan wakaf, terlarang pula mengubah bentuk/keberadaannya, seperti mengubah kebun menjadi rumah/perkampungan. Al-Subki mengatakan, “Pengubahan tersebut boleh dengan tiga syarat:

    1. Pengubahannya sangat sedikit, yang tidak sampai mengubah penamaannya;
    2. Tidak menghilangkan sedikitpun dari materinya, melainkan memindahkan bagian tertentu untuk diletakkan pada bagian lain;
    3. Pengubahan tersebut untuk kemaslahatan wakaf.”

    Dengan demikian, mengubah musala wakaf menjadi masjid dilarang karena mengubah bentuk wakaf dan namanya. Selain itu, tidak diperbolehkan menjual tanah wakaf untuk digunakan memperbaiki masjid dan membuat masjid. Apabila ingin membuat masjid, maka sebaiknya membuat bangunan baru di tanah baru.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Islam Memperbolehkan Membasmi Tikus di Rumah, Ini Dalilnya



    Jakarta

    Tikus adalah salah satu hewan pengerat atau juga disebut hama. Islam memperbolehkan tikus untuk dibasmi. Bahkan Rasulullah SAW menyebut tikus sebagai hewan yang berbahaya.

    Mengutip dari NU Online, “Rasulullah bersabda “Khamsul Fawasiq (lima hewan berbahaya) yang (boleh) dibunuh di tanah halal (di luar tanah haram) atau di tanah haram yaitu ular, gagak pemakan bangkai, tikus, anjing galak, dan rajawali.”

    Kelima hewan tersebut disebut dengan menggunakan kata fisq karena mereka keluar dari sarang-sarangnya untuk melakukan kerusakan, menebarkan penyakit, dan ancaman bagi kehidupan manusia. (An-Nawawi Abu Zakaria, Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim [Beirut: Dar Ihya Turats Arabi 2009] juz.8 hal.114).


    Maksud tanah halal dalam dalil tersebut adalah sekitaran kota Mekah dan Madinah yang dilarang untuk membunuh hewan mana pun, diperbolehkan untuk membasmi kelima hewan tersebut.

    “Asal dari kata fisq adalah keluar dari sesuatu, oleh karena itu mereka (hewan-hewan tersebut) disebut dengan fawasiq karena keluarnya mereka dari kategori hewan yang bisa dimanfaatkan”. (Al-Asqalani Ahmad bin Ali Ibnu Hajar, Fathul Bari Bisyarh Shahih Bukhari [Beirut: Darul Ma’rifah 2008] juz.1 hal.167).

    Dalil di atas menjadi landasan jika menemukan tikus terutama di rumah, hewan tersebut boleh dibasmi.

    Anjuran untuk membasmi tikus jika menemukannya terutama di rumah dikarenakan hewan tersebut mudah ditemui di masyarakat dan membawa penyakit.

    Tikus bisa menularkan penyakit dan begitu pula yang kerap disebut dengan zoonosis. Mulai dari air liur, urin, dan darah tikus dapat menyebabkan penyakit seperti leptospirosis, hantavirus pulmonary sindrom, dan tularemia.

    Pembina Pesantren Quran Subulunajjah Depok, Ustaz Farid Nu’man Hasan, juga mengatakan jika mencium bau bangkai tikus di rumah harus segera dibung bangkai tersebut karena malaikat tidak akan masuk ke rumah yang berbau tidak sedap.

    “Bangkai tikus itu najis, itu yang jadi masalahnya. Jika dia ada di luar rumah tidak apa-apa. Tapi jika di dalam rumah, tentunya jangan. Bau-bau tidak sedap menghalangi malaikat memasuki rumah kita,” katanya saat dihubungi detikProperti, Kamis (4/4/2024).

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Banjir Berisiko Bikin Korslet, Ini Cara Amankan Listrik di Rumah


    Jakarta

    Banjir masih terjadi di berbagai daerah di Indonesia, contohnya seperti di Bali dan Jakarta. Banjir setinggi betis melanda daerah Badung, Bali pada Kamis (4/4) sementara di Cilandak, Jakarta Selatan sempat terjadi banjir setinggi 1,7 meter pada Rabu (3/4).

    Saat terjadi banjir, tentunya perlu menjaga beberapa hal di rumah, salah satunya listrik. Apabila terjadi banjir dan merendam beberapa peralatan elektronik yang masih menyambung ke stopkontak dikhawatirkan terjadi korsleting.

    Menurut Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan penghuni rumah ketika terjadi banjir agar listrik tetap aman dan dapat terhindar dari potensi bahaya listrik. Berikut ini hal-hal yang bisa dilakukan untuk menghindari potensi bahaya listrik saat terjadi banjir di rumah.


    1. Matikan Listrik

    Apabila air banjir mulai masuk ke dalam rumah atau adanya kebocoran air di dekat aliran listrik yaitu segera mematikan listrik melalui Miniatur Circuit Breaker (MCB) kWh Meter.

    2. Cabut Alat Elektronik

    Langkah selanjutnya adalah mencabut semua alat elektronik dari stopkontak dan segera pindahkan ke tempat yang aman serta tidak terjangkau air. Pastikan tangan dan tubuh dalam kondisi kering saat melakukan hal tersebut.

    3. Gunakan Alat Pengaman Diri

    Masyarakat diimbau untuk menggunakan alat pengaman diri, seperti sepatu anti-air apabila kondisi hujan deras atau banjir saat sedang beraktivitas di dalam maupun luar rumah.

    4. Antisipasi Kerusakan dan Kebocoran Instalasi Listrik

    Kamu juga perlu antisipasi kerusakan dan kebocoran instalasi dengan melakukan peremajaan atau pembaruan instalasi di bangunan atau rumah. Hal ini dapat mengurangi potensi bahaya listrik saat hujan dari sisi instalasi pelanggan.

    “Langkah ini agar masyarakat terhindar dari potensi bahaya listrik karena air merupakan konduktor yang kuat. Mari kita tingkatkan kewaspadaan kita khususnya saat terjadi hujan lebat yang berpotensi banjir,” tutup Gregorius dalam keterangannya, dikutip dari situs resmi PLN, Kamis (4/4/2024).

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 9 Penyebab Saluran Air Sering Mampet dan Pencegahannya


    Jakarta

    Saluran air mampet adalah masalah yang umum terjadi di rumah-rumah. Hal ini tidak hanya terjadi karena penghuni rumah yang malas bersih-bersih, tetapi juga karena adanya benda yang tidak sengaja masuk ke saluran air.

    Apa saja benda yang sering bikin saluran air mampet? Simak 9 penyebab saluran air sering mampet dan cara pencegahannya dalam artikel ini.

    Benda yang Sering Bikin Saluran Air Mampet

    Berikut ini 9 benda yang sering bikin saluran air mampet dan penjelasannya, seperti dilansir dari situs Simply Green Plumbing.


    1. Sisa Makanan

    Setiap makan, mungkin masih ada sisa-sisa di piring. Sisa makanan ini biasanya kita bilas dengan air sebelum mencucinya dengan sabun.

    Jika saluran air tidak tersiram dengan baik, maka sisa-sisa makanan bisa menumpuk menjadi sampah. Sisa makanan kecil dan mudah lembek mungkin tidak berpengaruh banyak. Tetapi bila jumlahnya banyak atau padat bisa menyumbat saluran air, misalnya tulang, wortel, dan sebagainya.

    Cara pencegahan: Kumpulkan sisa-sisa makanan. Ini bisa didaur ulang menjadi pupuk kompos. Atau jika punya binatang ternak, kamu bisa memberikan sisa makanan ini kepada mereka.

    2. Rambut

    Saat keramas, sering kali tanpa sadar rambut kita ada yang rontok, begitu pula dengan hewan peliharaan. Rambut ini lama-kelamaan bisa bercampur dengan sampah makanan hingga menyumbat saluran air.

    Cara pencegahan: Pasanglah penutup saluran air di kamar mandi. Gunakan bathtub untuk mencegah rambut jatuh ke lantai dan masuk ke saluran air. Jika suka memandikan hewan, pertimbangkan melakukannya di luar rumah.

    3. Sabun

    Sabun batangan sering kali tidak digunakan sampai habis. Sisanya yang berukuran kecil dapat jatuh dan terbuang di saluran air.

    Selain itu, buih sabun yang berlebihan juga sulit dihilangkan dari permukaan kamar mandi dan bisa menyebabkan pipa pembuangan tersumbat.

    Cara pencegahan: Jika sabun batangan meninggalkan buih yang terlihat, pertimbangkan untuk beralih ke sabun cair atau sabun batangan yang komposisinya tanpa lemak hewani.

    4. Tisu

    Tisu adalah penyebab dari kebanyakan penyumbatan saluran air. Ini termasuk tisu yang dibuang sembarangan maupun serpihan tisu yang jatuh karena tersiram air.

    Cara pencegahan: Buang tisu di tempat sampah, bukan di toilet. Sebab sebagian besar tisu tidak larut dan dapat membentuk penyumbatan di dalam toilet, maupun saluran air.

    5. Lemak dan Minyak

    Lemak dan minyak mungkin terlihat seperti benda cair dan tidak berbahaya. Namun kenyataannya, zat ini lama-kelamaan akan melapisi dinding pipa dan bergabung dengan puing-puing lainnya hingga menyebabkan sumbatan.

    Cara pencegahan: Kumpulkan minyak goreng bekas pakai ke dalam stoples. Jika penuh, buang ke sampah rumah tangga. Atau buang minyak ke sampah padat yang bisa menyerap minyak, misalnya tisu, kertas, dan biarkan dibuang bersama sampah rumah tangga.

    6. Penumpukan Mineral

    Endapan mineral dari jenis air tertentu dapat terkumpul di sepanjang dinding saluran air. Beberapa jenis air memiliki kalsium, magnesium, dan mineral lain yang terlarut secara alami dalam air.

    Cara pencegahan: Filter atau penyaring air dapat digunakan agar tidak ada penumpukan mineral.

    7. Bilasan Sampah

    Banyak benda-benda kotor yang sering kita bilas di kamar mandi atau toilet, misalnya popok, pembalut, hingga kotoran kucing. Biasakan agar hal tersebut tidak dilakukan lagi. Toilet hanya untuk membilas kotoran manusia.

    Cara pencegahan: Berilah tempat sampah di dalam kamar kecil untuk memudahkan kita membuang sampah dengan benar.

    8. Ranting dan Akar Pohon

    Ranting pohon yang jatuh ke saluran air yang berada di luar ruangan mungkin akan menumpuk hingga menyebabkan penyumbatan. Akar pohon di dalam tanah pun mungkin mengganggu saluran air karena menyebabkan penyumbatan.

    Cara pencegahan: Lakukan pembersihan dengan hydro jet. Sebisa mungkin jangan tanam tanaman di dekat saluran air.

    9. Benda Asing

    Jika membersihkan saluran air, mungkin kamu menemukan benda asing atau yang tak diperkirakan, misalnya mainan anak. Mainan anak yang padat akan mengganggu saluran air dan akan menyumbat jika bergabung dengan sampah-sampah lainnya.

    Cara pencegahan: Pasanglah penutup saluran air untuk melindungi wastafel atau saluran pembuangan toilet dari benda asing ini.

    Nah, itulah tadi penyebab-penyebab saluran air sering mampet. Ada 9 benda yang kemungkinan menjadi penyebabnya.

    (bai/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • 13 Cara Mengusir Serangga dari Rumah, Dijamin Ampuh!


    Jakarta

    Serangga yang masuk rumah sering kali membuat penghuninya tidak nyaman. Mereka antara lain nyamuk, lalat, hingga laron. Serangga tak hanya mengganggu, terkadang mereka juga bisa membawa penyakit.

    Simak 13 cara mengusir serangga dari rumah berikut ini. Kamu bisa mencobanya satu per satu untuk mengetes apakah efektif di rumah kamu.

    Cara Mengusir Serangga dari Rumah

    Berikut ini 13 cara mengusir serangga atau cara mencegah nyamuk masuk rumah:


    1. Gunakan Minyak Esensial

    Dikutip dari Ideal Home, minyak esensial memiliki fungsi utama membuat ruangan beraroma wangi. Minyak ini juga bisa mengusir serangga, seperti minyak esensial serai atau lavender yang bisa mengusir nyamuk.

    Semprotkan minyak ke sudut rumah, jendela, dan pintu. Kamu juga bisa menggunakan diffuser untuk membuat aroma lebih menyebar.

    2. Nyalakan Kipas Angin

    Kipas angin selain memberikan udara sejuk juga membuat serangga seperti lalat dan nyamuk tak mau mendekat. Serangga ini tak menyukai udara bergerak, sehingga memilih pergi dari area yang terkena kipas angin.

    3. Letakkan Tanaman Pengusir Serangga

    Letakkan tanaman pengusir serangga di dekat jendela agar serangga enggan masuk rumah. Tanaman ini seperti rosemary atau lavender. Kamu bisa juga meletakkannya di tempat tidur.

    4. Bersihkan Kamar

    Biasakan untuk membersihkan kamar setiap hari. Serangga tak suka tempat yang bersih. Hindari makan di kamar dan buang sampah di kamar secara rutin. Jangan lupa untuk selalu menutup tempat sampah agar tidak mengundang serangga.

    5. Menghilangkan Genangan Air

    Dikutip dari situs Tips Bulletin, genangan air disukai oleh laba-laba dan nyamuk karena bisa digunakan sebagai tempat bertelur.

    Tutuplah tempat air dan selalu cek apakah ada jentik-jentik nyamuk di dalamnya. Jika ada, segera buang jentik-jentik tersebut.

    6. Gunakan Perangkap

    Ada berbagai perangkap yang berbeda-beda bentuknya, tergantung jenis serangganya. Lalat bisa diperangkap dengan kertas lem. Atau gunakan lampu perangkap nyamuk yang menggunakan cahaya biru.

    7. Tutup Celah Pintu dan Jendela

    Kebanyakan serangga masuk lewat celah di pintu, jendela, maupun lubang angin. Tutuplah celah ini untuk mencegah berbagai serangga.

    Pada saat tertentu, serangga akan muncul di pemukiman warga. Pada waktu tersebut, waspadai kedatangan mereka, terutama pada waktu petang.

    8. Buat Terang Atau Gelap

    Serangga tertentu menyukai tempat terang dan serangga lainnya menyukai tempat gelap. Lakukan pilihan cara ini sesuai jenis serangga yang ingin kamu usir.

    Dari situs Terminix, nyamuk menyukai sesuatu yang gelap. Jadi jangan pakai warna gelap dan buat ruangan menjadi terang untuk mencegah nyamuk datang.

    Sementara hewan yang suka cahaya adalah laron. Mereka suka berputar-putar di sekitar lampu, hingga masuk rumah yang terang. Tutuplah celah rumah dan jika perlu matikan lampu untuk sementara.

    9. Memasang Kelambu

    Memasang kelambu juga menjadi cara efektif untuk mencegah serangga mendekati kita, terutama saat tidur. Meski mungkin serangga bisa menerobos rumah, mereka tak akan mengganggu kita saat tidur.

    10. Taburkan Bubuk Kopi

    Dikutip dari Livspace, bubuk kopi menghasilkan nitrogen untuk tanaman di sekitarnya, serta bisa mengusir nyamuk maupun semut.

    Taburkan bubuk kopi ke beberapa titik, misalnya di tempat genangan air untuk membunuh telur nyamuk.

    11. Gunakan Cairan Antiserangga

    Banyak antiserangga yang dijual di toko, seperti cairan antiserangga yang digunakan untuk menyemprot ruangan agar wangi sekaligus mengusir nyamuk. Atau gunakan antiserangga bakar untuk mengusir nyamuk. Jika menggunakan semprot, pastikan untuk tidak mengenai makanan dan jauhkan dari anak-anak.

    12. Atur Kelembapan Udara

    Serangga seperti kecoa dan nyamuk menyukai tempat lembap. Maka jagalah sirkulasi udara dengan baik agar rumah selalu bersih dan kering. Mereka tak akan betah tinggal di rumah kamu.

    13. Gunakan Kapur Anti Serangga

    Kapur antiserangga dapat digunakan di tempat-tempat di mana serangga muncul. Serangga seperti kecoa dan semut tidak suka dengan kapur ini.

    Nah, demikian tadi 13 cara mengusir serangga dari rumah dan cara mencegah serangga masuk rumah. Kalian bisa memadukan beberapa cara sekaligus agar lebih efektif.

    (bai/inf)



    Sumber : www.detik.com