Blog

  • Jangan Lupa Bersihkan Ini di Rumah Sebelum Mudik


    Jakarta

    Mudik lebaran menjadi momen yang tepat untuk menikmati masa liburan bersama keluarga. Banyak muslim di Indonesia yang pulang ke kampung halaman selama berhari-hari untuk silaturahmi bersama keluarga sekaligus melepas penat.

    Tentunya, sebelum berangkat mudik ada banyak persiapan untuk perjalanan panjang ke kampung halaman. Akan tetapi, hal yang mungkin sering terlupakan adalah memastikan rumah ditinggalkan dalam keadaan bersih.

    Sebab, siapa yang tidak senang pulang ke rumah dalam keadaan bersih? Penghuni rumah bisa lebih nyaman beristirahat di rumah setelah kembali dari perjalanan panjang.


    Nah, supaya kamu bisa santai setelah kembali dari perjalanan mudik, ada baiknya membersihkan rumah sebelum berangkat mudik. Berikut ini beberapa hal yang bisa kamu bersihkan sebelum pergi mudik, dikutip dari laman merry maids pada Minggu (7/4/2024).

    1. Pakaian

    Meninggalkan tumpukan baju kotor di rumah selama berhari-hari bisa membuat pakaian semakin bau dan berjamur. Maka, pastikan pakaian kotor sudah dicuci, dijemur, dan disimpan di lemari sehari sebelum keberangkatan.

    2. Handuk

    Handuk sangat rawan mengalami pertumbuhan jamur karena sering kali dalam keadaan lembap. Kamu bisa saja mencuci handuk sehari sebelum pergi mudik, akan tetapi kemungkinan akan ada handuk baru yang digunakan pada hari H sebelum berangkat. Maka, gantunglah handuk tersebut agar bisa kering selama ditinggalkan.

    3. Seprai Kasur

    Ganti dan cuci seprai kasur beberapa hari sebelum berangkat mudik. Lalu, kamu bisa menutup permukaan tempat tidur untuk mencegah debu menumpuk. Dengan begini, setelah kembali dari kampung halaman, kamu bisa tetap menikmati tempat tidur yang bersih.

    4. Kulkas

    Bersihkan isi kulkas dengan membuang makanan basi dan kedaluwarsa atau menghabiskan makanan yang tidak akan bertahan lama. Tentu kamu tidak mau kembali dengan kulkas dipenuhi makanan busuk, bukan? Lalu, kalau mempunyai waktu lebih, kamu bisa mengelap bagian luar dan dalam kulkas.

    5. Cucian Piring

    Jangan tinggalkan alat makan dan alat masak dalam keadaan kotor. Sisa makanan pada piring dapat mengundang hama seperti tikus dan lalat. Maka, cucilah semua alat yang kotor sebelum pergi mudik.

    6. Tempat Sampah

    Pastikan untuk membuang sampah sebelum meninggalkan rumah untuk jangka waktu yang lama. Sampah yang ditinggalkan terlalu lama bisa menimbulkan bau busuk dan mengundang hama. Akan lebih baik lagi jika kamu mencuci tempat sampah beberapa hari sebelum pergi mudik.

    7. Kamar Mandi

    Bersihkan kamar mandi sebelum berangkat mudik untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur, lalu biarkan pintu kamar mandi terbuka agar tidak lembap. Dengan begitu, kamu tidak perlu membersihkan kamar mandi setelah kembali dari mudik.

    Itulah sejumlah hal yang sebaiknya kamu bersihkan agar rumah tetap nyaman setelah kembali dari mudik. Semoga bermanfaat!

    Ikuti berita-berita terkini arus mudik dan arus balik di BRI Teman Mudik.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Gaji Tersendat Seperti Karyawan Indofarma, Bisa Ajukan Keringanan Cicil KPR?



    Jakarta

    Ketika seseorang memilih untuk membeli rumah menggunakan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), maka pembayarakan cicilan KPR akan sangat bergantung dengan gaji bulanan orang tersebut.

    Pembayaran cicilan KPR yang dilakukan setiap bulan tentu akan terganggu apabila gaji perbulan kita tersendat, seperti yang sedang dialami oleh karyawan PT Indofarma.

    Pada hari Jumat (5/4/2024) kemarin, para pekerja PT Indofarma melakukan demo untuk menuntut gaji dan THR mereka yang belum cair juga.


    Masalah gaji yang tersendat seperti ini sebenarnya banyak juga dialami oleh para pekerja yang lain. Hal ini tentu saja sangat merugikan bagi mereka, apalagi yang mempunyai cicilan KPR.
    Lalu, yang sekarang menjadi pertanyaan adalah apakah ada keringanan cicilan KPR bagi para pekerja yang gajinya tersendat?

    Menjawab pertanyaan tersebut, Perencana Keuangan, Andy Nugroho mengatakan bahwa hal ini tergantung kepada kebijakan setiap pemberi KPR. Hal ini dikarenakan pada masa pandemi COVID-19 sebelumnya, terdapat keringanan pembayaran KPR bagi individu yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

    Caranya adalah dengan mengajukan permohonan secara resmi oleh nasabah KPR kepada pihak pemberi kredit.

    Akan tetapi, kenyataannya memang tidak semua permohonan keringanan pembayaran KPR dikabulkan.

    Setiap permohonan akan dianalisis secara individual oleh pihak pemberi kredit, yang akan mempertimbangkan kondisi keuangan dan kebijakan internal mereka.

    “Ketika jaman pandemi lalu, memang ada keringanan pembayaran KPR bagi mereka yang terkena PHK. Dengan syarat nasabah KPR datang dan mengajukan permohonan keringanan tersebut. Walaupun dalam bbrp kasus yang saya temui, ternyata tidak semua permohonan dikabulkan. Pihak pemberi kredit akan menganalisa dulu kondisi yg dialami oleh tiap pemohon,” ungkap Andy menjelaskan kepada detikProperti, Minggu (7/4/2024).

    Oleh karena itu, Andy menyarankan kepada para pekerja yang mengalami musibah seperti yang dialami pegawai PT Indofarma untuk datang dan berkonsultasi langsung dengan pihak pemberi kredit, atau pihak bank.

    Dengan demikian, mereka dapat mengetahui apakah memungkinkan untuk mendapatkan keringanan pembayaran KPR sesuai dengan kebijakan yang berlaku.

    “Sebaiknya coba datang dan konsultasikan kepada pihak pemberi kredit, apakah memungkinkan untuk mendapatkan keringanan pembayaran KPR. Karena memang keputusan tersebut akan kembali ke kebijakan tiap pemberi kredit,” pungkasnya.

    Keputusan terkait pemberian keringanan pembayaran KPR akan kembali kepada kebijakan masing-masing pihak bank pemberi kredit. Oleh karena itu, penting bagi para nasabah yang menghadapi tantangan finansial seperti yang dialami pegawai PT Indofarma untuk aktif berkomunikasi dan mencari solusi yang sesuai dengan kondisi mereka.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Perbedaan Masjid dan Musala sebagai Tempat Ibadah Umat Islam


    Jakarta

    Salat merupakan ibadah wajib bagi umat Islam yang dikerjakan setidaknya lima kali sehari. Meski dapat dikerjakan di mana saja asal tempatnya suci, banyak muslim yang menunaikan salat di masjid maupun di musala.

    Pembina Pesantren Quran Subulunajjah Depok, Ustaz Farid Nu’man Hasan menjelaskan sebutan masjid berasal dari kata masjud yang berarti tempat sujud. Akan tetapi, dalam Al Quran tidak ada kata masjud melainkan kata masjid, sehingga ‘masjid’ yang menjadi istilah baku.

    “Musala artinya tempat shalat. Di zaman Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, musala adalah lapangan tempat salat id beradab di sebelah timur pintu kota Madinah, sebagaimana dikatakan Syaikh Sayyid Sabiq di dalam Fiqhus Sunnah,” ujar Ustaz Farid kepada detikcom, Minggu (7/4/2024).


    Lantas, apa yang membedakan masjid dan musala sebagai tempat ibadah? Yuk, simak penjelasannya.

    Ukuran

    Perbedaan yang paling mendasar antara masjid musala ada pada ukurannya. Masjid dirancang untuk menampung lebih banyak jemaah, sehingga ukurannya lebih besar daripada musala.

    Terlebih masjid biasa digunakan untuk salat Jumat berjamaah yang dapat diikuti oleh puluhan jemaah pria. Sementara musala tetap menjadi tempat untuk salat berjamaah tetapi untuk jumlah jemaah yang lebih sedikit.

    Sebagai Tempat Salat Jumat

    Ustaz Farid menyebutkan ada dua model masjid, yakni masjid jami’ dan ghairu jami’. Masjid Jami’ merupakan masjid yang digunakan untuk salat Jumat dan salat lima waktu. Beda halnya dengan fungsi masjid ghairu jami’ yang juga disebut musala.

    “Masjid ghairu jami’ adalah masjid yang hanya dipakai untuk salat lima waktu saja, tidak untuk salat Jumat. Jenis inilah yang di Indonesia dinamakan dengan musala, langgar, atau surau. Jadi, musala itu masjid juga tapi masjid ghairu jami’,” paparnya.

    Adapun menurut mayoritas ulama baik Hanafi, Syafi’i, dan Hambali, salat Jumat tidak disyaratkan di masjid. Namun, yang penting jamaah bisa tertampung untuk berkumpul. Sedangkan mazhab Maliki mengatakan salat Jumat harus dilaksanakan di masjid sebagai syarat keabsahannya.

    Sebagai Tempat I’tikaf

    Selain itu, masjid juga diperuntukan untuk melakukan ibadah i’tikaf, yakni berdiam diri untuk beberapa waktu tertentu. Hal ini berdasarkan Surat Al Baqarah Ayat 187 yang tidak mengkhususkan masjid yang bisa digunakan untuk i’tikaf.

    .. وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ ..

    Artinya: “… sedang kalian sedang I’tikaf di masjid-masjid…”

    Kemudian, tempat i’tikaf berdasarkan lima pendapat para ulama dijelaskan sebagai berikut oleh Imam Ibnu Hajar dalam Fathul Bari.

    1. Hanya boleh di masjid di kota Madinah. Ini pendapat Said bin Al Musayyab;
    2. Hanya boleh di masjid kota Mekkah dan Madinah. Ini pendapat Atha’;
    3. Hanya boleh di tiga masjid, Masjid Nabawi, Masjid Al Haram, dan Masjid Al Aqsha;
    4. Hanya boleh di masjid Jami’, tidak boleh di surau;
    5. Boleh di semua masjid termasuk di surau. Ini pendapat mayoritas ahli fiqih.

    Demikian perbedaan masjid dan musala sebagai tempat ibadah para muslim. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Langkah-langkah Mengatur Pinjaman KPR Sesuai Kondisi Finansial


    Jakarta

    Sebagian besar orang pasti memiliki impian untuk memiliki rumah sendiri. Skema pembelian rumah dengan Kredit Pembelian Rumah (KPR) telah menjadi pilihan banyak orang untuk memiliki rumah dengan cepat. Namun, ketika akan mengambil keputusan untuk mengajukan KPR, penting untuk mempertimbangkan kondisi finansial dengan penuh perhitungan.

    Bagaimana kita bisa menentukan pinjaman KPR yang sesuai dengan kondisi finansial kita? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita memang harus memahami kondisi keuangan kita terlebih dahulu. Agar tidak semakin bingung, Perencana Keuangan, Andy Nugroho, memberikan penjelasan mengenai langkah-langkah untuk menentukan pinjaman KPR yang sesuai dengan kondisi finansial seseorang.

    1. Minta Simulasi Kepada Pengembang

    Salah satu langkah pertama adalah meminta simulasi dari pihak pengembang atau developer properti. Simulasi dalam konteks ini adalah proses di mana calon pembeli rumah meminta informasi dari pengembang atau developer properti tentang perkiraan biaya pembelian rumah, termasuk estimasi cicilan bulanan berdasarkan jumlah pinjaman yang diajukan. Simulasi ini biasanya mencakup berbagai detail seperti harga rumah, suku bunga KPR, lama tenor KPR, serta estimasi biaya-biaya lain yang terkait dengan pembelian rumah, seperti biaya notaris dan biaya administrasi.


    2. Bersikap Realistis, Jangan Idealis

    Bagi mereka yang sedang mempertimbangkan untuk membeli rumah pertama kali, penting untuk bersikap realistis dan jangan terlalu idealis. Prioritas utamanya adalah memiliki rumah pertama, bukan mencari yang terbaik dari yang terbaik. Selain itu, kemampuan finansial harus menjadi pertimbangan utama. Menurut panduan umum yang diberikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah cicilan rumah atau cicilan hutang itu idealnya maksimal 30% dari penghasilan bulanan.

    Sebagai contoh, jika penghasilan bulanan adalah 10 juta rupiah, maka idealnya cicilan KPR tidak boleh lebih dari 3 juta rupiah. Namun, perlu diingat bahwa jumlah ini juga harus memperhitungkan cicilan utang lainnya seperti kendaraan bermotor atau kartu kredit. Oleh karena itu, penting untuk jujur kepada diri sendiri tentang kemampuan finansial sebenarnya.

    “Penghasilan kita berapa, misalnya penghasilannya adalah 10 juta, berarti maksimal kita diperbolehkan untuk berhutang itu adalah sebesar 3 juta rupiah. 3 juta rupiah itu saja sebenarnya udah akumulasi dengan berbagai macam hutang-hutang yang lainnya. Misalnya hutang kendaraan bermotor, hutang kartu kredit, atau yang lain. Kembali lagi ke kita, kita mesti jujur tanya ke diri kita sendiri kita mampunya berapa. Oh saya mampunya oke masih kuat sih kalau 3 juta, misalnya saya tidak punya cicilan yang lainnya gitu ya, saya bisa disuruh cicil 3 juta buat KPR doang saya masih mampu, oke silahkan,” kata Andy Nugroho kepada detikProperti, Jumat (5/4/2024).

    3. Mencari Properti yang Sesuai Anggaran

    Setelah menentukan kemampuan finansial, langkah berikutnya adalah mencari properti yang sesuai dengan anggaran tersebut. Penting untuk meminta skema pembayaran yang jelas kepada pihak developer, termasuk harga rumah dan cicilan bulanan. Dengan melakukan simulasi ini, kita dapat memastikan bahwa cicilan KPR yang akan dibayar masih sesuai dengan kemampuan finansial kita.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Sudahkah Melakukan Ini Sebelum Kamu Mudik Lebaran?


    Jakarta

    Momen lebaran pastinya sangat ditunggu-tunggu oleh umat Islam di seluruh dunia. Apalagi di Indonesia yang memiliki tradisi mudik ke kampung halaman untuk berkumpul dengan keluarga.

    Nah, sebelum kamu berangkat mudik dan meninggalkan rumah, ada beberapa hal yang tidak boleh terlewatkan. Kemungkinan besar rumah akan kosong selama beberapa hari selama mudik, maka penting untuk melakukan persiapan untuk mencegah masalah di kemudian hari.

    Sebab, meninggalkan rumah tanpa penghuni berhari-hari berisiko terjadi kerusakan hingga kemalingan. Melansir dari laman Better Homes & Gardens, berikut ini hal-hal yang perlu kamu lakukan di rumah sebelum berangkat mudik.


    1. Menyediakan Kunci Cadangan

    Berikan kunci cadangan kepada tetangga yang dapat dipercaya untuk mengantisipasi sewaktu-waktu ada keadaan darurat. Hal tak terduga bisa saja terjadi, seperti kebocoran gas, lupa mencabut setrikaan, dan lain sebagainya.

    2. Menghentikan Pengiriman Paket

    Sebaiknya menunda pengiriman paket atau menitipkan kepada tetangga selama kamu pergi mudik. Kalau sampai paket menumpuk di depan rumah, ada risiko kehilangan barang. Bahkan, maling akan tertarik untuk menerobos rumah karena tampak tidak berpenghuni.

    3. Menitipkan Hewan Peliharaan

    Kalau mempunyai hewan peliharaan, pastikan untuk menitipkan ke tetangga, orang terdekat, atau penginapan hewan yang terpercaya untuk merawat hewan peliharaan. Jangan pernah meninggalkan hewan peliharaan di rumah meski kamu merasa aman dengan meninggalkan makanan yang cukup.

    4. Menghabiskan Makanan

    Menjelang lebaran, sebaiknya segera habiskan makanan yang cepat basi supaya tidak menimbulkan bau busuk ketika kamu kembali ke rumah. Kalau ada terlalu banyak makanan, kamu bisa membagikannya ke tetangga ataupun orang sekitar rumah.

    5. Mencuci Peralatan Dapur

    Pastikan kamu meninggalkan dapur dalam keadaan bersih tanpa cucian kotor. Jangan pernah meninggalkan peralatan makan dan masak kotor karena dapat mengundang hama seperti tikus dan lalat.

    6. Membuang Sampah

    Buanglah sampah sebelum meninggalkan rumah. Sampah yang ditinggalkan terlalu lama bisa menimbulkan bau busuk di sekitar rumah dan mengundang hama.

    7. Mencabut Peralatan Elektronik

    Matikan dan cabut semua peralatan elektronik dari stopkontak untuk mencegah kebakaran akibat korsleting listrik. Selain itu, mencabut alat elektronik juga membantu untuk menghemat penggunaan listrik di rumah.

    8. Menyiram Tanaman

    Siramlah tanaman sebelum mudik agar tidak layu. Kemudian, kamu juga bisa meminta orang terdekat untuk menyiram tanaman ataupun menggunakan air tampungan.

    Jangan lupa menutup gorden supaya isi rumah tidak terlihat dari luar dan tidak menarik perhatian pencuri. Sebab, rumah kosong dapat menjadi sasaran empuk bagi maling.

    10. Mengunci Pintu dan Jendela

    Pastikan untuk mengunci dan memeriksa semua pintu dan jendela sebelum meninggalkan rumah. Untuk keamanan ekstra, kamu juga dapat menambah sistem keamanan atau menggunakan gembok pintu untuk menghindari kasus pencurian.

    Itulah beberapa hal yang harus kamu lakukan sebelum berangkat mudik meninggalkan rumah. Semoga membantu!

    Ikuti berita-berita terkini arus mudik dan arus balik di BRI Teman Mudik.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Buat yang Mudik Jangan Lupa Pasang CCTV di Rumah, Ini Posisi dan Tipsnya


    Jakarta

    Menjelang mudik Lebaran, banyak hal yang perlu dipersiapkan sebelum meninggalkan rumah, salah satunya terkait keamanan. Kamu bisa coba pasang kamera pengawas di rumah atau yang biasa disebut CCTV untuk menjaga keamanan.

    CCTV ini sangat membantu untuk mengawasi rumah dari jauh. Selain itu, CCTV juga bisa digunakan sebagai barang bukti jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

    Sebagai informasi, menurut Atmoko seperti yang dikutip dari Jurnal Politeknik Sriwijaya, CCTV atau closed-circuit television adalah penggunaan kamera video untuk mentransmisikan signal video ke tempat spesifik, dalam beberapa set monitor.


    Sistem CCTV biasanya terdiri dari komunikasi antara kamera dan monitor, di mana kamera bisa digerakkan, berputar 180 derajat atau mengikuti pergerakan manusia, dan melakukan pembesaran objek atau zoom.

    Sistem komunikasi ini dihubungkan dengan sebuah aplikasi yang bisa diakses melalui ponsel asal terhubung internet. Pengawasan CCTV selama 24 jam. Harga CCTV juga saat ini ada yang di bawah Rp 1 juta dan bisa dibeli secara online. Kamu bisa memasangnya sendiri seperti memasang WiFi di rumah.

    Melansir dari CNET, berikut 6 tempat terbaik memasang CCTV di rumah.

    Posisi Terbaik Pasang CCTV di Rumah

    1. Pintu Depan

    Rata-rata rumah di Indonesia terutama yang berada di perumahan hanya memiliki 1 akses masuk. Maka perlu ada 1 CCTV yang dipasang mengarah ke pintu masuk. Jika bisa untuk CCTV di depan, kamera yang digunakan bisa bergerak agar rekaman yang didapat jelas.

    Jadi, ketika ada pergerakan dari depan pintu seperti ada tukang paket, petugas keamanan, atau orang lain yang datang ke rumah, kamera dapat merekam wajah mereka.

    Selain itu, bisa juga tambahkan bel rumah yang juga memiliki kamera seperti yang biasa dipakai di apartemen. Letakkan di depan pagar rumah atau tepat di samping pintu rumah.

    2. Pintu Belakang, Samping, dan Lantai atas

    Selain di pintu depan, kamu juga perlu menambahkan di setiap akses masuk di rumah. Jika ada pintu belakang dan samping, bisa ditambahkan 1 sisi karena kita tidak tahu pencuri akan masuk melalui pintu yang mana.

    Pada pintu di lantai 2 biasanya menghadap ke balkon rumah. Di sini juga perlu dipasang kamera yang bisa bergerak, sehingga selain merekam kehadiran orang di balkon, juga bisa merekam di jalanan menuju rumah.

    3. Halaman Rumah

    Apabila kamu memiliki halaman yang cukup luas dan tidak cukup mengandalkan CCTV di depan pintu masuk, tambahkan satu CCTV yang kameranya dapat berputar. Tambahkan juga dinding atas yang menutupi halaman rumah dengan kawat besi agar pencuri tidak berani melompat.

    4. Ruang Tamu, Dapur, dan Kamar Tidur

    Kamu juga bisa memasang 1 CCTV di ruang tamu yang menyatu dengan ruang makan. Biasanya ruang tamu dan ruang makan ada barang elektronik berharga seperti kipas angin, TV, kulkas, dan lainnya yang rawan dicuri. Namun jika ruang tamu dan ruang makan maka sebaiknya pasang CCTV lebih dari 1.

    Barang berharga yang mungkin dicari mungkin di kamar tidur. Pastikan sebelum meninggalkan rumah, surat berharga, perhiasan, dan barang berharga lainnya sudah disimpan di brankas atau tempat paling aman di rumah.

    5. Tangga dan Lorong Masuk ke Dalam Rumah

    Jika rumahmu terdiri dari beberapa lantai pasang CCTV di ujung tangga lantai 2 atau di setiap bukaan pintu lift. Pada area ini juga bisa menggunakan kamera yang dapat bergerak agar bisa merekam tujuan mereka.

    6. Garasi

    Jika kamu memiliki garasi sendiri di dalam rumah, kamu bisa menambahkan satu kamera di dalamnya. Apalagi jika kamu meninggalkan kendaraan di dalamnya. Jangan lupa tutup kendaraan dan beri kunci ganda pada ban agar tidak dapat dibawa kabur. Tambahkan juga pencahayaan yang cukup karena biasa garasi tertutup dengan ventilasi minim.

    Tips Posisi Pasang CCTV di Rumah

    Saat memasang CCTV di rumah, ada beberapa tips yang bisa dilakukan. Hal ini supaya kamera CCTV bisa menangkap gambar dengan baik. Dilansir dari safewise.com, berikut ini tipsnya.

    1. Pasang Kamera di Tempat Tinggi

    Kamera CCTV sebaiknya dipasang di tempat yang tidak dapat dijangkau. Hal ini supaya CCTV tidak mudah dirusak.

    Pasang kamera CCTV bagian eksterior rumah di lantai 2 atau sekitar 2,5 meter dari permukaan tanah. Sementara itu, pasang CCTV di interior rumah dekat langit-langit. Selanjutnya, pasang kamera dengan benar agar tidak mudah lepas.

    2. Pasang CCTV dengan Angle yang Tepat

    Menemukan angle kamera yang tepat sangat penting. Apabila kamu menempatkan CCTV tepat berada di atas jendela atau pintu, CCTV tidak akan bisa menangkap gambar secara keseluruhan. Sebaiknya kamu menempatkan CCTV 1-2 kaki di samping jendela atau pintu dengan angle kamera ke bawah mengarah ke area masuk.

    Jangan takut memasang CCTV di tempat yang terlihat. Hal ini justru bisa saja membuat takut orang yang ingin mencuri.

    3. Pastikan Jaringan Wi-Fi Kuat

    Kalau kamu pakai kamera wireless atau nirkabel, pastikan jaringan Wi-Fi di rumah kuat agar bisa mengambil gambar dengan baik. Tanpa koneksi internet yang kuat, sambungan kamera bisa terputus dari jaringan keamanan rumah. Kalau sinyal Wi-Fi lemah, video yang didapat bisa saja kurang jelas.

    Itulah lokasi dan tips memasang kamera CCTV di rumah. Semoga bermanfaat ya!

    Ikuti berita-berita terkini arus mudik dan arus balik di BRI Teman Mudik. Klik tautan ini.

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Viral Warga Setel Musik Tengah Malam, Tetangga Ngamuk hingga Matikan Listrik


    Jakarta

    Hidup bertetangga mengharuskan seseorang selalu rukun dan bertenggang rasa antarsesama. Hidup di lingkungan tetangga pun harus memperhatikan kenyamanan tetangga yang lain.

    Belum lama ini muncul video viral yang diunggah oleh Selebgram Priscillia Hesty yang mengeluhkan perilaku salah satu tetangganya. Ia mempermasalahkan tetangga yang memutarkan musik dengan kencang dari petang hingga tengah malam.

    “Masih aja tetap dia putar musik sekencang ini, bayangin. Dan ini udah panggil sekuriti, terus pintunya udah digedor-gedor tapi dia nggak mau keluar. Suaranya itu kedengaran sampai ke tiga rumah sebelahnya,” ujar Priscillia Hesty, dikutip dari video akun Instagram priscillia_hestyy, Senin (8/4/2024).


    Dalam video singkat itu, ia menyebutkan tetangga tersebut memutar musik sejak jam 18.00 hingga tengah malam. Menurutnya, perilaku tersebut sangat mengganggu warga yang ingin beristirahat di malam hari.

    Ironisnya, kejadian ini ternyata terjadi di sebuah klaster elit yang biasanya dikenal memiliki lingkungan yang kondusif. Priscillia Hesty pun mengambil tindakan dengan mematikan panel listrik rumah tetangganya supaya sang tetangga mau keluar rumah.

    Akhirnya sang tetangga berhasil dipancing untuk keluar rumah yang kemudian diamuk amarah warga. Tak hanya kerap memutar musik kencang, Priscillia Hesty tetangga tersebut juga mengganggu kenyamanan warga lainnya dengan membuang sampah dan oli sembarangan.

    “Bahaya sih punya tetangga kayak gini. Udah setel musik kencang banget, buang sampah depan rumah orang, terus buang oli lagi,” ucapnya.

    Lantas, bagaimana seharusnya seorang tetangga berperilaku? Yuk, simak penjelasan beberapa etika bertetangga berikut yang dilansir dari wigan.gov.uk.

    1. 1. Suara

    Rumah sebenarnya tidak sepenuhnya antisuara, maka wajar saja mendengar suara dari sekitar rumah, seperti suara TV, alarm, radio, pintu, dan lainnya. Sadari bahwa tetanggamu tak ingin mendengar suara bising untuk jangka waktu yang lama, terutama pada malam hari.

    Oleh karena itu, pastikan suara-suara dari rumah kamu diatur volumenya agar tidak terlalu berisik hingga mengganggu orang sekitar. Kalau ingin melakukan langkah pencegahan ekstra, kamu bisa membuat rumah menjadi lebih kedap suara. Selain itu, jika hendak menggelar acara atau renovasi yang berisik, kamu bisa memberitahukan tetangga sekitar.

    2. Pekarangan

    Jangan menghalangi daerah komunal dengan barang-barang pribadi, seperti sepeda. Lalu, sebaiknya tidak biarkan tanaman di rumahmu tumbuh sampai-sampai melewati batas tanah.

    Di sisi lain, apabila pohon atau tanaman tetangga memasuki wilayahmu, kamu bisa memotongnya. Namun, akan lebih baik menanyakan tetangga terlebih dulu.

    3. Sampah

    Pastikan kamu memiliki tempat pembuangan sampah di luar rumah yang sesuai dengan standar perumahan. Jangan asal membuang sampah, bahkan sampai membuangnya ke tempat sampah milik tetangga. Lalu, sebaiknya menjaga area sampah tetap bersih.

    4. Parkir Kendaraan

    Hindari memarkir kendaraan asal-asalan di luar rumah. Kamu boleh saja memarkir kendaraan di ruang publik. Akan tetapi, pastikan tidak sampai menghalangi kendaraan, akses masuk jalanan, serta rumah orang lain.

    Demikian etika bertetangga yang perlu kamu ketahui supaya bisa menjaga hubungan antartetangga. Semoga bermanfaat!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! Ini Cara Agar Listrik di Rumah Aman saat Ditinggal Mudik Lebaran


    Jakarta

    Mudik menjadi salah satu kegiatan yang sering dilakukan dalam rangka Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran. Saat mudik, tentunya rumah harus ditinggalkan dalam kondisi aman.

    Apabila rumah tidak ditinggalkan dalam kondisi aman, bisa saja terjadi bencana yang tidak diinginkan, contohnya seperti korsleting listrik hingga kebakaran. Tentunya detikers tidak ingin hal tersebut terjadi dong, maka dari itu perlu dilakukan pencegahan.

    Listrik menjadi hal vital yang harus diperhatikan ketika ingin meninggalkan rumah saat mudik. Maka dari itu, ada beberapa hal yang perlu dilakukan agar listrik di rumah aman sehingga tidak menimbulkan kerugian bagi pemilik rumah.


    Dilansir dari situs PLN yang diunggah pada 2023, berikut ini tips agar listrik di rumah aman saat ditinggal mudik Lebaran.

    1. Cek Sambungan Listrik

    Hal pertama yang bisa dilakukan adalah mengecek sambungan listrik di rumah. Jika ada peralatan elektronik yang tidak dibutuhkan, segera cabut dari stopkontak.

    2. Bayar Listrik di Awal Bulan

    Bagi pengguna pascabayar, disarankan untuk membayar listrik di awal bulan atau sebelum tanggal 20 agar lebih nyaman dan terhindar dari pemutusan. Sementara bagi pengguna prabayar, isi token listrik secukupnya dan siapkan cadangan jika diperlukan. Hal ini dilakukan agar listrik tetap menyala, khususnya untuk penerangan.

    3. Cek Instalasi Listrik

    Selanjutnya yaitu cek instalasi listrik sebelum mudik, apalagi jika sering terjadi korsleting. Periksalah dengan bantuan instalatir resmi yang terdaftar.

    4. Lapor ke RT atau RW Setempat

    Selanjutnya yaitu melapor ke RT maupun RW setempat jika ingin mudik. Lalu, titipkan rumah ke tetangga terdekat yang tidak mudik supaya rumah kamu tetap aman.

    Itulah beberapa tips agar listrik di rumah tetap aman. Semoga bermanfaat!

    Ikuti berita-berita terkini arus mudik dan arus balik di BRI Teman Mudik, klik tautan ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Keran Air Bocor? Jangan Panik, Lakukan Hal Ini


    Jakarta

    Keran air bocor bisa cukup mengganggu para penghuni rumah. Dari rembesan air yang menggenangi area sekitar keran hingga membengkaknya tagihan air tentu menjadi masalah.

    Apabila dibiarkan terlalu lama, keran air bocor dapat semakin parah sampai menghambat aktivitasmu. Oleh karena itu, sebaiknya segera memperbaiki keran air bocor sebelum masalah semakin serius.

    Melansir dari Qilat, berikut ini cara memperbaiki keran air bocor di rumah.

    1. Mencari Tahu Penyebab Kebocoran

    Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mencari tahu sumber atau penyebab kebocoran pada keran air. Kamu bisa memeriksa bagian-bagian seperti sambungan pipa dengan keran dan gagang keran. Lalu, periksa juga kondisi keran air untuk menentukan antara memperbaiki atau mengganti keran dengan yang baru.


    2. Menyiapkan Peralatan Sesuai Kebutuhan

    Selanjutnya, persiapkan peralatan yang diperlukan dengan menyesuaikan sumber dan penyebab kebocoran keran. Misalkan kebocoran yang disebabkan oleh rembesan air dari sambungan pipa memerlukan kunci untuk mengencangkan keran.

    Selain itu, persiapkan juga karet dan sealer untuk mengatasi bagian keran yang bocor. Berbeda halnya, jika keran air patah, maka kamu harus menyiapkan keran baru.

    Setelah semua siap, pastikan untuk menutup aliran air pada pipa. Kamu bisa mematikan mesin air atau menutup tangki penyimpanan agar aliran air tidak keluar. Langkah ini bertujuan supaya proses perbaikan pipa dapat dilakukan tanpa adanya aliran air yang mengganggu.

    4. Memasang Karet pada Keran

    Setelah menutup aliran air, kamu dapat memulai melakukan perbaikan pada keran air yang bocor. Apabila keran air terasa longgar, kamu bisa memasang karet ban yang baru dengan melepaskan keran yang terhubung dengan pipa.

    Kemudian, lepaskan karet ban lama pada bagian kepala keran. Selanjutnya, pasang karet ban yang baru dan pasang kembali keran pada sambungan pipa.

    Kamu juga dapat menggunakan seal tape pada bagian-bagian yang rentan muncul kebocoran atau rembesan air. Terlebih lagi, penggunaan seal tape akan membuat keran terpasang lebih kuat.

    5. Mengganti Keran dengan yang Baru

    Apabila keran air mengalami kerusakan parah dan tidak bisa diperbaiki, maka kamu perlu menggantinya dengan keran baru. Sama seperti memasang karet ban, langkah pertama untuk mengganti keran adalah melepas keran yang rusak.

    Jika ada sisa patahan yang masih menempel pada pipa, pastikan untuk mengambilnya agar tidak mengganggu pemasangan keran yang baru. Lalu, pasang keran yang baru dan sambungkan dengan pipa saluran air.

    Demikian cara memperbaiki keran air bocor di rumah. Semoga bermanfaat!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Tetangga Menyebalkan dan Ganggu, Kita Harus Ngapain?



    Jakarta

    Tak jarang kehidupan bertetangga menimbulkan drama yang bisa berakhir keributan. Seperti halnya kejadian yang viral belum lama ini di media sosial, muncul video milik Selebgram Priscillia Hesty yang mengeluhkan perilaku salah satu tetangganya.

    Dalam video tersebut, ia menunjukkan perilaku tetangga yang mengusik warga dengan menyetel musik dengan volume kencang selama berjam-jam di malam hari. Walaupun petugas keamanan sudah berupaya menyampaikan teguran, tetangga itu tetap melanjutkan aksinya tanpa menggubris panggilan petugas.

    “Masih aja tetap dia putar musik sekencang ini, bayangin. Dan ini udah panggil sekuriti, terus pintunya udah digedor-gedor tapi dia nggak mau keluar. Suaranya itu kedengaran sampai ke tiga rumah sebelahnya,” kata Priscillia Hesty, dikutip dari video akun Instagram priscillia_hestyy.


    “Gimana orang bisa tidur coba kalau dia putar musik itu start jam 6 sore sampai tengah malem. Ini klaster elit loh tapi malah kayak gini, nggak mampu meng-handle,” sambungnya.

    Menurut Priscillia Hesty, perilaku tersebut sangat mengganggu warga yang ingin beristirahat di malam hari, termasuk dirinya yang tengah sakit. Ia pun memutuskan untuk mematikan panel listrik rumah milik sang tetangga agar keluar.

    Tetangga tersebut akhirnya keluar yang kemudian disambut dengan amarah warga sekitar. Selain memutar musik kencang, Priscillia Hesty mengatakan tetangganya juga pernah membuang sampah dan oli sembarangan, sehingga mengganggu kenyamanan warga lainnya.

    “Bahaya sih punya tetangga kayak gini. Udah setel musik kencang banget, buang sampah depan rumah orang, terus buang oli lagi,” tuturnya.

    Lantas, apa tindakan yang bisa dilakukan bila mengalami hal yang sama? Simak penjelasannya berikut ini.

    Terpisah, Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) DPC Jakarta Utara, Sabar Ompu Sunggu mengaku sering mendapati kasus serupa, yakni seorang warga yang mengganggu kenyamanan warga lainnya dengan menimbulkan kebisingan.

    “Saya bilang lapor aja ke polisi, karena itu membuat berisik. Di pasal itu, dengan membuat ingar bingar atau membuat berisik tetangga di malam hari atau membuat seruan tanda-tanda bahaya palsu dapat dipidana,” ujar Sabar kepada detikcom, Senin (8/4/2024).

    Sabar mengatakan segala bentuk kebisingan dari memasang musik, memainkan alat musik, termasuk seruan tanda bahaya palsu seperti kebakaran, banjir, dan lainnya bisa dikenakan Pasal 265 KUHP Undang-undang Nomor 1 Tahun 2023.

    Sebab, hal ini dianggap mengganggu ketentraman lingkungan, termasuk ketika bertetangga. Adapun ancaman hukuman pidana berupa pidana denda paling banyak sebesar Rp 10 juta.

    Namun, sebelum bertindak dengan hukum pidana, warga yang merasa terganggu boleh memberikan peringatan tegas terlebih dulu berupa somasi sebanyak dua kali. Apabila belum ada kesepakatan perdamaian, maka bisa meluncurkan gugatan terhadap pelaku melalui jalur hukum.

    Selain itu, pastikan juga sudah menyiapkan bukti berupa rekaman video beserta saksi untuk melaporkan tetangga tersebut ke pihak berwajib. Jangan sampai ketika melaporkan ke polisi, ternyata suara musik sudah berhenti.

    “Masyarakat itu harus mematuhi hukum. Jadi, sama-sama bertanggung jawab untuk memastikan hubungan yang baik dan harmonis antara masyarakat,” tuturnya.

    Sabar pun menyarankan agar warga yang ingin memasang musik kencang melakukan langkah preventif supaya tidak mengganggu orang sekitar. Salah satunya bisa dengan memasang peredam suara.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com