Blog

  • Kulkas Nggak Dingin Bisa Gegara Segel Karet di Pintu Bocor, Begini Perbaikinya


    Jakarta

    Segel dari pintu kulkas adalah bagian yang penting pada sebuah kulkas. Gunanya, untuk mencegah udara dingin dari dalam kulkas untuk keluar.

    Biasanya segel pintu ini menggunakan segel berbentuk suction-cup karet yang akan menempel pada sisi lain kulkas. Bila segel ini tidak bersentuhan dengan rapat, itu artinya pintu belum sepenuhnya tertutup.

    Ketika segel ini rusak, kulkas akan membutuhkan tenaga yang lebih untuk mendinginkan isi kulkas, lama-kelamaan kulkas akan kehilangan tenaganya. Maka dari itu jika kamu melihat ada kebocoran pada segel kulkas, kamu harus segera memperbaiki.


    Cara Memperbaiki Segel Pintu Kulkas yang Bocor

    Dikutip dari lifehacker.com, ketika pintu kulkas bocor, bukan berarti bahwa kamu harus mengganti kulkasnya dengan yang baru.

    Sebelum menggantinya dengan yang baru, kamu bisa mencoba langkah-langkah berikut ini untuk mencoba memperbaikinya.

    1.Bersihkan Segel Pintu Kulkas

    Salah satu alasan terjadinya kebocoran adalah karena segel (gasket) pintu kulkas tersebut kotor. Segel yang kotor akan cenderung memiliki daya rekat yang rendah. Maka dari itu kamu bisa coba untuk membersihkan sela-sela segel karet pintu kulkas tersebut.

    Caranya cukup dengan mencampurkan air hangat dan sabun cuci piring. Lalu gunakan cairan tersebut untuk menggosok segel pintu kulkas dengan spons. Pastikan kamu membersihkan seluruh bagian segel pintu kulkas kamu.

    Bila ada noda membandel, kamu bisa coba gunakan sikat gigi bekas untuk menggosoknya. Setelah bersih, keringkan segel dengan kain bersih, lalu coba cek hasilnya dengan menutup pintu kulkas.

    2. Olesi Segel Pintu Kulkas dengan Minyak Silikon

    Gasket lemari es dan freezer biasanya terbuat dari karet atau bahan sintetis lainnya. Seiring waktu, bahan-bahan tersebut akan mulai mengering sehingga membuat segel kehilangan kemampuannya untuk merekat.

    Maka dari itu, bila pintu kulkas kamu masih bocor setelah membersihkannya. Kamu perlu untuk mengecek gasket pintu kulkas kamu, dan mengoleskan minyak silikon pada gasket kulkasmu. Pastikan kamu mengisinya dengan sempurna.

    Itu dia beberapa cara yang bisa kamu coba untuk memperbaiki pintu kulkas yang bocor. Bila semua cara di atas sudah kamu lakukan dan masih bocor, sebaiknya kamu panggil tenaga ahli saja.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tips Hemat Air di Rumah Pas Lebaran


    Jakarta

    Penggunaan air di rumah memang sangat dibutuhkan. Biasanya, penggunaan air kala Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran meningkat.

    Hal itu karena biasanya menjelang Lebaran penghuni rumah kerap membersihkan rumah atau mencuci pakaian sebagai persiapan mudik. Belum lagi menyiram tanaman atau memasak makanan untuk Lebaran nanti.

    Nah, agar penggunaan air di rumah tidak boros perlu dilakukan penghematan. Bagaimana caranya?


    Dilansir dari Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) @kemenpupr, berikut ini tips menghemat penggunaan air di rumah saat Lebaran.

    Masak dengan Bijak

    Untuk menghemat penggunaan air, kamu bisa menggunakan ukuran panci yang tepat saat memasak. Hal ini agar tidak perlu menggunakan terlalu banyak air. Selain itu, kamu juga bisa mengurangi masak makanan yang menggunakan metode memasak yang membutuhkan banyak air, misalnya mengukus atau merebus.

    Mandi dan Wudu yang Efisien

    Saat mandi dan wudu sebaiknya menggunakan air secukupnya. Hindari membiarkan air mengalir terus saat tidak digunakan. Lalu, tutup keran saat menggosok gigi atau mencuci muka untuk menghindari pemborosan air.

    Pakai Toilet dengan Bijaksana

    Perbaiki keran atau toilet yang bocor untuk menghindari pemborosan air. Gunakan flush toilet secukupnya. Hindari menggunakan flush toilet untuk membuang sampah non-organik.

    Cuci Pakaian dengan Efisien

    Kumpulkan cucian sampai mencapai kapasitas penuh sebelum mencuci untuk mengoptimalkan penggunaan air.
    Saat mencuci, gunakan siklus pencucian yang sesuai dengan tingkat kotoran pakaian untuk mengurangi jumlah air yang digunakan.

    Siram Tanaman dengan Teknik yang Tepat

    Berikan air kepada tanaman hanya pada waktu yang optimal, seperti pagi atau sore hari. Hal ini untuk mengurangi penguapan air. Kamu juga perlu menggunakan teknik penyiraman tanaman yang tepat untuk menghemat air.

    Perbaiki Kebocoran Keran atau Pipa

    Periksa dan perbaiki kebocoran keran, pipa, atau tangki air secara berkala. Hal ini dilakukan untuk mencegah pemborosan air yang tidak terdeteksi.

    Gunakan Air Bekas

    Manfaatkan air bekas dari cucian atau mandi untuk menyiram tanaman atau membersihkan halaman.

    Itulah beberapa tips menghemat air di rumah. Semoga bermanfaat detikers!

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Aman Bikin Ruangan Lembap biar Nggak Berjamur


    Jakarta

    Ruangan yang terlalu lembap bisa membuat penghuni rumah merasa tidak nyaman. Kondisi ruangan seperti ini akan mempengaruhi suasana ruangan hingga kesehatan penghuni rumah.

    Apalagi ruangan dengan kelembapan tinggi menjadi tempat favorit untuk pertumbuhan jamur. Alhasil, spora jamur banyak beredar di udara, sehingga akan terhirup dan menjadi alergen atau iritan pada tubuh manusia.

    Hal ini cukup membahayakan karena berisiko mengiritasi paru-paru, hidung dan tenggorokan. Oleh karena itu, sebaiknya segera mengatasi udara yang terlalu lembap pada ruangan.


    Melansir dari Courtina, ada beberapa cara yang bisa kamu coba untuk mengatasi udara lembap. Yuk, simak penjelasan berikut ini!

    1. Menambah Ventilasi

    Ventilasi tambahan akan membuat udara dapat bersirkulasi dengan baik. Kamu bisa menghitung jumlah ventilasi yang tepat dengan mempertimbangkan luas ruangan. Namun, jangan memasang terlalu banyak ventilasi karena tidak baik untuk kondisi ruangan.

    2. Meletakkan Silica Gel di Sudut Ruangan

    Silica gel merupakan alat penyerap lembap berbentuk butiran-butiran kecil. Kamu bisa meletakkan silica gel di tiap sudut-sudut ruangan yang paling lembap. Cara ini menjadi alternatif yang bagus karena harga silica gel yang ekonomis.

    3. Gunakan Cat Dinding Anti Lembap

    Ada cat dinding di pasaran dengan inovasi yang mampu mencegah kelembapan. Tak hanya mempercantik rumah, cat ini membantu menjaga tingkat kelembapan, terutama pada area dinding.

    4. Meletakkan Tanaman Penyerap Kelembapan

    Beberapa jenis tanaman bisa membantu menyerap kelembapan kalau diletakan di dalam ruangan. Beberapa tanaman yang terbukti ampuh untuk mengurangi kelembapan antara lain ivy, chamomile dan sepatu filum. Pori-pori, akar, dan daun dari tanaman tersebut akan menyerap polutan dan juga mengendalikan kelembapan pada ruangan tersebut.

    5. Gunakan Dehumidifier

    Kamu juga bisa menggunakan dehumidifier, yakni sebuah alat yang mengurangi kelembapan pada ruangan. Alat elektronik ini menghilangkan kelembapan dengan menyerap kandungan air di udara, sehingga menjadikan udara lebih sehat bagi penghuni rumah.

    Demikian cara mengatasi kelembapan udara untuk mencegah pertumbuhan jamur di rumah. Semoga membantu!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ahli Hisap, Baca 5 Cara Hilangkan Bau Asap Rokok di Rumah biar Nggak Bahaya


    Jakarta

    Asap rokok cukup mudah dikenali karena baunya yang cukup menyengat. Bahkan asap tersebut tetap tercium setelah orang tersebut selesai merokok karena baunya menempel pada pakaian.

    Ternyata asap rokok bukan hanya meninggalkan jejak berupa bau pada baju dan ruangan, melainkan asap rokok juga meninggalkan zat-zat beracun yang menempel.

    Mengutip dari Kementerian Kesehatan RI, Rabu (3/4/2024), sejumlah peneliti dari Lawrence Berkeley National Laboratory, California, Amerika Serikat, mempelajari zat-zat apa saja yang terkandung dalam asap rokok yang menempel pada permukaan perabotan rumah.


    Mereka menemukan dari asap rokok, terdapat zat penyebab kanker yang disebut tobacco-spesific nitrosamines (TSNAs). Zat ini dapat bertahan berhari-hari pada permukaan benda dan berbahaya jika tersentuh oleh orang lain karena zat tersebut beralih kepada mereka.

    “Rokok yang dibakar akan melepaskan nikotin dalam bentuk uap air yang dengan mudah diserap oleh permukaan ruangan, seperti lantai, dinding, sofa, karpet, dan benda furnitur. Nikotin bisa bertahan dalam permukaan benda selama berhari-hari, bahkan sampai sebulan,” kata Destaillats.

    Para peneliti menemukan, nikotin akan bergabung dengan zat-zat kimia yang disebut asam yang mengandung nitrogen yang dilepaskan oleh peralatan rumah tangga atau mesin kendaraan dan menghasilkan TSNAs. Dalam tes di laboratorium, diketahui TSNAs lebih cepat terbentuk dalam kabin truk dan ruangan rumah yang dipakai merokok.

    Cara Menghilangkan Bau Asap Rokok di Rumah

    Setelah mengetahui betapa bahayanya paparan asap rokok, mulai dari sekarang kamu bisa langsung menjauh saat seseorang akan merokok. Kamu juga bisa meminta mereka untuk merokok di luar ruangan agar asapnya mengotori perabotan.

    Jika nanti asapnya tetap tercium sampai ke dalam rumah, kamu bisa ikuti cara menghilangkan bau asap rokok di rumah seperti yang dikutip dari Home Made Simple sebagai berikut.

    1. Buka Jendela dan Pintu

    Untuk menghilangkan bau asap rokok di rumah kamu perlu sirkulasi udara yang baik agar asap terdorong keluar. Selama masih tercium bau asap rokok, biarkan jendela dan pintu terbuka agar bau tersebut bisa cepat hilang.

    2. Gunakan Kipas Angin atau Dehumidifier

    Jika kamu ingin lebih cepat, kamu bisa gunakan kipas angin untuk menghilangkan asap rokok. Setelah tidak tercium lagi, nyalakan dehumidifier untuk melembapkan udara di ruangan tersebut dan membasmi bakteri dan kuman.

    3. Bersihkan Rumah

    Seperti yang dikatakan dari hasil penelitian Lawrence Berkeley National Laboratory, asap rokok bisa menempel pada perabotan di rumah.

    Setelah tidak ada yang merokok lagi, kamu bisa mulai menyedot debu di karpet, sofa, bantal, dan gorden. Lalu sapu dan pel lantai di rumah dan halaman tempat sebelumnya mereka merokok. Ambil kain bersih dan basahkan sedikit dengan air. Lap bagian pinggiran kursi, meja, kaca, dan perabotan keras lainnya.

    4. Cuci Asbak

    Asbak adalah wadah untuk membuang rokok dan abunya. Setelah tidak ada yang merokok lagi di rumah, langsung bersihkan asbak agar tidak dimainkan oleh anak kecil dan menghindari abu di dalamnya tertiup angin.

    5. Tambahkan Cuka

    Jika kamu ingin mencuci taplak meja yang di atasnya ada asbak atau bahan kain lainnya yang terkena asap rokok langsung, coba tambahkan sedikit cuka di dalam deterjen pakaian agar lebih bersih.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Pohon di Rumah Sudah Mati Atau Masih Hidup? Begini Cari Tahunya


    Jakarta

    Menanam pohon di halaman rumah sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia, terutama bagi mereka yang tinggal di pedesaan. Hampir setiap rumah di pedesaan pasti memiliki sebuah pohon yang tumbuh di halaman rumah mereka.

    Semakin berjalannya waktu pohon akan semakin besar, dan lama-lama akan menjadi pohon mandiri yang sudah tidak perlu perawatan intensif lagi. Hal ini yang akhirnya membuat masyarakat Indonesia sering mengabaikan perawatan pada pohon besar ini.

    Lama-kelamaan secara tidak sadar, pohon tersebut mulai mengering sedikit demi sedikit. Biasanya pemilik akan mulai sadar ketika dedaunan dari pohon mulai rontok dan sudah jarang berbuah.


    Ketika sudah masuk ke dalam kondisi tersebut, biasanya pemilik pohon akan bingung, apakah pohon tersebut masih bisa hidup kembali atau memang sudah pasti akan mati.

    Dilema tersebut yang akhirnya membuat pemilik secara tidak sadar membuang-buang air dan tenaga untuk mencoba membuatnya kembali hidup.

    Nah, bagi kamu yang mengalami kejadian semacam ini, Sebenarnya ada beberapa tips untuk cara kamu menilai apakah pohon tersebut sudah mati atau belum.

    Cara Menilai dan Menentukan Apakah Pohon Sudah Mati atau Belum

    Dikutip dari thespruce.com, pohon yang mati biasanya diakibatkan oleh faktor penyakit, hama, atau umur dari pohon tersebut. Untuk mengetahui ciri-ciri pohon sudah mati ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan.

    1. Daun Semakin Jarang

    Memang di musim tertentu beberapa pohon merontokkan daunnya. Tetapi maksud dari jarangnya dedaunan ini adalah bagaimana pohon tersebut mulai tidak memproduksi daun muda lagi.

    Bila kamu sudah tidak melihat adanya tanda-tanda daun muda akan tumbuh, berarti besar kemungkinannya bahwa pohon tersebut sudah mati.

    2. Kerusakan Pada Batang

    Bila kulit pada pohon kamu mengelupas, dan terlihat ada beberapa retakan vertikal yang dalam. Itu artinya pohon sudah mulai kekurangan sumber daya air, yang juga berarti besar kemungkinannya pohon tersebut sudah mati.

    3. Tumbuh Jamur

    Jika kamu melihat ada banyak jamur yang tumbuh pada batang pohon itu artinya pohon tersebut sudah mati. Karena biasanya kebanyakan tipe jamur hanya tumbuh pada sel mati. Kehadiran jamur pada pohon yang tidak sehat dapat mengindikasikan bahwa batangnya mulai membusuk sehingga menjadi media tumbuh bagi jamur.

    4. Batang Pohon Mulai Miring

    Batang pohon yang perlahan mulai bergerak seakan ingin jatuh, biasanya mengindikasikan bahwa pohon tersebut sudah kehilangan tenaga cengkraman dari akar. Yang artinya akar pohon tersebut sudah mulai membusuk.

    Tetapi kamu juga harus perhatikan bahwa pohon yang miring tersebut memang sudah memenuhi kriteria lainnya. Karena bisa saja pohon bergerak miring karena sering tertiup angin ke arah yang sama.

    Dari semua poin di atas, secara ringkas hal yang perlu kamu cek yaitu:

    Gores ranting atau dahan dengan pisau tajam dan lihat apakah bagian dalamnya berwarna hijau atau sudah kering sepenuhnya.

    Periksa jamur pada batang atau tanah.

    Periksa kerusakan fisik pada pohon.

    Itu dia cara menentukan apakah pohon di rumah kamu sudah mati atau masih hidup dengan mudah. Semoga dengan cara ini kamu bisa menentukan langkah apa yang harus kamu pilih selanjutnya.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Menjaga Kulkas Supaya Tetap Bersih dan Rapi


    Jakarta

    Kulkas adalah salah satu barang yang pasti ada di setiap rumah. Ketika kamu menyimpan berbagai jenis makanan, kulkas adalah penyimpanan yang tepat agar tetap segar dan tidak gampang basi. Tak hanya sebagai tempat menyimpan makanan dan minuman, kulkas juga berfungsi untuk menjaga kesegaran dan keamanan bahan makanan sebelum dimasak.

    Akan tetapi, ternyata masih masih banyak orang yang kesulitan untuk menjaga kulkas tetap teratur dan rapi. Hal yang biasanya terjadi adalah makanan diletakkan sembarangan dan bahan makanan yang sudah tidak layak tidak langsung dibuang. Hal ini membuat kulkas cepat kotor dan berbau tidak sedap.

    Oleh karena itu, penting bagi kita untuk membersihkan dan menata ulang kulkas secara rutin. Dilansir dari laman Insider, berikut adalah tips untuk menata kulkas kamu rapih dan tidak kotor.


    1. Kelompokkan Barang

    Sebelum menata ulang kulkas, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mengelompokkan barang-barang di kulkas. Pisahkan barang yang masih bagus dan buang bahan-bahan yang sudah kadaluarsa atau basi. Untuk mengelompokkannya, kamu bisa membuat catatan agar rak kulkas tetap rapi. Kamu bisa membuat label sederhana untuk menandai minuman, olahan, daging, sisa makanan, dan bumbu.

    2. Pakai Kotak Penyimpanan

    Pakai kotak penyimpanan terutama untuk bahan masakan dan bumbu agar tetap rapih dan teratur. Ukuran dan desain setiap kulkas orang berbeda-beda, tetapi kamu pasti bisa memanfaatkan ruangan vertikal dengan menumpuk kotak tersebut dan menggunakan bagian dinding kulkasnya juga. Selain itu, kamu juga bisa menambahkan alas yang biasa disebut dengan fridge liner agar keadaan kulkas bisa tetap bersih.

    3. First In, First Out

    Metode ini teruji oleh profesional untuk membuat kulkas kamu tetap rapi. Saat meletakkan barang di kulkas, pindahkan barang lama ke bagian depan dan barang baru di bagian belakang. Dengan pengaturan seperti ini kamu akan terbiasa untuk menggunakan barang di depan terlebih dahulu untuk mengurangi sisa makanan dan menghindari produk kadaluarsa.

    4. Jangan Isi Terlalu Penuh

    Ketika mengisi kulkas pastikan kamu mengetahui kapasitas kulkas sehingga tidak berlebihan dalam mengisinya. Kulkas yang penuh dan sempit bisa memicu tersumbatnya ventilasi udara dan menghambat aliran udara yang mengakibatkan makanan juga cepat basi. Selain itu, kulkas yang terlalu penuh membuat kamu tidak bisa mengecek barang-barang yang sudah kadaluarsa.

    5. Tambahkan Pewangi

    Pada bagian belakang rak atas kulkas, kamu bisa menempatkan pewangi. Tentu saja pewangi yang digunakan adalah pewangi khusus kulkas yang aman untuk makanan.

    Meskipun jarang ada yang memakai pewangi di dalam kulkas, tetapi ini bisa membantu mengurangi bau lembap dan tidak sedap di dalam kulkas tersebut. Untuk alternatif lainnya, kamu bisa menggunakan soda kue untuk meminimalisir bau tidak sedap pada kulkas.

    6. Tata Letak yang Tepat

    Agar kulkas kamu tetap rapi, kamu juga bisa membuat perencanaan tata letak untuk mengetahui kebutuhan sesuai kategori yang disusun. Tata letak ini tentunya tetap bergantung pada kebutuhan pribadi kamu, jadi pertimbangkan apa yang paling sesuai dengan kamu agar mudah untuk mengakses barang-barang ini.

    (/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Cepat Bikin Rumah Tampak Baru buat Lebaran Tanpa Renovasi


    Jakarta

    Lebaran Idul Fitri merupakan momen untuk kumpul bersama keluarga sambil menyantap hidangan lezat. Sering kali ada anggota keluarga yang menggelar ‘Open House’, yakni menjadikan rumahnya tempat merayakan hari kemenangan ini.

    Nah, bagi kamu yang berencana mengundang tamu saat lebaran, mungkin akan mempersiapkan berbagai hal dari jauh-jauh hari. Termasuk salah satunya membersihkan dan merapikan rumah agar tamu merasa nyaman.

    Selain itu, kamu juga bisa mendekorasi ruangan supaya terlihat seperti rumah baru. Kamu tak perlu menghabiskan uang THR ataupun waktu yang lama. Coba beberapa cara berikut ini untuk mempersiapkan rumah menjelang lebaran, dikutip dari laman Forbes, Kamis (4/4/2024).


    1. Mengecat Satu Tembok

    Menambahkan warna bisa membuat perubahan yang drastis pada interior ruangan. Meskipun cara ini tidak mengubah ruangan secara struktural, namun bisa mentransformasi ruangan agar tampak beda. Jika tidak ada waktu atau budget yang cukup, kamu bisa mengecat satu sisi ruangan saja, sehingga menjadikannya statement ruangan.

    2. Mengganti Benda Berbahan Kain

    Benda-benda yang terbuat dari kain seperti gorden, selimut, dan bantal bisa dikatakan sebagai dekorasi pelengkap ruangan. Supaya rumah terlihat baru dan berbeda, kamu bisa menggantinya dengan stock lain ataupun membeli baru. Dengan mengganti benda-benda tersebut, maka akan membantu membuat ruangan terlihat lebih menarik dan berbeda dari biasanya.

    3. Tambahkan Karpet

    Lalu, tambahkan karpet atau menukar karpet di sebuah ruangan akan memberi kesan berbeda. Kamu bisa menukar karpet antar ruangan untuk mengganti suasana ruangan. Terlebih kalau karpet yang ada sekarang kurang trendy atau sudah usang, pastikan memilih desain yang paling menarik untuk ruang yang akan banyak diisi oleh tamu.

    4. Mengecat Kosen

    Kamu bisa mengecat bagian-bagian rumah untuk menambah warna baru, salah satunya pada kosen pintu dan jendela sebagai aksen. Menambahkan warna pada ruangan bisa melengkapi penampilan rumah ataupun memberikan kontras yang seru, sehingga dapat memperindah rumah meski dengan perubahan sederhana.

    5. Mengganti Hardware

    Selanjutnya, mengganti hardware di sekitar rumah dengan yang baru bisa menjadi detail yang bagus. Kamu bisa mengganti gagang pintu, gagang lemari, ataupun keran wastafel dengan yang baru. Dengan begitu, rumah akan tampak baru dan menawan.

    Itulah beberapa cara untuk membuat rumah tampak baru yang bisa kamu ikuti menjelang lebaran. Semoga membantu!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada KPR Syariah Lewat Pengembang dan Lewat Bank, Aman yang Mana?


    Jakarta

    Saat ingin membeli rumah melalui mekanisme KPR syariah biasanya pengajuannya melalui bank syariah. Namun, ditemukan pula konsumen ditawarkan untuk mengajukan KPR syariah lewat pengembang. Lebih aman yang mana?

    Sebagai informasi, menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), KPR syariah adalah pembiayaan jangka pendek, menengah, atau panjang guna membiayai pembelian rumah tinggal, baik baru ataupun bekas dengan prinsip atau akad (murabahah) atau dengan akad lainnya.

    Menurut peniliti INDEF, Izzudin Al Farras pengembang dan bank memegang izin bisnis yang berbeda. Pengembang memegang izin pembangunan, sementara bank memiliki izin untuk melakukan transaksi dana dan telah dilindungi oleh OJK.


    Maka, untuk urusan pengajuan KPR syariah pengajuan yang benar adalah langsung ke bank syariah yang terpercaya. Sementara itu, mengajukan KPR syariah lewat pengembang itu tidak dilindungi oleh OJK.

    Namun pada praktiknya memang ada pengembang yang telah bekerjasama dengan bank tertentu. Mereka menawarkan konsumen untuk mengajukan KPR syariah langsung kepada bank tersebut.

    Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University, Irfan Syauqi Beik mengungkapkan pengembang yang melibatkan bank seperti ini biasanya biaya pembangunan perumahannya dibantu oleh bank tersebut.

    “Jika tidak melibatkan bank, pastikan saja pengembang ini memiliki modal yang kuat bisa melakukan proses pembangunan rumah dengan modal sendiri,” kata Irfan saat dihubungi detikProperti pada Kamis (4/4/2024).

    Cara ini memudahkan pengembang mendapatkan pembeli yang tepat karena bank sudah menyortir saat mereka mengajukan KPR syariah. Meskipun terlihat aman karena tetap mengajukan ke bank, Irfan menyarankan lebih baik mengajukan KPR syariah melalui bank syariah.

    Apabila diantara kamu ada yang tertarik KPR syariah melalui pengembang, cek dahulu beberapa aspek berikut ini.

    1. Lihat Portofolio Pengembang

    Sebelum membeli rumah tentu kamu perlu melihat portofolio atau track record dari pengembang tersebut. Biasanya ada beberapa pengembang yang memang bekerjasama dengan bank tertentu untuk mempermudah konsumen mengajukan KPR syariah.

    “Kita lihat portofolio developernya dahulu karena ada beberapa developer yang telah bekerja sama dengan bank-bank tertentu. Bisa jadi skenarionya ketika developer tersebut telah menawarkan ke bank-bank tertentu, jangan-jangan pembiayaan pembangunan dari perumahan tersebut dari bank tersebut,” ungkap Ekonomi INDEF, Abdul Manaf Panungan.

    2. Cek Informasi pada Iklan Pengembang

    Jika pengembang tersebut bekerjasama dengan bank tertentu, mereka akan menyertakan lambang atau nama bank pada saat mempromosikan perumahan tersebut seperti di pamflet atau banner.

    “Biasanya kalau bekerjasama dengan perbankan tertulis di iklannya kalau pengembang tersebut bekerjasama. Namun kalau disampaikan secara verbal oleh pengembang maka itu patut menjadi pertanyaan bagi konsumen apakah kerjasama tersebut dilakukan secara resmi antara pengembang dan perbankan,” kata Farras.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Mudah Cegah Laba-Laba Masuk ke Rumah


    Jakarta

    Laba-laba adalah serangga kecil (Arachnida) yang memiliki delapan kaki dan biasa memanfaatkan jaring untuk menangkap mangsanya.

    Laba-laba ini sering bersarang pada pohon, tempat yang jarang dilewati makhluk besar, dan tempat yang penuh serangga kecil. Tetapi terkadang laba-laba juga bisa masuk ke dalam rumah dan biasanya akan bersarang pada sudut ruangan dan tempat tertutup seperti loteng, laci dapur, dll.

    Masalahnya, walaupun kebanyakan laba-laba di Indonesia itu tidak berbahaya, tetapi kita sebagai manusia sering merasa risi. Yang ditakutkan masyarakat indonesia adalah ketika kita sedang dalam keadaan tidak berdaya, seperti saat sedang tertidur, laba-laba akan masuk ke dalam tubuh kita.


    Selain itu, beberapa orang juga memiliki fobia terhadap laba-laba yang biasa kita kenal dengan sebutan “arachnophobia”.

    Bila kamu penasaran dengan bagaimana cara kita untuk mencegah laba-laba masuk ke rumah, kamu bisa baca caranya di bawah ini.

    Cara Cegah Laba-Laba Masuk Rumah

    Dikutip dari rac.com.au, laba-laba sering masuk ke rumah pada musim panas untuk mencari tempat tinggal yang nyaman. Maka dari itu, kamu perlu melakukan langkah pencegahan agar laba-laba tersebut tidak tertarik dengan rumahmu.

    1. Bersihkan dan Rapikan Rumahmu

    Laba-laba sering kali tinggal di tempat yang gelap dan hangat, jadi pastikan kamu selalu menjaga rumah tetap bersih dan rapi, termasuk area yang tersembunyi dari pandangan, seperti di belakang atau di bawah furnitur.

    2. Tambal Retakan dan Celah pada Rumahmu

    Seperti habitat pada umumnya, laba-laba akan sering bersarang pada celah-celah rumah untuk menangkap serangga kecil yang ingin masuk atau keluar dari rumah.

    3. Bersihkan Sarang Laba-Laba

    Jika kamu melihat sudah ada sarang laba-laba pada rumahmu, kamu harus langsung membersihkannya. Jika dibiarkan, laba-laba lain akan tertarik ke area yang sama untuk membuat jaringnya sendiri, sehingga populasi laba-laba di rumah kamu akan bertambah.

    4. Kurangi Pencahayaan

    Sama seperti serangga pada umumnya, laba-laba juga tertarik pada cahaya yang terang. Maka dari itu kamu harus pastikan bahwa kamu tidak menggunakan terlalu banyak sumber cahaya, terutama pada lampu di luar rumahmu.

    5. Semprotkan Minyak Peppermint

    Minyak peppermint bisa dijadikan sebagai insektisida, karena laba-laba tidak menyukai bau menyengat dari minyak peppermint. Caranya cukup dengan mencampurkan minyak peppermint dengan sedikit air hangat, lalu menyemprotkannya pada daerah yang berpotensi dijadikan sarang oleh laba-laba.

    6. Hati-Hati dengan Barang Bawaan dari Luar

    Jika kamu baru saja pulang dari perjalanan di luar rumah, sebaiknya kamu perhatikan dulu barang bawaan kamu. Laba-laba adalah serangga yang cukup gesit dan fleksibel, terkadang mereka bisa saja masuk ke dalam barang bawaan kamu.

    Itu dia segenap tips untuk mencegah laba-laba masuk dan bersarang di dalam rumah. Bagi kamu yang memiliki fobia laba-laba, semoga dengan tips ini kamu jadi tidak perlu khawatir lagi dengan keamanan rumahmu dari laba-laba.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Cicilan Awal KPR Syariah Lebih Tinggi dari Konvensional?



    Jakarta

    Kehadiran KPR syariah membantu nasabah mendapat cicilan tanpa bunga besar. Meskipun begitu, jika dibandingkan dengan KPR konvensional, KPR syariah memiliki cicilan bulanan yang lebih tinggi.

    Padahal KPR syariah adalah Kepemilikan Pembiayaan Rumah (KPR) yang berdasarkan syariah Islam, tanpa riba, tidak ada kenaikan cicilan hingga bunga berganda. KPR syariah menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan pembiayaan jangka pendek, menengah, atau panjang guna membiayai pembelian rumah tinggal, baik baru ataupun bekas dengan prinsip atau akad (murabahah) atau dengan akad lainnya.

    Sebagai contoh untuk membuktikan besaran cicilan KPR syariah lebih besar dari KPR konvensional bisa terlihat dari hasil simulasi penghitungan berikut ini.


    Misalnya ada sebuah rumah seharga Rp 500 juta, akan dibeli dengan mekanisme KPR syariah. Setelah membayar uang muka (DP), nasabah sudah bisa mencicil pembayaran rumah dengan menanggung margin atau fixed rate 5% dan tenor atau masa mencicil 15 tahun (180 bulan). Nasabah tidak memiliki utang cicilan lain.

    Dengan ketentuan tersebut, besar cicilan per bulan adalah:

    DP: 10% x Rp 500 juta = Rp 50 juta

    Total yang harus dicicil:

    Rp 50 juta-Rp 100 juta = Rp 450 juta

    ((harga beli bank x (keuntungan bank x tenor)) + harga beli bank) : bulan tenor
    = ((450.000.000 x (5% x 15)) + 450.000.000) : 180 bulan
    = Rp 4.375.000 per bulan.

    Sementara itu, untuk menghitung besaran cicilan KPR konvensional dengan harga rumah yang sama yakni Rp 500 juta dengan uang muka atau down payment (DP) sebesar 10%. Nasabah dikenakan fixed rate 5% dan dan tenor atau masa mencicil 15 tahun (180 bulan). Nasabah tidak memiliki utang cicilan lain.

    Dihitung menggunakan kalkulator KPR Bank Mandiri, konsumen harus membayar cicilan sebesar Rp 3.558.571 per bulan.

    Menanggapi hal ini, Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University, Irfan Syauqi Beik mengungkapkan besarnya biaya cicilan bank syariah tidak menentukan haram dan halalnya transaksi yang terjadi saat KPR syariah telah dimulai.

    Cicilan awal KPR syariah lebih tinggi dari konvensional dikarenakan 2 hal. Pertama kapasitas kemampuan bank syariah menyediakan sumber dana murah yang masih terbatas. Seperti yang dikahui Bank syariah sumber dananya berasal dari masyarakat dapat berupa giro, tabungan, deposito berjangka yang disebut dengan dana pihak ketiga.

    “Selama ini sumber dana itu cukup mahal ya di bank syariah. Dari sisi DPK (Dana Pihak Ketiga), masih dominan deposito, misalnya deposito mudharabah. Deposito itu sumber dana yang cukup mahal. Beda kalau yang dominan tabungan wadiah, itu sumber dana yang murah,” kata Irfan saat dihubungi tim detikProperti.

    Kedua, ukuran dari bank syariah diantara perbankan nasional. Ukuran ini menentukan tingkat efisiensi atau layanan yang bisa diberikan oleh bank syariah kepada nasabahnya.
    Menurut Irfan hingga April 2024, baru 1 bank syariah yang bisa masuk ke dalam 10 besar bank besar di Indonesia.

    “Nah kenapa ukuran ini penting? Efisiensi itu tergantung pada ukuran. Sama saat kita bandingkan warung ritel dengan warung tetangga. Warung ritel itu tempatnya nyaman, fasilitas yang memadai. Dengan ukuran mereka yang besar mereka lebih efisien, bisa jual barang dengan murah. Dibandingkan dengan warung tetangga yang tidak ber-AC, barangnya lebih mahal,” jelas Irfan.

    Di tengah keterbatasan tersebut, bank syariah tetap bisa menunjukkan keunggulannya dengan closed end fund yang lebih rendah dari bank konvensional pada tahun lalu. Sebagai informasi, menurut OJK, closed end fund atau reksa dana tertutup yakni reksa dana yang hanya bisa dijual kepada investor lain melalui pasar sekunder.

    “Namun ini memang tergantung pada banknya. Dan memang baru satu bank saja yang bisa mencapai level ukuran yang lebih efisien. Tapi secara umum yang lain masih kalah efisien dari bank konvensional, itu yang membuat bank syariah terkesan lebih mahal dari bank konvensional. Tapi segmen market KPR bank syariah terus meningkat dari waktu ke waktu. Karena buat mereka aspek kehalalan, keberkahan sangat fundamental,” pungkasnya.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com