Blog

  • Pertimbangkan 6 Hal Ini buat Pilih Lantai Apartemen Terbaik


    Jakarta

    Gedung apartemen yang menjulang tinggi menawarkan banyak opsi lantai yang bisa dipilih. Dari sekian banyak lantai apartemen, sebaiknya memilih yang terbaik dan paling cocok sama preferensi kamu.

    Adapun lantai apartemen bisa menjadi dua bagian, yakni atas yang semakin jauh dari lantai dasar dan bagian bawah yang lebih dekat ke jalanan. Lantas, bagaimana memilih lantai apartemen yang cocok?

    Melansir dari laman Confident Group, Rabu (1/5/2024) berikut ini serangkaian pertimbangan untuk memilih lantai apartemen yang terbaik buat kamu.


    Tips Pilih Lantai Apartemen Terbaik

    1. Pemandangan

    Pemandangan di lantai yang lebih tinggi memang menakjubkan. Kamu bisa mendapat pemandangan yang indah setiap kali bangun di pagi hari.

    Namun, tentunya pemandangan ini juga disertai harga tempat yang lebih mahal. Kalau kamu sangat mementingkan pemandangan, maka pilihla lantai apartemen yang lebih tinggi.

    2. Cahaya Alami & Ventilasi

    Cahaya alami dan udara segar mempengaruhi kesehatan seseorang secara fisik dan mental. Lantai yang lebih tinggi menawarkan lebih banyak cahaya matahari dan ventilasi. Namun, lantai bawah memungkinkan kamu mendapatkan akses ke ruang outdoor dan bisa lebih sejuk saat cuaca panas.

    3. Suara Bising

    Suara menjadi faktor penting dalam memilih tempat tinggal. Lantai bagian bawah cenderung lebih berisik karena dekat jalanan yang ramai. Jadi menyeimbangkan tingkat kebisingan dengan faktor-faktor lain perlu untuk menciptakan lingkungan hidup yang damai.

    4. Akses Lift

    Kemudahan akses juga dipertimbangkan. Lantai yang lebih tinggi berarti waktu menunggu lift lebih lama, terutama pada jam sibuk. Jika kamu lebih menyukai akses cepat untuk naik turun menggunakan lift, lantai bawah mungkin pilihan terbaik.

    5. Keamanan dan Privasi

    Keamanan dan privasi adalah dua hal tak berjalan beriringan serta memastikan kenyamanan seseorang. Lantai yang lebih tinggi biasanya menawarkan privasi yang lebih baik dari orang yang lewat di jalan. Sementara lantai yang lebih rendah bisa lebih rentan terhadap berbagai gangguan.

    6. Pintu dan Tangga Darurat

    Pada waktu yang tak disangka, kejadian darurat seperti gempa bumi atau kebakaran mengharuskan kamu menggunakan pintu dan tangga darurat. Lantai bawah tentu mendapat akses yang lebih mudah dan cepat untuk ke luar apartemen. Sedangkan lantai atas akan memakan lebih banyak waktu dan tenaga untuk menuruni tangga darurat.

    Itulah beberapa pertimbangan untuk memilih lantai apartemen yang cocok buat kamu. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Langkah Mudah Hilangkan Jamur pada Pakaian



    Jakarta

    Pakaian yang kondisinya lembab atau basah sangat mudah menjadi tempat tumbuhnya jamur. Maka dari itu, segeralah mengosongkan mesin cuci tiap selesai mencuci agar pakaian tidak berjamur.

    Dilansir dari Persil, Rabu (1/5/2024) bercak-bercak coklat, abu-abu, hijau, atau hitam yang tidak enak dilihat ini bisa menyebar kalau kamu biarkan begitu saja. Jadi, kamu harus beri perhatian lebih pada pakaian atau handuk basah yang menumpuk di bagian bawah keranjang cucian.

    Untungnya, tidak sulit untuk menghilangkan jamur pada pakaian. Berikut produk dan langkahnya


    Barang untuk Menghilangkan Jamur pada Pakaian

    Sebaiknya kamu uji coba dulu pada bagian kain yang tidak menonjol dan lakukan pencegahan yang direkomendasikan pada label produk.

    1. Sabun mandi

    Untuk noda lama, kamu bisa pakai sabun yang berbentuk batangan maupun cair. Bisa langsung digosok dan dibilas dengan air, lalu jemur pakaian di bawah sinar matahari.

    2. Cuka putih

    Cuka encer adalah pembunuh jamur yang sangat bagus bisa dioleskan langsung pada noda, atau kamu bisa rendam pakaian terlebih dahulu di dalam ember berisi air yang sudah dicampur dengan satu cangkir cuka. Kamu juga bisa memasukkan 1-2 cangkir cuka ke dalam mesin cuci untuk bunuh jamur dan mencerahkan pakaian putih.

    3. Boraks

    Mineral yang larut dalam air ini adalah pembunuh jamur alami. Kamu bisa beli dalam bentuk bubuk, campurkan setengah cangkir boraks dengan air panas sesuai petunjuk. Lalu tambahkan larutan ke dalam mesin cuci, dan cuci seperti biasa.

    4. Pemutih

    Pemutih efektif membunuh jamur, tapi juga bisa memudarkan warna. Sehingga, pakai pemutih hanya pada pakaian putih atau pakaian yang tahan luntur, sebagai rendaman awal atau digosok langsung ke noda jamurnya. Ikuti petunjuk produk, gunakan sarung tangan karet, dan lakukan di tempat berventilasi baik dan jauh dari jangkauan anak-anak. Sebab asap pemutih sangat menyengat, perlu diingat untuk simpan pemutih di lemari yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak atau hewan peliharaan.

    Kalau kamu sudah cek label perawatan tapi tidak yakin perawatan terbaik apa untuk pakaianmu, konsultasikan dengan pembersih kering profesional untuk mendapat saran.

    Cara Menghilangkan Jamur pada Pakaian

    Saat kamu mendeteksi adanya jamur pada pakaian, perawatannya tergantung pada seberapa parah noda jamur dan jenis kainnya. Noda jamur yang masih baru kerap bisa dihilangkan cukup dengan mencuci pakai deterjen berkualitas baik.

    1. Periksa label perawatan pakaian

    Ikuti petunjuk pabriknya, khususnya yang berhubungan dengan suhu air dan cara mengeringkan yang disarankan untuk pakaianmu.

    2. Gosokkan penghilang noda jamur dengan sikat gigi

    Kalau kainnya keras, misal denim atau katun, kamu bisa coba gosok noda jamur perlahan dengan sikat gigi yang bersih dan produk pembersih yang dipilih.

    3. Keringkan

    Biarkan noda mengering di bawah sinar matahari, atau rendam terlebih dahulu. Hal ini tergantung pada jenis kainnya. Sinar matahari ampuh hilangkan jamur dari kain, tapi juga bisa memudarkan warna dan merusak kain yang halus. Jadi, kaos katun putih bisa dijemur di bawah sinar matahari, tapi tidak untuk kaos nilon warna-warni.

    Kalau noda jamur masih tidak hilang berikut alternatifnya. Kamu bisa rendam pakaian yang ada noda satu jam dengan larutan ini.

    4. Cuci dengan air panas dan deterjen kapsul (atau bentuk apapun).

    Air panas punya keunggulan terbaik untuk membunuh spora jamur, tapi tetap ikuti petunjuk label perawatan untuk mengetahui suhu yang paling aman untuk mencuci pakaianmu. Masukkan satu atau dua kapsul ke dalam mesin cuci, jangan lupa periksa kemasan untuk petunjuk dosisnya sebelum memasukkan pakaian.

    5. Jemur pakaian di bawah sinar matahari

    Kalau noda jamur masih ada, kamu bisa ulangi beberapa langkah sebelumnya. Menjemur pakaian di bawah sinar matahari bisa bantu hilangkan jamur yang tersisa.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Apa Fungsi Tulang Baja dalam Coran Beton?


    Jakarta

    Beton adalah salah satu poin utama yang penting di dalam sebuah konstruksi bangunan. Biasanya beton digunakan sebagai pelat, dinding, pondasi, frame, dan komoponen lain dari sebuah konstruksi bangunan.

    Bahan dasar dari beton biasanya terdiri pasir, kerikil, dan batu split yang dicampurkan dengan bahan pengikat semen dan air.

    Tidak hanya itu, dalam proses pencetakan beton, di bagian tengahnya sering ditambahkan rangkaian baja tulangan. Mengapa demikian?


    Kenapa Beton Perlu Diisi Tulangan Baja di Dalamnya?

    Dikutip dari builderspace.com, Beton sendiri sebenarnya tidak sekuat yang kamu bayangkan. Beton memang memiliki daya tahan gaya kompresi yang sangat kuat. Namun di sisi lain, beton tidak mampu menahan gaya tarik. Selain itu, beton juga memiliki tingkat kelenturan yang rendah.

    Sebagai contoh, bangunan kuno di Roma seperti Colosseum dan Parthenon. Bangunan tersebut bisa berdiri hingga ribuan tahun lamanya. Hal ini menunjukkan bahwa beton bisa menahan gaya kompresi dengan sangat baik.

    Sebaliknya, beton memiliki daya tahan gaya tarik dan kelenturan yang kurang baik.

    Sebagai bayangan, silinder yang terbuat dari semen yang dicampur dengan banyak air bisa menahan gaya tekanan kompresi hingga 450 kg. Namun, bila silinder yang sama dijadikan sebagai tempat bergantung beban seberat 36 kg, beton tersebut akan pecah atau rusak. Hal ini membuktikan bahwa beton memiliki daya tahan gaya tarik di bawah 10% dibandingkan dengan gaya kompresi.

    Maka dari itu, beton perlu didukung dengan baja tulangan di dalamnya untuk meningkatkan daya tahan tariknya serta membuatnya lebih lentur sehingga tidak mudah pecah atau rusak ketika beton sedikit membengkok.

    Alasan Menggunakan Baja Tulangan Sebagai Pendukung Beton

    1. Tingkat kelenturan yang Tinggi

    Baja memiliki tingkat kelenturan yang tinggi. Kelenturannya ini akan sangat membantu hasil cetakan beton supaya tidak mudah rusak ketika diberikan beban yang membuatnya membengkok.

    Fungsinya adalah untuk menjaga struktur bangunan agar tetap utuh. Ketika beton tersebut membengkok, beton tersebut tidak akan langsung runtuh dan masih bisa menopang beban bangunan tersebut.

    2. Beton dan Baja Memiliki Koefisien Muai Panas yang Sama

    Ketika benda padat dipanaskan, molekul di dalam material tersebut akan bergerak lebih cepat. Atom-atom yang aktif ini akan memakan tempat lebih banyak ketika bergerak, oleh karena itu, benda padat tersebut akan mengembang. Sebaliknya, ketika dingin benda tersebut akan mengecil.

    Setiap bahan material memiliki koefisien muai yang beragam, maka dari itu penggunaan baja yang memiliki koefisien sama dengan beton menjadi salah satu alasannya.

    Itulah alasan mengapa beton selalu diisi dengan baja tulangan di dalamnya. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Bingung Mau Bangun Rumah 1 atau 2 Lantai? Coba Pertimbangkan Ini


    Jakarta

    Banyak rumah di Indonesia dibangun dengan satu atau dua lantai. Jumlah lantai ini memang menjadi salah satu hal pertama yang perlu diputuskan ketika bangun rumah.

    Baik satu atau dua lantai, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun, yang paling utama adalah menentukan sesuai kebutuhan penghuninya.

    Nah, buat kamu yang masih bingung berapa lantai yang cocok buat hunianmu, berikut ini beberapa pertimbangan buat memilih jumlah lantai terbaik saat bangun rumah, dilansir dari G. J. Gardener, Kamis (2/5/2024).


    1. Luas Tanah

    Luas tanah pastinya menjadi pertimbangan utama untuk menentukan jumlah lantai. Nah, harga properti dari waktu ke waktu semakin tinggi, sehingga banyak yang memilih ukuran tanah yang lebih kecil. Oleh karena itu, biasanya pemilik rumah memaksimalkan lahan dengan membangun rumah bertingkat.

    2. Biaya

    Ketika membangun rumah dua lantai, tentunya biaya pembangunan akan lebih mahal. Kira-kira kamu bisa mengeluarkan biaya 30% lebih banyak daripada rumah satu lantai.

    Kamu perlu mengeluarkan uang lebih untuk perencanaan, izin, perancah, baja, tangga, serta biaya pembangunan yang lebih lama. Akan tetapi, hal ini tentunya sebanding dengan meningkatnya nilai rumah kalau dijual kembali.

    3. Pemandangan

    Pemandangan sekitar rumah yang akan dibangun bisa menjadi salah satu pertimbangan kamu dalam menentukan tingkat rumah. Kalau ingin mendapat pemandangan yang lebih luas, maka rumah dua tingkat lebih cocok buat kamu. Apalagi kalau pemandangan di lantai dasar terhalang pohon ataupun rumah-rumah lainnya.

    4. Layout Rumah

    Layout rumah pun akan berbeda tergantung pada jumlah lantai. Rumah satu lantai cocok untuk konsep ruang lebih terbuka dan luas. Sementara rumah dua lantai lebih fleksibel dalam layout, serta memungkinkan privasi buat penghuninya.

    5. Gaya Hidup

    Setiap keluarga memiliki gaya hidup dan kebutuhan yang berbeda-beda, sehingga jumlah lantai sangat menyesuaikan. Kamu bisa mempertimbangkan privasi, jumlah ruang, adanya anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas. Hal ini juga harus menjadi pertimbangan, termasuk buat merencanakan pensiun.

    Itulah beberapa pertimbangan untuk menentukan jumlah lantai saat bangun rumah. Semoga membantu!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Cara Membersihkan Keramik Kamar Mandi yang Kuning, Ketahui Juga Penyebabnya


    Jakarta

    Dibandingkan ruangan lainnya, kamar mandi menjadi tempat yang mengumpulkan banyak kotoran dan kuman lebih cepat. Hal ini yang biasanya membuat lantai jadi kuning, ubin berkerak, bernoda, hingga berjamur.

    Keramik yang terlihat kusam juga tentu merusak pemandangan, sekaligus membuat kita tak nyaman bukan? Yuk, intip tips membersihkan keramik kuning di kamar mandi di bawah ini.

    Cara Membersihkan Keramik Kamar Mandi yang Kuning

    Dikutip dari laman Nobroker dan Cleanipedia, berikut adalah bahan-bahan dan langkah untuk membersihkan keramik kamar mandi yang kuning hingga berkerak:


    1. Bersihkan dengan Cuka

    Membersihkan ubin dinding dan lantai kamar mandi yang menguning bisa dengan cuka. Cuka mengandung asam yang bisa membantu menghilangkan jamur dan lumut tanpa merusak ubin.

    Caranya mudah, kamu hanya perlu campurkan air dan cuka dalam jumlah yang sama. Lalu lap atau gosok pada bagian keramik kamar mandi.

    2. Garam

    Garam bisa membersihkan kerak lantai kamar mandi. Garam merupakan desinfektan yang sangat baik dalam membunuh kuman dan efektif dalam membersihkan noda air.

    Caranya, kamu hanya perlu membasahi lantai kamar mandi lalu taburkan garam ke seluruh bagian. Tunggu selama satu atau dua jam, kemudian gosok dengan sikat atau spons.

    3. Pakai Baking Soda (Soda Kue)

    Soda kue juga bisa untuk membersihkan lantai kamar mandi yang menguning. Pasalnya, baking soda atau Sodium Bicarbonate bermanfaat untuk melawan noda.

    Kamu bisa langsung pakai baking soda, atau kombinasikan dengan bahan lain seperti cuka.

    Jika sudah dibuat jadi pasta, tinggal oleskan pada lantai kamar mandi lalu biarkan semalaman. Pastikan untuk menyebarkan baking soda pada lantai yang kering ya.

    4. Pakai Cairan Asam Klorida

    Asam klorida, atau dikenal juga sebagai asam muriatik, mampu menghilangkan noda lama dan membandel.

    Kamu hanya perlu basahi lantai kamar mandi, kemudian oleskan larutan asam ke area yang kotor atau menguning.

    Gosok perlahan lalu panjutkan ke area berikutnya. Untuk mendapatkan hasil maksimal, kuncinya adalah menjaga lantai kamar mandi tetap basah.

    5. Cairan Pembersih Kamar Mandi

    Noda kuning membandel di lantai kamar mandi juga bisa dibersihkan dengan pembersih kamar mandi.

    Kamu hanya perlu menambahkan cairan pembersih dengan air, lalu pel atau gosok ke bagian lantai yang menguning.

    6. Sikat dengan Perasaan Air Lemon

    Campuran jus lemon dan boraks bisa memperbaiki penampilan ubin dan keran di kamar mandi. Bahkan, limescale (kerak kapur/kerak air/noda semen) juga bisa dibersihkan.

    Kamu hanya perlu mengoleskannya ke area yang diinginkan. Selain itu, pemutih klorin juga bisa dipakai untuk menghilangkan perubahan warna keramik kamar mandi setelah menghilangkan kerak kapur.

    7. Menggunakan Kaporit

    Kaporit juga bisa dijadikan sebagai pembersih keramik kamar mandi yang menguning. Caranya, cukup siram air panas ke lantai kamar mandi, lalu tuangkan kaporit di atas lantai dengan merata.

    Tunggu kaporit panas sekitar 30 menit. Lalu, sikat noda kuning dengan sikat WC. Lanjutkan dengan menyiramnya dengan air agar noda kuning mengelupas.

    Penyebab Lantai Kamar Mandi Kuning

    Dilansir dari Certified Stone Professionals, lantai atau keramik di kamar mandi menjadi kuning disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya:

    • Pemakaian produk pembersih dan perlengkapan mandi berbahan kimia keras
    • Penggunaan sealer dan berbagai jenis lilin yang mungkin mengandung polimer
    • Pemilihan jenis ubin yang rentan menguning. Misalnya, ubin berwarna putih
    • Air yang mengandung zat besi
    • Paparan air kotor berlebih yang juga meningkatkan pertumbuhan jamur atau bakteri
    • Asap rokok
    • Semprotan aerosol
    • Sisa-sia minyak atau produk perawatan tubuh yang menumpuk

    Supaya keramik kamar mandi tidak cepat menguning, disarankan untuk rutin membersihkan keramik kamar mandi 1-2 kali dalam seminggu.

    Itu dia informasi mengenai tips dalam membersihkan keramik kamar mandi yang kotor dan menguning, beserta penyebabnya. Selamat mencoba!

    (khq/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Pilih Atap Genteng Atau Dak Beton? Ketahui Kelebihan dan Kekurangannya


    Jakarta

    Sebelum membangun atau merenovasi rumah, kamu perlu mempertimbangkan desain atap rumah. Ada dua pilihan atap yang umum. Pertama yaitu atap genteng, kedua adalah tanpa genteng atau atap datar dengan dak beton.

    Sebelum memutuskan, kalian bisa mempertimbangkan kelebihan dan kekurangannya. Untuk itu, simak dulu ulasan berikut yang dirangkum dari situs GJ Gardner dan Able Roof:

    Kelebihan Atap Dak Beton daripada Genteng

    Beberapa kelebihan rumah tanpa genteng atau atap datar dari dak beton adalah sebagai berikut:


    1. Hemat Biaya Pembangunan

    Atap tanpa genteng cenderung lebih hemat karena tidak perlu memasang kerangka besi baja hollow dan genteng. Atap datar hanya memerlukan adonan semen, besi, dan pasir.

    Waktu pembangunannya pun biasanya harus diselesaikan dengan cepat, sehingga biasanya rampung dalam sehari. Sementara genteng bisa beberapa hari, sehingga biaya harian tukang tidak terlalu besar.

    2. Estetika

    Bagi penggemar model minimalis dan modern, rumah tanpa genteng mungkin akan lebih estetik karena bentuknya simetris, sehingga terlihat jauh lebih rapi, klasik, dan indah dari luar.

    3. Perawatan Mudah

    Karena atap berbentuk datar dan lebih kuat daripada genteng, atap dak beton lebih mudah dirawat dan dibersihkan. Pengecekan pun dilakukan lebih mudah.

    Sementara untuk naik ke atap genteng harus sangat berhati-hati agar tidak jatuh atau atap tidak ambrol.

    4. Bisa Memasang Panel Surya

    Atap yang datar bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal, salah satunya dipasangi panel surya. Panel surya dapat menyimpan tenaga matahari dan listriknya bisa dimanfaatkan untuk sumber energi.

    5. Bisa Dibuat Rooftop

    Fungsi lain dari atap datar adalah bisa dibuat rooftop. Rooftop dapat digunakan untuk banyak hal, seperti taman, tempat bersantai, tempat jemuran, dan sebagainya.

    Kekurangan Atap Dak Beton daripada Genteng

    Berikut ini beberapa kekurangan atap dak beton daripada menggunakan genteng:

    1. Masalah Drainase

    Masalah paling utama dari atap datar adalah drainase. Saat hujan, air tidak segera mengalir ke saluran drainase, bahkan bisa menggenang. Hal ini membuat atap rawan bocor. Lapisi dengan cat antibocor sebagai pengaman dari hujan.

    2. Mudah Kotor

    Kotoran yang beterbangan lebih mungkin hinggap di atap datar daripada di atap genteng yang miring. Kotoran yang sering ditemukan di atap antara lain daun. Kamu harus sering-sering membersihkan atap ini agar selalu bersih.

    3. Rawan Berlumut

    Masalah perairan juga memungkinkan atap dak beton berlumut. Selain itu, rooftop yang digunakan sebagai taman juga berisiko menumbuhkan tanaman liar, bahkan akarnya mungkin merusak atap.

    4. Perlu Ditambahi Pelapis

    Agar lebih awet, atap datar perlu ditambahi pelapis, biasanya berupa dek kayu atau bahan atap gulungan. Namun bahan-bahan ini jenisnya terbatas, seperti TPO, EPDM, karet, dan bitumen.

    Itulah tadi kelebihan dan kekurangan atap datar dak beton dibandingkan atap genteng. Nah, sekarang kamu bisa menentukan mau pilih yang mana.

    (bai/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cuaca Lagi Panas Banget, Pasang Turbin Ventilator Ampuh Bikin Adem Nggak Ya?



    Jakarta

    Sejumlah negara di Asia tengah dilanda gelombang panas. Salah satunya terjadi di Thailand, di mana suhu di sana bisa mencapai di atas 52 derajat celsius. Bahkan Pemerintah Thailand telah mengeluarkan peringatan pada Kamis (25/4/2024) setelah 30 orang dikabarkan tewas sepanjang tahun ini akibat suhu panas ekstrem tersebut.

    Berbeda dengan Thailand dan negara Asia lainnya, mengutip dari detikHealth, Deputi Bidang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Guswanto mengatakan Indonesia tidak mengalami gelombang panas parah, melainkan hanya mengalami panas terik. Menurut BMKG, suhu maksimum di sejumlah wilayah masih sekitar 34 hingga 36 derajat celsius per 26 April 2024.

    Meskipun Indonesia tidak termasuk negara yang mengalami gelombang panas ekstrem, tetapi suhu di atas 34 hingga 36 untuk sebagian orang sudah termasuk panas. Bahkan panas tersebut bisa terasa hingga ke dalam rumah menyebabkan rumah terasa pengap dan lembap. Jika sudah begini, berada di dalam rumah ataupun di luar kondisinya sama saja. Maka dari itu, banyak rumah memasang AC untuk menyejukkan ruangan, padahal ada cara yang lebih ramah lingkungan yakni memasang turbin ventilator.


    Turbin ventilator adalah alat yang biasa dipasang di atap rumah, berbentuk kubah berwarna silver dan di bagian tengahnya bisa berputar untuk menarik udara panas ke luar. Alat ini juga akan membantu udara segar misalnya dari jendela, pintu atau ventilasi lainnya masuk dan memenuhi rumah.

    Pemakaian turbin ventilator sering ditemui di pabrik besar. Namun, jika ingin dipakai di rumah juga memungkinkan karena fungsinya seperti exhaust fan yakni mengeluarkan udara panas dari dalam ruangan.

    Menurut Premiere Roofing, turbin ventilator lebih efektif daripada exhaust fan biasa karena dapat menggerakkan udara dengan jumlah besar tanpa menyedot listrik yang besar. Cara kerja turbin ventilator adalah menarik udara panas yang terperangkap di atap rumah dan membuangnya keluar melalui celah pada turbin.

    Keunggulan turbin ventilator adalah tahan lama dan tidak mudah rusak meskipun terkena panas dan hujan. Pemasangannya juga cukup mudah yakni dengan membolongi atap rumah seukuran turbin ventilator lalu ditutup dengan badan dari turbin. Turbin ventilator bisa diletakkan di area paling pengap di rumah karena biasanya udara terperangkap di area plafon atau loteng rumah.

    Turbin ventilator juga aman saat hujan karena tidak akan menyebabkan kebocoran pada atap meskipun memiliki celah. Tetapi kamu perlu sering memeriksa bagian luarnya agar tidak ada sampah yang menutupi celah turbin ventilator.

    Perlu diketahui saat memasang turbin ventilator, wujudnya akan terlihat jelas di atap rumah dan tidak bisa disembunyikan. Namun, tampilan tersebut tidak terlalu mengganggu estetika rumah.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Juragan Kos Perlu Perhatikan Hal Ini Sebelum Serah Terima Kamar!


    Jakarta

    Bisnis kos atau rumah sewa menjadi sebuah hal yang sangat populer di daerah kota besar di Indonesia.

    Pasalnya, banyak masyarakat Indonesia yang memiliki tempat tinggal yang jauh dari tempat mereka bekerja, sehingga banyak dari mereka yang mengandalkan fasilitas rumah sewa sebagai tempat tinggal sementara. Tidak hanya itu, lahan kota yang sudah padat juga membuat pilihan tempat tinggal mereka menjadi lebih sedikit lagi.

    Yang menjadi masalah, masih banyak pemilik properti rumah kos yang tidak tahu seberapa pentingnya merancang perjanjian tertulis sebelum melakukan serah terima.


    Proses perjanjian atau kontrak ini nantinya akan digunakan sebagai media hukum ketika terjadi masalah dalam proses penyewaan tersebut.

    Jenis Kontrak/Perjanjian Sewa Rumah atau Kos

    Pengamat properti sekaligus Investment Director Global Asset Management, Steve Sudijanto mengatakan, proses kontrak sewa itu harus ditekankan oleh para pemilik properti sewa. Ia juga menjelaskan bahwa kontrak dalam menyewakan rumah itu ada 2 macam, yaitu kontrak awal dan kontrak akhir.

    1. Kontrak/Perjanjian Awal

    Menurut Steve, kontrak awal ini berupa perjanjian yang akan disepakati oleh calon penghuni dan akan berlaku selama masa sewa penghuni tersebut masih aktif. Di dalamnya mencakup perjanjian seperti cara pembayaran, serah terima, kondisi awal bangunan sebelum ditempati, kewajiban pajak dan utilitas, perawatan, dan masa sewa.

    “Dalam kontrak sewa menyewa, yang perlu ditekankan itu harus lengkap isi kontrak sewa menyewanya. Pemilik rumah harus menyadari bahwa menyewakan rumah itu ada awal kontrak dan akhir kontrak. Kontrak awalnya itu seperti cara pembayaran, kapan serah terima, kondisi bangunannya, kewajiban pembayaran pajak dan utilitas siapa yang bertanggung jawab selama masa sewa, kewajiban perawatan itu siapa. Dan kalau perlu harus lapor RT dan RW bahwa rumah itu disewakan dan bukan ditempati oleh pemilik utama,” Ujar Steve melalui telepon, Kamis (2/5/2024).

    “Dan isi dalam kontrak pengakhiran sewa itu harus ditekankan kapan masa sewa berakhir, bisa diperpanjang atau tidak, kalau terjadi kerusakan apakah uang jaminan sewa itu hangus atau akan dipakai untuk biaya perbaikan,” sambung Steve.

    2. Kontrak/Perjanjian Akhir

    Di sisi lain, kontrak akhir ini mencakup masalah di akhir masa sewa nanti. Seperti, kondisi tunggakan, kondisi bangunan setelah pemakaian, kapan pengosongan rumah/kamar.

    “Untuk kontrak akhir, itu mencakup bagaimana untuk tunggakan utilitas, bagaimana kondisi bangunan, apakah perlu di cat ulang sesuai pada kondisi saat pertama serah terima, barang barang yang ditinggal dan barang barang yang tidak diambil, umpamanya satu bulan setelah sewa berakhir akan dikeluarkan atau dibuang atau dilelang dan tidak bisa melakukan tuntutan hukum, itu wajib hukumnya,” tegas Steve.

    “Karena biaya pengosongan dan pengeluaran barang itu juga mahal. Sekarang sewa truk atau jasa angkut itu juga mahal, jadi itu perlu menjadi pertimbangan pemilik properti, berapa sih uang jaminannya. Jadi yang penting itu isi perjanjian, ada perjanjiannya agar tidak terjadi kisruh, atau tuntutan hukum pada akhir kontrak,” sambungnya.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Bangun Rumah Murah Hemat Biaya Supaya Nggak Boncos


    Jakarta

    Harga rumah memang sangat mahal, bukan? Sebagian orang mungkin mulai mempertimbangkan membangun rumah sendiri dibanding beli jadi. Nah, kamu bisa saja membangun rumah murah daripada bersaing di pasar perumahan yang mahal.

    Meski bukan proyek yang mudah, kamu bebas membangun rumah sesuai selera dan anggaran yang dimiliki. Berikut ini beberapa tips membangun rumah murah dengan budget terbatas, dilansir dari Rocket Mortgage, Jumat (3/5/2024).

    Tips Bangun Rumah Murah

    1. Desain Rumah Sederhana

    Cara termurah membangun rumah adalah menggunakan desain sederhana. Kamu dapat merancang rumah dengan tradisional seperti bentuk denah yang kotak atau persegi. Kemudian, buat desain atap yang sederhana yang tidak memerlukan terlalu banyak material.


    2. Cari Jasa Kontraktor

    Jika kamu punya pengalaman membangun rumah atau kenal tukang bangunan yang andal, kamu bisa menjadi kontraktor sendiri. Hal ini akan sangat membantu menghemat biaya pembangunan.

    Namun, kalau kamu tidak berpengalaman, sebaiknya menggunakan jasa subkontraktor untuk beberapa bagian pembangunan. Sebab, apabila sampai terjadi kesalahan, maka bisa memakan banyak biaya dan waktu.

    3. Rencanakan Anggaran

    Buat perencanaan anggaran dengan matang untuk merinci pengeluaran selama pembangunan rumah. Walau rencana yang dibuat tidak selalu akurat, anggaran ini akan membantu mengarahkan pembangunan supaya pengeluaran tidak berlebihan.

    Apabila menemukan perubahan harga atau pengeluaran lebih, pastikan untuk mencatatnya sebagai dokumentasi. Setidaknya kamu harus tahu ke mana uang itu digunakan dan untuk apa.

    4. Pilih Material yang Terjangkau

    Nah, kamu mesti pintar-pintar berbelanja material. Pilihlah material dengan harga terjangkau tapi tidak menurunkan kualitas. Kamu bisa membandingkan jenis material atau toko untuk mendapatkan harga yang pas di kantong. Tak lupa juga mencari diskon dan promo ketika belanja.

    5. DIY alias Lakukan Sendiri

    Mungkin ada beberapa hal tambahan yang kamu inginkan di rumah baru. Misalkan mengecat atau menambah lapisan lantai. Kalau kamu yakin bisa melakukan sendiri untuk menghemat biaya jasa. Perlu diingat juga kalau tidak semua hal dilakukan sendiri bisa menghemat uang, apalagi kalau kamu tidak yakin bisa mengerjakannya.

    Itulah cara membangun rumah murah agar lebih ramah di kantong. Semoga bermanfaat!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Pengertian, Jenis Kasus, dan Penyebabnya


    Jakarta

    Sertifikat tanah adalah dokumen bukti kepemilikan atas bangunan yang memiliki kekuatan hukum. Dengan sertifikat tanah, kamu bisa menjual tanah atau bangunan kepada orang lain. Nilainya yang berharga membuat sertifikat tanah menjadi pemicu perebutan hak oleh beberapa pihak atau biasa disebut sengketa tanah atau konflik tanah.

    Biasanya sengketa tanah atau konflik tanah disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya adalah kedua belah pihak merasa memiliki hak atas sertifikat tanah tersebut.

    Mengutip dari Res Nullius, Jurnal Hukum Universitas Komputer Indonesia, karya Maria PratiwiMahasiswa Sekolah Tinggi Hukum Garut, berjudul Kebijakan Pemerintah dalam Penyelesaian Sengketa dan Konflik Pertanahan, disebutkan, di mata hukum, yang tertuang pada Pasal 1 Permen ATR/ Kepala BPN nomor 21/2020 tentang Penanganan dan Penyelesaian Kasus Pertanahan, menyebutkan perebutan sertifikat dibagi menjadi dua yakni sengketa pertanahan dan konflik pertanahan. Keduanya dibedakan dari jumlah orang yang terlibat dan dampaknya.


    Sengketa pertanahan adalah perselisihan tanah antara orang perseorangan, badan hukum, atau lembaga yang tidak berdampak luas.

    Sementara itu, konflik pertanahan adalah perselisihan tanah antara orang perseorangan, kelompok, golongan, organisasi, badan hukum, atau lembaga yang mempunyai kecenderungan atau sudah berdampak luas.

    Jenis Kasus Sengketa Tanah dan Konflik Tanah

    Sengketa tanah dan konflik tanah sama-sama rumit dan bisa masuk ranah hukum perdata dan pidana, tergantung pada besar dampaknya, seperti yang diatur Pasal 5 Permen ATR/ Kepala BPN nomor 21/2020 tentang Penanganan dan Penyelesaian Kasus Pertanahan.

    1. Kasus Berat

    Kasus dalam golongan ini bisa disebut konflik pertanahan karena melibatkan banyak pihak, mempunyai penyelesaian hukum yang kompleks, dan dapat menimbulkan gejolak sosial, ekonomi, politik, dan keamanan.

    2. Kasus Sedang

    Kasus ini melibatkan pihak yang penyelesaian hukum dan/atau administrasinya cukup jelas yang jika ditetapkan pendekatan hukum dan administrasi, tidak menimbulkan gejolak sosial, ekonomi, politik, dan keamanan.

    3. Kasus Ringan

    Kasus dalam golongan ini bisa disebut sengketa pertanahan karena kasus pengaduan atau permohonan petunjuk hanya melalui administratif dan penyelesaiannya cukup dengan surat petunjuk penyelesaian kepada pengadu atau pemohon.

    Penyebab Terjadinya Sengketa Tanah

    Dalam jurnal itu juga, Guru Besar Hukum Agraria Fakultas Hukum UGM dan anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia/AIPI, Maria Sumardjono menyebutkan sengketa tanah dapat disebabkan karena alasan berikut.

    1. Konflik kepentingan disebabkan adanya persaingan kepentingan.
    2. Konflik struktural dipicu perasaan tidak suka, pembagian kepemilikan yang tidak adil, faktor geografis, fisik, atau lingkungan yang menghambat kesepakatan.
    3. Konflik nilai biasanya karena perbedaan kriteria, prinsip, atau pandangan saat mengevaluasi gagasan atau perilaku, perbedaan gaya hidup, ideologi, hingga agama atau kepercayaan.
    4. Konflik hubungan disebabkan karena emosi yang berlebihan, salah paham, komunikasi yang buruk atau salah, dan melakukan perilaku yang negatif.
    5. Konflik data bermula dari informasi yang tidak lengkap, informasi keliru, pendapat berbeda, dan data yang berbeda.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com