Blog

  • 5 Warna Cat Dinding ini Bisa Bikin Stres, Mending Dihindari!


    Jakarta

    Warna cat dinding ternyata bisa mempengaruhi suasana hati penghuninya. Pada warna-warna tertentu kamu bisa merasa tenang dan untuk sebagian warna lainnya justru memicu stres saat melihatnya.

    Efek yang diberikan warna cat dinding ini bukan mitos belaka, psikolog hingga desainer telah menguji hal ini. Mengutip dari Homes and Gardens, Selasa (16/4/2024) spesialis psikologi warna dan penulis buku ‘The Little Book of Color’ asal Inggris, Karen Haller menyebutkan warna yang dapat menyebabkan kecemasan biasanya adalah warna yang sangat jenuh, warna yang dalam, intens, dan cerah.

    Dengan begitu, setelah ini saat memilih warna cat dinding bukan berasal dari keinginan pribadi saja, melainkan kamu perlu mempertimbangkan warna-warna yang bisa memicu stres.


    Jika kamu sudah menggunakan warna-warna yang sebaiknya dihindari, kamu bisa menggantinya dengan warna yang menenangkan seperti hijau, biru, pink, atau hitam. Ada pun warna cat dinding yang bisa memicu stres diantaranya sebagai berikut.

    1. Coklat

    Warna cat dinding pertama yang disebut dapat membuat stress adalah coklat. Warna ini sering dikaitkan dengan emosi negatif, seperti depresi dan kecemasan. Warna coklat juga terlihat menyedihkan, kaku, dan sepi sehingga sebaiknya dihindari.

    Jika kamu ingin memakai coklat sebaiknya memadukan dengan warna lain agar warna cat dinding tersebut tidak menyebabkan stres atau suasana hati. Sebagai contoh kamu bisa menggunakan warna coklat tanah lalu dipadukan dengan warna lain yang menenangkan.

    2. Merah

    Meskipun terlihat elegan dan berani ternyata memakai merah sebagai cat dinding bisa membuat stres. Menurut Karen Haller bahkan ini adalah warna yang harus dihindari untuk dipakai di dinding.

    Warna cat dinding merah dapat menyebabkan efek takut, repot, dan tidak termotivasi terhadap sesuatu atau kehilangan minat. Secara fisik, warna merah dapat memicu reaksi dalam tubuh yang mirip dengan respons stres seperti meningkatnya detak jantung dan suhu tubuh.

    Namun, penggunaan warna merah pada cat dinding dengan jumlah dikit dan dipadukan dengan warna yang lebih lembut bisa berefek sebaliknya yakni memberikan energi, lebih fokus, dan meningkatkan produksi melatonin dan membantu daya ingat.

    3. Kuning

    Warna kuning yang sebaiknya dihindari adalah warna yang pekat dan terang seperti warna kuning emas atau matahari. Karen Haller mengatakan kuning berhubungan dengan sistem saraf yang lama kelamaan dapat memicu rasa kesal dan suasana hati yang buruk.

    Sebagai salah satu warna tertua dalam sejarah, kuning umumnya digunakan dalam seni karena ketersediaan pigmen oker yang luas. Orang Mesir kuno melukis Dewa mereka dengan warna kuning; bagi mereka, ini mirip emas.

    Jika ingin menggunakan warna kuning pilih warna yang lembut sehingga terlihat netral saat dilihat. Bisa juga dipadukan dengan warna lain agar warna cat dinding tersebut tidak terlalu dominan.

    4. Abu-abu

    Alasan warna cat dinding abu-abu dapat memicu stress karena warna ini berada di tengah-tengah antara putih dan hitam. Menurut Karen Haller warna ini menggambarkan keadaan pikiran yang gelap, kehidupan yang tidak berwarna dan monoton, kesengsaraan dan depresi.

    Namun, warna abu-abu masih aman digunakan sebagai alas yang netral seperti warna tonal grey kemudian dipadukan dengan hijau, koral, hingga pink.

    Buat kamu yang pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Bahan Ini Bisa Hilangkan Noda Krayon Di Dinding Tanpa Rusak Cat


    Jakarta

    Buat kamu yang di rumahnya ada anak kecil, pasti sering mengalami dinding dijadikan sebagai kanvas menggambar bagi mereka. Noda krayon di dinding pun menjadi hal biasa yang ditemui sehari-hari.

    Dilansir dari The Spruce, noda krayon di dinding mirip dengan noda lilin yang tercecer. Noda krayon adalah noda berbahan minyak jadi kamu harus mengurai lilin dan menghilangkannya saat membersihkan dinding.

    Dengan enam cara ini, kamu akan tahu cara menghilangkan noda krayon di dinding bahkan wallpaper dengan memakai alat dan bahan yang mungkin sudah ada di rumah. Layaknya noda yang lain, akan lebih gampang dihilangkan jika nodanya masih baru. Maka, segeralah membersihkan noda tersebut dan jangan berlama-lama.


    Alat

    1. Sikat gigi bekas
    2. Piring atau mangkuk
    3. Kain bersih
    4. Pengering rambut
    5. Tisu kertas

    Bahan

    1. Cuka Putih
    2. Spons melamin
    3. Odol
    4. Soda kue
    5. Mayones
    6. Deterjen pencuci piring cair

    Cara Menghilangkan Noda Krayon Di Dinding

    1. Cuka Putih

    Pakai pembersih rumah tangga yang ampuh, yaitu cuka putih. Bukan hanya bisa menghilangkan semua jenis noda, tapi juga bisa menghilangkan noda krayon di dinding. Keasaman cuka membantu mengurai lilin dan pigmen pada krayon, jadi kamu tidak harus menggosok terlalu keras. Pakai cuka untuk menghilangkan krayon, dengan mencelupkan sikat gigi bekas ke dalam wadah kecil berisi cuka dan gosok nodanya perlahan memakai sikat gigi sampai noda terangkat.

    2. Spons Melamin

    Spons melamin memiliki bahan abrasif mikroskopis yang membuatnya berfungsi seperti amplas yang sangat halus saat basah. Hal ini membuatnya sangat cocok untuk menghapus noda krayon. Maka dari itu, pakai spons melamin hanya pada dinding dengan finishing glossy atau satin. Cat dengan finishing matte bisa gampang rusak oleh pembersih ini.

    Cara memakai spons melamin yaitu dengan membasahi spons dengan air lalu gosokkan dengan lembut pada noda. Saat nodanya hilang, stop menggosok agar tidak merusak finishing dinding. Pastikan kamu mencoba metode spons melamin ini di area yang tak terlihat dulu, sebelum menangani bagian dinding yang lebih terlihat.

    3. Odol

    Gosok dengan odol putih non-gel. Odol mungkin terlihat aneh untuk ditaruh di dinding. Tapi, odol memiliki bahan abrasif ringan yang membantu membersihkan gigi dengan baik, juga bisa menghilangkan noda krayon di dinding dengan efektif. Pastikan kamu memakai odol putih biasa, jangan pakai odol berwarna, sebab bisa jadi tidak efektif atau malah menodai dinding.

    Ambil sedikit odol ke jarimu dan gosokkan ke noda. Lalu, gosok noda yang terkena odol dengan sikat gigi bekas atau kain sampai nodanya hilang. Bersihkan sisa odol dengan kain lembab, lalu biarkan dinding mengering.

    4. Pengering Rambut

    Lelehkan noda krayon dengan pengering rambut. Suhu panas dari pengering rambut akan melelehkan lilin pada noda krayon.

    Nyalakan pengering rambut pada suhu panas rendah, dan arahkan ke noda krayon. Setelah lilin mulai meleleh, bersihkan dengan tisu kertas. Lakukan ini dengan cepat agar nodanya tidak menetes dan melebar ke mana-mana.

    5. Soda Kue

    Gunakan soda kue untuk noda krayon yang membandel. Soda kue lebih abrasif daripada cuka dan odol.

    Tambahkan beberapa sendok makan ke dalam mangkuk kecil, lalu tambahkan air secukupnya untuk membuat campuran kental dan konsistensinya seperti odol. Lalu, celupkan lap basah ke dalam campuran dan pakai untuk menggosok dinding yang terkena noda krayon secara lembut. Setelah krayon hilang, bersihkan area tersebut dengan lap basah dan biarkan mengering.

    6. Mayones

    Mayones punya kandungan minyak yang tinggi, menjadikannya bahan pembersih yang efektif untuk noda lilin seperti noda krayon. Lakukan percobaan di sudut tersembunyi dindingmu dulu, karena kandungan minyak mayones juga bisa menodai dinding.

    Taruh sedikit mayones di atas kain bersih, lalu gosokkan kain yang sudah dikasih mayones ke noda krayon. Gosok dengan lembut sampai noda krayon hilang, lalu bersihkan dinding dengan kain bersih yang dicelupkan ke air sabun (menggunakan beberapa tetes deterjen cair). Hal ini memastikan minyak dalam mayones tidak tertinggal.

    Solusi Lain yang Bisa Dicoba

    1. Pembersih kaca: Semprotkan ke bagian noda, biarkan beberapa menit untuk melunakkan lilin, lalu bersihkan dengan kain bersih yang lembab.
    2. Sabun cuci piring: Celupkan spons ke dalam semangkuk air sabun dan gosok noda krayon dengan lembut denga gerakan melingkar untuk menghilangkannya, lalu keringkan dinding dengan kain bersih.
    3. Pembersih serbaguna: Semprotkan pembersih serbaguna penghilang minyak pada noda dan bersihkan noda dengan tisu.
    4. Penghapus pensil: Cukup basahi penghapus dengan air dan bersihkan nodanya. Jika perlu, bersihkan sisanya dengan pembersih dan kain lap.
    5. Kaos dan setrika: Lipat kaos lama menjadi “bantalan” yang tebal, letakkan di atas noda krayon, gunakan serika dengan api sedang di atas noda untuk melelehkan dan mengangkatnya dari dinding ke kain.

    Kamu bisa pertimbangkan untuk mengecat ruang bermain atau ruang makan (atau area lain di mana krayon sering digunakan) dengan cat yang finishing-nya glossy agar dinding lebih gampang dibersihkan.

    Buat kamu yang pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Lakukan 7 Upgrade Ini buat Dongkrak Nilai Jual Rumah


    Jakarta

    Sebelum memasang iklan untuk menjual rumah, sebaiknya kamu melakukan beberapa perbaikan dan perubahan untuk meningkat harga jual rumah. Kamu bisa meng-upgrade penampilan dan fungsi hunian untuk menarik perhatian calon pembeli rumah.

    Lalu, apa saja yang bisa dilakukan untuk meningkatkan nilai jual rumah? Simak penjelasan berikut ini, dilansir dari propertymark, Selasa (16/4/2024).

    1. Dekor Ulang

    Ubah tampilan rumah dengan melakukan dekor ulang interior. Salah satu cara paling populer dan relatif murah adalah dengan menambahkan sedikit cat dinding. Warna-warna netral paling menarik bagi pembeli rumah dan dapat memberikan tampilan baru pada rumah.


    2. Perbaiki Kerusakan Kecil

    Perbaiki kerusakan kecil di sekitar rumah seperti cat yang mengelupas, noda pada dinding, dan keran bocor. Meski bukan perkara besar, memperbaiki kerusakan kecil memberi kesan rumah terawat. Sedangkan masalah besar seperti kelembapan tidak perlu ditutup-tutupi karena akan terlihat ketika survei rumah.

    3. Pintu Depan

    Kesan pertama rumah ada pada bagian depan rumah, yakni pintu. Apabila kamu tidak bisa mengganti pintu, setidaknya memperindah penampilan pintu dengan mengecat ulang atau mengganti gagang pintu.

    4. Pencahayaan

    Pencahayaan rumah yang bagus sangat mendukung keindahan rumah. Apalagi kalau calon pembeli mengunjungi rumah di malam hari. Pastikan semua lampu bekerja dengan baik serta tambahkan lampu-lampu di area yang dirasa perlu.

    5. Pekarangan

    Rapikan dan hiasi pekarangan untuk penampilan eksterior rumah yang lebih enak dipandang. Beri beberapa pot dan tanaman hias serta bersihkan jalan setapak untuk memberi kesan menarik bagi calon pembeli. Pekarangan dengan desain yang indah tentu bisa menambah nilai jual rumah.

    6. Dapur

    Sering kali bagian dapur menjadi fokus utama bagi kebanyakan pembeli. Biasanya bagian rumah ini menjadi yang pertama direnovasi oleh pembeli, sehingga penampilan dapur yang sudah bagus bisa menjadi pertimbangan bagi calon pembeli.

    Jika tidak ingin menghabiskan biaya merenovasi dapur, kamu bisa sekadar mengecat dinding, mengganti gagang laci, memperbaiki lampu, dan membersihkan dapur.

    7. Kamar Mandi

    Kamu juga bisa meng-upgrade kamar mandi dengan menghilangkan kerak, mengecat tembok, menambah layar kaca, dan mengganti keran. Kamar mandi yang terlihat bersih akan menarik perhatian calon pembeli rumah.

    Itulah beberapa perubahan yang bisa kamu lakukan untuk menambah nilai jual rumah. Semoga bermanfaat!

    Buat kamu yang pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Alasan Kenapa Berkebun di Rumah Itu Baik


    Jakarta

    Memiliki kebun sendiri di rumah seharusnya bukan hanya sebagai “tambahan” saja ya teman-teman. Dengan membangun kebun mini di rumah sendiri, kamu jadi bisa membantu memerangi masalah perubahan iklim di Indonesia.

    Di samping itu, memiliki kebun di rumah juga bisa menambah nilai estetik dari rumah tersebut. Rumah jadi terlihat lebih sejuk dan asri.

    Tidak hanya sebatas itu saja, masih ada beberapa alasan lain mengapa berkebun itu memiliki banyak manfaat.


    Dikutip dari lovethegarden.com, masih ada beberapa alasan mengapa berkebun itu baik untuk kita.

    Kenapa Harus Berkebun di Rumah?

    1. Kesehatan Tubuh

    Aktivitas berkebun di luar ruangan seperti menggali, menanam, menyiram, bisa dijadikan sebagai olahraga rutin. Selain mendapatkan aktivitas berolahraga, dengan berkebun kita juga akan mendapatkan hasil panennya, sehingga membuat aktivitas berkebun menjadi salah satu aktivitas yang sangat produktif dan “win-win”.

    Kegiatan berkebun juga bisa disesuaikan dengan kondisi tubuh. Bagi para orang tua yang sudah tidak bisa membungkuk atau orang yang kakinya lumpuh, kamu bisa membuat kebun yang ditinggikan (raised beds) atau kamu juga bisa membeli alat berkebun yang panjang, sehingga memudahkan para orang tua dan orang yang mempunyai disabilitas.

    2. Menyehatkan Pikiran

    Aktivitas berkebun terbukti bisa melepas stress. Aktivitas berkebun ini bisa membuat pikiran tenang dan rileks, karena efek dari lingkungan asrinya. Tanaman dapat memberi kita alasan untuk melakukan sesuatu. Ketika kita melihat tanaman kita tumbuh subur, kita akan mendapatkan rasa kepuasan.

    Menyibukkan diri dengan berkebun juga membuat pikiran kita jernih dan terbebas dari stress. Selain itu, ketika sudah waktunya panen, kamu juga bisa berbagi kebahagiaan dengan mengundang saudara dan anak untuk memetik buah bersama.

    3. Baik untuk Kesehatan Dompet

    Tentunya aktivitas berkebun juga bisa membantu mengurangi pengeluaran atau bahkan menambah pemasukan.

    Dengan adanya kebun, kamu juga bisa mendapatkan buah dan sayur hasil panen tersebut, sehingga kamu bisa mengurangi beban belanjaan untuk masak di rumah. Selain itu, kamu juga bisa mencoba untuk menjual sebagian hasilnya ke pasar lokal atau ke tetangga

    4. Baik untuk Satwa Liar

    Bukan hanya manusia saja yang mendapatkan manfaat dari kebun ini, hewan seperti burung, kupu-kupu, lebah,dll juga bisa mendapatkan manfaatnya.

    Tumbuhan dapat berperan sebagai sumber makanan dan tempat berlindung bagi satwa liar. Dengan adanya sumber air, makanan, tanaman, dan tempat berlindung, taman kamu bisa menjadi surga bagi satwa liar.

    Nah, itu dia beberapa manfaat dari berkebun di rumah kamu. Setelah mengetahui manfaatnya ini, apa kamu tertarik untuk membuat kebun di rumahmu?

    Buat kamu yang pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Adab Masuk Rumah Sesuai Sunah Rasulullah SAW


    Jakarta

    Agama Islam bukan sekadar ajaran yang harus diimani bagi Muslim, melainkan juga gaya hidup sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Segala perbuatan yang dilakukan Rasulullah SAW merupakan sunah yang bila dikerjakan maka memperoleh pahala.

    Berbagai kegiatan sudah diatur dalam Islam, termasuk hal sepele sekali pun seperti memasuki rumah. Ada beberapa amalan yang bisa seorang Muslim lakukan di dalam rumah supaya mendapat kebaikan serta mengikuti ajaran Rasulullah SAW.

    Oleh karena itu, sebaiknya membangun kebiasaan baik sesuai sunah ketika melakukan kegiatan sesederhana memasuki rumah. Melansir dari muslim.sg, berikut ini cara memasuki rumah sesuai sunah Rasulullah SAW.


    Membaca Doa Masuk Rumah

    Rasulullah SAW mengajarkan umatnya agar membaca doa ketika memasuki suatu tempat, termasuk rumah sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut.

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ الْمَوْلِجِ وَخَيْرَ الْمَخْرَجِ بِسْمِ اللَّهِ وَلَجْنَا وَبِسْمِ اللَّهِ خَرَجْنَا وَعَلَى اللَّهِ رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا

    Bacaan latin: “Allahumma inni as-aluka khoirol-mauliji wa khoirol-makhroji bismillahi walajna wa bismillahi khorojna wa ‘ala Robbina tawakkalna.”

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan tempat masuk dan kebaikan tempat keluar, dengan menyebut nama-Mu kami masuk, dengan menyebut nama-Mu kami keluar, dan hanya kepada Allah, Tuhan kami, kami bertawakal.” (HR. Abu Daud)

    Masuk dengan Mendahulukan Kaki Kanan

    Ketika memasuki rumah, kamu bisa melangkah masuk ke dalam rumah dengan mendahulukan kaki kanan. Rasulullah SAW sering kali mendahulukan anggota tubuh sebelah kanan di berbagai keadaan, terutama ketika hal melakukan hal baik. Perkara tersebut pernah disebutkan oleh Aisyah RA sebagai berikut.

    كانَ النبيُّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ، في تَنَعُّلِهِ، وتَرَجُّلِهِ، وطُهُورِهِ، وفي شَأْنِهِ كُلِّهِ

    Artinya: “Dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam amat menyukai memulai dengan kanan dalam mengenakan sandal, menyisir rambut, bersuci dan dalam urusannya yang penting semuanya,” (HR. Bukhari)

    Mengucap Salam saat Masuk Rumah

    Selain itu, Rasulullah SAW juga mengajarkan kepada umat Islam mengucapkan salam ketika masuk rumah menemui anggota keluarga. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam riwayat berikut.

    إِذَا دَخَلْتَ عَلَى أَهْلِكَ فَسَلِّمْ يَكُونُ بَرَكَةً عَلَيْكَ وَعَلَى أَهْلِ بَيْتِكَ

    “Apabila engkau menemui keluargamu, maka ucapkanlah salam sehingga menjadi berkah bagimu dan bagi keluargamu.” (HR. At-Tirmizi)

    Bahkan, apabila rumah sedang tidak ada penghuni, maka ucapkan salam sebagaimana anjuran Imam An-Nawawi recommended dalam kitab Al-Azkar, mengutip dari Muwatta’ of Imam Malik.

    السَّلَامُ عَلَينَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِين

    Bacaan Latin: “Assalamu ‘alaina wa-‘ala ‘ibadillahis-solihin.”

    Artinya: “Salam bagi diri kami dan salam bagi hamba Allah yang saleh.”

    Demikian sunah yang bisa dibiasakan setiap kali hendak memasuki rumah sesuai ajaran Rasulullah SAW. Semoga bermanfaat!

    Buat kamu yang pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Pertimbangkan 3 Hal Ini Sebelum Memulai Bisnis Properti


    Jakarta

    Bisnis properti merupakan usaha yang menarik di kalangan masyarakat yang mempunyai dana berlebih. Akan tetapi, menjalankan bisnis ini bisa cukup menantang karena ada berbagai aspek yang perlu diperhitungkan agar tidak salah langkah.

    Lantas, apa saja pertimbangan ketika ingin memulai bisnis properti? Simak penjelasan berikut ini.

    1. Kecukupan Dana

    Pengamat properti yang juga Direktur Global Asset Management, Steve Sudijanto mengatakan hal yang perlu diperhatikan sebelum masuk ke bisnis properti adalah berapa dana yang akan dialokasikan. Besaran dana menentukan langkah untuk memperoleh properti, salah satunya unit rumah.


    “Kalau anggaran kita di atas Rp 2 miliar, saya usul beli tanah (untuk dibangun rumah). Tapi kalau anggaran kita di bawah Rp 2 miliar saya usul beli rumah dan direnovasi,” ujar Steve kepada detikcom, Selasa (16/4/2024).

    Apabila memiliki dana yang sangat minim, Steve lebih menyarankan untuk berinvestasi di instrumen lain atau membeli rumah yang terjangkau untuk dikontrakan daripada jual-beli rumah.

    2. Kesediaan Waktu

    Bisnis properti termasuk investasi jangka menengah, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama hingga terjadi transaksi. Apalagi dengan lamanya proses pembangunan, renovasi, dan pembelian. Steve menyebut biasanya menjual properti membutuhkan waktu 3-24 bulan hingga uang cair.

    “Kalau anggarannya terbatas yang perlu diperhatikan itu jangka waktu karena kita berpacu dengan waktu. Semakin cepat properti itu bisa dimanfaatkan, dijual, atau disewakan, uang masuk. Beratikan, dana itu, pengembalian investasi itu cepat,” katanya.

    Maka, cara menjalankan bisnis properti juga perlu mempertimbangakan waktu yang ingin diluangkan pengusaha. Apabila menginginkan proses yang lebih cepat, bisa membeli rumah yang sudah jadi untuk direnovasi dan dijual kembali. Berbeda halnya dengan membeli tanah dan membangun rumah dari nol.

    “Kalau kita mau sabar dikit (dan) dana lebih longgar, bisa beli tanah. Kita bisa banyak kreasi (dan) pilihan atas bentuk rumah (serta) dimanfaatkan untuk apa,” tuturnya.

    3. Kriteria Rumah dan Tanah

    Pengusaha bisnis properti harus memilih rumah ataupun tanah dengan seksama. Perhatikan kriteria-kriteria penting yang dapat mempengaruhi daya tarik properti.

    Ketika membeli rumah, pastikan untuk memilih lokasi yang strategis, kondisi rumah yang masih bagus, keamanan lingkungan yang baik, dan kawasan dengan turnover rumah tinggi.

    Sementara, membeli tanah sebaiknya memilih lokasi yang diincar banyak orang. Lalu, Steve mengingatkan untuk memerhatikan bentuk tanah, jangan terlalu sempit lebarnya atau memanjang ke belakang. Kemudian, telusuri juga soal zoning, keamanan lingkungan, dan potensi banjir.

    Terakhir yang tak kalah penting untuk kedua properti tersebut adalah mengetahui kejelasan status kepemilikan dan kelengkapan perizinan. Jangan sampai tergiur harga rumah atau tanah yang murah, tetapi status kepemilikan dan perizinannya bermasalah.

    Buat kamu yang pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas! Jangan Tertipu Properti Murah yang Bermasalah



    Jakarta

    Membeli properti tidak bisa sembarangan, pembeli perlu melakukan riset secara mendalam untuk memilih rumah atau tanah yang tepat. Apalagi pembelian properti merupakan keputusan yang cukup besar karena harganya yang tidak murah.

    Pengamat properti yang juga Direktur Global Asset Management, Steve Sudijanto menyebutkan kesalahan yang sering kali terjadi adalah pembeli tertipu dengan harga properti yang murah. Setelah pembelian, barulah diketahui adalah masalah dengan lokasi rumah ataupun tanah.

    “Properti yang bermasalah, dalam arti lokasinya bukan lokasi prima yang digemari. Belinya asal murah ketipu dengan harga murah. Jadi, konteks harga murah itu belum tentu murah, karena lokasinya bermasalah dan status surat-suratnya, kepemilikannya juga bermasalah,” ujar Steve kepada detikcom, Selasa (17/4/2024).


    Selain itu, pembeli bisa saja terlambat mengetahui ternyata lingkungan properti rawan terkena banjir yang tentunya mengganggu kenyamanan orang yang akan menempati rumah di kawasan itu.

    Untuk itu, Steve mengimbau agar waspada dengan plang yang menyebut rumah dijual dengan harga murah. Sebab, dikhawatirkan setelah properti dibeli, ternyata timbul masalah-masalah yang menguras kantong pembeli.

    “Dijual murah, nggak taunya mahal karena banyak embel-embelnya yang harus diselesaikan, banyak buntutnya. Jangan ketipu dengan harga murah, selidiki dulu. Jangan terburu nafsu, jangan terburu-buru, jangan tertipu dengan harga murah,” tuturnya.

    Terlebih lagi, sekarang ada banyak developer bodong yang menjual properti yang tidak jelas kepemilikan dan izinnya. Selain itu, ada developer bodong yang ternyata tidak memiliki dana yang cukup untuk menyelesaikan proyek pembangunan rumah, sehingga merugikan pembeli.

    “Patut diwaspadai apakah lokasinya layak, sudah ada PLN, sudah ada air, (dan) tidak banjir. Apakah surat-surat kepemilikannya jelas? Apakah perizinannya jelas? Apakah developer-nya bisa dipercaya? Dalam arti punya duit untuk menyelesaikan janji-janjinya itu, (seperti) jalan masuk, fasilitas keamanan, (dan) penerangan. Karena semuanya pakai uang. Jangan (tertipu developer) PHP,” jelas Steve.

    Baik pengguna akhir maupun pengusaha bisnis properti harus memilih rumah ataupun tanah dengan seksama karena properti adalah investasi yang besar. Terutama bagi pengusaha properti, sebaiknya memerhatikan kriteria-kriteria penting yang dapat mempengaruhi daya tarik properti.

    Ketika membeli rumah, pastikan untuk memilih lokasi yang strategis, kondisi rumah yang masih bagus, keamanan lingkungan yang baik, dan kawasan dengan turnover rumah yang tinggi.

    Sedangkan, membeli tanah sebaiknya memilih lokasi yang diincar banyak orang. Kemudian, perhatikan juga bentuk tanah, jangan terlalu sempit lebarnya atau memanjang ke belakang. Lalu, telusuri juga soal zoning, keamanan lingkungan, dan potensi banjir.

    Buat kamu yang pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Posisi Cermin di Kamar Bisa Ganggu Kualitas Tidur, Ini Penjelasannya



    Jakarta

    Keberadaan cermin di dalam rumah menurut feng shui dapat mendatangkan keberuntungan. Tidak sedikit orang meletakkan cermin di setiap ruangan termasuk kamar tidur tanpa tahu aturannya.

    Alhasil beberapa ada yang merasa gelisah ketika tidur, sulit tidur, atau menjadi cemas selama di kamar. Hal ini bisa jadi karena tempat meletakkan cermin yang salah.

    Menurut pakar Feng Shui, Suhu Xiang Yi, dalam Feng Shui, tempat meletakkan cermin yang salah dapat mempengaruhi pada kualitas tidur seseorang sebab cermin dapat memberi energi dan mengganggu.


    “Jadi kalau di kamar tidur, dindingnya ada cermin, biasanya akan menimbulkan pantulan oleh cahaya yang mengganggu kualitas istirahat,” jelas Suhu Xiang Yi saat dihubungi detikProperti pada Selasa (16/4/2024).

    Namun, bukan berarti ada cermin di kamar tidur tidak diperbolehkan. Justru sebaliknya, meletakkan cermin di kamar tidur tidak masalah menurut Suhu Xiang Yi asalkan tempatnya benar.

    Cermin di kamar tidur sebaiknya tidak berukuran terlalu besar hingga memperlihatkan seluruh badan. Cermin ukuran kecil atau setengah badan yang dianjurkan. Lalu cukup meletakkan 1 cermin saja di kamar tidur dengan ketinggian sekitar 160 cm di atas lantai atau sejajar dengan wajah saat berdiri.

    “Kalau dia tidak kena muka tidak jadi persoalan. Yang penting tidak langsung menghadap muka,” sebut Suhu Xiang Yi.

    Seperti yang disebutkan tadi, cermin sebaiknya tidak mengarah langsung ke tempat tidur atau karpet karena dapat mengganggu kualitas tidur. Kamu bisa mengukur posisinya sudah benar atau belum dengan melihat bayangan diri sendiri di cermin dari tempat kamu beristirahat. Jika kamu masih terlihat di cermin ketika tidur, atur posisi agar tubuh kamu tidak ada yang mengarah langsung ke cermin.

    Fungsi cermin hanya membantu untuk memperlihatkan refleksi diri saat berdiri di depannya dan menambah kesan luas pada ruangan.

    Selain posisi cermin, kamu juga tidak boleh memasang cermin di kedua sisi kamar hingga berhadapan karena akan membuat ilusi bayangan tidak terhingga.

    “Kalau berhadapan membuat pusing. Bayangan itu akan membuat bayangan yang tidak terhingga dan itu mengganggu,” katanya.

    Jika kamu butuh kaca seukuran badan untuk melihat penampilan, sebaiknya diletakkan di tempat berbeda seperti membuat ruang ganti tambahan yang terpisah dari kamar tidur.

    “Tempat ganti baju, kita perlu melihat baju sesuai apa ngga, biasanya perlu melihat satu badan,” pungkas Suhu Xiang Yi.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Aturan Bikin Kandang Ternak Menurut Undang-undang


    Jakarta

    Ketika kita ingin membangun sesuatu, pasti akan ada aturan yang mengatur hal tersebut. Termasuk juga ketika mendirikan kandang ternak atau peternakan. Ada berbagai aturan khusus dan regulasi yang mengatur tentang peternakan dan budi daya hewan sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

    Dari peraturan tentang lokasi hingga perizinannya. Aturan-aturan berikut bertujuan untuk memastikan keamanan dan kesejahteraan hewan, serta melindungi kepentingan masyarakat luas. Kira- kira apa saja aturannya? Simak selengkapnya di bawah ini.

    Lokasi Peternakan/Kandang Ternak

    Lokasi yang sesuai untuk membangun kandang ternak dan peternakan, haruslah jauh dari pemukiman warga. Jarak antara lokasi kandang ternak dan pemukiman warga minimal adalah 25 meter. Tujuannya adalah untuk menghindari gangguan kepada warga bisa ditimbulkan oleh adanya kandang ternak. Hal ini disampaikan oleh Pengacara Rizal Siregar kepada detikProperti pada Rabu (17/4/2024).


    “Untuk mendirikan sebuah peternakan seharusnya memilih tempat yang lokasinya jauh dengan pemukiman masyarakat, hal ini untuk menjaga agar dampak yang ditimbulkan oleh kandang ternak tidak sampai ke pemukiman masyarakat yang memiliki Jarak peternakan minimal 25 meter dari pemukiman warga,” kata Pengacara Rizal Siregar kepada detikProperti via pesan seluler.

    Perizinan Pembangunan Peternakan

    Dalam membangun peternakan, ada beberapa perijinan yang harus diurus. Pengacara Rizal Siregar mengatakan semuanya telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

    Di dalam UU No. 18 tahun 2009, ada diatur tentang Izin Usaha Peternakan berupa izin dari pemerintah daerah kabupaten/kota. Perijinan ini wajib dimiliki oleh oleh peternakan yang melakukan budi daya ternak dengan jenis dan jumlah ternak di atas skala usaha tertentu seperti yang telah tertulis pada Pasal 29 ayat 3 UU No. 18 Tahun 2009.

    Akan tetapi, untuk peternakan pribadi atau peternakan yang dimiliki oleh warga, tidak perlu untuk mengurus Izin Usaha Peternakan dari pemerintah daerah kabupaten/kota. Hal ini dikarenakan peternakan yang dimiliki oleh warga bukanlah perusahaan peternakan dengan jumlah ternak di atas skala usaha yang di atur dalam undang-undang.

    “Peternakan yang dimiliki warga itu bukan berupa perusahaan dengan jenis dan jumlah ternak di atas skala usaha tertentu. Untuk itu, tidak diperlukan Izin Usaha Peternakan sebagaimana yang diwajibkan dalam UU No. 18 Tahun 2009,” kata Rizal.

    Selanjutnya, berdasarkan Pasal 29 ayat (2) UU No. 18 Tahun 2009, peternak yang melakukan budi daya ternak dengan jenis dan jumlah ternak di bawah skala usaha tertentu diberikan tanda daftar usaha peternakan oleh pemerintah daerah kabupaten/kota.

    Jaminan Keamanan dan Kesehatan Hewan

    Hal yang penting untuk diperhatikan dalam membangun peternakan adalah jaminan keamanan dan kesehatan hewan ternaknya. Hal ini juga sudah diatur dalam UU No. 18 Tahun 2009, khususnya pada pasal 60 ayat (1).

    Dalam pasal tersebut dijelaskan bahwa warga yang mempunyai budi daya ternak pribadi di kawasan pemukiman masyarakat, wajib mengajukan permohonan untuk memperoleh Nomor Kontrol Veteriner (NKV) kepada pemerintah daerah provinsi. NKV adalah nomor registrasi unit usaha produk hewan sebagai bukti telah dipenuhinya persyaratan higienis dan sanitasi sebagai kelayakan dasar jaminan keamanan produk hewan.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Salah Pilih, Ini Kriteria Tanah yang Cocok buat Bisnis Properti


    Jakarta

    Bisnis properti bisa dijalankan dengan membeli sebidang tanah yang kemudian dibangun rumah untuk dijual. Apabila memiliki dana yang lebih longgar, cara ini bisa dipertimbangkan karena memungkinkan pengusaha bebas berkreasi dengan bentuk rumah.

    Pengamat properti yang juga Direktur Global Asset Management, Steve Sudijanto mengatakan membangun rumah dari awal di tanah kosong bisa menguntungkan pengusaha. Kalau mendapatkan tanah yang luas dengan harga yang memadai, misalkan seluas 200 meter persegi. Pengusaha dapat membagi tanah untuk membangun dua rumah.

    Kemudian, tanah dengan bentuk yang strategis sebagian bisa dibangun rumah, sementara separuh lain disimpan untuk dibangun di waktu lain. Menurut Steve, menjalankan bisnis properti dengan membangun rumah sendiri memberikan fleksibilitas dan lebih banyak opsi buat pengusaha.


    “Kita bisa juga bangunannya itu dibangun sesuai selera kita. Umpamanya bangunan bertingkat, kita mau berapa lantai, dan manfaatnya kita bisa juga sesuaikan untuk kebutuhan. Sesuaikan dengan zoning atau peruntukan di tanah tersebut,” ujar Steve kepada detikcom, Selasa (16/4/2024).

    Namun, membeli tanah untuk bisnis properti tidak boleh sembarangan. Ada beberapa kriteria tanah bisa menarik perhatian calon pembeli, sehingga cocok untuk bisnis properti.

    1. Permintaan Pasar

    “Beli tanah pun harus punya lokasi yang bagus, contohnya bisa dibangun terus dijual dengan cepat. Itu pertama, apakah demand-nya tinggi untuk lokasi yang akan dibeli tanah tersebut,” katanya.

    Steve menyarankan agar tidak terjerumus dan salah pilih lokasi properti. Salah satunya dengan memperhatikan permintaan pasar akan suatu kawasan.

    “Kita bisa lihat kita tengok di kanan, apakah rumah yang dijual itu cepat dibeli orang. Jadi baru pasang plang ‘dijual’, terus baru seminggu udah ada yang telepon,” ungkapnya.

    Hal itu salah satu ciri kawasan yang digemari masyarakat. Adapun kawasan yang digemari pembeli rumah, menurut Steve tidak memakan waktu lama untuk menjual rumah. Maksimal waktu tunggu selama tiga bulan hingga rumah terjual.

    Seperti halnya kawasan yang saat ini yang sedang trend, Transit Oriented Development (TOD), yakni rumah-rumah yang dekat transportasi seperti LRT, MRT, Transjakarta, dan KRL tengah digemari. Sebab, orang banyak memilih naik kendaraan umum.

    2. Bentuk Tanah

    Perhatikan bentuk tanah yang akan dibeli. Steve mengimbau untuk tidak memilih tanah yang berbentuk memanjang dengan lebar yang sempit dan membujur ke belakang. Ia lebih menyarankan tanah dengan lebar minimal 8-12 meter karena lebih mudah dibagi menjadi beberapa rumah.

    Pemilik tanah bisa membagi tanah untuk membangun dua rumah ataupun membangun rumah di separuh tanah dulu. Sedangkan sisa setengah tanah bisa disimpan untuk membangun rumah lain ke depannya.

    3. Zoning

    Selain itu, pilih tanah dengan zoning yang sesuai dengan tujuan pembangunan. Zoning merupakan pemetaan atau pembagian kawasan oleh pemerintah.

    Jika ingin membangun rumah, maka pastikan area tersebut diizinkan untuk menjadi kawasan residensial. Sebab, banyak orang ketipu membeli tanah yang tidak dibangun secara optimal karena ternyata tidak sesuai ketetapan zoning.

    “Kita kalau membeli sesuatu itu, kita harus lihat zoningnya itu untuk apa. Kalau zoning-nya hanya residensial, kita hanya untuk disewakan sebagai residensial atau untuk dijual lagi sebagai residensial, sebagai rumah biasa. Tapi kalau zoning-nya itu campuran, atau untuk komersil, itu bisa untuk kos, hotel, restoran, dan seterusnya,” jelasnya.

    4. Keamanan

    Terakhir, pastikan tanah memiliki lingkungan dan kondisi alam yang aman. Pilih yang aman tanah yang tidak rawan banjir dan fenomena alam lainnya. Hal ini penting untuk menjamin keamanan dan kenyamanan penghuni rumah nantinya.

    Demikian kriteria tanah yang cocok buat bisnis properti. Semoga bermanfaat!

    Buat kamu yang pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com