Blog

  • Begini Cara Hilangkan Noda Minyak pada Pakaian


    Jakarta

    Kalau kamu sudah pusing saat gumpalan minyak menempel di blus atau celana favorit, jangan khawatir karena masih bisa dibersihkan. Terkadang, saat Lebaran ada beberapa makanan yang berminyak. Saat memakannya, bisa saja tumpah dan mengenai pakaian.

    Walau demikian, kamu tak perlu khawatir karena noda minyak pada pakaian bisa dibersihkan. Berikut ini caranya.

    Cara Menghilangkan Noda Minyak Dengan tepung Maizena

    Dilansir dari Martha Stewart, Minggu (7/4/2024) maizena bisa menghilangkan noda minyak yang baru saja tertumpah di pakaian. Setelah membersihkan noda dengan maizena, kamu bisa membersihkannya dengan menggunakan detergen lembut yang dicampur air untuk mengatasi noda yang tersisa.


    Sebagai catatan, metode detergen dan air ini hanya cocok untuk noda baru pada kain yang toleran terhadap air. Noda minyak yang mengendap (yang mirip noda kopi) perlu diperlakukan secara berbeda. Jangan mencoba metode ini pada kain sutra atau wol.

    Alat dan Bahan

    1. Tepung maizena

    2. Sikat gigi

    3. Detergen lembut

    4. Kain putih

    5. Sendok

    6. Kain katun tipis

    Langkah-langkah

    1. Baik noda minyak pada linen atau denim, tuangkan tepung maizena dengan dosis yang tepat ke area yang terkena noda dan diamkan sekitar 15-20 menit. Hal ini akan membantu menyerap minyak, mencegahnya meresap ke kain

    2. Lalu, cobalah untuk menggosok tepung maizena dengan sikat gigi

    3. Balikkan pakaian yang terkena noda ke atas kain putih, lalu gosoklah noda dari belakang; hal ini membuat pembersihan lebih efektif

    4. Lalu gunakan detergen dan air, tepuk permukaannya dengan alat yang keras, seperti sendok, beberapa kali, sambil periksa apakah ada rembesan pada kain putih

    5. Lalu, di atas baskom atau wastafel, siram noda dengan air sebelum mengusapkan kain katun tipis yang sangat mudah menyerap

    6. Lakukan langkah ini beberapa kali hingga kain bersih dari noda, lalu masukkan pakaian ke dalam mesin cuci dengan air dingin, jangan panas

    Itulah cara menghilangkan noda minyak pada pakaian. Semoga membantu ya detikers!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Pakai Tukang! Ini 3 Cara Atasi Pintu yang Susah Terkunci


    Jakarta

    Setiap meninggalkan rumah, pintu sebaiknya dalam keadaan terkunci agar lebih aman. Namun pernahkah kamu mengalami pintu rumahmu tidak mau terkunci dalam sekali putaran?

    Biasanya pintu dalam sekali putar akan terdengar bunyi klik, tetapi sekarang saat diputar justru terasa keras dan bagian di dalamnya tidak masuk ke lubang kunci karena posisi tidak pas.

    Masalah pintu tidak mau terkunci ini biasanya disebabkan karena kait pintu tidak pas dengan pelat striker di kerangka pintu. Bisa juga karena gagang pintu yang longgar, kunci yang kotor, atau adanya pemuaian pada logam.


    Melansir dari weekand.com, Jumat (12/4/2024) berikut beberapa cara mengatasi pintu yang susah terkunci tanpa bantuan tukang.

    1. Periksa Pelat Striker Pintu

    Pelat striker pintu adalah baja yang dipasang di sekitar lubang pada kerangka pintu yang menempel dinding. Pelat striker ini tidak bisa bergerak karena sudah menempel pada kayu, aluminium, atau bahan lainnya.

    Jika pintu tidak mau terkunci, coba lihat apakah pelat striker pintu longgar atau terlepas. Pelat striker pintu yang bergeser akan membuat ukuran lubang berubah sehingga kaitan dari pintu tidak masuk. Cek juga apakah ada benda atau hewan yang menghambat lubang di pelat striker pintu.

    2. Cek Engsel Pintu

    Spot kedua yang perlu kamu cek adalah engsel pintu yang menyangga pintu bergerak. Engsel yang longgar tentu membuat ukuran pintu dengan kerangka tidak pas. Bisa jadi terlalu turun sehingga posisi pengait dan pelat striker pintu tidak pas.

    Coba lepaskan sekrup pada satu engsel. Kemudian, letakkan selembar karton di bawah pintu agar tidak terlalu miring. Pasang lagi engsel dan kencangkan sekrupnya. Cabut karton, coba tutup pintunya. Jika kaitnya tidak sepenuhnya terkunci, kamu perlu menambahkan karton lagi di bawah pintu agar posisi kembali pas. Cara lainnya kamu bisa agak mengangkat gagang pintu saat mengunci.

    3. Lepaskan Gagang Pintu

    Jika masalah bukan dari pelat striker pintu berarti kamu perlu membongkar gagang pintu. Mungkin saja gagangnya yang longgar. Pakai obeng, pisau dempul tipis. Komponen kecil seperti sekrup simpan di tempat yang benar agar tidak hilang. Sekrup gagang pintu yang perlu dicek dan dilepas terletak di bagian dalam rumah dan biasanya di pinggiran badan gagang pintu.

    Pakai pisau dempul atau obeng ke dalam badan gagang pintu yang panjang. Cungkil perlahan badan gagang pintu hingga menyisakan bagian pintu yang bolong. Jika tidak ada retak, bolong, atau keropos pada pintu dan gagang pintu, pasang kembali seperti semula dengan sekrup yang lebih kencang.

    Itulah cara mengatasi pintu yang susah terkunci. Semoga bermanfaat!

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Debu dan Pasir Menumpuk di Bawah Keset? Ini Cara Membersihkannya


    Jakarta

    Sebelum masuk ke dalam rumah, beberapa rumah kerap meletakkan keset di depannya. Fungsinya adalah untuk mengusap kaki yang basah dan kotor dari luar.

    Keset dibuat dapat menyerap air, tidak licin saat diinjak, dan tidak terlalu kasar. Beberapa bahan yang biasa dipakai untuk keset di antaranya katun, handuk, PVC (plastik), ijuk, dan masih banyak lagi.

    Fungsinya untuk membersihkan kaki sebelum masuk ke dalam rumah, tentu alas satu ini mudah kotor dan harus sering-sering dibersihkan. Selain itu, di bawah keset kerap ditemui debu dan pasir menumpuk padahal tidak pernah digeser.


    Mengutip dari The Spruce, berikut cara membersihkan keset yang benar.

    1. Kibas di Halaman

    Ternyata mengibaskan debu di keset adalah tindakan yang dianjurkan untuk membersihkan debu di keset. Kamu bisa mengibaskannya ke media yang lebih keras seperti tembok atau pot bunga.

    2. Pakai Penyedot Debu

    Setelah dikibas, agar keset terjamin tidak ada debu dan kotoran, coba gunakan penyedot debu ke seluruh permukaannya. Kamu bisa juga menyikatnya terlebih dahulu. Jika ingin dibasahkan, kamu bisa tambahkan baking soda yang disebar di atasnya dan tunggu selama 10 menit.

    Sikat permukaan keset, diamkan lagi selama 5 menit, lalu bilas dengan air mengalir lalu dijemur. Bisa juga memakai penyedot kotoran basah.

    3. Cuci di Mesin Cuci

    Menurut Germany Brilliant, keset kaki bisa dibersihkan bersama baju dan kain lainnya agar air bisa membersihkan dengan maksimal. Pakai air hangat saat mencucinya dan hindari mengeringkan di dalam mesin cuci karena dapat mengubah tekstur dari keset.

    4. Sapu dan Pel Lantai Sering-Sering

    Kunci agar keset tidak mudah berdebu dan berpasir di bagian bawah adalah sering menyapu dan mengepel lantai. Semakin sering lantai dibersihkan, keset cukup dibersihkan dengan cara dikibas.

    Itulah cara membersihkan debu dan pasir yang ada di keset. Semoga membantu ya!

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Fungsi Teralis Jendela Biar Rumah Makin Aman


    Jakarta

    Teralis jendela merupakan rangkaian besi yang dibentuk menjadi motif atau bentuk tertentu sebagai lapisan perlindungan tambahan pada jendela. Di satu sisi, teralis bisa menambah nilai estetika pada rumah, tetapi sebenarnya fungsi utamanya adalah menjaga keamanan rumah.

    Adapun teralis bekerja dengan menghalangi akses melalui jendela, sehingga sulit bagi seseorang keluar ataupun masuk rumah melalui jendela. Sebagai langkah perlindungan ekstra, ternyata teralis jendela berfungsi untuk berbagai hal.

    Melansir dari laman qsec, berikut ini beragam fungsi teralis jendela yang mendukung peningkatan keamanan di sekitar rumah.


    1. Mencegah Pencuri Masuk

    Teralis jendela tentunya berfungsi untuk menghalau pencuri agar tidak bisa masuk melalui jendela. Keamanan ekstra ini membuat penghuni rumah bisa merasa lebih tenang ketika meninggalkan rumah, sebab sudah yakin maling kesulitan masuk rumah.

    2. Melindungi dari Faktor Lingkungan

    Selain pencuri, teralis jendela juga memberikan perlindungan dari faktor lingkungan yang tak terduga dan di luar kendali. Sewaktu-waktu rumah bisa diterpa badai, angin kencang, sehingga puing-puing pun bertaburan dan berisiko masuk melalui jendela.

    Lalu, bisa saja ada lemparan batu, puing-puing, dan bola yang mengarah pada jendela secara tak terduga. Teralis jendela berfungsi untuk menghalangi lemparan barang yang hendak merusak jendela dan masuk ke dalam rumah. Dengan begitu, penghuni rumah menjadi lebih aman dan terlindungi.

    Kemudian, sebaiknya menggunakan teralis yang aman untuk sewaktu-waktu ada kondisi mendesak. Dengan menggunakan teralis, maka lemparan tak terduga dari luar seperti batu, puing-puing, dan bola tidak akan masuk ke dalam rumah.

    3. Melindungi Privasi Penghuni Rumah

    Beberapa desain teralis yang dipasang di luar jendela bisa menambah fungsi dan keindahan sebuah rumah. Sebab, desain teralis tertentu bisa menutupi sebagian pemandangan ke dalam rumah melalui jendela. Pengunjung pun tidak langsung terekspos ke luar, sehingga bisa melindung privasi sebagai penghuni rumah.

    4. Mencegah Hewan Peliharaan dan Anak-anak Melalui Jendela

    Kemudian, teralis jendela memberikan perlindungan bagi hewan peliharaan dan anak-anak agar tidak ke luar rumah melalui jendela. Teralis bisa mencegah mereka jatuh keluar dari jendela secara tidak sengaja. Dengan begitu, kamu tidak perlu mengkhawatirkan anak-anak dan hewan yang bergerak bebas di dalam rumah. Meski demikian ada sejumlah hewan pelihaaran yang tidak perlu takut membuka jendela meskipun ada hewan peliharaan dan anak-anak di rumah.

    Demikian ragam fungsi teralis jendela untuk menjaga keamanan rumah di berbagai keadaan. Semoga bermanfaat!

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Alasan Kamu Perlu Tanaman Hias di Ruang Kerja


    Jakarta

    Tanaman hias yang disimpan di dalam ruangan bisa membuat suasana terasa lebih hidup dan menyegarkan. Apalagi kalau kamu menyimpan tanaman hias di ruang kerja yang ternyata berdampak positif pada aktivitasmu.

    Kamu bisa bekerja di rumah maupun bilik kantor sambil ditemani tanaman hias. Sekali-kali, kamu dapat istirahat sejenak dengan pemandangan tanaman hias yang berwarna hijau.

    Ada banyak pilihan tanaman dengan beragam bentuk dan ukuran, sehingga bisa banget kamu simpan di ruang kerja. Melansir dari Healthline, berikut ini beberapa alasan kamu perlu mempertimbangkan tanaman hias di tempat kerja.


    1. Menekan Tingkat Stress

    Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Physiological Anthropology, tanaman di dalam rumah atau kantor ternyata bisa membuat kamu merasa lebih nyaman dan tenteram.

    Penelitian tersebut menguji peserta dengan memberikan dua tugas berbeda, yakni memindahkan tanaman hias dari satu pot ke pot lainnya dan menyelesaikan tugas singkat berbasis komputer. Setelah menyelesaikan setiap tugas, peneliti mengukur faktor biologis yang terkait dengan stres, termasuk detak jantung dan tekanan darah.

    Hasil menunjukkan tugas berkebun di dalam ruangan menurunkan respons stres pada partisipan, sedangkan tugas menggunakan komputer menyebabkan lonjakan detak jantung dan tekanan darah.

    Padahal, peserta penelitian adalah pria muda yang terbiasa bekerja dengan komputer. Dari hasil penelitian itu, para peneliti menyimpulkan bekerja dengan tanaman dapat mengurangi stres fisiologis dan psikologis.

    2. Meningkatkan Fokus

    Kemudian, sebuah penelitian kecil dilakukan oleh Yun-ah Oh, Seon-Ok Kim, dan Sin-Ae Park dengan melibatkan 23 peserta. Peneliti tersebut menempatkan siswa di ruang kelas yang berbeda-beda.

    Setiap kelas ada yang memiliki tanaman palsu, tanaman asli, foto tanaman, atau tanpa tanaman sama sekali. Pemindaian otak peserta menunjukkan siswa yang belajar dengan tanaman hidup dan nyata di kelas lebih perhatian dan lebih mampu berkonsentrasi dibandingkan siswa yang belajar di kelas lainnya.

    3. Meningkatkan Produktivitas & Kreativitas

    Berbagai penelitian mengemukakan keberadaan tanaman di ruang kerja meningkatkan produktivitas dan kreativitas. Sebuah penelitian pada tahun 2007 oleh Tina Bringslimark, Terry Hartig, dan Grete Grindal Patil membuktikan orang-orang yang bekerja dengan lebih banyak tanaman di ruang kerja memiliki lebih sedikit hari sakit dan lebih produktif dalam bekerja.

    Itulah beberapa alasan tanaman hias diperlukan di dalam ruang kerja. Semoga bermanfaat!

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Atasi Ujung Karpet yang Melengkung Kembali Lurus


    Jakarta

    Salah satu persiapan di rumah ketika kedatangan tamu adalah menyediakan tempat mereka duduk. Selain di kursi, kamu juga bisa menggelar karpet agar tempatnya lebih luas.

    Karpet yang jarang digunakan biasanya disimpan dengan cara dilipat atau digulung. Terlalu lama disimpan mengakibatkan permukaannya berubah, banyak lengkungan, tidak rata, dan terlihat seperti keriting. Saat digelar di lantai terlihat kurang rapih dan nyaman.

    Penyimpanan yang salah dan bahan yang tidak terlalu bagus membuat permukaan karpet cepat rusak dengan lengkungan yang membekas.


    Namun, tidak perlu khawatir, melansir dari rugs.com, berikut cara meluruskan karpet yang melengkung.

    1. Gunakan Uap Panas

    Jika karpet milikmu terbuat dari bahan kain dan berbulu, kamu bisa menggunakan setrika uap untuk merapikan permukaannya. Saat menggunakan setrika uap pastikan carpet sudah dilebarkan di lantai. Letakkan handuk di atas permukaan karpet yang akan dirapikan baru kamu beri uap di atasnya. Jangan lupa tekan permukaan handuk agar permukaan karpet terkena panasnya.

    2. Gulung ke Arah Sebaliknya

    Jika tidak punya setrika uap atau hair dryer, kamu bisa memakai cara sederhana yakni menggulung karpet ke arah sebaliknya. Cara ini memang tidak akan langsung membuat permukaan rapi apalagi untuk permukaan yang gelombangnya besar bukan hanya di ujung.

    Saat menggulung ke arah berbeda, sesekali berikan tekanan di sepanjang gulungan. Biarkan digulung terbalik setidaknya selama 24 jam. Setelah dibuka, kamu perlu meletakkan benda berat lagi di atas permukaan yang masih melengkung.

    3. Tahan dengan Benda Berat

    Jika lengkungan tidak begitu jelas dan di sisi kecil karpet, kamu bisa menahan atas karpet dengan benda berat. Biarkan dua hingga empat hari sebelum mengangkat beban tersebut.

    4. Tempelkan Karpet ke Lantai

    Cara praktis untuk menghilangkan lengkungan pada karpet kamu bisa menempelkan selotip agar karpet menempel ke lantai. Namun cara ini bisa merusak permukaan bawah karpet dan menyisakan lengket di lantai.

    Kamu bisa cari selotip yang aman dan khusus untuk kain agar mudah untuk dipasang dan dilepas. Jika karpet hanya digunakan sementara, cara ini masih aman. Namun, untuk jangka waktu lama ditakutkan susah untuk membuka perekatnya.

    5. Jemur Karpet

    Panas bisa membuat bulu-bulu dan rangka dari karpet memuai kembali seperti semula. Menjemur di bawah sinar matahari dapat membantu mengembalikan bentuk karpet dan membunuh mikroba yang menempel di atasnya.

    Cari pagar atau tembok yang terkena sinar matahari lalu jemur karpet di atasnya. Tunggu sampai sore, tetapi jika permukaan karpet kembali dengan cepat, kamu bisa langsung angkat.

    Itulah beberapa tips atasi ujung karpet yang melengkung kembali lurus. Semoga bermanfaat!

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Pasang Kanopi Kaca di Rumah? Ini Kelebihan dan Kekurangannya


    Jakarta

    Kanopi adalah atap tambahan yang dipasang di banyak rumah di Indonesia. Kanopi memiliki banyak jenis, salah satunya terbuat dari kaca.

    Selain dapat memberi perlindungan dari cuaca buruk, kanopi kaca juga dapat menambah nilai estetika sebuah bangunan. Maka dari itu, kanopi kaca menjadi salah satu elemen perlindungan yang kian populer.

    Kamu harus tahu kelebihan dan kekurangan kanopi kaca untuk bahan pertimbangan, sebelum memasangnya di rumah.


    Dilansir dari Awnings.com, berikut kelebihan dan kekurangan kanopi kaca.

    Kelebihan

    1. Perlindungan dari Cuaca Buruk

    Kanopi yang kuat dapat melindungi hunian dari cuaca yang tak menentu, seperti hujan deras dan angin kencang. Selain itu, kanopi juga bisa melindungi bangunan agar tetap kuat dan kering.

    2. Efisiensi Biaya dengan Umur Panjang

    Tidak seperti bahan lain yang lebih terjangkau, seperti fiberglass atau plastik membutuhkan perawatan dan penggantian yang sering. Kanopi kaca memerlukan dana yang besar untuk pemasangan, tapi daya tahannya lama dapat bantu mengurangi biaya pemeliharaan jangka panjang.

    3. Pencahayaan Maksimal dan Penghematan Energi

    Kanopi kaca dapat memaksimalkan cahaya alami masuk sehingga dapat menampilkan keseluruhan bangunan. Tidak hanya menambah nilai desain, tapi juga bisa menghemat energi karena kebutuhan pencahayaan buatan di dalam ruangan otomatis berkurang.

    4. Daya Tarik Visual Unik

    Selain fungsional, kanopi kaca juga memperindah tampilan rumah. Tidak hanya rumah, contoh lainnya adalah kanopi kaca pada bangunan komersial dan pusat perbelanjaan membuat titik fokus yang dapat menarik pengunjung.

    Kekurangan

    1. Biaya Pembuatan dan Pemasangan Tinggi

    Bahan bakunya mahal dan proses pembuatan kaca membutuhkan energi tinggi sehingga meningkatkan total biaya pembangunan.

    2. Kerapuhan dan Kekerasan Kaca

    Kaca gampang pecah dan pecahannya tajam dan berbahaya, sehingga hal ini menimbulkan potensi risiko cedera.

    3. Biaya Keamanan Tinggi

    Kanopi kaca harus dilindungi dari potensi kerusakan oleh benda-benda yang jatuh atau tidak sengaja dilempar. Inilah yang meningkatkan biaya keamanan.

    Kamu harus cermat mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan kanopi kaca sebelum memutuskan untuk memasangnya di rumah. Disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional terlebih dahulu untuk memastikan pemasangan kanopi kaca di rumahmu efisien dan aman.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Dekorasi Ruang Tamu? Singkirkan Dulu 4 Barang Mengganggu Ini!


    Jakarta

    Ruang tamu adalah ruangan pertama yang akan dilihat oleh tamu. Seperti namanya, ruangan ini digunakan untuk menerima tamu, maka sebisa mungkin harus selalu rapih dan bersih.

    Barang-barang yang biasanya diletakkan di ruang tamu adalah meja, kursi, dan mungkin ditambahkan karpet agar lebih hangat. Pencahayaan yang baik juga dibutuhkan agar saat mengobrol lebih nyaman.

    Selain ketiga benda tadi, kamu bebas untuk menambahkan interior lain seperti jam, lukisan, foto keluarga, atau hiasan kecil di meja. Melansir dari Homes and Gardens, Sabtu (6/3/2024), ternyata ada beberapa benda yang tidak perlu diletakkan di ruang tamu karena mengganggu, diantaranya sebagai berikut.


    1. Bantal

    Bantal sebenarnya adalah bagian dari kursi di ruang tamu, tetapi jika terlalu banyak hingga menutupi tempat duduk justru akan mengganggu.

    Terlalu banyak bantal di rumah juga menambah debu di ruang tamu. Apalagi bagi kamu yang jarang menjemur atau membersihkan debu di rumah. Debu yang terlalu lama didiamkan juga bisa menciptakan bau apek. Maka dari itu, di ruang tamu tidak perlu banyak bantal dan kamu perlu sering membersihkannya.

    2. Alat Elektronik

    Biasanya pemasangan alat elektronik seperti televisi, speaker, komputer, dan lainnya di ruang tamu dikarenakan rumah tidak terlalu luas. Alhasil ruang tamu juga berfungsi sebagai ruang keluarga.

    Alasan televisi, komputer, speaker, dan lainnya sebaiknya tidak diletakkan di ruang tamu adalah mudah berdebu. Bahkan jika warna benda tersebut gelap, debu tetap akan terlihat. Selain itu, keberadaan alat elektronik di ruang tamu juga membuat fokus tamu terpecah, apalagi jika televisi sedang dihidupkan.

    Memindahkan alat elektronik dari ruang tamu juga membuat ruangan jadi lebih luas dan tampilannya jadi lebih rapih dan nyaman.

    3. Sepatu

    Ada beberapa orang memiliki kebiasaan menyimpan sepatu di dalam rumah atau di dekat pintu karena takut dirusak tikus atau hilang. Daripada diletakkan di dekat pintu dan ruang tamu, kamu bisa membuat penyimpanan sepatu tertutup di dekat pintu masuk. Namun kamu perlu menggeser ruang tamu agar akses masuk tidak sempit. Adanya sepatu di dalam rumah akan menambah debu, mengganggu estetik, dan tidak rapih.

    4. Barang Pribadi

    Ruang tamu sebaiknya diisi dengan barang-barang yang berguna. Jika kamu senang bekerja, belajar, atau bermain di ruang tamu, langsung rapihkan barang ke tempatnya. Jangan tinggalkan barang pribadi di bawah meja atau di samping sofa ruang tamu. Barang seperti buku, majalah, koran juga sebaiknya tidak disimpan di ruang tamu.

    Benda tersebut hanya menambah debu di ruang tamu dan bisa menarik perhatian tamu untuk memegang, mengambil atau melihat barang tersebut.

    Ikuti berita-berita terkini arus mudik dan arus balik di BRI Teman Mudik temanmudik.detik.com

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Bahan Ini Ampuh Bersihkan Noda Warna Bekas Kopi dan Teh di Gelas


    Jakarta

    Pernahkah kamu melihat bagian dalam gelas ada noda warna yang tidak bisa dibersihkan meskipun sudah digosok dan direndam air panas? Biasanya noda warna tersebut membekas pada gelas putih yang digunakan untuk minum kopi, teh, atau jamu.

    Melansir dari Express, kopi dan teh memiliki zat pewarna alami yang bisa melekat pada gelas bernama tannin atau asam tanat. Zat pewarna ini juga bisa membekas di gigi, maka dari itu mengonsumsi kopi terlalu sering dapat menyebabkan gigi jadi kekuningan.

    Hampir semua jenis teh, baik teh hitam, teh hijau maupun teh herbal mengandung tanin yang bisa menyebabkan warna kecokelatan pada gelas dan kekuningan pada gigi. Namun, perlu diketahui zat pewarna ini tidak berbahaya bagi tubuh, tetapi noda warna tersebut memang mengganggu estetika dan terlihat tidak bersih.


    Agar noda warna bekas kopi, teh, dan jamu tidak menempel di dalam gelas kamu harus mencucinya setelah digunakan. Endapan yang dibiarkan sampai kering atau bahkan berhari-hari membuat zat pewarna tannin semakin menempel.

    Jika sudah menempel, kamu perlu menggunakan bahan tambahan saat membersihkannya. Mengutip dari The Spruce pada Sabtu (13/4/2024), berikut cara membersihkan noda warna dari kopi, teh, dan jamu di dalam gelas atau cangkir.

    1. Taburkan Baking Soda

    Bahan pertama yang bisa digunakan adalah baking soda. Caranya dengan menaburkan soda kue seperempat gelas lalu tambahkan seperempat sendok air panas. Aduk hingga teksturnya seperti bubur bayi, jangan terlalu encer.

    Setelah itu ambil spons untuk menggosok permukaan dalam gelas yang terkena noda warna. Bilas gelas dengan air mengalir dan noda warna akan hilang.

    2. Pakai Spons Melamin

    Cara menghilangkan noda warna kopi, teh, dan jamu paling mudah adalah menggunakan spons melamin. Bentuknya sama seperti spons pada umumnya dan bisa menyerap air dengan baik, tetapi spons ini berwarna putih. Kamu cukup membasahi permukaannya lalu menggosok bagian dalam gelas dan bilas dengan air mengalir.

    Basahi spons melamin (Mr. Clean Eraser) dengan air. Gosok bagian dalam cangkir atau mug dengan lembut. Anda akan melihat noda berpindah dari cangkir ke spons.

    3. Tuang Cuka Putih

    Cuka putih adalah bahan yang sering digunakan untuk membersihkan noda membandel. Untuk membersihkan noda warna bekas kopi, teh, dan jamu di dalam gelas kamu bisa tuang cuka sampai gelas penuh.

    Tunggu hingga 30 menit lalu gosok pakai sikat yang kasar. Jangan lupa pakai sarung tangan agar tangan tidak terkena langsung dengan cairan cuka. Setelah itu bilas dengan air mengalir.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Bahan Alami buat Usir Hama dan Serangga, Kamu Wajib Punya Salah Satunya


    Jakarta

    Mempunyai taman di rumah biasanya akan sering menarik perhatian hama berbentuk serangga dan hewan kecil. Hama ini tidak hanya merugikan tanaman saja, tetapi juga bisa berdampak pada kesehatan pemiliknya juga.

    Oleh karena itu, perlu dilakukan perawatan secara rutin pada taman di rumahmu, salah satunya adalah dengan menyemprotkan pestisida.

    Masalahnya, kebanyakan menyemprotkan pestisida dari bahan kimia juga akan merusak tanaman atau bahkan produk dari tanaman tersebut. Tidak hanya itu, harga pestisida juga tidak begitu murah.


    Tapi kamu tidak perlu takut. Untuk mengatasi masalah ini, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan, salah satunya adalah dengan membuat pestisida alami sendiri.

    Cara Membuat Pestisida Alami

    Dikutip dari thespruce.com, ada beberapa produk pestisida alami yang bisa kamu buat sendiri di rumah, berikut contoh dan caranya.

    1. Sabun Serangga

    Sabun ini biasanya ditujukan untuk membunuh tungau dan ulat. Cara membuatnya adalah dengan mencampurkan sabun cuci piring dengan air dengan perbandingan 3:1, pastikan untuk tidak mencampurkan terlalu banyak air.

    Selanjutnya setelah tercampur, masukkan satu sendok makan minyak goreng, gunanya agar cairan ini menempel pada tanaman Lalu aduk lagi dan sabun serangga siap dipakai.

    2. Semprotan Bawang Putih

    Bawang puting memiliki zat antibakteri, antivirus, dan antijamur. Cara membuatnya adalah dengan mencampurkan 5 kepala (±50 siung) bawang putih yang sudah digeprek kedalam 500 ml air. Lalu biarkan semalaman supaya tercampur.

    Setelah semalaman, masukkan sedikit air sabun cuci, lalu aduk. Setelah tercampur, cairan bawang ini bisa kamu tambahkan air lagi maksimal 3,7 liter, dan pestisida bawang putih siap dipakai.

    3. Semprotan Tembakau

    Tembakau, tanaman yang biasa kamu jumpai pada produk rokok sebenarnya bisa digunakan sebagai bahan pestisida alami. Caranya cukup dengan menyiapkan 1 cup daun tembakau (biasanya yang sudah kering), lalu rendam pada air semalaman. Dan pestisida alami ini siap digunakan.

    Pastikan kamu tidak menggunakan cairan tembakau ini pada bunga dari famili nightshade.

    4. Garam Epsom

    Garam epsom bisa digunakan secara langsung sebagai pestisida dengan cara menaburkannya pada tanaman. Tetapi jika kamu ingin membuatnya menjadi semprotan, kamu juga bisa mencampurkannya dengan air.

    5 cup garam epsom bisa digunakan untuk 19 liter air.

    5. Cabai

    Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa hama tidak suka dengan cabai. Kamu bisa menaburkannya langsung atau bisa juga mencampurkannya dengan minyak. Perbandingan bubuk cabai dan minyak untuk campurannya adalah 2:1.

    6. Citrus

    Air lemon bisa digunakan untuk membunuh hama dengan tubuh yang lunak. Caranya cukup dengan memarut lemon lalu memasukkannya ke dalam air mendidih yang baru saja diangkat dari kompor, lalu biarkan semalaman. Besoknya cairan ini bisa langsung kamu pakai sebagai pestisida.

    Itu dia beberapa contoh pestisida alami dan cara membuatnya bagi kamu yang mau hemat budget. Semoga taman di rumahmu bersih dari hama.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com