Blog

  • 5 Benda yang Harus Disingkirkan dari Teras Menurut Vastu Sashtra


    Jakarta

    Teras adalah bagian rumah yang langsung menghadap ke luar. Biasanya di teras digunakan sebagai tempat bersantai. Dalam Vastu Sahstra, teras dapat menarik energi positif ke dalam rumah sehingga sebaiknya tidak ada benda yang menghalanginya.

    Melansir Architectur Digest India, Minggu (24/12/2023), Vastu Shastra adalah panduan kuno untuk rumah yang positif, mulai dari pintu masuk rumah hingga kamar tidur, dapur, kamar mandi, luar ruangan, dan halaman.

    Benda-benda yang disebut menghalangi energi positif rumah ini juga membuat ruangan lebih sempit dan mengganggu estetika. Maka dari itu, sebaiknya benda ini tidak diletakkan di teras rumah. Mengutip dari Times Now News berikut beberapa diantaranya.


    1. Benda yang Terbuat dari Bambu

    Bambu adalah tanaman yang memiliki batang yang panjang dan daunnya hanya lebat di bagian atas. Batang bambu dikenal cukup kuat dan tahan terhadap serangga, perubahan suhu, hingga getaran. Tidak heran bambu kerap dimanfaatkan sebagai bahan perabotan di rumah seperti kursi, meja, vas bunga, hingga keranjang.

    Meskipun memiliki kelebihan yang cocok untuk ditempatkan di teras rumah, tetapi benda-benda dengan elemen bambu sebaiknya dihindari menurut Vastu Shastra. Bahkan tanaman bambu sebaiknya tidak ditanam di teras rumah karena diyakini akan membawa masalah dan menyedot energi positif di rumah.

    2. Perabotan Rusak

    Perabotan di rumah yang sudah rusak dan sulit untuk diperbaiki sebaiknya langsung dibuang. Jangan meletakkan perabotan rusak di teras karena berbahaya dan bisa menimbulkan pertengkaran di rumah.

    Begitu pula dengan pot tanaman yang sudah rusak. Meskipun pot rusak masih bisa ditutupi dan tidak mengganggu tanaman, sebaiknya langsung diganti dengan pot baru. Ditakutkan dapat membawa sial dan berbahaya jika ada yang terkena ujung pot yang tajam.

    3. Sapu

    Alat pembersih lantai seperti sapu biasanya diletakkan di sudut rumah agar tidak terlihat berantakan. Dengan begitu teras juga bukan tempat yang tepat untuk meletakkan sapu karena itu adalah area terbuka yang dibuat minim sekat.

    Jika kamu memiliki alat pembersih khusus untuk luar ruangan, sebaiknya letakkan sapu di tempat yang sama dengan alat pembersih lainnya agar lebih rapih.

    4. Barang Berkarat

    Dalam Vastu Sahstra, barang berkarat yang diletakkan di teras dapat membuat masalah keuangan. Di samping itu, barang berkarat rawat patah karena korosi yang terjadi terus menerus. Untuk menghindari orang lain terluka jika lebih baik buang barang berkarat atau jika masih aman digunakan, rawat barang tersebut agar karat tersebut berkurang.

    5. Tanaman Berduri

    Tanaman berduri dipercaya dapat menimbulkan hambatan dalam hidup Anda. Tanaman berduri seperti kaktus dan bonsai sebaiknya tidak diletakkan di teras rumah. Meskipun keduanya cukup mudah dirawat dan tidak mengotori sekitar tetapi duri-durinya juga berbahaya jika terkena orang lain terutama anak kecil.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Pengertian, Fungsi, Kelebihan dan Kekurangan



    Jakarta

    Kamu pernah mendengar istilah smart door lock? Istilah smart door lock kini banyak digunakan dan merujuk pada kunci pintu yang pintar.

    Artinya, kamu tidak perlu ribet-ribet lagi buka pintu dengan menggunakan kunci lagi. Kamu cukup menggunakan sidik jari, face recognition, atau menggunakan passcode.

    Sebelum membahas lebih lanjut, ketahui dulu pengertian smart door lock.


    Apa Itu Smart Door Lock?

    Dilansir dari Bob Vila, Senin (15/4/2024), smart lock mengacu pada sebuah perangkat yang menggunakan koneksi Bluetooth atau Wi-Fi untuk mengunci maupun membuka kunci rumah tanpa menggunakan kunci. Nah, untuk membuka pintu rumah dengan menggunakan smart lock ini ada berbagai macam, seperti menggunakan sidik jari, face recognition, maupun passcode.

    Smart lock ini akan terkoneksi dengan Wi-Fi di rumah, sehingga bisa diakses dengan menggunakan smartphone maupun perangkat lainnya di rumah.

    Buat kamu yang masih nyaman menggunakan kunci konvensional, di fitur smart lock terkadang masih disediakan tempat untuk membuka pintu dengan kunci biasa.

    Fungsi Smart Door Lock

    Smart lock memiliki fungsi untuk menjaga rumah lebih aman. Sebab, untuk membukanya tidak bisa sembarangan.

    Selain itu, smart lock juga ada yang memiliki fitur kamera, sehingga bisa tahu siapa saja tamu yang datang ke rumah. Smart lock juga memiliki kemampuan penguncian otomatis dalam periode waktu tertentu atau saat penghuni rumah pergi keluar, sehingga jadi lebih aman.

    Dalam penggunaannya, tentu saja smart door lock memiliki kelebihan dan kekurangannya. Dilansir dari security101.com, berikut ini kelebihan dan kekurangannya.

    Kelebihan Penggunaan Smart Door Lock

    • Pemilik rumah bisa membukakan pintu untuk orang lain meski tidak berada di rumah.

    • Bisa menjadwalkan waktu buka dan tutup pintu rumah.

    • Sistem keamanan rumah lebih aman dan mudah karena pemilik rumah tidak perlu khawatir perihal kunci ketinggalan atau hilang.

    • Kode rumah bisa diganti dan sidik jari bisa ditambahkan sesuai jumlah anggota keluarga.

    • Buka tutup pintu hanya membutuhkan 3-5 detik saja.

    • Memiliki tampilan yang mewah untuk pintu depan rumah.

    Kekurangan Penggunaan Smart Door Lock

    • Pemasangan smart lock dan perbaikan saat eror harus meminta bantuan orang ahli.

    • Rawan pencurian jika ponsel yang terinstal aplikasi smart lock hilang. Jika demikian, sebaiknya langsung meminta bantuan kepada perusahaan smart lock yang kamu gunakan.

    • Bisa terjadi eror seperti tidak mengenali sidik jari pemilik rumah atau kode yang dimasukkan tidak terbaca oleh sistem smart lock.

    • Harga smart lock cukup mahal.

    • Pemilik rumah harus rajin mengecek daya baterai yang digunakan pada smart lock.

    Nah, kalau kamu tertarik untuk memiliki smart door lock, bisa banget mendapatkannya dengan gratis lho! Kali ini, detikProperti punya program khusus bernama Upgrade Hunian Kamu Jadi Lebih Pintar. Di sini, kamu bisa mendapatkan hadiah berupa device yang mendukung rumah kamu jadi lebih pintar.

    Buat kamu pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Mau ikutan? Baca info lengkapnya di sini ya!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Dianggap Sepele, Ini 5 Tanda Sakelar Lampu di Rumah Rusak


    Jakarta

    Untuk menyalakan dan mematikan lampu di rumah, kamu perlu menekan sakelar di dinding. Alat mekanis ini keberadaannya sama pentingnya seperti stopkontak di rumah yakni mengaliri listrik.

    Perbedaan antara sakelar dan stopkontak hanya pada bentuknya. Sakelar memiliki beberapa tombol tanpa lubang, ketika ditekan lampu akan memberi respon. Sementara itu, stopkontak memiliki lubang tempat kabel dari alat elektronik disambungkan.

    Meskipun cara menggunakannya hanya perlu ditekan saja, tuas sakelar tidak bisa ditekan berulang kali dalam satu waktu. Jika terlalu sering begitu, tuas sakelar cepat aus dan rusak.


    Jika sudah aus, biasanya lampu akan lambat merespon ketika tombol ditekan. Lama-lama sakelar justru tidak berfungsi entah karena aliran listrik terputus atau tuasnya patah. Untuk menghindari hal ini, mengutip dari The Spruce berikut beberapa tanda sakelar listrik kamu rusak.

    1. Sakelar Lampu Mengeluarkan Suara Berbeda

    Sakelar lampu yang rusak dapat menimbulkan efek suara elektrik seperti mendesis dan berdengung saat ditekan. Pemicunya adalah sambungan kabel yang longgar. Namun suara tersebut juga bisa berasal dari lampu. Kerusakan pada sakelar lampu juga akan berpengaruh pada struktur filamen bola lampu yang ikut bergetar. Maka dari itu, hindari menekan sakelar terlalu kuat.

    2. Tuas Sakelar Lampu Tidak Kuat

    Tanda kedua sakelar lampu mulai aus adalah bunyi saat menekan sakelar lampu tidak terdengar. Saat ditekan juga terasa keras dan susah. Solusinya kamu perlu mengganti sakelar lampu untuk menghindari lampu semakin lama merespon.

    3. Sakelar Hangat Saat Disentuh

    Apakah kamu pernah merasakan permukaan sakelar lampu di rumah hangat? Itu adalah proses pembuangan panas dari aliran listrik. Hal ini wajar terjadi pada sakelar lampu. Namun, jika sakelar lampu terasa sangat panas, kamu perlu mengeceknya dan segera ganti dengan yang baru.

    4. Lampu Lama Merespon

    Saat menekan sakelar listrik tetapi lampu berkedip dahulu atau lebih lama merespon, bisa jadi ada yang rusak pada logam sakelar. Bisa juga dikarenakan tuas sakelar kendor atau kerusakan pada kabel sehingga lampu telat merespon.

    5. Muncul Percikan Api

    Tanda paling jelas sakelar lampu kamu rusak muncul percikan api saat kamu menekan tuas atau terjadi tiba-tiba. Percikan api bisa membahayakan orang yang berada di dekat sakelar listrik dan biasanya percikan api diikuti dengan korsleting listrik atau padamnya lampu.

    Percikan api ini juga bisa menyebabkan asap dan bau hangus pada sakelar. Jika sudah begini kamu perlu mengganti sakelar listrik secepatnya agar tidak menyebabkan kebakaran.

    Buat kamu pengin upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Sakelar Lampu Sering Panas, Wajar Atau Tidak? Ini Jawabannya!


    Jakarta

    Setiap instalasi listrik di rumah biasanya bagian luarnya ditutup dengan bahan yang tidak menghantarkan listrik dan panas sehingga aman saat dipegang. Salah satu instalasi listrik tersebut adalah sakelar lampu.

    Bahan yang digunakan untuk sakelar lampu biasanya dari plastik karena tahan terhadap aliran listrik, tahan rayap, dan tidak korosi. Plastik juga tahan lama dan mudah dibentuk untuk menyesuaikan desain interior di rumah.

    Selain itu, bahan plastik juga tahan terhadap panas, maka dari itu cocok digunakan sebagai bahan sakelar listrik. Meskipun begitu, sering ditemui sakelar lampu terasa hangat saat dipegang. Padahal fungsinya hanya untuk menyalakan dan menghidupkan lampu.


    Menurut The Spruce, Senin (15/4/2024) sakelar lampu yang terasa hangat adalah fenomena yang wajar karena aliran listrik tersebut perlu membuang panas.

    Sakelar lampu yang tidak bisa membuang panas dalam jangka waktu lama secara bertahap dapat merusak insulasi atau pengamankabel, menimbulkan retakan, dan terjadi kebocoran pada aliran listrik. Hal ini dapat menyebabkan korsleting, gangguan busur listrik, hingga kebakaran. Maka dari itu sakelar lampu terasa panas adalah hal yang wajar.

    Namun, jika sakelar terasa sangat panas menyengat kamu perlu hati-hati dan cepat memeriksa instalasi listrik di rumah. Biasanya panas yang berlebih ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya sebagai berikut.

    1. Ukuran Aliran Listrik Tidak Sesuai

    Sakelar listrik memiliki ukuran yang disesuaikan dengan besar daya yang digunakan. Sakelar listrik berkekuatan 15 ampere yang dipasang pada sirkuit 20 ampere dapat menimbulkan panas lebih cepat karena tidak sesuai. Seharusnya sakelar listrik harus sama dengan muatan listriknya.

    2. Sambungan Kabel Longgar

    Sakelar lampu terasa hangat juga dapat disebabkan oleh sambungan kabel yang longgar. Jika sudah seperti ini kamu perlu meminta bantuan ahli untuk memperbaiki sambungan kabel di dalamnya.

    3. Pemasangan Instalasi Listrik yang Tidak Sesuai

    Pemasangan kabel yang tidak sesuai dapat menghambat arus listrik. Aliran listrik yang tidak benar membuat panas yang dihasilkan mengarah ke sakelar lampu. Untuk memperbaikinya kamu perlu meminta bantuan ahli dan listrik di rumah perlu dimatikan sementara.

    Buat kamu pengin upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Sampai Usang, Begini Cara Merawat Cermin Supaya Tahan Lama


    Jakarta

    Cermin sering digunakan di sekitar rumah, tentunya untuk bercermin ataupun sebagai hiasan interior. Namun, tahukah kamu kalau cermin lama-lama bisa usang sebagaimana mungkin kamu pernah lihat pada cermin-cermin antik di rumah tua.

    Cermin yang sudah usang terlihat memiliki goresan hingga perubahan warna. Sangat disayangkan bila cermin sampai tidak jernih dan kinclong lagi.

    Jangan khawatir, hal ini bisa dicegah dengan merawat cermin dengan benar. Berikut ini cara merawat cermin supaya tahan lama, dilansir dari laman Frame My Mirror, Senin (15/4/2024).


    1. Pilih Cairan Pembersih yang Aman

    Beberapa cairan pembersih mengandung bahan yang terlalu keras, sehingga dapat merusak permukaan dan bagian samping cermin. Jadi pastikan untuk memilih cairan pembersih yang aman untuk cermin. Hindari pembersih yang bersifat asam atau alkali dan kandungan amonia yang berat.

    2. Pastikan Bagian Samping Cermin Kering

    Untuk mencegah cermin berubah warna dan kehilangan lapisan warna silver, pastikan bagian samping cermin tetap kering. Sebab, perubahan warna dan noda hitam pada cermin disebabkan oleh kelembapan yang masuk melalui samping cermin. Hal ini lebih rawan terjadi pada cermin kamar mandi karena uap yang dihasilkan di dalam kamar mandi.

    3. Jangan Semprot Cairan Pembersih

    Hindari menyemprot cairan pembersih langsung ke cermin karena cairan tersebut bisa saja mengalir ke samping cermin. Seperti yang disebutkan sebelumnya, bagian samping cermin sebaiknya dijaga agar kering supaya tidak ada perubahan warna. Maka dari itu, lebih baik menyemprotkan cairan pembersih ke kain lap saja ketika hendak membersihkan cermin.

    4. Gunakan Kain yang Lembut

    Pastikan menggunakan kain lembut untuk mengelap cermin, sebab kain yang bertekstur dapat menimbulkan goresan pada permukaan cermin. Salah satu bahan yang aman digunakan untuk membersihkan cermin antara lain mikrofiber.

    5. Lindungi Cermin dengan Bingkai

    Lindungi area samping cermin menggunakan bingkai. Selain membuat cermin terlihat lebih cantik, bingkai akan menutupi bagian rentan cermin. Hal ini mencegah perubahan warna cermin akibat lembap pada samping cermin.

    Itulah cara merawat cermin dengan benar agar tahan lama. Semoga bermanfaat!

    Buat kamu pengin upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Goresan di Cermin dan Kaca Bisa Dihilangkan Pakai 4 Bahan di Rumah!


    Jakarta

    Cermin adalah salah satu benda yang mudah sekali terlihat kotor. Noda seperti bekas jari, noda warna, debu, hingga goresan dapat terlihat jelas dipermukaan cermin.

    Berbagai noda yang hanya menempel bisa dibersihkan dengan kain basah atau semprotan pembersih kaca lalu diusap dengan kain. Namun bekas goresan apakah bisa dihapus? Jawabannya bisa.

    Goresan yang tidak sampai meretakkan permukaan kaca masih bisa dihilangkan. Ini juga berlaku untuk benda-benda lainnya yang permukaannya berbahan kaca seperti meja, lemari, ponsel, jendela, pintu, dan lainnya.


    Bahan pembersih yang ampuh menghapus goresan pada cermin atau permukaan kaca juga bisa dibeli di toko umum. Mengutip dari House Beautiful pada Selasa (16/4/2024) berikut cara menghilangkan goresan pada cermin.

    1. Oleskan Pasta Gigi

    Pasta gigi ternyata bisa menghilangkan goresan pada cermin. Jenis pasta gigi atau odol adalah non-gel dan pilih yang tingkat abrasifnya tinggi agar goresannya dapat hilang. Oleskan secukupnya lalu gosok dengan kain dengan Gerakan memutar. Setelah diratakan, bilas dengan air dan keringkan dengan kain mikrofiber. Jika belum hilang, kamu bisa mengoleskan pasta gigi berkali-kali.

    Bersihkan bagian cermin yang tergores menggunakan kain dan oleskan pasta gigi non-gel selapis. Saya menyarankan Anda memilih merek dengan jumlah bahan abrasif yang lebih tinggi (seperti jenis soda kue) karena merek tersebut bekerja paling baik. Bahan abrasif lembut yang ditujukan untuk gigi cukup aman untuk meratakan permukaan tanpa merusaknya.

    Gunakan kain mikrofiber untuk menggosok pasta gigi dengan gerakan memutar pada goresan selama beberapa menit. Setelah menghaluskan area tersebut, bilas kelebihannya dengan air dan bersihkan area tersebut menggunakan kain mikrofiber baru. Ulangi proses ini sampai goresannya hilang.

    2. Campuran Air dan Cuka Putih atau Alkohol

    Cuka putih dan alkohol adalah cairan yang ampuh menghilangkan noda membandel. Saat menggunakan kedua cairan ini sebaiknya kamu memakai sarung tangan agar tetap aman.

    Campurkan air dan cuka putih atau alkohol dengan perbandingan 1:1 dalam mangkuk. Ambil kain mikrofiber atau kapas dan celupkan ke dalam campuran air dan cuka tadi. Lalu oleskan pada goresan kaca dan tunggu hingga mengering. Pastikan tidak ada serabut kapas atau benang menempel pada kaca.

    3. Oleskan Baking Soda

    Sama seperti cuka dan alkohol, soda kue juga ampuh untuk menghilangkan goresan pada cermin atau kaca. Caranya cukup campurkan baking soda dengan air. Lalu gosok dengan kain mikrofiber. Bilas sisa soda kue dengan kain bersih dan air hangat.

    4. Bersihkan dengan Cat Kuku

    Jika kamu mempunyai cat kuku yang berwarna bening, coba bersihkan goresan pada cermin dengan cat kuku tersebut. Setelah dioleskan, biarkan sampai mengering. Setelah itu bersihkan cat kuku dengan pembersih aseton. Hapus secara perlahan agar tidak menimbulkan goresan baru.

    Alasan cat kuku efektif menghapus goresan pada cermin adalah cairan cat kuku dapat mengisi lubang atau celah pada kaca. Selain itu, aseton memberikan kilau bersih pada cermin atau cermin sehingga tidak perlu kembali menggunakan pembersih kaca.

    Buat kamu pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Lagi Musim Sakit, Begini Cara Bersihkan Udara di Rumah


    Jakarta

    Menjaga kebersihan rumah sudah biasa dilakukan dengan membersihkan lantai, mengganti sprei kasur, hingga menggosok kamar mandi. Akan tetapi, pemilik rumah terkadang lupa untuk membersihkan udara di dalam rumah.

    Meski tak kasat mata, udara dapat mengandung banyak kotoran seperti partikel debu dan bulu hewan yang bisa menyebabkan iritasi, bersin, gangguan pernapasan, bahkan sakit kepala. Sebaliknya, menghirup udara segar membantu kamu tidur lebih nyenyak dan mencegah gejala alergi.

    Maka dari itu, penting untuk menjaga kebersihan udara agar hidup lebih nyaman dan sehat di rumah. Berikut ini cara membersihkan udara di dalam rumah, dilansir dari laman Live Science, Selasa (16/4/2024).


    1. Menyimpan Tanaman Hias

    Tanaman hias ternyata tidak hanya berfungsi sebagai dekorasi ruangan lho, tetapi juga pembersih udara alami di dalam rumah. Sebuah penelitian dari jurnal Water, Soil and Air Pollution menunjukkan tanah pada tanaman pot dapat membantu menyaring udara di rumah.

    Beberapa tanaman hias yang cocok untuk membersihkan udara antara lain lidah mertua, English ivy, dan lili paris.

    2. Ganti Cairan Pembersih

    Kemudian, cairan pembersih yang mengandung bahan kimia berbahaya sebenarnya berdampak buruk untuk lingkungan dan kesehatan manusia. Kandungan berbahaya itu nanti dapat menjadi polusi di udara, sehingga dapat menimbulkan sakit kepala, kelelahan, atau iritasi mata dan hidung.

    Nah, daripada menggunakan cairan pembersih itu, kamu bisa beralih menggunakan alternatif yang ramah lingkungan. Cairan pembersih ramah lingkungan dapat kamu beli di toko-toko online ataupun buat sendiri.

    3. Gunakan Air Purifier

    Kamu dapat membersihkan udara menggunakan air purifier yang sudah banyak tersedia di pasaran. Sebaiknya kamu pilih air purifier yang menggunakan filter High Efficiency Particulate Absorbing (HEPA) yang membantu membersihkan 99.97% alergen berukuran mikro.

    4. Membuka Jendela

    Pastikan ada sirkulasi udara yang baik di dalam rumah dengan membuka jendela setiap hari. Hal ini memungkinkan udara segar bisa masuk, sementara akumulasi polutan keluar dari rumah. Selain itu, rumah tidak akan lembap dan menjadi tempat bertumbuh jamur.

    5. Gunakan Penyedot Debu

    Kotoran seperti bulu hewan peliharaan sering kali bertebaran di sekitar rumah. Bulu ini bisa menjadi alergen bagi sebagian orang. Maka, sebaiknya lakukan pencegahan dengan rajin membersihkan lantai, sofa, bahkan tempat tidur hewan menggunakan penyedot debu.

    Demikian cara membersihkan udara untuk menjaga kesehatan penghuni rumah. Semoga membantu!

    Buat kamu pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jurus Jitu Bikin Rumah Bebas Rayap



    Jakarta

    Rayap bisa menimbulkan banyak kerusakan pada tiap rumah, tapi ada cara mudah untuk mencegah rayap masuk ke dalam rumah.

    Hal pertama yang harus dilakukan adalah pemeriksaan rayap. Dimulai dengan proses pencarian sederhana, seperti mencari kerusakan yang sudah terjadi di rumah. Berikutnya adalah melihat jumlah kerusakan yang ditemukan, dilanjut dengan metode perawatan.

    Dilansir dari Varsity Termite and Pest Control, Sabtu (13/4/2024) untuk pencegahannya bisa dilakukan cara berikut


    1. Gunakan Door Sweep

    Hal pertama yang bisa kamu coba adalah menutup celah antara bagian bawah pintu dan ambang pintu. Kamu bisa memasang door sweep berbahan neoprene, vinil, atau sikat nilon. Pasang di bagian bawah pintu untuk mencegah datangnya rayap.

    Door sweep mencegah air, udara, rayap, dan hama invasif lainnya masuk ke rumah. Padukan door sweep dengan ambang pintu aluminium atau baja untuk perlindungan yang lebih kuat. Dengan cara ini, kamu mendapat perlindungan penuh dari serangga karena mereka tidak bisa merangkak di bawah pintu dan mengakses ke dalam rumah.

    2. Gunakan Weatherstripping

    Kamu bisa pakai weatherstripping untuk menutup celah antara pintu dan kusennya, menghalau rayap dan serangga lain masuk ke dalam. Ini seperti pembatas protektif untuk mengusir segala jenis serangga.

    Terlebih, bonus dari weatherstripping adalah bisa memastikan air tidak masuk ke dalam rumah. Jadi, ini adalah alat multiguna yang bisa kamu manfaatkan.

    3. Jauhkan Mulsa

    Kebanyakan rayap bawah tanah berlindung di mulsa dan area lain yang gelap, lembab, dan dekat dengan tanah. Gudang kayu, ruang bawah tanah dengan tumpukan kayu, dan tempat serupa lainnya bisa jadi sarang rayap.

    Jauhkan mulsa setidaknya 5 inci dari pintu dan sekeliling rumah untuk mencegah rayap. Kamu harus menjauhkan semua batang kayu dari pintu. Hal ini dikarenakan mulsa menciptakan lingkungan hidup yang ideal bagi rayap dan serangga lain. Para serangga ini tidak akan hidup lama di mulsa, yang artinya mereka akan berpindah ke rumahmu.

    Buat kamu pengin upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini 7 Cara Menentukan Harga Jual Rumah dengan Mudah


    Jakarta

    Menentukan harga rumah tidak bisa sembarangan. Sebab, harga jual rumah yang terlalu mahal membuat pencari rumah sungkan membeli, sementara harga yang terlalu rendah akan merugikan pemilik rumah.

    Lantas, bagaimana cara menentukan harga jual rumah? Simak penjelasan berikut yang dilansir dari Lamudi, Selasa (16/4/2024).

    1. Menentukan Harga Tanah dan Bangunan

    Langkah pertama menentukan harga jual rumah adalah menghitung nilai tanah dan bangunan. Harga tanah dapat dihitung dengan rumus Harga Tanah per meter persegi x Total Luas Tanah. Sementara harga bangunan dihitung dengan mengakumulasi biaya pembangunan rumah dan harga luas bangunan.


    2. Menghitung NJOP Tanah dan Bangunan

    Selain itu, kamu bisa menentukan harga jual rumah dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), yakni harga rata-rata jual beli rumah yang biasa dijadikan acuan untuk menghitung Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Rumus menghitung NJOP adalah (Luas Bangunan x NJOP per meter bangunan) + (Luas Tanah x NJOP per meter tanah).

    Kamu juga dapat memperoleh NJOP dengan mengunjungi kantor pajak atau Badan Pertanahan Nasional (BPN) secara langsung atau daring.

    3. Menambahkan Biaya Renovasi

    Apabila kamu melakukan renovasi sebelum menjual rumah, kamu bisa menambahkan biaya renovasi pada harga jual. Dengan begitu kamu tidak akan kehilangan uang yang dikeluarkan untuk renovasi.

    4. Survei Harga Rumah Sekitar

    Selanjutnya, penting sekali membandingkan harga di kawasan sekitar rumah. Lakukan survei untuk mendapatkan gambaran akan harga rumah pasaran.

    Kamu bisa memeriksa NJOP di kawasan tersebut dan mengevaluasi harga rumah yang memiliki spesifikasi serupa. Selain itu, mengamati tren harga selama beberapa bulan terakhir juga bisa menjadi pertimbangan dalam menentukan harga jual rumah.

    5. Perhitungkan Kondisi Rumah

    Tentukan harga jual dengan mempertimbangkan kondisi rumah. Tentunya, rumah dalam kondisi baik tentu lebih menarik bagi calon pembeli, sehingga bersedia membayar lebih.

    Namun, terkadang rumah masih membutuhkan perawatan atau renovasi setelah pembelian, sehingga kondisi rumah perlu diperhitungkan. Harga jual rumah dapat dihitung berdasarkan persentase kelayakan, misalkan 80 persen dari NJOP untuk rumah yang membutuhkan perawatan minimal.

    6. Perhatikan Lokasi dan Lingkungan Rumah

    Lokasi rumah merupakan faktor penting yang memengaruhi harga jual. Selain itu, keamanan lingkungan, aksesibilitas ke pusat perkantoran dan pendidikan, serta keberadaan fasilitas umum dapat juga menjadi pertimbangan. Rumah dengan lokasi yang strategis dan lingkungan yang bagus menjadikan harga jual rumah semakin mahal.

    7. Periksa Situs atau Agen Properti

    Kamu bisa mendapatkan gambaran lebih mendalam tentang harga rumah di pasaran dengan menghubungi agen properti atau membuka situs jual beli rumah yang terpercaya. Agen properti dapat memberikan kisaran harga yang akurat berdasarkan pengalaman dan pengetahuan

    Demikian cara menentukan harga jual rumah dengan mudah. Semoga membantu!

    Buat kamu pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas! Ini 6 Tanda Red Flag Saat Beli Rumah


    Jakarta

    Membeli rumah merupakan keputusan besar yang tidak bisa dilakukan asal-asalan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli rumah, apalagi kalau berencana menjadikannya hunian bersama keluarga.

    Tak hanya itu, ada sejumlah hal yang harus dihindari ketika hendak membeli rumah. Penting sekali berhati-hati dalam membeli rumah supaya tidak menyesal dan mengalami kerugian di kemudian hari.

    Lantas, apa saja red flag atau hal yang mesti dihindari saat akan membeli rumah? Berikut rangkuman detikProperti.


    1. Tak Mempertimbangkan Lokasi

    Lokasi merupakan salah satu aspek penting dalam membeli rumah, sehingga menjadi pertimbangan pertama para pencari rumah. Pastikan lokasi rumah yang dibeli cocok, strategis, dekat dengan fasilitas umum dan tidak rawan banjir.

    Hal ini penting agar penghuni merasa betah dan nyaman tinggal di rumah. Selain itu, rumah dengan lokasi strategis juga menguntungkan bagi yang berniat berinvestasi karena dapat meningkatkan harga jual rumah.

    2. Status Tanah Belum Jelas

    Apabila membeli rumah melalui developer, biasanya sertifikat rumah sudah diganti nama dari pemilik lama menjadi nama developer. Pastikan kepada developer bahwa sertifikat tersebut dapat beralih ke nama kamu. Jangan pernah membeli rumah di suatu lokasi bila status tanah belum jelas.

    Sebab, kalau sertifikat belum balik nama, kamu tidak dapat melakukan alih kredit ke bank lain dari bank saat ini. Pihak bank membutuhkan sertifikat atas nama kamu agar bank dapat menyetujui pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

    3. Membeli dari Developer Nakal

    Ketika hendak membeli rumah, penting sekali mencari tahu reputasi developer. Kamu bisa membaca secara detail melalui website dan media sosialnya untuk melihat portofolio dari proyek-proyek apa saja sudah mereka lakukan selama ini.

    Lalu, sering periksa pemberitaan di media dan internet untuk mengetahui apakah developer tersebut pernah tersandung kasus-kasus negatif yang merugikan konsumennya. Jangan sampai tidak mendapat cukup informasi soal kredibilitas pengembang.

    Pasalnya, tak jarang ada pengembang yang tak bertanggung jawab terhadap perumahan yang dikerjakannya.

    4. Bertransaksi Jual Beli Rumah di Bawah Tangan

    Jangan bertransaksi di bawah tangan atau atas dasar kepercayaan seperti hanya menggunakan kuitansi sebagai tanda bukti. Hal ini sangat berisiko menimbulkan kerugian. Jika rumah yang akan dibeli masih dalam status dijaminkan atau diagunkan di bank, maka lakukan pengalihan kredit dan dibuatkan AJB di hadapan notaris.

    5. Membayar Down Payment (DP) sebelum KPR Disetujui

    Jangan pernah membayar uang muka atau Down Payment (DP) ke developer sebelum pinjaman yang kamu usulkan disetujui oleh pihak bank. Sebab, tidak ada jaminan pihak bank akan menyetujui KPR rumah meski developer sudah bekerja sama dengan bank.

    Apabila kamu sampai nekat membayar DP ke developer dan KPR ditolak oleh bank, maka ada risiko uang DP tersebut sulit kembali atau dipotong sekian persen.

    6. Jangan Beli Rumah di Luar Kemampuan

    Pastikan kamu punya perhitungan yang matang soal cicilan sebelum memutuskan untuk membeli rumah. Jangan memaksakan diri di luar kemampuan karena dapat berakhir cicilan mandek karena tak sanggup lagi membayar.

    Oleh karena itu, kamu wajib menghitung pos pengeluaran per bulan ditambah dengan cicilan. Perencana keuangan sepakat bahwa cicilan yang aman untuk rumah adalah 30% dari gaji. Apabila belum memungkinkan, maka menabung dulu hingga uang cukup untuk membeli rumah impian.

    Demikian red flag atau hal-hal yang perlu kamu hindari ketika hendak membeli rumah. Semoga bermanfaat!

    Buat kamu yang pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com