Blog

  • 5 Langkah Aman Ganti Lampu yang Mati Tanpa Takut Tersetrum


    Jakarta

    Lampu di rumah memiliki jangka waktu pemakaian, sehingga saat masa penggunaannya habis cahayanya otomatis padam. Tanda-tanda lampu mati berbeda-beda, ada yang jadi sering berkedip, ada yang cahayanya semakin redup, atau langsung mati begitu saja.

    Saat lampu mati, kamu hanya perlu mengganti bohlamnya saja dengan yang baru, aliran listrik akan tetap berfungsi. Sayangnya, ada sebagian orang yang khawatir saat ingin mengganti lampu sendiri dapat tersengat listrik.

    Padahal mengganti lampu cukup aman dilakukan seorang diri tanpa bantuan ahli atau orang dari PLN. Bahkan saat ini sudah ada tongkat yang bisa digunakan untuk melepas bohlam lampu yang mati. Namun, tongkat ini terkadang tidak efektif di beberapa jenis lampu atau ketinggian tertentu.


    Sekarang kamu tidak perlu khawatir, mengutip dari Angi, Sabtu (27/4/2024) berikut cara melepas dan mengganti lampu yang mati atau rusak dengan aman.

    1. Pastikan Saklar Lampu Mati dan Putar Bohlam yang Mati

    Saat hendak mengambil bohlam lampu yang mati kamu perlu memakai sarung tangan agar tidak terkena sengatan listrik. Lalu pastikan saklar lampu tersebut dalam keadaan mati. Setelah itu pegang bagian bawah lampu dan geser hingga terlepas.

    2. Beli Lampu dengan Watt Sesuai

    Jika lampu sebelumnya kamu tidak ada masalah, maka lampu yang baru samakan besar wattnya. Watt yang terlalu kecil atau terlalu besar dari aliran listrik yang dipasang di rumah dapat menyebabkan kebakaran karena korsleting listrik.

    3. Matikan Saklar Listrik

    Pada saat memasang bohlam lampu yang baru pastikan saklar listrik lampu tersebut dalam keadaan mati dan kamu memakai sarung tangan.

    4. Coba Hidupkan Lampu

    Tekan saklar untuk menghidupkan lampu. Apabila lampu langsung menyala seperti biasa maka pemasangan berhasil. Namun apabila lampu tidak langsung menyala, kamu perlu memperbaiki posisinya atau mengecek aliran listrik di rumah apakah ada yang terputus.

    5. Setelah Terpasang Jangan Memegang Lampu

    Berhati-hati saat hendak memperbaiki posisi bohlam lampu yang baru terpasang, hindari langsung memegangnya. Lebih baik dekatkan punggung tangan di dekat bohlam lampu tanpa disentuh, jika hangat tunggu sampai dingin baru aman untuk dilepas.

    Itulah cara aman mengganti lampu tanpa takut kesetrum. Semoga bermanfaat ya detikers!

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Tanaman Hias yang Tidak Butuh Banyak Sinar Matahari


    Jakarta

    Belakangan ini kembali ramai tren memelihara tanaman hias di rumah, tren ini tentunya sangat baik bagi masyarakat Indonesia supaya mereka jadi lebih semangat untuk menanam tumbuhan di rumah mereka.

    Dengan adanya tren ini, tidak hanya semata untuk menyemangati masyarakat untuk menghiasi rumahnya dengan tumbuhan, tren ini juga membantu masyarakat Indonesia dalam memerangi isu perubahan iklim.

    Sayangnya, tren ini memerlukan media tertentu dan memakan tempat yang tidak sedikit. Biasanya, tanaman hias ini ditempatkan di luar ruangan. Selain untuk menghindari masuknya serangga, membiarkan tanaman hias di luar ruangan juga ditujukan agar tanaman lebih mudah untuk mendapatkan asupan sinar matahari supaya bisa tetap hidup.


    Hal ini membuat masyarakat kota besar di Indonesia menjadi kesulitan untuk mengikuti tren ini. Pasalnya, kebanyakan dari mereka tidak memiliki lahan yang cukup luas untuk menanam tanaman hias tersebut.

    Nah, bagi kamu yang punya masalah serupa, sebenarnya masih ada alternatif lain untuk kamu supaya bisa tetap mengikuti tren ini, caranya yaitu dengan menanam tanaman hias di dalam rumah.

    8 Tanaman Hias Indoor Low-Light

    Mengutip dari housebeautiful.com, sebenarnya masih ada banyak tanaman hias yang tidak memerlukan banyak sinar matahari, bahkan ada juga tanaman hias yang bisa hidup di area yang gelap. Berikut beberapa contohnya.

    1. Peperomia Hijau Polos (Baby Rubber Plant)

    Peperomia raindrop plant stand on concrete wall background. Home gardening. Banner with copy space.Peperomia raindrop plant stand on concrete wall background. Home gardening. Banner with copy space. Foto: Getty Images/iStockphoto/Anna Ostanina

    Tanaman hias yang satu ini memiliki sebuah rahasia. Tanaman ini bisa berbunga dan menumbuhkan duri. Syaratnya, kamu harus menyimpannya di tempat yang minim cahaya.

    Penyiraman: 1x dalam seminggu

    2. English Ivy

    A selection of photographs taken primarily in our English cottage garden of a wide variety of native plants, flowers, foliage and flora.English Ivy. Foto: Getty Images/Jack Holliday

    Tanaman ini sangat ideal ditempatkan pada kamar mandi atau tempat dengan tingkat kelembaban yang tinggi dan minim cahaya matahari. English Ivy memiliki pertumbuhan yang sangat cepat, maka dari itu ada baiknya jika kamu menanamnya pada pot gantung.

    Penyiraman: 1x dalam seminggu

    3. Stromanthe Triostar

    Stromanthe Triostar or Tricolor plant. Tropical native Brazilian plant. Soft pink and green colors with a bit of cream. Photo taken in bright natural light in South Florida on April 30th 2018. Stromanthe tricolor.Stromanthe Triostar or Tricolor plant. Tropical native Brazilian plant. Soft pink and green colors with a bit of cream. Photo taken in bright natural light in South Florida on April 30th 2018. Stromanthe tricolor. Foto: Getty Images/iStockphoto/Crystal Bolin Photography

    Tanaman ini adalah salah satu tanaman hias yang memiliki banyak warna, selain itu tanaman ini juga hanya memerlukan air yang sangat sedikit sehingga sangat cocok bagi para pemula.

    Penyiraman: 1x dalam 2 minggu

    4. Sirih Gading Enjoy (Pothos ‘N’joy’)

    The Pothos with a Natural Light in the Morning Summer DayThe Pothos with a Natural Light in the Morning Summer Day Foto: iStock

    Tanaman hias yang satu ini memiliki sifat tubuhnya yang berecabang dan bisa tumbuh panjang.

    Penyiraman: 1~2x dalam seminggu

    5. Lidah Mertua (Sansevieria Trifasciata)

    ilustrasi lidah mertuailustrasi lidah mertua Foto: Getty Images/iStockphoto/Ashley-Belle Burns

    Sansevieria Trifasciata atau biasa dikenal dengan sebutan Lidah Mertua adalah salah satu tanaman hias yang sudah umum dan sering kita lihat di Indonesia.

    Penyiraman: Setiap dua hingga tiga minggu sekali, biarkan tanah mengering di antara penyiraman

    6. Aglaonema

    Siam Aurora or Aglaonema Red Lipstick This ornamental plant has a beautiful red color on the edge of the leaf. Close-up photos from top view.Siam Aurora or Aglaonema Red Lipstick This ornamental plant has a beautiful red color on the edge of the leaf. Close-up photos from top view. Foto: Getty Images/iStockphoto/nakorn tannonngiw

    Spesies tanaman Aglaonema belakangan ini memang ramai digemari ibu rumah tangga. Tanaman ini memiliki daya tahan indoor yang sangat tinggi, tetapi sayangnya tanaman ini hanya boleh ditempatkan di ruangan yang kering.

    Selain itu, Aglaonema juga sangat beracun bagi hewan peliharaan seperti Kucing, Anjing, dll. Oleh karena itu, tanaman ini tidak ideal bagi pemilik hewan peliharaan.

    Penyiraman: 1x dalam 7~10 hari

    7. Spider Plant (Chlorophytum comosum)

    cat playing in spider plantcat playing in spider plant Foto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

    Kemampuan beradaptasi tanaman ini membuatnya sangat mudah untuk tumbuh, tetapi suhu yang terasa terlalu panas atau dingin dapat menyebabkan kematian pada tanaman ini. Selain itu, kamu harus memastikan tanahnya selalu sedikit lembab.

    Penyiraman: 1x dalam seminggu (Pastikan tanah tetap lembab dengan menyemprotkan air dari botol)

    8. Janda Bolong atau Monstera

    Monstera Monkey Mask or Obliqua or Adansonii stands on a white pedestal. Home plants care concept. the concept of minimalism and scandi style, garden roomMonstera Monkey Mask or Obliqua or Adansonii stands on a white pedestal. Home plants care concept. the concept of minimalism and scandi style, garden room Foto: Getty Images/iStockphoto/Kseniia Soloveva

    Disamping membutuhkan cahaya yang sedikit, tanaman ini tidak akan tumbuh cepat bila disimpan pada tempat yang minim cahaya, sehingga sangat cocok untuk ruangan yang sempit.

    Akan tetapi, tanaman ini sangat beracun, baik itu bagi manusia maupun hewan, jadi kamu harus ekstra hati-hati.

    Penyiraman: 1x dalam 1~2 minggu

    Nah itu dia beberapa tanaman hias yang bisa kamu tanam di tempat yang minim cahaya, atau bahkan di tempat yang gelap.

    Sebenarnya, masih ada banyak lagi tanaman hias yang hanya membutuhkan sedikit sinar matahari. Sebelum membeli tanaman hias, kamu bisa mengecek spesifikasi perawatan tanaman tersebut. Bila tanaman tersebut tidak memerlukan banyak sinar matahari, biasanya tanaman tersebut bisa ditanam di dalam ruangan.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Memahami Panduan Mencuci Baju Berdasarkan Logo-Logo di Labelnya


    Jakarta

    Ketika kamu membeli pakaian dari mulai pakaian dalam, celana, hingga baju, pasti kamu sering menemukan sebuah label yang menempel pada pakaian tersebut.

    Biasanya pada label tersebut dituliskan beberapa informasi dari pakaian tersebut, dari mulai bahan, hingga hal yang tidak boleh dilakukan pada pakaian tersebut. Selain itu, ada juga label yang hanya menggunakan simbol tertentu tanpa ada penjelasan di dalamnya.

    Nah, bagi kamu yang belum tahu apa saja arti dari simbol-simbol tersebut, sebaiknya kamu kenali terlebih dahulu. Simbol tersebut nyatanya bukan hanya sebuah dekorasi semata saja, namun biasanya simbol itu justru menyimpan informasi penting dari pakaian tersebut loh.


    Dikutip dari lifehacker.com. CEO Meurice Garment Care, Wayne Edelman menyebutkan bahwa label pada pakaian tersebut sering memberikan pedoman membersihkan dan merawat pakaian tersebut dengan baik. Maka dari itu, kamu harus tahu arti dari simbol-simbol tersebut.

    “Penting halnya untuk membaca label pada pakaian, karena cara merawat yang baik bisa membuat pakaian kamu jadi lebih awet. Bila kamu menyalahi aturannya, justru pakaian tersebut akan rentan rusak,” kata Edelman.

    Arti Simbol-Simbol pada Label Pakaian

    Suhu Air

    Arti simbol berikut ini berarti penggunaan suhu air yang tepat ketika mencuci pakaian tersebut.

    Panduan Mencuci PakaianPanduan Mencuci Pakaian Foto: (istimewa)
    1. Cuci dengan air dingin (26,6ºC)
    2. Cuci dengan air hangat (40,5ºC)
    3. Cuci dengan air panas (48,8ºC)

    Jika jumlah titik pada simbol lebih dari tiga, itu berarti 60ºC untuk 4 titik, 71,1ºC untuk 5 titik, dan 93,3ºC untuk 6 titik.

    Arahan Mencuci

    Simbol-simbol ini bertujuan untuk memberikan arahan mengenai cara mencuci pakaian tersebut dengan benar.

    Panduan Mencuci PakaianPanduan Mencuci Pakaian Foto: (istimewa)
    1. Cuci dengan mesin cuci
    2. Hanya boleh dicuci manual (dengan tangan)
    3. Tidak boleh dicuci
    4. Hanya boleh dicuci kering atau dry clean
    5. Tidak boleh dicuci kering atau dry clean

    Cara Mengeringkan/Menjemur

    Tidak hanya cara mencuci saja, ada juga pedoman dalam cara mengeringkan beberapa pakaian tertentu. Berikut ini adalah simbol pedoman pengeringan baju.

    Panduan Mencuci PakaianPanduan Mencuci Pakaian Foto: (istimewa)
    1. Boleh dikeringkan dengan mesin putar pada mesin cuci (tumble dry)
    2. Tidak boleh dikeringkan dengan mesin putar pada mesin cuci (tumble dry)
    3. Keringan dengan cara digantung
    4. Keringkan dengan cara dibaringkan pada permukaan yang rata
    5. Dilarang untuk diperas

    Tipe Siklus

    Simbol-simbol ini ditujukan untuk penggunaan mesin cuci tertentu yang memiliki mode ini.

    Panduan Mencuci PakaianPanduan Mencuci Pakaian Foto: (istimewa)
    1. Normal cycle
    2. Permanent press
    3. Delicate cycle

    Edelman menyarankan, bila tipe mesin cuci kamu tidak memiliki mode ini, anggap saja mode normal cycle ini adalah mode cuci dengan panas tinggi, mode permanent press sebagai panas medium, dan mode delicate cycle sebagai panas rendah.

    Itu dia beberapa penjelasan simbol yang biasa dijumpai pada label di pakaian. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Menghitung Biaya-biaya yang Harus Dibayar untuk Tinggal di Apartemen


    Jakarta

    Jarak sekolah atau kantor yang jauh dari rumah seringkali memaksa kita untuk mencoba menggunakan fasilitas rumah sewa seperti kos-kosan, rumah kontrakan, atau sewa apartemen.

    Biasanya, paham masyarakat Indonesia mengenai rumah sewa adalah cukup dengan membayarkan biaya sewa saja lalu mereka bisa langsung menempatinya, tetapi nyatanya tidak begitu. Pada beberapa rumah sewa, para penghuni juga harus membayar beberapa fasilitas lain, seperti kebersihan, listrik, air, dan sebagainya.

    Adapun juga apartemen, sebagai salah satu jenis rumah sewa dengan fasilitas yang jauh lebih lengkap dibandingkan dengan kos-kosan atau rumah kontrakan. Lantas apa saja biaya yang harus dibayarkan bila kita ingin menyewa sebuah apartemen?


    Biaya yang Harus Dibayarkan Ketika Menyewa Apartemen

    Menurut Pengamat Properti Colliers, Steve Sudijanto, biaya sewa apartemen ada 3 komponen utama yaitu, biaya sewa apartemen, biaya service gedung, dan kebutuhan harian seperti listrik, air, parkir dan sebagainya.

    “Kontrak rumah dan apartemen tentu beda. Biaya sewa rumah tapak biasanya yang ditanggung adalah biaya pangkal, biaya rt/rw, dan biaya listrik. Untuk perbaikan rumah biasanya dibagi 2 antara penghuni dengan pemilik. Kalau apartemen ada 3 komponen, yang pertama sewa apartemen, kedua service charge atau perawatan gedung, dan terakhir adalah listrik dengan rate management gedung, parkir, dan air,” jelas Steve.

    Steve juga menjelaskan bahwa biaya parkir pada apartemen tentunya wajib untuk diperhatikan, karena biaya ini tidaklah murah dan ada jenisnya. Biasanya apartemen menyediakan 2 jenis biaya parkir, parkir reserve dan parkir non reserve.

    “Parkir juga perlu dicatat. Parkir itu ada 2 macam, reserve dan non reserve. Reserve sudah ada nomornya, tidak boleh dipakai oleh orang yang berbeda atau mobil yang berbeda hanya untuk yang sudah membayarnya saja, dan yang non reserve ya itu rebutan, kalau sudah penuh ya sudah,” sambungnya.

    Selain itu ia juga menjelaskan bahwa selain biaya listrik yang beda (lebih mahal), biaya air PAM di apartemen juga terhitung lebih mahal dibandingkan pada umumnya. hal ini dikarenakan air tersebut harus diolah dan harus disalurkan hingga ke lantai tertinggi apartemen tersebut.

    “Air kalau di rumah sesuai PAM kalau di apartemen butuh diolah dan disalurkan hingga lantai 10 pakai pompa, dan pompanya juga pakai listrik, ditambah harga per kubiknya juga beda,” tegas Steve.

    Fasilitas Apartemen Rusak Siapa yang Tanggung?

    Menurut Steve, ketika ada kerusakan pada ruangan apartemen, penghuni bisa langsung melaporkannya pada pengelola, Biasanya, bila kerusakan tersebut terhitung sangat fatal, korban penghuni tersebut akan dialokasikan ke unit lain.

    “Itu harus lapor ke pengelola, solusinya, kalau udah ada kebocoran itu sudah suatu masalah besar yang salah satunya yaitu korban di bawahnya harus dialokasikan ke unit yang tidak bocor,” jawab Steve.

    Ia menyebutkan bahwa kerusakan yang fatal dan dapat mengganggu penghuni, seharusnya wajib untuk diperbaiki oleh pengelola apartemen tersebut.

    “Apartemen yang bocor itu harus diperbaiki oleh pemilik apartemen dan pengelola gedung, wajib itu. Penghuni tidak bertanggung jawab. penghuni harus menerima apartemen dalam kondisi apartemen dengan baik itu prinsip sewa menyewa,” tutur dia.

    Terpisah, Property Development & Investment Specialist, Anton Sitorus menyebutkan, ada dua jenis kerusakan, jika kerusakan tersebut ada sebelum proses serah terima, maka kerusakan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengelola, lain halnya dengan kerusakan yang terjadi ketika penghuni tersebut sudah lama menempati ruangan tersebut.

    “Kalau kerusakan sendiri karena kita yang pakai itu tidak ditanggung oleh pengelola. Tetapi kalau kerusakan struktural bukan karena pemakaian sendiri atau simplenya kesalahan dari kontraktor gedung tersebut, itu bisa di klaim dan dilaporkan ke pengelola. Mengenai siapa yang akan menanggungnya nanti itu tergantung dengan negosiasi,” jawab Anton.

    Anton juga mengimbau para calon pembeli untuk mengecek kondisi apartemen sebelum menandatangani surat perjanjian dan serah terima.

    “Di apartemen kalau kita sudah serah terima, pengelola atau developernya itu biasanya akan bilang ‘kalau sudah serah terima, segala macam urusan itu akan menjadi tanggung jawab si penghuni, bukan lagi menjadi tanggung jawab pengembang’. Makanya, di dalam proses serah terima tersebut itu, pembeli musti mengecek,” tegas Anton.

    “Ada juga waktu yang diberikan kepada calon penghuni namanya grace period, entah itu 2 atau 3 bulan untuk mengecek apakah kondisi unit apartemen tersebut sudah baik. Disitulah waktunya untuk kamu mengecek, kalau sudah aman baru boleh ditandatangani,” jelasnya.

    “Kalau sudah melewati batas waktu grace period lalu ada kerusakan seperti kebocoran kamar mandi dari kamar atas, nanti itu masalahnya dengan tetangga di kamar atas. Nah nanti itu bisa dibicarakan dan biasanya akan melibatkan pengelola juga,” sambung Anton.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Cerita Bos BTN Beli Rumah Pertama dengan KPR saat Gaji Masih Rp 4 Juta/Bulan



    Jakarta

    Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menceritakan pengalamannya membeli rumah di usia kepala tiga. Ia merasa terdorong untuk memiliki rumah sendiri untuk memberikan kehidupan yang lebih layak untuk keluarganya.

    “Waktu saya menikah, waktu saya tamat kuliah, cari kerja, saya nggak punya warisan rumah. Orang tua saya bukan orang kaya, rumah saya cuma satu itu buat satu keluarga. Jadi ketika akan menikah ya cari rumah sendiri,” ujar Nixon kepada detikcom belum lama ini.

    Ia mengaku tidak memikirkan memiliki rumah ketika masih lajang, sehingga tidak mempersiapkan tabungan untuk membeli rumah. Lalu, setelah menikah ia bersama sang istri sepakat untuk hidup mandiri dengan menyewa kontrakan di daerah Kampung Melayu.


    Kemudian, Nixon merasa terdorong untuk membeli rumah ketika sang mertua datang untuk merayakan tujuh bulanan kehamilan istrinya. Pada saat itu ia mulai mengkhawatirkan bagaimana menerima tamu di ruang yang sempit.

    “Begitu (mertua) ngeliat anaknya ngontrak itu di gang, nanti dia stres juga tuh mungkin kan. Saya tuh merasa terpicu untuk memiliki rumah di situ,” ungkapnya.

    Selain itu, ia ingin anak-anaknya tinggal di kondisi yang ideal, yakni di rumah sendiri, memiliki halaman, serta dikelilingi tetangga yang juga berkeluarga. Menurutnya, membesarkan anak kecil di kontrakan sebenarnya lingkungan yang kurang sehat, karena hidup berdekatan dan bercampur dengan orang lain yang kebanyakan anak muda.

    Nixon membeli rumah pertamanya di Depok dengan mengambil Kredit Pemilikan Rumah (KPR) saat gajinya sebesar Rp 4 juta pada masa itu. Ia pun memilih membeli rumah dengan KPR karena jangka waktu pembayarannya yang panjang.

    “KPR itu bisa 20 tahun. Jadi angsungannya bisa lebih ditekan. Kedua, karena memang peruntukannya buat rumah ya masih mikirnya KPR,” tuturnya.

    Ia merasa beruntung mendapatkan tempat tinggal dengan luas tanah sekitar 200 meter persegi meski dengan luas bangunan yang kecil. Saat mencari rumah ia mengutamakan adanya tiga kamar tidur, dapur, satu kamar mandi, dan halaman depan.

    “Saya nyari tanah luas maka dapatnya Depok. Kenapa? Karena keluarganya besar. Kalau mertua datang, orang tua datang ribut juga. Jadi mikir ada 3 kamar, satu kamar buat anak saya. satu kamar buat saya sama istri, satu kamar kalau keluarga datang,” katanya.

    Menurutnya, rumah yang dia beli waktu itu sudah jauh lebih baik untuk berkeluarga dibandingkan di kontrakannya dulu. Ia memang mendahului memiliki hunian meski harus menunda membeli kendaraan dan menempuh perjalanan jauh untuk bekerja ke Jakarta.

    Walaupun membeli rumah agak jauh dari tempat kerja, ia merasa hanya perlu berkorban bangun lebih pagi saja. Sementara anak-anaknya masih bisa sekolah dan sang istri bisa belanja di kawasan Depok.

    “Cuma yang berjuang ayahnya aja, saya sendiri. Depok-Jakarta itu kan selalu di lingkungan itu. Tapi itu jauh lebih baik. Lebih baik saya yang berkorban di waktu dan lebih capek daripada anak-anak saya tinggal di lingkungan yang sempit dan sebagainya,” pungkasnya.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tanaman Hias yang Mudah Dirawat, Cocok Buat Kamu yang Sibuk!


    Jakarta

    Tanaman hias sering kali menjadi pilihan sebagai aksen dekorasi rumah. Selain tampilannya yang cantik, tanaman hias di rumah juga bisa berfungsi sebagai pemasok oksigen dan memberi kesan segar pada rumah. Namun, masalah yang sering muncul ketika kita menanam tanaman hias di rumah adalah soal perawatannya.

    Setiap tanaman hias memiliki cara perawatan yang berbeda-beda. Beberapa tanaman perlu terkena sinar matahari langsung sepanjang waktu, yang lain perlu disimpan di sudut yang gelap. Tanaman tertentu bisa dibiarkan selama berminggu-minggu tanpa disiram sementara tanaman yang lain perlu disiram dua kali sehari.

    Selain memilih bentuk tanaman yang sesuai dengan tampilan rumah, kamu juga perlu memperhatikan perawatan tanaman yang paling sesuai dengan kamu. Jika kamu memiliki gaya hidup yang sibuk dan memiliki sedikit waktu di rumah, pilihlah tanaman yang memerlukan sedikit perawatan untuk mengoptimalkan waktu kamu di rumah.


    Mengutip dari laman The Plan Collection, berikut adalah 7 tanaman hias yang mudah dirawat.

    1. Kaktus

    KaktusKaktus Foto: (istimewa)

    Kaktus adalah tanaman hias yang sempurna untuk orang yang sibuk karena kaktus hanya membutuhkan sedikit perhatian dan perawatan. Kaktus terbiasa bertahan hidup di iklim kering, sehingga bisa bertahan hidup sampai empat bulan di dalam ruangan tanpa disiram.

    Saat menyiram kaktus, siramlah dari bawah dan pastikan pot memiliki drainase yang baik. Kamu juga bisa memasukkan kaktus ke dalam bak air sebulan sekali dan membiarkannya menyerap sedikit air dari bawah. Simpan kaktus di ruangan dengan banyak cahaya alami agar kaktus dapat tumbuh subur.

    2. Lidah Buaya

    Aloe Vera plantAloe Vera plant Foto: Getty Images/iStockphoto/bymuratdeniz

    Banyak orang yang menanam lidah buaya di rumah karena tanaman ini mengandung vitamin dan mineral yang bermanfaat untuk kesehatan dan kecantikan. Akan tetapi, selain manfaatnya yang sangat banyak, lidah buaya juga merupakan tanaman hias yang mudah dirawat. Lidah buaya tidak perlu sering disiram dan ia juga menyukai sinar matahari tidak langsung. Kamu bisa menyimpan tanaman di tempat yang terang, tetapi hindari meletakkannya di ambang jendela.

    3. Tillandsia (Tanaman udara)

    Indoor house plant decoration for Living roomIndoor house plant decoration for Living room Foto: Getty Images/iStockphoto/Johann Jaducana

    Tillandsia atau biasa dikenal dengan air plants (tanaman udara) adalah tanaman yang cukup unik. Pasalnya tanaman ini tidak memiliki akar, melainkan menyerap air melalui daunnya yang berbentuk seperti tentakel. Tanaman ini mudah untuk dirawat karena tidak perlu sering untuk disiram.

    Kamu cukup mengumpulkan tanaman udara seminggu sekali dan memasukkannya ke dalam bak cuci, kemudian rendam sepenuhnya di dalam air selama dua puluh menit. Tillandsia ini tumbuh subur di bawah sinar matahari tidak langsung yang terang dan tampak menakjubkan baik ditempatkan sendiri di rak atau di dalam terarium kaca.

    4. Spider Plant (Lili Paris)

    cat playing in spider plantcat playing in spider plant Foto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

    Spider Plant atau lili paris adalah tanaman hias yang cukup populer di kalangan masyarakat. Selain bentuknya yang cantic, tanaman ini juga susah mati. Tanaman ini juga menjadi salah satu tanaman terbaik untuk menghilangkan polusi udara dalam ruangan.

    Kamu hanya perlu menyiramnya seminggu sekali di musim kemarau jika menginginkan tanaman sehat yang tumbuh dengan kecepatan stabil. Namun jika kamu lupa menyiramnya, daunnya tidak akan layu dan bisa dihidupkan kembali. Tanaman ini lebih menyukai cahaya terang tetapi juga senang berada di tempat teduh.

    5. Tanaman Lidah Mertua

    ilustrasi lidah mertuailustrasi lidah mertua Foto: Getty Images/iStockphoto/Ashley-Belle Burns

    Tanaman lidah mertua ini hanya memerlukan sedikit perawatan, dan tumbuh dengan baik dengan penyiraman yang sangat moderat. Selama musim hujan atau cuaca dingin, tanaman ini hampir tidak membutuhkan penyiraman sama sekali. Tapi pada musim kemarau atau cuaca panas, lidah mertua hanya perlu disiram dua kali dalam sebulan. Tanaman lidah mertua bisa bertahan hidup di ruangan yang minim cahaya, meski akan tumbuh lebih besar jika ditempatkan di tempat yang lebih terang.

    6. Echeveria

    Sama seperti kaktus, echeveria hanya membutuhkan sedikit penyiraman karena terbiasa dengan kondisi gurun yang ekstrim. Tanaman ini menyukai cahaya, jadi pastikan untuk menempatkan nya di tempat yang terang dan di dalam pot yang memiliki drainase yang baik.

    Kamu hanya perlu menyiram echeveria sekitar sebulan sekali, atau saat tanahnya sudah benar-benar kering.

    7. Tanaman Ivy

    Epipremnum Aureum plant in a garden.Common names including Golden pothos,Ceylon creeper,Hunter's robe,Ivy arum,Money plant and Silver vine.Epipremnum Aureum plant in a garden.Common names including Golden pothos,Ceylon creeper,Hunter’s robe,Ivy arum,Money plant and Silver vine. Foto: Getty Images/iStockphoto/Alohapatty

    Tanaman ivy sangat bagus untuk ditempatkan di rak yang lebih tinggi dan membiarkan batangnya menjuntai ke bawah. Tanaman ini biasanya ditempatkan di dapur, atau di atas nakas.

    Meskipun ivy membutuhkan penyiraman secara teratur, mereka lebih menyukai tanah yang kering dan hanya perlu disiram sekitar seminggu sekali. Ivy menyukai sinar matahari tidak langsung dan tidak boleh ditempatkan di sudut yang teduh.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Unik Menyimpan Koleksi Buku Supaya Rumah Rapi dan Estetik


    Jakarta

    Para pecinta buku tentu mempunyai ‘segudang’ koleksi buku yang tersimpan di rumah. Biasanya buku-buku tersebut dipajang di rak buku khusus ataupun rak ambalan dinding.

    Namun, sebenarnya ada banyak cara unik untuk menyimpan buku di rumah. Selain agar tersimpan dengan rapi, ternyata menyimpan buku dengan cara unik dapat menambah nilai estetika pada interior rumah.

    Melansir dari laman The Spruce, berikut ini cara unik menyimpan koleksi buku supaya rumah terlihat rapi dan estetik.


    Menggantung Buku

    Cara Unik Menyimpan BukuCara Unik Menyimpan Buku Foto: @keyaiira / Instagram

    Menyimpan buku bisa lebih stylish dengan menggantungkannya pada tembok menggunakan tali pengikat dari berbagai bahan, seperti dengan kulit yang memberi kesan mewah. Kamu juga bisa berkreasi dengan tata letak gantungan buku ataupun lokasi penyimpanannya. Dengan cara ini, kamu bisa mempunyai galeri dinding estetik yang terbuat dari buku di rumah.

    Rak Geometris

    Cara Unik Menyimpan BukuCara Unik Menyimpan Buku Foto: @thisaccountisfiction / Instagram

    Rak buku dengan bentuk dan ukuran kompartemen yang berbeda-beda bisa membuat pajangan koleksi buku tampak lebih menarik. Apalagi kalau kamu menyusun buku dengan cara yang berbeda pada tiap kompartemen.

    Misalnya menyusun buku dengan menunjukkan sampul buku, punggung buku secara vertikal ataupun horizontal. Susunan seperti ini menyajikan tampilan yang kontras sekaligus menambah opsi susunan buku pada rak.

    Keranjang Tertutup

    Cara Unik Menyimpan BukuCara Unik Menyimpan Buku Foto: @courtneylawrencestudio / Instagram

    Keranjang tertutup bisa menjadi opsi penyimpanan buku yang cocok bagi penyuka gaya minimalis. Sebab, buku tidak terlihat, sehingga secara visual tampak teratur dan seragam. Pilihlah keranjang dengan bentuk, material, dan warna yang selaras dengan interior ruangan supaya lebih estetik.

    Meja dengan Ruang Penyimpanan

    Cara Unik Menyimpan BukuCara Unik Menyimpan Buku Foto: @little_vintage_house / Instagram

    Beberapa model meja mempunyai ruang penyimpanan di bagian bawah yang bisa difungsikan untuk menyimpan buku. Kamu bisa memilih meja yang tidak terlalu besar serta dilengkapi bagian terbuka di bawah dengan ketinggian yang pas untuk buku. Tempat penyimpanan seperti ini sangat cocok untuk diletakan di ruang tamu atau keluarga.

    Rak Keranjang

    Cara Unik Menyimpan BukuCara Unik Menyimpan Buku Foto: @ayoungwritersworld / Instagram

    Jika menginginkan tempat penyimpanan yang lebih seru lagi, kamu bisa mengkreasikan tempat penyimpanan sendiri dengan menggantung keranjang kawat pada sebuah tangga kayu dekoratif. Kamu bisa menyimpan beberapa buku di setiap kompartemen sesuai genre atau warna. Cara ini sangat cocok untuk interior rumah dengan konsep farmhouse atau boho.

    Itulah beberapa cara unik menyimpan koleksi buku supaya rumah terlihat rapi dan estetik. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Menghitung Nilai Pajak Bumi dan Bangunan buat Perusahaan


    Jakarta

    Dalam menghitung Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), terdapat beberapa hal yang perlu dipahami, terlebih bagi sebuah perusahaan. Pasalnya, penting bagi pemilik aset bumi dan bangunan dari bagian perusahaan untuk memahami dan memenuhi kewajiban ini.

    Melansir dari klikpajak.id, PBB merupakan pajak atas tanah dan bangunan yang dikenakan kepada pemilik karena ada keuntungan ekonomi atau status ekonomi akibat kepemilikan tanah dan bangunan. Untuk itu, setiap perusahaan yang didirikan di atas lahan tidak terlepas dari pengenaan PBB.

    Adapun subjek yang dikenakan pajak tersebut adalah Wajib Pajak Orang Pribadi dan Wajib Pajak Badan yang memiliki hak atas bumi atau memperoleh manfaat dari bumi, memiliki, menguasai, dan/atau memperoleh manfaat atas bangunan. Namun, kecuali kawasan yang digunakan untuk kegiatan usaha perkebunan, perhutanan dan pertambangan.


    Kata ‘Bumi’ dalam singkatan PBB didefinisikan sebagai permukaan bumi yang meliputi tanah dan perairan pedalaman serta laut wilayah kabupaten atau kota. Sementara ‘Bangunan’ adalah konstruksi teknis yang ditanam atau ditempatkan secara tetap pada tanah dan/atau laut.

    Dasar hukum pajak bumi dan bangunan merujuk pada Undang-undang No. 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (UU PDRB). Ketentuan tersebut menunjukkan PBB dipungut oleh pemerintah daerah dan dikelola oleh masing-masing provinsi.

    Objek Pajak yang Dikenakan PBB

    Tak hanya lahan yang didirikan bangunan saja yang dikenakan PBB, tetapi ada objek lainnya sesuai Pasal 77 UU PDRD sebagai berikut.

    Jalan lingkungan yang terletak dalam satu kompleks bangunan seperti hotel, pabrik, dan emplasemennya yang merupakan suatu kesatuan dengan komplek bangunan tersebut

    1. Jalan tol
    2. Kolam renang
    3. Pagar mewah
    4. Tempat olahraga
    5. Galangan kapal, dermaga
    6. Taman mewah
    7. Tempat penampungan/kilang minyak, air dan gas, pipa minyak
    8. Muara

    Objek Pajak Bebas PBB

    Sementara objek pajak yang tidak dipungut PBB adalah lahan dengan ciri sebagai berikut.

    1. Digunakan oleh pemerintah pusat dan daerah untuk menyelenggarakan pemerintahan
    2. Digunakan semata-mata untuk melayani kepentingan umum dan tidak untuk mencari keuntungan, antara lain di bidang ibadah, sosial, kesehatan, pendidikan dan kebudayaan nasional
    3. Digunakan untuk kuburan, peninggalan purbakala, hutan wisata, atau yang sejenis dengan itu
    4. Merupakan hutan lindung, hutan suaka alam, hutan wisata, taman nasional, tanah negara yang belum dibebani suatu hak
    5. Digunakan oleh perwakilan diplomatik dan konsulat berdasarkan asas perlakuan timbal balik
    6. Digunakan oleh badan, atau perwakilan lembaga internasional yang ditetapkan dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

    Nilai Jual Objek Pajak

    Nilai PBB berdasarkan pada Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tanah atau bangunan terkait. NJOP merupakan harga rata-rata yang diperoleh dari transaksi jual beli yang terjadi secara wajar.

    Namun, bila tidak terjadi transaksi tersebut, maka NJOP ditentukan dari perbandingan harga dengan objek lain yang sejenis, senilai perolehan baru, atau NJOP pengganti. NJOP ditentukan oleh Kementerian Keuangan yang setiap daerahnya memiliki nilai yang berbeda-beda tergantung faktor yang mempengaruhi.

    Adapun faktor yang dapat mempengaruhi NJOP Bumi antara lain lokasi, peruntukan, pemanfaatan, serta kondisi lingkungan di sekitarnya. Sedangkan faktor yang mempengaruhi NJOP Bangunan di antaranya bahan baku atau bahan bangunan yang digunakan, lokasi bangunan, rekayasa, serta kondisi lingkungan di sekitar bangunan.

    Lebih lanjut, nilai bumi dan bangunan tidak kena pajak telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 67/PMK.03/20211 tentang Penyesuaian Besarnya Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOPTKP) PBB.

    NJOPTKP merupakan batas nilai jual objek pajak yang tidak kena pajak. Jadi, besaran PBB akan diketahui setelah mengurangi NJOPTKP yang ditetapkan sebesar Rp12.000.000. Hal ini sebagaimana telah diatur dalam PMK Nomor 23/PMK.03/2014 tentang Penyesuaian Besarnya Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak Bumi dan Bangunan.

    Tarif PBB

    Tarif PBB yang berlaku saat ini sesuai dengan UU HKPD yang disahkan pada 2022. Melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (UU HKPD), pemerintah resmi menaikkan tarif PBB atau Tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).

    Merujuk pada Pasal 41 UU HKPD, besaran tarif PBB-P2 paling tinggi adalah 0,5%. Sedangkan tarif PBB-P2 berupa lahan produksi pangan dan ternak ditetapkan lebih rendah daripada tarif untuk lahan lainnya. Namun, tarif PBB-P2 ini akan ditetapkan terlebih dahulu dengan Peraturan Daerah (Perda) di masing-masing daerah.

    Rumus Perhitungan Nilai PBB

    1. PBB = tarif 0.5% x Nilai Jual Kena Pajak (NJKP)
    2. NJKP = 40% x (Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) – NJOPTKP)
    • 40% apabila lebih dari Rp1.000.000.000
    • 20% apabila kurang dari nilai tersebut.
    • NJOPTKP = Rp12.000.000

    Dengan demikian, Nilai PBB = 0,5% x 40% x NJKP

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Pertimbangan Bikin Interior Rumah Ramah Lingkungan & Berkelanjutan


    Jakarta

    Topik tentang lingkungan merupakan isu yang cukup digemborkan di Indonesia dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk desain interior. Menerapkan menjadi prinsip ramah lingkungan dan berkelanjutan menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan oleh masyarakat.

    Menurut Ketua Umum Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) Rohadi, menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dan berkelanjutan perlu memahami makna dari kata sustain itu sendiri. Ia mengimbau jangan karena berusaha sustain justru malah menimbulkan kerugian.

    “Kita harus ngerti, sustain itu sampai kapan. Jangan sampai untuk kita sustain, tapi malah membuang energi yang banyak. Contohnya mobil, kalau mobil sekian tahun memang harus ganti, kalau nggak ganti ya repot,” ujar Rohadi kepada detikcom belum lama ini.


    Menerapkan gaya hidup berkelanjutan berarti harus memperhatikan masa pakai, cara menggunakannya kembali, hingga cara mendaur ulang barang atau dalam hal ini furnitur atau komponen interior lainnya.

    Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan membuat desain interior yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

    1. Kebutuhan

    Rohadi menjelaskan hal pertama yang dipikirkan ketika hendak merancang interior ruangan adalah memikirkan kebutuhan ruangan untuk menunjang kehidupan penghuni rumah. Renungkan bagaimana memfungsikan setiap ruangan di rumah serta apa yang bisa ditambahkan memudahkan aktivitas di dalamnya.

    “Seandainya rumah tinggal yang dibutuhkan apa? Ruang apa? Ruang multifungsi atau ruang per ruang itu kebutuhannya. Ruang makan, ruang keluarga, ruang bermain dan sebagainya. Bisa nggak ruang-ruang itu dijadikan satu? Ada nggak ruang-ruang yang harus khusus, ruang-ruang yang benar-benar untuk privacy kita?” katanya.

    2. Desain

    Lalu, untuk memenuhi kebutuhan itu, pengguna memikirkan bagaimana komponen-komponen interior akan membantu memudahkan kehidupannya. Misalkan suatu menggunakan teknologi untuk mempersingkat waktu, seperti membuka pintu atau menyalakan lampu menggunakan remot ataupun saklar. Menentukan furnitur tidak bisa sembarangan, melainkan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kepraktisan di dalam rumah.

    “Dilihat dari furniturnya, desainnya seperti apa, bentukan-bentukannya, flow-nya seperti apa. Karena itu juga menyangkut kepada masalah sirkulasi udara, sirkulasi orang masuk-keluar (ruangan), sirkulasi keamanan dan sebagainya. Dan akhirnya kita bisa menentukan furnitur yang kita butuhkan itu untuk menunjang hidup kita,” jelasnya.

    3. Material

    Lebih lanjut, Rohadi menyebut para desainer penting sekali menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan serta aman bagi manusia. Sebagaimana memilih cat rumah atau furnitur, harus hati-hati jangan sampai memilih bahan yang mengandung senyawa berbahaya.

    “Kita juga tidak bisa sembarangan memberikan cat-cat yang tidak ramah lingkungan. Dalam artian toxic. Mungkin dengan minyak, pelarutnya dari minyak dan sebagainya. Dalam satu ruangan, kalau kita tidur kita hirup, ya kan? Nah,itu juga penting untuk kita cermati,” ucapnya.

    Maka, memilih bahan atau material yang alami juga tidak menjamin suatu furniture atau interior lebih ramah lingkungan atau berkelanjutan. Sudah banyak bahan-bahan yang modern sudah memikirkan aspek kelanjutan suatu barang.

    “Bahan-bahan yang antibakterial, antivirus, dan sebagainya itu sudah ada. Dan tentunya ramah lingkungan juga sudah ada. Pinter-pinternya para desainer, pinter-pinternya para pemakai aja,” ungkapnya.

    4. Estetika

    Setelah memahami kebutuhan kriteria dari furnitur atau desain interior, pengguna baru mempelajari tentang warna, estetika, serta faktor ergonomik lainnya. Hal ini menjadi pertimbangan tambahan untuk memastikan kenyamanan pengguna.

    5. Harga

    Terakhir, sesuaikan kemampuan dengan desain interior yang sudah bisa memenuhi kebutuhan dan kenyamanan penghuni rumah. Rohadi menuturkan jangan jadikan harga pertimbangan di awal, melainkan kebutuhan dan kenyamanan terlebih dulu.

    “Kalau mahal tapi kita membuat kita nyaman, why not? Ya walaupun mahal, memang harus gitu kan?” imbuhnya.

    Pasalnya, persoalan harga masih dapat dinego serta diusahakan secara bertahap dengan menentukan prioritas. Berbagai furnitur dapat dibeli di kemudian hari sesuai kemampuan.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tips Merawat Tanaman Hias Supaya Tumbuh Sehat dan Kuat di Rumah


    Jakarta

    Tanaman hias yang ditaruh di dalam rumah sangat bergantung pada pemiliknya untuk bisa bertahan hidup. Maka, kalau ingin tanaman hias tumbuh optimal, kamu perlu memberi perhatian lebih supaya kebutuhan tanaman terpenuhi.

    Ada tiga komponen mendasar untuk tanaman bertahan hidup, yakni cahaya, air, dan media tanam. Pastikan kebutuhan ini terpenuhi dengan cukup agar tanaman hias tidak cepat layu.

    Selain itu, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan juga. Berikut tips merawat tanaman hias agar tumbuh sehat dan kuat di rumah, dilansir dari Garden Design.


    1. Perkuat Akar dengan Media Tanam

    Tanaman hias yang sehat membutuhkan akar yang kuat. Hal ini tergantung pada campuran tanah yang digunakan untuk media tanam. Campuran tanah yang berkualitas dan sesuai dengan jenis tanaman dapat memberikan keseimbangan dalam hal kelembapan dan aerasi yang baik untuk kesehatan akar.

    2. Beri Air yang Cukup

    Pastikan tanaman mendapat pasokan air yang cukup di waktu yang tepat. Kamu bisa memasukan jari ke tanah untuk mengecek kelembapan tanah serta melihat ciri-ciri tanaman yang mulai layu sebagai tanda harus menyiram air. Lalu, siramlah air secara merata dan biarkan akses air keluar lewat lubang pot.

    3. Beri Pencahayaan yang Tepat

    Ketahui intensitas cahaya yang dibutuhkan setiap jenis tanaman hias yang kamu miliki di rumah. Kemudian, letakan tanaman di area yang dapat memberi sinar yang cukup untuknya tumbuh. Sebaiknya hindari tanaman hias yang membutuhkan pencahayaan tinggi kalau ruangan kekurangan sinar alami.

    4. Kembalikan Nutrisi dengan Pupuk

    Setiap kali kamu menyirami tanaman, nutrisi pada tanah sebenarnya terbuang ke luar. Oleh karenanya, penting memberi pupuk secara rutin untuk menggantikan nutrisi yang terbuang. Namun, jangan sampai berlebihan memberi pupuk karena justru tidak sehat untuk tanaman.

    5. Ganti Pot Bila Perlu

    Sebagian tanaman akan tumbuh melebihi potnya seiring berjalannya waktu. Maka, perhatikan kalau sudah ada akar yang tumbuh ke luar lubang pembuangan pot. Saat itulah waktu untuk mengganti pot tanaman hias.

    6. Bersihkan Daun secara Berkala

    Jangan biarkan debu menumpuk pada daun karena bisa mengganggu proses fotosintesis dan pernapasan tanaman. Supaya daun tetap bersih dan bebas dari debu, kamu bisa sekali-kali mengelapnya dengan kain atau spons lembap.

    7. Gunting Daun Berlebih

    Terkadang tanaman hias perlu digunting untuk menjaga bentuknya. Selain itu, kamu bisa menggunting daun yang berpenyakit. Menggunting tanaman bisa meremajakannya dan mendorong pertumbuhan yang lebih subur.

    Itulah cara merawat tanaman hias agar tumbuh sehat dan kuat di dalam rumah. Semoga membantu!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com